1 BAB 2 DATA DAN ANALISA 2.1. Sumber Data Data dan Informasi

advertisement
BAB 2
DATA DAN ANALISA
2.1. Sumber Data
Data dan Informasi yang digunakan dalam pembuatan tugas akhir ini
diperoleh dari beberapa sumber, antara lain:
 Survei melalui kuisioner
 Pencarian bahan melalui interview dan literatur
1. Buku Species On The Edge of Survival oleh IUCN
2. The Atlas of Endangered Species karya MacKay Richard
3. Buku The Future of Life karya Edward Osborne
4. Wawancara dengan narasumber dari WWF Indonesia
5. Mengunjungi Taman Safari Cisarua
2.2. Data Survey
2.2.1. Kuisioner
Dari data kuisioner yang dibagikan kepada 50 koresponden yang
terdiri dari:
 32 wanita dan 18 pria yang berumur 12 hingga 25 tahun
 Profesi pelajar 42%, mahasiswa 52%, karyawan 4% dan
wirausaha 2%
 46% pernah membaca artikel tentang permasalahan yang
diangkat pembaca dan tertarik untuk mengetahui lebih
sedangkan 28% tidak tertarik, 22% lainnya belum pernah
membaca tetapi penasaran, sedangkan 4% sisanya tidak mau
membaca sama sekali.
 Alasan 42% koresponden untuk melindungi hewan-hewan
tersebut karena populasi semakin sedikit, 32% lainnya
menjawab untuk menjaga keseimbangan alam, kemudian 22
% menjawab agar keturunan kita dapat menikmati apa yang
kita nikmati sekarang dan 4% lainnya beranggapan lain.
 Tentang permasalahan kebun binatang dan hutan lindung
sebagai habitat yang tersisa, 88% beranggapan belum
mencukupi dan 12% menjawab cukup.
 Kemudian pengetahuan akan permasalahan ini 46%
menjawab sangat kurang, 44% kurang dan 10% menjawab
cukup.
 34 Koresponden menyatakan bahwa lebih memilih buku
dengan ilustrasi, sedangkan 14 sisanya lebih memilih foto.
 Di kesempatan ini penulis juga mencoba pengetahuan
koresponden dengan pertanyaan hewan karnivora apa saja
yang terancam, kebanyakan banyak menjawab harimau,
sebagian menjawab komodo, hiu dan beruang. Namun banyak
yang menjawab tidak tahu atau dengan hewan yang bukan
karnivora.
3
4
2.3. Definisi Publikasi
Publikasi adalah bagian komunikasi informasi kepada publik terutama
material cetak. (Bhaskaran, 2007). Publikasi adalah bentuk penyampaian
informasi kepada publik melalui media cetak yang sebagian atau seluruh
isinya berasal dari publik. Konten publikasi berasal dari teori dan sumber
yang dipercaya, yang kemudian dikelola oleh reporter dan editor yang
kemudian dikembalikan kepada publik. Dengan adanya media publikasi,
suatu permasalahan dari suatu kalangan dapat diangkat untuk menarik
massa.
2.4. Definisi Buku Illustrasi
Buku illustrasi adalah buku yang menyampaikan pesan dengan
kumpulan gambar. Buku didominasi oleh informasi bergambar banyak
disukai oleh berbagai kalangan karena mudah dimengerti dan lebih
menyenangkan untuk dibaca dan tentu saja mempersuasikan target untuk
membeli buku tersebut. Dengan memberikan buku dengan style illustrasi
realis-kontemporer target utama yang merupakan remaja akan tertarik untuk
membaca buku edukasi ini namun tetap syarat dengan fakta yang ada di luar
sana. Illustrasi berguna untuk memberikan contoh tentang ide menjadi
spesifik dan detail. Ilustrasi adalah hasil visualisasi dari suatu tulisan dengan
teknik drawing, lukisan,fotografi, atau teknik seni rupa lainnya yang lebih
menekankan hubungan subjek dengan tulisan yang dimaksud daripada
bentuk.Tujuan ilustrasi adalah untuk menerangkan atau menghiasi suatu
cerita, tulisan, puisi, atau informasi tertulis lainnya (Sugondo, Perancangan
Desain Komunikasi Visual Buku Dongeng Ilustrasi “Barong dan Keris” :
2010).
2.5. Karnivora
2.5.1. Harimau
Harimau terbagi menjadi sembilan subspesies yang tersebar di Asia,
mulai dari daratan Turki hingga ke Rusia dan Indonesia. Namun saat ini
hanya tersisa enam subspesies, tiga diantaranya telah punah. Di
Indonesia, harimau sumatera adalah satu-satunya harimau yang tersisa.
Menurut WWF (World Wide Fund) Saudara dari harimau sumatera
yaitu harimau Bali dan harimau Jawa telah punah dalam 50 tahun
terakhir. Harimau Bali dan Jawa terakhir diketahui keberadaanya pada
akhir tahun 1930-an dan 1970-an (WWF, 2012).
Harimau Sumatera dikategorikan sangat kritis terancam punah dalam
daftar konservasi IUCN (International Union for Conservation of
Nature) dan masuk dalam CITES Appendix I yang artinya perdagangan
internasional komersial dilarang. Merupakan hewan endemik pulau
Sumatera dengan hanya terdapat 400 harimau Sumatera di alam bebas.
Walau begitu, harimau jawa tetap diburu secara gelap untuk diambil
bagian tubuhnya sebagai obat (McKay, 2005), walau secara ilmiah tidak
dapat dibuktikan bahwa dapat menyembuhkan suatu penyakit.
2.5.2. Beruang Madu
Helarctos malayanus atau yang biasa yang kita kenal dengan beruang
madu adalah beruang endemik yang hanya dapat ditemukan di sekitar
5
hutan Asia Tenggara. Dalam pembagian susunan ilmiah, beruang madu
merupakan anggota dari famili Ursidae dan genus Helactros.
Beruang madu memiliki bulu hitam yang pendek dan licin dengan
belang menyerupai bulan sabit di dadanya yang warna tiap individunya
bervariasi dari kuning kecokelatan hingga ke putih krim.
Beruang madu bergantung kepada habitat hutan tropis. Kategori hutan
tropis dibagi menjadi dua berdasarkan intensitas hujan yang turun di
habitat mereka. Habitat utama beruang madu yang tinggal di Borneo,
Sumatera dan semenanjung Malaysia adalah hutan hujan tropis dengan
jumlah hujan yang turun rata per tahunnya (IUCN, 2012).
2.5.3. Kucing Hutan
Kucing hutan adalah salah satu kucing berukuran sedang, hidup
dihutan dan liar dari sub-famili felinae. Kucing hutan memiliki banyak
spesies diantaranya yang terancam di Indonesia adalah kucing emas
Asia, macan dahan dan kucing merah. bentuk mereka kurang lebih
sama, berbeda di warna dan pola bulu, namun jika dibandingkan dengan
kucing domestik, buntutnya lebih panjang dengan badan yang sedikit
lebih besar. Beberapa kucing hutan ini juga banyak diburu untuk
dikonsumsi sebagai obat tradisional. Kucing hutan hidup menyendiri
tidak bergerombol seperti singa.
Pada tahun 2011 lalu, WWF berhasil mendapatkan foto-foto dari
kucing-kucing langka tersebut, diantaranya ada harimau Sumatera,
Macan Dahan (Neofilis Diardi), Kucing Batu (Pardofelis Marmorata),
Kucing Congkok (Prionailurus) dan Kucing Emas (Catopuma
Temmincki). Dari keempat hewan langka ini, hanya Kucing Congkok
yang tidak termasuk hewan terancam punah di daftar IUCN Redlist.
Spesies langka ini berada di dalam kawasan Taman Nasional Bukit
Tigapuluh dan Suaka Margasatwa Rimbang Baling, Riau. Keberadaan 5
spesies ini berhasil di temukan dengan bantuan kamera pengawas yang
di pasang di sekitar kawasan tersebut.
2.5.4. Ajak
Cuon alpinus berasal dari genus cuon yang kerabat dekatnya adalah
anjing hutan, bukan serigala.. Ajak atau Dhole adalah anjing berukuran
besar yang beratnya bisa mencapai 20 kg, umumnya berbulu merah
kecoklatan dengan buntut tebal berwarna gelap dan biasanya ujungnya
berwarna putih. Memiliki telinga yang besar berbentuk segitiga dan
membulat diujungnya dan hidungnya berwarna hitam. Di daerah selatan
yang relatif lebih panas dibandingkan daerah utara, Ajak memiliki bulu
yang cenderung lebih pendek dan berwarna merah karat.
Ada berbagai macam buruan utama untuk Ajak makan, diantaranya
adalah kumbang, tikus dan burung, tetapi mereka juga biasa mengincar
mangsa berukuran sedang dan besar seperti rusa dan banteng karena
mereka hidup dalam kawanan yang besar. (IUCN,2011).
6
2.6. Target Audience
 Geografis
Tinggal di Jakarta dan kota-kota lainnya di Indonesia. Mereka yang
tinggal di kota-kota tidak pernah bertemu satwa-satwa tersebut di
alam liar, yang mereka ketahui hanyalah hewan yang umum di
masyarakat.
 Demografis
Jenis Kelamin
: Laki-laki & Perempuan
Usia
: 12 - 18 tahun
Profesi
: Pelajar SMP hingga SMA
Kelas sosial
: B dan B+
Kewarganegaraan
: WNI
Usia 12-18 thn adalah masa pendidikan yang mulai beranjak dewasa
dimana remaja sudah harus tahu mana yang benar. Karena fokus
dalam buku ini adalah satwa Indonesia, sangat disayangkan jika
masyarakatnya sendiri tidak ikut andil dalam pelestarian satwanya.
Dengan kelas sosial B diharapkan pemuda Indonesia yang mungkin
bekerja pada suatu perusahaan di masa depan lebih peduli terhadap
alam dalam menangani sebuah usaha yang digelutinya.
 Psikologi
a) Personality
Kritis
Berjiwa petualang
Penuh tanya
Rasional
b) Behavior
Sadar akan adanya kepunahan
Peduli lingkungan dan hewan
Mainstream
c) Lifestyle
Aktif berorganisasi
Sekolah
Warga negara Indonesia
7
d) Hobi dan Minat
Mengumpulkan barang-barang yang sedang trend
Jalan-jalan
2.7. Analisa SWOT
Srength :

Ensiklopedia binatang yang dipenuhi oleh illustrasi

Menjadi salah satu dari buku pengetahuan umum yang tidak membosankan

Menjadi media informasi dan imajinasi akan bentuk hewan-hewan Indonesia
Weakness :

Adanya buku yang memiliki informasi lebih detail
Opportunities :

Tidak banyak buku ensiklopedia hewan yang khusus untuk daerah Indonesia

Menjadi buku yang sesuai dengan perkembangan trend sekarang
Threat :

Kurangnya minat membaca dan membeli buku di zaman sekarang.

Teknologi yang maju memungkinkan mencari fakta di internet
Download