SIARAN PERS BKPM: 12 Perusahaan Australia Siap Investasi di

advertisement
SIARAN PERS
BKPM: 12 Perusahaan Australia Siap Investasi di Indonesia
Jakarta, 10 Mei 2016 – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Franky Sibarani mengakhiri
kunjungan kerjanya ke Selandia Baru dan Australia (10/6). Selain berhasil menjaring minat
investasi di Selandia Baru, BKPM juga mencatat setidaknya 12 perusahaan Australia yang secara
langsung menyampaikan ketertarikannya untuk berinvestasi di Indonesia kepada Kepala BKPM.
Ke-12 perusahaan yang siap menanamkan modal di Indonesia cukup beragam mulai dari
investasi di sektor industry galangan kapal dan jasa pengerukan, venture capital, industry
minuman ringan, peternakan dan budidaya sapi, pembangkit listrik tenaga air, sektor
telekomunikasi, web portal property, jasa manajemen sistem, wisata tirta serta perdagangan
ritel bahan bangunan.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal menyampaikan bahwa 12 perusahaan tersebut
terdiri dari mereka yang telah menyatakan komitmen investasi dan masih berupa minat
investasi. “Untuk industry minuman ringan sudah komitmen investasi perluasan bisnis mereka
sebesar US$ 53 juta di Indonesia, demikian halnya dengan peternakan dan budidaya sapi sudah
mengantongi izin prinsip senilai US$ 10 juta, serta sektor telekomunikasi yang mendukung jasa
aplikasi e-health melakukan perluasan US$ 10 juta dengan memanfaatkan layanan izin investasi
3 jam,” ujarnya dalam keterangan resmi kepada pers, Selasa (10/6).
Menurut Franky, selain tiga perusahaan tersebut, Sembilan perusahaan lainnya masih berupa
minat investasi. “Ini yang akan dijalin komunikasi intensif oleh perwakilan BKPM di Sydney dan
KJRI Sydney, KBRI Canberra, KJRI Melbourne, KJRI Perth dan KRI Darwin sehingga minat
investasi yang disampaikan bias berlanjut ke komitmen investasi hingga nantinya dapat
direalisasikan,” paparnya.
Franky mengemukakan bahwa salah satu perusahaan yang serius untuk menanamkan
modalnya adalah yang bergerak di bidang energy terbarukan yakni pembangkit listrik tenaga air
yang juga telah memiliki pengalaman joint venture dengan perusahaan China di bidang
infrastruktur. “Nilai investasi yang direncanakan untuk pembangkit listrik tenaga air yang akan
dibangun mencapai US$ 100 juta,” jelasnya.
Selain itu, perusahaan yang juga menyatakan minatnya adalah di bidang jasa konstruksi untuk
berinvestasi di bidang pengerukan pelabuhan serta berminat untuk membangun galangan kapal
dan reparasi kapal. “Nilai investasi untuk jasa pengerukan adalah mendatangkan 1 kapal keruk
senilai US$ 5 juta dan rencananya mereka akan memasukkan 3-5 kapal. Sehingga perikiraan
rencana investasi untuk jasa konstruksi pengerukan dan industry kapal keruk dan perawatannya
sekitar US$ 16-30 juta,” kata Franky.
Duta Besar RI untuk Australia dan Republik Vanuatu Nadjib Riphat Kesoema yang juga
mendampingi Kepala BKPM dalam seluruh pertemuan yang dilakukan menyampaikan bahwa
kegiatan usaha yang dilakukan oleh potential investor dari Australia diharapkan dapat
berkontribusi positif terhadap upaya pembangunan yang dilakukan di Indonesia. “Contohnya
untuk investor galangan kapal dan pelabuhan diharapkan dapat mendorong pembangunan
pelabuhan besar maupun kecil di kawasan timur Indonesia sehingga kerjasama yang baik yang
telah dibina dengan pelabuhan Townsville di Queensland dapat terus dikembangkan,” jelasnya.
Kegiatan pemasaran investasi Indonesia Investment Forum di Australia yang merupakan
kolaborasi KBRI Canberra, KJRI Sydney, KJRI Melbourne dan KJRI Perth tergolong sukses
menjaring investor. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Konjen RI Sydney Yayan G. H. Mulyana,
Konjen RI Melbourne Dewi Savitri Wahab, dan Konjen RI Perth Ade Padmo Sarwono. Kegiatan
hari ini (10/6) dilaksanakan di Brisbane, Australia. Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal
Himawan Hariyoga akan menggantikan Kepala BKPM Franky Sibarani yang tiba di Jakarta pagi
ini. Himawan dijadwalkan akan menyampaikan berbagai kemudahan investasi, perkembangan
performa investasi, serta peluang investasi di Indonesia.
Australia sendiri merupakan salah satu negara sumber investasi bagi Indonesia. Dari data BKPM
periode tahun 2010-2015 tercatat realisasi investasi US$ 2,1 miliar terdiri dari investasi di sektor
pertambangan, kimia dasar dan infrastruktur. Dari komitmen investasi tercatat sebesar US$ 7,7
miliar yang telah didaftarkan ke BKPM terdiri dari sektor industri logam, property dan sektor
peternakan.
Angka realisasi investasi triwulan pertama (periode Januari-Maret) tahun 2016 dari Australia
tercatat sebesar US$ 59,98 juta terdiri dari 131 proyek investasi dengan penyerapan tenaga
kerja mencapai 5.070 orang. Secara keseluruhan total investasi yang masuk triwulan pertama
2016 tercatat mencapai Rp 146,5 triliun meningkat 17,6% dari periode sebelumnya sebesar Rp
124,6 triliun.
--Selesai-Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi:
Ariesta Riendrias Puspasari
Kepala Biro Peraturan Perundang-Undangan, Hubungan Masyarakat
dan Tata Usaha Pimpinan
Jl. Jend. Gatot Subroto No.44 Jakarta 12190
Telepon: 021-5269874
E-mail:[email protected]
Download