Arsitektur dan kekokohan

advertisement
ARSITEKTUR &
KEKOKOHAN
Definisi : ARSITEKTUR
• DEFINISI ARSITEKTUR
Markus Vitruvius ( abad 25 SM) :
• Utility ( kegunaan )
• Firmness ( kekuatan )
• Beauty ( keindahan )
SIR HENRY Wotten ( abad17)
• Commodity ( keperluan)
• Firmness ( kekuatan )
• Delight ( kesenangan )
KEKOKOHAN
(FIRMNESS)
Definisi :
• Firmness dapat diartikan kekuatan atau
kekokohan yang berhubungan dengan
struktur bangunan atau bagaimana
bangunan dapat berdiri
Hal ini berhubungan dengan:
• kekuatan fisik struktural
• persepsi struktural
• Fisik struktural berhubungan dengan
perhitungan secara matematis thd;
• Grafitasi , gaya –gaya alam
• Momen
• Mekanika
• Kekuatan dan keawetan material
Persepsi struktural
• Persepsi struktural
berhubungan dengan
:
• Kesan yang dilihat (
indra penglihatan)
• Kesan rasa aman (
roboh & faktor
ekstern )
STRUKTUR BANGUNAN
Daniel L Schodek : Definisi struktur dalam
hubungannya dengan bangunan ialah:
• Bahwa struktur merupakan sarana untuk
menyalurkan beban akibat penggunaan dan
kehadiran bangunan di tanah dan di dalam
tanah.
• Struktur berfungsi sbg suatu kesatuan dari
serangkaian unsur-2 yang berbeda-bada.
Unsur-2 ini ditempatkan dan di interelasikan
dengan cara tertentu agar seluruh struktur
mampu berfungsi dalam memikul beban baik
yang beraksi secara vertikal maupun
horizontal kedalam tanah.
Kestabilan Struktur
• Tujuan merencanakan struktur adalah
menjamin kestabilan pada segala kondisi
pembebanan yang mungkin terjadi.
• STRUKTUR STABIL
• Pada struktur stabil deformasi yang diakibatkan
oleh beban pada umumnya kecil , dan gaya
internal yang timbul di dalam struktur
mempunyai kecenderungan mengembalikan
bentuk struktur kebentuk semula apabila beban
dihilangkan.
• STRUKTUR TIDAK STABIL
• Pada struktur tak stabil , deformasi yang
diakibatkan oleh beban pada umumnya
mempunyai kecenderungan untuk terus
bertambah selama struktur tsb dibebabni.
• Struktur yang tidak stabil tidak memberikan
gaya-2 internal yang mempunyai
kecenderungan mengembalikan bentuk struktur
ke bentuk semula.
• Struktur yang tidak stabil mudah mengalami
keruntuhan secara menyeluruh dan seketika
begitu dibebabi.
Jenis kondisi pembebanan
• Beban terdiri dari : gaya statis dan gaya
dinamis.
Gaya Statis terdiri dari
• beban hidup : Beban penggunaan ,
beban lingkungan ( hujan , salju )
• Beban tetap ( tidak pindah ) : berat
sendiri struktur dan berat elemen
gedung. Tertentu.
• Gaya akibat penurunan , efek suhu
tegangan ,dsb
Gaya dinamis terdiri dari :
• Gaya menerus : gaya inersia ( gerak
tanah pada saat gempa bumi ) dan
gaya angin.
• Gaya impak ( diskkret misalnya ledakan )
Klasifikasi struktur
•
a.
b.
c.
Dasar pengklasifikasi struktur bisa
dilihat dari berbagai macam sudut
pandang :
Berdasarkan bentuk fisik
konstruksi geometri : elemen garis /
permukaan, lurus /lengkung)
Sifat fisik dasar konstruksi ( kaku ,
tak kaku )
Material ( kayu , baja , beton
bertulang )
Tabel Klasifikasi Struktur
Struktur kaku
Struktur tak kaku / fleksible
Susunan balok dan kolom
( struktur kaku )
•Struktur yang dibentuk dengan cara meletakkan
elemen kaku horizontal di atas elemen kaku
vertikal . Balok memikul beban yang bekerja
transversal dari panjangnya dan mentransfer
beban tersebut ke kolom vertikal yang
menumpunya , kemudian mentranser beban itu
ketanah.
Struktur rangka
( struktur kaku )
Rangka mempunyai aksi struktural yang berbeda
dengan jenis balok kolom karena adanya titik hubung
kaku antara elemen vertikal dan horizontal. Kekakuan
ini titk hubung ini memberikan kestabilan terhadap
gaya lateral.. Pada sistem rangka baik balok maupun
kolom akan melentur sebagai akibat adanya aksi
beban pada struktur
Pelengkung bata
Struktur kaku
Pelengkung bata
Struktur ini terdiri dari potongan-2 kecil yang
mempertahankan posisinya akibat tekanan dari
beban. Struktur pelengkung bata ini hanya
berfungsi dan stabil apabila dibebani gaya-2 pada
bidang , yang menyebabkan struktur tersebut
mempunyai gaya tekan merata. Struktur ini tidak
bisa memikul beban yang menimbulkan lenturan
krn tumpukan bata tsb akan mudah berantakan.
Cangkang
Struktur kaku
• Cangkang
• Cangkang adalah bentuk struktural tiga
dimensional yang kaku dan tipis yang mempunyai
permukan lengkung. Permukaan cangkang dapat
mempunyai sembarang bentuk.
• Bentuk umum cangkang ada 3.
• Permukakaan rotasional .yaitu berasal dari
kurva yang diputar terhadap sumbu ( bola , elips,
kerucut ,parabola ) .
• Permukaan translasional :dibentuk dengan
meggeseserkan kurva bidang diatas kurva yang
lainnya. ( eliptik dan silindris )
• Permukan ruled : permukaan yang dibentuk
dengan menggeserkan dua ujung segmen garis
pada dua kurva bidang. ( permukaan hiperboloik
paraboloid dan konoid )
• Bentuk kombinasi dari atas
• Cangkang terbuat dari material kaku ( beton
bertulang atau baja )
CANGKANG
Dinding bata
Struktur kaku
Kubah
Struktur kaku
Kubah terbuat dari material kaku seperti beton bertulang
tipis dan bisa juga dibuat dari tumpukan bata. Struktur
cangkang atau kubah sangat efisien untuk digunakan
pada bentang besar , dengan material yang relatif sedikit
Jaring
Struktur tidak kaku / fleksible
Jaring
Jaring adalah
permukaan 3
dimensi yang
terbuat dari
sekumpulan kabel
lengkung yang
melintang.Keuntu
ngan penggunaan
kabel melintang
adalah bahwa
penempatan
kabel tsb dapat
mencegah atap
dari getaran
akibat tekanan
dan isapan angin
Struktur tenda & kabel
Struktur tidak kaku
Tenda
Tenda biasa dibuat dari permukaan membran atau
lembaran tipis dan fleksibel
Struktur kabel
Kabel
Kabel adalah elemen struktur fleksibel. Bentuknya
sangat bergantung pada besar dan perilaku beban yang
bekerja padanya
Download