Glikosida terkait pigmen

advertisement
Glikosida terkait pigmen
Garcinia sp. (flavon dan xanthon)
Centauria cyanus (cyanin)
Anggrek dan Dahlia (pelargonin)
Garcinia mangostana
 Nama umum: manggis
 Simplisia yang digunakan:
kulit buah manggis
Kulit buah manggis yang telah terkumpul
dibersihkan dari kotoran-kotoran,
kemudian dirajang kecil-kecil dan
dikeringkan di udara terbuka. Kulit yang
telah kering digiling hingga menjadi
serbuk simplisia.
Taksonomi












Kerajaan:
Plantae
Divisi:
Magnoliophyta
Kelas:
Magnoliopsida
Ordo:
Malpighiales
Famili:
Clusiaceae
Genus:
Garcinia
Bentuk
Penyebaran
 banyak tersebar di Indonesia, umumnya dikenal
sebagai tumbuhan manggis-manggisan.
 Di Asia Tengara terdapat sekitar 30 spesies yang
menghasilkan buah yang dapat dimakan, seperti
Garcinia mangostana (buah manggis), Garcinia
parvifolia (kandis), dan Garcinia dulcis (mundu).
Beberapa spesies Garcinia juga tumbuh di daerah
subtropis, seperti di kepulauan Jepang, Korea dan
di sebagian wilayah dataran Cina.
Cara pengumpulan
 memperhatikan umur panen terbaik, dan juga cara




panen terbaik.
Tingkat kematangan sangat berpengaruh terhadap
mutu dan daya simpan buah manggis.
Buah dipanen setelah berumur 104 hari sejak bunga
mekar.
Pemanenan dilakukan dengan cara memetik atau
memotong pangkal tangkai buah dengan bantuan
pisau tajam.
Buah manggis di Indonesia dipanen pada bulan
November sampai Maret tahun berikutnya.
Kandungan kimia
 Kandungan kimia kulit manggis adalah
xanton, mangostin, garsinon,flavonoid dan
tanin (Heyne, 1997; Soedibyo, 1998).
 Kulit buah mengandung senyawa xanthone
yang meliputi mangostin, mangostinon A,
mangostenol, mangostenon B,
trapezifolixanthone, tovophyllin B, alfa
mangostin, beta mangostin, garcinon B,
mangostanol, flavonoid epicatechin, dan
gartanin. Senyawa tersebut sangat bermanfaat
untuk kesehatan.
Kegunaan
 Menurut hasil penelitian kulit buah
manggis memiliki aktivitas HIV tipe
I (Chen, 1966), antibakteri,
antioksidan dan anti metastasis
pada kanker usus (Tambunan, 1998).
 Di luar negeri kulit buah manggis sudah
dibuat kapsul yang digunakan untuk
suplemen diet, antioksidan, dan antikanker.
 Hasil penelitian menunjukkan, ekstrak kulit
manggis mempunyai aktivitas melawan sel kanker
meliputi breast, liver, dan leukemia. Selain itu, juga
digunakan untuk antihistamin, antiimpflamasi,
menekan sistem saraf pusat, dan tekanan darah,
serta antiperadangan
 Kulit buahnya mengandung
senyawa pektin,
tanin, dan resin yang dimanfaatkan untuk
menyamak kulit dan sebagai zat pewarna
hitam untuk makanan dan industri tekstil,
sedangkan dan getah kuning dimanfaatkan
sebagai bahan baku cat dan insektisida.
 Kulit buah manggis digunakan untuk
mengobati sariawan, disentri, nyeri urat,
dan sembelit.
Nama dalam perdagangan
Manggis
Pemalsuan -> tidak ditemukan
Centaurea cyanus
Simplisia yang digunakan
Kelopak bunga jagung
Daun
Biji
Taksonomi
Keluarga: Asteraceae Asteraceae
Tribe: Cynareae Cynareae
Genus: Centaurea Centaurea
Species: C. cyanus C. cyanus
Ciri khas dan penyebaran
 sekitar tiga ratus spesies herba dan tanaman keras
Annuals asli Eropa, Asia dan Amerika Utara.
Mereka memiliki daun alternatif, biasanya hijau
terang, dalam beberapa spesies, perak abu-abu,
kadang-kadang tertutup oleh rambut putih halus.
Bunga-bunga mekar pada batang yang lama,
biasanya berkumpul dalam sebuah karangan
bunga dengan bunga subur internal dan eksternal
steril.
 Warna-warna mungkin berbeda: warna ini tentu khas
biru bunga jagung, tetapi ada spesies pink, ungu,
kuning dan putih.
 C. cyanus merupakan tanaman tahunnan sekitar 60
cm tinggi, dengan bunga-bunga biru, kuning, merah
muda atau putih, C. Moskow memiliki bunga harum,
adalah tahunan. C. montana adalah abadi, dengan
bunga dari berbagai warna. C. babylonica yang abadi
dengan bunga-bunga kuning dan daun berwarna abuabu.
Cara pengumpulan
 Untuk mendapatkan bunga yang lebih baik
dianjurkan untuk menabur di akhir
cornflowers itu, dan di musim gugur atau di
persemaian, yang harus dijaga dilindungi
sepanjang musim dingin, tanaman yang
diperoleh harus ditanam di musim semi,
atau ketika tidak mungkin bahwa
termometer jatuh di bawah nol
Kandungan kimia
 Apigenin
 Apigenin memiliki 3 nama sistematik
 5,7-Dihydroxy-2-(4-hydroxy-phenyl)-
Chromen-4-one; 5,7-Dihydroxy-2-2(2hydroxyphenyl)-4H-1-benzopyran-4-one;
 5,7-dihydroxy-2-(4-hydroxyphenyl)-4Hchromen-4-one
Struktur kimia
Kegunaan
 bunga biru sering digunakan untuk
memberi aroma teh mengurangi
perandangan pada mata, sering juga dipakai
untuk mengurangi resiko berulangnya
pembentukan batu disaluran kemih,
 Dalam produk perawatan tubuh dipakai
lebih kepada manfaatnya mengurangi
pembengkakan/ perandangan pada kulit.
 Antidotum bias dan racun
 Biji atau daun dalam fermentasi anggur
melindungi dari plak dan penyakit
infeksi.
 Daunnya digunakan dalam pengobatan
masalah rematik.
 Diuretik (suatu bahan yang dapat yang dapat
meningkatkan volume dan aliran urin yang juga
membersihkan saluran urin)
 Emenagog (suatu bahan yang dapat melancarkan
menstruasi)
 Stimulant (suatu bahan yang dapat meningkatkan dan
mempercepat aktivitas suatu jaringan sehingga
meningkatkan energi)
 Tonik (suatu bahan yang mengencangkan, menguatkan
dan memperhidup atau menyegarkan organ atau organism
sehingga memberikan perasaan yang baik/sehat)
Nama umum
Bunga jagung
Batchelor's Button, Bluebottle,
Bluebow, Blue Cap, Blue Centaury,
Bluet (French), Cyani
Sejarah nama
 dinamai Centaur, berasal dari nama
Chiron Centaur sosok legenda yang
mengajari manusia mengenai kekuatan
penyembuhan dari tanaman.
Sedangkan nama cyanus diambil dari
nama dewi Cyanus (flora), karena
merupakan bunga kesayangannya.
Pemalsuan
 Tidak ditemukan
Anggrek
Simplisia yang digunakan
 Ekstrak anggrek diperoleh dari
simplisia biji bunga yang telah matang.
Klasifikasi ilmiah
 Anggrek tergolong anggota famili
“Orchidaceae”,dimana merupakan salah
satu famili bunga-bungaan yang paling
besar, memiliki kurang lebih 43.000 spesies
dari 750 generasi yang berbeda.
Ciri khas dan penyebaran
 Anggrek memiliki bentuk dan corak bunga
yang beraneka ragam dan indah dipandang
mata
 Menurut berbagai informasi diperoleh
keterangan lebih kurang sekitar 5.000
spesies anggrek di antaranya terdapat di
indonesia dengan penyebaran hampir di
seluruh Nusantara.
Cara pengumpulan
 Vanilla dari anggrek genus vanilla
didapat dari biji vanilla yang matang,
kira-kira umur 10 bulan, dipetik
dengan tangan tepat saat biji terpisah.
Bunga vanilla
Struktur kimia vanilli
Kandungan kimia
 9 derivat bibenzyl:
 Dengraols A 1 dan B 2
 Gigantol
 Moscatilin
 Tristin
 Batatasin III, dll.
Kandungan kimia
Moscatilin (suatu derivat bibenzyl
dari anggrek dendrobium)
 4,4′-dihydroxy-3,3′,5trimethoxybibenzyl
Kegunaan
 Moscatilin menginduksi apoptosis sel
kanker colorektal (Clinical Cancer 2008)
 Moscatilin mempunyai aktivitas anti
mutagenik potensial (Journal of
Agricultural and Food Chemistry (1999)
Volume: 47, Issue: 5, Pages: 2163-2167)
 Dalam kosmetik hyaluronic acid sebagai
anti oksidan dan anti radikal bebas.
Kegunaan
 Orchis mascula, satu genus anggrek
terestrial, disebut juga Salep Orchid,
dengan kandungan mucilage, terkenal
sebagai peningkat libido baik pada pria
maupun wanita.
Kegunaan kosmetik
 Riset Min-Wei Christine Lee, M.D.,
cosmetodermatologist dari Walnut Creek,
California, menemukan bunga anggrek kaya
mineral, mampu menutrisi kulit dan
berperan sebagai antioksidan, seperti
kalsium, magnesium, dan zink. Ekstrak
anggrek selain menjadi tabir surya, juga bisa
mengurangi garis halus di wajah dan sekitar
mata, plus menyejukkan.
Dalam perdagangan (ekstrak
anggrek)
Dalam kosmetik
Dalam kosmetik
Pemalsuan
 Tidak ditemukan
DAHLIA
Simplisia yang digunakan
Ubi dahlia mengandung hampir 70 prosen pati dalam
bentuk inulin.
 Inulin murni hasil ekstraksi dari ubi dahlia
dimanfaatkan di bidang kedokteran.
 Jika inulin difermentasi oleh enzim tertentu atau oleh
jamur tanah, inulin akan berubah menjadi fruktosa,
suatu gula yang banyak digunakan dalam pengawetan
makanan atau pembuatan sirup.
 Karena itu, pemanfaatan inulin dari dahlia melalui
biokonversi menjadi gula fruktosa.
Klasifikasi botani
 Divisi : Spermatophyta
 Sub divisi : Angiospermae
 Kelas : Dicotyledonae
 Keluarga : Compositae
 Genus : Dahlia
 Spesies : Dahlia spp. L.
Ciri khas
 Dahlia merupakan tanaman bunga hias berupa




tumbuhan tahunan yang tegak.
Tanaman Dahlia budidaya terdiri atas Dahlia pohon
yang tingginya bisa mencapai beberapa meter dan
Dahlia perdu.
Bunga dahlia memiliki warna : putih, kuning, jingga,
violet, merah, ungu atau campurannya.
Diameter bunga terkecil sekitar 5 cm, terbesar sekitar
30 cm.
Spesies dahlia saat ini D. pinnata, D. variabilis, D.
coccinea, D. juarezii.
Penyebaran
 Tanaman ini berasal dari pegunungan Meksiko.
 Di Eropa budidaya dimulai tahun 1789, dari Royal
Botanical Garden di Madrid, Spanyol dan menyebar ke
seluruh Eropa Barat.
 Walaupun perkembangannya sangat lambat, pada tahun
1841 sudah terdapat 1.200 varietas.
 Dahlia didatangkan ke Jawa Barat dari negeri Belanda
pada masa penjajahan di abad ke 19.
 Di Indonesia untuk tujuan komersil, dahlia
dibudidayakan di dataran tinggi Lembang dan Cianjur
(Jawa Barat).
Cara pengumpulan
 Ubi dipanen pada umur 7 bulan.
 Setelah tanam seluruh tanaman dibiarkan tumbuh
beberapa hara supaya sisa-sisa makanan di dalam batang
utama dapat diserap oleh umbi.
 Batang dipotong sampai ketinggian 10 cm dari pangkal
batang, tanah di sekitar batang digali dan ubi diangkat
bersama-sama dengan batangnya.
 Dahlia kaktus menghasilkan ubi yang besar dan dapat
mencapai 2 kg/tanaman.
 Dalam 10 tumbak (140 m2) dihasilkan 400 kg ubi.
Pasca panen
 Untuk mendapatkan gula fruktosa dari
ubi dahlia dilakukan perlakuan sebagai
berikut:
 1. Ubi dicuci bersih, dikupas dan
dipotong-potong setebal 1 cm.
 2. Potongan ubi digodog dengan air
selama 20 menit.
Kandungan kimia
Inulin adalah salah satu komponen bahan
pangan yang kandungan serat pangannya
sangat tinggi (lebih dari 90 persen, bk),
dimanfaatkan dalam pangan fungsional.
Inulin merupakan polimer dari unit-unit
fruktosa (lihat gambar Inulin). Inulin bersifat
larut di dalam air, tidak dapat dicerna oleh
enzim-enzim pencernaan, tetapi difermentasi
mikroflora kolon (usus besar).
Struktur kimia Inulin
Kegunaan
Inulin berfungsi sebagai prebiotik.
 Prebiotik adalah komponen pangan yang
berfungsi sebagai substrat mikroflora yang
menguntungkan di dalam usus.
 Sebagai pengganti lemak dan gula pada produk
makanan rendah kalori serta sebagai bahan baku
pembuatan sirup fruktosa.
 Dalam bidang farmasi, inulin digunakan untuk uji
fungsi ginjal.
Kegunaan
Di dalam usus besar, hampir seluruh inulin
difermentasi menjadi asam-asam lemak
rantai pendek dan beberapa mikroflora
spesifik menghasilkan asam laktat. Hal ini
menyebabkan penurunan pH kolon
sehingga pertumbuhan bakteri patogen
terhambat. Mekanisme seperti ini
berimplikasi pada peningkatan kekebalan
tubuh.
Kegunaan
 Asam laktat yang dihasilkan juga merangsang
gerak peristaltik usus sehingga mencegah
konstipasi dan meningkatkan penyerapan kalsium
untuk mencegah osteoporosis. Untuk
mendapatkan manfaat di atas, inulin telah
digunakan dalam beberapa produk susu. Manfaat
peningkatan kekebalan tubuh lebih diarahkan
untuk anak-anak, sedangkan mencegah
osteoporosis ditujukan bagi wanita usia
menopause.
Nama dalam perdagangan
Pemalsuan
 Tidak ditemukan
Download