arnisa riskya

advertisement
1
ANALISIS PERKEMBANGAN USAHA INDUSTRI KUE TRADISIONAL
BARUASA PADA UD. BARUASA MEMBIRI KENDARI
Arnisa Putri Riskiya
Arifin Utha
Muh.Yusuf
Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis,
Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Halu Oleo
([email protected])
ABSTRAK
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan pada UD. Baruasa
Membiri Kendari yaitu berjumlah 22 karyawan tetap. Penarikan sampel menggunakan
teknik Total Sampling dengan populasi dijadikan sampel yaitu 22 dan informan
penelitian yaitu Pimpinan UD. Baruasa Membiri Kendari, Kepala Bagian Produksi,
Pemasaran, dan Kepala Bagian Keuangan pada UD. Baruasa Membiri Kendari.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan usaha industri yang
dilakukan pada UD. Baruasa Membiri Kendari secara umum dapat dikatakan sudah baik.
Hal ini dapat dilihat dari laba yang diperoleh UD. Baruasa Membiri Kendari yang
meningkat dari tahun ke tahun seiring meningkatnya jumlah pelanggan, serta peningkatan
jumlah pelanggan seiring dengan bertambahnya daerah pemasaran dan bertambahnya
varian rasa produk yang diproduksi. Tetapi dalam pengembangan sarana dan prasarana
serta tenaga kerja masih perlu dikembangkan lagi mengingat jumlah pelanggan yang
bertambah dan daerah pemasaran yang semakin luas.
Kata Kunci: Pengembangan Usaha, Faktor-Faktor Pengembangan Usaha.
PENDAHULUAN
Pengembangan dunia usaha ditujukan untuk menjadi kekuatan dan penggerak
utama pembangunan nasional serta peningkatan peran aktif masyarakat yang
merupakan bagian integral dari pembangunan nasional dalam mencapai masyarakat
yang maju, mandiri dan sejahtera. Disamping itu memperluas kesempatan berusaha
serta kesempatan kerja sesuai dengan upaya pembangunan dan pemanfaatan wilayah
serta pola usaha yang sesuai dengan potensi dan keunggulan yang dimiliki oleh
masing-masing wilayah di Indonesia.
Setiap perusahaan harus mampu memahami kelangsungan hidup perusahaan
tersebut sebagai organisasi yang berusaha memenuhi kebutuhan dan keinginan para
konsumen sangat tergantung pada perilaku konsumennya (Tjiptono, 2008:129).
2
Pemahaman perusahaan berawal dari produk yang akan dikembangkan oleh
perusahaan tersebut, perusahaan harus mampu mengenal apa yang menjadi kebutuhan
dan harapan konsumen saat ini maupun yang akan datang. Konsumen sebagai
individu dalam mendapatkan atau membeli barang telah melalui proses-proses atau
tahapan-tahapan terlebih dahulu seperti mendapat informasi baik melalui iklan atau
referensi dari orang lain kemudian membandingkan produk satu dengan produk lain
sampai akhirnya kepada keputusan membeli produk tersebut.
Perilaku konsumen sendiri dapat diartikan sebagai suatu kegiatan-kegiatan
individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan serta menggunakan
barang-barang dan jasa, termasuk didalamnya proses pengambilan keputusan pada
persiapan dan penerapan kegiatan (Basu Swasta, 2005:30). Kotler & Armstrong
(2008:29) mengatakan bahwa kualitas produk merupakan senjata strategis yang
potensial untuk mengalahkan pesaing bisnis. Jadi hanya perusahaan yang
menghasilkan produk yang memiliki kualitas paling baik yang akan tumbuh dengan
pesat, dan dalam jangka panjang perusahaan tersebut akan lebih berhasil daripada
perusahaan yang lainnya. Oleh karena itu, kualitas produk menjadi faktor yang sangat
penting, karena dengan terciptanya produk yang unggul dan baik maka akan
mendorong konsumen dalam melakukan pembelian produk tersebut.
Dalam penelitian ini, lokasi penelitian yaitu di UD. Baruasa Membiri
Kendari. UD. Baruasa Membiri Kendari merupakan industri rumah tangga yang
bergerak dibidang industri pangan sejenis kue kering yaitu kue Baruasa (salah satu
kuliner yang menjadi ciri khas daerah Sulawesi Tenggara). Jenis kue Baruasa yang
diproduksi oleh UD. Baruasa Membiri Kendari yaitu kue kelapa, mete gula pasir,
mete gula merah, mete wijen gula pasir. UD. Baruasa Membiri memiliki lokasi yang
strategis karena berada dekat dengan pusat Kota Kendari dan dekat dengan Terminal
Puwaatu tepatnya berada di Jalan R. Suprapto, Kompleks BTN Membiri Blok E 16
Puuwatu Kendari. Sedangkan daerah pemasaran hingga saat ini meliputi wilayah
Kota Kendari, Kolaka, Konawe Selatan, Makassar, Muna dan Buton. UD. Baruasa
Membiri Kendari merupakan salah satu perusahaan dagang yang lagi berkembang
dan menjadi pesaing yang cukup kuat dalam menguasai pasar kue kering di Kendari.
Hal ini dapat dilihat dari tabel peningkatan jumlah penjualan kue dari tahun
2011-2015 yaitu sebagai berikut :
Tabel 1. Perkembangan Penjualan Kue Baruasa Tahun 2011-2015
Tahun
Jumlah Produksi
(Kemasan)
Harga Jual Per
Kemasan
(Rp)
2011
20.400
21.000
2012
25.700
23.000
2013
32.100
25.000
2014
37.800
27.000
2015
46.800
29.000
Sumber : UD. Baruasa Membiri Kendari (data diolah)
Hasil Penjualan
(Rp)
428.400.000
591.100.000
802.500.000
1.020.600.000
1.357.200.000
Dari tabel di atas, maka dapat dilihat bahwa baik dari jumlah produksi, serta
hasil penjualan terjadi peningkatan. Hal ini menunjukkan bahwa UD. Baruasa
Membiri Kendari mengalami perkembangan industri dari segi pendapatan. Jika diliat
dari perkembangan dalam hal kualitas dan kuantitas perusahaan, perkembangan yang
ditunjukkan hanya sedikit. Jumlah pegawai yang belum bertambah secara signifikan,
3
jumlah sarana dan prasarana yang belum menunjukkan perkembangan pesat padahal
dilihat dari daerah pemasaran UD. Baruasa Membiri Kendari yang cukup luas.
TINJAUAN PUSTAKA
A. Konsep Industri
1. Pengertian Industri
Industri adalah suatu usaha atau kegiatan pengolahan bahan mentah atau
barang setengah jadi menjadi barang jadi barang jadi yang memiliki nilai tambah
untuk mendapatkan keuntungan. Usaha perakitan atau assembling dan juga
reparasi adalah bagian dari industri. Hasil industri tidak hanya berupa barang,
tetapi juga dalam bentuk jasa. Industri merupakan salah satu upaya untuk
meningkatkan kesejateraan penduduk. Selain itu industrialisasi juga tidak
terlepas dari usaha untuk meningkatkan mutu sumberdaya manusia dan
kemampuan untuk memanfaatkan sumber daya alam secara optimal. UU
Perindustrian No 5 Tahun 1984, industri adalah kegiatan ekonomi yang
mengelola bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi, dan atau barang jadi
menjadi barang dengan nilai yang lebih tinggi untuk penggunaanya termasuk
kegiatan rancangan bangun dan perekayasaan industri. Dari sudut pandang
geografi, Industri sebagai suatu sistem, merupakan perpaduan sub sistem fisis
dan sub sistem manusia (Sumaatmaja, 1981).
2. Pengelompokan Jenis Industri
Departemen Perindustrian mengelompokan industri nasional Indonesia
dalam 3 kelompok besar yaitu:
a. Industri Dasar
Industri dasar meliputi kelompok industri mesin dan logam dasar (IMLD)
dan kelompok industri kimia dasar (IKD). Yang termasuk dalam IMLD atara
lain industri mesin pertanian, elektronika, kereta api, pesawat terbang,
kendaraan bermotor, besi baja, alumunium, tembaga dan sebagainya.
Sedangkan yang termasuk IKD adalah industri pengolahan kayu dan karet
alam, industri pestisida, industri pupuk, industri silikat dan sebagainya.
Industri dasar mempunyai misi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi,
membantu struktur industri dan bersifat padat modal.
Teknologi yang digunakan adalah teknologi maju, teruji dan tidak padat
karya namun dapat mendorong terciptanya lapangan kerja secara besar.
b. Aneka industri
Yang termasuk dalam aneka industri adalah industri yang menolah
sumber daya hutan, industri yang menolah sumber daya pertanian secara luas
dan lain-lain. Aneka industri mempunyai misi meningkatkan pertumbuhan
ekonomi dan atau pemerataan, memperluas kesempatan kerja, tidak padat
modal dan teknologi yang digunakan adalah teknologi menengah atau
teknologi maju.
c. Industri Kecil
Industri kecil meliputi industri pangan (makanan, minuman dan
tembakau), industri sandang dan kulit (tekstil, pakaian jadi serta barang dari
kulit), industri kimia dan bahan bangunan (industri kertas, percetakan,
penebitan, barang-barang karet dan plastik), industri kerajinan umum
(industri kayu, rotan, bambu dan barang galian bukan logam) dan industri
logam (mesin, listrik, alat-alat ilmu pengetahuan, barang dan logam dan
sebagainya).
4
Dalam mendukung suatu industri dipengaruhi oleh faktor-faktor produksi
antara lain (Partadirja, 1985) :
a. Faktor Produksi Modal, yang terdiri atas:
- Modal buatan manusia yang terdiri dari bangunan-bangunan, mesinmesin, jalan raya, kereta api, bahan mentah, persediaan barang jadi dan
setengah jadi.
- Lahan terdiri dari tanah, air, udara, mineral di dalamnya, termasuk sinar
matahari.
b. Faktor produksi tenaga kerja terdiri dari:
- Tenaga kerja atau buruh berupa jumlah pekerja termasuk tingkat
pendidikan dan tingkat keahliannya
- Kewirausahaan sebagai kecakapan seseorang untuk mengoganisasi
faktor-faktor produksi lain beserta resiko yang dipikulnya berupa
keuntungan dan kerugian.
B. Konsep Perkembangan Usaha
Pengembangan suatu usaha adalah tanggung jawab dari setiap pengusaha atau
wirausaha yang membutuhkan pandangan kedepan, motivasi dan kreativitas
(Anoraga, 2007:66). Jika hal ini dapat dilakukan oleh setiap wirausaha, maka
besarlah harapan untuk dapat menjadikan usaha yang semula kecil menjadi skala
menengah bahkan menjadi sebuah usaha besar. Kegiatan bisnis dapat dimulai dari
merintis usaha (starting), membangun kerjasama ataupun dengan membeli usaha
orang lain atau yang lebih dikenal dengan franchising. Namun yang perlu
diperhatikan adalh kemana arah bisnis tersebut akan dibawa. Maka dari itu,
dibutuhkan suatu pengembangan dalam memperluaskan dan mempertahankan bisnis
tersebut agar dapat berjalan dengan baik. Untuk melaksanakan pengembangan bisnis
dibutuhkan dukungan dari berbagai aspek seperti bidang produksi dan pengolahan,
pemasaran, SDM, teknologi dan lain-lain.
Menurut Glendoh (2001:120) mengatakan pengembangan usaha adalah salah
satu upaya yang dilakukan perusahaan untuk memenuhi peningkatan permintaan
konsumen terhadap suatu produk. Pengembangan usaha terjadi jika adan peningkatan
pendapatan, aset perusahaan dan jumlah pelanggan. Pengembangan usaha meliputi:
1. Jumlah pendapatan
2. Aset perusahaan
3. Jumlah pelanggan.
Menurut Pandji Anoraga (2007:90), ada beberapa tahapan pengembangan
usaha antara lain:
1. Tahap I: Identifikasi Peluang
Perlu mengidentifikasi peluang dengan didukung data dan informasi.
Informasi biasanya dapat diperoleh dari berbagai sumber seperti:
a. Rencana Perusahaan
b. Saran dan usul manajemen kecil
c. Program dan pemerintah
d. Hasil berbagai riset peluang usaha
e. Kadin atau asosiasi usaha sejenis
2. Tahap II: Merumuskan alternatif usaha
Setelah informasi berkumpul dan dianalisis maka pimpinan perusahaan
atau manajer usaha dapat dirumuskan usaha apa saja yang mungkin dapat dibuka.
3. Tahap III: Seleksi Altenatif
5
Alternatif yang banyak selanjutnya harus dipilih satu atau beberapa
alternatif yang terbaik dan prospektif. Untuk usaha yang prospektif dasar
pemilihannya antara lain dapat menggunakan kriteria sebagai berikut:
a. Ketersediaan Pasar
b. Resiko Kegagalan
c. Harga
4. Tahap IV : Pelaksanaan Alternatif Terpilih
Setelah penentuan alternatif maka tahap selanjutnya pelaksanaan usaha
yang terpilih.
5. Tahap V : Evaluasi
Evaluasi dimaksud untuk memberikan koreksi dan perbaikan terhadap
usaha yang dijalankan. Di samping itu juga diarahkan untuk dapat memberikan
masukan bagi perbaikan pelaksanaan usaha selanjutnya.
Menurut David (2009:259) ada enam pedoman tentang kapan
pengembangan pasar dapat menjadi sebuah strategi yang sangat efektif, yaitu:
- Ketika saluran-saluran distribusi baru yang tersedia dapat diandalkan, tidak
mahal, dan berkualitas baik.
- Ketika organisasi sangat berhasil dalam bisnis yang dijalankannya.
- Ketika pasar baru yang belum dikembangkan dan belum jenuh muncul.
- Ketika organisasi mempunyai modal dan sumber daya manusia yang
dibutuhkan untuk mengelola perluasan operasi.
- Ketika organisasi memiliki kapasitas produksi yang berlebih.
- Ketika industri dasar organisasi dengan cepat berkembang menjadi global
dalam cakupannya.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan usaha industri tidak lepas
dari faktor internal dan faktor ekstrernal. Dimana menurut Kotler dan Armstrong
(2001:22) mengatakan bahwa faktor yang mempengaruhi pengembangan usaha
industri adalah:
a. Faktor internal
- Bahan baku
- Tenaga kerja
- Peralatan produksi
b. Faktor eksternal
- Kerjasama
- Persaingan
C. Konsep Kue Baruasa
Baruasa adalah makanan kudapan yang tebuat dari tepung terigu dan gula merah,
namun beberapa resep menganti gula merah dengan gula pasir. Warna baruasa
sangat tergantung dari jenis gula yang digunakan, jika menggunakan gula pasir, tentu
saja hasil akhirnya berwarna putih, begitu pula jika menggunakan gula merah, maka
baruasa yang dihasilkan berwarna kecoklatan. Baruasa diolah dengan cara
pengovenan sehingga memiliki cita rasa yang khas.
Baruasa merupakan salah satu makanan lokal yang bernilai gizi tinggi, khususnya
kandungan kalorinya, meskipun demikian kue ini juga masih memiliki kandungan
protein karena pada beberapa resep biasanya menggunakan 3-4 butir kuning telur
ayam. Teksturnya yang cukup keras, baruasa sangat nikmat disajikan dengan teh
atau kopi hangat, menikmati baruasa tidak mengenal waktu dan jarak, dimana pun,
kapan pun dan siapa pun bisa menikmatinya (Anonim, 2012). Keberagaman suku
bangsa dan budaya, sejalan dengan keaneka ragaman penganan yang dapat
dihasilkan pada tiap-tiap daerah di Indonesia.
6
. Bahan baku yang sama cenderung menggunakan tahap awal yang hamper sama
satu dengan yang lain. Bedasarkan bahan baku yang digunakan, kudapan tradisional
dapat dikelompokkan pada:
a. Bahan baku beras dan ketan
b. Bahan sagu dan terigu/gandum
c. Bahan baku ketela dan ubi-ubian
d. Bahan baku kacang-kacangan dan buah-buahan.
e. Bahan dan proses pembuatan baruasa sering kali berbeda-beda
f. antara lokasi satu dengan lokasi lainnya. Secara umum bahan yang
g. digunakan dalam pembuatan baruasa adalah 2 1/2 kg beras, 1/2 kg gula pasir, 6
butir telur, 1 1/2 butir kelapa agak muda, 1 mangkuk air dan 1 sendok teh soda
kue. Proses pembuatan barusa dilakun dengan merendam beras satu malam dan
dikeringkan, giling beras, hingga menjadi tepung dan disangrai, kelapa diparut,
lalu disangrai serta ditumbuk sampai berminyak.
h. Selanjutnya campur 1/2 kg gula pasir dengan telur, kocok hingga naik
(mengembang), sisa dari gula pasir, rebus dengan air, tuangkan cairan gula
kedalam campuran telur dan beri soda kue,vanili serta kelapa, masukkan tepung,
aduk hingga adonan bentuk bulat-bulat dan taruh di loyang yang telah di olesi
dengan minyakdan masukkan kedalam oven kemudian bakar dengan api sedang
(Yashilah, 2013).
Wawancara yang dilakukan dengan masyarakat lokal Kabupaten Jeneponto
Kecamatan Bontoramba pada penelitian pendahuluan didapatkan bahan dan proses
pembuatan baruasa yang sedikit berbeda. Bahan yang digunakan dalam pembuatan
baruasa oleh masyarakat local adalah tepung beras 500 gr, gula pasir 250 gr, telur 4
butir, kelapa parut 100 gr, baking powder, TBM, dan vanili. Pembuatan diawali
dengan proses pesiapan bahan yaitu merendam beras satu malam dan dikeringkan,
beras kemudian digiling hingga menjadi tepung dan disangrai. Selanjunya kelapa
diparut lalu disangrai selanjutnya ditumbuk. Campur gula pasir dengan telur, kocok
hingga mengembang, masukkan baking powder, vanili, TBM serta kelapa, selama
pencampuran harus di perhatikan untuk mendapatkan adonan yang homogen.
Kelapa yang digunakan adalah kelapa yang telah disangrai dan di tubuk/dihaluskan
dengan tujuan untuk mendapatkan aroma khas dari kelapa tersebut.
Selanjutnya masukkan tepung beras sedikit demi sedikit hingga adonan siap
untuk dibentuk. Pembentukan adonan dilakukan dengan bulat-bulat yang diinginkan
dan taruh di loyang yang telah di olesi dengan minyak, pemberian minyak pada
loyan bertujuan untuk mempermudah pengangkatan adonan dari loyan.
Pemanggangan baruasa dilakukan dengan suhu sedang >100 C. tekstur dan
pengembangan baruasa terbaik diperoleh dari pemanggangan dengan suhu sedang.
Selam pemanggangan terjadi pengembangan dan pembentukan pecah-pecah disetiap
permukaan baruasa, pecah-pecah yang terbentuk dipermukaan baruasa sehingga
baruasa sering juga disebut dengan kue Pecah Seribu. Apabila baruasa selesai di
oven selanjutnya diangkat dari oven dan dinginkan sebentar karena pada pada waktu
keluar dari oven teksturnya masih lunak sehingga perlu didinginkan agar tidak
mudah rusak. Kue baruasa yang sudah dingin siap di simpan di tempat yang kering
dan tertutup rapat sehingga baruasa tetap dalam kondisi bagus dan tahan lama.
D. Kerangka Pemikiran
Berdasarkan tinjauan pustaka dalam penelitian ini yang menjadi pisau analisis
yakni variabel pengembangan industri dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Perkembangan usaha industri menurut Glendoh (2001:120) yaitu meliputi jumlah
pendapatan, aset perusahaan dan jumlah pelanggan.
7
Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan industri meliputi
2 hal yaitu faktor internal dan eksternal menurut Kotler dan Armstrong (2001:22).
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada bagan berikut:
Kerangka Pikir
Perkembangan Usaha
Industri
Faktor-Faktor Yang
Mempengaruhi
Perkembangan Industri
a. Jumlah Pendapatan
a. Faktor Internal
b. Aset perusahaan
b. Faktor Eksternal
c.
Jumlah Pelanggan
Glendoh (2001:120)
Kotler Dan Armstrong
(2001:22)
METODE PENELITIAN.
Penelitian ini dilakukan pada UD. Baruasa Membiri Kendari, pertimbangan yang
mendasari pemilihan lokasi penelitian ini adalah terdapat hal-hal yang layak diteliti.
Berdasarkan pengamatan awal yang dilakukan pada UD. Baruasa Membiri Kendari,
ditemukan bahwa perkembangan industri pada UD. Baruasa Membiri Kendari belum
menunjukkan perkembangan yang signifikan. Padahal daerah pemasaran UD.
Baruasa Membiri Kendari yang luas tidak diikuti perkembangan perusahaan dengan
optimal. Oleh karena itu penulis tertarik meneliti pada UD. Baruasa Membiri Kendari
Menurut Arikunto (2000:112) mengemukakan apabila subyeknya kurang dari 100,
lebih baik diambil seluruhnya hingga penelitiannya merupakan penelitian populasi.
Dalam penelitian ini populasi adalah keseluruhan karyawan pada UD. Baruasa
Membiri Kendari yang berjumlah 22 orang karyawan. Oleh karena jumlah populasi
yang kecil, maka penarikan sampel penelitian menggunakan teknik total sampling
dengan mengambil seluruh jumlah populasi. Sehingga sampel yang digunakan
sebanyak 22 karyawan pada UD. Baruasa Membiri Kendari. Adapun informan dalam
penelitian ini yaitu pimpinan UD. Baruasa Membiri Kendari, Kepala Bagian
Produksi, Kepala Bagian Administrasi/Keuangan, dan Kepala Bagian Pemasaran
pada UD. Baruasa Membiri Kendari.
a. Angket (kuesioner) digunakan untuk menjaring data dan informasi melalui
dalam bentuk pertanyaan.
b. Wawancara (interview) digunakan untuk pengumpulan data dan informasi
melalui wawancara langsung dengan informan.
c. Dokumentasi, yaitu menelaah dan mempelajari berbagai laporan tertulis pada
UD. Baruasa Membiri Kendari yang dianggap relevan dengan penelitian.
d. Observasi, yaitu pengamatan langsung ke lokasi penelitian untuk mengamati
keadaan terkait permasalahan penelitian.
8
Secara operasional kedua variabel penelitian ini diukur dengan menggunakan
beberapa sub variabel dan indikator sebagai berikut:
No
Variabel
Sub Variabel
Indikator
1. Jumlah
- Perkembangan produksi
pendapatan
- Perkembangan pendapatan
1. Aset perusahaan - Perkembangan aset
perusahaan
Perkembangan
1
2. Jumlah
- Peningkatan jumlah
Usaha
pelanggan
pelanggan
- Peningkatan daerah
pemasaran
- Peningkatan jenis produk
1. Internal
- Bahan baku
Faktor-Faktor Yang
- Tenaga kerja
Mempengaruhi
- Peralatan produksi
2
Perkembangan
2. Eksternal
- Kerjasama
Usaha
- Persaingan
PEMBAHASAN
1. Sejarah Singkat UD. Baruasa Membiri Kendari
Usaha Dagang Baruasa Membiri Kendari adalah industri kecil yang
bergerak dibidang industri pangan sejenis kue kering yaitu kue Baruasa (salah
satu kuliner yang menjadi ciri khas daerah Sulawesi Tenggara), yang berlokasi di
BTN Membiri Blok E Nomor 16 Puwatuu, Kendari. Nama membiri diambil dari
BTN Membiri (tempat proses produksi baruasa). Usaha Dagang Baruasa
Membiri dimiliki oleh bapak Taggala sekaligus pimpinan UD. Baruasa Membiri
yang didirikan pada tahun 2002.
Pada awal usahanya masih home industry dengan memproduksi kue
Baruasa secara kecil – kecilan dan kegiatan pengolahan tersebut dibantu oleh
anggota keluarganya. Pada saat itu permintaan kue Baruasa masih kurang, namun
berkat usaha keras bapak Taggala memasarkan produknya ke konsumen, maka
tahap demi tahap usaha tersebut mulai berkembang dan permintaannya pun
semakin bertambah. Setelah perkembangnya UD. Baruasa Membiri Kendari yang
dikenal sebagai oleh – oleh khas Sulawesi Tenggara dan memperoleh Surat Izin
Tempat Usaha (SITU) dari Walikota Kendari Nomor: 02/ izin/ VI/ 2010/ 050.1
Tentang Izin Usaha serta telah mendapatkan serttifikat halal dan terdaftar di
BPOM dengan nomor registrasi BPOM RI MD 263710215027.
2. Struktur Organisasi
Struktur organisasi dalam perusahaan sangat diperlukan untuk
menggambarkan adanya pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas antara
bagian – bagian yang ada dalam perusahaan tersebut. Sehingga, dapat terjalin
kerja sama yang baik dalam mencapai tujuan perusahaan. UD. Baruasa Membiri
Kendari juga memiliki struktur organisasi dalam usahanya, maka struktur
organisasinya tidak seperti struktur organisasi perusahaan besar lainnya yang
memiliki banyak bagian – bagian dalam usaha dagangnya, usaha dagang ini
memiliki struktur organisasi yang sederhana, yaitu bagian pemasaran, bagian
produksi dan bagian administrasi keuangan. Berikut ini adalah skema yang
menunjukkan struktur organisasi UD. Baruasa Membiri Kendari.
9
Struktur Organisasi UD. Baruasa Membiri Kendari
Pemilik
(Pimpinan Perusahaan)
Bagian
Administrasi
Bagian
Produksi
Bagian
Pemasaran
3.
Keadaan Karyawan pada UD. Baruasa Membiri Kendari
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan keadaan karya
wan pada UD. Baruasa Membiri Kendari yaitu sebanyak 22 orang. Untuk
mengetahui lebih jelasnya keadaan karyawan pada UD. Baruasa Membiri
Kendari, berikut ini penulis menyajikan data mengenai rincian karyawan menurut
jenis kelamin, tingkat pendidikan, usia, serta masa kerja sebagai berikut.
a. Keadaan karyawan menurut jenis kelamin
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka diperoleh
data tentang jenis kelamin karyawan pada UD. Baruasa Membiri Kendari
yang digunakan sebagai responden berjumlah 22 orang. Persentase jenis
kelamin responden disajikan dalam tabel berikut.
Tabel 1 .Keadaan Karyawan UD. Baruasa Membiri Kendari Menurut
Jenis Kelamin, 2016
No
1
2
Jenis Kelamin
Jumlah
Persentase (%)
Laki-laki
9
40,91
Perempuan
13
59,09
Jumlah
22
100,00
Sumber : Data Sekunder, 2016
Tabel di atas menunjukkan bahwa menurut jenis kelamin karyawan
pada UD. Baruasa Membiri Kendari yang terdiri dari laki-laki berjumlah 9
orang atau 40,91% dan perempuan berjumlah 13 orang atau 59,09%. Dengan
demikian tugas/pekerjaan yang ada pada UD. Baruasa Membiri Kendari
dapat dilakukan oleh laki-laki maupun perempuan. Dimana sebagian
karyawan laki-laki ditempatkan pada bagian lapangan, sedangkan karyawan
perempuan ditempatkan bagian dapur atau rumah produksi.
Tabel 2.
Keadaan Karyawan UD. Baruasa Membiri Kendari Menurut
Tingkat Pendidikan, 2016
No
Tingkat Pendidikan
Jumlah
Persentase (%)
1
Tidak Sekolah
11
50,00
2
SD
2
9,09
3
SMP
4
18,19
4
SMA
5
22,72
Jumlah
22
100,00
Sumbe: Data Sekunder, 2016
Tabel di atas menunjukkan bahwa menurut tingkat pendidikan karyawan pada UD.
Baruasa Membiri Kendari yang tidak sekolah sebanyak 11 orang atau 50%, karyawan
yang mempunyai tingkat pendidikan SD berjumlah 2 orang atau 9,09% , karyawan yang
10
mempunyai tingkat pendidikan SMP berjumlah 4 orang atau 18,19% dan berpendidikan
SMA berjumlah 5 orang atau 22,72%.
Adapun sarana dan prasarana pendukung pelaksanaan kerja pada UD.
Baruasa Membiri Kendari dapat dilihat pada tbael berikut.
Tabel 3. Keadaan Sarana dan Prasarana Kerja pada UD. Baruasa
Membiri Kendari Tahun 2016
No
Jenis Peralatan/Barang
Jumlah
Keadaan
1
Mobil Box
2
Baik
2
Oven Room
2
Baik
3
Pengaduk Adonan
5
Baik
4
Mesin Pencetak Kemasan
1
Baik
5
Mesin Fotocopy
1
Baik
6
Mesin Press Plastik
2
Baik
7
Pencetak Kemasan
1
Baik
8
Komputer
1
Baik
9
Telepon
1
Baik
10 Kursi tamu
5
Baik
11 Kursi panjang
2
Baik
12 Lemari arsip
1
Baik
13 Kursi putar
1
Baik
14 Meja panjang
4
Baik
15 Kipas angin gantung
3
Baik
16 Bendera merah putih
1
Baik
17 Kursi plastik
15
Baik
Sumber: Data Sekunder, 2016
Tabel di atas menunjukkan bahwa pada dasarnya keadaan sarana dan
prasarana penunjang yang dimiliki oleh UD. Baruasa Membiri Kendari sudah
cukup memadai dalam mendukung pelaksanaan pekerjaan tetapi seiring dengan
perkembangan waktu dengan kondisi kerja semakin besar dan kompleks maka
sarana dan prasarana penunjang tersebut agar selalu diperhatikan keadaannya
sehingga pelaksanaan pekerjaan ke depannya dapat berjalan dengan baik.
Tabel 4. Bahan – Bahan 1 (Satu) Hari Proses Produksi
No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
Jumlah
320 butir
20 liter
40 butir
20 kg
20 kg
21 kg
4 gr
9 kg
5 kg
10 kg
7.5 bungkus
Nama Bahan
Telur
Minyak Goreng
Kelapa
Tepung Beras
Tepung Terigu
Gula Pasir
Tepung Jagung
Kacang mente
Wijen
Gula Merah
Vanili
11
Sumber: Data Primer, 2016.
Dari tabel di atas, maka dapat dilihat bahwa dalam satu hari produksi
Ud. Baruasa Membiri Kendari menghabiskan 320 butir telur, 20 liter minyak
goreng, 40 biji kelapa, 20 kg tepung beras, 20 kg tepung terigu, 21 kg gula
pasir, 4 gr tepung jagung, 9 kg kacang mente, 5 kg wijen, 10 kg gula merah,
dan 7,5 bungkus vanili.
Tabel 5.Perkembangan Pendapatan Kue Baruasa Tahun 2011-2015
Tahun
Jumlah Produksi
(Kemasan)
Harga Jual /
Kemasan (Rp)
Hasil Penjualan
(Rp)
2011
20.400
21.000
428.400.000
2012
25.700
23.000
591.100.000
2013
32.100
25.000
802.500.000
2014
37.800
27.000
1.020.600.000
2015
46.800
29.000
1.357.200.000
Sumber: Data Sekunder, 2016.
Dari tabel di atas, maka dapat dilihat bahwa perkembangan pendapatan
yang diperoleh UD. Baruasa Membiri Kendari yang terus menanjak dari tahun
2011 sampai tahun 2015. Pada tahun 2011 jumlah pendapatan mencapai Rp.
428.400.000, tahun 2012 mencapai Rp. 591.100.000, tahun 2013 mencapai Rp.
802.500.000, tahun 2014 mencapai Rp. 1.020.600.000 dan tahun 2015 mencapai
Rp. 1.357.200.000. Dari tabel perkembangan pendapatan pada UD. Baruasa
Membiri Kendari, maka diperoleh persentasi perkembangan pendapatan pada
tahun 2012 sebesar 37,97%, tahun 2013 sebesar 35,76%, tahun 2014 sebesar
27,17 dan pada tahun 2015 sebesar 32,98%. Jika dirata-ratakan maka jumlah ratarata perkembangan pendapatan pada UD. Baruasa Membiri Kendari sebesar
33,47%. Sehingga dapat dikatakan bahwa pendapatan yang diperoleh UD.
Baruasa Membiri Kendari meningkat dari tahun ketahun.
Tabel 6. Tanggapan Responden Tentang Perkembangan Aset Perusahaan
Pada UD. Baruasa Membiri Kendari
No
1
2
3
Tanggapan Responden
Jumlah
Persentase (%)
Meningkat
7
31,81
Cukup Meningkat
10
45,45
Kurang Meningkat
5
22,74
Jumlah
22
100,00
Sumber: Hasil Olahan Kuesioner, 2016
Dari tabel di atas, menunjukkan bahwa diantara 22 responden terdapat
sebanyak 7 orang responden atau 31,81% yang menyatakan meningkat, dalam
artian bahwa terjadi peningkatan aset pada UD. Baruasa Membiri Kendari. Hal
ini disebabkan semakin bertambah luas dari daerah pemasaran UD. Baruasa
Membiri Kendari, sehingga jumlah aset perusahaan juga berkembang.
Selanjutnya sebanyak 10 orang responden atau 45,45% yang menyatakan cukup
meningkat, dalam artian bahwa terjadi peningkatan aset perusahaan pada UD.
Baruasa Membiri Kendari. Tetapi masih terdapat berbagai aspek perusahaan yang
12
perlu ditingkatkan seperti jumlah pegawai dan jumlah sarana dan prasarana
perusahaan. Kemudian sebanyak 5 orang responden atau 22,74% yang
menyatakan kurang meningkat, dalam artian bahwa kurang terjadi peningkatan
aspek perusahaan pada UD. Baruasa Membiri Kendari.
PENUTUP
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dikemukakan pada
bab sebelumnya, maka penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Pengembangan usaha industri yang dilakukan pada UD. Baruasa Membiri
Kendari secara umum dapat dikatakan sudah baik. Hal ini dapat dilihat dari
jumlah pendapatan UD. Baruasa Membiri Kendari yang meningkat dari tahun ke
tahun, serta peningkatan jumlah pelanggan yang ditandai dengan bertambahnya
daerah pemasaran dan bertambahnya varian rasa produk. Tetapi aspek aset
perusahaan dalam kategori cukup dimana tenaga kerja dan sarana dan prasarana
perusahaan berkembang dengan lambat.
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan industri meliputi faktor internal
dan eksternal. Faktor internal UD. Baruasa Membiri Kendari meliputi bahan
baku, tenaga kerja, serta peralatan produksi yang perlu ditingkatkan lagi.
Sedangkan faktor eksternal meliputi kerjasama dengan pihak-pihak diluar
perusahaan, serta persaingan secara sehat terhadap perusahaan lainnya.
Saran
Adapun saran-saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut:
1. Untuk meningkatkan pengembangan usaha industri, maka perlu peninjauan ulang
terhadap peningkatan permintaan konsumen terhadap produk dengan jumlah
tenaga kerja dan peralatan produksi agar seimbang sehingga perkembangan usaha
industri bisa lebih optimal lagi.
2. Perusahaan perlu mempertahankan faktor-faktor yang mempengaruhi
perkembangan usaha yang telah dicapai. Dan meningkatkan lagi aspek-aspek
yang belum sepenuhnya tercapai seperti tenaga kerja dan saran produksi.
DAFTAR PUSTAKA
Ahyari. 2002. Manajemen Produksi Perencanaan Sistem Produksi, Edisi Empat,
Yogyakarta, BPFE.
Anoraga, P. 2007. Dinamika Koperasi, Rineka Cipta,. Jakarta.
Arikunto, Suharsimi. 2000. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Rineka
Cipta. Jakarta.
Assauri, S. 1995. Manajemen Produksi. Jakarta: FEUI.
______. 1999. Manajemen Produksi dan Operasi, Edisi Revisi, LPFE-UI,. Jakarta.
______. 2013. Manajemen Pemasaran. Jakarta : Rajawali Pers.
Basu, Swastha. 2005. Manajemen Pemasaran Modern. Liberty,. Yogyakarta
13
BPS. 2002. Statistik Indonesia : Biro Pusat Statistik.
David, R. 2009. Manajemen Strategis. Salemba Empat Jakarta .
Glendoh. 2001. Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kecil, Artikel, Jurnal
Management & Kewirausahaan, Vol. 3, No. 1, FE-UKP.
Hatta, G. 1994. Pedoman Manajemen Informasi Kesehatan di Sarana Pelayanan
Kesehatan. Jakarta : Universitas Indonesia.
______. 2000. Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Kebijakan. Jakarta : Universitas
Indonesia.
Heizer, R. 2005. Operation Management, th. 7 ed., Prentice Hall,. New Jersey.
Kotler, Philip dan Gary Armstrong, 2001, Prinsip-prinsip Pemasaran, Jilid 2,. Edisi
Kedelapan, Jakarta, Erlangga.
Download