Analysis Characteristics of Multimode Fiber Optic Cable

advertisement
GUNADARMA UNIVERSITY LIBRARY : http://library.gunadarma.ac.id
1
Analysis Characteristics of Multimode Fiber Optic
Cable
Edwin Ramdan (10404228)
Abstract—Analysis Characteristics of Multimode Fiber
Optic Cable Edwin Ramdan Undergraduate Program, 2011
Gunadarma University http://www.gunadarma.ac.id Key
Words: Multimode Fiber Optics, Characteristics, Communication ABSTRACT : Multimode Fiber Optics is a technology of data transmission over fiber optic media using several
pieces of the index of light in it. Judging from structural
factors, Multi-mode technology is a technology that uses
optical fiber core size is quite large compared to the single
mode. Optical fiber communication technology was pretty
much the type and characteristics. Types and characteristics ultimately make the types of connectors, cable types, of
varying types of devices. This is because each difference in
the characteristics that also make a difference in the workings and features that result. Optical fiber communication
technology became divided into several types are caused by
two factors, namely the structural factors of the carrier media and property factors of the transmission system. Both
of these factors lead to differences in quality and price in
optical fiber communications in general. Structural factors
more than to dwell on the physical carrier media, the glass
fiber. Physical effect of the fiber is sufficient for the continuity of data transmission. Meanwhile, the property factor
of the transmission system will be more to dwell on how the
rays are treated in the data carrier. Modifications of these
two factors will make the fiber optic technology into various
products. Penamaan File: 10404228
I. Chapter 1
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
Media fiber optik, merupakan media yang memiliki banyak
kelebihan, terutama dari segi performa dan ketahanannya
menghantarkan data. Media ini tampaknya masih menjadi media yang terbaik saat ini dalam media komunikasi
kabel. Kelebihan yang dimiliki media ini memang membuat komunikasi data menjadi lebih mudah dan cepat untuk dilakukan. Maka dari itulah, media ini menjadi pilihan banyak orang untuk mendapatkan komunikasi yang
berkualitas. Media ini tidak cuma mampu menggelar komunikasi antargedung, antarblok, antarkota, tetapi media
ini juga sudah sejak lama dipercaya untuk menghubungkan
benua-benua dan pulau-pulau di dunia ini. Fiber optik
juga telah lama dipercaya untuk menjadi media komunikasi inti (backbone) dari Internet di seluruh dunia. Untuk menghubungkan jaringan di negara satu dengan negara
seberangnya, atau benua satu dengan benua lainnya, fiber
optik telah cukup lama berperan dalam komunikasi dunia
ini. Semua itu karena kualitas koneksinya, cara kerjanya,
dan kekebalan informasi yang dibawa dalam media inilah
yang membuatnya begitu dipercaya. Teknologi komunikasi
fiber optik ternyata cukup banyak jenis dan karakteristiknya. Jenis dan karakteristik ini akhirnya membuat jenisjenis konektor, jenis kabel, jenis perangkat yang bervariasi
pula. Hal ini dikarenakan perbadaan karakteristik yang
juga membuat perbedaan cara kerja dan fitur-fitur yang
dihasilkannya. Teknologi komunikasi fiber optik menjadi
terbagi-bagi menjadi beberapa jenis disebabkan oleh dua
faktor, yaitu faktor struktural dari media pembawanya dan
faktor properti dari sistem transmisinya. Kedua faktor inilah yang menyebabkan perbedaan kualitas dan harga pada
komunikasi fiber optik secara garis besar. Faktor struktural lebih banyak berkutat pada fisik dari media pembawanya, yaitu serat kaca. Fisik dari serat tersebut cukup
berpengaruh untuk kelangsungan transmisi data. Sedangkan, faktor properti sistem transmisi akan lebih banyak
berkutat mengenai bagaimana sinar-sinar data tersebut
diperlakukan 1
2 di dalam media pembawa. Modifikasi dari kedua faktor tersebut akan membuat teknologi fiber optik menjadi
bervariasi produknya. Berdasarkan faktor.......
For further detail, please visit UG Library
(http://library.gunadarma.ac.id)
II. Chapter 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Fiber Optik 2.1.1.
Sejarah Fiber Optik Penggunaan cahaya sebagai pembawa
informasi sebenarnya sudah banyak digunakan sejak zaman dahulu, baru sekitar tahun 1930-an para ilmuwan
Jerman mengawali eksperimen untuk mentransmisikan cahaya melalui bahan yang bernama fiber optik. Percobaan
ini juga masih tergolong cukup primitif karena hasil yang
dicapai tidak bisa langsung dimanfaatkan, namun harus
melalui perkembangan dan penyempurnaan lebih lanjut
lagi. Perkembangan selanjutnya adalah ketika para ilmuawan Inggris pada tahun 1958 mengusulkan prototipe
fiber optic yang sampai sekarang dipakai yaitu yang terdiri
atas gelas inti yang dibungkus oleh gelas lainnya. Sekitar awal tahun 1960-an perubahan fantastis terjadi di Asia
yaitu ketika para ilmuwan Jepang berhasil membuat jenis fiber optik yang mampu mentransmisikan gambar. Di
lain pihak para ilmuwan selain mencoba untuk memandu
cahaya melewati gelas (fiber optik) namun juga mencoba
untuk menjinakkan cahaya. Kerja keras itupun berhasil
ketika sekitar 1959 laser ditemukan. Laser beroperasi pada
daerah frekuensi tampak sekitar 1014 Hertz-15 Hertz atau
ratusan ribu kali frekuensi gelombang mikro. Pada awalnya peralatan penghasil sinar laser masih serba besar dan
merepotkan. Selain tidak efisien, ia baru dapat berfungsi
pada suhu sangat rendah. Laser juga belum terpancar
lurus. Pada kondisi cahaya sangat cerah pun, pancarannya gampang meliuk-liuk mengikuti kepadatan atmosfer.
Waktu itu, sebuah pancaran laser dalam jarak 1 km, bisa
tiba di tujuan akhir pada banyak titik dengan simpangan
jarak hingga hitungan meter. Sekitar tahun 60-an ditemukan fiber optik yang kemurniannya sangat tinggi, kurang dari 1 bagian dalam sejuta. Dalam bahasa sehari-hari
artinya serat yang sangat bening dan tidak menghantar
2
GUNADARMA UNIVERSITY LIBRARY : http://library.gunadarma.ac.id
listrik ini sedemikian murninya, 4
5 sehingga konon, seandainya air laut itu semurni fiber
optik, dengan pencahayaan cukup kita dapat menonton
lalu-lalangnya penghuni dasar Samudera Pasifik. Seperti
halnya laser, fiber optik pun harus melalui tahap-tahap
pengembangan awal. Sebagaimana medium transmisi cahaya, ia sangat.......
For further detail, please visit UG Library
(http://library.gunadarma.ac.id)
III. Chapter 3
BAB III PEMBAHASAN 3.1. Fiber Optik Multi-mode
Sesuai dengan nama yang disandangnya, teknologi ini
memiliki kelebihan dan kekurangan yang diakibatkan dari
banyaknya jumlah sinyal cahaya yang berada di dalam media fiber optik-nya. Sinar yang berada di dalamnya sudah
pasti lebih dari satu buah. Dilihat dari faktor properti
sistem transmisinya, multi mode fiber optic merupakan
teknologi transmisi data melalui media serat optik dengan
menggunakan beberapa buah indeks cahaya di dalamya.
Cahaya yang dibawanya tersebut akan mengalami pemantulan berkali-kali hingga sampai di tujuan akhirnya. Sinyal
cahaya dalam teknologi multi mode fiber optic dapat dihasilkan hingga 100 mode cahaya. Banyaknya mode yang
dapat dihasilkan oleh teknologi ini bergantung dari besar kecilnya ukuran core fiber-nya dan sebuah parameter
yang diberi nama Numerical Aperture (NA). Seiring dengan semakin besarnya ukuran core dan membesarnya NA,
maka jumlah mode di dalam komunikasi ini juga bertambah. Dilihat dari faktor strukturalnya, teknologi Multi
mode ini merupakan teknologi fiber optik yang menggunakan ukuran core yang cukup besar dibandingkan dengan
single mode. Ukuran core kabel Multi mode secara umum
adalah berkisar antara 50 sampai dengan 100 mikrometer.
Biasanya ukuran NA yang terdapat di dalam kabel Multi
mode pada umumnya adalah berkisar antara 0,20 hingga
0,29. Dengan ukuran yang besar dan NA yang tinggi, maka
terciptalah teknologi fiber optik Multi mode ini. Ukuran core besar dan NA yang tinggi ini membawa beberapa keuntungan bagi penggunanya. Yang pertama, sinar
informasi akan bergerak dengan lebih leluasa di dalam kabel fiber optik tersebut. Ukuran besar dan NA tinggi
juga membuat para penggunanya mudah dalam melakukan
penyambungan core-core tersebut jika perlu disambung.
Di dalam penyambungan atau yang lebih dikenal dengan
istilah splicing, keakuratan dan ketepatan posisi antara kedua core yang 18
19 ingin disambung menjadi hal yang tidak begitu kritis terhadap lajunya cahaya data. Keuntungan lainnya,
teknologi ini.......
For further detail, please visit UG Library
(http://library.gunadarma.ac.id)
IV. Chapter 4
BAB IV KESIMPULAN Fiber optik adalah sebuah kaca
murni yang panjang dan tipis serta berdiameter sebesar
rambut manusia. Dan dalam pengunaannya beberapa
fiber optik dijadikan satu dalam sebuah tempat yang di-
namakan kabel optik dan digunakan untuk mengantarkan
data digital yang berupa sinar dalam jarak yang sangat
jauh. a. Sistem fiber optik mampu menyediakan kapasitas
sangat besar karena mempunyai lebar pita yang sangat
lebar sehingga dapat digunakan untuk keperluan komunikasi data dengan kecepatan yang sangat tinggi sampai
yang sangat diperlukan dewasa ini. b. Untuk komunikasi
jarak jauh dan kecepatan tinggi 565 Mbps, media transmisi fiber optik memberikan solusi harga yang ekonomis,
sangat ringan, ukuran kecil, instalasi relatif mudah dan
murah jika dibandingkan terhadap misi sistem komunikasi
yang dirancang. c. Fiber optik tahan terhadap interferensi
yang ditimbulkan oleh petir, motor listrik, dan gelombang
elektro magnetik karena itu Sistem Komunikasi Fiber Optik tidak mengenal hubungan singkat. d. Teknologi ini
memungkinkan Anda untuk menggunakan LED sebagai
sumber cahayanya, sedangkan single mode mengharuskan
Anda menggunakan laser sebagai sumber cahayanya. Yang
perlu diketahui, LED merupakan komponen yang cukup
murah sehingga perangkat yang berperan sebagai sumber cahayanya juga berharga murah. LED tidak kompleks
dalam penggunaan dan penanganan serta LED juga tahan
lebih lama dibandingkan laser. Jadi teknologi ini cukup
berbeda jauh dari segi harga dibandingkan dengan single
mode. 30
.......
For further detail, please visit UG Library
(http://library.gunadarma.ac.id)
V. Chapter 5
.......
For further detail, please
(http://library.gunadarma.ac.id)
visit
UG
Library
Download