Protokol - Binus Repository

advertisement
1
ARSITEKTUR JARINGAN
1. PENDAHULUAN
Perkembangan yang pesat dari teknologi semikonduktor terutama dalam bidang
miniaturisasi menyebabkan ukuran fisik komputer semakin kecil akan tetapi
kemampuan komputer menjadi semakin besar. Tidak dapat disangkal lagi
bahwasekarang terdapat berbagai macam merk dan sistem komputer yang
masing-masing memiliki ciri khas sendiri. Teknologi informasi berkembang
dengan pesat selaras dengan kemampuan komputer tersebut dan menuntut
kemampuan agar sistem komputer satu dengan yang lain dapat berkomunikasi.
Komunikasi harus dapat dilakukan tanpa tergantung pada merek, sistem operasi
ataupun aplikasi yang dijalankannya. Kemampuan berkomunikasi ini
menyebabkan terbentuknya jaringan komputer. suatugan akan menghasilkan s
Dalam pengembangan jaringan tersebut ada berbagai organisasi yang terlibat di
dalamnya. Organisasi tersebut dapat diklasifikasikan atas organisasi
pembakuan, operator sistem telekomunikasi, dan pabrikan komputer. Usaha ini
tidak berdiri sendiri tetapi sudah dilaksanakan dengan melakukan kerja sama
antar perusahaan, organisasi baik secara nasional maupun secara internasional,
agar supaya hasilnya dapat diterima oleh semua pihak yang berkepentingan dan
saling menguntungkan. Kegiatan ini sangat menonjol dalam bidang networking.
Beberapa organisasi yang berperan dalam pembakuan komunikasi data antara
lain adalah:
- EIA (Electronic Industries Association)
Organisasi yang merupakan perkumpulan pabrik-pabrik elektronika di
USA.
- ITU (International Telecommunications Union)
organisasi yang berada didalam naungan PBB
- ISO (International Standards Organization)
Organisasi internasional yang menghimpun organisasi
menentukan standardisasi di negaranya masing-masing.
yang
- ANSI (American National Standars Institute)
Organisasi yang menentukan standardisasi di USA.
- IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers)
Organisasi yang beranggotakan para sarjana listrik
internasional dan semakin berperan dalam hal standardisasi.
secara
Adanya pengolahan data tersebar dan jaringan komputer mengandung arti
bahwa aplikasi dan sistem harus dapat berkomunikasi. Aplikasi berarti program
seperti misalnya fasilitas data base, electronic mail dan lain-lain sedangkan
sistem ialah komputer, terminal dan perangkat keras lainnya. Agar sistem dan
aplikasi dapat berkomunikasi dalam suatu jaringan mereka harus menggunakan
ketentuan yang sama. Dalam komunikasi data ada tata cara atau prosedur yang
harus diikuti oleh dua buah atau lebih sistem komputer yang ingin saling
2
berkomunikasi. Prosedur ini dikenal sebagai protokol. Protokol komunikasi data
didefinisikan sebagai prosedur dan peraturan yang mengatur operasi peralatan
komunikasi data. Secara garis besar protokol melaksanakan 2 fungsi:
a. Membangun sambungan antara pengirim dan penerima.
b. Menyalurkan informasi dengan keandalan yang tinggi.
Sebenarnya sudah terdapat berbagai macam protokol yang digunakan oleh
perusahaan pembuat peralatan komunikasi atau sistem komputer. Protokol ini
pada awalnya didefinisikan sendiri oleh pabrik tersebut dan dikenal sebagai
proprietary protocol. Protokol semacam ini tidak dapat saling berhubungan
karena berbeda satu sama lain, Untuk mengatasi masalah tersebut ISO bekerja
sama dengan organisasi lain seperti ITU, EIA, dan lain-lain untuk membuat
protokol baku yang dapat diterima oleh semua pihak. Dalam usahanya
mengembangkan protokol komunikasi data yang baru digunakanlah suatu model
atau arsitektur jaringan. Dalam komunikasi antar komputer dikenal beberapa
arsitektur jaringan antara lain model OSI, SNA, TCP/IP, dan lain-lain. Arsitektur
jaringan merupakan sebuah bagan umum yang mengatur bagaimana perangkat
keras dan perangkat lunak itu dapat membentuk jaringan komputer. Dalam
arsitektur jaringan didefinisikan pembagian fungsi komunikasi, protokol,
pembakuan dan format pesan yang harus dipatuhi perangkat keras maupun
lunak sehingga dapat berbagi data, sumber daya dan program. Arsitektur harus
dapat menyediakan berbagai konfigurasi yang dengan mudah dapat diubahubah sesuai dengan kebutuhan. Arsitektur juga memungkinkan berbagai sistem
dipadukan. Arsitektur jaringan yang dikembangkan oleh ISO ini dikenal sebagai
model OSI (Open Systems Interconnections) 7 Layer. Model 7 layer ini
menggunakan layers untuk menentukan berbagai macam fungsi dan operasi
sistim komunikasi data. Model ini sebenarnya tidak menentukan secara sangat
terinci segala aspek dari suatu protokol, tetapi hanya memberikan secara garis
besar batasan suatu protokol untuk memudahkan dan memungkinkan tiap
perusahaan membuat protokolnya sendiri secara terpisah tetapi pada akhirnya
masih dapat saling berhubungan satu dengan yang lain. Untuk hal-hal yang
lebih rinci dapat dipilih standard yang telah dibuat oleh salah satu organisasi tadi
dan yang dapat diterima oleh sebagian besar perusahaan. Model OSI membagi
protokol untuk komunikasi data atas 7 lapisan atau layers. Tiap layer
independent tetapi fungsi dari masing-masing layer tergantung dari keberhasilan
operasi layer sebelumnya. Open system ini bertujuan dapat agar terjalin kerja
sama antara peralatan dari pabrik dan rancangan (design) yang berbeda dalam
hal:
a. Koordinasi berbagai macam kegiatan seperti komunikasi antar proses.
b. Penyimpanan data
c. Manajemen dari sumber serta proses
d. Keandalan dan kamanan (security) dari sistem
e. Software support
2. MODEL 7 LAYER
OSI mendefinisikan sistem sebagai himpunan dari satu atau lebih komputer
beserta software, terminal, operator, proses, alat penyalur informasi lainnya
3
yang dapat melaksanakan pengolahan dan penyaluran informasi. Konsep layer
merupakan bentuk dasar yang dipakai dalam model OSI. Tiap sistem dalam
model OSI dianggap terdiri atas beberapa subsistem yang terdefinisi dan
diklasifikasi menurut fungsinya. Dikenal 7 layer:
Layer 7
Layer 6
Layer 5
Layer 4
Layer 3
Layer 2
Layer 1
Application Layer
Presentation Layer
Session Layer
Transport Layer
Network Layer
Data Link Layer
Physical Layer
Layer tertentu di pengirim hanya perlu berhubungan dengan layer yang sama di
penerima (jadi misalnya transport layer penerima hanya berhubungan dengan
transport layer pengirim) disamping berhubungan dengan layer di atas dan di
bawah di tempat di mana layer tersebut berada (jadi transport layer
berhubungan dengan session layer di atasnya dan network layer di bawahnya,
tetapi semuanya di penerima misalnya). Keuntungan dari bentuk Layer :


Bilamana jumlah layer yang dipakai sedikit integrasi dari layer-layer yang
ada mudah dan jelas dan interaksi antar layer dapat diperkecil.
Perubahan jenis sambungan fisik tidak mempengaruhi jaringan dan layer
di atasnya.
Pengendalian komunikasi dalam bentuk layer menambah overhead
karena tiap layer berkomunikasi dengan lawannya melalui header, tetapi
layer lebih mudah administrasi dan standardisasinya. Walaupun
protokolnya kompleks tetapi fungsi tiap layer dapat dimodularisasikan
sehingga mudah ditanggulangi.
AHd
Data
PHd
Data
SHd
THd
Data
NHd A
F
A
C
Data
Data
I-field
Aliran Bit
FCS
F
4




Kendali dengan layer memungkinkan komunikasi antar peralatan buatan
berbagai pabrik. Standardisasi paling banyak berlaku pada layer yang
rendah dan makin berkurang pada layer atas. Layer application hampir
tidak ada standardisasi.
Tujuan model OSI ialah membuat kerangka agar sistem atau jaringan
yang mengikutinya dapat saling tukar informasi (pesan, paket dan
address), sehingga tidak bergantung pada merk dan model komputer
atau peralatan lainnya.
Tiga layer pertama merupakan interface antara terminal dan jaringan
yang dipakai bersama, dan empat terakhir menggambarkan hubungan
end-to end antara perangkat lunak.
Antar layer berlainan terdapat interace, sedangkan antar layer yang
sama terdapat protokol.
Physical Layer:
Operasi yang berkaitan dengan medium fisik misalnya modem, kabel, saluran
transmisi, dan sebagainya. Menentukan fungsi dan karakteristik mekanik
maupun sinyal listrik yang diperlukan untuk membentuk, menjaga dan
melepaskan serta mengatur sambungan fisik antara nodes dalam jaringan.
Layer ini berperan dalam hal transmisi tiap bit data antar peralatan seperti
memberikan standardisasi penggunaan pin dari connector DTE dan DCE,
ketentuan mengaktifkan, menjaga dan memutuskan sambungan fisik,
mendefinisikan fungsi dan prosedur dari interface ke saluran fisik. Pada layer
ini disepakati bentuk connector, arti dan fungsi pin yang digunakan. Contoh:
Standard RS-232-C, RS-442, RS-449, ITU-T V.24, dan sebagainya.
Data Link Layer:
Layer ini yang mengatur hubungan antara pengirim dan penerima sedemikian
rupa sehingga keduanya saling mengenal dan berkomunikasi. Layer ini juga
menjamin agar data atau informasi yang dikirimkan sampai di tempat tujuan
dalam keadaan baik. Sambungan data ialah sambungan fisik antara 2 station
untuk mempertukarkan data. Layer ini mendefinisikan prosedur formal bagi
pengiriman dan penerimaan bebas dari kesalahan yaitu protokol yang harus
diikuti oleh komputer untuk mengakses jaringan guna mengirimkan dan
menerima pesan. Ketentuan untuk menduduki media fisik dan mengendalikan
penggunaannya disebut sebagai link handler atau link control procedure. Layer
ini menerima paket, membuat data frame, dan mengolah konfirmasi dari
penerima. Informasi dikirimkan ke jaringan dalam bentuk frame yang sesuai
dengan protokol yang dipergunakan. Bilamana perlu pada frame terdapat
address lokal yang umumnya mempunyai kaitan dengan perangkat keras.
Proses pertukaran pesan dalam bentuk frame ini akan dilakukan dalam rangka
penyelenggaraaan hubungan komunikasi antar perangkat komunikasi data
dengan mengikuti protokol yang telah ditentukan seperti misalnya Ethernet
HDLC, SDLC, dan lain-lain. Kegiatan ini hanya dapat berlangsung bilamana
telah terjadi sinkronisasi data yaitu dengan jalan mengenali frame yang
diterima. Frame mengandung flag dan header agar dapat dikenali dengan
tepat. Contoh format data frame:
OPENING
FLAG
ADDRESS
CONTROL
INFORMATION
FRAME CHECK
SEQUENCE
CLOSING
FLAG
5
Gambar Frame Data
Supaya data link dapat diandalkan protokol memungkinkan pengiriman data
tanpa kesalahan dengan jalan mengadakan error control yaitu mendeteksi dan
memperbaikinya sehingga user mendapatkan data yang bebas dari error.
Protokol pada layer ini menentukan cara mengkonfirmasi diterimanya frame.
Perbaikan errur biasanya dilakukan dengan meminta pengiriman frame yang
hilang atau terganggu logiknya. Kalau data masukan ke layer ini terlalu besar ia
akan dipecahkan menjadi beberapa frame.
Network Layer:
Layer ini menerima paket dari layer Transport dan mengendalikan aliran packet
untuk mebawanya ke penerima melalui data link layer. Network layer ini
menentukan jalan yang harus ditempuh oleh paket yang berisikan data atau
informasi yang dikirimkan berdasarkan ketentuan atau fasilitas yang
dikehendaki oleh layer Transport. Paket yang datang dari Transport layer
dikirimkan melalui jalur yang tepat. Routing dan switching yang perlu untuk
mencapai tujuannya dilakukan disini. Layer ini mengetahui konfigurasi dari
network dan karakteristik dari perangkat, sehingga kongesti pada jaringan
dapat dihindari dengan melakukan routing data ke node yang dapat
melewatkannya ke tujuan akhirnya. Jaringan komputer beroperasi dengan
teknik packet switching yang menggunakan rangkaian semu (virtual circuit)
yang diciptakan untuk aliran packet antara 2 sistem komputer. Konfigurasi
rangkaian dapat berubah secara dinamik dengan kendali komputer pada node
yang bekerja sebagai packet switch. Ia mengendalikan aliran paket dan dapat
mengatasi kongesti dengan jalan menghindarinya dan melalukan paket ke
node yang dapat membawanya ke tujuan akhir. Paket akan diperiksa
alamatnya agar dapat tiba di tujuannya dengan jalan mengarahkannya ke
tempat yang benar. Node dalam jaringan akan mendefinisikan bagaimana
packets disalurkan (routed) dalam jaringan, mengatur aliran paket dan
mendefinisikan bagaimana pesan tentang status sambungan dikirim ke
komputer pada jaringan.
Transport Layer:
Layer Transport memberikan pelayanan transport kepada session dan layer
atas lain dengan jalan mengatur bagaimana data atau informasi itu akan
dibawa ke tempat tujuan termasuk juga menjamin kualitas dari layanan
pengiriman data tersebut dengan memilih fasilitas pengiriman melalui sistem
transmisi yang sebaik mungkin. Data yang sedang dipertukarkan antara 2
session akan dikirim secara transparan. Multiplexing pesan dapat dilakukan
untuk efisiensi sambungan karena pesan tersebut dapat disalurkan melalui
satu saluran secara bersama-sama. Transport layer memberikan kendali end
to end sehingga dapat keandalannya tinggi.; pelayanan yang diberikan akan
baku apapun karakteristik jaringannya. Fungsi ini dicapai dengan
berkomunikasi melalui message header dan control message dengan transport
layer dari sistem lawan. Transport layer akan melakukan:

Pemecahan pesan dalam paket dan merakitnya kembali di tempat
tujuan.
6

Kendali aliran pada paket
Session Layer:
Layer yang bertanggung jawab dalam mengatur bagaimana pelaksanaan
pertukaran informasi antar 2 end user dilakukan, mengatur agar dua aplikasi
yang hendak tukar menukar informasi dapat terjadi termasuk juga masalah
sinkronisasi antara pengirim dengan penerima. Ketentuan-ketentuan untuk
suatu session ditentukan dalam layer ini seperti bagaimana hubungan antar
end user dibangun dan bagaimana keabsahan pihak yang bersangkutan
diperiksa seperti melalui password atau ketentuan lain. Integritas hubungan
dijaga dan pertukaran informasi dikendalikan dengan melakukan pemeriksaan
password tadi, disamping menentukan apakah digunakan sambungan full atau
half duplex, bagaimana memulai atau mengakhiri suatu session. Ia juga
menjaga terhadap kemungkinan beberapa pemakai ingin mengakses proses
yang sama atau sebuah session dapat menginterupsi session lain. Session
layer mengendalikan dan memeriksa kelanjutan suatu dialog seperti
bagaimana mengembalikan sambungan yang terputus karena gangguan.
Session akan dipertahankan selama fase pengiriman data. Kendali dari
session biasanya diatur oleh pengelola jaringan, dan sekali user memilih
menggunakan jaringan itu maka protokol session pemilik jaringan tersebut
harus dipatuhi. Jelasnya layer ini bertugas menciptakan, menjaga dan
memutuskan hubungan logik untuk mengirimkan data antar proses aplikasi.
Dalam session layer identifikasi yang berlaku untuk jaringan ini akan diberikan
pada end user. Session tiap end user diberi nama atau address menurut aturan
(konvensi) yang berlaku. End user tahu akan adanya pasangannya pada
session ini dan Session layer akan mengetahui identitas dari pasanagan yang
melakukan komunikasi namun ia tidak mengetahui lokasi dalam jaringan. Layer
ini juga bekerja sebagai layer mengorganisasikan data ke dalam struktur logik
untuk sinkronisasi ke bawah. Session layer ini berfungsi sebagai interface
konseptual ke transport layer untuk aplikasi misalnya dengan
memperkenankan dipergunakannya nama perangkat dan tanpa perlu
mengetahui address perangkat tersebut dalam jaringan. Layer ini merubah
address user ke bentuk yang diperlukan oleh transport layer. Secara singkat
dapat dikatakan bahwa session layer harus mengusahakan agar suatu session
teratur dengan jalan:

memeriksa urutan berita kalau layer di bawahnya tidak memberi
jaminan dalam hal penyampaian dan urutan.

menghubungkan berita dan tanggapan atasnya seperti misalnya
pemakaian nomor urut.

mengendalikan cara percakapan dilaksanakan yaitu aturan untuk
dialog.
Presentation layer:
Layer ini mengatur supaya data yang dipertukarkan atau dikirimkan ke
application layer atau end user bentuknya dapat di mengerti olehnya.
Pertukaran data antar end user harus transparan yaitu user tidak perlu
menyadari adanya jaringan yang ikut berperan serta dalam proses.
7
Tranparansi ini akan disediakan oleh presentation layer sehingga baik
perangkat maupun sistem yang menggunakan data format yang berlainan
dapat saling berkomunikasi. Tugas ini menyangkut hal yang berkaitan dengan
penyajian data dalam sebuah pesan (message) seperti konversi sandi,
kompresi dan ekspansi data, penggunaan tata letak (lay-out) baku untuk
terminal (display atau printer). Layer ini akan menafsirkan data atau karakter
yang mengalir antar proses selama suatu session. Bila dibutuhkan encryption
ia akan menyediakannya, demikian pula bila diinginkan data compression dan
sebagainya sehingga dapat dikatakan ia merupakan layer penerjemah yang
mengatur komposisi data. Data yang diterima dari node lain diubah ke dalam
bentuk yang berlaku pada node ini, sehingga dapat disajikan dengan benar.
Pada layer ini terjadi konversi data ke dalam bentuk umum yang dapat
diterapkan untuk mengirimkan data dan sebaliknya data yang diterima harus
dikonversi dalam bentuk yang dapat dipakai aplikasi bersangkutan. Salah satu
konsep yang bermanfaat bagi kayer ini adalah konsep Virtual Terminal. Virtual
Terminal mendefinisikan suatu Terminal baku dengan karakteristik spefisik.
End user dapat memilih terminal standard ini dan nantinya layer ini akan
mengubahnya menjadi bentuk yang sesuai dengan kebutuhan end user
tersebut. Standard terminal yang digunakan harus dipilih melalui protokol yang
telah disetujui. Dengan adanya presentation layer karakteristik tiap end user
tidak saling mempengaruhi.
Application Layer:
Proses aplikasi merupakan elemen dalam sistem yang melakukan pengolahan
informasi untuk pemakaian tertentu (misalnya transaksi melalui Internet,
pengiriman file, surat elektronik dan sebagainya). Model OSI tidak mengatur
proses di dalam komputer yaitu proses aplikasi akan tetapi proses pertukaran
informasi antara 2 sistem yang mengikuti model OSI dan layer yang
bertanggung jawab ialah Application Layer. Layer teratas inilah yang mengatur
segala sesuatu yang berhubungan dengan pertukaran data atau informasi
antara pemakai, software aplikasi atau peralataan suatu sistem komputer.
Sebetulnya layer inilah yang langsung dirasakan manfaatnya oleh pemakai
sistem komputer. Di dalam pelaksanaannya jelas layer ini menggunakan
bantuan layer di bawahnya untuk memungkinkan pertukaran informasi tadi.
Pemakai akhir (End user) tidaklah harus manusia tetapi dapat juga program
aplikasi lain. End user juga dikenal sebagai sebagai proses. Proses ini berada
pada layer yang paling atas yaitu application layer. Application layer
menentukan data apa yang harus diterima dari end user tetapi tidak perlu
diketahui secara terinci bagaimana hal ini dikerjakan. Layer paling atas
merupakan layer yang sering berinteraksi dengan manusia. Semua informasi
sebenarnya mulai dan masuk dari sini karena padanya terdapat semua sumber
data yang akan dikirim dan pada sisi lawan layer yang sama terdapat penerima
sebagai tujuan dari informasi. Dalam mengatur pertukaran informasi antar end
user (baik berupa proses aplikasi ataupun perangkat keras), informasi yang
harus diterima oleh end user tersebut telah ditentukan, akan tetapi cara
memperolehnya tidak perlu diketahui secara rinci. Untuk tiap aplikasi
mempunyai kebutuhannya yang khusus sehingga tidak ada pembakuan
(standardisasi) tunggal. Tiap aplikasi mempunyai protokol yang berbeda untuk
seperti misanya FTP dan FTAM untuk aplikasi yang berkaitan dengan file,
SNMP atau CMIP untuk aplikasi manajemen jaringan, dan sebagainya.
8
Layer 1 sampai dengan 4 memberikan transfer service, karena keempat layer ini
menyalurkan atau memindahkan pesan (message) dari satu tempat ke tempat
yang lain; sedangkan layer 5 sampai dengan 7 disebut user layer karena layerlayer ini memberikan access untuk mendapatkan dan mengirimkan data melalui
jaringan. Walaupun model ini dipatuhi namun tidak menjamin terjadinya
komunikasi antar proses. Tiap-tiap layer mendefinisikan sejumlah fungsi dan
layanan yang ada dalam protokol. Protokol pada layer atas tidak bergantung pada
jaringan, sedangkan pada layer di bawah bergantung pada jaringan (misalnya
pada data link layer dikenal berbagai protokol seperti HDLC, dan sebagainya).
Protokol standard untuk layer 1 dan 2 sudah ada, sedangkan layer di atasnya
masih terbatas walaupun telah berkembang cukup pesat.
Peer Process
APPLICATION LAYER
Transfer
Service
APPLICATION LAYER
PRESENTATION LAYER
PRESENTATION LAYER
SESSION LAYER
SESSION LAYER
TRANSPORT LAYER
TRANSPORT LAYER
NETWORK LAYER
NETWORK LAYER
DATA LINK LAYER
DATA LINK LAYER
PHYSICAL LAYER
PHYSICAL LAYER
User
Service
Jalur Komunikasi
3. MODEL SNA
Selain model OSI terdapat beberapa arsitektur jaringan lain yang telah ada
sebelumnya dan telah banyak dipakai. Arsitektur jaringan ini umumnya
merupakan arsitektur yang berkaitan erat dengan produk pabrikan tertentu.
Salah satu arsitektur jaringan yang cukup berpengaruh dan telah banyak dipakai
ialah SNA (Systems Network Architecture) yang merupakan arsitektur jaringan
sistem komputer IBM.
APPLICATION LAYER
TRANSACTION SERVICES
PRESENTATION LAYER
PRESENTATION SERVICES
SESSION LAYER
DATA FLOW CONTROL
TRANSPORT LAYER
TRANSMISSION CONTROL
NETWORK LAYER
PATH CONTROL
DATA LINK LAYER
DATA LINK CONTROL
PHYSICAL LAYER
PHYSICAL CONTROL
Gambar OSI dan SNA
Dalam usaha membuat jaringan transparan bagi pemakai jasa, SNA
menyediakan segala fungsi kendali dan fungsi pengelolaan. Fungsi ini dipecah-
9
pecah menjadi beberapa layer. Tiap layer mempunyai tugas layanannya
sendiri-sendiri. SNA juga mempunyai 7 layer yang utama yaitu:
- Transaction Services
- Presentation Services
- Data Flow Control
- Transmission Control
- Path Control
- Data Link Control
- Physical Control
Physical Control:
Mirip dengan Physical Layer dari OSI yaitu memberikan ketentuan tentang
sambungan fisik. SNA memberikan ketentuan interface serial dan paralel.
Paralel digunakan untuk sambungan dengan kecepatan tinggi seperti antara
main frame dengan Front End Processor.
Data Link Control:
Sebanding dengan Data Link Layer pada OSI yaitu memungkinkan
penyaluran data secara andal melalui saluran fisik. Tugas utama mendeteksi
dan memperbaiki kesalahan transmisi yang terjadi. Untuk hubungan serial
protokol yang ditentukan ialah SDLC, sedangkan hubungan paralel dengan
kecepatan tinggi ialah Data Channel Protocol S/370.
Path Control:
Fungsi utamanya ialah melakukan routing dan kendali aliran . Bertanggung
jawab untuk membentuk sebuah kanal logik (logical channel) antara sumber
dan penerima yang masing-masing diacu sebagai NAU (Network Adressable
Unit) yaitu besaran tingkat aplikasi yang dapat dipanggil dan mampu
melakukan tukar menukar data dengan besaran lain.
Transmission Control
Mirip dengan layer 4 dari model OSI. Layer ini bertanggung jawab dalam
membuat, menjaga dan menghentikan session SNA dengan mengikuti status
dari session yang berjalan. Layer ini juga mengendalikan aliran data yang
membentuk sebuah message yang dikirim agar diterima dengan urutan yang
benar. Sebuah session setara dengan sebuah transport connection dari OSI.
Layer ini dapat membentuk sebuah session sebagai tanggapan atas
permintaan dari layer yang lebih tinggi, proses aplikasi atau untuk keperluan
kendalinya sendiri. Transmission control tidak hanya mengalihkan sebuah
pesan dalam menanggapi permintaan layer kendali transfer tapi juga
langsung dari end user. Semua pesan yang dialihkan melewati jaringan
membawa informasi kendali protokol yang dibangkitkan oleh connection point
manager dari transmission control layer. Informasi kendali protokol digunakan
untuk:


menentukan alamat yang dituju (dalam layer atau LU,layer
lain)
menerapkan kendali aliran dan kendali lain pada LU yang
dipertukarkan antar 2 LU.
10
Data Flow control
Mirip dengan layer 5 dari OSI. Terlihat di sini bahwa manajemen session
pada SNA terbagi dalam 2 layer yaitu Transmission Control yang berorientasi
pada transmisi dan Data Flow Control yang berorientasi pada pemakai akhir.
Layer ini bertanggung jawab dalam memberikan layanan yang berkaitan
dengan session yang diperlukan oleh proses, terminal dan user.
Presentation Service:
Layer ini tadinya dipandang sebagai bagian suatu layer yang disebut FM
(Function Management) layer. FM adalah himpunan fungsi dan layanan yang
disediakan bagi pemakai akhir. FM sekarang dipecah menjadi 2 layer yaitu
Presentation Services dan Transaction Services
Transaction Services:
Menyediakan manajemen jaringan (network management services) dengan
fungsi-fungsi seperti :




Layanan Konfigurasi
memungkinkan seorang operator memulai atau melakukan
konfigurasi kembali jaringan
Layanan Operator Jaringan
mendapatkan informasi statistik jaringan, komunikasi antara
pemakai dan proses ke operator jaringan.
Layanan Session
mendukung pengaktifan sebuah session atas nama pemakai akhir
dan aplikasi. Ini merupakan interface antara user ke tranmission
control
Layanan Perawatan dan Pengelolaan
menyediakan fasilitas pengujian jaringan dan membantu dalam
melokalisasi gangguan
Kalau SNA dibandingkan dengan OSI maka terlihat bahwa Function
Management layer sama dengan kombinasi sebagian Appplication layer dan
seluruh Presentation layer, Data Flow Control analog dengan Session layer dan
Transmission Control analog dengan Transport layer.
4. MODEL TCP/IP
Sebelum terjadinya perkembangan komputer seperti yang sekarang ini yaitu
adanya microprocessor yang memunculkan Personal Computer (PC) dan
kemudian jaringan LAN, komputer hanya mungkin dimiliki oleh organisasi yang
besar dan mempunyai kemampuan keuangan yang kuat pula.. Organisasi ini
akan mendasarkan jaringan komputernya mengikuti perangkat yang dimilikinya
dan dibuat oleh satu vendor sehingga terdapat kemudahan dalam
pengoperasiannya.
Selain
perkembangan
teknologi
informasi
yang
memungkinkan kepemilikan komputer dengan biaya yang cukup rendah,
perkembangan dunia bisnis mengakibatkan pola pikir ketergantungan pada satu
vendor diubah. Pola bisnis yang ditandai dengan adanya merger, akusisi,
downsizing dan sebagainya menyebabkan suatu organisasi memiliki jaringan
11
yang heterogen. Jaringan heterogen ini harus dapat berhubungan dengan
jaringan yang lain. Tiap bagian dari sebuah perusahaan dapat berkomunikasi
dengan bagian lain dari perusahaan tersebut (intranet) bahkan sekarang dengan
jaringan oganisasi lain atau perusahaan lain (extranet). Kegiatan semacam ini
disebut sebagai internetworking. Bilamana masih bergantung pada vendor
tertentu akan terdapat kesukaran untuk berkomunikasi secara ekonomik.
Penyelesaian secara teknik ialah dengan menggunakan Gateway yang
dirancang khusus untuk menjembatani satu jaringan dengan jaringan lain.
Pembuatan Gateway semacam ini memerlukan biaya dan waktu. Jaringan yang
mengikuti arsitektur TCP/IP memungkinkan ada internetworking yang didukung
oleh mayoritas pabrikan maupun pemberi jasa layanan. TCP/IP memungkinkan
penggunaan protokol jaringan berbeda untuk saling berkomunikasi sehingga
misalnya jaringan SNA dapat berkomunikasi dengan jaringan lain yang
menggunakan prinsip Client/Server seperti yang didukung oleh Unix, Windows.
Internetworking melalui TCP/IP tidak mengurangi keunggulan dari jaringan yang
telah ada tersebut. Kebutuhan akan kemampuan untuk melakukan
internetworking sangat nyata pada Internet. Internet yang pada awalnya adalah
jaringan komputer bagi keperluan riset telah berkembang menjadi jaringan
global untuk segala macam keperluan termasuk komersial. Internet ini fungsi
utamanya ialah internetworking yang memungkinkan berbagai jaringan komputer
yang berbeda dapat saling berkomunikasi dan melakukan pertukaran data
dengan mudah. Beberapa konsep yang paling penting yang memungkinkan
komunikasi antar komputer utama ialah adanya ketentuan mengenai
pengalamatan (addressing) yang baku, kemampuan routing dan protokol bagi
internetworking yaitu IP (Internetworking Protocol). Internet menggunakan teknik
packet switching dengan store and forward yang merupakan kemampuan yang
memungkinkan perkembangan pesat. Internet memberikan ketahanan bagi
komunikasi melalui jaringan karena connectionless packet switching
memungkinkan dilakukannya rerouting bilamana ada jalur yang terganggu. Oleh
karena semenjak awal Internet sengaja dirancang untuk memungkinkan
komunikasi antara jaringan dan sistem yang tidak homogin maka ketentuann
tekniknya tidak merupakan milik satu perusahaan atau vendor saja akan dapat
digunakan dengan bebas oleh siapa saja. Kumpulan jaringan heterogen ini
membentuk apa yang sekarang dikenal sebagai Internet. Arsitektur atau model
jaringan yang digunakan bagi jaringan yang semacam ini dikenal dengan nama
jaringan TCP/IP karena mempunyai 2 protokol yang menonjol yaitu IP
(Internetworking Protocol) dan TCP (Transmission Control Protocol). TCP/IP
merupakan protokol yang digunakan oleh internet. Sebagaimana model lainnya,
TCP/IP juga menggunakan layering untuk melakukan komunikasi antar sistem.
Arsitektur TCP/IP terdiri atas 4 layer yaitu:




Network Access Layer
Internetworking Layer
Host to Host Layer (Transport Layer)
Application Layer
Internetworking Protocol (IP) memungkinkan terjadinya komunikasi antar
jaringan heterogen yaitu jaringan yang dibangun menggunakan berbagai
teknologi yang berbeda. Setiap komputer yang tersambung pada jaringan yang
mengikuti arsitektur TCP/IP ini akan dapat berkomunikasi dengan komputer lain
12
yang tersambung pada Internet atau mengikuti model ini. Arsitektur TCP/IP tidak
saja menyangkut 2 protokol yang umum yaitu TCP dan IP tetapi juga berkaitan
dengan berbagai macam protokol lain seperti HTTP, Telnet, FTP dan
sebagainya. IP dikembangkan untuk memberikan pengalihan paket secara
connectionless melalui internetworking. Untuk memberikan layanan komunikasi
yang menjamin aliran data yang handal, digunakan protokol lain di atas protokol
IP yaitu dengan menggunakan Transmission Control Protocol (TCP). Dalam
jaringan TCP/IP jaringan akan saling disambungkan melalui sebuah packet
switch yang dikenak sebagai router atau gateway. Jaringan TCP/IP mempunyai
kekurangan dalam hal Quality of Service yaitu jaminan akan kualitas penyaluran
informasi real time misalnya dalam hal delay time atau paket yang hilang.
APPLICATION LAYER
HOST TO HOST LAYER
(TRANSPORT LAYER)
INTERNETNETWORKING
LAYER
NETWORK ACCESS LAYER
Gambar Model TCP/IP
Network Access layer
Bertugas dalam aspek pengalihan data ke dalam jaringan, yaitu bagaimana
paket dapat masuk ke dalam jaringan melalui sambungan fisik (saluran
komunikasi) atau media yang tersedia. Paket dari layer atas dikirimkan ke
perangkat keras yang tersambung ke media transmisi. Layer ini berkaitan erat
dengan Layer Physical dan Layer Data link dari model OSI. Pada layer ini
telah tersedia berbagai protokol yaitu X.25, Frame Relay, Ethernet, dan
sebagainya. Pada tiap Router (Gateway) protokol network access akan
melakukan enkapsulasi ke dalam format paket atau frame dari interface
jaringan fisik tersebut. Layer ini berkaitan erat dengan teknologi yang
digunakan oleh media transmisi.
Internetworking layer
Berperan dalam pengalihan informasi melalui jaringan, sering disebut sebagai
Internet Layer. Mirip dengan layer network pada model OSI, layer ini
menerima paket dari transport layer yang enkapsulasi sebagai paket IP.
Keunggulan utama dari IP ialah adanya pengalamatan yang unik dan
didukung oleh semua pihak secara global. Pemberian alamat jaringan
(network address) maupun address global yang unik bagi tiap komputer yang
tersambung pada Internet merupakan tugas layer internet ini demikian pula
routing dan pengendalian kongesti. IP menggunakan hierarchical address
yang banyaknya terbatas dan terdiri atas 4 oktet. Alamat terdiri atas 2 bagian
yaitu Network ID dan Host ID. Untuk memudahkan penentuan alamat,
arsitektur ini mendukung penggunaan nama untuk mengidentifikasi komputer
13
pada jaringan yang mempunyai alamat IP. Untuk memudahkan penentuan
alamat, model TCP/IP ini mendukung penggunaan nama untuk
mengidentifikasi komputer pada jaringan yang mempunyai alamat IP. Atas
dasar informasi address tujuan, maka digunakan routing algoritma untuk
menentukan apakah paket dikirimkan ke gateway atau tetap sebagai paket
lokal. Paket IP disebut datagram dan setiap paket mempunyai kemungkinan
menyeberangi jaringan melalui jalur yang berbeda. Router merupakan
perangkat yang menyalurkan paket IP ke dalam jaringan untuk kebutuhan
internetworking.. Pengiriman paket dari berbagai user akan dimultipleks
secara statistical oleh router. Saluran komunikasi akan menghubungkan
router yang tersambung pada jaringan atau dan Internet sehingga paket IP
dapat mencapai tujuannya. Layer ini memberikan layanan yang disebut
sebagai best-effort. Layanan best effort tidak memberikan jaminan mengenai
hasil dari penyaluran informasi seperti waktu tunda, paket yang hilang, urutan,
keandalan paket dan sebagaimnya. IP membuat agar operasi dalam jaringan
sederhana dan tidak membebani router yang bertanggung jawab dalam
menyalurkan paket secepat mungkin ke dalam jaringan. Hal-hal lain yang
berkaitan dengan keandalan akan diberikan kepada layer lebih tinggi. Selain
IP beberapa protokol lain yang termasuk pada layer ini adalah ICMP, IGMP,
ARP, dan RARP
Host to Host Layer (Transport layer)
Menerima data dari application layer dan mengatur aliran informasi antara 2
pihak yang berhubungan. Layer ini juga membagi data yang diterima dari
Application Layer menjadi paket yang lebih kecil. Protokol yang termasuk
pada layer ini ialah Transmission Control Protocol (TCP) yang memberikan
layanan handal secara connection oriented dan yang kedua adalah User
Datagram Protocol (UDP) memberikan layanan connectionless transfer
secara best effort. Untuk memberikan jaminan kualitas jaringan (Quality of
Service) digunakan TCP. TCP memberikan kemungkinan penyampaian
informasi dengan keandalan yang sangat tinggi. Secara fungsional TCP
setara dengan layer Transport Layer dari model OSI. TCP digunakan
bilamana aplikasi memerlukan penyampaian informasi secara handal dan
juga menurut urutan yang tepat. TCP akan memberikan pengalihan informasi
yang handal dengan menggunalan layanan connectionless dari IP. TCP akan
berperan secara end to end yaitu antara pengirim dan penerima dengan
memberikan kendali kesalahan (error control) dan kendali aliran (flow control).
Application layer
Application layer berfungsi mirip dengan tiga layer atas dari model OSI yaitu
layer Session, Presentation dan Application. Application layer memberikan
layanan yang dapat digunakan oleh aplikasi lain seperti misalnya Remote
Login (TELNET), e-mail (SMTP), manajemen jaringan (SNMP) dan
sebagainya. Selain dari aplikasi di atas terdapat aplikasi lain yang berkaitan
erat dengan Internet seperti HTTP, DHCP, DNS dan sebagainya.
Download