Diapositiva 1

advertisement
Pabliyanda Akbario 296592
Andrea Erwina 296608
M. Wahyudi Mari 296675
Zira Brenda 296681
Archimaso Satryo 296905
Dita Pratiwi 296920
 Pertanian adalah sumber dari perdebatan di negosiasi
perdagangan internasional, hal tersebut berlaku juga
dalam perdebatan pada harga dan kebijakan subsidi
 Negara dengan pendapatan rendah cenderung
menerapkan pajak yang tinggi pada petani sektor
ekspor karena dapat dijadikan sumber penting
pendapatan fiskal, sedang negara maju cenderung
untuk mensubsidi petani
 Biaya sosial dan ekonomi dari perdagangan, harga, dan
kebijakan subsidi sangat besar dan mereka mengkonsumsi
bagian cukup besar pada anggaran pemerintah dan
mengalihkan dari pertumbuhan ekonomi yang menarik
investor.
 Walaupun mengalami penurunan pada 2 dekade terakhir
terutama di negara maju, biaya ekonomi dan sosial dari
kebijakan ini tetap besar dan mengabadikan disparitas
pendapatan dunia
 Sehingga memperbaiki kebijakan terhadap pertanian dan
kegagalan investasi dapat mempercepat pertumbuhan dan
mengurangi kemiskinan
Proteksi pertanian dan subsidi di
negara maju
 Perhatian besar banyak ditunjukkan untuk
mengurangi efek negatif dari kebijakan negara maju
terhadap negara berkembang terutama melalui usaha
untuk membuka pasar dan untuk menekan kebijakan
subsidi negara maju yang meningkatkan produksi dan
mendistorsi harga dunia.
Reform Progress is slow, with little
change in overall support
 Reformasi negara OECD berjalan lambat
 Dari 37 % untuk bantuan pada pertanian pada 1985
hanya turun 7 % pada 2005
 Walaupun turun 7 % tetapi jumlah bantuan untuk
pertanian mengalami kenaikan pada 242 miliar US
setahun pada 1985 menjadi 273 miliar US setahun
pada 2005
 Negara OECD telah menambah akses istimewa pada pasar
mereka untuk negara berkembang.
 UE memberikan access bebas pajak dan bebas kuota
terhadap pasar mereka kepada negara yang belum
berkembang
 Price support untuk petani di negara OECD menciptakan
insentif untuk memproduksi lebih
 Perubahan ke bantuan terpisah dari tipe , volume, dan
harga dari produk adalah usaha untuk mengurangi efek
distorsi harga pada produksi sekarang dan ke depan
dengan tetap memberikan bantuan kepada petani
 Decoupled payment kurang mendistorsi daripada
bentuk bantuan yang lain yang mempengaruhi output
seperti tarif proteksi tetapi mereka dapat
mempengaruhi produksi
 Decoupled payment dapat mengurangi wealth effect
dan insurance effect bagi petani.
 Bank cenderung memberikan pinjaman pada petani
supaya mereka tidak meminjam pada pihak lain dan
mempertahankan petani di bidang Pertanian
 Banyak program decoupled payment tidak
mempunyai batas waktu, ex:
Farm bill AS batas waktu 1996, tetapi tidak ditegakkan
Program decoupled payment Meksiko yang berakhir
pada 2008 tetapi terus dilaksanakan dengan bentuk
lain
 Kalau ada batas waktu terhadap program tersebut
dengan komitmen pemerintah yang kredibel untuk
tetap melaksanakan program, resiko decoupled
payment menjadi lebih distorsi dan biaya lebih besar
dari asumsi.
Political economy factor matter for
further reform
 Faktor ekonomi politis di tiap negara telah
menentukan langkah dan luas dari reformasi
 Kebijakan katun di AS, gula di UE, dan beras di Jepang
melihatkan bahwa efek dari WTO untuk membujuk
reformasi adalah nyata dan tekanan dari media.
 Kasus – kasus tersebut memperlihatkan reformasi
tidaklah mudah dan terkadang memperlukan
kompromi dan kompensasi untuk yang dirugikan
supaya mendapatkan persetujuan untuk mengurangi
proteksi terhadap pertanian
Kebijakan reformasi beras Jepang
 Jepang melindungi petani beras dengan tarif sebesar 778 % pada impor
beras
 Tahun 2007 Jepang memberikan direct payment pada petani beras
dengan melihat ukuran lahan bukan produksi beras
 Pelaku ekonomi di jepang bukan pertanian yang menginginkan
reformasi, tekanan dari pihak media, dan banyak pihak yang melihat
pertanian sebaiknya menjadi bagian dari reformasi perekonomian
secara luas merupakan faktor yang mempengaruhi kebijakan reformasi
di sektor beras
 Oposisi dari JAC menciptakan sebuah kompromi dari kebijakan
tersebut dengan memberikan direct payment pada petani yang
memiliki lahan ukuran kecil tetapi terorganisir menjadi unit pertanian
koperasi
Kebijakan reformasi gula UE
 Harga gula di pasaran UE 3x lebih tinggi dari harga
gula di dunia
 Reformasi gula di UE disetujui pada Feb 2006 dan
dimulai pada Jul 2004 dan berlaku selama 4 tahun
 Reformasi gula di UE dilaksanakan atas 2 hal yaitu
ketentuan dan komitmen negara UE di WTO dan
inisiatif Everything But Arms untuk negara kurang
berkembang
 Kompensasi pun diberikan pada pihak yang dirugikan
oleh kebijakan reformasi gula UE
Kebijakan reformasi katun AS
 40 % ekspor katun dan 20 % produksi katun dunia
dilakukan di AS
 Kelompok Cotton Council of America memiliki pengaruh
yang sangat besar terhadap kebijakan katun di AS
 WTO atas desakan negara penghasil katun pada 2005
memerintahkan AS untuk mengikuti ketentuan di WTO,
Tetapi banyak negara yang dan tidak puas terhadap
bagaimana AS memenuhi ketentuan WTO
 Media AS dan kelompok reformasi di AS turut mendorong
kongres AS untuk mengurangi bantuan ke katun
Agricultural Taxation
in Ceveloping Countries
By:
Archimaso Satryo Santoso
Kebijakan (policy) pada negara berkembang umumnya
menimbulkan insentif bagi produsen pertanian.
Kebijakan makroekonomi dalam bidang perpajakan
agrikultural terkadang lebih berpengaruh
dibandingkan kebijakan agrikultur,tetapi kedua hal
tersebut sama pentingnya bagi negara miskin.
Agriculture-Based Countries are
Taxing Agriculture Less
Pendekatan yang digunakan
untuk mengukur perubahan
pajak bersih di negara
berkembang adalah melalui
perhitungan tingkat
nominal bantuan kepada
petani (Nominal Rate of
Assistance).
Transforming and Urbanized
Countries are Protecting
Agriculture More
Cont’d
Cont’d
Still Space for Further Efficiency
Gains
 Net Taxation of Agriculture memang sudah rendah
pada umumnya kecuali pada beberapa negara.
 Tetapi disaggregating perpajakan bersih dengan
produk ekspor dan impor menunjukkan bahwa ekspor
masih dikenakan pajak lebih besar di sebagian besar
negara di dunia, sementara impor sangat dilindungi.
 Hal ini memberikan ruang lebih lanjut pada welfare
gains.
Political Economy Factors Matter
for Further Reform
Agricultural Reform pada beberapa negara khususnya
negara yang berbasis agrikultur, timbul setelah
Macroeconomic Reform pada tahun 1980. Mereka
didukung oleh donor dari pihak eksternal melalui
kebijakan, dan pinjaman bersyarat. Selain itu, refleksi
ekonomi politik juga menjadi elemen penting dalam
reformasi ini, seperti kepemimpinan dan
memanfaatkan peluang,mengaitkan keberhasilan
pemimpin berdasarkan keberhasilan ekonomi,
membangun dukungan, menggunakan akses WTO,
dan mengatur kebijakan untuk mendukung
keikutsetaan dalam perdagangan bebas.
SIMULASI HASIL LIBERALISASI
PERDAGANGAN
Dita Pratiwi
10/296920/EK/178858
Pendahuluan
• Reformasi kebijakan pertanian baik di negara maju
ataupun di negara berkembang memiliki potensi besar
untuk meningkatkan kesejahteraan, termasuk pada
sisi reformasi perdagangannya.
• Besar biaya dan hasil dari kebijakan reformasi
perdagangan tersebut telah bisa dikuantifikasikan
dengan model global ekuilibrium umum.
Penanggung biaya subtansial
kebijakan perdagangan.
 Kira kira sekitar $100 miliar - $ 300 milliar pertahun
jumlah biaya global atas tarif dan subsidi
perdagangan.
 Dua pertiga biaya tersebut berasal dari tarif dan
subsidi sektor pertanian.
 Kebijakan pertanian negara maju merugikan negara
berkembang sebesar $17 milliar.
Penanggung biaya subtansial
kebijakan perdagangan.
• Dewasa ini, negara berkembang yang lebih banyak
menanggung biaya subtansial dari kebijakan
perdagangan.
• Negara berkembang menyumbang 30% dari biaya
kebijakan perdagangan saat ini.
• Perkiraan biaya yang ditanggung negara berkembang
sampai 2015 sebesar 0,8 persen dari pdb rill global
negara berkembang.
• Separuh biaya yang diderita negara berkembang
berasal dari kebijakan negara maju baik itu liberalisasi
pertanian maupun non pertanian.
Perkiraan distribusi biaya
Keuntungan bagi pengekspor,
Kerugian bagi pengimpor
• Menurut world bank, liberalisasi perdagangan penuh
akan meningkatkan 5,5 persen komoditas pertanian
dan 1,3 persen makanan olahan
• Persentase eksport negara berkembang akan naik
sebesar 9% yaitu dari 54 persen menjadi 65 persen.
• Namun, hasil agregat ini menimbulkan perbedaan
yang besar antar komoditas dan antar negara
Keuntungan bagi pengekspor,
Kerugian bagi pengimpor
• Perkiraan kenaikan harga riil komoditas internasional menyusul
adanya liberalisasi perdagangan penuh
• Harga kapas dan oil seeds akan mengalami peningkatan paling
tinggi
Keuntungan bagi pengekspor,
Kerugian bagi pengimpor
• Perkiraan penambahan persentase perdagangan negara – negara
berkembang
• Liberalisasi kapas dan oilseeds mendorong peralihan produksi dunia ke
negara negara berkembang
Mempercepat Pertumbuhan
Output di Amerika & Afrika
• Dalam kajian bank dunia, pertumbuhan output pertanian mengalami
peningkatan sekitar 4,2 persen (skenario liberalisasi penuh)
• Amerika latin dan Afrika sub-sahara akan mengalami peningkatan
pertumbuhan output tertinggi (lihat figure 4.8)
TOT dan Pengentasan Kemiskinan
• Tidak semua negara berkembang diuntungkan oleh
liberalisasi pertanian.
• TOT(persyaratan perdagangan) menguntungkan
untuk negara pengeksport suatu komoditas dan
merugikan untuk negara pengimport komoditas
tersebut.
• Perubahan kemiskinan jarang mengikuti perubahan
persyaratan perdagangan (TOT).
• Reformasi perdagangan ke pengentasan kemiskian
melewati banyak saluran dan efeknya berbeda di
setiap negara.
TOT dan Pengentasan Kemiskinan
• Efek perubahan syarat perdagangan (TOT) yang di dorong oleh
reformasi perdagangan negara maju terhadap kemiskinan bergantung
pada dimana kaum miskin berada , apa pencaharian mereka dan apa
yang mereka konsumsi
• Reformasi perdagangan pertanian di negara sedang berkembang
diperkirakan memiliki dampak yang lebih kecil terhdap perubahan TOT
dibandingkan perubahan kebijakan negara maju
Pihak yang diuntungkan dan
dirugikan
 Liberalisasi perdagangan menimbulkan kekhawatiran
ketika ada perubahan kebijakan perdagangan
khususnya kenaikan harga barang pokok, ada pihak
yang diuntungkan dan dirugikan
 Selain mempengaruhi lewat harga liberalisasi
mempengaruhi kaum miskin lewat tercipta dan
hilangnya pasar, lapangan kerja serta upah kaum
miskin
By: Andrea Erwina Putri
SCOPE FOR ACHIEVING
POTENTIAL GAINS
Lingkup untuk mencapai
keuntungan potensial
Memajukan liberalisasi perdagangan global tidak mudah,
seperti yang ditunjukkan oleh Rounds Uruguay dan Doha
dari perundingan perdagangan. Kepentingan sangat
membela kebijakan saat ini banyak dan enggan untuk
berubah. Reformasi kebijakan yang paling terakhir telah
datang dari unilateral upaya reformasi, yang akan terus
menjadi penting di masa depan, tetapi kesepakatan
multilateral dan regional merupakan instrumen penting
untuk menghapus distorsi di pasar internasional dan
regional.
 Multilateral agreements: the Doha Round
Pengembangan Putaran Doha dari perundingan
perdagangan memberikan kesempatan untuk mewujudkan
setidaknya sebagian dari potensi keuntungan dari
liberalisasi perdagangan penuh. Sedangkan potensi
keuntungan dari liberalisasi perdagangan penuh sebagai
bagian dari PDB lebih besar bagi negara-negara
berkembang dibandingkan negara maju (Tabel 4.2),
dampak diperkirakan kesepakatan Doha menunjukkan
potensi keuntungan yang lebih kecil untuk negara-negara
berkembang. Bagian dari alasan: Doha menempatkan lebih
berat menekankan-sis pada menghilangkan subsidi ekspor
dan subsidi domestik memotong daripada mengurangi
tarif di negara maju



Sebuah kesepakatan Putaran Doha-masalah konten. Dampaknya akan tergantung
pada hal-hal berikut:
Sejauh mana diterapkan atau tarif aktual berada di bawah upper-terikat
mereka tingkat disepakati di WTO. Tarif yang diterapkan saat ini
umumnya tingkat bawah terikat, memerlukan pemotongan yang lebih
besar di tingkat terikat jika tingkat diterapkan harus dipotong. Tarif
terikat rata-rata tarif yang diterapkan hampir dua kali lipat di negara
maju, dan lebih dari dua setengah kali menerapkan tarif di negara-negara
berkembang.
Tingkat negara maju pengurangan subsidi untuk tanaman ekspor utama,
seperti kapas. Sebagai negeri akun program dukungan untuk 89 persen
dari biaya kesejahteraan global kebijakan perdagangan kapas,
mengurangi subsidi ini bisa menjadi keuntungan penting untuk negaranegara berkembang, khususnya produsen kapas negara-negara di SubSahara Afrika. Sekali lagi, batas yang disepakati di WTO sangat melebihi
level support saat ini.
 Perlakuan terhadap "produk sensitif," yang jika tidak dibatasi
dengan ketat dapat melemahkan dampak reformasi. Negaranegara maju sedang mencari yang lebih kecil pengurangan tarif
dan subsidi untuk dipilih sendiri yang sensitif dari produk
tersirat oleh pendekatan rumus umum. Estimasi menunjukkan
bahwa jika hanya 1 persen dari seluruh pos tarif dalam Uni Eropa
dibebaskan. Usulan dari Amerika Serikat adalah untuk
membatasi produk sensitif terhadap 1 persen dari semua pos
tarif, sedangkan usulan Uni Eropa adalah 8 persen.
 Perlakuan "produk khusus." Negara-negara berkembang
mencari pemotongan tarif kecil atau tidak ada pada khusus
produk-dianggap penting untuk keamanan pangan, keamanan
mata pencaharian, dan pembangunan pedesaan. Dampak
potensial dari setiap pembebasan kemungkinan akan negara
tertentu.


Special dan Different treatment berbeda bagi negara-negara
berkembang. Mengembangkan negara-negara diwajibkan untuk
melakukan pemotongan yang lebih kecil dalam perlindungan dari
negara-negara maju di bawah putaran pengembangan saat negosiasi
perdagangan. Sementara negara maju reformasi perdagangan
pertanian mungkin akan memiliki dampak kemiskinan yang lebih
besar pada banyak negara berkembang dibandingkan negara
reformasi, yang terakhir dapat berpotensi mengurangi kemiskinan
secara lebih konsisten di sejumlah besar negara-negara berkembangkeduanya penting.
Setelah di atas, kesepakatan Doha akan menangkap beberapa
manfaat dari liberalisasi penuh jika kesepakatan yang menurunkan
binding tarif jauh di bawah tingkat yang sebenarnya, mengurangi
subsidi negara maju-di mana mereka paling penting untuk negaranegara berkembang
Skenario dengan tidak adanya
kesepakatan


Dengan tidak adanya kesepakatan perdagangan Putaran Doha,
negara-negara berkembang akan perlu menggunakan perjanjian
bilateral dan regional untuk memajukan reformasi. Perjanjian
perdagangan bilateral dan regional yang lebih pada pertanian akan
menjadi hasil yang kurang efisien dan lebih mahal daripada reformasi
global lebih lanjut, mungkin menunda dan rumit itu. Tapi perjanjian
regional seringkali dapat berguna untuk mengatasi masalah tidak
dalam agenda multilateral
Hasil terburuk dari kegagalan Putaran Doha akan kembali
melonjaknya untuk perlindungan global, termasuk di negara-negara
berkembang, membalikkan keuntungan efisiensi masa lalu dan
dampaknya terhadap pengurangan kemiskinan.
Perjanjian Perdagangan Regional


Sebagai perdagangan di antara negara-negara berkembang
merupakan bagian pertumbuhan perdagangan secara keseluruhan,
memperbaiki negara berkembang untuk mengembangkan akses pasar
negara dapat memiliki efek yang signifikan.
Perjanjian regional dapat mengatasi masalah aksi kolektif regional
yang tidak dalam agenda dalam diskusi perdagangan multilateral.
Misalnya, perjanjian regional dapat mengurangi ketegangan politik
dan mengambil keuntungan dari skala ekonomi dalam penyediaan
infrastruktur. Regional yang lebih besar integrasi dan membuka pasar
regional dapat menjadi penting di daerah dengan negara-negara kecil
(Sub-Sahara Afrika, misalnya)
 Lebih dari sepertiga dari perdagangan global antara
negara-negara yang memiliki beberapa bentuk
perjanjian perdagangan timbal balik regional.
Perjanjian ini biasanya lebih mudah untuk mencapai
daripada perjanjian multilateral, dengan peserta lebih
sedikit terlibat, dan mereka biasanya melampaui
penurunan tarif untuk mengurangi hambatan terkait
dengan penyeberangan perbatasan, peraturan, dan
standar. Tidak semua perjanjian tersebut menciptakan
perdagangan dan investasi baru-beberapa malah
mengalihkan mereka

Negara-negara Afrika memiliki empat perjanjian perdagangan
regional rata-rata, dan negara-negara Amerika Latin memiliki tujuh,
menambah mereformasi kebijakan perdagangan, harga, dan subsidi
kompleksitas perdagangan. Bank Dunia tinjauan baru-baru ini
menyimpulkan bahwa perjanjian regional perjanjian paling mungkin
untuk meningkatkan pendapatan nasional adalah mereka dengan
rendah eksternal "yang paling disukai-bangsa" tarif, pembebasan
sektoral dan beberapa produk, non-restriktif aturan tes asal, langkahlangkah untuk memfasilitasi perdagangan, aturan investasi dan
mengatur kekayaan intelektual yang sesuai dengan konteks
pembangunan, dan jadwal pelaksanaan diberlakukan pelaksanaan
waktu telah terbukti sulit di banyak negara: volume dokumen resmi
melegalkan pergerakan bebas barang dan orang di seluruh
perbatasan, namun pelaksanaannya masih lemah. Upaya yang
diperlukan untuk memastikan harmonisasi kebijakan, mengurangi
hambatan non-tarif, mengurangi formalitas perbatasan dan korupsi,
alamat masalah transfer mata uang, dan memanfaatkan skala
ekonomi di bidang infrastruktur.
TRANSITIONAL SUPPORT
Food Staples in Developing Countries
Kebijakan
OECD
• Perlunya proteksi impor sementara
• Proteksi dapat diberikan dalam tingkat yang rendah dengan jangka
waktu yang pendek
Ketahanan
Pangan
• Proteksi industri mengatasnamakan ketahanan pangan
• Jika industri yang diproteksi memiliki daya jual perekonomian yang
tinggi?
Safeguard
Policies
• Implementasi pengurangan sementara tarif jika harga dunia sangat
tinggi, dan sebaliknya
• Kebijakan perdagangan dalam makanan pokok harus menyadari
bahwa proteksi produksi dalam negeri sering kali tidak pro-kaum
miskin
Transitioning to Alternative Forms
of Taxation
 Pengurangan
proteksi impor dan pajak ekspor
komoditas pertanian yang lebih jauh dapat
menimbukan dilema fiskal bagi negara.
 Reformasi perdagangan kiranya perlu diikuti dengan
reformasi pajak domestik komplementer dan
perbaikan kualitas belanja publik pertanian dalam
jumlah yang signifikan
Policies and Public Spending
to Support Transitions
• Hibah untuk memfasilitasi peralihan produksi.
• Bantuan langsung tunai dan social safety net.
Tantangan:
Untuk memastikan adanya keseimbangan yang baik
antara bantuan pendapatan komplementer untuk masa
peralihan dan program publik inti untuk memacu
pertumbuhan pertanian jangka panjang serta
pengentasan kemiskinan.
Mencakup investasi publik dan berbagai kebijakan lain
yang akan memfasilitasi tanggapan terhadap sinyal
pasar baru untuk pertumbuhan jangka panjang.
PUBLIC INVESTMENT FOR
LONG TERM
M. Wahyudi Mari
Free Powerpoint Templates
Page 52
Public invesment for long-term
development
 investasi Publik terhadap pembangunan jangka panjang
merupakan pasokan dari petani kecil yang cukup besar
untuk merespon reformasi terhadap perdagangan dan
harga.
 Yang mendukung faktor-faktor tersebut diantaranya
(irigasi, imfrastruktur, transfortasi, listrik, telekomunikasi,
market, keuangan pedesaan dan resarch).
 Dan demikian juga pada faktor-faktor non harga namun
domestik ekonomi makro dan kebijakan sektoral menekan
insentif untuk memproduksi, yang dampaknya respon
terhadap pasokan mungkin terbatas, dibanyak negara
terutama yang berbasis pertanian
 Selama jangka panjang investasi ini mungkin lebih penting
daripada perdagangan reformasi dalam menggunakan pertanian
untuk pembangunan, (rincian prioritas untuk investasi akan di
bahas pada bab berikutnya).
 Belanja public telah sering di alihkan untuk invstasi yang lain,
sedangkan dalam investasi jangka panjang dibutuhkan untuk
subsidi pertanian.
 Tetapi dalam halnya subsidi biasanya menjadikan
ketidakefisienan terhadap ekonomi dan menjadikan
penggunaaan sumberdaya yang boros dan cost yang tinggi.
Alokasi sumber daya yang terlalu sedikit menyebabkan tingkat
produktifitas terhadap hasil dari domesic kita akan
berpengaruh, dan akan menurunkan kualitas hasil domestik.
Inefficiency of current spending
 Terjadinya Inefisiensi pengeluaran saat sebagian besar dari
belanja publik telah digunakan untuk menyediakan barang
private dengan biaya yang tinggi, ulasan pengeluaran
publik menunjukkan bahwa yang sebenarnya alokasi
anggran untuk pertanian di alihkan untuk belanja swasta
yang tinggi, 37% di Argentina (2003), 43% di Indonesia
(2006), 75% di India (2002), dan 75% di Ukraina (2005).
 Transfer ke prastatal dan kenya pada th 2002 menyumbang
26% dari total Pngeluaran Pemerintah dibidang pertanian,
dan di Zambia pada th 2003 sekitar 80% dari pengeluaran
non wage beralih ke subsidi petani untuk pupuk dan harga
jagung.
 Di Zambia hanya sekitar 15% dari anggaran 2003
pertanian di habiskan untuk penelitian, penyuluhan
dan infrastruktur pedesaan yang menunjukkan
hadiah terhadap investasi yang tinggi.
 Relokasi terhadap subsidi swasta untuk barang publik
dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Meskipun subsidi secara ekonomi dipandang tidak
efisien sehingga mereka sering menggunakan politik
bijaksana.
Reforms to improve the efficiecy of
rural public spanding
 Pedesaan memahami mengapa pengeluaran publik di
alokasikan tidak produktif, yang menghasilkan
intervensi pemahaman ekonomi politik terhadap
kebijakan Pemerintah ?
 Institusional, demogarfi, dan variabel ekonomi
bersama-sama membentuk ukuran dan kualitas
pengeluaran publik, dimana salah satu yang
mempengaruhi kualitas adalah informasi. Dengan
kesenjangan informasi tersebut, debat publik tentang
kebijakan publik cendrung dimanipulasi oleh
kelompok-klompok minat kusus.
ooOOOwW…..??
Belanja atau subsidi
terhadap pertanian di
India 4 kali lebih besar
dari subsidi barang publik.
Dari studi terkait
menyimpulkan bahwa
potensi sigifikan tidak
efisien terhadap relokasi
pengeluaran publik untuk
pertanian di India.
Conclusions
 Reformasi kebijakan baru-baru ini telah meningkatkan harga insentif
bagi produsen pertanian di negara-negara berkembang. Net pertanian
perpajakan memiliki rata-rata yang menurun tajam 1980-1984 dan
2000-04, menurun 28% menjadi 10% di negara berbasis pertanian.
 Perbedaan-perbedaan ini menunjukkan ruang yang cukup untuk
lebih lanjut melakukan perbaikan kebijakan khususnya indonesia
yang masih limit didalam pengalokasian sumberdaya manusia
maupun sumbrdaya alam nya.
 Elemen kunci dari agenda ke depan adalah untuk terus mendapatkan
harga yang tepat melalui perdagangan dan reformasi kebijakan
domestik, untuk menjamin pelengkap pajak serta reformasi untuk
menggantikan hasil dari pendapatan perdagangan yang hilang untuk
reinvestasi.
 Semua inimembutuhkan pendekatan yang
komprehensif melampaui harga dan penyesuaian;
pemerintah harus fokus terhadap peningkatan
infrastruktur pasar,lembaga, dan dukungan layanan
lainnya.
Download