PERDATI I IRJA 7/1980

advertisement
PERATURAN DAERAH PROPINSI DAERAH TINGKAT I IRIAN JAYA
NOMOR : 7 TAHUN 1980
TENTANG
SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS SOSIAL
PROPINSI DAERAH TINGAKT I IRIAN JAYA
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
GUBERNUR KEPALA DAERAH TINGKAT I IRIAN JAYA,
Menimbang :
a.
b.
Mengingat :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
bahwa berdasarkan pasal 49 ayat (2) UndangUndang No. 5 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok
Pemerintahan
di
Daerah,
pembentukan
dan
susunan
organisasi
Dinas
Daerah
harus
ditetapkan dengan Peraturan Daerah sesuai
dengan pedoman yang ditetapkan oleh Menteri
Dalam Negeri;
bahwa dengan telah ditetapkannya Susunan
Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah
berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam
Negeri No. 363 Tahun 1977, maka Susunan
Organisasi dan Tata Kerja Dinas Sosial
Propinsi
Daerah
Tingkat
I
Irian
Jaya
sebagaimana diatur dalam Surat Keputusan
Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Irian Jaya
No.: 55/GIJ/1974, perlu ditinjau dan diatur
kembali
dengan
Peraturan
Daerah
dengan
berpedoman kepada Surat Keputusan Menteri
Dalam Negeri tersebut diatas.
Undang-undang Nomor 5 Tahun 1974 tentang
Pokok-pokok Pemerintahan di Daerah;
Undang-undang Nomor 12 Tahun 1969 tentang
Pembentukan Propinsi Otonom Irian Barat dan
Kabupaten-Kabupaten Otonom di Propinsi Irian
Barat jo Peraturan Pemerintah R.I. Nomor 5
Tahun 1973;
Undang-undang Nomor 6 Tahun 1974 tentang
Ketentuan-ketentuan
Pokok
Kesejahtaraan
Sosial;
Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 1978
tentang
penyerahan
tugas
bimbingan
dan
perbaikan Sosial kepada Daerah Tingkat I;
Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 362
Tahun
1977
tentang
Pola
Organisasi
Pemerintahan Daerah dan Wilayah;
Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 363
Tahun
1977
tentang
Pedoman
Pembentukan,
Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas
Daerah;
Dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
Propinsi Daerah Tingkat I Irian Jaya
MEMUTUSKAN
Menetapkan:
PERATURAN DAERAH PROPINSI DAERAH TINGKAT I IRIAN
JAYA TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA
DINAS SOSIAL PROPINSI DAERAH TINGKAT I IRIAN JAYA.
BAB-1
KETENTUAN UMUM
Pasal-1
Yang dimaksud dalam Peraturan Daerah ini dengan:
a.
Daerah adalah Propinsi Daerah Tingkat I Irian Jaya;
b.
Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Propinsi Daerah Tingkat I
Irian Jaya;
c.
Gubernur Kepala Daerah adalah Gubernur Kepala Daerah Tingkat
I Irian Jaya;
d.
Dinas adalah Dinas Sosial Propinsi Daerah Tingakt I Irian
Jaya;
e.
Kepala Dinas adalah Kepala Dinas Sosial Propinsi Daerah
Tingkat I Irian Jaya;
f.
Cabang Dinas adalah Cabang Dinas Sosial Propinsi Daerah
Tingkat I Irian Jaya yang meliputi Daerah Tingkat II atau
beberapa Daerah Tingkat II;
g.
Unit Pelaksana Tehnis Dinas adalah unsur penunjang dari
sebagian tugas Dinas yang melakukan fungsi-fungsi tertentu.
BAB-II
KEDUDUKAN, TUGAS POKOK DAN FUNGSI
Pasal-2
(1)
(2)
Kedudukan Dinas adalah unsur pelaksanaa Pemerintah Daerah;
Dinas dipimpin oleh seorang Kepala Dinas yang berada dibawah
dan bertanggung jawab Kepala Gubernur Kepala Daerah.
Pasal-3
Tugas Pokok Dinas adalah:
a.
melaksanakan sebagian urusan Rumah Tangga Daerah dibidang
Kesejahteraan Sosial yang meliputi:
1.
membina,
membimbing
dan
mengawasi
urusan-urusan
Kesejahteraan Sosial yang telah menjadi wewenang Daerah
Tingkat II;
2.
menyelenggarakan Panti Asuhan bagi Anak-anak mogol dan
Panti-panti lainya yang dianggap perlu;
3.
menyelenggarakan bimbingan dan penyuluhan Sosial;
4.
menyelenggarakan pendidikan tenaga-tenaga Sosial;
5.
menyelenggarakan rehabilitasi bekas hukuman;
6.
menyelenggarakan penelitian, latihan dan pendidikan
tenaga Sosial;
7.
Perijinan Undian Sosial dan pengumpulan dana-dana
Sosial
menurut
ketentuan
perundang-undangan
yang
berlaku;
8.
b.
menyelenggarakan bantuan dan rehabilitasi Sosial korban
Bencana Alam;
9.
menyelenggarakan
pengumpulan
data,
pembinaan
dan
mengembangan Masyarakat Terasing;
10. menyelenggarakan pemeliharaan Taman Makam Pahlawan;
melaksanakan tugas pembantuan yang diberikan oleh Gubernur
Kepala Daerah.
Pasal-4
Dalam melaksanakan tugas pokok tersebut pada pasal 3, Dinas
menyelenggarakan fungsi sebagai berikut:
a.
perumusan kebijaksanaan tehnis, pemberian bimbingan dan
pembinaan, pemberian perijinan sesuai dengan kebijaksanaan
yang ditetapkan oleh Gubernur Kepala Daerah berdasarkan
peraturan perundang-undangan yang berlaku;
b.
pelaksanaan sesuai dengan tugas pokoknya dan berdasarkan
peraturan perundang-undangan yang berlaku;
c.
pengamanan serta pengendalian tehnis atas pelaksanaan tugas
pokoknya sesuai dengan kebijaksanaan yang ditetapkan oleh
Gubernur Kepala Daerah berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku.
BAB-III
ORGANISASI
Pasal-5
Dinas terdiri dari unsur-unsur:
a.
Pimpinan adalah Kepala Dinas;
b.
Pembantu Pimpinan yang terdiri dari:
1.
bidang administrasi yaitu Bagian Tata Usaha yang
membawahi Sub Bagian-Sub Bagian;
2.
bidang tehnis adalah Sub Dinas-Sub Dinas yang membawahi
Seksi-seksi;
c.
Pelaksana adalah Cabang-cabang Dinas dan Unit-unit
Pelaksana Tehnis Dinas.
Pasal-6
(1)
Susunan Organisasi Dinas adalah sebagai berikut:
a.
Kepala Dinas.
b.
Bagian Tata Usaha yang terdiri dari:
1.
Sub Bagian Umum;
2.
Sub Bagian Kepewaian;
3.
Sub Bagian Keuangan;
4.
Sub Bagian Perlengkapan dan rumah tangga;
5.
Sub Bagian Pelaporan dan Penyediaan Data.
c.
Sub Dinas Bina Sosial terdiri dari:
1.
Seksi Penyuluhan dan Bimbingan Sosial;
2.
Seksi Pembangunan Tuna Karya;
3.
Seksi Pembinaan Swadaya Sosial Masyarakat;
d.
Sub Dinas Rehabilitasi dan Pelayanan Sosial
dari:
terdiri
1.
2.
3.
(2)
(3)
Seksi Kesejahteraan Anak dan Taruna;
Seksi Kesejahteraan Masyarakat;
Seksi Kesejahteraan dan Rehabilitasi Penderita
Cacat.
e.
Sub Dinas Bantuan Sosial terdiri dari:
1.
Seksi Bantuan Korban Bencan Alam;
2.
Seksi Bantuan Kesejahteraan Sosial;
3.
Seksi Perijinan Dana dan Undian Sosial.
f.
Sub Dinas Pembangunan Masyarakat Terasing terdiri dari:
1.
Seksi Pengumpulan Data;
2.
Seksi Pembinaan;
3.
Seksi Pengembangan.
g.
Sub Dinas Penelitian, Latihan dan Pendidikan, terdiri
dari:
1.
Seksi Penelitian Sosial;
2.
Seksi Latihan Tenaga Sosial Masyarakat;
3.
Seksi Pendidikan dan Latihan Pekerja Sosial.
h.
Cabang Dinas;
i.
Unit Pelaksanaa Tehnis Dinas.
Bagian Tata Usaha, Sub Dinas-Sub Dinas, Cabang Dinas dan Unit
Pelaksana Tehnis Dinas, dipimpin oleh seorang Kepala,dalam
melaksanakan tugasnya berada dibawah dan bertanggung jawab
kepada Kepala Dinas, sedangkan Sub Bagian-Sub Bagian dan
Seksi, dipimpin oleh Seorang Kepala, dalam melaksanakan
tugasnya berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala
Bagian atau Kepala Sub Dinasnya masing-masing.
Bagan Susunan Organisasi Dinas sebagaimana tercantum dalam
lampiran Peraturan Daerah ini.
BAB-IV
TATA KERJA
Pasal-7
Bidang
tugas
Dinas
sebagai
unsur
pelaksana
dalam
bidang
Kesejahteraan Sosial adlah sebagai berikut:
a.
merencanakan dan melaksanakan tugasnya sesuai dengan garisgaris kebijaksanaan yang telah ditetapkan oleh Gubernur
Kepala Daerah;
b.
memberikan bantuan sepenuhnya kepada Gubernur Kepala Daerah
bagi penentuan kebijaksanaan umum Pemerintah Daerah;
c.
menyampaikan saran dan pendapat yang berhubungan dengan
kebijaksanaan yang akan diambil oleh Gubernur Kepala Daerah;
d.
mengadakan hubungan kerjasama dengan semua instansi, baik
otonom, vertikal maupun swasta yang berhubungan dengan bidang
tugasnya;
e.
berdasarkan
peraturan
perundang-undangan
yang
berlaku,
menyelenggarakan tata kepegawaian, tata keuangan, tata
material,
pencatatan
dan
pelaporan,
korespondensi
dan
kearsipan serta administrasi perkantoran.
Pasal-8
Kepala Dinas mempunyai Tugas-tugas sebagai berikut:
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
membantu Gubernur Kepala Daerah dalam melaksanankan tugasnya
dibidang Kesejahteraan Sosial dalam perencanaan dan perumusan
kebijaksanaan umum;
memberikan informasi, saran dan pertimbangan kepada Gubernur
Kepala Daerah dibidang kesejahteraan Sosial;
mempertanggung-jawabkan tugas-tugas Dinas secara tehnis
operasional kepada Gubernur Kepala Daerah;
memimpin, mengkoordinasikan dan mengendalikan semua kegiatan
Dinas;
mengusulkan penunjukan dalam jabatan-jabatan tertentu di
lingkungan Dinas;
mengadakan hubungan kerjasama dengan semua instansi, baik
otonom, vertikal, maupun swasta untuk kepentingan pelaksanaan
tugasnya;
untuk menyusun program kerja Dinas;
memelihara terus-menerus kemampuan berprestasi para pegawai
dalam lingkungan Dinasnya;
melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Gubernur
Kepala Daerah.
Pasal-9
(1) Kepala Bagian Tata Usaha mempunyai tugas membantu Kepala Dinas
sebagai berikut:
a.
memimpin dan menyelenggarakan kegiatan dalam bidang
administrasi;
b.
mempersiapkan dan menyusun pedoman serta petunjuk
tatalaksana administrasi umum;
c.
mempersiapkan dan meyusun rencana anggaran menurut
bidang tugas Dinas;
d.
menyelenggarakan pengelolaan dan pembinaan administrasi
dalam arti mengelola dan membimbing kegiatan-kegiatan
ketata-usahaan dan perlengkapan dilingkungan Dinas;
e.
menyelenggarakan pembinaan organisasi dan tatalaksana
dalam arti membina dan memelihara seluruh kelembagaan
dan ketatalaksanaan serta pengembangan dilingkungan
Dinas;
f.
menyelenggarakan pengurusan rumah tangga Dinas;
g.
mempersiapkan
naskah
rancangan
peraturan/keputusan,
serta
melaksanakan
penilaian
atas
pelaksanaan
peraturan-peraturan/keputusan-keputusan
yang
berhubungan dengan pelaksanaan tugas Dinas;
h.
memberikan saran atau pertimbangan kepada Kepala Dinas
mengenai hal-hal yang ada hubungannya dengan masalah
hukum yang timbul sehubungan dengan pelaksanaan tugas
Dinas;
i.
mengumpulkan dan mengolah bahan-bahan/informasi serta
mengajukan pemecahan masalah dan pertimbangan kepada
Kepala Dinas;
j.
menyiapkan dan menyusun laporan mengenai kegiatan kerja
dan
pelaksana
tugas
diseluruh
satuan
organisasi
Dinas/Cabang Dinas/Unit Pelaksana Tehnis Dinas;
k.
menyelenggarakan tugas-tugas hubungan masyarakat, dalam
arti
menyelenggarakan
pengumpulan,
penyusunan
dan
(2)
(3)
(4)
penyajian serta memberikan dan/atau menyebarluaskan
data dan informasi Dinas sesuai dengan petunjuk dan
garis kebijaksanaan Kepala Dinas;
l.
melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh
Kepala Dinas.
Dalam melaksanakan tugas tersebut diatas, Kepala Bagian Tata
Usaha dibantu Oleh:
a.
Sub Bagian Umum;
b.
Sub Bagian kepegawaian;
c.
Sub Bagian Keuangan;
d.
Sub Bagian Perlengkapan dan Rumah Tangga;
e.
Sub Bagian Pelaporan dan Penyediaan Data.
Perincian tugas Sub Bagian Umum adalah sebagai berikut:
a.
melaksanakan pencatatan surat masuk - keluar;
b.
melaksanakan pembuatan konsep-konsep surat keputusan
instruksi, surat edaran, pengumuman, surat dinas dengan
memperhatikan
bentuk-bentuk
surat
yang
berlaku
dilingkungan Pemerintah Daerah;
c.
melaksanakan pengiriman surat-surat keluar;
d.
mengurus arsip surat-surat;
e.
menyelenggarakan
pelasanaan
pengetikan/penggandaan
blanko-blanko/formulir-formulir;
f.
mengurus perjalanan Dinas;
g.
mengatur
pelaksanaan
tugas
pengetik,
pengganda,
pengarsipan, pesuruh dan pengemudi kendaraan Dinas;
h.
menyiapkan laporan Dinas dibidang urusan umum;
i.
melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh
Kepala Bagian Tata Usaha.
Perincian tugas Sub Bagian Kepegawaian adalah sebagai
berikut:
a.
membuat daftar perencanaan kepegawaian untuk kenaikan
pangkat/golongan dan gaji berkala;
b.
Menyiapkan bahan-bahan dan membuat konsep usul kenaikan
gaji berkala dan kenaikan pangkat;
c.
menyiapkan
konsep
surat
untuk
pengisian
blanko
penyaringan pegawai baru;
d.
mengurus
dan
menyiapkan
permohonan
usul
pegawai
dilingkungan dinas;
e.
membuat daftar perencanaan para pegawai yang akan
pensiun;
f.
menyiapkan
bahan-bahan
yang
berhubungan
dengan
pengembangan kepegawaian, yaitu dengan membuat daftar
perencanaan para pegawai yang harus ikut ujian dinas,
tugas belajar dan sebagainya;
g.
menyiapkan bahan-bahan serta konsep usul pemberhentian
dengan hak pensiun bagi para pegawai dilingkungan
dinas;
h.
mengusahakan pelaksanaan kesejahteraan pegawai yang
meliputi : pengurusan kartu kesehatan, dan keterangan
Taspen dan lain-lain;
i.
mengurus Kartu Taspen dan memberi petunjuk kepada para
pegawai tentang cara-cara mengurus uang Taspen;
j.
melaksanakan pembuatan statistik kepegawaian dan daftar
hadir;
k.
l.
(5)
(6)
(7)
mengurus arsip kepegawaian;
melaksanakan
pengetikan/penggandaan
blanko/formulir
kepegawaian;
m.
melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh
Kepala Bagian Tata Uasaha.
Perincian tugas Sub Bagian Keuangan adalah sebagai berikut:
a.
menyusun rencana anggaran pendapatan dan belanja Dinas;
b.
melaksanakan anggaran dan perhitungan anggaran;
c.
melaksanakan pembuatan laporan keuangan;
d.
mengumpulkan
data
keuangan
yang
dipergunakan
dan
memberi petunjuk-petunjuk tentang penggunaan anggaran;
e.
menyiapkan analisa, menyajikan dan menyampaikan data
keuangan;
f.
memberikan
bantuan
dan
saran
tentang
pembuatan
pertanggung-jawaban keuangan sesuai dengan peraturan
perundang -undangan yang berlaku;
g.
melaksanakan
pengetikan/penggandaan
blanko-blakno/
daftar/formulir-formulir bidang keuangan;
h.
melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh
Kepala Sub Bagian Tata Usaha.
Perincian tugas Sub Bagian perlengkapan dan Rumah Tangga
adalah sebagai berikut:
a.
merencanakan
pengadaan
kebutuhan
perlengkapan
dan
inventaris Dinas, termasuk kendaraan Dinas;
b.
mengurus dan memelihara perlengkapan Dinas;
c.
merencanakan dan mengatur penggunaan/pemeliharaan ruang
kantor, inventaris, alat-alat tulis dan kendaraan
Dinas;
d.
menyelenggarakan kegiatan untuk memelihara keamanan dan
ketertiban dalam lingkungan Kantor Dinas;
e.
mengurus dan mengawasi pemakaian perumahan Dinas;
f.
melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh
Kepala Bagian Tata Usaha;
Perincian tugas Sub Bagian pelaporan dan penyediaan Data
adalah sebagai berikut:
a.
menampung, menyusun data-data berdasarkan laporanlaporan
dari
Daerah
Tingkat
II
dan
hasil-hasil
penelitian untuk menyusun program Kesejahteraan Sosial;
b.
menyusun laporan pelaksanaan tugas-tugas Dinas secara
keseluruhan sebagai bahan laporan kepada Gubernur
Kepala Daerah.
c.
menyelenggarakan kegiatan dokomentasi dan statistik;
d.
menyelenggarakan tugas-tugas hubungan masyarakat;
e.
melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh
Kepala Bagian Tata Usaha.
Pasal-10
(1)
Kepala Sub Dinas Bina Sosial mempunyai tugas membantu Kepala
Dinas Sebagai berikut:
a.
memimpin, menyelenggarakan dan mengevaluasi kegiatan
dalam bidang penyuluhan dan Bimbingan Sosial, pembinaan
Swadaya Sosial Masyarakat, pencegahan dan Pembangunan
Tuna Karya;
b.
(2)
(3)
(4)
(5)
menghimpun dan mengolah materi-materi kegiatan bidang
Bina Sosial;
c.
memberi saran-saran dan pertimbangan/informasi kepada
Kepala Dinas mengenai garis-garis kebijaksanaan bidang
Bina Sosial;
d.
menyelenggarakan bimbingan tehnis kepada unit-unit
kegiatan bidang Bina Sosial;
e.
mengembangkan
metode
dan
tehnik
penyuluhan
dan
Bimbingan, pembinaan usaha-usaha Swadaya Sosial dan
pencegahan/Pembangunan Tuna Karya;
f.
melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh
Kepala Dinas.
Dalam melaksanakan tugas tersebut diatas, Kepala Sub Dinas
Bina Sosial dibantu oleh:
a.
Seksi Penyuluhan dan Bimbingan Sosial;
b.
Seksi Pencegahan dan Pembangunan Tuna Karya;
c.
Seksi Pembinaan Swadaya Sosial Masyarakat.
Perincian tugas Seksi Penyuluhan dan Bimbingan Sosial adalah
sebagai berikut:
a.
menyelenggarakan
bimbingan
yang
bersifat
dasar,
pengembangan
dan
khusus
untuk
membangkitkan
dan
menyuburkan kesadaran serta tanggung jawab Sosial dari
masyarakat melalui media pendidikan dan latihan kerja
yang praktis serta prakmatis;
b.
menyelenggarakan penyuluhan Sosial untuk menanamkan,
membangkitkan, memelihara kesadaran serta tanggung
jawab Sosial kepada masyarakat tentang pemulihaan kerja
secara menyeluruh terutama melalui media massa;
c.
melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh
Kepala Sub Dinas Bina Sosial
Perincian tugas Seksi pencegahan dan Pembangunan Tuna Karya
adalah sebagai berikut:
a.
melaksanakan usaha-usaha penampungan dan penyantunan
para Tuna Karya melalui Pusat Pendidikan Keterampilan
dan latihan kerja khusus;
b.
melakukan usaha-usaha penyaluran para Tuna Karya ke
sektor-sektor yang ekonomis produktif;
c.
melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh
Kepala Sub Dinas Bina Sosial.
Perincian tugas Seksi Pembinaan Swadaya Sosial Masyarakat
adalah sebagai berikut:
a.
menyelenggarakan registrasi dan orientasi terhadap
usaha-usaha Sosial Masyarakat mengenai Kesejahteraan
Perumahan, usaha-usaha ekonomis produktif;
b.
menyelenggarakan
pembinaan
usaha-usaha
Sosial
Masyarakat, peningkatan kesejahteraan perumahan dan
lingkungan, pembuatan rumah percontohan, peningkatan
usaha-usaha rakyat;
c.
menyelenggarakan pembinaan usaha-usaha gotong-royong
masyarakat
seperti
pembuatan
rumah-rumah
Ibadah,
tempat-tempat Pendidikan, tempat-tempat rekreasi dan
lain-lain;
d.
menciptakan usaha bantuan berantai untuk kesejahteraan
perumahan, industri dan produk rakyat;
e.
f.
g.
menyelenggarakan registrasi dan pembinaan usaha sosial,
Yayasan Sosial dan Badan Sosial;
mengadakan pembinaan peningkatan usaha-usaha sosial;
melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh
Kepala Sub Dinas Bina Sosial.
Pasal-11
(1)
(2)
(3)
(4)
Kepala Sub Dinas Rehabilitasi dan Pelayanan Sosial mempunyai
tugas:
a.
memimpin dan menyelenggarakan kegiatan Kesejahteraan
Anak,
Taruna,
Keluarga
dan
Masyarakat
serta
Rehabilitasi Penderita Cacat;
b.
menghimpun dan mengolah materi-materi Kesejahteraan
Anak,
Taruna,
Keluarga
dan
Masyarakat
serta
Rehabilitasi Penderita Cacat;
c.
memberikan saran, pertimbangan dan informasi kepada
Kepala
Dinas
mengenai
garis-garis
kebijaksanaan
Rehabilitasi dan Pelayanan Sosial;
d.
mengembangkan metoda dan tehnik pembinaan kegiatan
Kesejahteraan Anak, Taruna, Keluarga dan Masyarakat
serta Rehabilitasi Penderita Cacat;
e.
menyelenggarakan bimbingan tekhnis terhadap unit-unit
kegiatan Bidang Rehabilitasi dan Pelayanan Sosial;
f.
melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh
Kepala Dinas.
Dalam
melaksanakan
tugas
tersebut,
Kepala
Sub
Dinas
Rehabilitasi dan Pelayanan Sosial dibantu oleh:
a.
Seksi Kesejahteraan Anak dan Taruna;
b.
Seksi Kesejahteraan Masyarakat;
c.
Seksi Kesejahteraan dan Rehabilitasi Penderita Cacat.
Perincian tugas Seksi Kesejahteraan Anak dan Taruna adalah
sebagai berikut:
a.
merencanakan dan melaksanakan usaha-usaha perlindungan
bagi anak-anak untuk mencegah pengaruh yang tidak baik
terhadap pertumbuhan dan perkembangan pribadi melalui
Panti-Panti Asuhan, Taman Rekreasi Sehat bagi Anakanak;
b.
menyelenggarakan usaha-usaha pembinaan mental generasi
muda melalui Karang Taruna dan Panti Karya Remaja,
antara lain dengan mengadakan pendidikan dan latihan
kerja bagi Remaja dan Pemuda;
c.
melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh
Kepala Sub Dinas Rehabilitasi dan Pelayanan Sosial.
Perincian tugas Seksi Kesejahteraan Masyarakat adalah sebagai
berikut:
a.
menyelenggarakan penyantunan bagi anak yatim piatu/
terlantar, tuna fisik dan indera, tuna mental atau
sosial, baik didalam maupun diluar Panti Asuhan, Panti
Guna dan Panti-Panti Pendidikan;
b.
mengadakan usaha-usaha penyaluran kedalam masyarakat
sebagai lanjutan/penyelesaian dari usaha-usaha serta
mengutamakan kerjasama dengan usaha sosial, Yayasan
Sosial dan Badan-Badan Sosial;
c.
(5)
mengusahakan dan menyelenggarakan bantuan sosial kepada
para janda dan jompo terlantar melalui bantuan-bantuan
diluar dan didalam Panti;
d.
mengusahakan
dan
melaksanakan
pemberian
bantuan/
penghargaan kepada para Perintis/Pahlawan Kemerdekaan
atau Keluargannya;
e.
pemeliharaan dan pembinaan Taman Makam Pahlawan;
f.
mengadakan usaha-usaha kearah Kesejahteraan Keluarga
dan Anak dalam lingkungan tertentu (RT,RW,Desa) dalam
bentuk Pusat Kegiatan Kesejahteraan Keluarga dan Anak
serta pembinaan kegiatan kewanitaan melalui organisasiorganisasi yang ada;
g.
menyelenggarakan
Panti
Penitipan
Anak
dan
Taman
Rekreasi bagi orang dewasa;
h.
pembinaan dan pengarahan Usaha Bimbingan Kesejahteraan
Keluarga
dalam
rangka
rehabilitasi
Sosial
Korban
Bencana, Kekacauan dan pemindahan penduduk;
i.
menyelenggarakan partisipasi Dinas dalam usaha-usaha
Keluarga Berencana;
j.
melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh
Kepala Sub Dinas Rehabilitasi dan Pelayanan Sosial.
Perincian
tugas
Seksi
Kesejahteraan
dan
Rehabilitasi
penderita Cacat adalah sebagi berikut:
a.
menyelenggarakan
usaha-usaha
yang
bersifat
pencegahan/pengurangan terhadap meluasnya masalah Tuna
Susila melalui Lokalisasi, pengembalian ketempat asal,
rehabilitasi melalui Sanggar Karya dan lain-lain;
b.
mengadakan
registrasi
para
penderita
cacat
pada
umumnya;
c.
menyelenggarakan
usaha-usaha
penyantunan
berupa
pemberian
fasilitas
perawatan
medis
atau
sosial,
pendidikan dan latihan keterampilan/kejujuran serta
Panti-Panti rehabilitasi untuk Para Penderita Cacat;
d.
mengusahakan penyaluran dan penempatan kerja bagi para
penderita cacat yang telah selesai penyantunannya;
e.
mengawasi kegiatan penyelenggaraan Panti Guna Tuna
Netra di Biak;
f.
melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh
Kepala Sub Dinas rehabilitasi dan Pelayanan Sosial.
Pasal-12
(1)
Kepala Sub Dinas Bnatuan Sosial yang mempunyai tugas membantu
Kepala Dinas sebagai berikut:
a.
memimpin dan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan dalam
bidang Bantuan Korban Bencana Alam, Perijinan Dana dan
Undian Sosial;
b.
mengembangkan metode dan tekhnik penanggulangan korban
Bencana Alam, pemberian Bantuan Kesejahteraan Sosial
dan Perijinan Dana dan Undian Sosial;
c.
memberikan bimbingan tehnis terhadap unit-unit kegiatan
bidang Bantuan Sosial;
d.
menghimpun
serta
mengolah
data
dan
materi
penanggulangan
korban
Bencana
Alam,
Bantuan
(2)
(3)
(4)
(5)
Kesejahteraan Sosial dan Perijinan Dana dan Undian
Sosial;
e.
memberikan saran, pertimbangan dan informasi kepada
Dinas-Dinas mengenai garis-garis kebijaksanaan dibidang
Bantuan Sosial;
f.
melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh
Kepala Dinas.
Dalam melaksanakan tugas tersebut diatas, Kepala Sub Dinas
Bantuan Sosial dibantu oleh:
a.
Seksi Bantuan Korban Bencana Alam;
b.
Seksi Bantuan Kesejahteraan Sosial;
c.
Seksi Perijinan Dana dan Undian Sosial;
Perincian tugas Seksi Bantuan Korban Bencana Alam adalah
sebagai berikut:
a.
mencatat, meneliti dan membuat laporan tentang Bencana
Alam serta Kekacauan yang terjadi;
b.
mengusahakan dan menyelenggarakan pemberian bantuan
serta pemulihan kepada para korban Bencana Alam dan
Kekacauan;
c.
menyelenggarakan
kerjasama
dengan
instansi-instansi
Pemerintah
dan
masyarakat
yang
bergerak
dibidang
pencegahan
dan
penanggulangan
bencana
alam
serta
bencana lainnya;
d.
menyelenggarakan usaha-usaha yang bersifat rehabilitasi
fisik dan mental bagi para penderita akibat bencana
alam serta bencana lainnya;
e.
menyelenggarakan usaha-usaha rehabilitasi bagi orangorang bekas hukuman dan mengadakan kerjasama dengan
instansi-instansi Pemerintah lainnya serta masyarakat
yang bergerak dibidang tersebut;
f.
melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh
Kepala Sub Dinas Bantuan Sosial.
Perincian tugas Seksi Bantuan Kesejahteraan Sosial adalah
sebagai berikut:
a.
menyelenggarakan pembinaan, bimbingan dan pengawasan
terhadap aktifitas masyarakat dalam bidang Bantuan
Kesejahteraan Sosial;
b.
menyelenggarakan
perencanaan,
orientasi,administrasi
dan penyaluran subsidi dari Dinas kepada Panti-panti
Asuhan yang diselenggarakan oleh Badan-Badan Sosial
Swasta, baik secara langsung ataupun melalui DinasDinas Sosial Daerah Tingkat II;
c.
bantuan yang diterima oleh Dinas dari masyarakat
ataupun dari pihak-pihak lainya, baik yang berupa uang
maupun barang untuk diteruskan kepada pihak-pihak yang
bersangkutan;
d.
melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh
Kepala Sub Dinas Bantuan Sosial.
Perincian tugas Seksi Perijinan Dana dan Undian Sosial adalah
sebagai berikut:
a.
menyelenggarakan, mencatat dan mengatur serta mengawasi
perijinan undian, usaha pengumpulan uang atau barang,
lelang amal dan lain-lain perijinan yang ditetapkan
dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku;
b.
c.
mengadakan kordinasi kegiatan-kegiatan dari Satuan
Pengamanan Dana dan Undian Sosial pada Tingkat Propinsi
dan Kabupaten;
melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh
Kepala Sub Dinas Bantuan Sosial.
Pasal-13
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
Kepala Sub Dinas Pembangunan Masyarakat Terasing mempunyai
tugas membantu Kepala Dinas sebagai berikut:
a.
memimpin dan menyelenggarakan kegiatan dalam bidang
pendapatan masyarakat terasing, pembinaan sosial budaya
masyarakat
terasing,
Pengembangan
Sosial
Ekonomi
Masyarakat
Terasing,
Pembangunan
Tata
Lingkungan
Pemukiman yang serasi dan Pembangunan Perumahan Sehat
Masyarakat Terasing;
b.
menghimpun
dan
mengolah
materi-materi
tentang
Pembangunan Masyarakat Terasing;
c.
memberi saran-saran dan pertimbangan informasi kepada
Kepala Dinas mengenai garis-garis kebijaksanaan bidang
Pembangunan Masyarakat Terasing;
d.
mengembangkan metode dan teknik terhadap unit-unit
kegiatan bidang Pembangunan Masyarakat Terasing;
e.
mengembangkan metode dan teknik tentang Pembangunan
Masyarakat Terasing;
f.
melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh
Kepala Dinas.
Dalam melaksanakan tugas tersebut diatas, Kepala Sub Dinas
Pembanguan Masyarakat Terasing dibantu oleh:
a.
Seksi Pengumpulan Data;
b.
Seksi Pembinaan;
c.
Seksi Pengembangan.
Perincian tugas Seksi Pengumpulan Data adalah sebagai
berikut:
a.
mengadakan
orientasi
dan
observasi
dalam
rangka
pengumpulan
dan
pengolahan
data
untuk
memperoleh
gambaran secara menyeluruh tentang kehidupan sosial dan
lokasi dari Masyarakat Terasing;
b.
melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh
Kepala Sub Dinas.
Perincian tugas Seksi Pembinaan adalah sebagai berikut:
a.
menyelenggarakan pusat-pusat Operasi Sosial sebagai
realisasi dari hasil-hasil penelitian;
b.
menyelenggarakan
usaha-usaha
pembinaan
Proyek
Pemasyarakatan dan pembentukan kader-kader Pembimbing
Sosial Masyarakat Terasing (Pembinaan Sosial Budaya);
c.
melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh
Kepala Sub Dinas.
Perincian tugas Seksi Pengembangan adalah sebagai berikut:
a.
menyelenggarakan pengembangan Sosial Ekonomi Masyarakat
Terasing;
b.
menyelenggarakan pembangunan lingkungan pemukiman yang
serasi dan pembangunan perumahan sehat bagi Masyarakat
Terasing;
c.
d.
menyelenggarakan
kerjasama
dengan
instansi-instansi
Pemerintah dan Badan-badan Sosial Swasta, yang bergerak
dibidang Pembangunan Masyarakat Terasing;
melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh
Kepala Sub Dinas.
Pasal-14
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
Kepala Sub Dinas Penelitian, Latihan dan Pendidikan mempunyai
tugas sebagai berikut:
a.
memimpin dan menyelenggarakan kegiatan dalam bidang
Penelitian Sosial;
b.
menghimpun
dan
mengolah
materi-materi
Penelitian,
Latihan dan Pendidikan Tenaga Sosial;
c.
memberikan saran, pertimbangan dan informasi kepada
Kepala Dinas mengenai garis-garis kebijaksanaan bidang
Penelitian Sosial, latihan dan Pendidikan;
d.
menyelenggarakan bimbingan teknis terhadap unit-unit
kegiatan bidang Penelitian, Latihan dan Pendidikan
Tenaga Sosial;
e.
mengembangankan metode dan teknik Penelitian, Latihan
dan Pendidikan Tenaga Sosial;
f.
melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh
Kepala Dinas.
Dalam melaksanakan tugas tersebut diatas, Kepala Sub Dinas
Penelitian, Latihan dan Pendidikan dibantu oleh:
a.
Seksi Penelitian Sosial;
b.
Seksi Latihan Tenaga Sosial Masyarakat;
c.
Seksi Pendidikan dan Latihan Pekerja Sosial.
Perincian tugas Seksi Penelitian Sosial adalah sebagai
berikut:
a.
menyelenggarakan kordinasi, integrasi dan sinkronisasi
dibidang penelitian dalam lingkungan Dinas;
b.
merencanakan dan menyelenggarakan penelitian serta
pengembangan dalam bidang Kesejahteraan Sosial;
c.
menyelenggarakan dokumentasi dan publikasi hasil-hasil
penelitian dibidang Sosial dalam lingkungan Dinas yang
bersifat ilmiah populer;
d.
mengadakan evaluasi hasil pelaksanaan tugas Dinas untuk
lebih
meningkatkan/menyempurnakan
perencanaan
dan
pelansanaan tugas-tugas Dinas;
e.
melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh
Kepala Sub Dinas Penelitian, Latihan dan Pendidikan.
Perincian tugas Seksi Latihan Tenaga Sosial Masyarakat adalah
sebagai berikut:
a.
mengatur
dan
menyelenggarakan
penataran
untuk
meningkatkan Kecakapan dan keahlian para Pembimibng
Sosial Masyarakat;
b.
melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh
Kepala Sub Dinas Penelitian, Latihan dan Pendidikan.
Perincian tugas Seksi Pendidikan dan Latihan Pekerja Sosial
adalah sebagai berikut:
a.
menyelenggarakan
Pendidikan/Kursus
Kejuruan
Sosial
Tingkat Pertama dan Menengah;
b.
c.
d.
menyelenggarakan pengiriman Mahasiswa untuk mengikuti
Pendidikan professi pekerjaan Sosial;
menyelenggarakan penataran Petugas dibidang Pekerjaan
Sosial;
melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh
Kepala Sub Dinas Penelitian, Latihan dan Pendidikan.
BAB-V
HUBUNGAN KERJA
Pasal-15
Dalam melaksanakan tugas, hubungan kerja antara Dinas dan instansi
Vertikal yang urusannya sejenis demikian juga antara Dinas Daerah
dan Dinas Daerah Tingkat II, hubungan kerja diselenggarakan atas
dasar hubungan fungsional dengan cara yang sebaik-baiknya.
Pasal-16
(1)
(2)
(3)
(4)
Kepala Dinas dalam melaksanakan tugasnya wajib menerapkan
prinsip koordinasi baik dalam lingkungan Dinasnya maupun
dengan instansi lainya.
Kepala Dinas melaksanakan tugasnya berdasarkan kebijaksanaan
yang diterapkan oleh Gubernur Kepala Daerah.
Kepala Dinas berkewajiban memberikan petunjuk, membimbing dan
mengawasi pekerjaan unsur-unsur pembantu dan pelaksana yang
berada dalam lingkungasn Dinasnya.
Bilamana Kepala Dinas memandang perlu untuk mengadakan
perubahan kebijaksanaan yang telah ditetapkan oleh Gubernur
Kepala Daerah, maka hal tersebut harus diajukan kepada
Gubernur Kepala Daerah untuk mendapatkan keputusan.
Pasal-17
Untuk menyelenggarakan tugas tersebut pasa pasal 16, semua unsur
Dinas
wajib
menerapkan
prinsip
koordinasi,
intergrasi,
sinkronisasi dan simplifikasi secara vertikal dan horisontal untuk
memperoleh daya-guna dan hasil-guna yang sebesar-besarnya tanpa
meninggalkan jalur-jalur hierarkhi yang berlaku dengan cara yang
sebaik-baiknya.
Pasal-18
(1)
(2)
(3)
Setiap Pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan
mematuhi petunjuk-petujuk dan bertanggung jawab kepada atasan
masing-masing dan menyampaikan laporan kegiatan secara
berkala tepat pada waktunya.
Setiap laporan yang diterima Pimpinan satuan organisasi dari
bawahan
wajib
diolah
dan
dipergunakan
sebagai
bahan
penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan
petunjuk-petunjuk kepada bawahan.
Dalam
menyampaikan
laporan
kepada
atasan,
tembusannya
disampaikan juga kepada satuan organisasi lainnya yang secara
fungsional mempunyai hubungan kerja.
Pasal-19
Kepala Dinas menyampaikan laporan kegiatan secara berkala kepada
Gubernur Kepala Daerah.
Pasal-20
Hubungan keluar dan penandatanganan surat-surat diatur sebagai
berikut:
a.
Hubungan keluar dilakukan oleh Kepala Dinas;
b.
Dalam hal-hal tertentu Kepala dinas dapat menunjuk seseorang
Kepala Bagian atau salah seorang Kepala Sub Dinas untuk
mengadakan hubungan keluar atas mamanya.
c.
Dalam hubungan keluar dengan mempergunakan surat Dinas, maka
penanda-tanganannya dilakukan oleh:
1.
Kepala Dinas untuk Pejabat-Pejabat yang setingkat atau
lebih tinggi tingkatnya atau mengenai hal-hal yang
bersifat suatu kebijaksanaan yang mempunyai akibat
luas.
2.
Kepala Bagian atau Kepala Sub Dinas yang telah mendapat
penunjukan untuk dan atas mana Kepala Dinas yang
berhalangan.
d.
Kepala Bagian Tata Usaha atau Kepala Sub Dinas dapat
mengadakan hubungan keluar sepanjang menyangkut pelaksanaan
tugas-tugas, pekerjaan tekis bidangnya atau dalam rangka
mengumpulkan data, informasi bagi kepentingan Dinas yang
selanjutnya harus memberikan laporan kegiatan tersebut kepada
Kepala Dinas.
BAB-VI
KEPEGAWAIAN
Pasal-21
(1)
(2)
(3)
Kepala Dinas diangkat dan diberhentikan oleh Gubernur Kepala
Daerah;
Para Kepala Bagian dan para Kepala Sub Dinas diangkat dan
diberhentikan oleh Gubernur Kepala Daerah atas usul Kepala
Dinas;
Pengangkatan dan pemberhentikan pegawai dilakukan sesuai
Peraturan Kepegawaian yang berlaku.
Pasal-22
(1)
(2)
Kepala Dinas tidak dibenarkan merangkap jabatan lain.
Dalam hal perangkapan jabatan Kepala Dinas Oleh Kepala
Instansi Vertikal yang sejenis dimungkinkan atas persetujuan
Gubernur Kepala Daerah dan Menteri yang bersangkutan sesuai
dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pasal-23
Kepala
Dinas
berkewajiban
dan
bertanggung
jawab
menyelesaikan
segala persoalan dilingkungan Dinas yang dipimpinnya.
Pasal-24
Dalam keadaan Kepala Dinas berhalangan menjalankan tugas, maka ia
dapat munjuk Kepala Bagian atau salah seorang Kepala Sub Dinas
untuk menjalankan tugas dan wewenang Kepala Dinas sesuai dengan
ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
BAB-VII
FORMASI
Pasal-25
Jenjang jabatan, kepangkatan serta formasi Dinas
berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
ditentukan
BAB-VIII
PENUTUP
Pasal-26
(1)
(2)
(3)
(4)
Dengan
berlakunya
Peraturan
Daerah
ini,
maka
segala
peraturan/ketentuan yang bertentangan dengan Peraturan Daerah
ini dinyatakan tidak berlaku lagi.
Peraturan Daerah ini disebut:
PERATURAN DAERAH TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA
DINAS SOSIAL PROPINSI DAERAH TINGKAT I IRIAN JAYA.
Hal-hal yang belum cukup diatur dalam Peraturan Daerah ini
sepanjang mengenai Peraturan pelaksanaannya kemudian dengan
Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah.
Peraturan Daerah ini mulai berlaku sejak hari pertama setelah
tanggal pengundangannya.
Jayapura, 4 Desember 1980
GUBERNUR KEPALA DAERHA TINGKAT I
IRIAN JAYA
Cap/ttd.
H.SOETRAN
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH
PROPINSI DAERAH TINGKAT I IRIAN JAYA,
KETUA,
Cap/ttd.
Ds.WILLEM MALOALI
PENJELASAN
ATAS
PERATURAN DAERAH PROPINSI DAERAH TINGKAT I IRIAN JAYA
NOMOR : 7 TAHUN 1980
TENTANG
SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS KESEHATAN
PROPINSI DAERAH TINGKAT I IRIAN JAYA
I.
PENJELASAN UMUM
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Sebagaimana diketahui, bahwa dalam rangka pemberian
Otonomi kepada Daerah Tingkat I Irian Jaya dengan
Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1969 beserta lampirannya
telah dibentuk Dinas Sosial Propinsi Otonom dengan
Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah TIngkat I Irian
Jaya Nomor. 55/GIJ/1974, tanggal 18 Maret 1974.
Dinas tersebut sebagai Dinas Daerah merupakan perangkat
Daerah yang selaku unsur pelaksana Daerah Otonom
bertugas menyelenggarakan Otonomi Daerah kearah otonomi
yang dinamis, nyata dan bertanggung jawab sesuai dengan
tugasnya.
Dengan berlakunya Undang-Undang No. 5 Tahun 1974
tentang Pokok-Pokok Pemerintahan di Daerah, dimana
dalam pasal 49 ayat (2) ditegaskan, bahwa Pembentukan,
Susunan
Organisasi
dan
Tata
Kerja
Dinas
Daerah
ditetapkan oleh Mentri Dalam Negri.
Berhubung telah ditetapkannya pedoman yang dimaksud
dalam No. 3 diatas dengan Keputusan Menteri Dalam Negri
No. 363
Tahun 1977, maka Susunan Organisasi dan Tata
Kerja Dinas seperti tersebut dalam no. 1 diatas perlu
ditinjau untuk diatur kembali dan disesuaikan dengan
Surat Keputusan Mentri Dalam Negri No. 363 Tahun 1977
tersebut.
Pengaturan kembali Susunan Organisasi dan Tata Kerja
Dinas dimaksudkan untuk menyesuaikan Surat Keputusan
yang semula ada dengan Surat Keputusan Menteri Dalam
Negeri No. 363 Tahun 1977 dengan tujuan mencapai daya
guna dan hasil guna secara maksimal, terhadap materinya
sejauh mungkin disesuaikan dengan kewenangan yang
diperoleh Daerah Otonom yang dalam hal Pembentukan
Dinas Daerah bersyaratkan:
a.
Urusan yang menjadi tugasnya adalah urusan rumah
tangga Daerah berdasaarkan penyerahan hak dalam
rangka otonomi Daerah berupa kewenangan pangkal
dan
kewenangan
yang
berasal dari penyerahan
selanjutnya.
b.
Dinas Daerah merupakan perangkat Daerah yang
bersifat
organik
yang
langsung
melaksanakan
pelayanan terhadap masyarakat yang oleh karena itu
tidak bertujuan mencari keuntungan.
c.
Satuan Organisasi dalam Dinas Daerah yang dibentuk
sebagai
sarana
penyelenggaraan
urusannya
disesuaikan
dengan
kepentingan
dan
kemampuan
Daerah.
Kedudukan
Dinas
sebagai
perangkat
Daerah
selain
berfungsi sebagai unsur pelaksana Daerah melakukan
tugas-tugas penyelenggaraan urusan Pemerintahan Daerah
kearah berdaya guna dan berhasil guna, juga berfungsi
7.
8.
9.
10.
I.
sebagai pengatur
dan tata kerja dalam lingkungan
satuan organisasi Dinasnya baik yang mempunyai urusanurusan yang sejenis, maupun dalam hubungan dengan
instansi-instansi
lain
dengan
cara
mengadakan
koordinasi, pengawasan dan pelaporan.
Dengan pengaturan kembali Susunan Organisasi dan Tata
Kerja Dinas , kedudukan Kepala Dinas yang ada sekarang
sebagai pimpinan Dinas tetap seperti semula sejauh
penyesuaiannya tidak/belum dilakukan menurut ketentuan
dalam Peraturan Daerah ini.
Susunan Organisasi Dinas Sosial Propinsi Daerah Tingkat
I Irian Jaya terdiri dari:
a.
Kepala Dinas sebagai pimpinan Dinasnya.
b.
Bagian Tata Usaha sebagai unsur pembantu pimpinan
dibidang
administrasi
dibagi
dalam
sebanyakbanyaknya 5 (lima) Sub Bagian.
c.
Sub Dinas sebagai unsur pembantu pimpinan dibidang
tehnis/pelaksana dibagi dalam sebanyak-banyaknya 3
(tiga) Seksi.
d.
Cabang Dinas dan Unit Pelaksana Tehnis Dinas
sebagai unsur pelaksana Dinas.
Pembentukan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Cabang
Dinas dan Unit Pelaksana Tehnis Dinas akan diatur
kemudian sesuai dengan peraturan perundang-undangan
yang berlaku.
Dalam pada itu Panti Guna Tuna Netra di Biak dan Proyek
"Karang Taruna Polomo Sentani" di Jayapura, walaupun
dengan peraturan kembali Susunan Organisasi dan Tata
Kerja
Dinas,
tetap
berkedudukan
seperti
semula
melaksanakan sebagian tugas pokok Dinas yang mempunyai
tanggungjawab
dalam
terselenggaranya
fungsi
Unit
Pelaksana Tehnis Dinas yang merupakan satuan organisasi
Unit Pelaksana Tehnis Dinas dimaksud.
Dalam Peraturan Daerah ini Organisai Dinas disusun
sampai Sub Bagian/Seksi, demikian Tata Kerjanyapun
telah
dirumuskan
pembagian
tugas
dan
penjabaran
fungsinya secara jelas terbagi habis kedalam tugas
pokok Sub Bagian/Seksi tanpa ada tugas yang tercecer,
sehingga
dengan
demikian
kemungkinan
terjadinya
duplikasi dan tumpang tindih pelaksanaan tugas masingmasing dapat dihindari.
Hal-hal yang belum/tidak diatur dalam Peraturan Daerah
ini yang memerlukan pengaturan lebih lanjut akan diatur
dengan Peraturan Daerah, kecuali untuk hal-hal sejauh
yang berkaitan dengan pelaksanaan Peraturan Daerahnya
saja diatur lebih lanjut dengan Surat Keputusan
Gubernur Kepala Daerah.
PENJELASAN PASAL DEMI PASAL
1.
2.
Pasal 1
Pasal 2
:
:
Cukup jelas.
Penjelasan pasal 2 walupun Dinas
dipimpin oleh seorang Kepala Dinas
yang berada dibawah dan bertanggung
3.
4.
5.
Pasal 3 s/d 6
Pasal 17
Pasal 18 ayat (1):
:
:
jawab
kepada
Gubernur
Kepala
Daerah,
baik
secara
tehnis
operasional maupun secara tehnis
administratif
namun
tetap
memperhatikan
bimbingan
dan
petunjuk tehnis dari Departemen
Sosial.
Cukup jelas.
Maksud diselenggarakannya hubungan
fungsional
antara
Dinas
dengan
instansi Vertikal yang urusanya
sejenis seperti dimuat dalam pasal
ini ialah untuk menciptakan suatu
hubungan kerjasama yang baik.
Dinas
sebagai
unsur
pelaksana
Pemerintah Daerah dalam pelaksanaan
tugasnya
bertanggungjawab
kepada
Gubernur Kepala Daerah.
Sedangkan instansi Vertikal adalah
perangkat
Departemen
yang
ditempatkan
di
Daerah
untuk
melaksanakan
suatu
urusan
Departemen atau Lembaga Pemerintah
Non Departemen yang bersangkutan.
Agar
dalam
pelaksanaan
tugas
dimaksud lebih lancar dan tidak
bertentangan
dengan
ketentuan
perundang-undangan
yang
berlaku,
maka
perlu
dilakukan
suatu
kerjasama yang sebik-baiknya.
Yang
dimaksud
dengan
"urusan
sejenis" dalam pasal 17 ini ialah
bila Dinas dan instansi Vertikal
melakukan tugas-tugas pada bidang
yang
sama
jenisnya
dalam
satu
Daerah.
Dengan pengertian pelaksanaan tugas
Kepala
Dinas
untuk
lingkungan
Dinasnya,
ialah
Kepala
Dinas
sebagai
Pimpinan
dan
merupakan
Koordinator staf berkewajiban untuk
melaksanakan
pengaturan
tata
hubungan
kerja
sebagai
usaha
bersama untuk memperoleh kesatuan
tindakan
atau
perbuatan
dalam
mencapai tujuan pokok Dinas.
Oleh karena itu perlu diadakan
pembagian kerja diantara sesamanya
yang berada dalam lingkungan Dinas
yang masing-masing terdiri dari
unsur pembantu pimpinan dan unsur
pelaksana Dinas.
Pengaturan tata hubungan kerja ini
tidak hanya bersifat intern dalam
6.
7.
8.
9.
10.
Pasal 18
ayat (2) s/d
Pasal 19
Pasal 20
ayat (1)
:
Pasal 20
ayat (2) s/d
Pasal 21
Pasal 22
:
Pasal 23
s/d Pasal 26
:
:
:
lingkungan
Dinas
melainkan
dilakukan
secara
ektern
dengan
Dinas/instansi lainnya.
Cukup Jelas.
Yang dimaksud dengan "satuan
organisasi"adalah satuan-satuan
kerja yang terdapat dalam Dinas.
Cukup jelas.
Yang dikehendaki dalam pasal 22
ialah agar hubungan keluar yang
dilakukan oleh Kepala Dinas atau
yang ditunjuknya dapat dilakukan
dengan cara yang sebaik-baiknya
sehingga tidak merugikan Kepala
Dinas.
Cukup Jelas.
LAMPIRAN BAGAN TIDAK DISERTAKAN
Download