Sistem Pengendalian Organinasi Yang Efektif - 201311217

advertisement
TUGAS PRIBADI
( MATA KULIAH – PENGANTAR MANAJEMEN – GANJIL 2013)
MANAJEMEN PENGENDALIAN
ORGANISASI YANG EFEKTIF
( DOSEN : Ir. Jatmiko, MM., MBA )
Di Buat Oleh :
Nama
: Nuan Anggreyani
NIM
: 201311217
Anggota : Kelompok IV
JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS ESA UNGGUL
2013
Sistem Pengendalian Organinasi Yang Efektif
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur saya panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa karena atas izin, rahmat
dan karunia-Nya saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Makalah dengan judul
“Pengendalian Organisasi Yang Efektif” ini disusun dengan tujuan untuk melengkapi tugas
individu pertama di semester pertama saya untuk mata kuliah Pengantar Manajemen.
Saya mengucakan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu saya dalam
proses penyusunan makalah ini, khususnya kepada dosen Pengantar Manajemen Ir. Jatmiko,
MM., MBA, yang bersedia membimbing dan mengarahkan saya dalam penyusunan makalah
ini.
Saya berharap agar makalah ini dapat memberikan wawasan dan inspirasi bagi
pembaca dan penulis yang lain dan menjadi acuan yang baik dan berkualitas.
2
Sistem Pengendalian Organinasi Yang Efektif
DAFTAR ISI
1. Kata Pengantar ..................................................................................................................... 2
2. Daftar Isi ............................................................................................................................... 3
3. BAB I : PENDAHULUAN
I.
Latar Belakang .......................................................................................................... 4
4. BAB II : PEMBAHASAN
II.
Pengertian Sistem Pengendalian Manajemen ........................................................... 8
III.
Definisi Pengendalian Manajemen Menurut Beberapa Ahli .................................... 9
IV.
Persyarat Sistem Pengendalian Manajemen ............................................................. 11
V.
Langkah – Langkah Pengendalian Manajemen ...................................................... 13
VI.
Fungsi Pengendalian Manajemen ........................................................................... 14
VII.
Unsur - Unsur Pengendalian Manajemen ............................................................... 15
VIII.
ProsesPengendalian yang Efektif ........................................................................... 16
IX.
Jenis – Jenis Pengendalian Manajemen ................................................................... 17
X.
Ciri – Ciri Sistem Pengendalian Yang Efektif ......................................................... 19
XI.
Anggaran dan Pengendalian Keuangan ................................................................... 21
5. BAB III : KESIMPULAN .................................................................................................. 24
6. BAB IV : DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 25
3
Sistem Pengendalian Organinasi Yang Efektif
BAB I
Pendahuluan
I.
Latar Belakang
Lingkungan pengendalian mencerminkan sikap dan tindakan para pemilik dan
manajer perusahaan mengenai pentingnya pengendalian intern organisasi. Efektivitas
unsur pengendalian intern sangat ditentukan oleh atmosfer yang diciptakan
lingkungan pengendalian. Lingkungan pengendalian mencerminkan sikap dan
tindakan para pemilik dan manajer perusahaan mengenai pentingnya pengendalian
intern organisasi.
Sebagai contoh, dalam suatu organisasi yang pimpinan puncaknya menganggap
anggaran hanya sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan stakeholder organisasi,
bukan sebagai alat pimpinan untuk perencanaan dan pengendalian kegiatan organisasi,
lingkungan ini akan mengakibatkan pimpinan menengah dan karyawan tidak serius
dalam melaksanakan anggaran organisasi. Lingkungan pengendalian harus diberi
tekanan perhatian, karena berdasarkan kenyataan, justru lingkungan pengendalian ini
yang mempunyai dampak besar terhadap keseriusan pengendalian intern yang
diterapkan di dalam organisasi.
Metode
pengendalian
pimpinan
merupakan
metode
perencanaan
dan
pengendalian alokasi sumber daya perusahaan dalam mencapai dilakukan empat
tahap, yaitu:

penyusunan program (rencana jangka panjang),

penyusunan anggaran (rencana jangka pendek),
4
Sistem Pengendalian Organinasi Yang Efektif

pelaksanaan dan pengukuran,

pelaporan dan analisis.
Proses pengolahan organisasi dimulai dengan perencanaan strategik (strategic
planning) uang didalamnya terjadi proses penetapan tujuan organisasi dan penentuan
strategi untuk mencapai tujuan organisasi dan penentuan strategi untuk mencapai
tujuan tersebut. Setelah tujuan perusahaan ditetapkan dan strategi untuk mencapai
tujuan tersebut dipilih, proses pengelolaan organisasi kemudian diikuti dengan
penyusunan program-program untuk mencapai tujuan organisasi yang ditetapkan
dalam perencanaan strategi.
Penyusunan program merupakan proses pengambilan keputusan mengenai
program yang akan dilaksanakan oleh organisasi dan penaksiran sumber yang
dialokasikan kepada setiap program tersebut. Program merupakan rencana jangka
panjang untuk mencapai tujuan organisasi yang ditetapkan dalam perencanaan
strategi.
Rencana jangka panjang yang dituangkan dalam program memberikan arah ke
mana kegiatan organisasi ditujukan dalam jangka panjang. Anggaran merinci
pelaksanaan program, sehingga anggaran yang disusun setiap tahun memiliki arah
seperti yang ditetapkan dalam rencana jangka panjang.
Jika tidak disusun berdasarkan program, pada dasarnya organisasi seperti berjalan
tanpa tujuan yang jelas.
Proses penyusunan anggaran pada dasarnya merupakan
proses penerapan peran (role setting) dalam usaha pencapaian tujuan organisasi.
Dalam proses penyusunan anggaran ditetapkan siapa yang akan berperan dalam
melaksanakan sebagai kegiatan pencapaian tujuan perusahaan dan ditetapkan pula
5
Sistem Pengendalian Organinasi Yang Efektif
sumber
ekonomi
yang
disediakan
bagi
pemegang
peran
tersebut,
untuk
memungkinkan ia melaksanakan perannya. Sumber ekonomi yang disediakan untuk
memungkinkan pimpinan berperan dalam usaha pencapaian tujuan organisasi tersebut
diukur dengan satuan moneter standar yang berupa informasi akuntansi.
Oleh karena itu, penyusunan anggaran hanya mungkin dilakukan jika tersedia
informasi akuntansi pertanggungjawaban, yang mengukur berbagai sumber ekonomi
yang disediakan bagi setiap manajer yang berperan dalam usaha pencapaian tujuan
yang telah ditetapkan dalam tahun anggaran. Dengan demikian, anggaran berisi
informasi akuntansi pertanggungjawaban yang mengukur sumber ekonomi yang
disediakan selama tahun anggaran bagi manajer yang diberi peran untuk mencapai
tujuan organisasi. Dalam sebagai alat pengirim peran (role sending device) kepada
pimpinan yang diberi peran dalam pencapaian tujuan perusahaan. Proses penyusunan
anggaran merupakan proses penetapan peran yang menggunakan informasi akuntansi
pertanggungjawaban untuk menyiapkan nilai sumber ekonomi yang disediakan bagi
setiap pimpinan pusat pertanggungjawaban guna melaksanakan perannya masingmasing.
Partisipasi para pimpinan dalam penyusunan anggaran merupakan faktor yang
menimbulkan “self control” dalam pelaksanaan anggaran. Partisipasi adalah suatu
proses pengambilan keputusan bersama oleh dua pihak atau lebih yang mempunyai
dampak masa depan bagi pembuat keputusan tersebut. Partisipasi dalam penyusunan
anggaran berarti keikutsertaan pimpinan kegiatan dalam memutuskan bersama dengan
komite anggaran mengenai rangkaian kegiatan di masa yang akan datang, yang akan
ditempuh oleh pimpinan kegiatan tersebut dalam pencapaian tujuan perusahaan.
Tingkat partisipasi pimpinan kegiatan dalam penyusunan anggaran akan mendorong
6
Sistem Pengendalian Organinasi Yang Efektif
moral kerja yang tinggi dan inisiatiaf para pimpinan. Moral kerja yang tinggi
merupakan kepuasan seseorang terdapat pekerjaan, atasan, dan rekan sekerjanya.
Moral kerja ditentukan oleh seberapa besar seseorang mengidentifikasi dirinya
sebagai bagian dari organisasi. Agar proses penyusunan anggaran dapat menghasilkan
anggaran yang dapat berfungsi sebagai alat pengendalian, proses penyusunan
anggaran harus menanamkan “sense of commitment” dalam diri penyusunannya.
Proses penyusunan anggaran yang tidak berhasil menanamkan “sense of
commitment” dalam diri penyusunannya berakibat anggaran yang disusun tidak lebih
hanya sekedar sebagai alat perencanaan; yang jika terjadi penyimpanan antara
realisasi dari anggarannya, tidak satu pun pimpinan yang merasa bertanggung jawab.
Di samping program dan anggaran sebagai periode pengendalian, pelaksanaan
rencana yang tertuang dalam program dan anggaran memerlukan sistem informasi
akuntansi untuk mengukur konsumsi sumber daya dalam pencapaian tujuan
organisasi. Sistem informasi akuntansi digunakan untuk dasar pelaksanaan tahap
ketiga dan keempat pengendalian, pelaksanaan dan pengukuran, dan pelaporan dan
analisis.
7
Sistem Pengendalian Organinasi Yang Efektif
BAB II
Pembahasan
II. Pengertian Sistem Pengendalian Manajemen
Sistem pengendalian manajemen adalah proses untuk memastikan bahwa aktifitas
yang dilakukan sesuai dengan aktifitas yang direncanakan. Sistem pengendalian
manajemen dikategorikan sebagai bagian dari pengetahuan perilaku terapan (applied
behavioral science). Pada dasarnya, sistem ini berisi tuntutan kepada kita mengenai cara
menjalankan dan mengendalikan perusahaan / organisasi yang “dianggap baik”
berdasarkan asumsi-asumsi tertentu. Dalam hal ini “dianggap baik” berarti mampu
mengejawantahkan / menerjemahkan antara lain :
a. Tolok ukur kinerja yang mencerminkan perusahaan / organisasi berjalan secara
efisien, efektif, dan produktif.
b. Kebijakan dalam menentukan tolok ukur di atas.
c. Apreasiasi kepada sumber daya yang dimiliki perusahaan organisasi.
Masing-masing perusahaan memiliki kompleksitas berbeda dalam pengendalian
manajemen, makin besar skala perusahaan akan semakin kompleks.
Pengendalian manajemen bersifat menyeluruh dan terpadu, artinya lebih mengarah
ke berbagai upaya yang dilakukan manajemen agar tujuan organisasi terpenuhi. Jadi
sitem pengendalian manajemen dapat diterapkan pada berbagai bentuk organisasi, sebab
hakikatnya setiap organisasi mempunyai komponen sama, yaitu :
8
Sistem Pengendalian Organinasi Yang Efektif
a. W = Work (Pekerjaan)
Sebuah organisasi pasti mempunyai sebuah tujuan dan tujuan itu yang diperlukan
untuk adanya suatu pekerjaan untuk mencapai tujuan tersubut.
b. E = Employe (Tenaga Kerja)
Sebuah organisasi pasti membutuhkan tenaga kerja untuk mengerjakan pekerjaan
yang ada untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.
c. R = Relationship (Hubungan)
Terbentuknya sebuah organisasi itu terdiri lebih dari dua orang. Maka dari itu
diantara setiap anggotanya harus memiliki hubungan yang baik agar dapat
mejalankan tugasnya.
d. E = Environment (Lingkungan)
Lingkungan pengendalian akan efektif bila suatu lingkungan dengan orang-orang
yang berkompeten memahami tanggung jawabnya, batasan kewenangannya,
memiliki pengetahuan yang memadai, memiliki kesadaran yang penuh dan
komitmen untuk melakukan apa yang benar dan yang seharusnya.
III.
Beberapa definisi sistem pengendalian manajemen menurut para ahli.

Edy Sukarno : “Sistem pengendalian manajemen adalah suatu sistem
terintegrasi antara proses, strategi, pemrograman, penganggaran, akuntansi,
pertanggungjawaban,
yang
hakikatnya
untuk
membantu
orang
dalam
menjalankan organisasi atau perusahaan agar hasilnya optimal.”

Anthony and Govindarajan dalam bukunya Management Control System
mengungkapkan :“Management control is the process by which managers
influence other members of the organization to implement the organization’s
strategies.”
9
Sistem Pengendalian Organinasi Yang Efektif

Robert J. Mokler menerangkan arti pengendalian manajemen yaitu :
“Pengendalian manajemen adalah usaha sistematis untuk menetapkan standar
prestasi kerja dengan tujuan perencanaan, untukk mendesain sistem umpan balik
informasi, untuk membandingkan prestasi yang sesungguhnya dengan standar
yang telah ditetapkan terlebih dahulu, untuk menetapkan apakah ada devasi dan
untuk mengukur signifikasinya, serta mengambil tindakan yang diperlukan untuk
memastikan bahwa semua sumber daya perusahaan digunakan dengan cara
seefektif dan seefisien mungkin untuk mencapai tujuan perusahaan.”
Sistem pengendalian manajemen mempunyai beberapa ciri penting, yaitu :
a. Sistem pengendalian manajemen digunakan untuk mengendalikan seluruh
organisasi, termasuk pengendalian terhadap seluruh sumber daya (resources)
yang digunakan, baik manusia, alat-alat dan teknologi, maupun hasil yang
diperoleh organisasi, sehingga proses pencapaian tujuan organisasi dapat
berjalan lancar.
b. Pengendalian manajemen bertolak dari strategi dan teknik evaluasi yang
berintegrasi dan menyeluruh, serta kurang bersifat perhitungan yang pasti dalam
mengevaluasi sesuatu.
c. Pengendalian manajemen lebih berorientasi pada manusia, karena pengendalian
manajemen lebih ditujukan untuk membantu manager mencapai strategi
organisasi dan bukan untuk memperbaiki detail catatan.
Oleh sebab itu dalam pengendalian manajemen, peranan pertimbanganpertimbangan psikologis lebih dominan. Berdasarkan ciri-ciri tersebut di atas, dapat
diketahui bahwa tugas terpenting dari manajemen melalui pengendalian manajemen
adalah beusaha mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien. Efektif berarti
10
Sistem Pengendalian Organinasi Yang Efektif
bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti
bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan
jadwal.
Agar tugas tersebut dapat dijalankan dengan baik, pada tahap pertama manajer
harus memutuskan, apa yang akan dicapai oleh organisasi dan cara untuk
mencapainya, lewat keputusan ini akan diketahui seperangkat tujuan organisasi dan
strategi menjadi sejumlah kebijakan-kebijakan yagn dapat menuntut arah, maupun
program-program kegiatan untuk tercapainya tujuan tersebut. Setelah keputusankeputusan tersebut dibuat, maka pengendalian manajemen mulai bertugas untuk
memastikan bahwa kehendak manajemen telah dilaksanakan oleh seluruh organisasi.
IV.
Persyaratan suatu System Pengendalian Manajemen
INTOSAI, melalui Komite Standar Pengendalian Internnya menerbitkan Pedoman
Standar Pengendalian Intern yang menguraikan persyaratan suatu sistem pengendalian
manajemen ke dalam 2 (dua) bagian yaitu Standar Umum dan Standar Rinci sebagai
berikut.
1. Standar Umum
a. Keyakinan yang Memadai
Pengendalian harus memberikan suatu keyakinan yang memadai bahwa
tujuan pengendalian manajemen akan dapat tercapai.
b. Dukungan Perilaku
Manajemen dan personil suatu entitas harus memelihara suatu sikap perilaku
yang mendukung suatu sistem pengendalian manajemen.
11
Sistem Pengendalian Organinasi Yang Efektif
c. Integritas dan Kompetensi
Mereka yang terlibat dalam kegiatan suatu sistem pengendalian manajemen
harus memiliki suatu tingkat profesionalisme dan integritas pribadi serta
kompetensi yang memadai untuk mengoperasikan pengendalian supaya
tujuan sistem pengendalian manajemen dapat tercapai.
d. Tujuan pengendalian
Tujuan pengendalian secara spesifik, menyeluruh, dan beralasan harus
diidentifikasi atau dikembangkan untuk setiap kegiatan organisasi.
e. Pengendalian Monitoring
Manajemen secara terus menerus memonitor keluaran (output) sistem
pengendalian dan mengambil tindakan perbaikan atas penyimpangan atau
deviasi.
2. Standar Rinci
a. Pendokumentasian
Kejadian-kejadian
yang
terstruktur,
menyeluruh,
dan
signifikan
didokumentasikan dengan jelas. Dokumen tersebut harus tersedia saat
diperlukan.
b. Pencatatan Suatu Transaksi Dilakukan Tepat Waktu dan Benar
Transaksi-transaksi yang terjadi harus dicatat pada waktu yang tepat dan
diklasifikasikan dengan benar.
c. Otorisasi dan Pelaksanaan Transaksi
Transaksi-transaksi harus diotorisasikan dan dilaksanakan dengan benar oleh
personil yang bertanggung jawab.
12
Sistem Pengendalian Organinasi Yang Efektif
d. Pemisahan Tugas
Kegiatan pemberian otorisasi, pemrosesan, pencatatan, dan review harus
dilaksanakan oleh personil yang berbeda (tidak sama).
e. Supervisi
Supervisi harus dilakukan oleh personil yang kompeten dan dilaksanakan
secara bersinambungan untuk meyakinkan pencapaian tujuan pengendalian
manajemen.
f. Akses pada Sumber Daya/Catatan dan Akuntabilitasnya
Akses pada sumber daya dan catatan harus dibatasi, hanya oleh personil yang
memiliki kewenangan yang kemudian harus memberikan akuntabilitas atas
pengelolaan sumber daya dan pemeliharaan atas catatan. Aspek ini harus
diverifikasi secara periodik dengan membandingkan jumlah yang tercatat
dengan fisiknya.
V.
Langkah-langkah pengendalian yang efektif
Langkah-langkah pengendalian yang efektif menurut Robert J. Mockler membagi
pengendalian menjadi empat langkah yaitu :
a. Menetapkan standar dan metode untuk pengukuran kinerja
Penetapan standar dan metode untuk pengukuran kenerja bisa mencakup standar
dan ukuran untuk segala hal, mulai dari target penjualan dan produksi sampai
pada catatan kehadiran dan keamanan pekerja.
b. Mengukur prestasi kerja
Seperti semua aspek pengendalian, pengukuran adalah proses yang berulangulang dan terus menerus. Frekuensi pengukuran tergantung pada tipe aktifitas
yang diukur.
13
Sistem Pengendalian Organinasi Yang Efektif
c. Membandingkan apakah prestasi kerja sesuai dengan standar
Membandingkan prestasi kerja adalah membandingkan hasil yang telah diukur
dengan target atau standar yang telah ditentukan. Apabila kinerja sesuai dengan
standar, manajer berasumsi bahwa segala sesuatunya telah berjalan secara
terkendali.
d. Mengambil tindakan korektif atau perbaikan
Tindakan ini dilakukan manakala kinerja rendah di bawah standar dan analisis
menunjukkan perlunya diambil tindakan. Tindakan perbaikan dapat berupa
mengadakan perubahan terhadap satu atau beberapa aktifitas dalam operasi
organisasi atau terhadap standar yang telah ditetapkan sebelumnya.
VI.
Fungsi Pengendalian Manajemen
Pengendalian manajemen merupakan usaha yang tersistematis dari perusahaan
untuk mencapai tujuannya dengan cara membandingkan prestasi kerja dengan rencana
dan membuat tindakan yang tepat untuk mengoreksi perbedaan yang penting.
Diantara beberapa fungsi manajemen adalah pengendalian. Pengendalian berusaha
untuk mengevaluasi apakah tujuan dapat dicapai, dan apabila tidak dapat dicapai
dicari faktor penyebabnya, dengan demikian dapat dilakukan tindakan perbaikan.
Dengan adanya pengendalian juga dapat memungkinkan manajer untuk mendeteksi
penyimpangan dari perencanaan tersebut tepat pada waktunya dalam melakukan
tindakan perbaikan sebelum penyimpangan menjadi jauh.
Penggorganisasian dengan menggunakan prosedur pengendalian dapat membantu
suatu perusahaan dapat mencapai sasarannya dan menggunakan sumberdaya yang ada
secara efisien. Pengendalian yang efektif juga dapat diterapkan agar perusahaan tetap
14
Sistem Pengendalian Organinasi Yang Efektif
dapat bertahan didalam pasar global yang sifatnya musiman dan tak menentu.
Pengendalian juga untuk memastikan aktivitas yang sebenarnya sesuai atau tidak
dengan aktivitas yang direncanakan.
VII. Sistem Pengendalian Manajemen Mempunyai Unsur-Unsur :
a) Detektor
b) Selektor
c) Efektor
d) Komunikator
Unsur-unsur ini satu sama lain saling berhubungan dan membentuk suatu proses
kerja. Proses yang terjadi berawal ketika detektor mencari informasi tentang aktivitas.
Detektor ini dapat berupa sistem informasi baik formal maupun informasi, yang
menyediakan informasi kepada pimpinan mengenai apa yang terjadi di dalam suatu
aktivitas.
Setelah informasi diperoleh, aktivitas yang terekam didalamnya dibandingkan
dengan standar atau patokan berupa kriteria mengenai apa yang seharusnya
dilaksanakan dan seberapa jauh perlunya pembenaran.
Proses perbaikan dilaksanakan oleh efektor, sehingga penyimpanan-penyimpanan
diubah agar kegiatan kembali mengikuti kriteria yang telah ditetapkan. Begitulah
proses pengendalian manajemen, dinamis dan berkelanjutan.
15
Sistem Pengendalian Organinasi Yang Efektif
VIII. Proses Pengendalian Manajemen
Proses pengendalian manajemen yang baik sebenarnya formal, namun sifat
pengendalian informal masih banyak terjadi. Pengendalian manajemen formal
merupakan tahap-tahap yang saling berkaitan satu sama lain, terdiri dari proses :
1) Pemprograman (Programming)
Dalam tahap ini perusahaan menentukan program-program yang akan dilaksanakan
dan memperkirakan sumber daya yang akan alokasikan untuk setiap program yang
telah ditentukan.
2) Penganggaran (Budgeting)
Pada tahap penganggaran ini program direncanakan secara terinci, dinyatakan
dalam satu moneter untuk suatu periode tertentu, biasanya satu tahun. Anggaran ini
berdasarkan pada kumpulan anggaran-anggaran dari pusat pertanggungjawaban.
3) Operasi dan Akuntansi (Operating and Accounting)
Pada tahap ini dilaksanakan pencatatan mengenai berbagai sumber daya yang
digunakan dan penerimaan-penerimaan yang dihasilkan. Catatan dan biaya-biaya
tersebut digolongkan sesuai dengan program yang telah ditetapkan dan pusat-pusat
tanggungjawabnya. Penggolongan yang sesuai program dipakai sebagai dasar
untuk pemrograman di masa yang akan datang, sedangkan penggolongan yang
sesuai dengan pusat tanggung jawab digunakan untuk mengukur kinerja para
manajer.
16
Sistem Pengendalian Organinasi Yang Efektif
4) Laporan dan Analisis (Reporting and Analysis)
Tahap ini paling penting karena menutup suatu siklus dari proses pengendalian
manajemen agar data untuk proses pertanggungjawaban akuntansi dapat
dikumpulkan. Analisis laporan manajemen antara lain dapat berupa :
a. Perlu tidaknya strategi perusahaan diperiksa kembali.
b. Perlu tidaknya dilakukan penghapusan, penambahan, atau pengubahan
program di tahun yang akan datang.
c. Dari analisis penyimpangan dapat disimpulkan perlunya diadakan perubahan
anggaran, apabila sudah tidak realistis.
d. Dari laporan-laporan dapat diambil kesimpulan perlu adanya perbaikanperbaikan untuk masalah yang tidak dapat diantisipasi.
IX.
Jenis-jenis Pengendalian Manajemen
1. Pengendalian pencegahan (preventive controls)
Pengendalian pencegahan dimaksudkan untuk mencegah terjadinya suatu
kesalahan. Pengendalian ini dirancang untuk mencegah hasil yang tidak diinginkan
sebelum kejadian itu terjadi. Pengendalian pencegahan berjalan efektif apabila
fungsi atau personel melaksanakan perannya. Contoh pengendalian pencegahan
meliputi: kejujuran, personel yang kompeten, pemisahan fungsi, review pengawas
dan pengendalian ganda. Sebagaimana peribahasa mengatakan “lebih baik
mencegah daripada mengobati” demikian pula dengan pengendalian. Pengendalian
pencegahan jauh lebih murah biayanya dari pada pengendalian pendeteksian atau
korektif.
Ketika
dirancang
ke
dalam
sistem,
pengendalian
pencegahan
memperkirakan kesalahan yang mungkin terjadi sehingga mengurangi biaya
perbaikannya. Namun demikian, pengendalian pencegahan tidak dapat menjamin
17
Sistem Pengendalian Organinasi Yang Efektif
tidak terjadinya kesalahan atau kecurangan sehingga masih dibutuhkan
pengendalian lain untuk melengkapinya.
2. Pengendalian deteksi (detective controls)
Sesuai dengan namanya pengendalian deteksi dimaksudkan untuk mendeteksi
suatu kesalahan yang telah terjadi. Rekonsiliasi bank atas pencocokan saldo pada
buku bank dengan saldo kas buku organisasi merupakan kunci pengendalian
deteksi atas saldo kas. Pengendalian deteksi biasanya lebih mahal daripada
pengendalian pencegahan, namun tetap dibutuhkan dengan alasan: Pertama,
pengendalian deteksi dapat mengukur efektivitas pengendalian pencegahan. Kedua,
beberapa kesalahan tidak dapat secara efektif dikendalikan melalui sistem
pengendalian pencegahan sehingga harus ditangani dengan pengendalian deteksi
ketika kesalahan tersebut terjadi. Pengendalian deteksi meliputi review dan
pembandingan seperti: catatan kinerja dengan pengecekan independen atas kinerja,
rekonsilasi bank, konfirmasi saldo bank, kas opname, penghitungan fisik
persediaan, konfirmasi piutang/utang dan sebagainya.
3. Pengendalian koreksi (corrective controls)
Pengendalian koreksi melakukan koreksi masalah-masalah yang teridentifikasi
oleh pengendalian deteksi. Tujuannya adalah agar supaya kesalahan yang telah
terjadi tidak terulang kembali. Masalah atau kesalahan dapat dideteksi oleh
manajemen sendiri atau oleh auditor. Apabila masalah atau kesalahan terdeteksi
oleh auditor, maka wujud pengendalian koreksinya adalah dalam bentuk
pelaksanaan tindak lanjut dari rekomendasi auditor.
18
Sistem Pengendalian Organinasi Yang Efektif
4. Pengendalian pengarahan (directive controls)
Pengendalian pengarahan adalah pengendalian yang dilakukan pada saat
kegiatan sedang berlangsung dengan tujuan agar kegiatandilaksanakan sesuai
dengan kebijakan atau ketentuan yang berlaku. Contoh atas pengendalian ini
adalah kegiatan supervisi yang dilakukan langsung oleh atasan kepada bawahan
atau pengawasan oleh mandor terhadap aktivitas pekerja.
5. Pengendalian kompensatif (compensating controls)
Pengendalian kompensatif dimaksudkan untuk memperkuat pengendalian
karena terabaikannya suatu aktivitas pengendalian. Pengawasan langsung pemilik
usaha terhadap kegiatan pegawainya pada usaha kecil karena ketidak-adanya
pemisahan fungsi merupakan contoh pengendalian kompensatif.
X.
Ciri-ciri sistem pengendalian yang efektif.
Sistem pengendalian yang dapat diandalkan dan efektif mempunyai karakteristik
tertentu yang sifatnya relatif. Akan tetapi, sebagian besar dari sistem pengendalian
diperkuat oleh ciri-ciri seperti berikut ini.
1. Akurat
Informasi tentang hasil prestasi kerja harus akurat. Mengevaluasi ketepatan
informasi yang diterima merupakam salah satu tugas pengendalian paling penting
yang dihadapi manajer.
2. Tepat waktu
Informasi hendaknya segera dimanfaatkan untuk pengambilan tindakan yang
tepat terhadap suatu masalah agar menghasilkan perbaikan.
19
Sistem Pengendalian Organinasi Yang Efektif
3. Objektif dan komprehensif
Informasi yang akan digunakan untuk pengawasan harus dapat dipahami dan
dianggap objektif. Sistem informasi yang sulit dipahami akan mengakibatkan
kesalahan yang sebenarnya tidak perlu terjadi.
4. Dipusatkan pada titik pengendalian strategis
Pengendalian hendaknya dipusatkan pada area di mana kemungkinan terjadinya
penyimpangan relatif banyak, juga pada area di mana tindakan koreksi
dilaksanakan dalam waktu serta tempat yang tepat hingga efektif.
5. Ekonomis
Biaya pengendalian hendaknya lebih sedikit atau paling banyak sama dengan
keuntungan yang diperoleh dalam sistem itu. Caranya ialah bahwa pengeluaran
hendaknya minimal dengan hasil yang hendaknya optimal.
6. Realistis dari organisasi
Sistem pengendalian harus dapat di gabungkan dengan realitas organisasi.
7. Fleksibel
Dewasa ini hampir semua organisasi berada pada lingkungan yang tidak stabil
sehingga perubahan-perubahan yang terjadi perlu diantisipasi. Bentuk antisipasi
ini perlu didampingi dengan pengawasan agar jalannya organisasi tetap sesuai
dengan harapan.
8. Perspektif dan operasional
20
Sistem Pengendalian Organinasi Yang Efektif
Sistem pengawasan yang efektif harus dapat mengidentifikasikan tindakan
korektif apakah yang perlu diambil. Informasi harus sampai dalam bentuk yang
biasa di tangan orang-orang yang bertanggung jawab untuk mengambil tindakan
yang diperlukan itu.
9. Diterima oleh anggota organisasi
Yang ideal ialah bahwa sistem pengendalian dapat menghasilkan perstasi kerja
yang tinggi di kalangan para anggota organisasi dengan membangkitkan perasaan
bahwa mereka memiliki otonomi, tanggung jawab, dan kesempatan untuk
mencapai kemajuan. Terlalu banyak pengendalian yang ketat kerap kali
mengakibatkan berkurangnya kepuasaan maupun motivasi para karyawan. Efek
negatif semacam ini harus diperhatikan jika efisiensi dalam sistem pengendalian
telah tercapai.
10. Tindakan koreksi
Sebuah sistem pengendalian yang efektif bukan saja menunjukkan kapan terjadi
penyimpangan yang berarti dari standar, melainkan juga menyarankan tindakan
apa yang harus diambil untuk membetulkan penyimpangan tadi.
XI.
Anggaran dan Pengendalian Keuangan
Anggaran dan kontrol keuangan tidak hanya memberitahukan apakah
organisasi berada pada pijakan keuangan yang sehat, tetapi juga bisa menjadi
indikator kinerja lainnya. Contoh, penurunan penjualan mungkin mengisyaratkan
masalah pada produk, pelayanan konsumen atau efektifitas tenaga penjual. Begitu
juga jika beban pemeliharaan terus melampaui anggaran, organisasi harus
21
Sistem Pengendalian Organinasi Yang Efektif
mengivestigasi apakah peralatan yang bersangkutan telah terlalu tua, atau apakah
karyawan paham bagaimana menggunakan peralatan secara benar. Anggaran
merupakan
perangkat
yang
digunakan
untuk
merencanakan
pengeluaran
perusahaan.
 Analisis keuangan
Melalui analisis laporan keuangan manake dapat mengetahui bagaimana kondisi
keuangan yang ada, bagai mana kemampuan besaing dari bisnis yang dijalan.
Ada beberapa ratio keuangan yang dapat digunakan manajerial :
1. Rasio Likuiditas
Mengukur kemampuan perusahaan dalam mengukur kewajiban lancarnya.
Rumus : Hutang Lancar / Harta Lancar
2. Rasio Aktivitas
Mengukur kinerja internal yang berhubungan dengan aktifitas kunci yang
didefinisikan oleh manajemen.
Rumus : Perputaran persediaan = Penjualan total / persediaan ratarata.
3. Ratio Profitabilitas
Mengukur laba perusahaan relatif terhadap sumber laba. Seperti penjualan atau
aktiva. Salah satu ratio profitabilitas yang penting adalah margin laba dari
penjualan. Yang dihitung sebagai laba bersih dibagi penjualan total. Begitu
juga margin kotor adalah laba kotor dibagi dengan total penjualan. Ukuran
profitabilitas yang lain adalah pengembalian atas aktiva total ( return on total
22
Sistem Pengendalian Organinasi Yang Efektif
asset - ROA), yaitu persentase yang mengidentifikasikan berapa banyak yang
dihasilkan perusahaan dari total aktivanya.
Rumus : ROA = laba bersih / aktiva total
4. Ratio Leverage
Mengacu pada pembiayaan aktiva memakai dana pinjaman yaitu rasio yang
digunakan untuk mengukur seberapa besar aktiva yang dimiliki yang berasal
dari hutang dan modal.
23
Sistem Pengendalian Organinasi Yang Efektif
BAB III
KESIMPULAN
Pengendalian berusaha untuk mengevaluasi apakah tujuan dapat dicapai, dan apabila
tidak dapat dicapai dicari faktor penyebabnya, dengan demikian dapat dilakukan tindakan
perbaikan. Dengan adanya pengendalian juga dapat memungkinkan manajer untuk
mendeteksi penyimpangan dari perencanaan tersebut tepat pada waktunya dalam melakukan
tindakan perbaikan sebelum penyimpangan menjadi jauh. Memastikan bahwa aktifitas yang
sebenarnya sesuai dengan rencana, dengan tujuan agar manajer dapat mengevaluasi
efektifitas kegiatan perencanaan, pengorganisasian dan memimpin.
Penggorganisasian dengan menggunakan prosedur pengendalian dapat membantu
suatu perusahaan dapat mencapai sasarannya dan menggunakan sumberdaya yang ada secara
efisien dan efektif.
24
Sistem Pengendalian Organinasi Yang Efektif
BAB IV
DAFTAR PUSTAKA
 Manajemen Jilid 2, James A.F. Stoner
 www.google.com
 Sumber: Materi Diklat BPKP – 2009 dan Materi Pengantar Manajemen.
 Marquardt, Michael. 1996. “Building The Learning Organization”.
 Jawwad, Ahmad Abdul.Manajemen Team work. 2006.Bandung : PT. Syaamil Cipta
Media.
25
Download