Kata Christmas mempunyai arti Mass of Christ yang kemudian

advertisement
Christmas
Ditulis oleh Jonathan Goeij
Sabtu, 18 April 2009 12:34
Kata Christmas mempunyai arti Mass of Christ yang kemudian disingkat menjadi
ChristMass
.
Versi yang lebih pendek lagi
Xmas
pertama kali dipakai di Eropa pada tahun 1500-an, berasal dari abjad Yunani,
X
adalah huruf pertama dari
Xristos
(Kristus) juga
X
merepresentasikan salib, jadilah "X-Mass".Christmas dirayakan orang-orang diberbagai
belahan bumi pada tanggal 25 Desember, tetapi sebenarnya Yesus tidaklah lahir pada 25
Desember.
Pada masa awal kekristenan, bangsa Romawi yang masih menganut kepercayaan pagan
merayakan Saturnalia untuk menyembah dewa Saturnus (dewa panen) dan Mithras (dewa
terang/sinar), suatu bentuk dari penyembahan matahari yang berasal dari Syria seabad
sebelumnya. Perayaan Saturnalia ini diadakan tepat setelah winter solstice, hari pertama
musim dingin (
winte
r
),
juga merupakan siang hari terpendek dan malam hari terpanjang sepanjang tahun.
Solstice
berarti "
sun standing still
", matahari tetap berdiri, untuk menyatakan bahwa musim dingin tidaklah selamanya, hidup
terus berlangsung, suatu undangan untuk tetap dalam semangat yang baik.
Orang-orang Kristen pada masa itu menyamarkan perayaan winter solstice. Pada saat
orang-orang Romawi dengan meriah merayakan Saturnalia, maka orang-orang Kristen
berkumpul bersama di dalam sebuah rumah bersekutu dan mengadakan kebaktian untuk
merayakan kelahiran Yesus.
Pada tahun 274M solstice jatuh pada tanggal 25 Desember. Kaisar Romawi pada waktu itu,
Aurelian, memproklamirkan tanggal itu sebagai "Natalis Solis Invicti", perayaan kelahiran
matahari yang perkasa. Pada tahun 320M Paus Julius I menyatakan tanggal 25 Desember
sebagai tanggal resmi kelahiran Yesus. Pada tahun 325M Kaisar
Constantine the Great
, kaisar Romawi pertama yang beragama Kristen, yang menginginkan seluruh kekaisaran
menjadi Kristen, merubah perayaan solstice menjadi Christmas. Secara resmi dirayakan
sebagai kelahiran Yesus Kristus.
Lebih dari 1000 tahun kemudian, perayaan Christmas mengikuti ekspansi kekristenan ke
seluruh Eropa dan Mesir. Sepanjang waktu itu perayaan Christmas tercampur dengan pesta
pora kepercayaan pagan, tukar menukar kado yang sebelumnya marak pada perayaan
Saturnalia juga menjadi tradisi Christmas, berbagai macam ritual menyambut musim dingin
menjadi suatu tradisi yang panjang dalam merayakan Christmas.
1/2
Christmas
Ditulis oleh Jonathan Goeij
Sabtu, 18 April 2009 12:34
Sebenarnya banyak penolakan terhadap Christmas, pada tanggalnya yang mengambil tanggal
perayaan Saturnalia, ataupun juga pada toleransi terhadap tradisi pagan yang ikut serta dalam
perayaan Christmas. Pada masa Reformasi Gereja di abad ke 16 orang-orang Protestan
menentang otoritas Gereja Katolik, termasuk Christmas yang sarat dengan tradisi pagan. Pada
abad ke 17 kaum Puritan melarang Christmas di Inggris dan beberapa koloni Inggris di Amerika
Utara karena mereka merasa Christmas berisi berbagai kegiatan yang tidak berguna seperti
judi, pesta pora dan makan minum sepuasnya, bersaing dalam kemewahan.
Pada masa kini orang-orang bahkan banyak yang tidak mengetahui asal mula penentuan
tanggal 25 Desember, yang diketahui pada waktu ini adalah merayakan kelahiran Yesus
Kristus. Atau bahkan mungkin juga sudah bukan lagi merayakan kelahiran Yesus Kristus tetapi
merayakan kedatangan Santa Claus dari mall dan plaza, eh.. maksudnya cerobong asap
membagi hadiah J.
Berbagai kebaktian diadakan di gereja gereja pada malam menyambut Christmas, biasanya
disertai renungan makna kelahiran Yesus bagi kita. Tetapi itu di dalam gereja, di luar itu,
apakah kita masih merenungkan makna Natal atau lebih sibuk berbelanja dalam musim diskon
yang luar biasa ini dan berlibur keluar kota dalam libur panjang?
Merry Christmas
Jonathan Goeij, West Covina - California, USA
2/2
Download