biosintesis hormon tiroid dan paratiroid

advertisement
MAKALAH TENTANG
BIOSINTESIS HORMON TIROID DAN PARATIROID
Disusun oleh:
Sohibul Himam Haqiqi 0710510087
FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2008
PENDAHULUAN
1.1 Sistem endokrin
Sistem endokrin, dalam kaitannya dengan sistem saraf, mengontrol dan
memadukan fungsi tubuh. Kedua sistem ini bersama-sama bekerja untuk
mempertahankan homeostasis tubuh. Fungsi mereka satu sama lain saling
berhubungan, namun dapat dibedakan dengan karakteristik tertentu. Misalnya,
medulla adrenal dan kelenjar hipofise posterior yang mempunyai asal dari saraf
(neural). Jika keduanya dihancurkan atau diangkat, maka fungsi dari kedua
kelenjar ini sebagian diambil alih oleh sistem saraf.
Bila sistem endokrin umumnya bekerja melalui hormon, maka sistem saraf
bekerja melalui neurotransmiter yang dihasilkan oleh ujung-ujung saraf. Sistem
endokrin melibatkan kelenjar endokrin dan hormon.
1.2 Hormon dan fungsinya
Kata hormon berasal dari bahasa Yunani hormon yang artinya membuat
gerakan atau membangkitkan. Hormon mengatur berbagai proses yang mengatur
kehidupan. Sistem endokrin mempunyai lima fungsi umum :
1.
Membedakan sistem saraf dan sistem reproduktif pada janin yang
sedang berkembang
2.
Menstimulasi urutan perkembangan
3.
Mengkoordinasi sistem reproduktif
4.
Memelihara lingkungan internal optimal
5.
Melakukan respons korektif dan adaptif ketika terjadi situasi darurat
1.3 Klasifikasi
Dalam hal struktur kimianya, hormon diklasifikasikan sebagai hormon yang
larut dalam air atau yang larut dalam lemak. Hormon yang larut dalam air
termasuk polipeptida (mis., insulin, glukagon, hormon adrenokortikotropik
(ACTH), gastrin) dan katekolamin (mis., dopamin, norepinefrin, epinefrin).
Hormon yang larut dalam lemak termasuk steroid (mis., estrogen, progesteron,
testosteron, glukokortikoid, aldosteron) dan tironin (mis., tiroksin). Hormon yang
larut dalam air bekerja melalui sistem mesenger-kedua, sementara hormon steroid
dapat menembus membran sel dengan bebas.
1.4 Karakteristik
Meskipun setiap hormon adalah unik dan mempunyai fungsi dan struktur
tersendiri, namun semua hormon mempunyai karakteristik berikut.Hormon
disekresi dalam salah satu dari tiga pola berikut:
(1)
sekresi diurnal adalah pola yang naik dan turun dalam periode 24
jam. Kortisol adalah contoh hormon diurnal. Kadar kortisol
meningkat pada pagi hari dan turun pada malam hari.
(2)
Pola sekresi hormonal pulsatif dan siklik naik turun sepanjang waktu
tertentu, seperti bulanan. Estrogen adalah non siklik dengan puncak
dan lembahnya menyebabkan siklus menstruasi.
(3)
Tipe sekresi hormonal yang ketiga adalah variabel dan tergantung
pada kadar subtrat lainnya. Hormon paratiroid disekresi dalam
berespons terhadap kadar kalsium serum.
Hormon bekerja dalam sistem umpan balik. Loop umpan balik dapat positif
atau negatif dan memungkinkan tubuh untuk dipertahankan dalam situasi
lingkungan optimal. Hormon mengontrol laju aktivitas selular. Hormon tidak
mengawali perubahan biokimia. Hormon hanya mempegaruhi sel-sel yang
mengandung reseptor yang sesuai, yang melalukan : fungsi spesifik. Hormon
mempunyai fungsi dependen dan interdependen. Pelepasan hormon dari satu
kelenjar sering merangsang pelepasan hormone dari kelenjar lainnya. Hormone
secara konstan di reactivated oleh hepar atau mekanisme lain dan diekskresi oleh
ginjal.
1.5 Struktur
Terdapat dua tipe kelenjar yang mengeluarkan hormon yaitu eksokrin dan
endokrin. Kelenjar eksokrin melepaskan sekresinya ke dalam duktus pada
permukaan tubuh, seperti kulit, atau organ internal, seperti lapisan traktus
intestinal. Kelenjar endokrin termasuk hepar, pankreas (kelenjar eksokrin dan
endokrin), payudara, dan kelenjar lakrimalis untuk air mata. Sebaliknya, kelenjar
endokrin melepaskan sekresinya langsung ke dalam darah. Seperti pada gambar di
bawah ini.
Gambar 1.1: cara kerja kelenjar endokrin
Yang termasuk kelenjar endokrin adalah:
1. Pulau Langerhans pada Pankreas
2. Gonad (ovarium dan testis)
3. Kelenjar adrenal, hipofise, tiroid dan paratiroid, serta timus.
Berikut ini adalah letak kelenjar endokrin yang ada pada manusia dan ternak.
Gambar 1.2:lokasi kelenjar endokrin pada manusia dan ternak
Pada makalah kali ini, saya akan membahas tentang kelenjar tiroid dan
paratiroid beserta proses pembentukan dan fungsinya.
PEMBAHASAN
2.1. Kelenjar Tiroid
2.1.1 Struktur Kelenjar tiroid
Kelenjar tiroid terletak pada leher bagian depan, tepat di bawah kartilago
krikoid, disamping kiri dan kanan trakhea (gambar 1.2). Pada orang dewasa
beratnya lebih kurang 18 gram. Kelenjar ini terdiri atas dua lobus yaitu lobus kiri
kanan yang dipisahkan oleh isthmus. Masing-masing lobus kelenjar ini
mempunyai ketebalan lebih kurang 2 cm, lebar 2,5 cm dan panjangnya 4 cm.
Tiap-tiap lobus mempunyai lobuli yang di masing-masing lobuli terdapat folikel
dan parafolikuler. Di dalam folikel ini terdapat rongga yang berisi koloid dimana
hormon-hormon disintesa.kelenjar tiroid mendapat sirkulasi darah dari arteri
tiroidea superior dan arteri tiroidea inferior. Arteri tiroidea superior merupakan
percabangan arteri karotis eksternal dan arteri tiroidea inferior merupakan
percabangan dari arteri subklavia. Lobus kanan kelenjar tiroid mendapat suplai
darah yang lebih besar dibandingkan dengan lobus kiri. Dipersarafi oleh saraf
adrenergik dan kolinergik. saraf adrenergik berasal dari ganglia servikalis dan
kolinergik berasal dari nervus vagus.
Kelenjar tiroid menghasilkan tiga jenis hormon yaitu T3, T4 dan sedikit
kalsitonin. Hormon ini diangkut oleh protein pengangkut, protein pengangkut itu
adalah TBG (thyroxine binding globulin), TBPA (thyroxine binding prealbumin),
T3U (T3 resin uptake) dan TBI (thyroxine binding Index). Peningkatan protein
pengangkut TBG menyebabkan peningkatan hormon T4 dan penurunan protein
pengangkut T3U. Peningkatan TBG disebabkan oleh pengobatan estrogen,
perfenazin, Kehamilan, Bayi baru lahir, Hepatitis infeksiosa dan Peningkatan
sintesis herediter. Sedangkan penurunan kadar TBG dipengaruhi oleh pengobatan
steroid anabolik dan androgen, Sakit berat atau pembedahan, Sindroma nefrotik
dan Defisiensi kongenital.
2.1.2 Fungsi kelenjar tiroid
Fungsi dari hormon-hormon tiroid antara lain adalah:
a. Mengatur laju metabolisme tubuh. Baik T3 dan T4 kedua-duanya
meningkatkan metabolisme karena peningkatan komsumsi oksigen
dan produksi panas. Efek ini pengecualian untuk otak, lien, paru-paru
dan testes
b. Kedua hormon ini tidak berbeda dalam fungsi namun berbeda dalam
intensitas dan cepatnya reaksi. T3 lebih cepat dan lebih kuat reaksinya
tetapi waktunya lebih singkat dibanding dengan T4. T3 lebih sedikit
jumlahnya dalam darah. T4 dapat dirubah menjadi T3 setelah
dilepaskan dari folikel kelenjar.
c. Memegang peranan penting dalam pertumbuhan fetus khususnya
pertumbuhan saraf dan tulang
d. Mempertahankan sekresi GH dan gonadotropin
e. Efek kronotropik dan Inotropik terhadap jantung yaitu menambah
kekuatan kontraksi otot dan menambah irama jantung.
f. Merangsang pembentukan sel darah merah
g. Mempengaruhi kekuatan dan ritme pernapasan sebagai kompensasi
tubuh terhadap kebutuhan oksigen akibat metabolisme
h. Bereaksi sebagai antagonis insulinTirokalsitonin mempunyai jaringan
sasaran tulang dengan fungsi utama menurunkan kadar kalsium serum
dengan menghambat reabsorpsi kalsium di tulang. Faktor utama yang
mempengaruhi sekresi kalsitonin adalah kadar kalsium serum. Kadar
kalsium serum yang rendah akan menekan pengeluaran tirokalsitonin
dan sebaliknya peningkatan kalsium serum akan merangsang
pengeluaran tirokalsitonin. Faktor tambahan adalah diet kalsium dan
sekresi gastrin di lambung.
2.1.3 Gangguan sistem tubuh yang dipengaruhi oleh hormon Tiroid.
Gangguan sistem tubuh yang dipengaruhi oleh hormon Tiroid antara lain:
Hipotiroidisme
Adalah penyakit yang disebabkan karena kekurangan hormon tiroid. Penyakit
ini dikelompokkan menjadi 2 yaitu:
-
Hipotiroidisme primer
Penyakit ini disebabkan karena kelenjar tiroid tidak mampu menghasilkan
hormon.
-
Hipotiroidisme sekunder
Hipertiroidisme
Pengaruh penyakit bukan tiroid terhadap hasil test
2.1.3 Proses pembentukan hormon Tiroid.
Hormon T3 dan T4 dihasilkan oleh folikel sedangkan kalsitonin dihasilkan
oleh parafolikuler. Bahan dasar pembentukan hormon-hormon ini adalah yodium
yang diperoleh dari makanan dan minuman. Yodium yang dikomsumsi akan
diubah menjadi ion yodium (yodida) yang masuk secara aktif ke dalam sel
kelenjar dan dibutuhkan ATP sebagai sumber energi. Proses ini disebut pompa
iodida, yang dapat dihambat oleh ATP-ase, ion klorat dan ion sianat.
Sel folikel membentuk molekul glikoprotein yang disebut Tiroglobulin yang
kemudian mengalami penguraian menjadi mono iodotironin (MIT) dan
Diiodotironin (DIT). Selanjutnya terjadi reaksi penggabungan antara MIT dan
DIT yang akan membentuk Tri iodotironin atau T3 dan DIT dengan DIT akan
membentuk tetra iodotironin atau tiroksin (T4). Proses penggabungan ini
dirangsang oleh TSH namun dapat dihambat oleh tiourea, tiourasil, sulfonamid,
dan metil kaptoimidazol. Hormon T3 dan T4 berikatan dengan protein plasma
dalam bentuk PBI (protein binding Iodine).
2.2 Kelenjar Paratiroid
2.2.1 Struktur Kelenjar Paratiroid
Kelenjar paratiroid menempel pada bagian anterior dan posterior kedua
lobus kelenjar tiroid oleh karenanya kelenjar paratiroid berjumlah empat buah.
Kelenjar ini terdiri dari dua jenis sel yaitu chief cells dan oxyphill cells. Chief
cells merupakan bagian terbesar dari kelenjar paratiroid, mensintesa dan
mensekresi hormon paratiroid atau parathormon disingkat PTH.
Gambar 2.1 : sel kelenjar tiroid
2.2.3 Fungsi kelenjar Paratiroid
Kelenjar paratiroid mensekresikan hormon paratiroid atau parathormon
disingkat PTH. Parathormon mengatur metabolisme kalsium dan posfat tubuh.
Organ targetnya adalah tulang, ginjal dan usus kecil (duodenum).
Terhadap tulang, PTH mempertahankan resorpsi tulang sehingga kalsium
serum meningkat. Di tubulus ginjal, PTH mengaktifkan vitamin D. Dengan
vitamin D yang aktif akan terjadi peningkatan absorpsi kalsium dan posfat dari
intestin. Selain itu hormon inipun akan meningkatkan reabsorpsi Ca dan Mg di
tubulus ginjal, meningkatkan pengeluaran Posfat, HCO3 dan Na. karena sebagian
besar kalsium disimpan di tulang maka efek PTH lebih besar terhadap tulang.
Factor yang mengontrol sekresi PTH adalah kadar kalsium serum di samping
tentunya PTSH
Berikut ini adalah perbedaan antara hormon tiroid dan paratiroid.
Tabel : Hormon-hormon kelenjar tirod & kelenjar paratiroid
Hormon
Kelenjar tiroid
Sel folikel
Hormon tiroid (T3, T4)
Sel parafolikuler
Kalsitonin
Kelenjar paratiroid
PTH
Struktur
Asam amino
Sasaran
---
Aksi
Polipeptida
Tulang
~ Meningkatkan laju metabolisme,
penting untuk pertumbuhan &
maturasi normal
~ Menurnkan kadar Ca dalam darah
Peptida
Tulang,
ginjal,
usus
halus
~ meningkatkan kadar Ca dam
darah, menurunkan kadar P dalam
darah dan meningkatkan aktivitas
vitamin D
Pengaturan keseimbangan kadar Ca dalam darah
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kesimpulan dari makalah ini adalah:
kelenjar tiroid itu:
mengkatalisasi reaksi oksidasi dan kec metabolisme
Dihasilkan oleh kelenjar tiroid
Sintesa tergantung intake iodium dan receptor tyrosin pada tiroglobulin
Plasma dalam bentuk T3 dan T4
Terikat dalam Thyroxin binding globulin, thyroxin binding prealbumin,
albumin
Hormon aktif : Free T4 dan Free T3
REFERENSI
http://elisa.ugm.ac.id/files/ariana/KFNunveC/35.%20Kelenjar%20Tiroid.pdf
http://www.karyanet.com.my/knet/ebook/preview/p_Pengantar_Endokrinologi_V
ertebrata.pdf
http://elearning.unej.ac.id/courses/CL78e3/document/ENDOKRIN.PPT?cidReq=
CL373d
http://farmasi.unlam.ac.id/pendidikan/SAP/Fisiologi%20Manusia.pdf
http://elisa.ugm.ac.id/files/fitonline2000/K0z546V0/Kelenjar%20Endokrin.pdf
http://www.dodon.org/nota/endokrin.pdf
Download