SCIENCE-2010

advertisement
SCIENCE-2010
MATERI V
SISTEM TRANSPORTASI MAHLUK HIDUP
Indikator Pencapaian:
1. Mahasiswa dapat mengamati proses transportasi dan fotosintesis pada tumbuhan
melalui percobaan
2. Mahasiswa dapat menjelaskan proses transportasi pada hewan
3. Mahasiswa dapat menjelaskan sistem transportasi pada manusia
SUB I
SISTEM TRANSPORTASI TUMBUHAN
Tumbuhan memerlukan air dan mineral. Air dan mineral ini diserap dari dalam tanah
menggunakan akar. Pengambilan zat-zat ini dilakukan secara difusi dan osmosis. Difusi
merupakan perpindahan molekul atau ion dari daerah berkonsentrasi tinggi ke daerah
berkonsentrasi rendah. Sedangkan osmosis adalah perpindahan air dari larutan
berkonsentrasi rendah ke larutan berkonsentrasi tinggi melalui selaput semi permeabel.
Osmosis berkaitan dengan beberapa keadaan sel tumbuhan, seperti penjelasan berikut.
 Sel tumbuhan berada dalam keseimbangan dengan lingkungan karena sel tumbuhan
berada dalam larutan yang konsentrasinya sama sehingga bentuk sel tidak berubah,
disebut isotonis.
 Keadaan dimana sel berada dalam larutan berkonsentrasi tinggi sehingga air dalam
sel akan terserap ke luar disebut keadaan hipertonis. Hal ini menyebabkan sel
mengkerut dan mengalami plasmolisis.
 Apabila sel tumbuhan berada dalam larutan yang konsentrasinya lebih rendah, maka
sel tumbuhan akan menggembung karena menyerap air sehingga sel tumbuhan
menjadi tegang (turgor). Keadaan ini disebut hipotonis. Keadaan ini terlihat ketika
kita menyiram tumbuhan yang layu, maka tumbuhan tersebut akan menyerap air
hingga menjadi tegak kembali.
Berdasarkan jalur yang ditempuh air dan garam mineral yang masuk ke akar,
pengangkutan air dan garam mineral dibedakan menjadi simplas dan apoplas. Simplas
adalah bergeraknya air dan mineral lewat jalur dalam sel, yaitu sitoplasma sel dengan
SCIENCE-2010
jalan menembus membran plasma. Sedangkan apoplas adalah bergeraknya air lewat jalur
luar sel atau lewat dinding-dinding sel.
Pengangkutan air dan hasil fotosintesis dalam tubuh tumbuhan melibatkan osmosis,
transport aktif dan difusi fasilitasi. Transpor aktif merupakan pengangkutan zat-zat
menembus membran impermeabel dan melawan gradien konsentrasi, dengan bantuan
energi dari ATP dan protein kotranspor. Difusi fasilitasi adalah pengangkutan molekul
atau ion-ion menembus membrane sepanjang gradien konsentrasi oleh sistem pembawa
tanpa bantuan ATP.
Pengangkutan pada tumbuhan tinggi dapat dibedakan menjadi intrafasikuler dan
ekstrafasikuler. Pengangkutan intrafasikuler adalah pengangkutan melalui berkas
pembuluh (xylem dan floem). Tenaga yang menyebabkan terjadinya pengangkutan ini
adalah tekanan akar, daya isap daun, kapilaritas pembuluh pengangkut, dan pengaruh selsel hidup. Sedangkan pengangkutan ekstrafasikuler merupakan pengangkutan yang tidak
melalui berkas pembuluh. Di dalam akar, pengangkutan ini terjadi dari bulu akar ke
epidermis, dari epidermis menuju korteks, selanjutnya ke endodermis dan stele.
Selain menyerap air dan garam mineral, tumbuhan juga mengambil gas CO2 dan O2
dari udara sekitarnya melalui stomata dan lentisel. Pengambilan gas ini berkaitan dengan
proses fotosintesis dan respirasi pada tumbuhan. Fotosintesis merupakan proses
penyusunan zat organik karbohidrat yang berasal dari zat anorganik karbondioksida dan
air yang berlangsung pada bagian tubuh tumbuhan yang berklorofil dengan bantuan
energi cahaya. Fotosintesis terjadi melalui dua tahap reaksi, yaitu :
1) Reaksi fotolisis/ reaksi terang/reaksi Hill. Reaksi ini terjadi di dalam kloroplas dan
memerlukan cahaya serta air sehingga terurai menjadi O2 dan H2O;
2 Reaksi fisika CO2/ reaksi gelap/reaksi Blackman, yaitu reaksi yang terjadi dalam
kloroplas dan tidak memerlukan cahaya. Prosesnya berupa siklus yang disebut Siklus
Calvin.
Beberapa percobaan tentang fotosintesis yang pernah dilakukan oleh para ahli, sebagai
berikut.
1) Percobaan Engelman, bertujuan untuk membuktikan bahwa pada proses fotosintesis
dihasilkan oksigen dan diperlukan adanya khlorofil serta cahaya.
SCIENCE-2010
2) Percobaan Sachs/ uji Iodium, bertujuan untuk membuktikan bahwa pada proses
fotosintesis dihasilkan amilum.
3) Percobaan Ingenhouse, bertujuan untuk membuktikan bahwa pada proses fotosintesis
dihasilkan gas oksigen.
Dari hasil percobaan-percobaan di atas, dan penelususran secara teoritis, maka persamaan
reaksi kimia proses fotosintesis adalah:
6 CO2 + 6 H2O
C6H12O6 + 6 O2
Ada beberapa faktor yang berkaitan dengan fotosintesis. Faktor-faktor yang
mempengaruhi fotosintesis, di antaranya adalah :
1) CO2, diambil dalam bentuk gas dari udara, masuk melalui mulut daun (stoma). Dalam
keadaan terik, kadar CO2 rendah, sehingga proses fotosintesis akan terhambat.
Semakin banyak karbon dioksida di udara, makin banyak jumlah bahan yang dapat
digunakan tumbuhan untuk melangsungkan fotosintesis;
2) H2O diperoleh dari dalam tanah melalui rambut akar. Air merupakan penyumbang
hidrogen pada proses fotosintesis. Kekurangan air atau kekeringan menyebabkan
stomata menutup, menghambat penyerapan karbon dioksida sehingga mengurangi
laju fotosintesis;
3) Cahaya matahari, terdiri dari 7 spektrum warna yaitu sinar merah, jingga, kuning, biru,
nila, ungu, ditambah dua sinar yang tidak terlihat yaitu infra merah dan ultra ungu.
Sinar merah, biru serta ungu lebih banyak digunakan dalam proses fotosintesis. Laju
fotosintesis maksimum ketika banyak cahaya;
4) Klorofil merupakan zat hijau daun. Klorofil pada tumbuhan tinggi ada dua macam,
yaitu klorofil a dan klorofil b;
5) Suhu mempengaruhi kerja enzim. Enzim-enzim yang bekerja dalam proses fotosintesis
hanya dapat bekerja pada suhu optimalnya. Umumnya laju fotosintensis meningkat
seiring dengan meningkatnya suhu hingga batas toleransi enzim;
6) Tahap pertumbuhan mempengaruhi laju fotosintesis. Penelitian menunjukkan bahwa
laju fotosintesis jauh lebih tinggi pada tumbuhan yang sedang berkecambah
ketimbang tumbuhan dewasa;
SCIENCE-2010
7) Kadar hasil fotosintesis, jika kadar hasil fotosintesis berkurang, laju fotosintesis akan
naik. Bila kadar hasil bertambah atau bahkan sampai jenuh, laju fotosintesis akan
berkurang.
Kegiatan I
Fotosintesis
PEMBUATAN MAKANAN PADA TUMBUHAN
Tujuan
Memahami proses fotosintesis pada tumbuhan
Alat dan Bahan
1. Daun yang masih melekat pada tumbuhan
2. Kertas timah/kertas karbon
3. Air mendidih
4. Cawan
5. Larutan iodium
6. Penjepit
7. Klip
8. Pipet
Cara Kerja
1. Tutuplah sebagian daun dengan kertas timah atau kertas karbon,
kemudian jepitlah menggunakan klip. Biarkan daun tersebut sehari
semalam, kemudian petiklah!
2. Lepaskan kertasnya, kemudian masukkan ke dalam air yang mendidih agar sel-selnya
mati.
3. Angkatlah daun dari air panas, letakkan di cawan. Tetesilah permukaan daun dengan
larutan iodium. Amatilah apa yang terjadi pada daun!
Pertanyaan
1. Perbedaan apa yang ada antara daerah yang dilapisi dengan daerah yang tidak dilapisi
kertas?
2. Apa yang terjadi ketika daun ditetesi larutan iodium?
3. Apakah kesimpulanmu dari percobaan di atas?
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
SCIENCE-2010
SUB II
SISTEM TRANSPORTASI HEWAN
Kehidupan mikroorganisme memerlukan peredaran zat-zat makanan, O2, dan zat sisa.
Peredaran zat-zat tersebut memerlukan alat-alat peredaran atau alat sirkulasi. Sistem
sirkulasi pada hewan tingkat tinggi berbeda dengan sistem sirkulasi hewan tingkat rendah.
Sistem peredaran darah pada vertebrata berbeda dengan sistem peredaran darah pada
invertebrata. Perbedaannya dalam hal ada tidaknya pusat koordinasi peredaran. Pada
invertebrata dijumpai suatu pusat koordinasi peredaran. Berdasarkan jenis cairan yang
diedarkan, sistem peredaran darah pada vertebrata dibedakan menjadi dua macam, yakni
sistem peredaran darah dan sistem limfatik (peredaran getah bening). Berdasarkan cara
peredarannya, sistem sirkulasi pada vertebrata ada 2 macam/ yaitu: sistem peredaran
darah terbuka pada limfa (berperan dalam pertahanan tubuh dan pengembalian plasma
dari jaringan – jaringan), dan sistem peredaran darah tertutup pada darah.
Sistem peredaran darah vertebrata terdiri dari jantung, arteri, vena, kapiler, dan darah.
Jantung adalah pusat peredaran dan tersusun oleh otot vang kuat serta memiliki kontraksi
vang ritmik (teratur); biasa kita sebut detak atau denyut. Dengan kekuatan kontraksinya,
jantung mampu mendorong darah meninggalkan jantung.
Arteri dan vena dapat dijumpai pada hewan vertebrata. Pembuluh darah yang
meninggalkan jantung disebut arteri (nadi). Selanjutnya, arteri bercabang-cabang di
seluruh bagian tubuh menjadi arteri yang halus dan disebut kapiler. Darah dari seluruh
tubuh akan kembali melalui venula (pembuluh balik kapiler) kemudian menuju ke vena
(pembuluh balik yang lebih besar) dan akhirnya kembali ke jantung. Vena yang
membawa darah meninggalkan lambung dan usus disebut vena porta karena membawa
darah ke susunan kapiler yang lain. Bila kapiler yang dituju adalah kapiler dalam hati
(hepar) maka vena ini disebut vena porta hepatika. Pada umumnya vertebrata tingkat
rendah memiliki vena portal renalis (ginjal). (Vena yang penting adalah vena cardinalis
posterior (membawa darah dari kepala dan badan), vena porta hepatika (membawa darah
dari tubuh melewati hati), vena porta renalis (membawa darah dari tubuh melewati
ginjal)).
SCIENCE-2010
Plasma darah vertebrata tak berwarna dan berfungsi membawa sari-sari makanan,
sampah metabolisme, hasil proses sekresi, dan beberapa gas. Plasma darah mengandung
sel darah merah (eritrosit). Pada umumnya eritrosit vertebrata berbentuk oval .dan berinti.
Akan tetapi, eritrosit pada mamalia berbentuk bikonkaf dan tidak berinti. Eritrosit
berwarna merah karena adanya hemoglobin yang berperan sebagai pengikat O2 pada
sistem pernapasan. Sel darah putih (leukosit) ada beberapa macam dan masing-masing
mempunyai tugas khusus. Selain itu, terdapat juga keping-keping darah (trombosit).
 Hewan-hewan tingkat rendah belum memiliki alat-alat peredaran darah khusus.
Peristiwa sirkulasi umumnya terjadi melalui difusi dan osmosis dengan permukaan
tubuhnya. Selain dengan kedua cara tersebut, beberapa hewan tingkat rendah
menyerap/mengedarkan makanannya dengan bantuan alat tertentu, seperti mulut sel
(pada Paramecium), sel-sel amebosit (pada porifera), rongga gastrovaskuler (pada
coelenterate), hospes (pada cestoda).
 Pada hewan tingkat tinggi, peredaran darah sudah melalui pembuluh. Sistem
peredaran darah dengan pembuluh dibagi menjadi dua, yakni sistem peredaran darah
terbuka dan sistem peredaran darah tertutup. Sistem peredaran darah terbuka adalah
peredaran atau distribusi darah ke seluruh tubuh yang tidak selalu melewati pembuluh
darah. Sedangkan sistem peredaran darah tertutup merupakan sirkulasi darah ke
seluruh tubuh melalui pembuluh-pembuluh darah.
Sistem peredaran darah terbuka terjadi pada Arthproda dan Molluska. Sistem
peredaran darah ini terdiri dari jantung sebagai pusat peredaran darah yang berbentuk
tabung terbungkus oleh perikardium, sejumlah rongga yang disebut sinus, dan beberapa
arteri. Arteri yang ada adalah arteri optalmik (mata) yang terletak di median dorsal di atas
lambung dan keluar menuju bagian muka, dua arteri antena, dua saluran arteri hati, dan
saluran arteri dorso abdominalis. Peredaran darahnya dimulai dari arteri yang masuk ke
sinus kemudian ke jantung melalui tiga katup (ostium) dan dipompa dengan kontraksi
otot sampai di kapiler seluruh tubuh.
Sistem peredaran darah tertutup pada Annelida terdiri dari cairan darah yang terdiri
atas plasma darah dan benda darah yang melayang, beberapa pembuluh darah, dan
jantung sebagai pusat peredaran. Peredaran darahnya dimulai dari jantung yang
SCIENCE-2010
memompa darah dari saluran darah dorsal ke saluran darah ventral kemudian ke seluruh
tubuh. Dari seluruh tubuh, darah menuju bagian dorsal tubuh dan kembali ke jantung.
Sistem peredaran darah pada ikan terdiri dari jantung beruang dua,
yaitu sebuah bilik (ventrikel) dan sebuah serambi (atrium). Jantung
terletak di bawah faring di dalam rongga perikardium, yaitu bagian
rongga tubuh yang terletak dianterior (muka). Selain itu, terdapat
organ sinus venosus, yaitu struktur penghubung berupa rongga yang
menerima darah dari vena dan terbuka di ruang depan jantung. Rongga
ini terletak diantara ventrikel dan atrium.
Darah ikan tampak pucat dan relatif sedikit bila dibanding dengan
vertebrata darat. Plasma darah mengandung sel darah merah yang
berinti dan sel darah putih. Lien (limpa) sebagai bagian dari sistem
peredaran terdapat di dekat lambung dan dilengkapi dengan pembuluh-pembuluh limpa.
Sistem sirkulasi ikan berupa sistem peredaran darah tertutup atau peredaran darah
tunggal. Pada sistem peredaran darah tunggal, darah melalui jantung hanya satu kali
peredaran. Darah dari jantung keluar melalui aorta ventral menuju insang. Di insang aorta
bercabang menjadi arteri brankial dan akhirnya menjadi kapiler-kapiler (terjadi
pertukaran gas yaitu pelepasan CO2 dan pengambilan O2 dari air). Dari kapiler insang,
darah mengalir ke aorta dorsal, kemudian ke kapiler seluruh tubuh untuk memberikan O2
dan sari makanan serta mengikat CO2 . Selanjutnya darah kembali ke jantung melalui
vena kardinalis anterior dan vena kardinalis posterior.
Katak mempunyai sistem peredaran darah ganda. Jantung katak terdiri atas tiga ruang
yaitu serambi kiri, serambi kanan dan bilik. Adanya satu bilik jantung pada katak
menyebabkan darah yang banyak mengandung oksigen dan karbon dioksida masih
bercampur dalam bilik jantung. Aliran darahnya dimulai dari darah yang kaya O2 dari
paru-paru masuk ke atrium kiri. Darah yang miskin O2 dari seluruh tubuh masuk ke
atrium kanan dengan perantaraan sinus venosus. Darah dari kedua bagian atrium dipompa
masuk ke ventrikel sehingga terjadi percampuran darah yang kaya O2 dan darah yang
miskin O2. Darah yang kaya O2 dialirkan ke jaringan tubuh dari ventrikel. Pada saat yang
sama, darah yang miskin O2 dipompa keluar melewati arteri konus tubular.
SCIENCE-2010
Reptil mempunyai sistem peredaran ganda seperti pada burung. Jantung kadal terdiri
dari empat ruang yaitu serambi kiri, serambi kanan, bili kiri dan bilik kanan.
Dari jantung keluar dua buah aorta, yaitu aorta kanan dan aorta kiri. Aorta kanan keluar
dari bilik kiri dan mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Aorta kiri keluar dari perbatasan
bilik kiri dan bilik kanan, mengalirkan darah ke bagian belakang tubuh.
Peredaran darah pada reptil merupakan peredaran darah tertutup karena darah yang
dialirkan dari dan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah. Selain itu, peredaran darah
pada reptil tergolong peredaran darah ganda karena darah mengalir melewati jantung
sebanyak dua kali. Peredaran darah ganda terdiri atas:
 Peredaran darah panjang/besar/sistemik
adalah peredaran darah yang mengalirkan darah yang kaya oksigen dari bilik
(ventrikel) kiri jantung lalu diedarkan ke seluruh jaringan tubuh. Oksigen bertukar
dengan karbondioksida di jaringan tubuh. Darah yang kaya karbondioksida dibawa
melalui vena menuju serambi kanan (atrium) jantung.
 Peredaran darah pendek/kecil/pulmonal
adalah peredaran darah yang mengalirkan darah dari jantung ke paru-paru dan
kembali ke jantung. Darah yang kaya karbondioksida dari bilik kanan dialirkan ke
paru-paru melalui arteri pulmonalis. Di alveolus paru-paru, darah tersebut bertukar
dengan darah yang kaya akan oksigen, yang selanjutnya akan dialirkan ke serambi
kiri jantung melalui vena pulmonalis. Proses peredaran darah dipengaruhi juga oleh
kecepatan darah, luas penampang pembuluh darah, tekanan darah dan kerja otot yang
terdapat pada jantung dan pembuluh darah.
Alat-alat transportasi pada burung terdiri atas jantung dan pembuluh darah. Jantung
terdiri atas empat ruang yaitu serambi kiri, serambi kanan, bilik kiri dan bilik kanan.
SCIENCE-2010
Darah yang banyak mengandung oksigen yang berasal dari paru-paru tidak bercampur
dengan darah yang banyak mengandung karbondioksida yang berasal dari seluruh tubuh.
Peredaran darah burung merupakan peredaran darah ganda yang terdiri atas peredaran
darah kecil dan peredaran darah besar.
Mamalia memiliki jantung yang terbagi menjadi 4 ruang, yaitu 2 atrium (serambi
kanan dan serambi kiri), 2 ventrikel (bilik kanan dan bilik kiri). Sekat di antara ventrikel
kiri dan ventrikel kanan sempurna sehingga tidak terjadi percampuran darah yang kaya
O2 dan yang miskin O2 . Peredaran darah mamalia termasuk peredaran darah ganda.
SCIENCE-2010
SUB III
SISTEM TRANSPORTASI MANUSIA
Alat peredaran darah manusia berupa jantung dan pembuluh darah. Pembuluh darah
terdiri atas pembuluh balik (vena), pembuluh nadi (arteri), dan kapiler vena ataupun
kapiler arteri.
a. Jantung
Jantung berperan sebagai pemompa dalam sistem peredaran darah. Berat jantung
sekitar 335 gram, sebesar kepalan tangan pemiliknya, dan terletak di antara paru-paru
kanan dan paru-paru kiri. Setiap hari jantung memompa darah 100.000 kali atau
mengalirkan darah sepanjang 100.000 km.
Jantung terdiri dari empat ruangan, yaitu dua rongga atas yang disebut dengan
serambi (atrium) dan dua rongga bawah yang disebut bilik (ventrikel). Jantung juga
memiliki tiga katup yaitu katup vena semilunair yang terletak pada pangkal aorta, katup
valvula bikuspidalis yang terletak antara ventrikel kiri dan atrium kiri, serta valvula
trikuspidalis yang terletak antara ventrikel kanan dan atrium kanan. Selain itu, pada
jantung terdapat tiga buah vena yang bermuara di atrium yaitu, vena cava superior (vena
yang membawa darah dari organ tubuh bagian atas), vena cava inferior (vena yang
membawa darah dari organ tubuh bagian bawah), dan vena pulmonalis (vena yang
membawa darah kaya oksigen dari paru-paru). Arteri yang berpangkal di jantung adalah
arteri pulmonalis (membawa darah kaya CO2 menuju paru-paru) dan aorta (arteri
terbesar yang mengalirkan darah dari ventrikel kiri menuju ke seluruh tubuh). Jantung
SCIENCE-2010
mendapat suplai oksigen dan makanan yang dibawa oleh arteri koronaria (berpangkal di
aorta).
Kemampuan jantung dalam memompa darah dapat ditunjukkan dengan tekanan darah.
Tekanan darah pada orang dewasa yang normal adalah 120/80 mmHg. Nilai 120 mmHg
menunjukkan tekanan darah saat ventrikel berkontraksi (disebut tekanan sistol). Nilai 80
mmHg menunjukkan tekanan darah saat ventrikel relaksasi (disebut tekanan diastol).
b. Pembuluh Darah
Pembuluh darah terdiri dari pembuluh darah nadi (arteri), pembuluh balik (vena), dan
kapiler.
1) Arteri, dindingnya tebal dan elastis (diameternya dapat berubah sesuai dengan
kebutuhan). Hal ini diperlukan untuk menjaga aliran darah konstan dan tidak
tersendat. Arah aliran darah dalam arteri meninggalkan jantung. Tekanan darah di
dalamnya kuat, sehingga jika terluka darah keluar memancar. Darah dalam arteri kaya
akan oksigen kecuali arteri paru-paru. Letak pembuluh ini agak dalam dari
permukaan kulit dan hanya memiliki satu katup yaitu berada di jantung yang disebut
valvula semilunair.
2) Kapiler, berupa saluran tipis yang memungkinkan terjadi pertukaran zat antara darah
dengan sel jaringan tubuh.
3) Arteriole, merupakan pembuluh darah kecil yang menghubungkan kapiler dengan
arteri.
4) Venule, merupakan pembuluh darah kecil yang menghubungkan kapiler dengan vena.
5) Vena, berfungsi untuk mengalirkan darah dari kapiler menuju jantung. Dindingnya
tipis dan kurang elastis. Arah aliran darah dalam vena menuju ke jantung. Tekanan
darah di dalamnya lemah, sehingga jika terluka darah keluar menetes. Darah di dalam
vena kaya akan CO2 kecuali vena paru-paru. Letak pembuluh vena dekat dengan
permukaan kulit, dan memiliki banyak katup untuk mencegah darah mengalir
kembali ke tubuh.
Darah manusia berwarna merah karena mengandung hemoglobin. Namun tingkat
warna merahnya bergantung pada kadar oksigen dan karbon dioksida. Darah yang banyak
mengandung oksigen berwarna merah cerah, sedangkan darah yang mengandung banyak
karbon dioksida berwarna merah tua. Volume darah sekitar 8% dari berat badan tetapi
SCIENCE-2010
tergantung pada berat badan, jenis kelamin, kegemukan, kandungan air dalam tubuh, dan
keadaan pembuluh darah.
Darah terdiri dari bagian cair dan bagian padat. Bagian darah yang cair disebut
plasma, sedangkan bagian yang padat terdiri dari sel-sel darah.
a. Plasma
Plasma darah menyusun 55% dari keseluruhan darah. di dalamnya terlarut berbagai
zat. Plasma tersusun dari air 91% dan zat terlarut 9%. Zat terlarut terdiri dari protein
plasma, garam mineral, enzim, hormon, gas, dan zat organik lain. Protein dalam
plasma antara lain berupa albumin (berfungsi untuk menjaga tekanan osmotik darah),
globulin (membentuk antibodi), dan fibrinogen (untuk pembekuan darah). Bagian
plasma darah yang berperan dalam sistem kekebalan disebut serum. Serum ini
mengandung berbagai antibodi yang penting dalam sistem kekebalan tubuh.
b. Sel-Sel Darah
Sel-sel darah mencakup 45% dari total darah, terdiri dari sel darah merah (eritrosit),
sel darah putih (leukosit), dan keeping-keping darah (trombosit). Warna merah pada
darah disebabkan adanya hemoglobin dalam eritrosit.
1) Eritrosit berfungsi untuk mengangkut hemoglobin yang berperan sebagai pembawa
oksigen dan karbon dioksida. Bentuk eritrosit bikonkaf dan tidak berinti. Eritrosit
SCIENCE-2010
dibentuk di sumsum merah, masa hidupnya 4 bulan atau 120 hari. Produksi sel
darah merah setiap detiknya mencapai 2 juta sel. Eritrosit yang telah tua dan rusak
dirombak di dalam limpa. Jumlah eritrosit normal pada orang dewasa adalah 4,7 –
5,3 juta/mm3.
2) Leukosit berfungsi dalam sistem pertahanan tubuh dan kekebalan, yaitu
membunuh dan memakan mikroorganisme dan zat asing yang masuk ke dalam
tubuh. Bentuk leukosit tidak tetap karena bersifat amoeboid (dapat bergerak
bebas), diapedesis (dapat menembus dinding pembuluh kapiler), dan fagositosis
(dapat membunuh kuman dengan cara memakannya). Umur leukosit umumnya
hanya beberapa hari saja, bahkan ada hanya beberapa jam ketika terjadi
peradangan dalam tubuh. Jumlah leukosit normal adalah 4.000 – 10.000 per mm3
darah. Saat terjadi infeksi, jumlahnya dapat melebihi 10.000 per mm3 darah yang
disebut leukositosis. Jika kadar leukosit kurang dari 4.000 per mm3 disebut
menderita penyakit leukopenia. Misalnya karena infeksi penyakit AIDS. Jika
kadar leukosit di atas 200.000 per mm3 disebut menderita kanker darah atau
leukemia.
3) Trombosit berperan dalam pembekuan darah ketika terjadi luka. Jumlah trombosit
sekitar 300.000 per mm3 darah. Trombosit dibentuk di sumsum tulang dan dapat
hidup selama 8 hari. Bentuknya bulat atau lonjong dan tidak berinti. Trombosit
mudah pecah jika keluar dari pembuluh darah atau bersentuhan dengan benda yang
permukaannya kasar. Apabila terjadi terluka, darah akan keluar dari pembuluh darah
dan menyebabkan trombosit pecah. Trombosit yang pecah akan menghasilkan enzim
trombokinase atau tromboplastin. Trombokinase berfungsi untuk mengubah
protrombin dalam plasma darah menjadi trombin dengan bantuan ion Ca2+ dan
vitamin K. Trombin akan mengubah fibrinogen dalam plasma menjadi benangbenang fibrin, yaitu benang-benang halus yang dapat menghentikan perdarahan dan
menutup luka. Proses pembekuan darah di atas dapat digambarkan sebagai berikut.
SCIENCE-2010
Setiap komponen darah mempunyai fungsi tertentu, sehingga fungsi darah beraneka
macam, yaitu sebagai berikut.
a. Sebagai alat pengangkut
Sebagai alat pengangkut, darah mengangkut zat-zat berikut.
1) Sel-sel darah merah mengangkut oksigen dari paru-paru ke jantung dan ke seluruh
tubuh.
2) Plasma darah, mengangkut sari makanan dari usus ke hati kemudian ke seluruh
tubuh, karbon dioksida dari jaringan tubuh ke paru-paru, urea dari hati ke ginjal
untuk dikeluarkan bersama urin, dan hormon dari kelenjar endokrin ke seluruh
tubuh.
b. Sebagai alat pertahanan tubuh melawan infeksi. Cara-cara perlawanan darah adalah
sebagai berikut.
1) Fagositosis, yaitu menelan kuman penyakit dan zat asing yang masuk dalam tubuh.
2) Limfosit menghasilkan antibodi untuk membunuh kuman dan antitoksin untuk
menetralkan racun.
c. Melakukan pembekuan darah ketika terjadi luka.
d. Menjaga kestabilan suhu tubuh, yaitu berkisar pada 37°C walaupun suhu lingkungan
berubah. Darah mampu menyebarkan energi panas secara merata ke seluruh tubuh.
Darah dapat digolongkan dengan sistem AB0 (Karl Landsteiner). Berdasarkan system
ini, darah dapat dibedakan menjadi golongan darah A, B, AB, dan 0 (nol). Penggolongan
darah ini didasarkan pada kandungan aglutinogen dan aglutinin. Golongan darah 0
disebut donor universal, artinya secara teori dapat ditransfusikan ke semua golongan
darah tanpa digumpalkan oleh resipien. Hal ini disebabkan karena golongan darah 0 tidak
mengandung aglutinogen. Sedangkan golongan darah AB disebut resipien universal,
karena secara teori dapat menerima transfusi darah dari golongan apa saja. Hal ini
disebabkan karena golongan AB tidak mengandung aglutinin sehingga tidak akan
menggumpalkan darah jenis apapun dari donor. Darah yang sel darah merahnya
SCIENCE-2010
mengandung aglutinogen A disebut bergolongan darah A sedangkan darah yang sel darah
merahnya mengandung aglutinogen B disebut golongan darah B.
Aglutinogen merupakan protein dalam sel darah merah yang dapat digumpalkan oleh
aglutinin. Ada dua jenis aglutinogen pada darah yaitu aglutinogen A dan aglutinogen B.
Aglutinin merupakan protein di dalam plasma darah yang menggumpalkan aglutinogen.
Aglutinin berfungsi sebagai zat antibodi. Terdapat dua macam aglutinin yaitu aglutinin α
(alfa) dan aglutinin β (beta). Aglutinin α disebut juga serum anti A yang akan
menggumpalkan aglutinogen A. Sedangkan aglutinin β disebut juga serum anti B yang
akan menggumpalkan aglutinogen B.
Peredaran darah manusia merupakan peredaran darah tertutup dan ganda atau rangkap.
Peredaran darah tertutup artinya dalam peredarannya darah selalu mengalir di dalam
pembuluh darah. Peredaran darah ganda artinya dalam satu kali beredar, darah melalui
jantung sebanyak dua kali sehingga terdapat peredaran darah besar dan peredaran darah
kecil.
Peredaran darah kecil yaitu peredaran darah yang dimulai dari jantung menuju ke
paru-paru, kemudian kembali ke jantung. Pada saat darah berada di paru-paru, terjadi
pertukaran gas oksigen (O2) dan karbon dioksida (CO2) secara difusi. Oksigen dari udara
berdifusi ke darah, sedangkan karbon dioksida dari darah berdifusi ke udara. Darah yang
meninggalkan paru-paru kaya akan oksigen. Kemudian masuk ke atrium kiri melalui
vena pulmonalis.
Peredaran darah besar yaitu peredaran darah dari bilik kiri jantung ke seluruh tubuh,
kemudian kembali ke serambi kanan jantung. Pada saat darah berada di kapiler, terjadi
pertukaran gas oksigen (O2) dan karbon dioksida (CO2). Oksigen dari darah berdifusi ke
sel-sel tubuh sedangkan karbondioksida dari sel-sel tubuh berdifusi ke dalam darah.
Kemudian darah yang miskin oksigen dan kaya karbon dioksida menuju vena. Darah dari
tubuh bagian atas menuju atrium kanan melalui pembuluh balik besar atas (vena cava
superior) sedangkan darah dari tubuh bagian bawah masuk ke atrium kanan melalui
pembuluh balik besar bawah (vena cava inferior).
Selain sistem peredaran darah, manusia juga mempunyai sistem peredaran getah
bening (limfa) yang keduanya berperan dalam sistem transportasi. Sistem limfa terdiri
dari cairan limfa, pembuluh limfa, dan kelenjar limfa. Fungsi sistem peredaran getah
SCIENCE-2010
bening adalah untuk sistem pertahanan tubuh dan mengangkut kembali cairan tubuh,
cairan plasma darah, sel darah putih yang berada di luar pembuluh darah, serta
mengangkut lemak dari usus ke dalam sistem peredaran darah.
Cairan limfa mengandung sel-sel darah putih yang berfungsi mematikan kuman
penyakit yang masuk ke dalam tubuh. Cairan ini keluar dari pembuluh darah dan mengisi
ruang antarsel sehingga membasahi seluruh jaringan tubuh.
Pembuluh limfa mempunyai banyak katup dan terdapat pada semua jaringan tubuh,
kecuali pada sistem saraf pusat. Pembuluh limfa dibedakan menjadi dua macam, yaitu
pembuluh limfa kanan dan pembuluh limfa kiri. Pembuluh limfa kanan berfungsi
menampung cairan limfa yang berasal dari daerah kepala, leher bagian kanan, dada kanan,
dan lengan kanan. Pembuluh ini bermuara pada vena yang berada di bawah selangka
kanan. Pembuluh limfa kiri berfungsi menampung getah bening yang berasal dari daerah
kepala, leher kiri, dada kiri, dan lengan kiri serta tubuh bagian bawah. Pembuluh ini
bermuara pada vena di bawah selangka kiri.
Kelenjar limfa berfungsi untuk menghasilkan sel darah putih dan menjaga agar tidak
terjadi infeksi lebih lanjut. Kelenjar limfa terdapat di sepanjang pembuluh limfa, terutama
terdapat pada pangkal paha, ketiak, dan leher. Alat tubuh yang mempunyai fungsi yang
sama dengan kelenjar limfa yaitu limpa dan tonsil. Limpa merupakan sebuah kelenjar
yang terletak di belakang lambung dan berwarna ungu. Fungsinya antara lain sebagai
tempat penyimpanan cadangan sel darah, membunuh kuman penyakit, pembentukan sel
darah putih dan antibodi, dan tempat pembongkaran sel darah merah yang sudah mati.
Tonsil atau amandel terletak di bagian kanan dan kiri pangkal tenggorokan. Tonsil yang
berada di belakang anak tekak yaitu di dalam rongga hidung disebut polip hidung. Fungsi
tonsil adalah untuk mencegah infeksi yang masuk melalui hidung, mulut, dan
tenggorokan.
Alat peredaran dapat mengalami gangguan atau kelainan. Beberapa kelainan pada
sistem peredaran darah adalah sebagai berikut.
a. Anemia, merupakan keadaan tubuh yang kekurangan hemoglobin atau sel darah merah.
Kadar hemoglobin yang rendah menyebabkan tubuh kekurangan oksigen sehingga
tubuh akan terasa lesu, kepala pusing, dan muka pucat. Perdarahan yang berat juga
SCIENCE-2010
dapat mengakibatkan anemia. Selain itu anemia dapat terjadi akibat terganggunya
produksi eritrosit.
b. Serangan jantung, ditandai dengan sakit pada bagian dada, gelisah, pucat, dan kulit
terasa dingin. Serangan jantung yang hebat dan tidak segera mendapat pertolongan
dapat
menimbulkan
gagalnya
jantung
memompa darah.
Faktor-faktor yang
meningkatkan resiko terkena serangan jantung adalah tekanan darah tinggi, kadar
kolesterol tinggi, merokok, penyakit diabetes melitus, kegemukan, dan kurang olahraga.
c. Varises, yaitu pelebaran pembuluh vena terutama di bagian kaki. Pada varises yang
parah, pembuluh vena tampak melebar dan berkelok-kelok. Varises disebabkan oleh
cacat atau kerusakan pada katup vena sejak lahir. Varises juga sering terjadi karena
bertambahnya beban vena akibat terlalu banyak berdiri, kehamilan, dan sebagainya.
Pelebaran vena pada bagian anus disebut wasir atau ambeian.
d. Tekanan darah rendah (hipotensi), yaitu keadaan tekanan darah yang di bawah normal.
Gejala hipotensi adalah lesu, pusing, dan gangguan penglihatan, bahkan sampai pingsan.
Penyebabnya dapat karena terlalu banyak meminum obat penurun tekanan darah,
muntaber, dan pendarahan.
e. Tekanan darah tinggi (hipertensi), yaitu keadaan tekanan darah yang melebihi tekanan
normal. Penyebab hipertensi adalah nikotin pada rokok, faktor keturunan, stress,
kelebihan berat badan, kelebihan garam, kurang olahraga, dan kelebihan obat-obatan.
SCIENCE-2010
Kegiatan II
Golongan Darah Sistem ABO
TES GOLONGAN DARAH
Tujuan
Mengetahui golongan darah berdasarkan penggolongan darah sistem ABO
Alat dan Bahan
1. Gelas objek
2. Jarum penusuk
3. Kapas
4. Pipet
5. Alkohol
6. Darah praktikan
7. Serum anti A
8. Serum anti B
Cara Kerja
1. Bersihkan gelas objek.
2. Bersihkan jarum lanset dan ujung jari yang akan diambil darahnya dengan kapas yang
ditetesi alkohol. Tusukkan jarum penusuk pada ujung jari, kemudian teteskan
darahnya menjadi dua bagian pada gelas objek. Ingat, berhati-hatilah menggunakan
jarum lanset dan pastikan dalam keadaan bersih/steril sebelum digunakan.
3. Darah pada bagian pertama ditetesi serum anti A dan bagian kedua ditetesi serum anti
B.
4. Amati darah mana yang menggumpal dan yang tidak menggumpal setelah ditetesi
serum.
No
Bila diteteskan
Serum Anti A
1
2
3
4
Serum Anti B
Golongan Darah
SCIENCE-2010
Pertanyaan
1. Apakah golongan darahmu?
2. Berapa perbandingan jumlah golongan darah A, B, AB, O di kelas?
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………….
Soal
1. Bagian dari darah yang berfungsi untuk mengangkut dan mengedarkan oksigen ke
seluruh tubuh adalah .....
A. sel darah putih
B. sel darah merah
C. trombosit
D. cairan darah
2. Air dan garam mineral diserap oleh akar tanaman karena adanya…
A. Transpor aktif
B. Perbedaan konsentrasi larutan
C. Floem
D. Stomata
E. Peenguapan
3. Di bawah ini adalah hewan yang memiliki pembagian jantung sempurna, kecuali…
A. Sapi
B. Burung nuri
C. Kambing
D. Buaya
E. Ikan Paus
4. Berikut adalah tabel transfuse darah.
Penggolongan
Darah Resipien
Skema Transfusi
A
B
AB
O
Golongan Darah Donor
A
B
+
+
+
+
-
AB
+
-
O
+
+
+
+
Catatan: (+) berarti tidak terjadi penggumpalan, (-) terjadi penggumpalan
Jika seseorang dengan golongan darah AB mengalami perdarahan, pendonor golongan
darah apa saja yang dapat menyumbangkan darahnya? Jelaskan!
SCIENCE-2010
5. Berikut adalah gambar peredaran darah yang terjadi ikan. Berdasarkan gambar
tersebut, jelaskan system peredaran darah yang terjadi dengan kata-katamu sendiri!
Download