Penyusunan RAB dan SPJ dalam Penelitian Kerjasama

advertisement
Penyusunan RAB dan SPJ dalam
Penelitian Kerjasama
Habiburrochman,SE,M.Si,Ak,CA,CPA
Lembaga Penelitian dan Inovasi (LPI)
Universitas Airlangga
Tahun 2016
Tujuan Mekanisme Pengelolaan Dana Penelitian
Rincian kegiatan pengelolaan Keuangan
DISKUSI
Penutup
Menata sistem
pengelolaan
dana penelitian
Mempermudah
peneliti dalam
pelaksanaan
penelitian
Meningkatkan
akuntabilitas
pelaporan
Keuangan
penelitian/kontrak
Bagaimana bentuk kontrak/isi kontrak dengan
Pemda/BUMN/Perusahaan (lembaga donor)
Apakah ada syarat khusus yang ditetapkan oleh lembaga
donor?
Apa yang menjadi dasar penyusunan RAB- SBU,Inkindo,etc
Bagaimana kontrak antara LPPM dengan Peneliti?
Apakah dana penelitian dibelanjakan sesuai dengan
anggaran dan di SPJ kan sesuai ketentuan yang berlaku
Apakah laporan keuangan sudah disusun sesuai format
yang sudah ditetapkan
Apakah dana penelitian dibelanjakan dan dilaporkan sesuai
dengan ketentuan donor
Apakah pajak yang timbul akibat kegiatan penelitian sudah
disetorkan
Penyusunan RAB
(Proposal)
Administrasi
Keuangan
Penyusunan Laporan
Pertanggungjawaban
Fungsi RAB
 Alat untuk memberikan informasi rincian
perkiraan komponen biaya yang dibutuhkan
dalam Melakukan Penelitian.
 Alat bantu untuk mengidentifikasi komponen
biaya utama dan pendukung dalam melakukan
penelitian.
 Alat untuk menghitung total biaya
diperlukan untuk melakukan penelitian.
yang
7
Komponen RAB
Komponen-komponen input dari penelitian atau
pengabdian pada Masyarakat berisi:
 Perhitungan biaya satuan, volume dan jumlah biaya
masing-masing komponen.
 Jumlah total biaya yang menunjukkan biaya
keluaran/output.
 Perhitungan biaya satuan dapat mengacu pada tarif
satuan SBM (Menkeu 2015), atau SBK (Keputusan
Rektor Unair 2015), atau lainnya tarif yang disusun
oleh INKINDO 2015
8
Komponen RAB
Besaran Komponen-komponen input dari
penelitian/kontrak mengacu pada isi kontrak
seperti yang dilakukan oleh DIKTI dalam Buku
Panduan Penelitian Edisi X tahun 2016. Jika
memungkinkan LPI bisa juga membuat buku
panduan untuk memudahkan pelaksanaan
kontrak
9
POLA KONTRAK
Secara umum kontrak dengan
BUMN,PEMDA,Perusahaan bisa dibagi menjadi 2:
1. Kontrak Swakelola
2. Kontrak Jasa
Dalam Kontrak Swakelola, tanggung jawab tetap ada
pada pemberi kerja (umumnya Pemda).
Konsekuensinya peneliti (LPI) wajib menyerahkan SPJ
atas kegiatan yang dilakukan sesuai ketentuan yang
berlaku.
Dalam Kontrak Jasa, besaran kontrak langsung
diperlakukan secara lump sum. Konsekuensinya
atas kontrak tersebut LPI langsung dikenai PPN
(10%) dan PPh ps 23 (2%)
10
POLA KONTRAK
Konsekuensi lain dari kontrak-kontrak tersebut
berakibat pada tata cara peng SPJ an yang harus
dilakukan oleh LPI.
11
•
Kontrak Lump Sum/Jasa dilakukan untuk pelaksanaan
pekerjaan berdasarkan keluaran (output basis)
dengan demikian mata pembayaran dalam Rencana
Anggaran Biaya tidak perlu rinci. Pekerjaan tersebut
antara lain :
– Studi: Pra Studi Kelayakan, Studi Kelayakan, Baseline Study,
Sistem Informasi, StudiLingkungan / Kawasan, AMDAL,
Identifikasi Program, Studi / Kajian lainnya.
– Perencanaan Umum dan Perencanaan Teknis: Master Plan,
Pra Design, Basic Design, Concept Design, Design
Development, Detail Engineering Design, Final Engineering
Design, Review Design, Quantity Surveyor.
– Survei: Pemetaan / Foto Udara, Pengukuran Topografi,
Bathymetri, Hydrologi, Soil Investigation / Geoteknik, Sosial
Ekonomi, Survei Lalu Lintas dan O-D, Survei Kondisi
Jalan/Jembatan, Leger Jalan, Survei lainnya.
• a. Gaji/Honorarium
• b. Barang/bahan Habis Pakai
• c. Peralatan
• d. Perjalanan Dinas
Komponen Alokasi
Anggaran Dana
(proposal)
• e. Pajak
• f. Sewa
• g. Lain-lain
Perlu diperhatikan bahwa selama ini memang ada institution
fee untuk Unair sebagai bagian dari jasa institusi. Hanya saja
beberapa bouwheer tidak berkenan adanya institution fee.
Untuk itu perlu di rencanakan dengan seksama dalam RAB
untuk mengalokasikan dalam suatu kegiatan (khususnya
dalam kontrak swakelola)
Semua penerimaan (jumlah grant dan bunga grant) disetor
melalui rekening rektor dan semua pengeluaran dikelola
sesuai dengan anggaran yang telah disetujui oleh
donatur/pemerintah dan lainnya.
Peneliti dapat langsung mengajukan dana sesuai dengan
anggaran penelitian yang ada (dengan mengacu panduan
Dikti-untuk penelitian yang berasal dari Dikti/APBN).
Presentase tahap pencairan dana sesuai dengan ketentuan
(ketentuan akan diatur tersendiri)
Peralatan dan aset tetap lain yang diperoleh dari
pelaksanaan penelitian, akan menjadi milik lembaga
(Unair) tersebut setelah penelitian selesai
Ketentuan mengenai pengadaan peralatan sesuai Perpres
54/2010
Mekanisme perjalanan dinas mengikuti Standar Biaya
Umum (SBU) yang telah ditentukan berdasarkan SBU
Pemerintah
Semua SPJ penggunaan dana dicatat, disimpan dan
dilaporkan bersama penyelesaian penelitian.
LPI– Direktorat Keuangan – Tahun 2016
Download