Market Brief Peluang Pasar Produk ikan dan Makanan Laut di Jerman

advertisement
Market Brief
Peluang Pasar Produk ikan
dan Makanan Laut di Jerman
ITPC Hamburg
ITPC HAMBURG - PELUANG PASAR PRODUK IKAN DAN MAKANAN LAUT DI JERMAN 2015
I
Daftar Isi
Kata Pengantar ................................................................................................ III
I. Pendahuluan ............................................................................................... 1
A.
B.
Pemilihan Produk ............................................................................................ 1
Profil Geografi Jerman ................................................................................... 1
II. Potensi pasar negara Jerman ................................................................... 2
A.
B.
C.
D.
E.
Impor produk ikan dan makanan laut di Jerman dari dunia ........................ 2
Potensi produk ikan dan makanan laut di Jerman ....................................... 4
Regulasi produk ikan dan makanan laut di Jerman ..................................... 8
Tarif Bea Masuk ............................................................................................ 11
Ketentuan Labelling dan Packaging ............................................................ 11
E.1. Labelling .................................................................................................. 11
E.2. Packaging ............................................................................................... 12
F. Saluran distribusi produk ikan dan makanan laut di Jerman ..................... 14
G. Hambatan Lainnya ........................................................................................ 16
III.
ANALISA PESAING................................................................................. 17
A.
B.
Analisa Pesaing Negara Vietnam ................................................................. 17
Analisa Pesaing Negara China ..................................................................... 17
IV. PELUANG DAN STRATEGI .................................................................... 18
A.
B.
V.
Peluang .......................................................................................................... 18
Strategi .......................................................................................................... 19
INFORMASI PENTING ............................................................................. 20
A. Trade Promotion Office Asing di Jerman .................................................... 20
B. Perwakilan Jerman di Indonesia .................................................................. 21
C. Chamber of Commerce di Jerman ............................................................... 21
D. Institusi dan Lembaga Terkait di Jerman .................................................... 22
E. Daftar Pameran Produk Terkait di Jerman .................................................. 22
F. Perwakilan Indonesia di Jerman .................................................................. 23
G. Daftar importir produk ikan dan makanan laut di Jerman ......................... 24
ITPC HAMBURG - PELUANG PASAR PRODUK IKAN DAN MAKANAN LAUT DI JERMAN 2015
II
Kata Pengantar
Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Hamburg sebagai salah satu
lembaga yang membantu para pengusaha di Indonesia yang ingin memasuki
pasar Jerman menyediakan informasi statistik perdagangan, jalur distribusi,
trend, peluang dan strategi serta hambatan dalam memasuki pasar Jerman.
Market brief ini berisi mengenai informasi dan langkah-langkah yang harus
diambil oleh para pengusaha Indonesia dalam melakukan penetrasi pasar di
negara
Jerman
khususnya
untuk
produk
ikan
dan
makanan
ITPC HAMBURG - PELUANG PASAR PRODUK IKAN DAN MAKANAN LAUT DI JERMAN 2015
laut.
III
I.
Pendahuluan
A.
Pemilihan Produk
Indonesia sebagai negara maritim terbesar didunia memiliki kekayaan sumber
daya laut yang sangat besar.
Dengan keunggulan sumber daya laut yang
melimpah dan varietas yang tinggi, Indonesia memiliki potensi impor yang
sangat menjanjikan.
Berdasarkan data dari CBI (Center for the Promotion on Imports), produkt ikan
dan makanan laut yang diminati di pasar Eropa antara lain: Sefalopoda,
Krustasea, ikan demersal, ikan air tawar, ikan laut, Moluska dan ikan Pelagis.
Pada saat ini produk ikan dan makanan laut Indonesia yang di minati oleh
masyarakat Eropa khususnya di Jerman adalah ikan Nila, Patin dan udang.
B.
Profil Geografi Jerman
Jerman dengan penduduk diatas 80 juta jiwa (2014) merupakan salah satu
negara dengan perekonomian yang kuat, setelah Amerika Serikat, Cina dan
Jepang.
Posisi Jerman yang strategis yang disokong dengan perusahaan-
perusahaan bertaraf Internasional, tenaga kerja yang berqualitas, sistem
pendidikan yang baik, infrastuktur yang modern serta penelitian dan
pengembangan teknologi yang maju, menjadikan Jerman pasar yang sangat
menjanjikan di Eropa.
Diperkirakan total GDP Jerman pada tahun 2014
sebesar 47.200 dollar AS per kapita.1
Industri jasa dan barang seperti otomotif,
konstruksi mesin dan kimia yang sangat
diminati
oleh
pasar
internasional
menjadikan Jerman sebagai salah satu
negara pengekspor terbesar di dunia.
Pada tahun 2013 total ekspor Jerman
mengalami penurunan menjadi 45,6 %
dari
total
GDP
dibanding
tahun
Gambar 1: Peta Negara Jerman.
Sumber: http://www.operationworld.org/germ
1
http://www.statista.com/statistics/270180/countries-with-the-largest-gross-domestic-productgdp-per-capita/
ITPC HAMBURG - PELUANG PASAR PRODUK IKAN DAN MAKANAN LAUT DI JERMAN 2015
1
sebelumnya.2Statistik
tatistik menunjukan bahwa nilai ekspor Jerman pada tahun 2014
sebesar € 1,134 milyar, dengan mitra ekspor utama seperti Belanda, Cina,
Perancis, Amerika Serikat, Itali, dan Inggris. Dengan nilai import pada tahun
2014 sebesar € 917 milyar, Jerman mencapai € 217 milyar ekspor surplus.3
II.
Potensi pasar negara Jerman
A.
Impor produk ikan dan makanan laut di Jerman dari dunia
Jika kita bandingkan nilai impor yang dilakukan oleh Jerman pada triwulan
pertama pada tahun 2013 dengan tahun 2014, nilai impor relativ stabil. Akan
tetapi pada triwulan pertama pada tahun 2015 nilai impor Jerman mengalami
sedikit penurunan. Pada bulan maret 2015 nilai impor negara Jerman sebesar
84.510 juta Euro. Nilai tersebut mengalami lonjakan
lonjakan yang cukup signifikant
dibanding dengan bulan sebelum nya atau dengan tahun 2014 dan merupakan
nilai tertinggi sepanjang sejarah.4
Gambar 2:: Total impor negara Jerman 2013-2014.
2013
5
Untuk impor produk ikan dan makanan laut Jerman dari tahun 2010 hingga
tahun 2014 memiliki tendesial yang selalu meningkat, terlebih lagi pada tahun
2012 terjadi peningkatan sebanyak 200% dibanding tahun 2011.
2011 6 Berikut
merupakan lima pengekspor ikan dan produk laut terbesar ke Jerman beserta
jenis produktnya.
2
http://data.worldbank.org/indicator/NE.EXP.GNFS.ZS
https://www.destatis.de/EN/FactsFigures/NationalEconomyEnvironment/ForeignTrade/Trading
Partners/TradingPartners.html
4
http://www.tradingeconomics.com/germany/imports
5
http://www.tradingeconomics.com/germany/imports
6
http://www.trademap.org/cbi/Country_SelP
http://www.trademap.org/cbi/Country_SelProductCountry_TS.aspx
3
ITPC HAMBURG - PELUANG PASAR PRODUK IKAN DAN MAKANAN
NAN LAUT DI JERMAN 2015
2
Negara
Total nilai impor
(Euro)
Produk yang paling banyak
diimpor
Dunia
1.841.785.000
-
1
Polandia
517.760.000
2
Belanda
187.391.000
3
Denmark
157.134.000
Salmon Atlantik, Pasifik
diasap atau fillet.
Udang beku, ikan Salmon
Atlantik, Pasifik diasap atau
fillet,
udang Atlantik,
segar.
Ikan
Salmon
4
Norwegia
102.023.000
5
Vietnam
78.149.000
Peringkat
Pasifik beku atau segar.
Ikan Kod kering, ikan
Salmon Atlantik, Pasifik
bekubeku,
atau segar.
Udang
Ikan Lele
beku.
Tabel 1: Lima pengekspor ikan dan produk laut terbesar ke Jerman dan jenis produknya.
7
Pada tahun 2014 nilai total impor produk ikan dan makanan laut mencapai lebih
dari 1,8 juta Euro dan 17% dari nilai total impor tersebut di kontribusi oleh
negara-negara di Asia. Sedangkan pada tahun 2014 Indonesia hanya
mengekspor sebesar 9.349.000 Euro saja ke Jerman. Jika kita amati dari tahun
2012 hingga 2014 impor produk ikan dan makanan laut dari Indonesia
mengalami penurunan rata-rata sebesar 13,5%. Produk utama yang diimpor
oleh Jerman dari Indonesia adalah udang beku, filet ikan Tilapia (Ikan Nila)
beku, filet ikan Tuna, Cakalang, kepiting beku dan filet ikan lainnya.8 Menurut
CBI, Jerman mengekspor juga produk ikan dan makanan laut ke Eropa Timur.
Hal ini dapat menjadi pertimbangan untuk mengekspor produk ikan dan
makanan laut melalui pedagang Jerman.9
Nilai impor Jerman dari Indonesia
Periode Produk
Ikan dan Produk laut (HS 03)
2012
(Euro)
2013
(Euro)
2014
(Euro)
9.711
11.671.000
13.751.000
Tabel 2: Total impor produk ikan dan makanan laut Jerman dari Indonesia.10
Beberapa fakta penting:

Secara Keseluruhan penjualan ikan dan makanan laut di Eropa Barat
didominasi oleh ikan dan makanan laut segar sebesar 61%, ikan dan
7
http://www.trademap.org/cbi/Bilateral_TS.aspx
http://www.trademap.org/cbi/Bilateral_TS.aspx
9
http://www.cbi.eu/market-information/fish-seafood/trade-statistics
10
http://www.trademap.org/cbi/Bilateral_TS.aspx
8
ITPC HAMBURG - PELUANG PASAR PRODUK IKAN DAN MAKANAN LAUT DI JERMAN 2015
3
makanan laut olahan yang didinginkan sebesar 18%, ikan dan makanan
laut yang didinginkan sebesar 7% dan ikan dan makanan laut olahan beku
sebesar 14%. Khusus nya di Jerman, 48% dari total volume penjualan dari
produk ikan dan makanan laut kemasan berasal dari produk ikan dan
makanan laut olahan yang diawetkan, 41% dari produk ikan dan makanan
laut olahan beku dan 11% dari produk ikan dan makanan laut olahan yang
didinginkan.
Volume konsumsi ikan dan makanan laut di negara Eropa Barat terbesar

(Britania Raya, Jerman, Spanyol, Prancis, Itali) mengalami penurunan yang
perlahan dari tahun 2009 hingga 2014. Dibandingkan dengan tahun 2009
konsumsi ikan segar dan makanan laut per kapita pada tahun 2014 di
Jerman, Spanyol, Prancis, dan Itali mengalami penurunan. Penjualan ikan
segar dan makanan laut di Eropa barat pada tahun 2014 didominasi oleh
produk ikan segar, produk jenis Moluska dan Sefalopoda serta produk jenis
Krustasea.11
Tidak hanya konsumsi ikan segar dan makanan laut yang menurun,

penjualan ikan kalengan dan makanan laut pada tahun 2009 hingga 2012
mengalami penurunan. Akan tetapi pada tahun 2013 volume penjualan
berangsur meningkat. Produk ikan olahan kalengan sangat digemari di
negara Jerman, diikuti oleh Prancis, Britania Raya, Itali, dan Spanyol.
Penurunan volume konsumsi dan penjualan dari produk ikan dan makanan
laut merupakan salah satu dampak dari krisis ekonomi. Namun apabila
keadaan ekonomi sudah kembali pulih, dalam jangka panjang akan
meningkat.12
B.
Potensi produk ikan dan makanan laut di Jerman
Dalam jangka pendek dan panjang, konsumsi makanan laut di Eropa Timur
diharapkan akan meningkat. Hal ini dikarenakan daya beli yang meningkat dan
makanan laut dipandang sebagai makanan pengganti dari produk daging sapi
atau ungas. Pada jangka pendek permintaan produk ikan dan makanan laut
akan berfokus pada produk bernilai rendah, seperti ikan patin dan ikan Tuna
11
12
http://blog.euromonitor.com/2015/05/trends-in-fish-and-seafood-in-europe.html
http://blog.euromonitor.com/2015/05/trends-in-fish-and-seafood-in-europe.html
ITPC HAMBURG - PELUANG PASAR PRODUK IKAN DAN MAKANAN LAUT DI JERMAN 2015
4
kalengan. Dengan adanya peningkatan konsumsi ikan dan makanan laut di
Eropa Timur, Jerman dapat dijadikan jembatan untuk mengekspor produk ikan
dan makanan laut ke Eropa Timur, karena para pedagang Jerman sering
mengekspor produk ikan dan makanan laut ke Eropa timur.13Pada kurun waktu
2010 hingga 2014 nilai ekspor produk ikan dan makanan laut Jerman
mengalami peningkatan. Peningkatan nilai ekspor ikan dan makanan laut
terbesar terjadi pada tahun 2012, nilai ekspor meningkat sebesar 180%
dibandingkan dengan tahun sebelumnya, meskipun pada tahun 2013 dan 2014
nilai peningkatan ekspor mengalami penurunan dari tahun 2012.14
Tren di pasar
Dalam mengahadapi pasar Eropa khususnya Jerman, tren di pasar Jerman
merupakan salah satu kunci utama dalam kesuksesan pemasaran produk ikan
dan makanan laut. Tren di pasar Jerman sangat dipengaruhi oleh tren di pasar
Eropa, dimana CBI membagi faktor yang memacu tren di pasar Eropa yaitu
politik, sosial, teknologi, ekonomi, dan lingkungan. Tren tersebut pada saat ini
berlaku untuk Eropa Barat dan Utara. Akan tetapi dalam jangka panjang tren ini
akan berangsur menjalar ke Eropa Timur.
Gambar 3:: Gambaran trend di pasar Eropa menurut CBI
13
http://www.cbi.eu/sites/default/files/study/trade
http://www.cbi.eu/sites/default/files/study/trade-statistics-europe-fish-seafood
seafood-2014.pdf
http://www.trademap.org/cbi/Bilateral_TS.aspx
14
ITPC HAMBURG - PELUANG PASAR PRODUK IKAN DAN MAKANAN
NAN LAUT DI JERMAN 2015
5
Faktor Politik
Untuk menekan ketergantungan akan impor produk ikan dan makanan laut,
Komisi Eropa berinvestasikan dibidang teknologi dan inovasi untuk memacu
meningkatkan produksi ikan dan makanan laut. Dalam jangka pendek produksi
produk ikan dan makanan laut tidak akan meningkat secara signifikan, akan
tetapi dalam jangka panjang, mungkin akan mengurangi kebergantungan akan
beberapa jenis ikan atau makanan laut seperti ikan Patin dan ikan Tilapia (ikan
Nila).
Oleh
karena
itu
eksportir
dari
negara
berkembang
harus
mempertimbangkan spesies ikan putih yang diproduksi di Eropa yang mungkin
menjadi kompetitor untuk ikan yang diimport.
Untuk menjamin keamanan dan kesinambungan atau sustainability, peraturan
Uni Eropa tentang keamanan pangan untuk ikan tangkap dan budidaya menjadi
semakin ketat. Regulasi ini menjadi semakin ketat dengan implementasi
Kebijakan Umum Perikanan atau Common Fisheries Policy (CFP) pada tahun
2013.
Untuk produk Udang Indonesia mengalami dampak negatif dari kebijakan politik
EU. Dikarenakan udang dari India dan Indonesia diwajibkan untuk melewati
prosedur pengecekan dan bea cukai lebih banyak. Hal ini dikarenakan produk
dari Indonesia terlalu banyak mengandung kontaminan.
Faktor Sosial
Yang dimaksud dengan faktor sosial adalah semua faktor yang berasal dari
konsumen seperti preferensi, kebutuhan, pola pikir dan yang lainnya. Salah
satu contoh nya adalah peningkatan permintaan akan produk ikan tropis dan
ikan berkualitas tinggi memacu beberapa konsumen menunjukan preferensi
pada ikan putih exotis jenis baru. Sebagai contoh ikan Cobia yang
diperkenalkan saat pameran makanan laut Eropa (European Seafood
Exhibition) pada tahun 2012 telah berhasil menembus pasar utama ikan Patin
dan ikan Tilapia (ikan Nila).
Keterbatasan waktu dan kurangnya pemahaman konsumen terhadap penyajian
produk ikan atau makanan laut mengakibatkan konsumen lebih tertarik pada
produk ikan dan makanan laut yang cepat saji dan menyehatkan. Sebagai
contoh Pengolahan kembali ikan putih untuk dijadikan produk siap saji dan
memiliki nilai tambah.Ikan yang sering dipakai untuk dijadikan produk ikan
ITPC HAMBURG - PELUANG PASAR PRODUK IKAN DAN MAKANAN LAUT DI JERMAN 2015
6
dengan nilai tambah di Eropa adalah ikan Pollock, Alaska Pollock dan Patin.
Proses penambahan nilai produk ikan tersebut pada umumnya dilakukan di
Eropa. Selain itu gaya hidup sehat dan kandungan nutrisi pada ikan menjadi
salah satu faktor penting dalam pemasaran ikan.
Booming produk organik yang sedang melanda Eropa dapat dimanfaatkan
untuk dapat menembus segment pasar baru. Khusus nya di Jerman sebagai
salah satu negara yang mengkonsumsi produk organik tertinggi di Eropa.
Faktor Teknologi
Pada faktor teknologi dibagi menjadi 3 aspek:

Pengemasan produk ikan dan makanan laut: Teknologi menjadi nilai jual
tersendiri. Salah satu contoh nya adalah kemasan yang inovatif seperti
kantung kukus atau ”Steaming Bags” yang dapat dikukus di dalam
microwave atau oven. Kemasan tersebut pada saat ini mudah ditemukan
di pasar. Dengan teknik pengolahan yang aktual dan kemasan yang
innovatif dapat menciptakan peluang usaha yang baru.

Kualitas pengolahan dan produk: Pemberian label sebagai jaminan akan
kualitas dan pengolahan produk yang baik mempunyai imbas yang sangat
baik tidak hanya untuk konsumen melainkan juga untuk penyalur.Dengan
ada nya standarisasi yang dilengkapi dengan sertifikat, potensi pasar akan
berkembang secara drastis. Salah satu sertifikasi standar untuk eropa
adalah BRC (British Retail Consortium) dan IFS (International Featured
Standard).

Traceability atau keterlusuran: Keterlusuran tidak hanya sebagai tuntutan
konsumen dan juga sebagai persyaratan hukum yang mengacu pada
pertanggung jawaban produsen atau distributor.

Produk
sesuai
dengan
spesifikasi
klien:
Karena
permintaan
dan
persyaratan produk yang sangat bervariasi, sangatlah penting untuk Anda
bekerja sama lebih dekat dengan pembeli dari Eropa. Agar permintaan
pembeli dapat terpenuhi. Salah satu contoh permintaan pembeli yang biasa
nya diminta adalah jenis ikan, kemasan, besar nya produk dan pemberian
produk.
ITPC HAMBURG - PELUANG PASAR PRODUK IKAN DAN MAKANAN LAUT DI JERMAN 2015
7
Faktor Ekonomi
Krisis yang dialami oleh Eropa memiliki dampak yang sangat besar dalam
import Eropa. Khusus nya Jerman pada tahun 2014-2015 import ikan dan
makanan laut Jerman dari Indonesia menurun cukup tajam. Nilai tukar Euro
yang melemah terhadap dollar AS mengakibatkan harga produk ikan dan
makanan laut menjadi tinggi. Oleh karena itu diperlukan kerjasama antara
Jerman dan Indonesia berkaitan dengan hal tersebut. Salah satunya adalah
membangun brand image yang baik di mata konsumen Jerman. Dengan
demikian meskipun harga tinggi, para konsumen masih tetap membeli produk
dari Indonesia.
Faktor Lingkungan
Kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan yang semakin menjalar
dipasar
Eropa
semakin
menuntut
sertifikasi
kesinambungan
atauSustainabilitypada produk yang mereka konsum. Terutama untuk retail di
negara-negara Eropa Barat menuntut hampir semua produk ikan dan makanan
laut memiliki sertifikasi Sustainability.Oleh karena itudalam rangka pemenuhan
standarisasi yang diminta, diperlukan investasi tambahan dalam produksi.
C.
Regulasi produk ikan dan makanan laut di Jerman
Untuk regulasi produk ikan dan makanan laut di Jerman dibagi menjadi tiga
bagian:

Regulasi yang wajib dipenuhi: Regulasi hukum untuk makanan (EU Food
Law), dan ketertelusuran (Traceability), kontrol kesehatan produk,
pengendalian jumlah kontaminan dan residu obat untuk hewan. Untuk
keterangan
lebih
lanjut
tentang
Traceability
dapat
dilihat
di
http://ec.europa.eu/food/food/foodlaw/traceability/factsheet_trace_2007_
en.pdf .

Regulasi
umum
yang
harus
dipenuhi:
Pada
umumnya
adalah
persyaratan yang berhubungan dengan keamanan makanan.

Regulasi tambahan sesuai dengan permintaan konsumen atau untuk
menambah nilai suatu produk, seperti contoh nya sertifikasi organik, Fair
Trade dan Sustainibility.
ITPC HAMBURG - PELUANG PASAR PRODUK IKAN DAN MAKANAN LAUT DI JERMAN 2015
8
Regulasi Wajib
Regulasi
Sumber
Deskripsi singkat
Berisi mengenai dasar
EU General Food Law
Regulation (EC)
No 178/2002
keamanan pangan dan
Traceability produk
makanan dan minumandi
Uni Eropa.
Veterinary medicinal products
Directive
Aturan pengguaan obat-
2001/82/EC
obatan untuk hewan.
Regulation (EU)
Maximum Residue Limit
No 37/2010
Mengatur batas maximal
Regulation (EC)
zat aktif farmakologis.
No 470/2009
Mengatur batas maximal
Contaminants in food
Regulation (EC)
kontaminan yang
1881/2006
diperbolehkan pada
makanan.
Maximum residue levels for
Regulation (EC)
pesticides
No 396/2005
Limits (MRPLs) for residues of
certain veterinary medicines
not permitted to be used in the
EU
Banned the use of certain
substances in food producing
Commission
Decision
2005/34/EC
Directive 96/22/EC
Mengatur batas maximal
kandungan pestisida
pada makanan
Mengatur residu obatobatan yang dilarang.
Zat-zat yang di larang
Larangan terhadap impor
Illegal fishing / Catch
Regulation (EC)
ikan yang ditangkap
Certificate
No 1005/2008
secara ilegal / Sertifikat
penangkapan
ITPC HAMBURG - PELUANG PASAR PRODUK IKAN DAN MAKANAN LAUT DI JERMAN 2015
9
Keterangan lebih lanjut mengenai EU Food
Law:http://ec.europa.eu/food/safety/general_food_law/principles/index_en.htm
http://ec.europa.eu/food/safety/general_food_law/principles/index_en.htm
Regulasi Umum
Pada umumnya berkaitan dengan keamanan makanan atau Food Safety
British Retail Consortium
(BRC)
http://www.brcglobalstandards.com/
Standarisasi yang diciptakan oleh
International Featured
Standards (IFS)
Jerman dan Perancis. Dipandang
lebih
penting
daripada
BRC.
http://www.ifs-certification.com/
certification.com/
Merupakan salah satu persyaratan
GlobalG.A.P.
wajib
untuk
produk
perikanan.
http://www.globalgap.org/
Regulasi Tambahan
ASC merupakan sertifikasi B2C,
Aquaculture Stewardship
Council (ASC)
dimana merupakan
sertifikasi
yang
salah satu
diminta
oleh
konsumen Jerman.
Friend of the Sea - Master
Global Aquaculture Alliance
Sertifikasi
Sustainablity
perikanan dan akuakultur.
Sertifikasi dalam hal lingkungan
dan tanggung jawab sosial.
Sertifikasi
Naturland
untuk
dalam
produk
hal
organik
lingkungan
dan
dan
tanggung jawab sosial.
Sertifikasi jaminan bahwa produsen
Fairtrade International
mendapat bayaran tidak kurang
dari standar harga minimal yang di
ITPC HAMBURG - PELUANG PASAR PRODUK IKAN DAN MAKANAN
NAN LAUT DI JERMAN 2015
10
tetapkan oleh Fairtrade Labeling
Organisations International (FLO).
D.
Tarif Bea Masuk
Tarif bea masuk untuk ikan dan makanan laut sangatlah bervariasi. Untuk
udang yang belum di proses kembali sekitar 4,2%, sedangkan untuk kepiting
adalah 2,5%, ikan memiliki bea masuk yang paling tinggi dibanding dengan
produk lainnya, yaitu sekitar 7,9% sampai 14,5% dan untuk hewan lain nya
berkisar antara 3,8% sampai 5,5%. Untuk produk ikan dan makanan laut yang
sudah diproses lebih lanjut dikenai pajak rata-rata 7% selain Ikan Tuna
kalengan yang diawetkan dengan minyak sayur dikenai pajak 20,5%.
Kode Produk
Tarif
03061792
4,2 %
03062799
4,2%
03061490
2,6%
03062480
2,6%
03044990
14,5%
03048990
7,9%
03089010
3,8%
03046100
5,5%
03048700
14,5%
16041421
20,5%
16052900
7%
16052190
7%
16055400
7%
15
Tabel 1: Contoh Tarif Ikan dan Makanan Laut.
E.
Ketentuan Labelling dan Packaging
E.1.
Labelling
Berdasarkan Regulation (EU) No 1169/2011 labeling secara umum untuk
produk ikan dan makanan laut adalah sebagai berikut:

15
Pemberian nama produk yang sebenarnya dan bukan merk dagang.
http://ec.europa.eu/
ITPC HAMBURG - PELUANG PASAR PRODUK IKAN DAN MAKANAN LAUT DI JERMAN 2015
11

Mencantumkan kondisi fisik atau perlakuan khusus yang terlah dilakukan
terhadap produk (Contoh: cincang, utuh, diasap, dibekukan).

Berat netto.

Mencantumkan tanggal daya tahan produk / Best Before.

Cara penyimpanan produk.

Nama dan alamat rekan bisnis (Produsen,
penjual, perusahaan
pengemasan) yang berada di Uni Eropa.

Tanda Lot untuk produk prepackaged.

Semenjak tanggal 13 desember 2016 harus disertakan juga total nilai
energi dari produk, total nutrisi seperti lemak jenuh dan non jenuh,
karbohidrat, gula, protein dan garam.
Selain itu terdapat aturan labeling khusus berdasarkan Regulation (EU) No
1379/2013:

Nama produk komersial dan nama ilmiah produk.

Cara produksi produk „ditangkap“ „budidaya“.

Tempat penangkapan atau budidaya.

Daya tahan produk
Informasi berikut dapat dicantumkan secara sukarela pada produk:

tanggal penagkapan produk perikanan atau tanggal panen produk
akuakultur.

tanggal pendaratan di pelabuhan.

informasi lebih rinci tentang jenis alat penangkapan ikan.

informasi lingkungan

informasi yang bersifat etis atau sosial.

informasi tentang teknik dan praktek produksi.

informasi tentang kandungan gizi dari produk.
Keseluruhan informasi labeling pada produk harus jelas, tidak ambigu, tidak
membingungkan konsumen dan dalam bahasa Jerman.
E.2.
Packaging
Selain menjaga qualitas produk dan menghindari kontaminasi kemasan
menjadi salah satu nilai jual tambah untuk produk ikan dan makanan laut.
Permintaan terhadap kemasan produk bervariasi bergantung terhadap
ITPC HAMBURG - PELUANG PASAR PRODUK IKAN DAN MAKANAN LAUT DI JERMAN 2015
12
konsumen, importir dan market segmen. Oleh karena itu disarankan untuk
berkonsultasi terlebih dahulu d
dengan
engan partner bisnis mengenai kemasan yang
dikehendaki. Berikut merupakan kriteria umum dalam pengemasan beberapa
jenis ikan dan makanan laut
laut:

Ikan
kan Patin biasa nya di kemas dalam 1 dus yang berisi ikan 10 x 1 kg.
Untuk ikan
n Patin fillet pada umum nya dikemas
di
dalam kantung pelatik
yang diisi dengan ikan dengan berat antara 500-1000
1000 gr untuk dapat
langsung didistribusikan ke konsumen. Dinegara Jerman khususnya ikan
ditempatkan pada piring plastik yang di tutup dengan plastik Warp.

Ikan
kan Nila kebanyakan diimpo
diimport
rt dalam bentuk bulk atau dikemas dalam
plastik. Pada segment retail ikan Nila di Jerman di jual pada kemasan
250/500/1000 gr.

Untuk udang biasa
biasanya
nya dibungkus dengan karton sesuai dengan ukuran
dan berat. Seprti contoh nya 30/40, 40/50, 50/60, pcs/kg. Untuk segment
pasar B2B udang biasa nya di impor secara bulkdengan
dengan berat antara 5
525 kg atau dalam bentuk block beku antara 1-5
1 kg.
Gambar 4:: Berbagai jenis kemasan ikan dan makanan laut.
ITPC HAMBURG - PELUANG PASAR PRODUK IKAN DAN MAKANAN
NAN LAUT DI JERMAN 2015
13
F.
Saluran distribusi produk ikan dan makanan laut di Jerman
Bagan 1:: Skema distribusi produk ikan dan makanan laut.
Terdapat 3 cara untuk memas
memasuki
uki pasar Eropa pada umumnya dan Jerman
pada khususnya.
nya. Cara pertama adalah produk organik diimpor oleh importir
umum besar utama, lalu d
disalurkan ke retail-retail
retail umum, industri makanan dan
industri servis makanan.
makanan.Cara kedua produk organik dapat di impor langsung
oleh produsen industri makanan. Selain itu produk ikan dan makanan laut dapat
diimpor melaului agen. Meskipun
n peran agen pada saat ini menjadi berkurang,
dikarenakan para pembeli sering langsung menghubungi para produsen ikan
dan
makanan
laut
bahkan
berinvestasi
pada
para
produsen
untuk
meningkatkan kwalitas dan produktivitas produsen, agen mempunyai peran
yang sangat peting untuk exportir negara berkembang
berkembang, terlebih lagi
jikakomplexitas impor sebuah produk sangatlah tinggi. Sebagi contoh jika
pembeli membutuhkan produk yang hanya bisa didapat dari produsen kecil.
Disini Agen berfungsi sebagai pengumpul dari beberapa produsen kecil untuk
un
memenuhi qouta yang diminta.
Bagi para pengusaha In
Indonesia
donesia yang ingin mengunakan jasa agen, dapat
mencari mitra dagang potensial melalui situs http://www.dnb.com atau melalui
www.handelsvertreter.de yang dapat memberikan arahan lebih
ebih lanjut. ITPC
sebagai lembaga perwakilan indonesia dapat memberikan arahan juga untuk
para pedagang Indonesia yang ingin melebarkan usahanya ke Jerman.
ITPC HAMBURG - PELUANG PASAR PRODUK IKAN DAN MAKANAN
NAN LAUT DI JERMAN 2015
14
Pada segmen retail ikan dan makanan laut dibagi menjadi tiga level:16

Low end
: Discount supermarkets
I.
Persentase pangsa pasar
: Sedang dan meningkat
II.
Kwalitas / sertifikasi
: BRC, IFS
III.
Kesinambungan / Sustainability
: Penting untuk beberapa
negara seperti Jerman, Swiss dan Inggris
IV.
Volume penyerapan barang
: tinggi
V.
Persentasi produk
: produk beku atau yang
sudah dicairkan dengan porsi sedang
VI.
Pembelian barang dari
:
Importir,
grosir
atau
direkt dari negara asal

Middle range
: Supermarket besar atau
hypermarket
I.
Persentase pangsa pasar
: Besar dan stabil
II.
Kwalitas / sertifikasi
: BRC, IFS
III.
Kesinambungan / Sustainability
: Global G.A.P (ASC,
MSC)
IV.
Volume penyerapan barang
: tinggi
V.
Persentasi produk
: produk beku atau yang
sudah dicairkan, porsi kecil, merk.
VI.
Pembelian barang dari
:
Importir
produsen
makanan, direkt dari negara asal

High end
: Supermarket organik,
supermarket eksklusif
I.
Persentase pangsa pasar
: Kecil tetapi meningkat
II.
Kwalitas / sertifikasi
: BRC, IFS
III.
Kesinambungan / Sustainability
: Global G.A.P (ASC,
MSC), organik
IV.
Volume penyerapan barang
: rendah-sedang
V.
Persentasi produk
: produk beku atau yang
sudah dicairkan, porsi produk kecil dengan merk
16
http://www.cbi.eu/sites/default/files/study/channels-segments-europe-fish-seafood-2014.pdf
ITPC HAMBURG - PELUANG PASAR PRODUK IKAN DAN MAKANAN LAUT DI JERMAN 2015
15
VI.
Pembelian barang dari
:
Importir
produsen
makanan, direkt dari negara asal
G.
Hambatan Lainnya
Berikut beberapa hambatan yang dapat muncul dalam pemasaran produk ikan
dan makanan laut di Jerman:
1. Budaya dan bahasa merupakan salah satu hambatan yang utama. Orang
Jerman lebih menyukai jika partner bisnis yang bisa bahasa Jerman juga,
meskipun hal itu tidak mutlak dan budaya tepat waktu tidak hanya dalam
pertemuan, kedatangan barang, dan pengiriman barang.
2. Sertifikasi produk, merupakan tuntutan mutlak dalam menjalani proses
kerjasama atau penjualan produk. Dengan adanya sertifikasi proses bisnis
menjadi jauh lebih mudah. Pada saat ini masih banyak produsen Indonesia
tidak dapat mengirim barang mereka ke Jerman, terkait dengan masalah
sertifikasi.
3. Sistem penjagaan kwalitas produk dan penyediaan produk yang tidak stabil,
mengakibatkan produk Indonesia kalah dengan produk kompetitor.
4. Reputasi jelek dari beberapa oknum exportir di Indonesia, membuat image
Indonesia menjadi kurang baik.
5. Regulasi Jerman sangatlah ketat terlebih lagi untuk produk udang dari
Indonesia seperti yang telah dijelaskan pada subbab IIB tentang trend
politik. Untuk merubah paradigma tersebut, harus dimulai dari para
produsen Indonesia untuk merubah atau cara mengurangi dosis obatobatan supaya residu kontaminan dan obat-obatan berkurang dan dapat
lolos regulasi Jerman.
6. Pangsa pasar ikan daging putih yang berada pada segmen low end atau
middle rangemenjadikan harga ikan daging putih seperti Ikan Nila dan Patin
pada posisi yang cukup rendah, sehingga untuk para exportir baru hal ini
menjadi hambatan yang cukup besar.
7. Sistem pembayaran merupakan salah satu kendala. Banyak para exportir
kecil ingin mendapatkan pembayaran sebelum barang keluar dari
pelabuhan Indonesia. Hal ini sangat merugikan para importir Jerman.
Metode pembayaran yang dianjurkan adalah Letter of Credit (LC).
ITPC HAMBURG - PELUANG PASAR PRODUK IKAN DAN MAKANAN LAUT DI JERMAN 2015
16
III.
ANALISA PESAING
A.
Analisa Pesaing NegaraVietnam
Negara Vietnam merupakan salah satu pesaing Indonesia dalam expor ikan
dan makanan laut ke Jerman. Statistik menunjukan bahwa:
Nilai impor Jerman dari Vietnam
Periode Produk
Ikan dan Produk laut (HS 03)
2012
(Euro)
2013
(Euro)
2014
(Euro)
102.203.000
85.707.000
91.838.000
17
Tabel 2: Total impor produk ikan dan makanan laut Jerman dari Vietnam.
Produk yang utama yang di ekspor oleh Vietnam adalah ikan Patin, Lele dan
udang. Pada tahun 2015 pemerintah Vietnam telah memulai rencana untuk
peningkatan produksi ikan Patin. Hal tersebut meliputi perluasan infrastruktur,
peningkatan keseluruhan seluruh rantai produksi. Selain itu juga Vietnam
berencana untuk mengembangkan sistem sustainibility atau kesinambungan
untuk meningkatkan nilai exspor. Dikarenakan krisis ekonomi yang melanda
Eropa expor Vietnam mengalami penurunan yang cukup tajam. Oleh karena itu
VASEP(Vietnam
Seafood
Exporters
and
Producers)
berencana
untuk
membangun Brand Nasional Vietnam, diharapkan dengan demikian dapat
memacu expor produk ikan dan makanan laut ke Eropa.
Mesipun nilai expor Vietnam untuk ikan dan makanan laut melebihi Indonesia,
para exportir Indonesia tidak perlu berkecil hati dalam mengahadapi persaingan
tersebut. Indonesia memiliki pasar sendiri untuk Eropa khusus nya Jerman.
Ikan Nila dari Indonesia sangat digemari di Eropa. Oleh karena itu
pengembangan budidaya ikan Nila harus lebih digalakan. Terlebih lagi apabila
ada dukungan dari pemerintah setempat. Akan tetapi para exportir Indonesia
juga harus mencoba menawarkan produk ikan dan makanan laut jenis baru
khas Indonesia. Dengan demikian dapat mengangkat nilai expor Indonesia
secara lebih cepat dan terencana.
B.
Analisa Pesaing NegaraChina
Selain ikan beku produk ikan kalengan atau ikan yang sudah diproses menjadi
dongkrak yang mengangkat nilai exspor ikan dan makanan laut dari China.
17
http://www.trademap.org/cbi/Bilateral_TS.aspx
ITPC HAMBURG - PELUANG PASAR PRODUK IKAN DAN MAKANAN LAUT DI JERMAN 2015
17
Meskipun kebanyakan ikan yang di exspor merupakan hasil import dari
beberapa negara seperti Rusia dan Vietnam, China memiliki nilai-nilai lebih
dalam hal pemrosesan produk ikan dan makanan laut. Selain keuntungan
dalam bidang logistik, rendah nya upah tenaga kerja dan teknologi. Akan tetapi
produk dari China kebanyakan terbentur dengan kepercayaan konsumen. Hal
ini dikarenakan higienitas dan kemanan produk, Fair Trade (berkaitan dengan
upah buruh). Skandal produk dari China seperti skandal produk susu juga
mempengaruhi image produk ikan dan makanan laut dari China. Oleh karena
itu hal ini harus dapat di gunakan oleh para exportir dari Indonesia dengan cara
membangun image yang baik dimata dunia seperti dalam hal kesinambungan
dan traceability.
Nilai impor Jerman dari China
Periode Produk
Ikan dan Produk laut (HS 03)
2012
(Euro)
2013
(Euro)
2014
(Euro)
364.944.000
313.578.000
305.676.000
Tabel 2: Total impor produk ikan dan makanan laut Jerman dari China.18
IV.
PELUANG DAN STRATEGI
A.
Peluang
Berikut merupakan peluang yang dapat dimanfaatkan dalam penetrasi barang
ke Jerman:

Konsumsi ikan dan makanan laut di Eropa sedang menjadi trend, hal ini
dipacu oleh beberapa faktor seperti Krisis ekonomi-angaran keuangan,
kesadaran akan kesehatan dan kesejahteraan, perubahan demografi /
sosial ekonomi, distribusi, dan pendidikan atau kemampuan memasak
produk ikan dan makanan laut.

Pemberian label sebagai identifikasi produk berpengaruh sangat besar
terhadap konsumen. Sebagai contoh produk dengan label “Dolphin Safe”,
“Sustainable
Fishery”,
“Line
Caught”,
bersertifikasi
MSC
(Marine
Stewardship Council.
18
http://www.trademap.org/cbi/Bilateral_TS.aspx
ITPC HAMBURG - PELUANG PASAR PRODUK IKAN DAN MAKANAN LAUT DI JERMAN 2015
18

Prilaku konsumsi yang bertanggung jawab dan kesinambungan atau
sustainabilitymenjadi menjadi salah satu trend pada saat ini. Sehingga
informasi produk yang lengkap menjadi faktor penting untuk konsumen.
Sebagai contoh informasi yang penting antara lain: Jenis ikan, nama ikan,
tempat penangkapan, metode penangkapan, sertifikasi produk.
Dengan
informasi tersebut konsumen dapat melacak dari mana produk yang
mereka konsumsi dan menjadi konsumen yang bertanggung jawab.

Sehubungan dengan gaya hidup sehat, minyak ikan atau Fish Oil/Omega
Fatty Acidsdan protein menjadi faktor penting dalam konsumsi produk ikan
dan makanan laut.

Kemasan yang praktis dan menjaga kesegaran produk menjadi salah satu
nilai jual yang penting dalam produk ikan dan makanan laut.
B.
Strategi
Pemilihan strategi yang tepat dapat menentukan kesuksesan produk anda
untuk menembus pasar Jerman, berikut merupakan beberapa strategi yang
dapat diambil dalam pengembangan pasar ke Jerman:

Pemilihan produk harus sesuai dengan trend dan waktu yang tepat.

Analisa keunggulan produk Anda dengan produk yang sudah terdapat
dipasar. Misal nya dari aspek harga, kemasan, kualitas, sertifikasi, dan
lainnya.

Tonjolkan apa yang menjadi Unique Selling Proposition produk yang akan
dipasarkan. Dengan demikian konsumen menjadi tertarik terhadap produk
anda.

Pengemasan produk yang praktis dan baik dalam pengiriman atau
penjualan produk menjadi nilai tambah untuk produk Anda.

Lakukan sertifikasi tambahan seperti penjagaan kwalitas, Fair Trade,
sustainability dan sertifikasi yang menyangkut pengendalian dampak
lingkungan hidup selama proses produksi.

Informasi yang jelas dan lengkap tentang produk membuat penjualan
produk lebih mudah. Biarkanlah produk anda berkomunikasi dengan calon
konsumen. Terutama untuk konsumen yang tidak mengenal produk Anda,
informasi pada produk merupakan hal yang sangat vital.
ITPC HAMBURG - PELUANG PASAR PRODUK IKAN DAN MAKANAN LAUT DI JERMAN 2015
19

Berpartisipasi dalam pameran bertaraf internasional di Jerman. Sehingga
anda dapat mengenal calon partner bisnis potensial, menganalisa produk
kompetitor, bahkan survey tentang trend produk di Jerman.

Ikutilah pelatihan ekspor yang ada. Seperti pendidikan dan pelatihan ekspor
Indonesia oleh Kementrian Perdagangan (www.ppei.kemendag.go.id), oleh
Inwent (www.inwent.org) di Jerman, dan oleh CBI (www.cbi.nl) di Belanda.

Memiliki website resmi perusahaan yang berisi tentang keterangan jelas dan
lengkap tentang perusahaan dan produk anda. Dengan demikian konsumen
dapat mengetahui informasi lebih jauh mengenai produk yang mereka
gunakan. Selain informasi yang lengkap, website perusahaan dianjurkan
memiliki design yang baik, tidak membosankan, komunikatif, dapat diakses
dengan cepat.

Jika Anda sumber dari produsen skala kecil sangat penting untuk memiliki
sistem di tempat yang memungkinkan Anda untuk mempertahankan
traceability lengkap dan mencegah Anda dari pencampuran produk dari
sumber yang berbeda. Tidak hanya akan meningkatkan potensi pasar di
pasar Eropa, tetapi juga akan membantu Anda untuk mengontrol faktor
risiko dalam rantai pasokan Anda.
V.
INFORMASI PENTING
A.
Trade Promotion Office Asing di Jerman
Korea Trade Investment
MesseTurm 33. OG ,Friedrich-Ebert-
Promotion Agency
Anlage 49
60308 Frankfurt am Main
www.kotra-deutschland.de
Tel.: 069 / 24 29 92 - 0
Fax: 069 / 25 35 89
Email: [email protected]
Malaysia External Trade
Kastor-Hochhaus (Commerzbank)
Development Corporation
17th Floor, Platz der Einheit 1
60327 Frankfurt am Main
www.matrade.gov.my
Germany
T.+49 (0) 69 2475015-10
ITPC HAMBURG - PELUANG PASAR PRODUK IKAN DAN MAKANAN LAUT DI JERMAN 2015
20
F.+49 (0) 69 2475015-20
[email protected]
JETRO (Japan External Trade
JETRO Berlin
Organization)
Friedrichstr.70
10117,Berlin
Tel: 030/2094-5560 Fax: 030/20945561
E-Mail: [email protected]
JETRO Düsseldorf
Immermannstr. 65 C
40210 Düsseldorf
Tel: 0211/136020 Fax:
0211/326411
E-Mail:[email protected]
B.
Perwakilan Jerman di Indonesia
Kedutaan Besar Jerman di
Jln. Thamrin No.1, Jakarta 10310
Jakarta
Tel : +62 21 39855000
Fax : +62 21 390 1757
www.jakarta.diplo.de
EKONID (Kamar Dagang
Jln. KH Agus Salim 115, Menteng,
Indonesia-Jerman)
Jakarta 10310
Tel : +62 21 3154685
Fax : +62 21 3157088
http://indonesien.ahl.de
C.
Chamber of Commerce di Jerman
Handelskammer Hamburg
Adolphsplatz 1
20457 Hamburg
Tel. 040 / 36 13 8-138
Fax: 040 / 36 13 8-401
www.hk24.de
[email protected]
ITPC HAMBURG - PELUANG PASAR PRODUK IKAN DAN MAKANAN LAUT DI JERMAN 2015
21
D.
Institusi dan Lembaga Terkait di Jerman
Bundesverband des Deutschen Am Weidendamm 1 A
Gross-und Aussenhandels e.V.
P. O. Box 1349
Berlin - 10117
Assistance to foreign exporters for Germany
contacting member importers
T. +49-3059009950
F. +49-30590099519
Email. [email protected]
www.bga.de
Handelsvertreter
Centralvereinigung Deutscher
Wirtschaftsverbände für
The Largest German platform for Handelsvermittlung und Vertrieb
commercial agents
(CDH) e.V.
Am Weidendamm 1 A · 10117
Berlin
Phone +49 (0)30 7 26 25 – 600
/www.handelsvertreter.de
Bundesverband der deutschen Contact : Mr. Matthias KELLER
Fischindustrie
und
des Grosse Elbstrasse, 133
Fischgrosshandels e.V.
D - 22767 Hamburg
T. 49/40/38.18.11
Federal
perikanan
Asosiasi
industri F. 49/40/389.85.54
Jerman
perdagangan grosir ikan eV
E.
dan E-mail : [email protected]
www.fischverband.de
Daftar Pameran Produk Terkait di Jerman
Fish International Messe
14-16 Feb 2016
Bremen
MESSE BREMEN
Merupakan
satu-satu
nya WFB Wirtschaftsförderung Bremen
pameran ikan dan produk laut GmbH
terbesar di Jerman
Findorffstraße 101
ITPC HAMBURG - PELUANG PASAR PRODUK IKAN DAN MAKANAN LAUT DI JERMAN 2015
22
28215 Bremen
Deutschland
T.+49 421 3505 260
F. +49 421 3505 681
E-Mail: [email protected]
http://www.fishinternational.com/de/
F.
Perwakilan Indonesia di Jerman
Indonesian Trade Promotion
Glockengiesserwal
Centre (ITPC Hamburg)
Hamburg
17,
20095
Tel : +49 40 33313280/1
Fax : 49 49 33313 282
Email :[email protected]
Internet :www.itpchamburg.de
Kedutaan Besar Republik
Lehrter Str 16-17, 10557 Berlin
Indonesia –Berlin
Tel : +49 30 4780 70
Fax : +49 30 44737142
Internet : www.kbri-berlin.de
Konsulat Jenderal Republik
Zeppelianalle 23, 60325 Frankfurt
Indonesia – Frankfurt
am Main
Tel : +49 69 247 0980
Fax : +49 69 247 0984 0
Internet : www.kjrihamburg.de
Konsulat Jenderal Republik
Bebelalle 15, 22299 Hamburg
Indonesia – Hamburg
Tel : +49 40 512 070
Fax +49 40 511 7531
Email : info @kjrihamburg.de
ITPC HAMBURG - PELUANG PASAR PRODUK IKAN DAN MAKANAN LAUT DI JERMAN 2015
23
Internet: www.kjrihamburg.de
G.
Daftar importir produk ikan dan makanan laut di Jerman
Rud. Kanzow GmbH & Co.KG
Trettausstraße 22
21007 Hamburg
http://kanzow.de/
T. +49 40 751980-0
F.+49 40 751563
E-Mail:[email protected]
Fisch Quelle Frost
Fischquelle Frost OHG
Mundelsheimer Str. 11-13
http://www.fischquelle-frost.de/
D-74385 Pleidelsheim
T. +49 (0) 7144 285967256
Conti-Mar Seafood GmbH
Osterbrooksweg 60
D-22869 Schenefeld
http://www.conti-mar.com/
Deutschland
T. +49 (0) 40 8303850
F. +49 (0) 40 8303830
Emai: [email protected]
Hans Voggenthaler
Tittmoninger Str. 5
Tiefkühlkostverriebs GmbH
83301 Traunreut
Seafood – Import
Deutschland
http://www.voggenthaler.de
Telefon: +49 8669 8627-0
Email: [email protected]
http://www.voggenthaler.de/kontakt.h
tml
Isey GmbH
Cp: Samuel Hreinsson (CEO)
Fischkai 15
http://www.isey.de/
27572 Bremerhaven
E-Mail: [email protected]
E-Mail: [email protected]
T. +49 471 9744480
F. +49 471 75107
ITPC HAMBURG - PELUANG PASAR PRODUK IKAN DAN MAKANAN LAUT DI JERMAN 2015
24
ITPC HAMBURG - PELUANG PASAR PRODUK IKAN DAN MAKANAN LAUT DI JERMAN 2015
25
Download