Modul Tutorial Ms.Excel 2014 - HMTI UNIVERSITAS KRISTEN

advertisement
i
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ................................................................................................................................. i
Tutorial Penggunaan Rumus Average..................................................................................... 1
Tutorial Penggunaan Rumus Distribusi Binomial .................................................................. 2
Tutorial Penggunaan Rumus Chi-Square ................................................................................ 4
Tutorial Penggunaan Rumus Distribusi Exponensial ............................................................ 5
Tutorial Penggunaan Rumus F.Test ........................................................................................ 6
Tutorial Penggunaan Rumus Count If ..................................................................................... 7
Tutorial Penggunaan Rumus Distribusi F ............................................................................... 9
Tutorial Penggunaan Rumus Distribusi Hypegeometri ........................................................ 10
Tutorial Penggunaan Rumus Max.......................................................................................... 12
Tutorial Penggunaan Rumus Median .................................................................................... 13
Tutorial Penggunaan Rumus Min .......................................................................................... 14
Tutorial Penggunaan Rumus Distribusi Normal ................................................................... 15
Tutorial Penggunaan Rumus Distribusi Poisson.................................................................. 16
Tutorial Penggunaan Rumus Z Test ...................................................................................... 17
Tutorial Pembuatan Nomer Urut Otomatis ............................................................................ 19
Mengenal Berbagai Jenis Copy-Paste Di Microsoft Excel ................................................... 22
Tutorial Pengurutan Data ....................................................................................................... 25
Tutorial Pembuatan Grafik Line ............................................................................................. 29
Tutorial Mencari Frekuensi yang Berada Dalam Range ....................................................... 31
1
TUTORIAL PENGGUNAAN RUMUS AVERAGE
Deskripsi
Mengembalikan rata-rata (rata-rata aritmatika) dari keterangan. Misalnya, jika rentang A1:A20
berisi angka, rumus=AVERAGE(A1:A20) akan mengembalikan rata-rata angka itu.
Sintaks
AVERAGE(number1, [number2], ...)
Sintaks fungsi AVERAGE memiliki keterangan berikut:
 Number1 Diperlukan. Angka pertama, referensi sel, atau rentang yang Anda inginkan rataratanya.
 Number2, ...
Opsional. Angka tambahan, referensi sel, atau rentang yang Anda inginkan
rata-ratanya, hingga maksimum 255.
Contoh
Salin contoh data di dalam tabel berikut ini dan tempel ke dalam sel A1 lembar kerja Excel yang
baru. Agar rumus memperlihatkan hasil, pilih datanya, tekan F2, lalu tekan Enter. Jika perlu,
Anda bisa menyesuaikan lebar kolom untuk melihat semua data.
DATA
10
15
32
Rumus
Deskripsi
Hasil
=AVERAGE(A2:A6)
Rata-rata angka dalam sel A2 hingga A6.
11
=AVERAGE(A2:A6, 5)
Rata-rata angka dalam sel A2 hingga A6 dan angka 5.
10
=AVERAGE(A2:C2)
Rata-rata angka dalam sel A2 hingga C2.
19
7
9
27
2
Teknik Industri - Universitas Kristen Maranatha
2
TUTORIAL PENGGUNAAN RUMUS DISTRIBUSI BINOMIAL
BINOM.DIST (Fungsi BINOM.DIST)
Mengembalikan probabilitas distribusi binomial individual. Gunakan BINOM.DIST dalam
soal dengan angka uji atau percobaan tetap, ketika hasil percobaan hanya berhasil atau gagal,
ketika percobaan bersifat independen, dan ketika probabilitas keberhasilan adalah konstan
selama eksperimen tersebut. Misalnya, BINOM.DIST dapat menghitung probabilitas bahwa dua
dari tiga bayi yang lahir berikutnya adalah laki-laki.
Sintaks
BINOM.DIST(number_s,trials,probability_s,cumulative)
Sintaks fungsi BINOM.DIST memiliki keterangan berikut:
 Number_s
Diperlukan. Jumlah keberhasilan dalam percobaan.
 Trials
Diperlukan. Jumlah percobaan independen.
 Probability_s
Diperlukan. Probabilitas keberhasilan pada setiap percobaan.
 Cumulative
Diperlukan. Nilai logika yang menentukan formulir fungsi. Jika cumulative
adalah TRUE, maka BINOM.DIST mengembalikan fungsi distribusi kumulatif, yakni
probabilitas bahwa terdapat sebagian besar keberhasilan number_s; jika FALSE,
mengembalikan fungsi massa probabilitas, yakni probabilitas bahwa terdapat number_s
keberhasilan.
Fungsi massa probabilitas binomial:
di mana:
adalah COMBIN(n,x).
Distribusi binomial kumulatif adalah:
Teknik Industri - Universitas Kristen Maranatha
3
Contoh
Salin contoh data di dalam tabel berikut ini dan tempel ke dalam sel A1 lembar kerja
Excel yang baru. Agar rumus memperlihatkan hasil, pilih datanya, tekan F2, lalu tekan Enter.
Jika perlu, Anda bisa menyesuaikan lebar kolom untuk melihat semua data.
DATA
DESKRIPSI
6
Jumlah keberhasilan dalam percobaan
10
Jumlah percobaan independen
0,5
Probabilitas
percobaan
Rumus
Deskripsi
Hasil
=BINOM.DIST(A2,A3,A4,FALSE)
Probabilitas 6 tepat dari 10 percobaan berhasil.
0,2050781
Teknik Industri - Universitas Kristen Maranatha
keberhasilan
pada
setiap
4
TUTORIAL PENGGUNAAN RUMUS CHI-SQUARE
Deskripsi
Mengembalikan distribusi khi-kuadrat. Distribusi khi-kuadrat umumnya digunakan untuk
mengkaji variasi dalam persentase sesuatu lintas sampel, seperti pecahan hari yang dihabiskan
orang untuk menonton televisi.
Sintaks
CHISQ.DIST(x,deg_freedom,cumulative)
Sintaks fungsi CHISQ.DIST memiliki keterangan berikut:
X
Diperlukan. Nilai yang ingin digunakan untuk mengevaluasi distribusi.
 Deg_freedom
Diperlukan. Angka derajat kebebasan.
 Cumulative
Diperlukan. Nilai logika yang menentukan formulir fungsi. Jika secara kumulatif
adalah TRUE, CHISQ.DIST mengembalikan fungsi distribusi kumulatif; jika FALSE,
mengembalikan fungsi kerapatan probabilitas.
Contoh
Salin contoh data di dalam tabel berikut ini dan tempel ke dalam sel A1 lembar kerja
Excel yang baru. Agar rumus memperlihatkan hasil, pilih datanya, tekan F2, lalu tekan Enter.
Jika perlu, Anda bisa menyesuaikan lebar kolom untuk melihat semua data.
RUMUS
DESKRIPSI
HASIL
=CHISQ.DIST(0,5,1,TRUE)
Distribusi khi-kuadrat untuk 0,5, dikembalikan
sebagai fungsi distribusi kumulatif, menggunakan 1
derajat kebebasan.
0,52049988
=CHISQ.DIST(2,3,FALSE)
Distribusi khi-kuadrat untuk 2, dikembalikan sebagai
fungsi kerapatan probabilitas, menggunakan 3
derajat kebebasan.
0,20755375
Teknik Industri - Universitas Kristen Maranatha
5
TUTORIAL PENGGUNAAN RUMUS DISTRIBUSI EXPONENSIAL
Deskripsi
Mengembalikan distribusi eksponensial. Gunakan EXPON.DIST untuk membuat model
waktu antara peristiwa, seperti berapa lama waktu yang diperlukan anjungan tunai mandiri
(ATM) untuk mengeluarkan uang tunai. Misalnya, Anda dapat menggunakan EXPON.DIST
untuk menetapkan probabilitas bahwa proses itu memerlukan paling lama 1 menit.
Sintaks
EXPON.DIST(x,lambda,cumulative)
Sintaks fungsi EXPON.DIST memiliki keterangan berikut:
X
Diperlukan. Nilai fungsi.
 Lambda
Diperlukan. Nilai parameter.
 Cumulative
Diperlukan. Nilai logika yang menunjukkan formulir fungsi eksponensial mana
yang akan diberikan. Jika secara kumulatif adalah TRUE, EXPON.DIST akan mengembalikan
fungsi distribusi kumulatif; jika FALSE, mengembalikan fungsi kerapatan probabilitas.
Persamaan untuk fungsi kerapatan probabilitas adalah:
Persamaan untuk fungsi distribusi kumulatif adalah:
Contoh
Salin contoh data di dalam tabel berikut ini dan tempel ke dalam sel A1 lembar kerja
Excel yang baru. Agar rumus memperlihatkan hasil, pilih datanya, tekan F2, lalu tekan Enter.
Jika perlu, Anda bisa menyesuaikan lebar kolom untuk melihat semua data.
DATA
DESKRIPSI
0,2
Nilai fungsi
10
Nilai parameter
Rumus
Deskripsi
Hasil
=EXPON.DIST(A2,A3,TRUE)
Fungsi distribusi eksponensial kumulatif
0,86466472
=EXPON.DIST(0.2,10,FALSE)
Fungsi distribusi eksponensial probabilitas
1,35335283
Teknik Industri - Universitas Kristen Maranatha
6
TUTORIAL PENGGUNAAN RUMUS F.TEST
Deskripsi
Mengembalikan hasil uji F, probabilitas berekor dua hingga varian dalam array1 dan
array2 tidak berbeda secara signifikan. Gunakan fungsi ini untuk menentukan apakah kedua
sampel memiliki varians yang berbeda. Misalnya, dengan adanya nilai ujian dari sekolah negeri
dan swasta, Anda dapat menguji apakah sekolah-sekolah tersebut memiliki tingkat nilai ujian
yang berbeda.
Sintaks
F.TEST(array1,array2)
Sintaks fungsi F.TEST memiliki keterangan berikut:
 Array1
Diperlukan. Array atau rentang data pertama.
 Array2
Diperlukan. Array atau rentang data kedua.
Contoh
Salin contoh data di dalam tabel berikut ini dan tempel ke dalam sel A1 lembar kerja
Excel yang baru. Agar rumus memperlihatkan hasil, pilih datanya, tekan F2, lalu tekan Enter.
Jika perlu, Anda bisa menyesuaikan lebar kolom untuk melihat semua data.
DATA1
DATA2
6
20
7
28
9
31
15
38
21
40
Rumus
Deskripsi
Hasil
=F.TEST(A2:A6,B2:B6)
Uji-F untuk set data di A2:A6 dan B2:B6.
0,64831785
Teknik Industri - Universitas Kristen Maranatha
7
TUTORIAL PENGGUNAAN RUMUS COUNT IF
Deskripsi
Fungsi COUNTIF menghitung jumlah sel dalam suatu rentang yang memenuhi kriteria
tunggal yang Anda tentukan. Misalnya, Anda dapat menghitung semua sel yang diawali huruf
tertentu, atau Anda dapat menghitung semua sel berisi angka yang lebih besar dari atau lebih
kecil dari angka yang Anda tentukan. Misalnya, bayangkan Anda memiliki lembar kerja yang
berisi daftar tugas di kolom A, dan nama depan orang yang diberi setiap tugas di kolom B. Anda
dapat menggunakan fungsi the COUNTIF untuk menghitung berapa kali nama seseorang
muncul di kolom B dan, dengan cara itu, menentukan berapa banak tugas yang diberikan ke
orang itu. Misalnya:
=COUNTIF(B2:B25,"Nancy")
Sintaks
COUNTIF(rentang, kriteria)
Sintaks fungsi COUNTIF memiliki keterangan berikut:
 rentang Diperlukan. Satu atau beberapa sel yang akan dihitung, berisi angka atau nama,
array, atau referensi yang berisi angka. Sel kosong atau nilai teks diabaikan.
 kriteria Diperlukan. Angka, ekspresi, referensi sel, atau string teks yang menetapkan sel
yang akan dihitung. Misalnya, kriteria dapat dinyatakan sebagai 32, ">32", B4, "apples", atau
"32".
Contoh
Salin contoh data di dalam tabel berikut ini dan tempel ke dalam sel A1 lembar kerja
Excel yang baru. Agar rumus memperlihatkan hasil, pilih datanya, tekan F2, lalu tekan Enter.
Jika perlu, Anda bisa menyesuaikan lebar kolom untuk melihat semua data.
Data
Data
apples
32
oranges
54
peaches
75
apples
86
Rumus
Deskripsi
Hasil
=COUNTIF(A2:A5,"apples")
Jumlah sel dengan apples di sel A2
hingga A5.
2
=COUNTIF(A2:A5,A4)
Jumlah sel dengan peaches di sel A2
1
Teknik Industri - Universitas Kristen Maranatha
8
hingga A5.
=COUNTIF(A2:A5,A3)+COUNTIF(A2:A5,A2)
Jumlah sel dengan oranges dan apples
di sel A2 hingga A5.
3
=COUNTIF(B2:B5,">55")
Jumlah sel dengan nilai yang lebih
besar dari 55 di sel B2 hingga B5.
2
=COUNTIF(B2:B5,"<>"&B4)
Jumlah sel dengan nilai yang tidak
sama dengan 75 di sel B2 hingga B5.
3
=COUNTIF(B2:B5,">=32")COUNTIF(B2:B5,">85")
Jumlah sel dengan nilai lebih besar dari
atau sama dengan 32 dan kurang dari
atau sama dengan 85 di sel B2 hingga
B5.
3
Teknik Industri - Universitas Kristen Maranatha
9
TUTORIAL PENGGUNAAN RUMUS DISTRIBUSI F
Deskripsi
Mengembalikan distribusi probabilitas F. Anda dapat menggunakan fungsi ini untuk
menentukan apakah dua unit data memiliki derajat keragaman berbeda. Misalnya, Anda bisa
memeriksa nilai ujian laki-laki dan perempuan yang masuk sekolah menengah dan menentukan
apakah keragaman pada nilai perempuan berbeda dari yang ditemukan pada laki-laki.
Sintaks
F.DIST(x,deg_freedom1,deg_freedom2,cumulative)
Sintaks fungsi F.DIST memiliki keterangan berikut:
 X
Diperlukan. Nilai untuk mengevaluasi fungsi.
 Deg_freedom1
Diperlukan. Derajat kebebasan pembilang
 Deg_freedom2
Diperlukan. Derajat kebebasan penyebut.
 Cumulative
Diperlukan. Nilai logika yang menentukan formulir fungsi. Jika cumulative
adalah TRUE, F.DIST mengembalikan fungsi distribusi kumulatif; jika FALSE,
mengembalikan fungsi kerapatan probabilitas.
Contoh
Salin contoh data di dalam tabel berikut ini dan tempel ke dalam sel A1 lembar kerja
Excel yang baru. Agar rumus memperlihatkan hasil, pilih datanya, tekan F2, lalu tekan Enter.
Jika perlu, Anda bisa menyesuaikan lebar kolom untuk melihat semua data.
DATA
DESKRIPSI
15,2069
Nilai untuk mengevaluasi fungsi
6
Derajat kebebasan pembilang
4
Derajat kebebasan penyebut
Rumus
Deskripsi
Hasil
=F.DIST(A2,A3,A4,TRUE)
Probabilitas F yang menggunakan fungsi distribusi
kumulatif (keterangan cumulative TRUE).
0,0012238
=F.DIST(A2,A3,A4,FALSE)
Probabilitas F yang menggunakan fungsi kerapatan
probabilitas (keterangan cumulative FALSE).
0,99
Teknik Industri - Universitas Kristen Maranatha
10
TUTORIAL PENGGUNAAN RUMUS DISTRIBUSI HYPEGEOMETRI
Deskripsi
Mengembalikan distribusi hipergeometrik. HYPGEOMDIST mengembalikan probabilitas
sejumlah sampel keberhasilan tertentu, ukuran sampel tertentu, keberhasilan populasi, dan
ukuran populasi. Gunakan HYPGEOMDIST untuk masalah-masalah dengan populasi terbatas,
di mana setiap observasi bisa berhasil atau gagal, dan di mana setiap subkumpulan dari ukuran
tertentu dipilih dengan kemungkinan yang sama.
Sintaks
HYPGEOM.DIST(sample_s,number_sample,population_s,number_pop,kumulatif)
Sintaks fungsi HYPGEOM.DIST memiliki keterangan berikut:
 Sample_s Diperlukan. Jumlah keberhasilan di dalam sampel.
 Number_sample Diperlukan. Ukuran sampel.
 Population_s Diperlukan. Jumlah keberhasilan di dalam populasi.
 Number_pop Diperlukan. Ukuran populasi.
 Kumulatif Diperlukan. Nilai logika yang menentukan formulir fungsi. Jika kumulatif TRUE,
maka HYPGEOM.DIST mengembalikan fungsi distribusi kumulatif; jika FALSE, maka
HYPGEOM.DIST mengembalikan fungsi massa probabilitas.
Persamaan untuk distribusi hipergeometrik adalah:
di mana:
x = sample_s
n = number_sample
M = population_s
N = number_pop
HYPGEOM.DIST digunakan dalam pengambilan sampel tanpa pengganti dari populasi terbatas.
Contoh
Salin contoh data di dalam tabel berikut ini dan tempel ke dalam sel A1 lembar kerja Excel yang
baru. Agar rumus memperlihatkan hasil, pilih datanya, tekan F2, lalu tekan Enter. Jika perlu,
Anda bisa menyesuaikan lebar kolom untuk melihat semua data.
Teknik Industri - Universitas Kristen Maranatha
11
DATA
DESKRIPSI
1
Jumlah keberhasilan di dalam sampel
4
Ukuran sampel
8
Jumlah keberhasilan di dalam populasi
20
Ukuran populasi
Rumus
Deskripsi (Hasil)
=HYPGEOM.DIST(A2,A3,A4,A5,TRUE)
Fungsi distribusi hipergeometrik kumulatif,
untuk sampel dan populasi dalam sel A2
hingga A5.
0,4654
=HYPGEOM.DIST(A2,A3,A4,A5,FALSE)
Fungsi distribusi hipergeometrik
probabilitas, untuk sampel dan dalam sel
A2 hingga A5.
0,3633
Teknik Industri - Universitas Kristen Maranatha
HASIL
12
TUTORIAL PENGGUNAAN RUMUS MAX
Deskripsi
Mengembalikan nilai terbesar dalam sekumpulan nilai.
Sintaks
MAX(number1, [number2], ...)
Sintaks fungsi MAX memiliki keterangan berikut:
 Number1, number2, ... Number1 diperlukan, angka selanjutnya adalah opsional. Bilangan
1 sampai 255 yang ingin Anda cari nilai maksimumnya.
Contoh
Salin contoh data di dalam tabel berikut ini dan tempel ke dalam sel A1 lembar kerja
Excel yang baru. Agar rumus memperlihatkan hasil, pilih datanya, tekan F2, lalu tekan Enter.
Jika perlu, Anda bisa menyesuaikan lebar kolom untuk melihat semua data.
DATA
10
7
9
27
2
Rumus
Deskripsi
Hasil
=MAX(A2:A6)
Nilai terbesar dalam rentang A2:A6.
27
=MAX(A2:A6, 30)
Nilai terbesar dalam rentang A2:A6 dan nilai 30.
30
Teknik Industri - Universitas Kristen Maranatha
13
TUTORIAL PENGGUNAAN RUMUS MEDIAN
Deskripsi
Mengembalikan median dari angka tertentu. Median adalah angka yang berada di
tengah serangkaian angka.
Sintaks
MEDIAN(number1, [number2], ...)
Sintaks fungsi MEDIAN memiliki keterangan berikut:
 Number1, number2, ... Number1 diperlukan, angka selanjutnya adalah opsional. Angka
dari 1 sampai 255 yang Anda inginkan mediannya.
Contoh
Salin contoh data di dalam tabel berikut ini dan tempel ke dalam sel A1 lembar kerja
Excel yang baru. Agar rumus memperlihatkan hasil, pilih datanya, tekan F2, lalu tekan Enter.
Jika perlu, Anda bisa menyesuaikan lebar kolom untuk melihat semua data.
Data
1
2
3
4
5
6
Rumus
Deskripsi
Hasil
=MEDIAN(A2:A6)
Median angka 5 di rentang A2:A6. Karena ada 5 nilai, yang ketiga adalah
median.
3
=MEDIAN(A2:A7)
Median angka 6 di rentang A2:A7. Karena ada enam angka, mediannya ada
di titik tengah antara angka ketiga dan keempat.
3,5
Teknik Industri - Universitas Kristen Maranatha
14
TUTORIAL PENGGUNAAN RUMUS MIN
Deskripsi
Mengembalikan angka terkecil dalam serangkaian nilai.
Sintaks
MIN(number1, [number2], ...)
Sintaks fungsi MIN memiliki keterangan berikut:
 Number1, number2, ... Number1 opsional, angka selanjutnya opsional. Angka 1 sampai
255 yang ingin Anda cari nilai minimumnya
Contoh
Salin contoh data di dalam tabel berikut ini dan tempel ke dalam sel A1 lembar kerja
Excel yang baru. Agar rumus memperlihatkan hasil, pilih datanya, tekan F2, lalu tekan Enter.
Jika perlu, Anda bisa menyesuaikan lebar kolom untuk melihat semua data.
Data
10
7
9
27
2
Rumus
Deskripsi
Hasil
=MIN(A2:A6)
Angka terkecil di rentang A2:A6.
2
=MIN(A2:A6,0)
Angka terkecil di rentang A2:A6 dan 0.
0
Teknik Industri - Universitas Kristen Maranatha
15
TUTORIAL PENGGUNAAN RUMUS DISTRIBUSI NORMAL
Deskripsi
Mengembalikan distribusi normal untuk rata-rata dan simpangan baku tertentu.
Penerapan fungsi ini dalam statistik luas sekali, termasuk pengujian hipotesis.
Sintaks
NORM.DIST(x,mean,standard_dev,cumulative)
Sintaks fungsi NORM.DIST memiliki keterangan berikut:
X
Diperlukan. Nilai yang Anda inginkan distribusinya.
 Mean
Diperlukan. Rata-rata aritmetika distribusi.
 Standard_dev
Diperlukan. Simpangan baku distribusi.
 Cumulative
Diperlukan. Nilai logika yang menentukan formulir fungsi. Jika kumulatif TRUE,
maka NORM.DIST mengembalikan fungsi distribusi kumulatif; jika FALSE, maka NORM.DIST
mengembalikan fungsi massa probabilitas.
Persamaan untuk fungsi kepadatan normal (kumulatif = FALSE) adalah:
Ketika kumulatif = TRUE, rumusnya adalah integral dari negatif tak terhingga hingga x
dari rumus tersebut.
Contoh
Salin contoh data di dalam tabel berikut ini dan tempel ke dalam sel A1 lembar kerja Excel yang
baru. Agar rumus memperlihatkan hasil, pilih datanya, tekan F2, lalu tekan Enter. Jika perlu,
Anda bisa menyesuaikan lebar kolom untuk melihat semua data.
Data
Deskripsi
42
Nilai yang Anda inginkan distribusinya
40
Rata-rata aritmetika distribusi
1.5
Simpangan baku distribusi
Rumus
Deskripsi
Hasil
=NORM.DIST(A2,A3,A4,TRUE)
Fungsi distribusi kumulatif untuk persyaratan di atas
0,9087888
=NORM.DIST(A2,A3,A4,FALSE)
Fungsi massa probabilitas untuk persyaratan di atas
0,10934
Teknik Industri - Universitas Kristen Maranatha
16
TUTORIAL PENGGUNAAN RUMUS DISTRIBUSI POISSON
Deskripsi
Mengembalikan distribusi Poisson. Aplikasi umum distribusi Poisson adalah
meramalkan sejumlah kejadian selama waktu tertentu, seperti jumlah mobil yang datang di
sebuah gerbang tol dalam 1 menit.
Sintaks
POISSON.DIST(x,rata-rata,kumulatif)
Sintaks fungsi PIOSSON.DIST memiliki keterangan berikut:
X
Diperlukan. Jumlah kejadian.
 Mean
Diperlukan. Nilai numerik yang diharapkan.
 Cumulative
Diperlukan. Nilai logika yang menentukan bentuk distribusi probabilitas yang
dikembalikan. Jika kumulatif TRUE, maka POISSON.DIST mengembalikan probabilitas
kumulatif Poisson bahwa sejumlah kejadian acak akan terjadi antara nol dan x inklusif; jika
FALSE, maka mengembalikan fungsi massa probabilitas Poisson bahwa peristiwa yang terjadi
akan tepat sejumlah x.
POISSON.DIST dihitung sebagai berikut:
Untuk kumulatif = FALSE:
Untuk kumulatif = TRUE:
Contoh
Salin contoh data di dalam tabel berikut ini dan tempel ke dalam sel A1 lembar kerja Excel yang
baru. Agar rumus memperlihatkan hasil, pilih datanya, tekan F2, lalu tekan Enter. Jika perlu,
Anda bisa menyesuaikan lebar kolom untuk melihat semua data.
Data
Deskripsi
2
Jumlah kejadian
5
Rata-rata yang diharapkan
Rumus
Deskripsi
Hasil
=POISSON.DIST(A2,A3,TRUE)
Probabilitas Poisson kumulatif dengan keterangan yang
ditentukan di A2 dan A3.
0,124652
=POISSON.DIST(A2,A3,FALSE)
Fungsi massa probabilitas Poisson dengan keterangan
yang ditentukan di A2 dan A3.
0,084224
Teknik Industri - Universitas Kristen Maranatha
17
TUTORIAL PENGGUNAAN RUMUS Z TEST
Deskripsi
Mengembalikan nilai P satu-arah dari uji-z. Untuk hipotesis rata-rata populasi yang
diberikan, x, Z.TEST mengembalikan probabilitas bahwa rata-rata sampel akan lebih besar dari
rata-rata pengamatan dalam unit data (array) tersebut — yaitu, rata-rata sampel yang diamati.
Untuk melihat bagaimana Z.TEST dapat digunakan dalam rumus untuk menghitung nilai
probabilitas dua-arah, lihat bagian Keterangan di bawah.
Sintaks
Z.TEST(array,x,[sigma])
Sintaks fungsi Z.TEST memiliki keterangan berikut:
 Array
Diperlukan. Array atau rentang data yang akan digunakan untuk menguji x.
 x
Diperlukan. Nilai untuk menguji.
 Sigma
Opsional. Simpangan baku populasi (yang diketahui). Jika dihilangkan, maka
simpangan baku sampel yang digunakan.
Contoh
Salin contoh data di dalam tabel berikut ini dan tempel ke dalam sel A1 lembar kerja
Excel yang baru. Agar rumus memperlihatkan hasil, pilih datanya, tekan F2, lalu tekan Enter.
Jika perlu, Anda bisa menyesuaikan lebar kolom untuk melihat semua data.
DATA
3
6
7
8
6
5
4
2
1
9
Rumus
Deskripsi (Hasil)
Hasil
=Z.TEST(A2:A11,4)
Nilai probabilitas satu-arah uji-z-untuk set data
0,090574
Teknik Industri - Universitas Kristen Maranatha
18
di atas, pada hipotesis rata-rata populasi 4
(0,090574)
=2 * MIN(Z.TEST(A2:A11,4), 1 Z.TEST(A2:A11,4))
Nilai probabilitas dua-arah uji-z-untuk set data
di atas, pada hipotesis rata-rata populasi 4
(0,181148)
0,181148
=Z.TEST(A2:A11,6)
Nilai probabilitas satu-arah uji-z-untuk set data
di atas, pada hipotesis rata-rata populasi 6
(0,863043)
0,863043
=2 * MIN(Z.TEST(A2:A11,6), 1 Z.TEST(A2:A11,6))
Nilai probabilitas dua-arah uji-z-untuk set data
di atas, pada hipotesis rata-rata populasi 6
(0,273913)
0,273913
Teknik Industri - Universitas Kristen Maranatha
19
TUTORIAL PEMBUATAN NOMER URUT OTOMATIS
Dalam menuliskan nomor urut ini bisa dilakukan secara manual yaitu dengan mengetik
angka 1, 2, 3 dan seterusnya menggunakan tombol angka di keyboard. Selain secara manual
anda bisa melakukannya secara otomatis. Cara penomoran otomatis ini akan mengurangi
tingkat kesalahan dalam penulisan nomor urut.
Untuk membuat nomor secara otomatis di Ms Excel ini bisa dilakukan dalam dua cara :
Cara pertama adalah dengan cara blok dan drag.
1. Ketikkan angka 1 pada sel A1 dan angka 2 pada sel A2
2. Blok sel A1 dan A2
3. Arahkan mouse pada pojok kanan bawah pada sel A2 sehingga pointer berubah
menjadi tanda plus (+).
4. Klik kiri dan tahan menggunakan mouse kemudian drag atau seret kebawah sampai
pad baris yang diinginkan.
Teknik Industri - Universitas Kristen Maranatha
20
5. Maka nomor urut akan tampil
Cara kedua adalah membuat nomor urut dengan rumus
1. Ketikkan angka 1 pada sel A1
2. Klik pada sel A2 kemudian ketikkan rumus “=A1+1” (tanpa tanda petik). Kemudian tekan
enter. (A1 bisa dilakukan dengan mengetik langsung atau dengan cara menunjuk
menggunakan mouse)
3. Arahkan mouse pada pojok kanan bawah pada sel A2 sehingga pointer berubah
menjadi tanda plus (+).
Teknik Industri - Universitas Kristen Maranatha
21
4. Klik kiri dan tahan menggunakan mouse kemudian drag atau seret kebawah sampai
pad baris yang diinginkan
5. Nomor urut anda sudah muncul
Teknik Industri - Universitas Kristen Maranatha
22
MENGENAL BERBAGAI JENIS COPY-PASTE DI MICROSOFT EXCEL
Jika Anda perhatikan pada Excel, operasi copy paste tidak hanya menyalin nilai ataupun
rumus dari suatu cell / range ke cell / range lain sebagaimana umumnya pada aplikasi lain.
Selain kedua duplikasi / penyalinan tersebut, terdapat juga penyalinan format, comment, dan
lain-lain. Semuanya terangkum pada Paste Special.
Tabel di bawah ini menunjukkan daftar beberapa jenis paste special tersebut.
Disertakan juga keterangan dan hasil dari operasi paste dilengkapi dengan screenshot. Cell
yang dicopy ditunjukkan pada gambar berikut, memiliki formula =A3*B3, dengan
nilai 6312, memiliki warna latar kuning, garis batas (border), dan comment.
Teknik Industri - Universitas Kristen Maranatha
23
No.
Jenis Paste
Deskripsi
1
Formulas
Menyalin Rumus / Formula
2
Values
Menyalin Nilai Saja
3
Formats
Menyalin Format
Teknik Industri - Universitas Kristen Maranatha
Screenshot Hasil
24
4
Comments
Menyalin Comment / Komentar
5
Validation
Menyalin aturan validasi. Pada
screenshot di samping ditunjukkan hasil
salinan formula, kemudian dilanjutkan
penyalinan validasi dan hasil
pengecekan.
6
All using
Source theme
Menyalin formula, value, format,
comment, border, dan validation dengan
menggunakan theme yang terdapat
pada sumber (source).
Teknik Industri - Universitas Kristen Maranatha
25
7
All except
borders
Menyalin formula, value, format,
comment, dan validation. Namun tidak
menyertakan garis batas (border).
8
Column
widths
Menyalin Lebar Kolom
9
Formulas and
number
formats
Menyalin Formula dan Formatnya
Teknik Industri - Universitas Kristen Maranatha
26
10
Values and
number
formats
Menyalin Nilai dan Format
Teknik Industri - Universitas Kristen Maranatha
27
TUTORIAL PENGURUTAN DATA
Dengan mengaktifkan AutoFilter pada Excel 2007 maka excel akan menyediakan
dropdown list untuk melakukan operasi filter.
Pada dropdown list yang disediakan Excel 2007 kita dapat melakukan hal-hal berikut:
1. Mengurutkan data baik Ascending maupun Descending dengan memilih Sort A to
Z atau Sort Z to A
2. Mengurutkan data berdasarkan warna.
Jika cell dalam tabel memiliki warna-warna yang berbeda baik background maupun
warna font, kita dapat mengurutkan data berdasar warna yang ada dalam cell dengan
cara memilih Sort By Color.
3. Memfilter berdasar warna.
Jika cell dalam tabel memiliki warna-warna yang berbeda baik background maupun
warna font, kita dapat memfilter data pada tabel berdasar warna yang ada dalam cell
dengan cara memilih Filter By Color.
4. Memfilter data berdasar Text pada kolom.
Untuk memfilter data berdasar text anda dapat memilih pilihan Text Filterdari drop down
list yang muncul. Dengan memilih pilihan ini akan muncul sub pilihan yang terdiri dari :
Equals, Does Not Equal, Begin With, End With, Contains, Does Not Contain, dan
Custom Filter. Selanjutnya anda dapat menentukan kriteria filter sesuai kebutuhan,
Teknik Industri - Universitas Kristen Maranatha
28
misalnya anda dapat memfilter data yang mengandung kata Bank pada kolom nama
akun.
5. Memilih data yang akan ditampilkan dengan mengaktifkan atau menonaktifkan Check
box di depan text yang ada pada pilihan.
Teknik Industri - Universitas Kristen Maranatha
29
TUTORIAL PEMBUATAN GRAFIK LINE
Grafik line adalah grafik yang berbentuk garis yang mewakili nilai data yang jumlahnya
banyak. Grafik line digunakan untuk menampilkan banyak data sehingga fluktuasi atau pencapaian
beberapa nilai bisa terlihat sehingga mudah untuk dibaca. Silahkan lihat gambar dibawah :
Adapun caranya adalah sebagai berikut :
1. Membuat tabel seperti yang terlihat pada gambar dibawah , tabel ini dijadikan sebagai data
untuk dijadikan grafik.
2. Memilih grafik untuk menampilkan data pada tabel sehingga menjadi grafik line. Pada menu
diatas klik pada menu Insert --> Line --> pilih Line with Markers.
Teknik Industri - Universitas Kristen Maranatha
30
3. Mengklik kanan pada mouse pada area grafik yang masih kosong / blank untuk memilih
source / sumber data di tabel. Pada Series name klik pada kotak yang ada tanda panah
merah keatas, kemudian klik pada tabel yang tertulis Target Penjualan, pada series value,
klik tanda panah kemudian arahkan kursor mouse anda pada kolom tabel yang tertulis 1000
dari tahun 2010 s/d 2012. Klik OK dan begitu pula untuk hasil penjualan, lakukan langkah
langkah yang sama dengan klik pada tombol add.
4. Mengklik edit pada sisi bagian kanan / horizontal ( category ) axis labels, dan sorot tabel
yang tertulis data tahun dari kiri ke kanan, sehingga terlihat seperti tabel dibawah. Setelah
klik OK, akan muncul grafik line dengan bentuk default dari Microsoft.
Teknik Industri - Universitas Kristen Maranatha
31
TUTORIAL MENCARI FREKUENSI YANG BERADA DALAM RANGE
Data dapat dibedakan atas dua macam yaitu data yang sudah dikelompokkan ataupun data yang
masih belum dikelompokkan. Adapun klasifikasi jenis data dapat dibedakan menurut:
a. Sifatnya yaitu ada 2: pertama data takmetrik (seperti data nominal dan data ordinal)
sedangkan yang kedua data metrik ( seperti data interval dan data rasio)
b. Sumbernya yaitu ada 2 : Pertama data primer (data yang diperoleh langsung dari penelitian)
dan yang kedua data sekunder (data yang diperoleh dari data bukan dari pengukuran langsung,
biasanya dari tabel, dll)
c. Cara pengumpulannya yaitu ada 2 : pertama melalui sensus, kedua melalui teknik penyampelan
(teknik sampling)
d. Waktu pengambilannya yaitu ada 2 : pertama data cross-section dan kedua data deret waktu.
Saya akan membahas poin (a) bagian kedua. Data yang belum dikelompokkan misalnya data
dari penjualan barang A : 2 4 5 6 7 8 4 12 15 4 9 10 11 15. Dari data tersebut dapat diketahui N
(jumlah data) sebesar 14 (N=14). 2 frekuensinya = 1; 4 frekuensinya = 3; 5 frekuensinya = 1;
dan seterusnya sehingga apabila semua frekuensi tersebut dijumlahkan hasilnya harus = 14. Hal
tersebut masih masih gampang seadainya kita mau mencari frekuensi dari data tersebut
alasannya karena datanya masih sedikit jumlahnya. Pertanyaannya bagaimana kalau datanya
puluhan ataupun ratusan banyaknya? Pasti pusing tujuh keliling, serta membutuhkan waktu
yang lama untuk mendapatkan apa yang kita cari seandainya hal tersebut dihitung secara
manual (tanpa menggunakan bantuan Microsoft Excel misalnya). Disini saya akan memberikan
cara yang mudah untuk mengatasi permasalahan tersebut sehingga anda tidak perlu membuang
banyak waktu hanya untuk menghitung frekuensi dari puluhan ataupun ratusan banyaknya data.
Data diatas apabila kita masukkan dalam Microsotf Excel seperti gambar dibawah ini:
Teknik Industri - Universitas Kristen Maranatha
32
Dari data tersebut apabila kita ingin mengetahui frekuensi tinggal kita awali dengan “sama
dengan” saja pada kolom atau baris berapa yang kita inginkan. Contohnya kita ingin mengetahui
frekuensi bilangan 4 dari data diatas. Langkahnya = COUNTIF (blok data yang kita punya = yang di
lingkari dengan warna merah, bilangan berapa yang ingin diketahui frekuensinya). Jangan lupa
memberikan tanda kutip awal dan akhir pada bilangan empatnya. Rumus dari data diatas di Excel yaitu
=COUNTIF(B2:B14,”4”) lalu enter saja, maka kita akan menemukan bilangan 4 frekuensinya = 3.
Demikian juga untuk bilangan yang lain rumus untuk mencari frekuensinya sama saja tinggal diganti
bilangan berapa yang kita inginkan.
Data yang terdiri dari kelas-kelas interval, bagaimana mencari frekuensinya? Misalnya kita
punya data seperti dibawah ini:
Dari data tersebut kita terlebih dahulu membuatnya ke dalam kelas-kelas interval, baru
kemudian mencari frekuensinya. Langkah-langkah membuat kelas interval sebagai berikut:
1. Cari maksimum dan minimum dari data yang kita punya. Rumusnya untuk maksimum yaitu
=max(blok semua data) lalu enter. Contohnya =MAX(D113:H130) lalu enter. Begitu juga dengan
minimumnya tinggal diganti MAX menjadi MIN lalu enter. Dari tabel diatas diketahui Max = 9,6 dan
Min = 6,19.
2. Setelah itu cari rentangnya berapa. Rumusnya: Rentang = Max – Min. Rentangnya adalah 3,41
didapat dengan cara 9,6 dikurangi 6,19.
3. Tentukan banyaknya kelas berapa? Rumusnya: = 1 + 3.3 *log (n). Rumus ini dinamakan dengan Rumus
Strugges kalau gak salah,,,lupa lagi ^-^. (n) disini merupakan banyaknya data yang kita punyai. Pada
tabel diatas n = 90. Rumus lengkapnya = 1 + 3.3 *log (90) maka kita akan mendapatkan nilai = 7,449.
Teknik Industri - Universitas Kristen Maranatha
33
Ini berarti ada 8 kelas interval, dibulatkan menjadi 8 kelas interval. Tanda bintang (*) berarti untuk
operasi kali di excel.
4. Tentukan lebar kelas berapa? Rumus = Rentang bagi dengan banyaknya kelas. Dari data tersebut
yaitu 3.41 / 7.444 (=D4/D5). Kita akan mendaptkan hasilnya 0,548. Tanda slash (/) berarti operasi
bagi pada rumus di Excel.
5. Kemudian buatlah kelas data dalam kelas-kelas. Caranya data minimum yang kita peroleh tadi
tinggal kita tambahkan dengan lebar kelas. Misal = 6.19 + 0.548 kita akan memperoleh hasilnya 6.65
ini menjadi kelas pertama yaitu antara 6.19 sampai dengan 6.65 (6.19 – 6.65). Kelas kedua = 6.65 +
0.548 dan kita akan mendapatkan kelas kedua 7.11 yaitu antara 6.65 sampai dengan 7.11 (6.65 7.11). Begitu seterusnya sampai kita mendapatkan semua kelasnya yaitu 8 kelas. Batas atas kelas
pertama menjadi batas bawah kelas kedua, batas atas kelas kedua menjadi batas bawah kelas ke
tiga, begitu seterusnya. Ilustrasi seperti yang dilingkari warna merah dibawah ini.
Setelah didapat semua data seperti gambar diatas. Maka langkah terakhir adalah menghitung
frekuensi masing-masing kelas interval yang telah kita buat. Ini merupakan bagian terpenting dari
semuanya karena sedikit rumit dalam penentuan rumusnya di excel. Tapi kita coba langkah-langkahnya
satu per satu sampai selesai dan mendapatkan frekuensi yang kita cari. Caranya:
a. Blok 9 baris kebawah, di tempat yang kosong ataupun dimana yang anda sukai. Kenapa 9 baris?
karena kita memiliki kelas sebanyak 8 kelas interval maka kita selalu melebihi satu baris dari
banyaknya kelas interval yang kita miliki. Seandainya kita hanya memiliki 4 kelas interval saja
Teknik Industri - Universitas Kristen Maranatha
34
maka kita blok 5 baris saja kebawah, ingat selalu tambah satu baris. Misalnya kita blok pada
cell AB111:AB119 lalu anda F2 pada keyboard. Terus samadengan di keyboard lalu ketik
frequency(blok data awal yang kita miliki misal cell D113:H130 koma blok cell W112:W119)
seperti yang dilingkari warna merah diatas, data yang telah kita buat dalam kelas interval tadi.
Secara keseluruhan rumusnya menjadi =FREQUENCY(D113:H130,W112:W119)
b. Selanjutnya tekan CTRL + SHIFT + ENTER pada keyboard.
c. Hasil frekuensi yang muncul untuk kelas interval pertama dari percobaan ini pada cell
AB111:AB119 yaitu baris pertama (cell AB111) ditambah dengan baris kedua (cell AB112). Baris
ketiga tidak perlu ditambah lagi sampai dengan baris ke sembilan biarkan nilai apa adanya,
hanya baris pertama dan kedua saja yang ditambah untuk frekuensi kelas interval pertama.
d. Selanjutnya frekuensi yang telah didapat tinggal di copy (CTRL+ C) dan pastekan (CTRL +V)
pada cell yang diinginkan. Pada contoh ini saya pastekan pada cell (AA113:AA119) pada kolom
yang bertuliskan frekuensi dari cell (AB113:AB119). Cell AA112 frekuensinya didapat dari
penambahan frekuensi cell AB111 dengan frekuensi cell AB112 (1+9 = 10). Ingat selalu awali
dengan tanda “samadengan” (= ) untuk setiap penulisan rumus dalam excel.
e. Frekuensi baris pertama cell AB111:AB119 jumlah frekuensinya adalah 1, baris kedua
frekuensinya = 9, baris ketiga frekuensi = 18, baris keempat frekuensinya = 15, sampai baris
kesembilan frekuensinya = 3. Apabila dijumlah kesemua frekuensinya = 90. Berarti sama dengan
jumlah data awal. Apabila langkah-langkah yang dikikuti benar hasil akhir frekuensinya adalah
harus sama dengan banyaknya data awal.
f. Apabila rumus yang di coba gagal dan muncul pesan error, jangan lupa mengecek tanda yang
digunakan setelah kita memblok cell data dalam sebuah rumus kemudian dilanjutkan dengan
memblok cell data yang lain. Contoh =FREQUENCY(D113:H130,W112:W119). Setelah H130 ada
tanda koma(,) itu bisa tanda koma ataupun titik koma(;) menandakan bahwa saya melakukan
blok cell data sebanyak 2 kali jadi dipisahkan dengan tanda koma (,) atau tanda titik koma (;)
karena akan membuat rumus di excel error apabila hal tersebut tidak diperhatikan.
Teknik Industri - Universitas Kristen Maranatha
Download