Bab 2 - Widyatama Repository

advertisement
BAB II
BAHAN RUJUKAN
2.1
Anggaran
Penganggaran perusahaan (Budgeting) merupakan suatu proses perencanaan
dan pengendalian kegiatan operasi perusahaan yang dinyatakan dalam satuan
kegiatan dan satuan uang, yang bertujuan untuk memproyeksikan operasi
perusahaan dalam bentuk laporan keuangan (laporan laba-rugi, neraca, perubahan
modal, dan perubahan kas) menurut Ellen, dkk (2002;1).
Perencanaan merupakan tindakan yang dibuat berdasarkan fakta dan asumsi
mengenai gambaran kegiatan yang dilakukan dalam mencapai tujuan yang
diinginkan. Suatu rencana yang baik adalah rencana yang didasarkan pada penelitian
secara ilmiah yang bersumber dari masa lalu serta mempertimbangkan aspek politik,
sosial, dan lingkungan untuk kemudian diproyeksikan ke masa yang akan datang.
Perencanaan dan pengendalian operasi perusahaan tersebut diwujudkan dalam suatu
bentuk atau format laporan yang dikenal dengan Anggaran (Budget).
2.1.1
Pengertian Anggaran
Penganggaran (Budgeting) menunjukan suatu proses sejak tahap persiapan
yang diperlukan sebelum dimulainya penyusunan rencana, pengumpulan berbagai
data dan informasi yang diperlukan, pembagian tugas perencanaan, penyusunan
rencananya sendiri, implementasi dari rencana tersebut, sampai pada akhirnya tahap
pengawasan dan evaluasi dari hasil rencana itu. Hasil dari kegiatan penganggaran
(Budgeting) adalah Anggaran (Budget).
Ada beberapa pengertian mengenai anggaran yang dikemukakan oleh
beberapa ahli
yaitu pengertian anggaran
menurut
Ellen,
dkk
(2002;1)
mandefinisikan sebagai berikut :
“Anggaran me rupakan suatu rencana yang dis usun secara sistematis
dalam bentuk angka dan dinyatakan dalam unit moneter yang meliputi
seluruh kegiatan pe rusahaan untuk jangka waktu (periode) tertentu di
masa yang akan datang”.
Menurut Nafarin (2004;12) mendefinisikan bahwa :
“Anggaran adalah suatu rencana keuangan periodik yang disusun
berdasarkan program yang telah disahkan”.
Sedangkan menurut Gunawan Adisaputro & Marwan Asri (2003;6)
mengungkapkan :
“Business Budget adalah suatu pendekatan yang formal dan sistematis
dari pada pelaksanaan tanggung jawab manajemen di dalam
perencanaan, pengkoordinasian dan pengawasan”.
Beberapa hal yang tercakup di dalam pengertian anggaran perusahaan adalah
sebagai berikut :
1.
Adanya Rencana
Merupakan pernyataan atas apa yang diharapkan dan apa yang akan terjadi.
2.
Bersifat formal dan sistematis
Anggaran disusun secara resmi dan tertulis, disusun berurutan dan berdasarkan
fakta.
3.
Tanggung jawab
Merupakan tanggung jawab dalam pengambilan keputusan oleh manajer.
4.
Dinyatakan dalam unit moneter
Kegiatan yang dilakukan dalam perusahaan sangat beraneka ragam oleh karena
itu harus disusun dalam satuan unit yang sama agar dapat dicapai kemudahan
penyusunannya serta dapat dilakukan perbandingan.
5.
Meliputi semua kegiatan perusahaan
Mencakup seluruh kegiatan yang akan dilakukan oleh semua bagian yang ada
dalam perusahaan.
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa anggaran (budget)
adalah suatu perencanaan yang sistematis dan formal yang meliputi seluruh kegiatan
perusahaan yang dinyatakan dalam satuan unit moneter berlaku untuk jangka waktu
tertentu umumnya 1 (satu) tahun.
Menurut Tendi & Sri (2007;4) dalam menyusun anggaran harus
diperhatikan syarat-syarat sebagai berikut :
1.
Realistis, artinya sangat mungkin untuk dicapai.
2.
Luwes, artinya tidak kaku sehingga terdapat peluang untuk perubahan sesuai
dengan situasi dan kondisi.
3.
Kontinyu, artinya bahwa anggaran perusahaan memerlukan perhatian secara
terus menerus dan bukan merupakan suatu usaha yang bersifat insidental.
2.1.2
Tujuan dan Manfaat Anggaran
Dalam prakteknya, banyak perusahaan yang mampu beroperasi tanpa
membuat suatu anggaran. Akan tetapi, tanpa disusunnya suatu anggaran, perusahaan
akan mengalami kesulitan dalam mengevaluasi kinerja, dan kurang dapat
memanfaatkan kesempatan untuk perluasan usaha.
Adapun tujuan dan manfaat dari penyusunan anggaran menurut Tendi & Sri
(2007;5-6) adalah sebagai berikut :
Tujuan penyusunan anggaran
1.
Untuk menyatakan harapan/sasaran perusahaan secara jelas dan formal,
sehingga bisa menghindari kerancuan dan memberikan arah terhadap apa
yang hendak dicapai manajemen.
2.
Untuk mengkomunikasikan harapan manajemen kepada pihak-pihak terkait
sehingga anggaran dapat dimengerti, didukung, dan dilaksanakan.
3.
Untuk menyediakan rencana terinci mengenai aktivitas dengan maksud
mengurangi ketidakpastian dan memberikan pengarahan yang jelas bagi
individu dan kelompok dalam upaya mencapai tujuan perusahaan.
4.
Untuk mengkoordinasikan cara/metode yang akan ditempuh dalam rangka
memaksimalkan sumber daya.
5.
Untuk menyediakan alat pengukur dan mengendalikan kinerja individu dan
kelompok, serta menyediakan informasi yang mendasari perlu-tidaknya
tindakan koreksi.
Manfaat penyusunan anggaran
1.
Di bidang Planning
a)
Membantu manajemen meneliti dan mempelajari segala masalah yang
berkaitan dengan aktivitas yang akan dilaksanakan.
b)
Membantu mengarahkan seluruh sumber daya yang ada di perusahaan
dalam menentukan arah atau aktivitas yang paling menguntungkan.
2.
c)
Membantu mengarahkan atau menunjang kebijaksanaan perusahaan.
d)
Membantu manajemen memilih tujuan perusahaan
e)
Membantu menstabilkan kesempatan kerja yang tersedia
f)
Membantu pemakaian alat-alat fisik secara lebih efektif
Di bidang Coordinating
a)
Membantu
mengkoordinir
faktor sumber daya
manusia dengan
perusahaan
b)
Membantu menilai kesesuaian antara rencana aktivitas perusahaan
dengan keadaan ligkungan usaha yang dihadapi
c)
Membantu menempatkan pemakaian modal pada saluran-saluran yang
menguntungkan sesuai dan seimbang dengan program perusahaan
d)
3.
Membantu mengetahui kelemahan dalam organisasi
Di bidang Controlling
a)
Membantu mengawasi kegiatan dan pengeluaran
b)
Membantu mencegah pemborosan
c)
Membantu menetapkan standar baru
Berdasarkan dari tujuan dan manfaat yang telah dijelaskan maka dapat
disimpulkan bahwa anggaran dapat menghindari kerancuan dan memberikan arah
terhadap apa yang hendak dicapai manajemen, sebagai alat komunikasi antara pihakpihak yang terkait, mencegah pemborosan, dan membantu menetapkan standar baru
dalam perusahaan.
2.1.3
Keunggulan dan Kelemahan Anggaran
Tendi & Sri (2007;7) menjelaskan tentang beberapa keunggulan yang dapat
diperoleh bila perusahaan menerapkan penyusunan anggaran yang baik, antara lain:
a.
Hasil yang diharapkan dari suatu rencana tertentu diproyeksikan sebelum
rencana tersebut dilaksanakan.
b.
Dalam menyusun anggaran, diperlukan analisis yang sa ngat teliti terhadap
setiap tindakan yang akan dilakukan. Analisis ini sangat bermanfaat bagi
manajemen sekalipun ada pilihan untuk tidak melanjutkan keputusan tersebut.
c.
Anggaran merupakan penelitian untuk kerja sehingga dapat dijadikan patokan
untuk menilai baik buruknya suatu hasil yang diperoleh.
d.
Anggaran memerlukan adanya dukungan organisasi yang baik sehingga setiap
manajer mengetahui kekuasaan, kewenangan, dan kewajibannya. Anggaran
sekaligus berfungsi sebagai alat pengendalian pola kerja karyawan dalam
melakukan suatu kegiatan.
e.
Mengingat setiap manajer dilibatkan dalam penyusunan anggaran, maka
memungkinkan terciptanya rasa ikut berperan serta (sense of participation).
Di samping keunggulan tersebut, terdapat pula beberapa kelemahan dalam
penyusunan anggaran menurut Ellen, dkk (2002;7) antara lain:
a.
Dalam menyusun anggaran, penaksiran yang dipakai belum tentu tepat dengan
keadaan yang sebenarnya.
b.
Sering kali keadaan yang digunakan sebagai dasar penyusunan anggaran
mengalami perkembangan yang jauh berbeda.
c.
Karena penyusunan anggaran melibatkan banyak pihak, maka secara potensial
dapat menimbulkan persoalan-persoalan hubungan kerja (human relation)
yang dapat menghambat proses pelaksanaan anggaran.
d.
Penganggaran tidak dapat terlepas dari penilaian subyektif pembuat kebijakan
(decision maker) terutama pada saat data dan informasi tidak lengkap/cukup.
2.1.4
Pengelompokan Anggaran
Menurut M. Nafarin (2004;17) anggaran dapat dikelompokan dari
beberapa sudut pandang sebagai berikut :
1.
Menurut dasar penyus unan, anggaran terdiri dari :
a. Anggaran Variabel, yaitu anggaran yang disusun berdasarkan interval
(jarak,waktu), kapasitas (aktivitas) tertentu dan pada intinya merupakan
suatu seri anggaran yang dapat disesuaikan pada tingkat-tingkat aktivitas
yang berbeda.
b. Anggaran Tetap, yaitu anggaran yang disusun berdasarkan suatu tingkat
kapasitas tertentu. Anggaran tetap disebut juga anggaran statis.
2.
Menurut cara penyus unannya, anggaran terdiri dari :
a. Anggaran periodik adalah anggaran yang disusun untuk satu periode
tertentu umumnya satu tahun yang disusun setiap akhir periode anggaran.
b. Anggaran kontinyu adalah anggaran yang dibuat untuk memperbaiki
anggaran yang telah dibuat, misalnya setiap bulan dalam setahun
mengalami perubahan.
3.
Menurut jangka waktu, anggaran terdiri dari :
a. Anggaran jangka pendek (anggaran taktis) adalah anggaran yang dibuat
dengan jangka waktu paling lama satu tahun. Anggaran untuk keperluan
modal kerja merupakan anggaran jangka pendek.
b. Anggaran jangka panjang (anggaran strategis) adalah anggaran yang
dibuat untuk jangka waktu lebih dari satu tahun. Anggaran untuk keperluan
investasi barang modal merupakan anggaran jangka panjang yang disebut
anggaran modal (capital budget). Anggaran jangka panjang diperlukan
sebagai dasar penyusunan anggaran jangka pendek.
4.
Menurut bidangnya, anggaran terdiri dari anggaran operasional dan anggaran
keuangan. Kedua anggaran ini bila dipadukan disebut “anggaran induk (master
budget)”.
a. Anggaran operasional digunakan untuk menyusun anggaran laporan laba
rugi. Anggaran operasional terdiri dari :
Anggaran penjualan
Anggaran biaya pabrik yang terdiri dari anggaran biaya bahan baku,
anggaran biaya tenaga kerja langsung, dan anggaran biaya overhead
pabrik.
Anggaran beban usaha
Anggaran laporan laba rugi
b. Anggaran keuangan digunakan untuk menyusun anggaran neraca, terdiri
dari :
Anggaran kas
Anggaran piutang
Anggaran persediaan
Anggaran utang
Anggaran neraca
5.
Menurut ke mampuan menyusun, anggaran terdiri dari :
a. Anggaran komprehensif merupakan rangkaian dari berbagai macam
anggaran yang disusun secara lengkap. Anggaran komprehensif merupakan
perpaduan dari anggaran operasional dengan anggaran keuangan yang
disusun secara lengkap.
b. Anggaran parsial adalah anggaran yang disusun secara tidak lengkap,
anggaran hanya menyusun bagian anggaran tertentu saja.
6.
Menurut fungsinya, yang merupakan bagian dari anggaran ini adalah
anggaran type Appropriasi adalah anggaran yang dibentuk untuk tujuan
tertentu dan tidak boleh digunakan untuk tujuan lain.
2.1.5
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penyusunan Anggaran
Menurut Tendi & Sri (2007;8-9) faktor- faktor yang mempengaruhi
penyusunan anggaran antara lain :
1.
Faktor Intern
Faktor-faktor intern (controlable) antara lain berupa:
a) Data penjualan pada tahun-tahun yang lalu,
b) Kebijaksanaan perusahaan yang berhubungan dengan masalah harga jual,
syarat pembayaran barang yang dijual, promosinya, pemilihan saluran
distribusi dan sebagainya,
c) Kapasitas produksi yang dimiliki perusahaan,
d) Tenaga kerja yang dimiliki perusahaan, baik jumlahnya maupun
keterampilannya dan keahliannya,
e) Modal kerja yang dimiliki perusahaan,
f) Fasilitas- fasilitas lain yang dimiliki perusahaan, dan
g) Kebijakan-kebijakan perusahaan yang berkaitan dengan pelaksanaan
fungsi- fungsi
perusahaan,
baik
di
bidang
pemasaran,
pembelanjaan, administrasi maupun di bidang personalia.
2.
Faktor Ekstern
Faktor-faktor ekstern (uncontrolable) antara lain berupa:
a) Keadaan persaingan
b) Tingkat pertumbuhan penduduk
c) Tingkat penghasilan masyarakat
d) Tingkat penyebaran penduduk
e) Agama, adat istiadat dan kebiasaan-kebiasaan masyarakat
produksi,
f) Berbagai kebijaksanaan pemerintah, baik di bidang politik, ekonomi,
sosial, budaya maupun keamanan
g) Keadaan
perekonomian
nasional
maupun
internasional,
kemajuan
teknologi dan sebagainya.
2.2
Biaya
Masiyah Kholmi&Yuningsih (2004;11) mengemukakan pengertian biaya
sebagai berikut:
“Biaya adalah pengorbanan s umber daya atau nilai ekuivalen kas yang
dikorbankan untuk mendapatkan barang atau jasa yang diharapkan
me mberikan manfaat dimasa yang akan datang”
Menurut Mulyadi (2005;8) pengertian biaya adalah:
“Biaya dalam arti luas adalah pengorbanan sumbe r ekonomi yang
diukur dalam satuan uang yang telah terjadi untuk tujuan tertentu,
sedangkan biaya dalam arti sempit adalah pengorbanan s umber
ekonomi untuk mempe roleh aktiva”.
Dari definisi tersebut terdapat 4 unsur pokok biaya yaitu:
1.
Biaya merupakan pengorbanan sumber ekonomi
Biaya merupakan objek yang diproses oleh akuntansi biaya
2.
Diukur dalam satuan uang
Biaya dapat berperan sebagai bagian akuntansi keuangan
3.
Yang telah terjadi atau secara potensial akan terjadi
Biaya yang tejadi karena adanya sesuatu yang dibiayai
4.
Pengorbanan tersebut untuk tujuan tertentu
Pengorbanan ekonomi baik sudah terjadi mapun yang secara potensial akan
terjadi
2.2.1
Pengelompokan Biaya
Dalam Akuntansi Biaya, biaya digolongkan dalam berbagai macam cara
menurut Mulyadi (2005;14), pada umumnya biaya dapat digolongkan sebagai
berikut :
1)
Berdasarkan Fungsi
a. Biaya Produksi, merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk mengubah
bahan baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual. Yang termasuk
dalam biaya produksi adalah biaya bahan baku, biaya tenaga kerja
langsung, biaya overhead pabrik.
b. Biaya
non Produksi,
merupakan biaya-biaya
yang terjadi untuk
melaksanakan kegiatan di luar proses produksi, diantaranya :
Biaya Pemasaran
Merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk melaksanakan kegiatan
pemasaran produk.
Biaya Administrasi dan Umum
Merupakan biaya-biaya untuk mengkoordinasikan kegiatan produksi
dan pemasaran.
2)
Berdasarkan Perilaku
a. Biaya Tetap (Fixed Cost)
Menurut Mulyadi (2005;15) bahwa pengertian biaya tetap adalah sebagai
berikut :
“Biaya tetap adalah biaya yang jumlah totalnya tetap dalam kisar
volume tertentu”.
Biaya tetap menurut Hanson & Mowen (2005;84) adalah :
“Biaya tetap adalah suatu biaya yang dalam jumlah total tetap
konsisten dalam rentang yang relevan ketika tingkat output aktivitas
berubah”.
b. Biaya Variabel (Variable Cost)
Menurut Mulyadi (2005;86) biaya variabel adalah :
“Biaya variabel adalah biaya yang jumlah totalnya berubah sebanding
dengan perubahan volume kegiatan”.
Biaya variabel menurut Hanson & Mowen (2005;86) adalah :
“Biaya variabel adalah biaya yang dalam jumlah totalnya bervariasi
secara proporsional terhadap perubahan output”.
c. Biaya Campuran (Mixed Cost)
Menurut Hanson & Mowen (2005;87) biaya campuran adalah :
“Biaya campuran adalah biaya yang me miliki komponen tetap dan
variabel secara simultan”.
2.3
Biaya Ope rasional
Biaya-biaya yang terdapat dalam proses untuk memperoleh pendapatan
secara umum dapat diartikan sebagai biaya operasional mancakup biaya-biaya yang
terjadi dan terdapat dalam lingkungan operasional perusahaan.
Pengertian umum biaya operasional menurut Kamus Istilah Akuntansi
(2002 ;104) adalah:
“Biaya opersional (operating cost) adalah biaya produksi atau harga
pokok pabrik ditambah biaya penjualan, biaya administrasi dan biaya
umum”.
Total biaya operasional terdiri dari:
1.
Biaya Operasional (manufacturing cost) terdiri dari tiga unsur biaya, yaitu:
a. Biaya Bahan Baku
b. Biaya Tenaga Kerja Langsung (TKL)
c. Biaya Overhead Pabrik
2.
Biaya Non Operasional (commercial cost) dibagi menjadi:
a. Biaya Pemasaran
b. Biaya Administrasi dan Umum
2.3.1
Anggaran Biaya Operasional
Untuk menekan dan menghindari pemborosan biaya operasional serta
mendorong dipatuhinya kebijakan perusahaan terutama yang berhubungan dengan
biaya operasional, maka diperlukan anggaran biaya operasional. Anggaran biaya
operasional ini memberikan pedoman agar biaya sesungguhnya tidak melebihi
jumlah yang telah disetujui dalam anggaran, sehingga hasil yang diperoleh dapat
dimaksimalkan.
Pengertian anggaran biaya operasional menurut M. Munandar (2001;23)
adalah:
“Anggaran biaya operasional adalah anggaran yang berisi taksirantaksiran tentang kegiatan-kegiatan perusahaan dalam jangka waktu
(periode) yang akan datang”.
Sedangkan menurut H. Arfian R (2007;87) pengertian anggaran biaya
operasional adalah:
“Biaya operasional terdiri dari: biaya penjualan serta biaya
administrasi dan umum. Dengan demikian anggaran biaya operasional
terbagi menjadi: 1) Anggaran Biaya Penjualan adalah anggaran yang
me rencanakan secara lebih terperinci me ngenai biaya -biaya yang
terjadi di bagian penjualan. Serta biaya-biaya lain yang e rat
hubungannya dengan kegiatan penjualan. 2) Anggaran Biaya
Administrasi dan Umum adalah biaya yang merencanakan secara
terpe rinci mengenai biaya-biaya yang akan terjadi serta terdapat di
dalam kantor lingkungan administrasi perusahaan, serta biaya-biaya
yang sifatnya untuk keperluan pe rusahaan secara keseluruhan”.
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa anggaran biaya operasional
bukan merupakan patokan utama dalam menilai kinerja perusahaan, melainkan suatu
pedoman agar biaya sesungguhnya tidak melebihi dari jumlah biaya yang telah
disetujui dalam anggaran.
Anggaran biaya operasional terdiri dapat dibagi menjadi dua yaitu:
1)
Anggaran Tetap, anggaran yang mempertimbangkan satu jenis biaya tanpa
memperhatikan tingkat aktivitasnya.
2)
Anggaran Fleksibel, anggaran yang disusun berdasarkan volume aktivitas yang
berbeda-beda.
2.3.2
Prosedur Penyusunan Anggaran Biaya Operasional
Prosedur Anggaran Biaya Operasional pada umumnya sama dengan prosedur
penyusunan anggaran secara umum dalam suatu perusahaan, namun yang perlu
diperhatikan adalah keterlibatan
faktor-faktor
yang
mempengaruhi tingkat
pengeluaran operasional dalam proses penyusunan anggaran biaya operasional.
Menurut Syafri Harahap (2001;83), proses penyusunan anggaran adalah
“Tahapan kegiatan yang dilakukan dalam penyusunan anggaran
sehingga tersusun dan me njadi pegangan manajemen dalam kegiatan
operasionalnya”.
Pada dasarnya prosedur penyusunan anggaran dapatdilakukan dengan tiga cara :
a.
Otoriter (Top Down)
Dalam metode ini anggaran disusun dan ditetapkan sendiri oleh pimpinan dan
anggaran inilah yang harus dilaksanakan bawahan tanpa keterlibatan bawahan
dalam penyusunannya. Bawahan tidak diminta keikutsertaannya dalam
menyusun anggaran.
b.
Demokrasi (Bottom Up)
Dalam metode ini anggaran disusun berdasarkan hasil keputusan karyawan.
Penyusunan anggaran yang akan dicapai dimasa yang akan datang sepenuhnya
diserahkan pada para karyawan.
c.
Campuran (Top Down dan Bottom Up)
Dalam metode ini perusahaan menyusun anggaran yang dimulai dari atasan
yang kemudian dilengkapi dan dilanjutkanoleh karyawan bawahan.
Prosedur penyusunan anggaran biaya operasional secara umum adalah
sebagai berikut:
1.
Mengenali informasi masa lalu dan lingkungan eksternal yang diantisipasi
untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, kesimpulan dan tantangan yang
dihadapi oleh perusahaan.
2.
Menyusun perencanaan yang strategis dan program-program untuk
menentukan tujuan perusahaan
3.
Mengkomunikasikan tujuan organisasi jangka panjang khususnya dalam hal
biaya operasional, strategi dan program-program kerja
4.
Memilih taktik mengkoordinasikan kegiatan, mengawasi kegiatan, artinya
memilih cara yang aka digunakan untuk mencapai tujuan
5.
Menyerahkan revisi usulan anggaran kepada komite anggaran untuk
dievaluasi
6.
Menyetujui revisi usulan anggaran dan menjadi anggaran biaya operasional
perusahaan
7.
Pengesahan revisi anggaran biaya operasional perusahaan
2.3.3
Pengelompokan Anggaran Biaya Ope rasional
Menurut Adi Saputro & Marwan As ri (2005;64) anggaran biaya
operasional dibagi menjadi dua bagian:
1
Anggaran Proyek Laba/Rugi
Dalam anggaran ini dihitung atau ditaksir besarnya laba, baik menurut bagian,
menurut jenis produk maupun laba yang merupakan nilai keseluruhan.
2.
Anggaran Pembantu Laporan Laba/Rugi (Income Statement Supporting
Budget)
Anggaran ini meliputi seluruh anggaran kegiatan-kegiatan yang menyokong
penyusunan suatu laporan.
Yang termasuk Anggaran Laba/Rugi di atas antara lain :
a.
Anggaran Penjualan
Anggaran ini akhirnya akan menggambarkan beberapa revenue yang diterima
sebagai akibat dilakukannya penjualan-penjualan pada periode yang akan
datang.
b.
Anggaran Produksi
Anggaran ini disusun dengan memperhatikansegala kegiatan produksi yang
diperlukan dapat menunjang anggaran penjualan yang telah disusun.
c.
Anggaran Biaya Distribusi
Anggaran mencakup semua biaya-biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan
dalam hubungannya dengan kegiatan memasarkan produk.
d.
Anggaran Biaya Administrasi dan Umum
Anggaran yang berisi semua biaya-biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan
untuk direksi dan staffnya, bagian keuangan dan bagian administrasi.
Download