laporan akuntabilitas kinerja

advertisement
ATA P
LAPORAN
AKUNTABILITAS
KINERJA
BALAI BESAR KESEHATAN PARU
MASYARAKAT (BBKPM) BANDUNG 2015
ENGANTAR
JALAN CIBADAK NO. 214 BANDUNG - 40241
TELP/FAX. 022-6011523
Website:
www.bbkpm_bandung.org
Laporan Akuntabilitas Kinerja BBKPM Bandung
2015
Email: [email protected]
i
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, marilah kita bersamasama tetap melaksanakan amanah dalam bidang tugas kita masing-masing bidang
Kesehatan Paru Masyarakat bagi kepentingan Negara, Nusa dan Bangsa yang kita cintai
ini.
Sebagai tindak lanjut dari Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 Tentang Pedoman Penyusunan
Penetapan Kinerja dan Pelaporan dan implementasi Peraturan Menteri Kesehatan RI
Nomor 2416/Menkes/Per/XII/2011 tentang Juklak Penetapan Kinerja dan Pelaporan
Akuntabilitas Kerja Kementerian Kesehatan RI.
Dalam rangka memenuhi kebutuhan tersebut di atas, kami telah berusaha
menyajikan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Balai Besar
Kesehatan Paru Masyarakat Bandung Tahun Anggaran 2015.
Laporan Akuntabilitas Kinerja (LAK) Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat
Bandung ini merupakan wujud pertanggungjawaban pelaksanaan Perencanaan Strategis
(Renstra), yang berisi informasi tentang keberhasilan maupun kegagalan pencapaian
sasaran yang telah ditetapkan, termasuk hambatan yang dihadapi
dan pemecahan
masalahnya.
Akhirnya kami sampaikan terima kasih dan penghargaan kepada semua pihak
yang telah bekerja keras dalam penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi
Pemerintah (LAKIP) ini dan semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk serta
memberikan kekuatan kepada kita semua dalam melaksanakan pembangunan kesehatan.
Bandung,
Januari 2016
Kepala
Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Bandung
dr. Edi Sampurno, Sp.P, MM
NIP : 196109211987121001
Laporan Akuntabilitas Kinerja BBKPM Bandung 2015
i
DAFTAR ISI
Kata Pengantar
i
Daftar Isi
ii
Ikhtisar Eksekutif
iii
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
3
B.
Maksud dan Tujuan
5
C.
Tugas PokoK, Fungsi dan Struktur Organisasi
6
D.
Sistematika Penulisan
BAB II
13
PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA
A.
Rencana Kerja Tahunan
15
B.
Penetapan Kinerja
28
BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
A.
Pengukuran dan Analisis Pencapaian Kinerja
31
B.
Sumber Daya
36
BAB IV SIMPULAN
45
LAMPIRAN – LAMPIRAN
 Form RKT (Rencana Kinerja Tahunan)
47
 Pernyataan Penetapan Kinerja
48
 Form Penetapan Kinerja
49
 Form Pengukuran Kinerja (PK)
51
Laporan Akuntabilitas Kinerja BBKPM Bandung 2015
ii
IKHTISAR EKSEKUTIF
Laporan Akuntabilitas Kinerja (LAK) BBKPM Bandung Tahun 2015 secara garis
besar berisikan informasi rencana kinerja dan capaian kinerja yang telah dicapai selama
tahun 2015. Rencana Kinerja Tahunan 2015 merupakan upaya pencapaian kinerja program
dan kegiatan yang ingin dicapai selama tahun 2015 yang mengacu pada tugas dan fungsi
serta Rencana Strategi Bisnis (RSB) BBKPM Bandung tahun 2014-2019.
Fungsi
utama
Laporan
Akuntabilitas
adalah
sarana
menyampaikan
pertanggungjawaban kinerja pelaksanaan Perencanaan Stratejik (Renstra), yang berisi
informasi tentang keberhasilan maupun kegagalan pencapaian sasaran yang telah
ditetapkan, termasuk hambatan yang dihadapi dan pemecahan masalahnya.
Secara keseluruhan berdasarkan output kegiatan telah terealisasi, namun ada 1
output kegiatan yang tidak terealisasi sepenuhnya yaitu alat kesehatan, kedokteran dan KB
dalam rangka menuju pelayanan kelas dunia, antara lain belanja modal alat dan mesin
berupa ID-Camera dan Automatic Processor Film dikarenakan gagal lelang dan waktu
yang tidak mencukupi lagi syarat lelang ulang berikutnya.
Dari aspek keuangan sesuai aplikasi Sistem Akuntansi Instansi (SAI) berdasarkan
jenis belanja, dari total anggaran sebesar Rp 41.552.104.000,-, dengan rincian sumber dana
APBN Rp. 35.150.925.000,- dan sumber dana BLU Rp 6.401.179.000,-. Terealisasi
sebesar Rp 38.145.884.416,- (91,80%) bersumber Rupiah Murni (RM) sebesar Rp.
32.223.847.584,- (91,67%) dan BLU sebesar Rp. 5.922.036.832,- (92,51%).
Laporan Akuntabilitas Kinerja BBKPM Bandung 2015
iii
BAB I
PENDAHULUAN
BBKPM Bandung didirikan pada Bulan November Tahun 1952, dengan nama
BP5 (Balai Penyelidikan dan Pemberantasan Penyakit Paru-Paru) dengan tujuan sebagai
pusat pemberantasan penyakit tuberculosis (TB). BP5 Bandung menempati gedung di
Jl. Ir. H. Juanda 45 kemudian pindah ke Jl. Pasir Kaliki 121. Gedung BBKPM yang
saat ini menjadi lokasi BBKPM Bandung mulai ditempati pada bulan Juli tahun 1955.
Pada tahun 1974, BP5 berubah menjadi BP4 (Balai Pengobatan Penyakit ParuParu) dan mengacu pada Keputusan Menteri Kesehatan RI No.144/Menkes/SK/IV/1978
tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Balai Pengobatan Penyakit Paru-Paru yang
di dalamnya mengatur tugas, fungsi, klasifikasi dan Susunan Organisasi BP4, maka
tugas pokok dan fungsi BP4 tidak hanya mengobati tuberkulosis tetapi juga penyakit
paru lainnya.
Merujuk pada Kep.Men.PAN No.62/KEP/M.PAN/7/2003 tentang Pedoman
Organisasi Unit Pelaksana Teknis di Lingkungan Departemen dan Lembaga Pemerintah
Non Departemen, yang ditindaklanjuti dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor:
1352/MENKES/PER/IX/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis
di Bidang Kesehatan Paru Masyarakat, menetapkan BP4 Bandung sebagai Balai
Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM) eselon 3b.
Pada tahun 2007 melalui Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik
Indonesia Nomor: 532/MENKES/PER/IV/2007 BKPM Bandung selanjutnya ditetapkan
menjadi Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM) eselon 2b, dengan Tugas
Pokok dan Fungsi melaksanakan pelayanan kesehatan rujukan paru spesialistik dan atau
subspesialistik yang berorientasi kesehatan masyarakat; pemberdayaan masyarakat
dalam bidang kesehatan paru; kemitraan dan pengembangan sumber daya di bidang
kesehatan paru masyarakat; pendidikan dan pelatihan teknis di bidang kesehatan paru;
serta penelitian dan pengembangan kesehatan paru. Di dalam surat keputusan tersebut
juga dinyatakan bahwa wilayah kerja BBKPM Bandung meliputi 13 Provinsi yaitu
seluruh Provinsi di Pulau Sumatera, Provinsi Jawa Barat, Provinsi Banten dan Provinsi
DKI Jakarta. Selain berlokasi di Kota Bandung, BBKPM Bandung memiliki dua buah
Laporan Akuntabilitas Kinerja BBKPM Bandung 2015
1
unit fungsional yang berada di
Cianjur dan Garut, yang melayani kesehatan paru
masyarakat di kedua wilayah tersebut, namun tetap berada dalam satu satuan kerja
BBKPM Bandung.
Lokasi
BBKPM Bandung di Jalan Cibadak No 214 Bandung menempati
bangunan seluas 3.641 m2 yang berdiri diatas tanah seluas 3.330 m2, BKPM Garut Jl.
Rumah Sakit Umum Dokter Slamet No. 13 Garut menempati bangunan seluas 246 m2
yang berdiri diatas tanah seluas 1.704 m2, dan BKPM Cianjur Jalan Jl. Siliwangi No.
15 Cianjur adalah bangunan seluas 662 m2 yang berdiri diatas tanah seluas 2.450 m2.
Dalam
menjalankan
tugas
pokok
BBKPM
Bandung
jelas
memiliki
karakteristik berbeda dengan rumah sakit ataupun layanan kesehatan lain, selain
secara spesialistik menangani penyakit paru sebagai layanan dan rujukan juga memiliki
program pemberdayaan kesehatan paru masyarakat, dengan layanan unggulan:
1.
Pusat pelayanan dan rujukan kesehatan paru masyarakat, artinya BBKPM
melakukan pelayanan yang menyeluruh terhadap kesehatan paru masyarakat
dengan dilengkapi fasilitas sumber daya yang memadai, kompeten berkualitas
dan bersifat spesialistik untuk mendukung peningkatan derajat kesehatan paru
masyarakat.
2.
Pusat pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan paru masyarakat,
artinya
BBKPM
membuat
pengkajian
dan
penerapan
model-model
pemberdayaan masyarakat disertai pengembangan media dan kegiatan promosi
kesehatan yang terpadu untuk memandirikan masyarakat dalam menjaga
kesehatan parunya dan untuk mendukung peningkatan derajat kesehatan paru
masyarakat.
3.
Pusat jejaring kerjasama/ kemitraan kesehatan paru masyarakat, artinya BBKPM
melakukan koordinasi dan menggerakkan institusi lain dalam mengatasi
kesehatan paru masyarakat untuk mendukung peningkatan derajat kesehatan
paru masyarakat.
4.
Pusat pendidikan dan pelatihan kesehatan paru masyarakat, artinya BBKPM
menjadi tempat pendidikan dan pelatihan kesehatan paru masyarakat bagi tenaga
kesehatan dan non kesehatan untuk mendukung peningkatan derajat kesehatan
paru masyarakat.
Laporan Akuntabilitas Kinerja BBKPM Bandung 2015
2
5.
Pusat penelitian dan pengembangan kesehatan paru masyarakat, artinya BBKPM
menjadi tempat penelitian dan pengembangan kesehatan paru masyarakat bagi
tenaga kesehatan dan non kesehatan untuk mendukung peningkatan derajat
kesehatan paru masyarakat.
BBKPM Bandung resmi menjadi Instansi Pemerintah di bawah Kementrian
Kesehatan yang menjalankan Pengelolaan
Keuangan Badan Layanan Umum (PK-
BLU) melalui surat Kementerian Keuangan Nomor 58/MK.05/2011 tentang Penetapan
Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Bandung Pada Kementerian Kesehatan RI
sebagai Instansi Pemerintah yang menerapkan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan
Umum pada tanggal 28 Februari 2011.
A. Latar Belakang
Penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan
nepotisme harus berpedoman pada azas umum penyelenggaraan negara yang meliputi
azas kepastian hukum, tertib penyelenggaraan negara, kepentingan umum, keterbukaan,
proporsionalitas dan akuntabilitas.
Azas akuntabilitas adalah azas yang menentukan bahwa setiap kegiatan dan hasil
akhir dari kegiatan penyelenggaraan negara harus dapat dipertanggungjawabkan
kepada masyarakat atau rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi negara sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 mewajibkan setiap instansi pemerintah
sebagai unsur penyelenggara pemerintahan termasuk Unit Pelaksana Teknis yang
merupakan satuan kerja mandiri wajib mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas
pokok dan fungsinya serta kewenangan pengelolaan sumber daya dan kebijaksanaan
yang dipercayakan kepadanya berdasarkan perencanaan strategi yang dirumuskan
sebelumnya.
Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Bandung merupakan Unit Pelaksana
Teknis Departemen Kesehatan yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada
Direktur Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat dan secara teknis fungsional dibina oleh
Direktur kesehatan Komunitas (Sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI No :
532/MENKES/PER/IV/2007 yang telah diubah dan ditambah dengan
Laporan Akuntabilitas Kinerja BBKPM Bandung 2015
SK Menkes
3
Nomor 2354/Menkes/Per/IV/XI/2011 tentang perubahan Organisasi dan Tata Kerja
Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat).
Di dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya diperlukan sumberdaya yang
cukup untuk mencapai Visi Misi yang telah di tetapkan. penjabaran visi dan misi
dituangkan dalam Rencana Strategis 5 Tahunan disesuaikan dengan Rencana Strategis
Kementertian Kesehatan. Dari rencana strategis tersebut akan dijabarkan lagi dalam
rencana kegiatan tahunan yang merupakan tahapan-tahapan menuju pencapaian visi
BBKPM Bandung.
Di dalam Rencana Strategis terdapat Sasaran Strategis yang berisi target-target
yang di tetapkan dan menjadi acuan kegiatan tahunan. Untuk mencapai target-terget
tersebut harus didukung oleh sumber daya yang cukup mencakup SDM, Sarana dan
prasarana, dan Dana yang cukup. SDM yang cukup dalam jumlah dan mutu akan
menunjang keberhasilan kegiatan dengan capaian jumlah dan mutu yang optimal.
Sarana dan prasarana yang representatif dibutuhkan untuk memfasilitasi kegiatan
terlaksanan tepat waktu dan tepat sasaran. Dana yang dibutuhkan adalah untuk
memenuhi kebutuhan operasional kegiatan sehingga output kegiatan sesuai dengan
target dengan harapan, berhasil guna dan dapat dirasakan dampaknya bagi masyarakat
dan terhadap capaian pembangunan kesehatan. Didalam pelaksanaan kegiatan tahunan
seluruh komponen kegiatan mulai dari input, proses output dituangkan dalam Rencana
Kinerja Tahunan yang bersumber dari Rencana Strategis BBKPM Lima Tahunan
disesuaikan dengan Anggaran Definitif yang disahkan dalam DIPA/RKAKL 2015.
Didalam pelaksanaannya realisasi disesuaikan dengan Rencana Pelaksanaan Kegiatan
yang telah diatur dalam TOR. Realisasi kegiatan tahunan akan dievaluasi setiap akhir
tahun untuk mengetahui capaian kegiatan dan anggaran terhadap target yang telah
ditetapkan dalam Penetapan Kinerja 2015.
Hasil evaluasi kinerja didasarkan pada Sistem Akuntabilitas Kinerja (SAKIP)
dan dilaporkan dalam bentuk Laporan Akuntabilitas Kinerja (LAK) Balai Besar
Kesehatan Paru Masyarakat Bandung.
Dasar Hukum penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja adalah :
1.
TAP MPR No. XI/MPR/1998 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan
Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme;
2.
UU No. 28 Th 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas
Laporan Akuntabilitas Kinerja BBKPM Bandung 2015
4
dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme;
3.
Inpres No. 7 Th 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;
4.
Inpres No. 5 Th 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi;
5.
PermenPAN dan RB No. 29 tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan
Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;
6.
PermenPAN dan RB No. 35 tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan
Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;
7.
Permenkes RI No. 2416/MENKES/PER/XII/2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan
Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Kementerian Kesehatan;
8.
Peraturan MenPAN dan RB No. 53 tahun 2015 tentang Petunjuk Pelaksanaan
Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.
B. Maksud dan Tujuan
Dalam upaya mendorong terwujudnya kepemerintahan yang baik (good
governance), pemerintah telah menetapkan Undang-undang Nomor 28 tahun 1999
tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi dan
Nepotisme yang meliputi asas kepastian hukum, asas tertib penyelenggaraan negara,
asas kepentingan umum, asas keterbukaan, asas proporsionalitas, asas profesionalitas
dan asas akuntabilitas. Menurut penjelasan Undang-undang tersebut, asas akuntabilitas
adalah asas yang menentukan bahwa setiap kegiatan dan hasil ahir dari kegiatan harus
dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Pertanggungjawaban dimaksud
berupa laporan yang disampaikan kepada atasan masing-masing, lembaga-lembaga
pengawasan dan penilai akuntabilitas, dan ahirnya disampaikan kepada Presiden selaku
kepala pemerintahan.
Tujuan disusunnya LAKIP adalah:

Untuk melihat gambaran mengenai tingkat keberhasilan dan kegagalan pencapaian
sasaran ataupun tujuan BBKPM Bandung sebagai instansi pemerintah sebagai
penjabaran dari visi, misi dan strategi yang mengindikasikan tingkat pelaksanaan
kegiatan-kegiatan sesuai dengan program dan kebijakan yang ditetapkan

Sebagai dasar penyusunan perencanaan kegiatan pada tahun berikutnya untuk
mencapai tujuan BBKPM Bandung
Laporan Akuntabilitas Kinerja BBKPM Bandung 2015
5
C. Tugas Pokok, Fungsi dan Struktur Organsasi
Sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor:
532/Menkes/Per/IV/2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Besar Kesehatan
Paru Masyarakat Bandung sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2354/Menkes/Per/XI/2011, Balai Besar
Kesehatan Paru Masyarakat Bandung mempunyai tugas pokok, fungsi dan struktur
organisasi sebagai berikut:
1. Tugas Pokok :
Melaksanakan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pelayanan kesehatan,
penunjang kesehatan, promosi kesehatan, dan kemitraan serta pengembangan sumber
daya di bidang kesehatan paru nasyarakat
2. Fungsi :
1) Perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pelayanan kesehatan rujukan paru
spesialistik dan atau subspesialistik yang berorientasi kesehatan masyarakat
2) Perencanaan, pelaksanaan
dan evaluasi pemberdayaan masyarakat dalam
bidang kesehatan paru
3) Perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kemitraan dan pengembangan sumber
daya di bidang kesehatan paru masyarakat
4) Perencanaan, pelaksanaan
dan evaluasi pendidikan dan pelatihan teknis di
bidang kesehatan paru
5) Perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi penelitian dan pengembangan kesehatan
paru
6) Pelaksanaan urusan tata usaha
Laporan Akuntabilitas Kinerja BBKPM Bandung 2015
6
3. Struktur Organisasi :
Dalam melaksanakan tugas pokok, fungsi, program dan kegiatan di BBKPM
Bandung senantiasa didukung oleh Budaya Kinerja sebagai acuan yaitu antara lain:
1) Terbaik
Melaksanakan kegiatan pelayanan kesehatan paru yang bermutu, sesuai standar
yang ditetapkan.
2) Mandiri
Proses pelayanan dan proses manajemen dilakukan secara mandiri, dengan
meminimalisasi ketergantungan.
3) Berpikir kritis
Di era globalisasi pelayanan yang diberikan harus dapat menyesuaikan dengan
perkembangan pelayanan kesehatan terkini.
4) Pemrakarsa
Harus dapat menciptakan model-model pelayanan dan pemberdayaan masyarakat
untuk mencapai kemandirian hidup sehat.
5) Pembaharu
Membawa perubahan dalam pola pikir dan perilaku masyarakat terhadap kesehatan
paru.
Laporan Akuntabilitas Kinerja BBKPM Bandung 2015
7
6) Kesinambungan
Setiap kegiatan dilakukan secara berkesinambungan sesuai dengan rencana kerja
yang telah disusun.
7) Transparan dan Akuntabel
Semua kegiatan harus dilaksanakan secara transparan dan akuntabel, dapat
dipertanggungjawabkan dan dipertanggunggugatkan kepada masyarakat
8) Kerjasama Tim
Dalam mengemban tugas memberikan pelayanan kesehatan paru kepada masyarakat
harus dibina kerjasama tim yang utuh dan kompak dengan menerapkan prinsip
koordinasi, integrasi, sinkronisasi dan sinergisme.
Kegiatan BBKPM Bandung
Dalam mendukung tugas pokok dan fungsinya, maka BBKPM Bandung
mempunyai kegiatan sebagai berikut:
1. Kegiatan Pelayanan dan Penunjang Kesehatan
1) Pelayanan Kesehatan
(1) Instalasi Rawat Jalan
a.
Klinik Umum
b.
Klinik Tuberkulosis (DOTS)
c.
Klinik Non Tuberkulosis (Non-TB)
d.
Klinik Anak
e.
Klinik Asma PPOK
f.
Klinik Spesialis Paru
g.
Klinik Spesialis Penyakit Dalam
h.
Klinik TB-MDR
Poliklinik ini memberikan layanan rawat jalan selama 5 hari kerja dari hari Senin
s.d Jumat mulai jam 07.30-15.30 WIB, pendaftaran ditutup pada jam 13.30 WIB.
(2) Instalasi Gawat Darurat
Melayani pasien kegawatdaruratan dengan jadwal pelayanan setiap hari selama 24
jam.
(3) Instalasi Rawat Inap
Melayani pasien rawat inap dengan kapasitas 10 tempat tidur (10 TT).
Laporan Akuntabilitas Kinerja BBKPM Bandung 2015
8
2) Penunjang Kesehatan
(1) Instalasi Radiologi:
-
Foto thoraks
-
Ultrasonografi
(2) Instalasi Laboratorium:
-
Pemeriksaan Mikrobiologi: mikroskopis BTA, kultur dan resistensi
-
Pemeriksaan Hematologi: pemeriksaan kimia klinik dan rutin
-
Pemeriksaan Imunologi/Serologi
-
Pemeriksaan Urine
-
Pemeriksaan Patologi Anatomi (PA)
-
Pemeriksaan mantoux test
(3) Instalasi Rehabilitasi Medik:
-
-
Fisioterapi (Edukasi, Postural drainage, Latihan pernapasan, Infra red,
Manajemen batuk efektif, Nebulisasi terapi, Hisap lendir, Short Wave
Diathermi)
Kebugaran (Senam asma, Tread mill, Sepeda statis, Six Minutes Walking
Test)
- Elektromedik (EKG, Spirometri, Uji Bronkodilator)
(4) Instalasi Rekam Medik:
-
Assembling (penerimaan dokumen Rekam Medik)
-
Pencatatan medik
-
Coding/indexing (pemberian koding untuk penegakan diagnosis)
-
Filling (penyimpanan RM)
-
Pelaporan
-
Komputerisasi pelayanan rekam medik
(5) Instalasi Farmasi:
-
Perencanaan obat
-
Pengadaan obat
-
Penyimpanan obat
-
Pendistribusian obat
-
Pelayanan obat pada pasien
-
Pencatatan dan pelaporan obat
Laporan Akuntabilitas Kinerja BBKPM Bandung 2015
9
(6) Instalasi Pemeliharaan Sarana Prasarana dan Kesehatan Lingkungan
-
Pemeliharaan Alat Kesehatan dan Sarana Prasarana Gedung
-
Pengelolaan Kesehatan Lingkungan
-
Limbah medis dan non medis
-
Kualitas air dan udara
2. Kegiatan Promosi Kesehatan dan Pengembangan SDM
1) Kegiatan Promosi Kesehatan
(1) Kegiatan Promosi Kesehatan Paru Masyarakat
a.
Promosi kesehatan paru
b.
Komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) kesehatan paru
c.
Pemberdayaan penderita dan keluarga penderita penyakit paru
d.
Pemberdayaan masyarakat dalam upaya kesehatan paru
e.
Advokasi kesehatan paru
f.
Kemitraan dalam jejaring pelayanan kesehatan paru
g.
Surveilans perilaku
h.
Screening kesehatan paru
(2) Pelayanan Konseling:
a.
Konseling TB
b.
Konseling Gizi
c.
Konseling Berhenti Merokok
d.
Konseling HIV
e.
Konseling penyakit paru lainnya
2) Kegiatan Pengembangan Sumber Daya
Kegiatan Pengembangan Sumber Daya Kesehatan sesuai dengan fungsi BBKPM
Bandung untuk perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pendidikan dan pelatihan
teknis di bidang kesehatan paru adalah :
a.
Pendidikan dan pelatihan kesehatan paru
b.
Penelitian dan pengembangan
3) Kegiatan Kemitraan
Kegiatan kemitraan antara lain:
(1) Kemitraan dalam pelayanan/rujukan kesehatan paru:
Laporan Akuntabilitas Kinerja BBKPM Bandung 2015
10
Rumah Sakit Paru, Rumah Sakit Umum/Swasta, Puskesmas, Balai
Laboratorium Kesehatan, Dokter praktek swasta, Lembaga Asuransi
Kesehatan, Perhimpunan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI),
Organisasi Profesi, dan lain-lain.
(2) Kemitraan dalam program kesehatan paru
Program penanggulangan TB (DOTS): Dinas Kesehatan Propinsi/ Kabupaten/
Kota, Rumah Sakit, BKPM, Puskesmas, Swasta.
(3) Kemitraan dalam upaya promosi kesehatan paru:
Pusat Promosi Kesehatan, Dinas Kesehatan Propinsi/Kabupaten/Kota, Dinas
Pendidikan, Organisasi profesi, Organisasi masyarakat, LSM, Yayasan Asma
Indonesia, Media massa, dan lain – lain.
(4) Kemitraan dan kerjasama dalam Diklat dan penelitian kesehatan paru:
Institusi Pendidikan, Badan Diklat dan Badan Litbangkes, dan lain-lain.
3. Kegiatan Ketatausahaan
1) Sub Bagian Keuangan
(1)
a.
Perbendaharaan
Bendahara Penerimaan kegiatannya meliputi:
- Memungut PNBP setiap hari dari pasien yang mendapat pelayanan kesehatan
di BBKPM Bandung dan memberikan bukti pungutan berupa potongan karcis
atau kuitansi, menerima anggaran dari sumber pendapatan negara bukan
pajak lainnya
- membukukan PNBP sesuai dengan ketentuan yang berlaku berdasarkan
bukti-bukti pungutan dan bukti-bukti penyetoran
- menyetorkan seluruh uang PNBP ke Bank persepsi/ Giro Pos yang ditunjuk
oleh Menkeu.
- membuat Laporan realisasi PNBP setiap bulan.
- membuat Laporan Pertanggungjawaban Bendahara setiap bulan
b.
Bendahara Pengeluaran Kegiatannya meliputi:
- Mengadministrasikan kuitansi tagihan yang diterima (meneliti kelengkapan
tagihan, menguji kebenaran perhitungan tagihan, menguji ketersediaan dana,
serta membayar tagihan)
Laporan Akuntabilitas Kinerja BBKPM Bandung 2015
11
- Memungut pajak dari pihak ketiga, dan menyetorkan ke kas negara
- Membuat usulan permintaan UP/TUP/GUP
- Menerima dan membukukan SP2D-UP (uang persediaan), SP2D-TUP
(tambahan uang persediaan), SP2D-GUP (Ganti uang persediaan), SP2D-GU
nihil (Ganti uang nihil), SP2D-LS (langsung), SP2D Gaji, SP2D lembur dari
KPPN
- Menerima dan membukukan SP2B BLU dari KPPN.
- Membuat laporan pertanggungjawaban bendahara secara bulanan
- Menyetorkan sisa dana UP pada akhir tahun anggaran
c.
Pejabat Pengelolaan Administrasi Belanja Pegawai (PPABP)
- Membuat perhitungan Gaji Induk Bulanan
- Membuat Rapel Perhitungan Kekurangan Gaji
- Membuat Perhitungan Uang Lembur
- Membuat perhitungan Uang Makan PNS
- Membuat Rapel perhitungan Uang Makan PNS
- Membuat rincian gaji pegawai (sesuai permintaan pegawai)
- Melaporkan pajak bulanan gaji pegawai beserta lampirannya
- Membuat SPT Pajak Tahunan setiap pegawai
- Membuat Surat Keterangan Penghentian Pembayaran (SKPP) jika ada
pegawai pindah/pensiun.
(2)
Verifikasi dan Akuntansi
- Mem-verifikasi entry data SAKPA
- Melakukan rekonsiliasi data SAKPA dengan KPPN
- Mengirim laporan bulanan SAKPA ke Koordinator Wilayah Jabar dan Eselon
1 Ditjen BUK/Pelayanan Kesehatan melalui email
- Mem-verifikasi data Persediaan dan SIMAK BMN untuk keperluan
penyusunan laporan keuangan semesteran/tahunan
- Membuat laporan keuangan semesteran
- Membuat laporan keuangan tahunan
2) Sub Bagian Umum
a. Urusan Kepegawaian
Laporan Akuntabilitas Kinerja BBKPM Bandung 2015
12
b. Urusan Perlengkapan (BMN dan Logistik)
c. Urusan Umum dan Kerumahtanggaan
d. Urusan Perencanaan, Pencatatan dan Laporan
e. Urusan Kehumasan
f. Urusan Kearsipan
D. Sistematika Penulisan
IKHTISAR EKSEKUTIF
Pada bagian ini merupakan summary (rangkuman) dari seluruh isi LAK BBKPM
Bandung Tahun Anggaran 2015.
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Berisi mengenai alasan penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja, termasuk
manfaatnya. Pada bagian ini juga diuraikan mengenai dasar hukum penyusunan
Laporan Akuntabilitas Kinerja BBKPM bandung
B. Maksud dan Tujuan
Berisi mengenai maksud dan tujuan penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja
BBKPM Bandung
C. Tugas Pokok dan Fungsi
Berisi uraian singkat mengenai tugas pokok dan fungsi BBKPM
D. Sistematika Penulisan
Berisi uraian singkat mengenai sistematika Penulisan dalam Laporan Akuntabilitas
Kinerja BBKPM Bandung.
BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA
A. Rencana Kerja Tahunan
B. Penetapan Kinerja
Bab ini berisi gambaran singkat sasaran strategis dan sasaran program/kegiatan yang
ingin dicapai selama kurun waktu 5 (lima) tahun dan sasaran pada tahun yang
bersangkutan.
Laporan Akuntabilitas Kinerja BBKPM Bandung 2015
13
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA
A. Pengukuran dan Analisis Pencapaian Kinerja
Dalam bab ini diuraikan pencapaian sasaran-sasaran Strategis berdasarkan indikatorindikator Kinerja. Indikator yang digunakan harus konsisten dengan indikator yang
tercantum pada dokumen penetapan kinerja yang dibuat pada awal tahun anggaran.
B. Sumber Daya
BAB IV SIMPULAN
Mengurai simpulan dari Laporan Akuntabilitas Kinerja.
LAMPIRAN – LAMPIRAN:

Form RKT (Rencana Kinerja Tahunan)

Pernyataan Penetapan Kinerja

Form Penetapan Kinerja

Form Pengukuran Kinerja (PK)
Laporan Akuntabilitas Kinerja BBKPM Bandung 2015
14
BAB II
PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KERJA
A. Rencana Kerja Tahunan
Rencana Kerja Tahunan merupakan pedoman atau arah yang pasti untuk
mencapai tujuan dari program dan kegiatan yang diadakan di Balai Besar Kesehatan
Paru Masyarakat. Pendekatan yang digunakan dalam menentukan Rencana Kerja
Tahunan bersumber dari Rencana Strategis Bisnis Tahun 2015-2019.
Visi BBKPM Bandung
“Menjadi Pusat Unggulan Kesehatan Paru Masyarakat di Tingkat Nasional
Tahun 2019”
Misi BBKPM Bandung
Untuk mewujudkan visi BBKPM Bandung tersebut dirumuskan misi yang
merupakan langkah-langkah dalam pencapaian visi, yaitu:
1. Meningkatkan pelayanan kesehatan paru masyarakat yang bermutu, terjangkau,
merata dan setara
2. Meningkatkan kesehatan paru masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat.
Pemberdayaan masyarakat dalam kaitan misi ini, dilakukan melalui kerja sama
institusi/ kelembagaan.
3. Melaksanakan dan mendukung kegiatan pendidikan, pelatihan dan penelitian
kesehatan paru.
Adapun ruang lingkup penelitian di lingkungan BBKPM meliputi penelitian medis,
sosial dan menajemen/organisasi.
Tata nilai yang dipilih untuk mengawal penerapan misi dan visi BBKPM periode
tahun 2015 - 2019 adalah sebagai berikut : “RAPI”:
 Responsif
 Amanah
 Profesional
 Inovatif
Laporan Akuntabilitas Kinerja BBKPM Bandung 2015
15
Adapun penjabaran startegis lebih lanjut adalah perspektif sebagai berikut:
Tabel 2.1 Sasaran Strategis dan Key Performance Indicator
PERSPEKTIF
FINANCIAL
KEY PERFOMANCE
INDICATOR
SASARAN STRATEGIS
F1
Terwujudnya
optimalisasi pendapatan
dari Pelayanan
Kesehatan Paru
1
2
STAKEHOLDER
C1
Terwujudnya Kepuasan
Stakeholder
3
4
5
BP1
Terwujudnya kualitas
dan kuantitas penelitian
dan diklat kesehatan
paru
6
7
8
BP2
Terwujudnya Pelayanan
Prima Kesehatan Paru
Masyarakat dengan
Unggulan Asma-PPOK
INTERNAL
BUSINESS
PROCESS
9
10
11
BP3
Terwujudnya kerjasama
lintas sector & lintas
program kesehatan paru
masyarakat
12
13
14
BP4
Terwujudnya Efisiensi
Pelayanan Kesehatan
Paru BBKPM Bandung
15
16
LEARNING &
GROWTH
LG1
Terpenuhinya sarana
dan prasarana yang
sesuai dengan
kebutuhan baik kualitas
maupun kuantitas
dalam pelayanan
kesehatan paru
masyarakat
Laporan Akuntabilitas Kinerja BBKPM Bandung 2015
17
18
19
Jumlah pendapatan (Rp)
% kepuasan pasien pelayanan
kesehatan paru
% kepuasan lembaga/institusi
% kepuasan peserta peneliti
dan diklat
% kepuasan pegawai BBKPM
Bandung
% Penelitian kesehatan paru
terimplementasi
% Terlaksananya Pendidikan
dan Pelatihan Kesehatan Paru
Akreditasi Kelembagaan
BBKPM (Akreditasi Dasar: 4
Mayor dan 11 minor ;
Akreditasi Madya: 8 Mayor
dan 7 minor ; Akreditasi
Utama: 12 Mayor dan 3
Minor)
% Tindak lanjut hasil temuan
Audit Sistem Manajemen
% Tindak lanjut hasil temuan
Audit Keuangan
% Layanan pasien Asma dan
PPOK
% tersusun dan
terimplementasinya program
pembinaan wilayah kerja
BBKPM Bandung di 13
provinsi
MOU/kejasama
terimplementasi
% Waktu layanan
% Utilisasi sumber daya
manusia
% Utilisasi peralatan layanan
kesehatan paru
% pengembangan sarana
gedung Layanan kesehatan
paru
% peralatan utama dan
penunjang kesehatan paru
sesuai best practice
% kelengkapan peralatan &
sarana kesehatan paru untuk
aktivitas di luar gedung
BOBOT
7%
7%
5%
2%
4%
1%
3%
7%
4%
4%
6%
3%
2%
5%
6%
6%
4%
5%
3%
16
Terwujudnya
manajemen SDM
excellent
20
Terwujudnya system
informasi Kesehatan
yang terpadu dan
berdaya guna di
BBKPM Bandung
22
LG2
LG3
LG4
21
23
Terwujudnya Budaya
Berkinerja
24
% Penilaian Kinerja dan
Insentif Pegawai
% SDM sesuai dengan
kebutuhan
% Tersusunnya dan
terimplementasinya roadmap
pengembangan Sistem
Informasi BBKPM terintegrasi
% Terkoneksinya Sistem
Informasi BBKPM dengan
sistem rujukan antar rumah
sakit se Bandung Raya
(SPGDT)
% Personil yang kompeten
4%
3%
3%
2%
4%
Tabel 2.2 Key Performance Indicator dan Target Tahunan
KEY PERFOMANCE
INDICATOR
Baseline
BOBOT
TARGET
2013
2015
2015
2016
2017
2018
2019
1
Jumlah pendapatan (Rp)
7%
4.3M
5.3M
6.3M
7.6M
9.1M
10.7M
12.5M
2
Persentase kepuasan pasien
pelayanan kesehatan paru
7%
60%
63%
65%
70%
75%
80%
85%
3
Persentase kepuasan
lembaga/institusi
5%
50%
55%
60%
65%
70%
75%
80%
4
Persentase kepuasan peserta
peneliti dan diklat
2%
30%
40%
45%
50%
55%
60%
70%
4%
60%
70%
75%
78%
80%
83%
85%
1%
38%
38%
45%
50%
55%
60%
65%
3%
42%
42%
45%
50%
60%
70%
80%
7%
2
4
6
8
9
10
12
4%
70%
75%
80%
90%
100%
100%
100%
4%
25%
40%
75%
95%
100%
100%
100%
6%
60%
65%
70%
75%
80%
85%
90%
3%
0
2
2
2
2
2
3
2%
3
2
3
3
4
4
4
5%
50%
60%
65%
70%
75%
80%
85%
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
Persentase kepuasan
pegawai BBKPM Bandung
% Penelitian kesehatan paru
terimplementasi
% Terlaksananya
Pendidikan dan Pelatihan
Kesehatan Paru
Akreditasi Kelembagaan
BBKPM
% Tindak lanjut hasil
temuan Audit Sistem
Manajemen
% Tindak lanjut hasil
temuan Audit Keuangan
% Layanan pasien Asma
dan PPOK
tersusun dan
terimplementasinya
program pembinaan
wilayah kerja BBKPM
Bandung di 13 provinsi
MOU/kejasama
terimplementasi
% Waktu layanan
Laporan Akuntabilitas Kinerja BBKPM Bandung 2015
17
KEY PERFOMANCE
INDICATOR
Baseline
BOBOT
TARGET
2013
2015
2015
2016
2017
2018
2019
60%
70%
80%
85%
90%
95%
100%
30%
35%
45%
55%
60%
70%
75%
15
% Utilisasi sumber daya
manusia
6%
16
% Utilisasi peralatan
layanan kesehatan paru
6%
17
% pengembangan sarana
gedung Layanan kesehatan
paru
4%
30%
60%
70%
80%
90%
95%
100%
18
% peralatan utama dan
penunjang kesehatan paru
sesuai best practice
5%
30%
45%
60%
85%
100%
100%
100%
19
% kelengkapan peralatan &
sarana kesehatan paru untuk
aktivitas di luar gedung
3%
30%
45%
80%
100%
100%
100%
100%
20
% Penilaian Kinerja dan
Insentif Pegawai
4%
50%
55%
60%
70%
80%
90%
100%
21
% SDM sesuai dengan
kebutuhan
3%
60%
62%
65%
70%
75%
80%
80%
3%
60%
65%
70%
75%
80%
90%
100%
2%
10%
40%
50%
60%
70%
85%
100%
4%
60%
62%
65%
70%
75%
80%
85%
22
23
24
% Tersusunnya dan
terimplementasinya
roadmap pengembangan
Sistem Informasi BBKPM
terintegrasi
% Terkoneksinya Sistem
Informasi BBKPM dengan
sistem rujukan antar rumah
sakit se Bandung Raya
(SPGDT)
%Personil yang kompeten
Laporan Akuntabilitas Kinerja BBKPM Bandung 2015
18
Tabel 2.3 Key Performance Indicator, Program Induk dan Program Kerja Tahunan
KEY
PERFOMANCE
INDICATOR
PROGRAM KERJA
PROGRAM
INDUK
2014
2015
2016
2017
2018
2019
Evaluasi Pemasaran
dan Pengelolaan &
Pemanfaatan
Sarpras : 1.
Kerjasama dengan
lembaga/institusi
lain, 2. Promosi via
media cetak dan
elektronik, liftlet
dll, 3. Promosi
outdoor, 4.
Penyewaan lahan
parkir, 5
Penyewaan gedung,
6. Penyesuaian tarif
layanan
1. Implementasi
hasil survey
kepuasan pasien
dan hasil evaluasi
isi kotak saran
1. Implementasi
hasil survey
kepuasan lembaga/
institusi
1. Implementasi
hasil survey
kepuasan peserta
penelitian dan
diklat
1
Jumlah
pendapatan
(Rp)
Optimalisasi
pendapatan dari
Pelayanan
Kesehatan Paru
Pengembangan
pemasaran
BBKPM: 1.
Kerjasama dengan
lembaga/institusi
lain, 2. Promosi via
media cetak dan
elektronik, liftlet
dll, 3. Promosi
outdoor
Pengembangan
pemasaran BBKPM
: 1. Kerjasama
dengan
lembaga/institusi
lain, 2. Promosi via
media cetak dan
elektronik, liftlet
dll, 3. Promosi
outdoor
Pengelolaan dan
Pemanfaatan
Sarpras : 1.
Kerjasama dengan
lembaga/institusi
lain, 2. Promosi
via media cetak
dan elektronik,
liftlet dll, 3.
Penyewaan lahan
parkir, 4
Penyewaan
gedung, 5.
Penyesuaian tarif
layanan
Evaluasi Pemasaran
dan Pengelolaan &
Pemanfaatan
Sarpras : 1.
Kerjasama dengan
lembaga/institusi
lain, 2. Promosi via
media cetak dan
elektronik, liftlet
dll, 3. Promosi
outdoor, 4.
Penyewaan lahan
parkir, 5
Penyewaan gedung,
2
Index
kepuasan
pasien
pelayanan
kesehatan
paru
Index
kepuasan
lembaga/instit
usi
Index
kepuasan
peserta
peneliti dan
diklat
Kepuasan
Stakeholder
1. Survey kepuasan
pasien, 2. Evaluasi
isi kotak saran
1. Implementasi
hasil survey
kepuasan pasien
dan hasil evaluasi
isi kotak saran
1. Implementasi
hasil survey
kepuasan pasien
dan hasil evaluasi
isi kotak saran
1. Implementasi
hasil survey
kepuasan pasien
dan hasil evaluasi
isi kotak saran
Evaluasi Pemasaran
dan Pengelolaan &
Pemanfaatan
Sarpras : 1.
Kerjasama dengan
lembaga/institusi
lain, 2. Promosi via
media cetak dan
elektronik, liftlet
dll, 3. Promosi
outdoor, 4.
Penyewaan lahan
parkir, 5
Penyewaan gedung,
6. Penyesuaian tarif
layanan
1. Implementasi
hasil survey
kepuasan pasien
dan hasil evaluasi
isi kotak saran
1. Survey kepuasan
Lembaga/ Institusi
1. Implementasi
hasil survey
kepuasan lembaga/
institusi
1. Implementasi
hasil survey
kepuasan peserta
penelitian dan
diklat
1. Implementasi
hasil survey
kepuasan
lembaga/ institusi
1. Implementasi
hasil survey
kepuasan peserta
penelitian dan
diklat
1. Implementasi
hasil survey
kepuasan lembaga/
institusi
1. Implementasi
hasil survey
kepuasan peserta
penelitian dan
diklat
1. Implementasi
hasil survey
kepuasan lembaga/
institusi
1. Implementasi
hasil survey
kepuasan peserta
penelitian dan
diklat
3
4
1. Survey kepuasan
peserta penelitan
dan diklat
Laporan Akuntabilitas Kinerja BBKPM Bandung 2015
19
KEY
PERFOMANCE
INDICATOR
5
PROGRAM KERJA
PROGRAM
INDUK
Index
kepuasan
pegawai
BBKPM
Bandung
2014
2015
2016
2017
2018
2019
Survey kepuasan
Pegawai : 1.
Penyusunan
instrumen survey
kepuasan, 2.
Prosedur survey
kepuasan pegawai,
3. Survey kepuasan
pegawai, 4. Analisis
& Rencana Tindak
lanjut hasil survey
Survey kepuasan
Pegawai : 1.
Pengembangan
instrumen survey
kepuasan, 2.
Prosedur survey
kepuasan pegawai,
3. Survey kepuasan
pegawai, 4. Analisis
& Rencana Tindak
lanjut hasil survey
Survey kepuasan
Pegawai : 1.
Pengembangan
instrumen survey
kepuasan, 2.
Prosedur survey
kepuasan
pegawai, 3.
Survey kepuasan
pegawai, 4.
Analisis &
Rencana Tindak
lanjut hasil survey
1. Evaluasi
Roadmap dan
Implementasi
Penelitian, 2.
Implementasi/
Pelaksanaan
Penelitian sesuai
Roadmap, 3.
Penyediaan sarana
penelitian, 4.
Publikasi hasil
penelitian dalam
seminar
Internasional
1. Implementasi/
Pelaksanaan TNA
(untuk reguler
maupun yg ada
pemasukan), 2.
Pengadaan sarana
Survey kepuasan
Pegawai : 1.
Pengembangan
instrumen survey
kepuasan, 2.
Prosedur survey
kepuasan pegawai,
3. Survey kepuasan
pegawai, 4. Analisis
& Rencana Tindak
lanjut hasil survey
Survey kepuasan
Pegawai : 1.
Pengembangan
instrumen survey
kepuasan, 2.
Prosedur survey
kepuasan pegawai,
3. Survey kepuasan
pegawai, 4. Analisis
& Rencana Tindak
lanjut hasil survey
Survey kepuasan
Pegawai : 1.
Pengembangan
instrumen survey
kepuasan, 2.
Prosedur survey
kepuasan pegawai,
3. Survey kepuasan
pegawai, 4. Analisis
& Rencana Tindak
lanjut hasil survey
1. Implementasi/
pelaksanaan
roadmap penelitian,
2. Penyediaan
sarana penelitian, 3.
Dokumentasi
penelitian,
implementasi dan
publikasi penelitian
1. Implementasi/
pelaksanaan
roadmap penelitian,
2. Penyediaan
sarana penelitian, 3.
Dokumentasi
penelitian,
implementasi dan
publikasi penelitian
secara umum, 4.
Publikasi hasil
penelitian dalam
seminar
Internasional
1. Implementasi/
Pelaksanaan TNA
(untuk reguler
maupun yg ada
pemasukan),
1. Evaluasi
roadmam dan
implementasi
penelitian, 2.
Implementasi/
pelaksanaan
roadmap
implementasi, 4.
Terbentuk tim
peneliti (lembaga
kecil)
6
% Penelitian
kesehatan
paru
terimplementa
si
(10/11/12/13)
Identifikasi dan
Implementasi
Penelitan
(Roadmap
Penelitian)
1. Identifikasi jenisjenis dan skala
prioritas penelitian
(termasuk
sosialisasi), 2.
Diklat Peneliti, 3.
Review Prosedur
Penelitian, 4.
Pelaksanaan
Penelitian
1. Implementasi/
Pelaksanaan
Penelitian sesuai
Roadmap
Penelitian, 2. Diklat
Peneliti, 3.
Penyediaan/
Pengembangan
Peralatan Penelitian
7
%
Terlaksananya
Pendidikan
dan Pelatihan
Kesehatan
Paru
Peningkatan
Kulaitas dan
Kuantitas
Pendidikan dan
Pelatihan
Kesehatan Paru
1. Pelaksanaan
Program DIKLAT
yang telah
direncanakan tahun
2013, 2.
Penyusunan
1. Penyusunan
TNA, 2.
Pelaksanaan
DIKLAT Program
tersusun 2015, 3.
Pelaksanaan
Laporan Akuntabilitas Kinerja BBKPM Bandung 2015
20
1. Evaluasi
pelaksanaan
implementasi TNA
dan program
pelaksanaannya, 2.
Implementasi/
1. Evaluasi
pelaksanaan
implementasi TNA
dan program
pelaksanaannya, 2.
Implementasi/
KEY
PERFOMANCE
INDICATOR
PROGRAM KERJA
PROGRAM
INDUK
2014
(14/15/16)
rancangan awal
TNA
2015
2016
DIKLAT bagi
trainer (TOT).
DIKLAT mobile
(Mobil
penyuluhan dll)
2017
Pelaksanaan TNA
(untuk reguler
maupun yg ada
pemasukan)
1. Evaluasi Predikat
Tingkat Dasar, 2.
Kelulusan tingkat
Madya
2018
2019
Pelaksanaan TNA
(untuk reguler
maupun yg ada
pemasukan)
1. Evauasi Predikat
Tingkat Dasar, 2.
Evaluasi Predikat
Tingkat Madya, 3.
Persiapan
Pencapaian
Kelususan Tingkat
Utama
Pelaksannaan
penagawasan
tindaklanjut
rekomendasi
Pelaksannaan
penagawasan
tindaklanjut
rekomendasi
1. Melaksanakan
pelatihan Asma –
PPOK Educator. 2.
Implementasi
program
pengenalan layanan
ungggulan. .3. KSO
Penggunaan Mobil
Rongent 4.
Mereview SOP
Penanganan
8
Akreditasi
Kelembagaan
BBKPM
(17/18)
Pelayanan fokus 1. Sosialisasi KARS,
pada pasien,
2. Persiapan
standard
pencapaian
manajemen RS,
kelulusan tingkat
Patien Safety, dan
Dasar
MDG's
1. Persiapan
pencapaian
kelulusan tingkat
Dasar
2. kelulusan tingkat
Dasar
1. Evaluasi
Predikat Tingkat
Dasar, 2.
Persiapan
pencapaian
kelulusan tingkat
Madya
9
% Tindak
lanjut hasil
temuan Audit
Sistem
Manajemen
% Tindak
lanjut hasil
temuan Audit
Keuangan
% Layanan
pasien Asma
dan PPOK
Program Evaluasi
dan Rekomendasi
Pelaksannaan
penagawasan
tindaklanjut
rekomendasi
Pelaksannaan
penagawasan
tindaklanjut
rekomendasi
Pelaksannaan
penagawasan
tindaklanjut
rekomendasi
Pelaksannaan
penagawasan
tindaklanjut
rekomendasi
1. Evauasi Predikat
Tingkat Dasar, 2.
Evaluasi Predikat
Tingkat Madya, 3.
Persiapan
Pencapaian
Kelususan Tingkat
Utama
Pelaksannaan
penagawasan
tindaklanjut
rekomendasi
Program Evaluasi
dan Rekomendasi
Pelaksannaan
penagawasan
tindaklanjut
rekomendasi
1. Melaksanakan
pelatihan Asma –
PPOK Educator. 2.
Mempersiapkan
program
pengenalan layanan
ungggulan. 3.
Mempersiapkan
sarana dan
prasarana layanan
unggulan. 4.
Pelaksannaan
penagawasan
tindaklanjut
rekomendasi
1. Melaksanakan
pelatihan Asma –
PPOK Educator dan
Instruktur. 2.
Implementasi
program
pengenalan layanan
ungggulan. 3.
Mempersiapkan
sarana dan
prasarana layanan
Pelaksannaan
penagawasan
tindaklanjut
rekomendasi
1. Melaksanakan
pelatihan Asma –
PPOK Educator.
2. Implementasi
program
pengenalan
layanan
ungggulan. .3.
Mempersiapkan
sarana dan
prasarana layanan
Pelaksannaan
penagawasan
tindaklanjut
rekomendasi
1. Melaksanakan
pelatihan Asma –
PPOK Educator. 2.
Implementasi
program
pengenalan layanan
ungggulan. .3. KSO
Penggunaan Mobil
Rongent 4.
Mereview SOP
Penanganan
Pelaksannaan
penagawasan
tindaklanjut
rekomendasi
1. Melaksanakan
pelatihan Asma –
PPOK Educator. 2.
Implementasi
program
pengenalan layanan
ungggulan. .3. KSO
Penggunaan Mobil
Rongent 4.
Mereview SOP
Penanganan
10
11
Penguatan
Program Layanan
Unggulan
Laporan Akuntabilitas Kinerja BBKPM Bandung 2015
21
KEY
PERFOMANCE
INDICATOR
PROGRAM KERJA
PROGRAM
INDUK
2014
2015
Mempersiapkan
dan menyusun SOP
Penanganan
layanan unggulan
unguulan. 4.
Mereview SOP
Penanganan
layanan unggulan
12
% tersusun
dan
terimplementa
sinya program
pembinaan
wilayah kerja
BBKPM
Bandung di 13
provinsi
Pembinaan
Wilayah Kerja
1. Penyusunan
Juklak dan juknis
Bina Wilayah, 2.
Implementasi
Juklak dan juknis
bina wilayah, 3.
Promosi kesehatan
paru masyarakat
1. Implementasi
Juklak dan Juknis
Bina Wilayah, 2.
Promosi kesehatan
paru masyarakat
13
MOU/kejasam
a
terimplementa
si (20/21)
Program MOU
dan Implementasi
MOU
1. Identifikasi
bentuk dan jenis
kerjasama, 2.
identifikasi
institusi/ lembaga
yang akan
kerjasama
1. Kerjasama
institusi PEMDA
terkait
Laporan Akuntabilitas Kinerja BBKPM Bandung 2015
2016
2017
unguulan.
4. Pengadaan
Body
plethysmograp,
Nitric Oxide
Analyzer dan
Breath
Condensator. 5.
Mereview SOP
Penanganan
layanan unggulan
1. Evaluasi
implementasi
juklak dan juknis
bina wilayah serta
promosi
kesehatan paru
masyarakat, 2.
Implementasi
Juklak dan Juknis
Bina Wilayah, 3.
Promosi
kesehatan paru
masyarakat
1. Kerjasama
institusi lembaga
Non-Pemerintah
22
2018
2019
1. Implementasi
Juklak dan Juknis
Bina Wilayah, 2.
Promosi kesehatan
paru masyarakat
1. Evaluasi
implementasi
juklak dan juknis
bina wilayah serta
promosi kesehatan
paru masyarakat, 2.
Implementasi
Juklak dan Juknis
Bina Wilayah, 3.
Promosi kesehatan
paru masyarakat
1. Implementasi
Juklak dan Juknis
Bina Wilayah, 2.
Promosi kesehatan
paru masyarakat
1. Evaluasi
implementasi hasil
kerjsama
1. Meningkatkan
kerjasama institusi
1. Meningkatkan
kerjasama institusi
KEY
PERFOMANCE
INDICATOR
14
% Waktu
layanan
15
% Utilisasi
sumber daya
manusia
16
% Utilisasi
peralatan
layanan
kesehatan
paru
PROGRAM KERJA
PROGRAM
INDUK
Efisiensi
Pelayanan
Kesehatan Paru
BBKPM Bandung
2014
2015
2016
2017
2018
2019
Perbaikan sistem
layanan : 1.
Persiapan
automatisasi sistem
layanan, 2. Evaluasi
jumlah pasien, 3.
Update SOP, 4.
Standarisasi waktu
layanan, 5.
Penyusunan
program marketing
utk mendukung
Urusan Humas (Pembinaan pasien
DO, Pengembangan
sistem rujukan)
Perbaikan sistem
layanan : 1.
automatisasi sistem
layanan, 2. Update
SOP, 3. Evaluasi
Standarisasi waktu
layanan, 4.
Penyusunan
program marketing
utk mendukung
Urusan Humas (kerjasama dgn
institusi, Pembinaan pasien
DO, Pengembangan
sistem rujukan)
Pengembangan
sistem layanan : 1.
Automatisasi sistem
layanan, 2. Update
SOP, 3. Evaluasi
standar waktu
layanan, 4.
Penyusunan
program marketing
utk mendukung
Urusan Humas (kerjasama dgn
institusi, Pembinaan pasien
DO, Pengembangan
sistem rujukan)
Pengembangan
sistem layanan : 1.
Automatisasi sistem
layanan, 2. Update
SOP, 3. Evaluasi
standar waktu
layanan, 4.
Penyusunan
program marketing
utk mendukung
Urusan Humas
Evaluasi sistem
layanan : 1.
Automatisasi sistem
layanan, 2. SOP,
3. standar waktu
layanan, 4.
Penyusunan
program marketing
utk mendukung
Urusan Humas
Pengembangan
kegiatan dan
pelayanan : 1.
Perhitungan ABK
Pengembangan
kegiatan dan
pelayanan :
1.pemerataan beban
kerja 2. Reviu ABK
Pengembangan
kegiatan dan
pelayanan :
1.pemerataan beban
kerja 2. Reviu ABK
Pengembangan
kegiatan dan
pelayanan :
1.pemerataan beban
kerja 2. Reviu ABK
Pengembangan
kegiatan dan
pelayanan :
1.pemerataan beban
kerja 2. Reviu ABK
Peningkatan
utilisasi peralatan :
1. optimalisasi
utilisasi alat sesuai
indikasi medis 2.
Peningkatan
kunjungan pasien
Peningkatan
utilisasi peralatan :
1. optimalisasi
utilisasi alat sesuai
indikasi medis 2.
Peningkatan
kunjungan pasien
Pengembangan
sistem layanan :
1. Evaluasi
automatisasi
sistem layanan, 2.
Update SOP, 3.
Evaluasi/ Update
Standarisasi
waktu layanan, 4.
Penyusunan
program
marketing utk
mendukung
Urusan Humas (kerjasama dgn
institusi, Pembinaan pasien
DO, Pengembangan
sistem rujukan)
Pengembangan
kegiatan dan
pelayanan :
1.pemerataan
beban kerja 2.
Reviu ABK
Peningkatan
utilisasi peralatan
: 1. optimalisasi
utilisasi alat
sesuai indikasi
medis 2.
Peningkatan
Peningkatan
utilisasi peralatan :
1. optimalisasi
utilisasi alat sesuai
indikasi medis 2.
Peningkatan
kunjungan pasien
Peningkatan
utilisasi peralatan :
1. optimalisasi
utilisasi alat sesuai
indikasi medis 2.
Peningkatan
kunjungan pasien
Peningkatan
utilisasi peralatan :
1. optimalisasi
utilisasi alat sesuai
indikasi medis 2.
Peningkatan
kunjungan pasien
Laporan Akuntabilitas Kinerja BBKPM Bandung 2015
23
KEY
PERFOMANCE
INDICATOR
17
%
pengembanga
n sarana
gedung
Layanan
kesehatan
paru
18
% peralatan
utama dan
penunjang
kesehatan
paru sesuai
best practice
19
%
kelengkapan
peralatan &
sarana
kesehatan
paru untuk
aktivitas di
luar gedung
PROGRAM KERJA
PROGRAM
INDUK
2014
2015
rehabilitasi medic
(peningkatan
rehabilitasi pasien
PPOK, asma dan
pasien non paru)
rehabilitasi medic
(peningkatan
rehabilitasi pasien
PPOK, asma dan
pasien non paru,
pemeriksaan faal
paru)
Pengembangan
sarana gedung
yang sesuai
dengan kebutuhan
baik kualitas
maupun kuantitas
dalam pelayanan
kesehatan paru
masyarakat
Optimasi dan
Pengadaan
Peralatan
Kesehatan Paru
Pengembangan dan
Pemeliharaan
Sarana Gedung
(Bandung)
Pengembangan dan
Pemeliharaan
Sarana Gedung
(Bandung)
1. Optimalisasi
Peralatan yang telah
ada
1. Optimalisasi
peralatan yang telah
ada, 2. Pengadaan
peralatan
Bodyphletysmograp
hy, endoscopy,
USG
Optimasi dan
Pengadaan
Peralatan
Kesehatan Paru
untuk aktivitas
pelayanan luar
gedung
1. Optimalisasi
Peralatan yang telah
ada
1. Optimalisasi
peralatan yang telah
ada, 2. Pengadaan
Mobil Rongent,
Mobil Promkes,
Mobile Lab.
Laporan Akuntabilitas Kinerja BBKPM Bandung 2015
2016
2017
2018
2019
kunjungan pasien
rehabilitasi medic
(peningkatan
rehabilitasi pasien
PPOK, asma dan
pasien non paru,
pemeriksaan faal
paru)
Pengembangan
dan Pemeliharaan
Sarana Gedung
(Bandung)
rehabilitasi medic
(peningkatan
rehabilitasi pasien
PPOK, asma dan
pasien non paru,
pemeriksaan faal
paru)
rehabilitasi medic
(peningkatan
rehabilitasi pasien
PPOK, asma dan
pasien non paru,
pemeriksaan faal
paru)
rehabilitasi medic
(peningkatan
rehabilitasi pasien
PPOK, asma dan
pasien non paru,
pemeriksaan faal
paru)
Pengembangan dan
Pemeliharaan
Sarana Gedung
(Bandung, Garut &
Cianjur)
Pengembangan dan
Pemeliharaan
Sarana Gedung
(Bandung, Garut &
Cianjur)
Pengembangan dan
Pemeliharaan
Sarana Gedung
(Bandung, Garut &
Cianjur)
1. Optimalisasi
peralatan yang
telah ada, 2.
Melengkapi
peralatan
Laboratorium,
Peralatan
Radiologi
1. Optimalisasi
peralatan yang
telah ada, 2.
Pengadaan Mobil
Rongent, Mobil
Promkes, Mobile
Lab.
1. Optimalisasi
peralatan yang telah
ada, 2. Pengadaan
peralatan
1. Optimalisasi
peralatan yang telah
ada,
1. Optimalisasi
peralatan yang telah
ada,
1. Optimalisasi
peralatan yang telah
ada,
1. Optimalisasi
peralatan yang telah
ada,
1. Optimalisasi
peralatan yang telah
ada,
24
KEY
PERFOMANCE
INDICATOR
PROGRAM KERJA
PROGRAM
INDUK
2014
2015
2016
2017
2018
2019
Implementasi
Sistem
Remunerasi : 1.
ABK, 2. Info
jabatan, 3.
Sasaran Kerja
Pegawai, unit, dan
BBKPM,
Man Power
Planning &
Kompetensi : 1.
ABK., 2.
Peningkatan
kompetensi
(Diklat), 3.
Program
sertifikasi, 4.
Evaluasi
1. Review
Roadmap Sistem
Informasi
Terintegrasi, 2.
Implementasi
Roadmap
Evaluasi &
Implementasi
Sistem Remunerasi
: 1. ABK, 2. Info
jabatan, 3. Sasaran
Kerja Pegawai,
unit, dan BBKPM,
Evaluasi &
Implementasi
Sistem Remunerasi
: 1. ABK, 2. Info
jabatan, 3. Sasaran
Kerja Pegawai,
unit, dan BBKPM,
Evaluasi &
Implementasi
Sistem Remunerasi
: 1. ABK, 2. Info
jabatan, 3. Sasaran
Kerja Pegawai,
unit, dan BBKPM,
Man Power
Planning &
Kompetensi : 1.
ABK., 2.
Peningkatan
kompetensi
(Diklat), 3. Program
sertifikasi, 4.
Tindak lanjut
Man Power
Planning &
Kompetensi : 1.
ABK., 2.
Peningkatan
kompetensi
(Diklat), 3. Program
sertifikasi, 4.
Evaluasi
Man Power
Planning &
Kompetensi : 1.
ABK., 2.
Peningkatan
kompetensi
(Diklat), 3. Program
sertifikasi, 4.
Tindak lanjut
1. Review
Roadmap Sistem
Informasi
Terintegrasi, 2.
Implementasi
Roadmap
1. Review
Roadmap Sistem
Informasi
Terintegrasi, 2.
Implementasi
Roadmap
1. Review
Roadmap Sistem
Informasi
Terintegrasi, 2.
Implementasi
Roadmap
1. Implementasi
interkoneksi antar
instansi terkait
1. Perawatan
sistem, 2. Evaluasi
sistem, 3.
Pengembangan
sistem
1. Perawatan
sistem, 2. Evaluasi
sistem, 3.
Pengembangan
sistem
1. Perawatan
sistem, 2. Evaluasi
sistem, 3.
Pengembangan
sistem
20
% Penilaian
Kinerja dan
Insentif
Pegawai
Penerapan Sistem
Remunerasi
Evaluasi &
Implementasi
Sistem Remunerasi
: 1. ABK, 2. Info
jabatan, 3. Sasaran
Kerja Pegawai,
unit, dan BBKPM,
Evaluasi &
Implementasi
Sistem Remunerasi
: 1. ABK, 2. Info
jabatan, 3. Sasaran
Kerja Pegawai,
unit, dan BBKPM,
21
% SDM sesuai
dengan
kebutuhan
Penerapan ABK
dan bezetting
yang tepat sasaran
Man Power
Planning &
Kompetensi : 1.
ABK., 2.
Peningkatan
kompetensi
(Diklat), 3. Program
sertifikasi
Man Power
Planning &
Kompetensi : 1.
ABK., 2.
Peningkatan
kompetensi
(Diklat), 3. Program
sertifikasi
22
%
Tersusunnya
dan
terimplementa
sinya roadmap
pengembanga
n Sistem
Informasi
BBKPM
terintegrasi
%
Terkoneksinya
Sistem
Informasi
BBKPM
Penyusunan
Roadmap Sistem
Informasi
BBKPM
Terintegrasi
1. Pembuatan
Roadmap Sistem
Informasi
Terintegrasi, 2.
Implementasi
Roadmap
1. Review
Roadmap Sistem
Informasi
Terintegrasi, 2.
Implementasi
Roadmap
Pelaksanaan
kerjasama
interkoneksi
rumah sakit dan
dinas
1. Penjajagan
kerjasama
interkoneksi. 2.
Persiapan
systemware
1. Uji coba
interkoneksi data,
23
Laporan Akuntabilitas Kinerja BBKPM Bandung 2015
25
KEY
PERFOMANCE
INDICATOR
24
dengan sistem
rujukan antar
rumah sakit se
Bandung Raya
(SPGDT)
% Personil
yang
Kompeten
PROGRAM KERJA
PROGRAM
INDUK
2014
2015
2016
2017
2018
2019
1.Review Penilaian
SKP
2.Review pemetaan
kebutuhan
kompetensi jabatan.
3. Performance
dialogue. 4.
Penilaian SKP
1.Review Penilaian
SKP
2.Review pemetaan
kebutuhan
kompetensi jabatan.
3. Performance
dialogue. 4.
Penilaian SKP
1.Review Penilaian
SKP
2.Review pemetaan
kebutuhan
kompetensi jabatan.
3. Performance
dialogue. 4.
Penilaian SKP
(Orgaware/Human
ware/Hardware/Soft
ware/Netware).
Peningkatan
Personil yang
berbudaya kinerja
1.Identifikasi
personil sesuai
kebutuhan
kompetensi jabatan
2.Penyusunan
Analisis Jabatan
dan SKP.
Laporan Akuntabilitas Kinerja BBKPM Bandung 2015
1.Pemetaan personil
sesuai kebutuhan
kompetensi jabatan.
2. Pelaksanaan
performance
dialogue.
3.Penilaian SKP
1.Review
Penilaian SKP
2.Review
pemetaan
kebutuhan
kompetensi
jabatan.
3. Performance
dialogue. 4.
Penilaian SKP
26
Rencana strategis dijabarkan dalam Rencana Kinerja Tahunan berupa tahapan
rencana capaian kinerja dalam satu tahun, yang disusun dalam bentuk dokumen yang
menjadi dasar bagi BBKPM Bandung untuk merencanakan program dan/atau kegiatan dan
anggaran serta melaksanakannya pada tahun yang bersangkutan. Rencana Kerja Tahunan
BBKPM Bandung Tahun 2015 dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
Tabel 2.4 Rencana Kerja Tahunan Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat
Bandung Tahun Anggaran 2015
NO
I
A
II
SASARAN STRATEGIS
Financial Perspective
Terwujudnya optimalisasi
pendapatan dari Pelayanan
Kesehatan Paru
Stakeholder
INDIKATOR KINERJA (KPI)
1
2
A
Terwujudnya Kepuasan
Stakeholder
3
4
5
III
Internal Bussines Perspective
A
Terwujudnya kualitas dan
kuantitas penelitian dan diklat
kesehatan paru
6
7
8
B
Terwujudnya Pelayanan Prima
Kesehatan Paru Masyarakat
dengan Unggulan Asma-PPOK
9
10
11
C
D
IV
Terwujudnya kerjasama lintas
sektor dan lintas program
dibidang kesehatan paru
masyarakat
Terwujudnya Efisiensi
Pelayanan Kesehatan Paru
BBKPM Bandung
12
13
14
15
16
Index kepuasan pasien pelayanan
kesehatan paru
Index kepuasan lembaga/institusi
Index kepuasan peserta peneliti
dan diklat
Index kepuasan pegawai BBKPM
Bandung
% Penelitian kesehatan paru
terimplementasi
% Terlaksananya Pendidikan dan
Pelatihan Kesehatan Paru
Akreditasi Kelembagaan BBKPM
% Tindak lanjut hasil temuan
Audit Sistem Manajemen
% Tindak lanjut hasil temuan
Audit Keuangan
% Layanan pasien Asma dan
PPOK
% tersusun dan
terimplementasinya program
pembinaan wilayah kerja
BBKPM Bandung di 13 provinsi
MOU/kejasama terimplementasi
% Waktu layanan
% Utilisasi sumber daya manusia
% Utilisasi peralatan layanan
kesehatan paru
6,4
M
65
%
60
%
45
%
75
%
45
%
45
%
100 (6)
%
80
%
75
%
70
%
2
Propinsi
3
65
80
%
%
45
%
70
%
60
%
80
%
Learn & Growth Perspective
17
A
Jumlah pendapatan (Rp)
TARGET
Jml
Sat
Terpenuhinya sarana dan
prasarana yang sesuai dengan
kebutuhan baik kualitas maupun
kuantitas dalam pelayanan
kesehatan paru masyarakat
18
19
% pengembangan sarana dan
prasarana gedung Layanan
kesehatan paru
% peralatan utama dan penunjang
kesehatan paru sesuai best
practice (kuantitas)
% kelengkapan peralatan &
sarana kesehatan paru untuk
aktivitas di luar gedung
Laporan Akuntabilitas Kinerja BBKPM Bandung 2015
NO
B
C
D
SASARAN STRATEGIS
INDIKATOR KINERJA (KPI)
20
Terwujudnya manajemen SDM
excellent
21
22
Terwujudnya system informasi
Kesehatan yang terpadu dan
berdaya guna di BBKPM
Bandung
Terwujudnya Budaya Berkinerja
23
24
% Penilaian Kinerja dan Insentif
Pegawai
% SDM sesuai dengan kebutuhan
% Tersusunnya dan
terimplementasinya roadmap
pengembangan Sistem Informasi
BBKPM terintegrasi
% Terkoneksinya Sistem
Informasi BBKPM dengan sistem
rujukan antar rumah sakit se
Bandung Raya (SPGDT)
%Personil yang kompeten
TARGET
Jml
Sat
60
%
65
%
70
%
50
%
65
%
B. Penetapan Kinerja
Penetapan Kinerja berisi ikatan tertulis antara Kepala BBKPM dengan Direktur
Jenderal Bina Upaya Kesehatan selaku atasan langsungnya. Perjanjian Kinerja ini
merupakan Janji Kepala BBKPM untuk mempertanggungjawabkan kinerja baik itu
keuangan dan kegiatan tahun 2015. Perjanjian kinerja ini tertuang dalam Surat Pernyataan
Penetapan Kinerja yang dibuat pada Awal Tahun dilampiri Penetapan Kinerja yang berisi
komponen sasaran strategis dan target yang akan dicapai dalam Tahun 2015.
Tabel 2.5 Penetapan Kinerja BBKPM Bandung Tahun Anggaran 2015
NO
SASARAN STRATEGIS
I
Financial Perspective
Terwujudnya optimalisasi pendapatan
dari Pelayanan Kesehatan Paru
Stakeholder
A
II
INDIKATOR KINERJA (KPI)
1
2
3
A
Terwujudnya Kepuasan Stakeholder
4
5
III
Internal Bussines Perspective
A
Terwujudnya kualitas dan kuantitas
penelitian dan diklat kesehatan paru
6
7
8
B
Terwujudnya Pelayanan Prima
Kesehatan Paru Masyarakat dengan
Unggulan Asma-PPOK
9
10
11
Laporan Akuntabilitas Kinerja BBKPM Bandung 2015
Jumlah pendapatan (Rp)
Index kepuasan pasien pelayanan
kesehatan paru
Index kepuasan lembaga/institusi
Index kepuasan peserta peneliti
dan diklat
Index kepuasan pegawai BBKPM
Bandung
% Penelitian kesehatan paru
terimplementasi
% Terlaksananya Pendidikan dan
Pelatihan Kesehatan Paru
Akreditasi Kelembagaan BBKPM
% Tindak lanjut hasil temuan
Audit Sistem Manajemen
% Tindak lanjut hasil temuan
Audit Keuangan
% Layanan pasien Asma dan
PPOK
TARGET
Jml
Sat
6,4
M
65
%
60
%
45
%
75
%
45
%
45
%
100 (6)
80
%
75
%
70
%
28
NO
C
D
IV
SASARAN STRATEGIS
Terwujudnya kerjasama lintas sektor
dan lintas program dibidang
kesehatan paru masyarakat
Terwujudnya Efisiensi Pelayanan
Kesehatan Paru BBKPM Bandung
INDIKATOR KINERJA (KPI)
12
13
14
15
16
Terpenuhinya sarana dan prasarana
yang sesuai dengan kebutuhan baik
kualitas maupun kuantitas dalam
pelayanan kesehatan paru masyarakat
18
19
B
Terwujudnya manajemen SDM
excellent
20
21
22
C
Terwujudnya system informasi
Kesehatan yang terpadu dan berdaya
guna di BBKPM Bandung
23
D
2
Propi
nsi
3
65
80
%
%
45
%
70
%
60
%
80
%
60
%
65
%
70
%
50
%
65
%
Learn & Growth Perspective
17
A
% tersusun dan
terimplementasinya program
pembinaan wilayah kerja
BBKPM Bandung di 13 provinsi
MOU/kejasama terimplementasi
% Waktu layanan
% Utilisasi sumber daya manusia
% Utilisasi peralatan layanan
kesehatan paru
TARGET
Jml
Sat
Terwujudnya Budaya Berkinerja
24
% pengembangan sarana dan
prasarana gedung Layanan
kesehatan paru
% peralatan utama dan penunjang
kesehatan paru sesuai best
practice (kuantitas)
% kelengkapan peralatan &
sarana kesehatan paru untuk
aktivitas di luar gedung
% Penilaian Kinerja dan Insentif
Pegawai
% SDM sesuai dengan kebutuhan
% Tersusunnya dan
terimplementasinya roadmap
pengembangan Sistem Informasi
BBKPM terintegrasi
% Terkoneksinya Sistem
Informasi BBKPM dengan sistem
rujukan antar rumah sakit se
Bandung Raya (SPGDT)
%Personil yang kompeten
Sasaran strategi yang disusun disesuaikan dengan Anggaran yang di terima
BBKPM Bandung, pada awal tahun 2015 anggaran yang diterima BBKPM Bandung
adalah sebesar Rp 41.290.333.000,- yang terdiri dari: Rupiah Murni dari APBN sebesar Rp
35.150.925.000,- dan PNBP/BLU sebesar Rp 6.139.408.000,-. Kemudian pada tanggal 17
Februari 2015 dilakukan revisi anggaran sehubungan dengan surat Dirjen Bina Upaya
Kesehatan (BUK) Tanggal 12 Februari 2015 Nomor: PR.02.03/I/0299/2015 tentang Revisi
Anggaran Perubahan Tahun Anggaran 2015, terdapat penambahan untuk anggaran
operasional BLU sebesar Rp 261.771.000,-. Sehingga anggaran tahun 2015 yang semula
Rp 41.290.333.000 menjadi Rp 41.552.104.000,- terdiri dari rupiah murni dari APBN
sebesar Rp 35.150.925.000,- dan PNBP/BLU sebesar Rp 6.401.179.000,-.
Anggaran tersebut untuk membiayai kegiatan dengan Sasaran Strategi yang ingin
dicapai diantaranya:
Laporan Akuntabilitas Kinerja BBKPM Bandung 2015
29
1. Terwujudnya efisiensi pelayanan kesehatan paru BBKPM Bandung
2. Terwujudnya optimalisasi pendapatan dari pelayanan kesehatan paru
3. Terwujudnya kepuasan stakeholder
4. Terwujudnya pelayanan prima kesehatan paru asyarakat dengan unggulan AsmaPPOK
5. Terwujudnya kerjasama lintas sektor dan lintas program dibidang kesehatan paru
masyarakat
6. Terwujudnya kualitas dan kuantitas penelitian dan diklat kesehatan paru
7. Terwujudnya budaya kinerja
8. Terwujudnya keandalan sarana prasarana
9. Terwujudnya sistem informasi kesehatan yang terpadu dan berdaya guna di
BBKPM Bandung
10. Terwujudnya peningkatan kompetensi SDM
Disamping dokumen Penetapan Kinerja di atas, untuk pengukuran kinerja terdapat
pula dokumen Indikator Kinerja Terpilih (IKT) sebagai pedoman prioritas dalam mencapai
target kinerja yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan, sebagai
berikut:
Tabel 2.6 Indikator Kinerja Terpilih Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat
Bandung Tahun Anggaran 2015
Area Kategori
No
2
Kepatuhan terhadap Standar
Pelayanan
Tingkat Pengendalian Infeksi
3
Capaian Indikator Medik
4
Promotif Preventif
5
6
Kepuasan Pelanggan
Ketepatan Waktu Pelayanan
7
Keuangan
1
Klinis
Manajerial
lndikator
Laporan Akuntabilitas Kinerja BBKPM Bandung 2015
Judul lndikator
Kepatuhan penggunaan Formularium
Nasional
Hospital Aquired Pneumonia (HAP)
Persentase Capaian lndikator
Penyakit TB
Persentase Pasien TB Beresiko TBHIV yang
Dikonseling
Komplain yang ditindaklanjuti
Waktu Tunggu Rawat Jalan (WTRJ)
Rasio PNBP terhadap Biaya
Operasional (PB)
30
BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
Pada bab ini akan diuraikan evaluasi dan analisis kinerja serta aspek keuangan yang
mempengaruhi capaian kinerja. Dan akan diuraikan juga permasalahan terkait capaian
yang tidak sesuai dengan sasaran strategis.
A. Pengukuran dan Analisis Pencapaian Kinerja
Penetapan Kinerja yang dilakukan pada awal tahun harus dapat direalisasikan
dalam satu tahun anggaran. Realisasi kegiatan dan keuangan dilaksanakan sesuai dengan
rencana kegiatan tahunan yang berisi jadual dan tahapan-tahapan kegiatan yang tercantum
Kerangka Acuan/TOR Kegiatan yang disusun pada tahun sebelumnyya.
Hasil pelaksanaan kegiatan BBKPM Bandung pada tahun 2015 dapat dilihat pada
tabel berikut in:
Tabel 3.1 Pengukuran dan Analisis Pencapaian Kinerja BBKPM Bandung 2015
NO
SASARAN STRATEGIS
I
Financial Perspective
A
Terwujudnya optimalisasi
pendapatan dari Pelayanan
Kesehatan Paru
II
Stakeholder
INDIKATOR KINERJA (KPI)
1
2
A
Terwujudnya Kepuasan
Stakeholder
III
Internal Bussines Perspective
A
Terwujudnya kualitas dan
kuantitas penelitian dan
diklat kesehatan paru
3
4
B
Index kepuasan pasien
pelayanan kesehatan paru
Index kepuasan
lembaga/institusi
Index kepuasan peserta peneliti
dan diklat
7%
TARGET
Jml
6,4
Sat
M
REALISASI
Jml
6,5
SKOR
Sat
M
7,17%
7%
65
%
78.75
%
8,48%
5%
60
%
87,75
%
7,31%
2%
45
%
79,11
%
3,52%
5
Index kepuasan pegawai
BBKPM Bandung
4%
75
%
75
%
4,00%
6
% Penelitian kesehatan paru
terimplementasi
1%
45
%
46,67
%
1,04%
3%
45
%
47,62
%
3,17%
7%
100
%
50
%
3,50%
4%
80
%
80
%
4,00%
4%
75
%
75
%
4,00%
6%
70
%
100
%
8,57%
7
8
Terwujudnya Pelayanan
Prima Kesehatan Paru
Masyarakat dengan
Unggulan Asma-PPOK
Jumlah pendapatan (Rp)
BOB
OT
9
10
11
% Terlaksananya Pendidikan
dan Pelatihan Kesehatan Paru
Akreditasi Kelembagaan
BBKPM
% Tindak lanjut hasil temuan
Audit Sistem Manajemen
% Tindak lanjut hasil temuan
Audit Keuangan
% Layanan pasien Asma dan
PPOK
Laporan Akuntabilitas Kinerja BBKPM Bandung 2015
31
NO
C
SASARAN STRATEGIS
Terwujudnya kerjasama
lintas sektor dan lintas
program dibidang
kesehatan paru masyarakat
INDIKATOR KINERJA (KPI)
12
13
14
D
IV
A
B
C
D
Terwujudnya Efisiensi
Pelayanan Kesehatan Paru
BBKPM Bandung
15
16
% tersusun dan
terimplementasinya program
pembinaan wilayah kerja
BBKPM Bandung di 13
provinsi
MOU/kejasama
terimplementasi
% Waktu layanan
% Utilisasi sumber daya
manusia
% Utilisasi peralatan layanan
kesehatan paru
TARGET
REALISASI
BOB
OT
Jml
Sat
Jml
Sat
3%
2
Prop
insi
2
prop
insi
2%
3
5%
65
%
65
%
5,00%
6%
80
%
85,75
%
6,43%
6%
45
%
88,7
%
11,83%
SKOR
3,00%
4
2,67%
Learn & Growth Perspective
Terpenuhinya sarana dan
prasarana yang sesuai
dengan kebutuhan baik
kualitas maupun kuantitas
dalam pelayanan
kesehatan paru masyarakat
Terwujudnya manajemen
SDM excellent
17
% pengembangan sarana dan
prasarana gedung Layanan
kesehatan paru
4%
70
%
70
%
4,00%
18
% peralatan utama dan
penunjang kesehatan paru
sesuai best practice (kuantitas)
5%
60
%
66
%
5,50%
19
% kelengkapan peralatan &
sarana kesehatan paru untuk
aktivitas di luar gedung
3%
80
%
80
%
3,00%
4%
60
%
60
%
4,00%
3%
65
%
65
%
3,00%
22
% Tersusunnya dan
terimplementasinya roadmap
pengembangan Sistem
Informasi BBKPM terintegrasi
3%
70
%
70
%
3,00%
23
% Terkoneksinya Sistem
Informasi BBKPM dengan
sistem rujukan antar rumah
sakit se Bandung Raya
(SPGDT)
2%
50
%
50
%
2,00%
24
%Personil yang kompeten
4%
65
%
65
%
4,00%
20
21
Terwujudnya system
informasi Kesehatan yang
terpadu dan berdaya guna
di BBKPM Bandung
Terwujudnya Budaya
Berkinerja
% Penilaian Kinerja dan
Insentif Pegawai
% SDM sesuai dengan
kebutuhan
Jumlah
100%
112,%
Pencapaian target pendapatan secara cash basis hanya tercapai 97,48% namun jika
dihitung berdasarkan akrual basis pencapaiannya 102,47% dikarenakan masih ada piutang
jasa pelayanan di BPJS Kesehatan yang belum terbayarkan. Namun pada tahun 2015 ini,
BBKPM Bandung menetapkan dasar perhitungan pendapatan dengan basis akrual. Untuk
lebih lengkapnya terperinci sebagai berikut:
Laporan Akuntabilitas Kinerja BBKPM Bandung 2015
32
Tabel 3.2 Target Dan Pendapatan BBKPM Bandung Tahun 2015
Cash Basis
No
Uraian
1
Pendapatan Pelayanan
2
Pendapatan Jasa Giro
Jumlah
Akrual Basis
No
Uraian
1
Pendapatan Pelayanan
2
Pendapatan Jasa Giro
Jumlah
Target
6.338.929.000
62.250.000
6.401.179.000
Realisasi
6.105.424.572
134.159.925
6.239.584.497
%
96,32
215,32
97,48
Target
6.338.929.000
62.250.000
6.401.179.000
Realisasi
6.425.172.572
134.159.925
6.559.332.497
%
101,36
215,32
102,47
Target akreditasi kelembagaan BBKPM Bandung sebagaimana tercantum pada
perjanjian kinerja 6 indikator (100%) baru tercapai 50%, adapun hal-hal yang telah
dilaksanakan dalam upaya mencapai target tersebut antara lain: Pembuatan Surat
Keputusan (SK) Tim Akreditasi beserta pokjanya, Penyusunan Standar Prosedur
Operasional (SPO) Pelayanan dan Penunjang, dan Draft Pedoman Pelayanan, serta
dokumen persiapan lainnya yang telah dibagi masing-masing pokja. Survey penilaian
akreditasi direncakanan pada tahun 2016. Hambatan pencapaian akreditasi kelembagaan
ini dikarenakan masih banyak kendala dalam persiapannya, selain status Balai yang tidak
bisa melakukan akreditasi KARS juga dukungan sarana prasarana gedung yang baru
selesai pada akhir tahun 2015, namun diharapkan dengan telah selesainya proses
pembangunan gedung pelayanan tahap 1, dapat mendukung peningkatan pencapaian
akreditasi kelembagaan ini.
Persentase tindak lanjut hasil temuan Audit Sistem Manajemen dan temuan Audit
Keuangan, dapat dianalisa bahwa hasil audit dari Kantor Akuntan Publik (KAP) dan
Inspektorat Jenderal (Itjen) pada bulan juni sudah ditindaklanjuti dengan sosialisasi hasil
temuan dan menyurati pihak-pihak yang bertanggung jawab terhadap tindak lanjut hasil
temuan. Adapun upaya penyelesaian tindak lanjut hasil temuan akan diawasi terus
sampai hasil temuan tersebut dinyatakan tuntas. Persentase tindak lanjut hasil temuan
Audit Sistem Manajemen maupun Audit Keuangan sudah dapat ditindaklanjuti
sepenuhnya oleh SPI. Sedangkan tindak lanjut atas hasil Audit Operasional TA 2014-2015
yang dilakukan oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan pada bulan Juni 2015
sudah diselesaikan 100% dan berkas/data audit sudah dikirimkan ke Itjen Kemenkes pada
Laporan Akuntabilitas Kinerja BBKPM Bandung 2015
33
awal bulan Desember 2015. Program Pengendalian Gratifikasi sudah dilaksanakan sampai
tahap Sosialisasi dan pemantapan strategi komunikasi publik.
Persentase waktu layanan sudah memenuhi target sebesar 65%, begitupun dengan
persentase pengembangan sarana dan prasarana gedung layanan kesehatan paru tercapai
70%, yakni pembangunan gedung B Lantai Basement dan Lantai 1 sudah terselesaikan
pada bulan Desember 2015.
Target tersusun dan terimplementasinya program pembinaan wilayah kerja
BBKPM Bandung di 13 provinsi adalah 2 kegiatan dan telah terlaksana semuanya, yaitu
kegiatan BKPM Cirebon (Jawa Barat) dan kegiatan pembinaan wilayah ke Dinas
Kesehatan Propinsi Banten. Pembinaan wilayah merupakan salah satu tupoksi BBKPM
Bandung yang mempunyai wilayah kerja 13 propinsi, dengan pembinaan wilayah ini
menjadi peluang BBKPM untuk dapat meninformasikan/mensosialisasikan/meningkatkan
kemampuan SDM kesehatan dalam lingkup dan wilayah yang lebih besar sehingga secara
tidak langsung upaya promotif dan preventif tentang kesehatan paru dapat tersampaikan
kepada masyarakat yang lebih luas sehingga berdampak kepada pencegahan/preventif
terjadinya kasus penyakit paru di masyarakat.
Kegiatan bina wilayah dan bimbingan teknis secara tidak langsung dapat
dimanfaatkan sebagai promosi ke wilayah kerja tentang pelayanan yang tersedia di
BBKPM Bandung sebagai fasilitas kesesehatan (Faskes) rujukan paru strata 2, BBKPM
juga memiliki tenaga-tenaga yang kompeten dibidangnya yang dapat menjadi narasumber
untuk diseminasi informasi masalah kesehatan paru di wilayah kerja.
Bimbingan teknis merupakan program unggulan seksi PSD karena dalam laporan
tahunan BBKPM Bandung bimtek ini merupakan indikator kinerja operasional pelayanan
dan indikator kinerja mutu pelayanan dan manfaat bagi masyarakat yang harus ada
nilainya. Disamping itu bimtek merupakan tupoksi utama balai yang menangani kesehatan
paru masyarakat dan dengan bimtek ini SDM di puskesmas semakin ditingkatkan ilmu
pengetahuan dan ketrampilannya sehingga pelayanan kesehatan paru di puskesmas akan
meningkat yang berdampak kepada pencegahan/preventif terjadinya kasus penyakit paru di
masyarakat
Diharapkan untuk kegiatan bimtek ini setiap tahun dianggarkan karena sebagai
Balai Besar maka tupoksi pengembangan sumber daya penting dan merupakan suatu
keunggulan institusi dalam rangka mentransfer ilmu pengetahuan dan ketrampilan
Laporan Akuntabilitas Kinerja BBKPM Bandung 2015
34
khususnya tentang penyakit paru kepada SDM kesehatan lainnya yang mana hal ini tidak
dapat dilakukan oleh Dinas Kesehatan.
Kegiatan UKM di BBKPM salah satu misinya adalah kemandirian masyarakat
dalam kesehatan paru. Untuk tercapainya hal tersebut selalu dikaitkan dengan kemitraan
karena kegiatan tidak mungkin dilaksanakan oleh BBKPM sendiri namun perlu didukung
oleh komponen masyarakat lainnya dalam suatu bentuk kemitraan.
Diharapkan BBKPM memiliki suatu daerah/wilayah percontohan yang mandiri
masyarakatnya dalam kesehatan paru setelah mendapat program pemberdayaan yang
bermitra dengan berbagai sektor tersebut untuk bisa diadopsi oleh wilayah lainnya. Saat ini
wilayah yang telah dirintis untuk menjadi model pemberdayaan adalah wilayah Kabupaten
Bandung Barat. Apabila ini menjadi suatu komitmen dari BBKPM dan Dinkes Kabupaten
Bandung Barat maka perlu dibuat program bersama yang lebih terintegrasi yang dapat
dimonitor dan dievaluasi dari waktu kewaktu hingga memperoleh outcome yang
diharapkan.
Target kerjasama (MoU) terimplementasi adalah 3 (tiga) kerjasama (MoU) seluruh
kegiatan di BBKPM Bandung, namun saat ini telah dilaksanakan 4 kerjasama (MoU) yaitu
kerjasama (MoU) dengan Dinas Kesehatan Kabupaten
Cianjur, Dinas Kesehatan
Kabupaten Garut, Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat, kerjasama (MoU) dengan
BPJS Bandung, sehingga berarti sudah melebihi target yang telah ditentukan.
Pengembangan sarana dan prasarana gedung yang telah dilaksanakan pada tahun
2015 yaitu pendirian klinik TB-MDR, Instalasi Rawat Inap dengan 10 TT dan IDG 24 Jam
serta pembangunan gedung poliklinik dan keperawatan Gedung B lantai basement dan
lantai 1 telah selesai 100% dilaksanakan sampai tanggal 31 Desember 2015. Instalasi
Gawat Darurat (IGD) BBKPM Bandung telah memulai layanan 24 jam sejak Bulan
Oktober 2015, dengan demikian telah memenuhi seluruh Prinsip Umum sebagaimana
tercantum di dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 856/Menkes/SK/IX/2009
tentang standar IGD Rumah Sakit.
Analisis tentang Penilaian Kinerja dan Insentif pegawai telah dilakukan melalui
Pembuatan Renstra, pembuatan Rencana Bisnis Anggara, Pembentukan Indikator Kinerja
Unit, Indikator Kinerja Individu, pembuatan, sasaran kinerja pegawai (SKP), dan analisis
Beban Kerja pegawai adalah upaya menuju terwujudnya penilaian kinerja sesuai dengan
peraturan dan pedoman yang diberikan oleh Bagian Keuangan Dirjen BUK, dari seluruh
proses ini telah dilakanakan sekitar 60 % sisanya adalah penyempurnaan atau reviu RSB
Laporan Akuntabilitas Kinerja BBKPM Bandung 2015
35
dan RBA di tahun 2015 yang ditahun 2014 secara fisik sudah mencapai 100% namun
secara substansi masih perlu review. Analisis beban kerja pegawai masih 80% terkumpul,
pembuatan IKI dari pegawai sudah dilaksanakan namun belum disahkan capaiannya
sekitar 50% per Desember 2015 pembuatan SKP sudah dilaksanakan 100%
Pembuatan Sistem Informasi Balai atau identik dengan System Informasi Rumah
Sakit, telah dibuat Road Map atau Rencana Kerja sejak tahun 2013 yang akan
diaplikasikan pada tahun 2015 berikut rencana dan capaian system informasi Balai:
Tabel 3.3 Roadmap Rencana Pengembangan Sistem Informasi BBKPM Bandung
NO
1
2
3
4
5
6
7
8
KEGIATAN
Pembuatan Perencanaan Bluebook cetak biru System
Informasi
Pembuatan Hardware
Pembuatan Software
Implementasi/aplikasi software uji coba
Implementasi software tiap titik layanan koneksi terhadap
jaringan informasi
Terbangunnya system jaringan internet WIFI
Terbangunnya jaringan system pengawasan pengamanan
dengan CCTV
Pengembangan dan Penyempurnaan System Informasi Balai
%
%
KUMULATIF
10
10
30 %
10 %
10 %
40
50
60
10 %
70
10 %
80
5%
85
15%
100
Poin yang telah tercapai di tahun 2015 adalah poin 1 selesai, poin 2 selesai, poin 3
baru 50%, no 6, dan 7 sehingga capaian sudah 70 %.
Terkoneksinya Sistem Informasi BBKPM Bandung dengan Sistem Rujukan Antar
Rumah Sakit se-Bandung Raya (SPGDT) sudah di daftarkan sejak beroperasinya IGD 24
Jam BBKPM Bandung yaitu bulan Oktober 2015.
B. Sumber Daya
1) Sumber Daya Manusia
Untuk mencapai tujuan organisasi, diperlukan sumber daya manusia yang cukup
baik secara kualitas maupun kuantitas. Kecukupan sumber daya secara kuantitas saja tapi
kurang dari segi kualitas akan menghambat pelaksanaan kegiatan untuk mencapai target
kinerja. Sumber Daya Manusia yang ada di BBKPM Bandung adalah sebagai berikut :
Laporan Akuntabilitas Kinerja BBKPM Bandung 2015
36
Tabel 3.4 Sumber Daya Manusia PNS BBKPM Bandung Tahun 2015
1 Januari
31 Desember
No
Uraian
Penambahan Pengurangan
2015
2015
A
Menurut Jabatan
1
Struktural
1.a Eselon II
1
1
1
1
1.b Eselon III
3
0
1
2
1.c Eselon IV
6
0
0
6
2
Fungsional
81
0
0
81
3
Staf
41
7
4
44
Jumlah
132
8
6
134
B
Menurut Golongan
1
Golongan IV
8
3
1
10
2
Golongan III
94
12
3
103
3
Golongan II
28
1
9
20
4
Golongan I
2
0
1
1
132
16
14
134
Jumlah
C
Menurut Pendidikan
1
S2
31
5
0
36
2
S1
22
4
5
21
3
D.IV
8
0
0
8
4
DIII / Akademi
43
1
2
42
5
SMA
24
0
1
23
6
SMP
2
0
0
2
7
SD
2
0
0
2
Jumlah
132
11
6
134
Jumlah Sumber Daya Manusia PNS BBKPM Bandung per awal Januari 2015
berjumlah 132 orang, selama tahun 2015 bertambah 6 orang dari CPNS dan berkurang
sebanyak 4 orang pegawai yang pindah instansi, sehingga diakhir tahun 2015 SDM
berjumlah 134 orang.
Jabatan struktural berkurang dua yaitu pergantian Kepala Balai Besar Kesehatan
Paru Masyarakat (BBKPM) Bandung dan Kepala
Bidang Pelayanan dan Penunjang
Kesehatan yang beralih ke jabatan fungsional dokter. Untuk sementara, jabatan Kepala
Laporan Akuntabilitas Kinerja BBKPM Bandung 2015
37
Bidang Pelayanan dan Penunjang dijabat oleh Pelaksana Harian (Plh) dirangkap dengan
Kepala Bidang Promosi dan Pengembangan Sumber Daya. Jabatan staf bertambah 7 orang,
yaitu 6 orang dari CPNS yang masuk per 1 April 2015 dan 1 orang perpindahan jabatan
struktural eselon III ke fungsional dokter, namun jabatan fungsionalnya belum turun
sehingga masih masuk kelompok staf. Jabatan staf berkurang 4 orang dengan alasan pindah
instansi.
Menurut golongan kepangkatan pegawai yang naik pangkat berjumlah 9 orang.
Sedangkan berdasarkan tingkat pendidikan Tingkat Pendidikan S2 bertambah 5 orang
yaitu 3 orang dari peserta Tugas Belajar (Tubel) dan 2 orang CPNS dokter yang baru
masuk 1 April 2015. Sedangkan tingkat pendidikan S1 bertambah 4 orang yaitu 1 orang
dari peserta Izin Belajar (Ibel) dan 3 orang dari CPNS yang masuk 1 April 2015. Tingkat
pendidikan Akademi bertambah 1 orang dari CPNS dan berkurang 2 orang karena pindah
instansi.
Sedangkan jumlah SDM non-PNS BBKPM Bandung per 31 Desember 2015
berjumlah 44 orang, dengan rincian sebagai berikut:
Tabel 3.5 Sumber Daya Manusia Non-PNS BBKPM Bandung Tahun 2015
Jenis Ketenagaan
Jumlah Non PNS
Dokter
Asisten Apoteker
Perawat
Perekam Medis
Tenaga Non Kesehatan
4
2
4
3
22
Jumlah SDM Non-PNS
35
Adapun jumlah proporsi ketenagaan di BBKPM Bandung tahun 2015 dapat digambarkan
pada grafik berikut:
Laporan Akuntabilitas Kinerja BBKPM Bandung 2015
38
2)
Sumber Daya Anggaran
Pada awal tahun 2015 Anggaran yang diterima BBKPM Bandung adalah sebesar
Rp 41.290.333.000,- yang terdiri dari:
a. Rupiah Murni dari APBN sebesar Rp 35.150.925.000,b. PNBP/BLU sebesar Rp 6.139.408.000,Kemudian pada tanggal 17 Februari 2015 dilakukan revisi anggaran sehubungan
dengan surat Dirjen Bina Upaya Kesehatan (BUK) Tanggal 12 Februari 2015 Nomor:
PR.02.03/I/0299/2015 tentang Revisi Anggaran Perubahan Tahun Anggaran 2015. Yaitu
terdapat penambahan untuk anggaran operasional BLU sebesar Rp 261.771.000,-.
Sehingga anggaran tahun 2015 yang semula Rp 41.290.333.000 menjadi Rp
41.552.104.000,-terdiri dari:
a. Rupiah Murni dari APBN sebesar Rp 35.150.925.000,b. PNBP/BLU sebesar Rp 6.401.179.000,-
Laporan Akuntabilitas Kinerja BBKPM Bandung 2015
39
Adapun realisasi anggaran dari seluruh kegiatan adalah Rp 38.145.884.416,(91,80%), realisasi bersumber Rupiah Murni sebesar Rp. 32.223.847.584,- (91,67%) dan
bersumber BLU sebesar Rp. 5.922.036.832,- (92,51%).
Tabel 3.6 Realisasi Anggaran Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Bandung
Tahun Anggaran 2015 Per Uraian Belanja
No
Uraian
APBN (Rupiah Murni)
1
Belanja Pegawai
2
Belanja Barang
3
Belanja Modal
Alokasi
Realisasi
%
8.313.925.000
7.119.524.000
19.717.476.000
8.010.578.470
5.998.517.894
18.214.751.220
96,35
84,25
92,38
Jumlah
35.150.925.000
32.223.847.584
91,67
PNBP (BLU)
1
Belanja Barang
2
Belanja Modal
5.953.201.000
447.978.000
5.504.538.635
417.498.197
92,46
93,20
Jumlah
6.401.179.000
5.922.036.832
92,51
8.313.925.000
13.072.725.000
20.165.454.000
8.010.578.470
11.503.056.529
18.632.249.417
96,35
89,94
91,12
41.552.104.000
38.145.884.416
91,80
TOTAL (APBN+PNBP)
1
Belanja Pegawai
2
Belanja Barang
3
Belanja Modal
Jumlah
Tabel 3.7 Realisasi Anggaran Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Bandung
Tahun Anggaran 2015 Per Kegiatan
Kode
Uraian
Vol
Sat
Pagu
Realisasi
%
024.04.07
Program Pembinaan Upaya
Kesehatan
41.552.104.000
38.145.884.416
91,84
2090
Pembinaan Upaya Kesehatan
Rujukan
31.187.079.000
28.411.731.177
91,10
%
2090.009
Barang Cetakan
2090.015
2090.019
Dokumen Evaluasi dan
Pelaporan
Alat Kesehatan, Kedokteran
dan KB dalam rangka menuju
pelayanan kelas dunia
3
Buah
342.078.000
337.667.950
98,71
1
Dokumen
103.211.000
80.278.000
77,78
14
Unit
3.587.719.000
3.002.790.420
83,7
2
Dokumen
104.480.000
72.166.000
69,07
2090.034
Kajian Teknis
2090.044
Pengadaan Makan Minum
365
Hari
93.750.000
28.529.239
30,43
2090.045
Pengadaan Penambah Daya
Tahan Tubuh
133
Orang
556.456.000
528.624.106
95
Laporan Akuntabilitas Kinerja BBKPM Bandung 2015
40
Kode
Uraian
2090.046
2090.048
2090.053
Pengadaan Pakaian Dinas
Pengadaan Obat-obatan dan
Bahan Habis Pakai
Laporan Operasioal BLU
RS/Balai
Vol
Sat
Pagu
Realisasi
%
133
Orang
53.200.000
53.200.000
100
20
Paket
2.015.500.000
2.014.699.880
99,96
1
Laporan
6.401.179.000
5.922.036.832
92,51
2090.054
Laporan Pelayanan Kesehatan
1
Laporan
527.700.000
449.438.365
85,17
2090.055
Laporan
Advokasi/Penyuluhan/Promkes
7
Laporan
381.510.000
346.571.625
90,84
2090.069
Peningkatan Kapasitas Pegawai
80
Orang
608.015.000
363.767.960
59,83
2090.997
Peralatan dan Fasilitas
Perkantoran
182
Unit
452.426.000
318.340.000
70,36
2090.998
Gedung/Bangunan
2.285
m2
15.959.855.000
14.893.620.800
93,32
2094
Dukungan Manajemen dan
Pelaksanaan Tugas Teknis
Lainnya Sekretariat Ditjen Bina
Upaya Kesehatan
10.365.025.000
9.734.153.239
94,07
2094.994
Layanan Perkantoran
10.365.025.000
9.734.153.239
94,07
12
Bulan
Layanan
Realisasi Rupiah Murni (RM) terdapat anggaran yang tidak terealisasi sebesar
8,28% hal ini dikarenakan adanya belanja modal peralatan dan mesin (532111) yang tidak
terealisasi sepenuhnya yaitu pengadaan ID-Camera dan
Automatic Processor Film
dikarenakan gagal lelang.
Disamping itu juga adanya selisih nilai/harga pada pagu anggaran dengan harga
penawaran namun outputnya terealisasi, seperti pada belanja modal gedung dan bangunan
(533111) selisih antara pagu dan realisasi/penawaran yang lebih kecil untuk biaya
konstruksi, konsultan manajemen konstruksi dan pengawasan berkala. Juga adanya
efisiensi anggaran yang tidak terserap sepenuhnya namun kegiatan telah dilaksanakan
seluruhnya, diantaranya:
a. Output kajian teknis (penelitian) yang direncanakan dalam RKAKL 2 kegiatan dapat
dilaksanakan semuanya 100%, akan tetapi ada penghematan/efisiensi
anggaran
penelitian sebesar Rp. 32.314.000 rupiah sehingga anggaran yang terserap sebesar
69,07%.
b. Pada output Laporan Operasional Rumah Sakit/Balai (PNBP/BLU).
c. Pada output Laporan Advokasi/Penyuluhan/Promkes terdapat anggaran yang tersisa
namun kegiatan terlaksana 100% sehingga dapat melakukan efisiensi Rp. 34.938.375.
Laporan Akuntabilitas Kinerja BBKPM Bandung 2015
41
d. Pada output kegiatan dokumen evaluasi dan pelaporan terdapat efisiensi anggaran
perjadin dan biaya jasa nara sumber namun kegiatan telah terlaksana.
3) Sumber Daya Sarana dan Prasarana.
Sarana utama BBKPM Bandung yang terletak di Jalan Cibadak No. 214 Bandung
adalah bangunan seluas 3.859 m2 yang berdiri diatas tanah seluas 3.330 m2, sedangkan
sarana BBKPM Bandung di Garut memiliki bangunan seluas 246 m2 yang berdiri diatas
tanah seluas 1.704 m2, dan di Cianjur memiliki bangunan seluas 662 m2 yang berdiri diatas
tanah seluas 2.450 m2.
.
Gambar 3.1 Gedung BBKPM Bandung Tampak Depan
Unit fungsional BBKPM Bandung di Garut didirikan pada tahun 1957, menempati
kantor milik Pemerintah Daerah Kabupaten Garut di Jalan Dr. Slamet No. 13 dengan status
kepemilikan tanah Hak Guna Pakai sesuai dengan surat persetujuan pemakaian gedung dari
Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Barat Nomor: 503/5629/UM tanggal 25 Agustus
1993.
Sedangkan, unit fungsional BBKPM Bandung di Cianjur didirikan pada tanggal 15
Maret 1958, menempati tanah milik Departemen Kesehatan di Jalan Siliwangi No. 15
Cianjur, dimana tanah seluas 1.000 m2 digunakan oleh BKKBN Kabupaten Cianjur dan
telah ditetapkan oleh Kepala Biro Keuangan dan BMN Kementerian Kesehatan sebagai
Pinjam Pakai.
Dalam melaksanakan tugas dan fungsi sebagai pemberi pelayanan dasar spesialistik
kesehatan paru masyarakat, keberadaan sarana dan prasarana kesehatan merupakan hal
yang sangat penting. Penambahan sarana utama BBKPM Bandung tahun 2015 yaitu
Laporan Akuntabilitas Kinerja BBKPM Bandung 2015
42
pembangunan Gedung B Pelayanan dan Keperawatan lantai basement dan lantai 1 di Jalan
Cibadak 214 seluas 2.285 m2 yang mulai dibangun pada bulan juni 2015 dan selesai pada
bulan desember 2015.
BBKPM Bandung memiliki Bangunan Utama yang terdiri dari Ruang Administrasi,
Ruang Instalasi Rawat Jalan, IGD, Ruang Instalasi Radiologi, Ruang Instalasi Farmasi,
Ruang Instalasi Laboratorium, Ruang Instalasi Rehabilitasi Medik, Ruang Instalasi Rawat
Inap berkapasitas 10 TT, Nurse Station, Ruang Tindakan, Ruang Instalasi Penyuluhan,
Ruang Komite Medik dan Ruang Pertemuan.
Serta bangunan utama lainnya yang baru selesai pembangunannya pada bulan
Desember 2015 antara lain:
Ruang Pemulasaran Jenazah, Dapur/Gizi, Laundry, IPS-
KL/Bengkel. BBKPM Bandung juga dilengkapi dengan bangunan penunjang yaitu Ruang
Generator, IPAL dan Tempat Pembuangan Sampah Sementara.
Adapun data sarana prasarana berdasarkan laporan hasil aplikasi SIMAK-BMN,
yaitu Barang Milik Negara terdiri dari BMN Intrakomtabel, Ekstrakomtabel, Gabungan
Intrakomtabel dengan Ekstrakomtabel, Aset tak berwujud. Jumlah nominal dari Barang
Milik Negara di BBKPM Bandung per 31 Desember 2015 berjumlah Rp 77.416.473.488,-.
Terdapat penambahan nilai sebanyak Rp 19.062.460.119,- dan pengurangan nilai sebesar
Rp 1.234.527.635,-. Laporan pengelolaan sumber daya sarana dan prasarana dapat dilihat
dalam rincian berikut:
a. BMN INTRAKOMTABLE
Posisi Awal (1 Januari 2015)
:
Rp
59.579.885.379,-
Penambahan
:
Rp
19.054.964.248,-
Pengurangan
:
Rp
1.234.166.010,-
Posisi Akhir (31 Desember 2015)
:
Rp
77.400.683.617,-
Posisi Awal (1 Januari 2015)
:
Rp
8.655.625,-
Penambahan
:
Rp
7.495.871,-
Pengurangan
:
Rp
361.625,-
Posisi Akhir (31 Desember 2015)
:
Rp
15.789.871,-
Posisi Awal (1 Januari 2015)
:
Rp
59.588.541.004,-
Penambahan
:
Rp
19.062.460.119,-
Pengurangan
:
Rp
1.234.527.635,-
b. BMN EKSTRAKOMTABLE
c. BMN GABUNGAN INTRA & EKSTRA
Laporan Akuntabilitas Kinerja BBKPM Bandung 2015
43
Posisi Akhir (31 Desember 2015)
:
Rp
77.416.473.488,-
Posisi Awal (1 Januari 2015)
:
Rp
477.400.000,-
Penambahan
:
Rp
0,-
Pengurangan
:
Rp
0,-
Posisi Akhir (31 Desember 2015)
:
Rp
477.400.000,-
d. BMN ASET TAK BERWUJUD
Laporan Akuntabilitas Kinerja BBKPM Bandung 2015
44
BAB IV
SIMPULAN
Penyusunan LAK bertujuan untuk mengevaluasi kinerja disebuah institusi sebagai
perwujudan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas pokok dan fungsi serta pengelolaan
sumber daya dan pelaksanaan kebijakan dan program yang dipercayakan kepada instansi
tersebut agar dapat melaksanakan evaluasi dari kinerja yang telah berjalan apakah telah
sesuai yang diharapkan, serta mengkomunikasikan pencapaian tujuan dan sasaran strategik
organisasi kepada stakeholders. Didalam proses pelaksanaan berbagai program dan
kegiatan tersebut tentu didapatkan kendala baik dari segi dana, SDM maupun sistem dan
dukungan institusi vertikal, sehingga dibutuhkan perencanaan yang matang yang
mempertimbangkan berbagai segmen yang dapat mempengaruhi terhadap biaya dan jenis
kegiatan yang akan dilaksanakan.
Pembinaan wilayah (binwil) merupakan salah satu tupoksi BBKPM Bandung yang
mempunyai wilayah kerja sampai di 13 propinsi, dengan binwil ini menjadi peluang
BBKPM untuk dapat menginformasikan/ mensosialisasikan/ meningkatkan kemampuan
SDM kesehatan dalam lingkup dan wilayah yang lebih besar sehingga secara tidak
langsung upaya promotif dan preventif tentang kesehatan paru dapat tersampaikan kepada
masyarakat yang lebih luas sehingga berdampak kepada pencegahan/preventif terjadinya
kasus penyakit paru di masyarakat.
Bimbingan teknis
(bimtek) merupakan program unggulan yang merupakan
indikator kinerja operasional pelayanan dan indikator kinerja mutu pelayanan dan manfaat
bagi masyarakat pada indicator BLU. Disamping itu bimtek merupakan tupoksi utama
Balai yang menangani kesehatan paru masyarakat dan dengan bimtek ini SDM di
puskesmas semakin ditingkatkan ilmu pengetahuan dan ketrampilannya sehingga
pelayanan kesehatan paru di puskesmas akan meningkat yang berdampak kepada
pencegahan/preventif terjadinya kasus penyakit paru di masyarakat.
Kegiatan UKM di BBKPM Bandung salah satu misinya adalah kemandirian
masyarakat dalam kesehatan paru. Untuk tercapainya hal tersebut selalu dikaitkan dengan
kemitraan karena kegiatan tidak mungkin dilaksanakan oleh BBKPM sendiri namun perlu
didukung oleh komponen masyarakat lainnya dalam suatu bentuk kemitraan.
Laporan Akuntabilitas Kinerja BBKPM Bandung 2015
45
Kondisi tersebut di atas tentu menjadi acuan untuk tahun mendatang agar penetapan
target disesuaikan dengan kondisi lapangan dan sistem yang ada, dengan harapan seluruh
sasaran dapat direalisasikan sesuai kebutuhan dan kemampuan secara efektif dan efesien.
Laporan Akuntabilitas Kinerja BBKPM Bandung 2015
46
Lampiran 1. Rencana Kerja Tahunan BBKPM Bandung Tahun 2015
NO
I
A
II
SASARAN STRATEGIS
Financial Perspective
Terwujudnya optimalisasi pendapatan
dari Pelayanan Kesehatan Paru
Stakeholder
INDIKATOR KINERJA (KPI)
1
2
3
A
Terwujudnya Kepuasan Stakeholder
4
5
III
Internal Bussines Perspective
A
Terwujudnya kualitas dan kuantitas
penelitian dan diklat kesehatan paru
6
7
8
B
Terwujudnya Pelayanan Prima
Kesehatan Paru Masyarakat dengan
Unggulan Asma-PPOK
9
10
11
C
D
IV
Terwujudnya kerjasama lintas sektor
dan lintas program dibidang kesehatan
paru masyarakat
Terwujudnya Efisiensi Pelayanan
Kesehatan Paru BBKPM Bandung
12
13
14
15
16
Terpenuhinya sarana dan prasarana
yang sesuai dengan kebutuhan baik
kualitas maupun kuantitas dalam
pelayanan kesehatan paru masyarakat
18
19
B
Terwujudnya manajemen SDM
excellent
20
21
22
C
Terwujudnya system informasi
Kesehatan yang terpadu dan berdaya
guna di BBKPM Bandung
23
D
Index kepuasan pasien pelayanan
kesehatan paru
Index kepuasan lembaga/institusi
Index kepuasan peserta peneliti
dan diklat
Index kepuasan pegawai BBKPM
Bandung
% Penelitian kesehatan paru
terimplementasi
% Terlaksananya Pendidikan dan
Pelatihan Kesehatan Paru
Akreditasi Kelembagaan BBKPM
% Tindak lanjut hasil temuan
Audit Sistem Manajemen
% Tindak lanjut hasil temuan
Audit Keuangan
% Layanan pasien Asma dan
PPOK
% tersusun dan
terimplementasinya program
pembinaan wilayah kerja
BBKPM Bandung di 13 provinsi
MOU/kejasama terimplementasi
% Waktu layanan
% Utilisasi sumber daya manusia
% Utilisasi peralatan layanan
kesehatan paru
6,4
M
65
%
60
%
45
%
75
%
45
%
45
%
6
80
%
75
%
70
%
2
Propinsi
3
65
80
%
%
45
%
70
%
60
%
80
%
60
%
65
%
70
%
50
%
65
%
Learn & Growth Perspective
17
A
Jumlah pendapatan (Rp)
TARGET
Jml
Sat
Terwujudnya Budaya Berkinerja
Laporan Akuntabilitas Kinerja BBKPM Bandung 2015
24
% pengembangan sarana dan
prasarana gedung Layanan
kesehatan paru
% peralatan utama dan penunjang
kesehatan paru sesuai best
practice (kuantitas)
% kelengkapan peralatan &
sarana kesehatan paru untuk
aktivitas di luar gedung
% Penilaian Kinerja dan Insentif
Pegawai
% SDM sesuai dengan kebutuhan
% Tersusunnya dan
terimplementasinya roadmap
pengembangan Sistem Informasi
BBKPM terintegrasi
% Terkoneksinya Sistem
Informasi BBKPM dengan sistem
rujukan antar rumah sakit se
Bandung Raya (SPGDT)
%Personil yang kompeten
47
Lampiran 2
Laporan Akuntabilitas Kinerja BBKPM Bandung 2015
48
Lampiran 3
Laporan Akuntabilitas Kinerja BBKPM Bandung 2015
49
Laporan Akuntabilitas Kinerja BBKPM Bandung 2015
50
Lampiran 4. Form Pengukuran Kinerja (PK) BBKPM Bandung 2015
NO
SASARAN STRATEGIS
I
Financial Perspective
A
Terwujudnya optimalisasi
pendapatan dari Pelayanan
Kesehatan Paru
II
Stakeholder
INDIKATOR KINERJA (KPI)
1
2
A
Terwujudnya Kepuasan
Stakeholder
3
4
5
III
Internal Bussines Perspective
A
Terwujudnya kualitas dan
kuantitas penelitian dan
diklat kesehatan paru
6
7
8
B
Terwujudnya Pelayanan
Prima Kesehatan Paru
Masyarakat dengan
Unggulan Asma-PPOK
9
10
11
C
Terwujudnya kerjasama
lintas sektor dan lintas
program dibidang
kesehatan paru masyarakat
12
13
14
D
IV
A
Terwujudnya Efisiensi
Pelayanan Kesehatan Paru
BBKPM Bandung
15
16
Jumlah pendapatan (Rp)
Index kepuasan pasien
pelayanan kesehatan paru
Index kepuasan
lembaga/institusi
Index kepuasan peserta
peneliti dan diklat
Index kepuasan pegawai
BBKPM Bandung
% Penelitian kesehatan paru
terimplementasi
% Terlaksananya
Pendidikan dan Pelatihan
Kesehatan Paru
Akreditasi Kelembagaan
BBKPM
% Tindak lanjut hasil
temuan Audit Sistem
Manajemen
% Tindak lanjut hasil
temuan Audit Keuangan
% Layanan pasien Asma
dan PPOK
% tersusun dan
terimplementasinya
program pembinaan
wilayah kerja BBKPM
Bandung di 13 provinsi
MOU/kejasama
terimplementasi
% Waktu layanan
% Utilisasi sumber daya
manusia
% Utilisasi peralatan
layanan kesehatan paru
TARGET
REALISASI
BOB
OT
Jml
Sat
Jml
Sat
7%
6,4
M
6,5
M
7,17%
7%
65
%
78.75
%
8,88%
5%
60
%
87,75
%
7,31%
2%
45
%
79,11
%
3,52%
4%
75
%
75
%
4,00%
1%
45
%
46,67
%
1,04%
3%
45
%
47,62
%
3,17%
7%
100
%
50
%
3,50%
4%
80
%
80
%
4,00%
4%
75
%
75
%
4,00%
6%
70
%
100
%
8,57%
3%
2
Prop
insi
2
prop
insi
3,00%
2%
3
5%
65
%
65
%
5,00%
6%
80
%
85,75
%
6,43%
6%
45
%
88,7
%
11,83%
4
SKOR
2,67%
Learn & Growth Perspective
Terpenuhinya sarana dan
prasarana yang sesuai
dengan kebutuhan baik
kualitas maupun kuantitas
dalam pelayanan
kesehatan paru masyarakat
17
% pengembangan sarana
dan prasarana gedung
Layanan kesehatan paru
4%
70
%
70
%
4,00%
18
% peralatan utama dan
penunjang kesehatan paru
sesuai best practice
(kuantitas)
5%
60
%
66
%
5,50%
19
% kelengkapan peralatan &
sarana kesehatan paru untuk
aktivitas di luar gedung
3%
80
%
80
%
3,00%
Laporan Akuntabilitas Kinerja BBKPM Bandung 2015
51
NO
B
SASARAN STRATEGIS
Terwujudnya manajemen
SDM excellent
INDIKATOR KINERJA (KPI)
20
21
22
C
Terwujudnya system
informasi Kesehatan yang
terpadu dan berdaya guna
di BBKPM Bandung
23
D
Terwujudnya Budaya
Berkinerja
24
% Penilaian Kinerja dan
Insentif Pegawai
% SDM sesuai dengan
kebutuhan
% Tersusunnya dan
terimplementasinya
roadmap pengembangan
Sistem Informasi BBKPM
terintegrasi
% Terkoneksinya Sistem
Informasi BBKPM dengan
sistem rujukan antar rumah
sakit se Bandung Raya
(SPGDT)
%Personil yang kompeten
Jumlah
Laporan Akuntabilitas Kinerja BBKPM Bandung 2015
TARGET
REALISASI
BOB
OT
Jml
Sat
Jml
Sat
4%
60
%
60
%
4,00%
3%
65
%
65
%
3,00%
3%
70
%
70
%
3,00%
2%
50
%
50
%
2,00%
4%
65
%
65
%
4,00%
100%
SKOR
112,1%
52
Download