doa rosario sebagai sarana penghayatan iman

advertisement
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
DOA ROSARIO SEBAGAI SARANA PENGHAYATAN IMAN
BUNDA MARIA BAGI MAHASISWA PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK ANGKATAN 2013
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat
Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
Program Studi Pendidikan Agama Katolik
Oleh:
Ignatius Dwi Cahyo Jiwandono
NIM: 111124021
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK
JURUSAN ILMU PENDIDIKAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
2016
i
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
PERSEMBAHAN
Skripsi ini kupersembahkan kepada
Bunda Maria dan PutraNya Tuhan Yesus Kristus.
Keluargaku yang selalu mendukung dan mendoakanku : Ibu, Mbak, Mas, Mbah,
dan orang yang aku cintai.
iv
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
MOTTO
“Sebab bukan orang yang memuji diri yang tahan uji,
melainkan orang yang dipuji Tuhan”
(2Korintus 10: 18)
v
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
ABSTRAK
Judul skripsi DOA ROSARIO SEBAGAI SARANA PENGHAYATAN
IMAN BUNDA MARIA BAGI MAHASISWA PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK ANGKATAN 2013 UNIVERSITAS
SANATA DHARMA YOGYAKARTA dipilih berdasarkan kenyataan bahwa
penghayatan iman Bunda Maria mahasiswa PAK perlu ditingkatkan. Prodi PAK
merupakan salah satu prodi yang memiliki tanggung jawab besar dalam
mengembangkan iman. Untuk itu prodi PAK mempunyai harapan besar pada
mahasiswa PAK untuk menghayati imannya dalam menghadapi kesulitan yang
ada. Namun kenyataannya masih banyak mahasiswa yang kurang menghayati
imannya. Mahasiswa PAK mengikuti kegiatan doa rosario yang diadakan di
kampus maupun di luar kampus hanya sekedar rutinitas belaka tanpa ada dampak
positif yang ditimbulkan. Dan yang lebih memprihatinkan adalah jumlah
mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan doa Rosario sangat sedikit dari jumlah
mahasiswa yang ada.
Persoalan pokok dalam skripsi ini adalah seberapa besar mahasiswa yang
mengetahui indikator bahwa mahasiwa memiliki penghayatan yang mendalam
terhadap doa Rosari dan seberapa besar mahasiswa PAK meneladani sikap iman
Bunda Maria, sebagai sumber kekuatan mahasiswa dalam menghadapi setiap
masalah yang ada. Untuk mengkaji masalah ini diperlukan data yang sangat akurat,
oleh karena itu penulis melakukan penelitian dengan cara penyebaran kuesioner,
penyebaran kuesioner dilaksanakan di kampus PAK yang diwakili oleh mahasiswa
angkatan 2013, dan sudah terlaksana.
Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa mahasiswa angkatan 2013
hanya menghayati imannya pada saat menghadapi kesulitan dalam menghadapi
kesulitan atau persoalan terkait dengan perkuliahan. Namun demikian, mahasiswa
memiliki harapan besar demi menghayati imannya dalam mengatasi segala
kesulitan dan persoalan yang dihadapinya. Maka dari itu, penulis dalam skripsi ini
mengusulkan program pendalaman iman melalui katekese umat model SCP
(Shared Christian Praxis). Diharapkan Shared Christian Praxis dapat menjawab
kebutuhan dari mahasiswa PAK khususnya mahasiswa angkatan 2013, agar mereka
dapat lebih mengenal sosok Bunda Maria, khususnya spiritualitas Bunda Maria
sehingga dapat meneladani sikap iman Bunda Maria dalam menghadapi segala
permasalahan yang ada.
viii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
ABSTRACT
Thesis title ROSARY PRAYER AS A MEANS OF APPRECIATION FOR
THE FAITH OF THE MOTHER MARIAE FOR STUDENT OF CATHOLIC
RELIGIOUS EDUCATION CLASS OF 2013 SANATA DHARMA UNIVERSITY IN
YOGYAKARTA been based on the fact that the appreciation of the faith of Mary
students PAK needs to be improved. Prodi PAK is one that has a great responsibility
in developing faith. For that Prodi has great expectations on the PAK students to
live their faith in the face of difficulties. But in reality there are still many students
who lack living their faith. Students PAK following the activities of the rosary were
held on campus and off-campus just a mere routine without any positive impact
generated. And even more alarming is the number of students involved in the
activities of the Rosary very few of the students there.
A key issue for this paper is how much students know the indicators that
students have a deep appreciation of the prayer of the Rosary and how much
students PAK emulate the attitude of faith in the Virgin Mary, as a source of student
power in the face of any problems that exist. To examine this issue needed highly
accurate data, therefore the author doing research by distributing questionnaires,
questionnaires conducted on campus PAK represented by student class of 2013, and
has been implemented.
Based on the research found that student class of 2013 just living their faith
in the face of adversity in the face of difficulties or problems related to the lecture.
However, students have great hope for the sake of living their faith in overcoming
all difficulties and problems that it faces. Therefore, the authors in this paper
propose a program of deepening of faith through catechesis people SCP models
(Shared Christian Praxis). Shared Christian Praxis is expected to answer the needs
of students, especially students PAK force in 2013, so that they can get to know the
figure of the Virgin Mary, especially the spirituality of Mary so that it can emulate
the attitude of faith in the Virgin Mary in the face of all the existing problems.
ix
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
KATA PENGANTAR
Segala puji syukur penulis panjatkan kepada Allah yang Maha Kasih, Sang
sumber hidup karena atas berkat, rahmat dan kasih-Nya telah membimbing,
menuntun dan menyertai penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsi yang
berjudul DOA ROSARIO SEBAGAI SARANA PENGHAYATAN IMAN
BUNDA MARIA BAGI MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN
AGAMA KATOLIK ANGKATAN 2013 UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA.
Skripsi ini penulis susun sebagai kepedulian dan keprihatinan terhadap
mahasiswa yang kurang memaknai doa rosario dengan sungguh-sungguh. Banyak
diantara mereka masih banyak yang berdoa Rosario hanya sebatas mengucapkan
kata-kata saja tanpa menghayati isinya sehingga dapat mengurangi makna dari doa
Rosario tersebut
Berkat dukungan, pendampingan, bimbingan dan kerja sama yang baik dari
berbagai pihak baik secara langsung maupun tidak langsung, akhirnya penulisan
skirpsi ini bisa diselesaikan dengan baik. Oleh karena itu dengan penuh rasa syukur
penulis menyampaikan penghargaan yang sebesar-besarnya dan mengucapkan
banyak terimakasih melalui kesempatan ini kepada:
1.
Dr. C. Putranto, SJ selaku dosen pembimbing utama dan pembimbing
akademik yang telah memberikan kesempatan, memberikan waktu luang,
rendah hati untuk membimbing, mengarahkan, memberikan masukan-masukan
juga pengetahuannya yang membangun dan bermanfaat dari awal hingga akhir
x
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
penulisan skripsi dengan penuh kesabaran dan murah hati sehingga selesainya
penulisan skripsi ini.
2.
Yoseph Kristianto, SFK., M.Pd., selaku dosen pembimbing penelitian dan
penguji II yang senantiasa memberikan dukungan, motivasi, masukanmasukan yang bermanfaat bagi penulis ketika menghadapi hambatan maupun
masalah dalam menyelesaikan skripsi dan selama proses kuliah di PAK.
3.
YH. Bintang Nusantara SFK., M.Hum selaku dosen penguji III yang telah
bersedia meluangkan waktu untuk membaca dan memberikan saran, masukan
yang berarti dan membangun dalam perkembangan skripsi dan hidup penulis.
4.
Kaprodi PAK-USD Yogyakarta, Drs. F.X. Heryatno Wono Wulung, SJ, M.Ed.,
yang telah memberikan izin kepada penulis untuk menyusun skripsi dari awal
hingga akhir proses penyusunan skripsi ini.
5.
Para dosen Program Studi Ilmu Pendidikan Kekhususan Pendidikan Agama
Katolik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma
Yogyakarta yang setia membagikan cinta kasih, pengetahuan serta
pengorbanan selama penulis menjalani masa studi.
6.
Staf dan karyawan Prodi PAK yang turut memberi perhatian dan dukungan
bagi penulis.
7.
Keluargaku : Ibu Theresia Partinah, Mbah Pujo, Mbak Veronika Kurnia
Purwantari, Mas Kobi yang dengan penuh kasih dan cinta selalu mendoakan,
mendukung, memberi semangat, menegur, mengingatkan, membantu penulis
dalam setiap perjalanan studi di PAK-USD Yogyakarta sehingga mendorong
penulis untuk menyelesaikan studi ini dan membuat mereka bahagia.
xi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL...........................................................................................
i
HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .................................................
ii
HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................ iii
HALAMAN PERSEMBAHAN ......................................................................... iv
HALAMAN MOTTO .........................................................................................
v
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ............................................................. vi
PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ............................................... vii
ABSTRAK .......................................................................................................... viii
ABSTRACT.......................................................................................................... ix
KATA PENGANTAR ........................................................................................
x
DAFTAR ISI....................................................................................................... xiii
DAFTAR SINGKATAN………………………………………………………xviii
BAB I. PENDAHULUAN .................................................................................
1
A. Latar Belakang .....................................................................................
1
B. Rumusan Masalah.................................................................................
3
C. Tujuan Penulisan...................................................................................
4
D. Manfaat Penulisan.................................................................................
4
E. Metode Penulisan..................................................................................
5
F. Sistematika Penulisan ...........................................................................
5
BAB II. PENGHAYATAN IMAN BUNDA MARIA MELALUI PERISTIWAPERISTIWA DOA ROSARIO ............................................................... 7
A. Penghayatan Iman .................................................................................
8
1. Penghayatan Iman Sebuah Refleksi .................................................
8
2. Pengertian Iman................................................................................
9
a. Iman adalah Anugerah................................................................. 10
b. Iman adalah Keputusan .............................................................. 10
c. Iman adalah Keterlibatan …………………………………….... 11
xiii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
B. Pengertian Penghayatan Iman Bunda Maria......................................... 11
1. Bunda Maria .................................................................................... 11
2. Penghayatan Iman Bunda Maria ..................................................... 12
a. Maria Menyimpan Segala Perkara di dalam Hatinya .................. 12
b. Penyerahan Diri ........................................................................... 13
c. Pendoa ........................................................................................ 13
3. Keteladanan Maria melalui Peristiwa dalam doa Rosario .............. 14
a. Peristiwa Gembira …………………………………………….. 14
b. Peristiwa Terang ………………………………………………
15
c. Peristiwa Sedih ………………………………………………..
16
d. Peristiwa Mulia ……………………………………………….. 17
C. Doa Rosario ......................................................................................... 18
1. Pengertian Doa …………………………………………………… 18
2. Pengertian Doa Rosario …………………………………………..
20
3. Asal-usul Doa Rosario ……………………………………………
23
4. Tujuan Doa Rosario ………………………………………………
28
a. Menimba Inspirasi untuk Hidup ………………………………
28
b. Iman Makin Kuat ……………………………………………...
31
c. Iman Makin Terwujud dalam Perbuatan ……………………...
33
d. Hidup Makin Terfokus Kepada Tuhan ………………………..
34
5. Corak Doa Rosario ……………………………………………….
38
a. Doa Rosario adalah Doa Renungan …………………………..
38
b. Doa Rosario adalah Ringkasan Injil …………………………..
39
c. Doa Rosario adalah Doa Kristologis ………………………….
40
6. Unsur-Unsur Doa Rosario ………………………………………..
41
a. Doa-doanya ……………………………………………………
41
1) Doa Bapa Kami …………………………………………….
41
2) Doa Salam Maria …………………………………………..
41
3) Kemuliaan ………………………………………………….
42
b. Peristiwa-Peristiwa ……………………………………………
43
xiv
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
c. Cara Berdoa Rosario ………………………………………….
47
1) Pendarasan Salam Maria …………………………………
47
2) Kontemplasi ……………………………………………...
48
BAB III. PRAKTEK DOA ROSARIO DI KALANGAN MAHASISWA PAK
ANGKATAN 2013 ................................................................................ 50
A. Situasi Umum Mahasiswa Prodi PAK Universitas Sanata Dharma
Yogyakarta ........................................................................................... 50
1. Latar Belakang ................................................................................ 50
B. Persiapan Penelitian tentang Praktek Doa Rosario di Kalangan Mahasiswa
PAK angkatan 2013 ............................................................................. 53
1. Latar Belakang Penelitian ............................................................... 53
2. Rumusan Permasalahan Penelitian .................................................. 55
3. Tujuan Penelitian ............................................................................. 55
4. Metode Penelitian ............................................................................ 56
a. Jenis Penelitian ………………………………………………... 56
b. Tempat dan Waktu Penelitian ………………………………… 56
c. Responden Penelitian …………………………………………. 57
d. Instrumen Penelitian …………………………………………..
57
e. Teknik Analisis Data ………………………………………….
58
f. Variabel Penelitian ……………………………………………
59
g. Definisi Konseptual …………………………………………..
59
h. Definisi Operasional ………………………………………….
60
i. Kisi-Kisi ………………………………………………………
60
C. Laporan Hasil Penelitian....................................................................... 61
1. Identitas Responden ........................................................................ 62
2. Tingkat Pemahaman Akan Doa Rosari …………………………... 63
3. Tingkat Penghayatan Iman Bunda Maria ………………………… 65
4. Pelaksanaan Penghayatan Iman Bunda Maria …………………...
xv
66
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
5. Faktor Pendukung dan Penghambat Penghayatan Iman Bunda
Maria……………………………………………………………… 68
6. Harapan Mahasiswa PAK untuk Mewujudkan Penghayatan Iman
Bunda Maria ……………………………………………………… 70
D. Pembahasan Hasil Penelitian ………………………………………... 72
1. Identitas Responden ........................................................................ 72
2. Tingkat Pemahaman Akan Doa Rosario ………………………….. 73
3. Tingkat Penghayatan Iman Bunda Maria ………………………… 75
4. Pelaksanaan kegiatan di Kampus dalam rangka penghayatan iman
Bunda Maria ……………………………………………………… 76
5. Faktor pendukung dan penghambat penghayatan iman Bunda
Maria……………………………………………………………… 77
6. Harapan mahasiswa PAK untuk meningkatkan penghayatan iman
Bunda Maria …………………………………………………….... 79
E. Kesimpulan Hasil Penelitian ................................................................ 79
BAB IV.USULAN PROGRAM KATEKESE MODEL SHARED CHRISTIAN
PRAXIS BAGI MAHASISWA PAK ANGKATAN 2013 UNIVERSITAS
SANATA DHARMA, YOGYAKARTA ……………………………... 81
A. Katekese dengan Model Shared Cristian Praxis ................................. 81
B. Usulan Program Katekese Umat bagi Mahasiswa PAK Angkatan 2013
dalam menghayati iman Bunda Maria melalui Peristiwa-peristiwa Doa
Rosario .................................................................................................. 83
1. Tema dan Tujuan …………………………………………………
84
2. Matriks Usulan Program Pendampingan Mahasiswa PAK ………
85
3. Contoh Satuan Pendamping Katekese Umat Model Shared Christian
Praxis (SCP) ……………………………………………………...
87
a. Identitas ………………………………………………………..
87
b. Pemikiran Dasar ……………………………………………….
88
c. Pengembangan Langkah-Langkah ……………………………
89
BAB V. PENUTUP ............................................................................................ 99
A. Kesimpulan .......................................................................................... 99
B. Saran .................................................................................................... 101
xvi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 103
LAMPIRAN........................................................................................................ 104
Lampiran 1: Surat Permohonan Ijin Penelitian........................................... (1)
Lampiran 2: Kuisioner Penelitian ............................................................... (2)
Lampiran 3: Lagu-lagu contoh SCP ........................................................... (8)
xvii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
DAFTAR SINGKATAN
A. Singkatan Dokumen Resmi Gereja
LG
: Lumen Gentium, Konstitusi Konsili Vatikan II tentang Gereja
KWI
: Konferensi Wali Gereja Indonesia
KGK
: Katekismus Gereja Katolik
SJ
: Serikat Jesus
B. Singkatan Lain
Art.
: Artikel
M
: Masehi
dst
: dan seterusnya
bdk
: bandingkan
IPPAK
: Ilmu Pendidikan Kekhususan Pendidikan Agama Katolik
USD
: Universitas Sanata Dharma
HMPS
: Himpunan Mahasiswa Program Studi
HIMKA
: Himpunan Mahasiswa
BEMU
: Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas
BEMF
: Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas
No.
: Nomor
SCP
: Shared Christian Praxis
xviii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Doa Rosario sebagai suatu penghormatan
kepada Bunda Allah.
Sesungguhnya doa Rosario merupakan devosi yang dilahirkan pada Yesus Kristus
sebagai pusat iman kita sehingga “bila si ibu dihormati, sang Putra pun dikenal,
dikasihi dan dimuliakan dengan semestinya” (LG, a. 66). Dengan berdoa Rosario
umat dihantarkan untuk sampai pada Kristus, sehingga umat tidak hanya sampai
pada devosi saja tetapi dihantar untuk sampai pada pertobatan yang sejati.( LG,
Art. 66 ).
Dalam Rosarium Virginis Mariae, (art. 3) Paus Yohanes Paulus II
memberikan perhatian terhadap doa Rosario dengan memaklumkan Tahun
Rosario yang berlangsung dari Oktober 2002 sampai Oktober 2003. Ia
menganjurkan untuk menggalangkan doa tersebut di seluruh kalangan umat
Kristiani. Ada beberapa pertimbangan yang melatarbelakangi hal itu, yakni
pertama, adanya krisis Rosario di mana menurunnya nilai Rosario dan doa
Rosario kurang dihayati maknanya, serta tidak lagi diajarkan kepada generasi
muda jaman sekarang. Kedua, bahwa doa Rosario menjadi tersisih kedudukannya
dalam liturgi. Ada kesan bahwa Rosario bertentangan dengan liturgi. Ketiga, dari
sejumlah umat memiliki rasa takut bahwa doa Rosario kurang ekumenis karena
memiliki sifat khas yaitu menonjolkan Maria. Padahal, seperti dijelaskan oleh
Paus Yohanes Paulus II, doa Rosario sama sekali tidak bertentangan dengan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
2
liturgi, bahkan doa Rosario itu menopang liturgi karena Rosario dapat menjadi
pengantar dalam liturgi (RVM, Art. 4). Doa Rosario dapat membuat umat
semakin berpartisipasi secara penuh lahir dan batin dalam liturgi dan darinya
mereka dapat memetik buah-buah kehidupan.
Sebagai seorang mahasiswa calon katekis kita juga harus bisa terlibat aktif
dalam kegiatan doa Rosario baik itu di lingkungan kampus maupun di lingkungan
kost tempat kita tinggal, oleh karena itu kita tidak hanya terlibat dalam kegiatan
doa Rosario saja tetapi sebagai calon katekis kita harus siap saat diminta untuk
memimpin doa Rosario. Agar apa yang kita dapatkan dari perkuliahan bisa kita
wujud nyatakan dalam kehidupan kita.
Berdasarkan pengalaman penulis mengikuti doa Rosario, timbul kesan
bahwa mahasiswa kurang merefleksikan dan mengolah makna doa Rosario
tersebut. Mereka kurang mengerti apa makna doa Rosario. Mereka menghayati
doa Rosario sebagai suatu doa permohonan, artinya bahwa dengan doa Rosario
permohonan mereka akan dikabulkan. Dengan kondisi seperti ini, doa Rosario
menjadi menurun nilainya dan tergeser kedudukannya dalam liturgi. Doa Rosario
menjadi kurang menarik karena dilaksanakan secara monoton dan doa ini identik
dengan doa orang-orang tua. Banyak kaum muda yang tidak tertarik dengan doa
Rosario ini karena ada kesan membosankan.
Hal ini juga penulis temukan di lingkungan kampus khususnya mahasiswa
prodi PAK Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Dalam mengikutin doa
Rosario, mahasiswa PAK kurang memaknai doa Rosario dengan sungguhsungguh. Mereka cenderung berdoa dengan cepat dan hanya sebatas
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
3
mengucapkan kata-kata tersebut tanpa menghayati isinya sehingga dapat
mengurangi makna dari doa tersebut. Selain itu, yang sangat memprihatinkan
bahwa kehadiran mahasiswa PAK dalam doa Rosario yang diadakan di kampus
PAK sangat kurang. Kenyataannya yang hadir hanya pengurusnya saja dan
beberapa mahasiswa (15-20 orang). Tentu hal ini sangat jauh dari apa yang
diharapkan untuk menjadi seorang katekis yang beriman mendalam.
Berkaitan dengan hal di atas, ada juga hal positif dari mahasiswa Ilmu
Pendidikan Agama Katolik Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yakni mereka
mempunyai kebiasaan untuk mendaraskan doa Rosario setiap bulan Mei dan
Oktober di depan Gua Maria Della Strada untuk memberikan penghormatan
terhadap Bunda Maria. Kegiatan seperti ini merupakan kegiatan yang sangat
bagus, mahasiswa itu mempunyai wadah kegiatan yang bisa mengembangkan
iman mereka dan memperat persaudaraan antar angkatan. Oleh karena itu, untuk
menemukan penghayatan doa Rosario yang sesungguhnya, penulis tergerak untuk
menyusun skripsi dengan judul : “DOA ROSARIO SEBAGAI SARANA
PENGHAYATAN
IMAN
BUNDA
MARIA
BAGI
MAHASISWA
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK ANGKATAN 2013
UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA”
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka dapat dirumuskan beberapa
permasalahan sebagai berikut :
1.
Apa indikator bahwa mahasiswa PAK memiliki penghayatan yang mendalam
terhadap doa Rosario sebagai penghayatan iman Bunda Maria?
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
4
2.
Faktor-faktor apa yang mendukung dan membantu suasana penghayatan doa
Rosario di kalangan mahasiswa PAK dan faktor-faktor apa yang menghambat
suasana penghayatan doa Rosario tersebut?
3.
Bagaimana cara supaya makna doa Rosario sungguh-sungguh dapat dihayati
oleh mahasiswa PAK?
C. Tujuan Penulisan
1.
Mengetahui penghayatan iman Bunda Maria bagi mahasiswa melalui doa
Rosario.
2.
Menemukan faktor-faktor yang mendukung dan menghambat penghayatan
doa Rosario dalam rangka mengembangkan iman mahasiswa.
3.
Menemukan cara dalam usaha memaknai doa Rosario sebagai sarana
penghayatan iman mahasiswa.
D. Manfaat Penulisan
1.
Memberikan
sumbangan
pemikiran
bagi
mahasiswa
PAK
untuk
mengembangkan penghayatan imannya melalui doa Rosario.
2.
Supaya Mahasiswa semakin mengenal, menghargai, dan mencintai doa
Rosario.
3.
Membantu mahasiswa untuk memaknai doa Rosario sebagai sarana
penghayatan iman Bunda Maria.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
5
E. Metode Penulisan
Metode yang dipakai dalam penulisan ini adalah metode deskriptif analitis
yang bertujuan untuk memaparkan makna doa Rosario secara umum yang
diangkat melalui studi pustaka. Penulis juga akan mengungkapkan faktor-faktor
pendukung dan penghambat penghayatan doa Rosario dalam mengembangkan
iman. Untuk mengetahuinya, maka penulis akan melaksanakan penelitian
terhadap mahasiswa PAK Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Melalui data
yang diperoleh tersebut, penulis mencoba menganalisis dan merumuskan
sumbangan berupa refleksi kateketis yang dapat membantu mahasiswa PAK
untuk semakin memaknai doa Rosario sebagai sarana penghayatan iman seturut
teladan iman Bunda Maria.
F. Sistematika Penulisan
Penulisan skripsi ini dibagi menjadi 5 bab. Bab I berisikan pendahuluan
yang terdiri dari latar belakang penulisan, rumusan masalah, tujuan penulisan,
manfaat penulisan, metode penulisan dan sistematika penulisan.
Bab II menguraikan kajian pustaka dan hipotesis. Bagian pertama meliputi
penghayatan iman dan pengertian iman. Bagian kedua meliputi pengertian
penghayatan iman Bunda Maria. Bagian ketiga berisi tentang doa Rosario.
Bab III terdiri dari 6 bagian yaitu: situasi umum, persiapan penelitian,
laporan hasil penelitian, pembahasan hasil penelitian, kesimpulan penelitian.
Bab IV penulis memaparkan usulan program katekese umat yang sesuai
dengan situasi mahasiswa.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
6
Bab V berisikan Kesimpulan dan Saran.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
7
BAB II
PENGHAYATAN IMAN BUNDA MARIA
MELALUI PERISTIWA - PERISTIWA DOA ROSARIO
Pada bab II ini, penulis akan menguraikan mengenai penghayatan iman
Bunda Maria melalui peristiwa doa Rosario. Pokok permasalahan yang akan
diangkat dalam bab II ini menyangkut indikator yang menunjukan bahwa
mahasiswa/i memiliki penghayatan yang mendalam terhadap doa rosario sebagai
penghayatan iman Bunda Maria.
Pada bab II ini membagi menjadi tiga pokok bahasan, yakni pada pokok
bahasan pertama menjelaskan tentang penghayatan iman. Pokok bahasan kedua
menjelaskan tentang penghayatan iman Bunda Maria, dan ketiga doa Rosario.
Pokok bahasan pertama berisi penjelasan mengenai penghayan iman dan
pengertian. Pokok bahasan kedua, penulis akan menjelaskan mengenai Bunda
Maria, penghayatan iman Bunda Maria. Dan ketiga menguraikan tentang
pengertian doa, pengertian doa Rosario, asal-usul doa Rosario, tujuan doa
Rosario, corak doa Rosario, unsur-unsur doa Rosario
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
8
A. Penghayatan Iman
1.
Penghayatan Iman (Sebuah refleksi)
Para Mahasiswa yang didampingi, adalah pribadi yang beriman pada
Yesus Kristus, yang dalam hidupnya mengharapkan keselamatan. Kepenuhan
keselamatan itu akan dialami bila pewahyuan pribadi Yesus Kristus ditanggapi
oleh manusia. Tanggapan atas pewahyuan Allah dalam Yesus Kristus inilah yang
disebut iman Kristiani. Secara nyata iman yang dimengerti sebagai tanggapan atas
pewahyuan itu nampak dalam bentuk perbuatan-perbuatan nyata. Jika seorang
menyatakan dirinya beriman kepada Allah dalam Yesus Kristus, dia harus
menghayati hal ini dalam hidupnya. Jadi orang yang beriman sebetulnya adalah
orang yang berbuat sesuatu (Yak 2:17).
Penghayatan iman merupakan tindakan nyata ini menyangkut dua bentuk,
yaitu:
a.
Yang meliputi kekhususan sesuai agamanya dan diketahui oleh kelompok
orang yang menganut agama yang bersangkutan. Bentuk perbuatan yang
menampakkan orang sebagai orang Kristiani mengungkapkan iman Kristen
yang dihayati oleh orang yang bersangkutan. Bentuk-bentuk pengungkapan
iman Kristiani tersbut misalnya: Perayaan Ekaristi di paroki tempat tinggal
atau atau kost mahasiswa-mahasiswi, ibadat sabda, pendalaman iman, dan
doa-doa yang biasa dilakukan sebelum dan sesudah makan.
b.
Bentuk penghayatan iman dalam seluruh tindakan manusia, dalam hidup dan
kuliah sehari-hari yang dilakukan dengan tanggungjawab dan demi
perjuangan hidup manusia, disebut perwujudan iman. Dalam perwujudan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
9
iman. Tidak lagi dapat dilihat apakah orang tersebut beriman Kristen atau
tidak. Pada umumnya perbuatan morallah yang menjadi perwujudan iman,
misalnya mengikuti perkuliahan dengan baik, mendengarkan dosen ketika
dosen sedang menerangkan materi, mengerjakan tugas-tugas yang diberikan
oleh dosen. Berbagai bentuk ini dapat disebut sebagai perwujudan iman,
sejauh mahasiswa dan mahasiswi melakukannya dengan penuh tanggung
jawab.
Penghayatan iman Kristiani yang sejati tentu saja menempatkan dua
bentuk tersebut sebagai hal yang penting dan harus dilaksanakan secara seimbang.
Pengungkapan iman tanpa perwujudan dalam hidup tidaklah nyata dan
perwujudan iman tanpa dilengkapi dengan pengungkapan iman akan kehilangan
kejelasannya dan ada bahaya hanya akan menjadi kepentingan manusia belaka.
2.
Pengertian Iman
Iman adalah penyerahan diri secara total kepada Allah yang menyatakan
diri tidak karena terpaksa, melainkan “sukarela” (KWI, 1996: 128). Iman juga
dapat diartikan sebagai suatu kepercayaan. Untuk mencapai taraf iman orang
harus terlebih dahulu percaya. Orang dapat percaya akan sesuatu hanya jika ia
mengetahuinya, oleh karena itu penting sekali bagi kita untuk mengetahui apa
yang kita imani.
Iman dalam diri seseorang sangatlah pentingnya karena iman merupakan
suatu aspek yang esensial dari konversi. Bersama dengan pertobatan, keduanya
merupakan keharusan dalam keselamatan. Dengan beriman dapat mengantarkan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
10
kita pada suatu keselamatan karena iman adalah sarana yang dengannya kita
diselamatkan (Roma 10:9), dan jalan menuju pengharapan yang pasti (Ibr 11:1).
Sampai saat kebangkitan, kita dijaga oleh kuasa Allah melalui iman (I Ptr 1:5).
Berikut ini akan diuraikan pokok-pokok iman menurut KWI (1996: 127130) dalam buku “Iman Katolik” sebagai berikut:
a.
Iman adalah Anugerah
Tuhan yang diimani jauh mengatasi yang mengimani-Nya. Tuhan adalah
Mahatinggi dan tak terjangkau oleh manusia. Dengan kekuatan sendiri tidak
mungkin manusia mengenal dan berhubungan dengan Tuhan. Demi melengkapi
kekurangan dan demi kebaikan manusia, Tuhan memperkenalkan sabda-Nya,
kehendak-Nya, perintah-Nya dan diri-Nya. Melalui iman Tuhan memberikan
Sabda-Nya, kehendak-Nya, perintah-Nya dan manusia menjawabnya. Iman
merupakan
jawaban
dan
tanggapan
manusia
terhadap
Tuhan
yang
memperkenalkan Sabda, kehendak, perintah dan diri-Nya (KWI, 1996: 129).
b.
Iman adalah Keputusan
Dalam iman manusia mengenal Tuhan sebagai yang paling diandalkan dan
mendatangkan kebaikan padanya (KWI, 1996: 129). Oleh karena itu, untuk
beriman dari pihak manusia harus ada keputusan. Manusia harus menentukan
apakah berhadapan dengan Tuhan yang dapat diandalkan dan mendatangkan
kebaikanNya itu manusia berani dan mau memutuskan untuk menyerahkan diri
kepadaNya. Iman berarti memilih, sehingga iman bukan hal yang otomatis apalagi
kebetulan terjadi.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
11
c.
Iman adalah Keterlibatan
Iman berasal dari inisiatif Tuhan dan merupakan anugerahNya, dan
merupakan hasil jawaban manusia yang diambil dalam keputusan bebas (KWI,
1996: 128). Iman membawa akibat pada hidup orang yang beriman. Orang
beriman sejati menyerahkan diri kepada Tuhan, membiarkan dirinya berada di
bawah bimbingan Tuhan dan di bawah kepenuhan hidup dan masa depan yang
mampu dibuatNya. Iman yang menuntut keterlibatan, membawa kesetiaan dalam
segala hal dan sepanjang hidup terikat pada Tuhan dan kehendakNya. Oleh karena
itu iman tidak hanya menyangkut budi, tetapi seluruh diri manusia; cipta, rasa,
karsa dan karya (Hardjana, 1993: 57-58).
B. Pengertian Penghayatan Iman Bunda Maria
1.
Bunda Maria
Bunda Maria adalah seorang perawan yang tinggal di Nazaret, Galilea.
Maria adalah anak dari anak Yoakim dan Anna. Sebagai seorang Yahudi tentu
saja Maria mengharapkan kedatangan seorang Mesias, Juru selamat dunia. Ketika
Allah hendak melaksanakan karya penyelamatan dan penebusan dunia, Allah
memilih Maria yang adalah seorang perempuan yang taat pada hukum Taurat”
(Gal 4:4-5) untuk mengandung Sang Juru Selamat.
Dalam kehidupan umat Kristiani Bunda Maria dapat dijadikan teladan atau
spirit dalam menjalani hidup sehari-hari. Banyak yang bisa kita teladani dari kisah
hidup seorang Maria itu sendiri. Dalam Lumen Gentium art 57 dan 58
ketaatannya kepada Allah yang digambarkan ketika Maria menerima kabar
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
12
gembira dari Malaikat Gabriel. Maria dengan ketaatannya menerima kehendak
Allah tersebut. Selain itu dengan ketaatannya pula Maria dengan setia
mempertahankan persatuannya dengan Putra-Nya hingga wafat di Salib. Ia mau
menanggung penderitaan yang dahsyat bersama Putra-Nya yang tunggal, dengan
hati keibuan-Nya Ia menggabungkan diri dengan korban-Nya, dan penuh kasih
menyetujui persembahan korban yang dilahirkan-Nya. Dan akhirnya oleh Yesus
Kristus itu juga, menjelang wafat-Nya di Kayu Salib, Ia dikaruniakan kepada
murid menjadi Bundanya dengan kata-kata ini: “ Ibu, inilah, anakmu!” (Yoh 19:
27).
2.
Penghayatan Iman Bunda Maria
a.
Maria Menyimpan Segala Perkara di dalam Hatinya
“Maria
menyimpan
segala
perkara
itu
di
dalam
hatinya
dan
merenungkannya” (Luk 2:19), ketika Maria mendengar sesuatu yang kurang jelas,
Maria
tidak
langsung
mengungkapkan
atau
banyak
bertanya
tetapi
menempatkannya menjadi bahan doa atau permenungan, seperti halnya Yesus
berumur 12 tahun. Maria dan Yosef mencari-cari Yesus yang ketika itu tinggal di
Bait Allah dan ketika bertemu dengan Yesus berkatalah Yesus : “ Mengapa kamu
mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah
BapaKu?” (Luk 2:49). Ketika seorang ibu bertanya dan mendapatkan jawaban
seperti itu dari anaknya kiranya sang ibu akan marah-marah kepada anaknya,
tetapi sama sekali Maria menyimpan segala perkara di dalam hatinya.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
13
b.
Penyerahan Diri
“Jadilah padaku menurut perkataanmu itu” (Luk 1:38). Sabda Tuhan itulah
yang menjadi pusat hidup Bunda Maria. Bunda Maria terlibat di dalam rencana
keselamatan Allah secara utuh. Sikap penyerahan diri Bunda Maria ini
sesungguhnya merupakan buah iman Bunda Maria yang tidak mengandalkan diri
pada kekuatannya sendiri tetapi kepada kuasa Allah yang menaungi dan akan
menyertai dengan berbagai rahmat yang lain.
c.
Pendoa
Doa Bunda Maria dengan hati semakin lama semakin membuahkan
keakraban dengan Yesus yang lebih mendalam, yaitu tidak hanya bertindak
sebagai ibu jasmani bagi Yesus, melainkan menjadi rekan sekerja dengan Yesus
(Yoh 2:4). Doa hati inilah yang menjadikan Bunda Maria mengerti segala sesuatu
yang terjadi atas dirinya dalam menyambut Allah. Dengan berdoa seperti itu,
yaitu menyimpan dan merenungkan dalam hati, Bunda Maria mengajarkan kepada
kita bagaimana bersikap benar dan berdoa benar kepada Allah. Semakin dekat
dengan Tuhan, orang semakin merasa dirinya kecil, lemah dan tak pantas. Kita
diajak untuk berdoa dengan seluruh hati, dengan segala kerendahan hati dan
dengan segala penyerahan diri. Doa Maria sungguh doa seorang hamba, yang
kenal betul akan Tuhannya.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
14
3.
Keteladanan Maria melalui Peristiwa-peristiwa dalam Doa Rosario
Menurut Rosarium Virginis Mariae (art. 20-23) dalam berdoa Rosario
terdapat 4 peristiwa yaitu Peristiwa Gembira, Peristiwa Terang, Peristiwa Sedih,
dan Peristiwa Mulia. Berikut ini akan dijabarkan secara lebih rinci keteladanan
Maria berdasarkan peristiwa-peristiwa dalam doa Rosario:
a.
Peristiwa Gembira
Peristiwa Gembira yang pertama “Maria Menerima Kabar Gembira dari
Malikat Gabriel” (Luk 1:26-38). Salam dari Malaikat Gabriel kepada gadis
Nazaret dikaitkan dengan undangan mesianis, “Bersukacitalah, Maria”. Seluruh
sejarah keselamatan, dalam arti tertentu seluruh sejarah dunia, telah dituntun
kepada salam ini adalah rencana Bapa untuk menyatukan segala sesuatu dalam
Kristus. (Ef 1:6). Maka seluruh alam dengan cara tertentu disentuh dengan penuh
kasih oleh perkenan ilahi; dengan perkenan ini Bapa menaruh hati pada Maria dan
mengangkatnya menjadi Bunda Putra-Nya. Karena hal ini, seluruh umat manusia
menyatakan bahwa Maria dengan tulus ikhlas menyetujui kehendak Allah (RVM
art. 20).
Sikap iman Maria yang sikap tulus ikhlas menerima undangan Allah untuk
mengandung Putra Allah mengartikan bahwa Maria meyerahkan dirinya secara
total pada kehendak Allah. Ungkapannya “Terjadilah padaku menurut kehendakMu” inilah merupakan sikap iman yang penyerahan total atas rencana Allah pada
dirinya. Inilah dan teladan Gereja yang ulung (LG, art. 53).
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
15
Selain itu, pada Peristiwa Gembira yang ke lima “Yesus diketemukan
dalam Bait Allah” (Luk 2:41-52) nampak juga sikap iman Maria yakni dengan
menyimpan segala perkara dalam hatinya. Maria tidak segera memarahi Yesus
ketika ia menemukan-Nya di Bait Allah tetapi Maria justru menyimpannya dalam
hati. Menyimpan dalam hati segala perkara di sini bukan berarti Maria tidak mau
tahu dengan apa yang dilakukan Yesus tetapi mengandung arti sebenarnya bahwa
ia merenungkan dalam hatinya dan dibawanya dalam doa. Sikap dan keteladanan
Maria yang selalu membawa setiap perkara dalam hatinya dan dibawa dalam doa
merupakan suatu sikap yang patut diteladani.
b.
Peristiwa Terang
Peristiwa Terang yang ke dua “Yesus menyatakan diri-Nya dalam pesta
pernikahan di Kana” (Yoh 2:11) merupakan pewahyuan yang dinyatakan sendiri
oleh Bapa pada pembaptisan Yesus di Sungai Yordan dan digemakan oleh
Yohanes Pembaptis, serta diucapkan oleh Maria di Kana, “Lakukan apa yang Ia
katakan” (Yoh 2:5). Amanat ini menjadi amanat bundawi terbesar yang
disampaikan Maria kepada Gereja di setiap zaman. Amanat ini merupakan
pengantar yang tepat untuk kata-kata dan tanda-tanda yang dibuat Yesus dalam
pelayanan di hadapan umum, dan ini menjadi dasar keyakinan bahwa sungguh
terlibat dalam semua “Peristiwa Terang” (RVM art. 21).
Dalam peristiwa di kana ini tidak banyak menceritakan tetang Maria tetapi
pada akhir dari kisah ini pemimpin pesta bertanya pada mempelai laki-laki
mengapa anggur yang baik tidak dikeluarkan lebih dahulu. Para pelayan yang tahu
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
16
asal-usul anggur tidak memberitahu pemimpin pesta apa yang sesungguhnya telah
terjadi, begitu pula dengan Maria. Di sini terlihat suatu sikap kerendahan hati
Maria yang tidak ingin menonjolkan diri akan setiap pengalaman hebat yang ia
alami apalagi peristiwa ini melibatkan putranya yakni Yesus. Hal ini bisa saja
membuat Maria menjadi bangga dan sombong ketika melihat Putranya mengubah
air menjadi anggur tetapi sebaliknya Maria tetap rendah hati. Inilah sikap iman
yang perlu diteladani dari Maria.
c. Peristiwa Sedih
Dalam peristiwa sedih ini, hampir semua bagian dari peristiwa ini
menceritakan Maria yang selalu setia dan penuh ketabahan hati menyaksikan
PutranyaYesus disiksa dan wafat di salib. “Dan dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya
dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena...” (Yoh.19: 2527). Kutipan ini menujukan bahwa ada sebuah relasi yang dekat dengan Yesus.
Maria selalu hadir dan menyaksikan penderitaan Putra-Nya, bahkan sampai wafat
di kayu salib. Paus Yohanes Paulus II menyebutkan bahwa penderitaan Bunda
Maria di kaki salib ini merupakan pengosongan “Kenosis” iman yang terdalam
yang pernah terjadi dalam sejarah manusia. Di kaki salib itulah dipenuhinya
nubuat Simeon, “Dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri” (Luk 2:35).
Di sinilah keagungan dan kesempurnaan Maria yaitu mengutamakan kehendak
Allah, walupun harus menempuh jalan penderitaan. Maria menghadapi semua itu
dengan penuh ketabahan hati. Selain itu, dalam diri Maria dapat pula ditemukan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
17
keteladanan kesetiaan total sebagai hamba Allah dalam menanggapi dan
melaksanakan Sabda-Nya. Keteladanan hidupnya inilah yang patut mejadi contoh
teladan hidup umat beriman dalam meniti panggilannya sebagai umat Allah.
d. Peristiwa Mulia
Peristiwa Mulia ke empat yakni “Maria diangkat ke Surga” merupakan
puncak dari semua keteladanan dan ketaatan serta ketulusan Bunda Maria dan
juga puncak dari keikutsertaan Maria ambil bagian dalam karya keselamatan
Allah bagi semua orang. Dari seluruh keutamaan Maria membuahkan Kemuliaan
bagi-Nya. Berdasarkan pengalaman Maria tersebut membuahkan pengharapan
bagi orang beriman untuk bisa mengalami kemuliaan, bersama Kristus yang telah
dimuliakan. “Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya Kristus sebagai buah
sulung, sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatanganNya”. (1 Kor 15:23).
Ketabahan, kesetiaan, dan sikap rendah hati Bunda maria sungguh
mengagumkan. Keterlibatannya dalam karya penebusan Yesus, Puteranya,
membuatnya menerima anugerah istimewa, dan kemudian Ia diangkat ke surga,
jiwa dan raganya. Keseluruhan sikap dan tindakan iman Maria inilah yang dapat
menjadi teladan bagi semua orang dalam menjalani hidup sehingga pada akhirnya
dapat memperoleh kehidupan kekal di surga.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
18
C.
Doa Rosario
1.
Pengertian Doa
Dalam KGK 2558; berdoa merupakan getaran hati suara nurani yang
menyapa Allah, itulah sebuah pemahaman tentang arti doa dari ajaran Gereja
Katolik. Maka doa juga merupakan suatu permohonan dan syukur kepada Allah.
Oleh karena itu tidaklah dapat dipungkiri bahwa berdoa merupakan suatu bagian
penting bagi orang beriman. Tanpa doa iman kita akan lemah tanpa daya, kering
dan tidak berbobot, tapi dengan berdoa iman kita dikuatkan, diteguhkan, ditopang
hingga kokoh kuat tak tergoyahkan. Maka kebiasaan berdoa bagi kita umat
Katolik sangatlah penting, baik itu dari anak-anak hingga orang tua dan kakek
nenek tak terkecuali semuanya wajib berdoa.
Doa adalah pengangkatan jiwa kepada Tuhan, atau satu permohonan
kepada Tuhan demi hal-hal yang baik (KWI, 1996: 194). Dari mana kita
berbicara, kalau kita berdoa? Dari ketinggian kesombongan dan kehendak kita ke
bawah atau “dari jurang” (Mzm 130:1) hati yang rendah dan penuh sesal? “Siapa
yang merendahkan diri akan ditinggikan” (Luk 18:9-14). Kerendahan hati adalah
dasar doa, karena kita tidak tahu bagaimana sebenarnya harus berdoa (Rm 8:26).
Supaya mendapat anugerah doa, kita harus bersikap rendah hati: Di depan Allah,
manusia adalah seorang pengemis atau hamba. (KGK 2559).
Dengan demikian dapat saya simpulkan bahwa terdapat hubungan yang
tidak terpisahkan antara doa dan iman. Hubungan itu terletak pada iman yang
dikuatkan, diteguhkankan, dan ditopang hingga kokoh kuat tak tergoyahkan. Iman
itu sudah ada dalam hati kita, tetapi dengan doa iman itu semakin kuat.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
19
Menurut Xavier Leon – Dufour (1990: 87) dalam bukunya Ensiklopedi
Perjanjian Baru. Doa yaitu memperjelas hubungan dari orang perseorangan atau
bangsa, yang ingin tetap bersama Allah. Doa merupakan bagian integral (utuh)
dari ibadat bangsa Israel. Baik bersama-sama maupun sendiri-sendiri doa
menonjolkan kehadiran bangsa Yahudi. Dalam bahasa Yunani mempunyai
beberapa arti di antaranya adalah aiteo yang berarti meminta. Deomai (dengan
menegaskan kebutuhan konkret), erotao: menghimbau” (dengan menegaskan
kebebasan si pemberi). Kata-kata ini dipakai baik di bidang-bidang profan
maupun keagamaan, yang mengandung arti meminta dengan sangat, berdoa dan
mengemis.
Sedangkan menurut J.G.S.S Thomson dalam artikelnya di Ensiklopedia
Aklkitab Masa Kini jilid I A-L (1992: 249) menuliskan bahwa doa merupakan
kebaktian yang mencakup segala sikap roh manusia dalam pendekatannya kepada
Allah. Orang Kristiani berbakti kepada Allah jika ia memuja, mengakui, memuji
dan mengajukan permohonan kepada-Nya dalam doa. Doa sebagai perbuatan
tertinggi yang dapat dilakukan oleh roh manusia, dapat juga dipandang sebagai
persekutuan dengan Allah, selama penekanannya diberikan kepada prakasa ilahi.
Seseorang berdoa karena Allah telah menyentuh rohnya.
“Dalam buku Iman Katolik dikatakan “doa merupakan pernyataan
kepercayaan akan kasih sayang Allah. Maka hanyalah “doa yang lahir dari
iman akan menyelamatkan orang” (Yak 5:15). Doa adalah ungkapan
kehidupan iman, dan tidak dapat dilepaskan dari ungkapan serta
perwujudan iman yang lain. “bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah
dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!” (Rm. 12:12). Semua itu
satu dan sebetulnya sama. Doa adalah salah satu unsur kehidupan orang
beriman, tetapi mempunyai tempat yang sentral. Namun doa bukan yang
pokok. Yang pokok adalah iman, pengharapan dan kasih (1 Kor 13:13).
Doa mengungkapkan apa yang hidup dalam hati orang beriman. Maka
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
20
untuk seluruh umat beriman, Paulus berdoa: “Semoga Allah memenuhi
kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman, supaya oleh
kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan” (Rm
15:13). Hidup orang Kristiani dirumuskan dalam tiga sikap dasar:
“Berbajuzirahkan iman dan kasih, dan berketopongkan pengaharapan
keselamatan” (1 Tes 5:8). Dan sikap dasar itu, sebagai tanggapan manusia
terhadap kasih-karunia Allah, merupakan sumber doa. “Sebab bagi orang
yang ada di dalam Kristus Yesus yang punya arti, hanyalah iman yang
bekerja oleh kasih” (Gal 5:6). Maka ketekunan dalam doa pertama-tama
berarti “bertekun dalam iman dan kasih” (1 Tim 2:1; 2 Tim 1:13). Bukan
hanya dalam iman, tetapi juga dalam kasih, sebab doa, juga doa pribadi,
tidak pernah bersifat “sendirian”. Orang selalu berdoa dalam Gereja,
bahkan dalam kesatuan dengan semua orang lain” (KWI, 1996 :195).
2.
Pengertian Doa Rosario
Setiap umat katolik pasti sudah mengenal doa rosario. Setiap bulan Mei
dan Oktober setiap hari umat katolik berdoa rosario bersama baik itu di
lingkungan, di gereja, di kampus, bahkan di lingkup keluarga. Rosario itu sendiri
artinya karangan bunga mawar, boleh putih atau merah, kuning; warna itu
mempunyai arti simbolik (C. Groenen. 1988:175).
Bapa Paus sangat
menganjurkan seluruh umat Katolik untuk berdoa rosario terutama pada bulan
Mei dan Oktober dikhususkan untuk doa rosario.
Bapa Paus Yohanes Paulus II dalam Surat Apostolik Rosarium Virginis
Mariae tahun 2002 menyatakan bahwa “doa Rosario adalah doa sederhana tetapi
sangat mendalam. Doa Rosario berciri khas Maria, tetapi pada intinya rosario
adalah doa yang Kristosentris” (RVM art. 1). Berdoa Rosario berarti juga
menyerahkan beban-beban hidup kita kepada Kristus dan BundaNya yang murah
hati. Dengan doa Rosario orang Kristiani berguru di sekolah Maria : mereka
dilatih untuk menatap keindahan wajah Kristus dan mengalami kedalaman
kasihNya. Berkat doa Rosario kaum beriman menerima berkat berlimpah lewat
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
21
tangan Bunda Penebus sendiri. Mendaras doa Rosario tidak lain adalah menatap
wajah Kristus bersama Maria (RVM art. 3).
Bapa Suci Yohanes Paulus II mendaraskan bahwa “doa Rosario itu sendiri
merupakan sarana yang paling efektif untuk mengembangkan di kalangan kaum
beriman komitmen untuk berkontemplasi pada misteri kristiani. Doa Rosario
adalah salah satu tradisi kontemplasi kristiani yang terbaik dan paling berharga.
Rosario juga merupakan doa meditatif yang khas. (RVM art. 5). Bapa Suci
Yohanes Paulus II menegaskan bahwa di antara semua devosi, yang paling
mampu menguduskan dan menyerasikan jiwa dengan Tuhan kita adalah devosi
kepada Maria, ibuNya, dan semakin dikonsekrasikan kepada Maria, semakin ia
dikonsekrasikan kepada Yesus Kristus. Hanya dalam doa Rosariolah kehidupan
Yesus dan kehidupan Maria tampak begitu terpadu (RVM art. 16).
Namun, sesungguhya, doa Rosario hanyalah suatu metode kontemplasi.
Sebagai metode, doa Rosario merupakan sarana mencapai suatu tujuan, dan bukan
tujuan itu sendiri. Bapa Suci mengingatkan bila pemahaman tersebut diabaikan
ada bahaya doa Rosario akan gagal membuahkan dampak rohani yang merupakan
tujuan doa ini; bahkan, lebih dari itu, ada bahaya bahwa biji-biji Rosario, yang
menjadi sarana pendarasan, dilihat sebagai semacam jimat atau benda magis, dan
karenanya sama sekali menyimpang dari makna serta fungsinya (RVM art. 28).
Menurut Bapa Suci Yohanes Paulus II tiap renungan dimulai dengan
memaklumkan
peristiwa,
yang
bahkan
bisa
diragakan
dengan
ikon
(patung/gambar) yang serasi. Pemakluman peristiwa ibarat penayangan skenario
untuk memusatkan perhatian para pendoa. Rumusan peristiwa menuntun pikiran
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
22
dan perenungan ke episode atau saat tertentu dalam kehidupan Yesus.
Penghormatan ikon dan devosi-devosi memanfaatkan panca indera, seperti
misalnya metode doa yang menggunakan unsur-unsur visual dan imajinatif
(compositio loci). Metode tersebut dinilai sangat membantu memusatkan
perhatian pada misteri tertentu (RVM art. 29).
Bapa Suci Yohanes Paulus II menegaskan bahwa metode tersebut adalah
suatu metodologi, yang serasi dengan logika batin mengenai inkarnasi: dalam
Yesus, Allah ingin mengenakan sosok insani. Lewat realita ragawi inilah kita
dituntun untuk berkontak dengan misteri ilahiNya. Hal-hal yang konkret sunguhsungguh diperlukan dalam Rosario. Pemakluman peristiwa-peristiwa dalam doa
Rosario tidak menggantikan Injil, dan tidak juga menyerap seluruh isinya. Maka
dari itu, doa Rosario bukanlah pengganti bacaan Kitab Suci, sebaliknya doa
Rosario menuntut lectio divina dan mengembangkannya. Peristiwa-peristiwa yang
direnungkan dalam doa Rosario, juga dengan tambahan peristiwa terang, hanyalah
kerangka yang menampilakan unsur-unsur fundamental dalam kehidupan Yesus
(RVM art. 29).
Menurut Bapa Suci Yohanes Paulus II doa Rosario pada hakikatnya adalah
doa untuk perdamaian, karena inti doa ini adalah kontemplasi akan Kristus,
pangeran perdamaian. Dia yang adalah “damai kita”. Ia mempelajari rahasia
damai dan membuat damai menjadi proyek hidupnya. Berkat ciri meditatifnya,
dengan alur Salam Maria yang tenang, doa Rosario dapat menciptakan damai
dalam hati mereka yang mendaraskannya. Doa Rosario dapat membuka hati si
pendoa untuk menerima damai sejati yang adalah anugerah khusus dari Tuhan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
23
yang
bangkit,
mengalaminya
dalam
lubuk
hati
yang
terdalam,
dan
menyebarkannya (RVM art. 40).
Berdasarkan uraian mengenai doa Rosario di atas maka dapat dirumuskan
bahwa doa Rosario adalah sebuah sarana doa yang sederhana dan sangat
mendalam yang berciri khas Maria tetapi pada intinya mengarah pada
Kristosentris, di mana orang dapat menyerahkan beban-bebannya kepada Kristus
dan Bundanya yang murah hati.
3.
Asal-usul Doa Rosario
Buku yang bejudul Doa Rosario: Menatap Untuk Menjadi Serupa
karangan Georges Madore, SMM menceritakan tentang sejarah Rosario, bahwa
Doa Rosario merupakan hasil suatu proses panjang yang ditimbulkan oleh
bermacam-macam bentuk devosi Maria pada abad pertengahan. Berikut ini garis
besar terjadinya bentuk Rosario sebagaimana kita mengenalnya dewasa ini. Pada
abad ke 9, kaum awam yang “bertobat” kepada hidup religuis (para “convers”)
menjadi anggota komunitas monastik. Namun karena buta huruf mereka tidak bisa
ikut dalam ibadat hariannya yang terdiri dari pendarasan 150 mazmur. Mereka
dianjurkan untuk mendasarkan 150 kami sebagai penggantinya, sambil
menghitung jumlahnya dengan batu-batu kecil dalam sebuah kantong atau dengan
menggunakan simpul-simpul pada sebuah tali.
Abad ke 11, Santo Petrus Damianus memprakarsai kebiasaan mendaraskan
150 Salam Maria sebagai ganti Bapa Kami. Saat itu, mereka punya kebiasaan
membuat suatu gerakan badan pada setiap Salam Maria (bungkuk atau berlutut).
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
24
Kemudian pada Abad ke 12, muncul berbagai rumusan doa atau pengulangan
Salam Maria yang dikaitkan dengan perayaan berbagai “peristiwa” (misteri): 15
Salam Maria untuk 15 kegembiraan Maria; 7 Salam Maria untuk ketujuh
kedukaan atau ketujuh kegembiraan Maria; 33 Salam Maria untuk ke 33 tahun
kehidupan Yesus; 63 Salam Maria untuk ke 63 tahun kehidupan Maria.
Pada abad ke 13, beberapa teolog yang ingin mengungkapkan arti Kristiani
mazmur-mazmur Perjanjian Lama, menyusun “Kitab Mazmur Tuhan kita Yesus
Kristus”, suatu seri 150 pujian untuk menghormati Yesus Kristus, berdasarkan
penafsiran Kristiani Kitab Mazmur. Tidak lama kemudian muncul “Kitab Mazmur
Perawan Maria” disusun menurut pola yang sama. Maka, selama beberapa tahun
umat Kristiani dapat memilih antara berbagai jenis “Rosario” :
a.
150 Bapa Kami
b.
150 Salam Maria
c.
150 pujian kepada Kristus
d.
150 pujian kepada Maria.
Pada abad ke 14, seorang biarawan asal daerah sungai Rhein, Hendrik dari
Kalkar, meluncurkan gagasan untuk membagikan 150 Salam Maria dalam
puluhan yang dipisahkan oleh sebuah Bapa Kami. Kemudian abad ke 15,
menjelang tahun 1410, seorang biarawan Kratusia asal Jerman, Dominicus
Prutenus, menyusun seri 50 seruan pendek untuk disisip dalam setiap Salam
Maria untuk mendukung permenungan peristiwa-peristiwa. Pada tahun 1470,
seorang Dominikan asal Bretanye, Alan de la Roche mendirikan perserikatan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
25
Rosario pertama. Gerakan ini akan menyebar ke seluruh Eropa dan memberikan
sumbangan besar dalam menyebarluaskan kebiasaan berdoa Rosario.
Pada abad ke 16, setelah penemuan percetakan ada kemungkinan
menyertakan gambar pada setiap 150 peristiwa Kitab Mazmur Santa Perawan.
Namun, untuk menghemat tempat, mereka hanya sampai menyertakan gambar
pada gagasan ke 15 Bapa Kami. Dari situlah lahir ke 15 peristiwa yang masih kita
pakai sampai hari ini. Sekitar zaman yang sama bagian kedua Salam Maria mulai
tersebar di tengah masyarakat. Maka, Rosario dapat didaraskan di luar kepala dan
dalam kelompok yang sahut-bersahutan.
Doa Rosario sebagai salah satu sarana latihan kekudusan yang terbaik dan
berharga berkembang dalam sejarah kehidupan orang kudus. Sehubungan dengan
hal tersebut, Bapa Suci Paulus II mengenang kembali peranan para tokoh Gereja
pada masa itu yang telah menemukan jalan lurus untuk menjadi kudus dalam doa
Rosario. Bapa Suci menyebut St.Louis Marie Grignion de Montfort yang menulis
karya ulung mengenai Rosario. Dan secara khusus, Bapa Suci menampilkan
seorang tokoh pecinta Rosario yang disebut sebagai rasul sejati doa Rosario, yakni
Beato Bartolo Longo. (RVM art.8)
Bapa Suci Yohanes Paulus II menyatakan bahwa Beato Bartolo Longo
memiliki kharisma khusus. Langkahnya menuju kesucian bertumpu pada bisikan
nurani yang selalu mengiang dalam lubuk hatinya, “siapa saja yang menyebarkan
doa Rosario akan selamat”. Akibatnya, ia merasa terpanggil untuk membangun
sebuah gereja yang didedikasikan kepada Santa Perawan Maria Ratu Rosario Suci
di Pompei, di depan puing-puing kota lama, yang nyaris tidak mendengar
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
26
pemakluman tentang Kristus sebelum tertimbun pada 79 M karena letusan
Gunung Vesusius. Baru berabad-abad kemudian kota ini muncul dari lahar
sebagai suatu kesaksian mengenai terang dan bayang-bayang peradaban klasik.
Lewat seluruh karya sepanjang hayatanya, dan utamanya lewat praktik doa “15
sabtu”, Bartolo Longo memajukan hakikat Kristosentris dan kontemplatif dari doa
Rosario. Dan dia mendapat dorongan serta dukungan kuat dari Paus Leo XIII,
yang dijuluki “Paus Rosario”. (RVM art. 8)
Pada awal mula, Rosario disebut “Kumpulan Mazmur Bunda Maria dan
Yesus Kristus”, sebab terdiri dari 150 Salam Maria dan 150 “misteri” (peristiwa)
menurut jumlah Mazmur. Istilah ini bisa ditemukan sampai akhir abad ke 17.
Istilah “Rosario” untuk pertama kalinya ditemukan dalam tulisan pada
tahun 1327. Bunga mawar (bhs. latin: “rosa”) mempunyai makna simbolis yang
kuat pada abad pertengahan. Karena keindahan dan khasiat penyembuhan yang
diduga dimilikinya (orang sakit dinasihati menggunakan tutup kepala terbuat dari
bunga mawar untuk bisa sembuh), bunga mawar diberi tempat penting dalam
sastra (antara lain dalam roman Misteri Bunga Mawar, La Divina Comedia, karya
Dante, dst.). Dengan sendirinya simbolisme ini ditetapkan kepada Santa Perawan
Maria: dialah bunga mawar “yang mengusir musim dingin”, yang “tumbuh di
tengah duri-duri”, ”yang menyembuhkan segala rasa sakit di dalam hati”.
Demikian misalnya puisi berikut dari abad ke 14 : (RVM art. 9 )
Salam Santa Maria
Mawar yang amat indah,
Keperawananmu terjaga.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
27
Salam kepada Yang Ilahi
Yang beristirahat dalam dirimu.
Antara Surga dan bumi
Engkaulah yang paling manis.
Salam Santa Maria,
Ratu yang mulia,
Kegembiraan segala wanita,
Dan mahkotanya yang perawan
Mintalah kepada Putramu
Agar Ia, bagaikan gunung yang menunduk,
Menjadi obat bagi kesalahanku.
Salam Santa Maria.
Pada zaman yang sama kata ‘Rosarium’ juga berarti bunga rampai,
kumpulan teks-teks yang indah, khususnya berisi pujian-pujian kepada Yesus atau
Maria. Maka, tidak mengherankan nama tersebut diberikan kepada kumpulan 150
pujian, kemudian kepada kumpulan 150 peristiwa yang sampai saat itu mengisi
“Kitab Mazmur Bunda Maria”.
Umat berbagai bangsa Eropa juga menggunakan istilah ‘mahkota mawar’
(chapele,’rozenhoedje’,’korona’) untuk sepertiga dari doa Rosario, yang terdiri
dari 50 (kemudian hanya 5) peristiwa. Asal mula kata ini memang sebuah
rangkaian bunga mawar sebagai tutup kepala. “Memberikan mahkota mawar
kepada seorang gadis” merupakan suatu ungkapan kuno yang berarti: mengawini
seorang gadis. Para pengkhotbah abad pertengahan mengundang umat
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
28
mengucapkan sejumlah Salam Maria bagaikan rangkaian bunga mawar yang
membentuk sebuah mahkota bagi perawan Maria. Berbagai legenda bercerita
bagaimana bunga mawar bermunculan pada wajah atau keluar dari mulut orangorang suci setiap kali mereka mengucapkan sebuah Salam Maria. (Georges
Madore, SMM 2002: 32,33).
4.
Tujuan Doa Rosario
a.
Menimba Inspirasi untuk Hidup
Inspirasi itu penting bagi orang untuk menjadi sesuatu yang menguatkan
iman, untuk mengambil keputusan. Namun bagaimana inspirasi itu bisa diambil
dari doa Rosario yang hanya mendaraskan berulang-ulang. Inspirasi yang diambil
dalam doa Rosario ada pada peristiwa-peristiwa yang direnungkan di dalamnya.
Sumber inspirasi ini adalah Yesus dan Maria ibunya.
Doa Rosario sebagai salah satu doa kerakyatan bertujuan untuk umat
Kristiani menjalin kontak dengan Maria yang terus-menerus ingat akan Sang
Putra dan menatap wajah-Nya dalam kontemplasi. Maria terus-menerus
membeberkan “misteri-misteri” Putranya di hadapan kaum beriman dengan
dambaan agar kontemplasi pada misteri-misteri itu dapat menjadi saluran
turunnya semua kuasa yang menyelamatkan. Maka, dengan mendaraskan Rosario
umat Kristiani menjalin kontak dengan Maria yang terus-menerus ingat akan Sang
Putra dan menatap wajah-Nya dalam kontemplasi (RVM art. 11).
Sedari hakekatnya, pendasaran Rosario dapat membangun irama yang
tenang dan tetap. Maka dari situ, melalui dan dengan berdoa rosario umat akan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
29
terbantu dalam merenungkan misteri-misteri kehidupan Kristus sebagaimana
dilakukan oleh Maria yang memiliki hubungan paling dekat dengan Tuhan.
Melalui doa Rosario kekayaan tak terperikan dari misteri-misteri doa Rosario
yang akan dicurahkan kepada umat-Nya (RVM art. 12).
Kristus merupakan guru yang paling ulung, Sang Pewahyu dan sekaligus
Sang Terwahyu. Dalam hal ini, adakah guru yang lebih baik daripada Maria? Dari
sudut pandang ilahi, Roh Kuduslah guru batin yang menuntun kita kepada
kebenaran penuh tentang Kristus (Yoh 14:26; 15:26; 16:13).
Dengan kita berdoa Rosario, kita sebagai umat Allah berproses diri mulai
dari Maria untuk belajar mengenal Kristus. Bagi kita, Kristus merupakan guru
yang paling utama. Yang terpenting kita bukan hanya belajar mengetahui apa
yang Ia ajarkan, tetapi “belajar mengenal Dia” Dalam proses pengenalan
tersebut, umat Allah harus belajar pada Bunda Maria. Bapa Suci Yohanes Paulus
II menegaskan bahwa Maria adalah guru yang paling baik. Bersama Bunda Maria,
umat Allah belajar mengenal Kristus. Bapa Suci memberikan contoh tanda
pertama yang dibuat oleh Yesus adalah mengubah air menjadi anggur dalam pesta
perkawinan di Kana (RVM art. 14).
Maka, jelaslah bahwa misteri-misteri kehidupan Kristus menjadi sumber
inspirasi. Supaya bisa merenungkan misteri-misteri kehidupan Kristus, orang
harus belajar mengenal Kristus. Melalui Maria kita bisa belajar tentang Kristus.
Maria menjadi inspirasi bagaimana merenungkan misteri-misteri Kristus dan
bagaimana mengenal Kristus secara lebih baik.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
30
Dalam perkawinan di Kana sangat jelas menampilkan Maria dalam sosok
seorang guru, yakni waktu ia mendesak para pelayan untuk melaksanakan apa
yang diperintahkan Yesus (Yoh 2:5). Maria pasti melakukan hal yang sama untuk
para murid sesudah kenaikan Yesus, saat ia bergabung dengan mereka
menantikan Roh Kudus dan membesarkan hati mereka dalam mengamalkan
perutusan perdana. Maka, merenungkan peristiwa-peristiwa Rosario bersama
Maria berarti belajar dari dia “mengenal” Kristus, menemukan rahasia-rahasiaNya, dan memahami amanat-Nya. Maka dalam menimba inspirasi belajar berguru
pada Bunda Maria merupakan cara belajar yang paling efektif karena ia mengajar
dengan memperoleh bagi kita karunia-karunia Roh Kudus secara berlimpah,
khususnya ketika ia memberikan contoh yang tak tertandingi, yakni “ziarah
iman”-nya sendiri (RVM art. 14).
Bapa Suci Yohanes II menandaskan bahwa doa Rosario itu ibarat ziarah
batin yang didaraskan pada kontemplasi terus-menerus atas wajah Kristus,
bersama Maria. Dalam ziarah batin ini ideal untuk menjadi serupa dengan Kristus
diupayakan lewat ikatan “persahabatan”. Dengan demikian, kita dapat masuk
secara alami dalam kehidupan Kristus, dan ikut merasakan gejolak-gejolak hatiNya yang terdalam. Dalam kaitan ini, B. Bartolo Longo telah menulis : “persis
seperti dua orang sahabat, makin sering bertemu satu sama lain, mereka
cenderung makin serupa dalam perilaku, demikian juga, dengan bergaul akrab
dengan Yesus dan Maria, dengan merenungkan peristiwa-peristiwa Rosario, dan
dengan mengahayati kehidupan yang sama dalam komuni kudus, sesuai dengan
keterbukaan hati kita, dapat menjadi serupa dengan mereka; dari guru-guru yang
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
31
unggul ini kita dapat belajar hidup dalam kesederhanaan, kemiskinan, kerendahan
hati, kesabaran, dan kesempurnaan. (RVM art. 15).
Proses untuk menjadi serupa dengan Kristus, dalam doa Rosario kita
mempercayakan diri secara khusus kepada kasih Bundawi Maria. Dia adalah
Bunda Kristus dan anggota Gereja, anggota yang “ulung dan istimewa”; sekaligus
ia adalah “Bunda Gereja”. Sebagai ibu, ia terus-menerus melahirkan anak untuk
Tubuh mistik Putranya. Hal ini dilakukannya lewat doa-doa, di mana ia memohon
bagi mereka pencurahan Roh Kudus yang tak kunjung habis. Maria adalah
gambar sempurna dari kebundaan Gereja (RVM art. 15).
b.
Iman Makin Kuat
Hidup devosional atau hidup bakti berlandaskan kepada suatu hubungan
yang sifatnya kurang lebih personal. Hubungan personal tersebut mempunyai nilai
tinggi dalam hidup bakti (Darminta, 2001: 83). Hidup bakti terwujud baik dalam
hidup moral maupun dalam hidup peribadatan. Hidup bakti berarti suatu intensitas
hubungan personal (Darminta, 2001: 68).
Dari segi bentuk dan cara maupun sasaran hidup devosi, kehidupan
devosional itu bermula dari cara yang sederhana dan berkembang semakin
menjadi rumit dan sedemikian kaya. Bentuk doa juga mengalami perkembangan.
Begitu juga dengan sasaran devosi (Darminta, 2001: 71).
Ada pengaruh timbal balik antara praksis devosi dengan penghayatan
devosi, dan sebaliknya pemahaman devosi juga melahirkan penghayatan devosi
secara baru sekurang-kurangnya isi baru dari pengahayatan devosi itu. Jadi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
32
devosi, mempunyai arti pembaktian dan penghormatan. Dan pada intinya,
devosional berarti hidup takwa kepada Allah (Darminta, 2001: 71).
Devosi berarti persembahan hidup kepada Allah dengan kebesaran dan
kerelaan hati. Devosi juga berarti pemupukkan sikap batin untuk hidup sesuai
dengan iman dan tujuan hidup di dunia yaitu berbakti kepada Allah. Oleh karena
itu, memupuk hidup devosional berarti mempertahankan sikap jiwa agar tetap
hidup pada semangat pengabdian kepada Tuhan. (Darminta, 2001: 72).
Yang menjadi dasar hidup devosi adalah iman, dan sumbernya adalah
cinta kasih. Dan syarat untuk menghayati ialah ketaatan mutlak terhadap Allah
dan perintah-perintah-Nya. Tanpa devosi, cinta bakti dan takwa kepada Allah
dianggap tidak berguna. Devosi merupakan kualitas hubungan antar Allah dengan
manusia. Devosi merupakan kualitas iman, cinta, dan harapan. (Darminta, 2001:
72). Oleh karena itu, dengan berdoa Rosario hidup kita yang dibaktikan kepada
Allah merupakan kualitas iman, cinta, dan harapan. Dengan demikian devosi
kepada Maria menunjukan kualitas iman.
St. Thomas Aquino mengajarkan devosi pada intinya merupakan gerak
kemauan untuk memberikan diri seutuhnya untuk mengabdi dan beribadah kepada
Allah. Devosi itu merupakan sikap ciptaan kepada Pencipta. Dalam kehidupan
keagamaan devosi menunjukan hormat serta bakti, yang menjadi keharusan
manusia di hadirat Allah. Jadi, devosi itu merupakan sikap manusia di hadapan
Allah, ciptaan di hadapan Pencipta. Devosi merupakan dorongan yang hidup
dalam hati dan kehendak manusia untuk meluhurkan dan menghormati yang ilahi.
Devosi merupakan keutamaan keagamaan dan merupakan manifestasi iman yang
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
33
terdalam (Darminta, 2001: 83). Berlandaskan pemahaman tersebut, dapat
dikatakan bahwa dengan doa Rosario iman kita semakin kuat dan mendalam.
Kehidupan devosional mempunyai makna dan nilai. Kehidupan devosional
baru bermakna dan bernilai bila bentuk devosi tersebut mampu menumbuhkan
dan menyuburkan hidup rohani seseorang. Maka, doa Rosario sebagai sarana
menjalin relasi personal dengan Allah, mampu menumbuhkan dan menyuburkan
hidup rohani seseorang. Unsur hakiki dari kegiatan devosional adalah mampu
menyederhanakan berbagai unsur serta bentuk hidup rohani, dan dengan mudah
dapat dihayati oleh banyak orang untuk jangka waktu yang cukup lama dan
panjang (Darminta, 2001: 83). Maka, dengan berdoa Rosario, kita akan
mengalami proses pertumbuhan dan penyuburan hidup rohani.
Doa Rosario tetaplah bukan jaminan seseorang untuk dapat menghayati
dan memaknai hidup Yesus dan Maria. Terkadang makna yang hendak dicari
terlalu tinggi, tidak terlihat sederhana dan terasa jauh dari umat, dengan demikian
diperlukan penyederhanaan makna sehingga dapat dimengerti oleh banyak orang
dan dapat dihayati.
c.
Iman Makin Terwujud dalam Perbuatan
Devosi merupakan sikap iman yang dinamis dalam budaya manusia.
Karena itu devosi memerlukan penerapan atau perwujudan konkret dari aspirasi
rohani entah itu cara pembatinan maupun cara penghayatan dalam kehidupan
nyata sehari-hari. Hidup devosional berarti perluya konkretisasi hidup rohani,
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
34
yang secara sadar dapat dirasa, disentuh, dipandang serta diresapkan (Darminta,
2001: 82).
Hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan Paulus yaitu pada
hakekatnya iman tanpa perbuatan adalah mati. Jika doa Rosario itu berpengaruh
pada iman, memperkuat iman dan meneguhkannya seharusnya orang beriman
yang berdoa Rosario semakin mewujudkan imannya dalam tindakan-tindakan
nyata.
Unsur terpenting dalam devosi ialah pergerakan hati atau kehidupan
afektif, bahkan kadang kala emosi diikutsertakan secara intensif pula. Hal tersebut
pula ada demi mewujudkan dan merasakan cinta kepada Dia yang dijadikan
sasaran penghormatan serta kebaktian, seperti nampak dengan adanya hiburan
rohani yang diperoleh, dorongan-dorongan untuk lebih mendekatkan diri kepada
Allah, niat-niat hidup serta cita-cita hidup dan lain sebagainya. Dengan
menyatakan rasa hormat dan bakti kepada Allah melalui doa Rosario, umat
beriman semakin mampu memupuk transformasi manusia ke dalam Kristus, yaitu
semakin menghayati rasa-perasaan Yesus tidak hanya seabagai sikap batin atau
keutamaan tetapi juga dalam tindakan dan pengabdian (Darminta, 2001: 83).
d.
Hidup Makin Terfokus Kepada Tuhan
Ketika seseorang melakukan secara terus-menerus suatu kegiatan
pikirannya akan juga diarahkan pada kegiatan itu. Demikian pula dengan doa
Rosario orang akan memikirkan berdoa Rosario jika berdoa Rosario adalah
kebiasaan yang dilakukan.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
35
Spiritualitas Kristiani secara jelas terlihat dalam komitmen seorang murid
untuk menjadi makin “serupa” dengan gurunya (Rm8:29; Flp3:10.12). Pencerahan
Roh Kudus dalam pembaptisan mencangkokkan orang beriman pada Kristus
ibarat ranting pada pokok anggur (bdk. 1 Kor 12:12; Rm 12:5). Tetapi, kesatuan
awal ini mengundang orang baeriman untuk bertumbuh makin serupa dengan
Kristus, yang akan secara bertahap membentuk perilaku murid menjadi selaras
dengan “pikiran” Kristus: ”Hendaklah kamu menaruh pikiran dan perasaan yang
terdapat juga dalam Kristus Yesus” (Flp 2:5). Rasul Paulus mengatakan, kita
dipanggil “untuk mengenakan Tuhan Yesus Kristus” (bdk.Rm 13:14; Gal 3:27).
Dengan berdoa Rosario yang didaraskan pada kontemplasi terus-menerus
atas wajah Kristus, Bersama Maria umat beriman Kristiani diantar untuk menjadi
serupa dengan Kristus yang diupayakan lewat ikatan “Persahabatan”. Dengan
demikian, kita dapat masuk secara alami dalam kehidupan Kristus, dan ikut
merasakan gejolak-gejolak hatiNya yang terdalam. Dalam kutipan ini, B. Bartolo
Longo telah menulis:
”Persis seperti dua orang sahabat, makin sering bertemu satu sama lain,
mereka cenderung makin serupa dalam perilaku, demikian juga, dengan
bergaul akrab dengan Yesus dan Maria, dengan merenungkan peristiwaperistiwa rosario, dan dengan menghayati kehidupan yang sama dalam
komuni kudus, kita-sesuai dengan keterbukaan hati kita, dapat menjadi
serupa dengan mereka; dari guru-guru yang unggul ini kita dapat belajar
hidup dalam kesederhanaan, kemiskinan, kerendahan hati, kesabaran, dan
kesempurnaan.”(Bapa Suci Yohanes Paulus II, 2002,art.15).
Doa Rosario secara mistik mengantar kita ke sisi Maria yang sedang sibuk
memperhatikan pertumbuhan insani Kristus dalm keluarga Nazaret. Ini
memberikan dia kesempatan untuk melatih kita dan membentuk kita dengan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
36
perhatian yang sama, sampai “Kristus sepenuhnya terbentuk” dalam diri kita (Gal
4:19).
Panggilan untuk menjadi serupa dengan Kristus mewajibkan yang
terpanggil untuk memusatkan perhatiannya kepada Kristus. Dalam hal ini cara
memperhatikan Kristus, mengenalnya dan merenungkannya dilakukan dengan
cara berdoa Rosario.
Bapa suci Yohanes Paulus II mengajarkan bahwa peristiwa-peristiwa
Rosario membangkitkan dalam hati kerinduan untuk mengenal Kristus yang terusmenerus dipupuk oleh sumber murni Injil. Setiap peristiwa dalam kehidupan
Yesus, sebagaimana dituturkan oleh para penginjil, tampak cemerlang berkat
Misteri yang mengatasi segala pengertian (Ef 3:19), yakni Misteri Sabda menjadi
manusia; di dalamnya “segala kepenuhan Allah diam secara ragawi” (Kol 2:9) (a.
24).
Karena alasan ini, Bapa Suci menegaskan bahwa Ketekismus Gereja
Katolik sangat menonjolkan misteri-misteri Kristus, sambil menunjukkan bahwa
“segala sesuatu dalam kehidupan Yesus adalah tanda misteriNya.”Pengalaman
amanat “duc in altum” yang diemban Gereja pada milenium ketiga akan
ditentukan oleh kemampuan orang-orang Kristiani masuk ke dalam “pengenalan
sempurna akan misteri Allah, yakni pengenalan akan Kristus, sebab di dalam
Dialah tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan.” (Kol 2: 2-3). Surat
kepada Jemaat di Efesus membuat Rosario menjadi doa yang menyentuh hati bagi
semua orang yang telah dibaptis:
“Semoga oleh iman Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta
berdasarkan di dalam kasih. Aku berdoa, supaya kamu [...] dapat mengenal
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
37
kasih Kristus yang melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya
kamu dipenuhi dengan segala kepenuhan Allah.” (Ef 3:17-19).
Oleh karena itu doa Rosario menampilkan “rahasia” yang dengan mudah
mengantar ke pengenalan yang mendalam tentang Kristus. Doa Rosario biasa
disebut sebagai
Jalan Maria. Inilah contoh yang diberikan Perawan Maria,
seorang perempuan yang sungguh beriman, yang suka akan keheningan, seorang
pendengar yang penuh perhatian. Ini juga jalan devosi Maria yang diilhami oleh
pengenalan tentang ikatan yang tak terpisahkan antara Kristus dan bundaNya yang
kudus: misteri Kristus dalam arti tertentu juga misteri ibuNya, juga kalau Maria
tidak dilibatkan langsung, karena Maria hidup dari Kristus dan lewat Kristus. Kita
membuat kata-kata Malaikat Gabriel dan kata-kata Elisabet yang tercakup dalam
Salam Maria menjadi kata-kata kita sendiri. Dengan demikian, kita merasakan
diri kita terus-menerus ditarik untuk sekali lagi menemukan dalam diri Maria,
dalam rengkuhannya dan dalam hatinya: “buah rahimnya yang terpuji.” [Luk.
1:42] (RVM art. 24).
Bapa Suci Yohanes Paulus II menunjukkan prinsip unggul yang
diungkapkan dalam Konsili Vatikan II yang pengaruhnya amat kuat dalam
hidupnya, dan telah mendasari motto episkopalnya, yakni Totus tuus. Bagi Bapa
Suci, motto tersebut diilhami oleh ajaran St. Louis Marie Grignion de Monfort,
yang menjelaskan peran Maria dalam upaya umat Allah menjadi serupa dengan
Kristus, dikatakan.
Seluruh kesempurnaan kita terwujud karena kita dibangun, disatukan
dengan, dan dikonsekrasikan kepada Yesus Kristus. Maka, yang paling sempurna
dari semua devosi pastilah yang dapat menyerasikan dan memadukan kita dengan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
38
Yesus Kristus, dan mengkonsekrasikan kita secara paling sempurna kepadaNya.
Di antara semua makhluk, Maria adalah yang paling serupa dengan Yesus Kristus.
Maka diantara semua devosi, yang aling mampu menguduskan dan menyerasikan
jiwa dengan Tuhan kita adalah devosi kepada Maria, ibuNya dan semakin jiwa
dikonsekrasikan kepada Maria, semakin ia dikonsekrasikan kepada Yesus Kristus.
(RVM art. 15).
Pandangan Yohanes Paulus di atas menampakkan keberanian untuk
menjalani dan memaknai doa Rosario. Panggilan untuk bertolak ke tempat yang
dalam merupakan panggilan untuk berani mengambil keputusan untuk mengenal
Kristus secara lebih mendalam. Perjalanan Maria yang digunakan untuk mengenal
Kristus mengandung banyak makna yang dapat ditimba.
5.
Corak Doa Rosario
a.
Doa Rosario Adalah Doa Renungan
Sambil mendaras doa Salam Maria berulang-ulang para pendoa
merenungkan salah satu misteri yang dirangkai dalam Rosario. Pemahaman dan
praktek ini sangat ditekankan oleh sejumlah dokumen dan pernyataan pimpinan
Gereja: 1) Doa Rosario adalah salah satu tradisi kontemplasi Kristiani yang
terbaik dan paling berharga. Rosario adalah doa renungan yang khas. 2) Doa
Rosario adalah sarana yang paling efektif untuk mengembangkan diri di kalangan
kaum beriman, suatu komitmen untuk merenungkan misteri Kristiani; ini sudah
diusulkan dalam surat Apostolik Novo Millennio Ineunte sebagai "latihan
kekudusan" yang sejati. Kita memerlukan kehidupan Kristiani yang menonjol
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
39
dalam seni berdoa. 3) Doa Rosario adalah doa renungan yang sangat indah. Tanpa
unsur renungan, doa Rosario akan kehilangan maknanya. Tanpa renungan, doa
Rosario menjadi ibarat tubuh tanpa jiwa, dan ada bahaya bahwa pendarasannya
akan menjadi pengulangan kata-kata secara mekanis. Ini bertentangan dengan
anjuran Yesus: "dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan
orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya
kata-kata doanya akan dikabulkan." (Mat 6:7). Sedari hakikatnya, pendarasan
Rosario membangun irama yang tenang dan tetap. Ini akan membantu orang
untuk merenungkan misteri-misteri kehidupan Kristus. (Apostolik Marialis
Cultus, 2 Februari 1974, 156; RPM no. 12)
Kutipan di atas tentu tidak banyak diperhatikan. Sejalan dengan panggilan
untuk mengenal Kristus, penjelasan di atas sangat penting karena banyak dari
praktik berdoa Rosario, orang hanya mengulang-ulang kata demi kata dalam doa
Rosario itu. Padahal doa Rosario adalah doa kontemplasi dan renungan untuk
semakin mengenal Kristus. Dengan demikian dalam mendaraskannya orang harus
melakukannya sambil merenungkannya. Hal ini dapat dibantu dengan kutipankutipan Kitab Suci sebelum setiap masing-masing peristiwa.
b.
Doa Rosario Adalah Ringkasan Injil
Sebagaimana Injil merupakan refleksi tentang hidup Yesus Kristus,
demikian pula halnya dengan Rosario. Dalam Injil, kita dapat melihat kisah
tentang Yesus meliputi kelahiran, mukjizat, kebangkitan dan penebusan yang
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
40
membahagiakan. Ada pula kisah sengsara yang memilukan, kisah tentang
keagungan Yesus yang luar biasa.
Doa Rosario adalah "ringkasan Injil", karena di dalamnya dirangkai dan
direnungkan sejarah keselamatan yang dipaparkan dalam Injil; mulai kisah-kisah
sekitar inkarnasi sampai dengan kebangkitan dan kenaikan Tuhan. Dengan
ditambahkannya satu rangkaian peristiwa baru, yakni peristiwa terang, doa
Rosario menjadi ringkasan Injil yang lebih utuh. Kini renungan Rosario
mencakup: peristiwa-peristiwa sekitar inkarnasi dan masa kecil Yesus (peristiwaperistiwa gembira), peristiwa-peristiwa amat penting dalam pelayanan Yesus di
hadapan umum (peristiwa-peristiwa terang), peristiwa-peristiwa sekitar sengsaraNya (peristiwa-peristiwa sedih), dan kenangan akan kebangkitan-Nya (peristiwaperistiwa mulia).
c.
Doa Rosario Adalah Doa Kristologis
Doa Rosario adalah salah satu doa Kristiani yang sangat Injili, yang
intinya adalah renungan tentang Kristus. Sebagai doa Injil, Rosario dipusatkan
pada misteri inkarnasi yang menyelamatkan, dan memiliki orientasi Kristologis
yang gamblang. Unsurnya yang paling khas adalah pendarasan doa Salam Maria
secara berantai. Tetapi puncak dari Salam Maria sendiri adalah nama Yesus.
Nama ini menjadi puncak baik dari kabar atau salam malaikat, "Salam Maria
penuh
rahmat,
Tuhan
sertamu,"
maupun
dari
salam
ibu
Yohanes
Pembaptis, "Diberkatilah buah rahimmu" (Lukas 1:42). Pendarasan Salam Maria
secara berantai itu menjadi bingkai, di mana dirajut renungan atau kontemplasi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
41
atas misteri-misteri yang ditampilkan lewat Rosario. (Paus Paulus VI, Anjuran
Apostolik Marialis Cultus, 2 Februari 1974, 46).
6.
Unsur-unsur Doa Rosario
a.
Doa-doanya
1) Doa Bapa Kami
Sesudah perintaan, “Tuhan, ajarilah kami berdoa? Yesus menjawab, “Bila
kamu berdoa, katakanlah: Bapa Kami......” (Luk 11:1-4). Sudah banyak tafsiran
yang bagus mengenai doa ini. Kami hanya ingin mencatat di sini bahwa doa Bapa
Kami menempatkan kita dalam keadaan kita yang sebenarnya dalam hubungan
dengan Allah. Dalam doa ini pertama-tama Allah diperkenalkan baik sebagai Dia
yang mendekatkan diri: ‘Bapa’ dan sebagai Dia yang melampaui kita: ‘yang ada
di surga’. Di hadapan Allah kita seperti anak-anak yang bebas dan dikasihi.
Kerinduan terbesar kita, permintaan kita yang pertama bukanlah agar Allah mau
melayani rencana-rencana kita, melainkan agar kita mau masuk dalam rencana
Allah yang besar, ‘datanglah kerajaanMu, jadilah kehendakMu’, suatu rencana
yang jauh lebih murah hati daripada rencana kita sendiri (Georges Madore, SMM
2002: 21).
2) Doa Salam Maria
Pada bagian pertama doa Salam Maria berasal dari Injil Lukas: dua ucapan
salam yang disampaikan kepada Maria. Yang pertama oleh Malaikat Gabriel (Luk
1:28) dan yang kedua oleh sepupunya Elisabet (Luk 1:42). Hingga menjelang
tahun 600, kedua ayat ini sudah digabungkan dalam misa Minggu Adven ke-4.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
42
Namun, baru pada abad ke-12 doa ini menjadi sangat populer. Menjelang abad ke14 nama Yesus ditambah pada ujungnya. Hal ini berarti bahwa selama hampir 500
tahun (dari abad ke-12 sampai abad ke-16) umat mengucapkan doa Salam Maria
sebagai berikut :
Salam Maria
Penuh rahmat,
Tuhan sertamu.
Terpujilah engkau di antara wanita
Dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.
Bagian kedua doa Salam Maria mula-mula hanya merupakan suatu seruan
sebagaimana ditemukan dalam litani para orang kudus :
Santa Maria, Bunda Allah,
Doakanlah kami. Amin
Pada doa Salam Maria ini sedikit demi sedikit menjadi lebih panjang,
karena doa ini ditambah dengan permohonan untuk dilindungi pada saat kematian.
Pada abad petengahan, manusia itu hidup dalam ketakutan akan maut dan akan
pengadilan terakhir. Dokumen tertulis yang mencantumkan bagian kedua doa
Salam Maria bermunculan sejak 1483. Kebiasaan ini rupanya tersebar cukup cepat
di negara-negara Eropa, sebab pada 1568 Paus Pius V mencantumkannya secara
resmi dalam brevir Romawi. (Georges Madore, SMM 2002: 22).
3) Kemuliaan
Di dalam Perjanjian Baru kita temukan beberapa rumusan triniter (Mat
28:19; 2 Kor 13:13). Rumusan kemuliaan Kepada Bapa yang dipakai sekarang
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
43
ditetapkan oleh Konsili Vaison pada tahun 529. Namun, baru sejak tahun 1800
rumus Kemuliaan ini muncul dalam doa Rosario. Dalam bukunya tentang Rosario
yang hendak dilengkapinya, Montfort rupanya menyebutnya sebagai suatu hal
baru yang menggembirakan (Georges Madore, SMM 2002: 23).
b.
Peristiwa-peristiwa
Dari abad ke 11 sampai abad ke 16 ada berbagai bentuk Rosario. Kita bisa
membagikannya dalam dua kategori :
1) Sederetan 150 Salam Maria atau 150 Bapa Kami yang saling diulung terusmenerus;
2) Sederetan 150 seruan yang meringkas kehidupan Yesus dan Maria.
Pada saat kedua bentuk tersebut digabungkan (pada abad ke 15), Rosario
kita dalam bentuk yang sekarang telah lahir! Suatu tahap lain dimulai pada abad
ke 16, ketika jumlah peristiwa untuk direnungkan dibatasi dari 150 (satu peristiwa
untuk setiap Salam Maria dalam Rosario) menjadi 15 (satu peristiwa untuk setiap
puluhan dari Rosario) (Georges Madore, SMM 2002: 23).
Dalam berbagai bahasa Eropa peristiwa-peristiwa Rosario disebut
“misteri”. Pada abad pertengahan pementasan drama-drama yang dinamakan
“misteri”
(dari
latin:
ministerium,
tugas,
penampilan
seseorang
“minister”/pelayan) sangat populer. Berbagai adegan Perjanjian Lama dan Baru
dipanggungkan. Makanya tidak aneh bila nama yang sama dipakai untuk
menunjukkan sederetan adegan Injili yang ditampilkan dalam pendarasan Rosario
(Georges Madore, SMM 2002: 24).
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
44
Sudah dikatakan di atas bahwa peristiwa-peristiwa Injil yang disediakan
sebagai bahan renungan lama sekali berjumlah 150 (sama seperti 150 Mazmur)
dan bahwa kemudian dikurangi menjadi 15, antara lain supaya umat sederhana
dapat menghafalnya. Berapa pun jumlahnya, sudah dari dahulu ada berbagai cara
untuk menyebutkan peristiwa dalam pendarasan Rosario. Di daerah-daerah
tertentu beberapa segi peristiwa itu disebutkan sebelum setiap Salam Maria.
Metode ini ditemukan dalam buku yang diterbitkan di Italia pada tahun 1521,
kemudian diterjemahkan dalam berbagai bahasa. Berikut ini suatu contoh yang
diambil dari buku tersebut yang memberi bahan untuk merenungkan peristiwa
sedih yang kelima, Yesus wafat:
Sebutan peristiwa sebelum Bapa Kami
Yesus disalibkan untuk kita.
Marilah kita merenungkan sengsara dan kematian Yesus, penyelamat kita
yang terberkati. Bapa Kami...
1) Dengaan menderita kesakitan besar, Yesus dipaku pada salib.
Salam Maria...
2) Yesus di atas salib ditinggikan dan ditempatkan di antara dua penyamun.
Salam Maria...
3) Yesus berdoa bagi para algojoNya dan dengan demikian memberi teladan
kepada kita.
Salam Maria...
4) Yesus menjanjikan Firdaus kepada penjahat yang disalibkan di sebelah
kananNya.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
45
Salam Maria...
5) Yesus mempercayakan IbuNya kepada Yohanes Pengarang Injil.
Salam Maria...
6) Yesus bergantung di kayu salib selama tiga jam; matahari menjadi gelap.
Salam Maria...
7) Yesus yang tersalib menderita kehausan, Ia diberi minum empedu dan anngur
asam.
Salam Maria...
8) Yesus menyatakan bahwa tulisan Kitab Suci yang berbicara tentang Dia telah
terpenuhi.
Salam Maria...
9) Yesus menghembuskan nafas terakhir; lambungNya ditikam dengan tombak.
Salam Maria...
10) Yesus diturunkan dari salib dan dibaringkan di dalam kubur.
Salam Maria...
Metode lain yang luas tersebar dan yang dipakai selama hampir tiga abad
ialah menyisipkan suatu seruan singkat pada akhir bagian pertama Salam Maria;
sisipan yang menyusul nama Yesus sebagai penutup bagian ini, dapat berubah
atau pada tiap-tiap Salam Maria (sehingga menjadi 150 peristiwa), atau pada
setiap puluhan (sehingga menjadi 15 peristiwa). (Georges Madore, SMM 2002:
27).
Berikut ini suatu seri sisipan yang diambil dari sebuah doa Rosario yang
terdiri dari 63 Salam Maria (untuk menghormati 63 tahun usia Perawan Maria).
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
46
Metode ini yang berasal dari sekitar tahun 1600 masih dipakai dalam salah satu
desa di pegunungan Alpen :
Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu.
Terpujilah engkau di antara wanita
Dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.
1) Yang dibaptis oleh Yohanes
2) Yang di atasNya Roh Kudus turun.
3) Yang oleh Allah Bapa dinyatakan sebagai PutraNya.
4) Yang berpuasa dan berdoa selama 40 hari dan 40 malam.
5) Yang sampai tiga kali digodai setan
6) Yang memilih rasul-rasul dan murid-murid.
7) Yang menerima para pendosa penuh kerahiman.
8) Yang mengerjakan mukjizat-mukjizat besar.
9) Yang menunjuk ke masa depan.
10) Yang sebelum sengsaraNya memasuki Yerusalem secara meriah.
Penggunaan sisipan menghilang dalam peredaran waktu. Selanjutnya
peristiwa-peristiwa hanya disebutkan sebelum doa Bapa Kami yang bersambung
dengan 10 Salam Maria. Inilah metode yang paling luas tersebar sekarang. Namun
sejumlah pengarang akhir-akhir ini menganjurkan supaya kembali menggunakan
sisipan-sisipan untuk mendukung renungan. Mereka mencari inspirasi antara lain
pada Louis-Marie de Montfort, yang menawarkan lima metode untuk berdoa
Rosario (Georges Madore, SMM 2002: 28).
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
47
c.
Cara Berdoa Rosario
Doa Rosario berlandaskan pada dua bagian. Yang pertama adalah kegiatan
lahiriah (badani): pendarasan sejumlah Salam Maria. Yang kedua adalah kegiatan
batin (rohani): kontemplasi peristiwa-peristiwa hidup Yesus dan Maria.
Marilah kita mengamati kedua unsur tersebut lebih dekat.
1) Pendarasan Salam Maria :
Berkata-kata untuk menjadi hening dengan lebih baik!
Doa Rosario sering dituduh sebagai otomatis, sekedar rutinitas, dan malah
sebagai sesuatu yang mendekati takhayul! Juga dikatakan bahwa pengulangan
hanyalah menghalangi kontemplasi! Hal tersebut mungkin benar bagi orang-orang
tertentu. Rosario hanya merupakan sebuah sarana dan bukan tujuan berdoa.
Namun, jauh lebih sering pengulangan membantu kontemplasi. Sebetulnya bila
dibiarkan sendiri, roh kita tidak bisa lama berkonsentrasi, tetapi mulai melayanglayang: segala macam gagasan, gambaran dan emosi mulai menyerang.
Pengulangan Salam Maria justru mengalangi batin kita berkeliaran. Pengulangan
membuat tubuhku melanyani rohku yang ingin bertahan dalam kehadiran Allah:
mulutku yang mengeja semua Salam Maria, jari-jariku yang menggilir manikmanik Rosario mengantarkanku untuk selalu kembali mengkontemplasi Tuhan.
Itulah sebabnya secara paradoksal bisa dikaitkan bahwa berdoa Rosario
senyatanya adalah berkata-kata untuk dapat menjadi hening dengan lebih baik,
artinya mengucapkan Salam Maria berulang-ulang supaya dengan lebih baik bisa
menghentikan pikiran yang melayang-layang. (Georges Madore, SMM 2002: 30).
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
48
2) Kontemplasi:
peristiwa-peristiwa sebagai jendela yang terbuka terhadap Allah!
Sesuatu yang indah dengan doa Rosario adalah bahwa suatu kegiatan
begitu agung seperti kontemplasi dan hubungan dengan yang Ilahi, suatu aktifitas
yang sekilas pandang kelihatan menuntut suatu derajat tinggi kekudusan, tersedia
dalam jangkauan orang-orang kecil, orang-orang yang paling miskin, baik secara
rohani maupun secara intektual. Seluruh tujuan Rosario, peranan dan penyusunan
berbagai unsur lain adalah seperti dikatakan oleh Paus Paulus VI, untuk
membantu kita “mengkontemplasikan Kristus melalui pandangan Maria”. Jadi,
bukan tujuannya, sambil menggilir manik-manik Rosario kita menganalisa suatu
teks Kitab Suci, mencoba memahami isi suatu khotbah atau membuat inventaris
segala kebutuhan jasmani atau rohani kita. Tujuannya sangat sederhana: hadir
dihadapan Allah, dalam keheningan dan kemiskinan, untuk menerima semuannya
dari Dia. Tujuanya ialah membiarkan diri diresapi dengan segala apa yang ada
pada Dia, dan khususnya, dengan menggunakan istilah sekolah spiritualitas
Berulle, “untuk mempersatukan diri dengan keadaan dan misteri-misteri Kristus”
yang direnungkan selama rangkaian Rosario tertentu. Dengan demikian setiap
tindakan Kristus yang kita renungkan menjadi semacam jendela yang terbuka
kepada Allah.
Sebenarnya, sebagaimana sudah dibahas di atas, Yesus di dunia tetap sama
dengan Dia yang sudah ada sebelum menjelma menjadi manusia dan tetap sama
dengan Dia yang ada sesudah kebangkitanNya. Dengan kata lain, perbuatan dan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
49
perkataan Kristus bagaikan jendela-jendela yang terbuka ke arah misteri kekal
Allah, ke arah hakikatNya yang terdalam. (Georges Madore, SMM 2002: 30,31).
Pada abad yang sama kata ‘Rosarium’ juga berarti bunga rampai,
sekumpulan teks-teks yang indah, khususnya berisi pujian-pujian kepada Yesus
atau Maria. Maka, tidak mengherankan nama tersebut diberikan kepada kumpulan
150 pujian, kemudian kepada kumpulan 150 peristiwa yang sampai saat itu
mengisi “Kitab Mazmur Bunda Maria”.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
50
BAB III
PRAKTEK DOA ROSARIO DI KALANGAN MAHASISWA PAK
ANGKATAN 2013
Bab III dalam skripsi ini menguraikan beberapa hal berkaitan dengan
penelitian yang dilakukan di Program Studi Pendidikan Agama Katolk
Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Penelitian dilakukan untuk mencari
jawaban dari pertanyaan dan permasalahan dalam skripsi. Secara garis besar, bab
III terdiri dari 5 bagian yaitu: situasi umum, persiapan penelitian, laporan hasil
penelitian, pembahasan hasil penelitian, kesimpulan penelitian. Masing-masing
bagian akan diuraikan sebagai berikut:
A. Situasi Umum Mahasiswa Prodi PAK Universitas Sanata Dharma
Yogyakarta
1.
Latar Belakang
Visi Prodi PAK adalah “Prodi PAK sebagai lembaga pendidikan mendidik
calon sarjana Pendidikan Agama Katolik yang beriman tangguh dan profesional
demi terwujudnya Gereja yang memperjuangkan masyarakat Indonesia yang
semakin bermartabat” (https://ippakusd.wordpress.com/profil/, diunduh tanggal
23 Januari 2016, Pukul 11.00 WIB).
Rumusan visi di atas mengandung arti bahwa para mahasiswa PAK yang
lulus dengan gelar sarjana Pendidikan Agama Katolik sungguh-sungguh memiliki
kedalaman hidup rohani dan dapat menghayati panggilannya sebagai katekis.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
51
Untuk itu para mahasiswa perlu betul-betul menghayati aspek-aspek keimanannya
sebagai seorang Katolik sejati.
Adapun misi yang merupakan gambaran menyeluruh agenda yang harus
dirumuskan untuk menjadi langkah dalam terwujudnya visi. Misi Prodi PAK
sebagai berikut:
1) Mendidik kaum muda menjadi sarjana Pendidikan Agama Katolik yang
dapat berprofesi sebagai guru agama Katolik, katekis, dan pengembang
karya katekese dalam konteks Gereja Indonesia.
2) Mengembangkan karya katekese dalam Gereja demi terwujudnya
masyarakat
Indonesia
yang
semakin
bermartabat.
(https://ippakusd.wordpress.com/profil/, diunduh tanggal 23 Januari
2016, Pukul 11.00 WIB).
Para mahasiswa PAK Universitas Sanata Dharma adalah mahasiswa yang
secara khusus belajar tentang pendidikan Agama Katolik yang dididik untuk
menjadi katekis atau guru agama. Para mahasiswa PAK perlu memahami,
mengerti, menyadari visi dan misi dari lembaga kekhususan tersebut. Selama
belajar di Prodi PAK para mahasiswa mendapatkan pendampingan dari lembaga
ini yang meliputi pendampingan akademik, spiritualitas, dan juga kepribadian.
Pendampingan ini dimaksudkan untuk membentuk karakter masing-masing
mahasiswa agar mampu menemukan jati diri dan menyadari panggilannya sebagai
katekis.
Selama menjalani proses belajar di Prodi PAK ada berbagai permasalahan
yang dihadapi oleh para mahasiswa, di antaranya permasalahan dalam proses
perkuliahan, motivasi dalam mengikuti perkuliahan dari semester I hingga
semester VIII, yang sering membuat para mahasiswa menjadi jenuh, stress dan
pada akhirnya memilih keluar dari prodi PAK karena tidak sanggup.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
52
Permasalahan itu berasal dari berbagai aspek terutama dari aspek lingkungan
tempat tinggal, keluarga, maupun ekonomi baik dari dalam diri maupun dari luar
dirinya. Namun, bagi mahasiswa yang sukses menyelesaikan perkuliahannya
sampai mendapatkan gelar sarjana adalah mahasiswa yang mampu memecahkan
berbagai permasalahan dengan mencari solusi yang dibutuhkan.
Adapun permasalahan lain yaitu hubungan relasi dengan pacar atau teman
dekat, dosen serta karyawan, masalah ekonomi keluarga, hingga proses
menyelesaikan tugas akhir. Tak jarang ada mahasiswa PAK yang memilih kuliah
di prodi ini karena terpaksa dan bukan berdasarkan dengan pilihan sejatinya.
Biasanya bagi mereka yang terpaksa karena tuntutan kongregasi, orang tua atau
tidak diterima di program studi yang diinginkan dan prodi PAK dijadikan sebagai
pelarian. Namun, banyak juga mahasiswa PAK yang benar-benar berminat kuliah
di Prodi PAK berdasarkan pilihan hatinya.
Para mahasiswa PAK dalam menanggapi panggilan Allah sebagai calon
katekis tentu membutuhkan sebuah proses. Tak jarang para mahasiswa PAK
masih ragu apakah pilihannya sudah benar atau tidak menjadi seorang katekis. Hal
ini sangat dirasakan oleh para mahasiswa yang sudah mengalami secara langsung
kehidupan Gereja dan keadaan katekis yang didapatkan selama mengikuti Karya
Bakti Paroki (KBP), maupun dari pengetahuan dan pengalaman lain. Hal tersebut
juga mempengaruhi mahasiswa menanggapi panggilan sebagai calon katekis.
Para mahasiswa PAK sungguh menyadari bahwa panggilan ini berasal dari
Allah sendiri. Selama menjalani panggilan tersebut mahasiswa diajak untuk
mengenal Kristus, karena sebagai katekis nantinya sudah menjadi tugas untuk
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
53
mewartakan Kristus di tengah masyarakat. Dan oleh karena prodi PAK
merupakan salah satu prodi yang dengan kekhususannya mempelajari ilmu
pendidikan agama Katolik, maka sudah selayaknya para mahasiswa juga harus
mempelajari, memahami, dan menghayati segala hal yang berkaitan dengan iman
Katolik. Salah satunya adalah doa Rosario yang dapat membantu para mahasiswa
PAK untuk semakin menghayati imanya seturut teladan iman Bunda Maria
sebagai calon katekis. Dengan demikian panggilan menjadi katekis bagi para
mahasiswa PAK semakin diteguhkan.
B. Persiapan Penelitian Tentang Praktek Doa Rosario di Kalangan
Mahasiswa PAK angkatan 2013
1.
Latar Belakang Penelitian
Berdasarkan pengamatan penulis selama kuliah di prodi PAK, bahwa
kegiatan doa Rosario diadakan oleh kampus pada bulan Mei dan Oktober.
Kegiatan ini diadakan demi membantu mahasiswa memaknai doa Rosario sebagai
sarana penghayatan iman kepada Bunda Maria dengan demikian iman mereka
dapat tumbuh dan berkembang dan dapat menjadi pribadi yang beriman
mendalam.
Dengan semakin tumbuh dan berkembangnya iman mereka, para
mahasiswa semakin dimampukan mengatasi berbagai kesulitan terutama dalam
proses perkuliahan di PAK seperti semangat untuk menyelesaikan tugas-tugas
kuliah yang diberikan para dosen, semakin termotivasi mengikuti kuliah, dan
tumbuhnya semangat belajar. Maka dari itu mahasiswa PAK dituntut untuk
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
54
memaknai doa Rosario tersebut secara lebih mendalam dan bukan hanya sekedar
melaksanakan kewajiban untuk berdoa Rosario.
Tumbuh dan berkembangnya iman para mahasiswa PAK tentu tidak sekali
jadi, namun perlu proses. Dan terkadang di dalam proses itulah berbagai faktor
pendukung dan penghambat pun ditemui. Maka, sebagai seorang mahasiswa PAK
yang juga ikut berproses dalam perkuliahan, penulis ingin membantu para
mahasiswa PAK untuk menemukan faktor-faktor tersebut melalui penelitian.
Apakah tingkat pemahaman para mahasiswa mengenai penghayatan iman Bunda
Maria masih sangat kurang ataukah ada faktor-faktor lainnya yang ikut
mempengaruhi sehingga nantinya para mahasiswa terbantu untuk memilah dan
memilih faktor-faktor mana yang perlu dikembangkan dan faktor-faktor mana
yang perlu ditinggalkan atau diperbaiki.
Penelitian ini berusaha untuk memperoleh data-data tersebut. Kemudian
dari hasil penelitian tersebut penulis mencoba menjawab persoalan-persoalan
yang dialami berkaitan dengan harapan para mahasiswa PAK untuk semakin
menghayati imannya kepada Bunda Maria. Dengan demikian, mahasiswa PAK
semakin mampu memaknai doa Rosario tersebut sebagai sarana pengahayatan
iman seturut teladan iman Bunda Maria, khususnya sebagai seorang calon katekis
yang sedang dalam proses studi.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
55
2.
Rumusan Masalah Penelitian
Adapun rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini sebagai
berikut:
a.
Bagaimana pemahaman para mahasiswa PAK mengenai keteladanan iman
Bunda Maria?
b.
Faktor apa saja yang mendukung dan menghambat yang dialami para
mahasiswa PAK dalam menghayati keteladanan Bunda Maria?
c.
Gambaran apa saja yang diharapkan mahasiswa PAK mengenai devosi
kepada Bunda Maria demi penghayatan imannya?
3.
Tujuan Penelitian
Berdasarkan permasalahan yang diangkat di atas, maka tujuan dari
penelitian ini adalah sebagai berikut:
a.
Mengetahui sejauh mana pemahaman para mahasiswa PAK mengenai
keteladanan iman Bunda Maria.
b.
Menemukan faktor pendukung dan penghambat yang dialami para mahasiswa
PAK dalam menghayati iman keteladanan Bunda Maria.
c.
Mendapat gambaran harapan para mahasiswa PAK mengenai devosi kepada
Bunda Maria demi pengahayatan imannya.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
56
4.
Metode Penelitian
a.
Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian kualitatif yang
didukung oleh data-data kuantitatif. Sebab ini bukan data statistik atau sebagainya
tetapi dalam penelitian ini penulis ingin mendapatkan gambaran data deskriptif
berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat
diamati (Moleong, 2007: 6), yang benar-benar terjadi dan dialami oleh para
mahasiswa PAK. Dari hasil penelitian nantinya akan didapat data berupa angka
yang dipaparkan dalam bentuk persentase, tetapi ini bukan berarti jenis penelitian
kuantitatif.
Moleong (1991: 22) mengemukakan bahwa “pendekatan kuantitatif dan
kualitatif
dapat
digunakan
secara
bersama
apabila
desainnya
adalah
memanfaatkan satu paradigma sedangkan paradigma lainya hanya sebagai
pelengkap saja”. Berdasarkan uraian di atas maka tidak ada salahnya hasil
penelitian nantinya menggunakan data berupa angka dalam bentuk persentase.
b.
Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian dilaksanakan pada awal bulan Februari hingga awal bulan Maret
2016 di Program Studi Pendidikan Agama Katolik (PAK) Universitas Sanata
Dharma Yogyakarta, Jalan Ahmad Jazuli 2, Tromol pos 75, Yogyakarta.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
57
c.
Responden Penelitian
Pengambilan sampel dalam penelitian ini, penulis menggunakan teknik
purposive sampling, yaitu teknik penentuan dan pengambilan sampel untuk tujuan
tertentu. Dalam purposive sampling, pemilihan sekelompok subjek didasarkan
atas ciri-ciri atau sifat-sifat tertentu yang dipandang mempunyai sangkut paut
yang erat dengan ciri-ciri atau sifat-sifat populasi yang sudah diketahui
sebelumnya (Sutrisno Hadi, 2004: 90). Teknik purposive sampling ini ditujukan
untuk para mahasiswa PAK.
Responden dalam penelitian ini adalah para mahasiswa PAK angkatan
2013 yang berjumlah 37 orang. Penelitian ini mengambil responden sebanyak 20
orang. Pemilihan responden ini dipandang dapat mewakili sekaligus menjadi
sumber data karena mereka adalah orang-orang yang sudah mengalami proses
studi di PAK dan dianggap mengetahui tentang pengahayatan iman seturut teladan
iman Bunda Maria serta faktor pendukung dan penghambatnya.
d.
Instrumen Penelitian
Penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai metode pengumpulan data.
Kuesioner digunakan dengan tujuan mencari informasi yang lengkap mengenai
suatu masalah dan responden tanpa harus merasa khawatir bila memberikan
jawaban yang tidak sesuai dengan kenyataan. Di samping itu, responden
mengetahui informasi tertentu yang diminta (Riduwan, 2004: 71). Berdasakan
cara menjawab kuesioner dibedakan menjadi kuesioner terbuka, tertutup dan semi
terbuka (Dapiyanta, 2011: 23).
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
58
Bentuk kuesioner yang akan digunakan dalam penelitian ini ada dua
bentuk. Bentuk yang pertama tertutup dengan daftar pertanyaannya diajukan
kepada responden dalam bentuk pilihan ganda. Kemudian bentuk kedua semi
terbuka yakni daftar isiannya atau jawaban sebagian sudah disediakan dan
sebagian lagi diserahkan kepada responden. Alasan menggunakan kedua
kuesioner ini adalah untuk membatasi persoalan serta mengarahkan pandangan
dan kenyakinan responden ke arah persoalan yang dikehendaki peneliti.
e.
Teknik Analisis Data
Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data
yang diperoleh dari hasil kuesioner. Data penelitian diolah penulis dengan cara
membuat tabel distribusi frekwensi relatif dengan maksud menghitung jumlah
jawaban yang dipilih responden dibagi jumlah total responden yang diteliti, dan
dikalikan seratus (Sutrisno Hadi, 1986: 229).
Rumus yang digunakan dalam penghitungan kuesioner semi terbuka dan tertutup
adalah:
f
N
f
X 100%
= Frekwensi atau banyaknya responden yang memilih alternatif jawaban
tertentu pada setiap item.
N
= Jumlah Responden
100 = Bilangan Konstanta
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
59
f.
Variabel Penelitian
Variabel merupakan segala sesuatu atau faktor-faktor yang menunjukkan
variasi, baik dalam jenis maupun tingkatannya terhadap peristiwa atau gejala yang
menjadi sasaran penelitian (Sutrisno Hadi, 1982: 224). Variabel yang akan
diungkapan dalam penelitian ini adalah:
1) Identitas responden
2) Tingkat pemahaman akan doa Rosario
3) Pemahaman penghayatan iman Bunda Maria
4) Pelaksanaan kegiatan di kampus dalam rangka penghayatan iman Bunda
Maria
5) Faktor pendukung dan penghambat dalam devosi kepada Bunda Maria
6) Harapan mahasiswa PAK mengenai devosi kepada Bunda Maria demi
penghayatan imannya.
g.
Definisi Konseptual
1) Doa Rosario adalah sebuah sarana doa yang sederhana dan sangat mendalam
yang berciri khas Maria tetapi pada intinya mengarah pada Kristosentris, di
mana orang dapat menyerahkan beban-bebannya kepada Kristus dan
Bundanya yang murah hati.
2) Penghayatan iman Bunda Maria melalui devosi.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
60
h.
Definisi Operasional
1) Devosi kepada Bunda Maria sebagai sarana penghayatan iman.
2) Doa Rosario sebagai salah satu bentuk devosi yang meliputi rangkaian doa
(Aku Percaya, Bapa Kami, Salam Maria, dan Kemuliaan) dengan dilengkapi
permenungan
peristiwa-peristiwa
yang
menggambarkan
dinamika
penyelamatan Allah.
i.
Kisi-kisi
Kisi-kisi dalam penelitian dapat dilihat dalam tabel berikut:
Tabel 1. Kisi-kisi
No
Variabel
No item
Jumlah
1 s/d 2
2
1.
Identitas responden
2.
Tingkat
Rosario
doa
3 s/d 6
4
3.
Tingkat penghayatan iman Bunda
Maria
7 dan 8
2
4.
Pelaksanaan kegiatan di kampus
dalam rangka penghayatan iman
Bunda Maria
Faktor pendukung dan penghambat
penghayatan iman Bunda Maria
9 s/d 13
5
14 s/d 18
5
19 dan 20
2
5.
6.
pemahaman
akan
Harapan mahasiswa IPPAK untuk
meningkatan penghayatan iman
Bunda Maria.
Jumlah
20
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
61
C. Laporan Hasil Penelitian
Pada bagian ini penulis akan menyajikan hasil penelitian dan
pembahasannya berkaitan dengan Makna Doa Rosario sebagai sarana pnghayatan
iman seturut teladan Iman Bunda Maria bagi Mahasiswa Program Studi
Pendidikan Agama Katolik Universitas Sanata Dharma Yogyakarta berdasarkan
data-data yang diperoleh melalui kuesioner. Data penelitian diolah penulis dengan
cara membuat tabel distribusi frekwensi relatif dengan maksud menghitung
jumlah jawaban yang dipilih responden dibagi jumlah total responden yang
diteliti, dan dikalikan seratus (Sutrisno Hadi, 1986: 229).
Rumus yang digunakan dalam penghitungan kuesioner semi terbuka dan
tertutup adalah:
f
N
f=
X 100%
Frekwensi atau banyaknya responden yang memilih alternatif jawaban
tertentu pada setiap item.
N=
Jumlah Responden
100 = Bilangan Konstanta
Berikut ini penulis akan menyajikan data frekwensi jawaban yang
diberikan para responden terhadap setiap pertanyaan yang ada pada kuesioner.
Dari tabel data yang ada, penulis mencoba menafsirkan dalam bentuk deskripsi
untuk mengungkapkan fakta yang diperoleh di lapangan. Namun terlebih dahulu
penulis ingin menyampaikan beberapa hal, khususnya pada kuesioner nomor 19
dan 20. Pada item nomer-nomer tersebut, setiap responden boleh memilih lebih
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
62
dari satu jawaban yang disediakan dalam kuesioner. Sedangkan untuk nomer 1-18
memilih salah satu jawaban yang udah ada.
Hasil penelitian dari 20 responden mahasiswa PAK angkatan 2013, seperti
pada tabel berikut ini :
1. Identitas Responden
Tabel 2. Identitas Responden (N=20)
No.Item
1.
2.
Pertanyaan
Jenis Kelamin
a. Laki-laki
b. Perempuan
Usia Sekarang
a. Di bawah 25 tahun
b. Di atas 25 tahun
Jumlah
Presentase
7
13
35%
60%
15
5
75%
25%
Item 1 adalah jenis kelamin responden. Melihat dari tabel tersebut jumlah
responden laki-laki 35 % memiliki selisih angka yang tidak menyolok dengan
responden perempuan 60 %. Berdasarkan data yang terungkap, penulis
berpendapat bahwa perbedaan jumlah laki-laki dan perempuan tidak begitu besar.
Item 2 adalah usia responden. Berdasarkan tabel di atas, mayoritas
responden 75 % di bawah 25 tahun. Sedangkan yang lain 25 % itu yang berusia di
atas 25 tahun. Melihat data di atas, penulis berpendapat bahwa perbedaan usia
mereka sangat menyolok.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
63
2. Tingkat Pemahaman akan Doa Rosario
Tabel 4. Tingkat Pemahaman akan Doa Rosario
No.Item
Pertanyaan
Jumlah
Persentase
(%)
3.
4.
5.
6.
Doa Rosario adalah sebuah sarana doa
yang sederhana dan sangat mendalam
yang bercorak devosi Maria tetapi pada
intinya mengarah pada Kristus.
a. Sangat setuju
b.Setuju
c. Kurang setuju
d.Tidak setuju
14
5
1
0
70 %
25 %
5%
0%
Tujuan doa Rosario adalah menimba
inspirasi untuk hidup, iman makin kuat,
iman makin terwujud dalam perbuatan
dan hidup makin terfokus pada Tuhan.
a. Sangat setuju
b.Setuju
c. Kurang setuju
d.Tidak setuju
11
9
0
0
55 %
45 %
0%
0%
Corak doa Rosario meliputi doa
renungan, kisah-kisah dari injil dan doa
Kristologis.
a. Sangat setuju
b.Setuju
c. Kurang setuju
d.Tidak setuju
2
16
2
0
10 %
80 %
10 %
0%
Dalam doa Rosario memuat unsurunsur
:
doa-doanya,
peristiwaperistiwanya dan cara berdoa Rosario.
a. Sangat setuju
b.Setuju
c. Kurang setuju
d.Tidak setuju
8
12
0
0
40 %
60 %
0%
0%
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
64
Pada item 3 ini dibicarakan tentang arti doa Rosario yang dipahami oleh
Mahasiswa PAK. Berdasarkan tabel tersebut menyangkut pernyataan bahwa
pengertian doa Rosario itu sebuah sarana doa yang sederhana dan sangat
mendalam yang bercorak devosi kepada Maria tetapi pada intinya mengarah pada
Kristus, 70 % responden menjawab sangat setuju, 25 % responden menjawab
setuju. Sedangkan sisanya 5 % kurang setuju dengan pengertian doa Rosario
tersebut.
Item 4 mengungkapkan tentang tujuan doa Rosario. tanggapan responden
menunjukkan bahwa 55 % responden sangat setuju mengenai bahwa tujuan doa
Rosario tersebut ialah menimba inspirasi untuk hidup, iman makin kuat, iman
makin terwujud dalam perbuatan dan hidup makin terfokus pada Tuhan.
Sedangkan sisanya 45 % responden setuju.
Item 5 berbicara tentang corak doa Rosario meliputi doa renungan, kisahkisah dari injil dan doa Kristologis. Dari tabel di atas menunjukan bahwa 10 %
responden sangat setuju, 80 % responden setuju dan sisanya 10 % kurang setuju.
Pada item 6 mengungkapkan tentang unsur-unsur doa Rosario yang
meliputi : doa-doanya, peristiwa-peristiwanya dan cara berdoa Rosario. Tabel di
atas menunjukan bahwa 40 % responden sangat setuju. Sedangkan sisanya 60 %
responden setuju.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
65
3.
Tingkat Penghayatan Iman Bunda Maria
Tabel 5. Tingkat Penghayatan Iman Bunda Maria
No. Item
Pertanyaan
Jumlah
Presentase
(%)
7.
8.
Penghayatan iman Bunda Maria berarti
kesetiaan meneladani sikap dan tindakan
Bunda Maria setiap hari.
a. Sangat setuju
b. Setuju
c. Kurang setuju
d. Tidak setuju
9
9
2
0
45 %
45 %
10 %
0%
Dengan menghayati secara sungguhsungguh iman Bunda Maria mampu
menjadikan hidup kita semakin terarah
pada Yesus.
a. Sangat setuju
b. Setuju
c. Kurang setuju
d. Tidak setuju
11
9
0
0
55 %
45 %
0%
0%
Item 7 berbicara mengenai penghayatan iman Bunda Maria berarti
kesetiaan meneladani sikap dan tindakan Bunda Maria setiap hari. Hasil
penelitian menunjukan 45 % responden sangat setuju, 45 % responden setuju.
Sedangkan 10 % kurang setuju.
Item 8 membicarakan tentang dengan menghayati secara sungguh-sungguh
iman Bunda Maria mampu menjadikan hidup kita semakin terarah pada Yesus.
Hasil penelitian menunjukkan 55% responden sangat setuju. Kemudian 45%
sisanya responden menjawab setuju.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
66
4.
Pelaksanaan Penghayatan Iman Bunda Maria
Tabel 6. Pelaksanaan Penghayatan Iman Bunda Maria
No. Iteam
Pertanyaan
Jumlah
Persentase
(%)
9.
10.
11.
12.
13.
Apakah anda terlibat dalam
kegiatan doa Rosario yang
diadakan di kampus?
a. Selalu terlibat
1
b. Kadang-kadang terlibat
17
c. Tidak pernah terlibat
2
5%
85 %
10 %
Apakah anda mempraktekkan
sikap dan tindakan kesetiaan
Bunda Maria dalam menghadapi
persoalan-persoalan perkuliahan?
a. Selalu
2
b. Kadang-kadang
18
c. Tidak selalu
0
10 %
90 %
0%
Apakah anda setuju bahwa doa
Rosario sangat berpengaruh dalam
hidup anda?
a. Sangat setuju
b. Setuju
c. Kurang setuju
d. Tidak setuju
7
12
1
0
35 %
60 %
5%
0%
Apakah anda setuju bahwa
dengan berdoa Rosario dapat
membantu penghayatan iman?
a. Sangat setuju
b. Setuju
c. Kurang setuju
d. Tidak setuju
9
10
1
0
45 %
50 %
5%
0%
Saya meneladan Bunda Maria
dengan
menyimpan
dan
merenungkan dalam hati, masalah
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
67
yang terjadi di
perkuliahan saya.
a. Sangat setuju
b. Setuju
c. Kurang setuju
d. Tidak setuju
dalam
masa
3
14
2
1
15 %
70 %
10 %
5%
Item ke 9 mengungkapkan mengenai keterlibatan dalam kegiatan doa
Rosario di Kampus. Data yang diperoleh 5 % responden memilih selalu terlibat di
dalam kegiatan doa Rosario. 80 % responden memilih kadang-kadang telibat
dalam kegiatan doa Rosario. Dan sisanya 10 % responden yang tidak pernah
terlibat atau ikut dalam kegiatan doa Rosario yang diadakan di kampus.
Item 10 berbicara tentang praktek sikap dan tindakan kesetiaan Bunda
Maria dalam menghadapi persoalan-persoalan perkuliahan. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa 20 % responden memilih untuk selalu. Sedangkan sisanya 90
% responden memilih untuk kadang-kadang saja.
Item 11 berbicara tentang setuju kah bahwa doa Rosario sangat
berpengaruh dalam hidup anda. Dari data yang diperoleh 35 % responden memilih
untuk sangat setuju 60 % responden memilih setuju. Sedangkan sisanya 5 %
kurang setuju.
Item 12 membicarakan tentang setuju kah bahwa dengan berdoa Rosario
dapat membantu penghayatan iman. Tabel di atas menunjukan bahwa 45 %
responden sangat setuju, 50 % setuju dan hanya 5 % yang tidak setuju.
Item 13 berbicara mengenai teladan Bunda Maria dengan menyimpan dan
merenungkan dalam hati, masalah yang terjadi di dalam masa perkuliahan. Hasil
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
68
penelitian menunjukkan bahwa 15 % responden memilih sangat setuju, 70 %
responden memilih setuju, 10 % responden memilih kurang setuju dan sisanya 5
% responden memilih tidak setuju.
5.
Faktor Pendukung dan Penghambat Penghayatan Iman Bunda Maria
Tabel 7. Faktor Pendukung dan Penghambat Penghayatan iman Bunda Maria
No. Item
Pertanyaan
Jumlah
Persentase
(%)
14.
15.
16.
17.
Niat, semangat, dan pemahaman
akan
doa
Rosario
dapat
mendukung penghayatan iman
Bunda Maria.
a. Sangat setuju
b. Setuju
c. Kurang setuju
d. Tidak setuju
8
11
1
0
40 %
55 %
5%
0%
Tempat yang cocok dan suasana
yang tenang dapat mendukung
penghayatan iman Bunda Maria.
a. Sangat setuju
b. Setuju
c. Kurang setuju
d. Tidak setuju
5
12
3
0
25 %
60 %
15 %
0%
Jadwal pelaksanaan doa Rosario
dan variasi dalam berdoa Rosario
dapat mendukung penghayatan
iman Bunda Maria.
a. Sangat setuju
b. Setuju
c. Kurang setuju
d. Tidak setuju
7
9
4
0
35 %
45 %
20 %
0%
Rendahnya minat ingin berdoa
Rosario
dapat
menjadi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
69
18.
penghambat.
a. Sangat setuju
b. Setuju
c. Kurang setuju
d. Tidak setuju
6
6
7
1
30 %
30 %
35 %
5%
Kesibuk kegiatan perkuliahan dan
permasalahan dengan orang lain
dapat menghambat pemahaman
iman Bunda Maria.
a. Sangat setuju
b. Setuju
c. Kurang setuju
d. Tidak setuju
3
9
5
3
15 %
45 %
25 %
15 %
Item 14 mengungkapkan faktor yang mendukung penghayatan iman
Bunda Maria. Tabel di atas menunjukkan 40 % responden sangat setuju bahwa
niat, semangat, dan pemahaman akan doa Rosario dapat mendukung penghayatan
iman Bunda Maria. Sedangkan sisanya sebanyak 55 % responden memilih setuju
dan sisanya 5 % responden memilih kurang setuju.
Item 15 membicarakan tentang tempat yang cocok dan suasana yang
tenang. Dari hasil penelitian terungkap 25 % responden sangat setuju, 60 %
responden juga setuju. Sisanya 15 % responden kurang setuju
Item 16 berkaitan dengan jadwal pelaksanaan doa Rosario dan variasi
dalam berdoa Rosario. Hasil penelitian menunjukkan 35 % responden memilih
setuju, 45 % responden memilih setuju dan sisanya 20 % kurang setuju
Item 17 mengungkapkan faktor penghambat penghayatan iman. Hasil
penelitian menunjukkan 30 % responden sangat setuju bahwa rendahnya minat
ingin berdoa Rosario dapat menjadi penghambat. 30 % responden setuju
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
70
Sedangkan 35 % responden kurang setuju bahkan 5 % responden ada yang tidak
setuju.
Item 18 berbicara mengenai kesibukan kegiatan perkuliahan dan
permasalahan dengan orang lain dapat menghambat pemahaman iman Bunda
Maria. Dari data yang diperoleh 15 % responden sangat setuju. 45 % responden
setuju, sedangkan 25 % responden kurang setuju, sedangkan sisanya 15 %
responden tidak setuju
6.
Harapan Mahasiswa PAK untuk Mewujudkan Penghayatan Iman Bunda
Maria.
Tabel 8. Harapan Mahasiswa PAK untuk Mewujudkan Penghayatan Iman
Bunda Maria.
No. Item
Pertanyaan
Jumlah
Persentase
(%)
19.
20.
Selain berdoa Rosario, kegiatan dalam
bentuk apa yang dapat meningkatkan
penghayatan iman Bunda Maria?
a. Ziarah ke Goa Maria
b. Novena
c. Angelus
d. …………….. :
- Setia mengikuti perayaan ekaristi
- Adorasi
- Membantu
sesama
dan
bersyukur
- Doa secara pribadi
Apa
harapan
anda
agar
dapat
meningkatkan penghayatan iman Bunda
Maria?
5
8
1
25 %
40 %
5%
1
3
1
5%
15 %
5%
1
5%
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
71
a. Pelaksanaan doa Rosario tidak hanya
pada bulan Mei dan Oktober saja.
b. Adanya variasi dalam berdoa Rosario
seperti adanya bacaan Kitab Suci serta
renungan
c. Adanya kesungguhan hati para
mahasiswa IPPAK dalam berdoa
Rosario
d. ....................................... :
- Supaya saya semakin dekat
dengan Bunda Maria
- Doa Rosario dapat menggunakan
renungan
singkat
sesuai
peristiwa yang di doakan dan
memiliki niat untuk berdoa
setiap hari
- Adanya
keterlibatan
dalam
mengikuti doa Rosario
dan
merenungkan fiat Maria
- Adanya
keterlibatan
dalam
pendalaman lingkungan
3
15 %
7
35 %
5
25 %
1
5%
1
5%
2
10 %
1
5%
Item 19 adalah harapan mahasiswa PAK untuk meningkatkan penghayatan
iman Bunda Maria. Hasil penelitian mengungkapkan 25 % responden
menyarankan untuk ziarah ke Goa Maria, kemudian 40 % responden
menyarankan untuk novena bersama. Kemudian 5 % responden meyarankan
untuk berdoa Angelus yang biasa dilakukan di kampus. Selain itu juga ada 5 %
responden menyarankan untuk setia mengikuti perayaan ekaristis, 15 % responden
menyarankan untuk adorasi bersama di kampus, 5 % responden menyarankan
untuk membantu sesama dan bersykur, ada juga 5 % responden menyarankan
untuk berdoa secara pribadi.
Item 20 adalah harapan untuk meningkatkan penghayatan iman Bunda
Maria. Hasil penelitian mengungkapkan 15 % responden menyarankan bahwa
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
72
pelaksanaan doa Rosario tidak hanya dilakukan pada bulan mei dan oktober saja,
35 % responden menyarankan bahwa adanya variasi dalam berdoa Rosario seperti
adanya bacaan Kitab Suci serta renungan. 25 % responden menyarankan untuk
adanya kesungguhan hati para mahasiswa PAK dalam berdoa Rosario, kemudian
ada juga mahasiswa yang berpendapat bahwa 5 % menyarankan supaya saya
semakin dekat dengan Bunda Maria. 5 % Ada juga yang berpendapat bahwa doa
Rosario dapat menggunakan renungan singkat sesuai peristiwa yang didoakan dan
memiliki niat untuk berdoa setia hari. 10 % responden menyarankan perlu adanya
keterlibatan dalam mengikuti doa Rosario dan merenungkan Fiat Maria. Selain itu
juga 5 % responden menyarankan adanya keterlibatan dalam pendalaman
lingkungan.
D. Pembahasan Hasil Penelitian
Pada bagian ini dipaparkan pembahasan mengenai makna doa Rosario
sebagai sarana penghayatan iman Bunda Maria bagi mahasiswa Program Studi
Pendidikan Agama Katolik Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
1. Identitas Responden
Responden penelitian
jenis kelamin terdiri dari 7 laki-laki dan 13
perempuan. Berdasarkan data di atas menunjukkan bahwa jumlah responden
perempuan lebih banyak daripada responden laki-laki, namun tidak terlalu besar
perbedaan jumlahnya.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
73
Sebagian besar mereka berusia di bawah 25 tahun yaitu sebanyak 15 orang
dan yang berusia di atas 25 tahun sebanyak 5 orang. Melihat tingkat usia yang
ada, dapat dikatakan usia mahasiswa angkatan 2013 tergolong usia muda.
Sedangkan lainya tergolong usia produktif. Dari data di atas menunjukkan bahwa
responden yang usia yang di bawah 25 tahun lebih banyak daripada usia yang di
atas 25 tahun.
2. Tingkat Pemahaman Akan doa Rosario
Hasil penelitian terhadap tingkat pemahaman akan doa Rosario
menunjukkan bahwa lebih dari separuh total responden yaitu 14 (70%)
menyatakan sangat setuju bahwa pengertian doa Rosario tersebut adalah sebuah
sarana doa yang sederhana dan sangat mendalam yang bercorak devosi Maria
tetapi pada intinya mengarah pada Kristus. Hal tersebut dapat diartikan bahwa
sebagian besar mahasiswa PAK angkatan 2013 menyadari dan memahami bahwa
doa Rosario itu sangat perlu bagi perkembangan iman kita sebagai calon katekis.
Sebanyak 11 (55 %), lebih dari separuh responden menyatakan sangat setuju
bahwa tujuan doa Rosario itu adalah menimba insprirasi untuk hidup, iman makin
kuat, iman makin terwujud dalam perbuatan dan hidup makin terfokus pada
Tuhan. Dalam hal ini, mahasiswa angkatan 2013 juga cukup menyadari dan
memahami bahwa dengan kita berdoa Rosario maka hidup kita akan terfokus pada
Tuhan sehingga kitapun semakin mantab menjadi calon katekis yang handal.
Hampir seluruh responden 16 (80%) menyetujui bahwa corak doa Rosario
meliputi doa renungan, kisah-kisah dari injil dan doa Krostologis. Hal tersebut
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
74
menunjukkan bahwa mahasiswa PAK angkatan 2013 memahami bahwa dengan
berdoa Rosario kita harus juga dapat merenungkan kisah-kisah dari injil tersebut
sehingga kita dapat lebih ambil bagian dalam meneladani sikap Bunda Maria.
Sebagian besar responden 12 (60 %) menyatakan setuju bahwa dalam doa Rosario
itu memuat unsur-unsur : doa-doanya, peristiwa-peristiwanya dan cara berdoa
Rosario. Hal tersebut dapat diartikan bahwa sebagian besar mahasiswa PAK
angkatan 2013 yang cukup menyadari bahwa dengan kita menyebutkan doadoanya, peristiwanya dan cara kita berdoa Rosario itu sendiri sudah termasuk
dalam unsur-unsur tersebut.
Hasil penelitian di atas merupakan pembahasan dari variabel 2 tentang
tingkat pemahaman akan doa Rosario. Pada pokok pembahasan mengenai tingkat
pemahaman akan arti doa Rosario menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa
PAK angkatan 2013 memahami tentang arti doa Rosario itu sendiri. Mereka
setuju dan mengerti bahwa inspirasi untuk hidup, iman makin kuat, iman makin
terwujud dalam perbuatan dan hidup makin terfokus pada Tuhan itu merupakan
tujuan dari Rosario. Mereka memahami bahwa doa renungan, kisah-kisah dari
injil dan doa Kristologis merupakan corak dari doa Rosario. Mereka juga setuju
bahwa di dalam doa Rosario memiliki unsur-unsur seperti doa-doanya, peristiwaperistiwanya dan cara berdoa Rosario. Meskipun begitu masih ada beberapa yang
menyatakan kurang setuju. Mereka yang menyatakan setuju berarti mereka cukup
mengerti dan memahami tingkat pemahaman akan doa Rosario. Bagi mereka yang
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
75
menyatakan kurang setuju berarti mereka belum memahami dan mengerti tentang
tingkat pemahaman akan doa Rosario
3. Tingkat Penghayatan iman Bunda Maria
Hasil penelitian tentang tingkat penghayatan iman Bunda Maria
menunjukkan sebanyak 9 (45%) menyatakan sangat setuju demikian juga 9
(45%) menyatakan setuju bahwa mahasiswa PAK angkatan 2013 bahwa
penghayatan iman Bunda Maria berarti kesetiaan meneladani sikap dan tindakan
Bunda Maria setiap hari. Hal tersebut dapat diartikan bahwa mahasiswa PAK
2013 benar-benar menghayati sikap teladan dan keteladanan iman Bunda Maria
sehingga mereka juga setia terhadap sikap dan tindakan Bunda Maria setiap hari.
Namun juga ada mahasiswa yang kurang setuju bahwa penghayatan iman seturut
teladan iman Bunda Maria berarti kesetiaan meneladani sikap dan tindakan
Bunda Maria setiap hari. Lebih dari separuh responden 11 (55%) memilih sangat
setuju apabila dengan menghayati secara sungguh-sungguh iman seturut teladan
iman Bunda maria mampu menjadikan hidup kita semakin terarah pada Yesus.
Hal tersebut dapat diartikan bahwa mahasiswa angkatan 2013 ini mampu
mengahayati imannya secara sungguh-sungguh sehingga hidup mereka dapat
terarah pada Yesus.
Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat dikatakan bahwa mahasiswa PAK
angkatan 2013 memahami dan menghayati iman Bunda Maria dengan sungguhsungguh. Selain itu masih ada mahasiswa yang belum sungguh-sungguh
menghayati imannya dengan baik.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
76
4. Pelaksanaan kegiatan di kampus dalam rangka penghayatan iman Bunda Maria
Penelitian terhadap pelaksanaan penghayatan iman Bunda Maria
menunjukkan sebanyak 17 (85 %) atau lebih dari separuh responden menyatakan
hanya kadang-kadang saja terlibat dalam kegiatan yang diadakan di kampus. Hal
tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa PAK angakatan 2013 kurang aktif
dalam mengikuti kegiatan doa Rosario yang diadakan di kampus. Dalam hal
mempraktekkan sikap dan tindakan kesetiaan Bunda Maria dalam menghadapi
persoalan-persoalan perkuliah. Hampir seluruh responden 18 (90%) menyatakan
hanya kadang-kadang saja. Hal tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa PAK
angkatan 2013 hampir seluruhnya belum menghayati keteladan sikap dan
tindakan kesetian Bunda Maria. Namun sebanyak 12 (60 %), lebih dari separuh
responden menyatakan setuju bahwa doa Rosario itu sangat berpengaruh dalam
hidup mereka. Hal tersebut menunjukkan bahwa mereka mengerti dan
memahami bahwa doa Rosario itu sangat berpengaruh dalam hidup mereka.
Sejumlah 10 (50 %) responden menyatakan setuju bahwa dengan berdoa Rosario
dapat membantu pengahyatan iman. Hal tersebut menunjukkan bahwa salah satu
untuk membantu penghayatan iman mereka dengan cara berdoa Rosario.
Sebanyak 14 (70%) atau lebih dari separuh responden memilih setuju bahwa
mahasiswa IPPAK angkatan 2013 meneladani Bunda Maria dengan menyimpan
dan merenungkan dalam hati, masalah yang terjadi di dalam masa perkuliahan
mereka. Hal tersebut boleh dikatakan bahwa mereka meneladani sikap Bunda
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
77
Maria serta mampu merenungkan dalam hati mereka sendiri tentang apa yang
terjadi dalam perkuliahan mereka.
Dari pernyataan-pernyataan yang diajukan, secara garis besar mahasiswa
PAK angkatan 2013 menanggapi hanya kadang-kadang saja terlibat dalam
kegiatan doa Rosario yang diadakan di kampus dan diantara mereka banyak juga
mahasiswa PAK angkatan 2013 ini yang hanya kadang-kadang saja dalam
mempraktekkan sikap dan tindakan kesetiaan Bunda Maria dalam menghadapi
persoalan-persoalan perkuliahan. Namun mahasiswa angkatan 2013 ini cukup
memahami dan mengerti bahwa doa Rosario itu sangat berpengaruh dalam hidup
mereka. Mereka juga mengerti bahwa berdoa Rosario itu sangat membantu
penghayatan iman mereka. Mahasiswa PAK angkatan 2013 juga meneladani
Bunda Maria dengan menyimpan dan merenungkan dalam hati, masalah yang
terjadi di dalam masa perkuliahan mereka.. Meskipun begitu, ada beberapa
mahasiswa yang sama sekali belum ambil bagian dalam kegiatan doa Rosario di
kampus dan masih ada juga mahasiswa yang belum memahami dan mengerti
bahwa dengan berdoa Rosario itu sangat berpengaruh dalam hidupnya.
5. Faktor pendukung dan penghambat penghayatan iman Bunda Maria
Hasil penelitian terhadap faktor pendukung dan penghambat penghayatan
iman Bunda Maria menunjukkan bahwa : 11 (55%) responden setuju bahwa Niat,
semangat, dan pemahaman akan doa Rosario dapat mendukung penghayatan iman
Bunda Maria. Hal tersebut dapat diartikan bahwa mahasiswa PAK angkatan 2013
memahami dan menyadari bahwa Niat, semangat, dan pemahaman akan doa
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
78
Rosario dapat mendukung penghayatan iman mereka. Sebanyak 12 (60%)
responden setuju bahwa tempat yang cocok dan suasana yang tenang dapat
mendukung penghayatan iman Bunda Maria tersebut. Hal tersebut dapat diartikan
bahwa mahasiswa PAK angkatan 2013 menyadari bahwa tempat yang cocok dan
suasana yang tenang dapat mendukung penghayatan iman mereka. Sejumlah 9
(45%) responden menyatakan setuju bahwa jadwal pelaksanaan doa Rosario dan
variasi dalam berdoa Rosario dapat mendukung penghayatan iman Bunda Maria.
Hal tersebut dapat diartikan bahwa mahasiswa PAK angkatan 2013 memahami
dan menyadari bahwa dengan adanya jadwal pelaksanaan doa Rosario dan variasi
dalam Rosario dapat mendukung penghayatan iman mereka. Rendahnya minat
ingin berdoa Rosario dapat menjadi penghambat dalam menghayati iman,
6
(30%) responden setuju dengan pernyataan tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa
mahasiswa angkatan 2013 PAK menyadari rendahnya minat ingin berdoa Rosario
dapat menjadi penghambat penghayatan iman mereka. Sebanyak 9 (45%)
responden setuju bahwa kesibukan kegiatan perkuliahan dan permasalahan
dengan orang lain dapat menghambat pemahaman iman seturut teladan iman
Bunda Maria. Hal ini dapat dikatakan bahwa mahasiswa PAK angkatan 2013
menyadari bahwa kesibukan kegiatan perkuliahan dan permasalahan dengan
orang lain dapat menghambat penghayatan iman mereka.
Hasil penelitian di atas merupakan pembahasan dari variabel tentang
faktor pendukung dan penghambat penghayatan iman Bunda Maria.
Dari
pernyataan-pernyataan yang diajukan, secara garis besar mahasiswa PAK
angkatan 2013 menyadari dan memahami
bahwa faktor pendukung dan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
79
penghambat berpengaruh dalam penghayatan iman Bunda Maria. Meskipun
begitu masih ada beberapa mahasiswa yang belum memahami dan menyadari
bahwa faktor pendukung dan penghambat berpengaruh dalam menghayati iman
mereka.
6. Harapan mahasiswa PAK untuk meningkatkan penghayatan iman Bunda Maria
Selain berdoa Rosario, kegiatan yang mendukung penghayatan iman
Bunda Maria yang menjadi harapan mahasiswa PAK angkatan 2013 adalah :
kegiatan novena sebanyak 8 (40%) responden, ziarah ke Goa Maria sebanyak 5
(25%) responden dan adorasi 3 (15%) responden. Sedangkan yang lainnya
menjawab : doa angelus, setia mengikuti perayaan ekaristi, membantu sesama dan
bersyukur dan doa secara pribadi. Adapun harapan mahasiswa agar dapat
meningkatkan penghayatan iman Bunda Maria adalah : pelaksanaan doa Rosario
lebih ditingkatkan dan tidak hanya pada bulan Mei dan Oktober saja 3 (15%)
responden, diadakan variasi dalam berdoa Rosario yang lengkapi dengan bacaan
Kitab Suci serta renungan 7 (35%) responden, ditingkatkan kesungguhan hati
mahasiswa PAK dalam berdoa Rosario 5 (25%) responden. Harapan yang lainnya
yaitu: supaya semakin dekat dengan Bunda Maria, memiliki niat untuk berdoa
setiap hari dan adanya keterlibatan dalam mengikuti Rosario.
E. Kesimpulan Hasil Penelitian
Pada bagian ini penulis akan menyampaikan beberapa kesimpulan
berdasarkan pembahasan hasil penelitian. Pertama, tingkat pemahaman doa
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
80
Rosario mahaiswa PAK angkatan 2013 sudah baik, hanya saja masih ada
beberapa mahasiswa yang kurang memahami dan mengerti akan doa Rosario.
Kedua, mahasiswa PAK angkatan 2013 dapat memahami iman Bunda
Maria. Meskipun masih ada mahasiswa yang belum sungguh-sungguh memahami
bagaimana meneladan iman bunda Maria. Hal ini disebabkan kurangnya
pengetahuan mahasiswa tentang spiritualitas Bunda Maria.
Ketiga, mahasiswa PAK angkatan 2013, kadang-kadang saja dalam
menghayati iman Bunda Maria. Seperti mengikuti kegiatan Rosario, kesetiaan dan
ketekunan saat menghadapi persoalan terkait dengan perkuliahan.
Keempat, secara keseluruhan mahasiswa PAK angkatan 2013 memahami
bahwa faktor pendukung dan penghambat sangat mempengaruhi penghayatan
iman Bunda Maria.
Kelima, mahasiswa PAK angkatan 2013 memiliki harapan untuk
meningkatkan penghayatan iman Bunda Maria : yaitu novena, ziarah ke goa
Maria, doa Rosario secara bervariasi dan pelaksanaannya tidak hanya pada bulan
Mei dan Oktober saja, adanya niat dan kesungguhan mahasiswa dalam doa
Rosario, serta terlibat aktif dalam mengikuti doa Rosario.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
81
BAB IV
USULAN PROGRAM KATEKESE MODEL SHARED CHRISTIAN
PRAXIS BAGI MAHASISWA PAK ANGKATAN 2013 UNIVERSITAS
SANATA DHARMA, YOGYAKARTA
Dalam bab IV ini, penulis membuat usulan program pendalaman iman
bagi mahasiswa PAK Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Seiring dengan
hasil penelitian menunjukkan bahwa, belum seluruh mahasiswa PAK khususnya
angkatan 2013 mengenal dan meneladani Bunda Maria. Maka, peneliti membuat
usulan program dalam bentuk Shared Christian Praxis.
A.
Katekese dengan Model Shared Christian Praxis
Katekese dengan model SCP prosesnya bersifat dialogal dan partisipatif,
maksudnya adalah mendorong peserta berdasarkan konfrontasi antara “tradisi”
dan “visi” hidup mereka dengan “Tradisi” dan “Visi Kristiani agar baik secara
pribadi maupun bersama mampu mengadakan penegasan dan mengambil
keputusan demi terwujudnya nilai-nilai Kerajaan Allah lewat kehidupan manusia
yang terlibat dalam dunia. Katekese ini diawali dengan pengalaman hidup peserta
yang direfleksikan secara kritis dan dikonfrontasikan dengan pengalaman iman
dan visi Kristiani agar muncul sikap dan kesadaran baru yang memberi motivasi
demI keterlibatan selanjutnya. Model ini lebih mengarah kepada tindakan peserta
untuk menindak lanjuti hari berikutnya (Sumarno, 2011 :14).
Berdasarkan pembahasan hasil penelitian di mana pemahaman doa
Rosario mahaiswa PAK angkatan 2013 sudah baik, hanya saja masih ada
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
82
beberapa mahasiswa yang kurang memhami dan mengerti akan doa Rosario.
Mahasiswa PAK angkatan 2013 dapat memahami iman Bunda Maria. Meskipun
masih ada mahasiswa yang belum sungguh-sungguh memahami bagaimana
meneladan iman bunda Maria. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan
mahasiswa tentang spiritualitas Bunda Maria. Mahasiswa PAK angkatan 2013,
kadang-kadang saja dalam menghayati iman seturut teladan iman Bunda Maria.
Seperti mengikuti kegiatan Rosario, kesetiaan dan ketekunan saat menghadapi
persoalan terkait dengan perkuliahan. Secara keseluruhan mahasiswa PAK
angkatan 2013 memahami bahwa faktor pendukung dan penghambat sangat
mempengaruhi penghayatan iman Bunda Maria. Mahasiswa PAK angkatan 2013
memiliki harapan untuk meningkatkan penghayatan iman Bunda Maria: yaitu
novena, ziarah ke goa Maria, doa Rosario secara bervariasi dan pelaksanaannya
tidak hanya pada bulan Mei dan Oktober saja, adanya niat dan kesungguhan
mahasiswa dalam doa Rosario, serta terlibat aktif dalam mengikuti doa Rosario.
Berdasarkan hasil penelitian di atas, program SCP sangat tepat untuk
menjawab permasalahan dan harapan mahasiswa PAK sebagai calon katekis
dalam menghayati iman Bunda Maria. Oleh karena itu penulis mengusulkan
program Katekese dengan model SCP.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
83
B.
Usulan Program Katekese Umat bagi Mahasiswa PAK Angkatan 2013
dalam menghayati iman Bunda Maria Melalui Peristiwa-Peristiwa Doa
Rosario
Program katekese ini merupakan satu usulan bagi pelaksanaan katekese
umat, dalam upaya meningkatkan semangat mahasiswa PAK berdasarkan Bunda
Maria sebagai teladan Iman umat Kristiani, Jika kita ingin mengubah dunia
melalui kebaikan, maka ubahlah diri kita terlebih dahulu menjadi baik adanya
dengan cara membina, mengasah suara hati yang merupakan tempat di mana
Allah menyapa di kedalaman hidup kita. Allah sebagai pilar, pondasi, dasar, dan
pegangan hidup mahasiswa PAK dalam menghayati dan menjalankan tugasnya
sebagai calon katekis, dan Bunda Maria sebagai teladan hidup dalam ketajaman
menggunakan hati nurani dan mendengarkan kehendak Allah. Kita semua tanpa
terkecuali diajak untuk senantiasa mewartakan Injil dalam setiap detik kehidupan
kita. Cinta kasih, kebaikan, dan spiritualitas Maria, hendaknya menjadi bagian
dalam kehidupan mahasiswa PAK sebagai seorang yang mempersiapkan dirinya
sebagai pewarta. Dengan demikian mahasiswa PAK dapat menyelesaikan tugas
dan tanggung jawabnya dengan baik meskipun banyak tantangan yang
melemahkan semangatnya.
Sebagai calon katekis hendaknya mahasiswa PAK mampu memberi
contoh kepada orang muda di sekitarnya yaitu bagaimana dia senantiasa berusaha
menghayati doa Rosario melalui peristiwa-peristiwa doa Rosario dan bersikap
sebagai seorang Kristiani sejati. Semangat mahasiswa PAK adalah menghidupi
setiap peristiwa-peristiwa dalam doa Rosario. Di dalamnya terdapat kisah
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
84
perjalanan hidup Yesus serta kehidupan Bunda Maria yang kerendahan hati,
ketaatan dan kepasrahan kepada Allah, hidup doa yang konstan dan mantap,
bermati raga-puasa, kemurnian hati, pengorbanan, dan kepercayaan penuh hanya
kepada Allah.
1.
Tema dan Tujuan
Tema umum yang diangkat dalam usulan program ini adalah “Menghayati
peristiwa-peristiwa Rosario melalui doa Rosario”. Tujuannya adalah “membantu
para mahasiswa PAK angkatan 2013 agar memahami, menghayati setiap
peristiwa-peristiwa Rosario dan akhirnya mahasiswa mampu mewujud nyatakan
peristiwa-peristiwa Rosario dalam kehidupan sehari-hari”. Tema dalam program
ini dibagi dalam 2 kali pertemuan :
Tema 1
: Yesus memanggul salib-Nya ke gunung Kalvari
Tujuan
: Agara mahasiswa PAK angkatan 2013 lebih menyadari
tanggungnya jawabnya sebagai seorang calon katekis dalam
memimpin doa Rosario
Tema 2
: Yesus di persembahkan dala Bait Allah
Tujuan
: Agara mahasiswa PAK angkatan 2013 itu lebih percaya diri,
semangat dalam memimpin doa Rosario serta menyadari karya
Tuhan dalam diri kita.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
85
2.
Matriks Usulan Program Pendampingan Mahasiswa PAK
Tema umum : Menghayati peristiwa-peristiwa Rosario melalui doa Rosario.
Tujuan umum : Membantu para mahasiswa PAK angkatan 2013 agar memahami, menghayati setiap peristiwa-peristiwa Rosario dan
akhirnya mahasiswa mampu mewujud nyatakan peristiwa-peristiwa Rosario dalam kehidupan sehari-hari.
.
No
1
Tema
Tujuan Tema
Metode
Sumber
Uraian
Bahan
Materi
Sarana
Yesus memanggul salib- Agara mahasiswa PAK angkatan Informasi
LCD, laptop,
- Kitab
Nya ke gunung Kalvari
teks
lagu, Yohanes 19: Yohanes
tanggungnya jawabnya sebagai Tanya jawab
teks
Kitab 16b
seorang
Suci
2013
lebih
calon
menyadari Sharing
katekis
memimpin doa Rosario
dalam Refleksi
pribadi
-
Suci
- Kitab Suci
Madah Bakti -
19: 16b
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
86
Uraian
No
Tema
Tujuan Tema
Metode
Sarana
Bahan
Materi
2
Yesus di persembahkan Agar mahasiswa PAK angkatan Informasi
LCD, laptop, Kitab
dala Bait Allah
teks
lagu, Lukas 2: 34- Lukas
semangat dalam memimpi doa Tanya jawab
teks
Kitab 35
Rosario serta menyadari karya Refleksi
Suci
2013
itu
lebih
percaya
Tuhan dalam diri kita.
diri, Sharing
pribadi
Suci- Kitab Suci
Madah Bakti
34-35
Video
“Tonny
Mandes”
2:
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
87
3. Contoh Satuan Pendamping Katekese Umat Model Shared Christian
Praxis (SCP)
a.
Identitas
1) Tema Pertemuan : Yesus di persembahkan dala Bait Allah
2) Tujuan
: Agar mahasiswa PAK angkatan 2013 itu lebih percaya
diri, semangat dalam memimpi doa Rosario serta
menyadari karya Tuhan dalam diri kita.
3) Peserta
: Mahasiswa PAK
4) Tempat
: Kampus PAK
5) Waktu
: 60-90 menit
6) Metode
: Informasi, Sharing, Tanya Jawab, Refleksi
7) Model
: SCP (Shared Christian Praxis)
8) Sarana
: LCD, laptop, teks lagu, teks Kitab Suci, Video Klip
“Tonny Mendes”
9) Sumber bahan
: Kitab Suci (Lukas 2: 34-35) dan
Tafsir Alkitab Perjanjian Baru. Yogyakarta
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
88
b.
Pemikiran Dasar
Sebagai seorang mahasiswa calon katekis terkadang kita kurang menyadari
akan karya dan campur tangan Tuhan di dalam hidup kita. Terlihat ketika kita
diminta untuk memimpin sebuah doa, kita sering kali menolaknya karena malu,
takut, dan bahkan menunjuk orang lain untuk menggantikan apa yang seharusnya
menjadi tanggung jawab kita. Padahal sebagai seorang katekis kita memiliki
kemampuan yang telah kita dapatkan selama perkuliahan. Tetapi karena tidak
percaya diri itulah, yang menyebabkan kita melupakan kemampuan yang telah
diberikan dengan cuma-cuma oleh Tuhan, melainkan menyimpan semua
kemampuan kita sebagai alasan untuk menghindar dari tanggung jawab yang
diberikan.
Dalam Injil Lukas 2:34-35 menggambarkan situasi dimana Bunda Maria
dan Yusuf mempersembahkan Yesus dalam Bait Allah. Di dalam Bait Allah
Yesus dipersembahkan kepada Simeon, dan pada saat itu Simeon berkata bahwa
Yesus telah ditentukan untuk menjatuhkan dan membangkitkan banyak orang
Israel serta kelak pedang akan menembus jiwamu sendiri. Kita diajak oleh Tuhan
untuk bersedia mempersembahkan diri kita tanpa batas, apapun kesulitan yang
kita alami, serta tidak khawatir dengan kemampuan yang kita miliki melainkan
berani mempersembahkan apa yang telah menjadi tanggung jawab kita dan
membagikannya kepada sesama sebagai karya keselamatan Allah yang di
percayakan bagi kita.
Dari pertemuan ini, diharapkan kita bisa lebih bersemangat dan percaya
diri dalam melaksanakan tugas yang diberikan kepada kita sebagai seorang calon
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
89
katekis. Berani mengembangkan kemampuan yang dimiliki tanpa harus merasa
malu ataupun takut salah dengan apa yang kita lakukan, karena setiap orang
diberikan kemampuan untuk berkarya. Begitu pula dalam memimpin doa Rosario
kita bisa menjadi lebih percaya diri, berani mengadalkan Tuhan dalam setiap
perjalan hidup kita dan yakin bahwa dengan apa yang kita perbuat semuanya
semata karena rencana dari Tuhan.
c.
Pengembangan Langkah-langkah
1) Pembukaan
a)
Kata pengantar
Teman-teman yang terkasih dalam Yesus Kristus, pada kesempatan ini kali
ini, kita berkumpul bersama-sama untuk membahas tentang bagaimana kita
selama ini menerima tanggung jawab yang diberikan kepada kita. Kebanyakan di
sekeliling kita atau bahkan mungkin teman-teman yang ada disini pun pernah
diminta untuk memimpin doa Rosario baik itu di lingkungan maupun di kamus.
Tetapi tidak jarang kita menolaknya dan mengatakan saya tidak bisa memimpin
doa Rosario karena saya tidak hapal urutannya, bahkan ada yang menunjuk teman
lain yang lebih bisa. Tetapi disini kita juga akan mendengarkan sabda tuhan,
dimana Yesus dipersembahkan oleh orang tuanya dalam Bait Allah, orang tua
Yesus tidak tahu apa yang akan terjadi kelak pada Putra-Nya. Tetapi mereka
percaya
bahwa
Allah
memiliki
rencana
dalam
diri
anak-Nya
untuk
menyelamatkan umat-Nya yaitu bangsa Israel. Dari semua ini Yesus mau
mengajarkan kita agar kita mampu mempersembahkan semua kemampuan yang
kita miliki pada penyelenggaraan Tuhan. Dengan terus berlatih untuk bisa tampil
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
90
menjadi orang yang penuh semangat dan percaya diri dalam melaksanakan setiap
tanggung jawab yang dipercayakan kepada kita.
b) Lagu pembukaan : Hari Ini Kurasa Bahagia
c)
Doa pembukaan
Allah Bapa yang maha baik, kami bersyukur dan berterima kasih
kepadaMu karena penyertaan-Mu kami semua dapat berkumpul di tempat ini
untuk bersama-sama mendalami sabda-Mu. Berkatilah kami agar kami dapat
membuka hati dan telinga kami untuk mendengarkan sabda-Mu. Kami seringkali
mengeluh dan kurang percaya pada-Mu. Maka bukalah hati kami supaya kami
mau meneladani sikap Putra-Mu yang tetap taat dan setia mendengarkan SabdaMu
dalam
mengembangkan
diri
kami
menjadi
pribadi
yang mampu
mengandalkan Engkau dalam setiap peristiwa hidup kami, agar kami semakin
percaya diri dan semangat dalam mewartakan kasih-Mu bagi sesama kami. Bapa
berkatilah kami hari ini, semoga apa yang kami lakukan dapat berjalan dengan
lancar. Doa ini kami sampaikan kehadirat-Mu demi Yesus Kristus Tuhan dan
Pengantara kami. Amin.
2) Langkah I: Mengungkapkan Pengalaman Hidup Peserta
a)
Pendamping mengajak peserta untuk melihat video klip “Thoni Mandes”
b) Pendamping memberikan waktu kepada umat untuk melihat sekali lagi video
yang telah diputarkan
c)
Pendamping meminta untuk salah satu peserta untuk menceritakan kembali
isi dari video tersebut.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
91
d) Pendamping menyampaikan Intisari lagu:
e)
Pengungkapan Pengalaman :
Thony mandes adalah seorang yang cacat sejak lahir ia tidak memiliki
tangan. Tetapi tuhan memberikan ia sebuah talenta bagi dirinya, yaitu
bermain musik. Dengan segala keterbatasan yang ia miliki, ia berusaha untuk
tetap percaya diri dan berlatih dengan menggunakan kakinya ia mampu
memainkan gitar. Percaya diri serta semangat yang ia miliki mampu
memberikan inspirasi bagi banyak orang yang berada disekelilingnya,
membuat mereka selalu ceria dengan lagu-lagu yang dibawaknya. Senyum
kebahagiaan selalu terpancar dari wajahnya, ia percaya bahwa Tuhan
memberikan semuanya dengan kasih sehingga ia biasa hidup dan berjuang
tanpa kedua tangan.
f)
Peserta diajak untuk mengungkapkan pengalaman hidupnya dengan tuntunan
beberapa pertanyaan :
1. Apa yang Thony Mandes berikan kepada banyak orang dalam video
tersebut?
2. Ceritakan apa yang teman-teman persembahkan bagi kampus dan
lingkungan dimana teman-teman berada ?
g) Arah Rangkuman
Teman-teman yang terkasih, kita sudah mendengarkan pendapat dari
teman-teman kita yang telah disharingkan pengalamannya. Dari video
tersebut jelas bahwa Thony Mandes seorang yang cacat dan tidak mempunyai
tangan tetapi ia mempunyai kepercayaan diri dan tidak malu untuk
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
92
mengembangkan kemampuannya didepan banyak orang. Begitupun kita
sebagai mahasiswa yang banyak mendapatkan banyak ilmu pengetahuan dari
yang telah kita pelajari, setidaknya kita sudah memiliki bekal yang bisa kita
persembahkan bagi banyak orang sesuai dengan kempuan yang kita miliki.
3) Langkah II: Mendalami pengalaman hidup peserta
a)
Peserta diajak mereflleksikan sharing pengalaman hidup yang telah
diungkapkan pada langkah I dengan panduan pertanyaan sebagai berikut:
 Apa yang teman-teman lakukan ketika diminta untuk memimpin doa
Rosario?
b) Pendamping memberikan arah rangkuman singkat atas jawaban-jawaban
peserta yang telah diungkapkan, misalnya sebagai berikut:
Teman-teman yang terkasih, kita telah mendengarkan jawaban dari
teman-teman. Diantara kita terkadang ketika diminta untuk memimpin doa
Rosario terdapat keraguan diri sehingga pada waktu memimpin doa Rosario
kurang adanya rasa percaya diri.
4) Langkah III: Menggali pengalaman iman Kristiani
a)
Salah satu peserta dimohon membacakan teks Kitab Suci yang diambil dari
Lukas 2: 34-35
b) Peserta dibagi dalam beberapa kelompok kecil (dapat disesuaikan dengan
keadaan) guna keefektifan sharing.
c)
Peserta diberi waktu secara pribadi merenungkan dan menanggapi bacaan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
93
Kitab Suci dalam kelompok dengan bantuan beberapa pertanyaan, yaitu:
 Ayat-ayat mana yang paling berkesan untuk anda?
 Apa yang hendak Yesus pesankan kepada kita? Mengapa?
d) Peserta diajak untuk sendiri-sendiri mencari dan menemukan pesan inti
perikop sehubungan dengan jawaban atas pertanyaan di atas
e)
Pendamping
memberikan
tafsiran
dari
Injil
Lukas
2:34-35
dan
menghubungkan dengan tanggapan peserta dalam hubungan dengan tema dan
tujuan.
Pada perikop ini perikop ini pesan pada ayat 34 “Simeon memberkati
mereka dan berkata kepada Maria : sesungguhnya anak ini ditentukan untuk
menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi
suatu tanda yang menimbulkan perbantahan”. Pada ayat ini Tuhan
memberikan sebuah tanda. Tanda bukanlah suatu hadiah penyelamatan yang
diterima secara fisik, melainkan sesuatu yang harus ditanggapi dengan
percaya, karena Allah mau menyelamatkan umat-Nya bukan untuk disembah.
Sedangkan perbantahan dapat diungkapkan dengan kata “kontradiksi’’, dua
sikap yang saling berlawanan, sikap anti akan menghasilkan kejatuhan
manusia, sedangkan sikap pro akan menghasilkan kekuatan baru dan damai.
Pada ayat ini mau mengatakan kepada kita bahwa kita adalah suatu tanda
yang menjadi perpanjangan tangan Tuhan dan kita harus menanggapi dengan
penuh kepercayaan kepada Allah dengan begitu kita akan mendapatkan
kekuatan baru.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
94
Pada ayat 35 “dikatakan bahwa dan suatu pedang akan menembus
jiwamu sendiri, supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang”. Pada ayat
ini pedang diartikan sebagai perpecahan bangsa Israel dalam menghadapi
Yesus. Dan Maria akan kena akibatnya, sebab ia bersatu dengan putra-Nya. Ia
menderita, sebab menyaksikan perpecahan Israel iman Maria bukan tanpa
perjuangan. Pada ayat ini mau mengatakan kepada kita bahwa seberapa besar
apapun tantangan yang kita hadapi, kita harus melaluinya dengan terus
berjuang tanpa batas sehingga perjuanganan kita tidak akan sia-sia melaikan
mebuahkan hasil yang maksimal.
5) Langkah IV: Menemukan Kesadaran Sikap Baru yang mau dijalankan
a)
Pendamping memulai langkah ini dengan mengajak peserta menerapkan
pesan inti Kitab Suci dalam pengalaman, kebutuhan, dan situasi hidup sesuai
dengan tema dan tujuan pertemuan, misalnya sebagai berikut:
Teman-teman yang terkasih, kita sebagai calon katekis tentu memiliki
semangat yang terdapat di dalam diri kita. Sebagai seorang mahasiwa calon
katekis kita secara tidak langsung mendapat banyak bekal dari proses
perkuliahan yang bisa kita terapkan dalam menanggapi kegiatan yang akan
kita lakukan baik itu di lingkugan masyarakat maupun di lingkuan kampus.
Dengan bekal yang sudah ada seorang calon katekis tentu mampu
mempersembahakan apa yang mereka miliki kepada sesama baik itu dalam
memimpin ibadat, doa Rosario. Tentu semua itu membutuhkan proses dan
latihan secara terus-menerus dan tidak langsung jadi, membangun semangat
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
95
dan percaya diri dalam mempersembahkan apa yang menjadi tanggung jawab
sebagai seorang katekis.
Sebagai pemula dalam memimpin doa Rosario tentu kita akan merasa
takut salah dan grogi tetapi semua itu harus terus kita lakukan sehingga kita
menjadi terbiasa dengan tugas yang diberikan kepada kita. Dengan begitu kita
tidak lagi menghindar atau melamparkan tanggung jawab kita kepada orang
lain agar kita mendapat ketenagan atau kenyamanan karena tidak memimpin
doa Rosario.
b) Sebagai bahan refleksi untuk semakin menyadari sikap kita dalam usaha kita
untuk mendengarkan sabda Yesus dalam mempersembahkan diri kita kepada
Tuhan dan dalam suasana yang hening peserta diajak merenungkan hasil
renungan langkah I-III dengan panduan pertanyaan berikut:
 Dalam menjalanin hidup kita yang penuh tantangan terutama di kampus,
persembahan apa yang patut kita hidupi dan kita wujudkan supaya dapat
menjadi pewarta yang bersemangat dan memiliki percaya diri yang tinggi
dalam pelayanan?
c)
Peserta diberi kesemptan merenungkan pertanyaan tersebut dengan diiringi
musik instrumental dari laptop. Setelah itu peserta diberi kesempatan
mengungkapkan hasil renungan pribadi. Pada langkah ke IV, pendamping
dapat memberikan arahan rangkuman singkat sesuai dengan hasil-hasil
renungan pribadi peserta, misalnya:
Teman-teman yang terkasih, tadi kita sudah bersama-sama
mendengarkan jawaban apa saja sikap yang akan kita ambil dan lakukan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
96
dalam mempersembahkan diri kita kepada Tuhan. Dengan kita selalu berdoa
kepada Tuhan serta meminta kekuatan ketika sedang dihadapkan pada suatu
tantangan dan semua itu perlu proses agar bisa mengatasi setiap pergulatan
hidup kita dalam mewartakan karya keselamatan. Teman-teman juga
diharapkan dapat mewujudkan sikap yang sudah teman-teman katakan tadi.
Saat tanggungjawab diberikan kepada kita semoga kita langsung dapat
mengambil sikap seperti yang telah teman-teman katakana tadi. Dengan kita
bersabar, berdoa meminta kekuatan dan jalan keluar pada Tuhan, agar
pewartaan kita semakin berisi dan bermanfaat bagi banyak orang yang ini
berdoa bersama dengan perantaraan Bunda Maria dalam doa Rosario.
6) Langkah V: Mengambil Keputusan Aksi Konkret
a)
Pengantar
Teman-teman yang terkasih dalam Yesus Kristus, kita telah bersama-
sama mendengar, bersharing, serta menggali pengalaman-pengalaman kita mulai
dari kita menonton video yang mengisahkan tentang seorang tony mandes yang
cacat namun mampu memainkan sebuah gitar dengan menggunakan kakinya dan
mampu menginspirasi banyak orang. Kemudian kita juga sudah mendengarkan
sabda Tuhan yang mengatakan kepada kita untuk dapat mempersembahkan diri
serta kemampuan kita kepada Tuhan dalam sebuah pelayanan kita kepada sesama.
Kita tidak perlu merasa minder dan tidak percaya diri akan kemampuan yang kita
miliki, karena Tuhan pasti punya jalan untuk mengatasi segala kekuwatiran yang
kita hadapi dalam menanggapi tanggung jawab yang nantinya dipercayakan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
97
kepada kita.
Tak lupa tadi teman-teman juga sudah mengungkapkan persembahanpersembahan apa saja yang teman-teman hidupi dan lakukan bagi kampus dan
lingkungan di mana teman-teman berada. Sekarang marilah kita ungkapkan niat
apa saja yang akan kita lakukan untuk mempertanggung jawabkan persembahan
yang akan kita lakukan serta menghadapinya di kemudian hari.
b) Peserta diajak untuk merefleksikan dan memikirkan niat-niat apa saja yang
hendak dilakukan lewat pertanyaan sebagai berikut:
 Niat apa yang hendak kita lakukan sebagai mahasiswa PAK, khususnya
dalam memimpin doa Rosario ?
c)
Setelah mempuyai jawaban masing-masing, niat-niat pribadi yang sudah ada
diungkapkan oleh masing-masing peserta.
d) Setelah peserta menyampaikan niat-niatnya tersebut, pendamping mengajak
peserta untuk mendiskusikan bersama agar mereka dapat segera mewujudkan
niat-niatnya dan memperbaharui sikap dalam menghadapi atau menjalani
hidup selama berkuliah di PAK.
7) Penutup
a)
Setelah selesai merumuskan niat pribadi dan bersama, pendamping mengajak
peserta untuk membawa segala permohonan peserta ke dalam doa umat
b) Kemudian pendamping mengakhiri doa umat tersebut dengan doa Bapa Kami
secara bersama. Lalu ditutup dengan doa penutup yang dihubungkan dengan
tema dan tujuan pertemuan.
c)
Doa penutup
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
98
Allah Bapa yang Maha Pengasih dan Penyanyang puji dan syukur kami
ucapkan karena kami boleh mendengar sabda-Mu dan kami juga sudah
mendengarkan pengalaman-pengalaman kami dalam mempertanggung jawabkan
tugas yang dipercayakan sebagai seorang calon katekis. Kami sering mengeluh
bahkan kami sering lari dari-Mu. Tuhan, Engkaulah sumber teladan bagi kami
sehingga Engkau telah memberi kepercayaan diri yang kuat kepada kami. Ajarilah
kami agar kami bisa seperti diri-Mu yang selalu dapat bertanggung jawab dan
percaya diri dalam menjalankan tugas. Bapa yang baik berkatilah setiap langkah
hidup kami dan berkati pula agar kami dapat melaksanakan niat-niat yang telah
kami buat, sehingga kami semakin diteguhkan dalam menjalini panggilan kami
sebagai calon katekis. Demi Kristus, Tuhan kami, kini dan sepanjang masa. Amin
d) Sesudah doa penutup, pertemuan diakhiri dengan lagu “Dalam Yesus Kita
Bersaudara”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
99
BAB V
PENUTUP
Pada bagian akhir dari karya tulis ini yang berjudul “Doa Rosario Sebagai
Sarana Penghayataan Iman Bunda Maria Bagi Mahasiswa Program Studi
Pendidikan Agama Katolik Angkatan 2013 Universitas Sanata Dharma
Yogyakarta” penulis mencoba melihat secara keseluruhan berdasarkan rumusan
permasalahan dan tujuan penulisan ini, dengan dikuatkan oleh hasil penelitian.
Kemudian pada bagian berikutnya berisi saran bagi semua pihak yang terkait
dengan penulisan karya tulis ini.
A. Kesimpulan
Indikator bahwa mahasiswa PAK memiliki penghayatan yang
mendalam terhadap doa Rosario sebagai penghayatan iman Bunda Maria, hal ini
dapat ditunjukkan dengan sikap mahasiswa dalam meladan iman Bunda Maria
yaitu sebagai pribadi yang mampu menyimpan segala perkara di dalam hatinya,
mampu menyerahkan diri pada kehendak Tuhan dan sebagai pendoa. Sebagai
mahasiswa PAK mereka mampu menyerahkan diri seutuhnya pada kehendak
Tuhan dan tidak hanya mengandalkan diri pada kekuatannya sendiri. Seperti
perkataan Bunda Maria “Jadilah padaku menurut perkataamu itu” (Luk 1: 38).
Dalam penyerahan diri tersebut mahasiswa diarahkan untuk menjadi pendoa yang
baik. Dengan berdoa mahasiswa semakin dekat dengan Tuhan, semakin dirinya
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
100
kecil, lemah dan tak pantas dihadapan Tuhan dan menyerahkan dirinya pada
kehendak Tuhan.
Faktor pendukung dan penghambat penghayatan iman seturut teladan
iman Bunda Maria menunjukkan bahwa mahasiswa PAK setuju bahwa Niat,
semangat, dan pemahaman, tempat yang cocok, suasana yang tenang, jadwal
pelaksanaan doa Rosario dan variasi akan doa Rosario dapat mendukung
penghayatan iman Bunda Maria. Hal tersebut dapat diartikan bahwa kalangan
mahasiswa PAK dapat mendukung penghayatan iman mereka. Sedangkan
rendahnya minat
ingin berdoa Rosario, kesibukan kegiatan perkuliahan dan
permasalahan dengan orang lain dapat menjadi penghambat dalam menghayati
iman. Hal ini menunjukkan bahwa kalangan mahasiswa PAK menyadari
rendahnya minat ingin berdoa Rosario dapat menjadi penghambat penghayatan
iman mereka. Sehingga cara supaya makna doa Rosario sungguh-sungguh dapat
dihayati oleh mahasiswa PAK adalah meningkatkan pemahaman doa Rosario
meskipun masih ada beberapa mahasiswa yang kurang memahami dan mengerti
akan doa Rosario. Seperti mengikuti kegiatan Rosario, novena, ziarah ke goa
Maria, doa Rosario secara bervariasi dan pelaksanaannya tidak hanya pada bulan
Mei dan Oktober saja, adanya niat dan kesungguhan mahasiswa dalam doa
Rosario, serta terlibat aktif dalam mengikuti doa Rosario dan ketekunan saat
menghadapi persoalan terkait dengan perkuliahan.
Keseluruhan permasalahan di atas perlu ditanggapi dalam bentuk
kegiatan pendalaman iman bagi mahasiswa PAK, maka penulis menawarkan
usulan program SCP dengan tema “Menghayati peristiwa-peristiwa Rosario
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
101
melalui doa Rosario”. Tujuannya adalah “Membantu para mahasiswa PAK
angkatan 2013 agar memahami, menghayati setiap peristiwa-peristiwa Rosario
dan akhirnya mahasiswa mampu mewujud nyatakan peristiwa-peristiwa Rosario
dalam kehidupan sehari-hari”.
B.
Saran
Berdasarkan beberapa kesimpulan di atas, penulis memberikan
beberapa saran sebagai hasil refleksi selama ini dan diharapkan dapat berguna
bagi pihak-pihak yang terkait terkhusus untuk para mahasiswa PAK Universitas
Sanata Dharma. Pihak kampus harus menindaklanjuti program yang telah penulis
usulkan yaitu katekese model Shared Christian Praxis (SCP). Model Shared
Christian Praxis (SCP) dapat memotivasi semangat mahasiswa PAK, agar
semakin setia dan kuat dalam menghadapi setiap permasalahan yang dihadapi
terutama selama masa perkuliahan. Sehingga, perlu adanya kerjasama antara
pembimbing dengan peserta supaya tercipta komunikasi dengan baik demi
memperlancar suasana.
Bagi mahasiswa PAK dibantu untuk mampu meneladani sikap teladan
Bunda Maria yang tiada henti-hentinya, mau belajar dari teman-temannya, dan
mengikuti pendalaman iman atau kegiatan rohani yang berkaitan dengan Bunda
Maria baik di kampus maupun gereja.
Bagi para pengurus HIMKA untuk membuat jadwal kegiatan doa
Rosario dengan berbagai variasi agar mahasiswa PAK sendiri tidak mudah bosen.
Selain itu bagi para pemimpin pendalaman iman diharapkan mampu menyiapkan
pendalaman iman bagi para mahasiswa PAK yang menarik, sederhana dan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
102
terkesan, sehingga mencapai sasaran demi meningkatkan kekuatan mahasiswa
PAK lewat teladan Bunda Maria.
Bagi para dosen PAK diharapkan untuk terlibat dalam kegiatan doa
Rosario bersama mahasiswa yang diadakan di kampus.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
103
DAFTAR PUSTAKA
Asossiasi Teologi Indonesia (2002). Dinamika Hidup Beriman. Yogyakarta:
Kanisius.
Bapa Suci Yohanes Paulus II, Paus (2011). Rosarium Virginis Mariae (Rosario
Perawan Maria). (Ernes Mariyanto, penerjemah). Jakarta: Departemen
dokumentasi dan penerangan Konferensi Waligereja Indonesia.
---------------------------------------, Paus (2008). Marialis Cultus. (R.P Piet Go,
O.Carm, penerjemah). Jakarta: Departemen dokumentasi dan penerangan
Konferensi Waligereja Indonesia.
Daia, Willem Pr (2000). Rosario Sejarah dan Materi Kuasanya. Yogyakarta:
Yayasan Pustaka Nusantara.
Darminta, J (1995). Mistik, Devosi, dan Hidup Rohani : seri Spiritualitas Kristen.
Yogyakarta : Kanisisus.
Darminta, J. (2001). Dinamika Dasar Hidup Rohani. Pengantar Kerohanian dan
Kebatinan Kristiani. Pusat Spiritualita Girisonta (Diktat Kuliah).
Eddy Kristiyanto, A, OFM (1987). Maria dalam Gereja. Yogyakarta: Kanisius
Groenen.C. (1988). Mariologi Teologi dan Devosi. Yogyakarta: Kanisius
Hardjana, A.M. (1993). Penghayatan Agama: yang otentik dan tidak otentik.
Yogyakarta: Kanisius.
J.G.S.S Thomson. Ensiklopedia Aklkitab Masa Kini jilid I A-L 1992.
KWI. (1996). Iman Katolik. Buku Informasi dan Referensi. Yogyakarta: Kanisius.
Labu Norbert, Pr (2011). Maria Penuh Rahmat, Renungan Ibadat Rosario Suci,
Yogyakarta: LiPuGra.
Madore Georges, SMM (2002). Doa Rosario: Menatap untuk menjadi Serupa.
Jakarta. Obor
Moleong (1991). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Penerbit PT. Remaja
Rosdakarya.
____________. (2007). Dasar Penelitian Kualitatif. Perbedaan Antara Penelitian
Kualitatif dan Kuantitatif, (Seri Pastoral no 393), Yogyakarta: Puspas.
Rex Pai, A, SJ (2003). Harta Karun Dalam Doa. Yogyakarta: Kanisius
Riduwan, Dr. MBA. 2011. Belajar Mudah Penelitian untuk Guru-Karyawan dan
Peneliti Pemula. Bandung: Alfabeta.
Staaf Dosen (2010). Panduan Program Studi IPPAK. Yogyakarta
Sumarno Ds, M, Drs., MA., SJ. (2014). “Program Pengalaman Lapangan
Pendidikan Agama Katolik Paroki”. Diktat Mata Kuliah PPL PAK Paroki
bagi semester VI, Program Studi Ilmu Pendidikan Kekhususan Pendidikan
Agama Katolik Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata
Dharma Yogyakarta.
Xavier Leon – Dufour (1990). Ensiklopedi Perjanjian Baru, Yogyakarta:
Kanisius.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
104
LAMPIRAN
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Lampiran no.1
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Lampiran no.2
Pengantar
Salam damai Kristus,
Teman-teman mahasiswa IPPAK yang terkasih dalam Kristus, pada
kesempatan ini perkenankanlah saya memohon kesediaan anda untuk mengisi
kuesioner ini. Jawablah pertanyaan di bawah ini berdasarkan pengalaman anda.
Keterbukaan dan kejujuran anda sangat penting dan sungguh diharapkan dan
dijamin kerahasiaan kuesioner ini.
Atas kerjasama anda, saya ucapkan terimakasih. Tuhan memberkati.
Petunjuk pengisian kuesioner:
1.
2.
Bacalah secara cermat dan teliti sebelum mengerjakan soal-soal di bawah
ini.
Untuk nomor 1-18 silakan pilih salah satu jawaban yang sesuai dengan
keadaan dan apa yang anda alami dengan memberi tanda silang ( X ) pada
jawaban tersebut.
Contoh:
2. Jenis kelamin anda?
a. Laki-laki
b. Perempuan
3.
Untuk nomor 19 dan 20, anda dapat memilih lebih dari satu jawaban ( bisa
2, 3, atau semuanya ). Dan seandainya jawaban yang anda inginkan tidak
terdapat dalam alternatif jawaban yang telah tersedia, silahkan anda mengisi
sendiri pada alternatif jawaban yang ada titik-titiknya.
Contoh:
3. Selain berdoa Rosario, kegiatan dalam bentuk apa yang dapat meningkatkan
penghayatan iman seturut teladan iman Bunda Maria?
a. Ziarah ke Goa Maria
b. Novena
c. Angelus
d. ................................... (jawaban ditulis di sini)
===============Selamat Mengerjakan=================
(2)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
INSTRUMEN PENELITIAN
DOA ROSARIO SEBAGAI SARANA PENGHAYATAN IMAN
BUNDA MARIA
BAGI MAHASISWA PROGRAM STUDI ILMU PENDIDIKAN
KEKHUSUSAN PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK
UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA
Identitas Responden
1.
Jenis Kelamin
a. Laki-laki
b. Perempuan
2.
Usia sekarang
a. Di bawah 25 tahun
b. Di atas 25 tahun
Tingkat Pemahaman Akan doa Rosario
3.
Doa Rosario adalah sebuah sarana doa yang sederhana dan sangat mendalam
yang bercorak devosi Maria tetapi pada intinya mengarah pada Kristus.
a. Sangat setuju
b. Setuju
c. Kurang setuju
d. Tidak setuju
4.
Tujuan doa Rosario adalah menimba inspirasi untuk hidup, iman makin kuat,
iman makin terwujud dalam perbuatan dan hidup makin terfokus pada Tuhan.
a. Sangat setuju
b. Setuju
c. Kurang setuju
d. Tidak setuju
(3)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
5.
Corak doa Rosario meliputi doa renungan, kisah-kisah dari injil dan doa
Kristologis.
a. Sangat setuju
b. Setuju
c. Kurang setuju
d. Tidak setuju
6.
Dalam doa Rosario memuat unsur-unsur : doa-doanya, peristiwa-peristiwanya
dan cara berdoa Rosario.
a. Sangat setuju
b. Setuju
c. Kurang setuju
d. Tidak setuju
Tingkat penghayatan iman seturut teladan iman Bunda Maria
7.
Penghayatan iman seturut teladan iman Bunda Maria berarti kesetiaan
meneladani sikap dan tindakan Bunda Maria setiap hari.
a. Sangat setuju
b. Setuju
c. Kurang setuju
d. Tidak setuju
8.
Dengan menghayati secara sungguh-sungguh iman seturut teladan iman
Bunda Maria mampu menjadikan hidup kita semakin terarah pada Yesus.
a. Sangat setuju
b. Setuju
c. Kurang setuju
d. Tidak setuju
(4)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Pelaksanaan penghayatan iman seturut teladan iman Bunda Maria
9.
Apakah anda terlibat dalam kegiatan doa Rosario yang diadakan di kampus?
a. Selalu terlibat
b. Kadang-kadang terlibat
c. Tidak pernah terlibat
10. Apakah anda mempraktekkan sikap dan tindakan kesetiaan Bunda Maria
dalam menghadapi persoalan-persoalan perkuliahan?
a. Selalu
b. Kadang-kadang
c. Tidak selalu
11. Apakah anda setuju bahwa doa Rosario sangat berpengaruh dalam hidup
anda?
a. Sangat setuju
b. Setuju
c. Kurang setuju
d. Tidak setuju
12. Apakah anda setuju bahwa dengan berdoa Rosario dapat membantu
penghayatan iman?
a. Sangat setuju
b. Setuju
c. Kurang setuju
d. Tidak setuju
13. Saya meneladan Bunda Maria dengan menyimpan dan merenungkan dalam
hati, masalah yang terjadi di dalam masa perkuliahan saya.
a. Sangat setuju
b. Setuju
c. Kurang setuju
d. Tidak setuju
(5)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Faktor pendukung dan penghambat penghayatan iman seturut teladan iman
Bunda Maria.
14. Niat, semangat, dan pemahaman akan doa Rosario dapat mendukung
penghayatan iman seturut teladan iman Bunda Maria.
a. Sangat setuju
b. Setuju
c. Kurang setuju
d. Tidak setuju
15. Tempat yang cocok dan suasana yang tenang dapat mendukung penghayatan
iman seturut teladan iman Bunda Maria.
a. Sangat setuju
b. Setuju
c. Kurang setuju
d. Tidak setuju
16. Jadwal pelaksanaan doa Rosario dan variasi dalam berdoa Rosario dapat
mendukung penghayatan iman seturut teladan iman Bunda Maria.
a. Sangat setuju
b. Setuju
c. Kurang setuju
d. Tidak setuju
17. Rendahnya minat ingin berdoa Rosario dapat menjadi penghambat.
a. Sangat setuju
b. Setuju
c. Kurang setuju
d. Tidak setuju
18. Kesibuk kegiatan perkuliahan dan permasalahan dengan orang lain dapat
menghambat pemahaman iman seturut teladan iman Bunda Maria.
a. Sangat setuju
b. Setuju
c. Kurang setuju
d. Tidak setuju
(6)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Harapan mahasiswa IPPAK untuk meningkatkan penghayatan iman seturut
teladan iman Bunda Maria.
19. Selain berdoa Rosario, kegiatan dalam bentuk apa yang dapat meningkatkan
penghayatan iman seturut teladan iman Bunda Maria?
a. Ziarah ke Goa Maria
b. Novena
c. Angelus
d. ......................................
20. Apa harapan anda agar dapat meningkatkan penghayatan iman seturut teladan
iman Bunda Maria?
a. Pelaksanaan doa Rosario tidak hanya pada bulan Mei dan Oktober saja.
b. Adanya variasi dalam berdoa Rosario seperti adanya bacaan Kitab Suci
serta renungan
c. Adanya kesungguhan hati para mahasiswa IPPAK dalam berdoa Rosario
d. ..............................................................................................
(7)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Lampiran no.3
HARI INI KU RASA BAHAGIA
Hari ini kurasa bahagia berkumpul bersama saudara seiman
Tuhan Yesus tlah satukan kita
Tanpa memandang diantara kita
Bergandengan tangan dalam kasih dalam satu hati
Berjalan dalam terang kasih Tuhan
Kau sahabatku, kau saudaraku
Tiada yang dapat memisahkan kita 2x
DALAM YESUS KITA BERSAUDARA
(Kalimat “kita bersaudara” boleh diganti dengan kata “ada cinta kasih, saling
melayani”)
Dalam Yesus kita bersaudara
Dalam Yesus kita bersaudara
Dalam Yesus kita bersaudara
Sekarang dan selamanya
Dalam Yesus kita bersaudara
(8)
Download