rdbms - Dini Tri Wardani

advertisement
RDBMS
1. Overview RDBMS: DB2 dan ORACLE
Sebuah sistem manajemen basis data relasional atau dalam bahasa Inggrisnya
dikenal sebagai Relational Database Management System(RDBMS) adalah sebuah
program computer (atau secara lebih tipikal adalah seperangkat program komputer) yang
dirancang untuk mengatur/memanajemen sebuah basis data sebagai sekumpulan data
yang disimpan secara terstruktur, dan melakukan operasi-operasi atas data atas
permintaan penggunanya. Contoh penggunaan RDBMS ada banyak sekali dan dalam
berbagai bidang kerja, misalnya akuntansi, manajemen sumber daya manusia, dan lain
sebagainya.
Meskipun pada awalnya RDBMS hanya dimiliki oleh perusahaan-perusahaan
berskala besar yang memiliki perangkat komputer yang sesuai dengan spesifikasi standar
yang dibutuhkan (pada saat itu standar yang diminta dapat dikatakan sangat tinggi) untuk
mendukung jumlah data yang besar, saat ini implementasinya sudah sangat banyak dan
adaptatif dengan kebutuhan spesifikasi data yang rasional sehingga dapat dimiliki dan
diimplementasikan oleh segala kalangan sebagai bagian dari investasi perusahaan.
Data RDBMS disimpan dalam objek database yang disebut tabel. Tabel adalah
tempat penyimpanan utama pada setiap RDBMS dan pada dasarnya mereka adalah
koleksi entri data terkait. Setiap tabel database terdiri dari kolom dan baris. Setiap kolom
tabel mendefinisikan tipe data yang disimpan di dalamnya, dan tipe data ini berlaku untuk
semua baris dalam tabel ini. Sebuah baris tabel adalah kumpulan data yang memiliki 1
entri untuk setiap kolom dalam tabel ini (setiap baris ini disebut dengan satu record).
Sebagai contoh tabel yang disebut Users mungkin menyimpan informasi tentang
banyak orang, dan setiap entri dalam tabel ini akan mewakili satu pengguna yang unik.
Meskipun semua entri pengguna dalam tabel pengguna (users) yang unik, mereka terkait
dalam arti bahwa mereka menggambarkan objek serupa. RDBMS juga menyediakan
operator relasional untuk memasukkan atau meng-update maupun menghapus informasi
yang disimpan ke dalam tabel database. MS SQL Server, DB2, Oracle dan MySQL
semua itu adalah contoh dari Relational Database Management System (RDBMS).
A. DB2
DB2 adalah keluarga sistem manajemen database relasional (RDBMS)
produk dari IBM yang melayani sejumlah sistem operasi yang berbeda
platform. DB2 Universal Database Server dapat digunakan pada berbagai
hardware dan platform system operasi, mulai dari mainframe dan server besar
sampai workstation dan perlatan-peralatan kecil (small hand-held devices). DB2
dapat berjalan baik pada sistem operasi operasi buatan IBM dan non-IBM. DB2
Everyplace Edition dapat berjalan pada sistem operasi seperti PalmOS, Windows
CE, dan lainnya. Aplikasi dapat berpindah dari low-end platform ke high-end
server.
B. ORACLE
Basis data Oracle adalah basis data relasional yang terdiri dari kumpulan
data dalam suatu sistem manajemen basis data RDBMS. Perusahaan perangkat
lunak Oracle memasarkan jenis basis data ini untuk bermacam-macam aplikasi
yang bisa berjalan pada banyak jenis dan merk perangkat keras komputer
(platform). Basis data Oracle ini pertama kali dikembangkan oleh Larry Ellison,
Bob Miner dan Ed Oates lewat perusahaan konsultasinya bernama Software
Development Laboratories (SDL) pada tahun 1977. Pada tahun 1983, perusahaan
ini berubah nama menjadi Oracle Corporation sampai sekarang.
Oracle dan IBM menekankan pada platform menengah seperti UNIX dan
Linux, sementara Microsoft cenderung meraih pasar untuk kelas rendah
(Microsoft Windows platforms). Basis data Oracle juga bersaing dengan basis
data sumber-terbuka (open-source relational databases), seperti PostgreSQL,
Firebird, dan MySQL. Perangkat lunak EnterpriseDB yang berbasis PostgreSQL,
belum lama ini mengumumkan fitur yang kompatibel dengan Oracle dengan
harga yang sangat wajar dan murah.
2. Pengenalan DB2
2.1 Pengertian DB2
Teknologi SIA
1
DB2 adalah model dari salah satu server yang dikembangkan oleh perusahaan
IBM. DB2 tersebut terdiri dari 3 product seperti DB2 for LUW ( Linux, Unix, Windows
), DB2 for z/ OS ( Main Frame ) , dan DB2 for iSeries. Selain itu IBM DB2 juga di
perkuat oleh IBM InfoSphereWarehouseEdition yang mana pada dasarnya terdiri atas
DB2 LUW dengan DPF ( Database Partitioning Features ), dan Massive parallel share
nothing data warehousing architecture. DB2 LUW ( Linux, Unix, Windows ) memiliki 3
edisi yang berbeda. yaitu adalah IBM DB2 Express-C, Workgroup Express Edition, dan
Enterprise Server Editor. tiap - tiap versinya memiliki perbedaan fitur - fitur untuk ukuran
worloads yang berbeda.
Salah satu contoh yang disebutkan diatas adalah DB2 Express-C, DB2 Express-C
dari tahap penggunaannya hampir mirip dengan software - software opensource lainnya
seperti MySQL, dan PostGre SQL.Tapi DB2 Express-C di buat berdasarkan code yang
sama dengan DB2 lainnya untuk edisi Linux, Unix, Windows, tapi tidak opensource.
Perbedaan antara IBM DB2 dengan MySQL adalah dalam IBM DB2 Express-C tidak ada
pembatasan user pada ukuran dari database.
Proses pekerjaan dalam DB2 dapat menggunakan Command Line (Berbasis Text)
dan berbasis GUI ( Graphics User Interface ). Untuk menggunakan Command Line di
butuhkan pengetahuan lebih tentang software DB2 tapi keunggulannya menggunakan
Command Line adalah lebih mudah untuk di scripting dan proses automatisisasi.
Sedangkan jika menggunakan GUI yaitu interface yang dirancang menggunakan Multi
JAVA Flatform Client dimana berisikan tentang Tampilan - tampilan yang di sesuaikan
untuk pemula. Adapun fitur yang paling penting dari DB2 adalah fitur error handling (
mengatasi Error ). The SQL Comunication Area ( SQLCA ) digunakan dalam program
DB2 untuk mengemabalikan error ke program aplikasi setelah setiap statement SQL yang
di eksekusi.
2.2 Perkembangan DB2
Sejarah DB2 dimulai pada tahun 1970 ketika Edgar F. Codd, peneliti yang bekerja
untuk IBM menjelaskan tentang teori basis data relasional. Lalu pada Juni 1970 beliau
mempublikasikan sebuah model baru untuk manipulasi data. Pada tahun 1974, pusat riset
IBM di San Jose mengembangkan sistem manajemen basis data relasional
Teknologi SIA
2
(relational DBMS) yang diberi nama System R. System R ini dikembangkan sebagai
bentuk implementasi dari konsep model data yang telah dipublikasikan Codd
sebelumnya. Kunci utama dari proyek pembangunan System R ini adalah adanya
pengembangan terkait SQL. Untuk mengaplikasikan model relasional Codd dibutuhkan
bahasa basis data relasional yang dia beri nama DSL/Alpha. Pada tahun 1986 - IBM
mengembangkan prototipe pertama database relasional dan distandarisasi oleh ANSI.
Database relasional pertama dirilis oleh Relational Software dan yang kemudian menjadi
Oracle.
Selama beberapa tahun perkembangan DB2, DBMS ini secara eksklusif tersedia
hanya untuk mainframeIBM. Kemudian IBM membawa DB2 ke platform-platform
lainnya, termasuk OS/2, UNIX dan MS Windows Server, lalu Linux (termasuk Linux
pada zSeries) dan PDA. Proses ini terjadi sepanjang tahun 1990. Inspirasi untuk
versi mainframe dari arsitektur DB2 diperoleh separuhnya dari IBM IMS, yakni
sebuah hierarchical database dan bahasa manipulasi basis data khusus, yakni IBM DL/I.
DB2 juga disematkan didalam sistem operasi i5/OS untuk IBM System i (iSeries,
dulunya AS/400), dan versi untuk z/VSE dan z/VM.
Versi awal dari kode yang nantinya menjadi DB2 LUW (Linux, Unix, Windows)
merupakan bagian dari komponen Extended Edition dari OS/2 yang disebut Database
Manager. IBM meningkatkan fungsionalitas Database Manager beberapa kali, termasuk
menambahkan fungsi basis data terdistribusi yang memungkinkan akses basis data
dengan berbagi sumber daya secara remote melalui jaringan LAN. Lalu pada suatu saat
IBM mengumumkan bahwa kode pada Database Manager tersebut berkembang menjadi
sangat-sangat kompleks, dan memutuskan untuk menulis kembali software tersebut di
Toronto Lab.
Selama bertahun-tahun DB2 sudah mengeksploitasi dan melalui berbagai macam
peningkatan integrasi hardware. Pada pertengahan tahun 1990, IBM merilis implementasi
dari clustered DB2 yang diberi nama DB2Parallel Edition, yang awalnya berjalan diatas
platform AIX. Pada pertengahan tahun 2006, IBM mengumumkan “Viper”, yang mana
merupakan nama sandi untuk DB2 9 baik untuk platform terdistribusi maupun z/OS. DB2
9 for z/OS diumumkan pertama kali pada tahun 2007. Pada Oktober 2007, IBM
mengumumkan “Viper 2”, yang mana merupakan nama sandi untuk DB2 9.5 pada
Teknologi SIA
3
platform
terdistribusi.
Ada
3
tema
utama
pada
rilis
kali
ini, Simplified
Management, Business Critical Reliability dan Agile XML development. Pada Juni 2009,
IBM mengumumkan “Cobra” (nama sandi untuk DB2 9.7 untuk LUW). DB2 9.7
menambahkan kompresi data untuk database indexes, temporary table, dan large objects.
DB2
9.7
juga
mendukung native XML data
in
hash
partitioning (database
partitioning), range partitioning (table partitioning) dan multi-dimensional clustering.
Pada Oktober 2009, IBM memperkenalkan rilis kedua mereka di tahun yang sama
ketika mereka mengumumkan DB2 pureScale. DB2 pureScale merupakan solusi database
cluster untuk platform non-mainframe, cocok untuk penggunaan Online Transaction
Processing (OLTP). Awal 2012, IBM mengumumkan versi berikutnya dari DB2, DB2
10.1 (dengan nama sandi Galileo) untuk Linux, UNIX, dan Windows. DB2 10.1
mengandung beberapa kemampuan manajemen data yang baru meliputi kontrol akses
baris dan kolom yang memungkinkan “fine-grained” control dari basis data danmultitemperature data management yang dapat memindahkan data untuk menghasilkan cost
effective storage berdasarkan antara seberapa “hot” atau “cold” data dimaksud (seberapa
sering data diakses).
Pada Juni 2013, IBM merilis DB2 10.5 (nama sandi “Kepler”), versi terakhir dari
DB2 untuk Linux, UNIX dan Windows. Bersamaan dengan rilis kali ini, IBM
mengkombinasikan fungsi-fungsi dan tools yang ditawarkan pada DB2 generasi
sebelumnya dan juga InfoSphere Warehouse pada Linux, UNIX dan Windows untuk
menciptakan single multi-workload database software. DB2 10.5 memiliki beberapa
kemampuan tambahan seperti IBM BLU Acceleration, kumpulan inovasi dari
IBM Research and Development Labs untuk akselerasi proses pelaporan dan analisis.
2.3 Kelebihan-Kelebihan DB2
Berikut kelebihan-kelebihan DB2 :

Mengurangi biaya administrasi

Meningkatkan efisiensi dan mengurangi kebutuhan storage

Sangat mudah migrasi dari Database lain

Support multi-platform
Teknologi SIA
4
2.4 DB2 product family
Produk-produk DB2 yang dijalankan pada OS/2 dan platform yang berhubungan
dengan produk tersebut dikenal sebagai versi DB2 Common Server. Hal ini untuk
membedakan bahwa produk-produk tersebut dapat dijalankan pada platform yang sejenis,
yang berisikan fungsi produk yang serupa dan menggunakan bersama source code yang
sama.
Produk-produk DB2 Common Server merupakan client/server RDBMS untuk
server IBM dan server non IBM, dan workstation yang berisikan fungsi-fungsi dimana
aplikasi dapat dijalankan pada lingkungan client yang luas, fungsi-fungsi untuk
menyimpan dan mengelola data, dan gateway yang mengizinkan pengaksesan data
dengan SQL pada lingkungan yang heterogen.
2.5 Overview SQL data language
SQL Structured Query Language, yang merupakan bahasa komputer untuk
menyimpan, memanipulasi dan mengambil data yang tersimpan dalam database
relasional. SQL adalah bahasa standar untuk Relation Database System. Semua sistem
manajemen database relasional seperti MySQL, MS Access, Oracle, Sybase, Informix,
postgres dan penggunaan SQL Server SQL sebagai bahasa database standar.
Proses SQL :

Ketika Anda mengeksekusi perintah SQL untuk setiap RDBMS, sistem
menentukan cara terbaik untuk melaksanakan permintaan Anda dan SQL engine
angka keluar bagaimana menafsirkan tugas.

Ada berbagai komponen termasuk dalam proses. komponen ini Query Dispatcher,
Mesin Optimization, Klasik Query Engine dan SQL Query mesin, dll mesin query
Klasik menangani semua permintaan non-SQL tapi mesin query SQL tidak akan
menangani file logis.
Kelebihan SQL :

SQL Memungkinkan pengguna untuk mengakses data dalam sistem manajemen
database relasional.
Teknologi SIA
5

SQL Memungkinkan pengguna untuk menggambarkan data.

SQL Memungkinkan pengguna untuk menentukan data dalam database dan
memanipulasi data tersebut.

SQL Memungkinkan untuk menanamkan dalam bahasa lain menggunakan modul
SQL, perpustakaan & pre-compiler.

SQL Memungkinkan pengguna untuk membuat dan drop database dan tabel.

SQL Memungkinkan pengguna untuk membuat tampilan, prosedur yang
tersimpan, fungsi dalam database.

SQL Memungkinkan pengguna untuk mengatur hak akses pada tabel, prosedur,
dan pandangan
Kekurangan MySQL dibanding RDBMS lain :

Banyak mengklaim kurang support terhadap pemrograman Visual/Desktop,
sehingga sedikit yang menggunakan untuk aplikasi visual.

Karena
berlisensi
GPL
sehingga
sulit
mendapatkan
update
untuk problem yang urgent, sehingga perusahaan skala menengah keatas lebih
memilih RDBMS berlisensi dan disupport seperti Oracle dan MS SQL Server

Sangat diragukan dalam menangani data skala besar, karena ada beberapa opini
yang pro dan kontra terhadap kemampuan MySQL terhadap pengolahan data
yang besar.
2.6 DB2 Utility
Perintah sistem di DB2 :

db2set = Memberitahu informasi tentang DB2Processors, DB2INSTPROF, dan
DB2COMM.

db2start = Menjalankan instance db2.

db2stop = menghentikan kerja instance db2.

db2ilist = memberikan daftar instance yang ada.

db2icrt = membuat instance baru.

db2idrop = menghapus instance baru.
Teknologi SIA
6

db2 update dbm cfg = untuk update database manager config

db2 catalog db = mengubah isi katalog db2

db2 list node directory = memberikan informasi tentang node yang masuk ke db2.

db2 list applications = memberikan daftar aplikasi yang sedang berjalan

db2 list tablespaces = memberikan informasi tentang koneksi yang dibuat.
Command Line Tools terdiri dari 3 tools :

Command editor = Menjalankan perintah-perintah select, insert, update, delete

Command Line Processor = Seperti Command Window, dapat melaksanakan
perintah dalam DOS.

Command Window = Adalah tool yang biasa dipakai dalam laboratoium.
Development Tools terdiri dari 2 tools
yaitu DB2 Developer Workbench dan
Project Deployment Tool General Administration Tools terdiri dari 5 tools :
1) Control Center : Tools dimana anda dapat membuat database, dapat membuat
tabel, dapat membuat trigger, dapat membuat stored procedure, dapat
menambahkan sistem baru yang berisi nama node baru, nama host baru, bisa
masuk ke replication center, journal, command editor, health center, task center,
configuration assistant, license center, satellite administration center.
2) Journal : Memilih database untuk dimonitor aktivitas databasenya.
3) License Center = Dapat memilih sistem baru untuk diberi license.
4) Replication Center : Untuk menduplikatkan satu database atau banyak tabel
tergantung pilihan dan caranya. Ada 3 replikasi : Q Replication(Perubahan tabel
sumber di kirimkan lewat WebSphere MQ ke tabel tujuan),Event Publishing(Fitur
dari Q Replication dan perubahan dikirimkan sebagai pesan XML dalam
WebSphere MQ) dan SQL replication.
5) Task Center : Menentukan waktu refresh dari sistem apakah otomatis atau
berdasarkan waktu yang user tentukan.
Monitoring Tools terdiri dari 5 tools :
Teknologi SIA
7
1) Event Analyzer : Dapat menganalisis dan monitor database, menentukan tabel
mana yang akan dimonitor.
2) Health Center : Dapat memonitor keadaan instance.
3) Indoubt Transaction Manager
4) Memory Visualizer : Dapat melihat aktivitas sistem dan pemakaian memory di
instance berdasarkan waktu, utilisasinya , nilai parameter.
5) Activity Monitor : Meningkatkan efisiensi monitoring performa database,
determinasi masalah dan solusinya,ketepatan aplikasi , konsumsi sumber,
Penggunaan perintah SQL.
2.7 DB2 Object
A. DB2 Database
DB2 Database berisikan sekumpulan tabel dan indeks-indeks yang berhubungan
dengan tabel-tabel tersebut. Dengan mendefinisikan tabel-tabel dan indeks-indeks
dapat membuat sebuah basis data yang khusus. Kita dapat memberikan sebuah
nama pada basis data, tabel, dan indeks tersebut, dan dapat melakukan start dan
stop sebuah basis data dalam sebuah operasi tunggal. Juga dapat memberikan hak
akses ke seluruh obyek yang terdapat dalam basis data.
B. Table Space
Table Space merupakan area penyimpanan yang berisikan satu atau lebih tabel
DB2. Secara fisik, sebuah table space berisikan 1 – 64 VSAM entry-sequenced
data sets (ESDS) dan dapat berisikan lebih dari 64 gigabytes data. Sebuah table
space dibagi lagi kedalam bentuk page-page. Tiap-tiap page dapat dibaca atau
ditulis pada sebuah direct-access storage device (DASD) dalam sebuah operasi
tunggal. Table space dapat berisikan simple, partition, atau segmented. Simple
table space berisikan satu atau lebih tabel yang lengkap. Partition table space
dibagi dalam unit-unit yang disebut partitions, setiap unit dapat berisikan sebagian
tabel. Sebuah table space menggambarkan bagian dasar dari DB2 database
recovery. Jika sebuah table space berisikan banyak tabel, semuanya akan direcover menjadi sebuah unit. Pada partition table space, setiap partisi dapat direcover secara terpisah. Jika diinginkan, keseluruhan basis data dapat juga diTeknologi SIA
8
recover menjadi sebuah unit dengan menspesifikasikan nama basis data tersebut
daripada menspesifikasikan nama table space selama proses recovery.
C. Indeks
Sebuah indeks berisikan sekumpulan pointer pada baris dalam sebuah tabel.
Terdapat sebuah entry untuk setiap nilai dalam kolom dengan sebuah pointer yang
disebut “RID” (Record ID) untuk tiap baris yang berisikan nilai tersebut. Sebuah
indeks yang didefinisikan pada sebuah tabel dapat digunakan untuk berbagai
macam kebutuhan. Sebagai contoh : sebuah indeks dapat digunakan untuk
melakukan pengaksesan data yang lebih efisien dengan mengizinkan individual
atau multiple row yang diakses secara langsung bila dibandingkan dengan
pembacaan data secara keseluruhan pada sebuah tabel.Setiap indeks disimpan
pada sebuah area penyimpanan yang disebut index space. Sebuah index space
berisikan 1 – 64 VSAM ESDS. Pada saat indeks didefinisikan, DB2 secara
otomatis membuat dan mengurus indeks tersebut. Program aplikasi dan pemakai
interaktif tidak perlu secara spesifik menentukan penggunaan indeks, kecuali jika
ingin melihat perbedaan kinerjanya.
D. Storage Group
DB2 menggunakan storage group untuk mengawasi cara bagaimana data pada
DB2 yang secara fisik disimpan pada volume DASD. Sebuah storage group
berisikan kumpulan volume DASD yang semuanya harus terletak pada peralatan
yang sama jenisnya. Setiap storage group mempunyai nama, dan nama tersebut
digunakan untuk menunjuk sebuah table space ke sebuah storage group yang
dipilih.Sebuah index space juga dapat ditentukan pada storage group, dan index
space bisa ditentukan pada storage group yang sama atau tidak sesuai dengan
tabel yang berhubungan dengan indeks tersebut. Storage group dibuat oleh system
administrator DB2 dengan menggunakan perintah SQL, khususnya fasilitas
interaktif seperti SPUFI atau QMF.
E. View
View adalah pilihan data sebelum didefinisikan dimana sebuah aplikasi atau
pemakai akan bekerja. Meskipun View digunakan sebagai “TABLE” oleh
pemakai, data tetap terletak pada table aslinya. Pada saat sebuah view
Teknologi SIA
9
mendefinisikan sebuah virtual table yang menggunakan data pada base table,
CREATE VIEW tidak perlu menspesifikasikan basis data, storage group, atau
pilihan-pilihan lainnya yang berhubungan dengan sebuah tabel fisik. Perintah
ALTER tidak dapat digunakan untuk sebuah view; untuk merubah view, view
tersebut
harus
dihapus
dan
dibuat
kembali.
Menghapus
view
hanya
mempengaruhi terhadap program yang menggunakan view tersebut; merubah
view tidak mempengaruhi tabel-tabel yang digunakan oleh view tersebut.
F. Database Manager Instance
Berisikan gambaran mengenai lingkungan manger basis data sesungguhnya
G. Catalog
Terdiri dari sekumpulan table yang berisikan informasi mengenai seluruh obyek
DB2 yang telah didefinisikan. Catalog juga berisikan informasi mengenai
otorisasi, recovery dan keterhubungan yang ada di antara table catalog yang
berbeda. Hanya dapat dilihat oleh DBA dan pemakai yang diberi izin oleh DBA.
H. DB2 Catalog
Sekumpulan tabel yang berisi informasi mengenai segala sesuatu yang
didefinisikan dalam sistem. Digunakan oleh DB2 untuk menentukan jalur akses
dan mengatur sumber-sumber. Struktur tabel catalog dibedakan oleh platform
I. Log
Menyimpan semua perubahan terhadap basis data yang ada.
J. DB Configuration File
Mengatur parameter-parameter konfigurasi file-file basis data
3. Pengenalan Oracle
Oracle adalah nama produk software database server yang diproduksi oleh
perusahaan software Oracle Corporation. Oracle Corporation memposisikan diri sebagai
produsen software database sejak tahun 1977.
Oracle merupakan software database yang menggunakan bahasa SQL (Structured
Query Language), di dalam dunia database istilah query dapat diartikan “Permintaan
Data”. Saat ini SQL merupakan bahasa query standard di berbagai software database.
Berbagai software database dapat diakses menggunakan bahasa SQL. Sehingga selain
Teknologi SIA
10
di Oracle, anda dapat menggunakan SQL di software database yang lain seperti Microsoft
SQL Server, MySQL,Informix, DB2, Interbase dan software database yang lain.
3.1 Computing model
Oracle Corporation mengeluarkan produk Oracle 10g berbasis grid computing.
Grid computing adalah arsitektur TI baru yang menghasilkan sistem informasi
perusahaan yang berbiaya rendah dan lebih adaptif terhadap dinamika bisnis. Dengan
grid computing, sejumlah komponen hardware dan software yang modular dan
independen akan dapat dikoneksikan dan disatukan untuk memenuhi tuntutan kebutuhan
bisnis. Lebih jauh, dari sisi ekonomi, implementasi grid computing berarti membangun
pusat komputasi data yang tangguh dengan struktur biaya variatif yang bisa disesuaikan
dengan kebutuhan. Grid computing adalah solusi dari masalah-masalah umum yang
dihadapi perusahaan IT, permasalahan pada aplikasi yang menyebabkan hardware tidak
berfungsi maksimal contohnya kasus monolitik, yaitu sistem sulit digunakan karena
mahalnya ongkos pengelolaan dan sulitnya dilakukan perubahan terhadap system juga
masalah informasi yang terpisah pisah dan tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal.
Dalam mengadopsi grid computing, perusahaan tidak perlu mengambil langkah secara
revolusioner, karena aplikasi yang sebelumnya telah dijalankan akan tetap bekerja seperti
sebelumnya. Dan dimungkinkan pula untuk mengadopsi teknologi grid computing pada
aplikasi yang telah dijalankan, bahkan tanpa memerlukan banyak penulisan ulang
konfigurasi sistem.
3.2 Overview perintah-perintah SQL
SQL singkatan dari Structured Query Language. Digunakan untuk mengakses
basis data relasional. Bersifat standarbisa dipakai untuk basis data relasional lainnya.
Perintah SQL dapat dibagi menjadi DDL dan DML.
Perintah DDL
DDL = Definition Data Language. Digunakan untuk kepentingan penciptaan
database, tabel, hingga penghapusandatabase atau tabel. Contoh:

Teknologi SIA
CREATE DATABASE
11

CREATE TABLE

DROP TABLE

ALTER TABLE
Perintah DML
DML = Data Manipulation Language. Digunakan untuk memanipulasi data.
Contoh:

SELECT – mengambil data

DELETE – menghapus data

INSERT – menyisipkan data

UPDATE – mengubah data
3.3 Interaksi antara SQL *Plus dengan SQL
3.4 SQL statement vs SQL*Plus statement
SQL
SQL *Plus
Bahasa komunikasi dengan server Kompatibel dengan pernyataan SQL dan
Teknologi SIA
12
Oracle untuk mengakses data.
transfer ke server Oracle.
Berdasarkan pada standar ANSI untuk Suatu interface yang menentukan sistem
SQL
Oracle untuk mengeksekusi pernyataan
SQL.
Memproses data dan mendefinisikan Tidak diperuntukkan untuk pemrosesan
objek dari database.
informasi dalam database.
Tidak memiliki karakter kelanjutan.
Mendukung
"-"
sebagai
karakter
penghubung jika masih satu perintah
tertulis, tetapi membutuhkan beberapa
baris.
Perintah tidak dapat disingkat.
Menggunakan
fungsi
melakukan format.
Perintah dapat disingkat.
untuk Menggunakan perintah untuk melakukan
format data.
Akhir dari semua perintah adalah Tidak membutuhkan karakter untuk
karakter ";".
mengakhiri perintah.
3.5 Contoh perintah SQL*Plus
Perintah-Perintah Yang Penting Dalam SQL *Plus

ACCEPT: Membaca input variabel dari pengguna

DEFINE: Mendeklarasikan suatu variabel (DEF)

DESCRIBE: Daftar atribut dari tabel atau obyek lainnya (DESC)

EDIT: Membuka editor di mana Anda dapat mengubah perintah terakhir

EXIT atau QUIT: Menutup sesi kerja dari SQL * Plus

GET: Mencari file dalam SQL dan submit buffer SQL

HOST: Menjalankan perintah sistem operasi; (!)

LIST: Menunjukkan perintah terakhir yang dijalankan (L)

PROMPT: Menampilkan teks pada layar

RUN: Menyusun/mendaftar dan menjalankan perintah yang telah disimpan dalam
buffer SQL (/)
Teknologi SIA
13

SAVE: Menyimpan perintah buffer ke file script SQL;

SET: Mengubah variabel ke dalam SQL * Plus

SHOW: Menampilkan pengaturan variabel di SQL * Plus;

SPOOL: Menyalin output perintah ke sebuah file

START: Menjalankan script SQL.
3.6 PL/SQL (Lingkungan PL/SQL, keuntungan-keuntungan PL/SQL, contoh
perintah SQL di dalam PL/SQL)
A. PL/SQL (lingkungan PL/SQL) adalah bahasa prosedural dari Oracle untuk
menulis aplikasi dan untuk penanganan data di luar database. PL / SQL dapat
mencakup subset dari perintah SQL, ketika akses ke database diperlukan.
B. Keuntungan-keuntungan PL/SQL diantaranya :
a. Integrasi
Memungkinkan aplikasi dan Orace server menggunakan library yang dapat
digunakan bersama sama dalam bentuk stored procedure.
b. Peningkatan kinerja
Penggunaan PL/SQL , memungkinkan pengiriman perintah secara blok dalam
satu perintah yang secara drastis dapat menurunkan trafik jaringan.
c. Dapat mendeklarasikan variable
Dapat berupa variable, constant, cursor, dan exception. Penggunaan variable/
identifier sanagat memudahkan dalam membuat suatu perintah SELECT
untuk diproses dan hasilnya digunakan untuk melakukan proses lainnya.
d. Security
PL/SQL memungkinkan kita untuk memberikan pembatasan antara client dan
server. Pembatasan tersebut bisa diberikan lewat trigger yang ditulis dalam
bentuk PL/SQL, sehingga bisa membatasi akses ke aplikasi dan database.
e. Higher Productivity
Teknologi SIA
14
PL/SQL dapat digunakan di semua aplikasi Oracle termasuk Oracle Forms
dan Oracle
reports. Sehingga tidak perlu membuat dengan sintak yang lain
pada platform yang sama
dan waktu pengembangan pun bisa di hemat.
f. Better Performance
Tanpa menggunakan PL/SQL, Oracle hanya menjalankan satu statement SQL
pada satu waktu jika hal ini dilakukan pada lingkungan client server jelas akan
membebani jalur komunikasi. Jika menggunakan PL/SQL, satu blok statement
akan dikirimkan sekaligus pada waktu yang sama. Keuntungan yang diperoleh
dari sisi aplikasi adalah aplikasi menjadi lebih ringan karena respon dari
server cepat dan statement dikirimkan sekaligus pada waktu yang sama dan
penggunaan memori juga berkurang.
C. Contoh Perintah SQL didalam PL/SQL
Operator-operator SQL statement juga berlaku pada PL/SQL. Berikut ini prioritas
dari semua operator tersebut ditampilkan pada tabel di bawah ini dengan prioritas
yang lebih tinggi ditempatkan pada baris yang lebih atas:
Operator
Operasi
**, NOT
Pemangkatan dan negasi logika
+, -
Tanda positif dan negatif
*, /
Perkalian dan pembagian
+, -, ||
Penjumlahan., pengurangan dan
konkatinasi
=, <, >, <=, >=, <>, !=, IS NULL,
Perbandingan
LIKE, BETWEEN, IN
Teknologi SIA
AND
Konjungsi
OR
Inklusi
15
Download