siskomsat

advertisement
MAKALAH
SISTEM KOMUNIKASI SATELIT
DISUSUN OLEH :
SOVI YULISTIANTO
13101032
S1 TEKNIK TELEKOMUNIKASI
https://www.linkedin.com/in/sovi-yulistianto-0416aa114
SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TELEMATIKA TELKOM
JL. DI. PANJAITAN NO 128 PURWOKERTO
2016
BAB I
A. LATAR BELAKANG
Satelit merupakan sebuah benda di angkasa yang berputar mengikuti
rotasi bumi. Satelit dapat dibedakan berdasarkan bentuk dan keguaananya
seperti: satelit cuaca, satelit komonikasi, satelit iptek dan satelit militer. Untuk
dapat beroperasi satelit diluncurkan ke orbitnya dengan bantuan roket. Negara
-negara maju seperti Amerika Serikat, Rusia, Perancis dan belakangan Cina,
telah memiliki stasiun untuk melontarkan satelit ke orbitnya.
Seluruh pergerakan satelit dipantau dari bumi atau yang lebih dikenal
dengan stasiun pengendali. Cara kerja dari satelit yaitu dengan cara uplink dan
downlink. Uplink yaitu transmisi yang dikirim dari bumi ke satelit, sedangkan
downlink yaitu transmisi dari satelit ke stasiun bumi.
Komunikasi satelit pada dasarnya berfungsi sebagai repeater di langit.
Satelit juga menggunakan transponder, yaitu sebuah alat untuk
memungkinkan terjadinya komunikasi 2 arah. Umumnya komunikasi satelit
menggunakan banyak tranponders. Contohnya Intelsat VIII menggunkan 44
transponders dapat mengakomodir 22.500 telepon sirkuit dan 3 channel TV,
pada masa sekarang ini sampai bisa mengakomodir komunikasi di Asia dan
Afrika.
Antena satelit sangat penting peranannya dalam jaringan komunikasi
satelit. Karena benda yang ini berfungsi sebagai penerima transimisi di setiap
kawasan di dunia. Sedangkan satellite spacing (penempatan satelit) digunakan
agar dalam melakukan transmisi lebih mudah berdasarkan kawasannya.
Sedangkan power system yang digunakan oleh satelit diperoleh melalui sinar
matahari yang diubah ke bentuk listrik yang menggunakan Sel surya (Solar
cells). Selain itu, satelit juga dilengkapi dengan sumber tenaga yang berdurasi
12 tahun yang merupakan bahan bakarnya agar dapat beroperasi.
BAB II
ISI
A. SISKOMSAT
Sistem
komunikasi
satelit
adalah
sistem
komunikasi
yang
menggunakan media satelit sebagai komponen utamanya. Dalam sistem
komunikasi ini, satelit difungsikan sebagai repeater dan pembagi jalur
komunikasi agar satelit tersebut dapat digunakan bersama-sama namun tidak
ada data atau informasi yang bercampur. Arsitektur sistem komunikasi
satelitdapat dilihat pada gambar 1. Satelit sebagai sebuah stasiun relay yang
diletakan pada ketinggian tertentu di atas permukaan bumi, sehingga satelit
dapat menjangkau atau mencakup daerah luas bahkan daerah-daerah terpencil.
Di angkasa, satelit akan bergerak mengelilingi bumi pada orbitnya. Hal ini
menyebabkan satelit dapat tetap tinggal dan tidak jatuh adalah adanya gaya
sentrifugal yang di hasilkan oleh pergerakan satelit mengelilingi bumi yang
seimbang dengan gaya tarik yang disebabkan gravitasi bumi. Sistem
komunikasi ini merupakan teknologi alternatif untuk menjangkau daerahdaerah yang jauh yang tidak dapat dijangkau oleh sistem komunikasi lain.
Adapun kelebihan dan kekurangan dalam menggunakan sistem komunikasi
satelit diantaranya :
Kelebihan :
1. Satelit mampu memberikan koneksi dimana saja, karena satelit memiliki
range yang sangat luas, dan juga satelit tidak memerlukan LOS ( line of
sight ) untuk berkomunikasi tidak seperti BTS pada system komunikasi
selular. Dan juga komunikasi menggunakan satelit tidak terpengaruh akan
jarak.
2. Satelit memiliki jangkauan cukup luas, baik nasional maupun internasional.
Jadi dengan satelit memungking komunikasi antar provinsi dalam suatu
negara, maupun komunikasi antar negar.
3. Komunikasi dapat dilakukan secara point to point maupun ke banyak titik
sekaligus secara broadcasting maupun multicasting.
4. Satelit menyediakan bandwidth lebar dan kecapatan akses bit yang tinggi
5. Pemasangan stasiun bumi atau VSAT dapat dilakukan dimana saja asalkan
masih dalam area cakupan dari satelit.
6. Satelit sangat ideal untuk daerah yang masih belum memiliki infastruktur
telekomunikasi yang memadai karena satelit dapat menjangkau daerah
tersebut asalkan daerah tersebut masih dalam daerah yang dapat dijangkau
satelit.
Kekurangan :
1. Besarnya throughput akan terbatasi karena delay propagasi satelite
geostasioner. Kini berbagai teknik protokol link sudah dikembangka
sehingga dapat mengatasi problem tersebut. Diantaranya penggunaan
Forward Error Correction yang menjamin kecilnya kemungkinan
pengiriman ulang,
2. Waktu yang dibutuhkan dari satu titik di atas bumi ke titik lainnya melalui
satelite adalah sekitar 700 milisecond (latency), sementara leased line hanya
butuh waktu sekitar 40 milisecond. Hal ini disebabkan oleh jarak yang harus
ditempuh oleh data yaitu dari bumi ke satelite dan kembali ke bumi. Satelite
geostasioner sendiri berketinggian sekitar 36.000 kilometer di atas
permukaan bumi.
3. Satelit sangat sensitif cuaca dan curah hujan yang tinggi, Semakin tinggi
frekuensi sinyal yang dipakai maka akan semakin tinggi redaman karena
curah hujan.
4. Pembuatan satelit memakan biaya besar. Up Front Cost satelit tinggi
contohnya untuk Satelit GEO: Spacecraft, Ground Segment & Launch
memakan biaya sekitar US $ 200 jt, dengan asuransi: $ 50 jt.
5. Distance insensitive dimana biaya yang dikeluarkan untuk komunikasi
jarak pendek maupun komunikasi jarak jauh relatif sama.
6. Satelit hanya akan efisien dalam memberikan keuntungan jika jumlah user
besar dan kapasitas digunakan secara intensif.
7. Satelit menggunakan Forward Error Correction yang menjamin kecilnya
kemungkinan pengiriman ulang.
8. Sun Outage, Sun outage adalah kondisi yang terjadi pada saat bumi-satelitmatahari berada dalam satu garis lurus.. Energi thermal yang dipancarkan
matahari pada saat sun outage mengakibatkan interferensi sesaat pada
semua sinyal satelit, sehingga satelit mengalami kehilangan komunikasi
dengan stasiun bumi.
B. PEMBAGIAN FREKUENSI
Pembagian lebar frekuensi pada komunikasi satelit bervariasi antara 1 GHz
sampai 13.5 GHz. Untuk lebih detail perhatikan gambar di bawah ini
Gambar 2.1
C. ORBIT SATELIT
Beberapa jenis orbit satelit yaitu :
1. LEO (Low Earth Orbit)
Satelit jenis LEO merupakan satelit yang mempunyai ketinggian 320 –
800 km di atas permukaan bumi. Karena orbit mereka yang sangat dekat
dengan bumi, satelit LEO harus mempunyai kecepatan yang sangat tinggi
supaya tidak terlempar ke atmosfer. Kecepatan edar satelit LEO mencapai
27.359 Km/h untuk mengitari bumi dalam waktu 90 menit. Delay Time
LEO sebesar 10 ms ( Waktu perambatan gelombang dari stasiun bumi ke
satelit dan kembali lagi ke stasiun bumi).
Aplikasi dari satelit jenis LEO ini biasanya dipakai pada sistem Remote
Sensing dan Peramalan Cuaca karena jarak mereka dengan permukaan
bumi yang tidak terlalu jauh. Pada masa sekarang satelit LEO yang
mengorbit digunakan untuk aplikasi komunikasi selular. Karena jarak yang
tidak terlalu jauh dan biaya yang murah, satelit LEO sangat banyak
diluncurkan untuk berbagai macam aplikasi. Akibatnya bahwa jumlah
satelit LEO sudah sangat padat, tercatat sekarang ada 8000 lebih satelit yang
mengitari bumi pada orbit LEO. Satelit pada lingkaran low earth orbit
ditempakan sekita 161 hingga 483 km dari permukaan bumi. Karena
sifatnya yang terlalu dekat dengan permukaan bumi menyebabkan satelit
ini akan bergerak sangat cepat untuk mencegah satelit tersebut terlempar
keluar dari lintasan orbitnya. Satelit pada orbit ini akan bergerak sekitar
28163 km/jam. Satelit pada orbit ini dapat menyeselaikan satu putaran
mengeliling bumi antara 30 menit hingga 1 jam. Satelit pada low orbit
hanya dapa terlihat oleh station bumi sekitar 10 menit.
Kelebihan LEO antara lain
1. Latency atau delay rendah.
2. Daerah lintang terbesar terdapat pada kutub utara dan selatan.
3. Path loss kecil.
4. Mudah diaplikasikan pada frekuensi reuse yang lebih besar.
5. Pengendalian pada stasiun bumi berdaya kecil.
Kekurangan LEO
1. Jumlah satelit banyak ( 50-70 satelit).
2. Tidak efektif untuk cakupan nasional atau regional
3. Luas cakupan daerah kecil.
4. Karena kebutuhan jumlah satelit banyak, biaya peluncuran untuk
menyebarkan mahal.
5. Sulit dalam peluncuran dan mengoperasian karena jumlah satelit
banyak.
6. Lifetime orbital jauh lebih pendek daripada GEO dan MEO karena
degradasi orbital.
Karakteristik LEO

Tinggi orbit: 200 – 3000 km, diatas permukaan bumi

Periode Orbit: 1.5 jam

Kecepatan putar: 27.000 km/jam

Waktu Tampak

Delay Time: 10 ms ( Waktu perambatan gelombang dari stasiun bumi
ke satelit dan kembali lagi ke stasiun bumi)

Jumlah Satelit: 50 (Global Coverage)

Penggunaan: Satelit Citra, Cuaca, Mata-mata, sistem telekomunikasi
bergerak (mobile) contohnya satelit Iridium dan Global Star.
2. MEO (Medium Earth Orbit)
Satelit pada orbit ini merupakan satelit yang mempunyai ketinggian di
atas 10000 km dengan aplikasi dan jenis yang sama seperti orbit LEO.
Namun karena jarak yang sudah cukup jauh jumlah satelit pada orbit MEO
tidaklah sebanyak satelit pada orbit LEO. Satelit jenis MEO ini mempunyai
delay sebesar 60 – 80 ms. MEO, Medium Earth Orbit Satelit dengan
ketinggian orbit menengah dengan ketinggian 9656 km hingga 19312 km
dari permukaan bumi. Pada orbit ini satelit dapat terlihat oleh stasiun bumi
lebih lama sekitar 2 jam atau lebih. Dan waktu yang diperlukan untuk
menyeleseaikan satu putaran mengitari bumi adalah 2 jam hingga 4 jam.
Kelebihan MEO, antara lain
1. Latency atau delay lebih rendah daripada GEO (tetapi lebih besar dari
LEO).
2. Penggunaan frekuensi reuse lebih baik dibanding dengan GEO (tetapi
kurang dari LEO)
3. Sedikit satelit untuk menyebarkan dan mengoperasikan dan lebih murah
daripada sistem LEO (tapi lebih mahal dibandingkan dengan GEO).
4. Lifetime satelit pada orbit MEO lebih lama dari sistem LEO (tetapi
kurang dari GEO)
Kekurangan MEO, antar lain
1. Jumlah satelit yang dibutuhkan lebih banyak dibandingkan GEO.
2. Karena lebih banyak jumlahya, maka biaya peluncuran lebih mahal
daripada GEO.
3. Antena pengendalinya umumnya lebih mahal dan kompleks.
4. Cakupan daerah sempit (yaitu: lautan, padang pasir, hutan)
Karakteristik MEO antara lain
1. Tinggi orbit: sekitar 6.000 – 12.000 km, diatas permukaan bumi
2. Periode Orbit: 5 – 12 jam
3. Kecepatan putar: 19.000 km/jam
4. Waktu Tampak: 2 – 4 jam per hari
5. Delay Time: 80 ms ( Waktu perambatan gelombang dari stasiun bumi
ke satelit dan kembali lagi ke stasiun bumi)
6. Jumlah Satelit: 10 – 12 (Global Coverage)
7. Penggunaan: Satelit Citra, Cuaca, Mata-mata, sistem telekomunikasi
bergerak (mobile) misalnya satelit Oddysey dan ICO.
3. GEO ( Geostationery Earth Orbit)
Satelit GEO merupakan sebuah satelit yang ditempatkan dalam orbit
yang posisinya tetap dengan posisi suatu titik di bumi. Karena mempunyai
posisi yang tetap maka waktu edarnyapun sama dengan waktu rotasi bumi.
Posisi orbit satelit GEO sejajar dengan garis khatulistiwa atau mempunyai
titik lintang nol derajat.
Sebuah orbit geostasioner, atau Geostationary Earth Orbit (GEO),
adalah orbit lingkaran yang berada 35.786 km (22.236 mil) di atas ekuator
Bumi dan mengikuti arah rotasi bumi. Sebuah objek yang berada pada orbit
ini akan memiliki periode orbit sama dengan periode rotasi Bumi, sehingga
terlihat tak bergerak, pada posisi tetap di langit, bagi pengamat di bumi.
Satelit komunikasi dan satelit cuaca sering diorbitkan pada orbit
geostasioner, sehingga antena satelit yang berkomunikasi dengannya tidak
harus berpindah untuk melacaknya, tetapi dapat menunjuk secara permanen
pada posisi di langit di mana mereka berada. Sebuah orbit geostasioner
adalah satu tipe orbit geosynchronous.
Gagasan tentang sebuah satelit geosynchronous untuk tujuan
komunikasi pertama kali diterbitkan pada tahun1928 oleh Herman
Potocnik. Ide orbit geostasioner pertama kali disebarkan pada skala luas
dalam sebuah makalah tahun 1945 berjudul "Extra-Terrestrial Relay - Can
Rocket Stations Give Worldwide Radio Coverage?" oleh penulis ilmu
pengetahuan fiksi dari Inggris, Arthur C. Clarke, yang diterbitkan di
majalah Dunia Wireless. Orbit, yang Clarke gambarkan sebagai orbit yang
berguna untuk siaran dan relay komunikasi satelit, kadang-kadang disebut
Orbit Clarke. Demikian pula, Sabuk Clarke adalah bagian dari ruang sekitar
35.786 km (22.000 mil) di atas permukaan laut, pada bidang Khatulistiwa,
di mana geostasioner orbit dapat diimplementasikan. Orbit Clarke ini
sekitar 265.000 km (165.000 mil) panjangnya.
Satelit GEO mempunyai jarak sebesar 35786 Km dari permukaan bumi.
Keuntungan satelit orbit GEO ini salah satunya adalah dalam mentracking
antena pengendalian dari suatu stasion bumi tidak perlu mengikuti
pergerakan satelit karena satelit tersebut sama periodenya dengan rotasi
bumi. Bandingkan dengan tracking antena pada satelit LEO yang harus
mengikuti pergerakan satelitnya yang tidak sama dengan periode bumi
berputar. Kerugian dari satelit orbit GEO adalah karena jarak yang sangat
jauh dari permukaan bumi maka daya pancar sinyal haruslah tinggi dan
sering terjadi delay yang cukup signifikan. Cakupan satelit GEO pun
sebenarnya tidak mencakup semua posisi di permukaan bumi. Lokasi yang
berada di kutub utara dan selatan tidak dapat terjangkau dengan
menggunakan satelit GEO karena foot printnya yang terbatas.
Kelebihan GEO
1. Stasiun pengendali tidak harus setiap saat melakukan track terhadap
satelit.
2. Hanya beberapa satelit cukup meng-cover seluruh lapisan bumi.
3. Maksimal lifetime 15 tahun atau lebih.
Kekurangan GEO
1. Delai propagasi yang cukup besar, berkisar antara 250 milidetik.
2. Proses peluncuran satelit mahal karena berada pada orbit yang jauh.
Antena penerima pada stasiun bumi harus berdiameter besar agar dapat
menangkap sinyal/frekuensi yang dipancarkan.
Karakteristik GEO

Tinggi orbit: sekitar 35.800 km, di atas permukaan bumi

Periode Orbit: 24 jam

Kecepatan putar: 11.000 km/jam,

Waktu Tampak: Selalu tampak ( karena kecepatan putar satelit sama
dengan kecepatan putar bumi

Delay Time: 250 ms ( Waktu perambatan gelombang dari stasiun bumi
ke satelit dan kembali lagi ke stasiun bumi)

Jumlah Satelit: 3 (Global Coverage)

Penggunaan:
Banyak
digunakan
oleh
satelit
untuk
sistem
telekomunikasi tetap, seperti Palapa, Intelsat, Asiasat, dll
4. High Earth Orbit (HEO)
Ketinggian orbitnya diatas ketinggian orbit geosinchronous. Pada orbit ini,
sudut inklinasi yang dibentuk hampir polar atau mendekati 90º. Orbit ini
juga dinamakan orbit molniya. Salah satu negara yang menggunakan orbit
Molniya adalah Rusia. Dengan menggunakan orbit ini, maka satelit lebih
lama untuk men-cover bumi.
5. Polar Orbit
Orbit yang berbentuk polar dengan sudut inklinasi 90. Orbit ini sangat
bermanfaat bagi pelayanan sensing dan pengumpulan data, karena
karakteristik orbitalnya dapat dipilih untuk memetakan keseluruhan globe
secara periodik. Contoh satelit yang beredar di orbit polar yaitu Landsat
yang terletak pada ketinggian rata-rata 912 km dengan periode orbitnya 103
km yang mampu melacak 14 resolusi tiap hari.Orbit berikut adalah orbit
khusus yang juga digunakan untuk mengkategorikan satelit:
1. Orbit Molniya, orbit satelit dengan perioda orbit 12 jam dan inklinasi
sekitar 63°.
2. Orbit Sunsynchronous, orbit satelit dengan inklinasi dan tinggi tertentu
yang selalu melintas ekuator pada jam lokal yang sama.
3. Orbit Polar, orbit satelit yang melintasi kutub
D. SPACE SEGMENT
Space segment merupakan perangkat sistem komunikasi satelit yang
berada diangkasa yaitu satelit. Satelit adalah obyek yang ditempatkan pada
sebuah orbit dengan menggunakan kendaraan peluncur. Satelit akan bergerak
mengelilingi bumi pada orbitnya. Fungsi satelit dalam sistem ini yaitu sebagai
repeater station yang akan memperkuat sinyal yang berasal dari stasiun bumi
dan memproses translasi dari uplink frequency menjadi downlink frequency.
Gambar 2.2
Berdasarkan gambar tersebut, komponen-komponen satelit diantaranya sebagai
berikut :
1. Propulsion
Terdiri dari beberapa pendorong/roket kecil untuk mengatur posisi satelit
pada posisi yang sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Bagian
ini juga dikenal dengan nama RCS (Reaction control subsystem )
2. Attitude Determination & Control System (ADCS)
Berfungsi sebagai sistem penentu dan control untuk sikap dan posisi satelit.
3. Communication
Peralatan komunikasi satelit terdiri dari beberapa bagian yaitu :

Antena yang berfungsi untuk menerima dan memancarkan sinyalsinyal
komunikasi.

Transponder yang berfungsi untuk menerima, memperkuat serta
mentranslasikan sinyal-sinyal dari stasiun bumi untuk selanjutnya
dipancarkan kembali ke stasiun bumi yang dituju.

Telemetry berfungsi untuk memberikan data informasi ke stasiun
pengendali tentang status kondisi, posisi dan attitude (sikap) satelit.
4. Command & Data Handling (C&DH)
Digunakan untuk memproses dan mendistribusikan perintah dan data.
5. Thermal
Menangani perangkat yang berhubungan perubahan temperature
6. Electric Power System (EPS)
Menghasilkan, menyimpan, mengatur dan mendistribusikan energi listrik
untuk perangkat satelit. Sollar cell termasuk dalam subsistem ini.
7. Structures and Mechanism
Menyediakan sistem cadangan perangkat.
E. TRANSPONDER SATELIT
Tranponder singkatan dari Transmitter dan Responder. Prinsip kerja
dari transponder yaitu menerima sinyal RF dari bumi, memfilter dan
mengkonversi ke frekuensi downlink, Menguatkan kemudian memancarkan
kembali ke Bumi. Blok diagram transponder C Band
tampak seperti pada gambar berikut ini :
Gambar 2.3
Satelit Komunikasi Telkom 1 dan Telkom 2
Gambar 2.4 berikut ini memperlihatkan bentuk fisik Telkom 2 yang merupakan
jenis satelit komunikasi dengan coverage area wilayah Indonesia, asia
tenggara, Hongkong, Macau, Australia Utara dan Papua Nugini.
Gambar 2.4
Gambar 2.5 berikut ini memperlihatkan overview satelit Telkom 1 dan Telkom
2 berdasarkan pembuat satelit, lokasi diluncurkannya, jumlah transponder,
koordinat satelit pada orbitnya dan masa operasi serta tanggal peluncurannya.:
Gambar 2.5
Transponder satelit C band Telkom 1 dan Telkom 2 berbeda.
Transponder Telkom 1 terdapat 36 Transponder yang terdiri dari 24
transponder standar C band ( 12 transponder Horisontal dan 12 transponder
vertikal ) dan 12 extended C band ( 6 transponder Horisontal dan 6 transponder
Vertikal) gambar Alokasi Frekuensi Transponder satelit C band Telkom 1 dapat
dilihat pada lampiran 1. Transponder satelit C band Telkom 2 terdiri dari 24
transponder standar C band yaitu 12 transponder horisontal dan 12 transponder
vertikal. Satu Transponder baik horisontal maupun vertikal bandwidthnya 40
MHz. Namun yang dapat digunakan hanya 36 Mhz, sisanya 4 Mhz sebagai
Guard band.
F. GROUND SEGMENT
Ground segment merupakan suatu perangkat dari sistem komunikasi satelit
yang diletakkan di bumi berupa stasiun bumi. Stasiun bumi terdiri dari beberapa
komponen antara lain :
1. Antenna
Jenis antena yang digunakan pada stasiun bumi adalah antena parabola.
Antena parabola yang digunakan pada stasiun bumi terdiri atas beberapa
macam yaitu prime focus, cassegrain, gregorian, offset prime focus, offset
Cassegrain.
2. High Power Amplifier (HPA)
High Power Amplifier (HPA) mempunyai fungsi menguatkan sinyal RF yang
akan dipancarkan ke satelit melalui antena. Jenis HPA yang biasa digunakan
pada stasiun bumi adalah HPA TWT, HPA Klystron, HPA SSPA.
3. Low Noise Amplifier (LNA)
Low Noise Amplifier (LNA) berfungsi sebagai penguat signal terima RF yang
diterima dari satelit melalui antena. LNA ini memiliki kontribusi noise
equipment yang kecil. Jenis LNA yang digunakan pada stasiun bumi adalah
LNA GaaAsFET.
4. Up converter
Fungsi Up converter antara lain

Mengubah sinyal Intermediete Frequency (IF) menjadi sinyal Radio
Frekuensi (RF)

Memberikan penguatan sinyal RF

Melakukan pengaturan frekuensi agar bisa memancar tepat ke
transponder tertentu satelit
5. Down Converter
Fungsi Down Converter antara lain

Mengubah sinyal Radio Frekuency (RF) menjadi sinyal intermediate
frrekuency (IF)

Memberikan penguatan sinyal IF

Melakukan pengaturan frekuensi agar bisa menangkat tepat ke
transponder satelit tertentu
6. Modem

Mengubah sinyal BB (Baseband) menjadi sinyal IF dan sebaliknya

Melakukan pengaturan frekuensi, lebar bandwidth dan level power
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN :
1. Sistem komunikasi satelit adalah sistem komunikasi yang menggunakan
media satelit sebagai komponen utamanya. Dalam sistem komunikasi ini,
satelit difungsikan sebagai repeater dan pembagi jalur komunikasi agar
satelit tersebut dapat digunakan bersama-sama namun tidak ada data atau
informasi yang bercampur.
2. Jenis orbit satelit, yaitu LEO, MEO dan GEO.
3. Space segment merupakan perangkat sistem komunikasi satelit yang berada
diangkasa yaitu satelit. Satelit adalah obyek yang ditempatkan pada sebuah
orbit dengan menggunakan kendaraan peluncur. Satelit akan bergerak
mengelilingi bumi pada orbitnya.
4. Ground segment merupakan suatu perangkat dari sistem komunikasi satelit
yang diletakkan di bumi berupa stasiun bumi.
5. Orbit Molniya, orbit satelit dengan perioda orbit 12 jam dan inklinasi sekitar
63°. Orbit Sunsynchronous, orbit satelit dengan inklinasi dan tinggi tertentu
yang selalu melintas ekuator pada jam lokal yang sama. Orbit Polar, orbit
satelit yang melintasi kutub.
Download