1 - DistroDoc

advertisement
1. Kartografi atau pemetaan mempelajari representasi permukaan bumi
dengan simbol abstrak. Bisa dibilang, tanpa banyak kontroversi, kartografi
merupakan penyebab meluasnya kajian geografi. Kebanyakan geografer
mengakui bahwa ketertarikan mereka pada geografi dimulai ketika mereka
terpesona oleh peta di masa kecil mereka. walaupun subdisiplin ilmu geografi
lainnya masih bergantung pada peta untuk menampilkan hasil analisisnya,
pembuatan peta itu sendiri masih terlalu abstrak untuk dianggap sebagai ilmu
terpisah.
2. Pitogeografi yang mempelajari tanaman
3. Zoogeografi yang mempelajarai hewan
4. Antropogeografi yang mempelajari manusia.
5. Geografi fisik
Geografi fisik merupakan cabang geografi yang mempelajari gejala fisik di
permukaan bumi. Gejala fisik itu terdiri atas tanah, air, udara dengan segala
prosesnya. Bidang kajian dalam geografi fisik adalah gejala alamiah di
permukaan bumi yang menjadi lingkungan hidup manusia. Oleh karena itu
keberadaan cabang ilmu ini tidak dapat dipisahkan dengan mansuia.
6. Geografi Manusia
Geografi manusia merupakan cabang geografi yang obyek kajiannya
keruangan manusia. Aspek-aspek yang dikaji dalam cabang ini termaasuk
kependudukan, aktivitas manusia yang meliputi aktivitas ekonomi, aktivitas
politik, aktivitas sosial dan aktivitas budayanya. Dalam melakukan studi aspek
kemanusiaan, geografi manusia terbagi dalam cabang-cabang geografi
penduduk, geografi ekonomi, geografi politik, geografi permukiman dan
geografi sosial.
7. Geografi Ekonomi merupakan cabang geografi manusia yang bidang
kajiannya berupa struktur keruangan aktivitas ekonomi. Titik berat kajiannya
pada aspek keruangan struktur ekonomi masyarakat, termasuk bidang
pertanian, industri, perdagangan, transportasi, komunikasi, jasa, dan
sebagainya. Dalam analisisnya, faktor lingkungan alam ditinjau sebagai faktor
pendukung dan penghambat struktur aktivitas ekonomi penduduk. Geografi
ekonomi mencakup geografi pertanian, geografi industri, geografi
perdagangan, geografi transportasi dan komunikasi.
8. Geografi Politik merupakan cabang geografi manusia yang bidang
kajiannya adalah aspek keruangan pemerintahan atau kenegaraan yang
meliputi hubungan regional dan internasional, pemerintahan atau kenegaraan
dipermukaan bumi. Dalam geografi politik, lingkungan geografi dijadikan
sebagain dasar perkembangan dan hubungan kenegaraan. Bidang kajian
geografi politik relatif luas, seperti aspek keruangan, aspek politik, aspek
hubungan regional, dan internasional.
9. Geografi permukiman adalah cabang geografi yang obyek studinya
berkaitan dengan perkembangan permukimam di suatu wilayah permukaan
bumi. Aspek yang dibahas adalah kapan suatu wilayah dihuni manusia,
bagaimana bentuk permukimannya, faktor apa yang mempengaruhi
perkembangan dan pola permukiman.
10. Geografi Regional merupakan diskripsi yang menyeluruh antara aspek
manusia dan aspek alam (lingkungan). Fokus kajiannya adalah interelasi,
interaksi dan integrasi antara aspek alam dan manusia dalam suatu ruang
tertentu.
11.Geologi mempelajari lapisan batuan dari kulit bumi (atau litosfer) dan
perkembangan sejarahnya. Cabang utama dari ilmu ini adalah mineralogi,
petrologi, geokimia, paleontologi, stratigrafi dan sedimentologi.
12. Geofisika mempelajari sifat-sifat fisis bumi, seperti bentuk bumi, reaksi
terhadap gaya, serta medan potensial bumi (medan magnet dan gravitasi).
Geofisika juga menyelidiki interior bumi seperti inti, mantel bumi, dan kulit
bumi serta kandungan-kandungan alaminya.
13. Geodesi ilmu tentang pengukuran dan pemetaan permukaan bumi dan
dasar laut.
14. Ilmu tanah mempelajari lapisan terluar kulit bumi yang terlibat dalam
proses pembentukan tanah (atau pedosfer). Disiplin ilmu utama antara lain
adalah edafologi dan pedologi.
15. Glasiologi mempelajari bagian es dari bumi (atau kriosfer).
16. Ilmu atmosfer mempelajari bagian gas dari bumi (atau atmosfer) antara
permukaan bumi sampai lapisan eksofer (~1000 km). Cabang utama bidang
ini adalah meteorologi, klimatologi, dan aeronomi.
17. Klimatologi
(Yunani: κλίμα, Klima, "wilayah, zona"; dan-λογία,-logia) adalah studi iklim,
ilmiah didefinisikan sebagai kondisi cuaca rata-rata selama periode waktu
tertentu, dan merupakan cabang dari ilmu atmosfer . Pengetahuan dasar iklim
dapat digunakan dalam peramalan cuaca jangka pendek dengan
menggunakan teknik analog seperti El Niño - Southern Oscillation (ENSO),
yang Madden-Julian Oscillation (MJO), Osilasi Atlantik Utara (NAO), Annualar
Utara Mode (NAM ), osilasi Arktik (AO), Pasifik Utara (NP) Index, Decadal
Pasifik Oscillation (PDO), dan Pasifik Interdecadal Osilasi (IPO). Model iklim
digunakan untuk berbagai tujuan dari studi mengenai dinamika iklim cuaca
dan sistem untuk proyeksi iklim di masa mendatang.
18. Kimia atmosfer
adalah cabang ilmu atmosfer yang mempelajari kimia
atmosfer bumi dan planet-planet lain. Bidang multidisiplin ini melibatkan kimia
lingkungan, fisika, meteorologi, pemodelan komputer, oseanografi, geologi,
vulkanologi, dan disiplin-disiplin lainnya. Riset-riset yang dilakukannya
semakin berhubungan dengan bidang ilmu lain seperti klimatologi.
Meteorologi adalah ilmu yang mempelajari atmosfer bumi khususnya untuk
keperluan prakiraan cuaca. Kata ini berasal dari bahasa Yunani meteoros
atau ruang atas (atmosfer), dan logos atau ilmu pengetahuan yang
mempelajari dan membahas gejala perubahan cuaca yang berlangsung di
atmosfer.
19. Hidrometeorologi
Paleoklimatologi merupakan ilmu mengenai perubahan iklim yang terjadi
dalam seluruh rentang sejarah bumi
20. Biogeografi adalah cabang dari biologi yang mempelajari tentang keaneka
ragaman hayati berdasarkan ruang dan waktu. Cabang keilmuan ini bertujuan
untuk mengungkapkan mengenai kehidupan suatu organisme dan apa yang
mempengaruhinya.
21. Paleontologi adalah ilmu yang mempelajari tentang sejarah kehidupan di
bumi termasuk hewan dan tumbuhan zaman lampau yang telah menjadi fosil.
Palinologi merupakan ilmu yang mempelajari polinomorf yang ada saat ini
dan fosilnya, diantaranya serbuk sari, sepura, dinoflagelata, kista, acritarchs,
chitinozoa, dan scolecodont, bersama dengan partikel material organik dan
kerogen yang terdapat pada sedimen dan batuan sedimen.
22. Mikropaleontologi merupakan cabang paleontologi yang mempelajari
mikrofosil.
23. Geomikrobiologi adalah ilmu yang menggabungkan geologi dan
mikrobiologi, dan mempelajari interaksi organisme mikroskopis dengan
lingkungan anorganik, seperti pada batuan sedimen. Bidang ini menjadi
penting ketika berhubungan dengan mikroorganisme dalam akuifer dan suplai
air minum umum.
24. Hidrologi (berasal dari Bahasa Yunani: Yδρoλoγια, Yδωρ+Λoγos,
Hydrologia, "ilmu air") adalah cabang ilmu teknik sipil yang mempelajari
pergerakan, distribusi, dan kualitas air di seluruh Bumi, termasuk siklus
hidrologi dan sumber daya air. Orang yang ahli dalam bidang hidrologi
disebut hidrolog, bekerja dalam bidang ilmu bumi dan ilmu lingkungan, serta
teknik sipil dan teknik lingkungan.
25. Glasiologi (dari bahasa Perancis glace yang berarti es dan bahasa Yunani
Λoγος (logos) yang berarti ilmu) adalah ilmu yang mempelajari tentang sifatsifat fisika dan kimia dari es dan salju (gletser), pembentukan formasi,
pergerakan dan juga evolusinya
26. Limnologi (dari bahasa Inggris: limnology, dari bahasa Yunani: lymne,
"danau", dan logos, "pengetahuan") merupakan padanan bagi biologi perairan
darat, terutama perairan tawar. Lingkup kajiannya kadang-kadang mencakup
juga perairan payau (estuaria). Limnologi merupakan kajian menyeluruh
mengenai kehidupan di perairan darat, sehingga digolongkan sebagai bagian
dari ekologi.
27. Hidrogeologi (hidro- berarti air, dan -geologi berarti ilmu mengenai batuan)
merupakan bagian dari hidrologi yang mempelajari penyebaran dan
pergerakan air tanah dalam tanah dan batuan di kerak Bumi (umumnya
dalam akuifer). Istilah geohidrologi sering digunakan secara bertukaran.
Beberapa kalangan membuat sedikit perbedaan antara seorang ahli
hidrogeologi atau ahli rekayasa yang mengabdikan dirinya dalam geologi
(geohidrologi), dan ahli geologi yang mengabdikan dirinya pada hidrologi
(hidrogeologi)
28. Oseanografi (berasal dari bahasa Yunani
oceanos yang berarti laut dan γράφειν atau graphos yang berarti gambaran
atau deskripsi juga disebut oseanologi atau ilmu kelautan) adalah cabang dari
ilmu bumi yang mempelajari segala aspek dari samudera dan lautan. Secara
sederhana oseanografi dapat diartikan sebagai gambaran atau deskripsi
tentang laut. Dalam bahasa lain yang lebih lengkap, oseanografi dapat
diartikan sebagai studi dan penjelajahan (eksplorasi) ilmiah mengenai laut
dan segala fenomenanya. Laut sendiri adalah bagian dari hidrosfer. Seperti
diketahui bahwa bumi terdiri dari bagian padat yang disebut litosfer, bagian
cair yang disebut hidrosfer dan bagian gas yang disebut atmosfer. Sementara
itu bagian yang berkaitan dengan sistem ekologi seluruh makhluk hidup
penghuni planet
29. Biologi laut atau oceanografi biologi, ilmu mengenai tumbuhan, binatang
dan mikrobe (biota) samudera dan interaksi ekologi mereka
30. Oceanografi kimia atau kimia laut, ilmu mengenai kimia samudera dan
interaksi kimianya dengan atmosfer
31. Geologi laut atau oceanografi geologi, ilmu mengenai geologi dasar laut
termasuk tektonik lempeng
32. Oceanografi fisika ilmu mengenai ciri fisik samudera termasuk struktur
suhu-salinitas, pencampuran, ombak, pasang, dan arus Rekayasa laut
mencakup disain dan membangun anjungan minyak, kapal, pelabuhan, dan
struktur lainnya sehingga memungkinkan kita untuk menggunakan samudera
dengan bijaksana.
33. Geologi ekonomi
berhubungan dengan material
bumi yang dapat digunakan untuk tujuan ekonomi dan/atau industri.
34. Geologi rekayasa adalah penerapan ilmu geologi dalam praktek rekayasa
untuk tujuan menjamin faktor-faktor geologi yang mempengaruhi lokasi,
disain, konstruksi, operasi dan perawatan pekerjaan rekayasa telah dikenali
dan diperhitungkan dengan matang.
35. Geologi lingkungan Mengelola sumberdaya geologi dan hidrogeologi
seperti bahan bakar fosil, mineral, air (permukaan dan air bawah permukaan),
dan tata guna lahan. Menetapkan dan mengurangi kemungkinan akibat
bencana alam pada manusia. Mengelola pembuangan sampah industri dan
rumah tangga serta mengurangi atau menghilangkan efek polusi.
36. Geologi sejarah menggunakan prinsip-prinsip geologi untuk
merekonstruksi dan memahami sejarah bumi. Bidang ini berfokus pada
proses-proses geologi yang mengubah permukaan dan bawah permukaan
bumi, dan penggunaan stratigrafi, geologi struktur, serta paleontologi untuk
menjelaskan urutan kejadian tersebut. Bidang ini juga berfokus pada evolusi
tumbuhan dan binatang selama periode waktu berbeda dalam skala waktu
geologi.
37. Sedimentologi adalah ilmu yang mempelajari pembentukan lapisan tanah
karena pengendapan tanah yang mengalami perpindahan dari tempat lain.
Stratigrafi adalah studi mengenai sejarah, komposisi dan umur relatif serta
distribusi perlapisan tanah dan interpretasi lapisan-lapisan batuan untuk
menjelaskan sejarah Bumi. Dari hasil perbandingan atau korelasi antarlapisan
yang berbeda dapat dikembangkan lebih lanjut studi mengenai litologi
(litostratigrafi), kandungan fosil (biostratigrafi), dan umur relatif maupun
absolutnya (kronostratigrafi). stratigrafi kita pelajari untuk mengetahui luas
penyebaran lapisan batuan.
38. Geologi struktur adalah studi mengenai distribusi tiga dimensi tubuh
batuan dan permukaannya yang datar ataupun terlipat, beserta susunan
internalnya.
39. Geokimia adalah cabang ilmu geologi yang mempelajari komposisikomposisi kimia bagian dari bumi misalnya pada lithosfer yang sebagian
besar komposisi kimianya adalah silikat serta pada daerah stalaktit dan
stalagmit banyak ditemukan CaCO3.
40. Geomorfologi adalah sebuah studi ilmiah terhadap permukaan Bumi dan
poses yang terjadi terhadapnya. Secara luas, berhubungan dengan landform
(bentuk lahan) tererosi dari batuan yang keras, namun bentuk konstruksinya
dibentuk oleh runtuhan batuan, dan terkadang oleh perolaku organisme di
tempat mereka hidup. "Surface" (permukaan) jangan diartikan secara sempit;
harus termasuk juga bagian kulit bumi yang paling jauh. Kenampakan
subsurface terutama di daerah batugamping sangat penting dimana sistem
gua terbentuk dan merupakan bagian yang integral dari geomorfologi.
41. Geofisika adalah bagian dari ilmu bumi yang mempelajari bumi
menggunakan kaidah atau prinsip-prinsip fisika. Di dalamnya termasuk juga
meteorologi, elektrisitas atmosferis dan fisika ionosfer. Penelitian geofisika
untuk mengetahui kondisi di bawah permukaan bumi melibatkan pengukuran
di atas permukaan bumi dari parameter-parameter fisika yang dimiliki oleh
batuan di dalam bumi. Dari pengukuran ini dapat ditafsirkan bagaimana sifatsifat dan kondisi di bawah permukaan bumi baik itu secara vertikal maupun
horisontal.
42. Geokronologi merupakan ilmu untuk menentukan umur absolut batuan,
fosil, dan sedimen, dalam suatu tingkat ketidakpastian tertentu yang melekat
dalam metode yang digunakan. Berbagai macam metode penentuan umur
digunakan oleh ahli geologi untuk mencapai hal tersebut.
43. Hidrogeologi (hidro- berarti air, dan -geologi berarti ilmu mengenai batuan)
merupakan bagian dari hidrologi yang mempelajari penyebaran dan
pergerakan air tanah dalam tanah dan batuan di kerak Bumi (umumnya
dalam akuifer). Istilah geohidrologi sering digunakan secara bertukaran.
Beberapa kalangan membuat sedikit perbedaan antara seorang ahli
hidrogeologi atau ahli rekayasa yang mengabdikan dirinya dalam geologi
(geohidrologi), dan ahli geologi yang mengabdikan dirinya pada hidrologi
(hidrogeologi).
44. Mineralogi merupakan ilmu bumi yang berfokus pada sifat kimia, struktur
kristal, dan fisika (termasuk optik) dari mineral. Studi ini juga mencakup
proses pembentukan dan perubahan mineral.
45. Kristalografi adalah sains eksperimental yang bertujuan menentukan
susunan atom dalam zat padat. Dahulu istilah ini digunakan untuk studi ilmiah
kristal. Kata "kristalografi" berasal dari kata bahasa Yunani
crystallon = tetesan dingin/beku, dengan makna meluas kepada semua
padatan transparan pada derajat tertentu, dan graphein = menulis.
Gemologi
46. Petrologi
adalah bidang geologi yang berfokus pada studi mengenai batuan dan kondisi
pembentukannya. Ada tiga cabang petrologi, berkaitan dengan tiga tipe
batuan: beku, metamorf, dan sedimen. Kata petrologi itu sendiri berasal dari
kata Bahasa Yunani petra, yang berarti "batu".
47. Vulkanologi
merupakan studi tentang gunung berapi, lava, magma, dan fenomena geologi
yang berhubungan. Seorang ahli vulkanologi adalah orang yang melakukan
studi pada bidang ini. Istilah vulkanologi berasal dari Bahasa Latin
Vulcan, dewa api Romawi.
48. Ilmu tanah adalah pengkajian terhadap tanah sebagai sumber daya alam.
Dalam ilmu ini dipelajari berbagai aspek tentang tanah, seperti pembentukan,
klasifikasi, pemetaan, berbagai karakteristik fisik, kimiawi, biologis,
kesuburannya, sekaligus mengenai pemanfaatan dan pengelolaannya. Tanah
adalah lapisan yang menyeliputi bumi antara litosfer (batuan yang
membentuk kerak bumi) dan atmosfer. Tanah menjadi tempat tumbuh
tumbuhan dan mendukung kehidupan hewan dan manusia.
49. Edafologi (dipinjam dari bahasa Inggris: edaphology, yang membentuknya
dari dua kata bahasa Yunani ἔδαφος, edaphos, "tanah, pijakan"; dan -λογία, -
logia, "lambang", "pengetahuan"), atau ilmu kesuburan tanah, adalah salah
satu dari dua cabang utama ilmu tanah yang mempelajari peran tanah
sebagai pendukung kehidupan, terutama tumbuhan. Cabang utama ilmu
tanah yang lain adalah pedologi.
50. Pedologi
Geografi adalah ilmu yang mempelajari tentang lokasi serta persamaan dan
perbedaan (variasi) keruangan atas fenomena fisik dan manusia di atas
permukaan bumi. Kata geografi berasal dari Bahasa Yunani yaitu gêo
("Bumi") dan graphein ("menulis", atau "menjelaskan").
MACAM-MACAM BENTUK LAHAN
Verstappen (1983) telah mengklasifikasikan bentuklahan berdasarkan
genesisnya menjadi 10 (sepuluh) macam bentuklahan asal proses, yaitu:
1. Bentuklahan asal proses volkanik (V), merupakan kelompok besar satuan
bentuklahan yang terjadi akibat aktivitas gunung api. Contoh bentuklahan ini
antara lain: kerucut gunungapi, madan lava, kawah, dan kaldera.
2. Bentuklahan asal proses struktural (S), merupakan kelompok besar satuan
bentuklahan yang terjadi akibat pengaruh kuat struktur geologis. Pegunungan
lipatan, pegunungan patahan, perbukitan, dan kubah, merupakan contohcontoh untuk bentuklahan asal struktural.
3. Bentuklahan asal fluvial (F), merupakan kelompok besar satuan
bentuklahan yang terjadi akibat aktivitas sungai. Dataran banjir, rawa
belakang, teras sungai, dan tanggul alam merupakan contoh-contoh satuan
bentuklahan ini.
4. Bentuklahan asal proses solusional (S), merupakan kelompok besar satuan
bentuklahan yang terjadi akibat proses pelarutan pada batuan yang mudah
larut, seperti batu gamping dan dolomite, karst menara, karst kerucut, doline,
uvala, polye, goa karst, dan logva, merupakan contoh-contoh bentuklahan ini.
5. Bentuklahan asal proses denudasional (D), merupakan kelompok besar
satuan bentuklahan yang terjadi akibat proses degradasi seperti longsor dan
erosi. Contoh satuan bentuklahan ini antara lain: bukit sisa, lembah sungai,
peneplain, dan lahan rusak.
6. Bentuklahan asal proses eolin (E), merupakan kelompok besar satuan
bentuklahan yang terjadi akibat proses angin. Contoh satuan bentuklahan ini
antara lain: gumuk pasir barchan, parallel, parabolik, bintang, lidah, dan
transversal.
7. Bentuklahan asal proses marine (M), merupakan kelompok besar satuan
bentuklahan yang terjadi akibat proses laut oleh tenaga gelombang, arus, dan
pasang-surut. Contoh satuan bentuklahan ini adalah: gisik pantai (beach),
bura (spit), tombolo, laguna, dan beting gisik (beach ridge). Karena
kebanyakan sungai dapat dikatakan bermuara ke laut, maka seringkali terjadi
bentuklahan yang terjadi akibat kombinasi proses fluvial dan proses marine.
Kombinasi ini disebut proses fluvio-marine. Contoh-contoh satuan
bentuklahan yang terjadi akibat proses fluvio marine ini antara lain delta dan
estuari.
8. Bentuklahan asal glasial (G), merupakan kelompok besar satuan
bentuklahan yang terjadi akibat proses gerakan es (gletser). Contoh satuan
bentuklahan ini antara lain lembah menggantung dan morine.
9. Bentuklahan asal organik (O), merupakan kelompok besar satuan
bentuklahan yang terjadi akibat pengaruh kuat aktivitas organisme (flora dan
fauna). Contoh satuan bentuklahan ini adalah mangrove dan terumbu karang.
10. Bentuklahan asal antropogenik (A), merupakan kelompok besar satuan
bentuklahan yang terjadi akibat aktivitas manusia. Waduk, kota, dan
pelabuhan, merupakan contoh-contoh satuan bentuklahan hasil proses
antropogenik.
Download