kertas satuan kerja

advertisement
2015
PANDUAN PEMBELAJARAN
MANAJEMEN FISIOTERAPI
AKTIVITAS FUNGSIONAL
DAN REKREASI
SEMESTER V
PROGRAM STUDI FISIOTERAPI
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA
Study Guide Aktivitas Fungsional dan Rekreasi
Lecture 1 : Konsep Dasar Aktivitas Fungsional dan Rekreasi
Tujuan Pembelajaran :

Mampu memahami dan menjelaskan konsep dasar Aktifitas Fungsional dan
Rekreasi

Mampu memahami dan menjelaskan konsep Kapasitas Fisik dan Kemampuan
Fungsional

Mampu memahami dan menjelaskan Fungsi yang terlibat dalam Kapasitas Fisik

Mampu memahami dan menjelaskan Tujuan Manajemen Aktivitas Fungsional
Rekreasi

Mampu memahami dan menjelaskan Jenis-jenis Aktivitas Fungsional dan Rekreasi
Konten Kurikulum :

Konsep dasar manajemen Aktivitas Fungsional dan Rekreasi

Konsep Kapasitas Fisik dan Kemampuan Fungsional

Fungsi – fungsi yang Terlibat Dalam Kapasitas Fisik

Tujuan Manajemen Aktivitas Fungsional Rekreasi

Jenis-jenis Aktivitas Fungsional dan Rekreasi
Abstrak
Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, perkembangan
keilmuan di bidang kesehatan juga terus mengalami perubahan dan telah mendorong
terjadinya pergeseran konsep keilmuan fisioterapi di Indonesia. Salah satu konsep
tersebut memandang manusia sebagai makhluk biopsikososial dimana dalam upaya
pemenuhan kebutuhan hidup harus melakukan kewajiban kewajiban fungsional dengan
kapasitas fisik dan kemampuan fungsional yang optimal. Adapun kewajiban-kewajiban
fungsional tersebut terdiri dari kewajiban melaksanakan aktivitas sehari-hari, kewajiban
melaksanakan aktivitas produktif, dan kewajiban melaksanakan aktivitas rekreasi.
Dalam
menjalani
kehidupan
sehari-hari
mungkin
secara
tidak
sadar
kita
telah
menghadapi berbagai stressor yang dapat dipengaruhi oleh penurunan kapasitas fisik
sehingga
menimbulkan
penurunan
kemampuan
fungsional
dalam
melaksanakan
kewajiban-kewajiban fungsional dalam memenuhi kebutuhan hidup sebagai makhluk
biopsikososial. Memahami konsep aktivitas fungsional dan rekreasi menjadi salah satu
komponen
penting
dalam
pemanfaatan
kapasitas
fisik
yang
dimiliki
dalam
mengoptimalkan kemampuan fungsional individu yang mengalami penurunan fungsional.
Fakultas Kedokteran Program Studi Fisioterapi
2
Study Guide Aktivitas Fungsional dan Rekreasi
Maka
dari
itu,
untuk
mengembangkan
dan
dapat
mengimplementasikan
manajemen fisioterapi aktivitas fungsional dan rekreasi , seorang Fisioterapis harus
mengerti dan memahami seberapa pentingnya manajemen aktifitas fungsional rekreasi
dan mampu merencanakan serta menerapkan aktivitas fungsional dan rekreasi yang
tepat guna dan tujuan dalam kehidupan sehari-hari. Fungsi yang terlibat dalam
manajemen aktivitas fungsional dan rekreasi ini meliputi fungsi sensomotorik, fungsi
kognitif, serta psikologis. Seorang fisioterapis juga diharapkan mengetahui penurunan
fungsi yang terjadi pada setiap individu agar perencanaan aktivitas fungsional dan
rekreasi dapat mengoptimalkan kapasitas fisik dan kemampuan fungsional dalam
kehidupan sehari-hari.
Skenario
Seorang Individu berusia 49 tahun mengalami kelemahan pada sisi tubuh sebelah
kanan sejak 6 bulan lalu. Individu tersebut mengalami keterbatasan dalam melakukan
aktivitas perawatan diri dan bekerja. Aktivitas rekreasi yang dulunya dilakukan setiap
akhir pekan seperti bermain tennis juga terhenti sejak keluhannya muncul.
Learning Task
Diskuskan skenario di atas :

Berdasarkan skenario diatas, bagaimana penurunan fungsi yang terjadi yang
mempengaruhi kapasitas fisik dan kemampuan fungsional individu tersebut serta
perencanaan yang dapat dilakukan sesuai dengan penurunan fungsi yang terjadi .

Apakah tujuan mengetahui konsep kapasitas fisik, kemampuan fungsional, fungsi
yag terlibat dalam AFR serta jenis-jenis AFR, dalam mengatasi permasalahan
diatas.
Self Assessment

Jelaskanlah pentingnya konsep dasar AFR bagi seorang fisioterapis!

Apakah yang dimaksud dengan kapasitas fisik?

Apakah yang dimaksud dengan kemampuan fungsional?

Jelaskan masing-masing fungsi yang terlibat dalam AFR!

Jelaskan Tujuan Manajemen Aktivitas Fungsional Rekreasi !

Sebutkan Jenis-jenis Aktivitas Fungsional dan Rekreasi !
Refrence
 Slamet Parjoto, SMPh., dkk., (2002) Aktivitas Fungsional dan Rekreasi (AFR),
Surakarta
Fakultas Kedokteran Program Studi Fisioterapi
3
Study Guide Aktivitas Fungsional dan Rekreasi
Lecture 2 : Fungsi Sensomotorik
Tujuan Pembelajaran :

Mampu memahami dan menjelaskan pengertian fungsi sensorik dan motorik

Mampu memahami dan menjelaskan komponen fungsi sensorik

Mampu memahami dan menjelaskan komponen fungsi motorik

Mampu memahami dan menjelaskan komponen integrasi sensomotorik
KontenKurikulum :

Definisi fungsi sensorik dan motorik

Pengertian Persepsi, Body Scheme, Body Image, Reflex Patologis

Komponen Fungsi Motorik

Pengertian Integrasi Sensomotorik
Abstrak
Fungsi Sensomotorik merupakan salah satu fungsi yang terlibat dalam aktivitas
fungsional dan rekreasi. Kedua fungsi ini memiliki integrasi yang saling berpengaruh.
Sensoris itu sendiri merupakan segala macam perasaan yang disadarkan melalui
susunan ascendens atau afferen. Fungsi sensorik dimulai dengan adanya proses persepsi
yang disadarkan melalui pengindraan. Adanya stimulus eksternal ataupun internal
mempengaruhi proses persepsi yag terjadi. Selanjutnya, fungsi motorik akan menjawab
setiap stimulus. Macam dan bentuk aktivitas / respon motorik tergantung dari macam
dan bentuk stimulus, kemampuan perseptual, dan kemampuan kognitif yang merupakan
sistem
pengambilan
keputusan.
Komponen
fungsi
motorik
yang
terlibat
dalam
menentukan kinerja motorik meliputi : kekuatan (strength) , koordinasi (coordination) ,
ketahanan (endurance) , Luas Gerak Sendi (Range of Motion) , kecepatan (velocity).
Kedua fungsi ini yakni fungsi sensorik dan fungsi motorik memiliki hubungan timbale
balik di dalam system intrapersonal dimana dungsi sensorik sebagai penerima stimulus
dan fungsi motorik sebagai pelaksana keputusan yang di ambil pada tingkat kortikal,
yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas capaian. Hal ini terangkum dalam sebuah
mekanisme yang disebut integrasi sensomotorik.
Dengan demikian, ketrampilan motorik dan ketrampilan fisik melalui integrasi
sensomotorik
ini
sangat
menentukan
bagaimana
capaian
setiap
menggunakan kapasitas fisik dan kemampuan fungsional yang optimal.
Skenario
Fakultas Kedokteran Program Studi Fisioterapi
individu
dalam
4
Study Guide Aktivitas Fungsional dan Rekreasi
Seorang pria bernama Mr. X berusia 60 tahun menderita Parkinson sejak 6 bulan yang
lalu. Mr. X dahulunya adalah seorang atlet marathon. Mr. X juga memiliki sebuah toko
alat elektronik yang dia kelola bersama istrinya. Saat ini Mr. X sedang menjalani
fisioterapi di rumahnya.
Learning Task
Diskuskan skenario di atas :

Berdasarkan skenario diatas, bagaimana penurunan fungsi sensorik dan motorik
yang dialami Mr. X?

Dari penurunan kedua fungsi tersebut, bagaimana dampak terhadap kemampuan
fungsional yang dimiliki Mr. X ?
Self Assessment

Jelaskanlah apa yang dimaksud fungsi sensorik ?

Jelaskanlah apa yang dimaksud fungsi motorik ?

Jelaskanlah komponen motorik ?

Bagaimana integrasi sensomotorik yang penting pada setiap individu ?

Mengapa penting bagi fisioterapis untuk mengetahui fungsi sensomotorik dalam
manajemen aktivitas fungsional dan rekreasi ?
Refrence
 Slamet Parjoto, SMPh., dkk., (2002) Aktivitas Fungsional dan Rekreasi (AFR),
Surakarta
Fakultas Kedokteran Program Studi Fisioterapi
5
Study Guide Aktivitas Fungsional dan Rekreasi
Lecture 3 : Fungsi Kognitif
Tujuan Pembelajaran :

Mampu memahami dan menjelaskan pengertian fungsi kognitif dalam AFR

Mampu memahami dan menjelaskan aspek-aspek dalam fungsi kognitif
Konten Kurikulum :

Definisi fungsi kognitif dalam AFR

Aspek-aspek dalam fungsi kognitif
Abstrak
Fungsi Kognitif merupakan segala proses dimana masukan (input) sensorik
diterima , ditransformasikan, dikurangi, diperinci, disimpan, dan dimunculkan lagi atau
dipergunkan pada suatu kesempatan. Fungsi ini merupakan salah satu fungsi yang
terlibat dalam aktivitas fungsional dan rekreasi. Kemampuan kognitif memegang
perananan penting dalam berbagai aktivitas mulai dari tingkat sederhana hingga
kompleks. Tidak hanya defisit sensorik dan motorik saja
yang dialami oleh individu
dengan penurunan kemampuan fungsional tetapi dapat pula dipengaruhi oleh adanya
defisit kognitif. Defisit kognitif yang terlibat seperti defisit memori sehingga tidak dapat
mengingat
perintah
yang
diberikan
kepadanya,
kesulitan
dalam
berbahasa
(berkomunikasi) sehingga tidak dapat memahami yang diperintahkan, atau mungkin ada
gangguan dalam kemampuan pemecahan masalah (problem solving), dimana klien /
pasien tidak dapat mengidentifikasi permasalahan dan berinisiatif dalam menyusun
rencana pemecahan masalah.
Dengan demikian, seorang fisioterapis hendak memahami aspek-aspek dalam
fungsi kognitif terutama kaitannya dengan gangguan dalam aktivitas dari klien atau
pasien dalam melaksanakan kewajiban fungsional dalam rangka pemenuhan kebutuhan
hidup sebagai makhluk biopsikososial.
Skenario
Seorang pasien berusia 80 tahun datang ke klinik fisioterapi dengan riwayat stroke
hemiparese dextra sejak 3 bulan yang lalu. Pasien dahulunya suka berkebun. Saat ini,
pasien sulit berkomunikasi karena fungsi pendengarannya menurun. Pasien lebih sulit
menerima intruksi saat fisioterapis memberikan terapi latihan. Pasien sering bercerita
mengenai aktivitas berkebunnya terdahulu berulang kali.
Learning Task
Fakultas Kedokteran Program Studi Fisioterapi
6
Study Guide Aktivitas Fungsional dan Rekreasi
Diskusikan skenario di atas :

Berdasarkan skenario diatas, bagaimana penurunan fungsi kognitif yang dialami
pasien tersebut?

Bagaimana aspek-aspek fungsi kognitif yang bias ditingkatkan berdasarkan
kondisi di atas ?
Self Assessment

Jelaskanlah apa yang dimaksud fungsi kognitif dalam AFR ?

Sebutkan aspek-aspek fungsi kognitif dalam AFR dan jelaskanlah secara ringkas
menurut pendapat Anda ?
Refrence
 Slamet Parjoto, SMPh., dkk., (2002) Aktivitas Fungsional dan Rekreasi (AFR),
Surakarta
Fakultas Kedokteran Program Studi Fisioterapi
7
Study Guide Aktivitas Fungsional dan Rekreasi
Lecture 4 : Aktivitas Rekreasi dan Permainan
Tujuan Pembelajaran :

Mampu memahami dan menjelaskan definisi aktivitas rekreasi

Mampu memahami dan menjelaskan manfaat rekreasi

Mampu memahami dan menjelaskan perencanaan rekreasi dan penerapannya

Mampu memahami dan menjelaskan definisi aktivitas permainan

Mampu memahami, menjelaskan dan menyusun bentuk permainan
Konten Kurikulum :

Definisi aktivitas rekreasi

Manfaat rekreasi

Perencanaan rekreasi

Penerapan rekreasi dalam kondisi sakit, baru sembuh dari sakit dan untuk anakanak

Definisi aktivitas permainan

Bentuk permaianan
Abstrak
Aktivitas rekreasi merupakan salah satu kewajiban fungsional individu dalam
rangka memenuhi kebutuhan hidupnya. Hal ini terkaitan dengan kebutuhan dasar
individu untuk melakukan aktivitas rekreasi dan permainan baik dalam kondisi sakit
ataupun tidak. Dalam aktivitas fungsional dan rekreasi, rekreasi dan berbagai bentuk
permainan dapan diaplikasikan pada keadaan patologis maupun non patologis tergantuk
pada manfaat dan tujuan yang akan dicapai dena=gan memperhatikan kebutuhan fisik,
psikologi, social dan spiritual. Salah satu manfaat yang dapat didapatkan misalnya
mencegah kebosanan akibat suatu aktivitas yang rutin seperti pekerjaan kantor, pasien
rawat inap dalam waktu lama. Selain itu, aktivitas mengisi waktu luang dapat mencegah
keadaan yang melelahkan /keletihan dalam beraktivitas sehari-hari yang membutuhkan
energi yang melebihi kemampuan tubuh. Aktivitas rekreasi dan permainan juga
dibutuhkan
untuk
membentuk
kesegaran
pikiran
dan
perasaan
guna
menjaga
keseimbangan diri dalam meningkatkan konsentrasi saat bekerja. Aktivitas ini juga
dapat dijadikan sarana untuk melatih kemampuan sensomotorik.
Dengan demikian, seorang fisioterapis hendak memahami konsep aktivitas
rekreasi dan permainan dalam mendukung ketrampilan dalam memberikan intervensi
pada pasien / klien yang tentunya sebagai makhluk biopsikososial memerlukan
keseimbangan diri dalam melakukan aktivitas fungsional dan rekreasi dalam kaitannya
dengan produktivitas.
Fakultas Kedokteran Program Studi Fisioterapi
8
Study Guide Aktivitas Fungsional dan Rekreasi
Skenario
Seorang pasien berusia 56 tahun menderita diabetes mellitus tipe II sejak 6 bulan lalu.
Setelah berulang kali keluar masuk rumah sakit, pasien harus diamputasi kaki kanannya
akibat penyakit yang di deritanya. Pasien dahulunya suka berkebun. Saat ini, pasien
mulai bisa menerima kondisinya namun terlihat sering murung karena merasa bosan
tinggal dirumah saja.
Learning Task
Diskusikan skenario di atas :

Berdasarkan skenario diatas, bagaimana penerapan aktivitas rekreasi dan
permainan bagi pasien tersebut ?

Bagaimana kondisi pasien jika tidak ada dukungan aktivitas rekreasi dan
permainan selama proses pengobatannya ?
Self Assessment

Jelaskan definisi aktivitas rekreasi !

Jelaskan pendapat Anda mengenai manfaat rekreasi !

Bagaimana menentukan perencanaan aktivitas rekreasi ?

Bagaimana contoh penerapan rekreasi dalam kondisi sakit, baru sembuh dari
sakit dan untuk anak-anak ?

Jelaskan definisi aktivitas permainan ?

Buatlah bentuk permainan dan tujuannya sesuai fungsi sensomotorik !
Refrence
 Slamet Parjoto, SMPh., dkk., (2002) Aktivitas Fungsional dan Rekreasi (AFR),
Surakarta
Fakultas Kedokteran Program Studi Fisioterapi
9
Study Guide Aktivitas Fungsional dan Rekreasi
10
0
Lecture 5 : Aktivitas Rumah Tangga dan Kerja
Tujuan Pembelajaran :

Mampu memahami dan menjelaskan definisi aktivitas rumah tangga

Mampu memahami bentuk-bentuk aktivitas rumah tangga

Mampu memahami dan menjelaskan definisi aktivitas kerja

Mampu memahami dan menjelaskan fungsi yang terlibat dalam aktivitas kerja

Mampu memahami bentuk-bentuk aktivitas kerja
Konten Kurikulum :

Definisi aktivitas rumah tangga

Bentuk-bentuk aktivitas rumah tangga

Definisi aktivitas rumah kerja

Fungsi yang terlibat dalam aktivitas kerja

Bentuk-bentuk aktivitas kerja
Abstrak
Dalam pemenuhan kebutuhan hidup, individu wajib melakukan aktivitas-aktivitas
fungsional yang disebut kemampuan fungsional individu. Aktivitas rekreasi merupakan
salah satu kewajiban fungsional individu dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya.
Hal ini terkaitan dengan kebutuhan dasar individu untuk melakukan aktivitas rekreasi
dan permainan baik dalam kondisi sakit ataupun tidak. Dalam aktivitas fungsional dan
rekreasi, rekreasi dan berbagai bentuk upaya untuk meningkatkan kapasitas fisik, dapat
dicapai dengan memberikan bentuk-bentuk aktivitas yang sesuai dengan kondisi individu
saat itu. Diantaranya adalah aktivitas rumah tangga dan kerja.
Aktivitas rumah tangga sendiri terjadi dalam lingkup rumah tangga dalam
kelangsungan hidup. Sedangkan aktivitas kerja merupakan aktivitas yang berkaitan
dengan menghasilkan barang atau jasa dalam memenuhi kebutuhan hidup.
Dengan demikian, seorang fisioterapis hendak memahami konsep aktivitas rumah
tangga dan kerja mengingat semua individu sebagai makhluk biopsikososial yang
tentunya mempunyai kewajiban dalam memenuhi kebutuhan diri dan lingkungannya. Hal
tersebut dapat mendukung ketrampilan fisioterapis dalam memberikan intervensi pada
pasien / klien sesuai dengan kemampuan dan potensi yang dimiliki.
Skenario
Fakultas Kedokteran Program Studi Fisioterapi
Study Guide Aktivitas Fungsional dan Rekreasi
11
1
Seorang klien mengalami gangguan / keterbatasan fungsi menggenggam. Dengan
kondisi ini, klien kesulitan menggosok gigi dan makan. Di kantor, klien bekerja sebagai
seorang sekretaris.
Learning Task
Diskusikan skenario di atas :

Berdasarkan
skenario
diatas,
bagaimana
intervensi
untuk
meningkatkan
kapasitas fisik klien dalam melakukan aktivitas rumah tangga ?

Berdasarkan
skenario
diatas,
bagaimana
intervensi
untuk
meningkatkan
kapasitas fisik klien dalam melakukan aktivitas rumah kerja ?
Self Assessment

Jelaskan definisi aktivitas rumah tangga !

Apa saja yang termasuk aktivitas rumah tangga ?

Jelaskan definisi aktivitas kerja !

Sebut dan jelaskan fungsi yang terlibat dalam aktivitas kerja !

Sebutkan aktivitas apa saja yang termasuk aktivitas kerja !
Refrence
 Slamet Parjoto, SMPh., dkk., (2002) Aktivitas Fungsional dan Rekreasi (AFR),
Surakarta
Fakultas Kedokteran Program Studi Fisioterapi
Study Guide Aktivitas Fungsional dan Rekreasi
12
2
Lecture 6 : Peralatan Adaptasi (Alat Bantu dan Alat Ganti)
Tujuan Pembelajaran :

Mampu memahami dan menjelaskan definisi alat bantu dan alat ganti

Mampu memahami dan menjelaskan gambaran umum tahapan pelayanan
penggunanaan alat bantu dan alat ganti

Mampu memahami dan menjelaskan tujuan penggunaan alat bantu dan alat ganti

Mampu memahami bentuk-bentuk alat bantu dan alat ganti

Mampu memahami dan menjelaskan penerapan alat bantu dan alat ganti pada
beberapa kasus
Konten Kurikulum :

Definisi alat bantu dan alat ganti

Proses Ortotik Prostetik

Tujuan penggunaan alat bantu dan alat ganti

Bentuk-bentuk alat bantu dan alat ganti

Contoh penerapan alat bantu dan alat ganti pada beberapa kasus
Abstrak
Penurunan kapasitas fisik yang melibatkan fungsi sensorik, motorik, dan kognitif
sangat mempengaruhi kemampuan fungsional individu. Dalam pemenuhan kebutuhan
hidup, individu wajib melakukan aktivitas-aktivitas fungsional yang disebut kemampuan
fungsional individu. Adanya penurunan kapasitas fisik dari berbagai fungsi tersebut,
individu memerlukan tindakan terapi dari dokter maupun fisioterapi. Selain penanganan
tersebut, sering kali diperlukan adanya peran alat-alat adaptasi guna memperbaiki
kapasitas fisik ataupun kemampuan fungsionalnya. Alat-alat tersebut dapat bermanfaat
untuk mengurangi rasa sakit, mencegah kecacatan, meningkatkan kemampuan transfer
dan ambulasi, mendukung individu dalam melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari,
rekreasi serta produktivitas.
Peralatan adaptasi diperlukan baik oleh klien/pasien yang mengalami gangguan
kapasitas fisik agar mampu mencapai derajat kemampuan fungsional yang relatif
normal, maupun klien yang kapasitas fisiknya relatif normal tetapi menginginkan
peningkatan kemampuan fungsional yang lebih tinggi guna memenuhi tuntutan
pekerjaan. Pemilihan dan penggunaan peralatan adaptasi harus berorientasi pada
kondisi dan tujuan yang ingin dicapai dalam kaitannya dengan mencapai kemampuan
fungsional yang optimal.
Fakultas Kedokteran Program Studi Fisioterapi
Study Guide Aktivitas Fungsional dan Rekreasi
13
3
Dengan demikian, seorang fisioterapis hendak memahami prinsip-prinsip desain
dan pengukuran biomekanika dan faktor-faktor lain yang mempengaruhi pemilihan
peralatan adaptasi yang akan diaplikasikan pada pasien/klien.
Skenario
Seorang pembalap mobil mengalami Whiplash injury akibat kecelakaan saat balapan.
Pasien datang dengan kondisi nyeri berat pada daerah cervical dan immobilisasi cervical.
Pasien memiliki hoby bersepeda dan mendengarkan musik.
Learning Task
Diskusikan scenario di atas :

Berdasarkan
scenario
diatas,
bagaimana
intervensi
penggunaan
peralatan
adaptasi untuk meningkatkan kapasitas fisik pasien dalam aktivitas fungsional
sehari-hari ?

Jelaskan tujuan yang ingin dicapai dalam pemberian intervensi Anda !
Self Assessment

Apa perbedaan alat bantu dan alat ganti ?

Sebutkan dan jelaskan secara singkat mengenai proses ortotik prostetik !

Apa tujuan pengguanaan peralatan adaptasi ?

Sebutkan masing-masing 5 bentuk alat bantu dan alat ganti pada ekstremitas
atas , bawah dan spinal !
Refrence
 Slamet Parjoto, SMPh., dkk., (2002) Aktivitas Fungsional dan Rekreasi (AFR),
Surakarta
 Occupational Therapist on Orthopedic and Trauma
Fakultas Kedokteran Program Studi Fisioterapi
Study Guide Aktivitas Fungsional dan Rekreasi
14
4
Lecture 7 : Aktivitas Fungsional dan Rekreasi pada Kasus Neuromuskuler
Tujuan Pembelajaran :

Mampu memahami dan menjelasakan Pentingnya AFR pada Kasus Neuromuskuler

Mampu mengetahui, memahami dan menjelaskan garis besar Kasus
Neuromuskuler

Mampu menerapkan manajemen AFR pada Kasus Neuromuskuler
Konten Kurikulum :

Kasus-kasus Neuromuskular yang sering terjadi

Penurunan Fungsi Sensorik, Motorik dan Kognitif pada Kasus Neuromuskuler

Intervensi AFR pada Kasus Neuromuskuler

Penggunaan Peralatan Adaptasi pada Kasus Neuromuskuler
Abstrak
Fisioterapi merupakan bentuk pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada
individu dan atau kelompok untuk mengembangkan, memelihara, dan memulihkan
gerak dan fungsi tubuh sepanjang rentang kehidupan. Dalam memberikan pelayanan
tersebut terdapat upaya-upaya yang dilakukan diantaraya upaya preventif, promotif,
kuratif dan rehabilitatif. Adapun beberapa ruang lingkup pelayanan fisioterapi untuk
meningkatkan kesehatan, mencegah penyakit, menyembuhkan dan memulihkan sistem
gangguan gerak dan fungsi. Salah satunya adalah pelayanan fisioterapi pada kasus
neuromuskuler.
Fisioterapi neuromuskuler yaitu penyembuhan dan pemulihan pada gangguan
saraf pusat dan saraf tepi. Beberapa penyakit utama yang mempengaruhi system neuro
muscular diklasifikasikan menjadi empat kelompok utama. Pertama, penyakit neuron
motorik diantaranya mencakup infantile progresif atrofi otot tulang belakang yang
bersifat genetik serta amyotrophic lateral sclerosis yang tidak diketahui penyebabnya.
Kedua, Neuropati sistem saraf perifer. Ketiga, Gangguan neuromuscular junction seperti
myasthenia gravis yang merupkan penyakit autoimun dimana system kekebalan tubuh
menghasilkan antibody yang menempel pada neuromuscular junction dan menghambat
transmisi impuls saraf ke otot. Keempat, Miopati termasuk distrofi otot, yang disebabkan
oleh berbagai mutasi genetic yang mencegah pemeliharaan dan perbaikan jaringan otot.
Ada berbagai gangguan lainnya seperti gangguan balance, gangguan perkembangan
neuromotor, Non Progressive Disorder CNS, Peripheral Nerve Injury, Acute atau Chronic
Polyneurophaties, Non Progressive Disorder Spinal Cord, Gangguan Kesadaran, ROM dan
Motor Control.
Fakultas Kedokteran Program Studi Fisioterapi
Study Guide Aktivitas Fungsional dan Rekreasi
15
5
Secara garis besar, kasus-kasus neuromuskuler tidak terlepas dari adanya
penurunan kapasitas fisik dan kemampuan fungsional dalam melakukan aktivitas
fungsional sebagai uapaya pemenuhan kebutuhan hidup. Maka dari itu, diperlukan
kompetensi bagi seorang fisioterapis agar memahami gambaran umum kasus-kasus
neuromuscular serta penurunan fungsi yang terjadi sebagai upaya meningkatkan derajat
kesehatan
dan
kemandirian
individu
dalam
melakukan
aktivitas
fungsional
dan
rekreasinya.
Skenario
Seorang pasien berusia 40 tahun datang ke klinik fisioterapi dengan mengeluh adanya
nyeri di telinga sebelah kiri dan kekakuan pada otot wajahnya, nafsu makan berkurang,
dan nampak abnormalitas wajah sisi kiri. Ia bekerja sebagai supir truk dan keluhannya
dirasakan sejak 2 hari yang lalu. Pasien sangat suka mendengarkan musik. Pasien
merasa terganggu karena sudah tidak merokok selama 2 hari akibat keluhannya.
Learning Task
Diskuskan skenario di atas :

Berdasarkan skenario diatas, apa diagnose dan gambaran umum sakit yang dapat
dijelaskan kepada pasien ?

Bagaimana penurunan fungsi sensorik, motorik dan kognitif yang dialamai pasien
?

Jelaskan manajemen AFR yang bisa diberikan pada pasien tersebut !
Self Assessment

Sebut dan jelaskan 2 kasus neuromuskular yang Anda ketahui dan analisa
penuruanan fungsi yang mungkin terjadi serta rencana manajemen aktivitas
fungsional dan rekreasinya !
Refrence

Keputusan
Menteri
Kesehatan
Republik
778/MENKES/SK/VIII/2008

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III Edisi VI
Fakultas Kedokteran Program Studi Fisioterapi
Indonesia
Nomor
Study Guide Aktivitas Fungsional dan Rekreasi
16
6
Lecture 8 : Aktivitas Fungsional dan Rekreasi pada Kasus Pediatri
Tujuan Pembelajaran :

Mampu memahami dan menjelasakan Pentingnya AFR pada Kasus Pediatri

Mampu mengetahui, memahami dan menjelaskan garis besar Kasus Pediatri

Mampu menerapkan manajemen AFR pada Kasus Pediatri
Konten Kurikulum :

Kasus-kasus Pediatri yang sering terjadi

Penurunan Fungsi Sensorik, Motorik dan Kognitif pada Kasus Pediatri

Intervensi AFR pada Kasus Pediatri

Penggunaan Peralatan Adaptasi pada Kasus Pediatri
Abstrak
Fisioterapi merupakan bentuk pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada
individu dan atau kelompok untuk mengembangkan, memelihara, dan memulihkan
gerak dan fungsi tubuh sepanjang rentang kehidupan. Dalam memberikan pelayanan
tersebut terdapat upaya-upaya yang dilakukan diantaraya upaya preventif, promotif,
kuratif dan rehabilitatif. Adapun beberapa ruang lingkup pelayanan fisioterapi untuk
meningkatkan kesehatan, mencegah penyakit, menyembuhkan dan memulihkan sistem
gangguan gerak dan fungsi. Salah satunya adalah pelayanan fisioterapi pada kasus
pediatri.
Fisioterapi Pediatri merupakan pelayanan fisioterapi yang diperuntukan bagi
berbagai gangguan tumbuh kembang anak. Gangguan ini sering terjadi secara
kongenital. Fisioterapi membantu anak mengembangkan kemampuan motorik kasar
yang melibatkan otot-otot besar seperti yang memungkinkan tubuh melakukan fungsi
duduk, merangkak, berdiri, berjalan, melompat, dan lain sebagainya. Beberapa keluhan
yang sering terjadi seperti keterlambatan perkembangan, cerebral palsy, distrofi otot,
skoliosis, nyeri dan kelemahan otot tungkai.
Secara garis besar, kasus-kasus pediatri juga
tidak terlepas dari adanya
penurunan kapasitas fisik dan kemampuan fungsional dalam melakukan aktivitas
fungsional sebagai upaya pemenuhan kebutuhan hidup. Mengingat tumbuh kembang
setiap anak berbeda satu dengan yang lain, maka diperlukan kompetensi bagi seorang
fisioterapis agar memahami gambaran umum kasus-kasus pediatri serta penurunan
fungsi yang terjadi sebagai upaya meningkatkan derajat kesehatan dan kemandirian
individu dalam melakukan aktivitas fungsional dan rekreasinya.
Skenario
Fakultas Kedokteran Program Studi Fisioterapi
Study Guide Aktivitas Fungsional dan Rekreasi
17
7
Seorang pasien berusia 2 tahun datang ke klinik fisioterapi dengan diagnosis cerebral
palsy sejak usia 1 tahun. Saat ini pasien mengalami trauma psikis karena sempat jatuh
dari sofa dan kehilangan kepercayaan diri saat dilakukan latihan. Pasien sudah mampu
duduk dengan sandaran. Keseimbangan duduk belum bagus dan mengalami kelemahan
otot-otot hip. Pasien mampu berbicara secara aktif.
Learning Task
Diskuskan skenario di atas :

Berdasarkan skenario diatas, apa diagnose dan gambaran umum sakit yang dapat
dijelaskan kepada orang tua pasien ?

Bagaimana penurunan fungsi sensorik, motorik dan kognitif yang dialamai pasien
?

Jelaskan manajemen AFR yang bisa diberikan pada pasien tersebut !
Self Assessment

Sebut dan jelaskan 2 kasus pediatri yang Anda ketahui dan analisa penuruanan
fungsi yang mungkin terjadi serta rencana manajemen aktivitas fungsional dan
rekreasinya hingga penggunaan peralatan adaptasi !
Refrence

Keputusan
Menteri
Kesehatan
Republik
Indonesia
778/MENKES/SK/VIII/2008

Pediatric Rehabilitation Principles and Practice Fourth Edition
Fakultas Kedokteran Program Studi Fisioterapi
Nomor
Study Guide Aktivitas Fungsional dan Rekreasi
18
8
Lecture 9 : Aktivitas Fungsional dan Rekreasi pada Kasus Muskuloskeletal
Tujuan Pembelajaran :

Mampu memahami dan menjelasakan Pentingnya AFR pada Kasus
Muskuloskeletal

Mampu mengetahui, memahami dan menjelaskan garis besar Kasus
Muskuloskeletal

Mampu menerapkan manajemen AFR pada Kasus Muskuloskeletal
Konten Kurikulum :

Kasus-kasus Muskuloskeletal yang sering terjadi

Penurunan Fungsi Sensorik, Motorik dan Kognitif pada Kasus Muskuloskeletal

Intervensi AFR pada Kasus Muskuloskeletal

Penggunaan Peralatan Adaptasi pada Kasus Muskuloskeletal
Abstrak
Fisioterapi merupakan bentuk pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada
individu dan atau kelompok untuk mengembangkan, memelihara, dan memulihkan
gerak dan fungsi tubuh sepanjang rentang kehidupan. Dalam memberikan pelayanan
tersebut terdapat upaya-upaya yang dilakukan diantaraya upaya preventif, promotif,
kuratif dan rehabilitatif. Adapun beberapa ruang lingkup pelayanan fisioterapi untuk
meningkatkan kesehatan, mencegah penyakit, menyembuhkan dan memulihkan sistem
gangguan gerak dan fungsi. Salah satunya adalah pelayanan fisioterapi pada kasus
muskuloskeletal.
Fisioterapi
Muskuloskeletal
bertujuan
untuk
mendiagnosis
dan
menangani
gangguan muskuloskeletal. Berbagai gangguan muskuloskeletal yang terjadi seperti
gangguan sikap, gangguan mobilitas sendi, kinerja otot, dan ROM yang berkaitan
dengan jaringan konektif/inflamasi lokal/kerusakan spinal/fraktur/arthroplasti/bedah
tulang/bedah jaringan lunak, serta gangguan gait dan locomotion serta balance yang
berkaitan dengan amputasi.
Secara garis besar, kasus-kasus muskuloskeletal juga tidak terlepas dari adanya
penurunan kapasitas fisik dan kemampuan fungsional dalam melakukan aktivitas
fungsional sebagai upaya pemenuhan kebutuhan hidup. Semakin banyak kasus-kasus
muskuloskelatal yang disebabkan oleh adanya trauma, pekerjaan repetitif, kecelakaan
kerja, dan lain sebagainya yang tentunya akan mengganggu aktifitas kehidupan seharihari hingga aktivitas produktif. Maka dari itu diperlukan kompetensi bagi seorang
fisioterapis agar memahami gambaran umum kasus-kasus muskuloskeletal serta
penurunan fungsi yang terjadi sebagai upaya meningkatkan derajat kesehatan dan
kemandirian individu dalam melakukan aktivitas fungsional dan rekreasinya.
Fakultas Kedokteran Program Studi Fisioterapi
Study Guide Aktivitas Fungsional dan Rekreasi
19
9
Skenario
Seorang wanita bernama ibu Ida berusia 65 tahun dengan profesi sebagai chef di salah
satu restaurant datang ke klinik fisioterapi dengan keluhan sakit pada bahu kiri saat
digerakan
dan
tidak
mampu
melakuan
aktivitas
fungsional
sehari
hari
seperti
mengkancingkan dan membuka BRA. Saat datang ke klinik pasien tampak kesakitan
pada bahu ketika menggerakan lengan ke atas, kontur bahu asimetris (bahu kiri lebih
tinggi daripada bahu kanan) dan adanya protaksi bahu.
Learning Task
Diskuskan skenario di atas :

Berdasarkan skenario diatas, apa diagnose dan gambaran umum sakit yang dapat
dijelaskan kepada pasien ?

Bagaimana penurunan fungsi sensorik, motorik dan kognitif yang dialamai pasien
?

Jelaskan manajemen AFR yang bisa diberikan pada pasien tersebut !
Self Assessment

Sebut dan jelaskan 2 kasus muskuloskeletal yang Anda ketahui dan analisa
penuruanan fungsi yang mungkin terjadi serta rencana manajemen aktivitas
fungsional dan rekreasinya hingga penggunaan peralatan adaptasi !
Refrence

Keputusan
Menteri
Kesehatan
Republik
778/MENKES/SK/VIII/2008

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III Edisi VI

Occupational Therapist on Orthopedic and Trauma
Fakultas Kedokteran Program Studi Fisioterapi
Indonesia
Nomor
Study Guide Aktivitas Fungsional dan Rekreasi
20
0
Lecture 10 : Aktivitas Fungsional dan Rekreasi pada Kasus Geriatri
Tujuan Pembelajaran :

Mampu memahami dan menjelasakan Pentingnya AFR pada Kasus Geriatri

Mampu mengetahui, memahami dan menjelaskan garis besar Kasus Geriatri

Mampu menerapkan manajemen AFR pada Kasus Geriatri
Konten Kurikulum :

Kasus-kasus Geriatri yang sering terjadi

Penurunan Fungsi Sensorik, Motorik dan Kognitif pada Kasus Geriatri

Intervensi AFR pada Kasus Geriatri

Penggunaan Peralatan Adaptasi pada Kasus Geriatri
Abstrak
Fisioterapi merupakan bentuk pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada
individu dan atau kelompok untuk mengembangkan, memelihara, dan memulihkan
gerak dan fungsi tubuh sepanjang rentang kehidupan. Dalam memberikan pelayanan
tersebut terdapat upaya-upaya yang dilakukan diantaraya upaya preventif, promotif,
kuratif dan rehabilitatif. Adapun beberapa ruang lingkup pelayanan fisioterapi untuk
meningkatkan kesehatan, mencegah penyakit, menyembuhkan dan memulihkan sistem
gangguan gerak dan fungsi. Salah satunya adalah pelayanan fisioterapi pada kasus
Geriatri.
Fisioterapi Geriatri merupakan pelayanan fisioterapi yang diperuntukan bagi
lansia dengan berbagai gangguan/sakit yang menyertai yang bersifat degeneratif.
Manajemen fisioterapi geriatri ini harus dilakukan dengan memperhatikan berbagai
aspek yang dapat mendukung proses pelayanan yang diberikan seperti aspek fisik,
psikologis, hingga lingkungan pasien. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah bertambah
parahnya keadaan berbagai ssstem tubuh terutama sistem muskuloskeletal terkait
proses degeneratif dalam aspek keseimbangan dan gerakan, memotivasi lansia untuk
mencapai tujuan realistis dari pemberian terapi, memperhatikan kemandirian dan
kebutuhan psikososial setiap individu, serta melibatkan orang-orang sekitar yang turut
serta mendampingi.
Secara garis besar, kasus-kasus geriatri juga
tidak terlepas dari adanya
penurunan kapasitas fisik dan kemampuan fungsional dalam melakukan aktivitas
fungsional sebagai upaya pemenuhan kebutuhan hidup. Mengingat bahwa terjadi
penurunan
berbagai
fungsi
tubuh
seiring
bertambahnya
usia,
maka
diperlukan
pemahaman yang lebih dalam mengenai gambaran umum kasus-kasus geriatri serta
Fakultas Kedokteran Program Studi Fisioterapi
Study Guide Aktivitas Fungsional dan Rekreasi
21
1
penurunan fungsi yang terjadi sebagai upaya meningkatkan derajat kesehatan dan
kemandirian individu dalam melakukan aktivitas fungsional dan rekreasinya.
Skenario
Seorang pasien berusia 79 tahun yang bekerja sebagai pedagang gado-gado mendatangi
klinik fisioterapi dengan membawa rujukan dari dokter yang menyatakan ibu ini
menderita osteoarthritis bilateral pada lutut. Pasien ini memiliki berat badan berlebih.
Pasien ini mengeluh nyeri dan susah menekuk lututnya yang mengganggu aktivitas BAB
dan BAK. Hobi pasien adalah menonton sinetron.
Learning Task
Diskuskan skenario di atas :

Berdasarkan skenario diatas, apa diagnose dan gambaran umum sakit yang dapat
dijelaskan kepada orang tua pasien ?

Bagaimana penurunan fungsi sensorik, motorik dan kognitif yang dialamai pasien
?

Jelaskan manajemen AFR yang bisa diberikan pada pasien tersebut !
Self Assessment

Sebut dan jelaskan 2 kasus geriatri yang Anda ketahui dan analisa penuruanan
fungsi yang mungkin terjadi serta rencana manajemen aktivitas fungsional dan
rekreasinya hingga penggunaan peralatan adaptasi !
Refrence

Keputusan
Menteri
Kesehatan
Republik
778/MENKES/SK/VIII/2008

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III Edisi VI
Fakultas Kedokteran Program Studi Fisioterapi
Indonesia
Nomor
Study Guide Aktivitas Fungsional dan Rekreasi
22
2
Lecture 11 : Aktivitas Fungsional dan Rekreasi pada Kasus
Kardiovaskulopulmonal
Tujuan Pembelajaran :

Mampu memahami dan menjelasakan Pentingnya AFR pada Kasus
Kardiovaskulopulmonal

Mampu mengetahui, memahami dan menjelaskan garis besar Kasus
Kardiovaskulopulmonal

Mampu menerapkan manajemen AFR pada Kasus Kardiovaskulopulmonal
Konten Kurikulum :

Kasus-kasus Kardiovaskulopulmonal yang sering terjadi

Penurunan Fungsi Sensorik, Motorik dan Kognitif pada Kasus
Kardiovaskulopulmonal

Intervensi AFR pada Kasus Kardiovaskulopulmonal

Penggunaan Peralatan Adaptasi pada Kasus Kardiovaskulopulmonal
Abstrak
Fisioterapi merupakan bentuk pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada
individu dan atau kelompok untuk mengembangkan, memelihara, dan memulihkan
gerak dan fungsi tubuh sepanjang rentang kehidupan. Dalam memberikan pelayanan
tersebut terdapat upaya-upaya yang dilakukan diantaraya upaya preventif, promotif,
kuratif dan rehabilitatif. Adapun beberapa ruang lingkup pelayanan fisioterapi untuk
meningkatkan kesehatan, mencegah penyakit, menyembuhkan dan memulihkan sistem
gangguan gerak dan fungsi. Salah satunya adalah pelayanan fisioterapi pada kasus
kardiovaskulopulmonal.
Fisioterapi
kardiovaskulopulmonal
merupakan
pelayanan
fisioterapi
untuk
berbagai gangguan jantung, paru dan pembuluh darah. Di rumah sakit sendiri,
fisioterapi
ini
sudah
dimasukan
dalam
standard
pelayanan
gangguan
kardiovaskulopulmonal. Gangguan kardiovaskulopulmonal meliputi gangguan kinerja
kardiovaskulopulmonal, gangguan kapasitas aerobic/ketahanan yang berkaitan dengan
deconditioning
syndrome,
gangguan
ventilasi,
respirasi,
kapasitas
aerobik
yang
berkaitan dengan airways clearance dysfunction. Berbagai kasus yang berkaitan dengan
gangguan ini seperti asma, pneumonia, infark myocard, dan lain sebagainya terkait
jantung, paru dan pembuluh darah.
Kasus-kasus kardiovaskulopulmonal juga tidak terlepas dari adanya penurunan
kapasitas fisik dan kemampuan fungsional dalam melakukan aktivitas fungsional sebagai
upaya pemenuhan kebutuhan hidup. Mengingat segala aktivitas yang individu lakukan
Fakultas Kedokteran Program Studi Fisioterapi
Study Guide Aktivitas Fungsional dan Rekreasi
23
3
bergantung pada kemampuan sistem kardiovaskulopulmonal dalam melakukan kerjanya
secara optimal, maka diperlukan kompetensi bagi seorang fisioterapis agar memahami
gambaran umum kasus-kasus kardiovaskulopulmonal serta penurunan fungsi yang
terjadi sebagai upaya meningkatkan derajat kesehatan dan kemandirian individu dalam
melakukan aktivitas fungsional dan rekreasinya.
Skenario
Seorang pasien berusia 55 tahun baru saja keluar rumah sakit setelah melakukan
operasi pemasangan ring di jantungnya. Sebelum pulang, pasien telah melakukan 6
minutes walking test dengan nilai mets 3. Sebelumnya, pasien bekerja menjadi seorang
dosen di salah satu universitas di kotanya. Pasien hobi bersepeda setiap minggunya.
Learning Task
Diskuskan skenario di atas :

Berdasarkan skenario diatas, apa diagnose dan gambaran umum sakit yang dapat
dijelaskan kepada pasien ?

Bagaimana penurunan fungsi sensorik, motorik dan kognitif yang dialamai pasien
?

Jelaskan manajemen AFR yang bisa diberikan pada pasien tersebut !
Self Assessment

Sebut dan jelaskan 2 kasus pediatri yang Anda ketahui dan analisa penuruanan
fungsi yang mungkin terjadi serta rencana manajemen aktivitas fungsional dan
rekreasinya hingga penggunaan peralatan adaptasi !
Refrence

Keputusan
Menteri
Kesehatan
Republik
778/MENKES/SK/VIII/2008

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I dan II Edisi VI
Fakultas Kedokteran Program Studi Fisioterapi
Indonesia
Nomor
Study Guide Aktivitas Fungsional dan Rekreasi
24
4
Lecture 12 : Aktivitas Fungsional dan Rekreasi pada Kasus Integumen
Tujuan Pembelajaran :

Mampu memahami dan menjelasakan pentingnya AFR pada Kasus Integumen

Mampu mengetahui, memahami dan menjelaskan garis besar Kasus Integumen

Mampu menerapkan manajemen AFR pada Kasus Integumen
Konten Kurikulum :

Kasus-kasus Integumen yang sering terjadi

Penurunan Fungsi Sensorik, Motorik dan Kognitif pada Kasus Integumen

Intervensi AFR pada Kasus Integumen

Penggunaan Peralatan Adaptasi pada Kasus Integumen
Abstrak
Fisioterapi merupakan bentuk pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada
individu dan atau kelompok untuk mengembangkan, memelihara, dan memulihkan
gerak dan fungsi tubuh sepanjang rentang kehidupan. Dalam memberikan pelayanan
tersebut terdapat upaya-upaya yang dilakukan diantaraya upaya preventif, promotif,
kuratif dan rehabilitatif. Adapun beberapa ruang lingkup pelayanan fisioterapi untuk
meningkatkan kesehatan, mencegah penyakit, menyembuhkan dan memulihkan sistem
gangguan gerak dan fungsi. Salah satunya adalah pelayanan fisioterapi pada kasus
integumen.
Fisioterapi
Integumen
merupakan
pelayanan
fisioterapi
untuk
mengatasi
gangguan kulit dan organ-organ lain yang berhubungan. Kasus-kasus integumen juga
tidak terlepas dari adanya penurunan kapasitas fisik dan kemampuan fungsional dalam
melakukan aktivitas fungsional sebagai upaya pemenuhan kebutuhan hidup. Beberapa
keluhan seperti luka bakar hingga rehabilitasi pasca skin graft serta skin flaps
memerlukan penanganan fisioterapi terutama dalam manajemen scar sehingga mampu
beraktivitas kembali dengan kapasitas fisik yang dimiliki untuk mencapai kemampuan
fungsional yang optimal.
Maka dari itu, diperlukan kompetensi bagi seorang fisioterapis agar memahami
gambaran umum kasus-kasus integumen serta penurunan fungsi yang terjadi sebagai
upaya meningkatkan derajat kesehatan dan kemandirian individu dalam melakukan
aktivitas fungsional dan rekreasinya.
Fakultas Kedokteran Program Studi Fisioterapi
Study Guide Aktivitas Fungsional dan Rekreasi
25
5
Skenario
Seorang pasien berusia 23 tahun datang ke klinik fisioterapi dengan diagnosis riwayat
luka bakar derajat 2 AB akibat ledakan tabung gas di tempat kerja 2 bulan lalu. Setelah
keluar dari rumah sakit, pasien tidak sempat kontrol kembali dan saat ini mengalami
keterbatasan saat melakukan ekstensi elbow akibat bekas luka bakar yang kini
mengeras. Pasien bekerja sebagai seorang chef. Untuk mengisi waktu luangnya, pasien
sering berolahraga voli.
Learning Task
Diskuskan skenario di atas :

Berdasarkan skenario diatas, apa diagnose dan gambaran umum sakit yang dapat
dijelaskan kepada pasien ?

Bagaimana penurunan fungsi sensorik, motorik dan kognitif yang dialamai pasien
?

Jelaskan manajemen AFR yang bisa diberikan pada pasien tersebut !
Self Assessment

Sebut dan jelaskan 2 kasus integumen yang Anda ketahui dan analisa
penuruanan fungsi yang mungkin terjadi serta rencana manajemen aktivitas
fungsional dan rekreasinya hingga penggunaan peralatan adaptasi !
Refrence

Keputusan
Menteri
Kesehatan
Republik
Indonesia
778/MENKES/SK/VIII/2008

Physiotherapy in Burns, Plastics, and Recronstructive Surgery
Fakultas Kedokteran Program Studi Fisioterapi
Nomor
Download