BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Konsep Dasar Data Istilah data dan

advertisement
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1
Konsep Dasar Data
Istilah data dan informasi sering digunakan secara bergantian, ada yang
menyebut data sebagai informasi dan sebaliknya. Menurut Gordon B. Davis yang
dimuat dalam buku [Tata Sutabri, 2012: 1], yang menjelaskan hubungan antara
data dan informasi, informasi adalah data yang telah diproses ke dalam suatu
bentuk yang mempunyai arti bagi si penerima dan mempunyai nilai nyata dan
terasa bagi keputusan saat itu atau keputusan mendatang.
Definisi data adalah bahan mentah yang diproses untuk menyajikan
informasi [Tata Sutabri, 2012: 2].
Penyimpanan
Data
Data
Informasi
Proses
Gambar 2.1 Pemrosesan Data
Menurut Drs. Jhon J. Logkutoy [Tata Sutabri, 2012: 2], istilah data adalah
suatu istilah majemuk yang berarti fakta atau bagian dari fakta yang mengandung
arti yang dihubungkan dengan kenyataan, simbol-simbol, gambar-gambar, angkaangka, huruf-huruf, atau simbol-simbol yang menunjukkan suatu ide, objek,
kondisi atau situasi dan lain-lain. Jelasnya, data itu bias berupa apa saja yang
dapat ditemui dimana saja. Kegunaan data adalah sebagai bahan dasar yang
6
7
objektif (relatif) di dalam proses kebijaksanaan dan keputusan oleh pihak
pimpinan organisasi.
2.1.1 Klasifikasi Data
Menurut The Liang Gie [Tata Sutabri, 2012: 3], data adalah hal, peristiwa,
atau kenyataan lain apapun yang mengandung sesuatu pengetahuan untuk
dijadikan dasar guna penyusunan keterangan, pembuatan kesimpulan, atau
penetapan keputusan.
Data dapat diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu :
1.
Klasifikasi data menurut jenis data
a. Data hitung (enumeration/counting data) adalah hasil perhitungan atau
jumlah tertentu. Yang termasuk data hitung adalah persentase dari
suatu jumlah tertentu.
b. Data ukur (measurement data) adalah data yang menunjukkan ukuran
mengenai nilai sesuatu.
2.
Klasifikasi data menurut sifat data
a. Data
kuantitatif
(quantitative
data)
adalah
data
mengenai
penggolongan dalam hubungannya dengan penjumlahan.
b. Data kualitatif (qualitative data) adalah data mengenai penggolongan
dalam hubungannya dengan kualitas atau sifat tertentu.
3.
Klasifikasi data menurut sumber data
a. Data internal (internal data) adalah data yang asli, artinya data sebagai
hasil observasi yang dilakukan sendiri, bukan data hasil karya orang
lain.
b. Data eksternal (external data) adalah data hasil observasi orang lain.
Seseorang boleh saja menggunakan data untuk suatu keperluan,
meskipun data tersebut hasil kerja orang lain. Data eksternal ini terdiri
dari dua jenis, yaitu :
8
1) Data eksternal primer (primary external data) adalah data dalam
bentuk ucapan lisan atau tulisan dari pemiliknya sendiri, yakni
orang yang melakukan observasi sendiri.
2) Data eksternal sekunder (secondary external data) adalah data
yang diperoleh bukan dari orang lain yang melakukan observasi
melainkan melalui seseorang atau sejumlah orang lain.
2.1.2 Pengolahan Data
Data merupakan bahan mentah untuk diolah yang hasilnya kemudian
menjadi informasi. Pengolahan data terdiri dari kegiatan-kegiatan seperti :
1.
Penyimpanan data (data storage)
Penyimpanan data meliput pekerjaan pengumpulan (filling), pencarian
(searcing) dan pemeliharaan (maintenance). Sistem yang umum dalam
penyimpanan data (filling) ialah berdasarkan lembaga, perorangan,
produksi atau lain-lainnya. Untuk memperoleh dalam pencarian data
(searcing) di dalam file maka file dibagi menjadi dua jenis, yaitu :
a. File induk (master file) yaitu berisi data-data permanent yang biasanya
hanya dibentuk satu kali saja dan kemudian digunakan untuk
pengolahan data selanjutnya. Contoh : file kepegawaian, file gaji.
b. File transaksi (detail file) yaitu berisi data-data temporer untuk suatu
periode atau suatu bidang kegiatan atau suatu periode yang
dihubungkan dengan suatu bidang kegiata. Contoh : file lembur
perminggu, file mutasi harian.
Pemeliharaan file (file maintenance) meliputi peremajaan data (data
updating), yaitu kegiatan menambah catatan baru pada suatu data,
mengadakan perbaikan, dan lain sebagainya.
2.
Penanganan data (data handling)
Penanganan data meliputi berbagai kegiatan seperti :
9
a. Pemeriksaan (verifying) mencangkup pengecekan data yang muncul
pada berbagai daftar yan berkaitan atau yang dating dari berbagai
sumber.
b. Perbandingan (comparing) untuk mengetahui berbagai sumber dan
untuk mengetahui perbedaan atau ketidaksesuaian.
c. Pemeliharaan (sorting) dalam rangka kegiatan penanganan data
mencangkup peraturan ke dalam suatu urutan yang teratur.
d. Peringkasan (extracting) merupakan kegiatan lain dalam penanganan
data.
e. Pengunaan data (data manipulation) merupakan kegiatan untuk
menghasilkan informasi. Kegiatan ini meliputi komplikasi table-tabel,
statistik, ramalan mengenai perkembangan dan lain sebagainya.
2.2
Konsep Dasar Sistem
2.2.1 Pengertian Sistem
Suatu sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari
unsur, komponen atau variabel yang terorganisir, saling berinteraksi, saling
tergantung satu sama lain dan terpadu [Tata Sutabri, 2012: 10].
Teori sistem melahirkan konsep-konsep futuristik. Salah satu konsep yang
terkenal adalah konsep sibernetika (cybernetics). Konsep bidang kajian ilmiah ini
terutama berkaitan dengan upaya menerapkan berbagai disiplin ilmu, yaitu ilmu
perilaku, fisika, biologi dan teknik. Oleh karena itu, sibernetika biasanya berkaitan
dengan usaha-usaha otomasi tugas-tugas yang dilakukan oleh manusia sehingga
melahirkan studi tentang robotika, kecerdasan buatan (artificaial intelegance) dan
lain adalah masukan (input), pengolahan dan keluaran (output).
10
2.2.2 Karakteristik Sistem
Sebuah sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu yang
mencirikan bahwa hal tersebut bias dikatakan seagai suatu sistem. Adapun
karakteristik yang dimaksud adalah sebagai berikut:
1.
Komponen Sistem (Components)
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi,
artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponenkomponen sistem tersebut dapat berupa suatu bentuk subsistem. Setiap
subsistem memiliki sifat dari sistem yang menjalankan suatu fungsi
tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.
2.
Batasan Sistem (Boundary)
Ruang lingkup sistem merupakan daerah yang membatasi antara sistem
dengan sistem yang lain atau sistem dengan lingkungan luarnya. Batasan
sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan
yang tidak dapat dipisahkan.
3.
Lingkungan Luar Sistem (Environtment)
Bentuk apapun yang ada di luar ruang lingkup atau batasan sistem yang
mempengaruhi operasi sistem tersebut disebut lingkungan luar sistem.
Lingkungan luar sistem ini dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga
bersifat merugikan sistem tersebut.
4.
Penghubung Sistem (Interface)
Media yang menghubungkan sistem dengan subsistem lain disebut
penghubung sistem atau interface. Penghubung ini memungkinkan
sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem lain.
Bentuk keluaran dari satu subsistem akan menjadi masukan untuk
subsistem lain melalui penghubung tersebut. Dengan demikian, dapat
terjadi suatu integrasi sistem yang membentuk satu kesatuan.
5.
Masukan Sistem (Input)
Energi yang dimasukkan ke dalam sistem disebut masukan sistem, yang
dapat berupa pemeliharaan (maintenance input) dan sinyal (signal input).
Contoh, di dalam suatu unit sistem kompuer, “program” adalah
11
maintenance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputernya
dan “data” adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.
6.
Keluaran Sistem (Output)
Hasil energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang
berguna. Keluaran ini merupakan masukan bagi subsistem yang lain
seperti sistem informasi. Keluaran yang dihasilkan adalah informasi.
7.
Pengolah Sistem (Proses)
Suatu sistem dapat mempunyai suatu proses yang akan megubah masukan
manjadi keluaran, contohnya adalah sstem akuntansi. Sistem ini akan
mengolah data transaksi menjadi laporan-laporan yang dibutuhkan oleh
pihak manajemen.
8.
Sasaran Sistem (Objective)
Suatu sistem memiliki tujuan dan sasaran yang pasti dan bersifat
deterministic. Kalau suatu sistem tidak memiliki sasaran maka operasi
sistem tidak ada gunanya. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai
sasaran atau tujuan yang telah direncanakan.
2.2.3 Klasifikasi Sistem
Sistem merupakan suatu bentuk integrasi antara satu komponen dengan
komponen lain karena sistem memiliki sasaran yang berbeda untuk setiap kasus
yang terjadi yang ada di dalam sistem tersebut. Oleh karena itu, sistem dapat
diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang, di antaranya:
1.
Sistem abstrak dan sistem fisik
Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang
tidak tampak secara fiisik. Sedangkan sistem fisik merupakan sistem yang
ada secara fisik.
2.
Sistem alamiah dan sistem buatan manusia
Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi mellaui proses alam, tidak
dibuat oleh manusia. Sedangkan sistem buatan manusia merupakan sistem
yang melibatkan interaksi manusia dengan mesin yang disebut human
machine sistem.
12
3.
Sistem determinasi dan sistem probabilistik
Sistem yang beroperasi dengan tingkah laku yang dapat diprediksi disebut
sistem deterministic. Sedangkan sistem bersifat probabilistik adalah sistem
yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung
unsur probabilistic.
4.
Sistem terbuka dan sistem tertutup
Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak
terpengaruh oleh lingkungan luarnya. Sedangkan sistem terbuka adalah
sistem yang berhubungan dan dipengaruhi oleh lingkungan luarnya.
2.3
Konsep Dasar Informasi
2.3.1 Pengertian Informasi
Informasi adalah data yang telah diklasifikasi atau diinterpretasi untuk
digunakandalam proses pengambilan keputusan [Tata Sutabri, 2012: 29].
Sistem pengolahan informasi mengolah data menjadi informasi atau
tepatnya mengolah data dari bentuk tak berguna menjadi berguna bagi
penerimanya.
2.3.2 Kualitas Informasi
Kualitas suatu informasi tergantung dari tiga hal, yaitu :
1.
Akurat (accurate)
Informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak menyesatkan.
Akurat juga berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya.
2.
Tepat waktu (timeline)
Informasi yang dating pada si penerima tidak boleh terlambat. Informasi
yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi karena informasi
merupakan landasan dalam pengambilan keputusan.
3.
Relevan (relevance)
13
Informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi
informasi untuk orang satu dengan yang lain berbeda.
2.4
Konsep Dasar Sistem Informasi
2.4.1 Pengertian Sistem Informasi
Sistem Informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang
mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi
operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu
organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan laporanlaporan yang diperlukan. [Tata Sutabri, 2012: 46].
2.4.2 Komponen dan Jenis Sistem Informasi
Sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut blok
bangunan (building block), yang terdiri dari blok masukan, blok model, blok
keluaran, blok teknologi, blok basis data, dan blok kendali. Sebagai suatu sistem,
keenam blok tersebut masing-masing saling berinteraksi satu dengan yang lain
membentuk suatu kesatuan untuk mencapai sasaran. Keenam blok tersebut adalah:
1.
Blok masukan (input block)
Input mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi. Input yang
dimaksud adalah metode dan media untuk menangkap data yang akan
dimasukkan, yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar.
2.
Blok model (model block)
Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika, dan model matematik
yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data
dengan cara yang sudah tertentu untuk menghasilkan keluaran yang
diinginkan.
3.
Blok keluaran (ouput block)
14
Produk dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi
yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan
manajemen serta semua pemakai sistem.
4.
Blok teknologi (technology block)
Teknologi merupakan “tool box” dalam sistem informasi. Teknologi
digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan
mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran, dan membantu
pengendalian dari sistem secara keseluruhan. Teknologi terdiri dari 3 (tiga)
bagian utama, yaitu teknisi (brainware), perangkat lunak (software), dan
perangkat keras (hardware).
5.
Blok basis data (database block)
Basis data (database) merupakan kumpulan data yang saling berkaitan dan
berhubungan satu sama lain, tersimpan di perangkat keras komputer dan
menggunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Data perlu
disimpan dalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih
lanjut. Data di dalam basis data perlu diorganisasikan sedemikian rupa
supaya informasi yang dihasilkan berkualitas. Organisasi basis data yang
baik juga berguna untuk efisiensi kapasitas penyimpanannya. Basis data
diakses atau dimanipulasi menggunakan perangkat lunak paket yang
disebut DBMS (Database Management System).
6.
Blok kendali (control block)
Banyak hal yang dapat merusak sistem informasi, seperti bencana alam,
api, temperature, air, debu, kecurangan-kecurangan, kegagalan-kegagalan
istem itu sendiri, ketidak efisienan, sabotase dan lain sebaginya. Beberapa
pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk menyakinkan bahwa
hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur
kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat datasi.
15
2.5
Konsep Dasar Basis Data
2.5.1 Pengertian Basis Data
Basis data didefinisikan sebagai kumpulan terorganisasi dari data-data
yang berhubungan sedemikian rupa sehingga mudah disimpan, dimanipulasi serta
dipanggil oleh pengguna [Adi Nugroho, 2010: 5].
2.5.2 Komponen Basis Data
Sistem basis data dapat terbagi dalam beberapa komponen penting, yakni :
1.
Data
Merupakan informasi yang disimpan dalam suatu struktur tertentu yang
terintegrasi.
2.
Hardware
Merupakan perangkat keras berupa komputer dengan media penyimpanan
sekunder yang digunakan untuk menyimpan data karena pada umumnya
basis data memiliki ukuran yang besar.
3.
Sistem Operasi
Program
yang
mengaktifkan/memfungsikan
sistem
komputer,
mengendalikan seluruh sumber daya dalam komputer dan melakukan
operasi-operasi dasar dalam komputer yang meliputi operasi input output
(IO), pengelolaan file dan sebagainya.
4.
Basis Data
Basis data sebagai inti dari sistem basis data. Basis data menyimpan data
serta struktur sistem basis data baik untuk entitas maupun objek-objeknya
secara detail.
5.
Database Management System (DBMS)
Merupakan perangkat lunak yang digunakan untuk melakukan pengelolaan
basis data.
6.
User
Merupakan pengguna yang menggunakan data yang tersimpan dan
terkelola.
16
7.
Aplikasi Lain
Program yang dibuat untuk memberikan interface kepada user sehingga
lebih mudah dan terkontrol dalam mengakses basis data.
2.5.3 Perancangan Basis Data
Aktifitas perancangan basis data akan mentraformasikan spesifikasi
kebutuhan untuk tempat penyimpanan data yang akan dikembangkan selama
analisis basis data ke dalam spesifikasi terstuktur untuk memandu implementasi
langsung basis data. Ada 2 bentuk spesifikasi, yaitu:
1.
Perancangan Basis Data Secara Logika
Sasaran perancangan basis data secara logika untuk menterjemahkan
perancangan konseptual (yang mencerminkan kebutuhan data pada
organisasi yang kita analisis di tahap-tahap sebelumnya) ke perancangan
basis data logika yang dapat langung di implementasikan pada sistem basis
data yag dipilih.
2.
Perancangan Basis Data Secara Fisik
Merupakan tahapan untuk menuangkan basis data yang bersifat logis
menjadi basis data fisis yang tersimpan pada media penyimpanan
eksternal. Sasaran utama perancangan basis data secara fisik adalah
meningkatkan efisiensi dalam pemrosesan basis data. Perancangan basis
data secara fisik membutuhkan beberapa pilihan kritis yang akan berimbas
pada integritas dan kinerja dari aplikasi. Kunci-kunci untuk melakukan
pilihan-pilihan mencangkup:
a.
Pemilihan format penyimpanan (dinamakan tipe data) untuk tiap
atribut
dari model data logika. Format dipilih untuk
meminimalisasi dan menoptimalkan penggunaan ruang fisik dan
untuk memaksimalkan integritas data.
b.
Pengelompokan atribut-atribut dari model data logika kerekaman
fisik.
c.
Perancangan rekaman-rekaman pada memori sekunder (terutama
hardisk) sehingga rekaman-rekaman secara individual maupun
17
kelompok rekaman (kita namakan pengorganisasian berkas) dapat
disimpan, dipanggil kembali serta diperbaharui dengan cepat.
d.
Memilih struktur (dinamakan indeks dan arsitektur basis data)
untuk menyimpan dan menghubungkan berkas-berkas (file)
sehingga pemanggilan data berlangsung dengan cara yang efisien.
e.
Menyiapkan strategi-strategi untuk menangani query pada basis
data dengan tujuan mengoptimalisasikan kinerja basis data dalam
menangani query.
2.5.4 Konsep Dasar Sistem Basis Basis Data
Basis data merupakan sekumpulan data yang disusun secara logis dan
dikendalikan secara sentral. Basis data memiliki bagian-bagian yang penting,
yaitu:
1.
Karakter-karakter
Karakter merupakan bagian data yang tekecil, dapat berupa karakter
numeric, huruf ataupun karakter-karakter khusus yang membentuk suatu
item data.
2.
Field
Suatu field menggambarkan suatu atribut dari record yang menunjukkan
suatu item dari data, seperti misalnya nama, alamat dan lain sebaginya.
Kumpulan dari field membentuk suatu record.
3.
Record
Kumpulan dari field membentuk suatu record. Record menggambarkan
suatu unit data individu tertentu. Kumpulan dari record membentuk suatu
file. Misalnya file personalia, tiap-tiap record dapat mewakili data tiap-tiap
karyawan.
4.
File
File terdiri dari record-record yang menggambarkan satu kesatuan data
yang sejenis. Misalnya file matakuliah berisi data tentang semua mata
kuliah yang ada.
5.
Database
18
Kumpulan dari file membentuk suatu database.
2.6
Konsep Dasar Berorientasi Objek
2.6.1 Metode Waterfall
Proses tradisional untuk melakukan pengembangan sistem informasi
dinamakan siklus hidup pengembangan sistem (Systems Development Life
Cycle/SDLC) yang memuat langkah-langkah yang semestinya diikuti oleh
profesional di bidang sistem informasi, seperti perancang basis data dan
pemogram, untuk menspesifikasikan, mengembangkan serta memelihara sistem
informasi. Proses ini sering digambarkan secara bertingkat. Metafora bertingkat
atau air terjun (waterfall) digunakan untuk menggambarkan bahwa keluaran dari
suatu tahap merupakan masukan untuk tahap berikutnya.
Gambar. 2.2 SDLC Waterfall [Adi Nugroho, 2010: 41]
19
1.
Identifikasi proyek dan seleksi
Tujuannya yaitu pemahaman awal situasi bisnis.
2.
Inisiasi proyek dan perencanaan
Tujuannya untuk menentukan spesifikasi kebutuhan dan bagaimana sistem
dapat membantu menyelesaikan permasalahan.
3.
Analisis
Tujuannya untuk menganalisis situasi bisnis untuk menspesifikasikan dan
menstrukturkan kebutuhan pengguna dan meyeleksi fitur.
4.
Perancangan Logika
Tujuannya untuk mendapatkan dan menstrukturkan kebutuhan sistem
secara keseuruhan.
5.
Perancangan Fisik
Tujuannya yaitu mengembangkan spesifikasi teknologi.
6.
Implementasi
Tujuannya untuk menulis program, membuat basis data, menginstal dan
menguji sistem.
7.
Pemeliharaan
Tujuannya yaitu memantau kegunaan atau fungsi sistem.
2.6.2 UML (Unified Modeling Language)
Unifield Modeling Language (UML) adalah bahasa untuk menspesifikasi,
menvisualisasikan serta mengonstruksi bangunan dasar sistem perangkat lunak,
termasuk melibatkan pemodelan aturan-aturan bisnis [Adi Nugroho, 2010: 119].
UML disebut sebagai bahasa pemodelan bukan metode. Bahasa
pemodelan (sebagaian besar grafik) merupakan notasi dari metode yang
digunakan untuk mendesain secara cepat. Bahasa pemodelan merupakan bagian
terpenting dari metode. UML merupakan bahasa standar untuk penulisan
blueprint software yang digunakan untuk visualisasi, spesifikasi, pembentukan
dan pendokumentasian alat-alat dari sitem perangkat lunak.
20
TujuanUML diantaranya adalah :
1.
Memberikan model yang siap pakai, bahasa pemodelan visual yang
ekspresif untuk mengembangkan sistem dan yang dapat saling menukar
model dengan mudah dan dimengerti secara umum.
2.
Memberikan bahasa pemodelan yang bebas dari berbagai bahasa
pemograman dan proses rekayasa.
3.
Menyatukan praktek-praktek terbaik yang terdapat dalam pemodelan.
2.6.3 Analisa dan Perancangan Objek
UML biasanya disajikan dalam bentuk diagram/gambar yang meliputi
class beserta atribut dan operasinya, serta hubungan antar class. UML terdiri dari
banyak diagram, diantaranya:
1.
Use Case Diagram
Use Case Diagram adalah gambar dari beberapa atau seluruh aktor dan
use case dengan tujuan mengenali interaksi mereka dalam suatu sistem.
Use case diagram menggambarkan fungsionalitas yang diharapkan dari
sebuah sistem, yang ditekankan adalah “apa” yang diperbuat sistem dan
bukan “bagaimana”. Sebuah use case mempresentasikan sebuah interaksi
antara actor dengan sistem. Use case menggambarkan kata kerja seperti
login ke sistem, maintenance user dan sebagainya. Oleh karena itu, use
case diagram
dapat membantu menganalisa kebutuhan suatu sistem.
Dalam use case diagram terdapat istilah seperti aktor, use case dan use
case relationship.
21
Tabel 2.1 Tabel Simbol Use Case Diagram
Simbol
Keterangan
Aktor : Seseorang atau sesuatu yang
dengan
system
yang
sedang
dikembngkan.
Use Case : Peringkat tertinggi dari
fungsionalitas yang dimiliki system.
Association : adalah relasi antara actor
dan use case.
Generalisasi : untuk memperlihatkan
struktur pewaris yang terjadi.
Sistem Bengkel
Memeriksa Mobil
*
*
*
*
Memperbaiki Mobil
*
Mekanik
*
*
Mengemudikan Mobil
Pemilik_Mobil
*
Gambar 2.3 Contoh Use Case
22
2.
Activity Diagram
Activity Diagram menggambarkan rangkaian aliran dari aktifitas,
digunakan untuk mendiskripsikan aktivitas yang dibentuk dalam suatu
operasi sehingga dapat juga digunakan untuk aktivitas lainnya seperti use
case atau interaksi. Diagram berupa flow chart yang digunakan untuk
memperlihatkan aliran kerja dari sistem.
Tabel 2.2 Simbol Activity Diagram
Simbol
Keterangan
Titik Awal
Titik Akhir
Activity
Pilihan
untuk
pengambilan
keputusan
Fork : Untuk menunjukkan kegiatan
yang dilakukan secara paralel
Rake
:
menunjukkan
dekomposisi
Tanda Waktu
Tanda Penerimaan
Aliran Akhir (Flow Final)
adanya
23
Anggota
Pustakawan
Mencari Buku
Memasukkan Data Peminjaman
Cetak Bukti Peminjaman
Gambar 2.4 Contoh Activity Diagram
3.
Sequence Diagram
Sequence diagram menggambarkan kolaborasi dinamis antara sejumlah
objek dan untuk menunjukkan rangkaian pesan yang dikirim antar objek,
sesuatu yang terjadi pada titik tertentu dalam eksekusi sistem. Sequence
diagram menjelaskan interaksi objek yang disusun berdasarkan urutan
waktu. Secara mudahnya sequence diagram adalah gambaran tahap demi
tahap yang seharusnya dilakukan untuk menghasilkan sesuatu sesuai
dengan use case diagram. Sequence diagram berhubungan erat dengan use
case diagram dimana 1 use case akan menjadi 1 sequence diagram.
24
Tabel 2.3 Simbol Sequence Diagram
Simbol
Nama Simbol
Keterangan
Object Life Line
Partisipan Form.
Activation
Merupakan sebuah focus dari control
Object1
pada suatu waktu.
Message
Pesan yang menggambarkan
komunikasi yang terjadi antar objek.
Message (Call)
Pesan yang menggambarkan
pemanggilan yang terjadi antar objek.
Message
Pesan yang dikirim untuk diri sendiri.
(return)
Message
Pesan yang dikirim untuk diri sendiri.
(return)
Lifetime
Menambahkan pemulaan dan
menghentikan titik dari suatu object.
25
PemilihanMK
DaftarMK
PenyimpananData
Admin
Printer
Mahasiswa
1 : MilihMK ()
2 : MintaDaftarMK ()
3 : InputData ()
4 : Konfirmasi ()
5 : CetakData ()
6 : KeluarkanJadwal ()
Gambar 2.5 Contoh Sequence Diagram
4.
Class Diagram
Class Diagram menggambarkan struktur dan deskripsi class, package dan
objek beserta hubungan satu sama lain seperti containment, pewarisan,
asosiasi dan lain-lain. Class diagram berfungsi untuk menjelaskan tipe dari
objek sistem dan hubungannya dengan objek yang lain. Objek adalah nilai
tertentu dari setiap attribute kelas entity. Class adalah spesifikasi yang jika
diinstansiasi akan menghasilkan sebuah objek dan merupakan inti dari
pengembangan berorientasi objek. Class menggambarkan keadaan
(attribute/property) suatu sistem, sekaligus menawarkan layanan untuk
memanipulasi keadaan tersebut (metode/fungsi).
26
Tabel 2.4 Simbol Class Diagram
Simbol
Nama Simbol
Class
Keterangan
Menggambarkan sesuatu yang
mengkapsulkan
Class1
informasi
di
class menampung nama class,
atribut dan method.
Asosiasi
1
class dengan class Multiplycity.
0..1
Agregation
1
Asosiasi yang menghubungkan
Aggregation
menggambarkan
suatu class terdiri dari class lain
*
atau suatu class adalah bagian
dari class lain.
Generalization
Generalization
merupakan
sebuah taxonomic relationship
antara class yang lebih umum
dengan class yang lebih khusus.
Gambar 2.6 Contoh Class Diagram
27
2.6.4 Kamus Data
Kamus data biasanya merupakan bagian dari katalog sstem (system
catalog) yang dibentuk untuk setiap basis data. Katalog sistem mendeskripsikan
semua objek basis data, termasuk data tentang tabel-tabel seperti nama tabel,
pembuat tabel, pengguna yang berhak menggunakanya, nama dan tipe data, kunci
tamu (foreign key) dan kunci primer (primary key), berkas indeks dan sebagainya.
Katalog sistem diciptakan oleh DBMS dan informasinya disimpan di tabel sistem,
yang padanya dapat dilakukan permohonan seperti tabel data biasa, jika pengguna
memiliki hak yang memadai. [Adi Nugroho, 2010: 530].
Tabel 2.5 Notasi Struktur Data
Notasi
Keterangan
=
Terdiri dari
+
Dan ( and )
()
Pilihan ( ya atau tidak )
{}
Pengulangan proses/ Iterasi
[]
Pilih salah satu jawaban
I
Pemisah pilihan didalam [ ]
*
Keterangan atau catatan
@
Petunjuk (key field)
28
Tabel 2.6 Contoh Struktur Data
No
1
Nama Arus Data
Data Barang
Struktur Data
= Kd_Brg + Nm_Brg + Satuan + Hrg_Sat +
Qty_Masuk + Qty_Keluar + Stok_Akhir +
Tanggal
2
Data Pelanggan
= Kd_Plg + Nm_Plg + Alamat + Kota +
Kode_Pos + Telp + Lama_Kredit + Lmt_Kredit
+ NPWP
3
Data Pesanan
= No_Psn + Tgl_Psn + Kd_Plg + Nil_Psn +
Kd_Brg + Qty
4
Data Faktur
= No_Fax + Tgl_Fax + Kd_Plg + Nil_Fax +
Kd_Brg + Qty
2.7
Metode Pengujian
2.7.1 Metode White Box
Uji coba white Box Adalah metode perancangan test case yang
menggunakan struktur kontrol dari perancangan procedural untuk mendapatkan
test case [Soetam Rizky,2011: 261]. Dengan menggunakan metode white box ,
akan dapat diperoleh test case yang :
1.
Menjamin seluruh independent path di dalam modul yang dikerjakan
sekurang-kurangnya sekali.
2.
Mengerjakan seluruh keputusan logical.
3.
Mengerjakan seluruh loop yang sesuai dengan batasannya.
4.
Mengerjakan seluruh struktur data internal yang menjamin validasi.
29
2.7.2 Metode Black Box
Pengujian fungsional atau pengujian kotak hitam (black box testing)
merupakan pendekatan pengujian yang ujiannya diturunkan dari spesifikasi
program atau komponen [Soetam Rizky,2011: 269]. Sistem merupakan “kotak
hitam” yang perilakunya hanya dapat ditentukan dengan mempelajari input dan
output yang berkaitan. Nama lain untuk cara ini adalah pengujian fungsional
karena penguji hanya berkepentingan dengan fungsionalitas dan bukan
implementasi perangkat lunak.
Kunci pada penguji cacat adalah memilih input yang memiliki probabilitas
besar sebagai anggota himpunan Ie. Pada banyak kasus, pemilihan ini berdasar
pengalaman rekayasawan uji sebelumnya. Mereka memakai pengetahuan domain
untuk mengindentifikasi kasus uji yang mungkin mengungkap cacat.
Dengan black box analisis sistem akan memperoleh kumpulan kondisi dari
input yang akan mengerjakan seluruh keperluan fungsional program.
Tujuan metode ini untuk mencari kesalahan-kesalahan pada:
1.
Fungsi yang salah atau hilang
2.
Kesalahan pada interface
3.
Kesalahan pada struktur data atau akses database
4.
Kesalahan performasi
2.8
Konsep Dasar PHP (Hypertext Prepocessor)
2.8.1 Pengertian PHP
PHP singkatan dari PHP : Hypertext Prepocessor yaitu bahasa
pemrograman web server-side yang bersifat open source. PHP merupakan script
yang terintegrasi dengan HTML dan berada pada server (server side HTML
embedded scripting). PHP adalah script yang digunakan untuk membuat halaman
website yang dinamis. Dinamis berarti halaman yang akan ditampilkan dibuat saat
halaman itu diminta oleh client. Mekanisme ini menyebabkan informasi yang
30
diterima client selalu yang terbaru/up to date. Semua script PHP dieksekusi pada
server dimana script tersebut dijalankan. [Anhar, 2010: 3].
2.8.2 Sejarah PHP
Hypertext Preprocessor (PHP) berkembang dengan sangat pesat. Berikut
adalah sejarah perkembangan PHP :
1.
1995 – PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdorf, yang diberi nama
FI (Form Interpreted) dan digunakan untuk mengelola form dari web.
Pada perkembangannya, kode tersebut dirilis ke umum sehingga mulai
banyak dikembangkan oleh programmer di seluruh dunia.
2.
1997 – PHP 2.0 dirilis. Pada versi ini sudah terintegrasi dengan bahasa
pemrograman C dan dilengkapi dengan modulnya sehingga kualitas kerja
PHP meningkat secara signifikan. Pada tahun ini juga sebuah perusahaan
yang bernama Zend merilis ulang PHP dengan lebih bersih, baik dan
cepat.
3.
1998 – PHP 3.0 diluncurkan.
4.
1999 – PHP versi 4.0 dirilis. PHP versi ini paling banyak digunakan pada
awal abad 21 karena sudah mampu membangun web komplek dengan
stabilitas kecepatan yang tinggi.
5.
2004 – Zend merilis PHP 5.0. Dalam versi ini, inti dari interpreter PHP
mengalami perubahan besar. Versi ini juga memasukkan model
pemrograman berorientasi objek ke dalam PHP untuk menjawab
perkembangan bahasa pemrograman ke arah paradigma berorientasi objek.
Lalu pada versi 6 PHP sudah support untuk Unicode. Juga banyak fitur
penting lainnya yang telah ditambahkan ke dalam PHP 6, antara lain :
1.
Support Unicode, dukungan terhadap penggunaan Unicode telah
ditambahkan, sehingga lebih mudah untuk membangun dna memelihara
aplikasi.
2.
Perbaikan keamanan.
31
3.
Fitur dan konstruksi baru, sejumlah fitur sintaks baru ditambahkan, seperti
64-bit integer type, membangun perulangan untuk array multidimensi,
serta dukungan untuk labeled breaks.
Adapun kelebihan dari Hypertext Prepocessor (PHP) antara lain:
1.
Kesederhanaan. User yang baru belajar pemrograman, alasan ini pasti
merupakan
alasan
utama
untuk
memulai
belajar
PHP.
Karena
kesederhanaan tersebut, maka kita menjadi merasa mudah untuk belajar
PHP. User yang sedikit tahu atau bahkan sama sekali tidak mengerti
tentang pemrograman PHP bisa dengan cepat belajar dan mencoba
membuat aplikasi web PHP. Selain itu, PHP memiliki banyak sekali fungsi
built-in untuk menangani kebutuhan standar pembuatan aplikasi web.
Dengan adanya fungsi-fungsi tersebut, maka tentu saja proses belajar PHP
terutama dalam pengembangan aplikasi akan jauh lebih mudah karena
semua sudah tersedia. Kita sebagai user tinggal memakai dan
mengembangkannya.
2.
Dalam sisi pemahaman, PHP adalah bahasa scripting yang paling mudah
karena memiliki referensi yang banyak.
3.
PHP adalah bahasa open source yang dapat digunakan di berbagai sistem
operasi seperti: Linux, Unix, Macintosh, dan Windows. PHP dapat
dijalankan secara runtime melalui console serta dapat menjalankan
perintah-perintah sistem. Open source artinya code-code PHP terbuka
untuk umum dan kita tidak harus membayar biaya pembelian atas keaslian
lisensi yang biasanya cukup mahal. Karena source code PHP tersedia
secara gratis, maka hal tersebut memungkinkan komunitas milis-milis dan
developer untuk selalu melakukan perbaikan, pengembangan, dan
menemukan bug dalam bahasa PHP.
4.
Web server yang mendukung PHP dapat ditemukan di mana-mana, mulai
dari Apache, IIS, Lighttpd, hingga Xitami dengan configurasi yang relatif
mudah.
32
5.
PHP juga dilengkapi dengan berbagai macam pendukung lain seperti
support langsung ke berbagai macam database yang populer, misal:
Oracle, PostgreSQL, MySQL, dan lain-lain.
2.8.3 PHP dan Internet
Sebenarnya saat kita berinternet menggunakan browser seperti Mozilla,
Internet Explorer, Opera dan Safari, halaman yang mucul di depan layar komputer
kita adalah halaman yang diperoleh dari proses pemanggilan dengan menuliskan
alamat sesuai nama file yang terdapat pada web server.
Web server adalah aplikasi yang berfungsi untuk melayani permintaan
pemanggilan alamat dari pengguna melalui web browser, dimana web server
mengirimkan kembali informasi yang diminta tersebut melalui HTTP (Hypertext
Transfer Protocol) untuk ditampilkan ke layar monitor komputer kita. Agar kita
dapat mengubah isi dari website yang dibuat, kita membutuhkan program PHP.
Script-script PHP tersebut yang berfungsi membuat halaman website menjadi
dinamis. Dinamis artinya pengunjung web dapat memberikan komentar
saran/masukan pada website kita. Website yang kita buat menjadi lebih hidup
karena ada komunikasi antara pengunjung dan kita sebagai webmasternya.
Relational Database Oracle,
Postgre SQL, MySQL
Web server Apache, IIS,
Tomcat
Bahasa Pemrograman PHP
INTERNET
Web Browser Mozilla, IE,
Opera, Safari
Gambar 2.7 Bagan dari Aplikasi Web
33
Dari gambar di atas terlihat adanya hubungan antara Web Browser, Web
Server, Bahasa Pemrograman PHP, dan Database. Secara teknis, database
menyimpan data yang diolah oleh bahasa pemrograman PHP yang ada di web
server kemudian data tersebut ditampilkan dengan Web Browser dengan cara
menuliskan alamat/URL sesuai nama file yang terdapat pada web server.
2.9
Konsep Dasar MySQL (My Structure Query Language)
2.9.1 Pengertian MySQL
MySQL (My Structure Query Language) adalah sebuah perangkat lunak
sistem manajemen basis data SQL (Database Management System) atau DBMS
dari sekian banyak DBMS, seperti Oracle, MS SQL, PostgreSQL, dan lain-lain.
[Anhar, 2010: 21]
MySQL merupakan DBMS yang multithread, multi-user yang bersifat
gratis di bawah lisensi GNU General Public Licence (GPL). Tidak seperti Apache
yang dikembangkan oleh komunitas umum, dan hak cipta untuk kode sumber
dimiliki oleh penulisnya masing-masing. MySQL dimiliki dan disponsori oleh
sebuah perusahaan Swedia, yaitu MySQL AB. MySQL AB memegang hak cipta
kode sumbernya. Kedua dan satu orang Finlandia yang mendirikan MySQL AB
adalah: David Axmark, Allan Larson, dan Michael Monty Widenius. Seperti yang
telah disebutkan sebelumnya, MySQL bersifat gratis atau open source sehingga
kita bisa menggunakannya secara gratis. Pemrograman PHP juga sangat
mendukung/support
dengan
database
MySQL
sehingga
apabila
kita
mempelajarinya dengan sungguh-sungguh kita dapat mengaplikasikan PHP dan
MySQL dalam membuat aplikasi website maupun dalam membuat website.
Beberapa kelebihan MySQL, antara lain:
1.
MySQL dapat berjalan dengan stabil pada berbagai sistem operasi, seperti
Windows, Linux, FreeBSD, Mac Os X Server, Solaris, dan masih banyak
lagi.
2.
Bersifat open source, MySQL didistribusikan secara open source (gratis),
di bawah lisensi GNU General Public Licence (GPL).
34
3.
Bersifat multiuser, MySQL dapat digunakan oleh beberapa user dalam
waktu bersamaan tanpa mengalami masalah.
4.
MySQL memiliki kecepatan yang baik dalam menangani query (perintah
SQL). Dengan kata lain, dapat memproses lebih banyak SQL per satuan
waktu.
5.
Dari segi security atau keamanan data, MySQL memiliki beberapa lapisan
sekuriti, seperti level subnet mask, nama host, dan izin akses user dengan
perizinan yang mendetail serta password yang terenkripsi.
a.
Selain MySQL bersifat fleksibel dengan berbagai pemrograman,
MySQL juga memiliki interface (antarmuka) terhadap berbagai
aplikasi dan bahasa pemrograman dengan menggunakan fungsi API
(Application Programming Interface).
b.
Dukungan banyak komunitas, biasanya tergabung dalam sebuah
forum untuk saling berdiskusi membagi informasi tentang MySQL.
Misalnya forum http://forums.mysql.com/.
Ketika menginstal server seperti PHPTriad, otomatis menginstal service
MySQL sehingga Anda tidak perlu menginstal MySQL lagi. Mini server lain
yang bisa Anda gunakan adalah XAMPP, WAMP, Apache2Triad, dan Appserv.
2.9.2 Data Definition Language
DDL atau Data Definition Language merupakan perintah SQL yang
digunakan
untuk
mendefinisikan
atau
mendeklarasikan
objek
database,
menciptakan objek database atau bahkan menghapus objek database. [Ema Utami,
2008: 75].
Objek database dapat berupa tabel atau database itu sendiri. DDL juga
dapat digunakan untuk membuat koneksi antar tabel database beserta batasannya
dengan menentukan indeks sebagai kuncinya. Data Definition Language terbagi
menjadi:
1.
Perintah CREATE
35
Digunakan untuk membuat objek database seperti membuat database,
tabel, view, store procedure, trigger dan objek database lainnya. Query
yang digunakan untuk membuat database adalah:
CREATE DATABASE Nama_Database
Sedangkan perintah untuk membuat tabel adalah:
CREATE TABLE Nama_Tabel
(
Nama_Kolom1 Tipe_Data1 (Lebar_Data1),
Nama_Kolom2 Tipe_Data2 (Lebar_Data2)
)
2.
Perintah DROP
Digunakan untuk menghapus objek database, seperti menghapus database
atau menghapus tabel. Query yang diguanakan untuk menghapus database
adalah:
DROP DATABASE Nama_Database
Atau untuk menghapus tabel:
DROP TABLE Nama_Tabel
3.
Perintah ALTER
Digunakan untuk melakukan perubahan pada struktur tabel. Contoh query
yang digunakan untuk merubah tabel adalah:
ALTER TABLE Nama_Tabel DROP COLUMN Nama_Field
2.9.3 Data Manipulation Language
Data Manipulation Languange (DML) merupakan query yang digunakan
untuk memanipulasi data seperti menampilkan data, mengubah data, menghapus
data atau mengisi data . [Ema Utami, 2008:101]. Data Manipulation Languange
terbagi menjadi:
1.
Perintah INSERT
Digunakan untuk memasukkan data ke dalam tabel. Sintaks yang dipakai
adalah:
36
INSERT INTO Nama_Tabel (Daftar_Kolom) VALUES (Daftar_Nilai)
2.
Perintah SELECT
Digunakan untuk mengambil data atau menampilkan data. Data yang telah
diambil atau dipilih boleh saja ditampilkan dalam aplikasi yang kita buat
atau digunakan untuk kontrol program. Sintaks yang dipakai adalah:
SELECT Nama_Field FROM Nama_Tabel WHERE Kondisi
3.
Perintah UPDATE
Digunakan untuk melakukan perubahan pada data. Update berfungsi untuk
mengubah data dalam tabel. Sintaks yang dipakai adalah:
UPDATE Nama_Tabel SET Nama_Kolom = ‘Nilai_Kolom’ WHERE
Kondisi
4.
Perintah DELETE
Digunakan untuk menghapus data dalam sebuah tabel. Sintaks yang
dipakai adalah:
DELETE FROM Nama_Tabel WHERE Kondisi
2.10
Konsep Dasar Laporan Kinerja GraPARI PT. Telkomsel
Dalam penilaian kinerja GraPARI, manajer Walk In Department memiliki
parameter-parameter yang dijadikan pertimbangan, yaitu:
1.
Sales
Adalah pencapaian penjualan GraPARI per bulannya.
2.
Revenue
Adalah pencapaian nilai penjualan dalam mata uang Rupiah GraPARI
perbulannya.
3.
Customer Visit
Adalah pencapaian jumlah pengunjung GraPARI perbulannya.
4.
Waiting Time
Adalah pencapaian jumlah pengunjung yang menunggu untuk dilayani
kurang dari 20 menit di GraPARI perbulannya.
37
Dalam penilaian kinerja tersebut, GraPARI dibagi dalam beberapa type.
Type tersebut dikategorikan berdasarkan letak geografis dan tingkat ekonomi
masyarakat di sekitar GraPARI. Pembagian type tersebut adalah:
1.
T20, memiki target 1000
2.
T40, memiliki target 1500
3.
T150, memiliki target 2500
4.
T300, memiliki target 5000
5.
T600, memiliki target 7500
6.
T1000, memiliki target 14000
2.10.1 Pengertian Kinerja
Menurut http://kbbi.web.id/, kinerja dapat diartikan sebagai:
1.
Sesuatu yang dicapai.
2.
Prestasi yang diperlihatkan.
3.
Kemampuan kerja.
2.10.2 Perhitungan Penilaian Kinerja GraPARI
1.
Pencapaian Kinerja Sales
Jika jumlah customer visit lebih besar dari jumlah target, rumus untuk
menghitung pencapaian sales adalah:
Pencapaian Sales = (20% x Sales) / Customer Visit
Sedangkan jika jumlah customer visit lebih kecil dari jumlah target, rumus
pencapaian sales adalah:
Pencapaian Sales = (20% x Sales) / Target
2.
Pencapaian Kinerja Customer Visit
Rumus untuk menghitung pencapaian customer visit adalah:
Pencapaian Customer Visit = Customer Visit / Target
38
3.
Pencapaian Kinerja Waiting Time
Rumus untuk menghitung pencapaian waiting time adalah:
Pencapaian Waiting Time = Waiting Time / Customer Visit
Download