hubungan konsep diri dengan rasa percaya diri mahasiswa stain

advertisement
HUBUNGAN KONSEP DIRI DENGAN RASA PERCAYA
DIRI MAHASISWA STAIN SALATIGA PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
TAHUN AKADEMIK
2014/2015
SKRIPSI
Disusun guna Memperoleh Gelar
Sarjana Pendidikan Agama Islam (S. Pd. I)
Oleh :
KHOIRI AZIZI
_______________________________________
NIM : 111 10 180
JURUSAN TARBIYAH
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
i
SALATIGA
2014
ii
KEMENTERIAN AGAMA RI
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) SALATIGA
Jl. Stadion 03 Phone (0298) 323706 Salatiga 50721
Website : www.stainsalatiga.ac.id Email : [email protected]
Drs. Lilik Sriyanti, M.Si
DOSEN STAIN SALATIGA
NOTA PEMBIMBING
Lamp : 5 eksemplar
Hal
: Naskah skripsi
Kepada:
Yth. Ketua STAIN Salatiga
Di Salatiga
Assalamualaikum. Wr. Wb.
Setelah kami meneliti dan mengadakan perbaikan seperlunya, maka bersama
ini, kami kirimkan naskah skripsi saudara :
Nama
: Khoiri Azizi
NIM
: 111 10 180
Jurusan/Progdi
: Tarbiyah/ Pendidikan Agama Islam (PAI)
Judul Skripsi
: HUBUNGAN
KONSEP
DIRI
DENGAN
RASA
PERCAYA DIRI MAHASISWA STAIN SLATIGA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
TAHUN AKADEMIK 2014/2015
Dengan ini kami mohon skripsi saudara tersebut di atas supaya segera
dimunaqosyahkan.
Demikian agar menjadi perhatian.
Wassalamualaikum. Wr. Wb.
Salatiga, 13 September 2014
Pembimbing,
iii
Dra. Lilik Sriyanti, M.Si
NIP. 196608141991032003
iv
KEMENTERIAN AGAMA
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) SALATIGA
Jl. Stadion 03 Phone (0298) 323706 Salatiga 50721
Website : www.stainsalatiga.ac.id Email : [email protected]
PENGESAHAN
HUBUNGAN KONSEP DIRI DENGAN RASA PERCAYA DIRI MAHASISWA
STAIN SALATIG PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TAHUN
AKADEMIK 2014/2015
Disusun oleh :
KHOIRI AZIZI
NIM : 111 10 180
Telah dipertahankan di depan Panitia Dewan Penguji Skripsi Jurusan
Tarbiyah PAI, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Salatiga pada tanggal
25 November 2014, dan telah dinyatakan memenuhi syarat guna memperoleh gelar
sarjana S1 kependidikan Islam.
Susunan Panitia Ujian
Ketua Penguji
: Dr. Agus Waluyo, M.Ag
……………….………
Sekretaris Penguji
: M. Gufron, M.Ag
………………….……
Penguji I
: Dra. Siti Asdiqoh, M.Si.
……………….………
Penguji II
: Muna Erawati, M.Si
……………….………
Penguji III
: Dra. Lilik Sriyanti, M.Si.
……………….………
Salatiga, 25 November 2014
Ketua STAIN Salatiga
Dr. Rahmat Hariyadi, M.Pd.
NIP: 19670112 199203 1005
v
vi
DEKLARASI
Saya yang bertanda tangan dibawah ini:
Nama
: Khoiri Azizi
NIM
: 111 10 180
Jurusan
: Tarbiyah
Program Studi
: Pendidikan Agama Islam
Dengan penuh kejujuran dan tanggung jawab, peneliti menyatakan bahwa
skripsi ini benar-benar merupakan hasil karya saya sendiri, bukan jiplakan atau karya
tulis orang lain. Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat dalam skripsi ini
dikutip atau dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah.
Demikian deklarasi ini dibuat oleh penulis untuk dapat dimaklumi.
Salatiga, 13 September 2014
Penulis
Khoiri Azizi
NIM: 111 10 180
vii
viii
MOTTO
              
Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena
Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu
tidak akan sampai setinggi gunung. (Qs. Al-Israa’: 37)
ix
PERSEMBAHAN
Puji syukur kepada Allah SWT, sehingga skripsi ini selesai. Skripsi ini saya
persembahkan
untuk
orang-orang
yang
telah
mendorong
untuk
selalu
memperjuangkan mimpi saya:
1. Kepada ayah saya Bapak Sugito dan ibu saya Istirokah, yang selalu mendo’akan
dan memberi semangat kepada saya agar
menjadi orang yang baik dan
bermanfaat bagi masyarakat.
2. Kakak saya Agus Winarno, Alfiatun, dan Sulistiowati yang selalu memberi
semangat untuk bisa jadi yang terbaik dan meraih hidup yang lebih baik.
3. Dosen-dosen Tarbiyah, yang telah memberikan ilmu-ilmu, motivasi, dan segala
inspirasi untuk menjadi bekal di masa yang akan datang.
4. Rekan-rekan seangkatan dan seperjuangan khususnya kepada yang telah
membantu dalam penyusunan sekripsi, dan memberikan motivasi supaya terus
semangat dalam menyelesaikan sekripsi.
5. Rekan-rekan HMI Cabang Salatiga, terima kasih atas ilmu-ilmu maupun
kerjasamanya selama kegiatan berorganisasi maupun dalam kepengurusan,
semoga memberikan manfaat bagi dirir pribadi maupun orang lain atas ilmu-ilmu
yang telah didapatkan dalam berorganisasi.
x
KATA PENGANTAR
Bismillahirromanirrohim
Assalamu’alaikumWr. Wb.
Segala puji bagi Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya,
sehingga penulis dapat diberikan kemudahan dalam menyelesaikan skripsi ini.
Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah SAW, keluarga, sahabat dan
para pengikutnya.
Skripsi ini dibuat untuk memenuhi persyaratan guna memperoleh gelar
kesarjanaan Pendidikan Agama Islam, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN)
Salatiga. Dengan selesainya skripsi ini tidak lupa penulis mengucapkan terima kasih
yang sedalam-dalamnya kepada :
1. Bapak Dr. Rahmat Hariyadi, M.Pd., selaku ketua STAIN Salatiga.
2. Bapak Rasimin, M.Pd., Selaku Ketua Program Studi PAI.
3. Ibu Dra. Lilik Sriyanti, M.Si. sebagai dosen pembimbing skripsi yang telah
dengan ikhlas mencurahkan pikiran dan tenaganya serta pengorbanan waktunya
dalam upaya membimbing penulis untuk menyelesaikan tugas ini.
4. Bapak Yedi Efriadi, M. Ag, selaku pembimbing akademik (PA). Dengan sabar
membimbing dan mengarahkan saya dari semester 1 sampai semester akhir
5. Bapak dan Ibu Dosen serta karyawan STAIN Salatiga yang telah banyak
membantu dalam penyelesaian skripsi ini.
xi
6. Bapak dan ibu serta saudara-sadaraku di rumah yang telah mendoakan dan
membantu dalam bentuk materi untuk membiayai penulis dalam
menyelesaikan studi di STAIN Salatiga.
Semoga kebaikan mereka mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah
SWT, dan semoga skripsi ini memberikan manfaat bagi penulis maupun para
pembaca. Kurang lebihnya mohon maaf.
Billahi taufiq wal hidayah
Wassalamu’alaikum Wr. Wb
Salatiga, 13 September 2014
Penulis
Khoiri Azizi
NIM. 111 10 180
xii
xiii
ABSTRAK
Azizi, Khoiri. 2014. Hubungan Konsep Diri dengan Rasa Percaya Diri Mahasiswa
STAIN Salatiga Program Studi Pendidikan Agama Islam Tahun Akademik
2014/2015. Skripsi. Jurusan Tarbiyah. Program Strata I Pendidikan Agama
Islam. Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Salatiga. 2014. Pembimbing:
Drs. Lilik Sriyanti, M.Si
Kata kunci: Konsep Diri dengan Rasa Percaya Diri.
Penelitian ini merupakan upaya untuk mengetahui hubungan konsep diri
dengan rasa percaya diri mahasiswa STAIN Salatiga Program Studi Pendidikan
Agama Islam Tahun Akademik 2014/2015. Rumusan masalah yang ingin dicari
jawabanya adalah (1) Bagaimana diskripsi konsep diri mahasiswa STAIN Salatiga
Program Studi Pendidikan Agama Islam tahun akademik 2014/2015? (2) Bagaimana
diskripsi rasa percaya diri mahasiswa STAIN Salatiga Program Studi Pendidikan
Agama Islam tahun akademik 2014/2015? (3) Adakah hubungan konsep diri dengan
rasa percaya diri mahasiswa STAIN Salatiga Program Studi Pendidikan Agama Islam
tahun akademik 2014/2015?
Pengumpulan data yang digunakan adalah menggunakan pendekatan
kuantitatif, yaitu dilaksanakan dengan menggunakan metode angket atau kuesioner
yang dibagikan pada 75 responden. Kemudian untuk mengetahui hubungan variabel
X dan Vaiabel Y yaitu dengan menggunakan Product Moment.
Hasil penelitian dari variabel konsep diri mahasiswa dengan hasil mean 36,75
diperoleh data 65 (86,45%) responden berkategori Sangat Baik, 10 (13,3%)
responden berkategori Baik, dan 0 (0%) responden berkategori Cukup. Sedangkan
hasil dari variabel rasa percaya diri dengan hasil mean 31,85 diperoleh data 27
(38,75%) responden berkategori Tinggi, 40 (53,2%) responden berkategori Sedang, 6
(7,98%) responden berkategori Rendah. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa
ada hubungan positif dan signifikan antara konsep diri dengan rasa percaya diri
mahasiswa STAIN Salatiga Program Studi Pendidikan Agama Islam tahun akademik
2014/2015, hal ini dibuktikan dengan hasil ro= 0,234 yang dikonsultasikan dengan
harga r tabel baik pada taraf kesalahan 1% (0,296) atau 5% (0,227) yang memiliki arti
ro lebih besar atau sama dengan rt.
xiv
xv
Daftar Isi
Halaman Judul ....................................................................................................
i
Halaman Nota Pembimbing ...............................................................................
ii
Halaman Pengesahan ......................................................................................... iii
Deklarasi ............................................................................................................ iv
Motto ..................................................................................................................
v
Persembahan ...................................................................................................... vi
Kata Pengantar ................................................................................................... vii
Abstrak ............................................................................................................... ix
Daftar Isi .............................................................................................................
x
Daftar Tabel ....................................................................................................... xiii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ............................................................
6
B. Rumusan Masalah .....................................................................
7
C. Tujuan Penelitian ......................................................................
7
D. Hipotesis ....................................................................................
7
E. Manfaat Penelitian ....................................................................
8
F. Definisi Operasional ..................................................................
9
G. Metode Penelitian ...................................................................... 11
H. Sistematika Penulisan Skripsi ................................................... 17
xvi
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Konsep Diri................................................................................ 19
1. Pengertian Konsep Diri ....................................................... 19
2. Jenis-jenis Konsep Diri ....................................................... 22
3. Isi Konsep Diri .................................................................... 26
4. Perkembangan Konsep Diri ................................................. 32
5. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Konsep Diri
.............................................................................................. 34
6. Dasar Pembentukan Konsep Diri ........................................ 40
B. Rasa Percaya Diri ...................................................................... 42
1. Pengaertian Rasa Percaya Diri............................................. 42
2. Macam-macam Rasa Percaya Diri ...................................... 44
3. Karateristik Percaya Diri ..................................................... 46
4. Proses Terbentuknya Percaya Diri ...................................... 51
5. Faktor-faktor Terbentuknya Percaya Diri ........................... 52
6. Cara Meningkatkan Rasa Percaya Diri ................................ 55
C. Hubungan Konsep Diri dengn Rasa Percaya Diri ..................... 56
BAB III
LAPORAN HASIL PENELITIAN
A. Gambaran Umum STAIN Salatiga ........................................... 59
1. Profil Identitas Perguruan Tinggi ........................................ 59
2. Sejarah Singkat Berdirinya STAIN Salatiga ....................... 59
xvii
3. Letak Geografis STAIN Salatiga ........................................ 60
4. Asas, Fungsi, dan Tujuan STAIN Salatiga .......................... 61
5. Visi dan Misi STAIN Salatiga.............................................. 63
6. Program Pendidikan............................................................. 63
7. Organisasi STAIN Salatiga ................................................. 67
8. Sarana dan Pra-sarana STAIN Salatiga ............................... 68
9. Stuktur Organisasi STAIN Salatiga ....................................
69
B. Penyajian Data Penelitian ......................................................... 71
BAB IV
1. Daftar Nama Responden ....................................................
71
2. Hasil Jawaban Angket ........................................................
74
ANALISIS DATA
A. Analisis Pertama .......................................................................
84
1. Analisis Konsep Diri Mahasiswa ........................................ 84
2. Analisis Rasa Percaya Diri Mahasiswa ............................... 90
B. Analisis Kedua .......................................................................... 96
Analisis Uji Hipotesis ............................................................... 96
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan ............................................................................... 103
B. Saran-saran ................................................................................ 104
Daftar Pustaka ................................................................................................. 106
Lampiran-lampiran
xviii
xix
Daftar Tabel
Tabel 1
Daftar Nama Responden ...............................................................
Tabel 2
Skor Angket per Item Konsep Diri Mahasisw................................. 74
Tabel 3
Jawaban Angket Konsep Diri Mahasiswa ......................................
Tabel 4
Skor Angket per Item Rasa Percya Diri Mahasiswa........................ 79
Tabel 5
Jawaban Angket Rasa Percaya Diri Mahasiswa ............................. 81
Tabel 6
Hasil Skor Angket Konsep Diri Mahasiswa ................................... 85
Tabel 7
Distribusi Frekuensi Konsep Diri Mahasiswa ................................. 88
Tabel 8
Nilai Interval Konsep Diri Mahasiswa ............................................ 90
Tabel 9
Hasil Skor Angket Rasa Percaya Diri Mahasiswa .......................... 91
Tabel 10
Distribusi Frekuensi Rasa Percya Diri Mahasiswa ......................... 94
Tabel 11
Nilai Interval Rasa Percaya Diri Mahasiswa ................................... 96
Tabel 12
Tabel Penolong Untuk Menghitung Indeks Korelasi Besarnya Hubungan
........................................................................................
Tabel 13
71
76
97
Tabel Taraf Signifikasi N=75 .......................................................... 100
xx
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Setiap manusia terdapat sifat-sifat positif dan sifat-sifat negatif dan masingmasing individu diharuskan bertarung dalam dirinya sendiri untuk mengelola
sifat-sifat baik dan buruk agar menjadi makhluk yang mulia. Sifat-sifat buruk
manusia bisa menjadi dominanketika ia selalu mempertaruhkan hawa nafsu.
Apabila dominasi ini tidak dilawan maka akan menyebabkan ia terjatuh kedalam
keburukan yang semakin lama semakin menguat.
William D. Brooks dan Philip Emmert menyatakan konsep diri merupakan
pandangan seseorang tentang dirinya secara keseluruhan baik secara positif atau
negatif. Secara positif ditandai dengan yakin akan kemampuannya mengatasi
masalah, merasa setara dengan orang lain, menerima pujian tanpa rasa malu,
menyadari bahwa setiap orang mempunyai berbagai perasaan, keinginan dan
perilaku yang tidak seluruhnya disukai masyarakat. Dan mampu memperbaiki
dirinya karena ia sanggup mengungkapkan aspek-aspek kepribadian yang tidak
disenanginya dan berusaha memperbaikinya (Rahmat, 1994:105). Jadi konsep diri
ada yang bersifat negatif dan ada yang bersifat positif. Konsep diri yang baik
adalah yang bersifat positif karena berdasarkan pada penerimaan yang
mengarahkan pada kerendahan hati dan kedermawanan (Satmoko, 1995:75).
1
Konsep diri yang terdapat pada diri manusia dapat memberikan efek positif
maupun efek negatif. Apabila seorang individu mampu berpandangan baik
tentang dirinya sendiri maka akan berdampak efek positif bagi dirinya sendiri dan
orang lain. Begitu juga sebaliknya apabila seseorang tidak yakin dengan
kemampuannya atau persepsi tentang dirinya tidak baik maka akan memunculkan
efek negatif bagi dirinya sendiri dan orang lain. Untuk itu manusia di berikan akal
dan hati oleh Allah Subbhanna Wa Ta’alla supaya mampu berprasangka baik
tentang dirinya dan yakin akan kemampuan yang dimilikinya.
Konsep diri merupakanpandangan dan perasaan tentang diri sendiri.
Persepsi tentang diri ini boleh bersifat psikologi, sosial, dan fisik. Jadi untuk
mengetahui konsep diri kita positif atau negatif, secara sederhana terangkum
dalam tiga pertanyaan berikut, “bagaimana watak kita sebenarnya?”, “bagaimana
orang memandang kita?”, “dan bagaimana pandangan saya tentang penampilan
saya?”. Jawaban pertanyaan pertama menunjukkan persepsi psikologis, jawaban
pertanyaan kedua menunjukkan persepsi sosial, dan jawaban pertanyaan ketiga
menunjukkan persepsi fisik tentang diri kita (Rahmat, 1994:100).
Kehidupan dan perilaku seorang individu, keberhasilan dan ketidak
berhasilan dalam kehidupan, dan kemampuannya menghadapi tantangan dan
tekanan hidup, sangat dipengaruhi oleh persepsi, konsep, dan evaluasi tentang
dirinya,termasuk citra yang ia rasakan tentang dirinya dari orang lain, dan tentang
akan menjadi apa ia, yang muncul dari suatu kepribadian yang dinilai dari
2
pengalaman berinteraksi dengan lingkungan. Atau dengan kata lain, kehidupan,
perilaku dan kemampuan individu dalam kehidupan sangat dipengaruhi dan
ditentukan oleh konsep diri. Dalam hal ini menunjukkna bahwa konsep diri
memainkan peran utama dalam perilaku manusia. perubahan dalam konsep diri
mengakibatkan perubahan dalam perilaku.
Konsep diri yang dimiliki seorang mahasiswa mengarahkan untuk
mengetahui dan menilai dirinya seperti apa karakter, perilaku, dan bagaimana ia
merasa puas menerima diri sepenuhnya. Selain itu dengan konsep diri yang baik
mahasiswa juga dapat melakukan penilaian terhadap dirinya melalui hubungan
interaksi sosial atau aktivitas sosialnyanilai-nilai yang dianutnya, dan hal-hal lain
diluar dirinya. Seperti yang dikatakan Onong (1986:9) komunikasi antar pribadi
merupakan jenis komunikasi dalam rangka mengubah sikap, pendapat dan
perilaku seseorang karena sifatnya dialogis.
Pengetahuan tentang diri akan mengakibantkan kemampuan interaksi
sosial, dan pada saat yang sama, berinteraksi dengan orang lain mengakibatkan
pengetahuan tentang diri kita. Dengan membuka diri, konsep diri menjadi lebih
dekat pada kenyataan. Bila konsep diri sesuai dengan pengalaman, kita akan lebih
terbuka menerima pengalaman-pengalaman dan gagasan-gagasan baru, lebih
cenderung mneghindari sikap defenisif, dan lebih cermat memandang diri kita
dan orang lain. Makin luas diri kita publik, makin luas terbuka dengan orang lain,
dan makin akrab hubungan kita dengan orang lain (Rahmat, 1994:107).
3
Pola pikir sangat berpengaruh terhadap rasa percaya diri, reaksi fisik dan
akan menyebabkan terjadinya interaksi sosial seseorang, perubahan dalam
perilaku individu berpengaruh terhadap bagaimana individu tersebut berfikir, dan
bagaimana individu tersebut merasa, baik secara fisik maupun secaraa emosional.
Pola berfikir seseorang sangat membantu dalam mngatasi masalah yang
berhubungan dengan suasana hati. Seperti depresi, kecemasan, kemarahan, rasa
bersalah, dan rasa malu. Apabila seseorang memiliki pola pikir positif maka
individu tersebut dapat mengatasai masalah yang berhubungan dengan suasana
hati. Begitu juga sebaliknya apabila individu berfikir secara negatif maka akan
cenderung merasa depresi, tidak percaya diri atau malu, cemas, panik, muncul
perasaan bersalah, yang pada akhirnya mengganggu interaksi sosialnya.
Meskipun berfikir positif bukanlah solusi terhadap masalah kehidupan, tetapi
pemikiran akan membantu menentukan suasana hati yang dialami dalam susana
tertentu.
Dalam hal ini konsep diri mempunyai peran yang sangat sentral dalam
menigkatkan rasa percaya diri seseorang, khususnya dalam menigkatkan rasa
percaya diri mahasiswa, karena dengan cara pandang yang positif terhadap
kemampuan yang dimiliki pada setiap individu maka akan membuat diri setiap
individu merasa lebih percaya diri dan tidak akan muncul rasa khawatiratau
cemas dengan kemampuan yang dimilikinya. Begitu juga sebaliknya jika cara
4
pandang yang negatif terhadap dirinya atau kemampuan yang dimilikinya maka
akan muncul rasa khawatir, minder, cemas pada diri tersebut.
Percaya diri adalah kepercayaan akan kemampuannya sendiriyang
memadai dan menyadari kemampuan yang dimilikinya serta dapat memanfaatkan
secara cepat (Agung dan Iswidharmanjaya, 2014:13). Rasa percaya diri itu bisa
muncul karena faktor keyakinan akan kemampuan yang dimilikinya, dan lahirnya
rasa percaya diri itu karena kesadaran bahwa ketika seseorang memutuskan untuk
melakukan sesuatu, maka itu yang akan dilakukan. Artinya keputusan untuk
melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupannya.
Percaya diri tidak dapat dibeli, tapihanya bisa dilatih dipraktikan hingga
menjadi kebiasaan, maka rasa percaya diri itu pasti sulit dimiliki (Afifi, 2014:7).
Salah satu faktor untuk menumbuhkan rasa percaya diri adalah dengan
pembentukan konsep diri yang positif yang ada pada diri kita.Dengan yakin akan
kemampuan yang dimiliki pada diri seseorang khususnya pada mahasiswa maka
dengan sendirinya rasa percaya diri akan terlatih dan terus meningkat sehingga
menjadikan dirinya sebagai individu yang memiliki rasa percaya diri. Dengan
kata lain jika seseorang yang memiliki gambaran tentang dirinya secara positif
maka dapat merealisasikan potensi yang dimilikinya secara penuh (Siswato,
2007:38).
Lebih khusus seorang mahasisiwa pendidikan yang nantinya menjadi
seorang pendidik, percaya diri merupakan modal utama dalam menunjang
5
keprofesiannya. Terlebih profesi guru merupakan satu profesi yang mnuntut
berhubungan dengan banyak orang dan berbicara didepan para siswa didik.
Karenanya salah satu indikator profesionalitas guru adalah mampu dengan baik
menjalin hubungan positif dengan peserta didik, sesama guru, masyarakat luas
dan profesi lain yang terhubung secara langsung dengan profesi guru.
Berdasarkan penjelasan di atas konsep diri mempunyai peranan penting
dalam kaitannya dengan rasa percaya diri. Kemampuan seseorang untuk
memahami dirinya, seperti apa dirinya, dan bagaimana dirinya sehingga dapat
melatih rasa percaya diri dan membuat dirinya lebih merasa percaya
diri.Demikian juga dengan hubungan sosial yang di terima, bagaimana
mahasisiwa membina hubungan dengan mahasiswa lain ditengah kegiatannya,
perkuliahan, organisasi dan kelompok. Apalagi pada mahasiswa fakultas tarbiyah
yang dalam perkuliahnya akan menghadapi yang namanya Praktek Pengayaan
Lapangan (PLL). Dalam kegiatan itu mahasiswa diterjunkan langsung ke
lembaga-lembaga pendidikan untuk mengajar para peserta didik yang ada di
lembaga tersebut. Dalam praktek mengajar yang dibutuhkan bukan hanya sekedar
kemampuan atau prestasi akademik saja melainkan membutuhkan tingkat rasa
percaya diri yang tinggi, supaya dalam proses kegiatan belajar mengajar berjalan
secara efektif. Untuk meningkatkan rasa percaya diri tersebut mahasiswa perlu
membentuk konsep diri yang positif. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk
meneliti apakah konsep diri tersebut memiliki hubungan yang signifikan terhadap
6
pembentukan rasa percaya diri mahasiswa khususnya pada mahasisiwa STAIN
Program Sutdi Pendidikan Agama Islam. Oleh karena itu penelitian ini peneliti
memberi judul “HUBUNGAN KONSEP DIRI DENGAN RASA PERCAYA
DIRI
MAHASISWA
STAIN
SALATIGA
PROGRAM
STUDI
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TAHUN AKADEMIK 2014/2015.”
B. Rumusan Masalah
Adapun yang terjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagi
berikut:
1. Bagaimana diskripsi konsep diri mahasiswa STAIN Salatiga Program Studi
Pendidikan Agama Islam tahun akademik 2014/2015?
2. Bagaimana diskripsi rasa percaya diri mahasiswa STAIN Salatiga program
Studi Pendidikan Agama Islam tahun akademik 2014/2015?
3. Adakah hubungan konsep diri dengan rasa percaya diri mahasiswa STAIN
Salatiga Program Studi Pendidikan Agama Islam tahun akademik 2014/2015?
C. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah:
a. Untuk mengetahui bagaimana diskripsi konsep diri mahasisiwa STAIN
Salatiaga Program Studi Pendidikan Agama Islam tahun akademik 2014/2015.
b. Untuk mengetahui bagaiman diskripsi rasa percaya diri mahasiswa STAIN
Salatiga Program Studi Pendidikan Agama Islam tahun akademik 2014/2015.
7
c. Untuk mengetahui adakah hubungan konsep diri dengan rasa percaya diri
mahasiswa STAIN Salatiga Program Studi Pendidikan Agama Islam tahun
akademik 2014/2015.
D. Hipotesis Penelitian
Hipotesis adalah suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap
permasalahan penelitian sampai terbukti melalui data yang terkumpul (Arikunto,
1989:67). Begitu juga hipotesis merupakan suatu kesimpulan yang bersifat
sementara, sehingga ada kalanya hipotesis itu benar dan ada kalanya salah.
Berdasarkan telaah diatas peneliti mengajukan hipotesis sebagai berikut:
Ada hubungan konsep diri dengan rasa percaya diri. Dengan kata lain semakin
baik konsep diri seseorang maka semakin tinggi pula tingkat rasa percaya diri
seseorang.
E. Manfaat Penelitian
1. Manfaat secara teoritis
a. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan ilmiah untuk
memperluas dunia pendidikan khususnya dunia ilmu psikologi pendidikan.
b. Memberikan sumbangan untuk peningkatan kualitas pendidikan dan sumber
daya manusia, khususnya bagi para mahasiswa yang mengalami masalah
terhadap konsep diri dan rasa percaya diri.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi mahasiswa
8
Sebagai bahan informasi dalam usaha untuk mengembangkan konsep diri
dan rasa percaya diri.
b. Bagi peneliti
Menambah wawasan dan pengetahuan penulis tentang konsep diri dan rasa
percaya diri sehingga dapat mengembangkannya lebih luas baik secara
teoritis maupun secara praktis.
F. Definisi Operasional
Agar tidak terjadi kesalahan persepsi dan lebih mengarahkan pembaca
dalam memahami judul skripsi ini peneliti merasa perlu untuk menjelaskan
beberapa istilah yang terdapat dalam judul tersebut. Adapun istilah-istilah yang
perlu di jelaskan adalah sebagi berikut:
1. Konsep Diri
Menurut Sundeen konsep diri adalah semua ide, pikiran, kepercayaan
dan pendirian yang diketahui individu tentang dirinya dan mempengaruhi
individu dalam berhubungan dengan orang lain (Anna, 1992:2).
Menurut Brehm & Kassin, Tayloc Peplau & Sears, konsep diri adalah
kumpulan keyakinan tentang diri sendiri dan atribut-atribut personal yang
dimiliki ( Rahman, 40:2013 ).
Menurut Shavelson dkk konsep diri adalah persepsi seseorang terhadap
dirinya sendiri. Persepsi tersebut melalui pengalaman seseorang dan
9
interprestasi terhadap lingkungan serta dipengaruhi secara khusus oleh penguat
penilaian dari orang-orang berarti bagi seseorang dan atribusi seseorang
terhadap tingkah laku sendiri (Zulfan & Wahyuni, 2012:86).
Dari bebrapa penjelasan diatas bahwasanya konsep diri adalah
pandangan atau persepsi seseorang terhadap dirinya sendiri. Pandangan dan
perasaan tentang dirinya tersebut merupakan pandangan dari segi psikologi
sosial dan fisik, dan bisa bersifat positif atau negatif sesuai dengan konsep diri
yang di miliki setiap individu
Adapun indikator dari konsep diri positif adalah:
a. Tidak mengalami hambatan untuk berbicara dengan orang lain, bahkan
dalam situasi yang masih asing.
b. Menerima pujian tanpa rasa malu.
c. Bersikap teguh dalam pendirian.
d. Yakin dengan kemampuan dirinya dalam mengatasi masalah.
e. Merasa setara dengan orang lain.
f. Mampu mengintropeksi dirinya sendiri.
Indikator dari konsep diri negatif adalah:
a. Mengalami kesulitan dalam berkomunikasi
b. Sulit mengakui kesalahan sendiri
c. Mudah marah
d. Kurang mampu dalam mengungkapkan perasaan
10
e. Merasa tidak diperhatikan
f. Selalu bersikap pesimis dalam bentuk persaingan
2. Percaya diri
Percaya diri diartikan sebagai rasa percaya atau suatu kepercayaan akan
kemampuan sendiri yang memadai dan menyadari kemampuan yang
dimilikidapat dimanfaatkan secara tepat (Sarastika, 2014:50).
Percaya diri adalah suatau keyakinan seseorang terhadap gejala aspek
kelebihan yang dimiliki individu dan keyakinan tersebut membuatnya merasa
mampu untuk bisa mencapai berbagai tujuan hidup (Hakim, 2002:6).
Adapun indikator dari rasa percaya diri sebagai berikut:
a. Berani mengemukakan ide-ide atau pendapat yang dimiliki.
b. Memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain.
c. Memiliki kemampuan untuk menggali potensi diri.
d. Kekurangan yang dimiliki tidak menyebabkan dirinya menjadi patah
semangat.
e. Yakin akan kemampuan yang dimilikinya.
f. Tidak mudah putus asa.
G. Metode Penelitian
Metode adalah suatu pendekatan umum untuk mengkaji topik penelitian
(Mulyana, 2008:145). Jadi metode merupakan cara untuk menemukan, menguji
dan mengembangkan suatu kebenaran. Penelitian adalah suatu teknik penelitian
11
secara sistematis yang diperluas dengan menggunakan perkakas-perkakas khusus,
alat-alat dan prosedur-prosedur, dalam rangka usaha mencapai pemecahan suatu
problem secara lebih baik dari pada yang dicapai dengan alat-alat biasa California
(dalam bukunya Kasiram, 2008:36). Penelitian merupakan pemikiran yang luar
biasa akan tetapi tetap sistematis dalam memecahkan masalah karena dalam
penelitian untuk menguji kebenarannya dengan menggunakan data-data yang
valid.
Kebenaran dalam penelitian dapat diterima oleh masyarakat apabila hasil
penelitian itu dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Maka penulis akan
melakukan penelitian dengan metode sebagai berikut:
1. Pendekatan dan rancangan penelitian
Penulis menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan
rancangan studi korelasional. Karena dalam penelitian ini, peneliti akan mencari
hubungan antara variabel satu dengan variabel yang lain.
Dalam penelitian ini, peneliti memiliki dua variabel. Variabel yang
pertama konsep diri dan variabel kedua rasa percaya diri mahasiswa.
Adapun rancangan penelitiannya adalah sebagai berikut:
a. Melakukan observasi awal terhadap kondisi riil objek penelitian.
b. Menyiapkan fasilitas pendukung berupa angket.
c. Melaksanakan penelitian.
d. Melakukan analisa dan membuat laporan hasil penelitian.
12
2. Lokasi dan waktu penelitian
a. Lokasi penelitian
STAIN Salatiga Jl. Tentara Pelajar No. 2 Salatiga 50721.
b. Waktu penelitian
Penelitian dilaksanakan pada tanggal 1-10 September 2014.
3. Populasi dan Sampel
a. Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau
subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapakan
oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya
(Sugiyono, 2011: 80). Adapun yang menjadi subjek dalam penelitian ini
adalah mahasiswa STAIN Salatiga Program Studi Pendidikan Agama Islam
tahun akademik 2014/2015.
Peneliti mengambil subjek pada mahasiswa STAIN Program Studi
Pendidikan Agama Islam tahun akademik 2014/2015 dikarenakan
mahasiswa
jurusan
tarbiyah
dalam
pelaksanaan
perkuliahan
akan
menghadapi yang namanya Praktek Pengayaan Lapangan (PPL), yang mana
mahasiswa ditugaskan untuk mengajar di lembaga-lembaga pendidikan.
Sehingga dalam praktek tersebut yang dibutuhkan bukan hanya sekedar
kemampuan akademisi saja, tetapi konsep diri yang positif dan rasa percaya
diri yang tinggi mempunyai peranan yang sangat sentral dalam
13
mensukseskan praktek mengajar. Oleh karena itu peneliti ingin mengetahui
diskripsi konsep diri dan rasa percaya diri yang dimiliki setiap mahasiswa
jurusan tarbiyah lebih khususnya pada mahasiswa Program Studi
Pendidikan Agama Islam.
b. Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki
oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2009:118). Peneliti akan melakukan
penelitian di lapangan, dalam menentukan populasi dan sampel sesuai
dengan pendapat Suharsini Arikunto, bahwa apabila subjeknya kurang dari
100, lebih baik diambil semua, tetapi jika subjeknya dapat diambil antara
10%-15% atau 20%-25% atau lebih (Arikunto, 1991:107). Populasi
mahasiswa di STAIN Salatiga Program Studi Pendidikan Agama Islam
tahun akademik 2014/2015 pada mahasisiwa tahunangkatan 2012 yang
berjumlah (259) mahasiswa, dari 30% subjeknya maka penelitian ini hanya
mengambil (75) mahasiswa. Peneliti mengambil sempel pada mahasisiwa
STAIN Program Studi Pendidikan Agama Islam Tahun Akademik 2014/
2015
tahun
angkatan
2012
dikarenakan
angkatan
tersebut
akan
melaksanakan Praktek Pengayaan Lapangan (PPL). Dalam penelitian ini
peneliti menggunakan teknik dalam pengambilan sampel yaitu dengan cara
random sampling.
4. Pengumpulan data
14
Untuk mendapatkan data dalam penelitian ini, penulis menggunakan
metode kuesioner atau angket, observasi langsung serta dokumentasi. Adapun
rinciannya sebagai berikut:
a. Angket atau kuesioner
Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan
dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis
kepada responden untuk dijawabnya (Sugiyono, 2011:142).
Metode kuesioner ini akan digunakan untuk mendapatkan data
tentang konsep diridan rasa percaya dirimahasiswa.
b. Observasi
Observasi sebagai teknik pengumpulan data mempunyai ciri yang
spesifik bila dibandingkan dengan teknik yang lain, yaitu wawancara dan
kuesioner karena observasi tidak terbatas pada orang, tetapi juga objekobjek alam yang lain (Sugiyono, 2011:144). Dan menurut Sutrisno Hadi
dalam bukunya Sugiyono (2011:144 ) mengemukakan bahwa observasi
merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari
berbagai proses biologis dan psikologis. Dua di antara yang penting adalah
proses-proses pengamatan dan ingatan. Metode ini digunakan untuk
mendapatkan data tambahan tentang konsep diri dan rasa percaya diri
mahasiswa.
c. Dokumentasi
15
Dokumen merupakan catatan atau peristiwa yang sudah berlalu.
Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar atau karya-karya monumental
dari seseorang (Sugiyono, 2011:240). Metode ini digunakan untuk
melengkapi data tentang kondisi objek penelitian secara umum. Yaitu
untuk mendapatkan data tentang kondisi geografis, monografis dan struktur
pemerintahan.
Menurut pengamatan yang dilakukan peneliti pada mahasiswa
STAIN Salatiga Program Studi Pendidikan Agama Islam tahun akademik
2014/2015 khususnya pada mahasiswa tarbiyah Pendidikan Agama Islam
(PAI) yang akan melaksanakan Praktek Pengayaan Lapangan (PLL), ratarata tingkat rasa percaya diri yang dimiliki masih rendah dikarenakan
kurang yakinnya akan kemampuan yang dimilikinya atau persepsi terhadap
dirinya masih kurang baik.
5. Instrumen penelitian
Instrumen adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena
alam maupun sosial yang diamati (Sugiyono, 2011:102). Instrumen yang
akan digunakan peneliti untuk mengetahui hubungan konsep diri dengan
rasa percaya diri mahasisiwa adalah daftar pertanyaan dalam angket.
6. Tehnik analisis data
a. Analisis awal
16
Analisis awal ini untuk mengetahui konsep diri dengan rasa percaya
diri mahasiswa. Teknik analisisnya menggunakan teknik prosentase
sebagai berikut:
P
=
F
X 100 %
N
Keterangan:
P = prosentase individu dalam golongan
F = frekuensi.
N = jumlah subjek dalam golongan
b. Analisis lanjutan
Analisis lanjutan dilakukan dengan menggunakan teknik statistik
untuk mencari adakah hubungan konsep diri denganrasa percaya diri
mahasiswa. Teknik analisisnya menggunakan product moment sebagai
berikut:
rxy 
N  XY   X  Y 
N  X   X  N  Y   Y  
2
2
2
Keterangan :
rxy = Koefisien korelasi X dan Y
X
= Konsep Diri Mahasiswa
Y
= Rasa Percaya Diri Mahasiswa
N
= Jumlah responden
17
2
H. SISTEMATIKA PENULISAN SKRIPSI
Dalam penelitian skripsi ini, peneliti menyusun sistematikanya sebagai
berikut:
BAB I:
PENDAHULUAN
Memuat tentang latar belakang masalah, rumusan masalah,
tujuan penelitian, hipotesis, manfaat penelitian, definisi
operasional, metode penelitian dan sistematika penulisan
skripsi.
BAB II:
LANDASAN TEORI
Memuat tentangkajian pustaka tentang hubungan konsep diri
dengan rasa percaya diri mahasiswa.
BAB III:
PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN
Memuat tentang gambaran umum hubungan konsep diri dengan
rasa percaya diri mahasiswa STAIN Salatiga Program Studi
Pendidikan Agama Islam tahun akademik 2014/2015. serta
penyajian data gambaran umumnya.
BAB IV:
ANALISIS
Memuat tentang hubungan konsep diri denganrasa percaya diri
mahasiswa. Selanjutnya adalah pengujian hipotesis sekaligus
pembahasan.
18
BAB V:
PENUTUP
memuat tentang kesimpulan dan saran sebagai bahan masukan
bagi para mahasiswa.
19
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Konsep Diri
1. Pengertian Konsep Diri
Definisi konsep diri dari menurut beberapa para ahli masih berbedabeda namun pada umumnya memiliki penekanan dan peran yang sama
terhadap cara pandang diri, yaitu:
Konsep diri merupakan terjemahan dari kata self-concept. Konsep
adalah citra diri (self image) yang mempersatukan gambaran mental tiaptiap individu terhadap dirinya sendiri, termasuk aspek penilaiaan diri dan
penghargaan terhadap dirinya Gibson (dalam bukunya Zulfan & Wahyuni,
85:2012).
Acuan dari teori psikologi menjelaskan bahwa konsep diri adalah
pandangan dan sikap individu terhadap diri sendiri. pandangan diri terkait
dengan dimensi fisik, karateristik individu, dan motivasi diri. Pandangan
diri tidak meliputi kekuatan-kekuatan individu, tetapi juga kelemahan
bahkan kegagalandirinya. Konsep diri adalah inti kepribadian individu
(Susana dkk, 2006:32).
Konsep diri adalah sebagai gamabaran seseorang mengenal dirinya
sendiri, yang merupakan gabungan dari keyakinan terhadap fisik,
20
psikologis, sosial, emosional, aspirasi, dan prestasi yang mereka capai.
Semua konsep diri itu meliputi citra diri secara fisik dan citra diri secara
psikologi, Hurlock (dalam bukunya Zulfan & Wahyuni, 86:2012).
Konsep diri merupakan hubungan antara sikap dan keyakinan
tentang diri kita sendiri Burns (dalam bukunya Pudjijogyanti, 2:1995).
Menurut Cawagas konsep diri adalah pandangan seluruh individu akan
dimensi fisiknya, karateristik pribadinya, motivasinya, kelemahannya,
kegagalannya, cita-citanya dan lain-lain ( Pudjiogyanti, 2:1995).
Menurut Brooks konsep diri diartikan sebagai persepsi mengenai
diri individu baik berupa fisik, sosial dan psikologis yang diperoleh
melalui pengalaman dan interaksi individu dengan orang lain (Zulfan &
Wahyuni, 87:2012).
Menurut William D. Brook konsep diri adalah “ those physical,
social, and psychological perception of ourselves that we have derived
from experiences and our intercation with others”. Jadi konsep diri adalah
pandangan dan perasaan kita tentang diri kita. Persepsi tentang diri ini
boleh bersifat psikologis, sosial, dan fisis. Dengan demikian, ada dua
komponen konsep diri: komponen kognitif dan komponen efektif . Boleh
jadi komponen kognitif Anda berupa, “saya ini orang bodoh,” dan
komponen efektif Anda berkata, “saya senang diri saya bodoh ; ini lebih
baik bagi saya.” Boleh jadi komponen kognitifnya seperti tadi, tapi
21
komponen efektifnya berbunyi, “Saya malu sekali karena saya menjadi
orang bodoh.” Dalam psikologi sosial, komponen kognitif disebut citra
diri (self image), dan komponen efektif disebut harga diri (self esteem)
(Rahmat, 1994:99-100).
Rentsch dan Haffner (yang dikutip Baron dan Byrne) menyebutkan
bahwa konsep diri memiliki beberapa komponen, yaitu: atribut
interpersonal (saya seorang mahasiswa, saudara perempuan, sopir truk,
pemain sepak bola) karateristik bawaan (saya laki-laki, asli Sunda, berusia
24 tahun), minat dan aktivitas (saya pintar memasak, saya suka nonoton
film, saya kolektor prangko), self determination (saya beragama islam,
saya dapat menyellesaikan studi dengan tepat waktu), aspek eksistensial
(saya orangnya menarik, saya orangnya unik), kepercayaan (saya
menentang aborsi, saya seorang demokrat), kesadaran diri (saya orang
baik, saya suka berbohong ), dan diferensiasi sosial (saya berasal dari
keluarga miskin, saya orang indonesia) (Rahman, 2013:40).
Dari definisi konsep diatas dapat disimpulkan dan diambil
pengertian bahwa konsep diri adalah:
a. Konsep diri adalah pandangan atau persepsisi seseorang terhadap
dirinya.
22
b. Konsep diri dapat diperoleh melalui hubungan atau interaksi dengan
orang lain, khususnya dengan lingkuna sosial dan lingkungan
keluarga.
c. Konsep diri memiliki beberapa aspek diantaranya, aspek psikologi,
aspek sosial dan aspek fisik.
2. Jenis-jenis Konsep Diri
Menurut William D. Brooks dalam (bukunya Sarastika, 2014:70)
konsep diri ada dua macam yakni konsep diri positif dan konsep diri
negatif
a. Konsep diri positif
Dasar konsep diri positif adalah penerimaan diri. Kualitas ini lebih
mengarah ke kerendahan hati dan kedermawaan dari pada keangkuhan
dan keegoisan (Sarastika, 2014:72). Tanda-tanda individu yang
memiliki konsep diri yang positif adalah sebagai berikut:
1) Yakin dengan kemampuan
Orang yang berkonsep diri positif yakin akan kemampuannya
dalam mengatasi masalah. Orang yang seperti ini mempunyai rasa
percaya diri sehingga merasa mampu dan yakin untuk mengatasi
masalah yang dihadapi, tidak lari dari masalah, dan percaya bahwa
setiap masalah pasti ada jalan keluarnya.
2) Setara dengan orang lain
23
Ciri-ciri yang kedua adalah merasa setara dengan orang lain.
Namun begitu, ia selalu merendahkan hati, tidak sombong, tidak
mencela atau meremehkan siapapun, dan selalu menghargai orang
lain.
3) Siap dengan pujian
Orang dengan konsep diri positif akan dapat menerima pujian
tanpa rasa malu tanpa menghilangkan rasa rendah hati. Jadi,
meskipun ia menerima pujian ia tidak membanggakan dirinya
apalagi meremahkan orang lain.
4) Peka
Orang yang berkonsep diri positif menyadari bahwa setiap orang
mempunyai berbagai perasaan dan keingin serta perilaku yang
tidak seharusnya disetujui oleh masyarakat. Ia peka terhadap
perasaan orang lain sehingga akan menghargai perasaan orang lain
sehingga akan menghargai perasaan orang lain meskipun kadang
tidak disetujui oleh masyarakat.
5) Pintar intropeksi
Mampu memperbaiki karena ia sanggup menggunakan aspekaspek kepribadian tidak disenangi dan berusaha mengubahnya. Ia
24
mampu
untuk
mengintropeksi
dirinya
sendiri
sebelum
mengintropeksi orang lain, dan mampu untuk mengubahnya
menjadi lebih baik agar diterima di lingkungannya.
b. Konsep diri negatif
Menurut Sarastika (2014:72) Individu yang memiliki konsep diri
negatif cenderung ingin menang sendiri. Tanda-tanda indvidu yang
memiliki konsep diri negatif adalah sebagia berikut:
1) Tidak tahan kritikan
Orang ini sangat tidak tahan kritikan yang diterimanya dan mudah
marah atau naik pitam. Hal ini, dilihat dari faktor yang
mempengaruhi diri, individu tersebut belum dapat mengendalikan
emosinya, sehingga kritikan dianggap sebagi hal yang salah. Bagi
orang seperti ini koreksi sering dipersepsi sebagai usaha untuk
menjatuhkan harga dirinya. Dalam berkomunikasi orang yang
memiliki konsep diri negatif cenderung menghindari dialog yang
terbuka, dan bersikeras mempertahankan pendapatnya dengan
berbagai logika yang keliru.
2) Responsif sekali terhadap pujian
Walaupun ia berpura-pura menghindari pujian, ia tidak dapat
menyembunyikan antusiasmenya pada waktu penerimaan pujian.
Buat orang seperti ini, segala macam embel-embel yang menjujung
25
harga
dirinya
menjadi
pusat
perhatiaan.
Bersama
dengan
kesenangannya terhadap pujian, merekapun hiperkritis terhadap
orang lain.
3) Cenderung bersikap hiperkritis
Ia selalu mengeluh, mencela atau meremehkan apapun dan
siapapun, mereka tidak pandai dan tidak sanggup mengungkapkan
penghargaan atau pengakuan pada kelebihan orang lain.
4) Cenderung merasa tidak disenangi oleh orang lain
Ia merasa tidak diperhatikan, karena itulah ia bereaksi pada orang
lain sebagi musuh, sehingga tidak dapat melahirkan kehangatan dan
keakraban persahabatan. Hal ini berarti individu tersebut merasa
rendah diri atau bahkan berperilaku yang tidak disenangi, misalkan
membenci, mencela atau bahkan yang melibatkan fisik yaitu
mengajak berkelahi.
5) Bersikap pesimis terhadap kompetisi
Hal ini terungkap dalam keengganannya untuk bersaing dengan
orang lain dalam membuat prestasi. Ia akan menganggap tidak akan
berdaya melawan persaingan yang merugikan dirinya.
Jadi pada dasarnya orang yang memiliki konsep diri positif dia akan
yakin dengan kemampuan yang dimilikinya dan memandang baik tentang
26
dirinya, sehingga selalu bersikap optimis, percaya diri dan selalu bersikap
positif dan teguh terhadap segala sesuatu, juga terhadap kegagalan yang
dialami. Kegagalan tidak dijadikan sebagai akhir dari semua, namun akan
dijadikan sebagai pelajaran untuk melangkah kedepan yang lebih baik.
Seperti yang dikatakan Susana dkk (2006:19) bahwasanya orang yang
memiliki konsep diri positif yang ditunjukan melalui self eseem yang
tinggi, segala perilaku akan tertuju pada keberhasilan.
Begitu juga sebaliknya orang yang memiliki konsep diri yang
negatif dia lebih cenderung merasa kurang percaya diri dengan
kemampuan yang dimilikinya contohnya, merasa lemah, tidak berdaya,
tidak dapat berbuat apa-apa, gagal, malang, tidak menarik, tidak disenagi
dan kehilang daya tarik terhadap hidup. Orang yang memiliki sifat seperti
ini ia cenderung bersifat pesimistik terhadap kehidupannya dan
kesempatan yang dihadapinya. Seperti yang dikatakan Susana dkk
(2006:19). Individu yang mempunyai gambaran negatif tentang dirinya,
maka akan muncul evaluasi negatif pula tentang dirinya. Segala informasi
positif tentang dirinyaakan diabaikannya, dan informasi negatif yang
sesuai dengan gambaran dirinya akan disimpan.
3. Isi Konsep Diri
Menurut Burns dalam (bukunya Eddy, 1993:209-210) Pada
umumnya isi tersebut relatif, hal ini mempunyai arti bahwa isi konsep diri
27
selalu dengan tingkatan usia. Salah satu faktor yang menentukan
terbentuknya konsep diri adalah internalisasi pengalaman sebagai hasil
dari interaksi dengan orang lain dalam kehidupan bermasyarakat. Burns
mendiskripsikan isi dari konsep diri adalah sebagai berikut:
a. Karakteristik fisik
Karakteristik fisik merupakan suatu ciri atau hal yang membedakan
dari satu individu dengan individu lain yaitu, yang mencakup
penampilan secara umum, ukuran tubuh dan berat badan, atau bentuk
tubuh mulai dari kepala sampai dengan tungkai kaki. Karakteristik
fisik dapat menyebabkan adanya pandangan yang berbeda tiap
individu satu dengan individu lain tentang dirinya sendiri, contohnya
kalau seorang bintang film cantik pasti akan dijadikan idola. Hal ini
kadang dijadikan masalah, karena individu itu sendiri merasa memiliki
kekurangan dibandingkan temannya yang melebihi kelebihannya,
perasaan ini juga dapat berkembang menjadi konsep diri yang
mempunyai kelebihan dibandingkan dengan individu yang tidak
mempunyai kelebihan.
b. Penampilan
Penampilan dari setiap individu itu berbeda-beda, hal itu dapat
menggambarkan kepribadian seseorang. Penampilan ini mencakup
cara berpakaian, make-up dan cara menata rambut, dengan keadan
28
yang seperti ini, individu dimungkinkan percaya diri atau tidak.
Misalnya, seseorang yang tidak pernah memakai make-up suatu saat
disuruh temannya memakainya, tentunya pada saat itu ada perbedaan
antara temannya yang sudah biasa memakai make-up dengan yang
malu dan menutupi wajahnya dengan kain.
c. Kesehatan dan kondisi fisik
Kesehatan dan kondisi fisik sangat diperlukan bagi setiap individu
dalam menjalani kehidupan ini, terutama dalam mencapai karier
individu yang mempunyai kesehatan dan kondisi fisik yang tidak baik
akan mengalami gangguan atau ketidak normalan yang berakibat
individu itu merasa tidak aman atau merasa tidak percaya diri, yang
berakibat menimbulkan penilaian terhadap dirinya sendiri menjadi
negatif, individu yang memiliki kesehatan dan kondisi fisik yang baik
akan percaya diri bila dibandingkan dengan yang memiliki kesehatan
dan kondisi fisik yang tidak baik atau lemah.
d. Rumah dan hubungan keluarga
Rumah dan hubungan keluarga merupakan lingkungan pertama yang
dikenal atau ditempati individu saat lahir dan mengenal lingkungan
luar.
Di dalam rumah, hubungan keluarga akan tercipta suasana dan kondisi
yang menyenangkan atau tidak, ini dapat dijadikan suatu informasi,
29
pengalaman
yang
akan
dijadikan
pegangan
individu
dalam
berinteraksi untuk itu rumah dan hubungan keluarga yang terjalin
dengan baik akan membuat individu senang dan bahagia dengan
rumah dan hubungan keluarga yang dimilikinya. Tetapi seorang
inidvidu yang rumah dan hubungan keluarganya yang tidak terjalin
dengan baik, misalnya kedua orang tua bercerai atau broken home ini
akan menyebabkan individu memiliki pandangan yang negatif tentang
keluarganya.
e. Sikap dan hubungan sosial
Sikap dan hubungan sosial yang dilakukan oleh individu akan
berpengaruh
terhadap
orang-orang
yang
berada
disekitarnya,
pergaulan dengan teman sebaya. Seorang inidvidu yang ekstrovet
cenderung senang dengan keadaan ramai dan akan mudah dalam
mencari teman atau dalam memulai pembicaraan. Hal ini dapat
membuat individu ini semakin bertambah wawasan, informasi,
pengalaman, dan pengetahuan. Sedangkan pada individu yang introvet
akan cenderung menutup diri dan berusha menjauhi dari teman-teman
dengan berfikiran dirinya mempunyai banyak kelemahan. Dari uraian
diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa sikap dan hubungan sosial ini
akan memengaruhi individu dalam memandang dirinya sendiri.
30
Misalnya anak yang introvet memandang lingkungan yang ditempati
saat ini membosankan dan menyakitkan bagi dirinya.
f. Bakat dan minat sosial
Bakat dan minat yang dimiliki individu itu berbeda-beda walaupun
individu itu kembar sekalipun. Seorang yang memiliki bakat dan minat
yang terlatih atau tersalurkan akan mengakibatkan individu itu
mempunyai keinginan untuk maju dan berkembang dan biasanya
timbul perasaan percaya diri bahwa dirinya memiliki suatu kelebihan
berbeda dengan individu yang bakat dan minatnya tidak jelas atau
asal-asalan.
g. Kecerdasan
Kecerdasan berkaitan dengan status intelektual yang dimiliki individu.
Kecerdasan ini ada yang tinggi dan ada yang rendah. Dari kecerdasan
ini cara berfikir dan daya tangkap individu berbeda, sehingga
pandangan terhadap dirinya sendiri tentunya juga berbeda-beda,
misalnya anak yang memiliki kecerdasan yang baik atau tinggi akan
dipuji oleh guru, orang tua dan teman-temannya yang kemudian
individu itu akan percaya diri saat mengerjakan tugas atau mengikuti
test.
h. Hoby dan permainan
31
Hoby dan permainan sangat berhubungan, karena dari percobaan
setiap permainan akan muncul pengembangan hoby. Dengan
terkuasainya permainan itu, individu akan berusaha mengembangkan
kemampuan dan percaya diri terhadap hoby dan permainan. Individu
yang memiliki hoby dan permainan yang dapat dikembangkan secara
baik akan terarah dan adanya dukungan dari diri, keluarga dan
lingkungan
dekatnya,
individu
akan
termotivasi
untuk
mengembangkannya dan tentunya individu itu akan dipandang
lingkungan sekitarnya.
i. Religius
Manusia hidup tidak dapat terlepas dari hubungan dengan Tuhan Yang
Maha Esa karena tanpa kekuasaan dan karunianya kita tidak dapat
hidup. Seseorang yang memiliki segi religius positif akan menjalankan
perintah-perintah-Nya dan akan meninggalkan larangan-larangan-Nya.
Untuk itu religius yang positif ini akan memengaruhi cara berfikir dan
bertingkah laku atau bertindak yang mengarah pada penilaian diri
yang percaya diri dan positif.
j. Sekolah dan pekerjaan sekolah
Dalam sekolah ada tugas-tugas yang diberikan kepada individu.
Individu
yang
mengerjakan
tugasnya
sebelum
batas
waktu
pengumpulan, disinilah terlihat bagaimana kemampuan dan sikap
32
individu terhadap sekolah apakah ia merasa mampu dan berprestasi di
dalam mengerjakan tugas-tugas sekolah. Seseorang individu yang
selalu mendapat nilai tidak bagus ini akan memengaruhi terhadap cara
belajarnya atau pandangan individu bahwa dirinya seorang yang
cenderung gagal atau bodoh.
k. Ciri kepribadian
Ciri kepribadian seseorang ini berhubungan dengan tempramen,
karakter, tendensi emosional dan lain sebagainya. Ciri kepribadian ini
akan memengaruhi individu dalam bertindak atau berfikir, misalnya
seorang individu yang selalu suka mengatur, dalam segi kegiatan
individu itu akan selalu mengatur atau berpandangan kalau dia berhak
mengaturnya.
Dari uraian tersebut diatas, dapat disimpulkan bahwa isi konsep diri
yaitu karakteristik fisik, penampilan, kesehatan dan kondisi fisik, rumah
dan hubungan keluarga, sikap dan hubungan sosial, bakat dan minat
sosial, kecerdasan, hoby dan permainan, religius, sekolah dan pekerjaan
sekolah serta ciri kepribadian.
4. Perkembangan Konsep Diri
Konsep diri bukanlah merupakan faktor hereditas, melainkan faktor
yang dipelajari dan terbentuk melalui pengalaman dan hubungan individu
dengan orang lain. Menurut Hurlock (dalam bukunya Zulfan & Wahyuni
33
2012:91)) mengatakan bahwa konsep diri terbentuk berdasarkan hubungan
anak dengan orang lain, misalnya dengan orang tua dan anggota keluarga
lainnya. Bagaimana mereka memperlakukan anak, apa yang mereka
katakan mengenai anak, dan bagaiman status anak dalam kelompok
tempat ia mengidentifikasi diri, akan memengaruhi perkembangan konsep
diri anak.
Menuru Hurlock (dalam bukunya Zulfan & Wahyuni, 2012:91)
merinci pola perkembangan konsep diri, sebagai berikut:
a. Konsep diri primer (the primer self-concept)
Dibentuk berdasarkan pengalaman anak di rumah, sehingga tertanam
bermacam-macam konsep diri, yang dihasilkan dari pengalaman
dengan anggota-anggota keluarga yang berbeda seperti orang tuadan
saudara-saudaranya.
Konsep diri primer meliputi citra diri fisik dan psikologis (physical
and psychological self image). Citra diri psikologi didasarkan atas
hubungan anak dengan saudara-saudaranya tersebut. Demikian pula,
pembentukan konsep-konsep permulaan dalam kehidupan mereka,
aspirasi mereka, tanggung jawab mereka pada orang lain adalah
didasarkan pada tuntunan dan bimbingan dari orang tua mereka.
b. Konsep diri sekunder (the secondary self concept)
34
Dengan bertambahnya hubungan anak diluar rumah maka anak
memerlukan konsep diri orang lain terhadap dirinya, hal ini
menimbulkan konsep diri sekunder. Jadi, konsep diri sekunder adalah
bagaimana anak melihat diri mereka berdasarkan pandangan orang
lain. Konsep diri primer sering kali menentukan konsep diri sekunder.
Perkembangan konsep diri sekunder akan dibentuk oleh kepercayaan
yang mereka miliki.
Perkembangan konsep diri menurut Lewis dan Brooks Gunn (dalam
bukunya Zulfan & Whyuni, 2012:92) dibagi menjadi beberapa tahap,
yaitu existensial self, categorial self, dan self esteem.
Menurut Roger yang dikutip Bee ( dalam bukunya Zulfan & Wahyuni,
2012:93) mengatakan konsep diri berkembang melalui proses. Pada
mulanya anak mengobservasi fungsi dirinya sendiri sebagaimana ia
melihat lingkah laku dari orang lain. Pada mulanya anak menyadari
dirinya, dan mulai memberikan “sifat khusus” terhadap dirinya sendiri,
misalnya: mudah marah, mempunyai sedikit tenaga dan sebagainya.
Mereka mengambil nilai-nilai untuk menjelaskan diri mereka. Konsep
diri berkembang perlahan-lahan melalui interaksi anak dengan orang
lain dilingkungan sekitarnya. Roger berasumsi bahwa manusia
berusaha melihat konsistensi antara pengalaman dan citra dirinya
( Zulfan & Wahyuni, 2012:93).
35
Dari beberapa paparan tentang pola perkembangan konsep diri dapat
disimpulkan bahwasanya, perkembangkan konsep diri seseorang itu melalui
dua pola yakni yang pertama perkembangkan konsep diri primer, yang mana
seseorang itu mengalami perkembangan konsep diri melalui pengalaman yang
didapatkannya dilingkungan keluaraga, dan yang kedua perkembangan
konsep diri sekunder yang mana perkembangan tersebut dialaminya melalui
hubungan dengan orang lain di luar rumah (sikap bersosialisasi dimasyarakat).
5. Faktor-faktor yang Memengaruhi Perkembangan Konsep Diri
Zulfan & Wahyuni (2012:94) mengemukakan bahwa: faktor-faktor
yang memengaruhi perkembangan konsep diri menurut Rapport yang
dikutip Partusuwido dkk adalah perubahan fisik, hubungan dengan
keluarga, hubungan lawan atau sesama jenis, perkembangan kognitif, dan
identitas personal. Demikian pula Hurlock, menyebutkan lebih terperinci
faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan konsep diri adalah:
jasmani, cacat jasmani, kondisi fisik, produksi kelenjar tubuh, pakaian,
nama
dan panggilan, kecerdasan, tingkat
aspirasi, emosi, pola
kebudayaan, sekolah, status sosial dan keluarga. Jadi banyak sekali faktorfaktor yang memengaruhi perkembangan konsep diri, namun dalam
tulisan ini hanya dikemukakan beberapa faktor saja yang diperkirakan
besar pengaruhnya terhadap perkembangan konsep diri anak, yaitu:
a. Peranan kemampuan dan penampilan fisik
36
Salah satu sumber yang penting dari konsep diri adalah citra fisik. Hal
ini adalah merupakan cara bagi seseorang melihat fisiknya, yang
meliputi tidak hanya apa yang dilihat dari pantauan cermin tetapi juga
berdasarkan pengalaman melalui refleksi orang lain. Menurut Fisher
yang dikutip Eastwood (dalam bukunya Zulfan & Wahyuni 2012:94)
tidak ada yang lebih menarik dilihat dari citra fisik, misalnya foto
orang yang bersangkutan biasanya menimbulkan keinginan bagi orang
tersebut untuk melihat dirinya. Remaja cenderung tidak merasa
bahagia bila ada hambatan dalam penampilan fisik dan kadang-kadang
menimbulkan ketidakpuasan.
Penelitian yang dilakukan Berscheld dkk, yang dikutip Alwater,
(dalam bukunya Zulfan & Wahyuni 2012:95) menemukan bahwa
responden yang mempunyai citra fisik diatas rata-rata menunjukkan
sifat yang lebih menyenangkan, intelegensinya lebih tinggi dan lebih
asertif dari responden yang mempunyai citra fisik dibawah rata-rata.
Penelitian lain yang dilakukan oleh Walster dkk, yang dikutip Baron
dkk ( dalam bukunya Zulfan & Wahyuni 2012:95) dalam eksperimen
mereka menyimpulkan bahwa para mahasiswa dalam melakukan
dansa lebih menyukai pasangan yang lebih mempunyai daya tarik
fisik. Jadi penilaian yang positif terhadap keadaan fisik, baik dari diri
sendiri maupun dari orang lain akan membantu perkembangan konsep
37
diri kearah positif karena penilaian yang positif akan menumbuhkan
rasa puas, yang selanjutnya merupakan awal dari penilaian positif
terhadap diri sendiri. Dengan demikian, keadaan dan penampilan fisik
yang baik merupakan aspek yang penting untuk memperoleh
tanggapan yang baik dari lingkungan. Tanggapan tersebut merupakan
refleksi yang digunakan individu untuk menilai dirinya sendiri.
b. Peranan keluarga
Orang yang pertama dikenal anak adalah orang tuanya dan anggotaanggota keluarga yang lain. Empat atau lima tahun pertama dalam
kehidupan anak keseluruhan ada dalam lingkungan keluarga. Hal ini
berarti bahwa lingkungan sosial yang pertama dan utama bagi anak
adalah lingkungan
keluarganya.
Dalam
proses
perkembangan
selanjutnya anak mulai berinteraksi dengan orang di lingkungan yang
lebih luas, misalnya teman sekolah atau teman bermain. Oleh karena
konsep diri itu terbentuk melalui interaksi dan pengalaman dengan
orang-orang yang berarti dalam kehidupannya, maka orang-orang
tersebut adalah berperan penting dalam pembentukan konsep diri
anak. Konsep diri merupakan mirror image dari kepercayaan anak
kepada orang-orang yang berarti dalam kehidupannya, maka hubungan
dan suasana yang buruk dalam keluarga dapat menimbulkan konsep
diri yang tidak menguntungkan bagi anak. Akibatnya, anak dapat
38
menjadi pemberontak, agresif, menarik diri atau mementingkan diri
sendiri Hurlock (dalam bukunya Zulfan & Wahyuni, 2012:96). Pola
tingkah laku yang tidak matang dan tidak sosial yang diakibatkan oleh
konsep diri yang tidak menguntungkan dapat berkembang dari
lingkungan keluarga ke lingkungan sosial yang lebih luas, sehingga
memengaruhi hubungan anak dengan orang lain, yang menyebabkan
orang lain tidak menyenangi mereka. Hal ini akan menimbulakan
konsep diri yang tidak menguntungkan dalam lingkungan yang lebih
luas.
Dalam pembentukan konsep diri peran orang tua sangat penting. Cara
orang tua mengasuh anaknya akan berpengaruh terhadap anak dalam
menilai dirinya. Jika anak dapat pengalaman yang baik dalam
keluarga, maka ia akan dapat mengembangkan dan menilai dririnya
secara baik pula. Penelitian Symond yang dikutip Johnson dan
Medinnus
(dalam
bukunya
Zulfan
&
Wahyuni,
2012:97)
menyimpulkan bahwa adanya kehangatan dalam keluarga berperan
penting dalam perkembangan konsep diri anak. Adanya rasa
kehangatan dalam hubungan anak dengan orang tua maka anak
mempunyai sikap sosial, koperatif, emosinya stabil menerima dirinya
sendiri dan menghargai orang lain: sedangkan anak yang tidak dapat
merasakan kehangatan dengan orang tuanya akan merasa tidak aman,
39
sulit menyesuaikan diri, merasa rendah diri, dan kurang menghargai
orang lain. Jadi pengalaman-pengalaman yang diterima anak dalam
keluarga akan memengaruhi perkembangan dan pembentukan konsep
diri anak.
c. Peranan kelompok teman sebaya
Teman sebaya merupakan salah satu kelompok sosial yang berperan
penting dalam proses sosialisasi anak. Dalam kelompok tersebut anak
akan memperoleh berbagai pengalaman belajar yang diperlukan bagi
perkembangannya. Matin dan Stendler menyebutkan beberapa peranan
kelompok teman sebaya, yaitu: memeberi model, memberikan
penghargaan, memberikan identitas diri dan memberikan semangat
(Zulfan & Wahyuni 2012:98).
Respon anak terhadap teman-teman dalam kelompoknya bermacammacam, sebagain besar tergantung pada pengalaman masa kecil yang
diperoleh di rumah. Orang tua permisif dan dapat menciptakan rasa
kehangatan,
bersama
anaknya,
memungkinkan
anak
mengembanagakan ciri-ciri kepribadian yang menyenangkan dan
dapat meningkatkan interaksi yang berhasil dengan teman-temannya.
Anak yang disenangi dan diterima oleh sebagian besar oleh temantemannya merupakan anak yang populer. Banyak faktor-faktor yang
dapat mempengaruhi anak sehingga ia menjadi anak yang populer
40
antara lain: mempunyai toleransi, menyukai orang lain, flexsibel,
simpatik, mempunyai daya tarik fisik, suka humor gembira, dan
sebagainya Mussen (Zulfan & Wahyuni, 2012:99). Anak-anak yang
ditolak oleh teman-temannya sering merasa malu, resesif, terkucil dan
mementingkan diri sendiri. Anak yang diterima oleh teman-temannya
akan merasa lebih baik dari pada anak yang ditolak oleh temantemanya.
Berdasarkan uraian diatas dapat diambil pengertian bahwa hubungan
anak dengan teman-temanya akan berpengaruh terhadap konsep diri
anak.
d. Peranan harga diri
Harga diri adalah deskripsi secara lebih mendalam mengenai citra diri
yang merupakan penilaian terhadap diri sendiri. Menurut Maslow
(dalam bukunya Zulfan & Wahyuni, 2012:100) pengertian harga diri
adalah penghargaan terhadap diri sendiri dan penghargaan dari orang
lain. Penghargaan diri sendiri berasal dari kepercayaan diri,
kemandirian diri, dan kebebasan, sedangkan penghargaan dari orang
lain timbul karena adanya prestasi dan apresiasi. Harga diri akan
berpengaruh pada tingkah laku seseorang seperti yang dikatakan
Robinson dan Shaver ( dalam bukunya Zulfan & Wahyuni, 2012:100)
bahwa kepuasan hidup dan kebahagiaan hidup memengaruhi korelasi
41
dengan harga diri. Kepuasan diri dicapai oleh orang yang dapat
menyesuaikan diri dengan baik serta terhindar dari rasa cemas, keraguraguan dan sintom psikomatik. Disamping itu penelitian yang
dilakukan Daly dan Burton ( dalam bukunya Zulfan & Wahyuni
2012:100) menemukan korelasi negatif antara harga diri dan perasaan
tidak rasional. Selanjutnya mereka mengatakan, banyak diantara klien
yang mencari pelayanan konseling, problemnya adalah rendahnya
harga diri mereka.
Berdasarkan uraian dan fakta yang disebutkan diatas dapat diambil
pengertian bahwa adanya sifat-sifat tertentu yang dihasilkan oleh
harga diri, selanjutnya akan mempengaruhi konsep diri seseorang.
6. Dasar Pembentukan Konsep Diri
Konsep diri dibentuk oleh 2 ciri yaitu ciri kognitif dan ciri afektif.
Dalam psikologi sosial, ciri kognitif disebut citra diri (self image) dan ciri
afektif disebut harga diri (self esteem) (Rahmat, 1994:99).
Ciri kognitif wujudnya adalah pengetahuan tentang keadaan dirinya
sendiri. Contoh: saya pandai, rajin, cerdas merupakan penjelasan tentang
“siapa saya” yang akan memberikan gambaran tentang dirinya. Gambaran
tersebut akan membentuk citra diri. Ciri afektif merupakan penilaian
seseorang terhadap dirinya sendiri. Penilaian tersebut selanjutnya akan
membentuk penerimaan tentang dirinya dan pembentukan harga diri.
42
Contoh: saya merasa senang dengan keadaan diriku yang yang mencapai
tujuan tahap demi tahap.
Penilaian diri yang demikian menunjukan pada diri yang positif
dengan berdasarkan penerimaan diri yang pada tahap berikutnya akan
terbentuk harga diri yang po sitif. Jadi pada dasarnya pembentukan konsep
diri adalah pengetahuan dan harapan individu tentang dirinya sendiri (ciri
kognitif) dan penilaian individu terhadap dirinya sendiri (ciri kognitif).
Jadi ciri kognitif bersifat obyektif dan ciri afektif bersifat subyektif.
Menurut Copersmith (dalam bukunya Susana dkk, 2006:34) ada 4
faktor yang berperan dalam pembentukan konsep diri individu.
a. Faktor kemampuan
Setiap individu mempunyai kemampuan. Oleh karenanya kemampuan
yang ada pada diri setiap individu harus di latih dan dikembangkan.
Karena setiap individu mempunyai peluang untuk mengembangkan
kemampuan sehingga dapat melakukan sesuatu.
b. Faktor perasaan berarti
Setiap individu harus memupuk rasa berarti dalam setiap aktivitas
sekecil apapun dan sederhana apapun, supaya tidak merasa hampa atau
merasa rendah diri.
c. Faktor kebajikan
43
Ketika diri individu telah memiliki perasaan berarti, maka akan
tumbuh kebajikan dalam dirinya. Sehingga merasa lingkungan adalah
tempat yang menyenangkan dan nyaman. Tempat dengan atmosfir
yang nyaman akan menjadikan diri individu berbuat kebajikan bagi
lingkungannya.
d. Faktor kekuatan
Pola perilaku berkarateristik positif memberikan kekuatan bagi
individu akan dapat menghalau upaya yang negatif. Sebagi contoh,
takut untuk menyontek, berbohong, dan melakukan perbuatan yang
negatif yang lainnya.
Keempat faktor tersebut harus dimiliki oleh setiap diri individu
supaya memiliki konsep diri yang positif. Begitu juga sebaliknya jika
dalam diri individu tidak tertanam empat faktor pembentukan konsep diri
maka akan berdampak negatif dalam pembentukan konsep diri.
B. Rasa Percaya Diri
1. Pengertian Rasa Percaya Diri
Rasa percaya diri diartikan sebagai percaya diri. Definisi percaya
diri dari beberapa para ahli berbeda-beda tapi pada umumnya memiliki
arti atau makna yang sama. Berikut ini beberapa definisi percaya diri dari
beberapa para ahli:
44
a. Menurut Thantaway percaya diri adalah kondisi mental atau psikologi
diri seseorang yang memberi keyakinan kuat pada dirinya untuk
berbuat atau melakukan suatu tindakan (Sarastika, 2014:50).
b. Menurut W.H Miskelll percaya diri adalah kepercayaan akan
kemampuan sendiri yang memadai dan menyadari kemampuan yang
dimiliki serta, serta dapat memanfaatkan secara tepat (Sarastika,
2014:50)
c. Rasa percaya diri adalah sebuah bentuk keyakinan kuat pada jiwa,
kesepahaman dengan jiwa, dan kemampuan menguasai jiwa (Yusuf,
2005:14).
d. Percaya diri adalah keyakinan yang menggerakkan, arah hidup yang
benar, dan prinsip-prinsip yang dipegang teguh (Munir, 2010:188).
Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa rasa percaya
diri adalah kondisi mental atau psikologis seseorang, di manaindividu
dapat mengevaluasi dirinya sehingga memberi keyakinan kuat
pada
kemampuan yang dimilikinya, dan bersikap optimis pada segala sesuatu.
Sehingga dapat melakukan berbagai hal untuk mencapai berbagai tujuan
di dalam hidupnya.
Percaya diri dimulai dari cara kita berfikir, kalau kita berfikir positif
bahwa segala sesuatu dapat kita capai maka tidak akan ada kata sulit untuk
mendapatkan. Sebaliknya jika kita berfikir pesimis terhadap kemampuan
45
yang kita miliki atau tidak percaya diri maka kita akan merasa bahwa diri
kita tidak akan mampu, dan akhirnya benar-benar tidak akan mampu,
kemudian untuk bisa percaya diri, harus mempunyai cara berfikir percaya
diri.
Agama Islam sangat mendorong umatnya untuk memiliki rasa
percaya diri yang tinggi. Manusia adalah makhluk ciptaannya yang
memiliki derajat paling tinggi karena kelebihan akal yang dimiliki,
sehingga sepatutnya ia percaya dengan kemampuan yang dimilikinya
sebagaimana firman allah dalam Al-qur’an surat ali-imron ayat 139,
sebagai berikut:

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih
hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika
kamu orang-orang yang beriman.
Percaya diri merupakan keyakinan seseorang terhadap kemampuan
yang dimiliki, yang dapat membantu memandang dirinya secara positif
dan realistis sehingga ia mampu bersosialisai secara baik dengan orang
lain. Rasa percaya diri seseorang juga dipengaruhi dari tingkat
kemampuan dan ketrampilan yang dimilikinya. Orang yang percaya diri
selalu yakin dengan tindakan yang dilakukannya, merasa bebas untuk
melakukan hal-hal yang sesuai dengan keinginannya, dan bertanggung
jawab atas perbuatannya.
46
2. Macam-macam Percaya Diri
Percaya diri merupakan salah satu aspek kepribadian yang sangat
penting dalam kehidupan. Orang yang percaya diri yakin dengan
kemampuan yang dimilikinya serta memiliki penghargaan yang realistis,
bahkan apabila harapan atau tujuan yang di inginkan tidak terwujud,
mereka tetap bersikap positif dan dapat menerimanya (tidak putus asa).
Menurut James Neill (dalam bukunya Sarastika, 2014:51-52)
menyebutkan beberapa macam-macam istilah yang terkait dengan
persoalan percaya diri antara lain :
a. Self concept
Percaya diri yang pertama disebut self concept. Pada istilah ini
dipahami
bagaimana
seseorang menyimpulkan
dirinya
secara
keseluruhan, bagaimana seseorang melihat potret dirinya secara
keseluruhan, dan bagaimana seseorang mengkonsepsikan dirinya
secara keseluruhan.
b. Self esteem
Self esteem, yakni sejauh mana seseorang punya perasaan positif
terhadap dirinya, sejauh mana seseorang mempunyai sesuatu yang
dirasa bernilai atau berharga bagi dirinya, dan sejauh mana seseorang
meyakini sesuatu yang bernilai, bermartabat atau berharga di dalam
dirinya.
47
c. Self efficacy
Self efficacy yakni sejauh mana seseorang punya keyakinan atas
kapasitas yang dimilikinya untuk bisa menjalankan tugas atau
menangani persoalan dengan hasil yang bagus (to succeed). Ini yang
disebut dengan general self efficacy, atau juga, sejauh mana seseorang
meyakini kapasitasnya di bidangnya dalam menangani urusan tertentu.
Ini yang disebut dengan specificself efficacy.
d. Self confidence
Rata-rata yang dicapai orang adalah self confidence ini. Self
confidence
menyangkut sejauh mana seseorang punya keyakinan
terhadap penilaiannya atas kemampuan dan sejauh mana seseorang
bisa merasakan adanya “kepantasan” untuk berhasil. Self confidece
adalah kombinasi dari self esteem dan self efficacy.
Berdasarkan paparan diatas bahwasanya macam-macam rasa percaya
diri terdiri dari, self concept, self esteem, self efficacy dan self confidence.
Kemudian dapat disimpulkan bahwa rasa percaya diri merupakan kondisi
psikologi dan kondisi mental seseorang, dimana setiap individu mampu
mengoreksi atau mengintropeksi dirinya, sehingga dapat memberinya
keyakinan akan kemampuan yang dimilikinya, yang mana kemampuan
tersebut akan mendorong setiap individu dalam melakukan suatu tindakan
untuk mencapai sebuah tujuan hidup yang diinginkannya.
48
3. Karakteristik Percaya Diri
Menurut Lindenfield (1997:4-7) menjelaskan bahwa ada dua jenis
rasa percaya diri, yaitu percaya diri lahir dan percaya diri batin.
a. Percaya diri lahir
Percaya diri lahir adalah percaya diri yang memberi kepada kita
perasaan dan anggapan bahwa kita dalam keadaan baik. Jenis percaya
diri lahir memungkinkan individu untuk tampil dan berperilaku
dengan cara menunjukan kepada dunia luar bahwa kita yakin akan diri
kita.
Lebih lanjut Lindenfield mengemukakan empat ciri utama seseorang
yang memiliki percaya diri batin yang sehat, keempat ciri tersebut
adalah:
1) Cinta diri
Orang yang cinta diri mencintai dan menghargai diri sendiri dan
orang lain. Mereka akan berusaha memenuhi kebutuhan secara
wajar dan selalu menjaga kesehatan diri. Mereka juga ahli dalam
bidang
tertentu
sehingga
kelebihan
yang
dimiliki
bisa
dibanggakan, hal ini yang menyebabkan individu tersebut menjadi
percaya diri.
2) Pemahaman diri
49
Orang yang percaya diri batin sangat sadar diri. Mereka selalu
intropeksi diri agar setiap tindakan yang dilakukan tidak
merugikan orang lain.
3) Tujuan yang positif
Orang yang percaya diri selalu tahu tujuan hidup. Ini disesabkan
karena mereka punya alasan dan pemikiran yang jelas dari
tindakan yang mereka lakukan serta hasil apa yang mereka
dapatkan.
4) Pemikiran yang positif
Orang yang percaya diri biasanya merupakan teman yang
menyenangkan. Salah satu penyebabnya karena mereka terbiasa
melihat kehidupan dari sisi yang cerah dan mereka mengharap
serta mencari pengalaman dan hasil yang bagus.
b. Percaya diri batin
Percaya diri batin membuat inidividu harus bisa memberikan kesan
pada dunia luar bahwa ia yakin akan dirinya sendiri (percaya diri
lahir), melalui pengembangan keterampilan dalam empat bidang
sebagai berikut:
1) Komunikasi
50
Keterampilan
komunikasi
menjadi
dasar
yang
baik
bagi
pembentukan sikap percaya diri. Menghargai pembicaraan orang
lain, berani berbicara di depan umum, tahu kapan harus berganti
topek pembicaraan, dan mahir dalam berdiskusi adalah bagian dari
keterampilan komunikasi yang bisa dilakukan jika individu
tersebut memiliki rasa percaya diri.
2) Ketegasan
Sikap tegas dalam melakukan suatu tindakan juga diperlukan, agar
kita terbiasa untuk menyampaikan aspirasi dan keinginan serta
membela hak kita, dan menghindari terbentuknya perilaku agresif
dan positif dalam diri.
3) Penampilan diri
Seorang individu yang percaya diri selalu memperhatikan
penampilan dirinya, baik dari gaya pakaian, aksesoris dan gaya
hidupnya tanpa terbatas pada keinginan untuk selalu ingin
menyenangkan orang lain.
4) Pengendalian perasaan
Pengendalian perasaan juga diperlukan dalam kehidupan seharihari, dengan mengelola perasaan kita dengan baik akan
membentuk suatu kekuatan besar yang pastinya menguntungkan
individu tersebut.
51
Sikap percaya diri yang dimiliki seorang individu memiliki
beberapa kriteria yang menonjol, Sarastika (2014:55-56) mengemukakan
beberapa ciri-ciri orang yang percaya diri yang bisa diamati baik secara
verbal maupun non-verbal, diantaranya sebagi berikut:
a. Orang yang percaya diri secara verbal biasanya:
1) Membuat pernyataan yang jujur, jelas, singkat, dan langsung pada
masalah.
2) Menggunakan pernyataan “saya”: “saya ingin...” atau “saya
pikir...”
3) Menawarkan saran perbaikan, bukan nasehat atau perintah.
4) Menawarkan
kritik
membangun,
tidak
menyalahkan,
atau
mengharuskan.
5) Mengajukan pertanyaan untuk menemukan pemikiran dan
perasaan orang lain.
6) Menghargai hak orang lain.
7) Mengkomunikasikan sikap saling menghargai pada saat kebutuhan
dari dua orang sedang bertentangan, dan mencari penyeselaian
yang dapat diterima kedua belah pihak.
b. Orang yang percya diri non-verbal biasanya:
1) Melakukan kontak mata yang intens dan pantas.
2) Duduk atau berdiri dengan tegak dan santai.
52
3) Bersikap terbuka dan mendukung komentar mereka.
4) Berbicara dengan tekanan yang jelas, mantap dan tegas.
5) Ekspresi wajah santai, tersenyum ketika merasa senang.
6) Berbicara dengan mantap, teratur menekankan kata-kata kunci.
Dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, biasanya
orang yang percaya diri mudah berbaur dan beradaptasi dibandingkan
yang tidak. Karena mereka memiliki pegangan yang kuat, mampu
mengembangkan motivasi, serta penuh keyakinan terhadap peran yang
dijalaninya. Untuk itu alangkah lebih baiknya agar yakin menerima dan
menghargai diri sendiri secara positif, yakin akan kemampuan diri sendiri,
optimis, tenang, aman, dan tidak perlu dalam menghadapi masalah.
4. Proses Terbentuknya Percaya Diri
Sullivan (dalam bukunya Rahmat, 1991:101) menyatakan bahwa
jika kita diterima oleh orang lain, dihormati dan disegani karena keadaan
diri kita, kita akan cenderung bersifat menghormati dan menerima diri
sendiri, namun jika sebaliknya maka rasa untuk menghargai diri sendiri
akan sangat kecil sekali. Oleh karena itu, sikap percaya diri akan terbentuk
jika kita sudah mampu untuk menghargai diri sendiri.
53
Proses terbentuknya rasa percaya diri menurut Hakim (2002:6)
secara garis besar menyebutkan sebagai berikut :
a. Terbentuknya
kepribadian
yang
baik
sesuai
dengan
proses
perkembangan yang melahirkan kelebihan-kelebihan tertentu.
b. Pemahaman seseorang terhadap kelebihan-kelebihan yang dimilikinya
dan melahirkan keyakinan yang kuat untuk bisa berbuat segala sesuatu
dengan memanfaatkan kelebihan-kelebihannya.
c. Pemahan dan reaksi positif seseorang terhadap kelemahan-kelemahan
yang dimilikinya agar tidak menimbulkan rasa rendah diri atau sulit
menyesuaikan diri.
d. Pengalaman di dalam menjalani berbagai aspek kehidupan dengan
menggunakan segala kelebihan yang ada pada dirinya.
Kekurangan pada salah satu proses tersebut, kemungkinan besar
akan mengakibatkan seseorang mengalami hambatan untuk memperoleh
rasa percaya diri.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa proses
terbentuknya rasa percaya diri akan menimbulkan kepribadian yang baik
yang sesuai dengan proses perkembangannya, pemahaman terhadap
kelebihan-kelebihan serta kelemahan-kelemahan yang dimiliki untuk
dapat menimbulkan reaksi yang positif, dan mengunakan segala kelebihan
yang ada dalam diri individu agar menimbulkan rasa percaya diri, karena
54
rasa percaya diri merupakan sumber kekuatan diri kita untuk dapat bergaul
dengan lingkungan sosial. Orang yang memiliki rasa percaya diri akan
bertindak dengan tegas dan memiliki sikap yang optimis, motivasi hidup
lebih bermakna dan memiliki harga diri yang tinggi.
5. Faktor-faktor Terbentuknya Percaya Diri
Para pakar ahli berkeyakinan bahwa rasa percaya diri diperoleh
bukan dengan cara yang istan, melainkan melalui proses yang berlangsung
sejak dini, dalam kehidupan dengan orang tua. Ada bebrapa faktor yang
menjadi pengaruh dalam pembentukan rasa percaya diri seseorang yaitu:
a. Pola asuh
Faktor pola asuh interaksi di usia dini, merupakan faktor yang amat
mendasar bagi pembentukan rasa percaya diri (Sears, 1992:265). Sikap
orang tua akan diterima oleh anak sesuai dengan persepsinyan pada
saat itu. Orang tua yang menunjukkan kasih sayang, perhatian,
penerimaan, cinta, serta kelekatan emosional yang tulus dengan anak,
akan membangkitkan rasa percaya diri pada anak tersebut, anak akan
merasa bahwa dirinya berharga dan bernilai dimata orang tuanya.
Sehingga meskipun ia melakukan kesalahan dari sikap orang tua anak
melihat bahwa dirinya tetaplah dihargai dan dikasihi. Anak dicintai
dan dihargai bukan tergantung pada prestasi atau perbuatan baiknya,
namun juga eksistensinya. Kemudian dengan itu semua anak tersebut
55
akan tumbuh menjadi individu yang mampu menilai dirinya secara
positif dan mempunyai harapan yang realistik terhadap dirinya, seperti
orang tuanya meletakkan harapan realistik terhadap dirinya.
b. Sekolah
Dalam lingkungan sekolah, guru sebagai panutan utama bagi para
siswa. Perilaku dan kepribadian seorang guru berdampak besar bagi
pemahaman gagasan dalam pikiran siswa tentang diri mereka. Salah
satu segi dalam pendidikan di sekolah, baik secara tertutup atau
terbuka persaingan antar siswa dalam berbagai bidang telah menjadi
bagian yang melekat dalam kehidupan akademik mereka. Setiap
kompetisi pasti ada pihak yang menjadi pemenang dan pihak yang
kalah. Siswa yang kerap menang dalam setiap kompetisi akan mudah
mendapatkan kepercayaan diri dan harga diri.
c. Teman sebaya
Kelompok teman sebaya adalah lingkungan sosial kedua setelah
keluarga. Diaman mereka terbiasa bergaul adan menggunakan
perasaan dan pikiran mereka pada orang lain. Dalam interaksi sosial
yang dilakukan, populer atau tidaknya seseorang individu dalam
kelompok
teman
sebaya
tersebut
pembentukan sikap percaya diri.
d. Pengalaman individu
56
sangat
menetukan
dalam
Setiap individu pasti pernah merasakan pengalaman gagal dan
berhasil. Perasaan gagal akan membentuk gambaran diri yang buruk
dan sangat merugikan perkembangan harga diri individu. Sedangkan
pengalaman keberhasilan tentu menguntungkan perkembangan harga
diri yang akan membentuk gambaran diri yang baik sehingga akan
timbul rasa percaya diri dalam diri individu.
e. Masyarakat
Masyarakat merupakan kesatuan sosial dan dalam kehidupannya
mereka saling bergaul, dan adanya saling bergaul ini tentu adanya
bentuk-bentuk aturan hidup, seperti yang dikatakan Maclver, J. L.
Gillin, dan J.P. Gillin ( dalam bukunya Soelaeman, 1986:26) bahwa
adanya saling bergaul dan interaksi karena mempunyai nilai-nilai,
norma-norma, cara-cara, dan prosedur yang merupakan kebutuhan
bersama. Jadi Sebagai anggota masyarakat, kita harus berperilaku
sesuai dengan norma dan tata nilai yang sudah berlaku. Kelangsungan
berlakunya norma tersebut pada generasi penerus disampaikan melalui
orang tua, teman sekolah, teman sebaya, sehingga norma tersebut
menjadi bagian dari cita-cita individu. Semakin kita mampu memnuhi
norma dan diterima oleh masyarakat, semakin lancar harga diri kita
berkembang. Disamping itu, perlakuan masyarakat pada diri kita juga
berpengaruh pada pembentukan harga diri dan rasa percaya diri.
57
Berdasarkan beberapa faktor diatas, jelas bahwasanya percaya diri
sangat ditentukan oleh lingkungan sosialnya yaitu: orang tua, sekolah,
teman sebaya, pengalaman pribadinya dan masyarakat.
6. Cara Meningkatkan Rasa Percaya Diri
Orang sukses selalu memiliki tips percaya diri dan merasa bahwa
mereka berbuat sesuatu untuk dunia. Mereka memandang sebuah dunia
yang besar dan ingin memainkan peran penting didalamnya. Mereka tetap
bekerja sesuai ketrampilan dan selalu menyadari bahwa keterampilan ini
memberi nilai kepada keterampilan lainnya. mereka sadar bahwa karya
terbaik akan menghasilkan kompensasi
yang terbaik bagi mereka.
Menurut Mahendra (2011:77-78) Maka, perlu meningkatkan percaya diri
dengan cara berikut:
a. Selalu berfikir positif dan jangan berfikir negatif terhadap apa yang
ada pada diri sendiri dan tanamkan keyakinan bahwa kita lebih baik
dari apa yang ada dalam pikiran.
b. Selalu memberi afirmasi positif terhadap diri dengan demikian akan
merangsang conscious (pikiran sadar) dan sub concious min (pikiran
bawah sadar) yang mampu menigkatkan keyakinan dalam melakukan
tindakan
c. Cari dan temukan lingkungan yang dapat membuat self esteem atau
percaya diri berkembang dengan memperbanyak membaca buku-buku
58
positif ataupun buku-buku tentang motivasi dan bergaullah dengan
orang-orang yang positif. Tentukan arah dan tujuan hidupdengan
membuat gol-gol kecil yang akan mengantarkan individu mencapai
sebuah tujuan.
d. Sikapi kegagalan dengan bijaksana, karena tidak penting seberapa
banyak kegagalan, tetapi seberapa sering bangkit dari kegagalan.
Berdasarkan dari beberapa uraian tersebut bahwasaya perlu adanya
peningkatan rasa percaya diri yang dimiliki seseorang, karena denga
menigkatkan rasa percaya diri maka akan mendapatkan rasa percaya diri yang
tinggi sehingga dapat membantu mnuju kesebuah kesuksesan dalam hidup
C. Hubungan Konsep Diri dengan Rasa Percaya Diri
Untuk mencapai sebuah kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh
kemampuan akademis saja, melainkan ada faktor psikologis yakni rasa percya
diri yang tinggi, karena
percaya diri merupakan salah satu kunci untuk
mencapai sebuah kesuksesan dalam hidup. Individu yang mempunyai rasa
percaya diri memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik, ia bisa
menghargai orang lain dan dapat menintropeksi dirinya sendiri.
Rasa percaya diri dimaksudkan untuk dijadikan acuan dalam
menghadapi tantangan yang berhubungan dalam kesuksesan. Untuk menuju
kesuksesan tidak selalu sesuai dengan apa yang kita bayangkan, dalam arti
apa yang kita lakukan belum sesuai dengan harapan. Dalam hal ini diperlukan
59
tingkat rasa percaya diri yang tinggi supaya dapat berfikir secara optimis,
bahwa pada saat-saat tertentu ketika apa yang diharapkan tidak sesuai dengan
keinginan, maka tidak akan merasa kecewa dan putus asa.
Untuk mencapai sebuah kesuksesan dalam situasi yang penuh dengan
tantangan, tergantung pada bagaimana kita menilai, memandang dan
merasakan tantangan itu. Sejauhmana kita merasa bahwa yang kita hadapi
akan terlaksana dengan baik atau yang disebut konsep diri. Keyakinan
seseorang terhadap kemampuan yang dimilkikinya akan menghantarkan
individu kedalam sebuah keberhasilan yang ingin dicapainya. Cara
memandang diri seseorang berbeda-beda ada yang positif dan ada yang
negatif.
Konsep diri yang diharapkan adalah yang positif, karena konsep diri
positif akan membentuk rasa percaya diri yang tinggi pada diri individu.
Sehingga dapat mengarah kepada kerendahan hati dan kedermawanan serta
sikap positif, optimis yang berkaitan dengan kesuksesan yang ingin dicapai.
Seseorang yang mempunyai rasa percaya diri dalam berinteraksi akan
menerima, menghormati, menyayangi, menghargai orang lain dan sebaliknya
ia juga akan bersikap sama pada dirinya, yakni menghargai semua yang
terdapat pada dirinya. Dalam hal ini, seseorang tersebut telah memiliki konsep
diri yang positif, dikarenakan bisa menghargai orang lain dan menghargai
dirinya sendiri.
60
Konsep diri dan rasa percaya diri merupakan salah satu faktor
psikologis dari individu yang berhubungan erat dalam kehidupan seseorang
baik
dalam
kepribadiannya
keberhasilan atau
secara
umum.
kesuksesan
Sarastika
hidup,
cita-cita
mengemukakan
maupun
(2014:51)
bahwasanya dia mencantumkan konsep diri itu dalam bebrapa macam rasa
percaya diri. Jadi rasa percaya diri jika didukung dengan konsep diri yang
positif, dapat dijadikan sebuah landasan untuk mencapai kesuksesan. Karena
itu, untuk mencapai sebuah kesuksesan harus ada langkah-langkah yang bisa
dimulai dari kesadaran diri, berempati, menghargai, mengubah cara pandang
dan berusaha semaksimal mungkin tanpa ada kata putus asa.
61
BAB III
LAPORAN HASIL PENELITIAN
A. Gambaran Umum STAIN Salatiga
1. Identitas Perguruan tinggi
Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 11
Tahun 1997, maka secara yuridis mulai tanggal 21 Maret 1997 Fakultas
Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Walisongo Salatiga beralih
status menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Salatiga.
Sesuai dengan keputusan ini, STAIN Salatiga tetap didudukkan sebagai
perguruan tinggi dibawah naungan Departemen Agama Republik
Indonesia yang menyelenggarakan akademik dan atau profesional dalam
disiplin ilmu pengetahuan agama Islam. Sebagai salah satu bentuk satuan
pendidikan tinggi, STAIN Salatiga masih tetap pula memiliki kedudukan
dan fungsi yang sama dengan institut maupun universitas negeri lainnya.
2. Sejarah Singkat Berdirinya
Pendirian lembaga ini, bermula dari cita-cita masyarakat Islam
Salatiga
untuk memiliki Perguruan Tinggi Islam. Oleh karena itu
didirikanlah Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Institut Keguruan dan Ilmu
Pendidikan (IKIP) “Nahdlatul Ulama” di Salatiga. Lembaga ini
menempati gedung milik yayasan “Pesantren Luhur” yang berlokasi di
62
Jalan Diponegoro nomor 64 Salatiga. Lembaga ini didirikan oleh berbagai
pihak, khususnya para ulama dan pengurus Nahdlatul Ulama Jawa
Tengah.
Dalam rentang waktu kurang dari setahun, lembaga ini diubah dari
yang semula FIP IKIP, menjadi Fakultas Tarbiyah. Maksud dari
perubahan tersebut adalah agar lembaga ini dapat dinenerikan bersamaan
dengan persiapan berdirinya IAIN Walisongo Jawa Tengah di Semarang.
Dalam perkembangannya seiring dengan berjalannya waktu,
berdasarkan pada surat Menteri Agama c.q. Direktorat Pembinaan
Perguruan Tinggi Islam Nomor Dd/PTA/3/1364/64 tanggal 13 November
1964. Pembinaan dan pengawasan fakultas Tarbiyah Salatiga diserahkan
IAIN Walisongo. Fakultas Tarbiyah Salatiga mendapat status negeri dan
menjadi cabang Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo. Padda tanggal 21
Maret 1997 Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Salatiga beralih status
menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Salatiga. Hal ini
sesuai dengan Keputusan Presiden republik Indonesia Nomor 11 Tahun
1997.
3. Letak Geografis
Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Salatiga berlokasi di
Salatiga, Jawa Tengah. Lembaga ini merupakan satu-satunya perguruan
tinggi yang ada di Salatiga. Perguruan tinggi ini mempunyai dua lokasi
63
yang cukup strategis, yaitu kampus I berlokasi di Jalan Tentara Pelajar
Nomor 2 Salatiga, Jawa Tengah. Letak STAIN Salatiga sangat strategis
yaitu terletak disebelah barat alun-alun, Polres dan Kantor Pemda
Salatiga. Disamping dekat dengan sentral pemerintahan, STAIN Salatiga
juga dekat dengan lapangan olahraga dan rumah sakit umum, disamping
itu mudah dijangkau karena dekat dengan jalan raya Solo Semarang, dan
kampus II yang terletak dekat dengan sekolah internasional. Kampus II ini
berada ditengah-tengah kota Salatiga Barat yaitu di Kembangarum
Salatiga. Kampus II ini juga mudah diangkau karena angkota No. 9
sampai di depan kampus.
4. Asas, Fungsi, dan Tujuan
Dalam menyusun dan mengembangkan program, STAIN Salatiga
berdasarkan Pancasila dan dasar operasionalnya adalah:
a. Undang-undang Dasar 1945.
b. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional.
c. Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1990 tentang Pendidikan
Tinggi.
d. Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 1997 tentang Pendirian STAIN.
e. Status Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Salatiga.
f. Peraturan-peraturan lain yang terkait.
64
Keberadaan STAIN Salatiga mempunyai fungsi:
a. Merumuskan kebijaksanaan dan perencanaan program.
b. Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran ilmu pengetahuan
agama Islam dan teknologi serta seni yang bernafaskan Islam.
c. Melaksanakan penelitian dalam rangka pengembangan ilmu-ilmu
keislaman dan teknologi serta seni yang bernafaskan Islam.
d. Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat.
e. Melaksanakan pembinaan kemahasiswaan.
f. Melaksanakan kegiatan civitas akademika dan hubungan dengan
lingkungan.
g. Melaksanakan kerja dengan Perguruan Tinggi dan/atau dengan
lembaga-lembaga lain.
h. Melaksanakan pengendalian dan pengawasan masyarakat.
i. Melaksanakan penilaian prestasi dan proses penyelenggaraan kegiatan
serta penyusunan laporan.
Adapun tujuan penyelenggaraan pendidikan STAIN Salatiga adalah:
a. Menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki
kemampuan akademik dan/atau professional yang dapat menerapkan,
mengembangkan, dan/atau menciptakan ilmu-ilmu keislaman dan
teknologi serta seni yang bernafaskan Islam.
65
b. Mengembangkan
dan
menyebarkan
ilmu-ilmu
keislaman
dan
teknologi serta seni yang bernafaskan Islam, dan mengupayakan
penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan
memperkaya kebudayaan nasional.
5. Visi dan Misi STAIN Salatiga
Visi lembaga sebagai berikut: “Menjadi perguruan tinggi yang
berkualitas dalam mewujudkan keseimbangan kecerdasan intelektual,
kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual”.
Dengan visi tersebut maka misi yang diemban lembaga sebagai
berrikut:
a. Mengantarkan mahasiswa memiliki kemantapan aqidah, kedalaman
spiritual, keluhuran akhlak, dan keluasan ilmu pengetahuan.
b. Memberikan layanan civitas akademika dan masyarakat dalam
menggali ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
c. Mengembangkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada
masyarakat melalui kinerja internal dan eksternal.
d. Mengembangkan college based manajementdengan melibatkan stake
holder dan masyarakat.
e. Mewujudkan tempat rujukan dalam keteladanan nilai-nilai Islam dan
budaya bangsa.
6. Program Pendidikan
66
Peralihan konstitusional alih status dari Fakultas Tarbiyah IAIN
Walisongo di Salatiga menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri
(STAIN) Salatiga memberi peluang untuk mengembangkan lembaga
sesuai peraturan yang berlaku. Bahkan bukan hanya program Sarjana
Strata (S1) yang boleh dikembangkan, tetapi diberi peluang pula untuk
membuka program Pascasarjana S2 dan S3. Program pendidikan yang
diselenggarakan oleh STAIN Salatiga pada tahun akademik 2014/2015
meliputi:
a. Jurusan Tarbiyah
Jurusan Tarbiyah berfungsi untuk menyelenggaraan pendidikan
akademik dan profesional. Tujuannya adalah untuk membentuk
Sarjana Pendidikan Islam, yang memiliki keahlian dalam pendidikan
dan pengajaran Islam dengan keahlian khusus dalam bidang studi
pendidikan agama Islam, bahasa Arab, bahasa Inggris, dan guru
Madrasah Ibtidaiyah serta kewenangan menjadi guru atau mengajar
dalam bidang studinya. Adapun gelar sarjana yang diterimanya untuk
alumni Strata Satu adalah S. Pd. I atau sesuai peraturan yang berlaku.
Jurusan Tarbiyah memiliki lima program studi yaitu:
1) Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI)
Jumlah mahasisiwa Program Studi Pendidikan Agama Islam dari
angkatan 2010 – 2014 mencapai 1368 mahasiswa
67
a) Visi Program Studi PAI
Menjadi agen pencetak guru Pendidikan Agama Islam pada
jenjang pendidikan dasar dan menengah yang menjunjung
tinggi nilai-nilai profesionalitas, intelektualitas dan spiritualitas
b) Misi Program Studi PAI
(1) Menyelenggarakan proses pembelajaran yang berkualitas.
(2) Mengembangkan budaya akademik dan budaya kerja yang
islami.
(3) Menjalin kerjasama dengan pihak terkait.
(4) Menyelenggarakan system administrasi akademik yang
tertib.
(5) Memberikan landasan moral yang kuat dalam
penembanganilmu kependidikan islam sehingga tercipta
integrasi iptek dan imtaq.
(6) Melakukan kajian kritis terhadap fenomena kependidikan
dalam pengembangan teori-teori kependidikan Islam.
c) Tujuan
(1) Menyiapkan lulusan menjadi anggota masyarakat yang
memiliki kedalaman spiritual dan akademik / professional
yang dapat menerapkan serta mengembangkan dan atau
menciptakan ilmu pengetahuan agama islam.
68
(2) Mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan
agama islam serta mengupayakan penggunaannya untuk
meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan
memperkaya khasanah kebudayaan nasional.
(3) Menghasilkan sarjana muslim yang mampu menjadi guru
agama islam yang professional, intelektual dan spiritual
pada jenjang pendidikan menengah
2) Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA)
3) Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI)
4) Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)
5) Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Raudhatul Atfal
(PGRA)
6) Program Ekstensi (Transfer)
b. Jurusan Syari’ah
Jurusan Syari’ah berfungsi untuk menyelenggarakan pendidikan
akademik dan profesional, yang bertujuan untuk membentuk Sarjana
Hukum Islam, yang memiliki keahlian dalam bidang hukum Islam
maupun hukum positif dengan keahlian khusus dalam bidang ahwal
al-syakhshiyyah (peradilan agama) dan Muamalah (ekonomi islam).
Gelar kesarjanaan yang diperolahnya adalah S. HI.
69
Program
D
III
dengan
konsentrasi
Perbankan
Islam
menyelenggarakan pendidikan profesional bertujuan membentuk ahli
madya yang memiliki keahlian dalam bidang manajemen dan
akuntansi keuangan baik di lembaga keuangan maupun perbankan.
Gelar Sarjana yang diperolehnya adalah A. Md.
Jurusan Syari’ah memiliki enam program studi yaitu:
1) Program Studi S-1, Program Studi Al-Ahwal Al-Syakhshiyyah
(Peradilan Agama)
2) Program Studi S-1 Perbankan Syari’ah
3) Program Studi S-1 Sejarah Kebudayaan Islam
4) Program Studi S-1 Hukum Ekonomi Syari’ah
5) Program Studi S-1 Komunikasi dan Penyiaran Islam
6) Program Studi S-1 Al-Qur’an dan Ilmu Tafsir
c. Program Khusus Kelas Internasional (KKI)
1) Dalam rangka internasionalisasi lembaga, STAIN Salatiga
menyelenggarakan Program Khusus Kelas Internasional dengan
menggunakan bahasa asing (Arab dan Inggris) sebagai bahasa
pengantar pembelajaran.
2) Pelaksanaan Program Khusus Kelas Internasional diatur dalam
pedoman tersendiri.
d. Program Pascasarjana
70
1) Program Pascasarjana STAIN Salatiga dibuka berdasarkan Surat
Keputsan Dirjen Pendidikan Islam No. Dj. 1/818/2010 tanggal 22
November 2010 tentang Izin Penyelenggaraan Program Strata Dua
Pendidikan Agama Islam pada STAIN Salatiga.
2) Penyelenggaraan Program Pascasarjana diatur dalam pedoman
tersendiri.
7. Organisasi STAIN Salatiga
Organisasi STAIN Salatiga terdiri dari:
a. Unsur Pimpinan, yaitu: Ketua, Pembantu Ketua, dan Kabag
Administrasi.
b. Senat STAIN Salatiga.
c. Unsur Pelaksana Akademik, yaitu: Jurusan dan Program Studi, Pusat
Penelitian dan Pengabdian
kepada Masyarakat, Unit Pelayanan
Bahasa, Unit Pengembangan Sumber Belajar, Unit Pengembangan
Mutu Akademik, Pusat Ilmiah dan Penerbitan, Pusat Sistem Informasi
Manajemen, Pusat Pengembangan Praktikum, dan Kelompok Dosen.
d. Unsur Pelaksanaan Administratif, yaitu: Bagian Administrasi, Sub
Bagian Akademik dan Kemahasiswaan, Sub Bagian Kepegawaian,
Sub Bagian Keuangan, dan Sub Bagian Umum.
e. Unsur Penunjang, yaitu: Unit Pelaksanaan Teknis Perpustakaan,
Komputer, dan Laboratorium.
71
f. Unsur Badan Non-Struktural, yaitu: Yayasan Kerjasama Alumni,
Orang Tua, dan Mahasiswa (YAKAOMI), Senat Mahasiswa (SEMA),
Dewan Mahasiswa (DEMA), dan Himpunan Mahasiswa Jurusan
(HMJ), serta Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).
8. Sarana dan Pra-sarana
Srana dan prasarana yang dimaksud adalah semua sarana dan
prasarana yang dimiliki dan dipergunakan dalam rangka pelaksanaan
belajar mengajar. Dalam proses belajar dikampus, sarana dan prasarana
merupakan faktor yang sangat menunjang dan merupakan syarat
keberhasilan dalam proses belajar mengajar. Tanpa sarana yang memadai,
proses belajar mengajar tidak akan berlangsung dengan baik, akan tetapi
apabila sarana prasaran dalam suatu lembaga pendidikan sangat memadai
maka prosesbelajar mengajar akan berjalan dengn lancar dan maksimal.
Sarana dan pra-sarana yang dimiliki STAIN Salatiga
a. Gedung perkuliahan
b. Gedung perpustakaan
c. Gedung perkantoran
d. Gedung serba guna (Auditorium)
e. Gedung laboratorium
f. Gedung kegiatan Mahasiswa
g. Gedung P3M (gedung penelitian)
72
h. Ruang gudang, dapur
i. Garasi mobil
j. Mobil dinas
k. Ma’had Putra dan Putri
l. Klinik konsultasi
m. Mebel air
n. Hospot area
o. Poliklinik
p. Tepat ibadah dan lain-lain
9. Stuktur organisasi
73
B. Penyajian Data
Setelah melakukan penelitian melalui penyebaran angket, pengumpulan
data melalui observasi di lapangan, terlebih dahulu disajikan bentuk data guna
memperlancar langkah suatu penelitian.
Untuk memperoleh data tentang konsep diri dan rasa percaya diri
mahasisiwa STAIN Salatiga Program Studi Pendidiksn Agama Islam tahun
akademik 2014/2015 menggunakan angket,dengan 14 pertanyaan tentang
konsep diri mahasiswa dan 12 pernyataan tentang rasa percaya diri
mahasisiwa. Dengan pilihan jawaban a, b, c dan ya, tidak pasti dan tidak
kepada mahasisiwa STAIN Salatiga Program Studi Pendidikan Agama Islam
tahun akademik 2014/2015 pada mahasiswa angkatan 2012.
Berikut ini penulis lampirkan data responden dari hasil penelitian di
STAIN Salatiga.
1. Daftar Nama Responden
Daftar nama-nama Mahasiswa STAIN Salatiga yang telah mengisi
angket dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Tabel 1
Daftar Nama Responden
No.
1
2
3
4
Nama Responden
LLH
WNF
TH
Ltf
74
Jenis Kelamin
P
L
L
P
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
MDN
ANR
DWUK
SHS
NJ
FLF
NR
RSW
SS
AM
MSL
Md
NAC
HM
Tr
EDJ
AK
Nf
Isw
SNH
Nsr
SM
TA
PRA
Wrd
WA
KAL
IN
NPZ
NW
SK
Eyn
NH
NL
DINO
IAA
L
P
P
P
P
P
P
P
P
L
L
L
P
P
L
P
P
L
L
P
L
P
L
P
P
L
L
P
P
P
P
P
P
P
P
L
75
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
L
L
P
L
L
L
L
P
P
P
L
P
L
L
P
P
P
P
P
P
L
L
P
L
P
L
L
P
L
70
Rdw
NS
RDH
Hlm
BS
AD
Tpk
AP
SAR
LA
MF
LK
Dyt
RRI
PR
SM
MK
NA
FNC
KL
AB K
AMR
PNU
Tfq
Ftn
SIL
MSW
SK
MR
AM
71
RFL
P
72
NR
P
73
MLA
L
74
Amd
L
P
76
Srf
75
L
2. Hasil jawaban Angket
Pada penelitian ini penulis mengambil dua variabel yang diurai
dalam item pertanyaan dan pernyataan dalam angket sebagaimana
terlampir, hasil jawaban atas opsi pertanyaan dan pernyataan tersebut
adalah sebagai berikut:
a. Konsep Diri Mahasiswa
Data hasil jawaban angket tentang konsep diri mahasiswa
dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2
Skor Jawaban Per Item Angket Konsep Diri Mahasiswa
No.
Resp
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
1
3
3
3
3
3
3
2
3
3
3
3
3
3
3
2
2
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
4
2
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
1
3
2
5
3
2
2
3
3
3
2
3
3
3
3
3
2
2
6
3
2
1
3
3
2
2
3
3
2
1
1
2
2
77
Nomor Soal
7 8 9
3 2 1
2 2 3
2 3 2
2 3 3
3 3 3
2 2 3
2 3 3
3 3 3
1 3 3
2 3 3
1 3 3
1 2 3
3 3 3
2 2 3
10 11
2 1
2 3
1 3
3 3
3 2
2 3
3 3
3 3
3 3
2 3
3 3
2 3
2 3
3 1
12
3
2
2
2
2
3
2
3
2
2
2
2
2
2
13
3
3
3
3
2
2
3
3
3
2
3
2
2
3
14
3
2
3
3
2
3
3
3
3
1
1
3
3
1
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
2
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
2
2
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
2
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
2
2
3
3
1
3
3
3
3
3
3
3
3
2
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
2
3
3
2
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
2
3
3
2
3
3
2
2
3
3
3
3
3
2
2
3
3
3
2
3
2
3
1
1
3
3
2
3
3
3
2
2
3
2
3
3
1
3
3
2
3
2
2
3
2
2
1
3
2
78
2
2
3
3
3
2
2
2
3
2
2
3
2
1
2
3
3
2
2
1
1
2
3
1
3
3
2
3
2
2
2
2
2
1
1
2
2
3
3
3
3
3
3
2
3
3
3
3
3
3
3
2
3
3
3
3
3
3
3
2
3
3
3
3
3
2
3
3
3
2
3
2
3
1
3
3
3
1
3
1
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
2
3
3
3
3
3
3
1
3
3
3
2
3
3
3
3
3
3
3
3
3
2
3
3
2
3
3
3
2
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
1
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
1
3
2
2
3
3
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
3
3
2
2
2
2
2
2
1
2
2
3
3
2
2
2
2
2
3
2
2
3
2
3
3
3
3
2
2
2
2
2
2
2
2
2
3
3
2
3
2
2
3
3
2
3
3
2
3
3
2
3
3
3
3
2
3
3
2
3
3
3
1
3
1
3
1
3
1
1
3
1
1
3
1
1
1
1
1
3
1
3
3
1
3
2
1
3
3
3
3
3
1
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
2
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
2
3
3
3
3
3
3
2
3
2
2
3
3
3
3
3
3
2
2
3
3
3
2
3
2
3
2
3
2
3
2
2
3
3
2
2
3
3
3
1
3
3
2
2
2
2
2
3
2
3
3
2
3
2
2
2
3
3
2
1
3
3
2
3
2
1
1
2
1
1
2
1
3
1
2
1
2
2
2
2
2
2
2
2
2
3
2
3
2
3
3
3
3
2
3
3
3
2
3
2
3
3
3
3
3
2
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
1
3
1
3
3
3
3
3
1
1
3
3
2
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
1
1
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
2
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
2
3
3
3
3
3
3
3
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
3
2
2
2
2
3
3
3
3
3
3
2
3
3
3
3
2
3
2
3
2
2
2
3
2
2
2
3
2
3
2
3
3
3
1
3
3
3
3
3
3
3
2
1
3
1
1
1
1
3
3
3
1
3
1
1
Tabel 3
Jawaban Angket Konsep Diri Mahasiswa
No.
1
2
3
4
Nama Responden
LLH
WNF
TH
Ltf
79
Jawaban Soal
A
B
C
8
4
2
7
7
0
8
4
2
12
2
0
Jumlah
14
14
14
14
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
MDN
ANR
DWUK
SHS
NJ
FLF
NR
RSW
SS
AM
MSL
Md
NAC
HM
Tr
EDJ
AK
Nf
Isw
SNH
Nsr
SM
TA
PRA
Wrd
WA
KAL
IN
NPZ
NW
SK
Eyn
NH
NL
DINO
IAA
Rdw
NS
10
9
9
14
12
8
10
7
9
6
10
7
14
14
13
7
10
5
12
7
8
10
10
10
10
11
14
9
8
10
10
10
11
7
13
12
9
14
80
4
5
5
0
1
5
2
4
5
6
4
5
0
0
1
5
4
6
2
4
5
3
3
3
3
2
0
4
5
2
3
2
3
3
1
1
4
0
0
0
0
0
1
1
2
3
0
2
0
2
0
0
0
2
0
3
0
3
1
1
1
1
1
1
0
1
1
2
1
2
0
4
0
1
1
0
14
14
14
14
14
14
14
14
14
14
14
14
14
14
14
14
14
14
14
14
14
14
14
14
14
14
14
14
14
14
14
14
14
14
14
14
14
14
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
10
11
14
9
10
9
10
9
11
11
8
9
12
11
12
11
12
12
8
6
9
10
9
8
9
0
9
4
3
0
1
2
4
2
4
3
3
5
4
2
3
2
2
1
1
5
5
3
3
3
5
3
4
4
0
0
0
4
2
1
2
1
0
0
1
1
0
0
0
1
1
1
1
3
2
1
2
1
2
8
1
14
14
14
14
14
14
14
14
14
14
14
14
14
14
14
14
14
14
14
14
14
14
14
14
14
14
14
70
RDH
Hlm
BS
AD
Tpk
AP
SAR
LA
MF
LK
Dyt
RRI
PR
SM
MK
NA
FNC
KL
AB K
AMR
PNU
Tfq
Ftn
SIL
MSW
SK
MR
AM
9
4
1
14
71
RFL
10
3
1
14
72
NR
9
4
1
14
73
MLA
10
4
0
14
74
Amd
7
6
1
14
75
Srf
9
4
1
14
81
b. Rasa Percaya Diri Mahasiswa
Data hasil jawaban angket tentang rasa percaya diri mahasiswa
dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4
Skor Jawaban Per Item Angket Rasa Percaya Diri Mahasiswa
No.
Resp
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
1
1,5
2,5
2,5
3,5
2,5
1,5
2,5
1,5
2,5
1,5
2,5
1,5
1,5
2,5
1,5
2,5
2,5
2,5
2,5
1,5
1,5
1,5
2,5
1,5
1,5
2
2,5
2,5
2,5
2,5
2,5
2,5
2,5
1,5
2,5
1,5
3,5
1,5
1,5
2,5
1,5
2,5
2,5
3,5
2,5
1,5
3,5
1,5
2,5
1,5
1,5
3
3,5
3,5
2,5
3,5
2,5
2,5
2,5
1,5
2,5
2,5
2,5
1,5
2,5
3,5
1,5
2,5
3,5
3,5
3,5
2,5
3,5
2,5
3,5
1,5
2,5
4
3,5
3,5
1,5
3,5
1,5
3,5
3,5
2,5
2,5
3,5
3,5
3,5
3,5
2,5
3,5
3,5
3,5
3,5
3,5
3,5
3,5
3,5
3,5
2,5
3,5
5
3,5
3,5
3,5
1,5
3,5
2,5
3,5
1,5
2,5
3,5
3,5
2,5
3,5
1,5
3,5
3,5
3,5
3,5
3,5
2,5
3,5
3,5
3,5
3,5
3,5
Nomor Soal
6
7
8
2,5 3,5 3,5
2,5 2,5 3,5
2,5 2,5 1,5
2,5 2,5 3,5
2,5 2,5 2,5
2,5 1,5 2,5
3,5 2,5 3,5
1,5 1,5 1,5
2,5 2,5 2,5
3,5 3,5 3,5
2,5 2,5 2,5
1,5 1,5 2,5
1,5 1,5 2,5
2,5 3,5 2,5
1,5 1,5 1,5
2,5 2,5 2,5
3,5 2,5 2,5
3,5 2,5 2,5
2,5 2,5 2,5
2,5 2,5 3,5
3,5 3,5 3,5
2,5 2,5 2,5
2,5 3,5 3,5
1,5 1,5 2,5
1,5 1,5 1,5
82
9
3,5
2,5
1,5
2,5
2,5
1,5
2,5
1,5
2,5
3,5
3,5
1,5
1,5
3,5
1,5
1,5
2,5
2,5
2,5
2,5
1,5
1,5
1,5
2,5
1,5
10
2,5
3,5
1,5
2,5
2,5
2,5
2,5
1,5
2,5
3,5
3,5
2,5
1,5
2,5
1,5
1,5
2,5
2,5
2,5
2,5
1,5
3,5
1,5
1,5
1,5
11
3,5
2,5
2,5
3,5
3,5
3,5
3,5
1,5
2,5
3,5
3,5
3,5
3,5
2,5
3,5
3,5
3,5
3,5
3,5
3,5
3,5
3,5
3,5
2,5
3,5
12
2,5
2,5
2,5
2,5
2,5
2,5
2,5
1,5
2,5
3,5
2,5
1,5
2,5
3,5
1,5
2,5
3,5
3,5
2,5
2,5
1,5
2,5
2,5
1,5
1,5
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
1,5
1,5
1,5
2,5
2,5
2,5
2,5
2,5
2,5
2,5
1,5
1,5
1,5
2,5
2,5
2,5
3,5
2,5
2,5
2,5
1,5
3,5
1,5
2,5
1,5
1,5
2,5
2,5
2,5
1,5
2,5
3,5
1,5
2,5
2,5
2,5
2,5
2,5
1,5
2,5
2,5
2,5
1,5
2,5
1,5
2,5
1,5
1,5
1,5
1,5
1,5
2,5
3,5
2,5
2,5
2,5
1,5
3,5
1,5
1,5
2,5
1,5
3,5
2,5
2,5
1,5
2,5
1,5
1,5
1,5
1,5
2,5
3,5
3,5
2,5
2,5
3,5
3,5
3,5
2,5
2,5
3,5
2,5
2,5
3,5
2,5
2,5
2,5
2,5
3,5
2,5
2,5
2,5
2,5
1,5
3,5
2,5
1,5
3,5
2,5
2,5
2,5
2,5
2,5
2,5
3,5
2,5
2,5
3,5
3,5
1,5
3,5
3,5
3,5
3,5
3,5
3,5
3,5
3,5
3,5
1,5
3,5
3,5
3,5
3,5
3,5
3,5
3,5
3,5
3,5
3,5
3,5
3,5
2,5
2,5
3,5
3,5
3,5
3,5
3,5
3,5
3,5
2,5
2,5
3,5
3,5
3,5
3,5
2,5
2,5
3,5
3,5
3,5
3,5
2,5
2,5
2,5
2,5
3,5
3,5
3,5
3,5
3,5
2,5
3,5
3,5
3,5
3,5
2,5
3,5
3,5
2,5
3,5
3,5
3,5
3,5
3,5
3,5
3,5
2,5
83
2,5
2,5
2,5
2,5
3,5
3,5
3,5
2,5
3,5
2,5
1,5
2,5
2,5
2,5
2,5
2,5
3,5
2,5
2,5
2,5
1,5
3,5
1,5
3,5
2,5
2,5
3,5
2,5
2,5
1,5
3,5
3,5
1,5
2,5
2,5
2,5
2,5
2,5
1,5
2,5
2,5
2,5
1,5
3,5
2,5
2,5
1,5
2,5
2,5
2,5
2,5
2,5
3,5
2,5
2,5
2,5
1,5
3,5
1,5
3,5
1,5
2,5
2,5
2,5
2,5
2,5
2,5
2,5
1,5
1,5
1,5
2,5
3,5
3,5
2,5
3,5
3,5
3,5
3,5
2,5
3,5
2,5
2,5
2,5
2,5
3,5
3,5
3,5
2,5
1,5
3,5
3,5
2,5
3,5
3,5
3,5
2,5
3,5
3,5
2,5
3,5
2,5
3,5
3,5
1,5
3,5
2,5
2,5
2,5
2,5
2,5
1,5
3,5
3,5
2,5
3,5
2,5
1,5
2,5
2,5
1,5
2,5
3,5
3,5
2,5
2,5
3,5
3,5
1,5
3,5
3,5
3,5
2,5
2,5
3,5
2,5
3,5
2,5
2,5
2,5
1,5
3,5
2,5
2,5
2,5
2,5
2,5
2,5
2,5
2,5
2,5
3,5
3,5
1,5
2,5
2,5
2,5
2,5
2,5
2,5
2,5
2,5
2,5
2,5
2,5
3,5
3,5
2,5
2,5
2,5
2,5
2,5
3,5
2,5
1,5
2,5
1,5
3,5
1,5
2,5
3,5
3,5
3,5
3,5
3,5
3,5
3,5
3,5
3,5
3,5
3,5
3,5
3,5
3,5
3,5
3,5
3,5
3,5
1,5
1,5
3,5
3,5
3,5
3,5
3,5
3,5
3,5
3,5
3,5
3,5
3,5
3,5
3,5
3,5
3,5
2,5
1,5
1,5
1,5
2,5
2,5
2,5
2,5
2,5
2,5
2,5
1,5
2,5
2,5
2,5
1,5
2,5
2,5
2,5
2,5
2,5
2,5
3,5
1,5
3,5
2,5
2,5
3,5
2,5
2,5
2,5
2,5
2,5
1,5
2,5
2,5
2,5
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
2,5
1,5
1,5
1,5
2,5
2,5
2,5
1,5
1,5
1,5
2,5
2,5
1,5
3,5
2,5
1,5
1,5
1,5
2,5
2,5
3,5
1,5
1,5
1,5
2,5
3,5
1,5
3,5
2,5
2,5
1,5
3,5
2,5
2,5
3,5
2,5
2,5
1,5
2,5
2,5
1,5
3,5
3,5
3,5
2,5
3,5
2,5
3,5
3,5
3,5
3,5
2,5
3,5
2,5
2,5
3,5
2,5
3,5
3,5
3,5
1,5
2,5
3,5
3,5
3,5
2,5
3,5
3,5
3,5
2,5
2,5
2,5
2,5
2,5
2,5
2,5
2,5
2,5
2,5
2,5
2,5
3,5
1,5
2,5
2,5
1,5
2,5
3,5
2,5
2,5
3,5
1,5
1,5
2,5
3,5
2,5
1,5
2,5
2,5
3,5
1,5
3,5
2,5
3,5
3,5
1,5
3,5
2,5
3,5
2,5
2,5
3,5
2,5
2,5
2,5
2,5
3,5
2,5
3,5
1,5
3,5
2,5
2,5
3,5
2,5
3,5
2,5
2,5
2,5
2,5
3,5
2,5
2,5
1,5
3,5
2,5
2,5
2,5
2,5
3,5
2,5
3,5
2,5
3,5
2,5
3,5
3,5
3,5
3,5
2,5
3,5
3,5
3,5
3,5
2,5
2,5
2,5
2,5
2,5
2,5
2,5
1,5
2,5
2,5
2,5
3,5
1,5
3,5
Tabel 5
Jawaban Angket Rasa Percaya Diri Mahasisiwa
No.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
Nama Responden
LLH
WNF
TH
Ltf
MDN
ANR
DWUK
SHS
NJ
FLF
NR
RSW
SS
AM
MSL
Md
84
Jawaban Pernyataan
Jumlah
Ya Tidak Pasti Tidak
1
4
7
12
0
7
5
12
4
7
1
12
1
6
5
12
1
9
2
12
3
7
2
12
0
7
5
12
11
1
0
12
0
12
0
12
2
1
9
12
0
6
6
12
7
3
2
12
6
3
3
12
1
7
4
12
9
0
3
12
2
7
3
12
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
NAC
HM
Tr
EDJ
AK
Nf
Isw
SNH
Nsr
SM
TA
PRA
Wrd
WA
KAL
IN
NPZ
NW
SK
Eyn
NH
NL
DINO
IAA
Rdw
NS
RDH
Hlm
BS
AD
Tpk
AP
SAR
LA
MF
LK
Dyt
RRI
0
0
0
2
3
3
2
7
8
2
2
5
1
0
0
2
0
1
2
5
2
4
1
2
0
0
1
1
1
5
0
6
1
2
3
0
0
0
85
6
5
8
7
1
5
4
4
1
5
5
5
7
6
6
4
6
5
6
5
8
6
8
5
7
5
7
7
8
4
1
0
2
8
6
4
10
6
6
7
4
3
8
4
6
1
3
5
5
2
4
6
6
6
6
6
4
2
2
2
3
5
5
7
4
4
3
3
11
6
9
2
3
8
2
6
12
12
12
12
12
12
12
12
12
12
12
12
12
12
12
12
12
12
12
12
12
12
12
12
12
12
12
12
12
12
12
12
12
12
12
12
12
12
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
3
1
1
8
2
3
0
0
3
4
2
1
0
8
7
6
6
5
1
3
7
12
11
5
7
4
9
9
5
2
3
5
6
3
7
2
0
1
4
1
6
2
3
1
3
12
12
12
12
12
12
12
12
12
12
12
12
12
12
12
70
PR
SM
MK
NA
FNC
KL
AB K
AMR
PNU
Tfq
Ftn
SIL
MSW
SK
MR
AM
3
3
6
12
71
RFL
3
9
0
12
72
NR
0
7
5
12
73
MLA
0
6
6
12
74
Amd
6
4
2
12
75
Srf
0
3
9
12
86
BAB IV
ANALISIS DATA
Setelah data terkumpul, maka langkah selanjutnya penulis menganalisis data
tersebut. Hal ini dimaksudkan untuk memperoleh jawaban-jawaban dari pokok
permasalahan sebagaimana yang termuat pada bab-bab sebelumnya. Untuk
memudahkan dalam menganalisis, maka ada tahap-tahap untuk menganalisis data
tersebut agar berjalan dengan benar sesuai dengan data yang diteliti. Adapun tahaptahap tersebut adalah sebagai berikut:
A. Analisis Pertama
Setelah melakukan penggalian data, maka selanjutnya akan melakukan
analisis data dari tiap variabel. Adapun analisisnya adalah sebagai berikut:
1. Analisis Konsep Diri Mahasiswa
Untuk mengetahui jawaban-jawaban dari pertanyaan dalam angket
yang terdiri dari 14 soal yang masing-masing ada alternatif jawaban dengan
bobot sebagai berikut:
a. Alternatif jawaban A, memiliki bobot skor 3
b. Alternatif jawaban B, memiliki bobot skor 2
c. Alternatif jawaban C, memiliki bobot skor 1
87
Dalam mencari nominal yang didasarkan pada jumlah bobot nilai yang
diperoleh dari hasil angket untuk konsep diri mahasiswa. Nilai yang
diperoleh kemudian diklasifikasikan untuk mengkriteriakan konsep diri
mahasiswa STAIN Salatiga Program Studi Pendidikan Agama Islam.
Tabel 6
Hasil Skor Angket Konsep Diri Mahasiswa
No.
Resp
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
Alternatif Jawaban
Item
A
B
C
8
4
2
7
7
0
8
4
2
12
2
0
10
4
0
9
5
0
9
5
0
14
0
0
12
1
1
8
5
1
10
2
2
7
4
3
9
5
0
6
6
2
10
4
0
7
5
2
14
0
0
14
0
0
13
1
0
7
5
2
10
4
0
5
6
3
12
2
0
Total Skor Jawaban Per
Item
3
2
1
24
8
2
21
14
0
24
8
2
36
4
0
30
8
0
27
10
0
27
10
0
42
0
0
36
2
1
24
10
1
30
4
2
21
8
3
27
10
0
18
12
2
30
8
0
21
10
2
42
0
0
42
0
0
39
2
0
21
10
2
30
8
0
15
12
3
36
4
0
88
Total
Skor
34
35
34
40
38
37
37
42
39
35
36
32
37
32
38
33
42
42
41
33
38
30
40
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
7
8
10
10
10
10
11
14
9
8
10
10
10
11
7
13
12
9
14
10
11
14
9
10
9
10
9
11
11
8
9
12
11
12
11
12
4
5
3
3
3
3
2
0
4
5
2
3
2
3
3
1
1
4
0
4
3
0
1
2
4
2
4
3
3
5
4
2
3
2
2
1
3
1
1
1
1
1
1
0
1
1
2
1
2
0
4
0
1
1
0
0
0
0
4
2
1
2
1
0
0
1
1
0
0
0
1
1
21
24
30
30
30
30
33
42
27
24
30
30
30
33
21
39
36
27
42
30
18
30
33
42
27
30
27
33
33
24
27
36
33
36
33
33
89
8
10
6
6
6
6
4
0
8
10
4
6
4
6
6
2
2
8
0
8
14
8
6
0
2
4
8
6
6
10
8
4
6
4
4
4
3
1
1
1
1
1
1
0
1
1
2
1
2
0
4
0
1
1
0
0
1
0
0
0
4
2
1
0
0
1
1
0
0
0
1
1
32
35
37
37
37
37
38
42
36
35
36
37
36
39
31
41
39
36
42
38
33
38
39
42
33
36
36
39
39
35
36
40
39
40
38
38
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
12
1
8
5
6
5
9
3
10
3
9
3
8
5
9
3
0
4
9
4
9
4
10
3
9
4
10
4
7
6
9
4
Jumlah Skor Total
1
1
3
2
1
2
1
2
8
1
1
1
1
0
1
1
33
24
18
27
30
27
24
27
24
27
27
30
27
30
21
27
2193
4
10
10
6
6
6
10
6
10
8
8
6
8
8
12
8
494
1
1
3
2
1
2
1
2
1
1
1
1
1
0
1
1
75
38
35
31
35
37
35
35
35
35
36
36
37
36
38
34
36
2756
Kemudian untuk mengetahui prosentase dari frekuensi skor konsep
diri
mahasiswa,
peneliti
mencarinya
dengan
prosentase. Adapun rumusnya sebagai berikut :
Keterangan:
P = prosentase individu dalam golongan
F = frekuensi.
N = jumlah subjek dalam golongan
90
menggunakan
rumus
Dari data skor angket konsep diri, kemudian dimasukkan ke dalam
tabel distribusi frekuensi untuk mengetahui nilai rata-rata (mean) dari
konsep diri mahasiswa sebagai berikut:
Tabel 7
Distribusi Frekuensi Konsep Diri Mahasiswa
Skor
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
Total
Frekuensi (F)
1
2
3
4
3
11
12
10
10
7
4
2
6
75
Persen (%)
1,33
2,66
3,99
5,32
3,99
14,63
15,96
13,3
13,3
9,31
5,32
2,66
7,98
100
Komulatif Persen
1
3
6
10
13
24
36
46
56
63
67
69
75
F.x
30
62
96
132
102
385
432
370
380
273
160
82
252
2756
Kemudian dihitung nilai mean dan range dengan rumus sebagai
berikut:

fx

= 2756
75
= 36,75
91
Setelah diketahui nilai mean, untuk melakukan penafsiran nilai mean
yang telah didapat, peneliti membuat interval kategori dengan cara atau
langkah-langkah sebagai berikut :
i
R
K
Keterangan :
i
:
Interval kelas
R
:
Range
K
:
Jumlah kelas.
Sedangkan mencari range (R) dengan menggunakan rumus :
R= H–L+1
Keterangan :
R = Total Range
H = Highest Score (Nilai Tertinggi)
L = Lower Score (Nilai Terendah)
1 = Bilangan Konstan
Berdasarkan data pada tabel di atas, maka diketahui nilai tertinggi (H)
= 42 dan nilaiTerendah (L) = 14, oleh karena itu dapat dicari nilai rangenya
dengan menggunakan rumus:
R
= H–L+1
= 42 – 14+1
= 29
92
Dari nilai R, selanjutnya dicari interval nilai (i) dengan rumus:
= 29
3
= 9,7
i
10 (dibulatkan)
Dari hasil di atas dapat diperoleh nilai 10 sehingga interval yang
diambil bisa kelipatan 10. Kemudian untuk mengkategorikannya dapat
diperoleh interval sebagai berikut :
Tabel 8
Nilai Interval Konsep Diri Mahasiswa
No.
Interval
1.
2.
3.
34 – 43
24 – 33
14 – 23
Jumlah
Responden
65
10
0
Persentase
(%)
86,45
13,3
0
Kategori
Sangat Baik
Baik
Cukup
Hasil analisis konsep diri mahasiswa pada tabel di atas menunjukkan
mean dengan hasil 36,75 terletak pada kategori sangat baik.
2. Analisi Rasa Percaya Diri Mahasiswa
Agar skor variabel rasa percaya diri yang terdiri dari 12 item
pernyataan sebanding dengan variabel konsep diri yang terdiri dari 14 item
pertanyaa, maka variabel rasa percaya diri mahasiswa atau variabel Y
masing-masing alternatif jawaban diberikan bobot skor sebagai berikut:
d. Alternatif jawaban Ya, memiliki bobot skor 1,5
e. Alternatif jawaban Tidak Pasti, memiliki bobot skor 2,5
f. Alternatif jawaban Tidak, memiliki bobot skor 3,5
93
Dalam mencari nominal yang didasarkan pada jumlah bobot nilai yang
diperoleh dari hasil angket rasa percaya diri mahasiswa. Nilai yang diperoleh
kemudian diklasifikasikan untuk mengkriteriakan rasa percaya diri
mahasiswa STAIN Salatiga Program Studi Pendidikan Agama Islam.
Tabel 9
Hasil Skor Angket Rasa Percaya Diri Mahasiswa
No.
Resp
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
Total Skor Jawaban Per
Item
1,5
2,5
3,5
1,5
10
24,5
0
17,5
17,5
6
17,5
3,5
1,5
15
17,5
1,5
22,5
7
4,5
17,5
7
0
17,5
17,5
16,5
2,5
0
0
30
0
3
2,5
31,5
0
15
21
10,5
7,5
7
9
7,5
10,5
1,5
17,5
14
13,5
0
10,5
3
17,5
10,5
0
15
21
0
12,5
24,5
0
20
14
3
17,5
10,5
4,5
2,5
28
4,5
12,5
14
3
10
21
Alternatif Jawab Item
Ya
1
0
4
1
1
3
0
11
0
2
0
7
6
1
9
2
0
0
0
2
3
3
2
Tidak pasti
4
7
7
6
9
7
7
1
12
1
6
3
3
7
0
7
6
5
8
7
1
5
4
Tidk
7
5
1
5
2
2
5
0
0
9
6
2
3
4
3
3
6
7
4
3
8
4
6
94
Total
Skor
36
35
27
34
31
29
35
19
30
37
36
25
27
33
24
31
36
37
34
31
35
31
34
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
7
8
2
2
5
1
0
0
2
0
1
2
5
2
4
1
2
0
0
1
1
1
5
0
6
1
2
3
0
0
0
3
1
1
8
2
4
1
5
5
5
7
6
6
4
6
5
6
5
8
6
8
5
7
5
7
7
8
4
1
0
2
8
6
4
10
6
6
6
5
1
3
1
3
5
5
2
4
6
6
6
6
6
4
2
2
2
3
5
5
7
4
4
3
3
11
6
9
2
3
8
2
6
3
5
6
3
7
10,5
12
3
3
7,5
1,5
0
0
3
0
1,5
3
7,5
3
6
1,5
3
0
0
1,5
1,5
1,5
7,5
0
9
1,5
3
4,5
0
0
0
4,5
1,5
1,5
12
3
95
10
2,5
12,5
12,5
12,5
17,5
15
15
10
15
12,5
15
12,5
20
15
20
12,5
17,5
12,5
17,5
17,5
20
10
2,5
0
5
20
15
10
25
15
15
15
12,5
2,5
7,5
3,5
10,5
17,5
17,5
7
14
21
21
21
21
21
14
7
7
7
10,5
17,5
17,5
24,5
14
14
10,5
10,5
38,5
21
31,5
7
10,5
28
7
21
10,5
17,5
21
10,5
24,5
24
25
33
33
27
33
36
36
34
36
35
32
27
30
28
32
33
35
37
33
33
32
28
41
30
38
30
30
38
32
36
30
34
35
25
35
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
3
0
0
3
4
2
1
0
8
7
3
3
0
0
6
0
7
12
11
5
7
4
9
9
5
2
3
9
7
6
4
3
2
0
1
4
1
6
2
3
1
3
6
0
5
6
2
9
4,5
0
0
4,5
6
3
1,5
0
12
10,5
4,5
4,5
0
0
9
0
265,5
Jumlah Skor Total
17,5
30
27,5
12,5
17,5
10
22,5
22,5
12,5
5
7,5
22,5
17,5
15
10
7,5
1035
7
0
3,5
14
3,5
21
7
10,5
3,5
10,5
21
0
17,5
21
7
31,5
1088,5
29
30
31
31
27
34
31
33
28
26
33
27
35
36
26
39
2389
Kemudian untuk mengetahui prosentase dari frekuensi skor rasa
percaya diri mahasiswa, peneliti mencarinya dengan menggunakan rumus
prosentase. Adapun rumusnya sebagai berikut :
Keterangan:
P = prosentase individu dalam golongan
F = frekuensi.
N = jumlah subjek dalam golongan
96
Dari data skor angket rasa percaya diri mahasiswa, kemudian
dimasukkan ke dalam tabel distribusi frekuensi untuk mengetahui nilai ratarata (mean) dari rasa percaya diri mahasiswa sebagai berikut:
Tabel 10
Distribusi Frekuensi Rasa Percaya Diri Mahasiswa
Skor
19
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
41
Total
Frekuensi (F)
1
2
3
2
6
3
2
7
7
4
9
6
8
8
3
2
1
1
75
Persen (%)
1,33
2,66
3,99
2,66
7,98
2,66
2,66
9,31
9,31
5,32
11,97
7,98
10,64
10,64
3,99
3,99
1,33
1,33
100
Komulatif Persen
1
3
6
8
14
17
19
26
33
37
46
52
60
68
71
73
74
75
F.x
19
48
75
52
162
84
58
210
217
128
297
204
280
288
111
76
39
41
2389
Kemudian dihitung nilai mean dan range dengan rumus sebagai
berikut:

fx

2389
75
97
=
= 31,85
Setelah diketahui nilai mean, untuk melakukan penafsiran nilai mean
yang telah didapat, peneliti membuat interval kategori dengan cara atau
langkah-langkah sebagai berikut :
i
R
K
Keterangan :
i
:
Interval kelas
R
:
Range
K
:
Jumlah kelas.
Sedangkan mencari range (R) dengan menggunakan rumus :
R= H–L+1
Keterangan :
R = Total Range
H = Highest Score (Nilai Tertinggi)
L = Lower Score (Nilai Terendah)
1 = Bilangan Konstan
Berdasarkan data pada tabel di atas, maka diketahui nilai tertinggi (H)
= 42 dan nilaiTerendah (L) = 18, oleh karena itu dapat dicari nilai rangenya
dengan menggunakan rumus:
R
= H–L+1
98
= 42 – 18+1
= 25
Dari nilai R, selanjutnya dicari interval nilai (i) dengan rumus:
= 25
3
= 8,3
i
8 (dibulatkan)
Dari hasil di atas dapat diperoleh nilai 8 sehingga interval yang
diambil bisa kelipatan 8. Kemudian untuk mengkategorikannya dapat
diperoleh interval sebagai berikut :
Tabel 11
Nilai Interval Rasa Percaya Diri Mahasiswa
No.
Interval
1.
2.
3.
34 – 41
26 – 33
18 – 25
Jumlah
Responden
29
40
6
Persentase
(%)
38,57
53,2
7,98
Kategori
Tinggi
Sedang
Rendah
Hasil analisis rasa percaya diri mahasiswa pada tabel di atas
menunjukkan mean dengan hasil 31,85 terletak pada kategori Sedang atau
interval 26 - 33.
B. Analisis Kedua
Mencari nilai korelasi konsep diri dengan rasa percaya diri mahasiswa
STAIN Salatiga Program Studi Pendidikan Agama Islam tahun akademik
2014/2015. Dalam analisis kedua ini penulis akan menganalisis tentang
hubungan konsep diri dengan rasa percaya diri mahasiswa STAIN Salatiga
99
Program Studi Pendidikan Agama Islam tahun akademik 2014/2015 yang akan
dikorelasikan dalam bentuk tabel koefisien korelasi, dimana konsep diri
mahasiswa sebagai variabel X dan rasa percaya diri mahasiswa sebagai variabel
Y.
Tabel 12
Tabel Indeks Korelasi Besarnya Hubungan Konsep Diri dengan Rasa Percaya
Diri Mahasiswa STAIN Salatiga Program Studi Pendidikan Agama Islam Tahun
Akademik 2014/2015
No.
Responden
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
X
Y
X2
Y2
X.Y
34
35
34
40
38
37
37
42
39
35
36
32
37
32
38
33
42
42
41
33
38
36
35
27
34
31
29
35
19
30
37
36
25
27
33
24
31
36
37
34
31
35
1156
1225
1156
1600
1444
1369
1369
1764
1521
1225
1296
1024
1369
1024
1444
1089
1764
1764
1681
1089
1444
1296
1225
729
1156
961
841
1225
361
900
1369
1296
625
729
1089
576
961
1296
1369
1156
961
1225
1224
1225
918
1360
1178
1073
1295
798
1170
1295
1296
800
999
1056
912
1023
1512
1554
1394
1023
1330
100
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.
31.
32.
33.
34.
35.
36.
37.
38.
39.
40.
41.
42.
43.
44.
45.
46.
47.
48.
49.
50.
51.
52.
53.
54.
55.
56.
57.
58.
59.
60.
61.
62.
30
40
32
35
37
37
37
37
38
42
36
35
36
37
36
39
31
41
39
36
42
38
33
38
39
42
33
36
36
39
39
35
36
40
39
40
38
38
38
35
31
31
34
24
25
33
33
27
33
36
36
34
36
35
32
27
30
28
32
33
35
37
33
33
32
28
41
30
38
30
30
38
32
36
30
34
35
25
35
29
30
31
900
1600
1024
1225
1369
1369
1369
1369
1444
1764
1296
1225
1296
1369
1296
1521
961
1681
1521
1296
1764
1444
1089
1444
1521
1764
1089
1296
1296
1521
1521
1225
1296
1600
1521
1600
1444
1444
1444
1225
961
101
961
1156
576
625
1089
1089
729
1089
1296
1296
1156
1296
1225
1024
729
900
784
1024
1089
1225
1369
1089
1089
1024
784
1681
900
1444
900
900
1444
1024
1296
900
1156
1225
625
1225
841
900
961
930
1360
768
875
1221
1221
999
1221
1368
1512
1224
1260
1260
1184
972
1170
868
1312
1287
1260
1554
1254
1089
1216
1092
1722
990
1368
1080
1170
1482
1120
1296
1200
1326
1400
950
1330
1102
1050
961
35
37
35
35
35
35
36
36
37
36
38
34
36
2756
63.
64.
65.
66.
67.
68.
69.
70.
71.
72.
73.
74.
75.

31
27
34
31
33
28
26
33
27
35
36
26
39
2389
1225
1369
1225
1225
1225
1225
1296
1296
1369
1296
1444
1156
1296
101868
961
729
1156
961
1089
784
676
1089
729
1225
1296
676
1521
77373
1085
999
1190
1085
1155
980
936
1188
999
1260
1368
884
1404
87992
Dengan melihat tabel kerja koefisien di atas dapat diketahui:
N
= 75
∑X
= 2756
∑Y
= 2389
∑X2
= 101868
∑Y2
= 77373
∑X.Y
= 87992
Untuk mengetahui indeks korelasi hubungan konsep diri dengan rasa
percaya diri mahasiswa dapat digunakan rumus :
rxy 
rxy =
N  XY   X  Y 
N  X   X  N  Y   Y  
2
2
2
2
(75.87992) – (2756) (2389)
√{(75.101868)–(2756)2}{(75.77373)– (2389)2}
6599400 – 6584084
102
rxy =
√{7640100 – 7595536}{5802975–5707321}
rxy = 15316
√ (44564) (95654)
rxy = 15316
√ 4262724856
rxy = 15316
65289,54
rxy = 0,234
Hasil menunjukkan Koefisien korelasi product momen dari variabel X dan
Y, maka selanjutnya akan dikonfirmasi dengan nilai r product moment (nilai r
dalam tabel) untuk diketahui signifikan atau tidaknya sebagai jawaban atas
hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini, bila r hitung diperoleh sama atau
lebih besar dari r tabel, maka nilai r yang diperoleh berarti signifikan.
Setelah data dianalisis dengan menggunakan teknik product moment dan
diperoleh rxy hitung sebesar 0,234, kemudian nilai rxy yang telah diketahui tersebut
diadakan tes signifikasi , yaitu dikonsultasikan pada r tabel product moment
dengan N = 75 pada taraf signifikasi 5% diperoleh nilai 0,227. Dengan ini dapat
diketahui bahwa rxy hitung sebesar 0,234 > rxy tabel sebesar 0,227. Untuk lebih
jelasnya dapat dilihat dalam tabel berikut ini :
Tabel 13
Taraf Signifikasi N=75
N
Taraf Signifikasi
5%
1%
103
75
0,227
0,296
Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif
yang
signifikan antara konsep diri dengan rasa percaya diri mahasiswa STAIN
Salatiga Program Studi Pendidikan Agama Islam tahun akademik 2014/2015.
C. Pembahasan
Penelitian ini menunjukkan bahwasanya bahwa konsep diri mempunyai
hubungan yang positif dalam meningkatkan rasa percaya diri setiap individu,
dalam arti ketika individu tersebut mempunyai konsep diri yang positif maka
akan memberikan sumbangan yang positif dalam menigkatkan rasa percaya diri.
Hal ini terbukti dengan adanya hipotesisi yang telah diajukan peneliti diterima
karena perhitungan data yang diperoleh di lapangan menunjukkan rxy
hitung
> rxy
tabel..
Berdasarkan pengamatan penulis, penelitian yang kaitannya dengan
konsep diri dan rasa percaya diri semacam ini juga pernah dilakukan oleh
bebarapa peneliti sebelumnya.
Fatimah (STAIN Salatiga, 2010) dengan judul Hubungan Keaktifan
dalam Kegiatan Kepramukaan dengan Rasa Percaya Diri pada Siswa MAN
Salatiga, Peneliti ini menemukan bahwa setelah mengikuti kegiatan pramuka
104
siswa merasa lebih percaya diri, karena dalam kegiatan kepramukaan itu siswa
dilatih untuk berbicara di muka umum, bersosialisasi dimayarakat sekitar melalui
kegiatan yang diajarkan dilingkungan sekolah pada waktu latihan kepramukaan.
Sehingga dengan kegiatan tersebut siswa akan terbentuk rasa percaya diri sejak
awal.
Fatmawati (STAIN Salatiga, 2005) dengan judul Pengaruh kecerdasan
emosional terhadap konsep diri siswa (studi kasus pada siswa kelas II madrasah
aliyah NU RAUM wedung demak penelitian ini menemukan bahwasanya siswa
yang mampu mengenali emosinya dan mampu mengelola emosi dalam dirinya,
sehingga membuat dirinya menjadi peka terhadap eomosi orang. Maka dengan
adanya kemampuan tersebut individu dapat mengontrol emosinya sehingga tidak
merugikan perasaan orang lain. Hal ini menunjukkan bawa kitika seseorang
mampu mengelola emosinya dengan baik maka akan membentuk konsep diri
yang positif, sehingga dia dapat menciptakan tingkah laku yang positif. Konsep
diri dipengaruhi oleh pandangan seseorang terhadap dirinya, kemampuan untuk
berempati dan membina hubungan dengan orang lain (memiliki sifat sosialisasi
yang tinggi) akan membantu pandangan yang positif dari orang lain kepada
dirinya sehingga dapat membentuk konsep diri yang positif.
Dari beberapa pemaparan di atas dapat dianalisa bahwasanya, ketika
seseorang memandang dirinya secara positif maka akan menciptakan tingkah
laku yang positif sehingga dapat tampil dengan percaya diri yang tinggi. Hal ini
105
dapat diartikan bawa konsep diri dan rasa percaya diri mempunyai hubungan
yang positif dan berperan penting bagi setiap individu dalam menggapai sebuah
keberhasilan hidup di dunia.
106
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan pokok masalah dalam penulisan skripsi dan penelitian di
lapangan, serta analisis data dari hasil penelitian, maka dapat diambil beberapa
kesimpulan sebagai berikut :
1. Berdasarkan dari data hasil penelitian. Konsep diri mahasiswa yang
menunjukkan katagori sangat baik ada 65 responden atau 86,45%, yang
menunjukkan kategori baik ada 10 responden atau 13,3% dan yang berada
kategori cukup ada 0%
2. Berdasarkan dari data hasil penelitin. Rasa percaya diri mahasiswa yang
menunjukkan kategori tinggi ada 29 responden atau 38,7%, yang
menunjukkan kategori sedang ada 40 responden atau 53,2% dan yang berada
kategori rendah ada 7 responden atau 7,98%
3. Penelitian yang di analisis secara statistik diperoleh hasil yang menjadi
kesimpulan bahwa ada hubungan yang signifikan antara konsep diri
mahasiswa dengan rasa percaya diri mahasiswa. Hal ini terbukti dengan
koefisien korelasi product moment dari hasil rxy
hitung
sebesar
0,234
sedangkan rxy tabel 0,227 product moment pada taraf signifikansi 5% dengan N
75
107
Dengan demikian hipotesis yang penulis ajukan diterima, berarti konsep
diri ada hubungannya dengan rasa percaya diri mahasiswa disebabkan dari hasil
perhitungan data yang diperoleh di lapangan menunjukkan rxy hitung > rxy tabel.
B. Saran-saran
Berdasarkan temuan dari hasil penelitian, maka beberapa saran yang perlu
penulis sampaikan, yaitu :
1
Bagi Mahasiswa
Konsep diri yang positif merupakan salah satu faktor penting dalam
meningkatkan dan membentuk rasa percaya diri yang tinggi. Bagi mahasiswa
STAIN Salatiga yang konsep dirinya masih rendah teruslah bentuk diri anda
dengan baik supaya memiliki konsep diri yang positif sehingga dapat
meningkatkan dan mempunyai rasa percaya diri yang tinggi. Karena dengan
konsep diri yang positif dan rasa percaya diri yang tinggi akan menjadikan
anda sebagai mahasiswa yang memiliki akademis yang baik. Sehingga akan
membantu diri anda dalam pelaksanaan kegiatan Praktek Pengayaan
Lapangan (PPL) di lembaga-lembaga pendidikan.
2
Bagi Lembaga
Untuk bagian kemahasiswan hendaknya memberikan program-program baru
sebelum pelaksanakan kegiatan Praktek Pengayaan Lapangan (PPL) yang
berkaitan dengan pembentukan konsep diri yang positif
karena dengan
program tersebut dapat membantu mahasisiwa dalam meningkatakan rasa
108
percaya diri. Dengan bekal rasa percaya diri yang tinggi setiap mahasiswa
akan sukses dan lancara dalam proses kegiatan praktek pengayaan lapangan
(PPL). Konsep diri yang positif dan rasa percaya diri yang tinggi juga dapat
membentuk mahasiswa yang berintelektual tinggi, dan dapat memberikan
perubahan bagi masyarakat.
Untuk Biro Tazkia, supaya membuat program ”penanganan konsep diri yang
rendah” dalam rangka memberikan pengarahan dan bimbingan bagi
mahasiswa yang konsep dirinya masih rendah, karena hasil penemuan di
lapangan konsep diri mahasiswa yang rendah tidak bisa hanya diukur dengan
prestasi akademik saja.
109
DAFTAR PUSTAKA
Afifi, John, 2014, 1 Menit Mengatasi Rasa Percaya Diri Anda, Yogyakarta:
flasbook.
Arikunto, Suharsimi, 2006, Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan dan Praktik,
Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Bruns, R. B., terj., Eddy, 1993, Konsep Diri, Teori Pengukuran Perkembangan
Pribadi, Bandung: Arcan.
Budi, Anna, 1992, Gangguan Konsep Kiri, Jakarta: EGC.
Calhoun, James F. terj., R. S Satmoko, 1995, Psikologi tentang Penyesuaian Dua
Hubungan Kemanusiaan, IKIP Semarang.
Dedy Mulyana, 2008, Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: PT. Remaja
Rodaskarya.
Dr. Agus Abdul Rahman, M.Psi., 2013, Psikologi Sosial: Integrasi Pengetahuan
Wahyu dan Pengetahuan Empirik, Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.
Effendy, Onong Uchjana, 1986, Dinamika Komunikasi, Bandung: CV Remaja
Karya.
Hakim, Thursan, 2002, Mengatasi Rasa Tidak Percaya Diri, Jakarta: Puspa Swara.
Iswidharmanjaya Derry dan Agung, 2004, Suatu Hari Menjadi Lebih Percaya Diri,
Panduan Bagi Remaja yang Masih Mencari Jati Dirinya, Jakarta: Gramedia.
Lindenfield, Gael, 1997, Mendidik Anak Agar Percaya Diri, Jakarta: Arcan.
Mahendra, Yulfan, 2011, Jurus Ampuh Menaklukan Orang-orang Disekitar Anda
Semudah Mengedipkan Mata, Yogyakarta: Pinang Merah Publiser
Munir, Abdullah, 2010, Super Teacher: Sosok Guru yang dihormati, disegani dan
dicintai, Yogyakarta: PT Pustaka Insan Madani.
Prof. H. Moh. Kasiram, M.Sc, 2008, Metodologi Penelitian Kualitatif Kuantitatif,
Malang: UIN-Maliki Press.
Pudjijogyanti, Clara R., 1997, Konesp Diri dalam Pendidikan, Jakarta:Arcan
110
Rahmat, Jallaludin, 1994, Psikologi Komunikasi, Bandung: RadasKarya.
Saam, Zufan, dan Wahyuni, Sri, 2012, Psikologi Keperawatan, Jakarta:Rajawali Pres
Sarastika, Pradita, 2014, Buku Pintar Tampil Percaya Diri, Yogyakarta: ARASKA.
Sears, D.O., 1992, Psikologi Sosial, Jakarta: Airlangga
Siswanto, 2007, Kesehatan Mental Konsep, Cakupan dan Perkembangan,
Yogyakarta: C.V Andi Offest.
Soelaeman, Munandar, 1986, Ilmu Sosial Dasar: Teori dan Konsep Ilmu Sosial,
Bandung: PT. Eresco
Sugiyono, 2011, Metodologi Penelitian Kuantitatif-Kualitatif R&D, Bandung: Alfa
Beta.
Susana, Tjipto dkk, 2006, Konsep Diri Positif Menentukan Prestasi Anak,
Yogyakarta: KANISIUN
Uqshari, Yusuf, 2005, Percaya Diri Pasti, Jakarta: Gema Insani.
111
Angket Penelitian
Angket Tentang Konsep Diri
NO
INDIKATOR KONSEP DIRI POSITIF
NO AITEM
1.
Tidak mengalami hambatan untuk berbicara dengan
6,7
orang lain, bahkan dalam situasi yang masih asing
2.
Menerima pujian tanpa rasa malu
9,10
3.
Bersikap teguh dalam pendirian
5,12
4.
Yakin dengan kemampuan diriny dalam mengatasi
3,8
masalah
5.
Merasa setara dengan orang lain
4,13,14
6.
Mampu mengintropeksi dirinya
1,2,11
Jumlah Aitem
14
Angket tentang Rasa Percaya Diri
NO
INDIKATOR
NO AITEM
1.
Berani mengungkapkan ide-ide
6,12
2.
Memiliki kemampuan berinteraksi
1, 7
3.
Kekurangaan yang dimiliki tidak menjadikannya
5,3
patah semangat
4.
Tidak mudah putus asa
4,11
5.
Memiliki kemampuan untuk menggali potensi diri
9,8
6.
Yakin akan kemampuan yang dimiliki
Jumlah Aitem
10,2,
12
i
A. Identitas responden
Nama : ..........................
NIM
: ..........................
B. Petunjuk pengisian
1. Bacalah baik-baik setiap pertanyaan dan alternatif jawaban.
2. Pilihlah jawaban yang sesuai dengan pilihan Anda, dengan memberi tanda
silang (X) pada alternatif jawaban a, b dan c.
3. Jawablah pertanyaan sesuai dengan keadaan yang Anda rasakan atau
Anda alami saat ini dan dengan jujur.
4. Hasil dari jawaban angket dijamin kerahasiaannya dan tidak berpengaruh
terhadap prestasi akademik.
5. Periksalah kembali jawaban angket sebelum dikembalikan dan saya
ucapkan banyak terimakasih atas partisipasinya.
Angket tentang Konsep Diri
1. Apabila anda ditanya dosen karena terlambat masuk perkuliahan, apa yang
akan Anda lakukan ?
a. Bicara apa adanya dan berjanji tidak mengulanginya lagi.
b. Mencari alasan supaya tidak dihukum.
c. Hanya diam saja.
ii
2. Apabila Anda meminjam sepeda motor kepada teman dan ternyata sepeda
motor itu rusak setelah anda pinjam, maka apa yang akan Anda lakukan ?
a. Mengembalikan
dengan
diperbaiki,
dan
mengakui
kalau
merusakkannya.
b. Memperbaiki dan mengembalikan secara diam-diam.
c. Mengembalikan secara diam-diam tanpa memperbaiki.
3. Bagaimana
tanggapan
Anda
ketika
melihat
senior
anda
dapat
saya
juga
dapat
menyelesaikan perkuliahan dengan tepat waktu ?
a. Yakin
dengan
kemampuan
sendiri
bahwa
menyelesaikan perkuliahan dengan tepat waktu.
b. Kurang yakin dapat menyelesaikan perkuliahan denga tepat waktu.
c. Tidak yakin dapat menyelesaikan perkuliahan dengan tepat waktu.
4. Ketika teman Anda bergaya hidup mewah sedangkan Anda hanya biasa
saja, bagaimana sikap Anda?
a. Tetap senang, dan tidak minder jika bergaul dengannya.
b. Menjaga jarak dengannya.
c. Merasa minder jika bergaul dengannya.
5. Ketika Anda sedang belajar untuk menyiapkan ujian akhir semester
(UAS) besok, tetapi teman Anda mengajak jalan-jalan, bagaimana sikap
Anda?
a. Menolak ajakannya dengan alasan untuk mempersiapkan ujiannya.
iii
b. Menunda waktu belajar dan mengikuti ajakannya
c. Mengikuti ajakannya dan tidak jadi belajar
6. Bagaimana perasaan Anda ketika menyampaikan presentasi makalah di
dalam perkuliahan?
a. Senang dan bersemangat karena bisa mempresentasikan hasil
pekerjaan sendiri.
b. Sedikit ada rasa gugup karena belum terbiasa.
c. Merasa gugup, karena kurang bisa berbicara didepan umum.
7. Ketika Anda duduk di bus dengan orang yang belum Anda kenal,
bagaimana tanggapan Anda?
a. Langsung mengajaknya ngobrol.
b. Menunggu untuk diajak ngobrol.
c. Diam dan tidak mengajaknya ngobrol.
8. Ketika IPK teman Anda lebih tinggi dari Anda, bagaimana pandangan
Anda?
a. Bersikap optimis dan berusaha kalau saya dapat menyaingi IPKnya.
b. Berusaha meningkatkan IPK tapi belum yakin dapat menyaingi
IPKnya.
c. Tidak yakin kalau dapat menyaingi IPKnya.
9. Ketika Anda di puji oleh orang lain karena prestasi Anda yang sangat baik
apa yang Anda lakukan?
iv
a. Menerima pujian tersebut dengan senag hati dan membalasnya dengan
mengucapkan terima kasih.
b. Berpura-pura tidak mendengarkan pujian tersebut, dan merasa senang.
c. Merasa malu karena di puji oleh orang lain.
10. Ketika Anda sedang melihat nilai ujian Anda, kemudian teman Anda
menyanjung Anda karena Anda mendapat nilai yang bagus, bagaimana
perasaan Anda?
a. Merasa senang dan membalasnya dengan senyum.
b. Merasa senang dan tersipu malu.
c. Melakukan tingkah laku yang aneh atau salah tingkah karena malu.
11. Ketika orang tua Anda sibuk dengan pekerjaanya, bagaimana sikap Anda?
a. Menyadari bahwa orang tua bekerja untuk membiayai sekolah saya.
b. Bersenang-senang dengan teman saya dan mengabaikan kesibukan
orang tua.
c. Merasa kesal dengan orang tua, karena merasa tidak diperhatikan.
12. Ketika Anda sedang mengerjakan tugas kuliah, dan harus diselesaikan
secepatnya tetapi temen Anda tiba-tiba datang dan mengajak untuk
bepergian, apa yang Anda lakukan?
a. Langsung menolak ajakannya.
b. Menyelesaikan tugasnya dahulu kemudian mengikuti ajakannya.
c. Meninggalkan pekerjaan dan mengikuti ajakannya.
v
13. Ketika sedang mengikuti forum diskusi tetapi teman Anda lebih pintar
dari Anda, apa yang Anda lakukan?
a. Mengikuti berjalannya diskusi dan aktif dalam diskusi, meskipun
mereka lebih pintar.
b. Mendengarkan dan mengikuti berjalannya diskusi.
c. Hanya diam karena merasa minder.
14. Jika Anda tidak suka dengan perilaku seseorang yang perokok, bagaimana
sikap Anda?
a. Berbicara terus terang dengan halus kalau tidak suka dengan sikapnya
yang perokok.
b. Berbicara langsung kalau tidak suka dengan sikapnya yang perokok
dengan nada mengumpat.
c. Berusaha untuk menghindarinya.
vi
A. Identitas responden
Nama : ..........................
NIM
: ..........................
B. Petunjuk pengisian
1. Bacalah baik-baik setiap pertanyaan dan alternatif jawaban.
2. Pilihlah jawaban yang sesuai dengan pilihan Anda dengan memberi tanda
centang () pada alternative jawaban YA, TIDAK PASTI dan TIDAK.
3. Jawablah pernyataan sesuai dengan keadaan yang Anda rasakan atau
Anda alami saat ini dan dengan jujur.
4. Hasil dari jawaban angket dijamin kerahasiaannya dan tidak berpengaruh
terhadap prestasi akademik
5. Periksalah kembali jawaban angket sebelum dikembalikan dan saya
mengucapkan banyak terimakasih atas partisipasinya
Angket Rasa Percaya Diri
NO.
PERNYATAAN
YA
TIDAK TIDAK
PASTI
1.
Saya mulai cemas ketika giliran saya
berbicara dimuka umum semakin dekat.
2.
Jantung saya berdetak kencang ketika mulai
berbicara didepan umum.
vii
3.
Muka saya menjadi pucat ketika berada
dihadapan banyak orang.
4.
Saya tidak akan mencoba lagi ketika saya
sudah mengalami kegagalan.
5.
Saya merasa minder jika bergaul dengan
teman yang lebih kaya dari saya.
6.
Saya tidak merasa santai dan rileks ketika
harus
mengemukakan
pendapat
saya
dimuka umum.
7.
Meskipun saya dapat berbicara lancar
dengan teman-teman saya, namun saya
merasa kehilangan kata-kata ketika didepan
mimbar.
8.
Saya merasa tidak memiliki kelebihan
dibandingkan teman-teman saya.
9.
Saya merasa memiliki suatu bakat tetapi
tidak
berani
untuk
menunjukkan
dan
menyalurkan bakat saya.
10.
Saya memiliki ide-ide yang cemerlang
tetapi saya tidak memiliki keberanian untuk
mengungkapkannya.
viii
11.
Saya tidak mau berusaha kembali ketika
saya sudah gagal.
12.
Saya
merasa
menyampaikan
grogi
aspirasi
ketika
saya
forum.
ix
akan
didalam
SURAT KETERANGAN KEGIATAN
Nama
: Khoiri Azizi
Program Studi : Pendidikan Agama Islam
Nim
: 111 10 180
Jurusan
Dosen PA
: Yedi Efriadi, M. Ag.
NO Kegiatan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
Orientasi Pengalaman
Akademik Kemahasisiwaan
(OPAK) STAIN Salatiga 2010
UPT Perpustakaan “ User
Uducation “ STAIN Salatiga
Basic training (LK 1)
“Mewujudkan Mahasiswa
Islam yang Ideal demi
Terwujudnya Kader yang
Militan”
Diskusi Ilmiah“Menyikapi
Terorisme di Indonesia”
Diskusi Ilmiah “Menyikapi
Film Kiamat 2012”
Praktikum Baca Tulis Alqur’an (BTQ)
Praktikum Kepramukaan
Jurusan Tarbyiah STAIN
Salatiga
Gema Ittaqo” Musabaqoh
Lughotul Arobiah”
Bedah Film“ The Screet”
Seminr Pendidikan (HMI)
“Menuju Pendidikan yang
Ideal”
Praktikum Mata Kuliah “Etika
Profesi Keguruan”
: Tarbiyah
Waktu
Pelaksanaan
23-27
Austus2010
Point
Keterangan
3
Peserta
20-25 September
2010
22-24 Oktober
2010
3
Peserta
3
Peserta
19 Desember
2010
18 Februari 2011
3
Peserta
3
Peserta
22 Juni 2011
3
Peserta
22-27 Juli 2011
3
Peserta
29 OKTOBER
2011
20 November
2011
28 Desember
2011
3
Panitia
2
Peserta
4
Peserta
10 Februari 2012
3
Peserta
x
12.
Praktikum Matakuliah
”Komputer Multimedia”
14-15 Februari
2012
3
Peserta
13.
Pelatihan Menggunakan
Maktabah Syamilah dan
Mengetik Arab Cepat
Seminar Nasional Membnagun
Islam Sebagai Rahamatan
Lil”alamin
Seminar Regional: “Urgensi
Media Dalam Mencerahkan
Umat”
Gorah Masal yang
Diselengarakan (JQH)
17 Maret 2012
3
Peserta
27 Maret 2012
6
Peserta
30 April 2012
4
Peserta
12 Mei 2012
2
Peserta
Orientasi Dasar Keislaman
(ODK) “Membangun Karakter
Keislam Bertaaf Internasional
di Era Globalisasi
Praktikum Matakuliah Fiqih
“Perawatan Jenazah”
MTQ Umum IV Mahasiswa,
Pesantren, SMA, Sederajat, SeSalatiga dan
Sekitarnya“Melalui MTQ
Tingkat Prestasi Syiarkan
Akhlak Qur’ani”
Islamic Public Speaking, LDK
10 Sptember
2012
3
Panitia
17 September
2012
3 Oktober 2012
3
Peserta
3
Peserta
25 Oktober 2012
3
Peserta
Seminar Nasional ”Ahlussunah
Waljamaah dalam Perspektif
Indonesia”
Bedah Buku“Sholat Ngebut
Bikin Benjut”
Bedah Buku ” Sang Maha
Segalanya Mencintai Sang
Mahasiswa”
Musabaqoh Lughotul Arobiah
“Mewujudkan dan
Mengembangkan
Intelektualisasi Kebahasaan
Melalui MLA”
26 Maret 2013
6
Peserta
13 Mei 2013
2
Peserta
25 Mei 2013
2
Peserta
30 Mei 2013
3
Pnitia
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
xi
25.
26.
27.
28.
29
29.
30.
31.
Seminal Nasional: “How To
Develop The Best Generation”
Musabaqoh Tilawatul Qur’an
(MTQ) “MTQ Wahana
Apresiasi Untuk Mencetak
Insaan Qur’ani”
Gema Ittaqo “Mengukuhkan
Peran Bahasa Arab dalam
Ranah Pendidikan di Era
Modern”
Bedah Film “Tanah Surga
Katanya”
Pelatihan dan Pembinaan Ustd
Ustdzah TPQ
Khitobah “ Ajang Eksistensi
Diri Melalui Intelektual
Berbahas Arab”
Festival Ramadhan ”Melalui
Festival ramadhan Kita
Kembangkan Potensi
Kecerdasan Intelektual dan
Spiritual Anak
Pesantren Kilat SMP 7 Salatiga
1 Juni2013
6
Peserta
23 Oktober 2013
3
Peserta
16-17 November
2013
3
Peserta
29 Desember
2013
29 Desember
2013
19 Mei 2014
2
Peserta
3
Peserta
3
Peserta
1 Juli 2014
3
Panitia
15-18 Juli 2014
3
Pemateri
Total Nilai
102
Salatiga, 17 September 2014
Wakil Ketua III
Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama
Moh. Khusen, M.Ag., M.A.
NIP. 19741212 199903 1 003
xii
13
14
15
16
17
18
Download