hidrologi - SMA MTA Surakarta

advertisement
HIDROLOGI
Pertemuan -1
PENGANTAR
AIR






Air (H2O) menempati lebih dari 70 % permukaan bumi,
Air di bumi : sekitar 1,3 – 1,4 milyard km3
97,5 % berupa air laut, 1,75 % berupa es (kutub dan
puncak-2 gunung), 0,73 % air tawar (air tanah dan air
permukaan), 0,001 % berupa uap air di udara
Persebaran : darat, laut, udara
Bentuk : cair, gas, padat dengan keseimbangan dinamis,
tergantung dari temperatur dan tekanan
Tidak berwarna, tidak berbau, dapat berubah bentuk
Banyak material dapat terlarut dalam air, oleh sebab itu air
merupakan bahan pelarut paling populer
KARAKTERISTIK AIR
Air merup. suatu komposisi kimia : terdiri
atas dua atom , yi dua atom H dan satu
atom O
H2O.
Air terbentuk secara alami
terdapat di mana saja dalam satu bentuk
atau bentuk yang lain.
Air mungkin terdapat dalam bentuk padat,
cair maupun gas, dan dapat berubah dari
bentuk satu ke bentuk yang laIN





Air termasuk sumberdaya pulih (renewable
resources)
Air mempunyai fungsi sosial, lingkungan hidup,
dan ekonomi
Pengelolaan air diselenggarakan dan
diwujudkan secara selaras.
Sumber daya air dikuasai oleh negara dan
dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran
rakyat.
Negara menjamin hak setiap orang untuk
mendapatkan air bagi kebutuhan pokok minimal
sehari-hari guna memenuhi kehidupannya yang
sehat, bersih, dan produktif.
MANFAAT AIR
Air sangat bermanfaat bagi manusia.
 Memenuhi kebutuhan domestik : MCK,
makan, minum, menyiram tanaman, dll.
 Irigasi (pertanian)
 Industri
 energi (listrik, penggerak turbin, dll)
 Transportasi (laut, sungai, danau)
 Rekreasi
 Business material
KARAKTERISTIK AIR
Air juga dapat bersifat merusak karena dpt
menimbulkan bencana
 Banjir di darat maupun Rob di pantai
 Gelombang besar di laut
 Kekeringan (kekurangan air)
 Penyebab longsor lahan
Siklus Air
awan
awan
awan
Hujan/
presipitasi
Hujan/
presipitasi
Hujan/
presipitasi
intersepsi
Evapotranspirasi
Aliran permukaan/
Run off
Aliran bawah permukaan/
sub surface flow
Evaporasi
infiltrasi
perkolasi
Laut
Sumberdaya air



Sumberdaya air adalah kemampuan dan
kapasitas potensi air yang dapat dimanfaatkan
oleh kegiatan manusia untuk kegiatan sosial
ekonomi.
Jenis sumber air yang umum dimanfaatkan oleh
masyarakat : air laut, air hujan, air tanah, dan air
permukaan. Dari keempat jenis air tersebut,
sejauh ini air permukaan merupakan sumber air
tawar yang terbesar digunakan oleh masyarakat.
Air permukaan yang umum dijumpai : air sungai,
danau, dan waduk buatan
Karakteristik SD Air






Dapat mencakup beberapa wilayah
administratif (cross-administrative boundary)
dikarenakan oleh faktor topografi dan geologi
Dipergunakan oleh berbagai pemangku
kepentingan (multi-stakeholders)
Bersifat sumberdaya mengalir
(flowing/dynamic resources)
Dipergunakan baik oleh generasi sekarang
maupun generasi mendatang (antar generasi).
Merupakan bagian siklus alam (daur hidrologi)
kaberadaannya yang semakin langka
(scarcity), maka air perlu dipandang sebagai
barang ekonomis (economic
Kuantitas dan kualitas air
Kuantitas dan kualitas air amat bergantung
pada tingkat pengelolaan sumber daya air
masing-masing daerah, keragaman
penggunaan air yang bervariasi – pertanian,
air baku domestik dan industri, pembangkit
tenaga listrik, perikanan, dan pemeliharaan
lingkungan – selain iklim, musim (waktu) serta
sifat ragawi alam (topografi dan geologi) dan
kondisi demografi (jumlah dan penyebaran)
serta apresiasi (persepsi) tentang air.
Kebijaksanaan Pengelolaan
Sumberdaya air Nasional




holistik, terencana, dan berkelanjutan
terdesentralisasi dengan berdasar atas daerah
pengaliran sungai (DPS)
prinsip partisipasi dengan melibatkan
masyarakat dalam pengambilan keputusan
dalam seluruh aspek kegiatan (perencanaan,
pelaksanaan, pengawasan, pengendalian dan
pembiayaan)
diprioritaskan pada sungai-sungai strategis
bagi perkembangan ekonomi, kesatuan, dan
ketahanan nasional
NERACA AIR
Air di bumi mengikuti suatu sistem :
Masukan
Proses
Keluaran

Neraca air suatu danau atau reservoir.
Perolehan = Kehilangan
Qi + Qg + P + S = Qo + Sq + Eo
Dimana :
Qi = masukan air
Qg = masukan air di bawah permukaan tanah
P = presipitasi
S = perubahan cadangan
Qo = keluaran air
Sq = perembesan
Eo = evaporasi air permukaan bebas

Neraca air suatu kolom tanah
Qsi + Qi + C + P + S = Qso + Qo + FR + E
Dimana : Qsi
Qi
C
P
S
Qso
Qo
FR
E
= masukan air limpasan permukaan
= debit air tanah
= air kapiler
= presipitasi
= perubahan pada lengas tanah
= keluaran air limpasan permukaan
= keluaran air di bawah permukaan tanah
= perkolasi
= evaporasi tanah
Evaporasi vs Transpirasi
Evaporasi = proses pertukaran molekul air di permukaan
menjadi molekul uap air di atmosfer melalui kekuatan panas
Faktor-faktor yang mempengaruhi:
- faktor-faktor meteorologis
- jenis permukaan tanah
 Transpirasi = proses penguapan pada tumbuh-tumbuhan,
lewat sel-sel stomata
Faktor-faktor yang mempengaruhi:
- faktor-faktor meteorologis, terutama sinar matahari
- jenis tumbuhan
- jenis tanah

Evaporasi
Penuk peguapan air dari permukaan air, tanah
dan bentuk permukaan bukan vegetasi lainnya
oleh proses fisika
 Dua unsur utama :

Energi (radiasi matahari)  sebagian gelombang
dirubah menjadi panasmenghangatkan udara
sekitartenaga mekanikperputaran udara dan uap
air
 Ketersediaan airtidak hanya air yang ada akan
tetapi persediaan air yang siap untuk evaporasi

Faktor-faktor penentu Evaporasi
Panas perubahan bentuk cair dan
gasshortwave radiation lebih
berpengaruh (ketinggian tempat dan
musim)longwave hanya menambah
panas yangdihasilkan oleh shortwave
 Suhu udara, permukaan bidang
penguapan (air, vegetasi, dan tanah)


Kapasitas kadar airtinggi rendahnya suhu di tempat itu




Proses tergantung pada Dpv (Saturated vapour preseeure
deficit) di udara atau jumlah uap air yang dapat diserap oleh
udara sebelum udara tersebut menjadi jenuh
Evaporasi banyak terjadi di pedalaman dibanding di Pantai
karena udara sudah lembab
Kecepatan angin diatas bidang penguapan
Sifat bidang penguapan

Kasar memperlambat garak angin turbulenmemperbesar
evaporasi
Pengukuran Evaporasi
Diukur dari permukaan badan air :
membandingkan jumlah air yang diukur antara
dua waktu yang berbeda
 Evaporasi waduk atau danau yang berurutan :
E0 = I – O - S

I = masukan air ke waduk ditambah curah hujan yang langsung
jatuh pada waduk
O = keluaran dari waduk ditambah bocoran air dalam tanah
S = perubahan kapasitas tampung waduk
E0 (mm/hari) = C (eo -ea)
C = (0.44+0.073 u)*(1.465-0,00073p)
U = kecepatan angin rata-rata (km/jam) diukur pada ketinggian 0,5 m
diatas permukaan tanah
eo = tekanan uap air pada permukaan air yang merupakan fungsi suhu
ea = tekanan uap air di permukaan air
C = angka tetapan yang dihitung dengan persamaan (Rohwer, 1931)
P = tekanan atmosfer (mmHg)
Untuk angka evaporasi waduk maka E0 dikalikan angka
tetap 0,77
Nilai C :
Kolam  C = 15 + 0,93 u
Danau dan waduk kecil  C = 11 + 0,68 u
Evaporasi : pendekatan neraca energi
Qs-QTS-Qlw-Qh-Qe+Qv- Qve = Qc
Qs
= Radiasi matahari datang
QTS
= Radiasi matahari terefleksi
Qlw
= Radiasi gelombang panjang bersih dari permukaan badan
air ke udara bebas
Qh
= Pindahan energi dari badan air ke atmosfer dalam bentuk
panas-tampak (sensible heat)
Qe
= Energi yang digunakan untuk proses evaporasi
Qv
= Energi adveksi bersih yang masuk ke badan air akibat
aliran air
Qve
= Energi adveksi keluar dari badan air karena proses
evaporasi
Qc
= Energi tersimpan dalam badan air
Satuan dalam kalori/cm2 (langleys)
Variabel pindah panas-tampak tidak diukur langsung
tercakup dalam nisbah Bowen (Bowen’s ratio, R)
R =Qh/ Qe=0,00061 P (Ts-Ta)/(es-ea)
P
= Tekanan udara (mb)
TS
= Suhu permukaan badan air (C)
Ta
= Suhu udara (C)
es
= Tek. Uap air permukaan badan air, es=f (Ta) (mb)
ea
= Tek. Uap air permukaan udara, ea=es x Rh (mb)
Rh
= Kelembaban relatif udara (%)
Besarnya tek.uap air tergantung suhu pada badan air
Tek.uap air di udara dapat diukur dengan sling psychrometer
Energi yang dipindahkan dari badan air proses evaporasi
yang berlangsung di permukaan badan air dihitung :
Qve = Qe c (Ts-Tb)/L
c
= Angka panas air (kal/mg/C)
Tb
= Suhu dasar yang ditentukan (0C)
L
= Panas-tak tampak (590 kal/mg)
Persamaan sebelumnya dapat diturunkan sebagai berikut
Hubungan antara Qe dengan kedalaman evaporasi dari
badan air (Eo) dapat ditunjukkan pada persamaan :
p
= Kerapatan air (mg/cm3)
Sehingga persamaan menjadi
pengukuran
Qv dan Qc
= Dievaluasi dengan cara mengukur suhu dan volume air
yang keluar dan masuk kedalam waduk
Ts
= Suhu permukaan waduk
Ta
= Suhu udara, tekanan udara (p) dan tekanan uap air
atmosfir (ea)
Qs
= Radiasi matahari datang dapat diukur secara langsung
dengan alat pyrheliometer  jarang ditemukan di stasiun
metereologi  Black dalam Chang (1986)
Sinar gelombang panjang dari bumi ke
atmosfersebag besar diserap oleh uap,
awan dan CO2 di atmosferdipantulkan
kembali ke permukaan bumi sebagai
radiasi atmosfer. H2O dan CO2 diradiasikan
kembali dalam bentuk gel yg lbh panjang.
Faktor berpengaruh : profil suhu udara,
kadar uap air, tutupan awan di atmosfer
Krn sulit dihitung maka didekati dengam Qlw
Persamaan panjang gelombang bersih
Brunt (Anderson, 1954)
σ
=
Tetapan Stefan-Baltzman (1,17 x 10-1 kal/cm2/˚K4/hari
Ts
=
Suhu permukaan (˚K)
T2
=
Suhu udara pada ketinggian 2m di atas bidang kajian (˚K)
e2
=
Tekanan uap air pada ketinggian 2m di atas bidang kajian (mb)
c,d
=
Angka tetapan epiris, ebrvariasi tergantung letak geografis
C
=
Angka tetapan awan
a
=
Angka tetapan, tergantung pada tipe awan. Awan rendah =0,9 ; awan
sedang = 0,6 dan awan tinggi = 0,2
Jika data ketinggian awan tidak tersedia maka (1-aC) diganti dengan (0,10+0,90 n/N)
n = lama penyinaran matahari (jam) dan N lama penyinaran matahari maksimal (jam)
Radiasi panjang gelombang bersih yang tidak menjadi bagian dari radiasi matahari
datang dan tidak diradiasikan kembali ke atmosfer :
Transpirasi
Transpirasi adalah suatu proses ketika air
diuapkan ke udara dari permukaan
daun/tajuk vegetasi
 Laju transpirasi ditentukan:

 Radiasi
matahari
 Membuka dan menutupnya pori-pori 
kedudukan daun dan cabang, ketersediaan
air, tanaman meranggas
Faktor-faktor penentu Transpirasi

Faktornya hampir sama dengan evaporasi:
Radiasi matahari
 Suhu
 Kecepatan angin
 Gradien tekanan udara
 Karakteristik dan kerapatan vegetasi seperti struktur
tajuk, perilaku pori-pori daun, kekasaran permukaan
vegetasi



Transpirasi di hutan lebih besar dibanding di padang rumput
Keakaran vegetasi  akan berpengaruh jika cadangan air
tanah menyusut
Pengukuran Transpirasi
T
=
Transpirasi (cm/th)
Pg
=
Curah hujan (cm/th)
R
=
Air larian (cm/th)
It
=
Total intersepsi (cm/th)
S
=
Perubahan kapasitas tampung air tanah
S = umumnya diabaikan,keseimbangan air tersebut dipengaruhi akan
ditentukan
Evapotranspirasi


Jumlah air total yang dikembalikan lagi ke atmosfer dari
permukaan tanah, badan air, dan vegetasi oleh adanya
pengaruh faktor-foktor iklim dan fisiologis vegetasi
Gabungan antara evaporasi, intersepsi, dan transpirasi
T
= Transpirasi vegetasi
It
= Intersepsi total
Es
= Evaporasi dari tanah, batuan dan jenis permukaan tanah lainnya
Eo
= Evaporasi permukaan badan air seperti sungai, danau, dan waduk
S
= Perubahan kapasitas tampung air tanah
Untuk tegakan hutan, Eo dan Es biasanya diabaikan
ET = T+It untuk tegakkan hutan, bila unsur vegetasi dihilangkan, ET= ES
Faktor-faktor Evapotranspirasi




Evapotranspirasi/Evaporasi Total = peristiwa evaporasi
dan transpirasi yang terjadi bersama-sama
Evapotranspirasi potensial (potential evaporation, PET) =
evaporasi yang terjadi, apabila tersedia cukup air (dari
presipitasi atau irigasi) untuk memenuhi pertumbuhan
optimum  dipengaruhi faktor2 metereologi radiasi
matahari dan suhu
Evapotranspirasi sesungguhnya (Actual
evapotranspiration, AET) = evapotranspirasi yang terjadi
sesungguhnya, dengan kondisi pemberian air seadanya
 dipengaruhi oleh faktor fisiologi tanaman dan unsur
tanah
Consumptive use = air yang diperlukan tumbuhtumbuhan untuk pertumbuhan sel-selnya
Perkiraan Evaporasi
Perkiraan evaporasi berdasarkan pan evaporasi………… (1)
Evaporasiperm. Air bebas = Cpan x Evaporasipan
Penguapan dari evaporasi pan biasanya lebih besar dari
evaporasi sebenarnya, karena:

luas permukaan sempit  gel. dan turbulensi udara kecil

kemampuan menyimpan panas berbeda antara pan dan
danau

terjadinya pertukaran panas antara pan dgn tanah, udara,
air sekitar

pengaruh panas, kelembaban, angin akan berbeda bagi
perm. kecil dgn perm. besar atmometer, lysimeter,
phytometer
Evaporation pan
 = 1.21 m = 4”
H = 25.4 cm = 10”
Lysimeter….1
2 type lysimeter
Tipe drainage (Drainage type)
 Tipe timbang (Spring-balance weighing
type)

Metode Thornthwaite

Memanfaatkan suhu udara sebagai indeks
ketersediaan energi panas
Ta
= Suhu rata-rata bulanan (C)
I
= Indeks panas tahunan
Metoda Blaney-Criddle
Memperkirakan besarnya evapotranspirasi
potensial (PET) pada awalnya
dikembangkan untuk memperkirakan
besarnya konsumsi air irigasi di Amerika
Serikat (Dunne dan Leopold, 1978)
 Besaran  suhu dan sepanjang hari
(lamanya waktu penyinaran matahari)

PET
= Evapotranspirasi potensial (cm/bln)
Ta
= Suhu rata-rata (C) apabila Ta <3C maka angka konstan
0,142 harus diganti dengan 1,38
k
= Faktor pertanaman empiris, bervariasi menurut tipe
pertanaman serta tahap pertumbuhan tanaman tahunan,
angka koefisien disajikan secara bulanan, untuk angka
koef tanaman musiman dinyatakan dalam persentase
menurut musim pertumbuhan
d
= Fraksi lama penyinaran matahari per bulan dalam waktu
satu tahun
Angka
faktor pertamananan
meningkat sejalan
dengan
pertambahan ketinggian vegetasi, untuk memperkirakan besarnya
air yang diperlukan suatu vegetasi selama pertumbuhannya
(Blaney-Criddle)
K
= Koefisien pertanaman selama periode pertumbuhan
n
= Jumlah bulan selama masa pertumbuhan
Tai
= Suhu udara (C)
di
= Fraksi lama penyinaran matahari setiap bulan dalam
waktu satu tahun,
Metoda Penman
Dikembangkan untuk menentukan
besarnya evaporasi dari permukaan air
terbuka
 Digunakan untuk menentukan besarnya
evapotranspirasi potensial (PET)
 Perhitungan besarnya evaporasi dari
permukaan vegetasi jenuh air dapat
ditentukan tanpa harus mengukur suhu
pada permukaan bidang penguapan

s
=
Laju perubahan tekanan uap jenuh dan merupakan fungsi dari suhu (PaC)
A
=
Energi yang tersedia (Rn-GRn)
Ec
=
Laju evaporasi tajuk dalam kondisi jenuh (PET) (mm/s)

=
Kerapatan udara (kg/m3)
Cp
=
Specific heat of air pada tekanan udara konstan, (dalam hal ini adalah 1010 J/Kg/C)
es(T)
=
Tekanan uap air jenuh pada suhu atmosfer suhu (PaC)
ea
=
Tekanan uap airatmosfer (PaC)

=
Latent heat of vaporation (J/Kg)

=
Tahanan psikrometik (Pa/C)
ra
=
Aerodynamic transfer resistance (s/m)
rs
=
Resistensi stomata (s/m)
Analisis Neraca Kelembaban Tanah (soil
moisture budget analysis)
Memanfaatkan perangkat komputer
 Teknik  membandingkan ET aktual
(AET)dan ET potensial (PET) dikenal
dengan istilah ETR (Evapotranspiration
Ratio)

AET
=
Evapotranspirasi aktual (panjang/waktu)
PET
=
Evapotranspirasi potensial (panjang/waktu)
AW
=
Jumlah air dalam tanah yang diserap oleh akar tanaman (SM-PWP)
AWC
=
Kapasitas air yang tersedia (FC-PWP)
PWP
=
Tingkat kelembaban tanah ketika tanaman tidak mampu lagi menyerap air
tanah (wilting point)
FC
=
Jumlah air yang masih dapat dithan oleh tanah dari gaya tarik bumi ( field
capacity)
Komponen ETR
Indeks PET untuk kondisi tanah dan
vegetasi setempat
 Kelembaban tanah  terkait dengan
water table
 AET yang merupakan fraksi PET untuk
tingkat kelembaban tanah tertentu

Perkiraan Evaporasi
Perkiraan evaporasi dengan menggunakan rumus empiris
- aerodynamic method/Dalton law………. (2)
Ea = K. Uz (ew – ez)
Ea = evap perm bebas selama pengamatan
K = konstanta empiris
Uz = fungsi antara evap thd kec angin pada ketinggian
z
ew = tekanan uap jenuh di udara pada temperatur
sama dengan air
ez = tekanan uap sesungguhnya di udara pd
ketinggian z
Perkiraan Evaporasi

Persamaan Rohwer
E = a (ew – ea) (1 + b V)
E = 0.484 (1+0.6 V) (ew – ea)
E = evaporasi (mm/hari)
ew = tekanan uap jenuh pada temperatur sama dengan
temp air (millibar)
ea = tekanan uap di udara sesungguhnya (millibar)
V = kecepatan angin rata-rata dalam sehari (m/detik)
Perkiraan Evaporasi

Persamaan Orstom
E = 0.358 (1 + 0.588 V) (ew – ea)

Persamaan Danau Hefner
E = 0.00177 V (ew – ea)
E = inch/hari
V = meter/jam
Perkiraan Evaporasi
3.
Pengukuran Evaporasi secara langsung
Water-balance:
EL = P + Isurf + Igw – Osurf – Ogw - S
EL = evaporasi muka air bebas per hari
P = presipitasi/hujan harian
Isurf = surface inflow/aliran perm masuk
Igw = ground water inflow/air tanah masuk
Osurf = surface outflow/aliran perm keluar
Ogw = ground water outflow/air tanah keluar
S = perubahan jumlah simpanan air selama
pengamatan (1 hari)
PRESIPITASI
Siklus Air
awan
awan
awan
Hujan/
presipitasi
Hujan/
presipitasi
Hujan/
presipitasi
intersepsi
Evapotranspirasi
Aliran permukaan/
Run off
Aliran bawah permukaan/
sub surface flow
Evaporasi
infiltrasi
perkolasi
Laut
Pengertian
Presipitasi adalah nama umum dari uap air
yang tekondensasi dan jatuh ke
permukaan bumi.
 Jumlah presipitasi pada umumnya
dinyatakan dalam ketebalannya
(kedalamannya), misalnya mm, cm, inchi.
 Bentuk presipitasi : air, salju, es

KELEMBABAN UDARA



Adalah banyaknya uap air yang terkandung dalam udara.
Jumlah uap air ini sebetulnya hanya merupakan bagian kecil dari
zat-zat yang lain yang berada di atmosfir (sekitar 2 %), namun uap
air merupakan komponen yang sangat penting dalam kejadian
cuaca dan iklim. Uap air yang berada di atmosfir ini merupakan hasil
penguapan (evaporasi) dari permukaan bumi dan dari dalam tanah..
Uap air yang terdapat di atmosfir bumi ini jumlahnya tidak konstan,
bervariasi antara 0 % – 5%. Pentingnya uap air di udara terhadap
cuaca dan iklim adalah :
 Besarnya uap air yang terkandung diudara merupakan indikator
akan terjadinya presipitasi
 Uap air mempunyai sifat menyerap radiasi bumi sehingga akan
menentukan besarnya radiasi yang diterima bumi, sehingga
akan mempengaruhi temperatur udara
Ukuran kelembaban udara

Kelembaban Spesifik
Adalah berat uap air per satuan berat udara (termasuk berat uap airnya).
Biasanya dinyatakan dalam gram /kg udara

Kelembaban Absolut
Adalah berat uap air per satuan volume udara, misalnya gram/m3 udara.

Kelembaban Relatif
Merupakan perbandingan antara jumlah uap air yang benar-benar ada
(terkandung) di udara dengan jumlah uap air dalamudaratersebutjika
padatemperatur dan tekanan yang sama udara tersebut jenuh dengan uap
air.
Kelembaban relatif dapat pula dirumuskan :
Kelembaban absolut
-----------------------Kapasitas Udara
atau
Kelembaban Spesifik
----------------------Kapasitas Udara
Kapasitas udara menyatakan jumlah uap air maksimum yang dapat
dikandung oleh udara pada suatu temperatur
Analisis Data Hujan
Pengukuran hujan : harian (misal setiap jam
07.00 pagi)
 Curah Hujan bulanan : jumlah hujan selama
satu bulan
 Rata-rata curah hujan harian dalam bulan
tertentu : jumlah hujan selama 1 bulan /

PENGAMATAN HUJAN
Pengamatan hujan delakukan dengan alat penakar hujan
(rain gauge). Ada 2 jenis alat ukur yang digunakan
untuk pengamatan, yakni jenis manual dan jenis
otomatis.

Alat ukur manual (tidak otomatis)
ditempatkan di tempat terbuka yang tidak dipengaruhi oleh
pohon-pohon dan gedung-gedung. Bagian atas alat ini dipasang
20 cm lebih tinggi dari permukaan bumi yang sekelilingnya
ditanami rumput. Ketelitian pembacaan adalah 1/10 mm, dan
pembacaan dilakukan satu kali dalam 24 jam (sehari) dan dalam
waktu-waktu yang tetap (misalnya setiap jam 07.00 pagi). Curah
hujan yang kurang dari 0,1 mm harus dicatat 0,00 mm, yang
harus dibedakan dengan keadaan tidak ada curah hujan yang
dicatat dengan membubuhkan garis (-).
PENGAMATAN HUJAN
Alat ukur hujan otomatis



Digunakan untuk pengamatan yang kontinue, dan
tidak harus diamati setiap harinya, tergantung dari
kertas pias yang tersedia (biasanya kertas pias/kertas
pencatat diganti seminggu sekali).
Ada dua jenis alat ukur otomatis, yakni jenis sifon dan
jenis penampung bergerak (tilting bucket).
Pada jenis sifon air hujan tertampung dalam sebuah
silinder dimana terdapat sebuah pelampung yang
dapat diangkat oleh air hujan yang masuk .
Pelampung tersebut dihubungkan dengan jarum
pencatat. Jika silinder penuh, air akan dibuang dan
pelampung kembali turun, secara otomatis jarum
pencatat juga ikut turun., pencatatan mulai dari titik
nol lagi.
Data curah hujan yang dihasilkan secara otomatis dari alat
pengukur curah hujan ini dapat dikirimkan secara online
melalui internet dengan operating sistem IGOS dan
disimpan dalam suatu database yang dapat diakses oleh
siapa saja melalui internet.
Keunggulan






Memudahkan BMG dalam mengamati curah hujan pada
suatu daerah.
Mengukur curah hujan secara otomatis.
Database curah hujan di setiap daerah dapat diakses secara
online dan setiap saat sehingga dapat memprediksi
terjadinya banjir di suatu daerah.
Memberikan data hidrologi untuk kepentingan depertemendepartemen yang terkait.
Software aplikasi dapat dikembangkan menjadi Sistim
Informasi Monitoring banjir, kelembaban udara,
temperatur, dan sebagainya.
Pencatatan waktu dalam data curah hujan menggunakan
waktu yang tertelusur ke time server ntp.kim.lipi.go.id.
PENGAMATAN HUJAN
Alat ukur otomatis jenis penampung bergerak
(tilting bucket),



Penampung terdiri dari 2 bagian yang sama, yang
dapat bergerak/berputar pada sumbu horisontal yang
terpasang di tengah-tengah.
Air hujan yang masuk oleh penampung yang satu.
Jika air hujan yang masuk mencapai jumlah tertentu,
maka penampung itu bergerak sehingga air hujan
berikutnya ditampung oleh penampung yang lain. J
ika hujan berlangsung terus maka penampungpenampung itu akan berganti-ganti menampung air
hujan yang masuk. Pena/jarum pencatat yang dapat
ditempatkan jauh dari alat pencatat ini dapat
digerakkan oleh listrik melalui kabel setiap kali terjadi
perputaran penampung..
DISTRIBUSI HUJAN
1. Rata-rata Arithmatik/Aljabar
Metode yang paling sederhana, diperoleh dengan menghitung rata-rata
dari hasil pengamatan beberapa titik.
Metode ini :

Sesuai untuk kawasan-kawasan yang datar/rata

Sesuai untuk DAS dengan jumlah penakar hujan besar yang
didistribusikan secara merata pada lokasi-lokasi yang mewakili.

Rumus :
1
R = ---- ( R1 + R2 R3 +
+ Rn)
n
Dimana :
R : Curah hujan wilayah (mm)
n : jumlah titik pengamatan]
R1, R2 , R3 : curah hujan di tiap titik pengamatan
Curah hujan
(mm/th)
2
4
1
1 = 3150 mm
2 = 3200 mm
3 = 3100 mm
4 = 3150 mm
3
5
5 = 3000 mm
6 = 2900 mm
7 = 2800 mm
6
7
3150 + 3200 + 3100 + 3150 + 3000 + 2900 + 2800 21300
CH
rata
=
------------------------------------------------------------------------= ----------- =
3043 mm
7
Poligon Thiesen
Metode ini :
Sesuai untuk kawasan-kawasan dengan jarak penakar-penakar curah hujan yang tidak merata
Memerlukan stasiun-stasiun pengamat di dan dekat kawasan tersebut
Penambahan atau pemindahan suatu stasiun pengamat akan mengubah seluruh jaringan
Metode ini tidak memperhitungkan topografi
Curah hujan daerah dapat dihitung dengan persamaan berikut :
A1R1 + A2R2 +……+AnRn
R = 
A1 + A2 + ……+An
R =
A1R1 + A2R2 +……+AnRn

A
R =
W1R1 + W2R2 + …….+WnRn
Dimana :
R = curah hujan daerah
R1, R2, ….Rn = curah hujan di tiap titik pengamatan da n adalah jumlah titik Pengamatan
A1, A2,….An = bagian daerah yang mewakili tiap titik pengamatan
A1
A2
A
W1, W2, Wn = 


A
A
A
Curah hujan
(mm/th)
2
4
1
1 = 3150 mm
2 = 3200 mm
3 = 3100 mm
4 = 3150 mm
3
5
5 = 3000 mm
6 = 2900 mm
7 = 2800 mm
6
7
Metode Isohyet
Metode ini memungkinkan penghitungan curah hujan dengan bantuan
isohyet ( garis yang menghub tpt-tpt yang curah hujannya sama). Curah
hujan rata-rata ditentukan dengan menjumlahkan hasil kali luas isohyet
dan besarnya curah hujan, dibagi dengan luas total. Luas bagian daerah
antara dua isohyet yang berdekatan diukur dengan planimeter.
Curah hujan daerah dihitung dengan persamaan :
A1R1 + A2R2 +……+AnRn
R = 
A1 + A2 + ……+An
Dimana :
R = Curah hujan daerah;
R1, R2, ….Rn = curah hujan rata-rata pada bagian2 A1, A2, …..An
A1, A2,….An = luas bagian-bagian antara garis-garis isohyet.
2
-
1
-
4
3150
3100
-
-
3050
-
- 3050
3
5
3000
-
2950
6
7
3100
3050
Curah hujan
(mm/th)
1 = 3150 mm
2 = 3200 mm
3 = 3100 mm
4 = 3150 mm
5 = 3000 mm
6 = 2900 mm
7 = 2800 mm
INFILTRASI
Pengertian
awan
awan
awan
Hujan/
presipitasi
Hujan/
presipitasi
Hujan/
presipitasi
intersepsi
Evapotranspirasi
Aliran permukaan/
Run off
Aliran bawah permukaan/
sub surface flow
Evaporasi
infiltrasi
perkolasi
Laut
Proporsi air hujan menjadi
berbagai bentuk
Bagian hujan yg langsung jatuh di badan sungai
Lengas
tanah
Ketebalan
hujan
Aliran permukaan
interflow
detensi
Air tanah
intersepsi
waktu
Infiltrasi
Adalah perjalanan air ke dalam tanah sebagai akibat
gaya kapiler dan gaya grafitasi.
Perkolasi merupakan proses kelanjutan perjalanan air
ke lapisan tanah yang lebih dalam
Proses infiltrasi melibatkan tiga proses :



Proses masuknya air hujan melalui pori-pori permukaan
tanah,
Tertampungnya air tersebut di dalam tanah
Proses mengalirnya air tersebut ke tempat lain (bawah,
samping)
Infiltrasi
Air hujan yg masuk ke dlm tanah dlm
batas tertentu bersifat mengendalikan
ketersedian air dalam tanah untuk
evapotrasnpirasi
 Pemasokan air ke dalam tanah sangat
berperan bagi keberlangsungan kehidupan
tanaman
 Hubungan keseimbangan antara Tanaman
-Tanah - Air

Laju Infiltrasi :
Adalah kecepatan masuknya air ke dalam
tanah. Pada tahap-2 awal biasanya
kecepatan infiltrasinya tinggi, semakin lama
semakin kecil dan akhirnya konstan. Apabila
intensitas hujan < laju infiltrasi, mk laju
infiltrasi = laju hujan (mm/jam)
Kapasitas infiltrasi
Adalah laju infiltrasi maksimum yang terjadi
pada suatu kondisi tertentu . Kapasitas
infiltrasi terjadi apabila intensitas hujan
melebihi kemampuan tanah dalam
menyerap air.
PROSES INFILTRASI
Proses infiltrasi meliputi beberapa proses
sebagaiberikut:
 Tahap ke-1 : Proses masuknya air hujan
melaluipori-pori permukaan tanah
 Tahap ke-2 : Tertampungnya air hujan
tersebut didalam tanah
 Tahap ke-3 : Proses mengalirnya air
tersebut ketempat lain (bawah, samping)

Kelembaban tanah
Air dalam tanah ditahan oleh gaya absorbsi
permukaan butir2 tanah dan tegangan antara
molekul air. Gaya yang menahan pergerakan
air disebut kapasitas menahan air ( water
holding capacity) dinyatakan dengan harga
pF
Kelembaban Tanah
 Air
higroskopis, adalah liapisan/membran tipis
disekeling butir tanah yang ditahan oleh gaya
absorsi permukaan butir tanah. Air ini tidak
hilang meskipun musim kemarau panjang,
nilai pF 4,5 – 7
 Air kapiler, air yang hanya ditahan oleh
tegangan antar butir tanah. Gerakan air
kapiler bisa ke bawah, ke samping bahkan ke
atas.
 Air grafitasi, air yang hanya dipengaruhi oleh
gaya grafitasinya saja, bergerak di rongga
Faktor-faktor yang mempengaruhi
1. Kondisi/sifat tanah
a. Kelembaban tanah
Semakin lembab, laju infiltrasi
semakin
berkurang.
b. Tekstur dan struktur tanah
Semakin kasar, laju infiltrasi
semakin besar, sebaliknya semakin
halus laju infiltrasi semakin kecil.
Pada tanah
lempung air yang
terikat susah dikeluarkan.
Kondisi/sifat tanah

Penyumbatan /pemampatan
permukaan tanah tanah
Penyumbatan pori-pori tanah pada waktu
erosi percikan, atau pada waktu kering,
atau oleh pengendapan garam-garam dari
dalam tanah.
Semakin banyak penyumbatan
menurunkan laju infiltrasi
Faktor-faktor yang mempengaruhi
2. Vegetasi Penutup
a. Jenis tanaman
Besar pohon dan jenis akar
b. Kerapatan tanaman
Semakin rapat biasanya semakin besar
laju infiltrasinya
3. Topografi
Lereng semakin miring, semakin kecil
laju infiltrasinya
Pengukuran Infiltrasi
Percobaan laboratorium :
dg menentukan beda air hujan buatan
dengan volume air larian
 Dengan Ring Infiltrometer
 Pemisahan hidrograf aliran

Pengukuran infiltrasi
Menggunakan double ring infiltrometer
Berupa 2 ring silinder dari baja, ring kecil Ø 30 cm
dan ring besar Ø 50 cm. Pengukuran hanya
dilakukan pada ring kecil ; silinder besar berfungsi
sebagai penyangga.
Air
Aplikasi praktis infiltrasi
Dalam suatu DAS laju infiltrasi merup salah satu
indikator kesehatan DAS.
Jika infiltrasi besar
DAS sehat
Jika terjadi penurunan nilai infiltrasi
indikator terjadinya proses perusakan DAS.
Besarnya infiltrasi dicerminkan oleh nilai
koefisien resapan (recharge coeffisient) yaitu
merup banyaknya volume curah hujan yang
masuk ke dalam tanah sebagai air infiltrasi.
Koefisien resapan (C) tahunan
C = ( I x 365 x A ) ( P x A )
Dimana :
I = Laju infiltrasi ( base flow )
A = Luas DAS
P = curah hujan tahunan (m)
Semakin besar nilai C, kondisi DAS
semakin sehat.
LIMPASAN
( run off / aliran
permukaan )
Limpasan/aliran permukaan /
Air Larian/surface run off
Merupakan bagian air hujan yang mengalir
di atas permukaan tanah
 Air yg mengalir dari berbagai lokasi akan
mengalir ke suatu tempat, misal sungai
,waduk atau laut
 Berlangsung ketika jumlah hujan
melampaui laju infiltrasi air ke dalam
tanah
 Besar kecilnya run off merupakan indikator
kesehatan DAS

Pengertian
awan
awan
awan
Hujan/
presipitasi
Hujan/
presipitasi
Hujan/
presipitasi
Evapotranspirasi
intersepsi
Aliran permukaan/
Run off
Aliran bawah permukaan/
sub surface flow
Evaporasi
infiltrasi
perkolasi
Muka air tanah
Laut
Proporsi air hujan menjadi
berbagai bentuk
Bagian hujan yg langsung jatuh di badan sungai
Lengas
tanah
Ketebalan
hujan
Aliran permukaan
interflow
detensi
Air tanah
intersepsi
waktu
Debit sungai
Disumbang dari :
 Air hujan yg jatuh langsung di atas
permukaan saluran (intersepsi saluran
(channel interception)
 Aliran permukaan (surface run off)
 Aliran bawah permukaan (subsurface
flow) yaitu bagian dari curah hujan
yang terinfiltrasi kemudian mengalir
dan bergabung dengan aliran debit
Faktor2 yg
mempengaruhi

Elemen meteorologi





Jenis Presipitasi : hujan , salju atau Es
Intensitas hujan : terjadi jika intensitas hujan >
kapasitas infiltrasi
Lamanya/durasi hujan
Distribusi hujan dalam DAS
Elemen DAS




Penggunaan lahan (land use)
Luas DAS
Topografi
Kondisi tanah
Lama Hujan
 Hujan
dengan waktu yang singkat
tidak banyak menghasilkan air
larian
 Pada hujan dengan intensitas yang
sama dengan waktu yang lebih
lama akan menghasilkan air larian
yang lebih besar
Intensitas Hujan
Intensitas hujan akan berpengaruh
pada laju dan volume air larian
 Dengan jumlah hujan yang sama,
intensitas hujan lebih tinggi akan
menghasilkan volume air larian lebih
besar
 Hujan dengan intensitas tinggi dapat
menurunkan infiltrasi akibat kerusakan
srtuktur tanah permukaan (pemadatan)

Penyebaran Hujan

Umumnya laju dan volume air larian
besar jika seluruh DAS ikut berperan.
Artinya laju dan volume Air larian
terbesar dicapai jika curah hujan
merata di seluruh DAS
Faktor DAS
 Jika hujan turun di seluruh areal
DAS, semakin besar ukuran DAS akan
semakin besar volume air larian
 Volume dan laju air larian pada
bentuk DAS memanjang dan sempit
lebih kecil dibanding bentuk melebar,
meskipun luas DAS sama
 Untuk hujan yang sama semakin
tinggi kerapatan aliran DAS smk
tinggi laju aliran permukaan
Aliran Permukaan (surface flow)
Adalah bagian dari air hujan yang
mengalir dalam bentuk lapisan tipis di atas
permukaan tanah. Aliran permukaan
disebut juga aliran langsung (direct
runoff).Aliran permukaan dapat
terkonsentrasi menuju sungai dalam
waktu singkat,sehingga aliran permukaan
merupakan penyebab utama terjadinya
banjir
Aliran antara (interflow)
Adalah aliran dalam arah lateral yang
terjadi di bawah permukaan
tanah.Aliran antara terdiri dari gerakan
air dan lengas tanah secara lateral
menuju elevasi yang lebih rendah
HIDROGRAF
Merupakan diagram/grafik yg
menggambarkan variasi debit atau
ketinggian muka air sungai menurut waktu
 Gambar hidrograf dapat menunjukkan
gambaran karakteristik DAS
 Jika karakteristik DAS berubah maka
bentuk hidrograf juga berubah

Contoh hidrograf
Diagram dapat juga antara ketinggian
air sungai dengan waktu
Jika antara tinggi muka air dengan debit
dinamakan “rating cueve”
200
Debit 150
m3/dtk
Bentuk2 hidrograf
100
50
5
10
15
20
25
30
Waktu (jam)
Download