BAB III OBJEK PENELITIAN

advertisement
BAB III
OBJEK PENELITIAN
3.1 Sejarah Perusahaan Coca-Cola
Coca-Cola merupakan produk minuman ringan yang dikenal dengan soft drink.
Pertumbuhan Coca-Cola sebagai minuman ringan telah menjadikannya sebagai merek
minuman ringan yang terkenal di seluruh dunia. Minuman ini ditemukan oleh seorang farmasi
dari Atlanta Georgia, Amerika Serikat, yang bernama Dr.John S.Pemberton pada awal bulan
Mei 1886. Ia membuat sirup caramel berwarna dalam sebuah ketel kuningan di kebun
belakang rumahnya. Rekan kerja dan pengurus keuangan bisnis Dr. Pemberton, yaitu Frank
M.Robinson, kemudian menyarankan untuk memakai tulisan “Coca-Cola” dengan huruf-huruf
miring mengalir yang sekarang menjadi terkenal di seluruh dunia. Sebelum meninggal,
Dr.J.S.Pemberton ini pada tahun 1888, mewariskan penemuannya pada Assa Candler seorang
manager ulung, kemudian pada tahun 1892, ia mendirikan perusahaan bernama PT.Coca-Cola
Company di Atlanta, Amerika Serikat yang kini menjadi kantor pusat Coca-Cola seluruh
dunia. Seiring perjalanan waktu, Coca-Cola semakin berkembang dan digemari oleh
masyarakat, melihat hal tersebut muncul ide dari Joseph Beidenharn untuk membotolkannya.
Sejak tahun 1900 distribusi Coca-Cola secara meyakinkan meluas sampai keluar
negeri. Pada tahun 1907 pembangunan pabrik-pabrik pembotolan Coca-Cola di luar negeri
mulai digiatkan. Pembangunan ini dilakukan dengan cara memakai Franchise System, yaitu
sistem kerja sama dua perusahaan yang saling menguntungkan antara dua perusahaan yang
sama sekali terpisah modal dan kepemilikan dan manajemennya. Pada tahun 1932, Coca-cola
mulai diperdagangkan di Indonesia oleh Nederlands Mineral Water Fabriek Jakarta dibawah
manajemen Bernie Vonings dari Belanda. Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia,
perusahaan ini berubah nama menjadi Indonesia Beveraages Limited (IBL). Pada tahun 1971,
IBL menjalin kerjasama dengan tiga perusahaan Jepang dan membentuk PT. Djaya Beverages
Bottling Company (DBBC).
Pada Tanggal 12 Oktober 1993, sebuah perusahaan publik Australia yang merupakan
perusahaan terbesar di dunia untuk fabrikasi, distribusi, dan pemasaran produk The CocaCola Company mengambil alih kepemilikan DBBC dan berubah nama menjadi Coca-Cola
Amatil Indonesia. Hingga saat ini tercatat 11 pabrik Coca-Cola yang beroperasi di berbagai
provinsi di Indonesia, yaitu:
 Tahun 1971 : PT. Djaya Baverages Bottling Company, Jakarta
 Tahun 1973 : PT. Braseries Del Indonesia, Medan
 Tahun 1976 : PT. Tirtalina Bottling Company, Surabaya
 Tahun 1976 : PT. Coca-Cola Pan Java Bottling Company, Semarang
 Tahun 1981 : PT. Tirta Permata sari Bottling Company, Ujung Pandang
 Tahun 1983 : PT. Tirta Mukti Indah Bottling Company, Bandung
 Tahun 1971 : PT. Tribina Jaya Nusantara Bottling Company, Padang
 Tahun 1971 : PT. Banyu Agung Sejahtera Bottling Company, Denpasar
 Tahun 1971 : PT. Swarna Dwipa Mekar Bottling Company, T.Karang
 Tahun 1971 : PT. Bangun Wenang Baverages Company, Manado
 Tahun 1971 : PT. Eka Tiema Manunggal Bottling Company, Banjarmasin
3.2 Sejarah PT. Coca-Cola Bottling Indonesia
Pada tanggal 7 Agustus 1979 berdiri PT. Tirta Mukti Indah Bottling Company dengan
status Perusahaan Modal Dalam Negeri (PMDN) yang mendapat kepercayaan dari PT. CocaCola Indonesia untuk memproduksi dan memasarkan minuman Coca-Cola, Fanta, Sprite,
untuk wilayah Jawa Barat. Pembangunan fisik pabrik PT. Tirta Mukti Indah Bottling
Company mulai dilaksanakan tanggal 2 Februari 1982 dengan lokasi Jl. Raya Bandung Garut
Km. 26 Kabupaten Sumedang Jawa Barat. Pembangunan pabrik yang diresmikan pada
tanggal 15 Oktober 1983, sedangkan pada tanggal 8 November 1991 PT. Tirta Mukti Indah
Bottling Company resmi berubah menjadi PT. Coca-Cola Tirtalina Bottling Company dengan
status Perusahaan Modal Asing (PMA). Perubahan status ini disebabkan sebagian saham dari
PT. Tirta Mukti Indah Bottling Company dibeli oleh pihak asing dalam hal ini Allied
Manufacturing and Trading Industries Limited atau biasa disingkat Amatil.
Pemasaran dan penjualan produk PT. Tirta Mukti Indah Bottling Company diserahkan
kepada PT. Ranca Agung Luhur sebagai distributor tunggal sejak tanggal 22 September 1983
yang kemudian berganti nama menjadi PT. Coca-Cola Bayu Argo Unit Jawa Barat pada
tanggal 8 November 1991 bersamaan dengan pergantian nama PT. Tirta Mukti Indah Bottling
Company menjadi PT. Coca-Cola Tirtalina Bottling Company.
Baik PT. Coca-Cola Banyu Argo maupun PT. Coca-Cola Tirtalina Bottling Company
pada tahun 1995 berafiliasi dengan Coca-Cola Amatil, satu grup perusahaan Coca-Cola di
kawasan Asia Pasifik dan Eropa Timur yang bermarkas di Sydney Australia. Dan pada
tanggal 1 Januari 2000, terjadi merger perusahaan Coca-Cola di seluruh Indonesia dengan
pergantian nama menjadi PT. Coca-Cola Amatil Indonesia Bottling untuk perusahaan
pembotolan dan PT. Coca-Cola Amatil Indonesia untuk perusahaan distributornya.
Kemudian pada tanggal 1 Juli 2002, PT. Coca-Cola Amatil Indonesia Bottling berubah
nama menjadi PT. Coca-Cola Bottling Indonesia dan PT. Coca-Cola Amatil Indonesia
berubah menjadi PT. Coca-Cola Distribution Indonesia. Sedangkan untuk hal-hal yang
bersifat penggabungan antara perusahaan pembotolan dan perusahaan distributor nama
perusahaan yang dipergunakan adalah PT. Coca-Cola Amatil Indonesia. Perubahan nama ini
diharapkan dapat membuat masyarakat Indonesia merasa lebih akrab dengan Coca-Cola.
3.3 Aktivitas PT. Coca-Cola Amatil Indonesia
PT. Coca-Cola Amatil Indonesia seperti yang telah dikemukakan di atas merupakan
pemegang lisensi produk minuman Coca-Cola, dimana untuk kualitas serta formula tetap
diawasi oleh PT. Coca-Cola Export Corporation. Adapun produk minuman yang dihasilkan
oleh PT. Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) dewasa ini ada tiga jenis merek dagang yaitu
Coca-Cola, Sprite, Fanta, Frestea, Minute Maid Pulpy, Powerade Isotonik, Ades, Schweppes,
A & W dan yang terbaru adalah minuman energi Burn. 8 (tujuh) produk dihasilkan dari The
Coca-Cola Company sedangkan 3 (tiga) produk lainnya dihasilkan dari usaha kemitraan
dengan perusahaan minuman lainnya. Dari ke sembilan merek dagang ini terbagi lagi dalam
berbagai jenis minuman, ukuran dan rasa, Antara lain seperti terlihat dalam tebel berikut :
Tabel 3.1 Jenis Produk Minuman Yang Dipasarkan Oleh PT.CCAI (Dalam Botol CAN)
Nama Produk
Coca-Cola
Coca-Cola Zero
Coca-Cola Diet Coke
Sprite
Sprite Zero
Fanta Strawberry
Fanta Jeruk
Fanta Soda Water
Fanta Fruit Punch
Frestea Jasmine
Frestea Green
Frestea Green Honey
Frestea Apel
Frestea Lemon
Frestea Markisa
Minute Maid Pulpy Orange
Minute Maid Pulpy Tropical
Minute Maid Pulpy O'Manggo
Powerede Isotonik Grapefruit
Lemon
Powerede Isotonik Orange
Ades
Schweppes Tonic Water
Schweppes Ginger Ale
Schweppes Soda
A & W Sarsapalila
Burn
Ukuran CAN
250 ml
330 ml
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
Tabel 3.2 Jenis Produk Minuman Yang Dipasarkan Oleh PT.CCAI (Dalam Botol PET)
Tabel 3.3 Jenis Produk Minuman Yang Dipasarkan Oleh PT.CCAI (Dalam Botol RGB)
Nama Produk
Coca-Cola
Coca-Cola Zero
Coca-Cola Diet Coke
Sprite
Sprite Zero
Fanta Strawberry
Fanta Jeruk
Fanta Soda Water
Fanta Fruit Punch
Frestea Jasmine
Frestea Green
Frestea Green Honey
Frestea Apel
Frestea Lemon
Frestea Markisa
Minute Maid Pulpy Orange
Minute Maid Pulpy Tropical
Minute Maid Pulpy O'Manggo
Powerede Isotonik Grapefruit Lemon
Powerede Isotonik Orange
Ades
Schweppes Tonic Water
Schweppes Ginger Ale
Schweppes Soda
A & W Sarsapalila
Burn
200 ml
V
Ukuran RGB
220 ml
295 ml
V
V
V
V
V
V
V
V
V
1000 ml
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
V
Dalam rangka proses produksi PT. Coca-Cola Bottling Indonesia telah didukung oleh
mesin industri minuman modern yang diimpor dari Negara Jepang. Mesin-mesin tersebut
mempunyai perlengkapan yang komplit, termasuk perlengkapan pada pengolahan dan
pemurnian air, laboratorium untuk menguji air dan mutu bahan serta mutu hasil produksi.
Terdapat beberapa mesin yang berfungsi dalam proses pembuatan minuman ini, diantaranya :
a. Mesin otomatis untuk mengosongkan peti dan memisahkan botol kosong dari peti.
b. Mesin pencuci botol otomatis.
c. Mesin pengisi minuman otomatis.
d. Mesin penutup botol.
e. Mesin untuk pengisi peti/krat.
Keseluruhan dari mesin-mesin ini bekerja secara otomatis, sedangkan kapasitas dari
mesin-mesin ini adalah 1800 botol dalam satu menit. Bahan baku dan bahan penunjang yang
dipergunakan didalam proses produksi seluruhnya telah diperoleh dari dalam negeri dan
tentunya telah disesuaikan dengan standar yang ditentukan oleh The Coca-Cola Indonesia
(sebagai badan
pengawas mutu untuk wilayah Indonesia). Bahan utama seperti biang
(concentrate) didapat dari pabrik Concentrate di Cilangkap, Bogor. Sedangkan gula pasir
bermutu tinggi (Refined Sugar) didapat dari PT. Tasikmadu, Jawa Tengah. Karbondioksida
(CO²) diperoleh dari PN Gas dan air murni disterilkan, diisap dari kedalaman 250 meter dari
proses sendiri. Sedangkan untuk bahan penunjangnya seperti botol-botol dibeli dari PT.
Kangar Indonesia dan PN Iglas, Surabaya. Tutup botol diperoleh dari peti atau krat plastik
diperoleh dari PT. Pioneer Indonesia.
Langkah-langkah pembuatan minuman ringan dapat ditunjukan sebagai berikut :
a. Dimulai dengan pembuatan syrup. Sejumlah gula yang telah ditentukan ukuranya
dicampurkan dengan air yang telah disterilkan, larutan ini dinamakan Simple Syrup.
b. Biang (Concentrate) dituangkan dan dicampur dengan simple syrup, larutan ini kemudian
dinamakan Finished Syrup.
c. Finished syrup kemudian dicampur dengan air yang telah diolah secara kimia dalam
perbandingan tertentu dan dikontrol oleh alat Synchrometer.
d. Campuran tersebut ditampung dan didinginkan dalam sebuah alat yang disebut Cool
Carbinator.
e. Sementara itu, dibagian lain botol yang telah kosong dicuci secara otomatik oleh mesin
pencuci.
f. Botol kosong yang telah dicuci diperiksa lagi dengan sebuah alat penyinaran sebelum
melewati mesin pengisi atau filter.
g. Botol yang benar-benar sudah bersih diisi secara otomatik dalam jumlah tertentu dan
langsung ditututp oleh alat Crowner.
h. Proses akhir adalah botol-botol yang telah berisi secara otomatis dikelompokan dalam
peti oleh alat yang disebut Case Paker, kemudian disusun dan diangkat oleh Forklit
keatas truk Coca-Cola untuk disalurkan kepada langganan.
PT. Coca-Cola Bottling Indonesia pada awal operasinya mamiliki
234 buah
kendaraan truk , kendaraan ini dipergunakan sebagai alat angkut khusus bagi produk CocaCola yang akan dipasarkan kepada para langganan.
3.4 Visi dan Misi PT. Coca-Cola Amatil Indonesia
Sebagai perusahaan multinasional yang sukses dalam mengembangkan bisnis
minuman ringan berkarbonasi maupun yang tidak berkarbonasi di Indonesia, PT. Coca-Cola
Amatil Indonesia memiliki visi yakni menjadikan produk Coca-Cola “pilihan utama”
minuman siap saji yang tersedia “dimana saja” melalui pengembangan organisasi yang “sehat
dan kuat” dengan karyawan yang “cakap” serta berorientasi ke “customer”. The become the
“preferred” RTD beverage and we are “everywhere” by developing a “strong and healthy”
organization with “capable” and customer oriented employees.
PT. Coca-Cola Amatil Indonesia adalah bagian dari keluarga besar Coca-Cola yang
terdiri dari orang-orang yang dinamis, berdedikasi tinggi, selalu bekerja sama dan mampu
memberikan produk dan layanan yang berkualitas tinggi kepada para pelanggan dan
konsumen. Siap menjadikan Coca-Cola sebagai perusahaan minuman ringan yang paling
maju diseluruh Indonesia melalui efektifitas dan efisiensi dalam distribusi, pelaksanaan basis
salesmanship yang konsisten, pengembangan pasar yang kreatif & inovatif, pelaksanaan
program marketing yang tepat dan benar serta mampu menjadi penyumbang keuntungan yang
selalu meningkat. Sedangkan untuk misi PT. Coca-Cola Amatil Indonesia Jawa Barat adalah :
 Menjadi perusahaan terkemuka dan berkembang pesat di dunia dan khususnya di pasar
Indonesia dengan mengembangkan kemitraan yang sejati dengan para pelanggan setianya
untuk memuaskan lebih dari 200 juta konsumen di Indonesia yang dahaga dengan
memberikan kesegaran kepada para pelanggan dan konsumen dengan rasa bangga dan
semangat setiap hari.
 Memberikan nilai terbaik dan keyakinan kepada para pemegang saham dengan menjadi
perusahaan yang tumbuh terdepan dalam pasaran minuman ringan dengan meningkatkan
pertumbuhan penjualan dan kemampuan menghasilkan laba secara efektif.
3.5 Deskripsi Tugas dan Tanggung Jawab PT. Coca-Cola Amatil Indonesia
Sebelum mengemukakan struktur organisasi PT. Coca-Cola Amatil Indonesia, lebih
dahulu akan dikemukakan mengenai pembagian tugas (Job Description) yang mencakup
seluruh fungsi aktivitas perusahaan, adalah sebagai berikut:
a. Dewan Komisaris
Dewan Komisaris ini diangkat dan diberhentikan oleh Rapat Umum Pemegang Saham
(RUPS). Dewan ini dapat bergerak kedalam dan keluar. Bergerak keluar bila perusahaan
mempunyai urusan dengan pemerintah atau badan-badan lain untuk urusan luar operasi
perusahaan.
Bergerak
ke
dalam
sebagai
penasihat
presiden direktur, selanjutnya hak dan kewajiban dewan ini adalah sebgai berikut :
 Dewan komisaris berhak dan berkewajiban melakukan pengawasan atas tindakantindakan presiden direktur.
 Para anggota dewan berhak dan berkewajiban melihat dan memeriksa surat-surat
perseroan, kekayaan perseroan.
b. Presiden Direktur
Presiden direktur diangkat dan diberhentikan oleh Dewan Komisaris atas persetujuan
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), hak dan kewajiban presiden direktur adalah:
 Berhak dan berkuasa penuh mewakili dan mengikat perseroan di muka maupun
diluar pengadilan.
 Berkewajiban merencanakan dan menentukan kebijakan perseroan secara garis
besar serta mengawasi pelaksanaan dari kebijakan tersebut.
 Berhak untuk atas nama perseroan melakukan segala tindakan pemilikan dan
perbuatan pengurusan dengan batasan sebagai berikut:
1. Untuk melepas dan memperoleh barang-barang yang tidak bergerak dari
perusahaan.
2. Untuk meminjam uang atas nama perseroan.
3. Untuk memberikan pinjaman kepada pihak luar.
4. Untuk mengendalikan atau dengan cara lain memperoleh dan
mempertanggungkan kekayaan perseroan.
5. Untuk mengikat perseroan sebagai penjamin.
6. Untuk mengangkat seseorang atau lebih kuasa, yang kekuasaanya diatur
dalam surat kuasa.
c. Direktur Pemasaran
Kedudukan direktur pemasaran tepat berada dibawah presiden direktur yang tugas dan
wewenangnya meliputi:
 Merencanakan dan menentukan program pelaksanaan dari kebijakan yang telah
ditetapkan oleh presiden direktur dalam bidang pemasaran.
 Mengatur dan mengorganisir serta mengawasi pelaksanaan dari program yang telah
ditetapkan.
 Berhak mengangangkat seorang kuasa atau lebih yang kekuasaanya telah diatur
didalam surat kuasa, setelah mendapat persetujuan dari presiden direktur.
 Dalam kegiatan sehari-harinya bertanggung jawab kepada presiden direktur atas
segala sesuatu yang berhubungan dengan pelaksanaan kegiatan pemasaran.
d. Direktur Keuangan
Kedudukan dari direktur keuangan berada dibawah langsung Presiden Direktur, yang
tugas dan wewenangnya meliputi :
 Mengurus, mengatur dan mengawasi pencatatan transaksi-transaksi perusahaan
untuk menyusun neraca dan perhitungan rugi-laba.
 Mengurus, mengatur dan mengawasi harta kekayaan perusahaan.
 Mengawasi penerimaan dan pengeluaran kas oleh kasir.
 Melaksanakan kebijakan perusahaan dalam menentukan anggaran.
 Menetapkan kebijakan dalam penjualan tunai dan kredit dan pemebelian kredit.
 Bertanggung jawab atas pelaksanaan seluruh tugas-tugas dalam perpajakan,
akunting, cash, dan pay roll.
Direktur Keuangan ini juga dibantu oleh tiga manajer yang dibawahnya, yaitu Manajer
Akunting, Manajer Perpajakan dan Manajer Keuangan.
e. Direktur Personalia dan General Affairs
Kedudukan direktur personalia dan general affair ini berada di bawah langsung Presiden
Direktur. Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya ini dibantu oleh dua orang manajer,
yakni manajer personalia yang membawahi Industrial Relation Section, Promotion and
Organization, Personel Service Section. Dan kedua adalah General Affairs Manager yang
membawahi General Affairs Section dan
Purchasing Section. Sedangkan tugas dan
wewenangnya meliputi:
 Merencanakan penerimaan, pembinaan dan kesejahteraan pekerja.
 Membuat daftar gaji, upah serta perhitungan pajak pendapatan pekerja sesuai
dengan peraturan pemerintah.
 Mengawasi peraturan-peraturan perusahaan
yang telah disepakati antara
perusahaan dan Serikat Pekerja serta Peraturan Perburuhan lainnya.
 Menyusun dan merencanakan promosi dan mutasi kerja.
 Menetapkan kebijakan pemebelian dan mengawasinya.
 Bertanggung jawab atas pelaksanaan seluruh tugas-tugas dalam bidang Personalia
dan General Affairs.
f. Sekretaris Direktur
Kedudukan sekretaris direktur ini adalah sebagai staff pembantu dari presiden direktur
yang bertugas :
 Membantu presiden direktur dalam menyiapkan segala keperluan administrasi
perkantoran.
 Membantu dalam mempersiapkan dan perencanaan setiap kebijakan yang akan
diambil perseroan.
 Membantu sehari-harinya menyelesaikan segala urusan keluar dan kedalam yang
berhubungan dengan perseroan.
g. Manajer Pemasaran
Kedudukan manajer pemasaran berada dibawah langsung Direktur Pemasaran, yang tugas
kesehariannya antara lain mewakili Direktur Pemasaran.
h. Manajer Penjualan
Kedudukan manajer pernjualan berada dibawah langsung Manajer Pemasaran, yang
tugasnya adalah :
 Merencanakan dan menentukan pelaksanaan dalam bidang penjualan dengan
berpedoman pada program yang telah ditetapkan Direktur Pemasaran.
 Mengatur dan mengorganisir pelaksanaan dari pada penjualan.
 Bertanggung jawab kepada Manajer Pemasaran atas segala sesuatu yang
berhubungan dengan pelaksanaan penjualan.
i. Manajer Pengawasan Pasar
Kedudukan berada dibawah langsung Manajer Pemasaran, yang tugasnya adalah :
 Mengadakan pengawasan pada pelaksanaan penjualan dalam usaha pencapaian
target.
 Mengadakan kegiatan-kegiatan dalam usaha pengembangan pasar.
 Merencanakan dan menentukan pelaksanaan usaha kegiatan promosi penjualan.
j. Manajer Administrasi Pasar
Kedudukannya berada dibawah langsung Manajer Pemasaran, yang bertugas :
 Mengatur dan mengusahakan tenaga kerja yang dibutuhkan.
 Menentukan dan menetapkan besarnya anggaran yang diajukan.
 Mengawasi pemasukan dan pengeluaran keuangan dibidang pemasaran.
 Merencanakan dan menetapkan volume angkutan berdsarkan keterangan yang
diperoleh dari bagian penjualan.
 Merencanakan dan menetapkan pembelian banyaknya kendaraan yang akan dibeli.
 Merencanakan dan menetapkan pembelian suku cadang.
 Merencanakan dan menetapkan anggaran perbaikan kendaraan.
 Merencanakan besarnya anggaran belanja bagian pemasaran.
 Bertanggung jawab kepada Manajer Pemasaran atas segala sesuatu yang
berhubungan dengan penggunaan keuangan perusahaan.
k. Manajer Area
Kedudukan Manajer Area dibawah manajer penjualan, yang bertugas:
 Sebagai pelaksana dari rencana yang telah ditetapkan oleh manajer penjualan,
khusus untuk wilayah pemasaran masing-masing.
 Dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh beberapa manajer werehouse.
 Mengatur dan mengorganisir route perjalanan salesman.
 Merencanakan penambahan dister-dister baru di wilayah pemasarannya.
 Bertanggung jawab kepada Manajer Penjualan yang berhubungan dengan penjualan
di wilayahnya masing-masing.
l. Manajer Werehaouse
Kedudukan dari manajer werehouse ini berada dibawah Manajer Area, yang tugasnya :
 Membantu Manajer Area dalam melaksanakan kegiatan penjualan.
 Dalam melaksanakan tugasnya dibantu pula oleh orang route manager (yang
memimpin tiga sampai empat orang salesman).
m. Manajer Market Development
Kedudukannya berada dibawah Manager Market Control, yang tugasnya antara lain :
 Memebantu
manajer
pemasaran
dalam
melaksanakan
pengawasan
untuk
pencapaian target penjualan.
 Sebagai pelaksana dari kegiatan-kegiatan dalam usaha mengadakan pengembangan
pasar.
 Bertanggung jawab kepada Manager Market Control atas segala sesuatu yang
berhubungan dengan pengemabangan pasar.
n. Manajer Advertisig and Sales Promotion
Kedudukannya berada dibawah Manager Market Control, yang tugasnya meliputi:
 Melaksanakan kegiatan-kegiatan advertising dan promosi penjualan yang telah
ditentukan.
 Bertanggung jawab atas segala sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan promosi.
o. Manajer Special Event
Kedudukannya berada di bawah Manager Market Development, yang tugasnya meliputi:
 Melaksanakan kegiatan-kgiatan yang ada hubungannya dengan promosi penjualan
dan pengembangan pasar.
 Bertanggung jawab kepada Manager Market Development menegenai keuangan
dan kegiatan.
p. Marketing auditing & Accounting Control Manager
Kedudukannya berada dibawah langsung Manager Market Administration, yang bertugas :
 Membantu Manager Adsministration dalam menentukan anggaran yang diajukan.
 Mangawasi penggunaan keuangan.
 Mengawasi arus masuk uang masuk.
 Mencatat kredit perusahaan.
q. Manajer Transportasi
Kedudukan berada dibawah Manager Market Administration, yang memiliki tugas :
 Melaksanakan pembelian kendaraan baru.
 Mengatur baik kendaraan dinas maupun kendaraan armada angkutan.
 Bertanggung jawab atas persedian barang di gudang, baik barang sehabis di
produksi maupun siap dipasarkan.
r. Manajer Workshop
Kedudukan berada dibawah Manager Market Administration, yang meliputi tugas :
 Melaksanakan pembelian suku cadang.
 Memperbaiki dan merawat mesin, kendaraan dan instalasi perusahaan.
 Membuat laporan tentang kondisi kendaraan, mesin dan instalasi yang normal dan
rusak.
Download