BAB I - Karya Tulis Ilmiah

advertisement
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Rekayasa repruduksi adalah salah satu ilmu yang mempelajari tentang halhal yang bersangkutan yang mana di sana membahas tentang teori-teori tentang
evolusi, reproduksi seksual dan aseksual menurut pandangan ilmu pengetahuan
Barat dan juga menurut pandangan Islam. Dikarnakan ilmu tentang rekayasa
reprodusi ini sangat penting agar dapat di ketahui, karena dalam ilmu ini kita dpat
mengetahui asal usul Manusia dan bagaimana kejadian Manusia.
Rumusan Masalah
Apa itu rekayasa reproduksi menurut Ilmu Barat dan Islam?
Tujuan
Untuk mengetahui rekayasa reproduksi menurut Ilmu Barat dan Islam.
Ilmu Alamiah Dasar |”Rekayasa Reproduksi Menurut Ilmu Barat Dan Islam”
1
BAB II
PEMBAHASAN
Teori Evolusi dan Rekayasa
Pengetahuan Alam Barat
Reproduksi
Menurut
Ilmu
A. Teori Evolusi
Teori evolusi menjawabpernyataan mengapa terjadi evolusi ?
1) Teori Lamarck (1744-1829)
Menurut Lamarck evolusi terjadi karena adaptasi, sedangkan adaptasi
timbul karena diinginkan, yaitu perubahan struktur atau bentuk yang terjadi
karena adanya keinginan yang timbul dari dalam untuk menghadapi
perubahan lingkungan. Menurutnya, tingkat perkembangan suatu organ
sebanding dengan penggunaannya dan apa yang di peroleh atau di ubah pada
individu dalam masa hidupnya adalah kekal, dan bila mana terdapat dalam dua
jenis kelamin, sifat itu akan di turunkan.1
2) Teori Darwin (1809-1882)
Darwinlah yang membuka tabir misteri ini. Menurutnya, organisme
menjadi sesuai dengan lingkungannya dalam proses evolusi dan proses ini
dikendalikan oleh seleksi alam.2
Teori pokok Darwin menyatakan bahwa :
a. Spesies yang hidup sekarang berasal dari spesies yang hidup pada
masa lampau.
1
Hebdro Darmodjo, Yeni Keligis, “Ilmu Alamiah Dasar”, (Bandung : CV Pustaka Setia),
1997. Hal. 20
2
Mawardi, Nur hidayati, “Ilmu Alamiah Dasar” (Bandung : CV Pustaka Setia), 2000, HAL. 25
Ilmu Alamiah Dasar |”Rekayasa Reproduksi Menurut Ilmu Barat Dan Islam”
2
b. Evolusi terjadi melalui seleksi alam.
3) Teori Darwin – Wiesmam
Pada zaman Darwin belum diketahui kromosom dan gen sebagai asal dari
sifat keturunan. Wiesman melengkapi teori Darwin dengan pernyataan sebagai
berikut :
a. Evolusi merupakan masalah genetika yaitu menyangkut masalah
bagaimana diwariskan gen-gen melalui sel-sel kelamin.
b. Sel-sel tubuh tidak di pengaruhi oleh lingkungan. Jadi, evolusi adalah
gejala seleksi alam.
4) Teori De Vries
De Vries, seorang botanikus Belanda, mengungkapkan teorinya bahwa
perubahan pada evolusi disebabkan oleh adanya mutasi gen. Mutasi adalah
perbuahan sempurna, yang tumbuh dalam gen dan mengakibatkan adanya
perubahan sifat dan keturunannya.3
B. Rekayasa Reproduksi
Rekayasa reproduksi antara lain :
a.
Kloning
Kloning dari bahasa inggris adalah cloning, yang artinya usaha manusia
untuk menciptakan suatu organisme dengan cara menduplikasi yang dilakukan
secara aseksual, dengan kata lain seperti halnya menggandakan organisme mahluk
hidup melalui cara nonseksual.4
Mawardi, Nur hidayati, “Ilmu Alamiah Dasar” (Bandung : CV Pustaka Setia), 2000, HAL. 26
Aziz Musthafa dan Imam Musbikin,” Kloning Manusia Abad XXI Antara Harapan, Tantangan
dan Pertentangan,” (Yogyakarta:Pustaka Pelajar), 2001, Hal.16
3
4
Ilmu Alamiah Dasar |”Rekayasa Reproduksi Menurut Ilmu Barat Dan Islam”
3
Menurut ilmu Barat yang dapat kita ambil contoh, yaitu teknik cloning yang
sudah pernah dilakukan di Scotlandia, Dr. Ian Willmut, yang menjadikan sel telur
domba yang telah direkayasa menjadi seekor domba tanpa ayah atau tanpa
perkawinan. Domba tersebut dinamakan Domba Dolly.
b.
Kultur jaringan
Kultur jaringan merupakan suatu metode pemeliharaan bagian tumbuhan
yang sudah di isolasi dari tanaman induknya pada medium buatan dalam kondisi
steril secara in vitro. In vitro merupakan teknik pemeliharaan jaringan atau bagian
dari individu secara buatan yang dilakukan di luarindividu yang bersangkutan.
Metode kultur jaringan dikembangkan untuk membantu memperbanyak tanaman,
khususnya untuk tanaman yang sulit dikembangbiakkan secara generatif.
Salah satu contoh yang pernah dilakukan ilmuwan Barat, F.C. Steward,
yang menggunakan Eksplan wortel yang dikultur dalam media setelah beberapa
waktu berubah menjadi kalus, kemudian kalus tersebut dipindahkan ke medium
lain, lalu membentuk tanaman kecil yang lengkap, disebutkan dengan planlet.
Tekhnik ini juga di populerkan oleh Muer, Hildebrandt, dan Riker.5
c.
Bayi Tabung
Rekayasa Bayi Tabung adalah tekhnik rekayasa bayi yang dilakukan
dengan metode pembuahan yang berlangsung di dalam tabung. Tekhnik ini
sebenarnya merupakan kelanjutan dari tekhnik inseminasi buatan , hanya saja
proses pembuahan pada bayi tabung terjadi di luar, sedangkan inseminasi terjadi
di dalam tubuh. Keduanya sama-sama merupakan pengembangbiakan generatif.
Kita sering mendengar istilah bayi tabung bagi pasangan yang kesulitan untuk
mendapatkan keturunan. Hal ini merupakan jalan pintas bagi mereka untuk segera
5
Begot Santoso, “Biologi”, (Jakarta:Erlangga), 2006, Hal.192
Ilmu Alamiah Dasar |”Rekayasa Reproduksi Menurut Ilmu Barat Dan Islam”
4
mendapatkan keturunan. Di sisi lain, tekhnik Bayi Tabung berpeluang kecil untuk
mendapatkan hasil yang diinginkan. 6
d.
Hibridasi
Hibridasi merupakan tehnik pencarian bibit unggul dengan cara
menyilangkan 2 varietas yang memiliki sifat unggul . Cara ini sering digunakan
karena menguntungkan dan ini alasan kenapa banyak orang memilih
menggunakan tehnik ini. Hasil dari hibridasi merupakan perpaduan sifat unggul
dari kedua induknya, tehnik ini dapat dilakukan pada hewan dan tumbuhan.
Contoh hibrid tumbuhan yang telah dibudidayakan adalah jagung, kelapa, padi,
tebu, dan anggrek.7
e.
Inseminasi Buatan
Inseminasi buatan atau sering disebut kawin suntik ini merupakan tehnik
yang hanya membutuhkan sperma dari induk jantan yang kemudian disuntikkan
ke induk betina, biasanya ini mempermudahkan pengiriman dari suatu Negara ke
Negara lain karena yang dibutuhkan hanya spermanya saja tanpa memerlukan
individu tersebut. Teknologi ini menggunakan metode penyimpanan sperma pada
suhu rendah (-80° sampai -20°).
1. Perkembangan Aseksual
Perkembangan aseksual adalah pembentukan individu baru dari seuatu
induk tanpa melalui hubungan antara dua sel kelamin. Yang termasuk
perkembangan aseksual antara lain:
6
Rosman Yunus,” Teori Evolusi Darwin dalam Pandangan Sains dan Islam”. (Depok: Prestasi),
2006, Hal 20
7
Trianto, “Wawasan Ilmu Alamiah Dasar Perspektif Islam dan Barat “(Jakarta:Prestasi Pustaka
Publisher), 2007, Hal 254
Ilmu Alamiah Dasar |”Rekayasa Reproduksi Menurut Ilmu Barat Dan Islam”
5
1) Pembelahan kembar
Sel membelah menjadi dua sel anak, yang mempunyai jumlah
sitoplasma yang sama. Terdapat pada hampir semua tumbuhan tingkat
rendah dan hewan bersel satu. Misalnya, pada omoeba dan bakteri.
2) Kuncup
Cara ini terdapat baik pada tumbuhan maupun hewan. Inti
membelah menjadi belahan yang sama, tetapi sitoplamanya membelah
tidak sama besar. Bagian yang kecil disebut dengan kuncup. Misal,
bintang bunga kerang.
3) Pembentukan spora
Spora adalah sel kecil sekali dan diliputi dinding selulosa yang
keras. Spora dibentuk dari inti mahluk hidup bersel satu. Inti ini akan
membelah menjadi banyak inti. Tiap inti yang memiliki sedikit sitoplasma
dan dikelilingi dinding membentuk spora. Dengan menembus dinding sel
dari induknya, spora dapat berkembang menjadi sel baru. Proses ini
disebut sporulasi. Misalnya, pada jamur roti.
4) Perkembangbiakan Vegetatif
Perkembangan vegetatif ialah perkembangan melalui salah satu
organ dalam tubuh mahluk hidup yang berfungsi untuk reproduksi. Organ
itu antara lain, akar, batang, daun, dan umbi.
Contoh: dengan stek batang, stek daun, cangkok.8
2. Perkembangan Seksual
8
Mawardi, Nur hidayati, “Ilmu Alamiah Dasar” (Bandung : CV Pustaka Setia), 2000,
HAL. 27
Ilmu Alamiah Dasar |”Rekayasa Reproduksi Menurut Ilmu Barat Dan Islam”
6
Cara ini berlaku baik pada tumbuhan maupun hewan, yang terjadi bila dua
sel kelamin bersatu. Demikian pula sitoplasmanya. Dengan cara seksual dapat
dihasilkan banyak variasi dari sifat pada individu baru.9
Contoh:
Dengan cara vegetatif tumbuhan dengan sifat AaBb keturunannya dapat
AABB, AaBB, AABb, aabb, dan seterusnya. Inilah salah satu sebab terjadinya
variabilitas mahluk hidup atas dasar sifat keturunannya. Dua sel kelamin yang
menjadi satu dikenal sebagai proses pembuahan. Sel-sel ini disebut gamet dan
hasil peleburan gamet disebut zygot.10
1. Konjugasi
Apabila dua sel khusus yang mempunyai bentuk yang sama disebut
isogamet. Proses peleburan dua isogamet disebut konjugasi.
Contoh: Pada tumbuhan dan hewan tingkat rendah.
2. Fertilisasi
Dua sel khusus yang mempunyai bentuk tidak sama disebut
heterogamet,
Proses peleburan dua heterogamet di sebut dengan
fertilisasi, dan terbentuklah Zygot. Terdapat pada tumbuhan dan hewan
tingkat tinggi. Zygot kemudian membelah seperti induk bersel satu. Semua
sel berdekatan satu dan lainnya dan merpakan awal pertumbuhan dan
perkembang individu. Setiap fase perkembangan mengikuti pola tertentu
sampai menjadi organisme dewasa.11
Hebdro Darmodjo, Yeni Keligis, “Ilmu Alamiah Dasar”, (Bandung : CV Pustaka Setia),
1997. Hal. 21
9
10
Hebdro Darmodjo, Yeni Keligis, “Ilmu Alamiah Dasar”, (Bandung : CV Pustaka
Setia), 1997. Hal. 22
11
Mawardi, Nur hidayati, “Ilmu Alamiah Dasar” (Bandung : CV Pustaka Setia), 2000, HAL. 28
Ilmu Alamiah Dasar |”Rekayasa Reproduksi Menurut Ilmu Barat Dan Islam”
7
Sejarah Kehidupan Bumi, Keanekaragaman Mahluk hidup, Distribusi
Kehidupan di Bumi, dan Asal-Usul Manusia
Dari hasil penelitia terhadap umur batuan yang mengandung fosil atau
sisa kehidupan masa lalu, di proleh kenyataan bahwa pada batuan yang
lebih tua terdapat fosil dari mahluk hidup yang lebih sederhana dari pada
fosil mahluk hidup yang lebih sempurna. Hal ini menunjukkan bahwa
perbuhan yang perlahan-lahan dan terus-menerus disebut evolusi.
a. Sejarah Kehidupan di Bumi
Sejarah kehidupan di bumi dapat disusun berdasarkan temuan
berbagai fosil yaitu:
1. Zaman Azoikum, zaman sebelum adanya kehidupan kira-kira lebih
dari 5 ribu juta tahun lalu.
2. Zaman Archeozoikum atau zaman purba, bumi dalam keadaan
cukup dingin, ada benua, samudera, sungai dan gunung. Kira-kira
sampai 3,5 ribu juta yang lalu.
3. Zaman Proterozoikum, zaman hidupnya berbagai binatang bersel
satu. Kira-kira seribu juta tahun yang lalu.
4. Zaman paleozoikum atau zaman sekunder. Kira-kira 230-135 juta
tahun yang lalu.
5. Zaman Nesozoikum atau zaman baru, kira-kira 70 juta sampai 10
juta tahun yang lalu. Zaman ini dibagi menjadi zaman terakhir, 70
samapai 10 juta tahun yang lalu dan zaman kuarter 6 juta tahun
yang lalu.
6. Zaman Kuarter terbagi atas zaman palitoses (deluvium), hidup
zaman manusia purba, dan zaman holocen (allivium) mahluk hidup
sekarang ini.
b. Keanekaragaman Mahluk Hidup
Di bumi ini terdapat kira-kira satu setengah juta spesies organisme
hidup. Bagaimana kita dapat mengetahaui dan mengenal tiap-tiap
spesies itu? Dalam hal ini kita harus membuat klasifikasinya untuk
Ilmu Alamiah Dasar |”Rekayasa Reproduksi Menurut Ilmu Barat Dan Islam”
8
memberi nama setiap spesies, baik hewan maupun tumbuhan dengan
dua kata. Kata pertama genus, cara
penulisannya huruf pertama
dengan huruf besar, dan kata kedua sebagai petunjuk spesies, cara
penulisannya huruf pertam huruf kecil, atau disebut epteton
specificum.Misalnya, Imperata cylindrica (alang-alang).
Spesies adalah kumpulan tumbuhan atau hewan yang mempunyai
banyakpersamaan dan dapt mengadakan perkembangbiakan disebut
familia. Kemudian dibagi dalam phylum (untuk hewan) dan divisio
(untuk tumbuhan), kelas, ordo, familia, genus, spesies dan ras
(varietas untuk tumbuhan).12
c. Distribusi Kehidupan di Bumi
Kehadiran setiap organisme pada suatu habitat (tempat hidup)
ditentukan oleh keadaan lingkungan setempat, termasuk lingkungan
biotik dan abiotik.
1. Distribusi Tumbuhan
Distribusi tumbuhan di pengaruhi oleh perubahan geologis, iklim,
hewan dan bahkan manusia. Pada saat ini terdapat lebih kurang
334.000 jenis tumbuhan berbunga, 9.000 jenis paku-pakuan dan 700
jenis tumbuhan berbiji terbuka. Kebanyakan dari jenis ini terdapat
pada daerah tropis dan subtropis. Semakin tinggi perrmukaan tanah
semakin sedikit jenis tumbuh-tumbuhan kecuali di gurun yang
mempunyai lebih kurang 3.400 jenis jumlah ini cukup tinggi bila di
bandingdengan luas yang relatif kecil.13
2. Distribusi Hewan
12
13
Mawardi, Nur hidayati, “Ilmu Alamiah Dasar” (Bandung : CV Pustaka Setia), 2000, HAL. 29
Mawardi, Nur hidayati, “Ilmu Alamiah Dasar” (Bandung : CV Pustaka Setia), 2000, HAL. 28
Ilmu Alamiah Dasar |”Rekayasa Reproduksi Menurut Ilmu Barat Dan Islam”
9
Berdasarkan faktor yang mempengaruhi variabilitas dan distribusi
terhadap mahluk hidup, maka dunia ini dibagi menjadi enam daerah,
yaitu :

Daerah Palaerctic ( Eropa dan Asia Utara)

Daerah Ethiopian ( Afrika dan Semenanjung Arab)

Daearah Oriental (Asia Selatan dan Indonesia)

Daerah Australia ( Australia dan sekitarnya)

Daerah Nearctic ( Amerika Utara dan Greenland)

Daerah Neotropical (Amerika Selatan dan Tengah)
3. Asal-usul Manusia
Manusia merupakan mahkluk hidup yang paling tinggi derajatnya
dan berakal budi. Namun, manusia mempunyai ciri-ciri seperti hewan
yang juga memiliki rambut, kelenjar keringat dan sebagainya.14
Untuk mengetahui asal-usul manusia, kita harus mempelajari fosilfosil yang tedapat di bumi. Fosil merupakan bahan penelitian yang
meyakinkan. Derwin mencari kemiripan fosil manusia dengan
primata, kaki manusia lebih panjang dari primata lah yang
membedakan antara manusia dengan primata.Otak manusia relatif
besar .manusia sekarang mempunyai volume otak 1200-1500 cc,
sedangkan simpanse hanya 350-450 cc. Penelitian lebih lanjut
menyatakan bahwa besar kecil nya volume otak tidak mempengaruhi
kecerdasan. Pembeda manusia yang lain nya adalah susunan
Haemoglobin atau DNA antara manusia dengan Primata.15
14
Hebdro Darmodjo, Yeni Keligis, “Ilmu Alamiah Dasar”, (Bandung : CV Pustaka
Setia), 1997. Hal. 23
15
Mawardi, Nur hidayati, “Ilmu Alamiah Dasar” (Bandung : CV Pustaka Setia), 2000, HAL. 29
Ilmu Alamiah Dasar |”Rekayasa Reproduksi Menurut Ilmu Barat Dan Islam”
10
Teori Evolusi dan Rekayasa Reproduksi Menurut Islam
P.P. Grasse mengatakan bahwa manusia dengan kera itu berbeda. Dengan
kata lain, dapat disimpulkan bahwa pendapat darwin yang mengatakan
manusia merupakan keturunan dari kera itu tidak terbukti.
Akhirnya Al-Quran lah yang mampu memberikan jawaban atas
pertanyaan, “Darimana manusia berasal?”. “Bagaimana manusia diciptakan?”,
dan “Bagaimana ia berkembang sehingga memiliki daya dan keagungan
rohani, yang membedakannya dengan makhluk lain?”.16
Sejak 14 abad yang lalu, Al-Quran telah menegaskan bahwa manusia
bukanlah keturunan kera. Manusia pertama (Adam) diciptakan oleh Allah dari
tanah. Manusia terdiri dari dua unsur yaitu unsur materi dan rohani, diciptakan
dari tanah kemudian menjadi lumpur hitam yang diberi petunjuk menjadi
tanah kering seperti tembikar dan diempurnakan bentuknya. Allah meniupkan
roh (ciptaan-Nya), maka terjadilah Adam. Allah berfirman yang artinya: “Dan
(ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat. Sesungguhnya Aku
menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering yang berasal dari lumpur
hitam yang diberi bentuk. Maka apabila Aku elah menyempurnakan
kejadiannya, dan telah Ku-tiupkan kedalamnya Roh (ciptaan)-ku, maka
tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud”.
Dengan penciptaan seperti itu, manusia dibedakan dari makhluk lainnya.
Manusia memiliki
kesamaan dengan hewan dalam sebagian besar
kerakteristik, dorongan emosi untuk mempertahankandiri, serta kemampuan
untuk memahami dan belajar. Namun, ia berbeda dengan hewan karakteristik
rohnya yang membuatnya cendrung mencari Allah dan menyembahnya.
Asal usul tubuh manusia adalah dari tanah. Hal ini disebutkan dalam
firman Allah yang artinya: “Dan Allah menumbuhkan kamu sebagai suatu
16
Hebdro Darmodjo, Yeni Keligis, “Ilmu Alamiah Dasar”, (Bandung : CV Pustaka
Setia), 1997. Hal. 24
Ilmu Alamiah Dasar |”Rekayasa Reproduksi Menurut Ilmu Barat Dan Islam”
11
tumbuhan dari tanah, dan kemudian dia akan mengendalikan kamu
kepadanya, Dia akan mengeluarkan kamu lagi sebagai kelahiran baru”. (Q.S.
Nuh : 17 – 18).17 Dengan uraian itu di terangkan bahwa manusia berasal ari
tanah dan kembali lagi ke tanah. 18
Manusia tersusun dari dua unsur, yakni tubuh kasar dan roh halus. Dengan
tubuhnya, manusia dapat bergerak dan merasakan segala sesuatu. Menurut Dr.
M. UtsmanNAjati, kata “roh” dalam Al-Qur’an mempunyai berbagai berbagai
arti. Arti roh yang terdapat dalam ayat Al-Qur’an yang menguraiakan
penciptaan Adam a.s, adalah roh ciptaan Allah yang membuat manusia siap
untuk mempunyai sifat yang luhur dan mengikuti kebenaran. Ia adalah unsur
tinggi yang di dalamnya terkandung kesiapan untuk merealisasikan hal-hal
yang paling luhur dan sifat-sifat yang paling suci, hal ini membuat manusia
siap
untuk
merencanakan
garis-garis
yang
harus
diikutinya
dan
menyempurnakan kemanusiaannya dengan bersumber pada nilai dan
pengetahuam yang membuatnya menjadi manusia yang hakiki. Dengan itu
diketahui bagaimana manusia berkembang sehingga memiliki daya dan
keagungan rohani yang membedakannya dengan mahluk yang lain.19
Aspek-aspek Manusia
Manusia terdiri atas dua aspek : tubuh dan jiwa. Tubuh yang tidak
disertai dengan jiwa bukanlah tubuh manusia, tetapi mayat. Dan juga jiwa
tanpa tubuh bukan pula manusia, melainkan malaikat, setan, atau jin.
Tubuh atau jasmani bersifat materi, dapat dilihat diraba, dan dirasa
sehingga wujudnya nyata atau konkrit. Namun, tubuh dianggap lebih
17
(Q.S. Nuh : 17 – 18).
18
Mawardi, Nur hidayati, “Ilmu Alamiah Dasar” (Bandung : CV Pustaka Setia), 2000, HAL. 30
19
Hebdro Darmodjo, Yeni Keligis, “Ilmu Alamiah Dasar”, (Bandung : CV Pustaka
Setia), 1997. Hal. 25
Ilmu Alamiah Dasar |”Rekayasa Reproduksi Menurut Ilmu Barat Dan Islam”
12
rendah dari pada jiwa karena hanya bersifat materi, sedangkan jiwa
bersifat abadi. Secara umum, tubuh dibagi menjadi tiga bagian : kepala,
badan, dan anggota badan. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi
memungkin manusia berbagai hal mengenai tubuhnya dan tidak secara
otomatis berhasil membuka tabir jiwa manusia.20
Jiwa yang tidak tampak oleh mata karena sifatnya yang abstrak, telah
lam diketahui juga oleh manusia. Peristiwa orang mimpi yang tubuhnya
tergeletak di tempat tidur, tetapi perasaannya ke mana-mana, menunjukkan
bahwa jiwahnyalah berpergian. Demikian juga pada manusia yang mati
karena kehilanngan jiwa. Ia tidak dapat berjalan, bercakap-cakap, makan,
minum, dan sebagainya. Hal-hal yang menyangkut kejiwaan inilah yang
akan banyak dibicarakan pada bagian ini. Masalah cinta kasih,
penderitaan,
keindahan,
tanggungjawab,
dan
sebagainya,
banyak
bersangkutan dengan masalah jiwa manusia.21
20
Hebdro Darmodjo, Yeni Keligis, “Ilmu Alamiah Dasar”, (Bandung : CV Pustaka
Setia), 1997. Hal. 26
21
Mawardi, Nur hidayati, “Ilmu Alamiah Dasar” (Bandung : CV Pustaka Setia), 2000, HAL. 31
Ilmu Alamiah Dasar |”Rekayasa Reproduksi Menurut Ilmu Barat Dan Islam”
13
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Sebagaimana yang telah di jabarkan oleh penjelasan di atas, ada beberapa
perbedaan antara rekayasa reproduksi menurut Ilmu Barat dengan Islam. Tetapi
setelah di liat secara seksama maka akan ada kecocokan antara keduanya. Oleh
karna itu akan lebih baik apa bila mempelajari ilmu pengetahuan barat setelah ita
kuasai dan mendapatkan ilmu baru maka alangkah baiknya sebagai Umat Islam
membuka lembaran Al-Qur’an. Apakah sesuai dengan apa yang ada di dalam AlQur’an. Apabila sesuai maka dapat di pastikan ilmu yang baru di dapat itu benar.
Karena Al-Qur’an adalah sebagai petunjuk bagi Umat Islam.
Kritik dan Saran
Kami sebagai penyusun makalah adalah manusia biasa yang tak luput dri
salah dan khilaf, oleh sebab itu kami sangat mengharap kritik dan saran pembaca
yang sifatnya membangun agar makalah ini menjadi lebih sempurna. Kritik dan
saran bisa di sampaikan ke Email: [email protected] Atas
perhatian saudara kami ucapkan terimaksaih.
Ilmu Alamiah Dasar |”Rekayasa Reproduksi Menurut Ilmu Barat Dan Islam”
14
DAFTAR PUSTAKA
Aziz Musthafa dan Imam Musbikin,” Kloning Manusia Abad XXI Antara
Harapan, Tantangan dan Pertentangan,” (Yogyakarta:Pustaka Pelajar), 2001.
Begot Santoso, “Biologi”, (Jakarta:Erlangga), 2006.
Darmodjo Hebdro, Yeni Keligis, “Ilmu Alamiah Dasar”, (Bandung : CV
Pustaka Setia), 1997.
Mawardi, Nur hidayati, “Ilmu Alamiah Dasar” (Bandung : CV Pustaka
Setia), 2000
Rosman Yunus,” Teori Evolusi Darwin dalam Pandangan Sains dan
Islam”. (Depok: Prestasi), 2006.
Trianto, “Wawasan Ilmu Alamiah Dasar Perspektif Islam dan Barat
“(Jakarta:Prestasi Pustaka Publisher), 2007.
Ilmu Alamiah Dasar |”Rekayasa Reproduksi Menurut Ilmu Barat Dan Islam”
15
Download