laporan pengelolaan pinjaman dan hibah

advertisement
LAPORAN PENGELOLAAN
PINJAMAN DAN HIBAH
EDISI MEI 2015
Direktorat Pinjaman dan Hibah
Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko
Kementerian Keuangan
Direktorat Pinjaman dan Hibah merupakan unit eselon II di bawah Direktorat
Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian Keuangan Republik Indonesia
yang tugas utamanya adalah melaksanakan pengelolaan pinjaman dan hibah Pemerintah
Republik Indonesia.




Pengelolaan pinjaman dan hibah dimaksud antara lain meliputi:
Penandatanganan perjanjian pinjaman dan hibah;
Amandemen atas perjanjian pinjaman dan hibah;
Penutupan masa laku penarikan pinjaman dan hibah;
Debt Swap.
Laporan ini merupakan laporan pengelolaan pinjaman dan hibah yang dilaksanakan
Direktorat Pinjaman dan Hibah selama bulan Mei 2015.
Klasifikasi Pinjaman dan Hibah
Menurut Peraturan Pemerintah (PP) No.54 tahun 2008 tentang Tata Cara Pengadaan
dan Penerusan Pinjaman Dalam Negeri oleh Pemerintah dan PP No. 10 tahun 2011 tentang
Tata Cara Pengadaan Pinjaman Luar Negeri dan Penerimaan Hibah, pinjaman dapat berupa:

Pinjaman Dalam Negeri
Pinjaman Dalam Negeri (PDN) dapat bersumber dari BUMN, Pemerintah Daerah, dan
Perusahaan Daerah.

Pinjaman Luar Negeri
Pinjaman Luar Negeri dapat bersumber dari:
Kreditor Multilateral, yaitu lembaga keuangan internasional yang
beranggotakan beberapa negara yang memberikan pinjaman kepada
Pemerintah.
Kreditor Bilateral, yaitu pemerintah negara asing atau lembaga yang bertindak
untuk pemerintah negara asing yang memberikan pinjaman kepada Pemerintah.
Kreditor Swasta Asing (KSA), yaitu lembaga keuangan asing, lembaga keuangan
nasional, dan lembaga non keuangan asing yang berdomisili dan melakukan
kegiatan usaha di luar wilayah Negara Republik Indonesia yang memberikan
pinjaman kepada Pemerintah berdasarkan perjanjian pinjaman tanpa jaminan
dari Lembaga Penjamin Kredit Ekspor (LPKE).
LPKE, yaitu lembaga yang ditunjuk negara asing untuk memberikan jaminan,
asuransi, pinjaman langsung, subsidi bunga, dan bantuan keuangan untuk
meningkatkan ekspor negara yang bersangkutan atau bagian terbesar dari dana
tersebut dipergunakan untuk membeli barang/jasa dari negara bersangkutan
Laporan Pengelolaan Pinjaman dan Hibah Edisi Mei 2015– hal 1
yang berdomisili dan melakukan kegiatan usaha di luar wilayah Negara Republik
Indonesia.
PP No.10 tahun 2011 juga mengatur sumber Hibah sebagai berikut:


Hibah Dalam Negeri, yaitu yang berasal dari lembaga keuangan dalam negeri, lembaga
non keuangan dalam negeri, Pemerintah Daerah, perusahaan asing yang berdomisili
dan melakukan kegiatan di wilayah Negara Republik Indonesia, lembaga lainnya, dan
perorangan.
Hibah Luar Negeri, yaitu yang berasal dari negara asing (bilateral), lembaga di bawah
Perserikatan Bangsa-Bangsa, lembaga multilateral, lembaga keuangan asing, lembaga
non keuangan asing, lembaga keuangan nasional yang berdomisili dan melakukan
kegiatan usaha di luar wilayah Negara Republik Indonesia, dan perorangan.
Kilas Kinerja
Selama bulan Mei 2015 telah dilaksanakan penandatanganan tiga perjanjian
pinjaman dan satu perjanjian hibah dengan total senilai Equiv.USD56,81 juta. Pinjaman ini
terdiri dari satu Pinjaman Dalam Negeri dari Bank BRI senilai IDR29,86 milyar (Equiv.
USD2,25 juta)*, satu Pinjaman Bilateral dari KfW Jerman senilai USD45 juta, satu Pinjaman
KSA/LPKE dari Komercni Banka, Republik Ceko senilai USD8,06 juta dan satu Hibah Luar
Negeri dari Asian Development Bank senilai USD1,5 juta.
PDN
3.96%
Pinj. KSA/LPKE
14.19%
Hibah
Multilateral
2.64%
Pinj. Bilateral
79.21%
Persentase Nilai Pinjaman dan Hibah Baru
berdasarkan Jenisnya
*) Kurs tengah BI per tanggal 29 Mei 2015
Laporan Pengelolaan Pinjaman dan Hibah Edisi Mei 2015– hal 2
Sedangkan untuk amandemen perjanjian pinjaman, hibah dan debt swap yang
disetujui pada bulan Mei 2015 adalah sebagai berikut:
Jenis
Hibah Bilateral
Pinjaman KSA/LPKE
Pinjaman KSA/LPKE
Pinjaman Bilateral
Jenis Amandemen
Perpanjangan Availability Period
Perpanjangan Availability Period
Perpanjangan Availability Period
Perpanjangan Availability Period
Lender/Donor
Pemerintah Australia
BNP Paribas
JBIC
JICA
Hibah Multilateral
Perubahan Executing Agency hibah
World Bank
dan Pemindahan Dana Grant
1
PDN
Debt Swap
Perpanjangan Availability Period
Perubahan referensi pinjaman
2
1
PT Bank Mandiri (Persero)
Pemerintah Australia
Jumlah
2
1
1
1
Pengelolaan Pinjaman dan Hibah
1.
Penandatanganan Perjanjian Pinjaman dan Hibah
Penandatanganan perjanjian pinjaman pada bulan Mei 2015 dilakukan untuk
masing-masing satu PDN, Pinjaman Bilateral, Pinjaman KSA, dan Hibah Luar Negeri.
Perjanjian PDN bersumber dari Bank BRI senilai IDR29,86 milyar, digunakan untuk
membiayai pengadaan Alutsista Kementerian Pertahanan. Perjanjian pinjaman
ditandatangani pada tanggal 18 Mei 2015 dengan Kementerian Pertahanan sebagai
Executing Agency.
Perjanjian Pinjaman KSA untuk membiayai pengadaan Alutsista Kementerian
Pertahanan telah ditandatangani pada tanggal 19 Mei 2015. Pinjaman tersebut bersumber
dari Komercni Banka senilai USD8,06 juta.
Perjanjian Pinjaman Bilateral dari Kreditanstalt für Wiederaufbau senilai USD45 juta
dalam bentuk Pinjaman Program telah ditandatangani pada tanggal 18 Mei 2015 dengan
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sebagai Executing Agency.
Selain itu, Perjanjian Hibah Luar Negeri yang bersumber dari Asian Development
Bank senilai USD1,5 juta dimana Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sebagai
Executing Agency telah ditandatangani pada tanggal 5 Mei 2015. Hibah tersebut digunakan
sebagai persiapan dalam penyusunan perjanjian Pinjaman Program dari Asian
Development Bank tahun 2015
Laporan Pengelolaan Pinjaman dan Hibah Edisi Mei 2015– hal 3
2.
Amandemen atas Perjanjian Pinjaman dan Hibah
Amandemen perjanjian pinjaman pada bulan Mei 2015 dilakukan untuk delapan
amandemen yang terdiri dari dua perjanjian Pinjaman Dalam Negeri, dua perjanjian
pinjaman LPKE/KSA, satu perjanjian Pinjaman Bilateral, dua perjanjian Hibah Bilateral, dan
satu perjanjian hibah Multilateral,. Amandemen perjanjian tersebut berupa perpanjangan
Availability Period pinjaman dan hibah, dan perubahan Executing Agency dari kegiatan yang
dibiayai dengan hibah.
Dua Perjanjian Pinjaman Dalam Negeri yang diamandemen bersumber dari Bank
Mandiri. Amandemen yang dilakukan berupa perpanjangan Availability Period. Amandemen
yang telah disetujui oleh Bank Mandiri pada tanggal 15 Mei 2015 tersebut digunakan untuk
membiayai pengadaan alutsista di Kementerian Pertahanan.
Perjanjian Pinjaman LPKE/KSA yang diamandemen bersumber dari JBIC dan Bank BNP
Paribas Paris sebanyak masing-masing satu perjanjian pinjaman. Kedua amandemen
perjanjian tersebut bertujuan untuk memperpanjang availability period karena terdapat
keterlambatan dalam pelaksanaan kegiatan. Pinjaman dari JBIC yang diamandemen adalah
untuk membiayai kegiatan Scattered Transmission and Substations Package 8 dengan PT
PLN sebagai Executing Agency dan disetujui oleh JBIC pada tanggal 15 Mei 2015. Sedangkan
pinjaman yang berasal dari BNP Paribas Paris adalah untuk membiayai pengadaan alutsista
di Kementerian Pertahanan dan telah disetujui pada tanggal 20 Mei 2015.
Perjanjian Pinjaman Bilateral dari JICA adalah untuk membiayai kegiatan Integrated
Water Resources and Flood Management Project for Semarang yang disetujui
amandemennya tanggal 13 Mei 2015. Amandemen tersebut bertujuan untuk
memperpanjang availability period pinjaman karena terdapat usulan kegiatan tambahan
dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kota Semarang untuk studi dan
desain Kanal Banjir Timur Kota Semarang dan sistem Sungai Dolok-Penggaron.
Perjanjian Hibah Luar Negeri yang diamandemen bersumber dari Pemerintah
Australia (2 perjanjian hibah). Perjanjian Hibah dari Pemerintah Australia yang
diamandemen tersebut berupa perpanjangan availability period untuk Subsidiary
Arrangement pada kegiatan Indonesia Infrastructure Initiative Phase II (Technical
Assistance) dan Australia Indonesia Infrastructure Grants Program, yang disetujui oleh
Pemerintah Australia pada tanggal 26 Mei 2015. Kedua amandemen dimaksudkan untuk
mengakomodasi kegiatan yang belum selesai dilaksanakan. Executing Agency kegitan
tersebut adalah Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Bappenas.
Laporan Pengelolaan Pinjaman dan Hibah Edisi Mei 2015– hal 4
Sumber: worldbank.org, pnpmgscsalahufu.blogspot.com
Perjanjian Hibah Multilateral yang diamandemen bersumber dari World Bank.
Amandemen yang dilakukan berupa perubahan Executing Agency untuk mengakomodir
struktur kabinet pemerintahan saat ini dan pemindahan sisa dana dari hibah yang lain.
Amandemen yang telah disetujui oleh World Bank pada tanggal 21 Mei 2015 tersebut
digunakan untuk membiayai proyek National Program for Community Empowerment in
Rural Areas – Healthy and Bright Generation (PNPM Generasi) Project. Executing Agency
proyek ini adalah adalah Ditjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa,
Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi.
3.
Debt Swap
Perjanjian Debt Swap yang telah disepakati untuk diamandemen adalah Debt2Health
Swap Agreement dari Pemerintah Australia. Debt Swap tersebut dilakukan dengan
mengalihkan pembayaran sebagian cicilan pinjaman kepada Pemerintah Australia untuk
membiayai kegiatan Global Fund untuk pemberantasan penyakit TBC, Malaria, dan HIV AIDS
di Indonesia. Persetujuan untuk penambahan referensi perjanjian pinjaman untuk
memenuhi target swap loan yang ada pada perjanjian Debt Swap tersebut telah
ditandatangani pada tanggal 26 Mei 2015.
Laporan Pengelolaan Pinjaman dan Hibah Edisi Mei 2015– hal 5
Download