isolasi dan karakterisasi bakteri lipolitik dari oncom

advertisement
ISOLASI DAN KARAKTERISASI BAKTERI LIPOLITIK
DARI ONCOM
AHMAD SURYADI
DEPARTEMEN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2016
PERNYATAAN MENGENAI SKRIPSI DAN
SUMBER INFORMASI SERTA PELIMPAHAN HAK CIPTA*
Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi berjudul Isolasi dan
Karakterisasi Bakteri Lipolitik dari Oncom adalah benar karya saya dengan
arahan dari komisi pembimbing dan belum diajukan dalam bentuk apa pun kepada
perguruan tinggi mana pun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya
yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam
teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir skripsi ini.
Dengan ini saya melimpahkan hak cipta dari karya tulis saya kepada Institut
Pertanian Bogor.
Bogor, Mei 2016
Ahmad Suryadi
NIM G34110106
ABSTRAK
AHMAD SURYADI. Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Lipolitik dari Oncom.
Dibimbing oleh ANTONIUS SUWANTO dan ARIS TRIWAHYUDI.
Oncom merupakan makanan fermentasi tradisional dari Jawa Barat yang
dibuat menggunakan kapang Neurospora sp. pada oncom merah dan Rhizopus sp.
pada oncom hitam. Kandungan lemak dalam bahan pembuatan oncom yaitu
ampas tahu atau bungkil kacang tanah memiliki potensi sumber untuk menyaring
bakteri lipolitik yang unik. Penelitian ini bertujuan mengisolasi dan
mengkarakterisasi bakteri lipolitik dari oncom merah dan hitam, serta mengukur
aktivitas enzim lipasenya. Oncom yang digunakan pada penelitian ini berasal dari
pengrajin oncom di Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa oncom hitam mengandung total populasi bakteri
9.2x109 cfu g-1, sedangkan oncom merah sebesar 5.6x107 cfu g-1. Total bakteri
lipolitik oncom hitam sebesar 1.8x108 cfu g-1 lebih tinggi dibandingkan total
bakteri lipolitik yang ditunjukkan oncom merah sebesar 5.0x106 cfu g-1. Dua belas
isolat bakteri lipolitik berhasil diperoleh. Tiga isolat yang memiliki aktivitas
lipase terbesar yaitu B702, B704, dan B705 dengan nilai aktivitas masing-masing
sekitar 3.75 U/mL, 3.75 U/mL, dan 4.00 U/mL. Berdasarkan analisis 16S rRNA
menunjukkan ketiga isolat B702, B704, dan B705 memiliki kemiripan dengan
Staphylococcus hominis subsp. novobiosepticus strain GTC 1228. Namun, isolat
tersebut menunjukkan hasil negatif pada uji hemolisis darah.
Kata kunci: oncom, bakteri lipolitik, 16S rRNA
ABSTRACT
AHMAD SURYADI. Isolation and Characterization of Lipolytic Bacteria from
Oncom. Supervised by ANTONIUS SUWANTO and ARIS TRIWAHYUDI.
Oncom is a traditional fermented food originally from West Java made by
mold of Neurospora sp. on red oncom and Rhizopus sp. on black oncom. Lipid
content in the oncom ingredients such as tofu residue or peanut press cake could
be potential sources to screen for unique lipolytic bacteria. The purposes of this
study was to isolate and to characterize lipolytic bacteria from red and black
oncom and to measure their lipase activities. Oncom used in this study was
obtained from oncom makers in Leuwiliang, Bogor, West Java. The results
showed that black oncom contained total bacterial population of 9.2x109 cfu g-1,
while red oncom contained 5.6x107 cfu g-1. Total lipolytic bacteria of black
oncom was 1.8x108 cfu g-1 , which was higher than red oncom that showed a total
lipolytic bacteria of 5.0x106 cfu g-1. Twelve potential isolates of lipolytic bacteria
were obtained. Three isolates that had the greatest lipase activity were B702,
B704, and B705 with the activity values approximately 3.75 U / mL, 3.75 U / mL,
and 4.00 U / mL respectively. Based on16S rRNA sequence analysis, the three
isolates showed similarity to Staphylococcus hominis subsp. novobiosepticus
strain GTC 1228. However, those isolates showed negative results on blood
hemolysis tests.
Keywords: oncom, lipolytic bacteria, 16S rRNA
ISOLASI DAN KARAKTERISASI BAKTERI LIPOLITIK
DARI ONCOM
AHMAD SURYADI
Skripsi
sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar
Sarjana Sains
pada
Departemen Biologi
DEPARTEMEN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2016
PRAKATA
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala karuniaNya sehingga karya ilmiah ini berhasil diselesaikan. Karya ilmiah ini
dilaksanakan dari bulan Februari hingga November 2015. Tema yang dipilih
dalam penelitian ini ialah mikrobiologi, dengan judul Isolasi dan Karakterisasi
Bakteri Lipolitik dari Oncom.
Terima kasih penulis ucapkan kepada Prof Dr Ir Antonius Suwanto, MSc
dan Prof Dr Aris Triwahyudi, MSi selaku pembimbing yang telah memberi
banyak saran dan arahan dari awal hingga akhir penelitian dan penulisan skripsi.
Ucapan terima kasih disampaikan pula kepada penguji wakil komisi pendidikan
Dr Bambang Suryobroto atas saran dan diskusi yang diberikan guna
menyempurnakan penulisan karya ilmiah ini. Di samping itu, terima kasih penulis
sampaikan kepada Bapak Jaka dan Ibu Heni sebagai laboran Laboratorium
Mikrobiologi, Departemen Biologi IPB yang telah banyak membantu penulis
selama melakukan penelitian. Terima kasih untuk Kak Andi, Kak Dita, Kak Ciko,
Dira, Ilham, Eka, Dewi dan seluruh teman Biologi angkatan 48 atas doa dan
dukungannya selama ini. Ungkapan terima kasih juga disampaikan kepada
keluarga (Bapak, Ibu, dan Adik) untuk segala dukungan, doa, dan kasih
sayangnya. Terima kasih pula kepada Hibah Penelitian Pendidikan Magister
Doktor Sarjana Unggul (PMDSU) TA 2015 Nomor 702/IT3.11/LT/2015 atas
nama Prof. Dr. Antonius Suwanto Skim Bioprospeksi Lipase Asal Tempeh
Indonesia Melalui Pendekatan Metagenom yang membantu dalam pendanaan
penelitian ini.
Akhir kata, penulis berharap semoga karya ilmiah ini dapat bermanfaat
untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan masyarakat sekitar.
Bogor, Mei 2016
Ahmad Suryadi
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
xii
DAFTAR GAMBAR
xii
DAFTAR LAMPIRAN
xii
PENDAHULUAN
1
Latar Belakang
1
Tujuan Penelitian
2
METODE
2
Waktu dan Tempat
2
Bahan
2
Alat
2
Prosedur Penelitian
2
HASIL DAN PEMBAHASAN
4
SIMPULAN
10
DAFTAR PUSTAKA
12
LAMPIRAN
14
RIWAYAT HIDUP
20
xii
DAFTAR TABEL
1
2
3
Perbandingan total bakteri terhadap bakteri lipolitik dalam oncom
merah dan oncom hitam
Morfologi bakteri hasil isolasi dari oncom merah dan oncom hitam
Analisis homologi sekuen gen penyandi 16S rRNA isolat bakteri
lipolitik yang diisolasi dari oncom merah dan hitam
6
7
9
DAFTAR GAMBAR
1
2
3
4
5
6
Hasil isolasi dan penapisan bakteri lipolitik dari oncom hitam yang
diinkubasi selama 48 jam: (a) media LAOR yang tidak diletakkan di
atas UV 365 nm (b) media LAOR yang diletakkan di atas UV 365 nm
Morfologi koloni isolat bakteri pada media Nutrient Agar: (a) B702
(b) B704 (c) B705
Aktivitas lipase bakteri yang diisolasi dari oncom merah dan oncom
hitam
Elektroforesis gel agarose 1% gen penyandi 16S rRNA; (M) 1 kb
ladder (a) isolat B702 (b) isolat B704 (c) isolat B705
Pohon filogenik berdasarkan isolat bakteri lipolitik yang diisolasi dari
oncom merah dan oncom hitam yang dikonstruksi menggunakan
metode Neighbour-Joining dengan bootstrap 1000x berdasarkan gen
penyandi 16S rRNA
Uji hemolisis darah dengan hasil positif dengan melisis sel darah: (a)
kontrol positif Enteropathogenic E.coli ; hasil negatif tanpa melisis
sel darah: (b) isolat B702 (c) isolat B704 (d) isolat B705
5
6
7
8
9
10
DAFTAR LAMPIRAN
1
2
3
Keadaan tempat pembuatan oncom merah dan hitam
Hasil titrasi supernatan yang mengandung enzim lipase
Sekuen gen 16S rRNA
14
17
17
4
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Lipase (triacyl glycerol acylhidrolase EC 3.1.1.3) merupakan enzim kelas
hidrolase yang mengkatalisis reaksi hidrolisis trigliserida menjadi gliserol dan
asam lemak bebas pada permukaan air dengan minyak (Helen et al. 2010).
Menurut Gupta et al. (2004) bakteri penghasil lipase memiliki peranan penting
dalam usaha komersial. Bakteri penghasil lipase secara ekstraseluler sangat
penting dalam kepentingan komersial karena untuk produksi massal tergolong
lebih mudah. Bakteri penghasil lipase disebut sebagai bakteri lipolitik.
Menurut Thakur (2012) ada beberapa jenis bakteri lipolitik yang umum
ditemukan beberapa diantaranya Bacillus subtilis, B. pumilus, B. licheniformis, B.
coagulans, B. stearothermophilus, dan B. alcalophilus. Kelimpahan bakteri
lipolitik sangat dipengaruhi oleh faktor gizi, fisika dan kimia, seperti suhu, pH,
sumber nitrogen dan karbon, kehadiran lipid, garam anorganik, agitasi dan
konsentrasi oksigen terlarut. Lipase dalam industri enzim umumnya diproduksi
melalui teknologi DNA rekombinan (Hasan et al. 2006). Bakteri lipolitik
ditemukan dalam bermacam-macam habitat seperti limbah industri, pabrik
pengolahan minyak sayur, perusahaan susu, tanah terkontaminasi dengan minyak,
makanan yang busuk, dan kompos (Sharma et al. 2001).
Oncom merupakan pangan khas dari Jawa Barat yang memiliki nilai gizi
tinggi dengan harga terjangkau. Oncom merupakan makanan hasil fermentasi
sama halnya dengan tempe dan tahu. Oncom umumnya terbagi atas dua macam,
yaitu oncom merah dan oncom hitam. Perbedaan kedua jenis oncom tersebut
terletak pada jenis kapang dan bahan baku yang dipakai dalam pembuatannya.
Oncom merah menggunakan bahan dasar ampas tahu sedangkan oncom hitam
dibuat dari bungkil kacang tanah. Oncom umumnya diolah menjadi pepes, keripik
oncom, combro, sayur tumis dan berbagai makanan lainnya. Oncom memiliki
kandungan zat gizi seperti protein, lemak dan zat besi (Slamet dan Tarwotjo 1971).
Menurut Sastraatmadja et al. (2002) pembuatan oncom menggunakan
inokulan beberapa strain Neurospora, Rhizopus, dan Mucor. Purnamasari et al.
(2013) menyatakan bahwa Neurospora sp. merupakan spesies yang umum
ditemukan pada makanan oncom merah dengan pertumbuhan yang cepat
membentuk warna kuning. Berbeda dengan oncom merah, kapang yang
digunakan pada oncom hitam yaitu Rhizopus oliqosporus. Menurut Wiyati (1994)
Kadar air lebih dari 30 persen menyebabkan kapang Rhizopus oliqosporus tumbuh
baik. Lipid yang terdapat pada oncom merah maupun oncom hitam memperbesar
kemungkinan melimpahnya keberadaan bakteri lipolitik.
Tempe merupakan makanan fermentasi yang mirip dengan oncom. Tempe
mengandung bakteri yang relatif tinggi dan beragam (Barus et al. 2008) termasuk
diantaranya bakteri lipolitik (Nur 2015), asam laktat (Efriwati et al. 2013), dan
penghasil vitamin B12 (Keuth dan Bisping 1994). Oleh karena itu studi ini adalah
yang pertama untuk mempelajari bakteri lipolitik pada oncom.
3
Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan mengisolasi dan mengkarakterisasi bakteri lipolitik
dari oncom merah dan hitam, serta mengukur aktivitas enzim lipasenya.
METODE
Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai November 2015
bertempat di Laboratorium Mikrobiologi, Departemen Biologi, FMIPA IPB.
Bahan
Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel oncom merah
dan oncom hitam yang diambil dari pengrajin oncom merah dan hitam di
Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Media yang digunakan
dalam mengisolasi bakteri terdiri atas Luria Bertani (tripton 1%, ekstrak khamir
0.5%, NaCl 1%), agar 2%, minyak zaitun (Casa Di Oliva extra virgin olive oil),
polyvinyl alcohol 2% (PVA 2%), rhodamine B 0.1%, cycloheximide, Nutrient
Broth, GoTaq Green Master Mix 1x (Promega®, USA), TAE 1x, agarose 1%,
Primer 63F dan 1387R (Marchesi et al. 1998).
Alat
Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah Autoklaf, Laminar Air
Flow Cabinet, mesin PCR 2720 thermal cycler, Thermoshaker, dan Alpha
Innotech.
Prosedur Penelitian
Isolasi Bakteri Penghasil Lipase dalam Oncom
Sebanyak 25 gram sampel digerus sampai halus dan dimasukan ke dalam
225 mL NaCl 0.85% dan dihomogenkan. Larutan berisi sampel dilakukan
pengenceran hingga 10-8 untuk menentukan tingkat pengenceran yang tepat.
Sebanyak 0.1 mL larutan sampel yang sudah disiapkan disebar pada media
selektif bakteri lipolitik. Media ini disebut media LAOR (Luria Agar Olive oil
Rhodhamine B). Tiap unit perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak empat kali.
Hasil sebaran tersebut diinkubasi dalam waktu 48 jam pada suhu ruang, dan
diamati di bawah sinar UV pada panjang gelombang 365 nm. Koloni bakteri yang
menghasilkan lipase menghasilkan pendaran jingga disekitar koloni. Koloni yang
tumbuh dihitung berdasarkan standar statistik dengan jumlah 30-300 koloni.
Koloni yang tidak memenuhi persyaratan tidak dihitung (Hadioetomo 1993).
Purifikasi dilakukan dengan metode goresan (streak method) pada media yang
sama. Purifikasi dilakukan untuk mendapatkan koloni tunggal bakteri. Jumlah
koloni yang terbentuk dalam penelitian ini (colony forming unit /CFU) dihitung
menggunakan persamaan;
43
CFU π½π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘˜π‘œπ‘™π‘œπ‘›π‘– π‘‘π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘šπ‘Žπ‘‘π‘–
=
π‘₯ πΉπ‘Žπ‘˜π‘‘π‘œπ‘Ÿ π‘π‘’π‘›π‘”π‘’π‘›π‘π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘›
mL
π‘‰π‘œπ‘™π‘’π‘šπ‘’ π‘ π‘’π‘π‘Žπ‘Ÿ
Pengamatan morfologi koloni dilakukan pada media Nutrient Agar (NA).
Isolat bakteri terpilih digores kuadran pada media Nutrient Agar (NA) dan
diinkubasi selama 24 jam pada suhu ruang. Pengamatan koloni meliputi bentuk,
elevasi, tepian, warna koloni serta dilakukan pewarnaan Gram untuk mengetahui
jenis Gram dan bentuk bakterinya.
Pewarnaan Gram dilakukan dengan menggores tipis koloni berumur 24
jam pada preparat steril yang sebelumnya ditambahkan satu tetes akuades steril.
Preparat difiksasi dengan api pada udara terbuka. Preparat ditetesi zat warna
kristal violet dan dibiarkan selama 1 menit. Preparat dibilas menggunakan
akuades. Preparat dikeringkan lalu ditetesi iodin dan dibiarkan selama 2 menit.
Preparat dibilas kembali dengan akuades lalu dibilas menggunakan alkohol 96%.
Preparat diwarnai dengan safranin dan dibiarkan selama 30 detik. Preparat dibilas
dengan akuades dan dibersihkan dari sisa akuades menggunakan tisu. Preparat
diamati dengan menggunakan mikroskop dengan bantuan minyak imersi pada
perbesaran tinggi.
Produksi Enzim Lipase
Produksi enzim lipase diawali dengan pembuatan starter dengan
menginokulasikan bakteri ke dalam 10 mL media Luria Bertani cair dan
digoyangkan pada 150 rpm selama 24 jam. Sebanyak 2% starter diinokulasi ke
dalam 50 mL media produksi yang mengandung 1% tripton, 1% natrium klorida,
0.5% ekstrak khamir, 1% minyak zaitun dan digoyang pada 150 rpm selama 24
jam. Hasil inkubasi selama 24 jam kemudian disentrifugasi dengan kecepatan
6000 rpm selama 30 menit, sehingga terpisah antara pelet dan supernatan.
Supernatan yang mengandung enzim lipase dipindahkan ke dalam tabung falkon
steril untuk digunakan dalam pengukuran aktivitas enzim lipase.
Pengukuran Aktivitas Enzim Lipase
Pengukuran aktivitas enzim lipase diukur dengan menggunakan 4 mL
campuran PVA 2% dan minyak zaitun (3:1), 2 mL 0.1 M buffer natrium fosfat pH
7, 2.5 mL aquadest, 0.5 mL 0.1 M CaCl2, 1 mL supernatan yang mengandung
enzim lipase, lalu diinkubasi selama 20 menit pada shaker dengan kecepatan 150
rpm pada suhu 30 oC. Selanjutnya ditambahkan 10 mL etanol absolut 96% dan
diberi 4 tetes fenolftalein dan dititrasi dengan 0.05 N NaOH. Jumlah enzim yang
mengkatalisis pelepasan 1 µmol asam lemak per menit didefinisikan sebagai satu
unit enzim (Arifin et al. 2013).
π΄π‘˜π‘‘π‘–π‘£π‘–π‘‘π‘Žπ‘  πΏπ‘–π‘π‘Žπ‘ π‘’(
(π»π‘Žπ‘ π‘–π‘™ π‘‘π‘–π‘‘π‘Ÿπ‘Žπ‘ π‘– π‘ π‘Žπ‘šπ‘π‘’π‘™ − π»π‘Žπ‘ π‘–π‘™ π‘‘π‘–π‘‘π‘Ÿπ‘Žπ‘ π‘– π΅π‘™π‘Žπ‘›π‘˜π‘œ)π‘₯𝑁 π‘π‘Žπ‘‚π»π‘₯1000
π‘ˆ
)=
π‘šπ‘™
π‘£π‘œπ‘™π‘’π‘šπ‘’ π‘’π‘›π‘§π‘–π‘š π‘₯ π‘€π‘Žπ‘˜π‘‘π‘’ π‘–π‘›π‘˜π‘’π‘π‘Žπ‘ π‘–
Identifikasi Molekuler Gen 16S rRNA
Identifikasi bakteri dilakukan dengan menggunakan metode PCR Koloni.
Koloni bakteri tunggal dipilih dan dipindahkan dengan tusuk gigi ke dalam tabung
yang berisi ddH2O sebanyak 20 µL. Selanjutnya dipindahkan 3 µL tabung yang
3
berisi bakteri tersebut ke dalam tabung baru dan ditambahkan 5 µL GoTaq Green,
masing-masing 1 µL primer 63F dan 1387R. Identifikasi dilakukan dengan
mengamplifikasi gen penyandi 16S rRNA menggunakan primer 63F (5’-CAG
GCC TAA CAC ATG CAA GTC-3’) dan 1387R (5’-GGG CGG WGT GTA
CAA GGC-3’) pada mesin Polymerase Chain Reaction (Marchesi et al. 1998).
Setelah itu dilakukan program PCR pada suhu pre-denaturasi 94 °C selama 5
menit, dilanjutkan dengan 30 proses denaturasi pada suhu 94 °C selama 30 detik,
penempelan primer pada suhu 55 °C selama 30 detik, proses pemanjangan pada
suhu 72 °C selama 1 menit, dan pemanjangan akhir pada suhu 72 °C selama 7
menit. Produk PCR dielektroforesis pada gel agarosa 1% dalam buffer TAE 1x
dengan tegangan 80 V selama 50 menit. Pita DNA diwarnai dengan EtBr 5 µg/mL
dan diamati dengan UV transiluminator. Target pita gen 16S rRNA berukuran
sekitar 1300 pb. DNA amplikon dikirim ke perusahaan jasa penerima sekuensing
untuk menentukan runutan sekuen DNA nya.
Sekuen DNA hasil sekuensing gen 16S rRNA kemudian disejajarkan
dengan sekuen yang ada di Genbank (NCBI) menggunakan BLAST-N untuk
analisis gen 16S rRNA sehingga didapatkan berbagai sekuen lain yang memiliki
kemiripan terdekat. Setelah itu, dibuat pohon filogenik menggunakan perangkat
lunak Molecular Evoluationary Genetics Analysis (MEGA) versi 6.0.
Uji Hemolisis Darah
Isolat bakteri lipolitik digores pada media agar-agar darah dan diinkubasi
pada suhu ruang selama 48 jam. Kemampuan hemolisis ditandai dengan
terbentuknya zona penghambatan di sekitar koloni isolat uji. Hasil positif
ditunjukkan dengan adanya zona bening disekitar koloni, sedangkan hasil negatif
ditunjukkan dengan tidak adanya zona bening di sekitar koloni.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Isolasi Bakteri Penghasil Lipase dalam Oncom
Isolasi bakteri penghasil lipase dari oncom merah dan hitam dalam
penelitian ini memiliki perbedaan konsentrasi cycloheximide untuk menekan
pertumbuhan cendawan agar tidak mengganggu dalam proses penghitungan
koloninya. Isolasi bakteri pada oncom merah menggunakan cycloheximide dengan
konsentrasi 20 ppm sedangkan untuk mengisolasi bakteri dalam oncom hitam
menggunakan cycloheximide dengan konsentrasi 100 ppm (Gambar 1). Hal
tersebut dimungkinkan adanya perbedaan resistensi cendawan asal dari kedua
oncom tersebut.
Setelah inkubasi selama 48 jam terlihat dua jenis koloni yang berbeda.
Satu jenis koloni yang menyerap warna rhodamine B dan satu jenis koloni yang
tidak menyerap rhodamine B. Koloni yang menyerap rhodamine B menunjukkan
pembentukan koloni yang berwana merah hingga jingga, sementara koloni yang
tidak menyerap rhodamine B menunjukkan pembentukan koloni selain warna
merah hingga jingga. Koloni yang menyerap rhodamine B diduga mampu
menggunakan emulsi minyak sebagai sumber energi (Gambar 1a). Hidrolisis
substrat menjadi monogliserida atau digliserida yang berikatan dengan rhodamine
B menyebabkan pembentukan lingkaran cahaya jingga sekitar koloni bakteri pada
5
4
iradiasi UV (Kouker dan Jaeger 1987). Untuk memastikan adanya pelepasan asam
lemak bebas oleh bakteri lipolitik digunakan sinar UV pada panjang gelombang
365 nm.
Berdasarkan hasil penyinaran UV pada hasil isolasi bakteri dari oncom
merah dan hitam terlihat koloni menghasilkan pendaran dan tidak menghasilkan
pendaran (Gambar 1b). Koloni yang menghasilkan pendaran merupakan koloni
yang diidentifikasi menyerap rhodamine B pada pengamatan tanpa UV.
Sementara koloni yang sebelumnya diduga tidak menghasilkan lipase tidak
berpendar setelah disinari UV. Koloni yang berpendar diduga positif sebagai
bakteri lipolitik.
a
b
Gambar 1 Hasil isolasi dan penapisan bakteri lipolitik dari oncom hitam yang
diinkubasi selama 48 jam: (a) media LAOR yang tidak diletakkan di
atas UV 365 nm (b) media LAOR yang diletakkan di atas UV 365 nm
Penghitungan koloni dilakukan untuk menentukan jumlah bakteri total
maupun jumlah bakteri lipolitik yang berasosiasi dengan oncom merah maupun
oncom hitam. Jumlah total bakteri keseluruhan dihitung secara langsung baik
koloni yang diduga lipolitik maupun koloni selain lipolitik. Sementara koloni
yang diduga sebagai bakteri lipolitik dihitung dengan menggunakan sinar UV.
Berdasarkan data tersebut kemudian dibuat perbandingan kepadatan bakteri pada
kedua oncom tersebut.
Oncom hitam memiliki kepadatan total populasi bakteri lebih tinggi dari
pada oncom merah yaitu mencapai 9.2x109 cfu g-1, sedangkan oncom merah
memiliki kepadatan sebesar 5.6x107 cfu g-1. Kepadatan bakteri lipolitik oncom
hitam mencapai 1.8x108 cfu g-1 sedangkan oncom merah memiliki kepadatan
sebesar 5.0x106 cfu g-1. Persentase jumlah bakteri lipolitik terhadap total bakteri
pada masing-masing oncom berturutan sebesar 8.92 % pada oncom merah dan
1.91 % pada oncom hitam (Tabel 1). Hal tersebut dapat disebabkan karena
perbedaan komposisi dan cara pembuatan oncom tersebut. Menurut Slamet dan
Tarwotjo (1971) rata-rata kadar lemak dalam 100 gram oncom merah sebesar 2.3
gram sedangkan oncom hitam memiliki kadar yang lebih tinggi yaitu 3.6 gram.
6
3
Selain itu, pembuatan oncom merah di Leuwiliang terlihat lebih higienis saat
pembuatannya dibandingkan dengan pembuatan oncom hitam (Lampiran 1).
Tabel 1 Perbandingan total bakteri terhadap bakteri lipolitik dalam oncom merah
dan oncom hitam
Jenis Oncom
Total Bakteri (cfu g-1)
Bakteri Lipolitik (cfu g-1)
Oncom Merah
5.6x107
5.0x106
9
Oncom Hitam
9.2x10
1.8x108
Bakteri yang diduga menghasilkan lipase dari hasil isolasi kemudian
dipurifikasi sehingga mendapatkan koloni tunggal dan dilakukan pengamatan
morfologi bakteri pada media Nutrient Agar. Sebanyak lima koloni bakteri
didapatkan dari hasil isolasi oncom merah dan tujuh koloni bakteri didapatkan
dari oncom hitam. Isolat yang didapatkan dari hasil isolasi oncom merah
berurutan adalah isolat A501, A503, A504, A505, dan A507. Sedangkan isolat
yang didapatkan dari oncom hitam adalah isolat B701, B702, B703, B704, B705,
B706, dan B707.
Gambar 2 Morfologi koloni isolat bakteri pada media Nutrient Agar: (a) B702 (b)
B704 (c) B705
Lima isolat merupakan isolat gram negatif dan tujuh lainnya merupakan
isolat gram positif (Tabel 2). Rata-rata bakteri yang didapatkan dari hasil isolasi
berbentuk kokus. Penelitian sebelumnya berhasil mengisolasi bakteri penghasil
lipase yang memiliki bentuk kokus yaitu Staphylococcus aureus dan
Staphylococcus epidermidis (Winny et al. 2012). Untuk memastikan kemampuan
dalam menghasilkan lipase maka dilakukan uji aktivitas bakteri penghasil lipase
dan selanjunya diidentifikasi menggunakan 16S rRNA.
7
4
Tabel 2 Morfologi bakteri hasil isolasi dari oncom merah dan oncom hitam
Isolat
Bentuk
Elevasi
Tepian
Warna
Gram
A501
A503
A504
A505
Bundar
Bundar
Bundar
Bundar
Timbul
Datar
Datar
Timbul
Berlekuk
Licin
Licin
Licin
Kekuningan
Kekuningan
Putih
Putih
Negatif
Positif
Negatif
Positif
Bentuk
Bakteri
Batang
Kokus
Kokus
Kokus
A507
Tidak Beraturan
Datar
Licin
Putih
Positif
Kokus
B701
B702
Bundar
Bundar
Timbul
Timbul
Licin
Licin
Putih
Putih
Negatif
Positif
B703
Bundar
Cembung
Licin
Putih
Positif
Kokus
Kokus
Antara
batang
dan
kokus
B704
Bundar
Cembung
Licin
Putih kekuningan
Positif
Kokus
B705
B706
B707
Bundar
Bundar
Bundar
Timbul
Cembung
Timbul
Licin
Licin
Licin
Kekuningan
Merah
Putih
Positif
Negatif
Negatif
Kokus
Kokus
Kokus
Keterangan: (A) isolat yang berasal dari oncom merah; (B) isolat yang berasal
dari oncom hitam
Aktivitas µmol ml-1 menit-1
Aktivitas Enzim Lipase
Dua belas isolat yang didapatkan kemudian diukur aktivitas enzim lipase
ekstraseluler dari supernatan melalui uji titrasi. Hasil aktivitas lipase tertera pada
Gambar 3.
4.5
4
3.5
3
2.5
2
1.5
1
0.5
0
A501 A503 A504 A505 A507 B701 B702 B703 B704 B705 B706 B707
Isolat
Bakteri
Gambar 3 Aktivitas lipase bakteri yang diisolasi dari oncom merah dan oncom
hitam
Berdasarkan uji titrasi menggunakan substrat minyak zaitun didapatkan
aktivitas lipase tertinggi yang berasal dari supernatan yang mengandung enzim
lipase adalah isolat B705 sebesar 4 U/mL pada suhu 30oC. Hasil tersebut diartikan
sebagai jumlah enzim sebanyak 1 mL mampu melepaskan 4 µmol asam lemak per
menitnya (Lampiran 2). Jenis minyak zaitun yang digunakan dapat mempengaruhi
hasil aktivitas lipase karena perbedaan komposisi asam lemaknya. Menurut
Sembiring (2015) Lipase memiliki kespesifikan terhadap jenis substrat yang
berbeda-beda pada panjang rantai karbon yang bervariasi karena perbedaan sifat
8
3
fisik-kimia antara daerah permukaan enzim dengan substrat. Aktivitas lipase
ditunjukkan oleh perubahan warna larutan yang dititrasi dengan NaOH. Kenaikan
pH pada reaksi tersebut menyebaban larutan yang semula tidak berwarna menjadi
merah muda dengan penambahan indikator fenolftalein. Warna merah muda
terjadi saat tidak ada lagi NaOH yang dapat berikatan dengan asam lemak. Hal
tersebut menunjukkan bahwa isolat tersebut mampu mendegradasi lemak.
Identifikasi Bakteri
Ketiga isolat B702, B704, dan B705 yang memiliki kemampuan penghasil
lipase terbesar dipilih untuk diidentifikasi menggunakan gen 16S rRNA
(Lampiran 3). Hasil elektroforesis gen 16S rRNA isolat B702, B704, dan B705
terlihat pada Gambar 4.
Gambar 4 Elektroforesis gel agarose 1% gen penyandi 16S rRNA; (M) 1 kb
ladder (a) isolat B702 (b) isolat B704 (c) isolat B705
Pita DNA berhasil diperoleh melalui elektroforesis gel agarose 1% dengan
ukuran pita sekitar 1300 pb. Sebagian ujung 5’ dan 3’ dari gen tersebut dipotong
untuk mendapatkan sekuen yang terbaca dengan jelas sehingga panjang akhir
sekuen yang dibandingkan sekitar 1100 pb.
Analisis BLAST-N sekuen parsial gen 16S rRNA menunjukkan isolat
B702, B704 dan B705 memiliki kemiripan dengan Staphylococcus hominis subsp.
novobiosepticus strain GTC 1228 (Lampiran 3). Persentase kemiripan isolat
dengan sekuen pembanding di GenBank adalah 83-97% dengan persentase query
cover antara 92-100% (Tabel 3). S.hominis biasanya ditemukan pada kulit
manusia dan tidak berbahaya, namun terkadang dapat menyebabkan infeksi pada
orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah (Abdalla et al. 2013). Selain itu,
S.hominis berhasil diisolasi dari tanah. Menurut Marimuthu (2013) Produksi
lipase S.hominis yang diamati dalam minyak zaitun mencapai 13.5 U/mL dan
sangat rendah pada lipid rantai pendek. Hasil tersebut menunjukkan ketiga isolat
dalam penelitian ini memiliki kemiripan dengan S.hominis yang merupakan salah
satu bakteri penghasil lipase. Hubungan pohon filogenik dibuat berdasarkan
sekuen parsial gen 16S rRNA tiga isolat bakteri lipolitik dibandingkan dengan
database di GenBank.
9
4
Tabel 3 Analisis homologi sekuen gen penyandi 16S rRNA isolat bakteri lipolitik
yang diisolasi dari oncom merah dan hitam
Kode
isolat
Homologi
Identity/
Query
cover(%)
E-value
Score
No. Akses
B702
Staphylococcus hominis
subsp. novobiosepticus
strain GTC 1228
89/92
0.0
1195
NR041323.1
B704
Staphylococcus hominis
subsp. novobiosepticus
strain GTC 1228
83/98
0.0
995
NR041323.1
B705
Staphylococcus hominis
subsp. novobiosepticus
strain GTC 1228
97/100
0.0
1816
NR041323.1
Konstruksi pohon filogenik menggunakan beberapa spesies
Staphylococcus dan outgrup Eschericia coli strain NBRC 102203. Pembuatan
konstruksi menggunakan aplikasi Mega 6 berdasarkan Kimura 2-parameter
model+Gamma distributed.
Analisis pohon filogenik menunjukkan isolat B702, B704 dan B705
berkerabat dekat dengan Staphylococcus hominis subsp. novobiosepticus strain
GTC 1228 (Gambar 5). Menurut Shah et al. (2007) Staphylococcus hominis
subsp. novobiosepticus strain GTC 1228 sama dengan Staphylococcus hominis
subsp. novobiosepticus strain ATCC 700236. Staphylococcus hominis subsp.
novobiosepticus strain ATCC 700236 berhasil diisolasi dari darah manusia.
Staphylococcus hominis subsp. novobiosepticus merupakan bakeri yang memiliki
resistensi terhadap novobiosin. Bakteri ini memiliki bentuk kokus (1.2-1.5 pm),
Gram positif, koloni berbentuk bulat, tidak berpigmen, dan merupakan bakteri
anaerob fakultatif (Kloos et al. 1998).
B702
B704
B705
Staphylococcus hominis subsp. novobiosepticus strain GTC 1228
Staphylococcus petrasii strain CCM 8418
Staphylococcus jettensis strain SEQ110
Staphylococcus haemolyticus JCSC1435 strain JCSC1435
Staphylococcus aureus strain ATCC 12600
Escherichia coli strain: NBRC 102203
Gambar 5 Pohon filogenik berdasarkan isolat bakteri lipolitik yang diisolasi dari
oncom merah dan oncom hitam yang dikonstruksi menggunakan
metode Neighbour-Joining dengan bootstrap 1000x berdasarkan gen
penyandi 16S rRNA
3
Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan adanya kemungkinan bakteri
yang memiliki kemiripan dengan Staphylococcus hominis cukup mendominasi
peranan sebagai bakteri lipolitik pada oncom. Isolat B702 dan B704 membentuk
satu klade dengan nilai bootstrap 100%. Bakteri yang memiliki kemiripan
tersebut dimungkinkan berasal dari kontak langsung bagian kulit tangan
pengerajin saat pembuatan oncom atau dari bahan baku pembuatan oncom.
Panjang cabang pada pohon filogenik menggambarkan jarak genetik antar spesies.
Menurut penelitian Palazzo et al. (2008) di Brazil, beberapa strain Staphylococcus
hominis subsp. novobiosepticus mampu menyebabkan infeksi nosokomial aliran
darah.
Uji Hemolisis Darah
Uji hemolisis darah pada isolat bakteri dilakukan untuk menguji ada
tidaknya kemampuan isolat memecah sel darah. Berdasarkan hasil uji hemolisis
darah ketiga isolat uji B702, B704, dan B705 menunjukkan hasil negatif
sedangkan kontrol positif menunjukkan hasil positif (Gambar 6). Hasil positif
ditunjukkan dengan adanya zona bening pada bakteri kontrol positif dan diartikan
bahwa bakteri melisiskan sel darah merah yang ada pada media agar-agar darah,
sedangkan ketiga isolat uji tidak menunjukkan adanya zona bening. Proses
hemolisis dapat disebabkan oleh enzim yang dilepaskan oleh mikroorganisme
yang diterima oleh agar-agar darah merah sehingga terjadi reaksi untuk melisiskan
butir darah merah tersebut (Hidayat dan Alhadi 2012). Menurut Kloos dan
Schleifer (1975) sekitar 70% strain Staphylococcus hominis menunjukkan hasil
negatif pada uji hemolisis.
a
b
d
c
Gambar 6 Uji hemolisis darah dengan hasil positif dengan melisis sel darah: (a)
kontrol positif Enteropathogenic E.coli ; hasil negatif tanpa melisis sel
darah: (b) isolat B702 (c) isolat B704 (d) isolat B705
SIMPULAN
Populasi total bakteri dan jumlah bakteri lipolitik pada oncom hitam lebih
tinggi dibandingkan dengan oncom merah. Dua belas isolat penghasil lipase
berhasil diisolasi dari oncom merah dan oncom hitam yang ditandai dengan
pendaran berwarna jingga pada media LAOR yang dilihat di atas sinar UV 365
11
4
nm. Pengukuran aktivitas lipase menggunakan metode titrasi menunjukkan bahwa
tiga isolat dengan aktivitas lipase terbesar B702, B704, dan B705 dengan nilai
berturut-turut 3.75 U/mL, 3.75 U/mL, dan 4.00 U/mL. Hasil amplifikasi gen 16S
rRNA pada tiga isolat bakteri lipolitik menghasilkan DNA amplikon berukuran
sekitar 1300 pb. Analisis BLAST sekuen gen 16S rRNA dan pohon filogenik
menunjukkan isolat B702, B704, dan B705 memiliki kemiripan dengan
Staphylococcus hominis subsp. novobiosepticus strain GTC 1228 yang umumnya
ditemukan pada aliran darah. Ketiga isolat menunjukkan hasil negatif pada uji
hemolisis darah.
3
DAFTAR PUSTAKA
Abdalla NM, Haimour WO, Osman AA, Sarhan MA, Musaa HA. 2013.
Antibiotics sensitivity profile towards Staphylococcus hominis in Assir
region of saudi arabia. J. Sci. Res 5(1): 171-183.
Arifin, Ranlym A, Kim SJ, Yim JH, Suwanto A, Kim HK. 2013. Isolation and
biochemical characterization of Bacillus pumilus lipases from the
antarctic. J Microbiol Biotechn. 23(5): 661–667
Barus T, Suwanto A, Wahyudi AT, Wijaya H. 2008. Role of bacteria in tempe
bitter taste formation microbiological and molecular biological analysis
based on 16S rRNA gene. Microbiol Indones 2(1):17-21.
Efriwati, Suwanto A, Rahayu G, Nuraida L. 2013. Population dynamics of yeasts
and lactic acid bacteria (LAB) during tempeh production. Hayati J Biosci.
20(2):57-64.
Gupta N, Gupta R, Rathi P. 2004. Bacterial lipases: an overview of production,
purification and biochemical properties. Appl Microbiol Biot. 64: 763–781
Hadioetomo RS. 1993. Mikrobiologi Dasar dalam Praktek. Jakarta (ID):
Gramedia.
Hasan F, Shah AA, Hameed A. 2006. Industrial applications of microbial lipases.
Enzyme Microbial Tech. 39: 235–251
Helen T, De Oliveira D, Mazutti MA, Di Luccio M, Oliveira JV. 2010. A review
on microbial lipase production. Food Bioprocess Technol. 3: 182-196.
Hidayat R, Alhadi F. 2012. Identifikasi Streptococcus equi dari kuda yang diduga
menderita strangles. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia 17 (3): 199ο€­203.
Keuth S, Bisping B. 1994. Vitamin B12 production by Citrobacter freundii or
Klebsiella pneumonia during tempeh fermentation and proof of
enterotoxin absence by PCR. App Environ Microbiol. 60(5):1495-1499.
Kloos WE, Schleifer KH. 1975. Isolation and charaterization of Staphylococci
from human skin. Int J Syst Bacteriol. 25(1): 62-79
Kloos WE, George CG, Olgiate JS, Pelt LV, McKinnon ML, Zimmer BL, Muller
E, Weinstein MP Mirrett S. 1998. Staphylococcus horninis
subsp.novobiosepticus subsp. nov., a novel trehalose- and n-acetyl-dglucosamine-negative, novobiocin- and multiple-antibiotic-resistant
subspecies isolated from human blood cultures. Int J Syst Bacteriol 48:
799-812.
Kouker G, Jaeger KE. 1987. Spesific and sensitive plate assay for bacterial lipase.
Appl Environ Microbl. 53:211-213.
Marchesi JR, Sato T, Weightman AJ, Martin TA, Fry JC, Hiom SJ, Wade WG.
1998. Design and evaluation of useful bacterium-specific PCR primers that
amplify genes coding for bacterial 16S rRNA. App Envirol Microbial.
64(2): 795-799.
Marimuthu K. 2013. Isolation and characterization of Staphylococcus hominis
JX961712 from oil contaminated soil. J. Pharm. Res. 7: 252-256.
Nur N. 2015. Telaah aktivitas bakteri penghasil lipase yang berasosiasi dengan
tempe [disertasi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
Palazzo ICV, d’Azevedo PA, Secchi C, Pignatari ACC, Darini ALC. 2008.
Staphylococcus hominis subsp. novobiosepticus strains causing
134
nosocomial bloodstream infection in Brazil. J Antimicrob Chemoth 62:
1222-1226.
Purnamasari N, Andriani MAM, Kawiji. 2013. Pengaruh jenis pelarut dan variasi
suhu pengering spray dryer terhadap kadar karotenoid kapang oncom
merah (Neurospora sp.) Teknosains Pangan 2(1): 107-114.
Sastramadja DD, Tomita F, Kasai T. 2002. Production of high-quality oncom, a
traditional Indonesian fermented food, by the inoculation with selected
mold strains in the form of pure culture and solid inoculum. J. Grad. Sch.
Agr. Hokkaido Univ. 70(2): 111-127
Sembiring A. 2015. Isolasi bakteri penghasil lipase termofilik kloning dan
ekspresi gen penyandi lipase [disertasi]. Bogor (ID): Institut Pertanian
Bogor.
Shah MM, Lihara H, Noda M, Song SX, Nhung PH, Ohkusu K, Kawamura Y,
Ezaki T. 2007. Dnaj gene sequence-based assay for species identification
and phylogenetic grouping in the genus Staphylococcus. Int J Syst Evol
Micr 57: 25-30.
Sharmaa R, Chistib Y, Banerjeea UC. 2001. Production, purification,
characterization, and applications of lipases. Biotechnol. Adv. 19: 627–
662.
Slamet DS, Tarwotjo I. 1971. Kadar zat gizi dalam oncom. Jurnal Penelitian Gizi
dan Makanan jilid 1: 49-52
Thakur S. 2012. Lipases, its sources, properties and applications: a review. Int. J.
Sci. Eng. Res. 3(7): 1-29.
Winny X, Khosasih V, Suwanto A, Kim HY. 2012. Characterization of lipases
from Staphylococcus aureus and Staphylococcus epidermidis isolated from
human facial sebaceous skin. J Microbiol Biotechn. 22(1):84-91.
Wiyati PI. 1994. Pengaruh jenis kemasan bungkil tanah (Arachis hypogaea L.)
selama penyimpanan terhadap kandungan aflatoksin bungkil kacang tanah
dan oncom hitam [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
3
LAMPIRAN
Lampiran 1 Keadaan tempat pembuatan oncom merah dan hitam
ο‚· Oncom merah
15
4
ο‚· Oncom hitam
16
3
17
4
Lampiran 2 Hasil titrasi supernatan yang mengandung enzim lipase
Sampel
Blanko
B706
B707
B704
A501
A504
A507
A503
A505
B701
B702
B703
B705
Ulangan
Sampel
1
2
1
2
1
2
1
2
1
2
1
2
1
2
1
2
1
2
1
2
1
2
1
2
1
2
Ulangan Titrasi Sampel (mL)
1
2
3
2.2
2.1
2.3
2.1
2.4
2.3
2.4
2.5
2.5
2.6
2.6
2.6
2.8
3.2
3.4
2.9
3.1
2.9
3.6
3.6
3.7
4
3.7
3.7
2.4
2.5
2.5
2.7
2.7
2.5
3.6
3.2
3.4
3.4
3.2
3
2.8
3
3
2.8
2.8
2.7
4.1
3.5
3.7
3.7
3.6
3.7
3.7
3.1
3.1
3.1
3.3
3.3
3.4
2.6
2.5
2.5
2.7
2.5
4.4
3.7
3.4
3.7
3.5
3.6
3.3
2.3
2.5
2.9
3
3
3.8
4
3.8
3.8
3.8
3.9
4
2.2
2.2
2.6
2.4
2.9
3
3.7
3.8
2.4
2.4
3.3
2.9
2.9
2.8
3.5
3.7
3.1
3.3
2.5
2.3
3.8
3.7
2.5
2.7
3.7
3.8
Rata-rata sampel
(mL)
2.225
2.525
3.025
3.725
2.5125
3.25
2.85
3.6875
3.25
2.625
3.725
2.775
3.825
Lampiran 3 Sekuen gen 16S rRNA
ο‚· B702
GTTACGGCGTAATCGTGTGAGTACTCGTGGGTAACCTACCTATAATA
CTGGGATAACTTCGGTAAACCGGAGCTAATACCGGATAATATTTCG
AACCGCATGTTTCTTTAGTGAAAGATGGCTTTGCTATCACTTATAGA
TGGACCTGCGCCGTATTAGCTAGTTGGTACGGTACCGCCGTTACCAA
GCCAACGATACGTAGCCGACCTGAGAGGTTGATCGGCCACACTTGG
AACTGAGACAGGGCCCAGACTCCTACGTGAGGCAGCAGTAGCGCA
ATCTTCCGCAATGGGCGAAAGCCTACCGGATCAACCTCTCGCGAGT
GATGAAGACCTTCGGATCGTAAAACTCTGTAATAAGGTAAGAACAA
ACGTGTAAGTAACTGTGCACGTCTTGACGAAACCTAATCAGAAAGC
CATGGCTAACTACGTGCCAGCAGCCGCGGAAATACGAAGTTGGCAA
GCGTTATCCGGAATTATTGGTCGTAAAGCTCACGTAGCCGTTTTTTT
18
3
AAGTCTGATGTGAAAGCCCACGGCTCACCCGTGAGCGTCATTGAAA
ACTGGAAAACTTGAGTCCAGAAGAGCAAAGTGGAATTCCATGTGTG
GCGGTGAAATGCGCAGAGATATGGAGTACCACCAGTGGCGAAGCC
AATATTCTGGCCTGTAACTGAGGCTGATGTGCAAAACCTTTTGGATC
AAATGGGATTAGATACCCTGGTAGCCAAGGCCGTAAACGATTAGGC
CTAGTGTTAGGGGTTTCCGCCCATAAGTGCTGCAGCTAACGTTTTAA
GCACTCAGCCTGGGGAGTCCTACCCCCAGTTTGAAACTCCAAGGTA
TTGACGGGGACCTGCACAAGCTTTGAGCATGGGGTTTAATTCGAAG
CACCCGAAGAACCTTACCAAATCTTGACACCTTTGAACCTTCTAGAG
ATAGAAGTTCCCCTTCGGGGACCAAGGTACAGCGGGAGATTTTTGC
CCTTAGCCCGAGACCCAAAAGGTGGCTTAAGTCCGGAACGGGGCCG
ACCCTTAAGCCTAG
ο‚· B704
TTACGACGGAGGGTGAGTACTTGTACGTTACCTACACTATAAGACT
GAGATAACTTCGGGAAACCGGAGCTAATACCGCATAATATTTCGAA
CCGCATGTTTCGATAGTGAAAGATGGCTTTGCTATCACTTATAGATG
GACCTGCGCCGATATTAGCGTAGATGGCCAAGGTAACGCCGTTACC
AAGGCAACGATACGAAGCCGACCGTGAGAGGGTGATCAGGCCACA
CTTGGAACTGAGACAGGGCCCAGTACGCCTACGGGAGGCCAGCAGT
CGGACAATCTTCCGCAGATGGACGAAAGCCTGCCAGCAGGACCGCC
TCGCCCCCGAAGGAAGGACTTCGGATCTCTAGAACTCTGTTATTAG
GTAAGAACTAACGTGTAAGTAACTGTGCACGTCTTGACGAAACCTA
AGCACAAAGCCACGGCTAACTACGTGCCAGCTTCCGCGGAAATACG
AAGTTGCCAAGCGTCACCCGGAATTATTGGTCGTAAAGCTCGCGTA
GGCACTTTTTTAAGTCTGATGTGAAAGCCCACGGCTCACCCGTGTAG
CGTCATTGAAAACTGGAAAACTTGAGCGCATAAGAGCAAAGTGCAA
TTCCATGTGTGGCGCTGAAATGCGCAGAGATGTGGAGTACCACCAG
TGGCTAAGGCGATTTTCTGGCCTGTAACTGACGCTCATGTGCAATAC
CATTTTCATCTAATGGGATTAGATACCCAGGTAGCCAAGGCCGTAC
ACGATTAGAGCCAAGTGTTAGGCGTTTCAGTCAATAAGCGCTGAGC
TAACGTTTTAAGCAATCAGCCCGGGAAATACTACCCCACGGTTGAA
ACTCGAGGAATTGACGGGGACCTGACCAGGGGTTTAGCATGGGGTT
CATTCAGACGTACCCGGAGAACCTCACCAAAGCTTGACATCATTAG
ACCATTCTAGAGATCGAAGTTCCTCTTCGGTGAACAAGGTACAGCG
GCGGATTTTCGCCGATAGCGCAAGATCCCAAATGTTGGCTTAAGTC
CGAAACGGGGCCGAGCCTTAAGCTTAGTTGCCCCATTAAGTTGGAA
CTCGAAAATGAAT
19
4
ο‚· B705
GAGTAACACGTGGGTAACCTACCTATAAGACTGGGATAACTTCGGG
AAACCGGAGCTAATACCGGATAATATTTCGAACCGCATGGTTCTAA
AGTGAAAGATGGCTTTCCTATCCCTTATAGATGGACCTGCGCCGTAT
TAGCTAGGTGGTAAGGTAACGGCTTACCAAGGCAACGATACGTAGC
CGACCTGAGAGGGTGATCGGCCACACTGGAACTGAGACACGGTCCA
GACTCCTACGGGAGGCAGCAGTAGGGAATCTTCCGCAATGGGCGAA
AGCCTGCGGGAGCAACGCCGCGTGAGTGATGAAGGTCTTCGGATCG
TAAAACTCTGTTATAAGGAAAGAACAAACGTGTAAGTAACTGTGCA
CGTCTTGACGGTACCTAATCAGAAAGCCACGGCTAACTACGTGCCA
GCAGCCGCGGTAATACGTAGTTGGCAAGCGTTATCCGGAATTATTG
GGCGTAAAGCGCGCGTAGCGGTTTTTTTAAGTCTGATGTGAAAGCC
CACGGCTCAACCGGGGAGGGTCATTGGAAACTGGAAAACTTGAGTG
CAGAAGAGGAAAGTGGAATTCCATGTGTAGCGGTGAAATGCGCAG
AGATATGGAGGAACACCAGTGGCGAAGGCGACTTTCTGGCCTGTAA
CTGACGCTGATGTGCGAAAGCTTGGGGATCAAACAGGATTAGATAC
CCTGGTAGTCCACGCCGTAAACGATGAGTGCTAAGTGTTAGGGGGT
TTCCGCCCCTTAGTGCTGCAGCTAACGCATTAAGCACTCCGCCTGGG
GAGTACGACCGCCAGGTTGAAACTCAAAGGAATTGACGGGGACCC
GCACAAGCGTTGGAGCATGTGGTTTAATTCGAAGCAACGCGAAGAA
CCTTACCAAATCTTGACATCCTTTGACCCTTCTAGAGAAAGAAGTTC
CCCTTCGGGGAAAAAAGTGACAGGTGGGGCATGTTTGCCGCCAGCC
CGAGTCGGGAAATGTTGGTTTAAGTCCCGCAACGAGCCCAACCCTT
AAGCTTAGTTGCCATCATTAAGTTGGGCACTCTAAGTTGACTGCCGG
TGACAAACCGGAGAAGGGGGGGAT
20
3
RIWAYAT HIDUP
Penulis dilahirkan di Bogor, 24 Mei 1993 dari pasangan Dedi Supriyadi dan
Nurhayati. Penulis merupakan anak Pertama dari tiga bersaudara. Penulis
menamatkan pendidikan SMA di SMA Negeri 6 Kota Bogor. Penulis memasuki
pendidikan jenjang strata satu di IPB melalui proses Ujian Tulis Mandiri (UTM)
pada tahun 2011.
Selama mengikuti perkuliahan, penulis menjadi asisten praktikum
Biodiversitas Cendawan dan Fisologi Prokariot pada semester ganjil tahun ajaran
2014-2015. Penulis juga pernah aktif berorganisasi di Himpunan Mahasiswa
Biologi (HIMABIO) sebagai Ketua Divisi PSDM pada kepengurusan 2013- 2014,
Anggota Divisi Bioworld pada tahun 2012- 2013. Penulis juga aktif dalam
kepanitiaan berbagai kegiatan, antara lain Masa Orientasi dan Informasi Biologi
(Morfologi) 2014 dan 2013 Pesta Sains Nasional (PSN) di sub Lomba Cepat
Tepat Biologi (LCTB) pada tahun 2013, BIONIC pada tahun 2013.
Penulis melaksanakan Studi Lapang dengan judul Isolasi Bakteri
Penambat Nitrogen yang Hidup Bebas di Tanah Taman Wisata Alam (TWA)
Telaga Warna pada tahun 2011. Bulan Juli- Agustus 2014 penulis melaksanakan
Praktik Lapangan di Kebun Raya Bogor bagian laboratorium kultur jaringan
dengan judul Perbanyakan Nepenthes ampullaria Jack. Melalui Teknik In Vitro
dan Ex Vitro di Kebun Raya Bogor. Penulis juga aktif mengikuti lomba karya
ilmiah tingkat mahasiswa. Prestasi yang diraih oleh penulis antara lain pendanaan
dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) pada tahun 2014 untuk
Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) di bidang Penelitian dengan judul Seleksi
Dan Aplikasi Bakteri Penambat Nitrogen sebagai Alternatif Pupuk Hayati pada
Penanaman Gandum Tropika.
Download