Document

advertisement
ISSN: 2085.2754
NUTRISI SEIMBANG BAGI LANSIA
(Telaah Pustaka)
T. Anggraeni*)
*)Dosen
Tetap Akademi Keperawatan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta
ABSTRAK
Menjadi kelompok lansia(lanjut usia) kadang menjadi hal yang tidak diinginkan oleh individu.
Hal ini terjadi karena adanya penurunan multifungsi pada kelompok lansia. Agar tetap menjadi
sehat, diperlukan nutrisi yang adekuat.
A. Pendahuluan
Nutrisi yang diperlukan oleh manusia
bisa diperoleh dari aneka makanan
yang dikonsumsinya. Di dalam makanan
terdapat zat-zat gizi yang diperlukan
oleh tubuh untuk keperluan sistem
metabolismenya. Orang yang tidak
terpenuhi kebutuhan gizi dan nutrisinya
akan mengalami banyak masalah
kesehatan dari yang sederhana sampai
serius. Begitu juga dengan lansia(lanjut
usia) yang tentu saja membutuhkan gizi
yang baik untuk membantu proses
adaptasi dengan berbagai perubahan
yang dialaminya selain untuk menjaga
kelangsungan pergantian sel-sel tubuh
sehingga
kemungkinan
dapat
memperpanjang usia terbuka lebar.
Batasan usia menurut WHO (World
Health Organization) adalah:
usia
pertengahan(45-59
tahun),
usia
lanjut(60-74 tahun), usia tua(75-90
tahun), dan usia sangat tua(>90 tahun).
Proses menua dapat terlihat secara fisik
dengan perubahan serta penurunan
fungsi yang terjadi pada tubuh dan
berbagai organ yang ada. Perubahan
secara
biologis
yang
dapat
mempengaruhi status gizi pada masa
tua antara lain :
JK eM-U, Volume V, No.13, 2013: 16 – 19
1. Massa otot yang berkurang dan
massa lemak yang bertambah,
mengakibatkan juga jumlah cairan
tubuh yang berkurang, sehingga kulit
kelihatan mengerut dan kering,
wajah keriput serta muncul garisgaris menetap. Oleh karena itu, pada
lansia seringkali terlihat kurus.
2. Penurunan indera penglihatan akibat
katarak pada lansia sehingga
dihubungkan dengan kekurangan
vitamin A, vitamin C dan asam folat.
Sedangkan gangguan pada indera
pengecap dihubungkan dengan
kekurangan kadar Zn yang juga
menyebabkan menurunnya nafsu
makan.
Penurunan
indera
pendengaran terjadi karena adanya
kemunduran fungsi sel syaraf
pendengaran.
3. Dengan banyaknya gigi yang sudah
tanggal, mengakibatkan gangguan
fungsi mengunyah yang dapat
berdampak pada kurangnya asupan
gizi pada usia lanjut.
4. Penurunan
mobilitas
usus,
menyebabkan gangguan pada
saluran pencernaan seperti perut
kembung, nyeri yang menurunkan
16
5.
6.
7.
8.
nafsu makan, serta susah BAB yang
dapat menyebabkan wasir.
Kemampuan motorik menurun,
selain
menyebabkan
menjadi
lamban, kurang aktif dan kesulitan
menyuap makanan, juga dapat
mengganggu aktivitas kegiatan
sehari-hari.
Pada usia lanjut terjadi penurunan
fungsi sel otak, yang menyebabkan
penurunan daya ingat jangka
pendek,
melambatnya
proses
informasi, kesulitan berbahasa,
kesulitan mengenal benda-benda,
kegagalan melakukan aktivitas yang
mempunyai tujuan (apraksia) dan
gangguan
dalam
menyususn
rencana,
mengatur
sesuatu,
mengurutkan, daya abstraksi, yang
dapat mengakibatkan kesulitan
dalam emlakukan aktivitas seharihari yang disebut dimensia atau
pikun. Gejala pertama adalah
pelupa, perubahan kepribadian,
penurunan
kemampuan
untuk
pekerjaan sehari-hari dan perilaku
yang berulang-ulang, dapat juga
disertai delusi paranoid atau perilaku
anti sosial lainnya.
Akibat proses menua, kapasitas
ginjal untuk mengeluarkan air dalam
jumlah besar juga bekurang.
Akibatnya dapat terjadi pengenceran
natrium sampai dapat terjadi
hiponatremia yang menimbulkan
rasa lelah.
Incontinentia urine (IU) adalah
pengeluaran urin diluar kesadaran
merupakan salah satu masalah
kesehatan yang besar yang sering
diabaikan pada kelompok usia lanjut,
sehingga usia lanjut yang mengalami
IU seringkali mengurangi minum
yang dapat menyebabkan dehidrasi.
Gizi Seimbang…..
9. Secara psikologis pada usia lanjut
juga terjadi ketidakmampuan untuk
mengadakan penyesuaian terhadap
situasi yang dihadapinya, antara lain
sindrom lepas jabatan yang
mengakibatkan
sedih
yang
berkepanjangan
B. Kebutuhan Gizi pada Lansia
Kebutuhan zat gizi yang diperlukan bagi
lansia adalah sebagai berikut :
1. Kalori
Hasil-hasil penelitian menunjukan
bahwa kecepatan metabolisme basal
pada orang-orang berusia lanjut
menurun
sekitar
15-20%,
disebabkan berkurangnya massa
otot dan aktivitas. Kalori (energi)
diperoleh dari lemak 9,4 kal,
karbohidrat 4 kal, dan protein 4 kal
per gramnya. Bagi lansia komposisi
energi sebaiknya 20-25% berasal
dari protein, 20% dari lemak, dan
sisanya dari karbohidrat. Kebutuhan
kalori untuk lansia laki-laki sebanyak
1960 kal, sedangkan untuk lansia
wanita 1700 kal. Bila jumlah kalori
yang dikonsumsi berlebihan, maka
sebagian energi akan disimpan
berupa lemak, sehingga akan timbul
obesitas. Sebaliknya, bila terlalu
sedikit, maka cadangan energi tubuh
akan digunakan, sehingga tubuh
akan menjadi kurus.
2. Protein
Untuk lebih aman, secara umum
kebutuhan protein bagi orang
dewasa per hari adalah 1 gram per
kg berat badan. Pada lansia, masa
ototnya berkurang. Tetapi ternyata
kebutuhan tubuhnya akan protein
tidak berkurang, bahkan harus lebih
tinggi dari orang dewasa, karena
pada lansia efisiensi penggunaan
17
senyawa nitrogen (protein) oleh
tubuh telah berkurang (disebabkan
pencernaan dan penyerapannya
kurang efisien). Beberapa penelitian
merekomendasikan, untuk lansia
sebaiknya konsumsi proteinnya
ditingkatkan sebesar 12-14% dari
porsi untuk orang dewasa. Sumber
protein yang baik diantaranya adalah
pangan hewani dan kacangkacangan.
3. Lemak
Konsumsi lemak yang dianjurkan
adalah 30% atau kurang dari total
kalori yang dibutuhkan. Konsumsi
lemak total yang terlalu tinggi (lebih
dari 40% dari konsumsi energi)
dapat
menimbulkan
penyakit
atherosclerosis
(penyumbatan
pembuluh darah ke jantung). Juga
dianjurkan 20% dari konsumsi lemak
tersebut adalah asam lemak tidak
jenuh (PUFA = poly unsaturated faty
acid). Minyak nabati merupakan
sumber asam lemak tidak jenuh
yang baik, sedangkan lemak hewan
banyak mengandung asam lemak
jenuh.
4. Karbohidrat dan serat makanan
Salah satu masalah yang banyak
diderita para lansia adalah sembelit
atau konstipasi (susah BAB) dan
terbentuknya benjolan-benjolan pada
usus. Serat makanan telah terbukti
dapat menyembuhkan kesulitan
tersebut. Sumber serat yang baik
bagi lansia adalah sayuran, buahbuahan segar dan biji-bijian utuh.
Manula
tidak
dianjurkan
mengkonsumsi suplemen serat
(yang dijual secara komersial),
karena
dikuatirkan
konsumsi
seratnya terlalu banyak, yang dapat
menyebabkan mineral dan zat gizi
JK eM-U, Volume V, No.13, 2013: 16 – 19
lain terserap oleh serat sehingga
tidak dapat diserap tubuh. Lansia
dianjurkan
untuk
mengurangi
konsumsi gula-gula sederhana dan
menggantinya dengan karbohidrat
kompleks, yang berasal dari kacangkacangan dan biji-bijian yang
berfungsi sebagai sumber energi dan
sumber serat.
5. Vitamin dan mineral
Hasil penelitian menyimpulkan
bahwa umumnya lansia kurang
mengkonsumsi vitamin A, B1, B2,
B6, niasin, asam folat, vitamin C, D,
dan E umumnya kekurangan ini
terutama disebabkan dibatasinya
konsumsi makanan, khususnya
buah-buahan
dan
sayuran,
kekurangan mineral yang paling
banyak diderita lansia adalah kurang
mineral kalsium yang menyebabkan
kerapuhan tulang dan kekurangan
zat besi menyebabkan anemia.
Kebutuhan vitamin dan mineral bagi
lansia menjadi penting untuk
membantu metabolisme zat-zat gizi
yang lain. Sayuran dan buah
hendaknya
dikonsumsi secara
teratur sebagai sumber vitamin,
mineral dan serat.
6. Air
Cairan dalam bentuk air dalam
minuman dan makanan sangat
diperlukan tubuh untuk mengganti
yang hilang (dalam bentuk keringat
dan urine), membantu pencernaan
makanan dan membersihkan ginjal
(membantu fungsi kerja ginjal). Pada
lansia dianjurkan minum lebih dari 68 gelas per hari.
C. Sumber Gizi bagi Lansia
Para ahli gizi menganjurkan tentang
beberapa hal yang perlu diperhatikan
18
dalam menu sehari-hari untuk lansia
yang sehat adalah :
1. Tidak berlebihan, tetapi cukup
mengandung zat gizi sesuai dengan
persyaratan kebutuhan lansia.
2. Bervariasi jenis makanan dan cara
olahnya
3. Membatasi konsumsi lemak yang
tidak kelihatan (menempel pada
bahan pangan, terutama pangan
hewani)
4. Membatasi konsumsi gula dan
minuman yang banyak mengandung
gula
5. Menghindari konsumsi garam yang
terlalu banyak, merokok dan
minuman beralkohol
6. Cukup
banyak
mengkonsumsi
makanan berserat (buah-buahan,
sayuran
dan
sereal)
untuk
menghindari sembelit atau konstipasi
7. Minuman yang cukup
Susunan makanan sehari-hari untuk
lansia hendaknya tidak terlalu banyak
menyimpang dari kebiasaan makanan,
serta disesuaikan dengan keadaan
psikologisnya. Pola makan disesuaikan
dengan kecukupan gizi yang dianjurkan
dan menu makanannya disesuaikan
dengan ketersediaan dan kebiasaan
makan tiap daerah.
Menu makanan lansia dalam sehari
dapat disusun berdasarkan konsep ‘4
sehat 5 sempuna” atau “Konsep gizi
seimbang”. Contoh dari menu tersebut
adalah :
1. Kelompok makanan pokok (utama) :
nasi (1 porsi= 200 gram)
2. Kelompok lauk pauk : daging (1
potong= 50 gram), tahu (1 potong =
25 gr)
Gizi Seimbang…..
3. Kelompok sayuran : bayam (1
mangkok = 1001 gr)
4. Kelompok buah-buahan : pepaya (1
potong = 100 gr) dan susu (1 gelas =
100 gr)
Contoh jenis makanan untuk lansia
sesuai dengan kelompok makanan
untuk lansia sehat adalah:
1. Karbohidrat : nasi, jagung, ketan,
bihun, biskuit, kentang, mie, roti,
singkong, talas, ubi-ubian, pisang,
nangka, macaroni
2. Protein hewani : daging sapi, daging
ayam, hati (ayam atau sapi), telur
unggas, ikan, baso daging
3. Protein nabati : kacang-kacangan,
tahu, tempe, oncom
4. Buah-buahan : pepaya, belimbing,
alpukat, apel, jambu biji, jeruk,
mangga, nangka, pisang, sawo,
sirsak, semangka
5. Sayuran : bayam, buncis, beluntas,
daun pepaya, daun singkong, katuk,
kapri, kacang panjang, kecipir, sawi,
wortel, selada
6. Makanan jajanan : bika ambon,
dadar gulung, getuk lindri, apem,
kroket, kue putu, risoles
7. Susu : susu kambing, susu kedelai,
skim
Rujukan Pustaka
Departemen Kesehatan RI. 1995. Panduan
13 Pesan Dasar Gizi Seimbang.
Direktorat Jenderal Pembinaan
Kesehatan Masyarakat Direktorat Bina
Gizi Masyarakat. Departemen
Kesehatan. Jakarta
www.artikeltentangkesehatanindonesia.blogs
pot.com
www.deherba.com
www.litaderistya.blogspot.com
19
Download