03052016 Genetika Populasi

advertisement
THE EVOLUTION OF POPULATIONS
Priyambodo, M.Sc.
staff.unila.ac.id/priyambodo
[email protected]
GENETIKA POPULASI
Priyambodo, M.Sc.
staff.unila.ac.id/priyambodo
[email protected]
Genetika populasi



Genetika populasi adalah ilmu yang mempelajari
tentang perubahan populasi secara genetik dari
waktu ke waktu
Genetika populasi menjadi salah satu dasar dalam
mempelajari evolusi
Mikroevolusi dapat terjadi karena adanya
perubahan materi genetik dalam sebuah populasi
dalam seri waktu tertentu
staff.unila.ac.id/priyambodo
[email protected]
Population

A population

Is a localized group of individuals that are capable of
interbreeding and producing fertile offspring
staff.unila.ac.id/priyambodo
[email protected]
Gene Pool (Lungkang Gen)


Merupakan kumpulan seluruh alel gen yang
terdapat dalam satu populasi pada satu waktu
tertentu
Terdiri atas seluruh lokus gen dari semua individu
yang terdapat dalam populasi tersebut
staff.unila.ac.id/priyambodo
[email protected]
Evolusi pada level populasi

Lima faktor penyebab evolusi di tingkat populasi:
 Genetic
Drift (hanyutan genetik)
 Gene flow (aliran gen)
 Mutation (mutasi)
 Sexual selection/nonrandom mating (perkawinan tak
acak)
 Natural selection (seleksi alam)
staff.unila.ac.id/priyambodo
[email protected]
Genetic Drift
 Mendeskripsikan
fluktuasi frekuensi alel yang tidak
dapat diprediksi dari satu generasi ke generasi
selanjutnya
 Cenderung menurunkan variasi genetik
CWCW
CRCR
CRCR
Only 5 of
10 plants
leave
offspring
CRCW
CWCW
CRCR
CRCR
CRCW
CWCW
CRCR
CRCW
CRCW
CRCR
CWCW
CRCW
CRCR
CRCR
CRCW
Generasi 1
p (frequency of CR) = 0.7
q (frequency of CW) = 0.3
staff.unila.ac.id/priyambodo
Generasi 2
p = 0.5
q = 0.5
CRCR
CRCR
CRCR
CRCR
CRCR
CRCR
CRCR
CRCR
CRCW
CRCW
Only 2 of
10 plants
leave
offspring
CRCR
CRCR
Generasi 3
p = 1.0
q = 0.0
[email protected]
Genetic Drift

Dapat terjadi melalui dua mekanisme:
 The
founder effect
 The bottleneck effect
staff.unila.ac.id/priyambodo
[email protected]
The Founder Effect


Terjadi saat sejumlah populasi kecil terisolasi dari
populasi awal yang jauh lebih besar
Dapat berpengaruh pada frekuensi alel di populasi
tersebut
staff.unila.ac.id/priyambodo
[email protected]
The Founder Effects

Dapat terjadi saat sejumah sampel dari populasi
besar “menemukan” lokasi baru yang terpisah dari
populasi sebelumnya
 Karena
sampel adalah subset acak dari populasi awal,
maka sampel juga membawa alel yang acak yang
mungkin tidak mencerminkan frekuensi alel pada
populasi sebelumnya
 Alel yang awalnya jarang (frekuensinya kecil) pada
populasi awal, dapat menjadi alel dengan frekuensi
tertinggi pada populasi baru
staff.unila.ac.id/priyambodo
[email protected]
staff.unila.ac.id/priyambodo
[email protected]
staff.unila.ac.id/priyambodo
[email protected]
The Bottleneck Effect


Terjadi karena adanya perubahan lingkungan yang
drastis sehingga mengurangi besarnya populasi
Gene pool pada populasi baru mungkin tidak
mencerminkan gene pool populasi lama
Original
population
staff.unila.ac.id/priyambodo
Bottlenecking
event
Surviving
population
[email protected]
Genetic Drift
staff.unila.ac.id/priyambodo
[email protected]
staff.unila.ac.id/priyambodo
[email protected]
The Bottleneck Effect

Perburuan liar Gajah Laut di California
staff.unila.ac.id/priyambodo
[email protected]
Gene Flow


Menyebabkan fluktuasi alel dalam sebuah populasi,
dapat bertambah atau berkurang
Hasil dari proses perpindahan individu/gamet fertil
staff.unila.ac.id/priyambodo
[email protected]
staff.unila.ac.id/priyambodo
[email protected]
Gene Flow

Pada populasi dalam percobaan kesetimbangan
genetik selalu diasumsikan tidak ada aliran genetik
 closed
system  tidak ada gen yang masuk ataupun
keluar
 In reality, few populations are isolated. The random
movement of individuals between populations, or
migration, increases genetic variation within a
population and reduces differences between
populations
staff.unila.ac.id/priyambodo
[email protected]
staff.unila.ac.id/priyambodo
[email protected]
staff.unila.ac.id/priyambodo
[email protected]
Mutation

Perubahan acak dari materi genetik
 Gen
 Kromosom

Menyebabkan munculnya alel baru atau hilangnya
alel tertentu
staff.unila.ac.id/priyambodo
[email protected]
staff.unila.ac.id/priyambodo
[email protected]
Sexual Selection



Nonrandom mating
Perkawinan acak sebenarnya sangat mutlak tidak
dapat terjadi
Umumnya, ada kriteria tertentu dalam perkawinan
 This
promotes inbreeding
 Could lead to a change in allelic proportions favoring
individuals that are homozygous for particular traits
staff.unila.ac.id/priyambodo
[email protected]
staff.unila.ac.id/priyambodo
[email protected]
Intersexual selection
 Terjadi
ketika individu dengan jenis kelamin tertentun
(biasnya betina) memiliki kriteria tertentu dalam
memilih pasangan kawin.
 Sifat tertentu yang disenangi betina akan terus ada.
staff.unila.ac.id/priyambodo
[email protected]
Natural Selection

Hukum Hardy Weinberg mempersyaratkan seluruh
individu dalam populasi mempunyai kesamaan
kriteria sehingga memberikan kontribusi yang sama
dari generasi ke generasi.
 Jarang


terjadi
Seleksi alam berperan dalam “memilih” individu
yang mampu bertahan hidup dan terus berbiak.
Seleksi alam dapat menyebabkan perubahan
frekuensi fenotipe organisme dominan dan
mengubah frekuensi alel.
staff.unila.ac.id/priyambodo
[email protected]
staff.unila.ac.id/priyambodo
[email protected]
Selection

Selection
 Favors
certain genotypes by acting on the phenotypes
of certain organisms

Three modes of selection are
 Directional
 Disruptive
 Stabilizing
staff.unila.ac.id/priyambodo
[email protected]
The three modes of selection

Directional selection
 Favors

individuals at one end of the phenotypic range
Disruptive selection
 Favors
individuals at both extremes of the phenotypic
range

Stabilizing selection
 Favors
intermediate variants and acts against extreme
phenotypes
staff.unila.ac.id/priyambodo
[email protected]
The three modes of selection
Original population
Original
population
Evolved
population
(a) Directional selection shifts the overall
makeup of the population by favoring
variants at one extreme of the
distribution. In this case, darker mice are
favored because they live among dark
rocks and a darker fur color conceals them
from predators.
staff.unila.ac.id/priyambodo
Phenotypes (fur color)
(b) Disruptive selection favors variants
at both ends of the distribution. These
mice have colonized a patchy habitat
made up of light and dark rocks, with the
result that mice of an intermediate color are
at a disadvantage.
(c) Stabilizing selection removes
extreme variants from the population
and preserves intermediate types. If
the environment consists of rocks of
an intermediate color, both light and
dark mice will be selected against.
[email protected]
VARIASI GENETIK DAN
KESESUAIAN MAKHLUK HIDUP
Priyambodo, M.Sc.
staff.unila.ac.id/priyambodo
[email protected]
Variasi Genetik dalam Populasi

Berkontribusi pada terjadinya evolusi
staff.unila.ac.id/priyambodo
[email protected]
Genetic Variation

Terjadi pada setiap individu dalam populasi
(a) Map butterflies that
emerge in spring:
orange and brown
staff.unila.ac.id/priyambodo
(b) Map butterflies that
emerge in late summer:
black and white
[email protected]
Mengukur Variasi Genetik

1
2.4
3.14
5.18
8.11
9.12
10.16
13.17
1
2.19
3.8
4.16
9.10
11.12
13.17
15.18
staff.unila.ac.id/priyambodo
6
7.15
19
XX
5.14
Karyotipe
6.7
XX
[email protected]
Variasi Sekuens DNA


Single Nucleotide Sequence
Fragment DNA
 RAPD,

RFLP, SSCP
Gene
 Protein
sequence
staff.unila.ac.id/priyambodo
[email protected]
RFLP: Sickle-cell genotyping
MstII recognition
sequence
CCTNAGG
staff.unila.ac.id/priyambodo
[email protected]
Sickle-cell mutation in beta hemoglobin gene
Base pair substitution leading to an amino acid change
Homozygotes for the S allele develop sickle-cell disease
staff.unila.ac.id/priyambodo
[email protected]
Analisis Protein

staff.unila.ac.id/priyambodo
In vitro evaluation of
AcV5, HA, FLAG and
cMyc epitope detection
in commonly studied
plants (in total leaf
protein)
[email protected]

Dari rentang variasi yang ada dalam populasi
 Seleksi
alam meningkatkan frekuensi genotipe tertentu,
kesesuaian organisme terhadap lingkungan dari satu
generasi ke generasi selanjutnya
staff.unila.ac.id/priyambodo
[email protected]
Fitness and Relative Fitness


Fitness
 Merupakan kontribusi dari individu terhadap
lungkang gen (gene pool) pada generasi
selanjutnya.
 Setiap individu memiliki kontribusi yang relatif
Relative fitness
 Merupakan kontribusi dari sebuah genotipe
kepada generasi selanjutnya dibandingkan
dengan genotipe lain pada lokus yang sama.
staff.unila.ac.id/priyambodo
[email protected]
Pengumuman

Ujian 2 Genetika
 Sabtu,
21 Mei 2016
 Pukul 08.00 – 09.30 WIB
 LB1.11
staff.unila.ac.id/priyambodo
[email protected]
“it is not the strongest of the species,
nor the most intelligent, but the one
most responsive to change”
-Charles Darwin, 1809
staff.unila.ac.id/priyambodo
[email protected]
Download