Perencanaan Tahun Mendatang Menjelang berakhirnya tahun

advertisement
Edisi 315 – 7 Nopember 2014
Page 1
Edisi 315 – 7 Nopember 2014
PIMPINAN BAIT MINISTRY
Pembina : Pdt. Dr. Moldy Mambu & Handry Sigar
Pengawas : Willy Wuisan & Yoshen Danun
Pengurus : Ketua – Lucky Mangkey
Sekertaris – Janette Sepang
Bendahara – Yance Pua
PENGURUS BULETIN BAIT
Penasihat : Pdt. Dr.Moldy Mambu, Pdt. Noldy Sakul, Pdt. Sammy Lee
Pemimpin Umum : Handry Sigar
Wkl Pem. Umum : Yoshen Danun
Pemred
: Willy Wuisan
Wapemred : Herschel Najoan
Sekretaris : Meilien Langi-M
Bendahara : Yance Pua
BAIT MINISTRY
Visi: Menyebarkan pekabaran tiga
malaikat khususnya di Indonesia Kawasan
Timur dan untuk mempersiapkan umat
pada kedatangan Kristus yang kedua kali
Misi: BAIT Ministry sebagai suatu wadah
perpanjangan tangan GMAHK di Indonesia
Kawasan Timur mengusahakan
mendorong berkembangnya pekerjaan
Tuhan secara maksimal melalui berbagai
bidang pelayanan
General Controller : Ellen Manueke, Tommy Manawan
HRD : Janette Sepang,
Koordinator Produksi : Osvald Taroreh, Harold Somba
Editor Alfa Tumbuan , Royke Sundalangi, Handry Suwu, Wayne
Rumambi, Jufrie Wantah, John Taebenu.
Rubrik Opini Lucky Mangkey, Mickael Mangowal, Bruce Sumendap,
Pdt. Bayu Kaumpungan, Jack Kusoy
Kolom Renungan Pdtm. Davy Politon Pdt. Stenly Karwur, Pdt. Ronie
Panambunan,Pdt. Raymond Lohonauman, pdtm. Ronie Umboh
Rubrik Kesehatan Jeiner Rawung, dr. Harold Manueke,
dr. Alvin Rantung, dr. Grace Rantung, dr. Marthin Walean,
dr. E Tomarere, dr. Ruben Supit
Rubrik Keluarga Repsta Moal, James Manurip,
Pdt. Jacky Runtu, Pdt. H. Suawah
Rubrik Roh Nubuat Pdt. Kalvein Mongkau, Pdt. Dr. Allan Pasuhuk,
Pdt. Douglas Sepang, Pdt. Dr. Robert Walean, Pdtm. Glen Rumalag
Rubrik Pathfinder Frankie Sumarauw, Green Manueke, Fransisca Muntu
Rubrik Profil Irma Pakasi, Janice Losung, Green Mandias
Rubrik Pionir Pdt E. Takasanakeng
Rubrik Ragam Debby Langitan, Jimi Pinangkaan, Ellen Manueke
Rubrik Kesaksian Freddy Losung, Agustine Lureke
Rubrik Biblical & Theological Pdt. Blasius Abin, Pdt. Swineys Tandidio
Motivational Words Dr. Peggy Iskandar-Wowor
Inspirational Story Bredly Sampouw
Tanya Jawab Pdt. Bryan Sumendap,
Pdt. Larry Windewani, Pdt. Dr. Ronell Mamarimbing
Cerita Anak Max Kaway
Catatan Kami Denny Kalangi
Perencanaan Tahun Mendatang
Apa Yang Anda Pikirkan
Kasih Baru Setiap Hari
Ibu Saya Hanya Satu Mata
Sabat Alkitab : Perspektif Advent
Tim Layout Caddy Malonda, Ivan Kembuan, Freddy Kalangi,
Pdt. Harold Oijaitou, Jenry Wungkana, Herold Heydemans, pdtm. Davy
Tielung, Jimi Moehadjedi, Belly Wungkana, Brayn Mamanua, Stanly
Keles, Pdtm. Ressa Liwe, Marchel Tombeng, Pdtm. Raynald Makalew
Tulisan Roh Nubuat
Web Master Michael Mangowal, Nielson Assa
Multimedia : Ellen Mangkey
Distribution Pdtm. Dale Sompotan
Biro: Philipina Govert Woramuri Manado Jeiner Rawung, Mikael
Terok, Janet Ngantung, Hengki Kambey, Erwin Wuisan,
Papua David Bindosano, Samuel Rorimpandey, Hendy Sahetapy, Noldy
Abraham Sulawesi Tengah Pdt. Stenly Karwur
Jawa Timur Pdtm. Fabyo Rumagit Ratahan Refli Ompi,Sangir Talaud
Pdt. Edison Takasanakeng Ambon Mario Lekatompessy Kotamobagu
Maikel Makarewa Balikpapan Beverly Nangon Runturambi , Vanda
Karundeng Tumbel Medan Hartoyo Tismail
Cerita Untuk Anak
Bekerja di Bawah Kesulitan-Kesulitan
Keluarga Yakub
Pathfinder
Pedoman Administrative PA Remaja
Palakat - Berita
Page 2
Edisi 315 – 7 Nopember 2014
Perencanaan Tahun Mendatang
Menjelang berakhirnya tahun biasanya adalah waktu yang tepat untuk kumpul bersama keluarga dan
teman-teman saling mengutarakan rencana-rencana untuk tahun yang akan datang. Bagi mereka yang
sudah waktunya untuk berumah tangga, mengharapkan agar tahun mendatang merupakan tahun yang
baik untuk membentuk rumah tangga. Bagi yang kurang mendapat berkat dalam menjalankan usaha dan
pekerjaannya, mengharapkan agar usaha dan pekerjaannya maju dan diberkati.
Kita butuh persiapan. Persiapan untuk sesuatu yang akan kita capai lebih baik di mata manusia dan di
mata Tuhan. Sebagai keluarga kita butuh persiapan untuk membuat rencana dan bagaimana
merealisasikannya di tahun yang akan datang. Sebagai keluarga, kepala keluarga mungkin merencanakan
program apa yang akan dijalankan di tempat kerjanya tahun berikutnya sehingga dia dianggap berhasil
dan mendapat promosi pada tugas yang lebih penting dengan kompensasi yang lebih baik, Lain halnya dengan
mereka yang memilih menjalankan usaha sendiri, program-program peningkatan usaha sudah direncanakan
jauh-jauh hari. Bila usaha sudah berjalan, evaluasi akan dilakukan, apa yang harus dihindari dan hal apa yang
perlu dilakukan pada tahun berikutnya. Sebagian keluarga justru mungkin berpikir untuk membuat lompatan
baru dalam keluarganya. Sebagian mungkin selama ini menjadi karyawan sebuah perusahaan besar namun kali
ini berencana untuk mengakhiri masa kerja sebagai karyawan di akhri tahun dan membuat terobosan baru
dengan memulai usaha di tahun berikutnya.
Di keluarga yang lain justru mungkin memiliki rencana untuk mencari momongan di tahun yang baru, yang
lain berencana menyekolahkan anaknya ke luar negeri atau ke sekolah prestisius lainnya. Hal-hal seperti ini
adalah wajar dan justru wajib dilakukan oleh siapapun. Tanpa perencanaan yang matang, tanpa program
peningkatan maka individu atau komunitas tertentu dalam tanda bahaya stagnan. Statis tanpa perkembangan
menandakan yang bersangkutan tinggal menunggu waktu untuk tergilas dengan waktu.
Saat ini hampir semua jemaat-jemaat dilingkungan GMAHK mengadakan pemilihan pegawai jemaat.
Semuanya itu membutuhkan kerja keras dan persiapan yang baik yaitu secara mental, intelektual dan rohani.
Ada tanggung jawab yang harus dipikul oleh setiap anggota dan pimpinan gereja yang telah dipercayakan
Tuhan kepada masing-masing kita yang akan kita pertanggungjawabkan kepada Dia yang memberikan
tanggung jawab itu, ada harga yang harus kita bayar untuk setiap tindakan yang kita buat. Ada salib yang harus
kita pikul secara pribadi, keluarga, gereja dan organisasi, dan jika kita gagal dan memilih untuk tidak memikul
salib itu maka ada harga yang harus kita bayar yaitu melepaskan predikat kita sebagai murid-Nya dan tidak
layak untuk berjalan bersama-Nya memasuki tanah perjanjian.
Dalam komunitas apapun kita, terlebih ketika kita mendapat tugas dari Kristus untuk menyebarkan “Kabar
Baik” dan untuk menjaga “Kawanan Domba”, umat-umat Tuhan untuk tetap terpelihara dengan baik maka
sudah menjadi tanggung jawab semua umat Tuhan untuk membuat perencanaan, hal-hal apa yang akan
dilakukan pada tahun berikutnya. Untuk melengkapi persiapan Saudara dalam menjalankan tugas tersebut,
pada bulletin ini kami sudah siapkan berbagai artikel yang membantu Saudara dalam menjalankan tugas pada
periode tahun berikutnya. Jangan liwatkan satupun artikel pada bulletin ini, nikmati untuk menjadi berkat bagi
anda dan keluarga dan bagi jemaat Saudara.
Salam,
Redaksi
Page 3
Edisi 315 – 7 Nopember 2014
S
eorang
sastrawan
yang
mendekam di penjara oleh
karena ideologi-ideologinya,
mengatakan “Anda dapat
memenjarakan tubuh saya, tapi
Anda tak dapat memenjarakan
pikiran saya
Ajang pertempuran yang paling
sengit yang terjadi sekarang ini
bukanlah antara Irael dan Palestina
atau di tempat-tempat lainnya di
dunia ini, tetapi peperangan tersengit terjadi di dalam pikiran
manusia. Peperangan-pererangan yang terjadi berawal dari
pikiran para pemimpin negara-negara yang berperang itu.
Mereka berpikir apakah perang harus dimulai, kemudian mereka
menimbang-nimbang untung ruginya, pikiran mereka berperang,
akhirnya mereka memutuskan untuk menuangkan buah pikiran
mereka itu dalam bentuk peperangan fisik yang sebenarnya.
Pada dasarnya, pola pikir kita menjadi pola tindak kita. Itu
sebabnya mengapa walaupun kita bebas untuk berpikir, tetapi
kebebasan itu tetap harus dikontrol.
Pikiran kita adalah salah satu ajang pertempuran sengit dalam
kehidupan Kekristenan kita. Tim LaHaye, beberapa tahun yang
lalu menulis sebuah buku berjudul: “Peperangan merebut
Pikiran Anda”. Saudara, saat ini satu peperangan yang besar
sedang berkecamuk untuk merebut pikiran kita. Dua kubu yang
berperang adalah kubu Allah dan kubu Setan dan Setan tahu
betul bahwa jika ia dapat memenangkan peperangan ini, maka
besar sekali kemungkinan baginya untuk memenangkan
kehidupan kita. Sementara itu, Allah sangat menaruh minat
yang besar untuk juga memenangkan pikiran kita. Itu sebabnya
Allah berfirman yang dicatat dalam Pilipi 4:8 tentang apa yang
harus kita pikirkan. ”Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua
yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang
Page 4
Edisi 315 – 7 Nopember 2014
suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang baik, maka pikiran kita haruslah baik. Kesimpulannya,
yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya NASIB ATAU MASA DEPAN YANG BAIK ATAU BURUK,
itu.
berawal dari PIKIRAN.
Kata Gerika untuk “pikirkan” adalah “logizesthe” yang berasal
dari kata: “logizomai” yang berarti:
1)
Conclude = tarik kesimpulan
2)
Account of = buat perhitungan, pertanggungjawaban
3)
Think on = pikirkan

PIKIRKANLAH SEMUANYA ITU
Ayat 9 dari Pilipi 4 adalah kunci dari ayat sebelumnya. ”Dan
apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima,
dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat
padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera
akan menyertai kamu.”
Otak kita itu adalah organ tubuh yang paling berpengaruh. Tim
LaHaye mengatakan: "Otak Anda mengawasi segala sesuatu
yang Anda kerjakan, mulai dari denyutan jantung yang terjadi
di luar pengendalian kita sampai kepada keputusan-keputusan
kehidupan yang kita buat secara sadar.”
Otak kita yang kecil ini, yang rata-rata beratnya hanya 1 ½ kg,
sangat luar biasa kemampuannya. Otak manusia terdiri atas 12
milyard sel. Setiap sel terhubung kepada 10.000 sel-sel otak
lainnya. Jadi di dalam otak manusia, terdapat 120 triliun
sambungan hubungan. Seorang ilmuwan bernama Dr. Duane
Gish berkata: “Otak manusia adalah pengendalian materi yang
paling rumit di alam semesta ini.” Dr. Gehard Dirks, seorang
pemegang limapuluh hak pantent atas computer IBM berkata:
“Seandainya kita dapat menciptakan sebuah computer yang
dapat meniru kemampuan otak manusia, maka dibutuhkan
ruangan sebesar Empire State Building untuk menyimpan
computer itu.” Empire State Building adalah gedung 102
tingkat, tinggi 448 meter dan isinya: 37 juta kaki kubik. Di
gedung sebesar inilah sebuah komputer yang sama
kemampuannya dengan sebuah otak manusia harus diletakkan.
Jadi kesimpulannya, otak manusia ini mempunyai kemampuan
yang besar dan hebat.
Nasihat yang diberikan Rasul Paulus dalam 2 ayat tadi: Yang
PERTAMA – Suatu arahan untuk pikiran, “pikirkan semuanya
itu.” KEDUA – Suatu arahan untuk mempraktekkannya dalam
kehidupan kita, “lakukanlah itu.” APA SEBAGAI HASIL jika
kita PIKIRKAN dan LAKUKAN hal itu semua? ”Maka Allah
sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.” Inilah sebuah
janji yang indah. Jika kita pikirkan dan melakukan semua
pokok-pokok pikiran yang tertulis dalam Pilipi 4:8 itu, maka
damai sejahtera akan menjadi milik kita. Betapa amannya hidup
kita jika ALLAH menyertai kita. Betapa tenangnya suasana
kehidupan kita jita Allah yang adalah Sumber damai itu Potensi pikiran di dalam otak yang kecil ini sungguh
mengagumkan. Para ahli ilmu jiwa mengatakan bahwa setiap
memberikan kedamaian kepada kita.
harinya terdapat 10.000 pikiran yang masuk ke dalam pikiran
Ketidak-amanan serta ketidak-damaian di dunia ini, khususnya manusia. Itu berarti ada 3.500.000 pikiran dalam setahun yang
di negeri kita yang tercinta ini terjadi oleh karena, boleh jadi, di formulasikan di dalam otak kita.
atau lebih tepat lagi, sudah pasti, karena banyak orang tidak
memikirkan, menyimpulkan, membuat perhitungan, membuat Saudara, sebagai orang-orang yang beriman, kita harus
keputusan dan melakukan semua hal-hal yang benar, hal-hal membawa setiap pikiran dari 3.500.000 pikiran itu untuk takluk
yang mulia, hal-hal yang adil, hal-hal yang suci, hal-hal yang kepada Yesus Kristus. Anda dapat memastikan bahwa Setan
manis, hal-hal yang sedap didengar, hal-hal yang disebut akan terus mencoba mencengkram dan menggores setiap pikiran
itu, dan ingat bahwa Setan berperang untuk merebut pikiran kita
kebajikan dan, hal-hal yang patut dipuji.
yang pada akhirnya bermuara pada merebut hidup kita. Saudara,
Seorang filsuf mengatakan: Taburlah sebuah pemikiran, Tuailah tidak ada masa depan yang baik dan gemilang di tangan Setan.
sebuah tindakan; Taburlah sebuah tindakan, Tuailah sebuah
kebiasaan; Taburlah sebuah kebiasaan, Tuailah sebuah tabiat; Para ilmuwan menyatakan bahwa rata-rata seseorang
menggunakan hanya 10 persen dari kemampuan otak mereka
Taburlah sebuah tabiat, Tuailah sebuah nasib!
sepanjang umur hidup mereka. Kebanyakan orang akan mati
Apa saja yang berada di dalam pikiran kita, pada akhirnya dengan 10 – 11 milyard sel otak yang masih tidak terpakai.
bermuara dan dipamerkan dalam kehidupan kita yaitu
TINDAKAN. Tidak suatupun yang telah kita pernah lakukan Lima belas professor perguruan tinggi terkemuka di dunia
yang tidak dibentuk dalam pikiran kita sebelumnya. Apa saja mengambil tantangan berikut ini: “Jika semua buku tentang
yang kita lakukan dalam kehidupan ini adalah hasil formulasi seni manusia yang bergerak diringkaskan menjadi satu
dari pikiran-pikiran kita. Itu sebabnya saudara-saudara, jika kita pernyataan singkat, kira-kira bagaimana bunyi pernyataan
menginginkan satu masa depan yang baik, nasib yang beruntung, itu?” Kelima-belas profesor ini kemudian berpikir, berdiskusi,
tabiat kita harus baik. Jika kita ingin mempunyai tabiat yang mempertimbangkan tentang issue ini, maka berikut ini adalah
baik, kebiasaan hidup kita haruslah baik. Jika kita ingin pernyataan mereka: Apa yang pikiran perhatikan, ia
mempunyai kebiasaan hidup yang baik, tindakan kitapun harus pertimbangkan; Apa yang tidak diperhatikan oleh pikiran, ia
baik pula. Jika kita ingin selalu melakukan tindakan-tindakan buangkan. Apa yang pikiran perhatikan terus menerus, ia
Bejana Advent Indonesia Timur
Page 5
Edisi 315 – 7 Nopember 2014
percayai. Apa yang pikiran percayai, itulah yang akhirnya ia Saudara, ayat ini mengatakan bahwa biarlah tujuan dan jalan
kerjakan.
hidup kita lurus, sama seperti seorang pelari dalam perlombaan
memandang lurus ke tujuan, tidak berpaling ke kanan atau ke
Jadi sederhana saja, apa yang kita pikir-pikirkan, kita akan kiri; atau sebagai seorang pemanah, memandang lurus ke depan
menjadi seperti itu dan melakukan hal itu. Itulah yang dikatakan kepada sasaran target. Memandang kepada YESUS, seperti
oleh Raja Salomo di dalam AMSAL 23:7: “Sebab seperti orang dalam IBRANI 12:2 – “Marilah kita melakukannya dengan
yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam
ia.” Dalam Bahasa Inggris-nya ayat ini lebih tepat: "For as he iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan”.
thinketh in his heart, so is he."
“SEPERTI APA YANG
DIPIKIRKAN SESEORANG, BEGITULAH DIA.” JADI, Sikap mental kita dapat menguntungkan atau bisa merugikan diri
KITA INI ADALAH HASIL DARI APA YANG KITA kita sendiri. JADI SESUNGGUHNYA, KITA INI ADALAH
PIKIRKAN.
HASIL DARI APA YANG KITA PIKIRKAN. Jika kita
berpikir benar, maka kita akan hidup benar. Jika kita berpikir
Saudara, sikap mental adalah factor paling penting satu-satunya salah, maka hidup kitapun akan salah. Itu sebabnya seperti yang
yang menyangkut kesehatan fisik dan kebahagiaan emosi Rasul Paulus tuliskan dalam Pilipi 4 :8, hendaknya
manusia. Raja Salomo memberikan petunjuk-petunjuk yang

semua yang benar
sangat penting dalam AMSAL 4:23-27. Jagalah hatimu dengan

semua yang mulia
segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

semua yang adil
Buanglah mulut serong dari padamu dan jauhkanlah bibir yang

semua yang suci
dolak-dalik
dari padamu. Biarlah matamu memandang

semua yang manis
terus ke depan dan tatapan matamu tetap ke muka. Tempuhlah

semua yang sedap didengar
jalan yang rata dan hendaklah tetap segala jalanmu. Janganlah

semua yang disebut kebajikan dan
menyimpang ke kanan atau ke kiri, jauhkanlah kakimu dari

semua yang patut dipuji, PIKIRKANLAH
kejahatan.
SEMUANYA ITU.
***
Bejana Advent Indonesia Timur
Page 6
Edisi 315 – 7 Nopember 2014
Opini
Kasih, Baru Setiap Hari
Oleh : Pdt. Dr. Bryan Sumendap
ada permulaan
abad yang baru
ini, jurang antara
orang kaya dan
miskin sangat besar.
Fenomena
ini
sepertinya sementara
berkembang
dan
jurang itu lebih hari
lebih
membesar.
Menurut
Willie
Oliver,
Direktur
Pelayanan Keluarga
General Conference,
yang mengutip dari buku Karl Weber, “Generation We”:
Bill Gates bernilai $90 Milliar (sekarang lebih dari $100
Milliar). Jika dia memberi uang kepada semua orang di
dunia, sekitar 7 miliar orang, sebesar $3.75 dia masih akan
memiliki banyak uang sisa.
Rata-rata seorang lelaki lulusan universitas yang bekerja di
atas 25 tahun di AS digaji $49,982, sementara perempuan
digaji hanya $35,408
Untuk setiap dollar yang didapat oleh pekerja penuh
sepanjang tahun yang berkulit hitam dan putih berhak akan
74 sen, perempuan kulit putih berhak akan 73 sen,
perempuan kulit hitam berhak akan 64 sen, lelaki Hispanik
berhak akan 61 sen, dan wanita Hispanik berhak akan 53
P
Bejana Advent Indonesia Timur
-
-
sen. Berapa banyak hak orang Asia di setiap satu dollar
yang mereka dapati?
Upah Minimum Harian (UMR) di Amerika adalah $5.15
per jam atau sama dengan $10,712 per tahun untuk seorang
pekerja penuh. 200 dari orang terkaya di dunia (4 wanita
dan 196 pria) bernilai $1 Trilyun – cukup untuk member
gaji kepada 93,3 juta orang dengan standar UMR Amerika.
Mayoritas dari mereka yang berpenghasilan UMR adalah
wanita dan orang-orang berkulit warna (non-Caucassian).
Fakta-fakta di atas hanya merupakan suatu gambaran dari
keadaan satu Negara di dunia, Amerika Serikat. Bagaimana
dengan gambaran bangsa Indonesia? Dengan terang dari
Perjanjian Baru mengenai kasih, apakah orang-orang Kristen
harus ikut serta dalam mengklasifikasi manusia berdasarkan
dengan ras, kelas, kelamin, kebangsaan mereka? Ataukah kasih
harus menjadi dasar dari perlakuan kepada setiap orang tanpa
memandang klasifikasi di atas ? Bagaimanakh kita dapat
menghidupkan kasih sebagai suatu prinsip yang tertulis dalam
Injil Yohanes yang mengajar kita untuk menghidupi hubunganhubungan kita dengan sesama, untuk memberikan yang terbaik
sesuai dengan kehendak Allah dalam hidup kita ? Mari kita
lihat dalam Yohanes 15:9-12: “"Seperti Bapa telah mengasihi
Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di
dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu
akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah
Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. Semuanya itu
Page 7
Edisi 315 – 7 Nopember 2014
Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu
dan sukacitamu menjadi penuh. Inilah perintah-Ku, yaitu
supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi
kamu.”
Sangat jelas bahwa Yesus berkeinginan agar kita saling
mengasihi dan menghormati. Kadang-kadang dalam kehidupan
kita sehari-hari, hal seperti ini mungkin terlupakan. Ini
merupakan perintah Tuhan, (Yohanes 13:34-35). Mengapa
Yesus harus memberikan perintah ini kepada murid-muridnya?
Karena Yesus melihat tindak-tanduk mereka menjurus kepada
perselisihan, sehingga akan timbul kebencian dan saling
memusuhi.
Yesus ingin agar kita saling mengasihi sebagaimana Dia telah
mengasihi kita. Kasih ini merupakan kasih yang radikal. Dia
menjamah manusia sementara manusia memberontak
terhadapNya. Di dalam Dia segala sesuatu yang telah jatuh dan
rusak, berdosa dan berpenyakit, di panggil kepada keselamatan
melalui FirmanNya yang hidup.
Di dalam abad ke 21 ini, kita semua dipanggil untuk
memberitakan kepada dunia bahwa kita adalah warga negara
Surga. Kita sementara menuju ke sana ! Apakah kita sementara
menunjukkan ini kepada orang-orang lain bahwa kita saling
mengasihi seperti perintah Yesus ? Apakah keluarga kita
masing-masing bisa menjadi tolok ukur untuk kasih kepada
sesame ?
Alkitab menyatakan bahwa:
Kita adalah umat yang terpilih, imamat yang rajani, milik
Allah sendiri (1 Petrus 2:9)
Kita tadinya bukan suatu umat, tetapi sekarang adalah
umat Tuhan.
Kita tadinya tidak memiliki rahmat Tuhan, sekarang
menerima rahmatNya (ayat 10)
Kita tadinya adalah anak-anak kegelapan, sekarang melalui
iman kita adalah anak-anak Allah (Yohanes 1:12)
Dalam paradigma ini, kita tidak bisa terjerumus dalam
perangkap Setan untuk saling membenci. Karena kadangkadang lebih mudah untuk mencintai seseorang yang berada di
seberang lautan, yang hanya berkomunikasi lewat SMS dan
Email, daripada mencintai orang yang berada serumah dengan
kita, yang tidur
seranjang
dengan
kita.
Kristus ingin
agar
kita
mengasihi
sesama dan itu
dimulai
dari
dalam keluarga
kita masingmasing.
Bejana Advent Indonesia Timur
Dunia akan menjadi lebih baik ketika kasih Kristiani menang.
Leonard Sweet, seorang professor seminari menceritakan
peristiwa ini mengenai muridnya yang sudah mau di wisuda
dan telah menerima penempatan di suatu gereja terpencil.
Profesor Sweet mendengar pembicaraan dari murid ini dengan
sahabatnya, dan sangat terkesima dengan jawaban dari
sahabatnya ketika murid itu menyatakan kesedihannya karena
ditempatkan di gereja terpencil. Jawaban sahabatnya adalah,
“Kau tahu, dunia ini menjadi lebih beik karena Michaelangelo
tidak mengatakan, “Saya tidak mencat langit-langit bangunan!”
(Dia melukis langit-langit gereja St. Peter Basilica, salah satu
hasil karyanya yang terbaik).
Leonard Sweet kemudian menggunakan jawaban sahabat
muridnya dan menulis:
Dunia lebih baik karena seorang biarawan Jerman bernama
Martin Luther tidak mengatakan, “Saya tidak menempel di
pintu!” (95 aksioma di temple di pintu gereja RK di
Wittenberg yang memulai Reformasi).
Dunia lebih baik karena seorang dari Oxford Inggris
bernama John Wesley tidak berkata, “Saya tidak
berkhotbah di ladang” (Dia mulai menginjil di ladangladang petani)
Dunia lebih baik karena Musa tidak mengatakan, “Saya
tidak suka berbicara pada Firaun atau membantu migrasi
besar-besaran!”
Dunia lebih baik karena Samuel tidak berkata, “Saya tidak
bisa bangun kalau dipanggil sementara tertidur.”
Dunia lebih baik karena Daud tidak berkata, “Saya tidak
berkelahi dengan raksasa.”
Dunia lebih baik karena Petrus tidak berkata, “Saya tidak
menginjil kepada orang non-Yahudi.”
Dunia lebih baik karena Yohanes Pembaptis tidak
mengatakan, “Saya tidak suka hidup di padang gurun.”
Dunia lebih baik karena Maria tidak mengatakan, “Saya
tidak mau hamil dengan Roh Kudus.”
Saudara pembaca yang kekasih, dunia menjadi lebih baik
karena Nelson Mandella tidak berkata, “Saya tidak suka
berkhotbah.” Dunia menjadi lebih baik karena Ninoy Aquino
tidak berkata, “Saya tidak suka menjadi martir bagi negara.”
Dunia menjadi lebih baik karena anda tidak berkata, “Saya
tidak mencintai pasanganku lagi.”
Sebagai penutup, mengutip Willie Oliver, “Dunia menjadi lebih
baik – Puji Tuhan – karena seorang Galilea yang rendah hati
dari Nazareth bernama Yesus Kristus tidak berkata, “Saya tidak
mau mati di kayu salib!”
Dunia akan mengenal bahwa kita adalah pengikut-pengikutnya,
bukan karena kita menyucikan hari Sabat, membayar
perpuluhan, tidak minum kopi, tidak makan yang haram, tetapi
karena cinta kita yang radikal terhadap sesama yang dimulai
dari dalam keluarga, sampai ke jemaat, dan kepada seluruh
dunia. Menyaksikan kasih Yesus agar orang mengenal Yesus.
***
Page 8
Edisi 315 – 7 Nopember 2014
Artikel Rohani
BIBLICAL SABBATH: ADVENTIST PERSPECTIVE
(SABAT ALKITAB:
PERSPEKTIF ADVENT)
Oleh: Ángel Manuel Rodríguez, Ph.D,
(Mantan Direktur Lembaga Penelitian Alkitab Dari General Conference)
Satu Makalah Yang Dipaparkan Pada Percakapan Antara
Advent dan Katholik,
Mei 2002 di John Knox Center di Jenewa, Swiss
(Diterjemahkan Oleh: Pdt. Kalvein Mongkau, S.Ag)
Ayat-Ayat Pertentangan
Lanjutan ….
D. Hari Pertama dari Pekan dalam
Perjanjian Baru
Kita harus menguji sejumlah perikop di
dalam mana hari pertama dari pekan
disebutkan
agar
supaya
dapat
menentukan
apakah
mereka
menyediakan atau tidak menyediakan
bukti bagi praktek pertemuan kerasulan
untuk beribadah selama hari itu.
Kebanyakan rujukan dijumpai di dalam
Injil-Injil.
1. Penampakan-Penampakan Kebangkitan Yesus di dalam
Injil
Referensi pertama dari hari pertama dari pekan
dijumpai di dalam Matius 28:1: “Setelah hari Sabat lewat,
menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu,
…..” Matius secara sederhana sedang membubuhi penanggalan
waktu saat kedua wanita datang ke kubur Yesus. Ketika kata
depan yang tak wajar yakni opse digunakan dengan genetif,
seperti di dalam kasus khusus ini, maka itu biasanya berarti
“sesudah (Sabat).”1 Wanita tersebut menunggu sampai Sabat
berakhir kemudian pada pagi-pagi benar di Hari Minggu pergi
ke kubur. Tidak ada indikasi di dalam teks bahwa kapan
1 Danker, Greek-English Lexicon, hlm. 746; dan
Harrington, Matthew, hlm. 408.
Bejana Advent Indonesia Timur
Matius menuliskan Injil yang mana hari Minggu sudah menjadi
hari agama khusus bagi orang-orang Kristen.2
Menurut Markus wanita itu menunggu sampai Sabat
lewat untuk membeli rempah-rempah dan kemudian “pagi-pagi
benar pada hari pertama minggu itu, setelah matahari terbit,
pergilah mereka ke kubur” (16:2). Urutannya sangat jelas:
Beristirahat pada hari Sabat, sesudah Sabat pergi membeli
rempah-rempah dan kemudian pada pagi-pagi benar di hari
Minggu pergi ke kubur. Akhiran yang lebih lama dari Markus
menjelaskan bahwa kebangkitan Yesus terjadi pada “pagi-pagi
pada hari pertama minggu itu.” (Markus 16:9), bahwa Ia
menampakkan diri kepada Maria Magdalena dan bahwa
mungkin pada hari yang sama, menampakkan diri kepada dua
orang murid yang “sedang dalam perjalanan ke luar kota.”
(Markus 16:12; bandingkan dengan Lukas 24:13-35), dan
bahwa “Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika
mereka sedang makan,…”(Markus16:14). Tak satupun di
dalam penampakan-penampakan tiba-tiba kebangkitan dari
Tuhan Yesus ini secara eksplisit berindikasi bahwa itu adalah
hari Minggu atau bahwa ada sebuah kegiatan agama secara
langsung dihubungkan dengan hari itu.
Lukas menggunakan ekspresi “pagi-pagi benar, hari
pertama dari minggu,” untuk membubuhi tanggal saat itu ketika
wanita pergi ke kubur Yesus untuk meminyaki tubuh-Nya
(24:1). Menurut Lukas, alasan mereka menunggu sampai hari
pertama adalah sebab “pada hari Sabat mereka beristirahat
menurut hukum Taurat” (Lukas 23:56). Jika Lukas sedang
mempromosikan pemeliharaan agama suatu hari tertentu, maka
itu haruslah hari Sabat bukannya hari Minggu. Hal yang
menarik, ketika dua orang (malaikat) menampakkan diri kepada
wanita itu mereka merujuk kepada kebangkitan Yesus sebagai
yang terjadi pada “hari ketiga”(24:7).
Di akhir pada hari pertama dari minggu itu Yesus
menampakkan diri kepada dua murid yang sedang dalam
perjalanan ke Emaus. Pada insiden hari pertama tidak
disebutkan tetapi konteks menunjukkan bahwa itu adalah hari
Minggu sebab Lukas memperkenalkan naratif menyatakan
bahwa itu terjadi “pada hari yang sama,” hari ketika Yesus
bangkit (Lukas 24:13). Di samping itu, murid-murid berkata
kepada Yesus, “Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari, sejak
semuanya itu terjadi. Itulah hari ketiga sejak hal-hal ini terjadi.”
(Lukas 24:21). Mereka menghindari referesi eksplisit apapun
kepada “hari pertama dari minggu” oleh menyebutnya “hari
ketiga.” Sebagai tindakan keramah-tamahan mereka
mengundang orang asing itu untuk tinggal dengan mereka pada
malam itu untuk makan. Selama hidangan makan malam itu
Yesus mengambil roti, memberkatinya dan memberikan itu
kepada mereka (24:30). Pada saat mereka membuka mata
mereka mereka langsung mengenali oang asing itu adalah
2
Dalam Matius Matius 28:9 dan 16 dua
penampakkan Yesus kepada murid-murid disebutkan tetapi itu
tidak diindikasikan di dalam hari mana dari minggu mereka
mengambil tempat. Yang terutama mungkin adalah pada hari
kebangkitan tetapi yang menarik adalah tidak ada sebutan
eksplisit akan hari itu.
Page 9
Edisi 315 – 7 Nopember 2014
Tuhan mereka; kemudian “Dia lenyap dari pandangan
mereka.” (Lukas 24:31, NIV). Ini adalah hampir bukan sebuah
perayaan Eukaristi ataupun tidak menyediakan “dasar untuk
untuk menghubungkannya dengan sebuah invokasi bagi Tuhan
yang bangkit untuk hadir pada perayaan eukaristi. 3 Di dalam
Lukas, jamuan makan sering “merupakan tempat bagi wacana
pernyataan dan prospek persekutuan karakteristik kerajaan
Allah. Juga sesuai dengan adegan jamuan makan lain di dalam
Injil Lukas, suatu kali Ia berada di meja, peranan Yesus
berubah. Ia tidak lagi dihormati sebagai tamu tetapi sebagai
hantu jamuan makan, dan di dalam peran ini maka Ia
membagi-bagikan roti Yesus.”4 Insiden tersebut berperan
untuk meneguhkan kembali fakta bahwa Yesus yang sudah
mati adalah Yesus yang sama yang sudah hidup kembali.
Pekabaran itu disampaikan oleh dua orang murid kepada
sebelas murid lainnya yang sedang berada di Yerusalaem.
Waktu untuk penampakkan Yesus secara tiba-tiba
kepada sebelas murid yang dinarasikan di Lukas 24:36-49 tidak
diberikan. Yesus minta makanan buka sebagai tindakan agama,
sebagai contoh untuk merayakan Eukaristi, mealikan untuk
mendemonstrasikan baha Ia sudah hidup kembali, bahwa Ia
sudah bangkit dari kematian (Lukas 24:41-42).5 Tidak ada
bukti di sini terhadap tindakan perayaan agama selama satu hari
yang sakral.
Lukas “sudah menggunakan tradisi yang
dibuktikan dengan baik tentang jamuan makan Yesus bersama
murid-murid sesudah kebangkitan (Johanes 21:13; Kisah1:4;
10:41) untuk menekankan keyataan kehadiran-Nya bersama
mereka, dan Ia tidak mengembangkan kiasan-kiasan untuk
memberikan makan terhadap orang banyak atau Perjamuan
Terakhir.6
Yohanes mencatat sebuah kunjungan Maria
Magdalena ke kubur Yesus “pada hari pertama dari minggu
itu”(20:19), Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya
yang sudah berkumpul di sebuah ruangan “karena takut
terhadap orang-orang Yahudi.” Ini bukanlah pertemuan agama
yang terjadi selama pelayanan agama pada satu hari Minggu
petang. Thomas tidak ada pada kesempatan ini dan ketika
diinformasikan oleh murid-murid yang lain mengenai
kebangkitan Yesus, ia ragu-ragu. "Sesuah delapan hari” Yesus
menampakkan diri kepada murid-murid lagi dan Thomas
3
Nolland, Lukas 18:35-24:53, hlm. 1206.
Joel B. Green, The Gospel of Luke (Grand Rapids, MI:
Eerdmans, 1997), hlm. 849. J. C. Laansma, "Lord's Day,"dalam
Dictionary of the Later New Testament & Its Developments, diedit
oleh Ralph HLM. Martin and Peter H. Davids (Downers Grove, IL:
InterVarsity, 1997), hlm. 680, berkomentar bahwa di dalam kasus
tertentu ini “kita boleh dengan beberapa keyakinan mengambil ini
sebagai sebuah kiasan terhadap Perjamuan Tuhan,” tetapi di dalam
paragraf yang sama ia pindahkan ketidakpastian kiasan itu ke dalam
sebuah fakta: “Dari maksud awal Injil Lukas kita mempunyai
perayaan Perjamuan Tuhan pad hari kebangkitan (dua hal yang tidak
saling berkaitan), secara khusus, ‘pada hari pertama dari minggu.’”
5 Dengan R. J. Bauckham, "The Lord's Day," dalam From
Sabbath to the Lord's Day: A Biblical, Historical, and Theological
Investigation, diedit oleh D. A. Carson (Grand Rapids, MI: Zondervan,
1982), hlm. 234.
6 Marshall, Luke, hlm. 903.
4
Bejana Advent Indonesia Timur
sudah bersama-sama dengan (Yohanes 20:26). Ini sebarusnya
mungkin sudah terjadi malam hari Minggu berikutnya. 7 Semua
penampakkan lain dari Yesus kepada murid-murid sudah terjadi
pada hari yang sama selama Ia sudah bangkit tetapi hal yang
satu ini dibubuhi tanggal nanti pada hari pertama dari minggu
berikutnya. Jikalau Yohanes sedang menentukan signifikansi
khusus kepada fakta itu yang ia tidak ungkapkan, memberikan
kesan bahwa ia sedang sederhana membubuhi tanggal peristiwa
tersebut.8
Bahkan murid-murid tidak sedang merayakan
pelayanan agama tetapi sedang menyembunyikan diri di
belakang pintu-pintu yang terkunci. Betapapun, kita tidak
harus menyimpulkan bahwa Yesus menampakkan diri keada
murid-murid hanya selama hari pertama dari minggu. Yohanes
mengatakan mengenai perwujudan lain Yesus kepada muridmurid tanpa memberikan informasi kepada kita berkenaan
dengan pada hari pertama dari minggu itu di dalam mana itu
terjadi (John 21:1-14). Maksud utama dari penampakkan tibatiba khusus dari Yesus ini adalah “untuk menerima kembali
Petrus sebagai anggota ikatan kerasulan yang sah sesudah
pengkianatannya yang tragis itu.9 Hari itu tidak memiliki
makna khusus di dalam hari itu sendiri.
Kebanyakan rujukkan kepada “hari pertama dari
minggu” di dalam injil-injil menunjukkan hari khusus di dalam
mana Yesus bangkit dan menampakkan diri kepada muridmurid. Hanya ada satu-satunya kasus di dalam mana itu
menunjukkan hari Minggu lain tetapi tetapi tidak ada bukti
bahwa itu sudah dilakukan agar supaya dapat mengidentifikasi
bahwa hari itu sebagai hari yang sakral secara khusus. Fakta
bahwa tidak semua penampakkan Yesus kepada murid-murid
terjadi pada pada hari pertama dari minggu itu harus
menyiagakan kita melawan tuntutan bahwa hari itu adalah suci
sebab penampakan-penampakan sesudah kebangkitan-Nya
pada hari itu.10 Yesus bersama-sama dengan murid-murid
7
G. R. Beasley-Murray, John (Waco, TX: Word, 1987), hlm.
385.
8 Perhatikan upaya yang kuat yang Laansma buat untuk
menemukan makna khusus pada rincian itu: “Apakah itu hanya
kejadian yang kebetulan bahwa penampakkan berikut Yesus di tengahtengah murid-murid yang lagi berkumpul secara pasti pada minggu
kemudian (Yoh 20:26), yakni, pada hari pertama dari minggu? Ini
haruslah difrasekan sebagai sebuah pertanyaan, karena persoalannya
tetap tidak jelas, tetapi sarannya sangat kuat. Kita hanya perlu
mengira bahwa ‘hari pertama dari minggu’ sudah datang mengemban
makna khusus di dalam kumpulan-kumpulan gereja-gereja jaman
Yohanes untuk menghargai bagaimana perikop akan bergema dengan
mereka” ("Lord's Day," hlm. 681; italics mine). Argumen tersebut
didasarkan pada anggapan-angapan bahwa itu tidak tersedia oleh teks
tetapi yang diprovokasi oleh keyakinan-keyakinan yang dipikirkan
sebelumnya yang berasal dari periode sejarah kemudian.
9 Specht, "Sunday," hlm. 122.
10 Adalah penting untuk mengingat bahwa pada hari pertama
dari minggu itu tidak pernah disebutkan di dalam Perjanjian Baru “hari
kebangkitan.” Penggunaan istilah itu untuk menunjukkan Minggu
adalah perkembangan kemudian; lihat, H. Riesenfeld, "Sabbat et jour
du Seigneur," dalam New Testament Essays: Studies in the Memory of
Thomas Walter Manson, diedit oleh A. J. B. Higgins (Oxford:
Manchester University Press, 1959), hlm. 212. Di sini ucapan dari
Page 10
Edisi 315 – 7 Nopember 2014
empat puluh hari sesudah kebangkitan-Nya tetapi tidak ada
isyarat di dalam Perjanjian Baru menyarankan bahwa selama
waktu itu Ia sudah bertemu dengan mereka selama “hari
pertama dari minggu.” Kita tidak menjumpai bukti apapun
didalam injil-injil menyokong gagasan bahwa gereja para rasul
mula-mula mengkaitkan “hari pertama dari minggu” dengan
pelayanan-pelayanan atau kegiatan-kegiatan agama, atau hari
itu adalah permulaan untuk menggantikan tempat Sabat hari
ketujuh.
2. Kisah 20:7-12: Pertemuan di Troas
Pada hari pertama dari minggu itu disebutkan di
dalam Kisah Para Rasul di dalam konteks persinggahan singkat
Paulus di Troas pada perjalanannya menuju Yerusalem. Ini
jelas adalah sesuatu yang tak dapat dipertanyakan tentang suatu
perkumpulan agama untuk maksud memecah-mecahkan roti.
Sejumlah sarjana secara signifikan menjumpai di sini bukti
yang jelas dari praktek gereja Kristen mula-mula yang
mengadakan pelayanan agama pada hari pertama dari minggu.
Tetapi pengamatan kepada teks tersebut mengindikasikan
bahwa isyu-isyu tersebut adalah semakin lebih ruwet dan
bahwa sebagai akibatnya kita harus lebih berhati-hati sebelum
menarik kesimpulan-kesimpulan.
Pertama, kita harus bertanya, apakah ini adalah
sebuah pertemuan reguler gereja? Bukti menunjukkan bahwa
itu bukan pertemuan regular gereja. Jemaat datang berkumpul
untuk mendengarkan Paulus yang akan segera berangkat pada
hari berikutnya. Untuk menyimpulkan bahwa pereistiwa ini
menjelaskan apa yang merupakan praktek kebiasaan dari gereja
adalah membaca ke dalam praktek-prakteknya kemudian yang
tidak diperkenankan di dalam gereja rasul-rasul.
Kedua, pada waktu apa pertemuan itu diadakan?
Perikop itu tidak menyarankan bahwa itu tidak terjadi pada hari
Minggu pagi atau Minggu sore. Itu adalah sebuah pertemuan
petang. “Rujukan kepada penggunaan lampu dan perpanjangan
pelayanan yang sampai lewat tengah malam, bahkan sampai
fajar menyingsing, ditambah dari Eutikhus amat mengantuk
yang terjatuh dari jendela, membuat itu jelas bahwa itu adalah
pertemuan malam.”11 Faktanya bahwa memecah-mecahkan
roti, terjadi sesudah tengah malam juga menyarankan bahwa ini
adalah sebuah pertemuan malam, sebaliknya memang mereka
dapat saja sudah memecah-mecahkan roti selama hari itu.
Ketiga, kepada hari mana dari pekan adalah frase,
“pada hari pertama dari minggu” itu dirujuk? Ini nampaknya
bagaikan pertanyaan yang aneh, tetapi itu adalah suatu
keharusan untuk mengangkatnya karena pertemuan itu
berlangsung selama malam hari. Jawaban akan bergantung
Bauckham adalah pantas: “Sejak jaman Reformasi sampai masa kini
satu seri yang panjang dan mengesankan dari para penulis sudah
menemukan alasan untuk mengidentifikasi asal mula perbaktian
Minggu di dalam periode penampakkan-penampakkan kebangkitan
Yesus. Tetapi kita seharusnya mencatat secara langsung bahwa tidak
ada dokumen gereja Kristen mula-mula menuntut hal ini secara
eksplisit” ("Lord's Day," hlm. 233).
11 Specht, "Sunday," hlm. 122.
Bejana Advent Indonesia Timur
kepada sistem yang digunakan Lukas untuk memperhitungkan
hari itu. Apakah ia menggunakan sistem yang sesuai dengan
hari mana mulai dan berakhir hari pada saat Matahari
terbenam? Di dalam kasus itu pelayanan agama berlangsung
pada apa yang kita hendak sebut sebagai hari Sabtu malam.
Apakah ia mengikuti sistem Roma yang menghitung hari dari
tengh malam ke tengah malam?
Di dalam hal berarti
pertemuan itu berlangsung pada hari Minggu malam tetapi
memecah-mecahkan roti seharusnya akan terjadi sesudah
tengah malam, pada pagi-pagi benar di hari Senin. Apakah
jawaban yang benar? Teksnya tidak jelas oleh karena itu kita
harus menjadi sangat berhati-hati menggunakannya untuk
menyokong teori tertentu mengenai pemeliharaan hari Minggu
di gereja mula-mula. Lukas 23:56-24:1 menyarankan bahwa
Lukas menggunakan system Yahudi dari pada sistem Roma.
Wanita itu beristirahat pada hari Sabat dari Matahari terbenam
ke Matahari terbenam dan sesudah Sabat membeli rempahrempah.12 Tetapi, apapun kasus tersebut, fakta masih tetap
tertinggal bahwa teks tersebut tidak menganggap hari Minggu
menjadi sebuah hari suci selama mana gereja mula-mula
bertemu untuk kegiatan-kegiatan agama.
Pada akhirnya apakah itu adalah memecah-mecahkan
roti perayaan Perjamuan Kudus, atau merupakan persekutuan
makan malam atau kedua-duanya? Itu mungkin sudah menjadi
sebuah Perjamuan Kudus, tetapi itu belum benar-benar jelas
karena itu berlangsung sesudah tengah malam dan tidak
menyebutkan doa-doa ataupun anggur Perjamuan Kudus. Di
dalam kasus lain bahwa ada banyak hal yang tidak diketahui di
dalam perikop tersebut yang kita harus hindari untuk bangun
terlalu banyak pemikiran atas teks tersebut. Seperti yang kita
sudah nyatakan, tidak ada kepastian “berkaitan dengan malam
yang tercakup: Apakah itu hari Sabtu-Minggu atau hari
Minggu-Senin? Di dalam kasus itu juga, bukanlah pertemuan
luar biasa-melainkan adalah pertemuan perpisahan bagi sang
missionaris besar (Paulus) dan bagi rekan-rekan seperjanannya.
Bahkan itupun bukan memastikan bahwa Perjamuan Kuduslah
yang dirayakan. Ungkapan “memecah-mecahkan roti” dapat
merujuk kepada permulaan dari sebuah makan malam
perpisahan. Tetapi kemungkinan yang pasti bahwa itu adalah
tidak lebih dari sekedar persekutuan jamuan makan untuk
perpisahan, tidak ada bukti bahwa ini sudah menjadi sebuah
praktek mingguan.13
12 David J. Williams, Acts (Peabody, MA: Hendrickson,
1985), hlm. 347, berargumen bahwa Lukas sedang menggunakan
sistem Roma sebab “Lukas membicarakan ‘Matahari terbit’ sebagai’
hari berikutnya’ (bandingkan ayat 11 dan 7).” Tetapi istilah Yunani
diterjemahkan “hari berikutnya” adalah kata espaurion yang berarti “di
pagi,” Diakui bahwa itu dapat menunjukkan di dalam Perjanjian Baru
“hari berikutnya,” tetapi di dalam kasus tertentu itu dijelaskan oleh
kata benda paralel yaitu auge yang berarti, “fajar menyingsing, pada
pagi-pagi benar” di ayat 11. Teks itu sedang megatakan bahwa Paulus
sedang berencana untuk berangkat “di pagi” hari (v. 7) dan ia benarbenar berangkat dipagi hari, yakni dengan mengatakan “fajar” (v.11).
13 Specht, "Sunday," hlm. 123-124; band. Bacchiocchi,
Sabbath Under Crossfire, hlm. 36-37. Walaupun Laansma
berargumen bahwa kejadian tersebut secara kuat menyarankan bahwa
Page 11
Edisi 315 – 7 Nopember 2014
Artikel Rohani
MENDALAMI BERSAMA
PEKABARAN AJARAN
DASAR GMAHK MELALUI
WAHYU 14:12
mulia. Jika kita ingin mengerti arti lebih dalam bagaimana saat
penciptaan itu terjadi maka kita perlu mengerti apa arti salib
yang sesungguhnya. Perenungan terhadap demonstrasi salib
yang terjadi tahun 31 AD, akan membantu kita mengerti
kenyataan salib yang sebenarnya yang sedang terjadi. Dan jika
kita ingin mengerti arti Kekuatan salib yang menyelamatkan
setiap pribadi (Injil yang kekal) maka kita perlu mengerti lebih
dalam lagi arti Kekuatan penciptaan yang menghadirkan segala
sesuatu. Salib bukan hanya menciptakan tetapi salib juga adalah
kekuatan yang sama yang menopang dan mempertahankan
semesta alam. Salib yang sama juga yang menopang dan
mempertahankan “mereka”. Itulah makna hukum ke empat
…”Sabat”
Di dalam semua peran salib ini… di manakah “mereka” dan
semua perannya? Tidak ada
Di manakah salib itu terjadi?
Apakah salib itu adalah sesuatu yang terjadi tetapi terpisah oleh
ruang dan waktu?
Bagian XI
Misalnya kalau oleh waktu… salib itu terjadi sekitar 2000
tahun yang lalu… dan bukan sekarang sedang terjadi
Misalnya kalau oleh ruang… Salib itu terjadi bukan pada kita
tetap terjadi pada seseorang secara daging sekitar 2000 tahun
yang lalu...
Apakah demikian? Tidak!!! Bahkan bukan cuma sekedar
seperti itu…
Oleh : Sonny Maromon, STh.
Healing Way Indonesia
Lanjutan …
Lebih Jauh Lagi Apa Artinya Salib?
Perbandingan salib dan penciptaan.
Salib adalah sebuah penyatuan yang terjadi. Salib itu adalah
kekuatan terhadap maut dan dosa. Maut dan dosa adalah
keterpisahan dari Hidup yang adalah Tuhan sendiri (terpisah
dari Tuhan). Oleh Karena itu Salib adalah penyatuan dari suatu
keterpisahan yang diakibatkan karena adanya dosa (Aku di
dalam kamu dan kamu dalam Aku). Itulah kekuatan yang
menyelamatkan. Dan Firman Tuhan berkata : “Jadi siapa yang
ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah
berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” Salib itu
adalah sebuah peristiwa penciptaan kembali karena
keterpisahan yang diakibatkan oleh dosa. Peristiwa Salib =
peristiwa penciptaanya itu dari yang tidak ada (maut) menjadi
berkumpul adalah kebiasaan pada hari Minggu, ia harus mengakui
bahwa perikop tersebut “tidak menentukan bahwa ada pola mingguan
yang berpegang pada satu pertemuan pada hari Minggu ("Lord's Day,"
hlm. 681).
Bejana Advent Indonesia Timur
Salib itu adalah “Aku di dalam kamu dan kamu di dalam
Aku”. Itu adalah sebuah kenyataan penyatuan yang terjadi
kepada setiap pribadi dan telah didemonstrasikan sekitar 2000
tahun yang lalu untuk membuat kita mengerti terhadap arti salib
yang sesungguhnya. Sebab keterpisahan (dosa) itu terjadi di
dalam tubuh kita, sehingga penyatuan itu pun terjadi di dalam
tubuh kita oleh salib itu. Dosa itu tidak terjadi di luar sana…
dosa itu terjadi di dalam daging, sehingga untuk menyelesaikan
masalah dosa itu juga maka salib itu harus terjadi di dalam
daging (Roma 3:4). Di mana ada dosa, di situ ada salib yang
menopang dan menyatukan. Dosa itu membunuh tetapi salib itu
memberi hidup. Satu satunya alas an kita berbuat dosa tetapi
kita masih hidup itu terjadi oleh karena salib itulah yang
menopang kita. Itulah yang membuat kita sampai sekarang
masih hidup.
Salib adalah sebuah kenyataan peristiwa misteri yang terjadi
untuk menyelesaikan masalah dosa yang misteri. Itu adalah
kenyataan perkara Ilahi. Kita tidak akan pernah dapat tamat
untuk menyelaminya. Itu adalah pelajaran dari sebuah
kenyataan yang tidak dapat dibatasi oleh ruang dan waktu. Itu
adalah kenyataan perkara Roh. Itulah yang dipelajari sepanjang
zaman kekekalan. Sehingga untuk membuat manusia
mengerti
sekilas
tentang
makna
salib,
Tuhan
Page 12
Edisi 315 – 7 Nopember 2014
mendemostrasikannya dalam sebuah “proses” pada 2000
tahun yang lalu dan pengantaraan-Nya di Surga. Itu juga
yang Tuhan nyatakan dalam simbol Bait Suci agar manusia
dapat menyadari kebesarannya yang tak terbatas itu. Ketidak
terbatasannya salib dalam ruang dan waktu menyatakan
pekerjaan-Nya “sudah selesai” sebelum dunia di jadikan.
“TIDAK TAHUKAH KAMU, bahwa kamu adalah bait Allah
dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?” 1 Korintus 3:16
“Aku telah menjadi pelayan jemaat itu sesuai dengan tugas
yang dipercayakan Allah kepadaku untuk meneruskan firmanNya dengan sepenuhnya kepada kamu, yaitu rahasia yang
tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan keturunan,
tetapi yang sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudusNya. Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya
dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu:
Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah
pengharapan akan kemuliaan! Kolose 1:25-27
“namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup,
melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang
ku hidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman
Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diriNya untuk aku.” Galatia 2:20
Permasalahan yang terjadi bukan karena Kristus ada atau tidak
ada bersama dengan setiap pribadi. Namun pribadi itu tidak
mengetahui / menyadari akan kenyataan yang dahsyat itu yang
sedang terjadi (1 Kor 3:16). Oleh karena itu diperlukan adanya
pemberitahuan / pekabaran tentang kenyataan salib itu
(pekabaran injil) untuk memberitahukan dan menyadarkan
pribadi akan sebuah kenyataan. Penerimaan setiap pribadi
terhadap kenyataan ini (kesadaran pribadi terhadap kenyataan
ini) itulah penggenapan. Yohanes 3:16.
Penerimaan / percaya pada kenyataan itu ibarat seorang yang
tidak tahu berenang dan tenggelam di laut, kemudian ia
membiarkan dirinya/pasrah di tolong oleh seorang penyelamat.
Jika ia mencoba melakukan suatu tindakan maka hal itu akan
membahayakan dirinya dan sang penyelamat. Tetapi jika ia
mencoba memberontak di dalam air (keadaan alamiah seorang
yang sedang panic saat tenggalam) maka sang penyelamat
harus membuatnya pingsan untuk dapat menolongnya dengan
baik. Ia tidak tahu berenang dan tidak tahu menyelamatkan
dirinya tetapi mencoba bertindak untuk menyelamatkan dirinya.
Itu adalah hal yang keliru namun terjadi. Sikap melakukan
sesuatu dalam keadaan seperti itu sama dengan sikap
memberontak terhadap semua tindakan penyelamatan yang
sedang dilakukan oleh sang penyelamat dan itu sama dengan
penolakkan kepada penyelamatan yang sedang dilakukan.
Sebab sang penyelamat sangat yakin bahwa ia dapat menolong
korban oleh kekuatannya. Satu satunya hal yang perlu di
lakukan adalah membiarkan dirinya dikuasai oleh penyelamat
tanpa melakukan tindakkan apapun. Itulah percaya = berserah =
pasrah. Gambaran seperti ini kita dapat lebih mengerti melalui
… maaf… rahasia “hubungan suami=istri” : “Rahasia ini besar
tetapi yang kumaksudkan adalah hubungan Kristus dan
jemaat.” Kristus bertindak, jemaat pasrah pada tindakkan
Kristus sepenuhnya di dalam jemaat sebagaimana hubungan
suami-istri. Di sanalah kebahagiaan keduanya terjadi, itulah
yang menghasilkan buah Roh.
Bersambung….
Joh 3:16 For God so loved the world, that he gave his only
begotten Son, THAT WHOSOEVER BELIEVETH IN HIM
should not perish, but have everlasting life. (KJV)
Penolakkan kepada kenyataan Injil yang dikabarkan adalah
penolakkan kepada Rahmat Tuhan.
Apa yang dialami oleh “mereka” adalah mereka menerima
kenyataan salib yang sedang terjadi pada mereka. Itulah yang
menopang mereka dan membuat mereka bertahan. Sebab bukan
mereka yang bertahan tetapi Tuhan yang mempertahankan
mereka.
“Ye are of God, little children, and have overcome them:
because greater is he that is in you, than he that is in the
world. They are of the world: therefore speak they of the
world, and the world heareth them. We are of God: he that
knoweth God heareth us; he that is not of God heareth not us.
Hereby know we the spirit of truth, and the spirit of error.” 1Jn
4:4-6
Bejana Advent Indonesia Timur
Page 13
Edisi 315 – 7 Nopember 2014
Bekerja di Bawah
Kesulitan-Kesulitan
Kisah Para Rasul - Ellen G. White
S
ementara Paulus dengan
hati-hati
menaruh
di
hadapan orang-orang yang
bertobat ajaran yang jelas
tentang
Alkitab
mengenai
tunjangan yang benar akan
pekerjaan Allah, dan sementara ia
menuntut dirinya sendiri seorang
pelayan Injil "mempunyai hak
untuk dibebaskan dari pekerjaan tangan" (1 Korintus 9:6) pada
pekerjaan duniawi sebagai alat untuk menyokong diri sendiri,
namun pada beberapa waktu selama pekerjaannya dalam pusat
peradaban yang besar, ia melakukan pekerjaan tangan untuk
biayanya sendiri.
Di antara orang Yahudi pekerjaan badani tidak dianggap aneh
atau merendahkan derajat. Melalui Musa orang-orang Ibrani
telah diajar untuk melatih anak-anak mereka untuk
kebiasaan-kebiasaan yang tekun, dan hal itu dianggap sebagai
dosa untuk membiarkan orang-orang muda bertumbuh dalam
keadaan tidak mengetahui akan pekerjaan badani. Meskipun
seorang anak harus dididik untuk jabatan yang suci, suatu
pengetahuan tentang kehidupan yang praktis dianggap penting.
Tiap-tiap orang muda, apakah orang tuanya kaya atau miskin,
diajarkan beberapa kerajinan tangan. Orangtua yang lalai
menyediakan pendidikan seperti itu bagi anak-anaknya mereka
dipandang sebagai menyimpang dari petunjuk Tuhan. Sesuai
dengan kebiasaan ini, mula-mula Paulus telah mempelajari
akan pekerjaan membuat tenda.
Sebelum menjadi murid Kristus, Paulus telah menempati suatu
kedudukan yang tinggi dan tidak bergantung pada pekerjaan
badani untuk mendapat sokongan. Tetapi sesudah itu, bila ia
telah menggunakan segala hartanya dalam memajukan
pekerjaan Kristus, ia kadang-kadang mengusahakan
kerajinannya untuk memperoleh nafkah. Terutama hal ini bila
ia bekerja di tempat-tempat di mana motifnya mungkin
disalahartikan.
Bejana Advent Indonesia Timur
Di Tesalonikalah kita membaca Paulus mula-mula bekerja
dengan tangannya sendiri dalam pekerjaan membantu diri
sendiri sementara mengkhotbahkan sabda Allah. Menulis
kepada sidang tentang orang-orang percaya di sana, ia
mengingatkan kepada mereka bahwa ia "dapat berbuat
demikian" kepada mereka, dan menambahkan: "Sebab kamu
masih ingat, saudara-saudara, akan usaha dan jerih lelah kami.
Sementara kami bekerja siang malam, supaya jangan menjadi
beban bagi siapa pun juga di antara kamu, kami memberitakan
Injil Allah kepada kamu." 1 Tesalonika 2:6, 9. Dan sekali lagi,
dalam tulisannya yang kedua kepada mereka, ia menyatakan
bahwa ia dan teman sekerjanya sementara dengan mereka tidak
makan "roti orang dengan percuma." Siang dan malam ia
bekerja, ia menulis, "Bukan karena kami tidak berhak untuk itu,
melainkan karena kami mau menjadikan diri kami teladan bagi
kamu, supaya kamu ikuti." 2 Tesalonika 3:8, 9.
Di Tesalonika Paulus bertemu dengan mereka yang enggan
bekerja dengan tangan mereka. Tentang golongan inilah ia
menulis sesudah itu: "Kami katakan ini karena kami dengar,
bahwa ada orang yang tidak tertib hidupnya dan tidak bekerja,
melainkan sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna.
Orang-orang yang demikian kami peringati dan nasihati dalam
Tuhan Yesus Kristus, supaya mereka tetap tenang melakukan
pekerjaannya dan dengan demikian makan makanannya
sendiri." Sementara bekerja di Tesalonika, Paulus berhati-hati
memberikan kepada orang seperti itu suatu teladan yang benar.
"Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu," ia menulis,
"kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak
mau bekerja, janganlah ia makan." Ayat 11, 12, 10.
Dalam setiap zaman Setan berusaha untuk merusakkan usaha
hamba-hamba Allah oleh memperkenalkan kepada sidang suatu
roh fanatik. Jadi pada zaman Paulus, dan demikian juga pada
abad-abad kemudian selama zaman Reformasi. Wycliffe,
Luther, dan banyak lagi yang lain yang mendatangkan berkat
kepada dunia oleh pengaruh dan iman mereka, mengalami tipu
muslihat oleh mana musuh mencari untuk memimpin ke dalam
kefanatikan pikiran-pikiran yang terlalu bersemangat, tidak
seimbang, dan tidak disucikan. Jiwa-jiwa yang sesat telah
mengajarkan bahwa mencapai kesucian yang benar membawa
pikiran melebihi segala pikiran duniawi dan memimpin
manusia untuk menahan diri sepenuhnya dari pekerjaan.
Orang-orang yang lain, terlalu memikirkan ayat-ayat yang
tertentu dari Kitab Suci, telah mengajarkan bahwa dosalah
untuk bekerja-- bahwa orang Kristen harus tidak memikirkan
mengenai kesejahteraan duniawi dari mereka sendiri atau
keluarga mereka, tetapi harus menyerahkan segenap kehidupan
mereka kepada perkara-perkara rohani. Ajaran dan teladan
rasul Paulus adalah tempelakan kepada pandangan yang
keterlaluan itu.
Paulus tidak bergantung sepenuhnya kepada pekerjaan
tangannya untuk sokongan sementara ia berada di Tesalonika.
Berbicara kemudian mengenai pengalaman-pengalamannya di
kota itu, ia menulis kepada orang-orang percaya di Filipi
Page 14
Edisi 315 – 7 Nopember 2014
sebagai pengakuan akan pemberian yang telah diterimanya dari
mereka pada saat ia berada di sana, dengan mengatakan,
"Karena di Tesalonika pun kamu telah satu dua kali
mengirimkan bantuan kepadaku." Filipi 4:16. Meskipun
kenyataan bahwa ia telah menerima pertolongan ini, ia
berhati-hati untuk memberikan kepada orang Tesalonika suatu
teladan kerajinan, sehingga tidak ada orang dapat menuduh dia
tentang ketamakan, dan juga bahwa mereka yang memegang
pandangan yang fanatik mengenai pekerjaan tangan boleh
diberikan amaran yang praktis.
Bila pertama kali Paulus mengunjungi Korintus, ia mendapati
dirinya di antara suatu umat yang curiga mengenai motif
orang-orang asing. Orang-orang Yunani pada tepi pantai adalah
pedagang-pedagang yang gigih. Sebegitu jauh mereka telah
melatih diri mereka mengenai kebiasaan-kebiasaan dagang
yang jelas, dan mereka tiba pada keyakinan bahwa keuntungan
adalah bagaikan ilah dan bahwa hal itu adalah untuk mendapat
uang, dengan jalan yang benar atau curang, akan mendapat
restu. Paulus kenal baik akan sifat mereka, dan ia tidak akan
memberikan mereka kesempatan untuk mengatakan bahwa ia
mengkhotbahkan Injil untuk memperkaya dirinya sendiri. Ia
sebenarnya boleh menuntut sokongan dari pendengarpendengarnya orang Korintus; tetapi ia rela untuk tidak
melakukan hak ini, agar kegunaannya dan kemajuannya
sebagai seorang pendeta jangan dinodai oleh prasangka yang
tidak adil bahwa ia sedang mengkhotbahkan Injil untuk
keuntungan. Ia berusaha menghilangkan segala kesempatan
untuk salah tafsir, supaya tenaga pekabarannya tidak akan
hilang.
Segera sesudah ia tiba di Korintus, Paulus mendapat "seorang
Yahudi bernama Akwila, yang berasal dari Pontus. Ia baru
datang dari Italia dengan Priskila, istrinya." Mereka melakukan
"pekerjaan yang sama" dengan dirinya sendiri. Dibuang dengan
perintah Klaudius, yang memerintahkan segala orang Yahudi
untuk meninggalkan Roma, Akwila dan Priskila telah datang ke
Korintus, di mana mereka mendirikan suatu perusahaan sebagai
pembuat tenda. Paulus menanyakan tentang mereka, dan
mempelajari bahwa mereka takut akan Allah dan berusaha
untuk menghindarkan pengaruh-pengaruh dengan mana mereka
dikelilingi, "ia tinggal bersama-sama dengan mereka. Mereka
bekerja bersama-sama .... Dan setiap hari Sabat Paulus
berbicara dalam rumah ibadat dan berusaha meyakinkan
orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani." Kisah 18:3-4.
Kemudian, Silas dan Timotius menggabungkan diri dengan
Paulus di Korintus. Saudara-saudara ini membawa serta dana
dari sidang-sidang di Makedonia, untuk menyokong pekerjaan
Tuhan.
Dalam suratnya yang kedua kepada orang-orang percaya di
Korintus, yang ditulis sesudah ia mendirikan suatu sidang yang
Bejana Advent Indonesia Timur
kuat di sana, Paulus mengulangi cara hidupnya di antara
mereka. "Apakah aku berbuat salah," ia bertanya, "jika aku
merendahkan diri untuk meninggikan kamu, karena aku
memberitakan Injil Allah kepada kamu dengan cuma-cuma?
Jemaat-jemaat lain telah kurampok dengan menerima tunjangan
dari mereka, supaya aku dapat melayani kamu! Dan ketika aku
dalam kekurangan di tengah-tengah kamu, aku tidak
menyusahkan seorang pun, sebab apa yang kurang padaku,
dicukupkan oleh saudara-saudara yang datang dari Makedonia.
Dalam segala hal aku menjaga diriku, supaya jangan menjadi
beban bagi kamu, dan aku akan tetap berbuat demikian. Demi
kebenaran Kristus di dalam diriku, aku tegaskan, bahwa
kemegahanku itu tidak akan dirintangi oleh siapa pun di
daerah-daerah Akhaya." 2 Korintus 11:7-10.
Paulus mengatakan mengapa ia telah mengikuti cara ini di
Korintus. Adalah bahwa ia tidak memberikan dalih untuk dicela
dan dipersalahkan "bagi mereka, yang mau mengambil garagara." 2 Korintus 11:12. Sementara ia bekerja membuat tenda ia
bekerja juga dengan setia dalam mengkhotbahkan Injil. Ia
sendiri menyatakan pekerjaannya, "Segala sesuatu yang
membuktikan, bahwa aku adalah seorang rasul, telah dilakukan
di tengah-tengah kamu dengan segala kesabaran oleh
tanda-tanda, mukjizat-mukjizat dan kuasa-kuasa." Dan ia
menambahkan, "Sebab dalam hal manakah kamu lebih rendah
dibandingkan dengan jemaat-jemaat lain, selain daripada dalam
hal ini, yaitu bahwa aku sendiri tidak menjadi suatu beban
kepada kamu? Maafkanlah ketidakadilanku ini! Sesungguhnya
sekarang sudah untuk ketiga kalinya aku siap untuk
mengunjungi kamu, dan aku tidak akan merupakan suatu beban
bagi kamu. Sebab bukan hartamu yang kucari, melainkan kamu
. . . Karena itu aku suka mengorbankan milikku, bahkan
mengorbankan diriku untuk kamu." 2 Korintus 12:12-15.
Selama masa yang panjang dari pelayanannya di Efesus, di
mana selama tiga tahun ia menjalankan usaha evangelisasi yang
giat di seluruh daerah itu, Paulus sekali lagi bekerja pada
kerajinannya. Di Efesus, sama seperti di Korintus, rasul itu
digembirakan oleh kehadiran Akwila dan Priskila, yang telah
menemani dia pada waktu ia kembali ke Asia pada akhir
perjalanan misionarisnya yang kedua.
Ada beberapa orang yang berkeberatan Paulus bekerja dengan
tangannya, menyatakan bahwa hal itu tidak konsekwen dengan
pekerjaan seorang pelayan Injil. Mengapakah Paulus, seorang
pelayan dengan jabatan yang tertinggi, lalu menghubungkan
pekerjaan tangan dengan mengabarkan perkataan itu?
Bukankah pekerja layak mendapat upahnya? Mengapakah ia
harus menggunakan waktu dalam membuat tenda yang pada
segala pemandangan dapat dimanfaatkan kepada nilai yang
lebih baik? (33)
Bersambung…..
Page 15
Edisi 315 – 7 Nopember 2014
Kejadian 29:32-35; 30:1-26; 35:16-19; 37:35.
Yakub memiliki keluarga besar, ia memiliki dua belas putra. Ia
juga mempunyai anak-anak perempuan. Tahukah kalian nama
dari masing-masing anaknya? Marilah kita sebut beberapa.
melahirkan Gad dan Asyer. Kemudian Lea melahirkan lagi dua
anak lelaki, Isakhar dan Zebulon.
Akhirnya Rahel dapat juga melahirkan seorang anak. Ia
menamakannya Yusuf. Nanti kita akan mengetahui lebih
banyak lagi mengenai Yusuf, karena ia akan menjadi orang
yang sangat penting. Itulah kesebelas anak lelaki yang telah
dilahirkan bagi Yakub, ketika ia tinggal bersama ayah Rahel,
Laban.
Yakub juga mempunyai beberapa anak perempuan, tetapi
Alkitab hanya menyebutkan nama salah seorang dari mereka,
yaitu Dina.
Beberapa waktu kemudian, setelah Yakub dan keluarganya
berada kembali di Kanaan, Rahel melahirkan seorang anak
lelaki yang lain. Ini terjadi ketika mereka sedang dalam
perjalanan. Karena Rahel sangat payah maka meninggallah ia
waktu melahirkan. Tetapi anak lelaki yang dilahirkannya itu
sehat. Yakub menamakannya Benyamin.
Lea melahirkan Ruben, Simeon, Lewi dan Yehuda. Rahel
sangat sedih karena ia tidak dapat memperoleh seorang anak
pun. Sebab itu ia memberikan pelayan perempuannya, Bilha,
kepada Yakub. Maka Bilha memperoleh dua anak lelaki,
bernama Dan dan Naftali. Setelah itu Lea juga memberikan
pelayan perempuannya, Zilpa, kepada Yakub. Dan Zilpa
Bejana Advent Indonesia Timur
Kita perlu mengingat nama-nama dari kedua belas putra Yakub,
karena seluruh suku bangsa Israel berasal dari mereka.
Sebenarnya kedua belas suku Israel disebut menurut nama 10
putra Yakub dan dua putra Yusuf. Ishak hidup bertahun-tahun
lagi setelah anak-anak ini lahir, dan tentu ia telah merasa
bahagia, karena dapat mempunyai banyak cucu.
Page 16
Edisi 315 – 7 Nopember 2014
Bejana Advent Indonesia Timur
Page 17
Edisi 315 – 7 Nopember 2014
D
Bejana Advent Indonesia Timur
Page 18
Edisi 315 – 7 Nopember 2014
Malam itu ? Aku terbangun dan pergi ke dapur untuk
mengambil segelas air. Ibuku sedang menangis disana, pelan
sekali, seolah-olah dia takut membuat aku terbangun. Aku
melihatnya dan kemudian pergi. Karena kupikir aku akan
katakan padanya esok pagi. Ada sesuatu yang
mengganjal di lubuk hatiku. Bahkan, aku membenci ibuku yang
sedang menangis dengan satu matanya. Jadi aku katakan pada
diriku sendiri bahwa aku akan berkembang dan menjadi sukses.
Kemudian aku belajar dengan sungguh-sungguh. Aku
tinggalkan ibuku dan pergi ke Singapura untuk belajar.
Kemudian, aku menikah. Aku membeli rumah sendiri. Aku
punya anak-anak juga. Sekarang aku hidup bahagia sebagai
seorang yang sukses. Aku suka disini karena tempat ini
tidak mengingatkanku pada ibuku. Kebahagiaan ini semakin
besar dan bertambah besar,
Inspirational Story
IBUKU HANYA
MEMPUNYAI SATU
MATA
Dikirim oleh : James Pangalila
Amsal 19 : 26
Anak yang menganiaya ayahnya atau mengusir ibunya,
memburukkan dan memalukan diri.
Aku benci dia..? Dia sangat memalukan? Dia membuat
[menjual] makanan untuk murid-murid dan guru-guru untuk
menafkahi keluarga. Suatu hari di Sekolah Dasar (SD), ibuku
datang ke sekolahku. Aku sangat malu. Koq tega ibu berbuat
ini padaku? Aku pandangi dia dengan penuh kebencian dan
berlari keluar.
Hari berikutnya di sekolah..."Ibumu hanya punya satu mata
ya?!?!"?.. kata temanku. Aku berharap ibuku bisa menghilang
begitu saja di dunia ini. Jadi aku bilang ke ibu, "Bu? Kenapa
ibu tidak punya mata yang satu lag i?! Jika ibu hanya akan
membuatku jadi bahan tertawaan, kenapa ibu tidak mati saja
?!!!"
Ibuku tidak merespon... Aku jadi merasa sedikit tidak enak, tapi
di saat yang sama, aku merasa baik untuk mengatakan apa yang
ingin aku katakan selama ini?. Mungkin karena ibuku tidak
menghukumku, tapi aku tidak berpikir bahwa aku telah
menyakiti perasaannya dengan sangat buruk..
Bejana Advent Indonesia Timur
Suatu ketika…….
Apa..?! Siapa ini ?! Itu ibuku ? masih
dengan mata satunya. Aku merasa seolah-olah seluruh langit
jatuh tepat diatasku. Bahkan anak anakku lari, takut dengan
mata ibuku. Aku membentaknya "Siapa kamu?! Aku tidak
mengenalmu!!!" mencoba untuk tampak meyakinkan. Aku
berteriak padanya, "Beraninya kamu datang ke rumahku dan
menakuti
anak-anakku!"
…."KELUAR
DARI
SINI!
SEKARANG!!!"
Pada kejadian ini, ibuku dengan tenang menjawab, "Oh, aku
minta maaf. Aku mungkin salah alamat," dan dia menghilang
dari penglihatan.
Untunglah, dia tidak mengenaliku. Aku lega. Aku katakan pada
diriku sendiri bahwa aku tidak akan pernah peduli atau
memikirkan tentang hal ini selama hidupku. Kemudian sebuah
petunjuk datang padaku.
Suatu hari, sebuah surat undangan reuni sekolah datang ke
rumahku di Singapura..Jadi, aku berbohong ke istriku bahwa
aku akan pergi dalam perjalanan bisnis, aku pergi. Setelah
reuni, aku pergi ke bangsal tua, yang biasa aku pakai untuk
menyebut sebuah rumah. Hanya ingin cari tahu.
Disana, aku menemukan ibuku terjatuh diatas tanah yang
dingin.Tapi aku tidak meneteskan sebutir air mata. Dia
memegang selembar kertas di tangannya. Sebuah surat
untukku.” Anakku....Aku pikir hidupku sudah cukup panjang
sekarang.., dan, aku tidak akan mendatangi Singapura
lagi..Tapi akankah menjadi terlalu banyak untuk meminta
jika aku ingin kamu datang mengunjungiku sekali waktu ?
Aku sangat merindukanmu! Dan aku senang sekali ketika
aku mendengar kamu datang untuk reuni. Tapi aku
memutuskan untuk tidak pergi ke sekolah. Untukmu. Aku
minta maaf bahwa aku hanya punya satu mata, dan aku
seorang yang memalukan bagimu. Kamu tahu, ketika kamu
masih kecil, kamu mengalami kecelakaan, dan kehilangan
matamu. Sebagai ibu, aku tidak akan berdiam diri melihatmu
harus tumbuh dengan hanya satu mata. Jadi aku berikan
Page 19
Edisi 315 – 7 Nopember 2014
mataku. Aku sangat bangga pada anakku yang melihat
seluruh dunia baru untukku, di tempatku, dengan mata itu.
Aku tidak pernah marah padamu untuk semua yang telah
kamu lakukan..Beberapa kali kamu marah padaku ? Aku
pikir,'Itu karena kamu mencintai aku.. '"Anakku? Oh,
anakku?"
...... Cerita ini mengingatkan kita bahwa kebaikan yang mereka
nikmati adalah berkat orang lain baik secara langsung maupun
tidak langsung. Bersyukurlah atas apa yang kamu punya hari
ini bandingkan dengan jutaan orang yang tidak dapat hidup
seperti hidupmu!
Luangkan waktu untuk mendoakan ibumu ! Kasih ibu kepada
kita tak terhingga besarnya.
Jadi buat yang suka membantah Ibu,, ingat,, akan apa yang
telah Ibumu berikan kepadamu,, memang cinta ibu kepada
anaknya adalah cinta sepanjang masa... ***
MEMPERBAIKI KLUB REMAJA
ASURANSI
Sementara kesejahteraan spiritual dari anak-anak muda adalah
motivasi utama dari semua orang yang terkait dalam
kepemimpinan orang muda, kesejahteraan fisik dari anak-anak
muda juga sangat penting. Masing-masing pemimpin atau
penasehat pada level apapun di dalam organisasi harus
menerima kewajiban moral untuk mencegah dari kecelakaan
fisik bagi siapa yang berada dibawah pengawasannya. Tugas
moral dari perhatian ini dipaksakan oleh pertangungan resmi
dan sementara kewajiban moral bisa diacuhkan, pemimpin
tidak bisa lari dari pertangungan jawab atas kecelakaan hasil
dari aksi mereka atau keteledoran.
Standar asuhan apakah yang dibutuhkan bagi pemimpin atau
penasehat? Tidak ada jawaban yang mudah, untuk tugas
mengasuh seorang junior akan bervariasi dalam tingkatan dari
yang harus bagi seorang anak muda yang berusia dewasa.
Tujuannya harus selalu untuk melaksanakan program yang
bebas dari kecelakaan dan pertimbangan-pertimbangan perlu
diberikan untuk hal berikut ini:
1.
Kondisi-Kondisi
Apakah kondisi, tempat berkemah, lapangan, dll bebas dari
bahaya untuk fisik? Jika tidak, bahaya yang ada harus
segera dipindahkan.
2.
Peralatan
Apakah seluruh peralatan dalam keadaan baik? Apakah
aman? Apakah alat pengaman
sehubungan dengan
aktifitas telah disediakan?
Bejana Advent Indonesia Timur
3.
Pengawasan
Tingkat pengawasan yang diminta akan beraneka ragam
tergantung kepada umur anak yang dijaga. Biasanya anak
yang berumur 10 tahun akan meminta pengawasan yang
lebih dekat dari pada seorang anak 20 tahun yang harus
menerima tingkatan tanggung jawab yang lebih besar
untuk tindakannya sendir tetapi pengawasan harus tetap
diberikan.
4.
Jenis Kegiatan
Kegiatan yang beresiko tinggi seperti mengembara harus
dihindari dan pertimbangan harus diberikan untuk:
a. Kecocokan dari kegiatan dengan usia anak yang
diikutsertakan
b. Kemampuan pribadi dan pengalaman dari pengawas
seperti program senam harus dilakukan hanya jika ada
seorang yang berpengalaman, ahli senam yang bagus
disediakan untuk mengawas.
c. Penyediaan peralatan yang aman seperti jaket untuk
melaut, sandaran untuk berkuda, sb.
Divisi dapat mengatur asuransi pertanggungan resmi secara
penuh yang diteruskan kepada pemimpin dan pembina apakah
mereka dibayar oleh pegawai atau bayar sendiri, tetapi
tersedianya asuransi ini tidak boleh menghasilkan keteledoran
dari tugas perhatian untuk anak-anak dan para pemuda. Tidak
ada tingkatan dari asuransi dapat mengantikan secara
memuaskan untuk kematian atau kecelakaan.
Pemimpin orang muda harus mendidik dirinya sendiri untuk
memperhatikan dan mengenali potensi adanya bahaya. Jika
Anda adalah pemimpin orang muda atau pembina, Anda berada
Page 20
Edisi 315 – 7 Nopember 2014
dalam posisi terpercaya untuk anak-anak berada dalam
perhatian Anda dan Anda tidak dapat mendelegasikan tugas
resmi Anda atau tugas perhatian moral Anda.
Kecelakaan akan terjadi, kerugian akan diderita tetapi jangan
biarkan itu terjadi karena kelalaian Anda dalam mengijinkan
pengunaan kondisi-kondisi yang berbahaya atau peralatan yang
salah, atau kurangnya tenaga ahli dan pengawasan yang cukup.
Anda telah menerima peraturan sebagai pemimpin atau
pembina karena Anda tertarik dalam kesejahteraan rohani dari
anak-anak gereja. Pertumbuhan fisik untuk nantinya adalah
hampir sama pentingnya.
PERTANYAAN
UNTUK
MEMPERTIMBANGKAN
SEHUBUNGAN DENGAN KEGIATAN
Anda tidak dapat melangkahi tanggung jawab pribadi Anda
untuk keselamatan tiap - tiap anak yang mengikuti kegiatan
Anda. Oleh karena itu direkomendasikan bahwa pertanyaanpertanyaan berikut dipertimbangkan sebelum memperkenalkan
suatu kegiatan kepada program Anda:
Apakah kegiatan yang diusulkan:
Penting?
Layak?
Tidak menguntungkan?
Jika itu penting atau layak, apakah: Beresiko rendah?
Beresiko yang masuk akal?
Beresiko tinggi?
Apakah faktor resiko:
Diterima?
Tidak dapat diterima?
dibawah pengawasannya. Pertimbangan oleh karena perlu
diberikan untuk resminya “Tugas Pemiliharaan”.
Lord Atkin, dalam memberikan keputusannya untuk kasus
Grant lawan Pertambangan Australia (1936) mengatakan
prinsip cara ini:
“Aturan
untuk mencintai tetanggamu adalah menjadi satu
hukum, Anda tidak boleh merugikan tetanggamu; dan
pertanyaan hakim, siapakah tetanggmu? menerima jawaban
yang terbatas. Anda harus mengambil pemeliharaan yang
masuk akal untuk menghindari tindakan atau keteledoran yang
secara akal
Anda
duga akan sepertinya merugikan
tetanggamu. Kemudian, di dalam hukum siapakah sebagai
tetangga saya? Jawabannya sepertinya adalah orang-orang yang
sangat dekat dan langsung dipengaruhi oleh tindakan saya yang
secara akal saya harus memiliki mereka sebagai manusia
demikian tepengaruh bilamana saya mengarahkan pikiran saya
menjadi tindakan atau kelalaian yang dinamakan dalam
pertanyaan.”
Kegagalan dalam memenuhi “Tugas Pemeliharaan” akan
dikategorikan sebagai keteledoran dan dapat menghasilkan
tindakan resmi untuk kerusakan-kerusakan, menghasilkan
kerugian dianggap sebagai kegagalan.
KELALAIAN
Untuk memutuskan apakah keteledoran itu terjadi, ada tiga
pertanyaan yang biasanya ditanyakan:
1.
2.
Apakah pengawasan disediakan:
Apakah peralatan penting:
Cukup dalam jumlah?
Keahliaan yang memadai?
Dalam keadaan baik?
Tidak aman dalam kondisi apapun?
3.
Apakah peralatan pengaman cukup:
Tersedia?
Tidak tersedia?
TUGAS PEMELIHARAAN
Seluruhnya bertujuan untuk “tugas pemeliharaan” tetapi tidak
ada seorangpun yang lebih daripada mereka yang terikut serta
di dalam kepemimpinan orang muda. Tugas ini mempunyai dua
aspek untuk mereka yang bekerja dengan anak-anak: MORAL
dan RESMI.
Tugas moral adalah puncak dan harus menjadi dasar untuk
memotivasi terlaksananya program anak muda. Tetapi
sayangnya, banyak kejadian ketika pemimpin telah banyak
tidak menghargai tugas moran yang mereka harus pelihara
untuk fisik yang baik nantinya dari anak-anak yang berada
Bejana Advent Indonesia Timur
Apakah ada tugas atau kewajiban ditanggung oleh orang
yang terkena kerugian?
Jika ada tugas, apakah ada pelanggaran dari tugas itu?
Untuk memutuskan apakah ada pelanggaran, biasanya
ditanyakan:
a. Apakah pemeliharaan wajib itu dilatih?
b. Apakah kerugian itu mungkin?
Apakah tindakan atau kelalaian dari orang tersebut
didakwakan keteledoran yang dekat penyebab kerugian?
atau
Apakah kerugian yang telah terjadi tidak berhubungan
dengan tindakan-tindakan yang didakwakan?
APAKAH PENYEBAB KELALAIAN
Dari banyak usaha untuk mendefinikan kelalaian, mungkin
yang sangat bisa diterima adalah pernyataan Alderson B,
dalam Blyth lawan Birmingham Waterworks Co. (1856)
“ Kelalaian adalah keteledoran mengerjakan sesuatu yang oleh
orang berakal budi, dituntun atas semua pertimbangan yang
biasanya mengatur tingkah laku antar hubungan manusia
akan melakukannya , atau melakukan sesuatu yang manusia
bijaksana dan berakalbudi tidak akan lakukan.”
Page 21
Edisi 315 – 7 Nopember 2014
Kelalian dapat mempunyai banyak bentuk, beberapa adalah
yang paling banyak dilakukan:
Alas kaki yang sesuai
Jalan Kaki
* Kesalahan atau kondisi berbahaya atau peralatan
* Mengijinkan kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari
bahaya
* Kegagalan untuk menyediakan peralatan yang cukup dan
aman atau untuk meyakinkan bahwa jika ada peralatan
yang disediakan, itu akan selalu digunakan
* Tidak cukupnya pengawasan
* Kerugian terjadi jika penyebab itu memungkinkan
KONDISI (ATAU TEMPAT)
Contoh dari kelalaian yang bisa dimasukkan:
Licin, lantai yang dipoles
Menggunakan karpet atau tikar
Ujung jalan yang rusak atau setapak
Pencahayaan yang tidak memadai
Pantai yang berbahaya, dsb.
KEGIATAN YANG BERBAHAYA
Banyak kegiatan, oleh karena alam, mempunyai satu potensi
yang besar untuk kecelakaan daripada yang lain, dan akibat dari
“Tugas Pemeliharaan” menjadi lebih berarti.
Api
Ski air
Berkuda
Senam
Mencari jejak
PERALATAN YANG AMAN
Mengijinkan keikutsertaan dalam banyak kegiatan yang jelasjelas berbahaya tanpa tersedianya peralatan aman yang sesuai
dan menyakinkan bahwa itu akan selalu digunakan, adalah
benar-benar mengundang kelalaian yang menghasilkan
kerugian. Untuk menjelaskan standar keamanaan secara rinci
untuk semua kegiatan anak muda akan mempunyai waktu dan
tempat yang diperhitungkan. Semua yang dapat dilakukan
disini adalah untuk menghubungkan ke peralatan dasar yang
harus ada:
Api
: Alat pemadam kebakaran yang telah diuji .
Ikuti standar resmi keamanan api di setiap waktu.
Ski Air :Jaket pelampung dipakai setiap waktu.
Buoys Supir - harus berpengalaman dan telah diijinkan oleh
pihak yang berwenang
Pengamat - harus sesuai dengan usia yang dan kemampuan
yang diminta
Kapal Boat - harus mempunyai ijin yang terbaru dan
memegang asuransi.
Menunggang kuda:
Kuda yang jinak
Sandaran punggung kuda
Senam
peralatan yang dirawat dengan baik
Alas penutup yang cukup
Bejana Advent Indonesia Timur
Bentuk yang sudah dicatat
Alas lantai yang sudah dicatat
PENGAWASAN
Pengawasan yang cukup adalah faktor dimana tindakantindakan yang utama untuk kelalaian akan ditentukan. Itu harus:
MEMADAI
Grup kelompok usia yang lebih
muda akan membutuhkan
pengawasan yang lebih dekat.
BERKELANJUTAN-Kegiatan grup harus dijaga bersama-sama
dan dibawah
pengawasan yang terus menerus.
KEAHLIAN
-Pengawas ski air harus memiliki keahlian dan
berpengalaman dalam ski air.
-Pengawas renang haruslah seorang perenang
yang berkeahlian dalam teknik penyelamatan.
-Penungang kuda harus diawasi oleh orangorang yang mempunyai keahlian dalam
menangani kuda.
-Senam harus dilatih hanya
dibawah
pengawasan orang yang ahli mengenai senam.
-Jalan kaki harus menjadi bagian dari kegiatan
fisik. Jika digunakan mereka harus dikontrol
secara keras dan pengawalan keamanan harus
ada.
Jika Anda tidak mempunyai pengawasan tenaga ahli yang
cukup BATALKAN kegiatan itu.
SIAPA YANG DAPAT DITUNTUT?
Banyak, atau semua, dari berikut ini boleh pribadi -pribadi
bergabung dalam tindakan yang resmi mengklaim kerusakan
atas kerugian yang dihasilkan oleh kelalaian:
Orang yang langsung bertanggung jawab atas kerugian
Pemimpin Pemuda di tingkat apapun
-Direktur klub remaja
-Pembina klub remaja
-Direktur perkemahan
-Direktur Kepemudaan daerah/konsferens
-Gereja
-Pemilik dari peralatan yang rusak
Secara singkat, siapa saja yang mungkin telah menyokong
dalam berbagai cara atas kecelakaan berhubungan dengan
kerugian, apakah secara langsung atau oleh karena keteledoran
dari berbagai tindakan atau kontrol yang harus dilatih.
PERLINDUNGAN ASURANSI
(Bayar apa kewajiban yang asuransi minta).
Bersambung….
Page 22
Edisi 315 – 7 Nopember 2014
SAKUL BERSABAT DI TANAH
KELAHIRAN, RARANTA (YAPI
SLA Tompaso 2) BERNOSTALGIA
DI MEMORIAL DAN ENGKA
SEDANG BER-KKR
dan menyiapkan alat perlengkapan kegiatan ibadah mengingat
pembangunan gereja baru sampai di tahap pengecoran lantai II.
Ketika pada hari Sabat seluruh anggota Jemaat yang terdiri dari
anak-anak sampai orang dewasa dan lansia diberkati oleh
khotbah dari yang dibawakan oleh orang nomor 1 di Uni Timur
ini.
Oleh: Refly Ompi – BAIT Ratahan
Berkunjung ke tanah kelahiran merupakan satu kebahagian
tersendiri bagi Ketua Uni Konfrens Indonesia Kawasan Timur
(UKIKT), Pdt. Noldy Sakul, M.A. pada hari Sabat 25/10/14.
Bersama istri tercinta Jeane Sakul Metusalah, Pdt. Sakul
beribadah Sabat dengan Jemaat Pioneer Ratahan. Sebelum
pulang kampung beliau menginstruksikan anggota Jemaat
Pioneer untuk beribadah Sabat bersama di lokasi pembangunan
gedung gereja yang berada di Pondol (Lowu Utara). Jadi sejak
hari Jumat pagi sampai sore hari anggota Jemaat Pioneer
Ratahan mengadakan persiapan mulai dari mengangkat kursi
Bejana Advent Indonesia Timur
Di hari Sabat yang sama, di Jemaat Memorial RantungMalingkas Ratahan mendapat kunjungan dari Pdt. Roland
Raranta dan istri tercinta Conny Raranta Mamesah bersama
anak-anak panti asuhan YAPI yang berada di kampus SLA
Tompaso 2. “Banyak sekali yang berubah dari jemaat ini,
pertumbuhan jemaat begitu pesat,” kata Raranta yang pernah
menjadi Gembala Jemaat Memorial pada tahun 1995 sampai
tahun 1997. Pdt. Raranta mengaku banyak anggota Jemaat yang
dia tidak kenal karena banyak dari mereka ,muka baru di jemaat
ini yang tentu hal ini dikarenakan oleh perkembangan
pekerjaan Tuhan di jemaat ini. Ibu Raranta juga mengenang 17
tahun silam ketika melayani di Jemaat Memorial. “Nda terasa
kang, 17 taon lalu di Jemaat ini tu anak-anak skarang so nyongnyong deng nona-nona, bahkan ada yang so berkeluarga,” kata
Ibu Raranta mengenang. Sementara itu Jemaat Memorial
memberikan bantuan kepada panti asuhan YAPI berupa beras,
Page 23
Edisi 315 – 7 Nopember 2014
pakaian layak pakai serta sejumlah uang yang dikumpulkan
melalui 10 (sepuluh) unit kerja yang ada di Jemaat.
Sekitar 700 orang peserta datang dari berbagai jemaat
mengikuti perkemahan ini. Tidak terkecuali siswa SMP, SMA
dan SMK SLA Tompaso II.
Sementara itu juga KKR Pendidikan Daerah Konfrens
Minahasa (DKM) diadakan di Ratahan yang di mulai pada
tanggal 26 Oktober sampai 1 Nopember 2014 dengan
pembicara Mr. Rolly Engka, MA.Ed. Direktur Pendidikan
DKM, dengan tema “Jesus is The Best Teacher.” Dan pada
akhir KKR hari Sabat 1 Nopember 2014, 22 jiwa menyerahkan
diri kepada Kristus melalui baptisan di kolam baptisan
GMAHK Jemaat Memorial RAMA oleh Pdt. Jack Mundung
dan Pdt. Donny Tondatuon.
Perkemahan Patfinder & Master Guide
DKM
Oleh : Herschel Najoan – BAIT Manado
Kembali Daerah Konfrens Minahasa (DKM) yang juga
mencakup wilayah Kota Tomohon, Poigar & Wineru Bolmong
mengadakan perkemahan di kampus SLA Tompaso II.
Perkemahan yang dibuka pada hari kamis sore (6/11) diikuti
oleh para master guide dan patfinder dari berbagai jemaat.
Bejana Advent Indonesia Timur
Salah satu bagian dari perkemahan ini adalah kepahaman
Arung Jeram (Rafting) yang diadakan dilokasi arung jeram
desa Timbukar kecamatan Sonder yang memang merupakan
lokasi arung jeram terbaik di Sulawesi Utara.
Page 24
Edisi 315 – 7 Nopember 2014
Berita Duka
Telah meninggal dunia pada hari jumat, 7 Nopember 2014 di
RSA Manado, ayah, opa, Hans Joutje Sampouw, orang tua dari
Bredly Sampouw, Tim BAIT Bandung.
Atas nama seluruh tim redaksi BAIT menyampaikan turut
berduka atas meninggalnya bapak Hans Joutje Sampouw.
Semoga semua keluarga yang berduka beroleh penghiburan
sejati dari Surga.
TIM BAIT
Perkemahan yang dibuka oleh direktur Pemuda & Patfinder
Daerah Konfrens Minahasa, MG. Pdt. Junaidy Muntu ini
memberikan kesempatan kepada orang tua dan keluarga untuk
mengunjungi anak-anak mereka pada acara ibadah sabat
bersama pada hari sabat (8/11).
BERITA SINGKAT
Meninggal dunia di RSA Manado pada hari jumat tanggal 7
Nopember 2014, pdt. Welly Christian Sompotan, ayah dari pdt.
Dale Sompotan, tim BAIT Jawa Timur.
Dari kami seluruh tim redaksi BAIT menyampaikan turut
berduka atas meninggalnya pdt. Welly Christian Sompotan,
semoga seluruh keluarga yang berduka beroleh penghiburan
sejati dari Surga.
Tim BAIT.
Ulang Tahun
Mengucapkan Selamat Ulang Tahun bagi Tim BAIT yang
berulang Tahun di bulan Nopember ini, di antaranya :
Bredly Sampouw – 6 Nopember
Pdt. Harold Oijaitou – 7 Nopember
Maikel Terok – 10 Nopember
Pdt. Noldy Sakul – 13 Nopember
Pdt. Sammy Lee – 13 Nopember
Hendy Sahetapy – 20 Nopember
Pdt. Stenly karwur – 22 Nopember
Noldy Abraham – 23 Nopember
Grace Legoh – 24 Nopember
Pdt. Raymond Lohonauman – 25 Nopember
Tuhan memberkati selalu dengan berlimpah dan tetap semangat
dalam pelayanan.
HRD
Bejana Advent Indonesia Timur
Page 25
Edisi 315 – 7 Nopember 2014
kami memberitahukan kepadamu kuasa dan kedatangan Tuhan
kita, Yesus Kristus sebagai raja, tetapi kami adalah saksi mata
dari kebesaran-Nya. II Petrus 1:16. “ Jadi, Milikilah kuasa itu
karna hanya dengan itu kita bisa tetap setia sampai kedatanganNya yang kedua kali.
Redaksi
[email protected]
www.buletin.baitonline.org
KAMI
Yesus menghendaki kita mempunya kuasa yang besar dalam
perjalanan hidup kita dan Yesus berdoa untuk itu. Tidak heran
bila disebutkan Injil kekal itu adalah Yesus. “… karena Injil
adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang
percaya… Roma 1:16.” Mengapa? Injil yang dinyatakan oleh
Paulus dalam ayat 16 dan 17 adalah sebagai pokok motor
penggerak kehidupan orang Kristen. Paulus adalah seorang
Kristen dan ia menyatakan keyakinannya yang kokoh dalam
Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah – dalam bahasa aslinya
dunamis gar Theo, dimana arti dunamis adalah pendorong
(yang secara bebas bisa diterjemahkan Motor Penggerak) yang
kuat, ajaib dan memungkinkan segala sesuatu berjalan oleh
karena nilai-nilai (virtue) yang dimilikinya.
Gar Theo
menunjukkan sebabnya agar bisa diterjemahkan sebagai
‘sebab’ atau ‘alasan’, dan Theo adalah Allah.. Injil menjadi
motor penggerak sebab ada Allah di baliknya. Dorongan Injil
ini adalah kuasa yang besar yang mendorong (bagaikan dinamit
yang meledak), membawa orang kepada tujuan yang tertinggi,
yaitu keselamatan. Ini yang berlaku kepada Petrus, dan ini juga
berlaku tanpa memandang ras atau golongan, berlaku untuk
orang Yahudi dan juga untuk orang Yunani dan seluruh dunia.
Dan Injil memberikan keselamatan bagi seluruh dunia, bagi
setiap orang yang mau menerima dan sepenuhnya percaya
kepada-Nya.
Di dalam Injil terkandung kebenaran Allah yang nyata, sebab
Yesus Kristus dinyatakan (dalam bahasa aslinya apokalupto
yang berarti diungkapkan) dalam Injil, dimana Kristuslah
kebenaran Allah. Kebenaran ini dari awal sampai akhir oleh
iman dinyatakan dalam hidup, sehigga hidup orang benar
digerakkan oleh iman yang terkandung di dalam Injil, yaitu
Kristus. Nilai-nilainya adalah Kristus; perintah-Nya, teladanNya, damai sejahtera-Nya, jalan-Nya, dan sebagainya, secara
keseluruhan. Oleh Kristus pula kehidupan kita setiap orang
Kristen dinilai dan diukur yaitu bagaimana seseorang dapat
hidup dengan nilai-nilai Kristus.
Tidak heran jika Petrus harus mengakui dan meyakinkan
jemaat dan kita semua bahwa ini bukan isapan jempol belaka
tetapi Ia sendiri telah mengalaminya. “Sebab kami tidak
mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol manusia, ketika
Bejana Advent Indonesia Timur
Page 26
Download