plagiat merupakan tindakan tidak terpuji

advertisement
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN TEAMS GAME
TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN
HASIL BELAJAR SISWA KELAS KHUSUS OLAHRAGA (KKO) X-G
SMA NEGERI 4 YOGYAKARTA PADA MATERI DUNIA HEWAN
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat
Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
Program Studi Pendidikan Biologi
Oleh :
Putu Juni Widiastuti
NIM : 091434048
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
2013
i
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
ii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
iii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
HALAMAN PERSEMBAHAN
Orang yang menekuni bhakti membebaskan dirinya dari
perbuatan yang baik dan buruk bahkan dalam kehidupan ini
pun. Karena itu, berusahalah untuk yoga, ilmu segala
pekerjaan.
(Bhagavad-gita, 2.50)
Ku Persembahkan Karya Tulis Ini Untuk :
 Ida Sang Hyang Widi Wasa, Tuhan ku yang senantiasa
selalu mendampingi dan membantuku dalam setiap doa
yang ku panjatkan.
 Bapak
dan
Ibu
serta
keluarga
yang
senantiasa
mendukung dan memberi semangat.
 Adik-adik ku tercinta
 SMA
Negeri
4
Yogyakarta
yang
telah
bersedia
bekerjasama
 Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Sanata
Dharma
iv
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA
Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak
memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam
kutipan dan daftar pustaka sebagaimana layaknya karya ilmiah.
Yogyakarta, 10 Desember 2013
Penulis
Putu Juni Widiastuti
v
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH
UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS
Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma :
Nama
: Putu Juni Widiastuti
Nomor Mahasiswa
: 091434048
Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan
Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul :
PENERAPAN
METODE
PEMBELAJARAN
TEAMS
GAME
TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN
HASIL BELAJAR SISWA KELAS KHUSUS OLAHRAGA (KKO) X-G
SMA NEGERI 4 YOGYAKARTA PADA MATERI DUNIA HEWAN.
Beserta perangkat yang ada (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada
perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan
dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data,
mendistribusikannya secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau
media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu minta ijin dari saya maupun
memberikan royaliti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai
penulis.
Demikian pernyataan yang saya buat dengan sebenarnya.
Dibuat di
: Yogyakarta
Pada tanggal : 10 Desember 2013
Yang menyatakan
(Putu Juni Widiastuti)
vi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
ABSTRAK
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk
mengetahui peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa Kelas Khusus Olahraga
(KKO) X-G SMA Negeri 4 Yogyakarta pada materi dunia hewan dengan
menerapkan metode pembelajaran Teams Game Tournament (TGT).
Jumlah total siswa Kelas Khusus Olahraga (KKO) X-G yang mengikuti
penelitian adalah 29 siswa. Proses pembelajaran dilakukan dengan menerapkan
metode Teams Game Tournament (TGT) melalui tahapan-tahapan kegiatan yaitu
penyajian kelas, diskusi kelompok, permainan tebak gambar, turnamen TGT, dan
pemberian penghargaan kelompok. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus
setelah melalui 5 tahapan yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan,
observasi, evaluasi, dan refleksi. Komponen pengumpulan data yang digunakan
berasal dari hasil postes, lembar observasi, dan kuisioner. Data analisis yang
digunakan adalah analisis kuantitatif dan analisis kualitatif.
Indikator keberhasilan proses pembelajaran dalam penelitian ini mencapai
rata-rata nilai 76, pencapaian Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) 75% , dan
motivasi 75%. Hasil motivasi belajar melalui diskusi kelompok siklus I adalah
55,17% dan siklus II adalah 86,21%, sedangkan hasil motivasi belajar melalui
turnamen TGT siklus I 82,76% dan siklus II 100%. Hasil motivasi belajar
mencapai 96,55% yang diukur dengan menggunakan kuisioner di akhir pertemuan
siklus II. Sehingga dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar siswa sudah
mencapai target yang diharapkan. Berdasarkan hasil belajar siswa dari siklus I
yaitu rata-rata nilai 49,48 dan pencapaian Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM)
3,45%. Hasil belajar siswa pada siklus I tidak mencapai target yang diharapkan.
Hasil belajar siklus II yaitu rata-rata nilai 76,72 dan pencapaian Kriteria
Ketuntasan Minimum (KKM) 75,86%. Ditinjau dari target rata-rata nilai dan
pencapaian Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) dapat disimpulkan telah terjadi
peningkatan hasil belajar dan sudah mencapai target yang diharapkan.
Berdasarkan hasil dari siklus I dan siklus II setelah menerapkan metode
pembelajaran Teams Game Tournament (TGT), dapat disimpulkan bahwa terjadi
peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa.
Kata Kunci : metode pembelajaran Teams Game Tournament (TGT), Motivasi,
Hasil Belajar, Materi Dunia Hewan.
vii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
ABSTRACT
This research is a class action research that aims to know a motivation
improvement and the result of learning student from Special Class Sports (SSCP)
X-G senior high school Negeri 4 Yogyakarta on material of kingdom animalia by
applying the learning method Teams Games Tournament (TGT).
The total population chosen in this research is 29 students. The process of
learning done by applying the method Teams Games Tournament (TGT) through
the stages of activities, consists of class presentation, group discussions, picture
guessing game, TGT tournaments, and giving group awards. This study was
implemented in two cycles after passing 5 stages of action planning, action,
observation, evaluation, and reflection. Component of data collection used, are
from the posttest, observation sheets and questionnaires. Data were analyzed by
using quantitative and qualitative analysis.
Success indicator of this research is average value of 76, the attainment of
Completeness Minimum Criteria (CMC) is 75%, and 75% for motivation. The
outcomes of learning motivation measured by group discussions of the first cycle
is 55,17% and the second cycle is 86,21%, while the outcomes of learning
motivation measured by tournament TGT of the first cycle is 82,76% and the
second is 100%. The outcomes of learning motivation measured by questionnaire
was 96,55% as measured at the end of the meeting at second cycle. Students
motivation has reached the expected target. The learning outcomes of the first
cycle of student learning is average value of 49,48 and the attainment of
completeness Minimum Criteria (MCC) is 3,45%. The learning outcomes of
student in the first cycle did not reach their expected target. The learning
outcomes of second cycle is an average value of 76,72 and the attainment of
Completeness Minimum Criteria (CMC) is 75,86%. If The learning outcomes be
reviewed from the target average value and the attainment of Completeness
Minimum Criteria (CMC) has enhancement and reached the expected target.
Based on The learning outcomes of the first cycle and second cycle after
appliying the learning method Teams Games Tournament (TGT), it can be
concluded that there had been an increase in motivation and learning outcomes of
student.
Keywords : Method Teams Games Tournament (TGT), Motivation, The learning
outcomes, Material Of Kingdom Animalia.
viii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena
atas berkat dan karunia-Nya lah, penulis dapat menyelesaikan skripsi yang
berjudul “Penerapan Metode Pembelajaran Teams Game Tournament (TGT)
untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas Khusus Olahraga
(KKO) X-G SMA Negeri 4 Yogyakarta Pada Materi Dunia Hewan” ini.
Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar
sarjana pendidikan di Program Studi Pendidikan Biologi, Jurusan Pendidikan
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
Keberhasilan dalam menyusun skripsi ini, tidak terlepas dari bantuan dan
dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih
kepada:
1. Dr. Ir. P. Wiryono Priyotamtama, S.J. selaku Rektor Universitas Sanata
Dharma dan sekaligus dosen pembimbing skripsi I yang telah berkenan
meluangkan waktu untuk membimbing, memberikan masukan dan motivasi,
serta pengarahan kepada penulis selama menyusun skripsi.
2. Drs. A. Tri Priantoro, M.For.Sc., selaku Kepala Program Studi Pendidikan
Biologi.
3. Luisa Diana Handoyo S.Si, M.Si., selaku wakil kepala Program Studi
Pendidikan Biologi dan sekaligus dosen pembimbing skripsi II yang telah
berkenan meluangkan waktu untuk membimbing, memberikan masukan dan
motivasi, serta pengarahan kepada penulis selama menyusun skripsi.
4. Segenap dosen dan staf Sekretariat Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam Universitas Sanata Dharma.
5. Dra. Bambang Rahmawatiningsih selaku kepala SMA Negeri 4 Yogyakarta
yang telah memberikan izin kepada penulis untuk melakukan penelitian di
SMA Negeri 4 Yogyakarta.
6. Dra. Wardhani Indah Evyanti, selaku guru mata pelajaran Biologi SMA
Negeri 4 Yogyakarta yang telah membantu dan memberikan pengarahan
kepada penulis selama melakukan penelitian.
ix
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
7. Siswa-siswa Kelas Khusus Olahraga (KKO) X-G SMA Negeri 4 Yogyakarta
tahun ajaran 2012/2013 atas kebersamaan selama proses penelitian.
8. Kedua orangtuaku tercinta
Bapak I Nyoman Sukarya dan Ibu Ni Made
Murniyanti atas doa, dukungan, semangat, dan segalanya yang telah diberikan
selama ini.
9. Keempat adik-adikku (Kadek Sri, Komang Rasti, Ketut Ranti, dan Wayan
Surya) dan semua keluarga besar yang selalu memberikan dukungan dan doa.
10. Sahabat-sahabat terdekatku, Mbak Triel, Ana, Cio, Prima, Jeni, Prima, Dara,
Apri, Rere, Febria, dan Eni yang selalu memberi dukungan dan doa.
11. Teman-teman Program Studi Pendidikan Biologi angkatan 2009 Universitas
Sanata Dharma, atas kebersamaannya selama ini.
12. Dan semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah
membantu dan mendukung penulis selama penyusunan skripsi.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh
karena itu penulis mengharapkan kritik, saran, dan pendapat yang dapat
membangun demi kesempurnaan skripsi ini. Akhir kata penulis berharap semoga
skripsi ini bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan bagi penulis pada
khususnya.
Yogyakarta, 10 Desember 2013
Penulis
x
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL........................................................................................... i
HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING................................................ ii
HALAMAN PENGESAHAN .......................................................................... iii
HALAMAN PERSEMBAHAN ....................................................................... iv
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ........................................................... v
LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH .......................... vi
ABSTRAK ...................................................................................................... vii
ABSTRACT .................................................................................................... viii
KATA PENGANTAR ..................................................................................... ix
DAFTAR ISI ................................................................................................... xi
DAFTAR TABEL ........................................................................................... xiv
DAFTAR GAMBAR ....................................................................................... xv
DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................... xvi
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ............................................................................ 1
B. Rumusan Masalah.................... .................................................... 4
C. Batasan Masalah........................ ................................................... 4
D. Tujuan Penelitian ......................................................................... 5
E. Manfaat Penelitian .................... ................................................... 6
1. Bagi Siswa ............................................................................ 6
2. Bagi Guru ............................................................................. 6
3. Bagi Sekolah.......................................................................... 6
4. Bagi Peneliti.................... ....................................................... 6
BAB II KAJIAN PUSTAKA
A. Teori Belajar dan Pembelajaran ................................................... 7
B. Motivasi Belajar .......................................................................... 10
1. Pengertian Motivasi Belajar .................................................... 10
2. Jenis-Jenis dan Komponen Motivasi Belajar ........................... 11
3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi .......................... 12
xi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
4. Peranan Motivasi dalam Belajar .............................................. 13
5. Cara Membangkitkan Motivasi Belajar ................................... 14
C. Hasil Belajar ............................................................................... 16
D. Metode Pembelajaran Teams Game Tournament (TGT) .............. 19
E. Materi Filum Chordata................................................................. 25
F. Hasil Penelitian yang Relevan...................................................... 28
G. Kerangka Pemikiran ................................................................... 29
H. Hipotesa.................... ................................................................... 30
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Jenis Penelitian ............................................................................... 31
B. Setting Penelitian ............................................................................ 32
C. Prosedur Penelitian ......................................................................... 33
1. Siklus I ...................................................................................... 33
2. Siklus II .................................................................................... 37
D. Instrumen Penelitian ....................................................................... 39
1. Instrumen Pembelajaran ............................................................ 39
a. Silabus .................................................................................. 39
b. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)............................ 39
c. Lembar Kerja Siswa ............................................................. 39
d. Materi Pembelajaran ............................................................. 40
e. Media Permainan dan Turnamen TGT .................................. 40
2. Instrumen Pengumpulan Data ................................................... 40
a. Pretes.................................................................................... 40
b. Tes Evaluasi ......................................................................... 41
c. Lembar Observasi Motivasi .................................................. 41
d. Kuisioner Motivasi ............................................................... 41
E. Teknik Pengumpulan Data .............................................................. 42
F. Analisis Data .................................................................................. 43
1. Analisis Kuantitatif ................................................................... 43
a. Analisis Data Motivasi Siswa ............................................... 43
b. Analisis Tes Evaluasi Hasil Belajar....................................... 47
2. Analisis Kualitatif ..................................................................... 47
xii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
G. Indikator Keberhasilan .................................................................... 49
H. Personalia Penelitian....................................................................... 50
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Pelaksanaan Penelitian ................................................ 51
1. Pelaksanaan Penelitian ........................................................... 52
a. Siklus I............................................................................. 52
b. Siklus II ........................................................................... 66
2. Hasil Analisis Penelitian ........................................................ 74
a. Hasil Analisis Motivasi Belajar Siswa .............................. 75
b. Hasil Analisis Hasil Belajar.............................................. 77
B. Pembahasan................................................................................ 78
1. Motivasi Belajar Siswa .......................................................... 79
2. Hasil Belajar Siswa Aspek Kognitif ....................................... 87
3. Faktor-faktor Pendukung Penerapan Metode Pembelajaran
Teams Game Tournament (TGT) ........................................... 90
4. Faktor-faktor Penghambat Penerapan Metode Pembelajaran
Teams Game Tournament (TGT) ........................................... 91
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan ............................................................................... 93
B. Saran ............................................... ............................................ 94
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 95
xiii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
DAFTAR TABEL
Tabel 1
Kriteria Penilaian Penghargaan Tim ................................................. 36
Tabel 2
Kriteria Persentase Motivasi Diskusi Kelompok dan Turnamen TGT 45
Tabel 3
Skor Butir Kuisioner ........................................................................ 46
Tabel 4
Pedoman Penskoran Kuisioner ......................................................... 46
Tabel 5
Kriteria Persentase Motivasi Belajar Siswa Melalui Kuisioner .......... 46
Tabel 6
Indikator Keberhasilan ..................................................................... 49
Tabel 7
Analisis Hasil Belajar Siswa Awal (Pretes) ....................................... 55
Tabel 8
Hasil Observasi Diskusi Kelompok Siklus I...................................... 61
Tabel 9
Hasil Observasi Turnamen TGT Siklus I .......................................... 61
Tabel 10 Analisis Hasil Belajar Siswa Siklus I (Postes Siklus I) ...................... 62
Tabel 11 Hasil Observasi Diskusi Kelompok Siklus II ................................... 70
Tabel 12 Hasil Observasi Turnamen TGT Siklus II ......................................... 71
Tabel 13 Analisis Hasil Belajar Siswa Siklus II (Postes Siklus II) ................... 72
Tabel 14 Hasil Kuisioner Motivasi Siswa ........................................................ 73
Tabel 15 Analisis Observasi Diskusi Kelompok .............................................. 75
Tabel 16 Analisis Observasi Turnamen TGT ................................................... 76
Tabel 17 Analisis Kuisioner Motivasi Belajar Siswa ....................................... 77
Tabel 18 Analisis Hasil Belajar ....................................................................... 77
xiv
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1
Ruang Hidup Kurt Lewin .............................................................. 17
Gambar 2
Model Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perolehan
Pembelajaran dalam Pembelajaran Kooperatif .............................. 21
Gambar 3
Penempatan Pada Meja Turnamen ................................................ 25
Gambar 4
Skema Kerangka Pemikiran .......................................................... 30
Gambar 5
Prosedur Penelitian Tindakan Kelas .............................................. 32
Gambar 6
Pelaksanaan Pretes Siklus I ........................................................... 55
Gambar 7
Diskusi Kelompok Siklus I ........................................................... 57
Gambar 8
Siswa Melaksanakan Permainan Tebak Gambar Siklus I ............... 59
Gambar 9
Peneliti Menjelaskan Materi.......................................................... 68
Gambar 10 Siswa Melaksanakan Diskusi Kelompok ....................................... 68
Gambar 11 Siswa Melaksanakan Permainan Tebak Gambar Siklus II ............. 69
Gambar 12 Siswa Melaksanakan Turnamen TGT Siklus II ............................. 70
Gambar 13 Grafik Kategori Observasi Diskusi Kelompok .............................. 82
Gambar 14 Grafik Kategori Observasi Turnamen TGT ................................... 84
Gambar 15 Grafik Kategori Kuisioner Motivasi Belajar Siswa ........................ 85
Gambar 16 Grafik Ketuntasan Klasikal Aspek Kognitif .................................. 88
xv
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1
Silabus ....................................................................................... 97
Lampiran 2
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Siklus I dan
Siklus II ...................................................................................... 101
Lampiran 3
Lembar Kerja Siswa (LKS) dan Kunci Jawaban LKS
Siklus I dan Siklus II ................................................................... 115
Lampiran 4
Materi Pembelajaran .................................................................. 132
Lampiran 5
Tabel Permainan Tebak Gambar Siklus I dan Siklus II ............... 136
Lampiran 6
Turnamen TGT (Soal, Kunci Jawaban, dan Lembar Skor) .......... 141
Lampiran 7
Pretes (Kisi-Kisi, Soal, dan Kunci Jawaban) ............................... 147
Lampiran 8
Postes Siklus I dan Siklus II (Kisi-Kisi, Soal, dan
Kunci Jawaban) .......................................................................... 154
Lampiran 9 Observasi Diskusi Kelompok dan Turnamen TGT
(Kisi-Kisi dan Lembar Observasi) ............................................... 165
Lampiran 10 Kuisioner Motivasi (Kisi-Kisi dan Lembar Kuisioner)................ 171
Lampiran 11 Hasil Tes Awal Siswa (Pretest) .................................................. 174
Lampiran 12 Hasil Pretes Siswa dengan Nilai Tertinggi .................................. 175
Lampiran 13 Hasil Pretes Siswa dengan Nilai Terendah .................................. 180
Lampiran 14 Hasil Observasi Diskusi Kelompok Siklus I ............................... 184
Lampiran 15 Hasil Observasi Diskusi Kelompok Siklus I dengan
Skor Tertinggi............................................................................. 185
Lampiran 16 Hasil Observasi Diskusi Kelompok Siklus I dengan
Skor Terendah ............................................................................ 187
Lampiran 17 Hasil Observasi Turnamen TGT Siklus I .................................... 189
Lampiran 18 Hasil Observasi Turnamen TGT Siklus I dengan Skor Tertinggi. 190
Lampiran 19 Hasil Observasi Turnamen TGT Siklus I dengan Skor Terendah 192
Lampiran 20 Hasil Postes Siklus I ................................................................... 194
Lampiran 21 Hasil Postes Siklus I dengan Nilai Tertinggi ............................... 195
Lampiran 22 Hasil Postes Siklus I dengan Nilai Terendah............................... 200
Lampiran 23 Hasil Observasi Diskusi Kelompok Siklus II .............................. 205
Lampiran 24 Hasil Observasi Diskusi Kelompok Siklus II dengan
xvi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Skor Tertinggi............................................................................. 206
Lampiran 25 Hasil Observasi Diskusi Kelompok Siklus II dengan
Skor Terendah ............................................................................ 208
Lampiran 26 Hasil Observasi Turnamen TGT Siklus II ................................... 210
Lampiran 27 Hasil Observasi Turnamen TGT Siklus II dengan
Skor Tertinggi............................................................................. 211
Lampiran 28 Hasil Observasi Turnamen TGT Siklus II dengan
Skor Terendah ............................................................................ 213
Lampiran 29 Hasil Postes Siklus II.................................................................. 215
Lampiran 30 Hasil Postes Siklus II dengan Nilai Tertinggi.............................. 216
Lampiran 31 Hasil Postes Siklus II dengan Nilai Terendah ............................. 220
Lampiran 32 Hasil Kuisioner Motivasi Belajar ................................................ 224
Lampiran 33 Hasil Kuisioner Motivasi Belajar dengan Skor Tertinggi ............ 225
Lampiran 34 Hasil Kuisioner Motivasi Belajar dengan Skor Terendah ............ 227
Lampiran 35 Presensi Kehadiran Siswa Selama Penelitian .............................. 229
Lampiran 36 Surat Ijin Penelitian Dari Dinas Pendidikan Yogyakarta ............. 230
Lampiran 36 Surat Ijin Penelitian Dari SMA Negeri 4 Yogyakarta ................. 231
xvii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Belajar merupakan salah satu tugas pokok siswa dalam berproses
untuk memperoleh pengetahuan dan mengokohkan kepribadian. Kegiatan
belajar yang dilakukan oleh peserta didik memberi pengalaman belajar
dalam rangka mencapai peng
uasaan standar kompetensi dan materi
pembelajaran. Keberhasilan proses belajar mengajar di kelas ditentukan
oleh metode pembelajaran dan cara penyampaian guru kepada siswa.
Kemampuan dan keterampilan guru dalam membentuk suasana kelas
menjadi menyenangkan dengan memilih metode pengajaran yang tepat
juga menjadi kunci keberhasilan dalam pencapaian prestasi siswa.
Menurut Djiwandono (2006), motivasi berkaitan erat dengan prinsipprinsip pembelajaran yaitu tingkah laku yang telah diperkuat di waktu
yang lalu akan diulang kembali, seperti siswa yang rajin belajar kemudian
mendapat nilai yang bagus dan diberi hadiah. Dalam pembelajaran
motivasi belajar dipengaruhi oleh faktor intrinsik yang berasal dari dalam
diri dan faktor ekstrinsik yang dipengaruhi dari luar atau lingkungan.
Selain itu motivasi juga menjadi salah satu prasyarat penting dalam belajar
dan pendukung hasil belajar. Akan tetapi masih banyak dijumpai
pembelajaran yang membuat siswa merasa bosan dengan penggunaan
metode yang monoton dan kurang kreatif, khususnya pelajaran Biologi.
1
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
2
Hasil
dari
pengaplikasian
metode
pembelajaran
dalam
pembelajaran di kelas dapat dilihat dari hasil belajar siswa yang dalam
proses pembelajaran dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor
internal berasal dari dalam diri individu siswa sedangkan faktor eksternal
berasal dari lingkungan belajar siswa, termasuk metode mengajar guru.
Guru lebih sering menggunakan metode ceramah dan jarang memberikan
variasi, sehingga siswa cenderung tidak menyimak materi yang
disampaikan dan sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Metode
ceramah yang monoton membuat siswa merasa jenuh, bosan, dan
mengantuk. Selain itu siswa juga menjadi kurang aktif, baik dalam
bertanya maupun menjawab pertanyaan yang disampaikan guru.
Banyaknya pilihan metode-metode pembelajaran membuat guru
harus selektif dalam memilih, karena metode satu dengan metode lainnya
memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Salah satunya
adalah metode pembelajaran Teams Game Tournament (TGT) yang dalam
proses pembelajarannya, siswa belajar dalam kelompok. Belajar dan
bermain dalam suatu pertandingan antar kelompok belajar digunakan
dalam proses pembelajaran TGT. Metode TGT merupakan salah satu
model pembelajaran kooperatif. Metode pembelajaran kooperatif adalah
bentuk sosialisasi siswa belajar menyadari kekurangan dan kelebihan
masing-masing. Dengan metode ini siswa akan belajar mengenai cara
bersosialisasi dengan teman sebaya dan berinteraksi dengan guru.
Penerapan metode TGT dalam pembelajaran, membuat siswa lebih
semangat belajar dan tidak merasa bosan, sehingga pelajaran yang
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
3
diberikan guru dapat diterima dengan baik. Selain itu juga memberi
kesempatan siswa untuk belajar sekaligus bermain, sehingga dapat
meningkatkan kemampuan kognitif siswa. Melalui metode pembelajaran
TGT, siswa diharapkan dapat menguasai materi, belajar dalam kelompok,
dan mereka juga dapat bertukar pendapat dengan teman sebaya. Siswa
juga diharapkan dapat membangkitkan motivasi belajar, sehingga dapat
mempengaruhi hasil belajar siswa menjadi lebih baik.
Berdasarkan hasil observasi peneliti saat melaksanakan program
pengalaman lapangan (PPL) di kelas X SMA Negeri 4 Yogyakarta dan
hasil wawancara dengan guru Biologi SMA Negeri 4 Yogyakarta
menunjukkan terdapat beberapa siswa yang hasil belajar Biologinya masih
dibawah batas kriteria ketuntasan minimal. Salah satunya adalah siswa
yang tergabung di dalam Kelas Khusus Olahraga (KKO) yang merupakan
salah satu program sekolah dalam membentuk siswa berprestasi di bidang
olahraga. Metode yang digunakan guru Biologi sebagian besar adalah
metode ceramah. Keaktifan siswa terlihat kurang, seperti saat guru
mengajukan pertanyaan setelah semua materi disampaikan siswa tidak bisa
menjawab. Pada saat pembelajaran juga terdapat beberapa siswa yang
tidak mencatat dan tidak siap belajar Biologi dengan tidak membawa buku
catatan maupun buku pelajaran Biologi. Sikap siswa Kelas Khusus
Olahraga (KKO) yang demikian dikarenakan pola pikir yang santai dan
tidak termotivasi untuk memperbaiki hasil belajar menjadi lebih baik.
Siswa merasa istimewa karena mereka berbeda dari siswa kelas reguler
lainnya dan juga cenderung lebih fokus pada pelajaran olahraga.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
4
Hal ini membuat hasil belajar siswa Kelas Khusus Olahraga
(KKO) yang dilihat dari hasil ulangan harian, terutama pelajaran Biologi
pada materi Dunia Hewan tidak tuntas yaitu nilai terendah 50 dan nilai
tertinggi 80, dengan persentase nilai < 75 sebesar 75% dan nilai > 75
sebesar 25%. Kriteria ketuntasan hasil belajar siswa SMA Negeri 4
Yogyakarta ialah mencapai atau melebihi kriteria ketuntasan minimal
yaitu 75 dan rata-rata ketuntasan tiap kelas minimal 80%.
Berdasarkan permasalahan tersebut dan upaya peneliti dalam
meningkatkan motivasi dan hasil belajar dilakukan penelitian dengan judul
Penerapan Metode Pembelajaran Teams Game Tournament (TGT) untuk
Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas Khusus Olahraga
(KKO) X-G SMA Negeri 4 Yogyakarta Pada Materi Dunia Hewan.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang penelitian tersebut di atas, maka dapat
dirumuskan sebagai berikut “Apakah penerapan metode pembelajaran
Teams Game Tournament (TGT) dapat meningkatkan motivasi dan hasil
belajar siswa kelas khusus olahraga (KKO) X-G SMA Negeri 4
Yogyakarta pada materi dunia hewan ?”
C. Batasan Masalah
Batasan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Materi yang diajarkan adalah filum Chordata yang merupakan sub-bab
Dunia Hewan. Berikut ini pembatasan pada silabusnya:
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
5
a. Standar Kompetensi (SK)
3. Memahami manfaat keanekaragaman hayati.
b. Kompetensi Dasar (KD)
3.4 mendeskripsikan ciri-ciri filum dalam dunia hewan dan
peranannya bagi kehidupan.
2. Parameter penelitian ini adalah motivasi dan hasil belajar siswa kelas
khusus olahraga (KKO) X-G SMA Negeri 4 Yogyakarta. Motivasi
yang dimaksud adalah motivasi belajar siswa yang dilihat selama
proses pembelajaran dengan metode TGT. Sedangkan hasil belajar
siswa adalah kemampuan kognitif yang dilihat dan diukur dari tes
tertulis masing-masing siswa.
D. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini dibedakan 2, yaitu:
1. Tujuan umum
Tujuan umum penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi dan
hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran Biologi.
2. Tujuan khusus
Untuk
mengetahui
tingkat
keberhasilan
penerapan
metode
Pembelajaran Teams Game Tournament (TGT) dalam pembelajaran
Biologi, terutama materi filum Chordata pada siswa Kelas Khusus
Olahraga (KKO) X-G SMA Negeri 4 Yogyakarta.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
6
E. Manfaat Penelitian
Dalam pelaksanaan penelitian ini, diharapkan dapat memberikan manfaat
bagi siswa, guru, sekolah, dan peneliti.
1. Bagi Siswa
a. Memberikan suasana baru dalam kegiatan belajar mengajar di
kelas, sehingga belajar menjadi lebih menyenangkan.
b. Meningkatkan pemahaman siswa mengenai materi yang diajarkan.
c. Menumbuhkan motivasi belajar siswa.
2. Bagi Guru
Memberi informasi mengenai model pembelajaran yang sesuai dengan
materi pembelajarannya.
3. Bagi Sekolah
Untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran dan kualitas sekolah
melalui peningkatan hasil belajar siswa.
4. Bagi Peneliti
a. Mengetahui tingkat keberhasilan metode pembelajaran Teams
Game Tournament (TGT) pada pembelajaran Biologi, terutama
materi filum Chordata.
b. Penelitian ini dapat digunakan sebagai pendukung pemikiran untuk
mengembangkan
metode
dan
media
pembelajaran.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Teori Belajar dan Pembelajaran
Belajar dan mengajar berhubungan satu sama lain, tetapi dalam
prosesnya masing-masing berdiri sendiri. Saat mengajar dapat
mengarahkan pada belajar, hal ini biasanya dilakukan oleh guru
kepada siswa. Menurut Djiwandono (2006), belajar didefinisikan
sebagai suatu proses yang menghasilkan suatu aktivitas baru atau
mengubah suatu aktivitas dengan latihan dan pengalaman di sekolah,
laboratorium, atau di alam terbuka. Belajar membuat seseorang
menjadi tahu atau proses memperoleh pengetahuan. Dari belajar yang
terus menerus membuat seseorang memperoleh pengalaman, sehingga
dapat
bereksplorasi,
menggali,
dan
menemukan
pemahaman
pengetahuan dari belajar. Pada hakikatnya pengetahuan lahir dari
fakta-fakta yang ada, sehingga fakta alami yang diperoleh berasal dari
alam, dimana alam terus mengalami perubahan dan seiring perubahan
alam tersebut pengetahuan terus berkembang setiap zamannya.
Unsur-unsur
belajar
merupakan
faktor-faktor
indikator
keberlangsungan proses belajar. Unsur-unsur belajar tersebut antara
lain: (1) tujuan belajar yang membentuk makna dan dipengaruhi oleh
pengertian terdahulu yang telah dimiliki siswa, (2) proses belajar
merupakan pengembangan pemikiran dengan membuat pengertian
7
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
8
baru dan akan berlangsung terus menerus selama belajar tersebut
berlangsung, dan (3) hasil belajar yang dipengaruhi oleh pengalaman
sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya.
Pembelajaran
merupakan
kegiatan
mengatur
dan
mengorganisasi lingkungan yang ada di sekitar sehingga dapat
mendorong dan menumbuhkan siswa melakukan kegiatan belajar.
Faktanya dalam praktik pembelajaran, terdapat interaksi antara guru
dengan siswa. Suyono dan Hariyanto (2011) berpendapat bahwa
pendekatan pembelajaran berbasis lingkungan berkembang maka
definisi belajar juga menyesuaikan diri. Belajar secara umum dapat
dimaknai sebagai proses perubahan perilaku akibat interaksi individu
dengan
lingkungannya.
Dalam
kaitannya
dengan
hikmah
pembelajaran yang merupakan pengetahuan yang diperoleh dari
pengalaman yang kemudian dikembangkan dan saling berbagi,
sehingga memberikan keuntungan.
Dalam kegiatan belajar mengajar di kelas, guru menggunakan
berbagai macam pendekatan, salah satunya adalah pendekatan
kelompok. Pendekatan kelompok digunakan untuk membina dan
mengembangkan sikap sosial peserta didik. Melalui pendekatan
kelompok, siswa diharapkan dapat memunculkan rasa sosial yang
tinggi, siswa dibina untuk mengendalikan rasa egois diri masingmasing, sehingga terbina sikap kesetiakawanan di kelas. Siswa juga
dibiasakan bekerja sama dalam kelompok, sehingga dapat menyadari
bahwa dirinya terdapat kekurangan dan kelebihan. Persaingan yang
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
9
positif
juga terjadi di dalam kelompok untuk mencapai prestasi
belajar yang optimal.
Menurut Djamarah dan Zain (2010), keakraban kelompok
ditentukan oleh beberapa faktor, yaitu:
1. Perasaan diterima atau disukai teman-teman
2. Tarikan kelompok
3. Teknik pengelompokan oleh guru
4. Partisipasi atau keterlibatan dalam kelompok
5. Penerimaan tujuan kelompok dan persetujuan dalam cara
mencapainya
6. Struktur dan sifat-sifat kelompok. Sifat-sifat kelompok meliputi
multi personalia dengan tingkatan keakraban, sistem interaksi,
organisasi, motif tertentu dan tujuan bersama, standar perilaku
tertentu, dan kepribadian.
Menurut Mulyasa (2002), pada umumnya pelaksanaan
pembelajaran mencakup tiga hal, yaitu pretes, proses, dan postes.
Sedangkan tes adalah sejumlah pertanyaan yang memiliki jawaban
benar atau salah. Tes menjadi salah satu cara untuk menaksir
besarnya tingkat kemampuan manusia secara tidak langsung, yaitu
melalui respon seseorang terhadap stimulus atau pertanyaan. Untuk
penjelasan mengenai pretes, proses, dan postes ialah sebagai berikut:
1.
Pretes
Pretes memiliki fungsi penting dalam proses pembelajaran.
Fungsi tersebut adalah mengetahui kemampuan awal yang
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
10
dimiliki peserta didik dan mengetahui permasalahan siswa pada
pelajaran yang akan diberikan.
2. Proses
Suatu pembelajaran dikatakan berhasil dan berkualitas jika
seluruh atau sebagian besar peserta didik terlihat aktif, baik
fisik, mental, maupun sosial dalam proses pembelajaran.
3. Postes
Pada umumnya postes dilaksanakan pada akhir pembelajaran.
Fungsi postes adalah untuk mengetahui tingkat penguasaan
peserta didik terhadap kompetensi yang sudah ditentukan yang
dilihat dengan membandingkan hasil pretes dan postes dan
mengetahui kompetensi yang belum dikuasai siswa, apabila
sebagian
besar
belum
dikuasai
maka
perlu
dilakukan
pembelajaran kembali.
B. Motivasi Belajar
1. Pengertian Motivasi Belajar
Motivasi berasal dari kata motif yang berarti kekuatan yang
berasal dari dalam diri individu. Motivasi tidak dapat dilihat secara
langsung tetapi dapat diinterpretasikan dalam tingkah laku berupa
dorongan atau munculnya keinginan pada suatu tingkah laku.
Sehingga motivasi didefinisikan sebagai perspektif yang dimiliki
seseorang mengenai dirinya sendiri dan lingkungannya.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
11
Teori motivasi merupakan teori umum prinsip-prinsip yang
berkaitan dengan motivasi. Motivasi dan penguat adalah teori
mengenai tingkah laku seseorang atau siswa yang dalam
mengerjakan sesuatu mendapat penguatan dari dalam diri dan
orang lain. Seperti siswa rajin belajar agar mendapat nilai yang
bagus dan hadiah dari orang tua atas prestasi yang diperoleh.
Sebaliknya jika siswa malas belajar karena tidak ada motivasi dari
dalam diri maupun dukungan orang lain akan cenderung mendapat
hasil yang kurang memuaskan, sehingga siswa merasa malu baik
pada diri sendiri maupun orang lain. Djiwandono (2006)
mengatakan
bahwa
kata
motivasi
digunakan
untuk
menggambarkan suatu dorongan, kebutuhan atau keinginan untuk
melakukan sesuatu yang khusus atau umum.
2. Jenis-Jenis dan Komponen Motivasi Belajar
Motivasi dibedakan menjadi motivasi intrinsik dan motivasi
ekstrinsik. Motivasi instrinsik adalah motivasi yang berasal dari
dalam individu, sedangkan motivasi ekstrinsik adalah motivasi
yang berasal dari luar, misalnya pemberian pujian, nilai, hadiah,
dan faktor-faktor eksternal lainnya yang memiliki daya dorong
motivasional (Siregar dan Nara, 2011).
Komponen motivasi belajar meliputi tiga komponen, yaitu
kebutuhan, dorongan, dan tujuan. Kebutuhan terjadi bila individu
merasa tidak ada keseimbangan antara yang ia miliki dan yang ia
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
12
harapkan. Sedangkan dorongan merupakan kekuatan mental untuk
melakukan kegiatan dalam rangka memenuhi harapan, kekuatan
mental yang berorientasi pada pemenuhan harapan atau mencapai
tujuan. Dorongan yang berorientasi pada tujuan merupakan inti
dari motivasi. Tujuan adalah hal yang ingin dicapai oleh seseorang
atau individu. Tujuan tersebut mengarahkan semua perilaku siswa,
dalam hal ini perilaku belajar. Sehubungan dengan itu, maka
motivasi menyangkut pemenuhan kebutuhan.
3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi
Menurut Ali Imron dalam Siregar dan Nara (2011), terdapat
enam faktor yang mempengaruhi motivasi dalam proses belajar,
meliputi:
a. Cita-cita siswa, siswa akan memiliki motivasi belajar yang
tinggi ketika sebelumnya sudah memiliki cita-cita.
b. Kemampuan siswa, siswa yang mengetahui kemampuannya
pada bidang tertentu akan termotivasi dengan kuat untuk terus
menguasai dan mengembangkan kemampuannya di bidang
tersebut.
c. Kondisi siswa, kondisi fisik dan kondisi psikis siswa akan
mempengaruhi tinggi rendahnya motivasi untuk belajar.
d. Kondisi lingkungan siswa, kondisi lingkungan dapat diamati
dari lingkungan fisik dan sosial siswa. Faktor lingkungan fisik
mempengaruhi kenyamanan siswa saat belajar, sedangkan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
13
faktor lingkungan sosial seperti teman sepermainan, keluarga,
dan teman kelas yang tidak menunjukkan kebiasaan belajar
akan berpengaruh terhadap rendahnya motivasi belajar siswa.
e. Unsur-unsur dinamis belajar siswa, dilihat dari upaya
memotivasi tersebut dilakukan. Bahan pelajaran, alat bantu
belajar, dan suasana belajar dapat mendinamisasikan proses
pembelajaran.
f. Upaya guru dalam membelajarkan siswa.
Menurut Uno (2008), hakikat motivasi belajar adalah
dorongan internal dan eksternal pada siswa-siswa yang sedang
belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku dengan
beberapa indikator atau unsur yang mendukung. Indikatornya
meliputi: (1) adanya hasrat dan keinginan berhasil; (2) adanya
dorongan dan kebutuhan dalam belajar; (3) adanya harapan dan
cita-cita masa depan; (4) adanya penghargaan dalam belajar; (5)
adanya kegiatan yang menarik dalam belajar; (6) adanya
lingkungan belajar yang kondusif, sehingga memungkinkan
seorang siswa dapat belajar dengan baik.
4. Peranan Motivasi dalam Belajar
Siswa di kelas masing-masing membawa sikap dan
kebutuhan yang berbeda. Dari kedua hal tersebut dipengaruhi oleh
motivasi dan partisipasi pada diri yang terlihat saat siswa
mengikuti pelajaran dan interaksi dengan guru atau siswa lainnya.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
14
Terdapat dua peranan penting motivasi dalam belajar,
peranan pertama adalah sebagai daya penggerak psikis dalam diri
siswa yang menimbulkan kegiatan belajar
dan menjamin
kelangsungan belajar untuk tercapainya tujuan yang diharapkan.
Peranan kedua adalah memegang peranan penting dalam
memberikan gairah, semangat dan rasa senang dalam belajar,
sehingga siswa yang mempunyai motivasi yang tinggi mempunyai
dorongan yang besar untuk melaksanakan kegiatan belajar (Siregar
dan Nara, 2011).
5. Cara Membangkitkan Motivasi Belajar
Cara logis untuk memotivasi siswa selama pelajaran adalah
menghubungkan pengalaman belajar dengan minat siswa. Hal ini
menjadi tidak mudah karena ada siswa yang harus menguasai mata
pelajaran dasar tetapi siswa tidak berminat terhadap pelajaran
tersebut. Maka peran guru sangat besar dalam membangkitkan
minat siswa dengan memberi tugas yang berhubungan dengan
minat siswa. Minat siswa dapat diamati dari tingkah laku siswa di
kelas, bertanya langsung, atau dengan kuisoner.
Salah satu cara membangkitkan motivasi belajar siswa ialah
dengan menggunakan teknik kerja sama dalam kelompok.
Djiwandono (2006), menyatakan bahwa dalam situasi kerja sama
setiap individu berusaha untuk memberikan sesuatu yang
menguntungkan bagi individu lain maupun pada kelompok. Belajar
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
15
dalam kelompok akan memperoleh satu hasil dari kerja sama dan
interaksi antar anggota. Hasil belajar dari belajar kelompok juga
bervariasi, tergantung pada cara berkomunikasi dan siapa saja yang
ada di dalamnya. Pemilihan metode kerja kelompok yang dipilih
guru juga turut mempengaruhi hasil. Maka pemilihan metode yang
tepat dan sesuai dengan materi maupun kondisi kelas dan siswa
akan mempengaruhi hasil belajar yang diperoleh siswa.
Menggunakan permainan merupakan proses yang menarik
bagi siswa, karena suasana yang menarik membuat proses belajar
menjadi bermakna secara afektif atau emosional bagi siswa.
Sesuatu yang bermakna akan selalu diingat, dipahami, dan
dihargai. Membuat suasana persaingan yang sehat di antara siswa
maupun kelompok memberikan kesempatan siswa mengukur
kemampuan diri sendiri maupun orang lain. Belajar bersaing juga
menimbulkan
upaya
belajar
bersungguh-sungguh.
Selain
menimbulkan persaingan antar siswa, motivasi belajar juga
ditimbulkan dari mengembangkan persaingan dengan diri sendiri.
Persaingan ini dilakukan dengan memberikan tugas atau ulangan
yang dilakukan sendiri untuk mengetahui keberhasilan yang
diperoleh selama ini.
Uno (2008) menjelaskan beberapa teknik yang dapat
membangkitkan motivasi belajar, seperti menggunakan pernyataan
sebagai penghargaan verbal. Pernyataan verbal diberikan kepada
siswa sebagai penghargaan terhadap hasil belajar siswa yang baik,
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
16
seperti pernyataan “Bagus sekali” atau “Hebat”. Pernyataan
tersebut selain menyenangkan siswa juga menimbulkan interaksi
dan pengalaman pribadi antara guru dengan siswa. Menimbulkan
rasa ingin tahu juga merupakan daya untuk meningkatkan motivasi
belajar siswa. Siswa yang penasaran akan berusaha keras untuk
memecahkannya, upaya keras tersebut yang membuat motif belajar
siswa bertambah besar.
C. Hasil Belajar
Dalam pandangan kognitif, belajar dilihat sebagai sesuatu yang
aktif, yaitu berinisiatif mencari pengalaman untuk belajar dan mencari
informasi untuk memecahkan masalah. Kurt Lewin dalam Suyono dan
Hariyanto (2011), mengembangkan teori belajar medan kognitif
(kognitive field) dengan perhatian pada kepribadian dan psikologi
sosial. Seperti dalam ruang hidup, siswa memiliki tujuan yang ingin
dicapai (hasil belajar) yang didorong oleh motif hidupnya, sehingga
siswa akan berusaha melakukan apapun untuk mencapai tujuan
tersebut. Akan tetapi selalu ada hambatan yang menghalangi. Bila
siswa mampu menghadapi hambatan dan dapat mencapai tujuan, maka
ia akan memasuki medan kognitif baru sehingga memperoleh tujuan
baru. Setelah itu siswa akan terus berusaha untuk mengatasi hambatan
baru yang muncul, dan demikianlah pola belajar yang akan terus
berlangsung. Berikut ini gambaran dari penjelasan di atas: (Suyono
dan Hariyanto, 2011)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
17
MOTIF
KEGIATAN
TUJUAN
HAMBATAN
Gambar 1. Ruang Hidup Kurt Lewin
Domain kognitif adalah tujuan yang berhubungan dengan
kemampuan intelektual atau kemampuan berpikir, seperti mengingat
dan kemampuan memecahkan masalah. Domain kognitif menurut
Bloom dalam Sanjaya (2010) terdiri dari 6 tingkatan, yaitu
pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi.
1. Pengetahuan,
berhubungan
dengan
kemampuan
mengingat
informasi yang sudah dipelajari. Pengetahuan berperan dalam
mencapai tujuan-tujuan tingkatan berikutnya.
2. Pemahaman, bukan hanya sekedar mengingat, tetapi memiliki
kemampuan
menjelaskan,
menerangkan,
menafsirkan
atau
menangkap makna suatu konsep.
3. Penerapan, berhubungan dengan kemampuan mengaplikasikan
suatu bahan pelajaran yang sudah dipelajari seperti rumus-rumus,
teori, konsep, dan sebagainya menjadi lebih konkret. Perilaku yang
berkaitan dengan penerapan misalnya kemampuan memecahkan
masalah dengan menggunakan rumus.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
18
4. Analisis merupakan kemampuan menguraikan suatu bahan
pelajaran ke dalam bagian-bagian dan hubungan antar bahan
tersebut. Tujuan pembelajaran yang kompleks yang dapat dikuasai
dan dipahami oleh siswa menguasai kemampuan memahami dan
menerapkan.
5. Sintesis adalah kemampuan menyatukan unsur-unsur atau bagianbagian menjadi sesuatu yang utuh. Dapat merumuskan tema dan
melihat hubungan abstrak dari berbagai informasi merupakan
kemampuan dalam tingkatan sintesis.
6. Evaluasi adalah tujuan berkaitan dengan kemampuan membuat
penilaian terhadap sesuatu berdasarkan kriteria tertentu, selain itu
juga mampu memberi keputusan dengan berbagai pertimbangan
dan ukuran-ukuran tertentu, misalnya memberi keputusan bahwa
hasil dari sesuatu yang diamati itu baik, buruk, dan sebagainya.
Hasil belajar adalah seluruh kecakapan dan hasil yang dicapai
melalui proses belajar mengajar di sekolah yang dinyatakan dengan
angka-angka atau nilai-nilai berdasarkan tes hasil belajar. Hasil belajar
kognitif merupakan hasil dari proses-proses kognitif, hasil belajar yang
berkaitan
dengan
kemampuan
intelektual
siswa.
Kemampuan
intelektual ini sangat penting karena dengan adanya kemampuan ini
seorang siswa akan dapat diukur seberapa siswa tersebut menguasai
bidang atau pelajaran yang dipelajari.
Hasil belajar dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor internal
dan faktor eksternal. Faktor internal merupakan faktor yang berasal
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
19
dari dalam diri meliputi motivasi, minat, kemampuan, dan mental
siswa. Sedangkan faktor eksternal adalah pengaruh yang berasal dari
luar diri atau lingkungan, antara lain lingkungan dan orang lain. Faktor
orang lain seperti teman belajar, orang tua, dan guru. Pemilihan
metode pembelajaran yang digunakan juga turut mempengaruhi hasil
belajar.
Hasil belajar kognitif yang diperoleh juga tidak lepas dari peran
evaluasi hasil belajar. Evaluasi atau penilaian berarti suatu tindakan
untuk menentukan nilai sesuatu. Menurut Djiwandono (2006), evaluasi
adalah
suatu
proses
dalam
merencanakan,
memperoleh,
dan
menyediakan informasi yang sangat diperlukan untuk membuat
alternatif-alternatif keputusan. Evaluasi dilaksanakan melalui tes hasil
belajar. Hasil belajar yang coba diungkap melalui tes hasil belajar
dapat dapat mengacu pada hasil pengajaran secara keseluruhan pada
akhir materi atau pertengahan semester dan akhir semester.
Selain melakukan evaluasi, guru juga melakukan penilaian
secara personal dan kelompok terhadap pencapaian hasil belajar yang
diperoleh dari proses pembelajaran, seperti saat belajar kelompok
dengan menggunakan metode permainan edukatif.
D. Metode Pembelajaran Teams Game Tournament (TGT)
Teams game tournament (TGT) merupakan salah satu model
pembelajaran
kooperatif.
pembelajaran
kooperatif
Suyatno
(2009)
merupakan
mengatakan
kegiatan
bahwa
pembelajaran
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
20
berkelompok untuk bekerja sama saling membantu mengkonstruksi
konsep, menyelesaikan persoalan, dan inkuiri. Dengan belajar
berkelompok secara kooperatif, siswa dilatih dan dibiasakan untuk
saling berbagi (sharing) pengetahuan, pengalaman, tugas, dan
tanggung jawab. Siswa saling membantu dan berlatih berinteraksikomunikasi-sosialisasi, karena kooperatif merupakan contoh kecil dari
bentuk kehidupan bermasyarakat serta belajar menyadari kekurangan
dan kelebihan masing-masing.
Pendekatan
pembelajaran
kooperatif
mempunyai
ciri-ciri
sebagai berikut: (1) keterampilan sosial dalam menjalin hubungan
antar pribadi dalam kelompok, sehingga dapat mencapai dan
menguasai pembelajaran yang diberikan guru, (2) interaksi tatap muka
dalam kelompok melalui pembicaraan setiap individu, dan (3) siswa
harus
saling
melaksanakan
bergantung
tugas
positif,
artinya
masing-masing
setiap
yang
siswa
diberikan
harus
untuk
menyelesaikan tugas dalam kelompok tersebut. Sedangkan modelmodel pembelajaran kooperatif adalah Jigsaw, Student Teams
Achievement Devition (STAD), Team Assisted Individualization (TAI),
Think Pair Share (TPS), Group Investigation (GI), dan Teams Game
Tournament (TGT).
Teori yang ditampilkan dalam Gambar 2, mengadung perilaku
dalam kelompok kognitif, seperti perluasan kognitif, pengajaran oleh
teman, model oleh teman, dan penilaian mutual yang mengarah pada
peningkatan pencapaian. Penghargaan kelompok yang didasarkan pada
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
21
kinerja pembelajaran individu, dibuat untuk memotivasi siswa agar
melakukan perilaku-perilaku pembelajaran yang pengaruhnya dapat
dimanfaatkan dalam jangka panjang (Slavin, 2005).
Motivasi untuk
belajar
Tujuan kelompok
yang didasarkan
pada
pembelajaran
anggota
kelompok
Motivasi untuk
mendorong
teman satu
kelompok untuk
belajar
Motivasi untuk
membantu teman
satu kelompok
untuk belajar
Penjelasan
terperinci
(pengajaran
oleh teman)
Menjadikan
teman sebagai
model
Perluasan
kognitif
Praktik oleh
teman
Pembenaran
dan koreksi
oleh teman
Gambar 2. Model Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perolehan
Pembelajaran dalam Pembelajaran Kooperatif
Teams game tournament (TGT) adalah salah satu tipe
pembelajaran kooperatif yang menempatkan siswa dalam kelompokkelompok belajar yang beranggotakan 5 sampai 6 orang siswa yang
memiliki kemampuan, jenis kelamin, dan suku yang berbeda. Siswa
belajar dalam kelompok masing-masing dengan mengerjakan tugas
yang diberikan oleh guru (Gora dan Sunarto 2010).
pembe
lajaran
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
22
Pembelajaran TGT membuat siswa memainkan permainan
dengan anggota-anggota dari tim lain untuk memperoleh tambahan
poin tim mereka. Dalam permainan, guru juga harus bersikap terbuka,
ramah, lembut, dan menyenangkan. Sebelum guru menginstruksikan
permainan atau turnamen dimulai, guru terlebih dahulu menjelaskan
materi yang akan diajarkan sebagai pengantar. Sikap dan cara
penyampaian guru dalam menjelaskan metode pengajaran memiliki
peran dalam mempengaruhi pandangan siswa mengenai metode yang
digunakan, jika guru berhasil baik dalam sikap maupun penyampaian
maka siswa akan bersemangat mengikuti pelajaran, terpacu untuk
belajar agar mampu menjawab pertanyaan yang akan diberikan guru,
siswa merasa nyaman dan senang dalam belajar kelompok, dan tentu
saja akan mempengaruhi pemahaman siswa sehingga hasil belajar akan
ikut meningkat.
Menurut Gora dan Sunarto (2010), pembelajaran kooperatif
TGT terdiri atas 5 langkah tahapan, yaitu tahap penyajian kelas, belajar
dalam kelompok, permainan atau pertandingan, dan penghargaan.
Presentasi materi dibuat semenarik mungkin agar masing-masing
siswa termotivasi untuk memenangkan pertandingan dengan belajar.
Dalam belajar kelompok masing-masing siswa saling memberi
informasi bagi anggota yang belum paham, sehingga terbentuk
interaksi dan diskusi dalam memecahkan masalah.
Menurut Slavin (2005), langkah-langkah pembelajaran metode
TGT adalah sebagai berikut:
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
23
1. Presentasi kelas
Materi pembelajaran terlebih dahulu diberikan kepada siswa.
Presentasi merupakan penyajian kelas dalam pembelajaran secara
langsung dan sering kali dilakukan dengan diskusi pelajaran yang
dipimpin guru atau dengan menyajikan presentasi audiovisual.
Pada tahap ini siswa harus benar-benar memperhatikan materi
yang disampaikan guru, karena akan sangat membantu siswa
dalam mengerjakan tugas diskusi kelompok atau tim, sehingga
membantu dalam penambahan skor.
2. Diskusi kelompok atau tim
Kelompok terdiri dari 5 sampai 6 siswa yang mewakili seluruh
bagian dari kelas, baik dalam hal jenis kelamin, ras, dan etnisitas.
Fungsi utama dari diskusi kelompok ini adalah memastikan bahwa
semua anggota benar-benar belajar dan mempersiapkan masingmasing anggotanya untuk mengikuti langkah pembelajaran
selanjutnya. Kegiatan dalam diskusi kelompok adalah mempelajari
dan mengerjakan soal pada Lembar Kerja Siswa (LKS), yang
melibatkan pembahasan permasalahan yang ada, membandingkan
jawaban antar anggota, dan mengoreksi kesalahan yang ada.
3. Permainan
Terdiri atas pertanyaan-pertanyaan yang kontennya relevan dan
dirancang untuk menguji pengetahuan siswa dari hasil penyajian
kelas dan diskusi kelompok. Permainan dimainkan di atas meja
dengan masing-masing perwakilan dari kelompok diskusi.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
24
Permainan hanya berupa kartu nomor-nomor pertanyaan, saat
seorang siswa mengambil sebuah kartu nomor, maka siswa
tersebut langsung menjawab pertanyaannya. Dalam permainan,
masing-masing siswa dibagi perannya masing-masing, yaitu
sebagai pembaca soal, penantang, dan pembaca jawaban yang juga
bertugas sebagai timer atau pengatur waktu. Sebelum permainan
dimulai, terlebih dahulu menentukan peran masing-masing, dan
peran-peran tersebut akan bergilir searah jarum jam. Saat siswa
yang berperan sebagai pembaca soal, mengambil kartu nomor
pertanyaan, siswa tersebut dan penantang mengerjakan atau
menjawab pertanyaan tersebut. Pembaca soal yang terlebih dahulu
mengemukakan jawabannya, kemudian jika jawaban tersebut
dirasa
masih
kurang,
maka
penantang
yang
kemudian
mengemukakan jawabannya. Pembaca jawaban yang juga
bertindak sebagai timer, menentukan batas waktu pembaca soal
dan penantang menjawab soal, kemudian membacakan jawaban
yang benar.
4. Turnamen
Dalam turnamen, pemilihan pemain ditentukan dari hasil pretes
yang dilakukan sebelumnya dan dilihat berdasarkan kemampuan
akademis siswa, agar turnamen berlangsung secara seimbang.
Contohnya pada meja pertama terdapat siswa-siswa yang
berkemampuan tinggi, kemudian kemampuan sedang, dan
seterusnya. Kompetisi ini berfungsi untuk mengetahui kemajuan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
25
individual dan membuat siswa memberi kontribusi secara
maksimal terhadap kelompok atau tim mereka masing-masing.
TIM A
A-1
A-2
A-3
A-4
Tinggi sedang Sedang Rendah
Meja
Turnamen 1
B-1
Meja
Turnamen 2
B-2
B-3
B-4
Tinggi sedang Sedang Rendah
TIM B
Meja
Turnamen 3
C-1
C-2
Meja
Turnamen 4
C-3
C-4
Tinggi sedang Sedang Rendah
TIM C
Gambar 3. Penempatan Pada Meja Turnamen
5. Penghargaan kelompok
Penghargaan diberikan kepada kelompok yang mendapat skor
tertinggi. Penghargaan dapat berupa kata verbal atau hadiah kecil
yang sudah dipersiapkan oleh guru.
E. Materi Filum Chordata
Standar kompetensi : 3. Memahami manfaat keanekaragaman hayati.
Kompetensi dasar : 3.4 Mendeskripsikan ciri-ciri filum dunia hewan
dan peranannya bagi kehidupan.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
26
Indikatornya meliputi : menjelaskan ciri-ciri filum Chordata, menjelaskan
ciri-ciri subfilum tunicata, cephalochordata, dan vertebrata, menjelaskan
hubungan hewan invertebrata dengan vertebrata dalam filum Chordata,
menjelaskan ciri-ciri klasifikasi subfilum Vertebrata (kecuali kelas
mamalia), menjelaskan klasifikasi subfilum Vertebrata (kecuali kelas
mamalia), menjelaskan ciri-ciri kelas mamalia, menjelaskan klasifikasi
kelas mamalia, dan menjelaskan peranan filum Chordata bagi
kehidupan.
Ciri-ciri Chordata adalah pada masa embrionik mempunyai
struktur notokordata, yaitu sumbu penyokong, mempunyai celah
faring atau celah insang pada beberapa tahap masa perkembangannya,
mempunyai tali saraf pada bagian dorsal, dan mempunyai ekor, ada
beberapa hanya pada masa embrionik.
Pada filum Chordata dibagi menjadi tiga subfilum, yaitu
subfilum
Tunicata,
subfilum
Cephalochordata,
dan
subfilum
vertebrata. Subfilum Tunicata atau Urochordata sebagian besar adalah
hewan laut yang hidup menempel pada batuan, galangan kapal, dan
sampan, contohnya Atriolum robustum dan Rhopalea sp. Sedangkan
subfilum Cephalochordata Bentuk tubuhnya seperti ikan tanpa sirip,
pipih memanjang, dan transparan, contohnya Branchiostoma sp.
Subfilum
vertebrata
mempunyai
tulang
belakang
yang
digunakan sebagai sumbu penyokong tubuh. Ciri-ciri tubuh hewan
vertebrata meliputi bentuk, ukuran, struktur, dan fungsi tubuh. Pada
subfilum vertebrata dikelompokkan menjadi delapan kelas, yaitu kelas
agnata (ikan tanpa rahang), kelas placodermi (ikan berahang gantung),
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
27
kelas chondrichthyes (ikan bertulang rawan), kelas osteichthyes (ikan
bertulang keras), kelas amphibi, kelas reptilia, kelas aves, dan kelas
mamalia. Kelas mamalia terbagi menjadi terbagi menjadi dua
subkelas, yaitu subkelas prototheria dan subkelas theria. Subkelas
prototheria adalah mamalia bertelur dengan satu ordo, yaitu
monotremata, contohnya platipus. Sedangkan subkelas Theria terdiri
dari ordo-ordo, yaitu (1) ordo Marsupialia contohnya kangguru, (2)
ordo Rodentia contohnya tikus, kelinci, dan tupai, (3) ordo Pholidota
contohnya trenggiling, (4) ordo Cetacea contohnya paus, pesut, dan
lumba-lumba, (5) ordo Insectivora contohnya Crocidura Murina
(cecurut), (6) ordo Chiroptera contohnya kekelawar, (7) ordo Sirenia
contohnya ikan duyung, (8) ordo Artiodactyla contohnya babi, kuda
nil, unta, kambing, dan kerbau, (9) ordo Perissodactyla contohnya
badak, keledai, kuda, dan tapir, (10) ordo Lagomorpha contohnya
kelinci, (11) ordo Primata contohnya hewan yang memanjat dan hidup
di pohon, seperti kera, lutung, gorila, kukang, orang utan, dan
simpanse, (12) ordo Carnivora contohnya singa, harimau, serigala, dan
singa laut, dan (13) ordo Proboscidea contohnya gajah.
Peranan Chordata bagi kehidupan adalah sebagai bahan
makanan, bahan obat-obatan, bahan sandang, bermanfaat dalam
bidang pertanian, pengembangan teknologi, hobi, dan rekreasi. Selain
itu pada beberapa hewan Chordata terdapat hewan yang merugikan
manusia, seperti menimbulkan penyakit dan hama pertanian.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
28
F. Hasil Penelitian yang Relevan
Penelitian Astuti, Istiningsih Yuli Kristi (2012), dengan judul:
“Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Games Tournaments
(TGT) untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas
VII B SMP Pangudi Luhur Moyudan Pada Materi Struktur dan Fungsi
Jaringan Tumbuhan”. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa
motivasi dan hasil belajar siswa dapat
ditingkatkan dengan
menggunakan metode TGT. Persamaan penelitian ini dengan
penelitian yang akan dilakukan adalah sama-sama bertujuan untuk
meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa dengan menggunakan
metode TGT, hanya saja berbeda pada materi dan jenjang pendidikan
yang digunakan dalam penelitian (peneliti melakukan penelitian pada
siswa SMA).
Sedangkan penelitian lain yang dilakukan oleh Fransisca Mely
(2009), dengan judul: “Pengaruh Metode Pembelajaran Kooperatif
Tipe TGT Terhadap Proses dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI IPA
SMA Stella Duce 1 Yogyakarta Pada Bahasan Posisi, Kecepatan, dan
Percepatan
Pada
Gerak
Dalam
Bidang”.
Kesimpulan
hasil
penelitiannya menunjukan bahwa pembelajaran menggunakan metode
Teams game Tournament (TGT) membuat aktivitas belajar siswa
lebih baik, siswa lebih terampil bekerja sama di kelas, proses belajar
siswa dengan menggunakan TGT meningkat dari pada metode
ceramah, tanggapan siswa dan guru terhadap metode TGT positif, dan
hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Untuk persamaan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
29
penelitian ini dengan penelitian yang akan dilakukan adalah samasama menggunakan metode pembelajaran Teams Game Tournament
(TGT) dan bertujuan meningkatkan hasil belajar siswa.
G. Kerangka Pemikiran
Kegiatan belajar mengajar adalah proses yang terjadi antara
guru dengan siswa. Dalam belajar siswa hendaknya ditempatkan
sebagai subjek didik bukan sebagai objek didik. Permasalahan yang
sering timbul dari siswa adalah kurangnya pemahaman siswa yang
terlihat dari hasil belajar yang kurang. Sedangkan kurangnya motivasi
siswa dalam belajar terlihat dari kurang aktif dalam pembelajaran di
kelas dan kurang tertariknya siswa terhadap pelajaran Biologi.
Untuk
meningkatkan
motivasi
dan
hasil
belajar
siswa
dibutuhkan metode pengajaran yang tepat dan sesuai dengan materi
yang diajarkan. Metode pembelajaran kooperatif Teams Game
Tournament (TGT) diharapkan dapat memotivasi siswa untuk lebih
giat belajar sehingga hasil belajar yang buruk dapat diperbaiki menjadi
lebih baik lagi. Dari uraian tersebut, maka kerangka berpikir dibuat
dengan bagan berikut ini:
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
30
Kondisi
awal
Tindakan
Guru
menggunakan
metode ceramah
Siswa masih pasif,
kurang termotivasi, dan
hasil belajar buruk
Peneliti menggunakan metode pembelajaran
kooperatif Teams Game Tournament (TGT)
Siklus I: menerapkan metode pengajaran Teams
Game Tournament (TGT)
Siklus II: menerapkan pembelajaran
metode TGT dan memperbaiki proses
pembelajaran siklus I
Hasil akhir
Diharapkan dapat meningkatkan
motivasi dan hasil belajar siswa
Gambar 4. Skema Kerangka Pemikiran
H. Hipotesa
Penerapan metode pembelajaran Teams Game Tournament (TGT)
dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa Kelas Khusus
Olahraga (KKO) X-G SMA Negeri 4 Yogyakarta pada materi dunia
hewan.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian tindakan
kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang
dilakukan di dalam kelas, yang bertujuan memperbaiki kinerja
mengajar, sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik.
Menurut Muslich (2010) penelitian tindakan kelas dilaksanakan secara
bertahap sampai penelitian ini berhasil. Prosedur tindakan dimulai dari
perencanaan, pelaksanaan, observasi dan evaluasi, serta analisis dan
refleksi.
Menurut
Suwandi
(2010)
PTK
berupaya
memperbaiki
pembelajaran agar menjadi lebih efektif. Oleh karena itu, PTK tidak
mengganggu proses belajar mengajar. Guru tidak perlu mengubah
jadwal di kelas yang sudah ada hanya untuk PTK. Guru atau peneliti
dapat menjalankan PTK seiring dengan jadwal pembelajaran yang
sudah ada.
Hal penting dalam PTK adalah tindakan nyata (action) yang
dilakukan guru atau guru bersama pihak lain untuk memecahkan
masalah yang dihadapi dalam proses belajar mengajar. Tindakan harus
direncanakan dengan baik dan dapat diukur tingkat keberhasilannya
dalam pemecahan masalah tersebut. Untuk menguji hasil dari
pelaksanaan PTK akan dilakukan berdasarkan siklus. Jika pada siklus
31
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
32
pertama belum dapat memecahkan masalah yang ada, maka akan
diadakan siklus berikutnya (siklus kedua) hingga permasalahan
tersebut dapat diatasi.
Gambar 5. Prosedur Penelitian Tindakan Kelas
B. Setting Penelitian
1. Tempat Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan di SMA Negeri 4 Yogyakarta.
2. Subjek Penelitian
Pada penelitian ini subjeknya adalah siswa Kelas Khusus Olahraga
(KKO) X-G SMA Negeri 4 Yogyakarta yang berjumlah 35 siswa
pada tahun ajaran 2012-2013 semester genap.
3. Objek Penelitian
Objek penelitian ini adalah motivasi dan hasil belajar siswa
mengenai materi filum Chordata.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
33
C. Prosedur Penelitian
Penelitian
ini
berbasis
kolaboratif,
sehingga
dalam
pelaksanaannya dilakukan berdasarkan kerja sama antara peneliti
dengan guru bidang studi Biologi yang berupaya untuk memperoleh
pengajaran yang efektif, sehingga memungkinkan adanya tindakan
revisi untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa terhadap
pelajaran Biologi. Dalam penelitian ini peneliti berperan sebagai guru
yang merancang tindakan pembelajaran sesuai dengan penelitian yang
dilakukan. Peneliti selalu berkonsultasi dengan guru bidang studi
Biologi
mengenai
perencanaan
awal,
perencanaan
tindakan,
pelaksanaan tindakan, observasi, evaluasi dan refleksi.
Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus, siklus I dan siklus II
merupakan kegiatan yang saling berkaitan. Hal tersebut karena siklus
II merupakan kelanjutan dan perbaikan dari siklus I. Pada tahapan
sebelum
siklus
I,
peneliti
terlebih
dahulu
mendiskusikan
permasalahan-permasalahan yang ada mengenai subjek yang akan
diteliti dengan guru di kelas atau guru bidang studi Biologi. Setelah
diskusi dan observasi awal selesai dilaksanakan, maka tahap
selanjutnya meliputi:
1. Siklus I
a. Perencanaan tindakan
1) Menemukan
permasalahan,
kemudian
peneliti
merencanakan tindakan yang akan dilakukan setelah
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
34
melakukan diskusi dengan guru Biologi yang mengajar
kelas yang akan dijadikan subjek penelitian.
2) Perencanaan tersebut meliputi model pembelajaran yang
digunakan, waktu, dan hari pelaksanaanya.
3) Peneliti juga memilih materi yang bermasalah dengan
siswa dan sudah memperoleh kesepakatan dengan guru
Biologi.
4) Selain itu, peneliti juga merancang program pembelajaran
seperti silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP),
dan kuisoner untuk mengukur motivasi siswa.
b. Pelaksanaan tindakan
Pada tahap pelaksanaan, peneliti melakukan pembelajaran
sesuai dengan rencana yang sudah dipersiapkan. Dalam
pelaksanaan, peneliti dibantu guru dan rekan sejawat yang
bertindak sebagai observer. Kemudian peneliti melakukan
pembelajaran dengan menggunakan metode kooperatif Teams
Game Tournament (TGT) dan diharapkan dapat memberi
perubahan sesuai dengan harapan peneliti dan guru.
Langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan
metode TGT adalah sebagai berikut:
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
35
1) Peneliti memberi pengantar materi filum Chordata
2) Guru membentuk kelompok diskusi, Kelompok terdiri dari
4 sampai 5 orang siswa yang anggotanya heterogen dilihat
dari prestasi akademik, jenis kelamin dan ras atau etnik.
3) Setelah siswa selesai berdiskusi, siswa diarahkan untuk
menjawab soal bergambar atau melengkapi tabel gambar
dalam permainan atau game TGT.
4) Turnamen dilaksanakan setelah pelaksanaan permainan
TGT,
yaitu
dengan
membentuk
kelompok
baru
berdasarkan kemampuan yang dilihat dari hasil pretes dan
menentukan perannya masing-masing.
5) Peran siswa dalam turnamen adalah sebagai pembaca soal,
penantang, dan pembaca jawaban. Pembaca soal dan
penantang bertugas menjawab soal pertanyaan, sedangkan
pembaca jawaban membacakan jawaban dari soal yang
benar dan juga bertugas sebagai pengatur waktu.
Pembagian peran bergantian searah jarum jam.
6) Turnamen dilaksanakan dengan menjawab pertanyaan
yang ada, jawaban yang paling benar dan lengkap akan
mendapat poin paling besar. Turnamen dilaksanakan
setelah guru melakukan presentasi kelas dan kelompok
sudah mengerjakan lembar kerja.
7) Menentukan pemenang kelompok dari hasil diskusi dan
turnamen, kelompok yang menang mendapat hadiah dari
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
36
guru. Team mendapat julukan “Good Team”, “Great
Team”, “Super Team”, dan “Special Team”.
Tabel 1. Kriteria Penialaian Penghargaan Tim
Kriteria
Predikat
Kurang dari 49
Good team
50 sampai 69
Great team
70 sampai 89
Super team
90 ke atas
Special team
c. Observasi
Observasi dilakukan saat pembelajaran berlangsung.
Pengamatan dilakukan oleh guru bidang studi Biologi dengan
teman sejawat. Aspek yang diamati adalah motivasi siswa saat
pembelajaran menggunakan metode TGT melalui lembar
observasi yang dibuat peneliti. Pengamatan juga dilakukan
dengan menggunakan kamera.
d. Evaluasi dan refleksi
Evaluasi dilakukan untuk
menentukan keberhasilan
penelitian dari hasil pelaksanaan. Peneliti mengevaluasi data
yang diperoleh berupa data penguasaan materi dari hasil postes
dan motivasi dari kuisioner. Evaluasi dilakukan untuk
mengetahui
pembelajaran
yang
masih
kurang
dan
memperbaikinya melalui tindakan selanjutnya.
Tahapan evaluasi adalah sebagai berikut:
1) Peneliti (bertindak sebagai guru) memberikan soal
evaluasi mengenai materi yang sudah dipelajari untuk
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
37
mengetahui pemahaman dan hasil belajar siswa dari
materi yang diajarkan dengan menggunakan metode TGT.
2) Peneliti memberi kuisioner mengenai motivasi siswa saat
pembelajaran dengan menggunakan metode TGT.
3) Peneliti melakukan pengukuran data dari hasil lembar
observasi motivasi, lembar kuisoner motivasi, dan hasil
belajar
siswa
untuk
mengetahui
keberhasilan
dan
peningkatan penelitian.
Refleksi dilakukan untuk merefleksikan pembelajaran
yang
sudah
dilakukan
dan
merefleksikan
hasil
pembelajaran guna tindak lanjut berikutnya.
2. Siklus II
Siklus II merupakan tindakan dari hasil analisis siklus I.
Siklus I digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan pembelajaran
siklus II, yaitu dengan memperbaiki kelemahan atau kekurangan
dari siklus I. Kegiatan pembelajarannya sama dengan proses
pembelajaran pada siklus I, yaitu dengan menggunakan metode
TGT. Siklus II juga melalui proses perencanaan, pelaksanaan,
observasi dan monitoring, evaluasi, dan refleksi. Tetapi terdapat
beberapa pembeda, yang merupakan hasil refleksi dari siklus I.
Pembeda yang dimaksud adalah memberikan fotocopy materi yang
akan disampaikan kepada setiap siswa di siklus II, sehingga waktu
saat menyampaikan materi menjadi lebih singkat dan menimbulkan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
38
interaksi antara guru dengan siswa. Selain itu, pada siklus II siswa
diberikan kebebasan untuk memilih anggota kelompoknya dalam
diskusi kelompok, hal tersebut bertujuan agar siswa dapat
berdiskusi dengan nyaman dan dapat bekerjasama antar anggota
dengan baik.
Pada siklus II akan diperoleh hasil akhir penelitian dari
perbandingan siklus I dengan siklus II. Melalui evaluasi siklus II,
dapat diketahui peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa dari
siklus I hingga siklus II.
Perbedaan antara siklus I dan siklus II adalah pada siklus I
digunakan sebagai percobaan pertama dalam menerapkan metode
TGT. Selama proses pembelajaran pada siklus I, siswa menerima
pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah metode TGT dalam
penelitian peneliti. Dari siklus I diperoleh hasil awal penelitian,
yang menjadi dasar pemikiran untuk langkah selanjutnya. Langkah
yang dimaksud adalah pelaksanaan siklus II. Pada siklus II, siswa
diberikan materi pelajaran yang berbeda dari siklus I tetapi tetap
dengan metode pembelajaran yang sama, yaitu metode TGT.
Materi pelajaran pada siklus I meliputi ciri-ciri Chordata, hubungan
hewan invertebrata dan vertebrata dalam filum Chordata, dan
klasifikasi filum Chordata yang meliputi hewan invertebrata
(Urochordata/Tunicata dan Cephalochordata) dan vertebrata (kelas
Agnata, Placodermi, Chondrichthyes, Osteichthyes, Amphibi,
Reptilia, dan Aves). Sedangkan materi pada siklus II adalah ciri-
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
39
ciri kelas mamalia, klasifikasi mamalia, dan peranan Chordata bagi
kehidupan.
D. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian ini meliputi:
1. Instrumen pembelajaran
a. Silabus
Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu atau kelompok
mata
pelajaran/tema
tertentu
yang
mencakup
standar
kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran,
kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk
penilaian, penilaian, alokasi waktu dan sumber belajar
(lampiran 1, halaman 97).
b. Rencana Program Pembelajaran (RPP)
RPP adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan
menajemen pembelajaran untuk mencapai satu atau lebih
kompetensi dasar yang telah dijabarkan dalam silabus. RPP
berisi petunjuk secara rinci, pertemuan demi pertemuan,
mengenai tujuan, ruang lingkup materi yang harus diajarkan,
kegiatan belajar mengajar, media, dan evaluasi yang harus
digunakan (lampiran 2, halaman 101).
c. Lembar Kerja Siswa (LKS)
LKS adalah lembaran yang berisi pedoman bagi siswa untuk
melakukan kegiatan yang terprogram. Setiap LKS berisikan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
40
antara lain: uraian singkat materi, tujuan kegiatan, alat atau
bahan yang diperlukan dalam kegiatan, langkah kerja,
pertanyaan–pertanyaan untuk didiskusikan, dan kesimpulan
hasil diskusi. LKS berperan untuk mengetahui hasil belajar
siswa dalam kerjasama kelompok. Perangkat LKS berupa soal
dan kunci jawaban (lampiran 3, halaman 115).
d. Materi pembelajaran
Materi yang diajarkan dalam penelitian ini adalah filum
Chordata. Filum chordata merupakan salah satu filum dari
dunia
hewan.
Subfilum
Chordata
meliputi
tunicata,
cephalochordata, dan vertebrata (lampiran 4, halaman 132).
e. Media permainan dan turnamen TGT
Permainan dan turnamen TGT merupakan bagian dari
pembelajaran dengan menggunakan metode Teams Game
Tournament (TGT). Media permainan adalah tabel permainan
TGT (lampiran 5, halaman 136). Sedangkan media turnamen
TGT adalah soal turnamen, kunci jawaban, dan lembar skor
(lampiran 6, halaman 141).
2. Instrumen Pengumpulan Data
a. Pretes
Perangkat pretes meliputi kisi-kisi, soal, dan kunci jawaban.
Pretes digunakan untuk mengetahui kemampuan dasar siswa
mengenai materi yang akan diajarkan. Tes ini dilaksanakan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
41
sebelum pembelajaran dimulai dan tes ini juga berperan dalam
menentukan
kelompok
turnamen
dalam
pembelajaran
menggunakan metode TGT (lampiran 7, halaman 147).
b. Tes evaluasi
Perangkat tes evaluasi meliputi kisi-kisi, soal, dan kunci
jawaban. Tes ini berupa postes siklus I dan postes siklus II dari
proses pembelajaran menggunakan metode TGT yang sudah
selesai dilaksanakan. Tes ini berupa pertanyaan pilihan ganda.
Tes evaluasi digunakan sebagai acuan menentukan hasil belajar
siswa dan untuk menentukan tindakan pengajaran selanjutnya
(lampiran 8, halaman 154).
c. Lembar observasi motivasi
Perangkat lembar observasi motivasi adalah kisi-kisi dan soal
pertanyaan. Lembar observasi digunakan dalam diskusi
kelompok dan turnamen TGT. Lembar observasi motivasi
siswa berisi pertanyaan mengenai motivasi siswa saat
pembelajaran menggunakan metode TGT (lampiran 9,
halaman 165).
d. Kuisioner motivasi
Perangkat kuisioner adalah kisi-kisi dan soal pernyataan.
Kuisioner ini berisi pertanyaan atau pernyataan mengenai
motivasi siswa dalam proses pembelajaran menggunakan
metode TGT. Kuisioner digunakan untuk mengetahui motivasi
belajar siswa (lampiran 10, halaman 171).
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
42
E. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh data-data dan
keterangan yang dibutuhkan oleh peneliti. Berikut ini metode-metode
pengumpulan data yang diperlukan:
1. Metode dokumentasi
Pengambilan foto-foto proses pembelajaran menggunakan metode
TGT yang digunakan sebagai bukti telah diadakannya penelitian
tindakan kelas (PTK) dan merekam kegiatan siswa. Selain itu, hasil
kuisioner siswa juga digunakan untuk mengukur mengukur
motivasi siswa.
2. Metode diskusi
Bentuk interaksi dan komunikasi antara peneliti dengan guru
bidang studi Biologi. Bahan diskusi berupa kondisi belajar
mengajar di kelas yang dijadikan subjek penelitian dan
permasalahan yang ada.
3. Metode observasi
Pengambilan data dilakukan dari pengamatan langsung di kelas
dari keaktifan siswa untuk mengetahui motivasi belajar siswa.
4. Metode tes
Metode ini digunakan untuk mengetahui data hasil belajar siswa
selama proses pembelajaran menggunakan metode TGT. Teknik
pengumpulan data dengan menggunakan pretes dan postes.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
43
F. Analisis Data
Analisis data penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif dan
kualitatif. Berikut ini macam-macam analisis data yang digunakan:
1. Analisis Kuantitatif
a. Analisis data motivasi siswa
1) Analisis data observasi diskusi kelompok
Jumlah pernyataan atau deskriptor dari penjabaran
indikator yang diamati adalah 10, dengan skor kelompok
dari observasi masing-masing siswa yaitu antara 0–5, skor
maksimal 5 dan skor minimal 0. Kriteria penskoran siswa
dilihat dari hasil observasi diskusi kelompok yaitu: jika
semua siswa yang melaksanakan deskriptor mendapat skor
5, empat siswa yang melaksanakan deskriptor mendapat
skor 4, tiga siswa yang melaksanakan deskriptor mendapat
skor 3, dua siswa yang melaksanakan deskriptor mendapat
skor 2, dan satu siswa yang melaksanakan deskriptor
mendapat skor 1. Sedangkan kelompok yang semua
anggotanya tidak melaksanakan deskriptor mendapat skor
0.
Jumlah kelompok dalam diskusi adalah 7 kelompok
dengan jumlah anggota setiap kelompok yang bermacammacam, bergantung pada siswa yang hadir saat pelaksanaan
diskusi. Skor total kelompok maksimum dari lembar
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
44
observasi diskusi kelompok adalah 50 dan skor total
kelompok minimum adalah 0.
2) Analisis data observasi turnamen TGT
Jumlah pernyataan atau deskriptor dari penjabaran
indikator yang diamati adalah 10, dengan skor kelompok
dari observasi masing-masing siswa yaitu antara 0–5.
Kriteria penskoran siswa dilihat dari hasil observasi
turnamen TGT yaitu: jika semua siswa yang melaksanakan
deskriptor mendapat skor 5, lima siswa yang melaksanakan
deskriptor mendapat skor 4, tiga siswa yang melaksanakan
deskriptor mendapat skor 3, dua siswa yang melaksanakan
deskriptor mendapat skor 2, dan satu siswa yang
melaksanakan deskriptor mendapat skor 1. Sedangkan
kelompok yang semua anggotanya tidak melaksanakan
deskriptor mendapat skor 0.
Jumlah kelompok dalam turnamen TGT adalah 5
kelompok, yaitu A,B,C,D, dan E dengan jumlah anggota
setiap kelompok yang bermacam-macam, bergantung pada
siswa yang hadir saat pelaksanaan turnamen TGT. Skor
total kelompok maksimum dari lembar observasi turnamen
TGT adalah 50 dan skor total kelompok minimum adalah
10.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
45
Persentase
skor
motivasi kelompok dari hasil
observasi diskusi kelompok dan observasi turnamen TGT
digunakan rumus penghitungan sebagai berikut:
% skor =
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑘𝑒𝑙𝑜𝑚𝑝𝑜𝑘
𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙 𝑥 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎 ℎ 𝑝𝑒𝑟𝑛𝑦𝑎𝑡𝑎𝑎𝑛
x 100%
Jumlah skor total kelompok dan skor maksimal bergantung
pada jumlah anggota kelompok. Persentase skor kelompok
yang dinyatakan mencapai target yang diharapkan adalah
persentase kelompok yang masuk dalam kategori tinggi.
Persentase skor total siswa berdasarkan kategori
yang diperoleh, berikut rumus perhitungannya :
% kategori siswa =
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 ℎ 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑠𝑒𝑡𝑖𝑎𝑝 𝑘𝑎𝑡𝑒𝑔𝑜𝑟𝑖
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 ℎ 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎
x 100%
Parameter persentase sikap dan perilaku siswa pada analisis
observasi diskusi kelompok dan permainan TGT adalah
sebagai berikut :
Tabel 2. Kriteria Persentase Motivasi Diskusi Kelompok dan
Turnamen TGT
Kualifikasi skor yang
Kategori
diperoleh
66,68% - 100%
Tinggi
33,34% - 66,67%
Sedang
0% - 33,33%
Rendah
3) Analisis kuisioner motivasi belajar siswa
Lembar kuisioner motivasi berisi pernyataan positif
dan negatif dengan jumlah total pernyataan 20 dan dengan
alternatif jawaban sangat setuju (SS), setuju (S), tidak
setuju (TS), dan sangat tidak setuju (STS). Skor butir
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
46
kuisioner maksimal adalah 4, berikut ini kriteria penskoran
kuisioner motivasi belajar siswa:
Pernyataan
jawaban skor
Tabel 3. Skor Butir Kuisioner
Pernyataan positif
SS
S
TS
STS
4
3
2
1
Pernyataan negatif
SS
S
TS STS
1
2
3
4
Tabel 4. Pedoman Penskoran Kuisioner
Pernyataan
Banyak
Skor
Skor
Pernyataan
Minimal
Maksimal
Positif
10
10
40
Negatif
10
10
40
Jumlah
20
20
80
Menghitung persentase siswa dari hasil pengisian lembar
kuisioner dengan menggunakan rumus berikut ini:
Skor siswa=
𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎
𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑏𝑢𝑡𝑖𝑟 𝑘𝑢𝑖𝑠𝑖𝑜𝑛𝑒𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙 𝑥 ∑ 𝑝𝑒𝑟𝑛𝑦𝑎𝑡𝑎𝑎𝑛
x 100%
Persentase skor total siswa berdasarkan kategori yang
diperoleh, berikut rumus perhitungannya :
% kategori siswa =
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 ℎ 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑠𝑒𝑡𝑖𝑎𝑝 𝑘𝑎𝑡𝑒𝑔𝑜𝑟𝑖
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 ℎ 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎
x 100%
Dengan parameter persentase sikap dan perilaku siswa pada
analisis
kuisioner
motivasi
belajar
siswa,
berikut
penjabarannya:
Tabel 5. Kriteria Persentase Motivasi Belajar Siswa Melalui
Kuisioner
Kualifikasi skor yang
Kategori
diperoleh
66,68% - 100%
Tinggi
33,34% - 66,67%
Sedang
0% - 33,33%
Rendah
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
47
Persentase skor siswa yang dinyatakan mencapai target
yang diharapkan adalah persentase siswa yang masuk dalam
kategori tinggi.
b. Analisis tes evaluasi hasil belajar
1) Perhitungan ketuntasan individu
Batas ketuntasan hasil belajar Biologi SMA Negeri 4
Yogyakarta adalah dengan nilai 75, jadi siswa yang nilainya
< 75 hasil belajarnya tidak tuntas. Oleh karena itu
digunakan rumus penghitungan sebagai berikut:
Skor =
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 ℎ 𝑏𝑢𝑡𝑖𝑟 𝑠𝑜𝑎𝑙 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑗𝑎𝑤𝑎𝑏 𝑏𝑒𝑛𝑎𝑟
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 ℎ 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑠𝑜𝑎𝑙
x 100
2) Perhitungan ketuntasan klasikal
Ketuntasan klasikal=
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 ℎ 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑢𝑛𝑡𝑎𝑠 𝑏𝑒𝑙𝑎𝑗𝑎 𝑟
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 ℎ 𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢 ℎ 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎
x 100%
3) Perhitungan skor rata-rata kelas
Rata-rata kelas =
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢 ℎ 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 ℎ 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎
2. Analisis Kualitatif
Analisis
kualitatif
adalah
prosedur
penelitian
yang
menghasilkan data deskriptif berupa ucapan atau tulisan dan
perilaku orang-orang yang diamati. Analisis kualitatif bertujuan
untuk mendapatkan pemahaman yang sifatnya umum terhadap
kenyataan sosial siswa di kelas dari perpektif partisipan.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
48
a. Analisis data tes
Hasil dari analisis tes siswa yang dalam bentuk angka atau
kuantitatif diintepretasikan dalam bentuk deskriptif secara
kualitatif.
b. Analisis data observasi
Hasil dari analisis data observasi siswa yang dalam bentuk
angka atau kuantitatif diintepretasikan dalam bentuk deskriptif
secara kualitatif.
c. Analisis data kuisioner
Hasil dari analisis data kuisioner siswa yang dalam bentuk
angka atau kuantitatif diintepretasikan dalam bentuk deskriptif
secara kualitatif.
d. Validitas
Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah content
validity (validitas isi). Validitas isi adalah pengukuran
kesesuaian isi dari instrumen yang digunakan dengan tujuan
penelitian. Validitas isi berupa soal tes dengan kisi-kisi.
Pengujian validitas isi dapat dibantu dengan menggunakan kisikisi dan pendapat dari ahli (Suparno, 2007). Instrumen
penelitian ini didiskusikan terlebih dahulu dengan dosen
pembimbing dan guru mata pelajaran Biologi di sekolah.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
49
G. Indikator Keberhasilan
Indikator keberhasilan penelitian ini adalah hasil belajar (tes
tertulis) dan motivasi belajar (lembar observasi dan kuisioner).
No
1.
2.
Tabel 6. Indikator Keberhasilan
Variabel
Target
Instrumen
Motivasi
Motivasi belajar siswa a. Lembar observasi
belajar
setelah
mengikuti
diskusi kelompok
siswa
pembelajaran
75%
dan turnamen TGT
masuk kategori tinggi.
siklus I dan siklus
II.
b. Kuisioner motivasi
belajar siklus II
(kuisioner motivasi
awal
belum
terukur).
Hasil
Skor rata-rata kelas 76 a. Pretes (tes awal)
belajar
dan capaian Kriteria b. Postes siklus I dan
aspek
Ketuntasan Minimum
siklus II
kognitif
(KKM) 75%
Peneliti mentargetkan capaian Kriteria Ketuntasan Minimum
(KKM) sebesar 75% yang lebih kecil dari rata-rata ketuntasan tiap
kelas SMA Negeri 4 Yogyakarta sebesar 80%, karena dari hasil
observasi peneliti selama Pelaksanaan Program Lapangan (PPL) di
Kelas Khusus Olahraga (KKO) untuk pelajaran Biologi belum
mencapai target KKM sekolah. Peneliti berpendapat bahwa target
KKM sekolah terlalu tinggi untuk siswa KKO. Hal tersebut karena
siswa Kelas Khusus Olahraga (KKO) yang berbeda dari kelas reguler
lainnya. Siswa Kelas Khusus Olahraga (KKO) cenderung lebih aktif
dalam kegiatan olahraga dan kurang tertarik pada pelajaran lain (lebih
fokus pada pelajaran olahraga).
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
50
H. Personalia Penelitian
Penelitian ini melibatkan guru Biologi SMA Negeri 4
Yogyakarta dan peneliti dibantu oleh 4 observer.
1. Putu Juni Widiastuti, peneliti yang bertindak sebagai guru dan
observer 1 pada siklus I.
2. Dra. Wardhani Indah Evyanti, guru Biologi SMA Negeri 4
Yogyakarta.
3. Dwi Apriani, observer 2 pada siklus I dan II.
4. Tri Liniarti, observer 3 pada siklus I dan II.
5. Veronica Dara Kumalasari, observer 4 pada siklus I dan II.
6. Florian Makin P., observer 5 pada siklus II (pengganti peran
peneliti sebagai observer).
Peran observer adalah mengobservasi kelompok dalam diskusi
kelompok (7 kelompok) dan turnamen TGT (5 kelompok). Peneliti dan
observer 5 mengobservasi 1 kelompok diskusi dan 2 kelompok
turnamen TGT. Sedangkan observer 2,3, dan 4 mengobservasi 2
kelompok diskusi dan 1 kelompok turnamen TGT.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Kegiatan Penelitian
Penelitian Tindakan Kelas dengan menerapkan metode Teams
Game Tournament (TGT) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar
siswa telah dilaksanakan pada siswa Kelas Khusus Olahraga (KKO) X-G
SMA Negeri 4 Yogyakarta. Kelas Khusus Olahraga (KKO) adalah kelas
yang mewadahi peserta didik dengan minat dan bakat pada berbagai
bidang olahraga. Kegiatan belajar mengajar di Kelas Khusus Olahraga
(KKO) pada dasarnya sama dengan kegiatan di kelas reguler, hanya saja
bobot materi olahraga lebih banyak dan mendalam dengan adanya
pertambahan jam pelajaran. Selain aspek akademik, evaluasi terhadap
peserta didik di kelas ini juga ditekankan pada kondisi fisik, kematangan
mental dan prestasi di cabang olahraga.
Pemilihan materi filum chordata yang merupakan sub-bab dunia
hewan adalah karena materi-materi pada filum chordata terdapat banyak
nama-nama
ilmiah
hewan
yang
membuat
siswa
susah
untuk
mengingatnya. Sehingga pemilihan metode Teams Game Tournament
(TGT) adalah metode pembelajaran yang tepat untuk materi filum
chordata. Pembelajaran dengan menerapkan metode Teams Game
Tournament (TGT) yang meliputi diskusi kelompok, permainan,
turnamen, dan pemberian hadiah dalam proses pembelajarannya, membuat
51
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
52
siswa semangat untuk belajar. Siswa belajar sambil bermain yang
membuat siswa belajar dengan senang dan nyaman. Sehingga metode
Teams Game Tournament (TGT) adalah metode pembelajaran yang tepat
diterapkan pada materi filum chordata di Kelas Khusus Olahraga (KKO).
Dalam penelitian ini, peneliti juga bertindak sebagai guru dalam
memberikan materi pelajaran. Penelitian ini berlangsung hingga 2 siklus,
berikut ini hasil dari masing-masing siklus.
1. Pelaksanaan Penelitian
a. Siklus I
1) Perencanaan
Sebelum penelitian dilaksanakan, peneliti terlebih
dahulu melakukan perencanaan. Tahap awal perencanaan
adalah dengan melakukan observasi dan wawancara. Observasi
dilakukan
pada
saat
peneliti
melaksanakan
Program
Pengalaman Lapangan (PPL) dengan mengajarkan pelajaran
Biologi di Kelas Khusus Olahraga (KKO) X-G SMA Negeri 4
Yogyakarta.
Hasil dari observasi adalah siswa kurang termotivasi
untuk belajar karena siswa lebih fokus dalam pembelajaran
olahraga dan sedikit mengabaikan pelajaran lainnya, sehingga
mempengaruhi hasil belajar siswa, yaitu dengan banyaknya
siswa yang mendapatkan hasil dibawah KKM (Kriteria
Ketuntasan Minimum).
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
53
Tahap kedua ialah dengan melakukan identifikasi
masalah dan menentukan alternatif pemecahan masalah.
Menentukan materi pembelajaran yang bermasalah dan
motivasi siswa yang kurang. Setelah menentukan materi
pembelajaran dan mengukur motivasi siswa, dilakukan
persiapan sebagai berikut ini :
a) Menyusun
perangkat
instrumen
penelitian
yang
menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe TGT, yang
meliputi silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP), materi pembelajaran, Lembar Kerja siswa (LKS),
kisi-kisi soal pretes dan postes, soal-soal tes baik untuk
pretes maupun postes, dan kunci jawaban LKS, pretes dan
postes.
b) Menyusun perangkat instrumen pengukuran motivasi dari
lembar observasi dan kuisioner. Lembar observasi meliputi
kisi-kisi lembar observasi diskusi dan turnamen TGT,
lembar observasi diskusi kelompok, lembar observasi dan
turnamen TGT, soal turnamen TGT, lembar skoring
turnamen TGT, kunci jawaban soal turnamen TGT.
Sedangkan kuisioner meliputi kisi-kisi dan soal pertanyaan.
c) Merancang dan menyiapkan segala alat dan bahan yang
akan digunakan dalam penelitian, yang meliputi kartu soal
dan jawaban, kartu gambar, tabel gambar, bahan presentasi,
dan penghargaan kelompok.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
54
2) Pelaksanaan Tindakan
Pembelajaran siklus I dilaksanakan dalam dua kali
pertemuan (setiap satu kali pertemuan terdiri dari 2 jam
pelajaran) pada jam pelajaran ke tujuh hingga jam pelajaran ke
delapan yaitu dari pukul 12.20 WIB sampai dengan pukul
13.50 WIB. Pelaksanaan pembelajaran siklus I dilaksanakan di
Kelas Khusus Olahraga X-G SMA Negeri 4 Yogyakarta dan di
ruang AVA.
Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Selasa,
tanggal 30 April 2013. Jumlah total siswa yang mengikuti
semua kegiatan belajar mengajar dengan data nilai yang
lengkap selama penelitian adalah 29 siswa dari jumlah seluruh
siswa Kelas Khusus Olahraga (KKO) yang berjumlah 35 siswa.
Pembelajaran diawali dengan melaksanakan pretes mengenai
materi dunia hewan, khususnya filum chordata. Tes ini
bertujuan untuk mengetahui pengetahuan awal siswa mengenai
materi yang akan diajarkan dan untuk membagi siswa dalam
kelompok turnamen dari hasil pretes. Pelaksanaan pretes
berlangsung selama 15 menit.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
55
Gambar 6. Pelaksanaan Pretes siklus I
Data hasil pretes yang dianalisis adalah 29 siswa. Hasil
pretes menunjukkan bahwa siswa yang tuntas atau mencapai
Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) berjumlah 1 siswa dari
29 siswa, dengan rata-rata nilai 56,72 dan ketuntasan
klasikal/pencapaian prosentase Kriteria Ketuntasan Minimum
(KKM)
3,45%.
Berikut
ini
hasil
pretes
yang
sudah
dilaksanakan:
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Tabel 7. Analisis Hasil Belajar Siswa Awal (Pretes)
Jenis Data yang Diamati
Hasil yang Diperoleh
Nilai tertinggi
80
Nilai terendah
25
Jumlah siswa yang tuntas Kriteria
1 siswa
Ketuntasan Minimum (KKM) >75
Jumlah siswa yang tidak tuntas
28 siswa
Kriteria
Ketuntasan
Minimum
(KKM) <75
Rata-rata kelas
56,72
Ketuntasan klasikal
3,45 %
Target keberhasilan skor rata-rata
76
kelas
Target keberhasilan capaian Kriteria
75%
Ketuntasan Minimum (KKM)
Kualifikasi
Belum tuntas
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
56
(keterangan lebih lengkap mengenai hasil pretes siswa
terdapat pada lampiran 11 halaman 174, lembar pretes dengan
nilai tertinggi pada lampiran 12 halaman 175, dan lembar
pretes dengan nilai terendah pada lampiran 13 halaman 180).
Setelah pretes selesai dilaksanakan, peneliti meminta
siswa untuk mengumpulkannya dan selanjutnya peneliti
memberi materi. Materi yang diajarkan pada pertemuan
pertama siklus I adalah ciri-ciri filum chordata, klasifikasi
filum chordata, hubungan invertebrata dan vertebrata dalam
filum chordata, dan klasifikasi subfilum vertebrata.
Kegiatan selanjutnya adalah peneliti membagi siswa
dalam kelompok diskusi, dengan masing-masing kelompok
terdiri dari 4 sampai 5 siswa, satu kelompok dengan jumlah
anggota 4 siswa dan enam kelompok dengan jumlah anggota 5
siswa. Setelah kelompok diskusi terbentuk, peneliti memberi
mereka tugas untuk mengerjakan Lembar Kerja Siswa 1 (LKS
1) dengan masing-masing anggota memiliki partisipasi dalam
menyelesaikannya. Akan tetapi karena keterbatasan waktu,
siswa melaksanakan diskusi dengan menyelesaikan Lembar
Kerja Siswa 1 (LKS 1) pada pertemuan selanjutnya. Selain itu,
peneliti juga memberi tugas yang dikerjakan di rumah kepada
masing-masing siswa yaitu mengerjakan Lembar Kerja Siswa
2 (LKS 2), hal ini bertujuan agar lebih memperdalam
pemahaman siswa terhadap materi yang sudah dipelajari.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
57
Lembar Kerja Siswa 1 (LKS 1) dan Lembar Kerja Siswa 2
(LKS 2) masing-masing dikumpulkan dan dibahas pada
pertemuan selanjutnya.
Pertemuan ke dua pada hari Selasa, 07 Mei 2013 yang
diawali dengan melanjutkan kembali diskusi kelompok. Setelah
semua kelompok selesai melaksanakan diskusi kelompok
dengan menjawab semua pertanyaan pada Lembar Kerja Siswa
1 (LKS 1), peneliti membimbing siswa untuk membahas hasil
diskusi kelompok. Masing-masing perwakilan kelompok
mengemukakan hasil diskusi dan kelompok lain menanggapi
jika jawaban dari kelompok mereka berbeda. Setelah semua
kelompok mengemukakan hasil diskusi, peneliti memberi
sedikit penjelasan dan meminta siswa untuk mengumpulkan
hasil diskusi kelompok berupa Lembar Kerja Siswa 1 (LKS 1)
dan Lembar Kerja Siswa 2 (LKS 2) yang sudah dikerjakan
siswa di rumah.
Gambar 7. Diskusi Kelompok Siklus I
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
58
Setelah
kegiatan
semua
tugas-tugas
pembelajaran
dilanjutkan
siswa
dengan
dikumpulkan,
melakukan
permainan tebak gambar dan turnamen TGT. Sebelum
permainan tebak gambar dan turnamen TGT dilaksanakan,
peneliti terlebih dahulu menjelaskan langkah-langkah dan
peraturan pelaksanaannya.
Kegiatan yang lebih dahulu dilaksanakan adalah
permainan tebak gambar. Kegiatan permainan tebak gambar
adalah siswa berkumpul dalam kelompok yang sama seperti
dalam diskusi kelompok, kemudian peneliti membagikan kartu
gambar-gambar hewan filum chordata kepada masing-masing
kelompok. Kartu gambar yang diberikan kepada masingmasing kelompok berjumlah 4 kartu gambar. Setelah masingmasing kelompok sudah memiliki kartu gambar, peneliti
meminta siswa untuk mencocokkan dan menempelkan kartu
gambar tersebut pada tabel klasifikasi subfilum vertebrata yang
siswa anggap sesuai dan benar. Selanjutnya peneliti bersama
siswa membahas hasil permainan tebak gambar dengan
mengkoreksi kartu gambar yang ditempel pada tabel klasifikasi
subfilum vertebrata sudah benar atau tidak. Setiap kartu
gambar yang ditempelkan pada tabel klasifikasi subfilum
vertebrata dengan benar, kelompok tersebut mendapatkan poin.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
59
Gambar 8. Siswa Melaksanakan Permainan Tebak Gambar
Siklus I
Setelah permainan tebak gambar selesai dilaksanakan,
pembelajaran kemudian memasuki kegiatan turnamen TGT.
Kegiatan turnamen TGT adalah siswa berkumpul dalam
kelompok baru yang dibentuk berdasarkan hasil pretes siswa.
Turnamen TGT dibagi ke dalam 5 kelompok yang masingmasing dengan jumlah anggota 6 sampai 7 siswa. Sebelum
melaksanakan
turnamen
TGT,
peneliti
terlebih
dahulu
menjelaskan langkah-langkah kerjanya dan setelah semua
siswa paham, peneliti membagi siswa dalam kelompok dengan
nama kelompok A, B, C, D, E dan siswa berkumpul dengan
kelompok masing-masing.
Dalam turnamen alat-alat yang digunakan adalah kartu
soal, kartu jawaban, handphone sebagai timer, dan lembar skor.
Setiap kelompok, anggotanya duduk membentuk lingkaran dan
membagi peran. Masing-masing anggota memiliki peran
sebagai pembaca soal, penantang, pembaca kunci jawaban,
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
60
timer, dan menulis skor. Jumlah penantang masing-masing
kelompok disesuaikan dengan jumlah anggota kelompok dan
pembaca kunci jawaban juga berperan sebagai timer serta
penulis skor.
Permainan dimulai dari pembaca soal yang mengambil
kartu soal dan membacanya kemudian menjawabnya, dan timer
memulai menghitung waktunya. Seandainya pembaca soal
tidak bisa menjawab dengan benar atau menjawabnya masih
kurang tepat, maka peran penantang yang menjawab atau
melengkapinya. Penantang-penantang lainnya akan melengkapi
jika seandainya jawaban dari penantang 1 masih belum tepat.
Setelah jawaban disebutkan dengan benar atau belum ada yang
menjawab dengan benar dari pembaca soal hingga penantang
terakhir, maka pembaca kunci jawaban akan membacakan
kunci jawaban dan menuliskan skor yang diperoleh siswa.
Turnamen TGT ini terus berlangsung hingga semua anggota
mengalami masing-masing peran dan pembagian peran
dilakukan berdasarkan perputaran arah jarum jam.
Setelah turnamen selesai dilaksanakan, skor masingmasing siswa dijumlahkan dan siswa kembali ke kelompok
diskusi untuk dijumlahkan skor total dari skor diskusi
kelompok, permainan tebak gambar, dan turnamen TGT.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
61
3) Observasi
Pengamatan motivasi siswa dalam diskusi kelompok
dan turnamen TGT dilakukan oleh 3 observer yang membantu
peneliti untuk mengetahui aktivitas siswa yang menunjukkan
munculnya motivasi siswa. Berikut ini hasil pengamatan
motivasi siswa dalam diskusi kelompok dan turnamen TGT :
Tabel 8. Hasil Observasi Diskusi Kelompok Siklus I
Kualifikasi skor
Jumlah
Kategori
Prosentase
yang diperoleh
siswa
skor
66,68% - 100%
16
Tinggi
55,17%
33,34% - 66,67%
5
Sedang
17,24%
0% - 33,33%
8
Rendah
27,59%
Jumlah total siswa
29
Dari tabel di atas diketahui bahwa terdapat 55,17%
siswa yang masuk dalam kategori tinggi, 17,24% siswa masuk
dalam kategori sedang, dan 27,59% siswa masuk dalam
kategori sangat rendah. (keterangan lebih lengkap mengenai
hasil observasi diskusi kelompok siklus I terdapat pada
lampiran 14 halaman 184, lembar observasi diskusi kelompok
dengan nilai tertinggi pada lampiran 15 halaman 185, dan
lembar observasi diskusi kelompok dengan nilai terendah pada
lampiran 16 halaman 187).
Tabel 9. Hasil Observasi Turnamen TGT Siklus I
Kualifikasi skor
Jumlah
Kategori
Prosentase
yang diperoleh
siswa
skor
66,68% - 100%
24
Tinggi
82,76%
33,34% - 66,67%
5
Sedang
17,24%
0% - 33,33%
0
Rendah
0%
Jumlah total siswa
29
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
62
Berdasarkan tabel 9, diketahui bahwa terdapat 82,76%
siswa yang masuk dalam kategori tinggi dan 17,24% siswa
yang masuk dalam kategori sedang. (keterangan lebih lengkap
mengenai hasil observasi turnamen TGT siklus I terdapat pada
lampiran 17 halaman 189, lembar observasi turnamen TGT
dengan nilai tertinggi pada lampiran 18 halaman 190, dan
lembar observasi turnamen TGT dengan nilai terendah pada
lampiran 19 halaman 192).
Evaluasi siklus I dilaksanakan pada pertemuan ke tiga
pada hari Selasa tanggal 14 Mei 2013, dengan data siswa yang
dianalisis berjumlah 29 siswa. Siswa mengerjakan postes
selama 15 menit, berikut ini hasil dari postes siklus I :
Tabel 10. Analisis Hasil Belajar Siswa siklus I (Postes siklus I)
No
Jenis Data yang Diamati
Hasil yang Diperoleh
1 Nilai tertinggi
75
2 Nilai terendah
25
3 Jumlah siswa yang tuntas Kriteria
1 siswa
Ketuntasan Minimum (KKM) >75
4 Jumlah siswa yang tidak tuntas
28 siswa
Kriteria
Ketuntasan
Minimum
(KKM) <75
5 Rata-rata kelas
49,48
6 Ketuntasan klasikal
3,45%
7 Target keberhasilan awal skor rata76
rata kelas
8 Target keberhasilan capaian Kriteria
75%
Ketuntasan Minimum (KKM)
9 Kualifikasi
Belum tuntas
Dari tabel di atas diketahui bahwa hanya 1 siswa yang
tuntas Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) dari 29 siswa
dengan rata-rata nilai 49,48 dan prosentase pencapaian Kriteria
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
63
Ketuntasan Minimum (KKM) 3,45%. (keterangan lebih
lengkap mengenai hasil postes siklus I siswa terdapat pada
lampiran 20 halaman 194, lembar nilai postes siklus I dengan
nilai tertinggi pada lampiran 21 halaman 195, dan lembar
nilai postes siklus I dengan nilai terendah pada lampiran 22
halaman 200).
4) Refleksi
Refleksi dilaksanakan setelah pembelajaran siklus I
selesai dilaksanakan. Hasil dari refleksi akan digunakan
sebagai bahan perbaikan pada siklus selanjutnya. Berikut ini
hasil dari refleksi pembelajaran siklus I.
Proses
pelaksanaaan
pembelajaran
dengan
menggunakan metode TGT sudah dilaksanakan sesuai rencana,
tetapi masih kurang dalam manajemen waktu, sehingga
pelaksanaan pembelajaran yang seharusnya pretes, pemberian
materi, dan diskusi kelompok diselesaikan dalam satu kali
pertemuan terpaksa dilanjutkan pada pertemuan selanjutnya.
Proses
pembelajaran hanya
kelompok
diskusi,
sehingga
sampai
pada
pembentukan
masing-masing
kelompok
diberikan Lembar Kerja Siswa 1 (LKS 1) untuk dikerjakan dan
dibahas pada pertemuan selajutnya. Hal ini disebabkan siswa
yang banyak bertanya dan mencatat materi yang peneliti
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
64
jelaskan
dan
mengakibatkan
pembelajaran
banyak
menghabiskan waktu saat pemberian materi.
Respon siswa cukup baik, yaitu dengan ada beberapa
siswa yang bertanya mengenai materi yang kurang jelas. Tetapi
hal tersebut juga dibarengi dengan beberapa siswa yang kurang
memperhatikan jalannya pembelajaran dengan sibuk sendiri
dan mengobrol dengan teman sebangku. Hal ini membuat
peneliti sering menghampiri siswa yang kurang memperhatikan
tersebut dan menegur mereka.
Pada saat diskusi kelompok, siswa susah diatur untuk
bergabung dalam kelompok yang ditentukan peneliti. Siswa
beralasan merasa kurang nyaman dan tidak bisa bekerja sama.
Selain itu juga disebabkan jumlah siswa laki-laki dan
perempuan yang tidak seimbang, yaitu jumlah siswa laki-laki
lebih banyak dibandingkan jumlah siswa perempuan. Oleh
karena itu, peneliti membentuk kembali kelompok-kelompok
baru agar membuat siswa nyaman dalam belajar berkelompok.
Jumlah kelompok diskusi adalah 7 kelompok dengan 3
kelompok yang dalam kelompoknya terdapat siswa laki-laki
dan perempuan dan 4 kelompok yang hanya terdiri dari siswa
laki-laki saja. Pelaksanaan diskusi kelompok tidak tuntas dalam
satu kali pertemuan. Pembentukan dan penyerahan tugas
kelompok diskusi pada pertemuan pertama,
sedangkan
penyelesaian dan pembahasan Lembar Kerja Siswa 1 (LKS 1)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
65
dan Lembar Kerja Siswa 2 (LKS 2) pada pertemuan kedua.
Dalam pelaksanaan diskusi kelompok, peneliti dibantu oleh 3
observer. Obeserver membatu dalam mengobservasi siswa saat
melaksanakan diskusi kelompok.
Pelaksanaan permainan tebak gambar dan turnamen
TGT dilaksanakan pada pertemuan kedua. Pada saat permainan
tebak gambar, siswa terlihat antusias dan semangat. Sedangkan
dalam turnamen TGT siswa terlihat masih binggung, sehingga
pelaksanaan turnamen TGT menjadi kurang efektif. Selain itu,
dalam turnamen, peneliti dibantu 3 observer yang membantu
mengobservasi siswa saat melaksanakan turnamen.
Berdasarkan hasil yang diperoleh pada pembelajaran
siklus I belum mencapai target yang diharapkan. Hasil pretes
dan postes siklus I tidak tuntas dengan sama-sama memperoleh
ketuntasan klasikal 3,45%. Tetapi berbeda pada skor rata-rata
kelas, skor rata-rata pretes sebesar 56,72 lebih besar dari skor
rata-rata postes siklus I yaitu 49,48. Perbedaan skor rata-rata
dikarenakan pada saat siswa mengerjakan pretes banyak siswa
yang tidak jujur, seperti mencontek teman dan mencontek di
buku, selain itu juga karena kurangnya pengawasan peneliti
saat
mengawasi
siswa.
Sehingga
banyak
siswa
yang
memperoleh hasil yang cukup baik, walaupun hasil tersebut
belum mencapai target Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM).
Sedangkan pada saat siswa mengerjakan postes siklus I,
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
66
peneliti lebih teliti dalam mengawasi siswa, yaitu sebelum
postes dilaksanakan, peneliti meminta siswa mengumpulkan
semua buku catatan pelajaran Biologi maupun pelajaran
lainnya di meja guru dan hanya pena atau pensil yang ada di
atas meja siswa. Selain itu, tempat duduk siswa juga diatur
jaraknya, sehingga jarak tempat duduk antar siswa lebih terlihat
dan mencegah atau menghindari siswa untuk mencontek.
Kurang aktifnya siswa saat melaksanakan diskusi dan
turnamen TGT juga turut mempengaruhi hasil belajar siswa.
Maka untuk memperbaiki hasil belajar pada siklus selanjutnya,
peneliti melakukan perbaikan langkah-langkah pembelajaran.
Sehingga dapat memberi kenyamanan siswa dalam belajar.
b. Siklus II
1) Perencanaan
Perencanaan siklus II, dilakukan berdasarkan hasil yang
dicapai pada siklus I. Pencapaian hasil siklus I belum sesuai
target yang diinginkan. Langkah-langkah pembelajaran siklus
II secara umum sama dengan siklus I, hanya saja terdapat
beberapa pembeda yang merupakan hasil refleksi dari siklus I.
Berikut ini yang membedakan siklus II dengan siklus I :
Peneliti memberikan fotocopy ringkasan materi kepada siswa,
hal ini bertujuan untuk menghemat waktu dalam menjelaskan
materi, agar siswa lebih fokus untuk memperhatikan penjelasan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
67
materi. Peneliti juga membebaskan siswa untuk memilih
anggota kelompok diskusi, hal ini bertujuan untuk memberi
kenyamanan siswa dalam berkomunikasi antar anggota dan
mempermudah siswa saling bekerja sama dalam menyelesaikan
tugas diskusi.
2) Pelaksanaan Tindakan
Siklus II dilaksanakan pada pertemuan ketiga, keempat,
dan kelima. Pertemuan ketiga pada hari Selasa, 14 Mei 2013 di
kelas khusus olahraga (KKO) X-G SMA Negeri 4 Yogyakarta.
Pelaksanaan tindakan siklus II bersamaan dengan evaluasi
siklus I, karena waktu yang tidak cukup untuk melaksanakan
postes pada pertemuan kedua. Sehingga refleksi perbaikan
untuk siklus II dilihat dari antusias dan keaktifan siswa saat
mengikuti pembelajaran siklus I, serta hasil observasi motivasi
siswa siklus I.
Setelah postes selesai dilaksanakan, peneliti mulai
membagikan fotocopy ringkasan materi kepada masing-masing
siswa dan menjelaskan materi. Selama proses penjelasan
materi, siswa terlihat lebih aktif dengan memperhatikan dan
bertanya mengenai materi yang belum dipahami.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
68
Gambar 9. Peneliti Menjelaskan Materi
Pembelajaran selanjutnya adalah diskusi kelompok
dengan mengerjakan Lembar Kerja Siswa 3 (LKS 3). Dalam
mengerjakan tugas diskusi, siswa terlihat lebih semangat
dengan membagi tugas kepada masing-masing anggota
kelompok, sehingga memiliki peran dalam kelompok.
Gambar 10. Siswa Melaksanakan Diskusi Kelompok
Setelah siswa selesai melakukan diskusi kelompok,
peneliti membimbing siswa untuk mengemukakan hasil diskusi
kelompok dan mengemukakan pendapat yang berbeda jika
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
69
tidak sesuai dengan kelompok lain. Sebelum pembelajaran
berakhir, peneliti memberikan penghargaan kepada siswa dari
hasil diskusi kelompok, permainan, dan turnamen TGT siklus I
dan tugas kepada siswa untuk mengerjakan Lembar Kerja
Siswa 4 (LKS 4) di rumah dan dikumpulkan pada pertemuan
selanjutnya. Selain itu, peneliti juga memberi tugas siswa untuk
mempelajari kembali materi yang sudah dipelajari dan
mengingatkan siswa bahwa pada pertemuan selanjutnya akan
diadakan permainan dan turnamen.
Pertemuan keempat siklus II dilaksanakan pada hari
Selasa, 21 Mei 2013 dan juga di kelas khusus olahraga (KKO)
X-G
SMA
Negeri
4
Yogyakarta.
Peneliti
langsung
membimbing siswa untuk berkumpul dalam kelompok diskusi.
Setelah
semua
berkumpul
dalam
kelompok,
peneliti
membagikan 4 kartu gambar kepada masing-masing kelompok
dan permainan tebak gambar dimulai.
Gambar 11. Siswa Melaksanakan Permainan Tebak Gambar
Siklus II
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
70
Pembelajaran selanjutnya adalah turnamen TGT.
Sebelum turnamen TGT dimulai, peneliti terlebih dahulu
membimbing siswa untuk berkumpul dalam kelompok
turnamen TGT yang sama dengan kelompok turnamen TGT
siklus I. Peneliti kemudian memberikan kartu soal dan kartu
jawaban kepada masing-masing kelompok dan turnamen TGT
dilaksanakan.
Gambar 12. Siswa Melaksanakan Turnamen TGT Siklus II
3) Observasi
Observasi diskusi kelompok dan turnamen TGT yang
dalam proses observasinya dibantu oleh 4 observer. Berikut ini
hasil observasi diskusi kelompok dan turnamen TGT :
Tabel 11. Hasil Observasi Diskusi Kelompok Siklus II
Kualifikasi skor
Jumlah
Kategori
Prosentase
yang diperoleh
siswa
skor
66,68% - 100%
25
Tinggi
86,21%
33,34% - 66,67%
4
Sedang
13,79%
0% - 33,33%
0
Rendah
0%
Jumlah total siswa
29
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
71
Berdasarkan tabel 11, diketahui bahwa terdapat 86,21%
siswa yang masuk dalam kategori tinggi dan 13,79% siswa
masuk dalam kategori sedang. (keterangan lebih lengkap
mengenai hasil observasi diskusi kelompok siklus II terdapat
pada lapiran 23 halaman 205, lembar observasi diskusi
kelompok siklus II dengan nilai tertinggi pada lampiran 24
halaman 206, dan lembar observasi diskusi kelompok dengan
nilai terendah pada lampiran 25 halaman 208).
Tabel 12. Hasil Observasi Turnamen TGT Siklus II
Kualifikasi skor
Jumlah
Kategori
Prosentase
yang diperoleh
siswa
skor
66,68% - 100%
29
Tinggi
100%
33,34% - 66,67%
0
Sedang
0%
0% - 33,33%
0
Rendah
0%
Jumlah total siswa
29
Dari tabel di atas diketahui bahwa terdapat 100% siswa
yang masuk dalam kategori tinggi dan 0% siswa yang masuk
dalam kategori sedang dan rendah. (keterangan lebih lengkap
mengenai hasil observasi turnamen TGT siklus II terdapat
pada lampiran 26 halaman 210, lembar observasi turnamen
TGT siklus II dengan nilai tertinggi pada lampiran 27 halaman
211, dan lembar observasi turnamen TGT dengan nilai
terendah pada lampiran 28 halaman 213).
Setelah turnamen TGT selesai dilaksanakan, peneliti
meminta siswa untuk mengumpulkan tugas Lembar Kerja
Siswa 4 (LKS 4) dan belajar untuk postes siklus II pada
pertemuan selanjutnya.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
72
Pertemuan kelima pada hari Selasa, 28 Mei 2013 siswa
melaksanakan postes siklus II, pengisian kuisioner, dan
pemberian penghargaan kepada siswa dari hasil diskusi
kelompok, permainan, dan turnamen TGT siklus II. Jumlah
data siswa yang dianalisis pada postes siklus II dan kuisioner
adalah 29 siswa. Berikut ini hasil postes siklus II :
Tabel 13. Analisis Hasil Belajar Siswa Siklus II (Postes Siklus
II)
No
Jenis Data yang Diamati
Hasil yang
Diperoleh
1 Nilai tertinggi
95
2 Nilai terendah
25
3 Jumlah siswa yang tuntas Kriteria
22 siswa
Ketuntasan Minimum (KKM) >75
4 Jumlah siswa yang tidak tuntas Kriteria
7 siswa
Ketuntasan Minimum (KKM) <75
5 Rata-rata kelas
76,72
6 Ketuntasan klasikal
75,86 %
7 Target keberhasilan skor rata-rata kelas
76
8 Target keberhasilan capaian Kriteria
75%
Ketuntasan Minimum (KKM)
9 Kualifikasi
Tuntas
Berdasarkan tabel 13, diketahui bahwa terdapat 22
siswa yang tuntas Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) dari
29 siswa dengan rata-rata nilai 76,72 dan pencapaian
prosentase Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) 75,86%,
sehingga hasil belajar pada siklus II kualifikasinya tuntas.
(keterangan lebih lengkap mengenai hasil postes siklus II
siswa terdapat pada lampiran 29 halaman 215, dengan lembar
nilai postes tertinggi pada lampiran 30 halaman 216, dan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
73
lembar nilai postes dengan nilai terendah pada lampiran 31
halaman 220).
Setelah postes siklus II selesai dilaksanakan, peneliti
membagikan kuisioner motivasi kepada siswa dan meminta
mereka untuk mengisinya. Kuisioner tersebut berfungsi untuk
mengetahui tingkat motivasi siswa setelah melaksanakan
pembelajaran dengan menggunakan metode Teams Game
Tournament (TGT).
Tabel 14. Hasil Kuisioner Motivasi Siswa
Kualifikasi skor
Jumlah
Kategori
Persentase
yang diperoleh
siswa
66,68% - 100%
28
Tinggi
96,55%
33,34% - 66,67%
1
Sedang
3,45%
0% - 33,33%
0
Rendah
0%
Jumlah total siswa
29
Berdasarkan tabel di atas terdapat 96,55% siswa yang
motivasinya masuk dalam kategori tinggi, 3,45% siswa yang
motivasinya masuk dalam kategori sedang, dan
0% siswa
yang motivasinya masuk dalam kategori rendah. (keterangan
lebih lengkap mengenai hasil kuisioner siswa terdapat pada
lampiran 32 halaman 224, dengan lembar nilai motivasi
tertinggi pada lampiran 33 halaman 225, dan lembar nilai
motivasi terendah pada lampiran 34 halaman 227).
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
74
4) Refleksi
Pembelajaran siklus II dilakukan untuk mengetahui
peningkatan dan keberhasilan penelitian. Pada pembelajaran
siklus II, siswa terlihat lebih semangat dalam belajar. Hal
tersebut
terlihat
dari awal pembelajaran hingga akhir
pembelajaran, siswa terlihat aktif bertanya saat penjelasan
materi dan masing-masing kelompok semangat melakukan
diskusi, permainan tebak gambar, dan turnamen TGT.
Dalam diskusi kelompok, permainan tebak gambar, dan
turnamen TGT siswa terlihat lebih tertib dan lebih mudah
diatur. Masing-masing anggota kelompok diskusi memiliki
peran dalam menyelesaikan tugas. Siswa juga serius dan aktif
saat melaksanakan Turnamen TGT. Sehingga hasil belajar dan
motivasi siswa mengalami peningkatan yang lebih baik dari
siklus I dan mencapai target yang diharapkan.
2. Hasil Analisis Penelitian
Menurut Bloom dalam Sanjaya (2010), analisis merupakan
uraian suatu bahan pelajaran ke dalam bagian-bagiannya yang
berhubungan dengan bahan pelajaran tersebut. Hasil analisis
digunakan untuk mengetahui keberhasilan penelitian dari peningkatan
hasil siklus I ke siklus II. Analisis yang digunakan adalah analisis
komparatif, yaitu perkembangan dan peningkatan aspek-aspek yang
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
75
diukur dengan cara membandingkan. Aspek-aspek yang diukur dalam
penelitian ini adalah motivasi dan hasil belajar siswa.
a. Hasil Analisis Motivasi Belajar Siswa
1) Hasil Analisis Observasi
Observasi terdiri dari observasi diskusi kelompok dan
observasi turnamen TGT yang merupakan bagian dari langkah
pembelajaran metode Teams Game Tournament (TGT). Hasil
analisis observasi diskusi kelompok dan turnamen TGT
digunakan untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar
siswa. Kemampuan, semangat, dan antusias siswa dilihat, baik
yang menunjukkan sikap saat belajar dengan membaca buku
untuk persiapan diskusi atau turnamen, saling bekerja sama
untuk menyelesaikan tugas kelompok, menghargai pendapat
teman, jujur, dan menerima hasil yang diperoleh. Sedangkan
indikator keberhasilan motivasi atau target yang diharapkan
adalah 75%, baik untuk hasil diskusi kelompok maupun
turnamen TGT.
Berikut ini data hasil observasi diskusi kelompok siklus
I dan siklus II :
Tabel 15. Analisis Observasi Diskusi Kelompok
Kategori
Siklus I
Siklus II
Tinggi
55,17%
86,21%
Sedang
17,24%
13,79%
Rendah
27,59%
0%
Tabel di atas menunjukkan bahwa terjadi peningkatan
dari siklus I ke siklus II dan sudah mencapai terget yang
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
76
diharapkan. Hal ini berdasarkan hasil observasi siklus I
55,17% yang tidak mencapai target yang diharapkan,
sedangkan siklus II memperoleh hasil 86,21% dan mencapai
target yang diharapkan.
Data hasil observasi turnamen TGT siklus I dan siklus
II adalah sebagai berikut :
Tabel 16. Analisis Observasi Turnamen TGT
Kategori
Siklus I
Siklus II
Tinggi
82,76%
100%
Sedang
17,24%
0%
Rendah
0%
0%
Tabel di atas menunjukkan adanya peningkatan. Baik
pada siklus I maupun siklus II sudah mencapai terget yang
diharapkan. Hal tersebut berdasarkan hasil observasi turnamen
TGT siklus I dengan hasil 82,76% masuk dalam kategori tinggi
dan siklus II dengan hasil 100% masuk dalam kategori tinggi.
2) Hasil Analisis Kuisioner
Motivasi awal siswa belum terukur, sehingga untuk
mengetahui motivasi siswa dilihat dari hasil kuisioner setelah
melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan metode
Teams Game Tournament (TGT). Target motivasi yang
diharapkan adalah 75% siswa termotivasi dalam belajar
dengan kategori tinggi. Berikut ini data hasil motivasi siswa
setelah tindakan dari hasil kuisioner.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
77
Tabel 17. Analisis Kuisioner Motivasi Belajar Siswa
Kategori
Motivasi sebelum Motivasi setelah
tindakan
tindakan
Tinggi
96,55%
Belum terukur
Sedang
3,45%
Rendah
0%
Tabel
di
atas
menunjukkan
bahwa
setelah
melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan metode
Teams Game Tournament (TGT), motivasi belajar siswa
adalah 96,55% siswa masuk dalam kategori tinggi. Sehingga
target motivasi yang diharapkan sebesar 75% sudah tercapai.
b. Hasil Analisis Hasil Belajar Siswa
Hasil belajar siswa merupakan aspek kognitif siswa. Hasil
belajar siswa dilihat dari hasil postes siklus I dan postes siklus II.
Berikut ini tabel perbandingan hasil belajar postes siswa siklus I
dan postes siswa siklus II.
Tabel 18. Analisis Hasil Belajar
Aspek
Postes siklus I
Rata-rata nilai
49,48
Pencapaian Kriteria Ketuntasan
3,45%
Minimum (KKM) %
Postes siklus II
76,72
75,86%
Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa rata-rata nilai
mengalami peningkatan, yaitu dari 49,48 menjadi 76,72. Selain itu
Pencapaian Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) juga mengalami
peningkatan, yaitu dari 3,45% menjadi 75,86%. Sehingga jika
ditinjau dari target rata-rata nilai dan pencapaian Kriteria
Ketuntasan Minimum (KKM) sudah mencapai target yang
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
78
diharapkan. Target rata-rata nilai dan pencapaian Kriteria
Ketuntasan Minimum (KKM) yang diharapkan masing-masing
adalah 76 dan 75%.
B. Pembahasan
Menurut Suyono dan Hariyanto (2011), belajar secara umum
dimaknai sebagai suatu proses perubahan perilaku akibat interaksi individu
dengan lingkungannya. Suharsimi Arikunto dalam Suwandi (2010)
mengemukakan persyaratan untuk dilakukannya penelitian tindakan kelas.
Persyaratan pertama,
penelitian tindakan kelas harus tertuju pada
pembelajaran dan diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran.
Persyaratan kedua, penelitian tindakan kelas dilakukan dengan
pencermatan secara terus menerus, objektif, dan sistematis, artinya dicatat
atau direkam dengan baik sehingga diketahui dengan pasti tingkat
keberhasilan yang diperoleh peneliti serta penyimpangan yang terjadi.
Hasil pencermatan digunakan oleh peneliti sebagai bahan untuk
menentukan tindakan selanjutnya.
Persyaratan ketiga, penelitian tindakan kelas dilakukan minimal
dalam dua siklus tindakan berturut-turut. Informasi dari siklus pertama
sangat menentukan bentuk dari siklus selanjutnya. Oleh karena itu, siklus
kedua dan seterusnya dapat dirancang dan dilakukan setelah siklus
pertama selesai dilakanakan. Hasil refleksi digunakan sebagai bahan
masukan untuk perencanaan siklus selanjutnya.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
79
Persyaratan keempat, penelitian tindakan kelas terjadi secara wajar
seperti proses pembelajaran pada umumnya. Selain itu, tindakan yang
dilakukan tidak merugikan siswa atau mendiskriminasikan siswa.
Persyaratan yang terakhir adalah penelitian tindakan kelas benar-benar
menunjukkan adanya tindakan yang dilakukan oleh sasaran tindakan, yaitu
siswa yang sedang belajar. Untuk lebih jelasnya akan dibahas pada
pembahasan berikut ini.
1. Motivasi Belajar Siswa
Motivasi
adalah tingkah
laku
seseorang
yang
dalam
mengerjakan sesuatu mendapat dorongan dan penguatan dari diri
sendiri dan orang lain. Djiwandono (2006) mengatakan bahwa
motivasi
digunakan
untuk
menggambarkan
suatu
dorongan,
kebutuhan, dan keinginan untuk melakukan sesuatu yang khusus atau
umum. motivasi belajar dibedakan menjadi dua, yaitu motivasi
intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivasi intrinsik berasal dalam
individu, sedangkan motivasi ekstrinsik berasal dari luar, seperti
pujian, nilai, dan hadiah.
Motivasi belajar memiliki tiga komponen penting, yaitu
kebutuhan, dorongan, dan tujuan.
Ketiga komponen tersebut
berhubungan satu sama lain. Kebutuhan muncul jika merasa tidak
memiliki sesuatu yang diharapkan, sehingga terdorong untuk
melakukan kegiatan guna memenuhi harapan tersebut dan sampai pada
tujuan yang diharapkan tercapai.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
80
Menurut Ali Imron dalam Siregar dan Nara (2011), terdapat
empat faktor yang mempengaruhi motivasi dalam proses belajar, yaitu
cita-cita siswa, kemampuan siswa, kondisi siswa (kondisi fisik dan
psikis), kondisi lingkungan siswa, unsur-unsur dinamis belajar siswa
(bahan pelajaran, alat bantu belajar, dan suasana belajar), dan upaya
guru dalam membelajarkan siswa. Menurut Uno (2008), dorongan
internal (dari dalam diri siswa) dan eksternal (dari orang lain dan
lingkungan) membantu siswa melakukan perubahan tingkah laku
untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Dalam penelitian ini,
dorongan eksternal lebih mendominasi dalam memotivasi siswa untuk
belajar. Penerapan metode Teams Game Tournament (TGT) yang
digunakan peneliti. Dengan belajar yang menyenangkan, seperti saat
melaksanakan permainan tebak gambar dan turnamen TGT. Pemberian
hadiah dan nilai dari hasil belajar yang diperoleh siswa turut
memotivasi siswa untuk lebih giat lagi belajar.
Siswa di dalam kelas masing-masing memiliki sikap dan
kebutuhan yang berbeda. Siswa yang bersikap baik dan berkeinginan
memenuhi kebutuhan yang diinginkan, maka siswa tersebut akan
termotivasi untuk mengikuti pembelajaran dan menimbulkan interaksi
antara guru dengan siswa.
Guru memiliki peran yang besar dalam membangkitkan
motivasi belajar siswa, seperti memberi tugas dan mengajukan
pertanyaan terkait dengan tujuan atau kebutuhan siswa. Salah satu
metode yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan guna mencapai
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
81
tujuan yang diharapkan adalah dengan menerapkan metode Teams
Game Tournament (TGT). Metode Teams Game Tournament (TGT)
merupakan
salah
menempatkan
satu
siswa
model
dalam
pembelajaran
kooperatif
kelompok-kelompok
belajar
yang
yang
beranggotakan 5 sampai 6 siswa yang memiliki kemampuan, jenis
kelamin, dan suku yang berbeda (Gora dan Sunarto 2010).
Menurut Gora dan Sunarto (2010) Metode Teams Game
Tournament (TGT) terdiri dari 5 tahapan pembelajaran, yaitu
penyajian kelas, belajar dalam kelompok, permainan, turnamen, dan
penghargaan. Sikap dan cara guru menjelaskan metode pembelajaran
yang digunakan, seperti dalam menyampaikan materi, menjelaskan
langkah-langkah
pelaksanaan
permainan
dan
turnamen
turut
mempengaruhi pandangan siswa. Jika penyampaian guru baik, maka
siswa bersemangat mengikuti pembelajaran dan termotivasi untuk
belajar, tetapi sebaliknya jika penyampaian guru buruk dan membuat
siswa bosan, maka siswa menjadi malas untuk memperhatikan
penjelasan guru dan cenderung pasif.
Motivasi belajar siswa dilihat dari hasil kuisioner dan lembar
observasi diskusi kelompok dan turnamen TGT. Motivasi belajar siswa
di awal pembelajaran belum terukur, sehingga peningkatan motivasi
belajar siswa dilihat dari hasil kuisioner di akhir pembelajaran siklus II
atau setelah pembelajaran selesai dilaksanakan dan hasil lembar
observasi setelah diskusi kelompok dan turnamen TGT selesai
dilaksanakan.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
82
a. Hasil Lembar Observasi
Hasil observasi siswa selain digunakan sebagai acuan
untuk melihat motivasi belajar. Hasil observasi siswa yang dilihat
adalah hasil observasi diskusi kelompok dan hasil observasi
turnamen TGT. Berikut ini diagram peningkatan hasil observasi
diskusi kelompok.
100
90
86,21%
80
70
60 55,17%
50
Siklus I
40
Siklus II
27,59%
30
17,24% 13,79%
20
10
0
Tinggi
Sedang
Rendah
Gambar 13. Grafik Kategori Observasi Diskusi Kelompok
Berdasarkan diagram di atas diketahui bahwa hasil
observasi
diskusi
kelompok
mengalami
peningkatan
dan
mencapai target yang diharapkan. Karena hasil dari observasi
siklus I yang tidak mencapai target yang diharapkan, yaitu
55,17%, mengalami peningkatan dan tercapainya target yang
diharapkan pada siklus II dengan hasil 86,21%.
Selama diskusi kelompok siklus I, siswa cenderung
kurang aktif dan lebih banyak bermain-main dari pada serius
mengerjakan serta susah diatur. Siswa juga kurang dalam
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
83
berpartisipasi untuk menyelesaikan tugas dalam kelompok.
Keakraban dan interaksi siswa dalam berdiskusi juga kurang
terlihat. Sedangkan diskusi kelompok siklus II mengalami
peningkatan yang cukup baik. Siswa menjadi cenderung aktif
melakukan diskusi antar anggota kelompok, lebih serius dan
mudah diatur. Masing-masing anggota kelompok memiliki
partisipasi dalam menyelesaikan tugas kelompok, sehingga
muncul interaksi antar siswa.
Peningkatan hasil diskusi kelompok karena perubahan
anggota kelompok antara siklus I dan siklus II. Pada siklus I,
anggota kelompok diskusi ditentukan oleh peneliti berdasarkan
jenis kelamin, suku, dan agama. Hasil yang diperoleh pada siklus
I kurang memuaskan. Sedangkan pada siklus II, peneliti memberi
kebebasan siswa untuk memilih dan menentukan anggota
kelompok diskusi, sehingga memperoleh hasil yang lebih baik
dari siklus I dan mencapai target yang diharapkan.
Hasil observasi siswa lainnya adalah hasil observasi
turnamen TGT. Berikut ini diagram hasil observasi turnamen
TGT pada Gambar 14.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
84
100
90
80
100%
82,76%
70
60
50
Siklus I
40
Siklus II
30
17,24%
20
10
0
0
Tinggi
0 0
Sedang
Rendah
Gambar 14. Grafik Kategori Observasi Turnamen TGT
Berdasarkan diagram di atas, diketahui bahwa terjadi
peningkatan dalam observasi turnamen TGT. Hal tersebut dilihat
dari hasil siklus I, 82,76% masuk dalam kategori tinggi dan hasil
siklus II, 100% masuk dalam kategori tinggi.
Pelaksanaan turnamen TGT selama pembelajaran siklus I
dan siklus II siswa terlihat antusias dan semangat mengikuti
jalannya
turnamen.
Siswa
saling
berlomba-lomba
untuk
mendapatkan poin tertinggi dari hasil turnamen. Dalam turnamen
TGT siswa bebas mengemukakan pendapatnya dan merasa lebih
senang, karena turnamen TGT adalah sarana belajar sambil
bermain yang berupa kartu soal dan kartu jawaban.
Tetapi pada siklus II, siswa lebih teratur dan tenang dalam
melaksanakan turnamen TGT. Siswa lebih mudah diatur untuk
berkumpul dalam masing-masing kelompok turnamen. Hal
tersebut dikarenakan siswa sudah lebih paham dan mengerti
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
85
mengenai
tahapan
turnamen
TGT
yang
diperoleh
dari
pengalaman saat melaksanakan turnamen TGT pada siklus I.
Sehingga hasil observasi turnamen TGT yang diperoleh pada
siklus II mengalami peningkatan.
b. Hasil Kuisioner
Berikut ini grafik motivasi belajar siswa dari hasil kuisioner.
100
96,55%
90
80
70
60
50
40
Motivasi
Belajar
Setelah
tindakan
30
20
10
3,45%
0
Sedang
Rendah
0
Tinggi
Gambar 15. Grafik Kategori Kuisioner Motivasi Belajar Siswa
Berdasarkan grafik di atas 96,55% siswa masuk dalam
kategori tinggi dan 3,45% siswa masuk dalam kategori sedang,
sedangkan 0% untuk kategori rendah.
Pada penelitian ini, motivasi awal siswa melalui kuisioner belum
terukur. Peneliti melihat motivasi belajar siswa melalui kuisioner
setelah semua pembelajaran dengan menerapkan metode Teams Game
Tournamen (TGT) selesai dilaksanakan.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
86
Berdasarkan data tersebut, membuktikan bahwa pembelajaran
dengan menerapkan metode Teams Game Tournamen (TGT) dapat
meningkatkan motivasi belajar siswa karena hasilnya sebagian besar
siswa masuk kategori tinggi, sehingga hasil motivasi belajar siswa
sudah mencapai target indikator keberhasilan yang diharapkan.
Peningkatan motivasi belajar siswa juga diamati dari hasil
observasi diskusi kelompok dan turnamen TGT. Hasil observasi
digunakan sebagai acuan peningkatan motivasi belajar. Karena dari
hasil observasi, peneliti melihat antusias dan semangat siswa dalam
mengerjakan tugas diskusi dan menjawab soal-soal dalam turnamen
TGT yang mengharuskan siswa belajar terlebih dahulu dengan
membaca buku atau referensi-referensi lainnya.
Selain itu, motivasi belajar juga dapat mempengaruhi hasil
belajar siswa dari aspek kognitif. Berdasarkan data yang diperoleh,
pada siklus II diketahui bahwa siswa lebih termotivasi untuk belajar.
Hal tersebut juga didukung dari hasil observasi dan kuisioner pada
siklus II yang
sudah mencapai target indikator keberhasilan yang
diharapkan. Semakin siswa termotivasi untuk belajar, maka semakin
baik hasil belajar yang diperoleh. Siswa yang termotivasi menjadi
semangat membaca buku, mengerjakan tugas, dan belajar untuk
persiapan postes. Sehingga hasil belajar yang diperoleh pada siklus II
jauh lebih baik dari siklus I.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
87
2. Hasil Belajar Siswa Aspek Kognitif
Siswa memiliki tujuan yang ingin dicapai seperti hasil belajar
yang baik, sehingga siswa akan berusaha melakukan apapun untuk
mencapai tujuan yang ingin dicapai. Jika hambatan muncul, maka
siswa akan termotivasi untuk mengatasi hambatan tersebut dengan
belajar terus menerus (Kurt Lewin dalam Suyono dan Hriyanto, 2011).
Hasil belajar aspek kognitif memiliki tujuan yang berhubungan
dengan kemampuan intelektual atau kemampuan berpikir, seperti
kemampuan memecahkan suatu masalah. Menurut Bloom dalam
Sanjaya (2010) aspek kognitif terdiri dari enam tingkatan, yaitu
pengetahuan (kemampuan mengingat informasi yang sudah dipelajari),
pemahaman (mengingat, menjelaskan, dan menangkap makna suatu
konsep),
penerapan (kemampuan mengaplikasikannya),
analisis
(kemampuan menguraikan), sintesis (kemampuan merumuskan tema),
dan evaluasi (kemampuan membuat penilaian).
Hasil belajar dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor internal
dan faktor eksternal. Faktor internal berasal dari dalam diri seperti
motivasi dan kemampuan siswa. Sedangkan faktor eksternal berasal
dari luar diri atau lingkungan, seperti lingkungan sekolah atau belajar,
orangtua, dan teman belajar.
Metode pembelajaran yang digunakan turut mempengaruhi
hasil belajar yang diperoleh. Metode Teams Game Tournamen (TGT)
yang digunakan merupakan pembelajaran kooperatif dengan melatih
siswa saling berbagi pengetahuan dan saling berinteraksi dalam
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
88
menyelesaikan suatu masalah, baik berupa tugas maupun tanggung
jawab.
Peningkatan hasil belajar aspek kognitif dilihat dari hasil
postes siklus I dan postes siklus II. Berikut ini diagram hasil belajar
siswa aspek kognitif dari ketuntasan klasikal.
100
90
80
75,86%
70
60
50
40
30
20
10
3,45%
0
Postes siklus I
Postes siklus II
Gambar 16. Grafik Ketuntasan Klasikal Aspek Kognitif
Berdasarkan diagram hasil belajar ketuntasan klasikal di atas,
diketahui bahwa hasil analisis postes siklus I terdapat 3,45% yang
tuntas Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM), sehingga tidak
mencapai target Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang
diharapakan sebesar 75%. Sedangkan hasil belajar aspek kognitif
postes siklus II mengalami peningkatan yang cukup besar dari siklus I
yaitu 75,86% yang tuntas Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM). Dari
data di atas dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar
aspek kognitif dari siklus I ke siklus II, karena peningkatan tersebut
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
89
sudah mencapai target Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang
diharapkan.
Rendahnya hasil belajar aspek kognitif siklus I karena kurang
dalam manajemen waktu, lamanya siswa mencatat, siswa cenderung
kurang serius, dan kurang memperhatikan peneliti saat menyampaikan
materi. Siswa juga kesulitan memahami materi, sehingga hasil yang
diperoleh juga tidak memuaskan. Dalam mengerjakan Lembar Kerja
Siswa (LKS) siswa juga tidak tuntas dan hanya sedikit siswa yang
mengerjakannya.
Pada siklus II mendapatkan hasil belajar aspek kognitif yang
lebih baik dan mengalami peningkatan dari siklus I. Hal tersebut
karena peneliti melakukan perbaikan pembelajaran agar target yang
diharapkan tercapai. Pada siklus II peneliti memberi setiap siswa
fotocopy presentasi materi yang disampaikan, sehingga waktu untuk
menyampaikan materi menjadi lebih efektif. Dalam pelaksanaan
pembelajaran siswa juga lebih aktif dengan bertanya dan menjawab
pertanyaan yang diajukan peneliti. Lembar Kerja Siswa (LKS)
dikerjakan dengan tuntas dan banyak yang mengumpulkannya
kembali pada peneliti.
Peningkatan motivasi belajar dari hasil observasi dan kuisioner
juga turut mempengaruhi peningkatan hasil belajar. Karena semakin
siswa termotivasi untuk belajar dengan semangat dalam mengikuti
pembelajaran, maka siswa dengan mudah mengerjakan soal-soal
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
90
postes. Semakin baik hasil postes maka semakin baik pula hasil
belajar siswa.
3. Faktor-Faktor Pendukung Penerapan Metode Pembelajaran
Teams Game Tournament (TGT)
Terjalinnya interaksi yang baik antara peneliti (guru) dengan
siswa, menyebabkan pelaksanaan penelitian terlaksana dengan lancar
dan sesuai rancangan yang dibuat peneliti. Hal ini karena peneliti dan
siswa sudah saling mengenal sebelum penelitian dilaksanakan, sekolah
dan siswa yang menjadi subjek penelitian adalah siswa Kelas Khusus
Olahraga (KKO) X-G SMA Negeri 4 Yogyakarta, yang juga
merupakan tempat peneliti melaksanakan Program Pengalaman
Lapangan (PPL).
Siswa antusias saat mengikuti pembelajaran, terutama saat
melaksanakan permainan tebak gambar dan turnamen TGT. Siswa
terlihat bersemangat menjawab semua soal-soal pertanyaan permainan
tebak gambar dan turnamen TGT, sehingga memotivasi mereka untuk
belajar dan mendengarkan penjelasan peneliti (guru) terlebih dahulu.
Jumlah siswa yang hadir dari pertemuan pertama hingga
pertemuan kelima adalah 29 siswa dari jumlah total siswa Kelas
Khusus Olahraga (KKO) X-G yang berjumlah 35 siswa. (presensi
kehadiran siswa pada lampiran 35, halaman 229). Alasan jumlah
siswa yang mengikuti pembelajaran dalam penelitian ini menurun atau
kurang dari jumlah total siswa Kelas Khusus Olahraga (KKO) X-G
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
91
adalah karena beberapa siswa Kelas Khusus Olahraga (KKO) X-G
mengikuti perlombaan. Sarana dan prasarana sekolah juga mendukung
pelaksanaan penelitian, seperti LCD dan viewer yang membantu dan
memudahkan peneliti saat menjelaskan materi.
Waktu penelitian yang cukup lama (satu bulan) memberi
peneliti waktu yang cukup banyak untuk melaksanakan penelitian dan
membuat siswa memahami materi yang disampaikan dengan
menerapkan metode Teams Game Tournament (TGT). Selain itu,
pelaksanaan penelitian menjadi lancar karena dukungan dan ijin dari
sekolah tempat dilakukannya penelitian (surat ijin dari dinas
pendidikan yogyakarta pada lampiran 36 halaman 230 dan surat ijin
dari sekolah pada lampiran 37 halaman 231).
4. Faktor-Faktor Penghambat Penerapan Metode Pembelajaran
Teams Game Tournament (TGT)
Kendala yang dialami selama penelitian adalah kurangnya
waktu saat mengajar setiap pertemuannya. Waktu mengajar dua jam
pelajaran yaitu 90 menit, namun waktu tersebut terpotong karena siswa
yang terlambat masuk kelas (jam pelajaran biologi setelah istirahat dan
sholat) dan pulang sebelum jam pelajaran berakhir. Sehingga
pelaksanaan postes siklus I yang seharusnya dilaksanakan setelah
turnamen TGT selesai dilaksanakan (seharusnya pada hari yang sama)
menjadi pada pertemuan ketiga siklus II.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
92
Saat peneliti menjelaskan materi, siswa lebih fokus mencatat
materi dari media power point dari pada mendengarkan dan
memahami materi yang disampaikan peneliti. Sehingga untuk
mengatasi masalah tersebut, peneliti memperbaikinya pada siklus
selanjutnya dengan memberikan modul materi yang akan disampaikan
kepada
masing-masing
siswa,
sehingga
siswa
lebih
fokus
mendengarkan dan memahami materi. Hal tersebut terbukti efektif dan
membuat siswa menjadi lebih aktif bertanya, serta terjalin interaksi
antara peneliti (guru) dengan siswa.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di SMA Negeri
4 Yogyakarta, diketahui bahwa penerapan metode Teams Game
Tournament (TGT) dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.
Motivasi belajar siswa dilihat dari hasil kuisioner dan lembar observasi
dengan target ketuntasan 75% kategori tinggi. Hasil kuisioner yaitu
96,55% siswa termotivasi belajar dan hasil tersebut sudah mencapai target
yang diharapkan. Sedangkan untuk hasil lembar observasi dilihat dari hasil
observasi diskusi kelompok dan turnamen TGT. Hasil observasi diskusi
kelompok siklus I sebesar 55,17% dan hasil siklus II sebesar 86,21%.
Untuk hasil observasi turnamen TGT yaitu siklus I 82,76% dan siklus II
100%. Motivasi belajar baik dari hasil observasi baik observasi diskusi
kelompok maupun turnamen TGT sama-sama mengalami peningkatan dan
mencapai target yang diharapkan.
Ditinjau dari hasil belajar siswa yaitu target pencapaian Kriteria
Ketuntasan Minimum (KKM) 75%, mengalami peningkatan dan sudah
mencapai target yang diharapkan, pencapaian Kriteria Ketuntasan
93
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
94
Minimum (KKM) siklus I dan siklus II masing-masing adalah 3,45% dan
75,86%.
Jadi kesimpulannya adalah metode Teams Game Tournament
(TGT) dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa Kelas Khusus
Olahraga (KKO) X-G SMA Negeri 4 Yogyakarta.
B. Saran
1. Bagi SMA Negeri 4 Yogyakarta lebih memperhatikan pembelajaran
siswa Kelas Khusus Olahraga (KKO) agar kualitas siswanya dalam
mata pelajaran sama dengan kelas reguler lainnya.
2. Bagi guru, metode Teams Game Tournament (TGT) dapat dijadikan
suatu referensi metode mengajar
yang efektif karena dapat
meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.
3. Bagi siswa dapat dijadikan sarana untuk menumbuhkan solidaritas
antar teman, mandiri, dan belajar yang menyenangkan.
4. Bagi peneliti lain, menjadi salah satu sumber inspirasi dan referensi
untuk menentukan metode pembelajaran yang tepat dan efektif,
sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan Indonesia.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
DAFTAR PUSTAKA
Astuti, Istiningsih Yuli Kristi., 2012, Penerapan Pembelajaran Kooperatif
Tipe Team Games Tournaments (TGT) untuk
Meningkatkan
Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas VII B SMP Pangudi Luhur
Moyudan Pada Materi Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan,
Skripsi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.
Djamarah, Syaiful Bahri dan Zain, Aswan, 2010, Strategi Belajar
Mengajar, Rineka Cipta, Jakarta.
Djiwandono, Sri Esti Wuryani., 2006, Psikologi Pendidikan, Grasindo,
Jakarta.
Fransisca, Mely., 2009, Pengaruh Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe
TGT Terhadap Proses dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI IPA SMA
Stella Duce 1 Yogyakarta Pada Bahasan Posisi, Kecepatan, dan
Percepatan Pada Gerak Dalam Bidang, Skripsi, Universitas Sanata
Dharma, Yogyakarta.
Gora,
Winastwan dan Sunarto., 2010, PAKEMATIK Strategi
Pembelajaran Inovatif Berbasis TIK, Kompas Gramedia, Jakarta.
Mulyasa, Encong., 2002,
Karya, Bandung.
Kurikulum Berbasis
Kompetensi, Rosda
Musclish, Masnur., 2010, Melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas Itu
Mudah, Bumi Aksara, Jakarta.
Sanjaya, Wina., 2010, Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran,
Kencana Prenada Media Group, Jakarta.
95
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
96
Siregar, Eveline dan Nara, Hartini, 2011, Teori Belajar dan Pembelajaran,
Ghalia Indonesia, Bogor.
Slavin, Robert E., 2005, Cooperative Learning, Nusa Media, Bandung.
Suparno, Paul., 2007, Metodologi Penelitian Pendidikan Fisika,
Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta
Suwandi, Sarwiji., 2010, Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan Penulisan
Karya Ilmiah, Yuma Pustaka, Surakarta.
Suyatno., 2009, Menjelajah Pembelajaran Inovatif, Masmedia Buana
Pustaka, Sidoarjo.
Suyono dan Hariyanto., 2011, Belajar dan Pembelajaran, PT Remaja
Rosdakarya, Bandung.
Uno, B. Hamzah., 2008, Teori Motivasi dan Pengukurannya, Bumi
Aksara, Jakarta.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
97
Lampiran 1
SILABUS
Nama Sekolah
: SMA Negeri 4 Yogyakarta
Mata Pelajaran
: Biologi
Kelas/Program
: X/IPA
Semester
: II
Standar Kompetensi
: 3. Memahami manfaat keanekaragaman hayati
Kompetensi Dasar
3.4
Mendeskripsikan
ciri-ciri filum dalam
dunia Hewan dan
peranannya bagi
kehidupan.
Materi Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran
Indikator
Penilaian
Kognitif produk
3. Menjelaskan ciri-ciri filum
Chordata.
4. Menjelaskan ciri-ciri subfilum
Tunicata, Cephalochordata,
dan Vertebrata.
5. Menjelaskan hubungan hewan
invertebrata dengan vertebrata
dalam filum Chordata.
6. Menjelaskan ciri-ciri
klasifikasi subfilum
Vertebrata (kecuali kelas
mamalia).
7. Menjelaskan klasifikasi
subfilum Vertebrata (kecuali
kelas mamalia).
Jenis tagihan:
Tugas kelompok dari
hasil diskusi, permainan,
dan turnamen TGT,
pretes, dan postes.
Alokasi
Waktu
(menit)
Sumber/Bahan
/Alat
Siklus I
 Ciri-ciri filum
Chordata
 Hubungan invertebrata
dan vertebrata dalam
filum Chordata
 Klasifikasi filum
Chordata, meliputi
hewan invertebrata
(Urochordata/Tunicata
dan Cephalochordata)
dan vertebrata (kelas
Agnata, Placodermi,
Chondrichthyes,
Osteichthyes,
Amphibi, Reptilia, dan
Aves).
-
-
Melakukan diskusi
kelompok dan
mengerjakan LKS
mengenai ciri-ciri,
hubungan
invertebrata dan
vertebrata dalam
filum Chordata, dan
klasifikasi filum
Chordata (kecuali
kelas mamalia) dari
berbagai sumber atau
literatur pendukung.
Melakukan
permainan dan
turnamen TGT
Bentuk instrumen:
Produk tugas kelompok
dari hasil kerja LKS,
permainan, dan turnamen
TGT, pengamatan sikap,
dan tes tertulis.
4x45’
Sumber:
Buku
Biologi
SMA kelas X
1B (Erlangga)
Bahan:
LKS,
tabel
gambar,
dan
bahan
presentasi.
Alat:
Komputer
LCD
dan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
98
setelah selesai
berdiskusi dan
mengerjakan LKS.
Kognitif proses
- Mengidentifikasi ciri-ciri
filum Chordata dari
pertanyaan LKS (Lembar
Kerja Siswa).
- Mengidentifikasi ciri-ciri
Subfilum tunicata,
Cephalochordata, dan
Vertebrata dari pertanyaan
LKS.
- Mengidentifikasi hubungan
invertebrata dengan vertebrata
dalam filum Chordata dari
pertanyaan LKS.
- Mengidentifikasi ciri-ciri
klasifikasi subfilum
Vertebrata (kecuali kelas
mamalia) dengan
menggunakan LKS.
- Mengidentifikasi klasifikasi
subfilum Vertebrata (kecuali
kelas mamalia) dengan
mengelompokkan masingmasing kelas dan ciri-cirinya
menggunakan LKS.
Psikomotor
- Melakukan permainan Teams
Game Tournament (TGT)
dengan melengkapi gambar
pada tabel klasifikasi
subfilum vertebrata (kecuali
mamalia).
- Melakukan turnamen dari
hasil pemahaman materi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
99
siklus I.
Afektif karakter
Bersikap jujur, bertanggung jawab,
dan serius dalam mengerjakan
LKS, berdiskusi, permainan, dan
turnamen TGT.
Afektif sosial
Berdiskusi dengan komunikatif
antar teman, semangat kerja sama,
dan saling menghargai pendapat
teman.
Siklus II
 Ciri-ciri kelas
mamalia.
 Klasifikasi kelas
mamalia.
 Peranan Chordata bagi
kehidupan.
1. Melakukan diskusi
kelompok dan
mengerjakan LKS
mengenai ciri-ciri
kelas mamalia,
klasifikasi kelas
mamalia, dan
peranan Chordata
dari berbagai
sumber atau
literatur
pendukung.
2. Melakukan
permainan dan
turnamen TGT
setelah selesai
berdiskusi dan
mengerjakan LKS.
Kognitif produk
- Menjelaskan ciri-ciri kelas
mamalia.
- Menjelaskan klasifikasi kelas
mamalia.
- Menjelaskan peranan filum
Chordata bagi kehidupan.
Kognitif proses
- Mengidentifikasi ciri-ciri
kelas mamalia dari pertanyaan
LKS.
- Mengidentifikasi klasifikasi
kelas mamalia dengan
mengelompokkan masingmasing ordo mamalia dengan
ciri-cirinya dari pertanyaan
LKS.
- Membuat tabel peranan filum
Chordata bagi kehidupan.
Psikomotor
- Melakukan permainan Teams
Game Tournament (TGT)
Jenis tagihan:
Tugas kelompok dari
hasil diskusi, permainan,
dan turnamen TGT,
pretes, dan postes.
Bentuk instrumen:
Produk tugas kelompok
dari hasil kerja LKS,
permainan, dan turnamen
TGT, pengamatan sikap,
dan tes tertulis.
4x45’
Sumber:
Buku
Biologi
SMA kelas X
1B (Erlangga)
Bahan:
LKS,
tabel
gambar,
dan
bahan
presentasi.
Alat:
Komputer
LCD
dan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
100
-
dengan melengkapi gambar
pada tabel klasifikasi kelas
mamalia.
Melakukan turnamen dari
hasil pemahaman materi
siklus II.
Afektif karakter
Bersikap jujur, bertanggung jawab,
dan serius dalam mengerjakan
LKS, berdiskusi, permainan, dan
turnamen TGT.
Afektif sosial
Berdiskusi dengan komunikatif
antar teman, semangat kerja sama,
dan saling menghargai pendapat
teman.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Lampiran 2
101
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Siklus I dan Siklus II
Siklus I
Sekolah
: SMA Negeri 4 Yogyakarta
Mata Pelajaran
: Biologi
Kelas/Semester
: X/ Genap
Alokasi Waktu
: 2 x pertemuan (4x 45 menit)
A. Standar Kompetensi
3. Memahami manfaat keanekaragaman hayati.
B. Kompetensi Dasar
3.4 Mendeskripsikan ciri-ciri filum dunia hewan dan peranannya bagi
kehidupan.
C. Indikator
Kognitif Produk
1. Menjelaskan ciri-ciri filum Chordata.
2. Menjelaskan ciri-ciri subfilum tunicata, cephalochordata, dan vertebrata.
3. Menjelaskan hubungan hewan invertebrata dengan vertebrata dalam filum
Chordata.
4. Menjelaskan ciri-ciri klasifikasi subfilum Vertebrata (kecuali kelas
mamalia).
5. Menjelaskan klasifikasi subfilum Vertebrata (kecuali kelas mamalia).
Kognitif Proses
1. Mengidentifikasi ciri-ciri filum Chordata dari pertanyaan LKS (Lembar Kerja
Siswa).
2. Mengidentifikasi ciri-ciri subfilum tunicata, cephalochordata, dan vertebrata dari
pertanyaan LKS.
3. Mengidentifikasi hubungan invertebrata dengan vertebrata dalam filum Chordata
dari pertanyaan LKS.
4. Mengidentifikasi ciri-ciri klasifikasi subfilum Vertebrata dengan
menggunakan LKS.
5. Mengidentifikasi klasifikasi subfilum Vertebrata dengan mengelompokkan
masing-masing kelas dan ciri-cirinya menggunakan LKS.
Psikomotor
1. Melakukan permainan Teams Game Tournament (TGT) dengan melengkapi
gambar pada tabel dan menjelaskan klasifikasi subfilum vertebrata (kecuali
mamalia)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
102
2. Melakukan turnamen dari hasil pemahaman materi siklus I.
Afektif Karakter
Bersikap jujur, bertanggung jawab, dan serius dalam mengerjakan LKS, diskusi,
permainan, dan turnamen TGT.
Afektif Sosial
Berdiskusi dengan komunikatif antar teman, semangat kerja sama, dan saling
menghargai pendapat teman.
D. Tujuan Pembelajaran
Kognitif Produk
1. Setelah membaca buku/sumber pendukung dan melaksanakan diskusi,
siswa dapat menjelaskan ciri-ciri filum Chordata.
2. Setelah membaca buku/sumber pendukung dan melaksanakan diskusi,
siswa dapat menjelaskan ciri-ciri subfilum tunicata, cephalochordata, dan
vertebrata.
3. Setelah membaca buku/sumber pendukung dan melaksanakan diskusi,
siswa dapat menjelaskan hubungan antara invertebrata dengan vertebrata
dalam filum Chordata.
4. Setelah membaca buku/sumber pendukung dengan mengerjakan LKS,
siswa dapat menjelaskan ciri-ciri klasifikasi subfilum Vertebrata (kecuali
kelas mamalia).
5. Setelah membaca buku/sumber pendukung dengan mengerjakan LKS,
siswa dapat menjelaskan klasifikasi subfilum Vertebrata (kecuali kelas
mamalia) dengan menggunakan LKS.
Kognitif Proses
1. Dengan menjawab pertanyaan LKS, siswa dapat mengidentifikasi ciri-ciri
filum Chordata.
2. Dengan menjawab pertanyaan LKS, siswa dapat mengidentifikasi ciri-ciri
subfilum tunicata, cephalochordata, dan vertebrata.
3. Dengan menjawab pertanyaan LKS, siswa dapat mengidentifikasi
hubungan invertebrata dengan vertebrata dalam filum Chordata.
4. Dengan menjawab pertanyaan LKS, siswa dapat mengidentifikasi ciri-ciri
klasifikasi subfilum Vertebrata (kecuali kelas mamalia).
5. Dengan menjawab pertanyaan LKS, siswa dapat mengidentifikasi klasifikasi
subfilum Vertebrata (kecuali kelas mamalia).
Psikomotor
1. Dengan menggunakan media tabel bergambar dan melengkapinya pada
permainan TGT, siswa dapat menjelaskan klasifikasi subfilum vertebrata
(kecuali kelas mamalia).
2. Dengan menggunakan kartu soal dan kartu jawaban dalam turnamen
TGT, siswa dapat lebih memahami materi siklus I.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
103
Afektif Karakter
Melalui kegiatan diskusi, pernainan, dan turnamen TGT siswa dapat bersikap
jujur, bertanggung jawab, dan serius dalam kegiatan pembelajaran.
Afektif Sosial
Melalui kegiatan pembelajaran yang dirancang guru, siswa dapat bersikap
komunikatif antar teman, semangat kerja sama, dan saling menghargai
pendapat teman.
E. Materi Pembelajaran
Anggota filum Chordata meliputi semua hewan vertebrata dan beberapa
jenis hewan invertebrata, maka untuk membedakan filum ini dengan filum
lainnya dilihat berdasarkan ciri-cirinya.
1. Ciri-ciri filum Chordata
Ciri-cirinya meliputi: (a) pada masa embrionik mempunyai struktur
notokordata, yaitu sumbu penyokong, (b) mempunyai celah faring atau
celah insang pada beberapa tahap masa perkembangannya, (c)
mempunyai tali saraf pada bagian dorsal, (d) mempunyai ekor, ada
beberapa hanya pada masa embrionik.
2. Hubungan antara invertebrata dan vertebrata dalam filum Chordata
Para peneliti menemukan bahwa hewan vertebrata pertama asal
usulnya dari hewan invertebrata berdasarkan evolusi anatomi dan
embriologinya. Hal ini terlihat dari seekor Cephalochordata tampak lebih
mirip dengan larva Tunicata. Perubahan dalam gen yang mengontrol
perkembangan dapat mengubah waktu terjadinya perkembangan tersebut,
misalnya perkembangan gonad. Perubahan seperti ini juga terjadi pada
leluhur Cephalochordata dengan vertebrata, gonad menjadi matang pada
larva yang hidup berenang sebelum dimulainya metamorfosis menuju
bentuk dewasa.
3. Keragaman filum Chordata
Pada filum Chordata dibagi menjadi tiga subfilum, yaitu subfilum
Urochordata (Tunicata), subfilum Cephalochordata, dan subfilum
vertebrata. Urochordata (Tunicata) dan Cephalochordata merupakan
Chordata tingkat rendah yang tidak memiliki tulang belakang. Contoh
hewan yang tergolong subfilum Urochordata adalah Ascidia. Sedangkan
hewan yang tergolong subfilum Cephalochordata adalah Amphioxus.
Subfilum vertebrata merupakan hewan bertulang belakang, tulang
belakang tersebut digunakan sebagai sumbu penyokong tubuh sekunder
yang dihasilkan dari proses penulangan sumbu penyokong tubuh primer
selama perkembangan embrio. Tulang belakang tersebut menyusun
endoskeleton (rangka dalam) dan melindungi tali saraf yang disebut juga
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
104
sumsum punggung. Dalam sistem klasifikasi, vertebrata merupakan
subfilum dari filum chordata. Berikut ini kelas-kelas hewan vertebrata:
a. Kelas Agnata (ikan tanpa rahang)
Agnata tidak dapat dikatakan sebagai ikan secara Biologi karena
tidak berahang, siripnya tidak berpasangan, dan rangka tubuhnya
tersusun dari tulang rawan. Agnata umumnya menyaring makanan
melalui sistem insang. Contoh hewan kelas Agnata adalah ikan
lamprey dan belut lendir yang merupakan contoh spesies yang masih
hidup hingga sekarang. Mereka hidup parasit yang akan melekat
pada kulit ikan lain dengan cara menancapkan gigi dan mengisap
darah inang.
b. Kelas Placodermi (ikan berahang gantung)
Hewan kelas Placodermi kebanyakan sudah punah. Hewan ini
mempunyai rahang yang menggantung dan sirip yang berpasangan,
kebanyakan mereka hewan predator yang ganas. Hewan ini
kebanyakan hidup pada periode devon dan punah pada awal periode
permium.
c. Kelas Chondrichthyes (ikan bertulang rawan)
Mempunyai rangka tubuh yang tersusun oleh tulang rawan,
berinsang, tidak mempunyai gelembung renag dan paru-paru. Pada
umumnya hewan ini berperan sebagai predator yang ganas, tetapi
ada beberapa yang memakan plankton. Alat pencernaannya terdiri
dari mulut, faring, esofagus, usus, dan anus. Fertilisasi berlangsung
secara internal dan telur yang mempunyai pelindung kulit keras.
Contoh hewan kelas Chondrichthyes adalah ikan pari dan hiu.
d. Kelas Osteichthyes (ikan bertulang keras)
Jenis ikan bertulang keras sangat bervariasi, tubuhnya
mempunyai panjang dari 1 cm hingga 6 m dengan bentuk yang
bermacam-macam. Anggota kelas ini adalah seluruh ikan modern
yang dapat dijumpai hingga sekarang. Osteichthyes mempunyai
gelembung renang yang dapat digunakan sebagai organ pernapasan
dan alat hidrostatik. Pertukaran udara dilakukan sepenuhnya oleh
insang, namun ada beberapa spesies yang ditemukan memiliki paruparu. Dengan demikian Osteichthyes terbagi menjadi kelompok ikan
bertulang keras yang bernapas dengan insang, contohnya ikan dan
kelompok ikan bertulang keras yang bernapas dengan paru-paru,
contohnya Dipnoi (Lepidosiren paradoxa).
e. Kelas Amphibi
Hewan Amphibi dapat hidup di air dan di darat. Struktur tubuh
Amphibi dianggap sebagai peralihan antara mahluk air dan mahluk
darat. Pada tahap berudu mereka hidup di dalam air, bernapas
dengan insang, bergerak dengan ekor, dan mempunyai usus yang
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
105
panjang untuk mencerna makanan. Pada saat dewasa, struktur
tubuhnya disesuaikan untuk melangsungkan hidupnya di darat,
insang akan digantikan oleh paru-paru, ekornya akan mereduksi
sehingga alat geraknya digantikan oleh kaki, dan usus lebih pendek
karena memakan hewan lainnya. Amphibi akan kembali ke air jika
melakukan reproduksi. Contoh kelas Amphibi adalah katak, kodok,
dan salamander.
f. Kelas Reptilia
Reptil hampir sama dengan Amphibi yaitu dapat hidup di air
dan di darat, hanya saja mampu hidup lebih lama di darat dari pada
Amphibi. Kelas Reptil memiliki kaki, fertilisasi secara internal
dengan menghasilkan telur bercangkang, memiliki kulit yang kering,
bersisik, dan bersifat impermeabel, hewan berdarah dingin, dan
respirasi sepenuhnya dilakukan oleh paru-paru. Tetapi pada beberapa
jenis Reptil, pernapasannya dibantu oleh dinding kloaka dan dinding
faring yang banyak mengandung pembuluh darah. Kelas Reptil
dibagi menjadi empat ordo, yaitu ordo Chelonia contohnya penyu
dan kura-kura, ordo Squamata cotohnya kadal, ordo Crocodilia
contohnya buaya, dan ordo Rhynchocephalia contohnya reptil purba
seperti dinosaurus.
g. Kelas Aves
Aves tidak memiliki gigi dan fungsi gigi diganti oleh paruh,
aves juga memiliki tulang ekor yang banyak ditumbuhi bulu ekor.
Termasuk hewan berdarah panas (homoioterm) yang mempunyai
jantung sempurna dengan empat ruang. Saraf pendengaran,
penglihatan, dan keseimbangan juga sudah berkembang dengan baik.
Aves bernapas dengan paru-paru yang dihubungkan dengan pundipundi udara (kantong udara), karena hal tersebut berfungsi saat Aves
terbang. Fertilisasi Aves secara internal dan pencernaannya terdiri
dari rongga mulut, faring, tembolok, lambung kelenjar, lambung
pengunyah, usus, dan kloaka. Tembolok merupakan pelebaran
esofagus. Contoh hewan kelas Aves adalah burung dara, burung
unta, dll.
F. Model dan Metode Pembelajaran
Model pembelajaran
: Pembelajaran kooperatif.
Metode pembelajaran
: Teams Game Tournament (TGT).
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
106
G. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1
Kegiatan
(waktu)
Fase
Pendahuluan Melakukan
(25 menit)
apersepsi,
menyampaikan
tujuan dan
memotivasi siswa
Inti
(55 menit)
Menyampaikan
masalah
Kegiatan guru dan siswa
1. Guru memeriksa kondisi kelas dan
kesiapan siswa
2. Sebelum pembelajaran dimulai,
terlebih dahulu diadakan pretes
mengenai materi filum Chordata.
3. Setelah pretes selesai dilaksanakan,
guru mengajukan pertanyaan apa
yang siswa ketahui tentang hewanhewan Chordata?
4. Siswa menjawab, kemudian guru
menyampaikan tujuan pembelajaran
yang akan dicapai.
5. Guru memberi pengantar materi
yang meliputi ciri-ciri, hubungan
invertebrata dan vertebrata dalam
filum Chordata, dan klasifikasi
filum Chordata meliputi subfilum
Tunicata,
Cephalochordata,
dan
Vertebrata (kecuali kelas mamalia).
Mengorganisasikan
siswa dalam
kelompok belajar
6. Guru mengorganisasikan siswa
dalam kelompok diskusi dan
masing-masing
kelompok
mendapatkan LKS 1 mengenai
materi ciri-ciri, subfilum tunicata,
cephalochordata,
Membimbing
kelompok
Evaluasi
vertebrata,
dan
hubungan
invertebrata
dan
vertebrata dalam filum Chordata.
7. Siswa berdiskusi untuk menjawab
pertanyaan LKS 1.
8. Guru memberi penjelasan jika
terdapat siswa yang belum jelas
mengenai pertanyaan pada LKS 1.
9. Setelah siswa selesai berdiskusi
dalam kelompok, guru memberi
penguatan
dengan
memberi
kesempatan
siswa
bertanya
mengenai materi yang masih belum
dipahami.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
107
Penutup
(10 menit)
Penghargaan
10. Membimbing
siswa
membuat
kesimpulan.
11. Memberi tugas rumah kepada siswa
dengan mengerjakan LKS 2
mengenai ciri-ciri dan klasifikasi
subfilum Vertebrata (kecuali kelas
mamalia).
12. Memberi tugas siswa untuk
mempelajari kembali materi ciri-ciri
dan klasifikasi filum Chordata untuk
persiapan turnamen/permainan TGT
pada pertemuan berikutnya.
Pertemuan 2
Kegiatan
(waktu)
Fase
Pendahuluan Melakukan
(15 menit)
apersepsi,
menyampaikan
tujuan dan
memotivasi siswa
Inti
(65 menit)
Menyampaikan
masalah
Mengorganisasikan
siswa dalam
kelompok belajar
Membimbing
kelompok
Kegiatan guru dan siswa
1. Guru memeriksa kondisi kelas dan
kesiapan siswa.
2. Sebelum pembelajaran dimulai,
guru menanyakan kembali mengenai
materi ciri-ciri dan hubungan
invertebrata dan vertebrata dalam
filum
Chordata
yang
sudah
dipelajari sebelumnya.
3. Siswa menjawab pertanyaan guru.
4. Guru mengorganisasikan siswa
untuk mengikuti permainan TGT
5. Siswa melaksanakan permainan
TGT mengenai materi klasifikasi
subfilum vertebrata (kecuali kelas
mamalia) dengan melengkapi tabel
bergambar.
6. Setelah
permainan
selesai
dilaksanakan, siswa dibimbing
untuk melaksanakan turnamen TGT.
7. Guru menjelaskan langkah-langkah
kerja dan peraturan turnamen TGT.
8. Guru mengorganisasikan siswa
dalam
kelompok
turnamen
berdasarkan hasil pretes pada
pertemuan pertama.
9. Siswa melaksanakan permainan
TGT untuk mengetahui tingkat
pemahaman siswa terhadap materi
yang disampaikan guru dan yang
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
108
Evaluasi
Penutup
(10 menit)
Penghargaan
didiskusikan.
10. Memberikan
postes
mengenai
materi yang sudah dipelajari yang
meliputi pembelajaran dari kegiatan
pertemuan pertama dan kedua.
11. Memberi
penghargaan
kepada
kelompok yang menang dalam
diskusi dan permainan TGT.
12. Membimbing
siswa
membuat
kesimpulan.
13. Memberi tugas siswa untuk
mempelajari materi mammalia dan
peranan filum Chordata bagi
kehidupan pada siklus 2 atau
pertemuan selanjutnya.
H. Sumber/Bahan/Alat Belajar
Sumber : Syamsuri, Istamar, dkk. 2007. Biologi Untuk SMA Kelas X 1B.
Jakarta: Erlangga.
Campbell Biologi jilid I
Bahan
: LKS dilengkapi dengan kunci jawaban.
Alat
: Kartu undi, kartu pertanyaan, kartu jawab, dan tabel poin.
I. Penilaian
Jenis penilaian
Instrumen
skoring.
: Tes dan non tes.
: Soal, kunci jawaban, rubrik penilaian, dan pedoman
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
109
Siklus II
Sekolah
: SMA Negeri 4 Yogyakarta
Mata Pelajaran
: Biologi
Kelas/Semester
: X/ Genap
Alokasi Waktu
: 3 x pertemuan (6x 45 menit)
A. Standar Kompetensi
3. Memahami manfaat keanekaragaman hayati.
B. Kompetensi Dasar
3.4 Mendeskripsikan ciri-ciri filum dunia hewan dan peranannya bagi
kehidupan.
C. Indikator
Kognitif Produk
1. Menjelaskan ciri-ciri kelas mamalia.
2. Menjelaskan klasifikasi kelas mamalia.
3. Menjelaskan peranan filum Chordata bagi kehidupan.
Kognitif Proses
1. Mengidentifikasi ciri-ciri kelas mamalia dari pertanyaan LKS.
2. Mengidentifikasi klasifikasi kelas mamalia dengan mengelompokkan
masing-masing kelas dengan ciri-cirinya dari pertanyaan LKS.
3. Membuat tabel peranan filum Chordata bagi kehidupan.
Psikomotor
1. Melakukan permainan Teams Game Tournament (TGT) dengan
melengkapi gambar pada tabel klasifikasi kelas mamalia.
2. Melakukan turnamen dari hasil pemahaman materi siklus II.
Afektif Karakter
Bersikap jujur, bertanggung jawab, dan serius dalam mengerjakan LKS, diskusi,
permainan, dan turnamen TGT.
Afektif Sosial
Berdiskusi dengan komunikatif antar teman, semangat kerja sama, dan saling
menghargai pendapat teman.
D. Tujuan Pembelajaran
Kognitif Produk
1. Setelah membaca buku/sumber pendukung dan melaksanakan diskusi,
siswa dapat menjelaskan ciri-ciri kelas mamalia.
2. Setelah membaca buku/sumber pendukung dengan mengerjakan LKS,
siswa dapat menjelaskan klasifikasi kelas mamalia.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
110
3. Setelah membaca buku/sumber pendukung dan melaksanakan diskusi,
siswa dapat menjelaskan peranan filum Chordata bagi kehidupan.
Kognitif Proses
1. Dengan menjawab pertanyaan LKS, siswa dapat mengidentifikasi ciri-ciri
kelas mamalia.
2. Dengan menjawab pertanyaan LKS, siswa dapat mengidentifikasi
klasifikasi kelas mamalia.
3. Dengan membuat tabel dari pertanyaan LKS, siswa dapat
mengidentifikasi peranan filum Chordata bagi kehidupan.
Psikomotor
1. Dengan menggunakan media tabel bergambar dan melengkapinya pada
permainan TGT, siswa dapat menjelaskan klasifikasi kelas mamalia.
2. Dengan menggunakan kartu soal dan kartu jawaban dalam turnamen
TGT, siswa dapat lebih memahami materi siklus II.
Afektif Karakter
Melalui kegiatan diskusi, pernainan, dan turnamen TGT siswa dapat bersikap
jujur, bertanggung jawab, dan serius dalam kegiatan pembelajaran.
Afektif Sosial
Melalui kegiatan pembelajaran yang dirancang guru, siswa dapat bersikap
komunikatif antar teman, semangat kerja sama, dan saling menghargai
pendapat teman.
E. Materi Pembelajaran
1. Ciri-ciri kelas mamalia
Mammalia adalah hewan yang memiliki kelenjar susu. Ciri-ciri
mamalia adalah memiliki jantung sempurna, sistem peredaran darah
ganda, memiliki otot diafragma yang memisahkan antara rongga dada dan
rongga perut, permukaan tubuh biasanya ditumbuhi rambut, kecuali
beberapa jenis mamalia, mempunyai jenis gigi yang berbeda-beda,
mempunyai otak besar, dan umumnya melahirkan.
2. Klasifikasi mamalia
Kelas Mamalia terbagi menjadi terbagi menjadi dua subkelas, yaitu
subkelas Prototheria dan subkelas Theria. Prototheria mempunyai paruh
dan bersifat ovivar. Meraka memiliki kloaka dan kelenjar susu dan tidak
memiliki daun telinga. Contoh hewan Prototheria adalah Ornithorhynchus
anatinus (platipus, hewan paruh bebek). Sedangkan kelas Theria adalah
subkelas yang bertolak belakang dengan subkelas Prototheria. Theria
terdiri dari ordo-ordo, yaitu (a) ordo Marsupialia contohnya kangguru, (b)
ordo Rodentia contohnya tikus, kelinci, dan tupai, (c) ordo Pholidota
contohnya trenggiling, (d) ordo Cetacea contohnya paus, pesut, dan
lumba-lumba, (e) ordo Insectivora contohnya Crocidura Murina
(cecurut), (f) ordo Chiroptera contohnya kekelawar, (g) ordo Sirenia
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
111
contohnya ikan duyung, (h) ordo Artiodactyla contohnya babi, kuda nil,
unta, kambing, dan kerbau, (i) ordo Perissodactyla contohnya badak,
keledai, kuda, dan tapir, (j) ordo Lagomorpha contohnya kelinci, (k) ordo
Primata contohnya hewan yang memanjat dan hidup di pohon, seperti
kera, lutung, gorila, kukang, orang utan, dan simpanse, (l) ordo Carnivora
contohnya singa, harimau, serigala, dan singa laut, dan (m) ordo
Proboscidea contohnya gajah.
3. Peranan filum Chordata bagi kehidupan
Peran dan manfaat Chordata sangat beragam bagi kehidupan
manusia. Sebagai bahan makanan, beberapa jenis hewan Chordata
digunakan sebagai bahan obat-obatan, dalam pertanian, pengembangan
teknologi menggunakan anjing dan primata sebagai bahan percobaannya.
Sedangkan untuk hobi dan rekreasi untuk dipelihara dan hiburan seperti
burung, ular, memancing ikan, dan kebun binatang. Peran yang terakhir
adalah sebagai bahan sandang yang menjadi bahan dasar berbagai macam
bentuk tas, pakaian, dan sandang lainnya.
F. Model dan Metode Pembelajaran
Model pembelajaran
: Pembelajaran kooperatif
Metode pembelajaran
: Teams Game Tournament (TGT)
G. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 3
Kegiatan
(waktu)
Fase
Kegiatan guru dan siswa
Pendahuluan Melakukan
(15 menit)
apersepsi,
menyampaikan
tujuan dan
memotivasi siswa
1. Guru memeriksa kondisi kelas dan
kesiapan siswa.
2. Sebelum pembelajaran dimulai,
siswa terlebih dahulu melaksanakan
postes siklus I.
3. Kemudian
guru
melanjutkan
pembelajaran dengan mengajukan
pertanyaan apa yang siswa ketahui
tentang hewan-hewan mamalia?
4. Siswa menjawab, kemudian guru
menyampaikan tujuan pembelajaran
yang akan dicapai.
Inti
(65 menit)
5. Guru menjelaskan materi mengenai
ciri-ciri
mamalia,
klasifikasi
mamalia, dan peranan filum
Chordata bagi kehidupan.
Menyampaikan
masalah
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
112
Penutup
(10 menit)
Mengorganisasikan
siswa dalam
kelompok belajar
6. Guru mengorganisasikan siswa
dalam kelompok diskusi dan
masing-masing
kelompok
mendapatkan LKS 3 mengenai ciriciri mamalia dan peranan filum
Chordata bagi kehidupan.
Membimbing
kelompok
7. Siswa berdiskusi untuk menjawab
pertanyaan LKS 3.
8. Guru memberi penjelasan jika
terdapat siswa yang belum jelas
mengenai pertanyaan pada LKS 3.
Evaluasi
9. Setelah siswa selesai berdiskusi
dalam kelompok, guru memberi
penguatan
dengan
memberi
kesempatan
siswa
bertanya
mengenai materi yang masih belum
dipahami.
Penghargaan
10. Membimbing
siswa
membuat
kesimpulan.
11. Memberi tugas rumah kepada siswa
dengan mengerjakan LKS 4
mengenai klasifikasi kelas mamalia.
12. Memberi tugas siswa untuk
mempelajari
kembali
materi
mamalia
dan peranan
filum
Chordata bagi kehidupan untuk
persiapan turnamen/permainan TGT
pada pertemuan berikutnya.
Pertemuan 4
Kegiatan
(waktu)
Fase
Pendahuluan Melakukan
(15 menit)
apersepsi,
menyampaikan
tujuan dan
memotivasi siswa
Inti
(65 menit)
Menyampaikan
masalah
Kegiatan guru dan siswa
1. Guru memeriksa kondisi kelas dan
kesiapan siswa.
2. Sebelum pembelajaran dimulai,
guru menanyakan kembali mengenai
materi ciri-ciri mamalia dan peranan
filum Chordata bagi kehidupan yang
sudah dipelajari sebelumnya.
3. Siswa menjawab pertanyaan guru.
4. Guru mengorganisasikan siswa
untuk mengikuti permainan TGT
5. Siswa melaksanakan permainan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
113
Mengorganisasikan
siswa dalam
kelompok belajar
Membimbing
kelompok
Evaluasi
Penutup
(10 menit)
Penghargaan
TGT mengenai materi klasifikasi
kelas mamalia dengan melengkapi
tabel bergambar.
6. Setelah
permainan
selesai
dilaksanakan, siswa dibimbing
untuk melaksanakan turnamen TGT.
7. Guru menjelaskan langkah-langkah
kerja dan peraturan permainan TGT.
8. Guru mengorganisasikan siswa
dalam
kelompok
turnamen/permainan
berdasarkan
hasil pretes pada pertemuan
sebelumnya.
9. Siswa melaksanakan permainan
TGT untuk mengetahui tingkat
pemahaman siswa terhadap materi
yang disampaikan guru dan yang
didiskusikan.
10. Memberikan
postes
mengenai
materi yang sudah dipelajari yang
meliputi pembelajaran dari kegiatan
pertemuan ketiga dan keempat.
11. Memberi
penghargaan
kepada
kelompok yang menang dalam
diskusi dan permainan TGT.
12. Membimbing
siswa
membuat
kesimpulan.
13. Membimbing siswa merefleksikan
kegiatan selama pembelajaran.
Pertemuan 5
Kegiatan
(waktu)
Pendahuluan
(20 menit)
Inti
(60 menit)
Penutup
Fase
Kegiatan Guru dan Siswa
Melakukan
apersepsi,
menyampaikan
tujuan
dan
memotivasi
siswa
1. Guru memeriksa kondisi kelas dan
kesiapan siswa.
2. Sebelum pembelajaran dimulai, guru
menanyakan kembali
mengenai
materi ciri-ciri mamalia dan peranan
filum Chordata bagi kehidupan yang
sudah dipelajari sebelumnya.
3. Siswa menjawab pertanyaan guru.
4. Siswa melaksanakan postes siklus II.
5. Setelah selesai melaksanakan postes,
guru membagikan lembar kuisioner
dan siswa menjawab pertanyaan
kuisioner tersebut.
6. Guru
memberikan penghargaan
Evaluasi
Penghargaan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
114
(10 menit)
kepada siswa atas partisipasi yang
baik dalam pembelajaran.
H. Sumber/Bahan/Alat Belajar
Sumber : Syamsuri, Istamar, dkk. 2007. Biologi Untuk SMA Kelas X 1B. Jakarta:
Erlangga. Campbell Biologi jilid I
Bahan : LKS dilengkapi dengan kunci jawaban.
Alat
: Kartu undi, kartu pertanyaan, kartu jawab, dan tabel poin.
I. Penilaian
Jenis penilaian : Tes dan non tes.
Instrumen
: Soal, kunci jawaban, rubrik penilaian, dan pedoman skoring.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
115
Lampiran 3
Lembar Kerja Siswa (LKS) dan Kunci Jawaban LKS
Siklus I dan Siklus II
Lembar Kerja Siswa 1
Judul
: Filum Chordata
A. Tujuan
Mengetahui dan dapat menjelaskan ciri-ciri Chordata, subfilum tunicata,
cephalochordata, dan vertebrata, dan hubungan invertebrata dengan vertebrata
dalam filum Chordata.
B. Cara Kerja
1. Sebutkan dan jelaskan ciri-ciri filum Chordata !
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
Jelaskan ciri-ciri subfilum tunicata, cephalochordata, dan vertebrata ,
kemudian sebutkan contoh masing-masing!
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
2. Apa hubungan antara hewan invertebrata dan vertebrata dalam filum
Chordata ? jelaskan !
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
C. Kesimpulan
.............................................................................................................................
.............................................................................................................................
.............................................................................................................................
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
116
Lembar Kerja Siswa 2
Judul
: Filum Chordata
A. Tujuan
Mengetahui dan dapat menjelaskan klasifikasi subfilum Vertebrata
(kecuali kelas mamalia).
B. Cara kerja
Lengkapi tabel berikut ini !
Gambar
1. Kura-kura
2. Katak hijau
3. Burung unta
Kelas
Ciri-ciri
Contoh
Lain
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
117
Gambar
4. Ikan pari
5. Lamprey
6. Ikan mas
Kelas
Ciri-Ciri
Contoh
Lain
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
118
Lembar Kerja Siswa 3
Judul
: Filum Chordata
A. Tujuan
Mengetahui dan dapat menjelaskan ciri-ciri mamalia dan peranan Chordata
bagi kehidupan.
B. Cara Kerja
1. Sebutkan ciri-ciri kelas mamalia !
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
......................................................
2. Buatlah tabel peranan Chordata bagi kehidupan !
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
.......................................................................................................................
..........................................................................................
C. Kesimpulan
.............................................................................................................................
.............................................................................................................................
.............................................................................................................................
.............................................................................................................................
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
119
Lembar Kerja Siswa 4
Judul
: Filum Chordata
A. Tujuan
Mengetahui dan dapat menjelaskan klasifikasi kelas mamalia.
B. Cara kerja
Lengkapi tabel berikut ini !
Gambar
Subkelas
Ciri-Ciri
(skor 5)
(skor 10)
Ordo
Ciri-Ciri
Contoh
Lain
(skor 5)
1. Platipus
2. Beruang
Gambar
1. Kangguru
Contoh
Lain
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
120
Gambar
2. Sapi
3. Anjing
4. Lumba-lumba
5. Kelelawar
6. Trenggiling
Ordo
Ciri-Ciri
Contoh
Lain
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
121
Gambar
7. Landak
8. Kelinci
9. Zebra
10. Monyet
11. Gajah
Ordo
Ciri-Ciri
Contoh
Lain
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
122
Gambar
12. Tikus
13. Ikan duyung
Ordo
Ciri-Ciri
Contoh
Lain
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
123
Kunci Jawaban LKS Siklus I dan Siklus II
Kunci Jawaban LKS 1
1. Ciri-ciri Chordata
a. pada masa embrionik mempunyai struktur notokordata, yaitu sumbu
penyokong.
b. Mempunyai celah faring atau celah insang pada beberapa tahap masa
perkembangannya.
c. Mempunyai tali saraf pada bagian dorsal.
d. Mempunyai ekor, ada beberapa hanya pada masa embrionik.
2. Subfilum Chordata ada 3, yaitu:
a. Ciri-ciri subfilum Urochordata/Tunicata
1) Dinding tubuhnya berupa lapisan luar yang tembus pandang
(transparan) dan tebal. Lapisan itu sebagian besar terdiri atas
bahan tunicin, yaitu bahan yang sama dengan selulosa, yang
merupakan bahan produksi tumbuhan yang umumnya tidak
diproduksi oleh hewan, kecuali beberapa hewan Protozoa.
2) Mempunyai lubang mulut ke arah dalam yang disambunng oleh
saluran pendek dan lebar yang disebut stomodium, terus ke kamar
besar yang disebut Pharynx atu branchialis. (salah satu ciri organ
Urochordata yang tinggi tingkatnya).
3) Sistem pencernaan: Oesophagus merupakan lanjutan pharynx
dekat akhir posterioe lamina. Selajutnya ke lambung (gastricus)
bersambung dengan usus (intestinum).
4) Alat respirasi berupa insang.
5) Pertukaran zat atau eksresi dilakukan oleh nephrocytes melalui
sirkulasi darah.
6) Sistem ini merupakan ciri yang sangat sederhana. Pada hewan ini
terdapat simpul saraf yang terletak antara lubang mulut dengan
lumbang atrial yang terbenam dalam mantel. Simpul itu di
perpanjang pada arah dorsal ventral (menyilang), yang selanjutnya
memberi persarafan pada bagian tubah.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
124
7) Seks hewan ini menyatu, artinya ovarium dan testis masih
bersama-sama terletak pada sebelah kanan kiri dalam tubuh.
Contoh : Halocynthia
b. Ciri-ciri subfilum Cephalochordata
1) Bentuk tubuh seperti ikan tanpa sirip, pipih memanjang,
transparan.
2) Notokorda, saraf dorsal, dan celah faring berkembang bagus.
3) Sistem ulasi tanpa jantung (berupa insang). Aliran darah dibagian
ventral mengalir ke depan, sedangkan di sisi dorsal mengalir ke
belakang.
4) Memiliki alat peraba dimulutnya yang disebut sirus. Pada ujung
anterior terdapat bintik mata dan pembau.
5) Reproduksi secara seksual, memiliki kelamin terpisah dan
mengalami fertilisasi eksternal.
6) Biasanya hidup terkubur di bawah pasir perairan dangkal.
Contohnya Branchiostoma sp. (amphioxus).
c. Ciri-ciri vertebrata
1) Tubuh terdiri atas kepala, badan, dua pasang anggota badan dan
ekor (tidak semua).
2) Kulit terdiri atas epidermis dan dermis, menghasilkan rambut,
sisik, bulu, kelenjar atau horn/ zat tanduk (plastron dan karapax
pada penyu).
3) Endoskeleton tersusun dari tulang sejati atau tulang rawan (khusus
Chondrichtyes).
4) Faring bercelah, yang merupakan tempat insang pada ikan namun
pada hewan darat terdapat pada tingkat embrio.
5) Otot melekat pada endoskeleton untuk bergerak/alat gerak aktif.
6) Sistem pencernaan terdiri dari saluran pencernaan dan kelenjar
makanan berupa pankreas, hati, dan empedu.
7) Jantung beruang 2 hingga 4.
8) Darah mengandung sel darah putih, sel darah merah dan
hemoglobin dan peredaran darahnya tertutup.
9) Rongga tubuh mengandung organ visceral ( organ organ dalam).
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
125
10) Gonad sepasang baik pada betina dan jantan.
11) Terdapat sepasang ginjal untuk alat ekskresi berupa urine.
12) Poikilotermis suhu tubuh mengikuti suhu lingkungsn ( berdarah
dingin).
Contohnya : ayam, kambing, dll
3. Hubungan antara Chordata invertebrata dan vertebrata
Para peneliti menemukan bahwa hewan vertebrata pertama asal usulnya
dari hewan invertebrata berdasarkan evolusi anatomi dan embriologinya.
Hal ini terlihat dari seekor Cephalochordata tampak lebih mirip dengan
larva Tunicata. Perubahan dalam gen yang mengontrol perkembangan
dapat mengubah waktu terjadinya perkembangan tersebut, misalnya
perkembangan gonad. Perubahan seperti ini juga terjadi pada leluhur
Cephalochordata dengan vertebrata, gonad menjadi matang pada larva
yang hidup berenang sebelum dimulainya metamorfosis menuju bentuk
dewasa.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
126
Kunci Jawaban LKS 2
Klasifikasi subfilum vertebrata
Hewan
Vertebrata
Klasifikasi
Kelas reptil
1. Kura-kura
2. Katak hijau
3. Burung unta
4. Ikan pari
5. Lamprey
6. Ikan mas
Ciri-Ciri
Dapat hidup di air dan di darat, hanya saja
mampu hidup lebih lama di darat dari pada
Amphibi. Kelas Reptil memiliki kaki,
fertilisasi
secara
internal
dengan
menghasilkan telur bercangkang, memiliki
kilit yang kering, bersisik, dan bersifat
impermeabel, hewan poikiloterm, dan
respirasi sepenuhnya dilakukan oleh paruparu.
Kelas amphibi
Dapat hidup di air dan di darat. Struktur tubuh
Amphibi dianggap sebagai peralihan antara
mahluk air dan mahluk darat. Pada tahap
berudu mereka hidup di dalam air, bernapas
dengan insang, bergerak dengan ekor.
Kelas aves
Tidak memiliki gigi dan fungsi gigi diganti
oleh paruh, aves juga memiliki tulang ekor
yang banyak ditumbuhi bulu ekor. Termasuk
hewan berdarah panas (homoioterm) yang
mempunyai jantung sempurna dengan empat
ruang.
Kelas
Mempunyai rangka tubuh yang tersusun oleh
Chondrichthyes tulang rawan, berinsang, tidak mempunyai
(ikan bertulang gelembung renag dan paru-paru. Pada
rawan)
umumnya hewan ini berperan sebagai
predator yang ganas, tetapi ada beberapa yang
memakan plankton.
Kelas Agnata
Bukan ikan secara biologi karena tidak
berahang, siripnya tidak berpasangan,dan
rangka tubuhnya tersusun dari tulang rawan.
Agnata umumnya menyaring makanan
melalui sismtem insang.
Kelas
Osteichthyes
Contoh Lain
cicak, buaya,
kadal, dll
Kodok,
salamander,
dll
Burung dara,
merpati, dll
Hiu
Hagfish
Tubuhnya mempunyai panjang dari 1 cm ikan badut,
hingga 6 m dengan bentuk yang bermacam- kakap,dll
macam. Anggota kelas ini adalah seluruh ikan
modern yang dapat dijumpai hingga sekarang.
Osteichthyes mempunyai gelembung renang
yang dapat digenakan sebagai organ
pernapasan dan alat hidrostatik. Pertukaran
udara dilakukan sepenuhnya oleh insang.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
127
Hewan
Vertebrata
7. kambing
Klasifikasi
Ciri-Ciri
Contoh Lain
Hewan yang memiliki kelenjar susu, memiliki Monyet,
Kelas mammalia jantung sempurna, sistem peredaran darah kerbau,dll
ganda, memiliki otot diafragma yang
memisahkan antara rongga dada dan rongga
perut, permukaan tubuh biasanya ditumbuhi
rambut, kecuali beberapa jenis mammalia,
mempunyai jenis gigi yang berbeda-beda,
mempunyai otak besar, dan tidak bertelur atau
melahirkan.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
128
Kunci Jawaban LKS 3
1. Ciri-ciri mammalia
a. Mempunyai rambut dan tubuhnya tertutup rambut. ada yang tebal,
ada yang tipis;
b. Terdapat kelenjar keringat, kelenjar lemak, dan kelenjar susu;
c. Mampu bertahan hidup pada kondisi cuaca yang ekstrem;
d. Mempunyai saraf tunjang;
e. Bertulang belakang;
f. Mulutnya memiliki rahang yang ditumbuhi gigi-gigi;
g. Mempunyai cuping telinga;
h. Mempunyai jantung yang ada 4 katup;
i.
Mamalia betina melahirkan dan menyusui anaknya, kecuali
mamalia primitif (Platypus dan Echidna);
j.
Bernafas melalui paru-paru;
k. Homoiterm (berdarah panas).
2. Tabel peranan Chordata bagi kehidupan !
No
1.
Chordata yang menguntungkan
Sebagai
bahan
makanan,
Chordata yang merugikan
manusia Tikus sebagai hama penyakit
membutuhnkannya untuk memperoleh energi.
2.
Chordata digunakan sebgai bahan obat-obatan, Hama
salah satunya adalah bisa ular.
pertanian.
Beberapa
jenis
vertebrata berpotensi menjadi hama
bagi para petani, misalnya serangga,
babi hutan, monyet, dan gajah.
3.
Dalam pertanian, tenaga hewan vertebrata seperti
kerbau digunakan untuk membajak sawah.
4.
Dalam hal pengembangan teknologi menggunakan
anjing dan primata sebagai bahan percobaannya.
5.
Untuk hobi dan rekreasi untuk dipelihara dan
hiburan seperti burung, ular, memancing ikang, dan
kebun binatang.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
129
No
6.
Chordata yang menguntungkan
Sebagai bahan sandang yang menjadi bahan dasar
berbagai macam bentuk tas, pakaian, dan sandang
lainnya yang diambil dari kulit buaya, ular, sapi,
kambing, dan ulat.
Chordata yang merugikan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
130
Kunci Jawaban LKS 4
Klasifikasi Kelas Mamalia
Nama
Hewan
Subkelas
Ciri-Ciri



Prototheria
mempunyai paruh
Echidna
bersifat ovivar atau bertelur
mempunyai kloaka dan kelenjar susu
tanpa putingtidak memiliki daun telinga
 hanya terdiri dari satu ordo, yaitu
monotremata
Kangguru,
 berkembangbiak dengan melahirkan
monyet, dll
 memiliki kelenjar susu
 terdiri dari banyak ordo, yaitu 13 ordo
Platipus
Theria
Beruang
Nama
Hewan
Kangguru
Sapi
Ordo
Ciri-Ciri
Contoh Lain
Marsupialia

Memiliki kantung pada tubuhnya
Artodactyla







Herbivora
Memiliki kuku dengan jumlah jari genap
pada masing-masing kaki
Jumlah kaki 4
Pemakan daging
Memiliki gigi tajam
Hidup di laut dengan tubuh mirip ikan
Melahirkan





Mamalia yang dapat terbang
Memiliki gigi yang runcing
Memiliki sisik di tubuhnya
Tidak memiliki gigi
Mamalia pemakan serangga


Pikas
Memiliki gigi seri yang mirip pahat
Kaki belakang lebih panjang dari pada kaki
depan
Kaki dapat digunakan untuk berlari dan
melompat
Herbivora
Memiliki kuku dengan jumlah jari kaki Kuda,
dll
ganjil masing-masing kaki
Anjing
Carnivora
Lumbalumba
Cetasea
Kelelawar
Chiroptera
Trenggiling
Landak
Pholidota
Insectivora
Kelinci
Lagomorpha

Zebra
Contoh
Lain
Perissodactyla


Koala
Domba, babi,
dll
Serigala,
beruang, dll
Paus
Kelelawar
Shrew
tapir,
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
131
Nama
Hewan
Monyet
Ordo
Primata
Gajah
Proboscidea
Tikus
Rodentia
Ikan
duyung
Sirenia
Ciri-Ciri
Contoh Lain


Mata menghadap ke depan
Omnivora





Memiliki badan panjang dan berotot
Mamut
Kulit tebal
Gigi seri atas memanjang
Memiliki belalai
Memiliki gigi seri seperti pahat yang Tupai,
berangtumbuh teratur
berang, dll
Herbivora akuatik
Tidak memiliki kaki belakang dan memiliki Ikan duyung
2 kaki depan


Kera, gorila,
dll
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
132
Lampiran 4
Materi Pembelajaran
Dalam dunia hewan dibagi dalam dua kelompok yaitu subkingdom Parazoa
dan subkingdom Metazoa. Pada subkingdom Parazoa hanya terdapat filum
Porifera, yaitu hewan melekat di substrat (sesil), akuatik, dan berpori. Sedangkan
subkingdom Metazoa terdiri atas filum Coelenterata, Platyhelminthes,
Nemathelminthes (Nematoda), Annelida, Mollusca, Arthropoda, Echinodermata,
dan Chordata. Pengelompokan hewan dilakukan berdasarkan kriteria tertentu,
seperti ada tidaknya tulang belakang, tipe simetri tubuh, tipe rongga tubuh, jumlah
lapisan lembaga, dan cara pengaturan suhu.
Anggota filum Chordata meliputi semua hewan vertebrata dan beberapa
jenis hewan invertebrata, maka untuk membedakan filum ini dengan filum lainnya
dilihat berdasarkan ciri-cirinya.
1. Ciri-ciri filum Chordata
Ciri-cirinya meliputi: (a) pada masa embrionik mempunyai struktur
notokordata, yaitu sumbu penyokong, (b) mempunyai celah faring atau celah
insang pada beberapa tahap masa perkembangannya, (c) mempunyai tali saraf
pada bagian dorsal, (d) mempunyai ekor, ada beberapa hanya pada masa
embrionik.
2. Hubungan antara invertebrata dan vertebrata dalam filum Chordata
Para peneliti menemukan bahwa hewan vertebrata pertama asal usulnya
dari hewan invertebrata berdasarkan evolusi anatomi dan embriologinya. Hal
ini terlihat dari seekor Cephalochordata tampak lebih mirip dengan larva
Tunicata. Perubahan dalam gen yang mengontrol perkembangan dapat
mengubah waktu terjadinya perkembangan tersebut, misalnya perkembangan
gonad. Perubahan seperti ini juga terjadi pada leluhur Cephalochordata dengan
vertebrata, gonad menjadi matang pada larva yang hidup berenang sebelum
dimulainya metamorfosis menuju bentuk dewasa.
3. Keragaman filum Chordata
Pada filum Chordata dibagi menjadi tiga subfilum, yaitu subfilum
Tunicata, subfilum Cephalochordata, dan subfilum vertebrata. Subfilum
Tunicata dan subfilum Cephalochordata merupakan hewan invertebrata yang
memberi petunjuk asal mula hewan vertebrata.
Subfilum Tunicata atau Urochordata sebagian besar adalah hewan laut
yang hidup menempel pada batuan, galangan kapal, dan sampan. Tunicata
yang lain ada yang hidup seperti plankton dan beberapa spesies membentuk
koloni. Hewan Tunicata tidak menunjukkan adanya bekas notokord (organ
yang berfungsi sebagai suatu sistem syaraf sederhana) dan tidak terdapat tali
saraf atau ekor. Hanya celah faring yang memperlihatkan hubungan Tunicakata
dengan ciri Chordata lainnya. Contoh hewan Tunicata adalah Atriolum
robustum dan Rhopalea sp.
Subfilum Cephalochordata Bentuk tubuhnya seperti ikan tanpa sirip, pipih
memanjang, transparan. Notokorda, saraf dorsal, dan celah faring berkembang
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
133
bagus. Sistem sirkulasi tanpa jantung. Aliran darah dibagian ventral mengalir
ke depan, sedangkan di sisi dorsal mengalir ke belakang. Memiliki alat peraba
di mulutnya yang disebut sirus. Pada ujung anterior terdapat bintik mata dan
pembau. Reproduksi secara seksual, memiliki kelamin terpisah dan mengalami
fertilisasi eksternal. Biasanya hidup terkubur di bawah pasir perairan dangkal.
Contohnya Branchiostoma sp.
Subfilum vertebrata mempunyai tulang belakang yang digunakan sebagai
sumbu penyokong tubuh sekunder yang dihasilkan dari proses penulangan
sumbu penyokong tubuh primer selama perkembangan embrio. Tulang
belakang tersebut menyusun endoskeleton (rangka dalam) dan melindungi tali
saraf yang disebut juga sumsum punggung.
Ciri-ciri tubuh hewan vertebrata meliputi bentuk, ukuran, struktur, dan
fungsi tubuh. Bentuk dan ukuran tubuh hewan vertebrata beragam, dari yang
berukuran kecil seperti ikan atau katak beracun hingga yang berukuran besar
seperti paus biru. Struktur dan fungsi tubuh hewan vertebrata memiliki
rangkaian tulang kecil (vertebra) yang memanjang pada bagian dorsal dari
kepala hingga ekor. Rangkaian vertebra disebut tulang punggung yang
membentuk tulang kerangka. Tulang kerangka berfungsi menyokong tubuh
serta melindungi tali saraf. Sedangkan ciri-ciri vertebrata berdasarkan
habitatnya adalah dapat hidup di berbagai habitat, baik di darat maupun di
perairan, termasuk laut, danau, dan sungai.
Pada subfilum vertebrata dikelompokkan menjadi delapan kelas, yaitu:
a. Kelas Agnata (ikan tanpa rahang)
Agnata tidak dapat dikatakan sebagai ikan secara Biologi karena tidak
berahang, siripnya tidak berpasangan,dan rangka tubuhnya tersusun dari
tulang rawan. Agnata umumnya menyaring makanan melalui sistem
insang. Contoh hewan kelas Agnata adalah ikan lamprey dan belut lendir
yang merupakan contoh spesies yang masih hidup hingga sekarang.
Mereka hidup parasit yang akan melekat pada kulit ikan lain dengan cara
menancapkan gigi dan mengisap darah inang.
b. Kelas Placodermi (ikan berahang gantung)
Hewan kelas Placodermi kebanyakan sudah punah. Hewan ini mempunyai
rahang yang menggantung dan sirip yang berpasangan, kebanyakan
mereka hewan predator yang ganas. Hewan ini kebanyakan hidup pada
periode devon dan punah pada awal periode permium.
c. Kelas Chondrichthyes (ikan bertulang rawan)
Mempunyai rangka tubuh yang tersusun oleh tulang rawan, berinsang,
tidak mempunyai gelembung renang dan paru-paru. Pada umumnya hewan
ini berperan sebagai predator yang ganas, tetapi ada beberapa yang
memakan plankton. Alat pencernaannya terdiri dari mulut, faring,
esofagus, perut besar, usus, dan anus. Fertilisasi berlangsung secara
internal dan telur yang mempunyai pelindung kulit keras. Contoh hewan
kelas Chondrichthyes adalah ikan pari dan hiu.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
134
d. Kelas Osteichthyes (ikan bertulang keras)
Jenis ikan bertulang keras sangat bervariasi, tubuhnya mempunyai panjang
dari 1 cm hingga 6 m dengan bentuk yang bermacam-macam. Anggota
kelas ini adalah seluruh ikan modern yang dapat dijumpai hingga
sekarang. Osteichthyes mempunyai gelembung renang yang dapat
digunakan sebagai organ pernapasan dan alat hidrostatik. Pertukaran udara
dilakukan sepenuhnya oleh insang, namun ada beberapa spesies yang
ditemukan memiliki paru-paru. Dengan demikian Osteichthyes terbagi
menjadi kelompok ikan bertulang keras yang bernapas dengan insang,
contohnya ikan dan kelompok ikan bertulang keras yang bernapas dengan
paru-paru, contohnya Dipnoi (Lepidosiren paradoxa).
e. Kelas Amphibi
Hewan Amphibi dapat hidup di air dan di darat. Struktur tubuh Amphibi
dianggap sebagai peralihan antara mahluk air dan mahluk darat. Pada
tahap berudu mereka hidup di dalam air, bernapas dengan insang, bergerak
dengan ekor, dan mempunyai usus yang panjang untuk mencerna
makanan. Pada saat dewasa, struktur tubuhnya disesuaikan untuk
melangsungkan hidupnya di darat, insang akan digantikan oleh paru-paru,
ekornya akan mereduksi sehingga alat geraknya digantikan oleh kaki, dan
usus lebih pendek karena memakan hewan lainnya. Amphibi akan kembali
ke air jika melakukan reproduksi. Contoh kelas Amphibi adalah katak,
kodok, dan salamander.
f. Kelas Reptilia
Reptil hampir sama dengan Amphibi yaitu dapat hidup di air dan di darat,
hanya saja mampu hidup lebih lama di darat dari pada Amphibi. Kelas
Reptil memiliki kaki, fertilisasi secara internal dengan menghasilkan telur
bercangkang, memiliki kilit yang kering, bersisik, dan bersifat
impermeabel, hewan poikiloterm, dan respirasi sepenuhnya dilakukan oleh
paru-paru. Tetapi pada beberapa jenis Reptil, pernapasannya dibantu oleh
dinding kloaka dan dinding faring yang banyak mengandung pembuluh
darah. Kelas Reptil dibagi menjadi empat ordo, yaitu ordo Chelonia
contohnya penyu dan kura-kura, ordo Squamata cotohnya kadal, ordo
Crocodilia contohnya buaya, dan ordo Rhynchocephalia contohnya reptil
purba seperti dinosaurus.
g. Kelas Aves
Aves tidak memiliki gigi dan fungsi gigi diganti oleh paruh, aves juga
memiliki tulang ekor yang banyak ditumbuhi bulu ekor. Termasuk hewan
berdarah panas (homoioterm) yang mempunyai jantung sempurna dengan
empat ruang. Saraf pendengaran, penglihatan, dan keseimbangan juga
sudah berkembang dengan baik. Aves bernapas dengan paru-paru yang
dihubungkan dengan pundi-pundi udara (kantong udara), karena hal
tersebut berfungsi saat Aves terbang. Fertilisasi Aves secara internal dan
pencernaannya terdiri dari rongga mulut, faring, tembolok, lambung
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
135
kelenjar, lambung pengunyah, usus, dan kloaka. Tembolok merupakan
pelebaran esofagus. Contoh hewan kelas Aves adalah burung pipit,
bangau, ayam, dan lain-lain.
h. Kelas Mamalia
Mamalia adalah hewan yang memiliki kelenjar susu. Ciri-ciri
mammalia adalah memiliki jantung sempurna, sistem peredaran darah
ganda, memiliki otot diafragma yang memisahkan antara rongga dada dan
rongga perut, permukaan tubuh biasanya ditumbuhi rambut, kecuali
beberapa jenis mammalia, mempunyai jenis gigi yang berbeda-beda,
mempunyai otak besar, dan tidak bertelur atau melahirkan.
Kelas Mamalia terbagi menjadi terbagi menjadi dua subkelas, yaitu
subkelas Prototheria dan subkelas Theria. Prototheria mempunyai paruh
dan bersifat ovivar. Mereka memiliki kloaka dan kelenjar susu dan tidak
memiliki daun telinga. Contoh hewan Prototheria adalah Ornithorhynchus
anatinus (platipus, hewan paruh bebek). Sedangkan kelas Theria adalah
subkelas yang bertolak belakang dengan subkelas Prototheria. Theria
terdiri dari ordo-ordo, yaitu (1) ordo Marsupialia contohnya kangguru, (2)
ordo Rodentia contohnya tikus, kelinci, dan tupai, (3) ordo Pholidota
contohnya trenggiling, (4) ordo Cetacea contohnya paus, pesut, dan lumbalumba, (5) ordo Insectivora contohnya Crocidura Murina (cecurut), (6)
ordo Chiroptera contohnya kekelawar, (7) ordo Sirenia contohnya ikan
duyung, (8) ordo Artiodactyla contohnya babi, kuda nil, unta, kambing,
dan kerbau, (9) ordo Perissodactyla contohnya badak, keledai, kuda, dan
tapir, (10) ordo Lagomorpha contohnya kelinci, (11) ordo Primata
contohnya hewan yang memanjat dan hidup di pohon, seperti kera, lutung,
gorila, kukang, orang utan, dan simpanse, (12) ordo Carnivora contohnya
singa, harimau, serigala, dan singa laut, dan (13) ordo Proboscidea
contohnya gajah.
4. Peranan filum Chordata bagi kehidupan
Peran dan manfaat Chordata sangat beragam bagi kehidupan manusia.
Sebagai bahan makanan, manusia membutuhkannya untuk memperoleh
energi. Selain itu, bagian tubuh beberapa jenis hewan Chordata digunakan
sebgai bahan obat-obatan, salah satunya adalah bisa ular. Dalam pertanian,
tenaga hewan vertebrata seperti kerbau digunakan untuk membajak sawah.
Dalam hal pengembangan teknologi menggunakan anjing dan primata
sebagai bahan percobaannya. Sedangkan untuk hobi dan rekreasi untuk
dipelihara dan hiburan seperti burung, ular, memancing ikan, dan kebun
binatang. Peran yang terakhir adalah sebagai bahan sandang yang menjadi
bahan dasar berbagai macam bentuk tas, pakaian, dan sandang lainnya
yang diambil dari kulit buaya, ular, sapi, kambing, dan ulat.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
136
Lampiran 5
Tabel Permainan Tebak Gambar Siklus I dan Siklus II
Siklus I
Klasifikasi subfilum vertebrata
Kelas
Agnata
Chondrichthyes
Lamprey
Ikan pari
Hagfish
Hiu biru
Hiu kepala martil
Osteichthyes
Ikan mas
Amphibia
Reptilia
Aves
Katak hijau
Kura-kura
Burung unta
Ikan lele
Katak pohon
Penyu
Tokhtor sumatra
Ikan salmon
Kodok
komodo
Trulek jawa
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
137
Kelas
Agnata
Chondrichthyes
Osteichthyes
Amphibia
Reptilia
Aves
Ikan gurami
Salamander cacing
Bunglon
Jalak bali
Belut
Salamander
Buaya
Ayam
Kuda laut
Ular
Penguin
Ikan terbang
Brontosaurus
Kiwi
Cicak
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
138
Siklus II
Klasifikasi kelas mamalia
Ordo
Monotremata
Marsupial
Artiodactyla
Carnivora
Cetasea
Platipus
Koala
Sapi
Anjing
Paus
Echidna
Kangguru
Babi
Kucing
Lumba-lumba
Jerapah
Anjing laut
Chiroptera
Kelelawar
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
139
Ordo
Pholidota
Trenggiling
Insectivora
Cecurut/curut
Tikus mondok
Lagomorpha
Kelinci
Perissodactyla
Primata
Kuda
Orang utan
Badak
Simpanse
Tapir
Lutung
Proboscidea
Gajah
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
140
Ordo
Rodentia
Tupai
Tikus
Landak
Sirenia
Ikan duyung
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
141
Lampiran 6
Turnamen TGT (Soal, Kunci Jawaban, dan Lembar Skor)
Siklus I
No
1.
Soal
Sebutkan 4 ciri khas
chordata !
2.
Sebutkan 3 subfilum
chordata !
3.
Sebutkan ciri-ciri subfilum
cephalochordata !
3.
Ikan termasuk hewan
vertebrata, sebutkan kelaskelas vertebrata yang
termasuk ke dalam
golongan ikan !
4.
Sebutkan 3 ciri-ciri kelas
Amphibia !
5.
Sebutkan 3 ordo anggota
dari kelas Amphibia dengan
contoh masing-masing !
6.
Sebutkan 2 ciri-ciri
Jawaban
a. Memiliki notokord (kerangka
tubuh)
b. Tali saraf dorsal berlubang
(akan berkembang menjadi
saraf pusat/otak dan tulang
belakang)
c. Celah faring
d. Memiliki ekor
a. Subfilum tunicata atau
urochordata
b. Subfilum cephalochordata
c. Subfilum vertebrata
a. Hewan laut yang berukuran
kecil
b. Sebagian besar
menghabiskan waktu dengan
membenamkan ekor di pasir
perairan dangkal
c. Proses pencernaan melalui
celah insang
a. Kelas agnata (ikan tanpa
rahang)
b. Kelas chondrichthyes (ikan
bertulang rawan)
c. Kelas osteichthyes (ikan
bertulang keras)
a. Tubuh terdiri atas kepala,
badan, dan dua pasang kaki
b. Kulitnya halus, licin, dan
basah
c. Dapat hidup di darat dan di
air
a. Ordo Apoda, contohnya
Ichthyophis glutinosa
(salamander cacing)
b. Ordo Caudata, contohnya
Salamander maculosa
(salamander)
c. Oedo Anura, contohnya katak
hijau, kodok, dan katak
pohon.
a. Hidup di darat dan di air
Skor
20
Waktu
1 menit
15
1 menit
15
1 menit
15
1,5 menit
15
1 menit
15
2 menit
10
30 detik
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
142
salamander !
No.
Soal
7.
Ciri-ciri kelas reptilia
adalah
8.
9.
10.
Sebutkan kelompokkelompok hewan yang
termasuk ke dalam ordo
kelas reptilia !
Sebutkan 4 hewan kelas
aves yang tidak dapat
terbang !
Sebutkan organ pencernaan
aves !
b. Kulit tidak bersisik
Jawaban
a. Mempunyai kaki besar dan
kuat, serta memiliki cakar
b. Perkembangbiakannya
dengan bertelur
c. Mempunyai kulit yang kering
dan bersisik
d. Respirasi sepenuhnya
dilakukan oleh paru-paru
a. Kelompok kura-kura
b. Kelompok kadal
c. Kelompok buaya
d. Kelompok reptil purba
a. Pinguin
b. Burung unta
c. Kasuari
d. Burung kiwi
a. Rongga mulut
b. Kerongkongan
c. Tembolok
d. Lambung kelenjar
e. Lambung otot
f. Usus
g. kloakan
Skor
20
Waktu
2 menit
15
1 menit
15
1 menit
20
2 menit
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
143
Siklus II
No
Soal
1. Sebutkan 3 ciri-ciri umum
mamalia
2.
Sebutkan dan jelaskan
pengelompokan mamalia
berdasarkan cara
reproduksinya!
3.
Sebutkan ciri khas platipus,
yaitu hewan mamalia yang
bertelur !
4.
Sebutkan hewan mamalia
yang dapat terbang dan
jelaskan ciri-cirinya !
5.
Sebutkan hewan-hewan
mamalia yang hidup di laut
dengan ordonya masingmasing !
Sebutkan ciri-ciri landak !
6.
Jawaban
Berambut
Melahirkan
Menyusui
Mamalia bertelur,
berkembangbiak dengan cara
bertelur, selain itu juga
memiliki kelenjar susu,
sehingga saat menetas, anak
tersebut akan menyusui
melalui bulu induknya
(karena tidak memiliki puting
susu)
b. Mamalia
berkatung/marsupial,
berkembangbiak dengan cara
melahirkan, tetapi saat anak
masih menyusui, anak
tersebut akan tinggal di
dalam kantung induknya.
c. Mamalia berplasenta,
memiliki masa hamil yang
lebih lama, perkembangan
embrioniknya di dalam
uterus yang dihubungkan
oleh plasenta.
Berkembangbiak dengan cara
melahirkan.
a. Memiliki paruh
b. Tidak memiliki daun telinga
c. Mempunyai kloaka dan
kelenjar susu
d. Testisnya berada di dalam
perut
Mamalia yang dapat terbang
adalah kelelawar, ciri-cirinya:
a. Memiliki indera penciuman
dan pendengaran yang tajam
b. Biasanya keluar pada malam
hari
a. Paus (ordo cetasea)
b. Lumba-lumba (ordo cetasea)
c. Pesut (ordo cetasea)
d. Ikan duyung (ordo sirenia)
a. Memiliki duri yang tajam
pada kulitnya
b. Hewan pengerat
c. Hidup di dalam tanah
a.
b.
c.
a.
Skor
10
Waktu
30 detik
20
3 menit
20
1,5 menit
20
2 menit
20
2 menit
20
1 menit
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
144
No
Soal
7. Sebutkan 2 perbedaan antara
orang utan dengan gorila !
8.
Sebutkan 3 ciri-ciri koala !
9.
Sebutkan manfaat hewan
chordata bagi manusia !
disertai contoh masingmasing !
10. Sebutkan peranan chordata
yang merugikan !
Jawaban
a. Orang utan hidup di hutan
hujan tropis sumatra dan
kalimantan, sedangkan gorila
hidup di afrika
b. Orang utan sebagian besar
hidupnya di atas pohon,
sedangkan gorila hidup di
darat
a. Memiliki kantung pada
tubuhnya
b. Dapat memanjat pohon
c. Berasal dari australia
a. Sebagai bahan makanan,
contohnya sapi, ikan, dll
b. Dalam bidang
kesehatan,contohnya bisa
ular untuk obat dan babi
sebagai bahan pembuatan
insulin hormon
c. Pengembangan
teknologi/bahan percobaan
praktikum, contohnya tikus
yang digunakan sebagai
tester percobaan obat baru
d. Bahan sandang, contohnya
kulit ular, buaya, sapi, dan
kambing untuk membuat tas
dan pakaian
e. Hobi dan rekreasi, contohnya
menjadi peliharaan manusia,
seperti kucing, anjing, dll
a. Hama pertanian, contohnya
tikus dan babi hutan
b. Sumber penyakit, contohnya
tikus got atau tikus rumah
Skor
15
15
Waktu
2 menit
1 menit
20
3 menit
10
1 menit
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
145
Lembar Skor Turnamen Setiap Siswa dalam Kelompok
Siklus I dan Siklus II
No
Kelompok: 1
Nama Anggota kelompok
Skor
Kelompok: 2
Nama Anggota kelompok
Skor
Kelompok: 3
Nama Anggota kelompok
Skor
Kelompok: 4
Nama Anggota kelompok
Skor
1
2
3
4
5
6
No
1
2
3
4
5
6
No
1
2
3
4
5
6
No
1
2
3
4
5
6
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
146
No
1
2
3
4
5
6
Kelompok: 5
Nama Anggota kelompok
Skor
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
147
Lampiran 7
Pretes (Kisi-Kisi, Soal, dan Kunci Jawaban)
Kisi-Kisi Pretes
Nama Sekolah
: SMA Negeri 4 Yogyakarta
Kelas/Semester
: X/II
Mata Pelajaran
: Biologi
No
Indikator
Pengetahuan
1.
2.
Menjelaskan ciri-ciri filum Chordata
Menjelaskan subfilum tunicata, cephalochordata,
3.
dan vertebrata
Menjelaskan hubungan hewan invertebrata dengan
vertebrata dalam filum Chordata
4.
5.
6.
7.
8.
Menjelaskan ciri-ciri subfilum Vertebrata
(kecuali kelas mamalia)
Mengidentifikasi klasifikasi subfilum vertebrata
Pemahaman
1
3
2
4, 5, 6
9
Menjelaskan ciri-ciri kelas mamalia
Mengidentifikasi klasifikasi kelas mamalia
Menjelaskan peranan filum Chordata bagi
kehidupan
Aspek
Penerapan
20
Jumlah Total Soal
7
17
16
18, 19
Analisis
Sintesis
Jumlah
Soal
1
1
1
8, 10
11, 12, 13,
14, 15
5
2
6
1
3
20
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
148
Soal Pretes
Nama
:
No. Absen
:
Kelas
:
Soal Pilihan Ganda
Waktu
: 30 menit
Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, d atau e pada jawaban yang tepat.
1. Chordata memiliki variasi dalam bentuk anatominya, berikut ini ciri khas chordata
adalah kecuali......
a. Memiliki notokord
d. Kaki ambulakral
b. Tali saraf dorsal berlubang
e. Ekor pasca anus yang berotot
c. Celah faring
2. Di dalam filum chordata terdapat hewan invertebrata dan vertebrata, hubungan
keduanya adalah......
a. Mengalami metamorfosis, seperti fase larva dan fase dewasa
b. Memiliki paru-paru sebagai organ pernapasan
c. Memiliki mulut untuk menyerap makanannya
d. Memiliki kerangka tubuh
e. Memiliki organ tubuh yang sempurna, yaitu kepala, badan, ekor, kaki, dan tangan
3. Pada hewan vertebrata, tali saraf disebut juga sebagai.......
a. Sumsum tulang belakang
d. Kepala
b. Saraf inti
e. Sel ekor
c. Otak
4. Ikan dengan ciri-ciri tidak berahang dan memiliki tulang rawan, merupakan ciri-ciri
dari ikan …...
a. Lamprey
d. Hiu
b. Gurami
e. Mas
c. Arwana
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
149
5. Tubuh terdiri atas kepala, badan, dan dua pasang kaki, serta kulitnya yang halus, licin,
dan basah adalah ciri-ciri kelas......
a. Amphibia
d. Mamalia
b. Reptilia
e. Cetacea
c. Aves
6. Hewan yang mengalami peralihan organ pernapasan dari insang menjadi paru-paru
adalah......
a. Ikan
d. Kadal
b. Katak
e. Ular
c. Buaya
7. Ordo-ordo di dalam kelas Reptilia adalah......
a. Testudinata, Squamata, Crocodilia, dan Rhinchocephala
b. Testudinata, Squamata, Crocodilia, dan Caudata
c. Testudinata, Squamata, Crocodilia, dan Anura
d. Testudinata, Squamata, Rhinchocephala, dan Anura
e. Testudinata, Squamata, Caudata, dan Anura
8. Ditemukan hewan dengan ciri-ciri berikut: 1) merayap, 2) tubuh ditutupi sisik dari zat
tanduk 3) terdapat mata, lubang telinga dan mulut 4) bernapas dengan paru-paru.
Hewan dengan ciri-ciri tersebut termasuk ke dalam kelompok........
a. Aves
d. Amphibia
b. Pisces
e. Mamalia
c. Reptilia
9. Jumlah ordo dalam kelas aves adalah......
a. 10
d. 13
b. 11
e. 14
c. 12
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
150
10. Anggota kelas aves berikut ini hidupnya di darat dan di air, memiliki tubuh yang
panjang dan kaki serta leher yang pendek, dan makanan utamanya ikan, merupakan
ciri-ciri dari........
a. Penguin
d. Angsa
b. Burung unta
e. Bebek
c. Kasuari
11. Berikut ini ciri-ciri hewan vertebrata
1. Berbulu
4. Bertelur
2. Melahirkan
5. Menyusui
3. Berambut
Yang merupakan ciri-ciri umum dari mamalia adalah..........
a. 1, 2, dan 3
d. 2, 3, dan 5
b. 1, 4, dan 5
e. 3, 4, dan 5
c. 2, 3, dan 4
12. Ciri-ciri sistem peredaran darah yang dimiliki mamalia adalah
a. Sistem peredaran darah tunggal, memiliki sel darah merah dan putih
b. Sistem peredaran darah ganda, memiliki sel darah merah dan putih
c. Sistem peredaran darah tunggal dan hanya memiliki sel darah merah
d. Sistem peredaran darah ganda dan hanya memiliki sel darah merah
e. Sistem peredaran darah ganda dan hanya memiliki sel darah putih
13. Mamalia dan burung yang masih hidup hingga saat ini sama-sama memiliki
karakteristik.....
a. Memiliki kantung udara
b. Bereproduksi dengan cara melahirkan
c. Memiliki bentuk gigi yang sama pada beberapa jenis spesiesnya
d. Memiliki kaki dan tangan
e. Kemampuan beberapa spesies yang dapat terbang
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
151
14. Ciri-ciri ordo Cetasea adalah........
a. Pemakan daging, memiliki gigi tajam, dan memiliki rambut
b. Bertelur dan memiliki paruh
c. Dapat terbang, keluar pada malam hari, dan melahirkan
d. Hidup di laut, berkembang biak dengan cara melahirkan, dan badannya berbentuk
ikan
e. Dapat memanjat dan hidup di pohon, serta omnivora
15. Salah satu mamalia yang dapat terbang, memiliki indara penciuman dan pendengaran
yang tajam, dan biasanya keluar mencari makanan pada malam hari, merupakan ciriciri dari........
a. Kuskus
d. Burung hantu
b. Kelelawar
e. Curut
c. Tupai terbang
16. Hewan dalam ordo primata yang tidak dapat memanjat dan tidak dapat hidup di atas
pohon adalah..........
a. Kukang
d. Lutung
b. Kera
e. Orang utan
c. Gorila
17. Memiliki kantung pada tubuhnya, memiliki bulu yang tebal dan lembut, dapat
memanjat dan berasal dari Australia, merupakan ciri-ciri dari............
a. Kangguru
d. Kuskus
b. Koala
e. Tikus
c. Monyet
18. Hewan mamalia ini sering digunakan sebagai bahan percobaan obat baru karena
kemiripan genetiknya, hewan yang dimaksud adalah..........
a. Monyet
d. Keledai
b. Orang utan
e. Babi
c. Tikus
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
152
19. Hewan chordata yang paling sering dimanfaatkan manusia sebagai bahan konsumsi,
hidup di air laut dan air tawar, kaya akan protein, dan memiliki ukuran tubuh yang
beragam adalah......
a. Kepiting
d. Buaya
b. Cumi-cumi
e. Katak
c. Ikan
20. Hewan chordata yang dianggap hama pertanian oleh manusia adalah............
a. Kura-kura
d. Kadal
b. Ikan
e. Burung
c. Ular
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
153
Kunci Jawaban Soal Pretes
Pretes
1. d
2. a
3. a
4. a
5. a
6. b
7. a
8. c
9. d
10. a
11. d
12. b
13. e
14. d
15. b
16. c
17. b
18. c
19. c
20. e
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
154
Lampiran 8
Postes Siklus I dan Siklus II (Kisi-Kisi, Soal, dan Kunci Jawaban)
Kisi-Kisi
Siklus I
No
Indikator
Pengetahuan
1.
2.
3.
4.
5.
Menjelaskan ciri-ciri filum Chordata
Menjelaskan
subfilum
tunicata,
cephalochordata, dan vertebrata
Menjelaskan hubungan hewan invertebrata
dengan vertebrata dalam filum Chordata
Menjelaskan ciri-ciri subfilum Vertebrata
(kecuali kelas mamalia)
Mengidentifikasi klasifikasi subfilum vertebrata
Pemahaman
1
2, 3
6
Aspek
Penerapan
Analisis
Sintesis
5
4
9, 11, 12, 13,
18
19
7, 8, 10, 15, 18
Jumlah Total Soal
Jumlah
Soal
1
4
1
14, 16, 17,
20
8
6
20
Siklus II
No
Indikator
Aspek
Pengetahuan
Pemahaman
1.
Menjelaskan ciri-ciri kelas mamalia
2.
Mengidentifikasi klasifikasi kelas mamalia
4,15
5,8,9,10,13,14,
3.
Menjelaskan peranan filum Chordata bagi
kehidupan
17, 19, 20
16, 18
1
Jumlah Total Soal
Penerapan
Nomor
Analisis
Sintesis
Soal
2, 3
3
6, 7, 11, 12
12
5
20
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
155
Soal Postes Siklus I
Nama
:
No. Absen
:
Kelas
:
Waktu
Soal
Pilihan Ganda : 30 menit
Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, d atau e pada jawaban yang tepat.
1. Chordata memiliki variasi dalam bentuk anatominya, berikut ini ciri khas chordata
adalah kecuali....
a. Memiliki notokord
d. Kaki ambulakral
b. Tali saraf dorsal berlubang
e. Ekor pasca anus yang berotot
c. Celah faring
2. Hewan yang hidup di laut dan diam menempel (sesil) pada batuan atau sampan
termasuk dalam subfilum....
a. Tunikata
d. Echinoidea
b. Cephalochordata
e. Vertebrata
c. Crinoidea
3. Ciri-ciri hewan cephalochordata adalah....
a. Hewan dengan ukuran yang besar
b. Sistem pencernaan melalui mulut
c. Sistem pencernaa melalui celah insang
d. Bernapas dengan paru-paru
e. Memiliki tentakel
4. Di dalam filum chordata terdapat hewan invertebrata dan vertebrata, hubungan
keduanya adalah....
a. Mengalami metamorfosis, seperti fase larva dan fase dewasa
b. Memiliki paru-paru sebagai organ pernapasan
c. Memiliki mulut untuk menyerap makanannya
d. Memiliki kerangka tubuh
e. Memiliki organ tubuh yang sempurna, yaitu kepala, badan, ekor, kaki, dan tangan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
156
5. Vertebrata dan tunikata merupakan dua kelompok hewan yang jauh berbeda, namun
mereka sama-sama memiliki....
a. Notokord dan tali saraf atau ekor
b. Derajat sefalisasi yang tinggi
c. Pembentukan struktur dari pial neural
d. Endeskeleton yang meliputi kerangka
e. Adanya celah faring
6. Pada hewan vertebrata, tali saraf disebut juga sebagai....
a.
Sumsum tulang belakang
d.
Kepala
b.
Saraf inti
e.
Sel otak
c.
Otak
7. Manakah diantara kelompok berikut ini yang semua anggotanya sudah punah....
a. Cephalochordata
d. Ikan bersirip lobus
b. Agnatha
e. Burung ratita
c. Placodermi
8. Anggota hewan yang pada umumnya berperan sebagai predator, termasuk ke dalam
kelas....
a. Agnata
d. Placodermi
b. Chondrichthyes
e. Amphibia
c. Osteichthyes
9. Kelas Vertebrata berikut ini yang jumlah spesiesnya paling banyak dengan ukuran
yang beragam, hidup di air laut dan air tawar, dan bersisik adalah ciri-ciri dari
kelas.......
a. Osteichthyes
d. Amphibia
b. Chondrichthyes
e. Reptilia
c. Agnata
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
157
10. Vertebrata merupakan suatu anak filum dari hewan yang memiliki sumbu saraf atau
otak dengan tubuh yang dilengkapi oleh rangka dalam. Anggota vertebrata tersebut
adalah …..
a. pisces – aves – reptilia – insekta
b. aves – pisces – reptilia – mamalia
c. amphibia – aves – pisces – insecta
d. reptilia – pisces – insecta – mammalia
e. pisces – amphibia – insecta – reptilia
11. Ikan dengan ciri-ciri tidak berahang dan memiliki tulang rawan, merupakan ciri-ciri
dari ikan…..
a. Lamprey
d. Hiu
b. Gurami
e. Mas
c. Arwana
12. Tubuh terdiri atas kepala, badan, dan dua pasang kaki, serta kulitnya yang halus, licin,
dan basah adalah ciri-ciri kelas.....
a. Amphibia
d. Mamalia
b. Reptilia
e. Cetacea
c. Aves
13. Hewan yang mengalami peralihan organ pernapasan dari insang menjadi paru-paru
adalah.....
a. Ikan
d. Kadal
b. Katak
e. Ular
c. Buaya
14. Hewan yang memiliki ciri-ciri berikut ini 1) hewan yang hidup di air dan di darat, 2)
memiliki ekor dan kaki, 3) hewan karnivora, dan 4) kulit tidak bersisik merupakan
ciri-ciri dari…..
a. Katak
d. Ular
b. Salamander
e. Kadal
c. Buaya
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
158
15. Ordo-ordo di dalam kelas Reptilia adalah.....
a. Testudinata, Squamata, Crocodilia, dan Rhinchocephala
b. Testudinata, Squamata, Crocodilia, dan Caudata
c. Testudinata, Squamata, Crocodilia, dan Anura
d. Testudinata, Squamata, Rhinchocephala, dan Anura
e. Testudinata, Squamata, Caudata, dan Anura
16. Jenis burung ini terancam punah, merupakan burung asli dari Indonesia, memiliki
bulu dan suara yang indah, dan memiliki jambul di kepala merupakan ciri-ciri dari......
a. Cendrawasih
d. Tokhtor Sumatera
b. Ayam
e. Trulek jawa
c. Jalak bali
17. Ditemukan hewan dengan ciri-ciri berikut: 1) merayap, 2) tubuh ditutupi sisik dari zat
tanduk 3) terdapat mata, lubang telinga dan mulut 4) bernapas dengan paru-paru.
Hewan dengan ciri-ciri tersebut termasuk ke dalam kelompok …...
a. Aves
d. Amphibia
b. Pisces
e. Mamalia
c. Reptilia
18. Saluran pencernaan aves adalah.....
a. Rongga mulut, kerongkongan, tembolok, lambung kelenjar, lambung otot, usus,
dan kloaka
b. Rongga mulut, kerongkongan, tembolok, lambung kelenjar, usus, dan kloaka
c. Rongga mulut, faring, lambung kelenjar, lambung otot, dan kloaka
d. Rongga mulut, kerongkongaan, tembolok, lambung, kloaka
e. Rongga mulut, faring, lambung, usus, kloaka
19. Jumlah ordo dalam kelas aves adalah.....
a. 10
d. 13
b. 11
e. 14
c. 12
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
159
20. Anggota kelas aves berikut ini hidupnya di darat dan di air, memiliki tubuh yang
panjang dan kaki serta leher yang pendek, dan makanan utamanya ikan, merupakan
ciri-ciri dari.....
a. Penguin
b. Burung unta
c. Kasuari
d. Angsa
e. Bebek
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
160
Soal Postes Siklus II
Nama
:
No. Absen
:
Kelas
:
Waktu
Soal
Pilihan Ganda : 30 menit
Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, d atau e pada jawaban yang tepat.
1. Berikut ini ciri-ciri hewan vertebrata
1. Berbulu
4. Bertelur
2. Melahirkan
5. Menyusui
3. Berambut
Yang merupakan ciri-ciri umum dari mamalia adalah..........
a. 1, 2, dan 3
d. 2, 3, dan 5
b. 1, 4, dan 5
e. 3, 4, dan 5
c. 2, 3, dan 4
2. Mamalia dan burung yang masih hidup hingga saat ini sama-sama memiliki
karakteristik.....
a. Memiliki kantung udara
b. Bereproduksi dengan cara melahirkan
c. Memiliki bentuk gigi yang sama pada beberapa jenis spesiesnya
d. Memiliki kaki dan tangan
e. Kemampuan beberapa spesies yang dapat terbang
3. Ciri-ciri sistem peredaran darah yang dimiliki mamalia adalah....
a. Sistem peredaran darah tunggal, memiliki sel darah merah dan putih
b. Sistem peredaran darah ganda, memiliki sel darah merah dan putih
c. Sistem peredaran darah tunggal dan hanya memiliki sel darah merah
d. Sistem peredaran darah ganda dan hanya memiliki sel darah merah
e. Sistem peredaran darah ganda dan hanya memiliki sel darah putih
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
161
4. Subkelas mamalia terbagi menjadi prototheria dan theria, berapa jumlah ordo dalam
subkelas theria.....
a. 9 ordo
d. 12 ordo
b. 10 ordo
e. 13 ordo
c. 11 ordo
5. Trenggiling (Manis javanica ) termasuk hewan yang dilindungi. Hewan ini termasuk
kelompok …...
a. Reptilia
d. Marsupialia
b. Amphibia
e. Casuariformes
c. Mammalia
6. Ciri-ciri ordo Cetasea adalah …...
a. Pemakan daging, memiliki gigi tajam, dan memiliki rambut
b. Bertelur dan memiliki paruh
c. Dapat terbang, keluar pada malam hari, dan melahirkan
d. Hidup di laut, berkembang biak dengan cara melahirkan, dan badannya berbentuk
ikan
e. Dapat memanjat dan hidup di pohon, serta omnivora
7. Hewan ini masuk ke dalam ordo Rodentia, memiliki duri yang tajam pada kulitnya,
dan hewan pengerat yang hidup di dalam lubang tanah, merupakan ciri-ciri dari......
a. Tikus
d. Berang-berang
b. Landak
e. Platipus
c. Trenggiling
8. Diantara hewan di bawah ini yang berparuh, bertelur dan berambut, yaitu ..….
a. Katak
d. Echidna
b. Bebek
e. Platipus
c. Maleo
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
162
9. Hewan dengan ciri-ciri telapak kaki berjari ganjil dan dibungkus kuku dari zat tanduk.
Hewan tersebut termasuk ke dalam ordo ..….
a. Perissodactyla
d. Rodentia
b. Artiodactyla
e. Cetacea
c. Chiroptera
10. Paus, lumba-lumba dan pesut termasuk ke dalam ordo ..….
a. Monotremata
d.
Catacea
b. Chiroptera
e.
Sirena
c. Carnivora
11. Salah satu mamalia yang dapat terbang, memiliki indara penciuman dan pendengaran
yang tajam, dan biasanya keluar mencari makanan pada malam hari, merupakan ciriciri dari.......
a. Kuskus
d. Burung hantu
b. Kelelawar
e. Curut
c. Tupai terbang
12. Memiliki kantung pada tubuhnya, memiliki bulu yang tebal dan lembut, dapat
memanjat dan berasal dari Australia, merupakan ciri-ciri dari.......
a. Kangguru
d. Kuskus
b. Koala
e. Tikus
c. Monyet
13. Memiliki gigi seri yang tumbuh secara teratur, merupakan ciri khas dari ordo......
a. Marsupial
d. Rodentia
b. Pholidota
e. Primata
c. Insectivora
14. Hewan dalam ordo primata yang tidak dapat memanjat dan tidak dapat hidup di atas
pohon adalah.....
a. Kukang
d. Lutung
b. Kera
e. Orang utan
c. Gorila
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
163
15. Serigala, singa, dan harimau termasuk di dalam ordo.....
a. Primata
d. Marsupial
b. Proboscidea
e. Sirenia
c. Carnivora
16. Hewan chordata yang paling sering dimanfaatkan manusia sebagai bahan konsumsi,
hidup di air laut dan air tawar, kaya akan protein, dan memiliki ukuran tubuh yang
beragam adalah......
a. Kepiting
b. Cumi-cumi
d. Buaya
c. Ikan
e. Katak
17. Babi dapat digunakan sebagai bahan obat-obatan, produksi obat dari babi adalah.......
a. Hormon insulin
d. Analgesik
b. Obat tetanus
e. Parasetamol
c. Obat generik
18. Hewan mamalia ini sering digunakan sebagai bahan percobaan obat baru karena
kemiripan genetiknya, hewan yang dimaksud adalah......
a. Monyet
d. Keledai
b. Orang utan
e. Babi
c. Tikus
19. Bedug atau gendang umumnya terbuat dari kulit.......
a. Ular
d. Kambing
b. Rusa
e. Sapi
c. Buaya
20. Hewan chordata yang dianggap hama pertanian oleh manusia adalah........
a. Kura-kura
b. Ikan
c. Ular
d. Kadal
e. Burung
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
164
Kunci Jawaban Postes Siklus I dan Siklus II
Postes Siklus I
1. d
8. b
15. a
2. a
9. a
16. c
3. c
10. b
17. c
4. a
11. a
18. a
5. e
12. a
19. d
6. a
13. b
20. a
7. c
14. b
Postes Siklus II
1. d
18. c
2. e
19. e
3. b
20. e
4. e
5. c
6. d
7. b
8. e
9. a
10. d
11. b
12. b
13. d
14. c
15. c
16. c
17. a
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
165
Lampiran 9
Observasi Diskusi Kelompok dan Turnamen TGT
(Kisi-Kisi dan Lembar Observasi)
Kisi-kisi lembar observasi diskusi kelompok
Indikator
1. Perhatian
siswa
Jumlah Deskriptor
saat
guru
2
menjelaskan materi
2. Antusiasme dalam kelompok
2
diskusi
3. Keterlibatan
dalam
kelompok
3
4. Semangat siswa dalam diskusi
3
diskusi
kelompok
Jumlah Total Deskriptor
10
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
166
Kisi-kisi lembar observasi turnamen TGT
Indikator
1. Antusiasme
Jumlah Deskriptor
siswa
dalam
3
2. Kejujuran siswa dalam mengikuti
turnamen TGT.
3. Ketepatan siswa menjawab soal
pertanyaan dalam turnamen
TGT.
4. Sikap siswa menyikapi hasil
2
turnamen TGT.
2
3
akhir turnamen TGT.
Jumlah Total Deskriptor
10
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
167
Lembar Observasi Diskusi Kelompok
Tempat pelaksanaan : SMA Negeri 4 Yogyakarta
Hari/tanggal
:
Pertemuan ke
:
Kelompok
:
Petunjuk :
A. Isilah kolom nilai sesuai pedoman penilaian berikut.
Pedoman penskoran setiap siswa dalam kelompok diskusi
5 : jika semua siswa melaksanakan deskriptor
4 : jika empat siswa melaksanakan deskriptor
3 : jika tiga siswa melaksanakan deskriptor
2 : jika dua siswa melaksanakan deskriptor
1 : jika satu siswa melaksanakan deskriptor
B. Isilah kolom skor sesuai pedoman penskoran
Indikator
Deskriptor
1
1. Perhatian
siswa saat
guru
menjelaskan
materi
2. Antusiasme
dalam
kelompok
diskusi
3. Keterlibatan
dalam
kelompok
diskusi
a. Memperhatikan
penjelasan guru.
b. Mencatat materi
yang disampaikan
guru.
a. Mau bekerja sama
dalam kelompok.
b. Akrab dengan
kelompok.
a. Membaca buku
relevan.
b. Memiliki peran
dalam
mengerjakan tugas
diskusi.
2
Skor
3
4
5
Jumlah
Skor
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
168
Indikator
Deskriptor
1
2
Skor
3
4
5
c. Menyelesaikan
tugas dalam
lembar kerja.
4. Semangat
siswa dalam
diskusi
kelompok
a. Aktif dalam
kelompok.
b. Siswa percaya diri
dalam
mempresentasikan
hasil diskusi.
c. Siswa menanggapi
pertanyaan dalam
diskusi.
Skor Total Kelompok
Catatan : Penomoran (1,2,3,4,5) pada skor digunakan sebagai identitas masingmasing siswa dalam kelompok.
Observer
(......................................)
Jumlah
Skor
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
169
Lembar Observasi Turnamen Teams Game Tournament (TGT)
Tempat pelaksanaan : SMA Negeri 4 Yogyakarta
Hari/tanggal
:
Pertemuan ke
:
Kelompok
:
Petunjuk :
A. Isilah kolom nilai sesuai pedoman penilaian berikut.
Pedoman penskoran setiap siswa dalam turnamen TGT
5 : jika semua siswa melaksanakan deskriptor
4 : jika lima siswa melaksanakan deskriptor
4 : jika tiga siswa melaksanakan deskriptor
3 : jika dua siswa melaksanakan deskriptor
1 : jika satu siswa melaksanakan deskriptor
B. Isilah kolom skor sesuai pedoman penskoran
Indikator
Deskriptor
Skor
1
2
3
4
5
4. Antusiasme
c. Dapat bekerja
siswa dalam
sama dalam
turnamen
kelompok
TGT.
turnamen.
d. Semangat dalam
turnamen.
e. Serius dalam
mengikuti
turnamen.
5. Kejujuran
siswa dalam
mengikuti
turnamen
TGT.
a. Menjawab
pertanyaan soal
turnamen menurut
pendapat siswa
sendiri/tidak
mencontek.
b. Siswa jujur dengan
perannya masingmasing.
6
7
Jumlah
Skor
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
170
Indikator
Deskriptor
1
6. Ketepatan
siswa
menjawab
soal
pertanyaan
dalam
turnamen
TGT.
a. Siswa benar dalam
menjawab.
b. Siswa menjawab
pertanyaan tepat
waktu.
7. Sikap siswa
menyikapi
hasil akhir
turnamen
TGT.
d. Siswa puas
terhadap hasil
akhir turnamen
e. Siswa antusias.
f. Siswa
menghormati hasil
akhir turnamen.
2
3
Skor
4
5
6
7
Skor Total Kelompok
Catatan : Penomoran (1,2,3,4,5) pada skor digunakan sebagai identitas masingmasing siswa dalam kelompok.
Observer
(......................................)
Jumlah
Skor
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
171
Lampiran 10
Kuisioner Motivasi (Kisi-Kisi dan lembar Kuisioner)
Kisi-kisi lembar kuisioner
Indikator
Pernyataan
Pernyataan
Positif
Negatif
1. Perhatian siswa
7, 9, 14
2, 3, 4, 8, 11, 12
9
2. Relevansi
6, 16, 18
17
4
3. Percaya diri siswa
1, 10, 13
15, 19
5
5
20
2
4. Kepuasan
diri
Jumlah
siswa
Jumlah Total Pernyataan
20
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
172
Lembar Kuisoner Motivasi Belajar Siswa
No. Presensi :
Jenis kelamin :
Kelas
:
Petunjuk
1. Pada kuisioner ini terdapat 20 pernyataan. Pertimbangkan baik-baik setiap
pernyataan dalam kaitannya dengan materi pembelajaran yang baru selesai
kamu pelajari dengan menggunakan metode Teams Game Tournament
(TGT). Berilah jawaban yang benar-benar cocok dengan pilihanmu.
2. Pertimbangkan setiap pernyataan secara terpisah dan tentukan kebenarannya.
Jawabanmu jangan dipengaruhi oleh jawaban terhadap pernyataan lain.
3. Beri tanda (√) pada jawaban yang sesuai dengan keadaanmu pada kolom yang
disediakan. Terima kasih.
Keterangan Pilihan jawaban:
SS
= sangat setuju
S
= setuju
TS
= tidak setuju
STS
= sangat tidak setuju
PERNYATAAN
No
1.
2.
3.
4.
Pernyataan
Pertama kali saya melihat pembelajaran
dengan menggunakan metode TGT, saya
percaya bahwa pembelajaran ini mudah
bagi saya.
Metode pembelajaran dengan metode TGT
tidak menarik bagi saya untuk lebih giat
belajar.
Materi pembelajaran yang diajarkan sulit
saya pahami.
Dalam pembelajaran terdapat materi yang
mengandung banyak informasi, sehingga
sukar bagi saya untuk mengambil ide-ide
penting dan mengingatnya.
SS
S
TS
STS
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
173
No
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
Pernyataan
Dengan menyelesaikan tugas-tugas dalam
pembelajaran yang menggunakan metode
TGT, membuat saya merasa puas terhadap
hasil yang telah saya capai.
Saya memahami dengan baik hubungan
antara materi pembelajaran yang dipelajari
dengan apa yang telah saya ketahui.
Materi
pembelajaran
dengan
menggunakan metode TGT sangat
menarik perhatian saya.
Pembelajaran menggunakan metode TGT
sangat abstrak sehingga sulit bagi saya
untuk tetap mempertahankan perhatian
saya.
Terdapat cerita, gambar atau contoh yang
dapat memberi manfaat dalam pemahaman
materi.
Saya dapat menyelesaikan tugas-tugas
dalam pembelajaran menggunakan metode
TGT dengan baik.
Proses dalam pembelajaran menggunakan
metode TGT terkesan kering dan tidak
menarik.
Proses pembelajaran membuat saya
merasa bosan.
Dalam proses pembelajaran, saya percaya
bahwa
saya
mampu
mempelajari
materinya.
Saya
sangat
senang
mengikuti
pembelajaran menggunkan metode TGT.
Tugas-tugas latihan yang diberikan terlalu
sulit.
Isi dalam pembelajaran menggunakan
metode TGT sesuai dengan minat saya.
Pembelajaran ini tidak relevan dengan
kebutuhan saya sebab sebagian besar
isinya tidak saya ketahui.
Dalam
pembelajaran
menggunakan
metode TGT, memberi saya contoh
pengetahuan yang ada dalam kehidupan
sehari-hari.
Sedikitpun saya tidak memahami materi
pembelajaran ini
Saya tidak senang mengikuti pembelajaran
dengan menggunakan metode TGT.
SS
S
TS
STS
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
174
Lampiran 11
Hasil Tes awal Siswa (Pretes)
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
Nomor Urut Presensi Siswa
01
02
06
07
08
09
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
24
27
28
29
30
31
32
33
34
35
Nilai
70
65
35
30
80
60
65
65
55
35
70
60
30
65
65
55
50
65
65
25
50
65
55
65
60
45
65
70
60
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
175
Lampiran 12
Hasil Pretes Siswa dengan Nilai Tertinggi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
176
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
177
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
178
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
179
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
180
Lampiran 13
Hasil Pretes Siswa dengan Nilai Terendah
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
181
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
182
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
183
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
184
Lampiran 14
Hasil Observasi Diskusi Kelompok Siklus I
No
Kelompok
Skor
Skor total
Persentase
Kategori
maksimal
kelompok
skor
1.
1
4
35
87,5%
Tinggi
2.
2
3
22
73,33%
Tinggi
3.
3
5
45
90%
Tinggi
4.
4
5
10
20%
Rendah
5.
5
3
6
20%
Rendah
6.
6
5
27
54%
Sedang
7.
7
4
33
82,5%
Tinggi
Jumlah total siswa
29
NB: jumlah anggota setiap kelompok mempengaruhi skor
maksimal atau jumlah anggota setiap kelompok sama
dengan skor maksimal.
% skor =
Kelompok
1
2
3
4
5
6
7
Jumlah total siswa
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑘𝑒𝑙𝑜𝑚𝑝𝑜𝑘
𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙 𝑥 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎 ℎ 𝑝𝑒𝑟𝑛𝑦𝑎𝑡𝑎𝑎𝑛
Jumlah siswa
4
3
5
5
3
5
4
29
% kategori siswa =
x 100%
Kategori
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Rendah
Rendah
Sedang
Tinggi
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 ℎ 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑠𝑒𝑡𝑖𝑎𝑝 𝑘𝑎𝑡𝑒𝑔𝑜𝑟𝑖
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎 ℎ 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎
x 100%
Jumlah siswa kategori tinggi adalah 16 siswa, dengan persentase
kategori = 55,17%
Jumlah siswa kategori sedang adalah 5, dengan persentase kategori =
17,24%
Jumlah siswa kategori rendah adalah 8, dengan persentase kategori =
27,59%
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
185
Lampiran 15
Hasil Observasi Diskusi Kelompok Siklus I dengan Skor Tertinggi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
186
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
187
Lampiran 16
Hasil Observasi Diskusi Kelompok Siklus I dengan Skor Terendah
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
188
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
189
Lampiran 17
Hasil Observasi Turnamen TGT Siklus I
No
Kelompok
Skor
Skor total
Persentase
Kategori
maksimal
kelompok
skor
1.
A
6
59
98,33%
Tinggi
2.
B
7
61
87,14%
Tinggi
3.
C
6
48
80%
Tinggi
4.
D
5
36
72%
Tinggi
5.
E
5
27
54%
Sedang
Jumlah total siswa
29
NB: jumlah anggota setiap kelompok mempengaruhi skor
maksimal atau jumlah anggota setiap kelompok sama dengan
skor maksimal.
% skor =
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑘𝑒𝑙𝑜𝑚𝑝𝑜𝑘
𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙 𝑥 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎 ℎ 𝑝𝑒𝑟𝑛𝑦𝑎𝑡𝑎𝑎𝑛
Kelompok
A
B
C
D
E
Jumlah total siswa
% kategori siswa =
Jumlah siswa
6
7
6
5
5
29
x 100%
Kategori
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Sedang
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 ℎ 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑠𝑒𝑡𝑖𝑎𝑝 𝑘𝑎𝑡𝑒𝑔𝑜𝑟𝑖
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎 ℎ 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎
x 100%
Jumlah siswa kategori tinggi adalah 24, dengan persentase
kategori = 82,76%
Jumlah siswa kategori sedang adalah 5, dengan persentase
kategori = 17,24%
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
190
Lampiran 18
Hasil Observasi Turnamen TGT Siklus I dengan Skor Tertinggi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
191
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
192
Lampiran 19
Hasil Observasi Turnamen TGT Siklus I dengan Skor Terendah
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
193
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
194
Lampiran 20
Hasil Postes Siklus I
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
Nomor Urut Presensi Siswa
01
02
06
07
08
09
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
24
27
28
29
30
31
32
33
34
35
Nilai
65
45
40
35
65
55
35
35
50
75
50
50
40
45
55
55
60
45
50
25
30
60
50
65
60
40
70
40
45
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
195
Lampiran 21
Hasil Postes siklus I dengan Nilai Tertinggi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
196
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
197
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
198
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
199
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
200
Lampiran 22
Hasil Postes siklus I dengan Nilai Terendah
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
201
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
202
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
203
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
204
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
205
Lampiran 23
Hasil Observasi Diskusi Kelompok Siklus II
No
Kelompok
1.
1
2.
2
3.
3
4.
4
5.
5
6.
6
7.
7
Jumlah total siswa
Skor
maksimal
4
3
4
4
5
5
4
29
Skor total
kelompok
37
23
29
25
38
40
38
Persentase
skor
92,5%
76,67%
72,5%
62,5%
76%
80%
95%
Kategori
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Sedang
Tinggi
Tinggi
Tinggi
NB: jumlah anggota setiap kelompok mempengaruhi skor
maksimal atau jumlah
anggota setiap kelompok sama
dengan skor maksimal.
% skor =
Kelompok
1
2
3
4
5
6
7
Jumlah total siswa
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑘𝑒𝑙𝑜𝑚𝑝𝑜𝑘
𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙 𝑥 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎 ℎ 𝑝𝑒𝑟𝑛𝑦𝑎𝑡𝑎𝑎𝑛
Jumlah siswa
4
3
4
4
5
5
4
29
% kategori siswa =
x 100%
Kategori
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Sedang
Tinggi
Tinggi
Tinggi
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 ℎ 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑠𝑒𝑡𝑖𝑎𝑝 𝑘𝑎𝑡𝑒𝑔𝑜𝑟𝑖
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎 ℎ 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎
x 100%
Jumlah siswa kategori tinggi adalah 25 siswa, dengan persentase
kategori = 86,21%
Jumlah siswa kategori sedang adalah 4, dengan persentase kategori =
13,79%
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
206
Lampiran 24
Hasil Observasi Diskusi Kelompok Siklus II dengan Skor Tertinggi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
207
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
208
Lampiran 25
Hasil Observasi Diskusi Kelompok Siklus II dengan Skor Terendah
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
209
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
210
Lampiran 26
Hasil Observasi Turnamen TGT Siklus II
No
Kelompok
Skor
Skor total
Prosentase
Kategori
maksimal
kelompok
skor
1.
A
6
62
88,57%
Tinggi
2.
B
7
55
78,57%
Tinggi
3.
C
6
45
76,67%
Tinggi
4.
D
5
46
90%
Tinggi
5.
E
5
50
100%
Tinggi
Rata-rata
29
NB: jumlah anggota setiap kelompok mempengaruhi skor
maksimal atau jumlah anggota setiap kelompok sama
dengan skor maksimal.
% skor =
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑘𝑒𝑙𝑜𝑚𝑝𝑜𝑘
𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙 𝑥 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎 ℎ 𝑝𝑒𝑟𝑛𝑦𝑎𝑡𝑎𝑎𝑛
Kelompok
A
B
C
D
E
Jumlah total siswa
Jumlah siswa
6
7
6
5
5
29
% kategori siswa =
x 100%
Kategori
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 ℎ 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑠𝑒𝑡𝑖𝑎𝑝 𝑘𝑎𝑡𝑒𝑔𝑜𝑟𝑖
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎 ℎ 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎
x 100%
Jumlah siswa kategori tinggi adalah 29, dengan persentase
kategori = 100%
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
211
Lampiran 27
Hasil Observasi Turnamen TGT Siklus II dengan Skor Tertinggi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
212
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
213
Lampiran 28
Hasil Observasi Turnamen TGT Siklus II dengan Skor Terendah
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
214
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
215
Lampiran 29
Hasil Postes Siklus II
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
Nomor Urut Presensi Siswa
01
02
06
07
08
09
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
24
27
28
29
30
31
32
33
34
35
Nilai
80
80
75
25
90
85
75
70
90
80
80
75
50
85
85
70
70
80
90
75
85
75
80
70
60
85
95
80
85
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
216
Lampiran 30
Hasil Postes Siklus II dengan Nilai Tertinggi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
217
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
218
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
219
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
220
Lampiran 31
Hasil Postes Siklus II dengan Nilai Terendah
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
221
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
222
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
223
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
224
Lampiran 32
Hasil Kuisoner Motivasi Belajar
No. Presensi Siswa
01
02
06
07
08
09
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
24
27
28
29
30
31
32
33
34
35
Skor siswa =
Skor siswa
60
54
64
63
60
74
61
60
55
58
68
63
54
60
60
57
56
61
61
58
59
64
38
55
55
61
57
60
60
Persentase skor
75%
67,5%
80%
78,75%
75%
92,5%
76,25%
75%
68,75%
72,5%
85%
78,75%
67,5%
75%
75%
71,25%
70%
76,25%
76,25%
72,5%
73,75%
80%
47,5%
68,75%
68,75%
76,25%
71,25%
75%
75%
𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎
𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑏𝑢𝑡𝑖𝑟 𝑘𝑢𝑖𝑠𝑖𝑜𝑛𝑒𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙 𝑥 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎 ℎ 𝑝𝑒𝑟𝑛𝑦𝑎𝑡𝑎𝑎𝑛
Kategori
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Sedang
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
Tinggi
x 100%
NB: skor butir kuisioner maksimal adalah 4 dengan jumlah pernyataan
20 dan jumlah total siswa 29.
% kategori siswa =
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎 ℎ 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑠𝑒𝑡𝑖𝑎𝑝 𝑘𝑎𝑡 𝑒𝑔𝑜𝑟𝑖
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎 ℎ 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎
x 100%
Jumlah siswa kategori tinggi adalah 28, dengan persentase
kategori = 96,55%
Jumlah siswa kategori sedang adalah 1, dengan persentase
kategori = 3,45%
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
225
Lampiran 33
Hasil Kuisoner Motivasi Belajar dengan Skor Tertinggi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
226
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
227
Lampiran 34
Hasil Kuisoner Motivasi Belajar dengan Skor Terendah
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
228
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
229
Lampiran 35
Presensi Kehadiran Siswa Selama Penelitian
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
230
Lampiran 36
Surat Ijin Penelitian Dari Dinas Pendidikan Yogyakarta
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
231
Lampiran 37
Surat Ijin Penelitian Dari SMA Negeri 4 Yogyakarta
Download