PERTEMUAN 13 AGREGAR AD DAN AS

advertisement
PERTEMUAN 14
AGREGAR AD DAN AS
Aggregate Demand dan Aggregate Supply
(AD-AS)
3 (tiga) tujuan makroekonomi
1. Stabilitas harga
2. Tingkat pengangguran yang rendah
3. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi
• Terdapat satu alat (tool) yang bisa digunakan untuk
memahami
harga
(Price),
pengangguran
(Unemployment) dan kuantitas barang dan jasa
(Quantity) atau real Gross Domestic Product.
• Singkatnya, kita memang mempunyai alat (tool), yaitu
market
tool,
kita
hanya
perlu
untuk
mengadaptasikannya.
• Supply dan Demand dalam pasar tertentu
dapat membantu kita untuk menentukan
harga (P) suatu produk barang atau jasa.
• Kuantitas (Q) satu produk barang atau jasa
• Grafik Supply dan Demand dalam pasar
tunggal
sebenarnya
sederhana
untuk
dimodifikasi
menjadi
sebuah
model
makroekonomi.
• Malahan, dengan menggunakan kurva Demand
untuk satu produk barang atau jasa maka kita
akan menggunakan kurva Aggregate Demand
(AD) untuk semua produk barang dan jasa.
• Begitupula kurva Supply (S) digunakan untuk
melihat satu komoditas atau jasa ssedangkan
Aggregate Supply (AS) digunakan pada seluruh
kuantitas barang (Q) dan jasa dalam
perekonomian.
• Kemudian, keseimbangannya akan menunjukkan
keseimbangan makroekonomi.
• Berbeda dengan keseimbangan satu harga
sebuah produk atau jasa, Aggregate Demand
(AD) dan Aggregate Supply (AS) menghasilkan
keseimbangan tingkat harga (price level) untuk
semua produk barang dan jasa.
• Berbeda dari keseimbangan kuantitas (Q) satu
komoditas, keseimbangan kuantitas (Q) semua
barang dan jasa dapat menghasikan Gross
Domestic Product (GDP)
Selanjutanya kita akan melihat model pasar
makroekonomi, dimulai dari Aggregate Demand (AD).
• Jika Demand (D) diperuntukkan untuk satu produk atau
kumpulan dari kuantitas (Q) yang diminta dengan
harga bervariasi, dan mempunyai hubungan terbalik
antara harga dan kuatitas, maka
• Aggregate Demand (AD) adalah diperuntukkan untuk
semua barang dan jasa dan memiliki hubungan terbalik
antara tingkat harga dalam perekonomian dengan
kuantitas (Q) semua barang dan jasa yang diminta, atau
kumpulan dari seluruh permintaan agregat barang dan
jasa pada harga yang bervariasi. dalam perekonomian.
1. Kenapa terdapat hubungan terbalik antara tingkat
harga dan kuantitas barang yang diminta?
atau,
2. Kenapa barang dan jasa yang diminta jumlah akan
sedikit jika tingkat harga lebih tinggi?
• Untuk beberapa alasan, pertanyaan diatas dapat
dijawab.
• Pertama : Jika semua tingkat harga untuk semua
barang dan jasa meningkat, dan faktor lain dianggap
tetap atau sama maka pendapat yang dimiliki oleh
konsumen tidak akan bisa digunakan untuk membeli
barang atau jasa yang banyaknya sama seperti
sebelumnya.
• Alasan kedua, jika tingkat harga barang domestik
di suatu negara mengalami kenaikan, maka
barang-barang asing (barang impor) akan menjadi
semakin menarik bagi konsumen domestik dan
asing.
1. Konsumen rumah tangga, pemain bisnis dan
sektor asing akan menjauhkan diri untuk
membeli barang domestik yang harganya lebih
mahal.
2. Selain itu tingkat harga yang lebih tinggi dapat
membuat tingkat bunga akan meningkat.
• Sama halnya seperti kurva Demand (D) untuk
satu produk barang atau jasa, begitu juga
perubahan tingkat harga tidak akan membuat
kurva Aggregate Demand beralih, tetapi hanya
membuat pergerakan di sepanjang kurva
Aggregate Demand (AD) saja.
• Apakah ada yang dapat membuat kurva
Demand (D) beralih?
• Tentu saja ada, dengan tingkat harga yang
diberikan (given price), apapun yang dapat
mengubah pengeluaran total (total expenditure)
dapat mengubah Aggregate Demand secara
keseluruhan.
• Apakah masih mengingat apa saja yang dapat
membuat pengeluaran (expenditure)?
• yaitu sektor rumah tangga, sektor bisnis,
sektor pemerintah, dan sektor asing.
• Artinya, selain tingkat harga, perubahan
konsumsi rumah tangga (C), investasi bisnis (I),
pengeluaran pemerintah (G), dan ekspor
bersih (X) akan membuat Aggregate Demand
beralih.
Contohnya:
• Pada tahun 1990-an, pasar saham di Amerika
Serikat mengalami ledakan yang besar, banyak
pihak rumah tangga yang menjadi klien pasar
tersebut
memperoleh
peningkatan
kesejahteraan yang signifikan.
• Peristiwa
tersebut
membuat
mereka
menambah pengeluaran mereka untuk
berbelanja barang atau jasa yang akan
dikonsumsi sehingga Aggregate Demand
beralih.
• selanjutnya, selain tingkat harga (P), apa saja yang
dapat membuat perubahan pada:
1. Konsumsi (C)
2. Investasi (I)
3. Pengeluaran pemerintah (G)
4. Ekspor bersih (X)
• Selanjutnya kita akan melihat bagaimana dengan
Aggregate Supply (AS).
• Aggregate Supply (AS) mempunyai hubungan langsung
antara tingkat harga (P) dalam perekonomian dan
kuantitas agregat barang dan jasa yang ditawarkan.
• Maka Aggregate Supply (AS) adalah kumpulan dari
tingkat harga dan kuantitas agregat yang di-supply.
• Kenapa kurva Aggregat Supply (AS) miring ke atas
(upward sloping)?
• Dengan alasan yang sama dengan kurva supply (S) satu
produk adalah dari sisi biaya dan profit.
• Jika kita melihat dari segi biaya. Tingkat harga
meningkat dan yang lainnya dianggap tetap (sama),
maka akan lebih banyak produsen termasuk juga
produsen yang tidak efisien dengan biaya tinggi akan
tetap memproduksi barang atau jasa dan dapat
bertahan dalam pasar.
• Sedangkan pada harga yang lebih rendah, hanya
produsen denngan biaya paling sedikit yang dapat
melanjutkan aktifitasnya dalam pasar.
• Sedangkan pada harga yang lebih rendah,
hanya produsen dengan biaya paling sedikit
yang dapat melanjutkan aktifitasnya dalam
pasar.
• Dari segi profit. Pada tingkat harga yang lebih
tinggi, dan faktor lain dianggap tetap (sama),
maka profit yang akan diperoleh oleh
produsen akan lebih banyak dan akan
memberikan hasil insentif yang lebih besar.
• apa yang dapat membuat Aggregate Supply (AS)
beralih?
• Sekali lagi kita ulangi, perubahan tingkat harga hanya
membuat pergerakan di sepanjang Aggregat Supply
(AS).
• Jenis perubahan apa yang jika terjadi dapat memberi
dampak yang besar pada semua jenis produksi dalam
perekonomian secara keseluruhan.
• Dimana Aggregate Demand dan Aggregate Supply
bertemu, kita akan menemukan keseimbangan
makroekonomi.
• yaitu tingkat harga (P) dan kuantitas barang dan jasa
(Q) atau GDP dan bahkan jumlah pengangguran.
• Jika GDP lebih banyak, artinya lebih banyak
pekerjaan
yang
tersedia
sehingga
pengangguran lebih sedikit.,
• Jika GDP lebih sedikit, artinya pekerjaan yang
tersedia akan menjadi lebih sedikit dan
pengangguran akan bertambah.
• Bagaimana perubahan Aggregate Demand
(AD) dan Aggregate Supply (AS) akan
memberikan dampak pada harga (P), Gross
Domestic Product (GDP) dan pengangguran
(Unemployment)?
• Analisis AD-AS merupakan singkatan dari
Aggregrate Demand atau permintaan agregat.
• Sedangkan AS adalah singkatan dari Aggregate
Supply atau penawaran agregat.
• Perbedaan keduanya terjadi pengertian yang
sedikit berbeda.
• Penawaran aggregate(AS) adalah penawaran
barang dan jasa yang dilakukan oleh perusahaan
dalam suatu Negara.
• Perbedaan lainnya adalah ciri dan pokok konsep
tersebut.
• Analisis
AD-AS
merupakan
analisis
keseimbangan pendapatan nasional yang
melengkapi
analisis
keseimbangan
pengeluaran agregat-penawaran agregat (Y =
AE).
• Dalam analisis AD-AS diperhatikan bagaimana
keseimbangan pendapatan nasional dicapai
dalam keadaan harga-harga mengalami
perubahan.
• Dalam analisis keseimbangan Y = AE efek
perubahan
hargatidak
diperhatikan.
Walaupun tidak dinyatakan secara eksplisit
(dengan jelas),
• akan tetapi dapat disimpulkan bahwa analisis
Y = AE. Misalkan bahwa tingkat harga tidak
berubah.
• Seperti gambar berikut ini :
KESEIMBANGAN AD-AS KEYNES DAN
KLASIKPandangan Keynes Pandangan Klasik
PENAWARAN AGREGAT
• Analisis AD-AS memperbaiki kelemahan yang
di dapati dalam teori Klasik dan teori Keynes.
• Teori Klasik berpendapat dalam perekonomian
tidak terdapat kekuranganpermintaan agregat.
Efek dari keyakinan ini selanjutnya mereka
berpendapat
1. perekonomian selalu mencapai kesempatan
kerja penuh,
2. kegiatan ekonomi danpendapatan nasional
ditentukan oleh jumlah dan kualitas factor-
• factor produksi yang tersedia dan tingkat
teknologi yang digunakan, dan
3.Pertambahan uang dalam perekonomian akan
menimbulkan inflasi
• Pandangan Klasik yang dinyatakan dalam (2)
dikritik oleh Keynes dalam bukunya:
TheGeneral Theory of Employment, Interest
and Money (diterbitkan tahun 1936).
• Pandangan Keynes yang utama adalah:
(i) dalam perekonomian pengeluaran agregat
dan permintaan agregat (atau kedua-duanya
juga dikenal sebagai permintaan efektif)
adalah factor utama yang menentukan
kegiatan
ekonomi;
dan
permintaan/pengeluaran agregat ini tidak
dapat mencapai tingkat output pada
kesempatan kerja penuh, dan sebagai
akibatnya pengangguran selalu berlaku,
(ii) pertambahan uang akan mengembangkan
kegiatan ekonomi dan meningkatkan
pendapatan nasional dan kesempatan kerja,
tetapi tidakmempengaruhi harga, dan
(iii) pemerintah penting peranannya dalam
mempengaruhi dalamkegiatan ekonomi
yaitu dengan menjalankan kebijakan fiscal
dan kebijakan moneter
• Dalam analisis AD-AS kelemahan teori Klasik dan
Keynes diperbaiki.
• Teori Klasik pada dasarnya sangat menumpukan
perhatian ke atas segi penawaran, manakala
analisisKeynesian sangat menekankan kepada
segi permintaan.
• Dalam analisis AD-AS kedua aspek ini yaitu segi
permintaan dan penawaran diperhatikan dalam
menentukan keseimbanganpendapatan nasional
(atau dalam penentuan kegiatan ekonomi
negara). Permintaan agregatAD menunjukan
keseluruhan pengeluaran yang akan dilakukan
dalam perekonomian padaberbagai tingkat harga.
• Manakala
penawaran
agregat
AS
menunjukkan pengeluaran barangdan jasa
yang akan dilakukan perusahaan-perusahaan
dalam suatu Negara pada berbagaitingkat
harga.
• Tingkat kegiatan ekonomi, pendapatan
nasional dan kesempatan kerjaditentukan
pada tingkat harga dimana permintaan
agregat (AD) sama dengan penawaran agregat
(AS)
• Kurva permintaan agregat AD dibentuk oleh
keseimbangan Y = AE yang berlaku
padatingkat harga yang berbeda. Dalam
perekonomian pengeluaran agregat meliputi
AE = C + 1 +G + (X - M). dengan demikian
kurva AD dibentuk oleh nilai AE pada berbagai
tingkat harga.Kurva AD menurun ke bawah,
dari sisi kiri ke arah kanan dan berarti semakin
rendah hargasemakin besar permintaan
agregat.
• Sifat yang demikian disebabkan oleh factorfaktor berikut
(i) pendapatan riil dan konsumsi rumah tangga
meningkatapabila harga turun,
(ii) semakin stabil harga-harga, semakin rendah
suku
bunga
dan
menyebabkan
investasimeningkat, dan
(iii) harga yang semakin rendah akan menambah
ekspor dan mengurangiimpor
TINGKAT HARGA, KSEIMBANGAN PENDAPATAN
NASIONAL DAN KURVA AD
EFEK PERTAMBAHAN PENGELUARAN AGREGAT
KE ATAS KURVA AD
• Perubahan-perubahan dalam komponen
pengeluaran agregat yaitu C, I, G, X dan Maka
menggeser kurva AD.
• Kurva AD akan bergeser ke kanan apabila C, I,
G dan X (masing-masing atau gabungannya)
bertambah, dan akan bergeser ke kiri apabila
M bertambah.Kenaikan S dan T juga akan
menggeser AD ke kiri
• Dalam analisis AD-AS, kurva penawaran agregat AS
berbentuk melengkung ke atasdari kiri ke kanan.
• Kurva AS seperti ini berbeda dengan yang selalu
digambarkan berdasarkan teori Klasik (yaitu tegak lurus
pada pendapatan nasional yang dicapai pada
kesempatan kerja penuh) dan yang digambarkan
berdasarkan teori Keynes (yaitu berbentukhuruf L yang
dibalikkan arahnya).
• Bentuk kurva AS yang melengkung ke atas tersebut
didasarkan kepada dua teori dalam analisis teori
mikroekonomi (yaitu teori biaya produks dan teori
pasaran tenaga kerja)dan hasil dari studi empirikal
(yang diterangkan denganmenggunakan kurva Phillips)
• Seperti kurva AD, kurva penawaran agregat AS
dapat mengalami perubahan.
• Kurva AS aka bergeser ke kiri (atau ke atas)
apabila ;
1. harga barang mentah yang diimpor meningkat,
2. nilai mata uang domestic merosot,
3. pajak impor dan pajak lain bertambah,
4. upah kerja meningkat, dan
5. biaya lain seperti tarif listrik dan air meningkat.
• Sebaliknyakurva AS dapat pula bereser ke
kanan (ke bawah) apabila:
1. kemajuan teknologi berlaku,
2. pajak pemerintah diturunkan,
3. infrastruktur bertambah baik, dan
4. administrasipemerintah lebih efisien dan
sangat membantu dan menggalakkan
kegiatan swasta
KURVA PENAWARAN AGREGAT AS
• Hal ini akan berbeda apablia kurva penawaran
agregat AS melengkung ke atas, dengan kata
lain, semakin tinggi tingkat harga, semakin
banyak pendapatan nasional riil yang
ditawarkan perusahaan dalam perekonomian.
• Penggambaran bentuk kurva lain adalah kurva
Philips, yang dimana setiap titik dalam contoh
tersebut menunjukkan hubungan antara
tingkat
pengangguran
dan
tingkat
kenaikanupah nominal. (1998, 2002)
BIAYA PRODUKSI DAN PENAWARAN
TENAGA KERJA
KURVA PHILIPS
• Sedangkan bentuk kurva Philips bila
digabungkan dengan penawaran agregat,
dapat menunjukkan bentuk hubungan di
antara tingkat upah dan tingkat kesempatan
kerja yang sesuai dengan cirri kurva Philips,
sehingga dapat diambil sebuah kesimpulan
yang matang
• Sedangkan perpindahan kurva penawaran
agreagt dari AS0 menjadi AS1dapat
disebabkan salah satu atau gabuingan factorfaktor yang digambarkan sebagai berikut
MENENTUKAN BENTUK KURVA PENAWARAN
AGREGAT
PERPINDAHAN
KURVA as
• Keseimbangan pendapatan nasional yang dalam
analisis
AD-AS
dinamakan
jugasebagai
keseimbangan makroekonomi, dicapai apabila
kurva AD berpotongan dengan kurvaAS.
• Keseimbangan ini dapat menentukan tingkat
harga yang berlaku dalam perekonomiandan
pendapatan nasional riil yang akan diwujudkan.
• Keseimbangan ini akan mengalami perubahan
dari waktu ke waktu. Secara analisis, perubahan
keseimbanga itu dapat disebabkan oleh tiga
factor, yaitu: perubahan AD saja, perubahan AS
saja, dan perubahanserentak atau secara
berturutan dalam AD dan AS
KESEIMBANGAN MAKRO EKONOMI
EFEK PERUBAHAN KURVA AD ATAU KURVA AS
Jika terjadi perubahan kurva AD da AS secara serentak, maka
dapat digambarkansebagai berikut
EFEK PERUBAHAN KURVA AD ATAU KURVA AS
Download