ARTIKEL PERMASALAHAN LOGISTIK DALAM E-COMMERCE Oleh: Gita Anggaranie Junior Consultant Supply Chain Indonesia Situs e-commerce yang saat ini banyak tersedia semakin memudahkan masyarakat untuk mendapatkan barang atau jasa yang dibutuhkan tanpa perlu mengunjungi tempat penjualan barang atau jasa tersebut. Konsumen cukup dengan sekali “klik” pilih barang, memasukkan dalam keranjang belanja, kemudian memilih metode pembayaran dan pengiriman, maka barang yang dipesan langsung diproses pengirimannya ketempat tujuan. Hal ini sangat mudah dan praktis, serta menghemat waktu dan tenaga. Pada kenyataaanya, banyak sekali masalah dan kendala yang sering terjadi dalam proses ecommerce. Masalah apa sajakah yang biasanya terjadi? Bagaimana jika pembayaran tidak terverifikasi? Bagaimana jika barang yang dipesan rusak atau barang tidak sampai ke tangan konsumen? Bagaimana jika masalahnya pada proses distribusi barang ke konsumen? Bagaimanakah cara menanganinya? Kemudian, langkah apakah yang harus dilakukan agar konsumen tetap merasa nyaman menggunakan situs e-commerce? Salah satu tantangan dalam bisnis e-commerce adalah bagaimana mengirimkan produk ke konsumen dengan tepat waktu, tanpa cacat secara efektif dan efisien. Logistik menjadi pain point dalam dunia bisnis e-commerce. Terutama di saat-saat khusus seperti annual campaign ataupun promotion, dimana volume belanja online berada di titik tertinggi, pemenuhan pesanan konsumen secara efektif dan efisien merupakan tantangan yang harus dipenuhi Pelaku ecommerce sebagai keseluruhan dari pengalaman belanja konsumen. Logistik lebih dari sekedar pengiriman barang kepada konsumen. Istilah logistik mencakup aspek yang jauh lebih luas seperti pergudangan, manajemen inventori, penagihan, pengemasan, label, pengiriman, cash on delivery, pembayaran, dan masih banyak lagi. Tantangan dalam logistik bervariasi mulai dari bagaimana memastikan produk sesuai dengan keinginan konsumen dengan tepat waktu, meminimalisir hingga menghilangkan kemungkinan cacat produk, hingga penyediaan reverse logistic. Reverse logistic dibutuhkan ketika konsumen meminta pengembalian produk karena rusak ataupun apabila mereka ingin melakukan penukaran tipe, ukuran, warna produk, dan hal-hal lainnya. Umumnya, kegiatan inti dari logistik e-commerce mencakup: Processing, meliputi aktivitas sortir dan cross-docking kiriman. Transporting, meliputi transportasi kiriman baik transportasi dari dan antar processing center sebagai hub, dan dari processing center ke delivery center sebagai spoke. Taman Melati B1/22 Bandung 40194 Indonesia Telepon : +62 22 720 5375 Mobile : +62 821 1515 9595 E-mail : [email protected] Website : www.SupplyChainIndonesia.com ARTIKEL Delivery, meliputi aktivitas pengantaran barang ke alamat tujuan penerima. Untuk dapat meningkatkan kinerja tersebut, perusahaan e-commerce perlu menerapkan supply chain management karena Inti dari logistik adalah transportasi dan pergudangan, untuk melakukan movement barang atau kiriman dari satu titik asal ke titik tujuan dan kunci keberhasilan aktivitas logistik adalah: quality, cost, dan time. Logistik sangat diperlukan dalam bisnis baik offline maupun online. Manajemen logistik dalam ecommerce juga sangat diperlukan. Pelaku e-commerce disini selaku penjual harus paham tentang jumlah dan jenis barang apa yang tersisa di gudang, sehingga bisa memberikan yang terbaik untuk pelanggan. Jangan sampai info yang diberikan pada situs ternyata tidak sesuai dengan kondisi barang yang ada di gudang. Hal tersebut dapat menurunkan reputasi penjual. Maka dari itu, perusahaan pelaku e-commerce harus menerapkan strategi supply chain sebagai berikut : Proses retur barang yang mudah Karena belanja dilakukan secara online, ada kalanya barang yang diterima konsumen tidak seperti ekspektasi mereka sehingga mereka pun ingin mengembalikannya. Sebagai penyedia layanan ecommerce yang baik, pastikan proses pengembalian barang tidak sulit. Proses yang cepat membuat konsumen senang, dan memudahkan penjual dalam mengatur persediaan barang. Implementasikan software supply chain Perlu pemanfaatan teknologi dalam mengatur supply chain untuk e-commerce. Gunakan software khusus untuk membantu mengelola inventory, memproses order, melihat status supplier, dan masih banyak lagi. Dengan software, penjual bisa mengetahui status logistiknya. Saat ini, ada banyak pelaku e-commerce yang menggunakan software khusus untuk mengatur supply chain perusahaan. Persiapkan plan B Plan B diperlukan ketika hal yang perkirakan tidak berjalan semestinya. Misalnya menjual barang yang didatangkan dari luar negeri. Agar lebih aman, cari lebih dari satu supplier yang menyediakan barang sama. Hal ini diperlukan ketika ada konsumen yang membeli barang tersebut, namun stok habis atau ada kendala sehingga barang tidak sampai tepat waktu. Estimasikan produk yang tepat Sebaiknya penjual tidak terlalu banyak mempunyai stok barang karena jika barang tersebut tidak diminati konsumen, justru akan membuat penjual rugi. Pertimbangkan dengan cermat berapa barang yang diperlukan. Taman Melati B1/22 Bandung 40194 Indonesia Telepon : +62 22 720 5375 Mobile : +62 821 1515 9595 E-mail : [email protected] Website : www.SupplyChainIndonesia.com ARTIKEL Tetap up-to-date Penjual harus memperhatikan stok barang apa saja yang dimiliki. Jangan sampai penjual salah memberikan info barang. Contohnya, penjual memajang barang A dengan harga diskon tertentu sehingga menyebabkan konsumen tertarik dan melakukan pembelian. Ternyata stok-nya sudah habis. Jangan mengecewakan konsumen dengan hal ini. sebaiknya tetap update stok barang yang dimiliki. Jika e-commerce yang dijalankan cukup besar, sebaiknya memakai tenaga khusus untuk mengatur proses pengaturan inventory, shipping, dan pengembalian agar tidak bermasalah. Supply chain management yang baik bisa mendukung kelancaran kegiatan bisnis e-commerce. 3 Agustus 2017 *Isi artikel merupakan pemikiran penulisdan/atau sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis, serta tidak selalu mencerminkan pemikiran atau pandangan resmi Supply Chain Indonesia. Taman Melati B1/22 Bandung 40194 Indonesia Telepon : +62 22 720 5375 Mobile : +62 821 1515 9595 E-mail : [email protected] Website : www.SupplyChainIndonesia.com