sekuritas keuangan - Data Dosen UTA45 JAKARTA

advertisement
SEKURITAS
KEUANGAN
DISIAPKAN OLEH: ARIEFKA SARI DEWI, M.B.A
PASAR MODAL

Pasar modal adalah pasar untuk berbagai instrumen
keuangan jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik
surat utang (obligasi), ekuitas (saham), reksa dana, instrumen
derivatif maupun instrumen lainnya.

Pasar modal merupakan sarana pendanaan bagi
perusahaan maupun institusi lain (misalnya pemerintah), dan
sebagai sarana bagi kegiatan berinvestasi. Dengan demikian,
pasar modal memfasilitasi berbagai sarana dan prasarana
kegiatan jual beli dan kegiatan terkait lainnya.
Sumber: Idx
PELAKU PASAR MODAL

Emiten adalah pihak yang memperdagangkan sekuritasnya di pasar
modal.

Perusahaan Efek adalah pihak yang menjadi perantara jual beli
sekuritas.

Pemodal adalah pihak yang memiliki kelebihan dana dan akan
menginvestasikan dananya pada suatu sekuritas.

SRO (Self Regulator Organization) atau Organisasi Regulator Mandiri
adalah suatu organisasi yang melaksanakan tingkat tertentu dari
kewenangan penerapan aturan (regulator) atas kegiatan di pasar
modal
INSTRUMEN PASAR MODAL
Saham
Obligasi
Reksadana
PASAR UANG

Pasar uang adalah pasar untuk berbagai instrumen
keuangan jangka pendek yang bisa
diperjualbelikan (jangka waktu kurang dari 1 tahun).

Di Indonesia transaksi sekuritas pasar uang dilakukan
over the counter dimana broker mempertemukan
antara penjual dan pembeli sekuritas. Di beberapa
negara seperti AS instrumen pasar uang sudah
dijual di bursa.
INSTRUMEN PASAR UANG

Wesel Tagih: surat berharga yang timbul karena suatu pihak
memiliki tagihan kepada pihak lain. Oleh karena pihak yang
memiliki uang tersebut memerlukan dana dalam waktu singkat
maka tagihan tersebut dapat dijual dengan mendapatkan
jaminan pembayaran dari bank

Sertifikat Deposito: urat berharga yang dikeluarkan oleh Bank.
Sebagaimana wesel tagih bunga sekuritas didapatkan dengan
menggunakan diskonto. CD bisa diperdagangkan sebelum
jatuh tempo untuk mendapatkan nilai tunainya.

Sertifikat Bank Indonesia (SBI): surat berharga yang dikeluarkan
oleh Bank Indonesia sebagai pengakuan utang berjangka
waktu pendek (1-3 bulan) kepada bank umum dengan sistem
bunga.
PERBEDAAN PASAR UANG
DAN PASAR MODAL
Pasar Modal
Pasar Uang

Jangka waktu: jangka
panjang

Jangka waktu: jangka
pendek

Hasil: Bunga


Produk: SBI, sertifikat
deposito, wesel tagih
Hasil: bunga, dividen,
capital gain

Produk: Saham, obligasi,
reksadana
SAHAM
SAHAM

Saham adalah bukti kepemilikan atas suatu modal yang
ditanamkan pada suatu perusahaan.

Tipe saham ada 2, yaitu saham biasa dan saham preferen.
SAHAM BIASA

Saham biasa adalah bukti pemilikan suatu perusahaan
dengan berbagai aspek-aspek penting bagi perusahaan.
Pemilik saham akan mendapatkan hak untuk menerima
sebagaian pendapatan tetap / deviden dari perusahaan
serta kewajiban menanggung resiko kerugian yang diderita
perusahaan. Saham biasa Mewakili klaim kepemilikan pada
penghasilan dan aktiva yang dimiliki perusahaan
KARAKTERISTIK SAHAM BIASA
Hak suara
pemegang
saham
• Dapat memillih dewan
komisaris
Hak didahulukan
• Apabila perusahaan
menerbitkan saham baru
Tanggung jawab
terbatas
• Pada jumlah yang diberikan
saja
SAHAM PREFEREN

Saham preferen adalah saham yang pemiliknya akan memiliki hak
lebih dibanding hak pemilik saham biasa. Pemegang saham preferen
akan mendapat dividen lebih dulu dan juga memiliki hak suara lebih
dibanding pemegang saham biasa seperti hak suara dalam
pemilihan direksi sehingga jajaran manajemen akan berusahan
sekuat tenaga untuk membayar ketepatan pembayaran dividen
preferen agar tidak lengser.

Saham preferen memiliki karakteristik seperti obligasi yaitu
mendapatkan dividen tapi besarnya tetap seperti kupon yang
besarnya persentase tertentu dari nilai saham preferen untuk tiap
periode.
KARAKTERISTIK SAHAM
PREFEREN
Prioritas
dividen
Dividen
kumulatif
Konvertibilitas
• Memiliki prioritas lebih tinggi dari saham biasa
dalam hal pembagian dividen
• bila belum dibayarkan dari periode sebelumnya
maka dapat dibayarkan pada periode berjalan
dan lebih dahulu dari saham biasa
• dapat ditukar menjadi saham biasa, bila
kesepakatan antara pemegang saham dan
organisasi penerbit terbentuk
JENIS SAHAM MENURUT
KINERJA PERDAGANGAN
Bluechip stock
• Saham biasa yang diterbitkan oleh
perusahaan yang sudah mapat
dengan riwayat keuangan baik dan
pola pembayaran dividen stabil
Income stock
• Saham dari suatu emiten yang memiliki
kemampuan membayar dividen lebih
tinggi dari rata – rata dividen yang
dibayarkan pada tahun sebelumnya
Speculative stock
•Saham dari suatu perusahaan yang tidak bisa
secara konsisten memperoleh penghasilan setiap
tahunnya, namun memiliki kemungkinan
penghasilan yang tinggi di masa mendatang,
walaupun belum pasti.
NILAI SAHAM
Nilai Par
• Nilai nominal dari lembar saham yang
ditetapkan oleh dewan direksi perusahaan
yang menerbitkannya
Nilai Pasar
• Nilai lembar saham pada waktu tertentu di
bursa efek (pasar modal)
Nilai Buku
• Nilai sebuah saham biasa yang dinyatakan
sebagai total modal para pemegang saham
dibagi dengan jumlah lembar saham
OBLIGASI
OBLIGASI

Obligasi adalah instrumen utang yang dikeluarkan oleh perusahaan
atau pemerintha dan dijual ke investor.

Penjualan dapat dilakukan melalui:

Public placement: melalui bursa keuangan

Private placemnet: langsung dijual ke investor keuangan
KARAKTERISTIK OBLIGASI
Nilai Nominal
•Nilai pokok dari suatu obligasi yang akan diterima oleh
pemegang obligasi pada saat obligasi tersebut jatuh
tempo
Kupon
•Bunga yang diterima pemegang obligasi secara berkala
•Kupon obligasi dinyatakan dalam persentase tahunan
Jatuh Tempo
•Tanggal dimana pemegang obligasi akan mendapatkan
pembayaran kembali pokok atau Nilai Nominal obligasi
yang dimilikinya
Penerbit /
Emiten
•Pihak yang menerbitkan obligasi
ISI KONTRAK OBLIGASI
Kontrak Dasar
Penjelasan Jaminan
Detail Pembayaran
1. Kontrak Dasar
Nilai Nominal
Jangka waktu
Pembayaran
bunga
•Jumlah uang yang dibayarkan oleh perusahaan
penerbit obligasi saat obligasi jatuh tempo
•Setiap pihak penerbit obligasi memiliki jangka waktu
berbeda-beda untuk setiap obligasi yang diterbitkan,
bisa 3 tahun, 5 tahun, 10 tahun, 20 tahun
•Bunga dibayar tetap setiap periodenya
•Bunga dibayarkan berbeda setiap tahunnya
2. Penjelasan Jaminan
Jaminan obligasi
Obligasi tidak
dijamin dengan
aset apapun
• Penerbitan obligasi dijaminkan dengan aset
tertentu.
• Jika obligasi tidak bisa dibayar, aset perusahaan
jadi jaminan
• Penerbitan obligasi tidak dijamin dengan aset
apapun.
• Apabila perusahaan tidak bisa membayarkan,
pemegang obligasi mendapat hak dari hasil
penjualan aset setelah utang pegawai dilunasi
HARGA OBLIGASI

Berbeda dengan harga saham yang dinyatakan dalam bentuk mata uang,
harga obligasi dinyatakan dalam persentase (%), yaitu persentase dari nilai
nominal.
Ada 3 (tiga) kemungkinan harga pasar dari obligasi yang ditawarkan, yaitu:

Par (nilai Pari): Harga Obligasi sama dengan nilai nominal Misal: Obligasi
dengan nilai nominal Rp 50 juta dijual pada harga 100%, maka nilai obligasi
tersebut adalah 100% x Rp 50 juta = Rp 50 juta.

at premium (dengan Premi): Harga Obligasi lebih besar dari nilai nominal Misal:
Obligasi dengan nilai nominal RP 50 juta dijual dengan harga 102%, maka nilai
obligasi adalah 102% x Rp 50 juta = Rp 51 juta.

at discount (dengan Discount): Harga Obligasi lebih kecil dari nilai nominal
Misal: Obligasi dengan nilai nominal Rp 50 juta dijual dengan harga 98%, maka
nilai dari obligasi adalah 98% x Rp 50 juta = Rp 49 juta.
JENIS OBLIGSI
Penerbit
Sistem
Pembayaran
Bunga
Hak
Penukarannya
Jaminan
Nilai Nominal
Imbal Hasil
JENIS OBLIGASIMENURUT PENERBIT

Obligasi Perusahaan: obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan,
baik yang berbentuk badan usaha milik negara (BUMN), atau badan
usaha swasta.

Obligasi Pemerintah: obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah pusat
atau negara.

Obligasi Pemerintah Daerah: obligasi yang diterbitkan oleh
pemerintah daerah untut membiayai proyek-proyek yang berkaitan
dengan kepentingan publik (public utility).
JENIS OBLIGASIMENURUT PEMBAYARAN BUNGA

Zero Coupon Bonds: obligasi yang tidak melakukan pembayaran
bunga secara periodik. Namun, bunga dan pokok dibayarkan
sekaligus pada saat jatuh tempo.

Coupon Bonds: obligasi dengan kupon yang dapat diuangkan
secara periodik sesuai dengan ketentuan penerbitnya.

Fixed Coupon Bonds: obligasi dengan tingkat kupon bunga yang
telah ditetapkan sebelum masa penawaran di pasar perdana dan
akan dibayarkan secara periodik.

Floating Coupon Bonds: obligasi dengan tingkat kupon bunga yang
ditentukan sebelum jangka waktu tersebut, berdasarkan suatu
acuan (benchmark) tertentu seperti average time deposit (ATD)
yaitu rata-rata tertimbang tingkat suku bunga deposito dari bank
pemerintah dan swasta.
JENIS OBLIGASIMENURUT HAK PENUKARAN

Convertible Bonds: obligasi yang memberikan hak kepada
pemegang obligasi untuk mengkonversikan obligasi tersebut ke
dalam sejumlah saham milik penerbitnya.

Exchangeable Bonds: obligasi yang memberikan hak kepada
pemegang obligasi untuk menukar saham perusahaan ke dalam
sejumlah saham perusahaan afiliasi milik penerbitnya.

Callable Bonds: obligasi yang memberikan hak kepada emiten untuk
membeli kembali obligasi pada harga tertentu sepanjang umur
obligasi tersebut.

Putable Bonds: obligasi yang memberikan hak kepada investor yang
mengharuskan emiten untuk membeli kembali obligasi pada harga
tertentu sepanjang umur obligasi tersebut.
JENIS OBLIGASIMENURUT PENJAMIN


Secured Bonds: obligasi yang dijamin dengan kekayaan tertentu dari
penerbitnya atau dengan jaminan lain dari pihak ketiga. Dalam
kelompok ini, termasuk didalamnya adalah:

Guaranteed Bonds: Obligasi yang pelunasan bunga dan pokoknya dijamin
denan penangguangan dari pihak ketiga

Mortgage Bonds: obligasi yang pelunasan bunga dan pokoknya dijamin
dengan agunan hipotik atas properti atau asset tetap.

Collateral Trust Bonds: obligasi yang dijamin dengan efek yang dimiliki
penerbit dalam portofolionya, misalnya saham-saham anak perusahaan
yang dimilikinya.
Unsecured Bonds: obligasi yang tidak dijaminkan dengan kekayaan
tertentu tetapi dijamin dengan kekayaan penerbitnya secara umum.
JENIS OBLIGASIMENURUT NILAI NOMINAL

Konvensional Bonds: obligasi yang lazim diperjualbelikan dalam satu
nominal, Rp 1 miliar per satu lot.

Retail Bonds: obligasi yang diperjual belikan dalam satuan nilai
nominal yang kecil, baik corporate bonds maupun government
bonds.
JENIS OBLIGASIMENURUT IMBAL HASIL

Konvensional Bonds: obligasi yang diperhitungan dengan
menggunakan sistem kupon bunga.

Syariah Bonds: obligasi yang perhitungan imbal hasil dengan
menggunakan perhitungan bagi hasil. Dalam perhitungan ini
dikenal dua macam obligasi syariah
PERINGKAT OBLIGASI

Peringkat oblgasi merupakan sebuah pernyataan tentang
keadaan penghutang dan kemungkinan apa yang bisa dan
akan dilakukan sehubungan dengan hutang yang dimiliki.

Dengan kata lain, peringkat obligasi digunakan untuk
mengukur risiko kegagalan, yaitu peluang emiten atau
peminjam akan mengalami kondisi tidak mampu memenuhi
kewajiban keuangan, peringkat obligasi perusahaan
memberikan petunjuk bagi investor tentang kualitas investasi
obligasi yang mereka minati.
PERINGKAT OBLIGASI

Pemeringkatan obligasi di Indonesia dilakukan oleh PEFINDO
(Pemeringkat Efek Indonesia).

Fungsi
utama
lembaga
pemeringkat
adalah
memberikan peringkat yang obyektif, independen dan
kredibel terhadap risiko kredit dari sekuritas pinjaman (debt)
yang diterbitkan secara umum melalui kegiatan pemberian
peringkat.

Lembaga
pemeringkat
juga
menghasilkan
dan
pempublikasikan informasi kredit berkaitan dengan pasar
modal pinjaman. Publikasi ini meliputi opini kredit terhadap
emiten obligasi dan sektor-sektor yang berkaitan
PERINGKAT OBLIGASI
MENURUT PEFINDO
Peringkat
AAA
AA
A
Keterangan
Risiko paling rendah, emiten memiliki kemampuan sangat kuat membayar
utang termasuk jangka panjang
Risiko lebih rendah dibanding peringkat AAA, memiliki kemampuan kuat
membayar utang termasuk jangka panjang dan tidak terpengaruh perubahan
Risiko rendah, memiliki kemampuan kuat membayar utang jangka panjang
tetapi terpengaruh perubahan (peka terhadap perubahan keadaan)
BBB
Risiko cukup rendah, dapat memenuhi kewajiban sesuai degan perjanjian
namun kemampuan tersebut dipengaruhi oleh kondisi bisnis
B
Risiko rendah, masih memiliki kemampuan membayar utang tapi pengaruh
kondisi bisnis dapat mempengaruhi cara pembayarannya
C
Tidak mampu lagi membayar utangnya
D
Utang macet atau emitennya sudah berhenti dari usahanya
REKSA DANA

Reksa dana merupakan salah satu alternatif investasi bagi
masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal
yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk
menghitung risiko atas investasi mereka.

Reksa Dana dirancang sebagai sarana untuk menghimpun
dana dari masyarakat yang memiliki modal, mempunyai
keinginan untuk melakukan investasi, namun hanya memiliki
waktu dan pengetahuan yang terbatas. Selain itu Reksa Dana
juga diharapkan dapat meningkatkan peran pemodal lokal
untuk
berinvestasi
di
pasar
modal
Indonesia.
ALUR TRANSAKSI
REKSADANA
Menyerahkan dana
Membeli sekuritas
Manajer
Investasi
Pemodal
Memberikan bunga
Sekuritas
Mendapatkan return
KELEBIHAN REKSA DANA

Pemodal walaupun tidak memiliki dana yang cukup besar
dapat melakukan diversifikasi investasi dalam Efek, sehingga
dapat memperkecil risiko

Reksa Dana mempermudah pemodal untuk melakukan
investasi di pasar modal.

Efisiensi waktu karena pemodal tidak harus memantau
kinerja investasinya karena hal tersebut sudah dilakukan oleh
manajer investasi
KELEMAHAN REKSA DANA

Tingkat bunga atau keuntungan yang diberikan
pemodal tidak sebesar apabila melakukan investasi
langsung ke pasar modal seperti membeli saham.
JENIS REKSA DANA
Reksa Dana Pasar
Uang
• Melakukan investasi pada Efek bersifat Utang
dengan jatuh tempo kurang dari 1 tahun.
Reksa Dana
Pendapatan Tetap
• Melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% dari
aktivanya dalam bentuk Efek bersifat Utang
Reksa Dana Saham
• Melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% dari
aktivanya dalam bentuk Efek bersifat Ekuitas
Reksa Dana
Campuran
• Melakukan investasi dalam Efek bersifat Ekuitas
dan Efek bersifat Utang
Download