hubungan ant ara ting kat religiusit as dengan perilaku seksual

advertisement
HUBUNGAN ANT ARA TING KAT RELIGIUSIT AS
DENGAN PERILAKU SEKSUAL PADA REMAJA
SISWA SMA ADI LUHUR JAKARTA TIMUR
llitt•riina
Oleh:
NURHAYATI
N1!vl:102070025973
Skripsi ini diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan dalam
memperoleh gelar sarjana psikologi
r--··---·-·· -·-· ·-·-----·-·····-······--·······--1
I
I
I.
-.
-
\
FAKULTAS PSIKOLOGJ'.__ __________L~--------r·,~-·-j
UNIVERSIT AS ISLAM NEGERI SYARIF
HIDAYATULLAH
JAI<ARTA
1429 HI 2008 M
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT RELIGIUSITAS DENGAN
PERILAKU SEKSUAL P ADA REMAJA SISWA SMU ADI LUHUR
JAKARTA TIMUR
Skripsi
Diajukan Kepada Fakultas Psikologi untuk memenuhi syarat-syarat
memperoleh gelar Sarjana Psikologi
Oleh:
NURHAYATI
NIM : 101.070025973
Di Bawah Bimbingan
Pemb· bing I
~~
rs. S. Sulistiyono, M.Si __
NIP. 131472258
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAY ATULLAH
JAKARTA
1429 HI 2008 M
· PENGESAHAN PANITIA UJIJ.\1N
Skripsi yang berjudul HUBUNGAN ANTARA TINGKAT RELIGIUSITAS
DENGAN PERILAKU SEKSUAL PADA REMAJA SMA ADI LUHUR
JAKARTA TIMUR telah diujikan dalarn sidang rnunaqasyah Fakultas
Psikologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta pada tanggal
29 Mei 2008. Skripsi ini telah diterirna sebagai salah satu syarat untuk
rnernperoleh gelar Sarjana Psikologi
Jakarta, 29 Mei 2008
Sidang Munaqasyah
Sekretaris Merangkap Anggota
Hartati M.Si
938
Ora. Zahi i:avah. M.Si
Nip. 1502387 .
Anggota:
Penguji II
..( -
Pernbi bing I
:.....--0 . S. Sulistiyono, M.Si
Nip. 131472258
. Diana Mutiah, M.Si
Nip. 150277469
I
I
/
J?lifa/i~frl; /ie':firman.
u
::il'en:ftf!HI tiaaf0'.1e1:!P ttari tityJ-
tityJ,,jokn:Jan <ilantara mere/Za lieliertyJ« oran,,j u11tu£
memperaalampen:Jetaliuan mere/Za te11tan,,j ~~ama <fan u11tu/Z
memlieriperbt,,jatan lftpaaa £aum11ya tyJ«lilfa mere/Za tefa/i
/iftm!iali lftpaaanya, .FUJ'ayamere/Zaitu <ftyJtrtme11j~adlri. "
Oran"yans lie11mssalliu11ya aaalaliorm'!Yyans tiaa£
memifi# ta/il,r terlia<ftyJ J?lifa/i. ~aat :?lffa/imefimpali/Zan
pe11,,jetaliuan- ~a, ia dtyJ me11yamliut11ya.
Thaup itu u11tu£1ieruliali. £esempur11aanj•un lianyaa<f/1at
~
)
terai/iji/Za serin,,j mela/Zu/Zanperulia/ian.
karya sederliana inf
dfpersem.balikan
teruntuk:
Ylyaliandiz Wm)
Ifiundil,, Serta
XakaE,..71£lt.€ dizn
X'!J'om:J'.kan f ercinta
ABSTRAK
A.
B.
C.
D.
Psikologi
Nurhayati
29 Mei 2008
"Hubungan Antara Tingkat Religiusitas Dengan Perilaku Seksual Pada
Remaja Siswa SMA Adi Luhur Jakarta Timur".
E. Viii+ 80
F. Masa Remaja merupakan masa transisi, masa terjadinya perubahan
struktur dan fungsi fisiologis ( kematangan organ-organ seksual). Didalam
tubuh remaja sudah berkembang hormon-hormon seks yang membuat
tubuh penuh gejolak dan penuh rasa keingintahuan yang besar termasuk
keingintahuan tentang seks.
Zakiah Drajat menjelaskan bahwa suatu keyakinan yan!~ mencemaskan
belakangan ini ialah keberanian sementara remaja mels1kukan
pelanggaran susila, bahkan diantara mereka ada yang berpendapat
bahwa hubungan antara wanita dan pria tak perlu dibatasi dan dikontrol
oleh orimg tua.
Remaja yang dengan mudah melakukan pelanggaran susila adalah
remaja yang kurang akan pengetahuan agama, norma-norma agama
tidak dijalankan dengan baik, kurang mengamalkan ajaran-ajaran agama
dalam kehidupan sehari-hari, serta rasa keagamaan akan memberikan
pengaruh dalam meredam dorongan-dorongan dari perilaku seksual yang
menyimpang.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan
yang signifikan antara tingkat religiusitas dengan perilaku seksual pada
remaja siswa SMA Adi Luhur Jakarta Timur.
Sampel dalam penelitian ini diambil dari sebagian populasi yang tEilah
ditentukan yaitu sebagian siswa SMA Adi Luhur Jakarta Timur kelas X,
XI.XII, sebanyak 100 siswa.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah mef:ode korelasional
yang lebih pada pengujian hubungan antara dua variab1~.I atau lebih
variabel daripada menguji pengaruh suatu intervensi atau perlakuan.
Analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisa kuantitatif, yakni
jenis analisis yang berupa metode statistik, yang hasilnya disajikan dalam
bentuk angka-angka yang kemudian dijelaskan dalam suatu uraian.
Diskusi dari hasil penelitian yang peneliti lakukan pada siswa SMA Adi
Luhur Jakarta Timur membuktikan bahwa tidak ada hubungan yang
signifikan antara tingkat religiusitas dengan perilaku se~:sual. Hal ini
disebabkan karena hasil perhitungan dengan menggum3kan analisis
Product Moment Pearson diperoleh hasil nilai korelasi (ir-hitung) sebesar
0, 175 lebih kecil dari (r-tabel) sebesar 0, 195.
G. Daftar Pustaka (1987-2007)
KATA PENGANTAR
Bismillahhirohmannirohim
Segala puji serta syukur kehadirat Allah SWf yang telah memberikan hidayah
serta nikmatnya kepada penulis, sehingga penulis marnpu menyelesaikan skripsi
ini dengan penuh rasa syukur. Shalawat serta salam tak lupa penulis haturkan
kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW , beserta keluarga dan para
sahabatnya.
l\lhamdulillah, yang tak henti-hentinya penulis haturkan kepadet Allah SWT,
karena penulisan skripsi yang telah dibuat dengan memakan waktu yang cukup
lama akhirnya dapat terselesaikan juga.
Dalam menyusun skripsi ini tidak sedikit hambatan, rintangan c1an tantangan
yang penulis temui, tetapi dibalik itu kesuksesan dalam menywmn skripsi ini
tidak lepas dari peranan dan bantuan dari berbagai pihak, sehingga semua
hambatan, rintangan dan tantangan tersebut dapat penulis atasi dengan baik.
Penulis menyadari bahwa tersusunnya skripsi ini tidak terlepas dari bantuan,
motivasi, partisipasi dari berbagai pihak terutama bantuan yann sifatnya moril
maupun materil yang tidak ternilai harganya, namun tidak luput pula untaianuntaian doa yang setiap saat diucapkan oleh orang-orang tercinta. Pada
kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak
yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini.
UCAPAN TERIMA KASIH
1. Oekan Fakultas Psikologi, lbu Ora. HJ.Netty l-lartati, M.Si.
2. Pembantu Oekan Bidang Akademik, lbu Ora. Zahrotun Nihayah, M.Si.
3. Bapak Ors. S. Sulistiyono, M.Si, selaku pembimbing I, dan lbu Ora.Diana
Mutiah, M.Si, selaku pembimbing II, yang telah banyak meluangkan
waktunya dalam memberikan saran serta bimbingan k•epada penulis.
4. Bapak dan lbu dosen yang telah banyak rnernberikan bekal ilmu
pengetahuan kepada penulis selarna menuntut ilrnu diFakultasPsikologi.
5. Bapak Ors.Abdurrahman Saleh, M.Si, selaku pernbimbing akadernik.
6. Perpustakaan Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UI, dan
perpustakaan Nyi Ageng Serang Kuningan yang telah banyak
rnembantu secara Fasilitas dan prasarana sehingga p1~nulis dapat
menyelesaikan skripsi ini.
7. Orang tua kami tercinta, ayahanda H. Moch Sani (alrn;1 dan lbunda HJ.
Asnayah yang telah memberikan motivasi, serta mendlidik dengan
penuh rasa kasih sayang dan curahan doa yang tak h1mti-hentinya
kepada penulis sehingga dapat rnenyelesaikan skripsi ini.
8. Kakak, adik yang telah banyak membantu dan rnemberikan semangat
kepada Penulis dalarn penulis skripsi ini sehingga dapat terselesaikan
juga walaupun cukup rnemakan waktu lama.
9.
Keponakanku Alam, Safira, Fakhitah, Afran, dan Oanu yang tercinta.
10. Terima kasih penulis sampaikan juga kepada teman-ternan tercinta
angkatan 2002 yang turut rnernbantu, memotivasi penulisan skripsi ini.
11. Tak lupa penulis sampaikan terima kasih kepada teman dekatku :
Lora, Lala, Rita, Tuti, Najat, Dikin, Aflf, Haris serta teman-teman lainnya
yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu dalam penyelesaian
skripsi ini
12. Kepada kepala sekolah Smu Adi Luhur yang telah memberikan izin
kepada penulis untuk mengadakan penelitian.
13. Siswa-siswi Adi Luhur Jakarta Timur yang telah bersedia menjadi
responden dan menyediakan waktunya untuk mengisi angket penelitian.
14. Terima kasih kepada bu Syariah dan bu Nur atas bantuannya.
Penulis berharap agar skripsi ini dapat bermanfaat serta dapat dijadikan
bahan rujukan untuk penelitian selanjutnya.
Jakarta, April 2008
Penulis
DAFTAR TABEL
TABEL
HA LAMAN
1. Blue print skala tingkat Religiusitas ................................. .49-50
2. Skor skala tingkat Religiusitas ....................................... 51
3. Blue print skala perilaku seksual ..................................... 52
4. Skor skala perilaku seksual . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 53
5. Blue print tingkat Religiusitas dan perilaku seksual . . . . . . . . . . . .. 57
pasca try out
6. Latar belakang Responden berdasarkan kelas . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 61
7. Latar belakang Responden berdasarkan usia ....................... 62
8. Latar belakang Responden berdasarkan Jenis kelamin . . . . . . . . . .. 62
9. Deskripsi statistik perolehan dan teoritik ........................... 63
skor skala tingkat Religiusitas dan skala perilaku seksual
I O.Tabel Interpretasi skor tingkat Religiusitas ......................... 64
11.Kategori subyek dalam perolehan skor tingkat Religiusitas ...... 64
12. Tabel Interpretasi skor perilaku seksual ............................ 65
13.Kategori subyek dalam perolehan skor perilaku seksual ......... 66
DAFTAR ISi
-lalaman Judul
-lalaman Persetujuan
ii
-lalaman Pengesahan
iii
\/lotto
iv
l\bstraksi
v
Kata Pengantar
vi
Ucapan Terima Kasih
vi-vii
Daftar lsi
viii-x
Daftar Tabel
xi
BAB 1 PENDAHULUAN
1- 9
1.1. Latar Belakang Masalah .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .
1-5
1.2. ldentifikasi Masalah.................. .... .. .. .. .. .. .. .. .... .. .. .. .. .. ..
5-6
1.3. Pembatasan dan Perumusan Masalah ............. ...... .......
6-7
1.3.1. Pembatasan Masalah . .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .
6
1.3.2. Perumusan Masalah .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. . .. .. .. .. .. .
7
1.4. Tujuan dan Manfaat .. . .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. ... .. .. .. .. .. .. .. ... .. ..
7-8
1.4.1. Tujuan penelitian... .... .. .... .. .. .... ... .... .. .. .. . . ...... .. ....
7
1.4.2. Manfaat Penelitian .. .. . .. .. . .. .. .. .. . .. .. .. .. . .. .. . .. . .. .. .. . ..
7-8
1.5. Sistematika penulisan .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. ..... .. .. . .. . .. .... .. .. .. .. .
8-9
BAB 2 KAJIAN PUSTAKA
2. 1. Perilaku Seksual...... .. .. . .. .. .. .. .. .. .. ... .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .
10-50
10
2.1.1. Pengertian Perilaku Seksual.................................. ... 10-12
2.1.2. Macam-Macam Perilaku Seksual. ............................. 1215
2.1.3. faktor- faktor Penyebab Perilaku Seksual ................... 16-19
2.2. Remaja ............. .................... .. .......... ..... ..... ..... ... ..................... 20
2.2.1. Pengertian Remaja ............................................... 20-21
2.2.2. Ciri-Ciri Remaja ................................................... 21-24
2.2.3. Tugas - tugas Perkembangan Remaja . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . 25-26
2.2.4. Perubahan Tubuh Selama Masa Remaja ................... 27-29
2.2.5. Kebutuhan - kebutuhan Remaja ............................... 29-30
2.2.6. Pengertian Masa Pubertas ...................................... 30-31
2.2.7. Bahaya - Bahaya kematangan Seksual ..................... 31-32
Pada Masa Pubertas
2.2.8. Perkembangan Seksualitas Pada Masa Rernaja ........... 33-35
2.2.9. Pacaran Dalam Kaea Mata Islam ............................. 35-37
2.3. Religiusitas . . . . .. . . . . .. . . . .. . .. . . . . . . . . . . .. . .. . .. . . .. . . . . . . . . . . .. . .. . . . . . . .. 37
2.3.1. Pengertian Religiusitas ........................................... 37-38
2.3.2. Dimensi- Dimensi Religiusitas ....................................... 38-41
2.3.3. Sumber-Sumber Munculnya Sikap Religiusitas ......... 41-42
2.3.4. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Religiusitas ......... 42- 46
2.4. kerangka Berfikir .......................................................... 47-50
2.5. Hipotesis .................................................................... 50
BAB 3 METODOLOGI PENDIDIKAN
3.1. Jenis Penelitian .......................................................... 51
3.1.1. Pendekatan dan Metode Penelitian... .. . .. . . .. . .. .. . . .. ... 51
3.1.2. Definisi Operasional Variabel
.............................. 51
3.2. Populasi .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . .. .
52
3.2.1. Sampel . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. 52
3.2.2. Tehnik Pengambilan Sampel ............................. 52-53
3.3. Pengumpulan Data . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
54
3.3.1. Skala Religiusitas ......... ............ ...... ... ......... ... .
54-57
3.3.2. Skala Perilaku Seksual .................. ...... .............
57-60
3.3.3. Tehnik Uji lnstrumen Penelitian .. . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . ..
60
3.3.3.1. Uji Validitas . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ..
60
3.3.3.2. Uji Realibilitas ...... . .. .... .. . ... .. ... ..... . .. .... ..
61
3.3.3.3. Uji lnstrumen .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .
62-63
3.4. Tehnik Analisa Data .. .... .... .. .... .. ...... .... .. .. .. .. .. .... ......
64-65
3.5. Prosedur Penelitian ...... .... .. .. .. .. .... .. ...... ...... .. .... .... .. ..
66 -67
BAB 4 l:>RESENTASI DAN ANALISA DATA
4.1. Gambaran Umum Subyek Penelitian .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. . ..
68-74
68-69
4.2. Presentasi Data .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .... .... .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .... 69
4.2.1. Deskripsi Statistik ........................................... 69-72
4.2.2. Uji Persyaratan .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . 72
4.2.2.1. Uji Normalitas .. .. .. . . .. .. .. .. .. .. .. .. .... .. .. . .... 73
4.2.2.2. Uji Homogenitas .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. . ... .... .. ...
73
4.2.2.3. Uji Hipotesis .... .. .... .. ...... ...... ...... ...... ... 74
BAB 5 KESIMPULAN, DISKUSI DAN SARAN
5.1. Kesimpulan .. .... .. .. .. .. . .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .
75
5.2. Diskusi ...... ...... ...... .... .. .. .. .. ...... ...... ...... .. . ... .... .. .. ...
75-79
5.3. Saran .. . ... .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. . . . . ... . . .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. . ..
79-80
BABI
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang Masalah
Perilaku pergaulan siswa ibukota semakin hari semakin mengkawatirkan
saja, pola pergaulan yang semakin permisif dengan gaya 11idup bebas model
remaja masa kini. Pada dasarnya masa remaja merupakan masa transisi,
masa terjadinya perubahan baik fisik, emosional • dan sosial.
Didalam tubuh remaja sudah berkembang hormon-hormon seks yang
membuat tubuh penuh gejolak dan penuh rasa keingintahuan yang besar
termasuk keingintahuan tentang seks (Sarwono, '1986). Horman seks yang
salah satu fungsinya adalah dapat membangkitkan nafsu seksualnya sudah
mulai berfungsi, sehingga dapat menimbulkan dorongan s.eksual yang akan
berpengaruh terhadap tingkah lakunya. Dorongan seksual yang kemudian
diikuti oleh aktivitas seksual seperti berkencan, bercumbu, onani, masturbasi
sampai melakukan kontak seksual akan dipengaruhi oleh faktor baik dari
dalam maupun dari luar. Adapun faktor dari dalam seperti adanya perubahan
hormon yang ditandai dengan kematangan seks serta adanya dorongan
seksual yang tinggi sehingga tidak dapat terbendung lagi.
2
Faktor dari luar seperti, merebaknya VCD-VCD, bacaan-bacaan porno,
gambar-gambar porno ditelepon seluler dengan adegan b1:irhubungan intim
yang semakin marak ditayangkan ditelevisi, yang pelakunya itu sendiri
adalah kebanyakan para remaja yang masih duduk diban~tku sekolah.
Selain itu maraknya warung-warung internet semakin memudahkan untuk
mengakses situs-situs porno, serta memudarnya norma-norma agama
dimasyarakat dan kurangnya pengawasan atau pengontrol dari orang tua
dalam pergaulan, serta kurang ditanamkan ajaran-ajaran atau pengetahuan
agama sejak dini. Hal inilah yang menjadi pemicu timbulnya berbagai
perilaku seksual yang pada akhirnya berlanjut kedalam hubungan seksual,
yang akan berakibat terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti adanya
kasus kehamilan diluar nikah, serta meningkatnya kasus aborsi diusia
remaja.
Menurut Studi Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) tahun
2000-2003 sebanyak 30 persen dari sekitar 37 ribu remaja perempuan yang
menjadi responden dalam penelitian tersebut mengalami lcehamilan tidak
diinginkan. ( Republika, 12 September 2006).
3
Hasil penelitian RSCM dan UI, dalam sehari sekitar 100 kasus aborsi
dilakukan oleh remaja diseluruh Indonesia. Artinya, dalam setahun
diperkirakan ada 36 ribu janin yang dibunuh. (Poskota, 8 September 2007).
Penulis sendiri pernah mengamati fenomena yang ada dilingkungan
masyarakat seperti berpegangan tangan didepan umum, rnengendarai motor
sambil berpelukan atau memegang kedua paha atau
pinm~ang,
berjalan
sambil memegang pinggang atau tanggan dan merangku1 bahu. Hal tersebut
kerap kali dilakukan oleh sebagian remaja sebagai hal yang lumrah.
Menurut penelitian dari pusat kesehatan masyarakat UI, Rita Damayanti,
(2005) berdasarkan hasil penelitian, sebanyak 25 persen responden yang
diteliti menyatakan hubungan seks boleh saja dilakukan dengan pasangan
asal disertai perasaan suka sama suka, begitu lazimnya fenomena tersebut
dilingkungan masyarakat hingga seakan luput dari perhati;an baik itu orang
tua, guru dan lingkungan sekitar. Zakiah Darajat (2002) menjelaskan bahwa
suatu keyakinan yang mencemaskan belakangan ini ialah keberanian
sementara remaja melakukan pelanggaran susila, bahkan diantara mereka
ada yang berpendapat bahwa hubungan antara wanita dan pria tak perlu
dibatasi dan dikontrol oleh orang tua.
4
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa remaja yang mudah melakukan
pelanggaran susila adalah remaja yang kurang akan pen~1etahuan agama,
norma-norma agama tidak dijalankan dengan balk , tidak takut akan
kehadiran Tuhan serta tidak mengamalkan ajaran-ajaran agama dalam
kehidupan sehari-hari yang didasari dengan tingkat religiu1sitasnya.
Religiusitas merupakan bentuk pengamalan baik berupa sikap maupun
tindakan dari keberagaman seseorang. Religiusitas adalah keadaan dimana
individu merasakan dan mengakui adanya kekuatan tertinggi yang menaungi
kehidupan manusia, dan hanya kepada-Nya manusia
ber!~antung
dan
berserah diri. Semakin manusia mengakui adanya kekuatan Tuhan dan
kekuasaan-Nya, maka akan semakin tinggi tingkat religiusitasnya.
Tingkat religiusitas seseorang akan sangat mempengaruhi bagaimana ia
bersikap dan bertindak sesuai dengan ajaran-ajaran agama yang dianutnya
baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam semua aspek kehidupan.
Dengan memiliki tingkat religiusitas yang tinggi dan didasari dengan
pengetahuan agama yang cukup maka secara tidak langsung manusia yang
seperti itu akan terhindar dari pelanggaran susila, perbuatan keji dan
mungkar serta rasa keagamaan akan memberi pengaruh dalam meredam
dorongan-dorongan dari perilaku seksual yang menyimpang.
5
Sebaliknya remaja yang kurang membekali dirinya dengan pengetahuan
agama, bimbingan dan arahan keagamaan dalam keluar1;1a, tidak adanya
pengawasan dalam hal pergaualan, memudarnya norma-norma agama
dimasyarakat. Maka kondisi seperti ini akan menjadi salah satu pemicu
berkembangnya perilaku remaja yang semakin meningkat dan akan
berdampak pada sikap dan perbuatannya, serta lebih memudahkan remaja
melakukan perbuatan yang dilarang oleh agama yaitu salah satunya adalah
seks bebas. Oleh karena itu penulis ingin mengetahui secara lebih mendalam
apakah ada • Hubungan yang Signifikan Antara Tingkat Religiusitas Dengan
Perilaku Seksual Pada Remaja Siswa SMU Adi Luhur Jakarta Timur".
1.2. ldentifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah, dapat diidentifikasikan sebagai berikut :
1. Apakah faktor-faktor penyebab dari tingkat religiusitas clan perilaku seksual
pada remaja ?
2. Bagaimana gambaran tingkat religiusitas dan perilaku seksual
pada remaja ?
3. Apakah memudarnya norma - norma agama dapat menjadikan seseorang
melakukan perilaku seksual ?
6
4. Apakah ada hubungan antara tingkat religiusitas dengan perilaku seksual
pada remaja ?
1.3. Pembatasan Masalah dan Perumusan Mas;alah
1.3.1. Pembatasan Masalah
Mengingat kompleksnya permasalah perilaku seksual padla remaja, perlu
dilakukan pembatasan masalah yang akan diteliti. Pembatasan ini dilakukan
agar penelitian ini berjalan sesuai dengan apa yang ingin diungkapkan dalam
Penelitian ini. Pembatasan masalah yang ingin dikaji dalam penelitian ini
adalah untuk Mengetahui hubungan antara tingkat religiusitas dengan
perilaku seksual.
Adapun definisi batasan operasional dari masalah disini adalah :
1. Tingkat Religiusitas adalah: Skor yang diperoleh melalui angket yang
diberikan kepada siswa SMA mencakup dimensi-dimensi, akidah, ibadah,
amal, ihsan, ilmu.
2. Perilaku Seksual adalah : Skor yang diperoleh melalui angket yang
diberikan kepada siswa SMA mencakup macam-macam perilaku seksual,
memegang, berpelukan, mencium, petting/bercumbu, ma:;;turbasi/onani, oral
seks, hubungan seksual.
7
1.3.2. Perumusan Masalah
Dari pembatasan masalah tersebut, maka dapat dirumuskan masalah dalam
penelitian ini sebagai berikut :
Apakah ada hubungan antara tingkat religiusitas dengan perilaku seksual
pada remaja siswa SMA Adi Luhur Jakarta Timur ?
1.4. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.4.1. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara
tingkat religiusitas dengan perilaku seksual pada remaja siswa SMA Ai Luhur
Jakarta Timur ?
1.4.2. Manfaat penelitian
Manfaat Teoritis
Penelitian ini dapat memberikan kontribusi berupa khasanah pengetahuan
dibidang psikologi dan hasil penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi
bahan rujukan dan pembanding untuk penelitian -- penelitian selanjutnya
yang relevan.
8
Manfaat praktis
1) Data yang dihasilkan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan
masukan awal guna mencegah terjadinya perilaku seksual yang
menyimpang pada masa remaja.
2) Sebagai bahan masukan bagi pendidik seperti guru, orang tua, dan
tokoh-tokoh lain yang bertanggung jawab terhadap pembentukan perilaku
pelajar khususnya remaja.
1.5. Sistematika Penulisan
Penulisan hasil penelitian ini mengacu pada buku pedoman penulisan skripsi
fakultas psikologi UIN Jakarta, dengan sistematika sebagai berikut :
Bab 1: Pendahuluan, menjelaskan latar belakang masalah, pembatasan
masalah, perumusan masalah, tujuan dan rnanfaat penelitian, sisternatika
penulisan
Bab 2 : landasan teori, mengernukakan kajian teori rnengenai definisi
religiusitas, dirnensi-dirnensi religiusitas, faktor-faktor yann rnernpengaruhi
religiusitas, definisi perilaku seksual, faktor- faktor perilaku seksual, rnacarnmacam perilaku seksual, faktor-faktor penyebab seksual, definisi remaja, ciriciri rernaja, tugas- tugas perkernbangan rernaja, perubahan tubuh selarna
masa remaja, dan kebutuhan - kebutuhan rernaja, definisi rnasa pubertas,
9
bahaya - bahaya kematangan seksual pada masa pubertas, berpacaran
dalam kaca mata Islam, perkembangan seksualitas pada masa pubertas.
Bab 3 : Metodologi penelitian, mengemukakan jenis penelitian,
pengambilan sampel, pengumpulan data, teknik analisa data.
Bab 4 : Presentasi dan Analisa Data
Bab 5 : Pada bab ini penulis akan memberikan kesimpulan dari hasil
penelitian yang telah penulis lakukan beserta diskusi dan saran.
BAB2
KAJIAN PUSTAIKA
2. 1. Perilaku Seksual
2.1.1. Pengertian Perilaku Seksual
Sarwono (2005) menjelaskan tentang perilaku sel<sual adalah segala tingkah
laku yang didorong oleh hasrat seksual, baik dengan lawan jenisnya maupun
dengan sesama jenis. Bentuk-bentuk tingkah laku ini bisa bermacam-macam,
mulai dari perasaan tertarik sampai tingkah laku berkencan, bercumbu, dan
bersenggama. Objek seksualnya bisa berupa orang lain, orang dalam
khayalan atau diri sendiri.
Pemahaman seksualitas sebagai fenomena sosial yang berkembang saat ini,
menuntut masyarakat untuk dapat mengerti apa yang dimaksud perilaku
seksual itu. Sawitri (2001) menjelaskan bahwa perilaku seksual merupakan
suatu perilaku yang dimotivasi oleh keinginan untuk memperoleh kenikmatan
seksual.
Bachtiar (2004) mengartikan perilaku seksual sebagai penilaku yang didasari
oleh dorongan seksual atau kegiatan mendapatkan kesenangan organ
ll
seksual melalui berbagai perilaku. seperti berfantasi, masturbasi, cium pipi ,
berpegangan tangan dan sebagainya.
Dari uraian diatas dapatlah disimpulkan bahwa perilaku SEiksual adalah
segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual terhadap lawan jenis.
Adapun bentuk-bentuk aktivitas seksual bermacam-macam mulai dari
perasaan tertarik sampai tingkah laku bergandeng tangan, berpelukan,
berciuman, bercumbu, ( bercumbu berat ), onani, masturbasi, oral seks
sampai berhubungan seks. Objek seksual dapat berupa orang dalam
khayalan atau diri sendiri.
Sebagian perilaku seksual yang dilakukan sebelum waktunya justru dapat
memiliki dampak psikologis antara lain adalah perasaan malu, ketegangan
mental dan kebingungan peran sosial yang tiba-tiba berubah, misalnya pada
kasus remaja yang hamil diluar nikah dan kasus aborsi. Belum lagi tekanantekanan baik itu dari orang tua, sahabat dan lingkungan rnasyarakat yang
mencela dan menolak keadaan tersebut.
Disamping itu tingkat putus sekolah pada remaja yang hamil diluar nikah juga
sangat tinggi, hal ini disebabkan rasa malu remaja dan penolakan pihak
sekolah menerima kenyataan adanya murid yang hamil diluar nikah. Masalah
12
ekonomi juga akan membuat permasalahan ini menjadi SE~makan rumit dan
kompleks.
2.1.2. Macam - Macam Perilaku Seksual
Perilaku seksual berdasarkan aktivitas seksual menurut Kinsey (1953) dan
Duvall dan Miller (1985) dalam penelitiannya adalah berseintuhan (touching),
berciuman (kissing), bercumbu (petting), dan berhubungan kelamin (sexual
intercourse). Berdasarkan penelitian tersebut, maka penu1lis menambahkan
berbagai macam perilaku seksual yang dilakukan oleh remaja antara lain :
a. Memegang
Pada saat menjalani hubungan dengan seseorang hal yang pertama
dilakukan oleh pasangannya adalah berpegangan tangan, yang menandakan
perasaan sayang terhadap pasanganya, mungkin pada saiat ini sangat wajar
dan lumrah dilakukan oleh pasangan - pasangan remaja dalam berpacaran.
b. Berpelukan
Berpelukan adalah perilaku saling mendekap atau mendekatkan tubuh yang
dilakukan dengan kondisi seseorang sudah cukup mengenal pasangannya,
sehingg tidak ada perasaan canggung untuk memeluk pasangannya yang
pada saat ini hal tersebut sudah sangat wajar dilakukan oleh pasanganpasangan remaja dalam berpacaran.
··•
13
c. Berciuman
Ciuman adalah tingkah laku yang dilakukan dengan atau mulut yang
bersentuhan dengan anggota tubuh lainnya. Kondisi terse•but dalam
berpacaran adalah hal yang pertama dalam kontak fisik yang biasanya
dilakukan dengan dasar dorongan seksual yang tinggi. Beirbagai ciuman
dilakukan oleh pasangannya mulai dari cium pipi, kening, bibir, sampai
payudara dan alat kelamin. Ciuman ini berdampak pada kesehatan yaitu bila
salah satu pasangan mempunyai penyakit didaerah sekitar mulut, baik virus
ataupun bakteri akan menular kepada pasangannya.
d. Petting (bercumbu)
Petting adalah melakukan hubungan seksual dengan atau tanpa pakaian
tetapi tanpa melakukan penetrasi penis ke dalam vagina, jadi sebatas
digesekakan saja kealat kelamin perempuan. Ada pula yang mengatakan
petting sebagai bercumbu berat. Biasanya dilakukan sebagai pemanasan
sebelum melakukan hubungan seks dengan aktivitas meraba, memegang
bahkan mencium, yang berkisar pada payudara dan alat k.elamin. (dalam
Diah amaliah, 2005).
e. Masturbasi I onani
Masturbasi dikenal juga dengan istilah onani yakni melakukan rangsangan
seksual khususnya pada alat kelamin, yang dilakukan sendiri dengan
berbagai cara (selain berhubungan seksual) untuk tujuan mencapai orgasme.
lstilah masturbasi berasal dari bahasa latin yang artinya pencemaran diri.
14
Menurut sejumlah penelitian, sekitar 90% laki-laki bermastrubasi, sedangkan
perempuan kira-kira 20-60%.
Masturbasi paling banyak dipilih oleh sebagian orang apabila dorongan
seksualnya dirasakan sudah tidak dapat dibendung lagi. Kegiatan ini lebih
sering terjadi pada masa-masa awal pubertas seseorang. Karena dorongan
seksual yang mendesak, sedangkan objek-objek seksual 1tidak ada,
masturbasi dipilih sebagai jalan keluarnya. Ketika seseorang memasuki usia
kedewasaan, masturbasi secara perlahan-lahan akan berkurang dan
tergantikan dengan berhubungan seksual. Walaupun banyak orang merasa
bersalah setelah melakukan masturbasi, pada umumnya rnereka akan
mengulangi dan melakukannya lagi. Alasanya adalah amain, prktis, dan
"sehat", artinya tidak mengandung risiko apa pun dan bagi siapa pun. Sejauh
itu secara medis tidak ditemukan efek samping masturbasi.
Apabila seseorang merasa ketagihan dengan bennasturbasi, sebaiknya ia
mengubah pandangannya terhadap mastrubasi. Contohnya, jika menurutnya
bermasturbasi adalah sesuatu yang menyenangkan, dia h:arus mengubahnya
menjadi sesuatu yang tidak menyenangkan. Setelah itu, SE!cepatnya
mengalihkan dan menggunakan pikirannya pada kegiatan--kegiatan lainnya,
seperti berolah raga, menyalurkan hobinya, berkumpul dengan teman-teman,
atau membaca bacaan humor. (Ajen Dianawati, 2003).
15
f.
Oral seks
Oral seks adalah melakukan rangsangan dengan mulut pada organ seks
pasangannya. Jika yang melakukan oral seks itu laki-laki disebut adalah
cunnilingus. Jika yang melakukan oral seks tersebut perernpuan, disebut
adalah fellatio . (Ajen Dianawati, 2003 ).
g. Hubungan seksual
Hubungan seksual atau yang disebut bersetubuh yang benar menurut etika,
moral, dan agama adalah jika dilakukan melalui sebuah ikatan pemikahan
antara seorang laki-laki dan perempuan yang dilandasi oleih rasa cinta.
Dengan bersetubuh, dua orang akan menjadi satu secara fisik dan
emosional. lnilah yang disebut dengan pemenuhan dorongan seksual dalam
arti yang sebenamya.
Anggapan zaman dulu, seseorang melakukan hubungan seksual demi
memperoleh keturunan. Namun, pandangan tersebut sekairang sudah banyak
berubah. Banyak pasangan yang merasa bahwa hubungan seksual bukan
hanya untuk memperoleh keturunan saja namun ada juga orang yang
berhubungan seksual demi mencapai kenikmatan sekejap.
(Ajen Dianawati, 2003).
16
2.1.3. Faktor- Faktor Penyebab Perilaku Seksual
Peningkatan pada hormon menyebabkan para remaja membutuhkan
penyaluran dalam bentuk tingkah laku tertentu. Adapun faktor-faktor yang
dianggap berperan dalam munculnya permasalahan seksual pada remaja,
menurut Sarwono (2004 ) adalah sebagai berikut :
a) Meningkatnya libido seksualitas
Perubahan-perubahan hormonal yang meningkatkan hasrat seksual (libido
seksualitas) remaja. Peningkatan hasrat seksual ini membutuhkan
penyaluran dalam bentuk tingkah laku seksual tertentu.
b) Penundaan usia perkawinan
Penyaluran itu tidak dapat segera dilakukan karena adanya penundaaan usia
perkawinan, baik secara hukum oleh karena adanya undaing-undang tentang
perkawinan yang menetapkan menikah (sedikitnya 16 tahun untuk wanita
dan19 tahun untuk pria),maupun karena norma sosial yang makin lama
makin menuntut persyaratan yang makin tinggi untuk perkawinan
(pendidikan, pekerjaan, persiapan mental, dan lain-lain).
c) Melanggar larangan-larangan agama
Norma-norma agama tetap berlaku. Seseorang dilarang untuk melakukan
hubungan seks sebelum menik1;1h. Unt1.1k rernaja yang tidalk menahan diri
akan terdapat kecenderungan untuk melanggar larangan - larangan tersebut.
17
d) Kurangnya informasi tentang seks
Kecenderungan pelanggaran makin meningkat oleh karena adanya
penyebaran informasi dan rangsangan seksual melalui media massa yang
dengan adanya teknologi canggih ( Video cassette, VCD-V'CD porno,
Telepon Seluler, Internet, dan lain-lain) menjadi tidak terbendung lagi.
Remaja yang sedang dalam periode ingin tahu dan ingin rnencoba, akan
meniru apa yang dilihat, karena remaja pada umumnya be!um pernah
mengetahui masalah seksual secara lengkap dari orang tuanya.
e) Pergaulan bebas
Dipihak lain, tidak dapat dipungkiri adanya kecenderungan pergaulan yang
makin bebas antara pria dan wanita dalam masyarakat. Hi:tl ini akibat
berkembangnya peran dan pendidikan wanita sehingga kedudukan wanita
sejajar dengan pria.
Novita Pratiwi (2005) menjelaskan tentang faktor-faktor yang berhubungan
dengan perilaku seksual pranikah selain 6 faktor diatas yaitu :
1. Faktor Agama
Orang yang religiusitasnya rendah lebih sering melakukan perilaku seksual
pranikah dibandingkan dengan orang yang religius. Religiusitas disini tidak
semata - mata aktif rnenjalankan ibadah agarna tapi lebih pada bagairnana ia
menghayati nilai-nilai agama itu sendiri.
18
2. Faktor Pendidikan
Penelitian Barat menunjukan adanya hubungan antara tin!;Jkat pendidikan
dengan perilaku seksual pranikah. Hal itu berkaitan dengan pola pikir mereka.
Mereka merasa memiliki pengetahuan tentang perilaku seksual hingga dapat
menyalurkan hasrat seksual.
3. Faktor Pergaulan Teman Sebaya
Bujukan teman kelompok untuk membuktikan "kejantanan" bisa mendorong
terjadinya hubungan seksual sebelum nikah. Remaja cenclerung menentukan
standar yang mirip dengan standar teman-temannya.
Men~ka
cenderung
terlibat dalam hubungan seksual bila teman-temannya juga melakukan
perbuatan tersebut.
4. Kencan Diusia Muda
Remaja yang memulai kencan dan hubungan yang tetap pada usia muda
lebih memungkinkan untuk bersikap permisif dan memiliki hubungan seksual
dengan banyak partner.
5. Faktor Pengalaman Dalam Berpacaran
Pengalaman berpacaran dengan seseorang yang dilakukan sebelumnya
akan ikut mempengaruhi sikap permisif seseorang dalam perilaku seksual
pranikah.
6. Faktor Usia
Remaja menengah dan akhir cenderung lebih permissif dibandingkan rernaja
awal. Ada kecendrungan bahwa sernakin rneningkat usia seseorang rnaka
19
tingkat keserbolehan dalam perilaku seksual pranikah juga semakin
meningkat.
7. Standar Orang tua dan Persahabatan
Orang tua yang bersikap memberi kebebasan pada masailah hubungan
seksual pranikah memiliki anak-anak yang berpandangan sama.
Keserbabolehan perilaku seksual pranikah pada remaja yang memiliki orang
tua yang tidak tegas lebih tinggi dibandingkan dengan remaja yang memiliki
orang tua yang biasa-biasa saja.
Mutu hubungan orang tua dan anak secara tidak langsung1 dapat
mempengaruhi bagaimana perilaku anak. Remaja perempuan yang memiliki
hubungan tidak harmonis dengan keluarga lebih memungl<inkan untuk aktif
secara seksual. Remaja laki-lal<i yang besar di keluarga broken home
biasanya mencari pelarian l<e luar rumah agar mendapatkan kasih sayang
dan besar kemungkinan merel<a melakukan hubungan seks pranikah.
8. Penggunaan obat-obat Terlarang
Mereka yang menggunakan obat-obat terlarang lebih memungkinkan
melakukan hubungan seksual pranikah dari pada orang yang tidal< memakai
obat tertarang.
20
2.2. Remaja
2.2.1. Pengertian Remaja
Desmita (2005) menjelaskan tentang definisi remaja yaitu Remaja sebagai
periode tertentu dari kehidupan manusia merupakan suatu konsep yang
relatif baru dalam kajian psikologi. Dinegara-negara barat istilah remaja
dikenal dengan "adolescence" yang berasal dari kata dalam bahasa latin
"adolesencere" (kata bendanya adolescentia
=remaja), yang berarti tumbuh
menjadi dewasa atau dalam perkembangan rnenjadi dewa1sa.
Zakiah Drajat seperti dikutip Ahmad Azhar Abu Migdad (1!~97) rnendefinisikan
remaja adalah anak yang ada pada rnasa peralihan diantara rnasa anak-anak
dan rnasa dewasa, dirnana anak-anak rnengalarni perubahan-perubahan
cepat di segala bidang. Remaja bukan lagi anak-anak, baik dalam bentuk
badan, sikap dan cara berfikir dan bertindak, tetapi bukan pula orang dewasa
yang telah rnatang, batasan usia pada masa rernaja 13 tahun dan berakhir
kira-kira umur 21 Tahun.
Desmita (2005) rnenjelaskan tentang batasan usia rernaja yang urnurn
digunakan oleh para ahli adalah antara 12 hingga 21 tahun. Rentang waktu
usia remaja ini biasanya dibedakan atas tiga yaitu : 12-15 tahun
=masa
rernaja awal, 15 -18 tahun = rnasa rerrnaja pertengahan, dan 18 -21 tahun =
21
masa remaja akhir. Tetapi, monks, knoers & haditono, (2001) membedakan
masa remaja atas empat bagian, yaitu: (1) masa pra-remaja atau prapubertas (10-12 tahun), (2) masa remaja awal atau pubertas (12-15 tahun),
(3) masa remaja pertengahan (15 -18 tahun) dan (4) masa remaja akhir( 1821). Remaja awal hingga remaja akhir inilah yang disebut masa adolescence.
2.2.2. Ciri - Ciri Remaja
Zulkifli ( 1987) menjelaskan ciri-ciri pada masa remaja ya1itu:
1) Pertumbuhan fisik
Pertumbuhan fisik mengalami perubahan dengan cepat, IEibih cepat
dibandingkan dengan masa anak-anak dan masa dewasa. Untuk
mengimbangi pertumbuhan yang cepat itu, remaja membutuhkan makan dan
tidur yang lebih banyak. Dalam hal ini kadang-kadang orang tua tidak mau
mengerti, dan marah-marah bila anaknya terlalu banyak makan dan tidur,
Perkembangan fisik mereka jelas terlihat pada tungkai dan tangan, tulang
kaki dan tangan, otot-otot tubuh berkembang pesat, sehingga anak kelihatan
bertubuh tinggi.
2) Perkembangan seksual
Seksual mengalami perkembangan yang kadang-kadang menimbulkan
masalah dan menjadi penyebab timbulnya perkelahian, bunuh diri dan
sebagainya. Tanda-tanda perkembangan seksual pada anak laki-laki di
antaranya: alat produksi spermanya mulai berproduksi, ia mengalami masa
22
mimpi yang perama, yang tanpa sadar mengeluarkan spe1rma. Sedangkan
pada anak perempuan bila rahimnya sudah bisa dibuahi karena ia sudah
mendapat menstruasi (datang bulan) yang pertama.
Ciri-ciri lainnya yang ada pada anak laki-laki ialah pada lehernya menonjol
buah jakun yang membuat nada suaranya menjadi pecah. Sehubungan
dengan hal itu, bila orang tua, kakak-kakaknya menggodanya, bisa
menimbulkan masalah bagi anak itu. Kemudian di atas bibir dan di sekitar
kemaluannya mulai tumbuh bulu-bulu ( rambut). Sedangkan pada anak
perempuan, karena produksi hormone dalam tubuhnya, di permukaan
wajahnya bertumbuhan jerawat. Selain tanda-tanda itu terjjadi penimbunan
lemak yang membuat dadanya mulai tumbuh, pinggulnya mulai melebar dan
pahanya membesar. Bila hal ini terjadi lebih cepat atau lebih lambatjuga bisa
menimbulkan masalah bagi anak itu.
3) Cara berfikir kausalitas
Ciri ketiga ini adalah cara berfikir kausalitas, yaitu menyangkut hubungan
sebab dan akibat. Misalnya remaja duduk didepan pintu, kemudian orang tua
melarangnya sambil berkata" pantang". Andaikata yang dilarang itu anak,
pasti ia akan memepertanyakan mengapa ia tidak boleh d1uduk didepan pintu.
Bila orang tua tidak mampu menjawab pertanyaan anaknya itu, dan
menganggap anak yang dinasihati itu melawan, lalu ia marah kepada
anaknya, maka anak yang menginjak remaja itu pasti akan melawannya,
sebab anak itu merasa dirinya sudah berstatus remaja.
23
Remaja sudah mulai berfikir kritis sehingga ia akan melawan bila orang tua,
guru, lingkungan, masih mengganggapnya sebagai anak lkecil. Bila guru dan
orang tua tidak memahami cara berfikir remaja, akibatnya timbu llah
kenakalan remaja berupa perkelahian antar pelajar yang !1ering terjadi dikotakota besar.
4) Emosi yang meluap-luap
Keadaan emosi remaja masih labil karena erat hubungannya dengan
keadaan hormon. Suatu saat ia bisa sedih sekali, dilain waktu ia bisa marah
sekali. Hal ini terlihat pada remaja yang baru putus cinta atau remaja yang
tersinggung perasaannya. Emosi remaja lebih kuat dan lebih menguasai diri
mereka daripada pikiran yang realitis.
5) Mulai tertarik kepada lawan jenis
Secara biologis manusia terbagi atas dua jenis, yaitu laki-laki dan
perempuan. Dalam kehidupan sosial remaja, mereka mulai tertarik kepada
lawas jenisnya dan mulai berpacaran. Jika dalam hal ini orang tua kurang
mengerti, kemudian melarangnya, akan menimbulkan masalah, dan remaja
akan bersikap tertutup terhadap orang tuanya.
Secara biologis anak perempuan lebih cepat matang daripada anak laki-laki.
Gadis yang berusia 14 sampai dengan 18 lebih cenderun(1 untuk tidak
merasa puas dengan perhatian pemuda yang usianya berapa tahun
diatasnya. Keadaan ini terus berlangsung sampai ia duduk dibangku kuliah.
24
Pada masa itu akan terlihat pasangan muda-mudi yang pemudanya berusia
lebih tua dari pada gadisnya.
6) Menarik perhatian lingkungan
Pada masa ini remaja mulai mencari perhatian dari lingku111gannya, berusaha
mendapatkan status dan peranan seperti kegiatan remaja dikampungkampung yang diberi peranan. Misalnya mengumpulkan dana atau
sumbangan, pasti ia akan melaksanakannya dengan baik . Bila tidak diberi
peranan, ia akan melakukan perbuatan untuk menarik perhatian masyarakat,
bila perlu melakukan perkelahian atau kenakalan lainnya. Remaja akan
berusaha mencari perhatian diluar rumah bila orang tua tidak memberi
peranan kepadanya karena meriganggaphya sebagai anak kecil.
7) Terikat dengan kelompok
Remaja dalam kehidupan sosial sangat tertarik kepada kelompok sebayanya
sehingga tidak jarang orang tua dinomor duakan sedangkan kelompoknya
dinomor satukan. Kelompok atau gang sebenarnya tidak berbahaya asal
orang tua bisa mengarahkannya. Sebab dalam keldmpok kaum remaja dapat
memenuhi kebutuhannya, misalnya kebutuhan dimengerti, kebutuhan
dianggap, kebutuhan diperhatikan, kebutruhan mencari pemgalaman baru,
kebutuhan berprestasi, kebutuhan diterima statusnya, kebutuhan harga diri,
rasa aman, yang belum tentu dapat diperoleh dirumah maupun disekolah.
25
2.2.3. Tugas - Tugas Perkembangan Remaja
Roberts Y. Havighurst dalam bukunya Human Development and Education
(seperti yang dikutip Melly, 1987) menyebutkan ada sepuluh tugas
perkembangan remaja, yaitu :
a) Mencapai hubungan sosial yang lebih matang dengan teman-teman
sebayanya, b<jik dengan teman-teman sejenis maupun dengan jenis
kelamin lain.
b) Dapat menjalankan peranan sosial menurutjenis kalamin masing-masing,
artinya mempelajari dan menerima percinan masing-masing sesuai
dengan ketentuan-ketentuan/norma-norma masyarakat
c) Menerima kenyataan (realitas) jasmaniah serta menggunakannya
seefektif - efektifnya dengan perasaan puas.
d) Mencapai kebebasaan emosional dari orang tua atau c1rang dewasa
lainnya. la tidak kekanak-kanakan lagi, yang selalu terikat pada orang
tuanya. la membebaskan dirlnya dari ketergantungannya terhadap orang
tua atau orang lain.
e) Mencapai kebebasan ekonomi. la merasa sanggup untuk hidup
berdasarkan usaha sendiri. lni terutama sangat pentin~1 bagi laki-laki.
Akan tetapi dewasa ini bagi kaum wanita pun tugas ini berangsur-angsur
menjadi tambah penting.
26
f) Memilih dan mempersiapkan diri untuk pekerjaan atau j1abatan. Artinya
belajar memilih satu jenis pekerjaan sesuai dengan
ba~:atnya
dan
mempersiapkan diri untuk pekerjaan tersebut.
g) Mempersiapkan diri untuk melakukan perkawinan dan hidup berumah
tangga. Mengembangkan sikap yang positif terhadap k·ehidupan keluarga
dan memiliki anak. Bagi wanita hal ini harus dilengkapi dengan
pengetahuan dan keterampilan bagaimana mengurus rumah tangga dan
mendidik anak.
h) Mengembangkan kecakapan intelektual serta lmnsep-konsep yang
diperlukan untuk kepentingan hidup bermasyarakat. Maksudnya ialah,
bahwa untuk menjadi warga Negara yang baik perlu
m1~miliki
pengetahuan hukum, pemerintah, ekonomi, politik, geografi, tentang
hakikat manusia dan lembaga-lembaga kemasyarakatan.
i)
Memperlihatkan tingkah laku yang secara sosial dapat dipertanggung
jawabkan. Artinya, ikut serta dalam kegiatan-kegiatan sosial sebagai
orang dewasa yang bertanggung jawab, menghormati :serta mentaati nilainilai sosial yang berlaku dalam lingkungannya.
j)
Memperoleh sejumlah norma-norma sebagai pedoman dalam tindakantindakannya dan sebagi pandangan hidupnya. Norma-norma tersebut
secara sadar dikembangkan dan direalisasikan dalam menetapkan
kedudukan manusia dalam hubungannya dengan sang: pencipta alam
semesta.
27
2.2.4. Perubahan Tubuh Selama Masa Remaja
Hurlock (1997) menjelaskan tentang perubahan-perubahan tubuh selama
pada masa remaja sebagai berikut :
a. Perubahan Ekst.emal
Tinggi
Rata-rata anak perempuan mencapai tinggi yang matang antara tujuh
belas dan delapan belas tahun, dan rata-rata anak laki··laki kira-kira
setahun sesudahnya. Anak yang pada masa bayi diberi imunisasi
biasanya lebih tinggi, dari usia ke usia, dibandingkan d•engan bayi yang
tidak diberi imunisasi, yang karena itu lebih banyak dib1eri menderita sakit
sehingga cenderung memperlambat pertumbuhan.
Be rat
Perubahan berat badan mengikuti jadwal yang sama d1engan perubahan
tinggi. Tetapi berat badan sekarang tersebar kebagian-bagian tubuh yang
tadinya hanya mengandung sedikit lemak atau tidi:ik la!li kelihatan terlalu
panjang.
Proporsi tubuh
Berbagai anggota tubuh lambat laun mencapai perbandingan tubuh yang
baik. Misalnya, badan melebar dan memanjang sehingga anggota badan
tidak lagi kelihatan terlalu panjang.
28
Organ seks
Baik organ seks pria maupun organ seks wanita mencapai ukuran yang
matang pada akhir masa remaja, tetapi fungsinya belum matang sampai
beberapa tahun kemudian.
Ciri-ciri seks sekunder
Ciri-ciri seks sekunder yang utama berada pada tingka1t perkembangan
yang matang pada akhir masa remaja.
b. Perubahan lnterhal
Sistem pencernaan
Perut menjadi lebih panjang dan tidak lagi terlampau berbentuk pipa, usus
bertanbah panjang dan bertanbah besar, otot-otot dipe'rut dan dindingdinding usus menjadi lebih tebal dan lebih kuat, hati beirtambah berat dan
kerongkongan bertambah panjang.
Sistem peredaran darah
Jantung tumbuh pesat selama masa remaja, pada usiai tujuh belas atau
delapan belas, beratnya dua betas kali berat pada waktu tahir. Panjang
dan tebat dinding pembutu darah menjadi meningkat dan mencapai
tingkat kematangan bilaman jantung sudah matang.
Sistem pernapasan
Kapasitas paru-paru anak perempuan hampir matang pada usia tujuh
betas tahun, anak taki-taki mencapai tingkat kematangan beberapa tahun
kemudian.
29
Sismm endokrin
Kegiatan gonad yang meningkat pada masa puber me11yebabkan
ketidakseimbangan sementara dari seluruh system endokrin pada awal
masa puber. Kelenjar-kelenjar seks berkembang pesat dan berfungsi,
meskipun belum mencapai ukuran matang sampai akhir masa remaja
atau awal masa dewasa.
Jaringan tubuh
Perkembangan kerangka berhenti rata-rata pada usia delapan belas
tahun. Jaringan, selain tukang, terus berkembang sampai tulang
mencapai ukuran matang, khususnya bagi perkemban:agan jaringan otot.
2.2.5. Kebutuhan - Kebutuhan Remaja
Nasir (2002) membagi kebutuhan-kebutuhan remaja
yan~1
harus dipenuhi
yang dapat digolongkan menjadi
1. kebutuhan Biologis ( fisik )
kebutuhan biologis juga disebut physiological drive atau biological
motivation, yaitu kebutuhan yang berasal dari doronga11-dorongan
biologis yang bersifat naluriah (instinkti1) sepe1ti haus, lbemafas,
mengantuk, dorongan seks dan lain-lainya.
2. kebutuhan Psikis
Kebutuhan psikis adalah segala dorongan yang menyeibabkan orang
30
bertindak mencapai tujuannya yang bersifat rohaniah atau kejiwaan.
Misalnya kebutuhan akan agama, kebutuhan akan rasa aman, kesehatan
jiwa dan lain-lainnya
3. kebutuhan sosial (Social motives)
Kebutuhan sosial ialah kebutuhan yang berhubungan dengan hal-hal di
luar diri atau sesuatu yang ditimbulkan oleh orang lain atau hubungan
dengan lainnya. Misalnya kebutuhan untuk bergaul, be1rkelompok,
memperoleh pengalaman, penghargaan dan lain-lainnya.
2.2.6. Pengertian Masa Pubert.as
Definisi Masa Pubertas adalah : Suatu tahap dalam perkembangan dimana
terjadi kematangan alat-alat seksual dan tercapai kemampuan reproduksi.
Tahap ini disertai dengan perubahan-perubahan dalam pertumbuhan somatis
dan psikologis.
Kata pubertas berasal dari bahasa latin yang berarti "usia kedewasaan" kata
ini lebih menunjukkan pada perubahan fisik daripada perubahan perilaku
yang terjadi pada saat individu secara seksual menjadi matang dan mempu
memberikan keturunan.
31
Usia pada masa pubertas ditandai dengan kematangan rata-rata 13 tahun
untuk anak perempuan yang ditunjukan dengan usia haid, sedangkan untuk
anak laki-laki menjadi matang secara seksual antara 14-116 tahun.
2.2.7. Bahaya-Bahaya Kematangan Seksual Pada Mas•a Pubertas
Banyak hal yang menyebabkan anak-anak dimasa pubertas melakukan
penyimpangan seksual atau seks bebas sebagai cara pelarian dari berbagai
persoalan yang membelenggu jiwanya, yang dapat menghancurkan masa
depannya. Ada beberapa sebab yang menjadikan remaja melakukan
penyimpangan dan perilaku seksual diantaranya adalah :
a) Kerisauan seksual pada diri anak, tanpa disertai perasaan heteroseksual,
sehingga dorongan untuk melakukan hubungan seksual sangat tinggi.
b) Kurangnya keniampuan anak untuk mengontrol dan mengendalikan
emosinya, hal ini seringkali membuat anak melakukan hal-hal yang
negatif, seperti hubungan seks bebas, yang berdampak dan beresiko
yang ditimbulknnya sangat tinggi .
c) Adanya ketidakstabilan psikis, maka remaja al<an mudah terjerumus
kedalam pergaulan negatif, karena jiwa remaja belum mampu
mengendalikan emosinya.
d) Adanya konflik-konflik intern yang sangat kuat yang memdorong remaja
32
melakukan perbuatan -perbuatan negatif, seperti melakukan sek bebas,
pemerkosaan dan kejahatan-kejahatan seks lainnya. Hal ini dilakukan
sebagai pelampiasan dirinya dari segala problema yang menghimpit
jiwanya.
e) Adanya kebimbangan-kebimbangan pada remaja yan£J seringkali
bertentangan dengan norma-norma agama.
Adanya penyimpangan dan kejahatan seksual pada masa pubertas
dikarenakan adanya unsur-unsur fantasi dalam bentuk gambar dan
angan-angan. Dari keterangan diatas dapat disimpulka1n bahwa
kematangan seksual pada masa pubertas bila tidak diarahkan dan
dibimbingan yang kurang baik akan menimbulkan dampak yang negatif
yang dapat menghancurkan masa depannya, dan hendaknya ditanamkan
pengertian pada masa pubertas, agar tidak melakukan perilaku seksual
sebelum waktunya.
Untuk itu, menanamkan pendidikan agama dan akhlak kepada remaja
merupakan salah satu cara yang paling efektif, disamping itu, perhatian
dan bimbingan dari orang tua, guru dalam hal pergaulain sangatlah
penting untuk membentuk kepribadian anak. (i<auma, 1999)
33
2.2.8. Perkembangan Seksualitas Pada Masa Remaja
Masa remaja, merupakan masa dimana seorang anak terlihat adanya
perubahan-perubahan pada bentuk tubuh yang disertai dengan perubahan
struktur dan fungsi fisiologis (kematangan organ-organ seksual). perubahan
tubuh ini disertai dengan perkembangan bertahap dari karekteristik seksual
primer dan karekteristik seksual sekunder dan tertier.
Perkembangan Seksualitas pada remaja ditandai dengan beberapa ciri atau
tanda, antara lain :
1. Tanda Kelamin Primer
Tanda kelamin primer adalah mulai berfungsinya organ-organ genetal yang
ada, baik didalam maupun diluar badan, pada anak laki-laki yang mulai
menginjak remaja ditandai dengan keluamya air mani ketil<a ia mengalami
mimpi basah. Pada anak wanita ditandai dengan terjadinya Menarche atau
permulaaan haid yang selanjutnya diikuti pula dengan kesiapan organ-organ
reproduksi untuk terjadinya kehamilan.
2. Tanda Kelamin Sekunder
Tanda kelamin sekunder adalah :
Tanda-tanda jasmaniah yang menandakan adanya perubi:than fisik pada
wanita dan pria. Adanya tanda kelamin sekunder, baik pada pria maupun
wanita ini berperan penting dalam perubahan perilaku sek:sual. Dengan
34
adanya tanda kelamin sekunder ini semakin menunjukkan identitas peran
seksual antara pria dan wanita yang juga berbeda.
3. Tanda kelamin tertier
Tanda kelamin tertier adalah keadaaan psikis yang berbeda antara pria dan
wanita, yaitu yang disebut sifat maskulin pada pria dan ferninim pada wanita.
Tanda kelamin tertier yang terjadi pada masa remaja seb<etulnya organorgan seksualnya telah berfungsi dan berproduksi dengan baik, apalagi
dengan adanya rangsangan dari luar seperti Film, gambarcgambar, Vcd-Vcd
porno yang dapat menimbulkan rangsangan dalam dirinya1, oleh karena itu
remaja perlu diberikan pengarahan, bimbingan baik itu da1i orang tua, guru
dan masyarakat yang cukup baik mengenai pendidikan seks, agar remaja
mampu memilih mana yang boleh dan mana yang tidak boleh mereka
lakukan agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas dani tidak bertentangan
dengan norma-norma agama. (Miqdad, 1997)
Sarwono (seperti yang dikutip oleh Miqdad, 1997) mengernukakan, bahwa
masalah seksualitas dikalangan remaja disebabkan karena :
a) Kurang adanya pendidikan seks pada remaja, sehingga praktis mereka
kurang masalah terhadap seks.
b) Banyaknya rangsangan -rangsangan dari luar seperti ·film, bacaan porno,
dan VCD-VCD porno yang dapat menimbulkan rasa keiingintahuan
tentang seks.
35
c) Tersedianya kesempatan untuk melakukan perbuatan seks, misalnya
pada waktu orang tua tidak ada dirumah, didalam mobil, maupun didalam
ruang bioskop.
Masalah - masalah tersebut sangat rawan dan berbahaya sekali, karena
remaja belum mampu untuk menyeleksi mana yang boleh dan mana yang
tidak boleh dilakukan. Remaja yang tidak diberikan penjelasan dan
pengertian tentang perubahan pada dirinya, ia akan mencari penyaluran yang
negatif, seperti melakukan pergaulan bebas yang sangat rnerugikan dirinya
sendiri.
Semua perbuatan ini memberikan rasa nikmat, dan oleh setiap manusia,
terlepas dari kedudukan sosial, dan norma agama yang b13rlaku
d imasyarakat.
2.2.9. Pacaran Dalam Kaea Mata Islam
Sesungguhnya Islam tidak mengenal istilah pacaran dalarn rangka
penjajakan untuk persiapan menuju jenjang pernikahan, karena proses
pacaran yang ada seperti sekarang ini sudah mengarah k13pada hal-hal yang
sesungguhnya sudah dilarang oleh agama.
36
Dalam agama Islam jelas melarang seorang muslim untuk melakukan segala
perbuatan yang mengarah pada terjadinya zina (hubungan kelamin diluar
pernikahan).
Menurut Ali-Mukaffi (1999) mendekati zina adalah segala tindakan yang
menjerumus kepada zina. Seperti berpandangan mata, berpegangan tangan,
dan berciuman. Ketika manusia mempunyai keinginan ataiu kebutuhan untuk
saling mengungkapkan kasih sayang, cinta,hasrat seksualnya kepada lawan
jenis. Berdasarkan ajaran agama memberikan pedoman dan cara yang lebih
baik untuk dilakukan dalam kaitannya dengan kebutuhan-kebutuhan manusia
yaitu salah satunya dengan pemikahan.
Dalam Islam tujuan pacaran diperbolehkan untuk saling kenal, seperti yang
dijelaskan oleh Arif (1999) bahwa interaksi yang dilakukan mestinya biasa
saja. Pertama, jangan malakukan sentuhan. Kedua, kalau sudah tak
terbendung lagi perasaannnya lebih baik menempuh jalan pernikahan.
Dengan kata lain remaja pria dan wanita tetap harus mampu mengandalikan
diri dan mematuhi larangan-larangan yang diberikan oteh agamanya . Dalam
Islam mengajarkan umatnya untuk saling menJa'ga j~rak a'ntara laki-laki dan
perempuan, terutama dalam bergaul. Bergaul dalam artian disini adalah
37
bergaul yang tanpa batas, hal ini dimaksudkan hanya untuk mensucikan
pergaulan, supaya manusia tidak terjerumus dalam "maksi,at" .
2.3. Religiusitas
2.3.1. Pengertian Religiusitas
Fuad Nashori dan Rachmy D. M. (2002) menjelaskan tentang definisi
religiusitas yaitu "seberapa jauh pengetahuan, seberapa kokoh keyakinan,
seberapa besar pelaksanaan ibadah dan kaidah, dan sebEirapa dalam
penghayatan atas agama yang dianutnya.
Adapun Syamsu Yusuf (2004) menjelaskan tentang perkembangan
kesadaran beragama yaitu : Salah satu kelebihan manusia sebagai makhluk
Allah Swt, adalah dianugerahi fitrah (perasaan dan kemampuan) untuk
mengenal Allah dan melakukan ajaran-Nya. Dalam kata lain, manusia
dikarunia insting religius (naluri beragama). Karena memiliki fitrah ini,
kemudian manusia dijuluki sebagai "homo devinans'', dan "homo religius",
yaitu makhluk yang bertuhan atau beragama.
Jiwa beragama atau kesadaran beragama merujuk kepada aspek rohaniah
individu yang berkaitan dengan keimanan kepada Allah yang direfleksikan
kedalam peribadatan kepada-Nya, baik yang bersifat hab/umminal/ah
38
maupun hablumminannas. Keimanan kepada Allah SWT dan aktualisasinya
dalam ibadah merupakan hasil dari internalisasi, yaitu proses pengenalan,
pemahaman dan kesadaran pada diri seseorang terhada1> nilai- nilai agama.
Religiusitas mencakup aspek perasaan, motivasi, dan aspek batiniah
manusia. Sedangkan tingkat religiusitas seseorang dapat diketahui melalui
pengetahuan dan pemahaman subyek terhadap agamanya dan usaha
mereka dalam melaksanakan kewajiban - kewajiban agama.
Dari beberapa keterangan diatas, peneliti memberikan kesimpulan bahwa
yang dimaksud dengan religiusitas adalah bentuk pengamalan baik berupa
sikap maupun tindakan keberagamaan seseorang, keadaan dimana indivdu
merasakan dan mengakui adanya kekuatan tertinggi yang' menaungi
kehidupan manusia, dan hanya kepada-Nya manusia beruantung dan
berserah diri.
2.3.2. Dimensi - Dimensi Religiusitas
Seperti telah dikemukakan sebelumnya religiusitas dapat diwujudkan dalam
berbagai sisi kehidupan manusia. Karena itu keberagaman seseorang
meliputi berbagai macam sisi atau dimensi (Nashori dan Diana Mucharam,
2002) membagi dimensi-dimensi religiusitas menjadi lima dimensi yaitu:
39
a) Dimensi akidah menyangkut keyakinan dan hubungan manusia dengan
Tuhan, Malaikat, dan para Nabi.
b) Dimensi ibadah menyangkut frekuensi, intensitas pelaksanaan ibadah,
yang telah ditetapkan, misalnya shalat, zakat, haji, dan puasa.
c) Dimensi amal menyangkut tingkah laku dalam kehidupan bennasyarakat,
misalnya menolong orang lain, membela orang lemah, berkerja dan
sebagainya.
d) Dimensi ihsan menyangkut pengalaman dan perasaan tentang
kehadiranTuhan, takut melanggar larangan, dan lain-lain
e) Dimensi ilmu menyangkut pengetahuan seseorang tenitang ajaran-ajaran
agama.
1. Dimensi Akidah ( ldeologi )
Seorang Muslim yang religius akan memiliki ciri utama berupa akidah yang
kuat. Dimensi akidah ini mengungkap masalah keyakinan manusia terhadap
rukun iman ( Iman kepada Allah, malaikat, kitab-kitab, Nabi, hari pembalasan,
serta qadha dan qadhar ).
2. Dimensi lbadah (Ritual)
Ciri yang tampak dari religiusitas seorang Muslim adalah dari perilaku
ibadahnya kepada Allah, dimensi ibadah ini dapat diketahui dari sejauh mana
tingkat kepatuhan seseorang dalam mengerjakan kegiatan-kegiatan ibadah
sebagaimana yang diperintahkan oleh agamanya. Dimensi ibadah (ritual)
40
berkaiatan dengan frekuensi, intensitas, dim pelaksanaan ibad!l'1 seseorang.
Seorang Muslim yang beribadah dengan baik menggunak.an waktu-waktu
yang dimilikinya untuk beribadah kepada Allah dengan shalat lima waktu,
membaca.zikir, berdoa, rajin berpuasa dan berzakat.
3. Dimensi .Amal (Pengamatan)
Dimensi amal ini berkaitan denga!H<egiatan pemeluk agama untuk
merelasasikan ajaran-ajaran agama yang dianutnya dalam kehidupan seharihari yang berlandaskan pada etika dan spiritualitas agama. Dimensi ini
menyangklit hubungan manusia satu dengan manusia yang lain. Menurut
Glock dan Stark, seperti dikutip ofeh Fuad Nashori Surosc1 dan Rachmy
Diana Mucharram (2002) dimensi ini menunjuk pada seberapa jauh
seseorang dalam berperilaku yang dimotivasi oleh ajaran-ajaran agamanya.
Perilaku yang dimaksud adalah bagaimana individu berhubungan dengan
dunianya, terutama dengan sesama manusia. Dimensi amal meliputi
memperjuangkan kebenaran dan keadilan, menolong sesama, disiplin dan
menghargai waktu, bersungguh - sungguh dalam belajar clan berkerja,
bertanggung jawab, tidak berjudi, tidak meminum - minuman yang
diharamkan, dan berkata benar .
4. Dimensi lhsan ( Penghayatan )
Dimensi ihsan berkaitan dengan seberapa jauh seseoran~1 merasa dekat dan
dilihat oleh Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Dimensi ihsan mencakup
pengalaman dan perasaan tentang kehadiran Tuhan dalam kehidupan,
41
ketenangan hidup, takut melanggar larangan Tuhan, keyakinan menerima
balasan, perasaan dekat denganTuhan, dan dorongan untuk melaksanakan
perintah Agama.
5. Dimensi llmu ( Pengetahuan )
Dimensi ilmu berkaitan dengan pengetahuan dan pemahaman seseorang
terhadap ajaran-ajaran agamanya. Orang-orang yang beragama paling tidak
harus mengetahui hal-hal yang pokok mengenai dasar-dasar keyakinan, kitab
suci dan tradisi-tradisi keagamaan. Serta Al-Qur'an men1pakan pedoman
hidup sekaligus sumber ilmu pengetahuan. Dimensi ilmu meliputi ernpat
bidang, yaitu akidah, ibadah, akhlak, serta pengetahuan mengenai Al-Qur'an
dan Al-hadits. ( Nashori dan Diana Mucharam, 2002).
2.3.3. Sumber - Sumber Munculnya Sikap Religiusitas
Melalui teori The Four Wishes yang dikutip oleh Jalaludin (1996)
mengemukakan bahwa yang menjadi sumber kejiwaan agama adalah empat
macam keinginan dasar yang ada dalam jiwa manusia, yaitu :
a) Keinginan untuk keselamatan (security)
Keinginan untuk memperoleh perlindungan atau penyelamatan dirinya baik
berbentuk biologis maupun nonbiologis. Misalnya mencari makan,
perlindungan diri dan lain sebagainya.
b) Keinginan untuk mendapat penghargaan (recognation)
42
Keinginan ini rnerupakan dorongan yang rnenyebabkan manusia
rnendarnbakan adanya rasa ingin dihargai dan dikenal orang lain. Serta
rnendarnbakan dirinya untuk selalu rnenjadi orang terhom1at dan dihorrnati.
c} Keinginan untuk ditanggapi (response}
Keinginan ini rnenirnbulkan rasa ingin rnencintai dan dicinltai dalarn pergaulan.
d} Keinginan akan pengetahuan atau pengalarnan baru (new experience}
Keinginan ini rnenyebabkan rnanusia rnengeksplorasi dirinya, serta selalu
ingin rnencari pengetahuan dan pengalarnan baru yang b1~lurn diketahui.
2.3.4. Faktor - Faktor Yang Mempengamhi Religiusitais
Zakiah Darajat (1970) rnengungkapkan bahwa pernbinaan kehidupan
beragarna tidak dapat dilepaskan dari pernbinaan kepribadiaan secara
keseluruhan. Karena kehidupan beragarna itu adalah bagian dari kehidupan
itu sendiri, sikap atau tindakan seseorang dalarn hidupnya tidak lain dari
pantulan pribadinya yang turnbuh dan berkernbang sejak lahir, bahkan telah
rnulai sejak dalarn kandungan. Sernua pengalarnan yang dilalui sejak dalarn
kandungan mempunyai pengaruh terhadap pembinaan pribadi.
Robert H. Thouless (1995 } rnenjelaskan tentang faktor - faktor yang dapat
mempengaruhi religiusitas, yaitu :
a. Pengaruh pendidikan dan berbagai tekanan sosial ( falctor sosial ).
43
b. Berbagai pengalaman yang membantu sikap keberagamaan terutama
pengalaman tentang keindahan, keserasian, kebaikan (faktor alamiah),
dan pengalaman emosional keagamaan ( faktor efekti1' ).
c. Faktor - faktor yang seluruhnya atau sebagian timbul dari kebutuhan
yang tidal< terpenuhi terutama kebutuhan terhadap keamanan, cinta kasih,
harga diri, dan ancaman kematian.
Adapun Syamsu Yusuf ( 2004 ) menjelaskan perkembangan keagamaan
( Religiusitas ) seseorang yaitu :
1) Faktor fitrah ( Internal )
Perbedaan hakiki antara manusia dan hewan adalah bahwa manusia
mempunyai fitrah (pembawaan) beragama (homo religious). Setiap manusia
yang lahir kedunia ini, baik yang masih primitive, bersahaja, maupun yang
sudah modern, baik yang lahir dinegara komunis maupun kapitalis, baik yang
lahir dari orang tua yang shaleh maupun jahat, sejak Nabi Adam sampai akhir
zaman, menurut fitrah kejadiannya mempunyai potensi beragama atau
keimanan kepada Tuhan atau percaya adanya kekuatan cliluar dirinya yang
mengatur hidup dan kehidupan alam semesta.
Dalam perkembangannya, fitrah beragama ini ada yang berjalan secara
alamiah, dan ada juga yang mendapat bimbingan dari para rasul Allah SWT,
sehingga fitrahnya itu berkembang sesuai dengan kehendak Allah SWT.
44
2) Faktor lingkungan ( Eksternal )
a. Lingkungan keluarga
Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama bagi anak, oleh karena
itu kedudukan keluarga dalam pengembangan kepribadian anak sangatlah
dominan.
Dalam hal ini, orangtua mempunyai peranan yang sangat penting dalam
menumbuhkembangkan fitrah beragama anak. Salah seorang ahli psikologi,
yaitu Hurlock (seperti dikutip Syamsu Yusuf, 2004 ) berpendapat bahwa
keluarga merupakan " training centre" bagi penanaman nilai- nilai agama.
Pengembangan fitrah atau jiwa beragama anak, seyogianya bersamaan
dengan perkembangan kepribadiannya yaitu sejak lahir bahkan lebih dari itu
sejak dalam kandungan. Oleh karena itu, sebaiknya pada saat bayi masih
berada dalam kandungan, orang tua (terutama ibu) seyogianya lebih
meningkatkan amal ibadahnya kepada Allah, seperti melaksanakan shalat
wajib dan sunah, berdoa, berzikir, membaca Al-Qur'an dan memberi
sedekah.
b. Lingkungan sekolah
Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang mernpunyai program
yang sistematik dalam melaksanakan bimbingan, pengajaran dan latihan
kepada anak (siswa) agar mereka berkembang sesuai dengan potensinya.
45
Menurut Hurlock (seperti dikutip Syamsu Yusuf, 2004) pengaruh sekolah
terhadap perkembangan kepribadian anak sangat besar, karena sekolah
merupakan substitusi dari keluarga dan guru-guru substitusi dari orang tua.
Dalam kaitannya dengan upaya mengembangkan fitrah b1:iragama para
siswa, sekolah, terutama dalam hal ini guru agama mempunyai peranan yang
sangat penting dalam mengembangkan wawasan pemahaman, pembiasaan
mengamalkan ibadah atau akhlak yang mulia dan sikap apresiatif terhadap
ajaran agama.
c. Lingkungan Masyarakat
Yang dimaksud lingkungan masyarakat disini adalah situa1si atau kondisi
interaksi sosial dan sosiokultural yang secara potensial be!rpengaruh
terhadap perkembangan fitrah beragama individu, dalam masyarakat individu
(terutama anak - anak dan remaja) akan melakukan interaksi sosial dengan
teman sebayanya atau anggota masyarakat lainnya. Apabila teman
sepergaulan itu menampilkan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai agama
(berakhlak baik), maka anak remaja pun cenderung akan berakhlak baik.
Namun, apabila temannya menampilkan perilaku yang kurang baik, amoral
atau melanggar norma-norma agama, maka anak cenderung akan
terpengaruh untuk mengikuti atau mencontoh perilaku temebut. Hal ini akan
terjadi apabila anak atau remaja kurang mendapatkan birnbingan agama
dalam keluarganya. Mengenai lingkungan yang kondusif bagi perkembangan
46
jiwa keagamaan atau kesadaran beragama itu dapat digambarkan sebagai
berikut:
Lingkungan yang kondusif bagi perkemban{Jan kesadaran
beragama pada anak (Remaja).
keluarga
Memberikan pengajaran, bimbingan,
pembiasaan, keteladanan dalam
beribadah dan berakhlakul karimah
dan menciptakan situasi kehidupan
yang memperlihatkan nilai-nilai atau
Remaja
Sekolah
ajaran- ajaran agama serta membersi
ihkan lingkungan dari kemungkaran
dan kemaksiatan Seperti narkoba,
pornografi, dan tindakan k·ekerasan.
asyarakat
Sumber : Syamsu Yusuf ( 2004)
Anak remaja
yang shaleh
47
2.4. Kerangka Berfikir
Masa remaja merupakan masa dimana seorang anak terlihat adanya
perubahan-perubahn dalam bentuk tubuh yang disertai dengan perubahan
struktur dan fungsi fisiologis (kematangan organ-organ seiksual). Perubahan
tubuh ini disertai dengan perkembangan bertahap dari karekteristik seksual
primer dan karekteristik seksual sekunder. Pematangan k:elenjar pituitary
berpengaruh pada proses pertumbuhan tubuh sehingga remaja mendapatkan
ciri-cirinya sebagai perempuan dan anak-laki-laki dewasa, sehingga remaja
akan mengalami mulai adanya rasa ketertarikan antar lawan jenis.
Pada masa remaja pertumbuhan kelenjar seks mulai matang dan mulai
produksi sehingga perkembangan perilaku seks remaja timbul yang
merupakan akibat langsung dari keadaan kematangan kelenjar seks tersebut.
Proses produksi kelenjar seks (gonads) akan tetap aktif dalam masa remaja,
bahkan sampai masa dewasa dan masa tua. Gonads yang tetap bekerja,
bukan saja berpengaruh pada penyempurnaan tubuh, melainkan juga
berpengaruh pada kehidupan psikis,moral dan sosial remaja, yang
berpengaruh terhadap tingkah lakunya.
Fenomena yang terjadi dimasyarakat seperti berpegangan tangan, merangkul
pinggang atau tangan sambil berjalan, memegang kedua paha sambil
48
berboncengan motor untuk sebagian remaja adalah hal yang lumrah
dilakukan. Perilaku seksual yang dilakukan oleh remaja
si~benarnya
telah
melanggar norma-norma agama maupun norma kesusilaan. Namun saat ini
justru remaja sudah tidak mengindahkan ajaran-ajaran ag1ama dan tidak takut
akan dosa atas perbuat yang dilakukannya.
Kebutuhan seksual memang merupakan naluri yang dimiliki oleh setiap
manusia. Tetapi hendaknya kebutuhan tersebut disalurkan dengan jalan yang
sesuai dengan ajaran Islam yaitu bahwa perilaku seksual hanya dapat
dilakukan oleh seseorang yang telah memiliki sebuah ikatan pernikahan.
Agama Islam mengajarkan bahwa setiap insan harus bis.a menjaga
pandangan matanya, baik perempuan ataupun laki-laki karena ketertarikan
terhadap sesuatu berawal dari sebuah pandangan.
Perilaku seksual yang dilakukan sebelum adanya ikatan pernikahan untuk
saat ini telah marak terjadi pada remaja yang masih dudul< dibangku sekolah,
ataupun mahasiswa. Alasan remaja melakukan perilaku seksual pun
bermacam-macam ada yang karena dorongan seksualnya tinggi, terangsang
dikarenakan menonton Film maupun VCD-VCD porno dengan adeganadegan panas yang dapat merangsang dirinya sehingga k:einginan untuk
mempraktekan adegan sepeti itu ada.
49
Salah satu faktor yang menyebabkan seorang remaja malakukan hubungan
seksual adalah kurangnya informasi tentang seks, dan pergaulan bebas
antara pria dan wanita. Zakiah Darajat (2002) menjelaskan bahwa suatu
keyakinan yang mencemaskan belakangan ini ialah keberanian
sementara remaja melakukan pelanggaran susila, bahkan diantara mereka
ada yang berpendapat bahwa hubungan antara wanita dan pria tak perlu
dibatasi dan dikontrol oleh orang tua.
Dalam kehidupan remaja salah satu faktor yang memegang peranan penting
adalah agama, karena agama merupakan alat pembinaan yang sangat
ampuh bagi remaja. Agama yang tertanam dan tumbuh dalam diri remaja itu,
akan dapat digunakan untuk mengendalikan keinginan-keinginan serta
dorongan-dorongan yang kurang baik, dalam menghadapi berbagai masalah
kehidupan pada umumnya. Disamping itu, agama memberikan ketenangan
bagi jiwanya, sehingga ia tidak akan mudah goncang, walaupun banyak
kesukaran yang dihadapinya karena selalu memegang te!JUh ajaran-ajaran
agama dengan memiliki keyakinan, pengetahuan, serta dapat
mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut dapat menjadi
pengontrol remaja untuk menjadikan religiusitas sebagai bentuk pengamalan
baik berupa sikap maupun tindakan dari keberagamaan s1~seorang
khususnya pada masa remaja.
50
Dengan memiliki pengetahuan akan agama yang cukup baik itu dari orang
tua, sekolah, maupun lingkungan masyarakat, maka secara tidak langsung
remaja seperti itu akan terhindar dan tidak terjerumus keclalam pelanggaran
susila seperti perilaku seksual atau pergaulan bebas dan dapat menjauhi
larangan-larangan agama serta terhindar dari perbuatan yang tidak
diinginl<an baik orang tua, sekolah, dan lingkungan masyarakat yang
berakibat dapat merugikan dirinya sendiri.
2.5. Hipotesis
Berdasarkan Deskriptif yang telah dijabarkan diatas, maka hipotesis dalam
penelitian ini adalah :
Ho : Tidak ada Hubungan antara tingkat religiusitas dengan perilaku seksual
pada remaja siswa SMA Adi Luhur Jakarta Timur.
SMU Adi Luhur Jakarta Timur.
Ha : Ada Hubungan antara tingkat religiusitas dengan perilaku seksual pada
remaja siswa SMA Adi Luhur Jakarta Timur.
BAB3
METODOLOGI PENELITlt\N
3.1. Jenis Penelitian
3.1.1. Pendekatan dan Metode Penelitian
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan
kuantitatif dengan metode deskripsi korelasional, yang bertujuan untuk
mencari hubungan dari variabel-variabel penelitian yang clinyatakan dalam
bentuk koefisien korelasi (Asmadi Alsa, 2004).
3.1.2. Definisi dperasional Variabel
Operasionalisasi Variabel tingkat religiusitas adalah skor yang diperoleh dari
skala yang mengungkap tentang serangkaian tihgkat religiusitas yang
meliputi dimensi : akidah (keyakinan terhadap rukun iman), ibadah (ritual),
amal (pengamaian), ihsan (penghayatan), ilmu (pengetahuan).
Operasionalisasi variabel perilaku seksual adalah skor yang didapat dari
skala yang mengungkap tentang perilaku seksual yang meliputi : memegang,
berpelukan, mencium, petting I bercumbu, masturbasi I onani, oral seks, dan
hubungan seksual.
53
Keterangan :
=Ukuran Sampel
N =Ukuran Populasi
n
e
=Nilai Kritis ( dalam penelitian ini peneliti menggunakan nilai kritis 10% ).
Dari perhitungan dengan menggunakan rumus Slavin ternebut diatas, didapat
hasil sebanyak 80 sampel.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan sampel sebanyak 100 orang
dengan mengklasifikasikannya kedalam tiga tingkatan, yakni kelas X, XI, XII.
Untuk menentukan jumlah sampel yang harus diambil dari setiap strata,
peneliti menggunakan perbandingan sebagai berikut :
(Populasi perkelas I populasi total) X jumlah sampel yang sudah ditentukan
x 100 =40 orang
Untuk kelas X
=182 / 450
Untuk kelas XI
= 175 / 450 x 100 = 39 orang
Untuk kelas XII
= 931450 x 100 = 21 orang
Dengan demikian jumlah total sampel dalam penelitian ini adalah 100 orang.
Hal ini dilakukan karena untuk memepermudah dalam penghitungannya,
selain itu juga jika sampel yang digunakan semakin banyak, maka hasil
penelitian itu akan semakin baik.
54
3.2. Pengumpulan Data
Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala
religiusitas dan skala perilaku seksual.
3.2.1. Skala Religlusltas.
Skala religiusitas digunakan untuk mengukur tingkat religiusitas. Skala ini
tersusun dari lima puluh (53) butir item pernyataan yang terdiri dari lima
dimensi. Peneliti memakai indikator dari dimensi-dimensi religiusitas yang
diberikan oleh Fuad Nashori dan Rachmy Diana Mucharam, yaitu :
(1) Dimensi akidah, mengungkap masalah keyakinan manusia terhadap
rukun iman ( iman kepada Allah, Malaikat, kitab-kitab, Nabi dan rasul, hari
pembalasan, serta qadha dan qadhar). (2) Dimensi ibadall, berkaitan dengan
frekuensi, intensitas dan pelaksanaan ibadah seseorang, seperti ( shalat,
zakat, puasa, dzikir, dan berdoa). (3) Dimensi amal meliputi tingkah laku
dalam kehidupan bermasyarakat, misalnya menolong sesama, ramah dan
baik terhadap orang lain, bersungguh-sungguh dalam bekerja dan belajar,
disiplin dan menghargai waktu, bertanggung jawab, tidak minum-minuman
keras, serta memperjuangkan keadilan dan kebenaran. (4) Dimensi ihsan
mencakup perasaan dekat dengan Tuhan, perasaan tentang doa-doa (nya)
didengar oleh Allah, tersentuh atau tergetar ketika mendengar adzan dan
alunan ayat suci Al-Qur'an serta mensyukuri nikmat yang dikaruniakan Allah.
55
(5) Dimensi ilmu menyangkut pengetahuan seseorang tentang ajaran -ajaran
agamanya, seperti ritual-ritual keagamaan, dan kitab suci. ( lihat tabel 3.1.)
Tabel 3.1.
Blue Print Skala Tingkat Religiusita1s
NomorAitem
lndikator
Dimensi
1.
Fav
Unfav
Akidah
Iman kepada Allah
11
21
(keyakinan
Nabi dan Rasul
1
51
terhadap
Malaikat
45
rukun iman)
Kitab-kitab
26
Hari pembalasan
44
28
27
41
18
qadha dan qadhar
2.
Jumlah
Ibad ah
Shalat
(Ritual)
Puasa
7
31
23, 33
12
2,49
5
zakat
17
34
berdzikir
50
16
3
4
30
6
membaca Al-Qur'an
berdo'a,
14
--~~-~--
56
3
Amal
(Pengamalan)
Menolong orang lain
10,36
53
Bersungguh - sungguh
20
15
Disiplin dan menghargai waktu
48
46
Berkata benar dan bohong
35
38
Bertanggung jawab
40
19
tidak minum-minuman keras
:37
24
Perasaan dekat dengan Allah
39
14
Perasaan do-donya didengar
42
12
8, 22
9
13
dalam bekerja dan belajar
4
lhsan
(Penghayatan)
9
Allah
Tersentuh I tergetar ketika
mendengar suara adzan dan
alunan ayat suci Al-Qur'an
Mensyukuri nikmat yang
13
47
dikaruniakan Allah
5.
l!mu
(Pengetahuan)
Jumlah
Tradisi-Tradisi keagamaan
Kitab suci Al-Qur'an
yang dianutnya
25,43
32
5
2£1
28
52
25
Skala religiusitas ini menggunakan alat tes Skala model Likert atau dikenal
juga dengan The Method of Summated Rating, dengan vmiasi jawaban
53
57
sebanyak empat (4) pilihan, yaitu: sangat tidak setuju, tidak setuju, setuju,
dan sangat setuju. Adapun skor untuk masing-masing pililian jawaban adalah
sebagai berikut : (lihat tabel 3.2.)
Tabel 3.2.
Skor Skala Tingkat Religiusitas
Pilihan
Favorable
Un Favorable
STS
TS
s
SS
1
2
3
4
4
3
2
1
3.2.2. Skala Perilaku Seksual.
Skala ini tersusun dari lima puluh dua (52) butir pernyataan-pernyataan yang
terdiri dari tujuh indikator. Peneliti memakai indikator dari rnacam-macam
perilaku seksual yang meliputi : Memegang seperti, tangain, pinggang, paiha,
alat kelamin, dan payudara . Berpelukan, mencium seperti pipi, kening, bibir,
payudara dan alat kelamin. Bercumbu I petting seperti payudara dan alat
kelamin. Masturbasi I onani, oral seks, sampai hubungan seksual.
(lihat tabel 3.3.)
58
Tabet 3.3.
Blue Print Skala Perilaku Seksual
No
Aspek
lndikator
Nomor Aitern
Favorabe
1
2
3
Memegang
1
Tanggan
Paha
52
14
Payudara
27
39
Alat kelamin
31
10
3,25,36
34,50
5
10
kening
44
32
48
bibir
21
9
41
4
29
17
Petting I
Payudara
bercumbu
alat kelamin
Masturbasi I
5
19
10
23
22
alat kelamin
5
43
2
Pipi,
payudara
4
Jumlah
Pinggang
Berpelukan
Mencium
Unfavorabel
13
35,40
5
7,28,33,46
:24,26,37
7
onani
6
Oral seks
15, 38,42
8,20,45
6
7
Hubungan
6, 12, 18, 30,
47,51
11, 16,49
9
seksual
I Jumlah
28
24
Sedangkan instrument skala pada perilaku seksual yang peneliti gunakan
yaitu model penskalaan stimulus (Method of Egual-Appealing Intervals)
52
59
atau metode interval tampak setara. (Edwards, 1957). yaitu penskalaan yang
berorientasi pada stimulus yang diberikan oleh subyek yang berkaitan
dengan perilaku seksual yang pernah dilakukan. Dengan skala ini,
diharapkan sampel bersedia memberikan penelitian mereka masing-masing
mengenai perilaku seksual yang pernah dilakukannya
ba~1i
apa yang
dideskripsikan oleh aitem, skala ini memiliki alternatif pilihan jawaban mulai
dari A,B,C tidak pernah, C kadang-kadang, dan E,F,G sering sekali
melakukan perilaku seksual. Sedangkan skor yang akan cliberikan pada
masing-masing pilihan jawaban adalah sebagai berikut: (lihat tabel 3.4)
(lihat tabel 3.4.)
Skor skala perilaku seksual untuk Try Out
A
B
c
D
E
F
G
Favorabel
1
2
3
4
5
6
7
UnFavarabel
7
6
5
4
3
2
1
Pilihan
Adapun rumus yang digunakan untuk penentuan skor penelitian, peneliti
menggunakan pilihan jawaban YA dan TIDAK adapun skor yang diberikan
bagi setiap jawaban YA yang dapat dijumlahkan yang pad.a akhirnya
merupkan skor bagi perilaku seksual yang dialami oleh res;ponden yang
bersangkutan. Untuk jawaban TIDAK tentu saja tidak diberi skor (atau diberi
skor nol) dikarenakan jawaban TIDAK berarti responden yang bersangkutan
tidak mengalami hal yang dideskripsikar:i oleh item.
60
Adapun rumus untuk skor jawaban YA yaitu:
S
=bb [ ( 0,50 - pk b) Ip ] i
keterangan :
pk b
=Batas bawah angka yang berisi median
=Proporsi Kumulatif dibawah kategori angka yang berisi median
p
= Proporsi pada kategori angka yang berisi median
bb
=luas interval angka yang dalam hal ini sama den!~an 1
(Lihat pada lampiran skala stimulus skor perilaku seksual)
3.2.3. Teknik Uji lnstrumen Penelitian
3.2.3.1. Uji Validitas
Untuk mengetahui apakah skala yang telah dibuat mampu menghasilkan data
yang akurat sesuai dengan tujuan ukurnya, maka diperlukan pengukuran
validitas. Oleh karena itu, untuk menguji validitas dari skala yang telah dibuat
dengan menggunakan teknik korelasional Product Moment Pearson, dalam
perhitungannya adalah dengan menggunakan program SPSS versi 11,5.
Adapun rumusnya adalah :
r xy
=
:L XY - (:L X ) C~:: Y ) /n
'I/ l:L X 2_ (:L X ) 2 /n ] l:L y
2 -
(:LY ) 2 /n]
61
keterangan :
X
=Skor skala tingkat religiusitas
=Skor skala perilaku seksual
N =Banyaknya Subjek
Y
3.2.3.2. Uji Reliabilitas
Reliabilitas artinya tingkat kepercayaan hasil suatu pengulkuran. Pengukuran
yang memilki reliabilitas yang tinggi, yaitu yang mampu memberikan hasil
ukur yang terpercaya ( Azwar, 2003 ). Untuk mencari nilai estimasi reliabilitas
dari instrument yang digunakan , peneliti menggunakan tekhnik Alpha
Cronbclch (Ai.war, 2003 ), dalarh penghitungannya adalah dengan
menggunakan program SPSS versi 11,5. adapun rumusanya adalah :
l: Sj 21
l:Sx 2
Keterangan :
a
=Reliabilitas
k
=jumlah belahan tes
=jumlah varians dari skor item
Sj
2
Sx 2
= jumlah varians dari skor tes
62
3.2.3.3. Uji lnstrumen
Setelah item-item skala dibuat, peneliti mengujicobakan skala tersebut.
Dalam tahap uji coba, peneliti memberikan lima puluh tiga item pada tingkat
religiusitas dan lima puluh dua item pada skala perilaku s1~ksual.
Hasil uji validitas dengan perhitungan korelasi Product Moment Pearson pada
skala tingkat religiusitas didapat tiga puluh tujuh item yanfJ valid. Item-item
yang valid tersebut adalah item 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 11, 12, 13, 14, 16, 17, 18,
19, 20, 21, 22, 23, 26, 27, 34, 37, 38, 39, 40, 41, 42, 43, 44, 45, 46, 47, 48,
49, 50, 52. Adapun nilai reliabilitas yang dihasilkan sebesar 0,8377. Artinya
nilai skala ini reliabel untuk digunakan dalam penelitian.
Adapun hasil uji validitas pada skala perilaku seksual didapat 22 item yang
valid. item -item yang valid adalah 4, 5, 6, 8, 9, 11, 14, 16, 23, 24, 26, 29,
31,32, 34, 37, 40, 44, 47, 49, 50, 51. Adapun nilai reliabilitas yang dihasilkan
sebesar 0,6149. Artinya nilai skala ini cukup reliable digunakan dalam
penelitian.
Blue print skala tingkat religiusitas pasca try out dapat dilihat pada tabel 3.4.
dan blue print skala perilaku seksual pasca try out juga dapat dilihat pada
tabel 3.5. dibawah ini
63
Tabel 3.4.
Blue Print Tingkat Religiusitas Pasca Try Out
..
No
Dimensi
IfPm
Fav
1.
Akidah
2.
lbadah
3.
Amal
4.
lhsan
5.
llmu
43
Jumlah
16
Un Fav
7, 11,26,27,44
Jumlah
14, 18, 21, 4:1, 45
10
3, 17,23
2, 4, 5, 6, 1Ei, 34, 49
10
20,48
19, 37,46
5
13,22,40,42,50
8, 12, 38, 39, 47
10
2
52
37
21
Tabel 3.5.
Blue Print perilaku seksual Pasca Try Out
Nomor Item
No
Dimensi
Fav
Un Fav
Jumlah
1.
Memegang
14,31
23,
3
2.
Berpelukan
29, :34
3
3.
Mencium
50
9,44
4, 32
4
4.
Petting
5,40
-
2
5.
Masturbasi
26
24,37
3
6.
Oral seks
8
-
1
7.
Hubungan seksual
Jumlah
6, 11,47,51
16,49
6
13
9
22
64
3.3. Teknik Analisa Data
Dalam penelitian ini bentuk analisa data yang digunakan adalah analisis
kuantitatif, yakni jenis analisis yang berupa metode statistik, yang hasilnya
disajikan dalam bentuk angka-angka yang kemudian dijel:askan dalam suatu
uraian ( Hasan, 2002 ).
Setelah mendapatkan data yang diperlukan, maka peneliti melakukan analisis
statistik dengan menggunakan :
Statistik Deskriptif, digunakan untuk mendapatkan gambaran umum Tingkat
religiusitas dan perilaku seksual yang disajian dalam tabel . Sedangkan untuk
perhitungan validitas item dan pengujian hipotesis menggunakan korelasi
Product Moment, dari person.
Dalam perhitungannya, peneliti menggunakan program SPSS versi 11, 5.
Adapun rumusnya adalah :
rxy
= 2: XY - (2: X ) (2: Y ) /n
,/ [2: X 2_ (2: X ) 2 /n ] [2: y
keterangan :
X
=Skor skala tingkat religiusitas
=Skor skala perialku seksual
N =Banyaknya Subjek
Y
2 -
(2: y
) 2 /n]
65
Table 3.3.1.
Gambaran tingkat religiusitas siswa SMA Adi Luhur Jakarta Timur
Tingkat religiusitas
Masing-masing jawaba111
1. Akidah
30
2. lbadah
20
3.Amal
19
4. lhsan
20
5. llmu
11
Total
Jumlah: 100
Table 3.3.2.
Gambaran Perllaku Seksual siswa SMA Adi Luhur Jakarta Timur
Tingkat religiusitas
Masing-masing jawaban
1. Memegang
23
2. Berpelukan
20
3. Mencium
25
4. Petting
6
5. Masturbasi/onani
18
6. Oral seks
3
7. Hubungan seksual
5
Total
Jumlah: 100
·-
66
3.4 Prosedur Penelitian
Dalam penelitian ini peneliti mencoba merencanakan lan~1kah - langkah yang
diharapkan dapat menunjang kelancaran penelitian, yaitu sebagai berikut :
1. Tahap persiapan
Dimana pada tahap ini peneliti memulai dengan merumuskan masalah
dan menentukan variabel yang akan diteliti. Kemudian peneliti rnencari
serta menyusun teori, menentukan lokasi penelitian, rnembuat instrument
atau alat ukur penelitian berupa Skala Sikap Model Likert dan penskalaan
stimulus
2. Tahap pelaksanaan
Pada tahap yang kedua ini, peneliti rnulai menentukan sampel penelitian.
Peneliti menggunakan tekhnik sampling acak berlapis proporsional untuk
mengambil sampel penelitian.
Setelah itu peneliti memberikan penjelasan mengenai tujuan peneltian
dan meminta kesedian subyek untuk mengisi skala penelitian, setelah itu
melaksanakan pengambilan data dengan mernberikan skala yang telah
ditentukan yang telah disiapkan kepada subyek penelitian.
3. Tahap pengolahan data
Pada tahap yang terakhir ini peneliti melakukan skorin!~ terhadap hasil
skala yang telah diisi oleh subyek penelitian atau responden, kernudian
67
menghitung dan membuat tabulasi data yang diperoleh, selanjutnya
peneliti membuat tabel data dan terakhir melakukan analisa data dengan
menggunakan metode stastistik untuk menguji hipotesis penelitian.
BAB4
PRESENTASI dan ANALISA IDATA
4.1. Gambaran Umum Subyek Penelitian
Gambaran umum subyek penelitian akan diuraikan secara deskriptif dan
dibantu dengan penyajian dalam bentuk tabel yang terdiri dari kelas, usia,
dan jenis kelamin.
Tabel 4.1
Latar belakang
Ke las
Jumlah
Persentase
40
39
21
40%
39%
21%
18
46
31
23
31%
46%
23%
Jenis kelamin
Laki-laki
Perempuan
41
59
41 %
59%
Jumlah Masina - masina
100
100%
x
XI
XII
Usia
16
17
Dari tabel diatas, dapat dilihat bahwa proporsi sampel untuk tiap kelas
terbesar terdapat di kelas X yang berjumlah 40 subyek dan proporsi sampel
terkecil terdapat di kelas XII yang berjumlah 21 subyek.
69
Sedangkan proporsi sampel untuk usia yang paling banyak menjadi
responden berada pada usia 16 tahun sebanyak 46 subyE~k (46 %),
sedangkan subyek penelitian yang paling sedikit berada pada usia
18 tahun sebanyak 23 subyek (23 %). Secara keseluruham subyek penelitian
didominasi oleh wanita sebesar 59 subyek (59%) sedangkan jumlah subyek
laki - laki hanya 41 subyek (41%).
4.2. Presentasi Data
4.2.1. Deskripsi Statistik
Tabel 4.4.
Deskripsi Statistik perolehan dan teoritik Skor Skala Tingkat
Religiusitas dan Skala Perilaku Seksual.
Variabel
Tingkat
N
Skor Min
Skor Max
Mean
Std Dev
100
103.00
151.00
123,47
10,55
100
15
83
48,95
12,54
Religiusitas
Perilaku Seksual
Diketahui jumlah subyek penelitian 100 responden, skor tingkat religiusitas
terendah adalah 103.00, dan skor tertinggi 151.00 dengan nilai rata-rata
70
123,47. Kemudian skor pada perilaku seksual terendah adalah 15, dan skor
tertinggi adalah 83 dengan nilai rata-rata 48,95.
Untuk menentukan tingkat religiusitas subyek dalam kateoori tinggi, sedang
dan rendah, peneliti menggunakan kategorisasi jenjang
s1~perti
dibawah ini :
Tabel 4.5.
Tabel interpretasi Skor tingkat religiusitas
RumusX
Rentangan Nilai X
Jenjang Posisi Nilai X
X < M -1SD: X < 123,47 - 1 ( 10,55)
=112,92-Kebawah
= 112,93 - 134,02
= 134,03 - keatas•
Rendah
M + 1 SD: 123,47 + 1 ( 10,55)
X > M + 1 SD: X > 123,47 + 1 (10,55)
Sedang
Tinggi
Dari tabel diatas, dapat diketahui bahwa jika X (sebaran slwr Variabel X)
lebih kecil dari 112,92 maka tingkat religiusitas tergolong rendah.
Jika X lebih besar dari 112,92 sampai 134,02 maka termasuk kategori
sedang, sedangkan jika X lebih besar dari 134,02 keatas maka termasuk
pada kategori tinggi.
71
Tabel 4.6.
Kategori subyek dalam perolehan skor tingkat religiusitas
F
Kategori
Persentase (%)
Rendah
16
0, 1()
Sedang
18
0,1B
Tinggi
66
0,6€1
Total
100
100.00 %
Tabel diatas, menunjukkan bahwa terdapat 16 subyek memiliki kategori
tingkat religiusitas yang rendah, 18 subyek memiliki kate~rori tingkat
religiusitas sedang, dan 66 subyek memiliki kategori tingkat religiusitas tinggi.
Tabel 4.7.
Tabel interpretasi Skor perilaku seksual
Skor perilaku seksual
Nilai X
2
Rendah
3-4
Sedang
5-6
Tinggi
--
--
72
Dari tabel diatas, dapat diketahui bahwa skor 2 perilaku seksual tergolong
rendah. Sedangkan untuk nilai 3-4 maka nilai X tergolonfl sedang, dan untuk
skor 5-6 nilai X tergolong tinggi.
Tabet 4.8.
Kategori subyek dalam perolehan skor perilalku seksual
Kategori
F
Rendah
13
0, 1~1
Sedang
72
0,7•~
Tinggi
15
0, 1fi
Total
100
100.00 %
Persentase (%)
Tabel diatas, menunjukkan bahwa terdapat 13 subyek memiliki kategori
perilaku seksual. yang rendah, 72 subyek memiliki kategori perilaku seksual
sedang, dan 15 subyek memiliki kategori perilaku seksual tinggi.
4.2.3. Uji Persyaratan
Penulis menyajikan uji persyaratan penggunaan uji hipotesis, Yaitu uji
normalitasdan uji homogenitas. Perhitungan uji normalitas ini dilakukan untuk
mengetahui distribusi data dalam variabel yang digunakan dalam penelitian.
73
Sedangkan uji homogenitas digunakan untuk mengetahui distribusi data yang
homogen. Data untuk perhitungan uji hipotesis berdistribusi normal
menggunakan metode statistik parametrik. Uji normalitas data peneliti
menggunakan rumus yang diformulasikan oleh Kolmogro11 - Smirnov ini
diinginkan karena jumlah responden yang digunakan sebanyak 99 siswa.
4.2.3.1. Uji Nonnalitas
Uji normalitas menggunakan analisa kolmogorov-Smimov. variabel tingkat
religiusitas angka signifikansi sebesar 0,93 dengan menm~unakan taraf
signifikansi Alpha 5%, maka diketahui bahwa nilai probabilitas 0,93 > 0,05, ini
artinya distribusi data untuk tingkat religiusitas adalah no1mal. Variabel untuk
perilaku seksual diperoleh angka probabilitas adalah 0,484 dengan
menggunakan taraf signifikansi Alpha 5%, maka diketahui bahwa nilai
probabilitas 0,484 > 0,05, maka distribusi data untuk perilaku seksual normal.
4.2.3.2. Uji Homogenitas
Hasil uji homogenitas untuk skala tingkat religiusitas diperoleh angka
signifikansi 0,226 > 0,05, ini artinya data pada skala tingkat religiusitas
homogen. Pada variabel perilaku seksual diperoleh nilai s1ignifikansi 0,703>
0,05 artinya data pada skala perilaku seksual homogen.
74
4.2:3.3. Uji Hipotesis
Pengujian hipotesis dilakukan untuk mengetahui apakah ada hubungan
antara tingkat religiusitas dengan perilaku seksual pada mmaja. Uji hipotesisi
ini menggunakan rumus korelasi product Moment dari pearson yang
perhitungannya menggunakan program SPSS versi 11,5.
Berdasarkan perhitungan antara tingkat religiusitas dengan perilaku seksual
diperoleh r - hitung sebesar 0, 175 setelah dibandingkan dengan nilai r - tabel
sebesar 0, 195 pada taraf signifikansi 5 %.
Hal ini menunjukkan bahwa nilai r - hitung lebih kecil daripada r - tabel,
dengan demikian hipotesis nol (Ho) yang menyatakan tidak terdapat
hubungan yang signifikan antara tingkat religiusitas denga1n perilaku seksual
pada remaja siswa SMA Adi Luhur Jakarta diterima. Maka1 dalam penelitian
ini berarti ada hubungan antara tingkat religiusitas dengani perilaku seksual
pada remaja siswa SMA Adi Luhur Jakarta Timur.
BABS
KESIMPULAN, DISKUSI DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisa data serta pengujian hipotesis, maka dapat ditarik
kesimpulan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat
religiusitas dengan perilaku seksual pada remaja siswa SMA Adi Luhur
Jakarta Timur . Dari hasil perhitungan yang diperoleh temyata r - hitung
(0, 175) lebih kecil daripada r - tabel pada a= 0.05 (0.195}. Maka tidak
terdapat hubungan antara dua variabel tersebut .
5.2. Diskusi
Penelitian ini dilakukan sebenarnya berdasarkan teori yang menjelaskan
bahwa suatu kenyataan yang mencemaskan belakangan ini ialah keberanian
sementara remaja melakukan pelanggaran susila, baik wanita maupun pria.
bahkan diantara mereka ada yang berpendapat bahwa hubungan antara
wanita dan pria tidak perlu dibatasi dan tidak usah dikontrol oleh orang tua.
76
Pada umumnya anak remaja yang dengan mudah melakukan pelanggaran •
susila itu adalah mereka yang kurang mendapatkan pendidikan agama sejak
dini, tidak takut akan kehadiran Tuhan, tidak takut akan dosa yang ia lakukan.
Tetapi bagi remaja yang telah banyak mendapatkan materi pendidikan
agama, pengetahuan agama dan keyakinan dan l<eimanan terhadap Allah
swr. kemudian diamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, maka secara
tidak langsung akan selamat dan terhindar dari pelanggaran susila serta akan
terhindar dari perbuatan keji dan munkar serta dapat men!JUasai nafsunya
dalam arti dapat mencegah timbulnya problema pada dirinya.
Suatu contoh ialah remaja yang berpuasa dengan sungguh-sungguh, shalat
dengan rajin dan tekun, maka remaja itu secara preventif dan kuratif dapat
memecahl<an problema yang dialaminya. ( Zal<iah Daradjat dalam sahilun
A.Nasir,2002 ).
Dari teori tersebut. peneliti berasumsi bahwa apabila seseorang memiliki
pengetahuan,keyakinan dan keimanan terhadap Allah SWT, serta dapat
mengamalkan ajaran-ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari maka hala
tersebut menjadi salah satu benteng bagi dirinya agar marnpu menguasai
nafsu yang ada dalam dirinya.
77
Hasil penelitian yang peneliti lakukan pada siswa SMU Adi Luhur Jakarta Timur membuktikan bahwa tidak ada hubungan yang sig11ifikan antara
tingkat religiusitas dengan perilaku seksual. hal ini disebabkan karena hasil
perhitungan dengan menggunakan dengan menggunakan analisis product
moment pearson dengan menggunakan program SPSS versi 11,5 diperoleh
hasil nilaikorelasi (r - hitung) sebesar 0, 175 lebih kecil clari (r- tabel) sebesar
0, 195. Dengan demikian Ho diterima dan Ha ditolak, artinya tidak ada
hubungan antara tingkat religiusitas dengan perilaku seksual pada remaja.
Adapun kemungkinan HO diterima adalah karena ada hal yang menyebabkan
seseorang melakukan perilaku seksual. yaitu yang didasari perasaan suka
sama suka terhadap pasangannya. Menurut penelitian dari pusat kesehatan
masyarakat UI, Rita Damayanti, (2005) berdasarkan hasil penelitian,
sebanyak 25 persen responden yang diteliti menyatakan hubungan seks
boleh saja dilakukan dengan pasangan asal disertai perasaan suka sama
suka.
Beberapa penelitian lain menunjukkan bahwa perilaku seksual lebih banyak
dilakukan oleh pelajar, sampai ada kasus kehamilan diluair nikah maupun
aborsi.
78
Dari hasil penelitian RSCM dan UI, dalam sehari sekitar 100 kasus aborsi
dilakukan oleh remaja diseluruh Indonesia. Artinya, dalam setahun
diperkirakan ada 36 ribu janin yang dibunuh. (poskota, 8 ~;eptember 2007).
Sehingga dalam penelitian ini tidak ditemukan adanya hubungan yang
signifikan antara tingkat religiusitas perilaku seksual, mungkin karena
responden yang diteliti tidak pernah melakukan perilaku seksual.
Penyebab banyaknya remaja yang mudah melakukan perilaku seksual
mungkin karena pengaruh pergaulan bebas dan kurangn~·a informasi tentang
seks, ini berarti sesuai dengan teori yang penulis ajukan bahwa perilaku
seksual akan terjadi ketika adanya peningkatan pada horrnon seksualny telah
berfungsi yang dapat menyebabkan para remaja membutuhkan penyaluran
dalam bentuk tingkah laku tertentu. ( Sarwono, 2004 ), belum lagi adanya
rangsangan-rangsangan dari luar seperti VCD-VCD porno dan adeganadegan dalam film yang dapat mengundang nafsunya serta maraknya
warung-warung internet yang dapat mengakses situs-situs porno dengan
mudah.
Pada masa remaja ketertarikan dengan masalah seks sangat tinggi karena ia
ingin mencoba dan mempraktekan apa yang ia lihat dengan cara melakukan
perilaku seksual, belum lagi pergaulan yang semakin bebas antara pria dan
79
wanita sehingga tidak dapat dikendalikan yang dapat menimbulkan masalah
seperti adanya kasus kehamilan diluar nikah dan kasus aborsi yang marak
terjadi dikalangan remaja.
Jadi, dalam penelitian ini memang tidak ditemukan adanya hubungan antara
tingkat religiusitas dengan perilaku seksual pada remaja, berarti kemungkinan
besar seseorang memiliki tingkat religiusitas yang tinggi, bisa juga karena
perilaku seksual tidak muncul, karena adanya pengawasan dari orang tua
dan guru yang cukup baik, atau bisa juga responden dalam mengisi
kuesioner memberikan jawabannya yang baik-baik saja. Maka hal itu tidak
akan mempengaruhi ia untuk melakukan perilaku seksual.
5.3. Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang telah peneliti lakukan, ada beberapa saran
yang ingin peneliti ajukan, diantaranya adalah :
1. Bagi remaja, disarankan mempunyai pengetahuan yang cukup
seputar masalah seks, agar remaja dapat mengambil keputusan yang
lebih bijak tentang apa yang seharusnya boleh mereka lakukan dan
apa yang seharusnya belum boleh mereka lakukan.
2. Bagi pihak sekolah, disarankan mengadakan proses pembelajaran
pendidikan agama islam untuk lebih meningkatkan religiusitas dan
80
nilai-nilai ketuhanan dimana remaja mampu menghadirkan Tuhan
dimana pun ia berada. Selain itu juga proses pembelajaran mengenai
pendidikan seks disekolah penting disampaikan kepada siswa agar
mereka mengerti apa fungsi dari organ-organ seksual agar tidak
menyimpang dari ajaran agama.
3. Bagi orang tua, disarankan dapat membimbing dan mengarahkan
anaknya agar tidak terjerumus kedalam pergaulan bebas, dan orang
tua juga wajib menjelaskan tentang bahaya dari pergaulan bebas yang
bisa merusak masa depannya kelak dengan cara memberikan
informasi yang sejelas-jelasnya dan terbuka dengan cara pendidikan
seks sesuai dengan kemampuannya.
5. Bagi peneliti yang ingin melakukan penelitian lanjutan pada materi
yang sama dengan penelitian ini, disarankan sebaiknya selain
menggunakan skala mungkin dapat ditambah
den~1an
menggunakan
wawancara. Hal ini dengan tujuan agar didapatkan hasil yang lebih
akurat, dengan wawancara jawaban yang diberikan oleh responden
adalah jawaban yang spontan dan lebih terbuka.
81
DAFTAR PUSTAKA
Buku
Abdurahman Al-Mukaffi. (1999). Pacaran dalam kaca mata Islam. Jakarta:
Media Dakwah.
Ajen Dianawati. (2003). Pendidikan Seks Untuk Remaja. Jlakarta: Kawan
Pustaka.
Akhmad Azhar Abu Migdad. (1997 ). Pendidikan Seks Ba9i Remaja.
Yogyakarta: Mitra Pustaka.
Ali Akbar. (1986). Seksualitas ditinjau Dari Hukum Islam . •lakarta: Ghalia.
Asmadi Alsa. (2004 ). Pendekatan Kuantitatif dan Kua/itatil' Serta
Kombinasinya Dalam Penelitian Psikologi. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Aziz Bachtiar. (2004). Cinta Remaja: Mengungkap Pola dan Perilaku
Remaja. Yogyakarta : lndie Books.
Bambang Prasetyo. (2006). Metode Penelitian Kuantitatif. Teori dan Ap/ikasi.
Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.
Deswita. (2005). Psikologi Perkembangan .Bandung : Remaja Rosdakarya.
Fuad Nashori, Rachmy Diana Mucharam. (2002). Mengembangkan
Kreativitas Dalam Perspektif Psikologi lslami. Yogyakarta : Menara
Kudus.
82
Hurlock. (1997). Psikologi Perkembangn Suatu Pendekatan Rentang
Kehidupan. Jakarta : Erlangga.
Jalaludin. (1996). Psikologi Agama. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.
Kartini Kartono.(1992). Psiko/ogi Wanita Mengenal Gadis Remaja Dan
Wanita Dewasa. Bandung : PT. Mandar Maju.
Melly Srisulastri Rifa'i. (1987). Psiko/ogi Perkembangan f?emaja dari segi
kehidupan sosial. Jakarta : Pl. Bina Aksara.
M. Igbal Hasan. (2005). Pokok-Pokok Materi Metlit dan aplikasinya. Jakarta :
Ghalia Indonesia.
Novita Pratiwi. (2005). Karena Tabu Harus Tahu. Yogyakarta : Pustaka
Anggrek.
Robert H. Thouless. (1995). Pengantar psikologi agama . •lakarta: PT.Raja
Grafindo Persada.
Sahilun, A, Nasir. (2002). Peranan Pendidikan Agama Tethadap Pemecahan
Prob/ema Remaja. Jakarta : Kalam Mulia.
Sarlito Wirawan Sarwono.(2005). Psikologi Remaja. Jakarta : PT.Raja
Grafindo Persada.
Sevilla.(1993). Pengantar Metode Penelitian . Jakarta: Uniiversitas Indonesia.
Syamsu Yusuf. (2004). Psiko/ogi Perkembangan Anak Dan Remaja. Bandung
: PT.Remaja Rosdakarya Offset.
Sawitri (2001 ). Seksualitas Wanita, Suatu Pendekatan Psikoanalitik. Jurnal
Psikologi Vol 7 Maret 2003.
83
Zakiah, Drajat. (1989). //mu Jiwa Agama. Jakarta: PT. Bulan Bintang.
Zulkifli L. (1987). Psikologi Perkembangan. Bandung: Remaja Karya.
Surat Kabar
(2007). 100 kasus Aborsi dilakukan o/eh remaja. Poskota, 8 September.
Uli. (2006). Siswa /bukota Pennissif Seks Bebas. Republika,20
September.
Suy. (2006). Fertilitas /bu Dan Remaja Masih Tinggi. Republika, 12
September.
Alya. (2007). 100 Remaja Aborsi Tiap Harl . Poskota, 8 SEiptember.
Skripsi
Endah Septidayani. (2006). Perbedaan tingkat religiusifas anak-anakja/anan
yang memiliki orang tua dengan yang tidak memilikinya. Fakultas UIN
Jakarta.
Diah Amaliah, (2005). Peranan lbadah Puasa terhadap Perilaku Seksual
Remaja. Fakultas Psikologi UIN Jakarta.
Inform Consent
Assalamualaikum Wr.Wb.
Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih atas waktu yang telah anda
berikan untuk mengisi angket ini. Dengan ini izinkanlah saya mahasiswi
fakultas psikologi (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta untuk melakukan
penelitian yang dilaksanakan sebagai pemenuhan tugas akhir (Skripsi).
Dalam menjawab angket ini tidak ada jawaban salah atau benar, maka anda
bebas menentukan jawaban yang paling sesuai dengan diri anda. Setiap
jawaban yang anda berikan akan terjamin kerahasiannya.
Bacalah petunjuk pengisian terlebih dahulu, kemudian setelah selesai mohon
diteliti kembali jawaban anda agar tidak ada pemyataan yang tidak terjawab
atau terlewati.
Wassalamu'alaikum Wr.Wb.
Hormat saya,
Nurhayati
Angket Try Out
Data Responden
Nama
Jenis kelamin : L I P
Usia
: ...... Tahun
Ke las
Petunjuk Pengisian
Dibawah ini terdapat sejumlah pemyataan - pemyataan yang be:rl'.aitan dengan
"Tingkat Religiusitas Pada Remaja". Anda diminta untuk menjawab pemyataan pemyataan yang telah disediakan yang sesuai dengan diri anda pada kolomjawaban
STS : Sangat tidak setuju
TS
: Tidak setuju
S
: Setuju
SS
: Sangat setuju
Contoh:
No
1
No.
!.
2.
3.
4.
5.
6.
7..
8.
9.
10.
.item
SS
Mengerjakan shalat lima waktu
ITEM
Saya percaya bahwa Nabi dan Rasul adalah utusan
Allah
Dalam sehari saya hanya shalat kurang dari lima
waktu
Membaca Al-Qur' an selalu sava lakukan setiap hari
Menumt saya membaca Al-Qur'an hanya
membuang waktu saia
Saya menjalankan ibadah puasa dengan teroaksa
Selesai shalat saya malas untuk berdoa
Saya percaya apapun yang terjadi itu semua adalah
takdir Allah
Mendengar suara (ldzan membuat hati saya
tersentuh
Hati saya kadang bergetar bila mendengar suara
adzan
Saya selalu menolong orang la.in tanpa imbalan
STS
TS
s
SS
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28
29.
30.
31
32
33
34
Saya yakin tiada Tuhan selain Allah
Saya merasa doa saya jarang dikabulkan oleh Allah
Saya mensyukuri alas nikmat yang telah
dikaruniakan Allah
Serinl!kali saya merasa iauh dari Allah
Menurut saya, bersungguh-sungguh dalam bekerja
dan belaiar tidak ada manfaatnva
Dengan berzikir tidak membuat hati saya menjadi
tenang
Sava waiib mengeluarkan zakat
Saya tidak yakin qadha dan qadhar ditentukan oleh
Allah
Menurut saya bertanggung jawab terhadap
nekeriaan tidak nerlu dilakukan
Bekerja maupun belajar merupakan salah satu
bentuk oengamalan dalam Islam
Saya merasa Allah tidak pemah menolong saya
ketika saya mendapat musibah
Mendengar alunan ayat suci Al-Qur'an membuat
hati sava meniadi tenang
Menurut saya, saya wajib menjalankan ibadah
puasa dibulan ramadhan
Saya selalu menolak ajakan teman untuk minwnminuman keras
Say.a selalu berdo'a saat berangkat kesekolah
Saya percaya bahwa Nabi Muhammad pembawa
kitab suci Al-Qur' an
Saya tidak yakin pembawa kitab suci Al-Qur'an
Nabi Muhammad
Saya yakin bahwa seluruh aktivitas saya akan
dicatat oleh malaikat Atid dan Rakib
Kitab suci umat islam adalah Al-Qur'an
Saya senantiasa berdo' a untuk orang tua sehabis
shalat
Melaksanakan perintah agama selalu saya kerjakan
senerti shalat
Saya selalu cium tangan orang tua saat akan
beranl!kat kesekolah
Saya selalu menjalankan puasa ramadhan satu
bulan oenuh
Menurut saya mengeluarkan zakat hanya
membuang harta saja
"
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
Saya selalu berkata benar dalam berbicara
Umat islam diwajibkan saling tolong-menolong
dengan sesama
Al-Qur'an menyatakan bahwa tidak diharamkan
hukumnva minum-minuman keras
Sava kadang berbohong dalam berbicara
Saya merasa dekat dengan Allah ketika sedang
beribadah
Menurut saya orang yang bertanggungjawab
terhadap pekerjaannya adalah salah satu anjuran
dari aiaran lll!ama Islam
Saya tidak yakin adanya hari pembalasan diakhirat
nanti
Saya merasa Allah selalu mengabulkan do'a-do'a
sava
Saya yakin membaca Al-Qur'an akan mendapat
pahala dari Allah
Sava yakin ada hari oembalasan diakhirat nanti
Saya yakin malaikat itu oembawa wahyu Allah
Menghargai waktu dan disiplin menurut saya tidak
ada manfaatnva
Saya tidak pernah mensyukuri nikrnat yang
dikaruniakan Allah
Disiplin dan menghargai waktu merupakan
aktivitas yang dianiurkan dalam aiaran Islam
Shalat lima waktu sering saya tim11mlkan
Hati saya merasa lebih tenang ketika sedang
berdzikir
Saya tidak yakin adanya Nabi dan Rasul
Saya tidak yakin kitab suci umat Islam adalah
Al-Qur'an
Menurut saya, rnenolong sesan1a tidak perlu
dilakukan iika tidak mendapatkan irnbalan apapun
,/
!i
I
Angket Penelitian
Data Responden
Nama
Jenis kelamin : LI P
Usia
: ...... Tahun
Kelas
Petunjuk Pengisian
Dibawah ini terdapat sejumlah pemyataan - pemyataan yang berkaitan dengan "Tingkat
Religiusitas Pada Remaja". Anda diminta untuk menjawab pemyataan-pemyataan
yang telah disediakan yang sesuai dengan diri anda pada kolom jawaban
STS
TS
S
SS
: Sangat tidak setuju
: Tidak setuju
: Setuju
: Sangat setuju
Contoh:
~1
.
~~o_t~~-,--:--,-i_re_m=--~--:-~-+1-s_Ts--t~T_s~11--r;-issl
No.
l.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
I l.
12.
13.
. Mengerjakan shalat lima waktu
.
ITEM
Dalam sehari saya hanya shalat kurang dari lima
waktu
Membaca Al-Qur'an selalu sava lakukan setiap hari
Menurut sava shalat hanva membuang waktu saia
Saya menialankan ibadah puasa dengan ternaksa
Selesai shalat saya malas untuk berdoa
Saya pcrcaya apapun yang terjadi itu semua adalah
takdir Allah
Mendengar suara adzan tidak membuat hati saya
tersentuh
Sava yakin tiada Tuhan selain Allah
Sava merasa doa saya iarang dikabulkan oleh Allah
Saya mensyukuri atas nikmat yang telah
dikaruniakan Allah
Seringkali sava merasa iauh dari Allah
Dengan berzikir tidak membuat hati saya menjadi
tenang
Saya waiib mengeluarkan zakat
.
STS
'I
I:=J
TS
-
-
-
s
SS
14.
Saya tidak yakin qadha dan qadhar ditentukan oleh
Allah
15. Menurut saya, ramah dan baik kepada orang lain
tidak nerlu dilakukan
16. Bekerja maupun belajar merupakan salah satu
bentuk oengamalan dalam Islam
17. Saya merasa Allah tidak pemah menolong saya
ketika sava mendaoat musibah
18. Mendengar alunan ayat suci Al-Qur'an membuat
hati saya meniadi tenang
19. Menurut saya, saya wajib menjalankan ibadal1
ouasa dibulan ramadhan
20. Saya percaya bahwa patuh kepada orang tua adalah
bagian dari keimanan
21. Sava yakin aadha dan qadhar ditentukan oleh Allah
22 Menurut saya mengeluarkan zakat hanya
membuang harta saia
23. Al-Qur'an menyatakan bahwa tidak diharamkan
hukumnya minum-minU111an keras
24. Saya kadang berbohong dalam berbicara
25. Hati saya tidak tersentuh mendengar alunan ayat
suci Al- Qur'an
26. Menurut saya orang yang bertanggungjawab
terhadap pekerjaannya adalah salah satu dari
aniuran lll!ama islam
27. Sava tidak vakin adanva hari oembalasan nanti
28. Saya merasa Allah selalu mengabulkan doa-doa
say a
29. Apabila bertemu guru saya cium tangan dan
memrucap salam
30. Saya yakin adanya hari pembalasan diakhirat nanati
31. Saya tidak yakin malaikat itu pembawa wahyu
All all
32. Menghargai waktu dan disiplin menurut saya tidak
ada manfaatnya
33. Saya tidak pernall mensyukuri nikmat yang
dikarunillkan Allah
34.
35 ..
36.
37.
Disiplin dan mengbargai waktu merupakan
aktivitas yang dianiurkan dalam iiiaran Islam
Shalat lima waktu sering saya timmalkan
Merasa lebih dekat dengan Allah ketika sedang
mengerjakan shalat
Sebelum makan saya jarang memebaca doa
Angket Try Out
Data Responden
Nama
Jenis kelamin : L I P
: ...... Tahun
Usia
Ke las
Petunjuk Pengisian
Dibawah ini terdapat sejumlah pemyataan - pemyataan yang berkaitan dengan
Perilaku Seksual Pada Remaja". Anda diminta untuk menjawab pemyataan pemyataan yang telah disediakan yang sesuai dengan diri anda pada kolom jawaban
dengan cara mencklis -.J salah satu kotak I huruf disamping kar1an.
Contoh : I) memeluk pacar
A
B
C
D
E
G
0
D
D
D
D
D
Keterangan : Pada kotak A,B,C menunjukkan tak pemah melakukan perilaku seksual,
sedangkan pada kotak D menunukkan kadang-kadang dan pada kotak E,F,G
menunjukkan sering sekali melakukan perilaku seksual.
l"ILIHAN
PERNYATAAN
A
B
c
D
E
F
G
1. Memegang pinggang pacar, ketika sedang
berboncengan sepeda motor
E'.l
D
D
D
D
D
D
2. Saya malu berpegangan tangan didepan
umum dengan pacar saya
D
D
D
D
D
D
D
3. Menurut saya, berpelukan dengan orang
yang kita cintai merupakan tanda
kemesraan dalam bercinta
D
D
D
D
D
D
D
4. Saya selalu menghindar ketika pacar ingin
mencium bibir saya
D
D
D
D
D
D
D
5. Saya lebih suka bercumbu, dibandingkan
melakukan oral seks
D
D
D
D
D
D
D
6. Saya tcrangsang ketika melihat film porno
dengan adegan berhubungan intim
D
D
D
D
D
D
D
7. Ketika sedang stress, saya sering
melakukan masturbasi
D
D
D
D
D
D
D
8. Merasa ragu-ragu untuk melakukan
oral seks dengan pacar
D
D
D
D
D
D
D
9. Saya mencium payudara atau alat
kelamin pacar
D
D
D
D
D
D
D
I 0. Saya tidak suka pacar memegang
alat kelamin I payudara
D
D
0
D
D
D
D
11. Perasaan takut akan muncul, jika pacar
mengajak untuk berhubungan intim
D
D
D
D
D
D
D
12. Menurut saya, sah-sah saja melakukan
hubungan intim dengan pacar yang didasari
perasaan suka sama suka
D
D
D
D
D
D
D
13. Melihat VCD porno dengan adegan
bercumbu, saya tidak tertarik
D
D
D
D
D
D
D
14. Saya memegang paha pacar, ketika
sedang berboncengan sepeda motor
D
D
D
D
D
D
D
15. Saya melakukan oral seks dengan pacar
D
D
D
D
D
D
D
16. Jika sedang berkencan, saya tidak tertarik
melakukan hubungan intim dengan pacar
D
D
D
D
D
D
D
17. Saya selalu menolak bila pacar meminta
mencium payudara atau alat kelamin saya
D
D
[]
D
D
D
D
18. Merasa lebih suka melakukan hubungan
intim dengan pacar, dibandingkan harus
melakukan masturbasi I onani
D
D
D
D
D
D
D
19. Saya bercumbu pada bagian payudara
atau al at kelamin di rumah pacar, ketika
orang tua tidak ada dirumah
D
D
0
D
0
0
D
20. Untuk mendapatkan kenikmatan seksual,
saya tidak tertarik melakukan oral seks
0
D
0
0
0
0
0
21. Saya tidak menolak apabila pacar ingin
mencium bibir saya
0
[]
0
0
0
0
0
22. Mencium pipi adalah hal yang
biasa dilakukan oleh pacar saya
0
[]
0
0
0
0
0
23. Saya malu memegang paha pacar,
ketika sedang berboncengan sepeda motor
0
[]
0
0
0
0
0
24. Masturbasi tidak boleh dilakukan oleh remaja
0
[]
0
0
0
0
0
25. Saya berpelukan tanpa mengenakan busana
dengan pacar saya
0
[]
0
0
0
0
0
26. Saya merasajijik melal.'Ukan masturbasi
0
[]
0
0
D
D
D
27. Ketika menonton film dibioskop, pacar ingin
memegang alat kelamin atau payudara saya
D
[]
0
D
0
D
D
28. Untuk mendapatkan kepuasan seksual, saya
selalu melakukan onani atau masturbasi
D
[]
D
D
D
D
D
29. Saya tidak tertarik mencium payudara
atau alat kelamin
D
[]
D
D
D
D
0
30. Melakukan hubungan seksual dengan
alat kontrasepsi (kondom, pil anti hamil)
D
[)
[)
[)
D
[)
D
31. Jika sedang berkencan, ada keinginan untuk
memegang payudara atau alat kelamin pacar
D
[I
0
[)
[)
0
0
32. Saya tidak pernah menciwn pi pi pacar saya
0
Cl
0
D
0
D
0
33. Saya lebih senang melakukan masturbasi I onani
0
[]
0
0
0
0
0
34. Saya merasa risih jika pacar memeluk saya
D
D
0
0
0
0
0
35. Kadang-kadang sayajengkel kepada pacar
karena ia selalu mengajak untuk bercumbu
0
0
0
0
D
0
0
36. Saya pernah berpelukan dan kemudian
berciuman dengan pacar
D
0
0
0
0
0
0
37. Merasa cemas bila melakukan masturbasi atau
Onani
D
D
D
D
D
D
D
38. Merasa puas jika hanya melakukan oral seks saja
D
D
D
D
D
D
D
39. Saya tidak tertarik memegang payudara atau alat
kelamin pacar
D
D
D
D
D
D
D
40. Perasaan khawatir ada sewaktu-waktu pacar
mengajak untuk bercumbu
D
D
D
D
D
D
D
41. Mencium payudara/alat kelamin adalah
ha! yang menyenangkan
D
D
D
D
D
D
D
42. Kadang-kadang saya ingin melakukan oral
seks dengan pacar
D
ID
D
D
D
D
D
43. Saya tidak suka pacar memegang pinggang
saya ketika sedang berj alan
D
ID
D
D
D
D
D
44. Merasa senang mencium kening pacar
D
[]
D
D
D
D
D
45. Oral seks menurut saya adalah hal yang wajar
D
[]
D
D
D
D
D
46. Untuk mendapatkan kepuasan seksual
saya melakukan masturbasi
D
[]
D
D
D
D
D
47. Hubungan seksual boleh dilakukan
jika ada pernikahan
D
[]
D
D
D
D
D
48. Saya merasa tidak puas kalau pacar hanya
mencium kening saja
D
[]
D
D
D
D
D
49. Menurut saya, hubungan intim boleh
dilakukan sebelum menikah
D
[]
D
D
D
D
D
50. Merasa canggung dan malu memeluk pacar
D
[]
D
D
D
D
D
51. Saya sering mendapatkan kenikmatan seksual
dengan menonton video atau membaca bacaan porno
tentang hubungan intim
D
[]
D
D
D
D
D
[J
D
D
D
D
D
52. Menurut saya memegang tangan pacar menyenangkan
D
Data Responden
Nama
Jenis kelamin : L I P
; ...... Tahun
Usia
Ke las
Petunj uk Pengisian
Dibawah ini terdapat sejumlah pernyataan - pemyataan yang berkaitan dengan Perilaku
Seksual Padla Remaja". Anda dirninta untuk menjawab pemyataan - pernyataan yang
telah disediakan yang sesuai dengan diri anda pada kolom jawaban dengan cara mencklis
.../ salah satu kotak I huruf disamping kanan.
PERNYATAAN
1. Saya selalu menghindar ketika pacar ingin
mencium bibir saya
2. Saya lebih suka bercumbu, dibandingkan
D
D
3. Saya terangsang ketika melihat film porno
dengan adegan berhubungan intim
D
D
4. Merasa ragu-ragu untuk melakukan
oral seks dengan pacar
D
D
5. Saya mencium payudara atau alat
kelamin pacar
0
D
5. Perasaan takut akan muncul, jika pacar
mengajak untuk berhubungan intim
0
D
7. Saya memegang paha pacar, ketika
sedang berboncengan sepeda motor
D
D
!. Jika sedang berkencan, saya tidak tertarik
melakukan hubungan intim dengan pacar
D
D
l. Saya malu memegang paha pacar,
ketika sedang berboncengan sepeda motor
D
D
.0. Masturbasi tidak boleh dilakukan oleh remaja
D
D
melakukan oral seks
11. Saya merasa jijik melakukan masturbasi
D
D
12. Saya tidak tertarik untuk berpelukan dengan
pacar jika sedang berkencan
Cl
0
13. Jika sedang berkencan, ada keinginan untuk
memegang payudara atau alat kelamin pacar
D
D
14. Saya tidak pernah mencium pipi pacar saya
D
D
15. Saya merasa risihjika pacar memeluk saya
[I
0
16. Merasa cemas bila melakukan masturbasi atau
Onani
Cl
0
17. Perasaan khawatir ada sewaktu-waktu pacar
mengajak untuk bercumbu
Cl
0
18. Merasa senang mencium kening pacar
0
0
J9. Hubungan seksual boleh dilakukan
jika ada pemikahan
0
0
20. Menurut saya, hubungan intim boleh
dilakukan sebelum menikah
D
0
21. Merasa canggung dan malu memeluk pacar
0
0
22. Saya sering mendapatkan kenikmatan seksual
dengan menonton video atau membaca bacaan porno
0
0
SKALA STIMULUS SKOR PERllLAKU SEKSUAL
I)
A
I
7
. 07
. 07
B
A
I
0
.0
.0
B
c
2
3
F
9
IO
p
. IO
. 09
. 17)
PK
. 26
s = 3,50 + I ( 0,500 - 0,26) I 0,33) l
s =4;22 (4)
2)
c
2
3
F
0
23
p
.0
. 23
PK
.0
. 23
S = 4,50 + [( 0,500-0,42) I 0,41] 1
s = 4,69 (5)
~
E
5
21
. 21
. 80
F
G
6
17
. 17
. 97
7
3
. 03
1.0
D
4
19
. 19
.42
E
5
41
. 41
. 83
F
6
10
. 10
. 93,
G
7
7
. 07
1.0
D
4
4
.04
.26
E
5
13
.13
.39
F
6
16
.16
.55
G
7
45
.45
1.0
D
E
5
0
.0
1.0
F
33
. 33
. 59
3)
A
B
c
1
2
3
F
0
12
10
p
.0
.12
.IO
PK
.0
.12
.22
S = 5,50 + ((0,500 - 0,39) I 0,16) I
s = 6,18 (6) '"-iJ
4)
A
B
c
I
2
3
F
19
63
12
.
p
.19
.63
.12
PK
.19
.82
.94
S = 1,50 + [(0,500- 0,19) I 0,63) 1
s = 1,99 (2)
4
6
.06
1.0
-~---··
-----·"-~-
~·
6
0
.0
l.O
G
7
0
··-.0
1.0
5)
B
c
2
1
3
F
19
28
53
p
.19
.28
.53
PK
.28
.19
.81
S = 2,50 + ((0,500 - 0,28) I 0,53) 1
s = 2,91 (3)
A
D
G
7
0
.0
.81
E
F
4
0
.0
.81
5
0
.0
.81
6
0
.0
.81
D
E
4
42
.42
.88
5
10
.JO
.98
F
6
2
.2
1.0
D
4
14
.14
.33
E
5
23
.23
.56
F
6
44
.44
l.Oi
1.0
D
E
F
G
4
26
.26
1.0
5
0
.0
1.0
6
0
.0
1.0
7
0
.0
1.0
D
E
5
2
.2
.35
F
6
45
.45
.80
G
6)
B
c
2
3
F
11
12
23
p
.11
.12
.23
PK
.11
.23
.46
S = 3,50 + [( 0,500- 0,46) I 0,42) l
s =3,59 (4)
A
I
G
7
0
.0
1.0
7)
B
c
2
3
F
2
7
p
. JO
.07
.02
PK
.10
.12
.19
S = 4,50 + ((0,500 - 0,33) I 0,23) 1
s = 5,23 (5)
A
I
10
G
7
0
.o
8)
A
I
B
c
2
3
F
40
23
11
p
.40
.I I
.23
PK
.40
.63
.74
S = 1,50 + ((0,500- 0,40) I 0,23) 1
s = 1,93 (2)
9)
A
I
F
8
p
.08
PK
.08
S = 5,50 + ((0,500 s = 5,83 (6)
B
c
2
3
3
3
.3
.3
.11
.14
0,35) I 0,45] 1
4
19
.19
.33
7
0
.0
.80
10)
c
D
E
2
3
12
24
.15
.12
.24
PK
.15
.27
.51
S = 2,50 + ((0,500 - 0,27) I 0,24) l
s =3,45 (3)
4
32
.32
.83
17
.17
1.0
D
4
7
.07
1.0
E
5
0
.0
1.0
D
4
17
A
1
F
p
B
F
6
0
.0
1.0
G
7
0
.0
1.0
F
6
0
.0
I.Ci
G
7
0
.0
1.0
.38
E
5
20
.20
.58
F
6
42
.42
1.0
G
7
0
.0
1.0
c
D
E
G
3
2
48
0
.48
.0
.58
.58
0,10) I 0,48] l
4
31
.31
.89
5
II
.11
l.O
F
6
0
.0
l.O
7
0
.0
l.O
c
D
4
20
.20
.42
E
5
47
.47
.89
F
6
15
.15
1.04
G
7
0
.0
1.04
15
5
11}
B
c
1
2
3
F
0
19
74
OP
.0
.19
.74
PK
.93
.0
.19
s = 2,50 +I (0,500 -0,19) I 0,7411
s = 2,9 (3)
A
12}
A
I
B
2
c
3
F
JO
5
6
p
.!O
.05
.06
PK
.10
.21
.15
S = 4,50 + ((0,500 - 0,38) I 0,2011
s = 5,1 (5)
.17
13)
A
I
F
JO
p
.10
PK
.JO
S = 1,50 + [(0,500 -
s=
B
2,33 (2)
14}
A
1
F
0
p
.0
PK
.0
S = 4,50 + ((0,500 s = 4,67 (5)
B
2
3
4
18
.04
.18
.04
.22
0,42} I 0,47) l
15)
A
1
F
0
p
.0
PK
.0
S = 4,50 + ((0,500 s = 5,33 (5)
B
c
2
3
7
15
.07
.15
.07
.22
0,35 ) I 0,18 1
D
4
13
.13
.35
E
5
18
.18
.53
F
6
43
.43
.96
G
7
4
0.4
1.0
D
E
5
0
.0
1.0
F
6
0
.0
1.0
G
E
F
5
.75
6
25
.25
l.Oi
16)
B
c
2
3
F
19
48
p
.19
.48
PK
.IO
.29
.77
S = 2,50 + ((0,500 - 0,29) I 0,48) l
s = 2,93 (3)
A
1
JO
.10
4
23
.23
1.0
7
0
.0
1.0
17)
B
c
2
3
0
16
.)6
.0
.0
.16
0,43) I 0,32) 1
D
4
27
.27
.43
A
B
c
1
2
3
F
9
13
10
p
.9
.13
.10
PK
.9
.22
.32
S = 3,50 + ((0,500 - 0,32) I 0,22) l
s = 4,31 (4)
D
4
22
.22
.54
E
5
27
.27
.81
F
6
19
.19
l.O
D
E
4
19
.19
.88
12
.12
1.0
F
6
0
.0
1.0
A
1
F
0
p
.0
PK
.0
S = 4,50 + [(0,500 s = 4,71 (5)
32
.32
G
7
0
.o
1.0
18)
G
7
0
.0
l.O
19)
B
c
1
2
3
F
0
16
53
p
.0
.16
.53
PK
.0
.16
.69
S = 2,50 + [(0,500 -0,16) I 0,53) l
s = 3,14 (3)
A
5
G
7
0
.0
1.0
20)
B
c
2
3
F
15
12
35
p
.15
.12
.35
PK
.15
.27
.62
S = 2,50 +[(0,500 - 0,27) I 0,35) l
s = 3,15 (3)
A
I
D
4
21
.21
.83
E
5
10
.10
.93
•
F
G
6
7
7
0
.0
.93
o·r
I
.93
21)
B
c
2
3
F
10
11
p
.10
.11
PK
.0
.10
.21
S = 3,50 + ((0,500-0,21) I 0,38) l
s = 4,26 (4)
A
I
0
.0
D
4
38
.38
.59
D
4
52
.52
.79
24
.24
.83
F
6
17
.17
I.Cl
7
0
.0
1.0
E
5
12
.12
.91
F
6
9
.09
1.0
G
7
0
.0
1.0
E
5
G
22)
A
B
c
1
2
3
0
11
16
.0
.11
.16
PK
.0
.II
.27
S = 3,50 + [(0,500-0,27) I 0,52) 1
s = 3,94 (4)
F
p
Skala Tlngklt Rollglu•itas
I
Ho Sbyk
1111m
p
1
p
2
3
0
4
,.
p
p
p
p
p
p
p
p
p
p
p
p
p
p
p
p
p
p
p
p
p
p
p
p
p
p
p
p
p
p
p
"
5
'7
•'
10
11
12
13
""
"
17
18
19
20
21
22
23
24
""
",.
27
30
31
32
33
lS
,.,.
.,
""...
"
••
37
40
...
47
50
51
"
53
1
2
3
4
4
4
4
2
2
3
4
4
4
4
4
4
4
4'
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
3
4
3
'3
2
2
3
3
3
2
3
3
3
3
3
4
4
4
4
4
3
3
3
3
4
4
4
4
3
4
2
4
4
3
3
3
4
4
4
4
4
4
4
4
3
4
4
3
4
4
'
4
3
3
'4
3
3
3
3
3
3
3
3
4
3
3
4
4
3
3
2
3
2
p
p
p
p
4
4
1
3
p
4
p
3
p
4
'
'
4
2
4
4
3
3
3
4
3
3
'4
3
3
4
3
3
3
4
4
4
3
3
4
4
4
4
4
4
4
3
3
3
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
2
3
3
4
4
4
4
4
4
3
3
3
2
4
4
3
2
2
3
'
3
3
4
4
4
4
3
3
3
3
3
3
3
4
4
4
4
4
4
'
4
4
4
4
4
3
4
4
4
3
3
3
4
4
4
2
3
2
2
2
4
3
3
3
1
1
3
3
3
4
3
3
4
4
4
3
4
4
4
2
4
3
2
3
4
4
3
3
4
"3
3
3
4
4
15 17 18 19 20 21 22 23
3
3
3
3
4
3
4
4
4
4
4
'4
3
4
2
3
2
'4 '4
4
4
3
3
4
4
3
3
4
4
4
4
3
3
3
3
4
4
4
3
3
3
'
4
3
4
4
3
3
3
4
4
4
4
4
3
4
3
2
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
3
3
4
2
1
1
4
4
4
4
4
4
4
2
4
1
3
3
3
4
4
4
3
3
1
4
4
4
3
3
2
3
'3
4
4
4
4
4
4
4
3
3
4
2
2
4
4
4
2
2
1
3
3
3
4
4
4
4
4
4
4
4
4
3
3
3
3
3
3
3
2
2
4
2
2
2
2
3
3
3
2
2
3
3
3
2
4
3
3
3
4
4
4
4
3
1
2
2
3
2
3
3
'3
2
2
4
4
1
4
2
1
2
2
4
2
1
2
2
3
3
2
3
2
'
4
4
1
1
3
4
3
2
4
2
1
4
1
1
2
1
4
2
3
'
4
4
4
1
2
3
'3
4
1
'4
4
1
4
4
3
3
3
4
4
4
4
3
3
3
3
2
4
4
3
'3
3
2
4
4
1
4
4
3
2
2
3
'3 '
3
3
4
3
3
2
4
2
4
3
3
3
4
4
4
4
3
3
3
4
3
3
4
4
3
3
'4
3
4
4
4
4
4
4
1
3
3
4
4
3
3
3
3
3
4
4
4
4
4
4
4
3
3
4
4
4
4
4
4
2
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
'3
'4
3
3
4
'
4
4
4
4
3
4
4
4
4
4
3
3
3
3
3
1
4
4
3
3
3
3
4
3
•
'4
4
3
4
3
3
4
'4
3
3
3
3
4
'
1
1
4
4
2
4
4
4
4
4
3
3
4
4
4
3
3
3
3
3
2
3
2
4
3
3
2
4
3
3
3
3
4
4
2
4
4
3
3
3
3
4
3
3
'2
4
4
3
3
4
2
3
4
4
4
4
4
3
4
2
4
3
3
'
4
4
4
3
3
4
4
3
'2 '3
2
3
4
2
4
4
3
3
4
4
4
1
4
4
4
4
4
4
4
'
4
4
4
3
3
3
3
4
4
4
4
4
3
4
4
4
4
3
4
3
4
4
4
4
3
4
4
1
4
4
3
3
3
3
3
4
4
3
'
''
•
3
3
3
3
3
3
3
3
4
4
4
4
4
3
4
'
'3
3
3
3
3
3
4
4
4
'2
3
3
4
4
4
3
3
3
'3
4
4
3
3
4
4
2
3
2
4
3
3
4
4
3
4
3
2
3
4
4
3
4
1
4
4
4
3
3
4
3
4
4
4
4
4
• ' ••' ' • '
•
2
3
3
3
3
4
4
3
4
2
1
3
3
4
4
4
4
'2
2
4
3
3
2
3
4
4
4
4
4
4
4
4
3
3
3
4
3
4
4
4
1
4
1
3
3
3
4
2
4
3
3
3
3
4
1
3
3
3
3
3
3
4
4
4
3
'4
2
3
' '
4
3
3
3
3
4
3
4
3
4
4
4
1
4
4
2
2
2
4
4
4
4
3
4
4
4
4
3
3
3
3
4
4
3
3
4
4
3
'3
4
3
4
1
4
2
4
3
3
3
4
4
4
4
4
4
4
3
3
4
3
4
3
4
4
4
4
'
'3
3
3
3
2
4
3
4
4
4
3
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
'4
4
1
3
4
4
4
4
4
4
3
4
3
4
4
4
2
2
3
4
4
4
4
1
3
3
3
4
4
3
3
3
4
2
3
3
3
2
4
4
2
4
3
4
4
4
3
4
4
3
3
3
3
2
3
4
4
2
4
'3
4
4
3
2
1
4
3
2
3
4
1
4
4
3
"3 "3 "3 27
2
1
3
4
1
1
3
4
4
3
4
3
4
4
3
4
4
4
4
3
3
'4
2
3
4
3
3
4
4
4
3
3
3
4
4
4
2
4
2
3
4
4
4
4
4
3
3
3
3
3
1
4
4
1
4
4
4
4
4
3
4
3
3
3
3
3
1
4
4
4
4
2
2
3
3
4
4
4
4
2
4
4
3
3
4
3
4
3
4
3
3
4
4
3
2
4
3
•
• • •
3
4
4
4
3
4
4
4
4
3
3
3
3
3
4
p
p
p
p
4
4
3
3
3
3
3
'4
3
3
3
4
4
4
4
4'
3
4
4
4
3
4
4
4
4
4
4
4
2
2
4
3
4
3
3
4
4
4
4
2
2
2
3
3
4
4
3
4
4
4
3
2
3
3
3
3
3
2
4
4
4
4
3
3
3
4
4
4
4
4
3
4
3
4
3
4
4
4
4
4
3
4
4
3
4
3
3
3
3
4
4
4
3
2
2
3
3
4
'3
3
3
3
3
3
4
4
4
2
4
4
4
3
4
'3 44'
4
4
3
3
3
3
3
10 11 12 13 14
3
'4
4
3
'3 •3
'4
4
2
2
2
2
4
4
3
3
4
4
4
p
4
4
4
4
7
4
3
4
4
4
4
4
p
p
p
p
4
3
2
4
4
p
p
4
3
2
3
4
4
4
4
p
' •3
4
4
4
3
3
4
3
3
3
4
4
3
1
4
4
1
4
1
4
•
3
3
1
4
4
3
'
'3
3
3
3
3
3
3
2
4
4
4
4
3
28 29 30 31 32 J3 34 31 36 37 38 39 40
4
1
2
1
1
3
1
2
2
4
3
4
2
1
1
2
1
1
3
1
1
2
1
4
4
2
1
2
1
4
'
'2
4
3
2
3
4
3
3
'1
1
2
3
1
1
1
3
3
2
2
3
4
1
2
3
2
3
1
3
4
1
4
1
4
1
1
4
2
3
'
2
3
3
2
1
2
2
4
4
4
4
4
4
3
1
i
1
2
1
1
1
3
4
4
1
1
2
•
4
1
2
4
2
3
2
4
1
4
1
1
1
1
1
4
4
3
3
3
1
4
4
3
3
4
1
2
2
1
4
3
2
2
3
3
4
2
4
4
2
3
3
3
4
1
3
1
4
1
4
2
3
1
1
4
4
4
2
3
4
2
3
3
2
4
4
4
4
2
2
2
4
4
3
4
4
4
4
3
4
3
4
2
3
2
2
3
2
4
4
3
3
4
4
4
2
4
'2 '4
3
4
12
3
4
4
4
3
4
4
4
4
4
3
3
4
4
4
2
4
4
4
3
3
4
2
4
4
2
2
4
2
2
1
3
3
3
3
1
1
4
4
4
4
4
4
3
1
3
3
3
1
1
1
3
3
3
4
3
4
4
2
1
2
4
4
4
2
4
2
3
4
2
4
4
3
2
1
3
3
3
4
2
2
2
1
1
2
4
1
4
4
3
3
3
1
4
3
3
3
3
3
3
3
3
3
2
4
2
3
3
4
4
3
3
3
3
3
1
4
'
4
2
3
2
3
2
4
4
4
4
3
3
3
3
3
3
3
2
4
3
4
3
2
3
4
4
4
3
4
3
3
''
•
3
2
3
4
3
2
4
4
4
2
' '
4
4
3
4
4
3
4
3
4
4
3
3
4
4
4
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
4
3
3
3
3
3
3
3
3
4
'
4
4
4
4
4
2
4
2
1
3
4
4
3
3
3
3
3
3
3
3
3
'3
3
4
3
3
4
4
4
4
4
4
1
4
2
2
4
4
4
3
3
3
3
3
2
3
4
1
2
4
4
4
3
4
3
2
1
4
4
4
4
3
4
4
3
4
4
4
3
3
4
2
2
4
4
1
3
4
4
4
1
2
4
3
4
3
2
3
3
1
3
3
3
4
0
1
3
3
3
3
4
4
3
'4
4
4
3
3
3
3
3
3
3
4
4
4
3
3
4
3
4
4
4
4
4
4
3
4
4
2
3
3
3
3
4
4
4
3
4
4
4
4
4
3
4
4
4
4
3
3
3
3
3
4
4
4
3
4
4
3
3
3
3
4
1
2
3
4
4
4
3
'4
3
3
4
4
4
4
2
4
2
4
4
1
4
4
3
3
3
3
3
3
3
4
4
4
3
3
3
3
3
3
4
4
4
3
4
4
4
4
2
4
4
3
4
4
3
3
3
3
3
4
1
'3
3
3
4
4
3
4
4
4
2
2
4
4
4
4
4
2
4
3
2
2
3
3
3
3
3
3
4
4
1
4
2
2
3
3
3
3
4
4
4
4
3
3
2
3
3
3
3
4
4
4
3
4
3
3
3
3
3
4
4
3
3
'4
4
3
2
4
4
3
3
4
4
'
2
4
4
1
3
4
2
4
4
4
4
4
4
4
3
3
4
4
4
3
3
3
4
4
4
4
4
3
4
4
4
4
4
1
4
4
4
'
4
3
3
4
4
4
4
3
4
3
3
3
4
4
4
4
4
2
4
2
3
3
4
3
4
3
4
3
3
4
4
4
4
3
4
3
4
4
3
3
2
3
3
3
2
3
3
3
'3
3
3
3
3
4
4
4
3
46 47 48 49 60 '1
3
'3 '3
2
3
3
3
3
2
3
3
3
3
2
3
3
4
4
' '4
2
3
4
3
... "
3
4
4
3
3
3
3
3
1
4
2
4
4
4
3
4
3
4
3
4
2
4
2
3
3
3
4
4
4
1
4
2
1
4
4
3
4
4
4
3
4
3
1
4
4
42 43
3
3
4
4
4
3
3
3
3
4
3
3
4
4
4
4
4
4
1
1
1
4
2
4
4
3
4
2
3
4
4
4
3
'
2
4
1
4
2
4
2
3
3
'
3
3
3
1
4
"
3
4
4
4
2
3
3
3
2
~
3
4
4
2
4
3
1
1
3
3
4
3
3
1
4
2
'
4
2
3
3
4
4
4
4
3
4
4
2
3
3
4
3
1
1
4
3
3
3
2
2
4
3
4
4
3
3
'3
4
4
4
4
4
3
3
1
2
1
i
'
'
4
3
2
3
2
3
4
4
4
4
3
3
' '
4
1
1
4
2
2
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
1
4
4
4
1
3
3
3
3
3
3
'
3
4
4
3
3
3
3
3
3
4
4
4
2
4
3
3
4
3
3
4
3
3
4
4
4
2
4
4
4
4
3
3
3
4
2
1
4
4
4
2
3
4
3
4
4
171
3
4
3
3
4
4
173
4
4
4
'3
4
3
4
4
3
3
2
4
4
4
4
4
4
4
4
3
4
4
4
1
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
3
4
4
4
4
4
4
3
178
178
4
3
150
3
4
4
155
181
178
164
185
173
149
177
161
163
4
3
3
3
3
4
'4
3
4
4
4
4
4
4
4
4
1
4
3
3
3
3
2
3
3
4
4
4
3
4
2
3
2
4
4
2
4
3
3
4
4
4
200
2
4
'
'
4
4
4
4
3
4
3
2
4
4
4
2
2
4
4
4
3
4
4
4
4
4
3
3
3
3
3
4
'
4
1
4
4
3
3
3
3
3
3
3
4
4
4
4
4
3
3
3
2
4
4
3
4
4
3
3
4
4
4
3
3
3
4
4
4
4
171
166
176
186
187
174
173
173
175
162
178
172
180
174
156
200
176
192
182
168
179
4
3
4
1
4
4
3
4
177
4
4
4
4
'3
164
4
4
4
4
4
4
4
3
4
3
3
4
4
4
2
4
3
3
3
'4
53 Tota
4
3
4
3
3
4
4
4
4
4
4
4
3
4
3
3
"
4
4
4
4
4
2
4
4
4
4
1
4
4
4
3
3
4
4
3
3
4
4
4
3
4
3
3
3
3
3
3
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
3
4
2
4
4
3
3
3
4
4
3
4
4
4
3
3
2
4
4
4
3
3
4
4
4
4
3
3
3
4
4
173
157
169
174
161
184
171
186
170
178
199
169
179
178
l4
55
""
"
"
""
59
61
.."
p
'
'p
p
?
l
L
L
l
L
l
,_
57
~
""'
l
l
l
70
71
n
73
74
"
""
78
71
BO
B1
82
..
83
85
..""••
"
"
"''
91
...••
••
97
100
J
2
2 J
4 J
J
2
'4
1
3
3
2
3
3
4
2
4
4
4
2
3
3
2
3
2
'
J
J
4
4
4
4
2
4
4
4
3
1
2
2
2
2
3
1
3
2
3
2
1
3
J
3
3
3
3
1
4
4
4
4
4
4
4
4
4
'
4
4
4
4
3
4
4
4
3
4
4
3
3
4
4
'4
2
4
4
3
2
3
4
4
4
4
'4
3
3
3
3
1
2
2
2
1
1
1
1
1
1
2
1
1
4
4
4
4
3
3
3
4
4
3
2
2
2
2
1
3
3
3
4
4
4
3
4
J
4
4
4
1
1
2
2
2
3
2
3
4
'4
1
1
2
2
2
1
2
1
2
2
2
1
3
3
3
2
2
4
3
4
3
3
2
2
2
4
4
3
3
4
4
4
4
2
3
3
2
L I 4
4
L
L
L
l
l
3
l
4
4
4
4
4
l
4
2
l
4
2
4
1
4
4
3
2
4
4
4
4
4
3
3
3
3
3
3
3
J
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
3
4
2
2
4
l
l
l
4
3
3
4
L
2
2
3
1
3
3
2
4
4
4
4
2
1
2
2
4
4
1
3
3
3
3
3
3
3
1
'
4
4
'
3
3
1
3
3
3
4
4
4
4
4
'4
4
4
4
4
3
1
3
3
4
4
l
l
l
3
4
3
2
J
4
4
3
3
3
3
3
2
l
l
4
,,
4
4
2
2
3
3
3
2
L
3
3
3
4
1
L
L
'4
2
4
3
l
3
2
2
4
4
4
4
4
J
4
3
4
4
J
4
4
4
4
4
1
'
4
4
3
1
2
1
2
2
1
2
3
2
2
2
1
3
4
'2
4
3
3
4
3
3
'3 '3
4
4
4
4
3
4
2
1
3
3
1
3
3
4
4
4
4
4
'3
'3
4
4
4
4
4
2
3
3
4
2
1
3
4
4
J
4
3
3
3
3
2
3
3
2
2
l
3
1
2
3
4
3
3
4
3
3
3
4
2
4
3
4
3
4
3
3
'3
4
J
3
3
4
4
''
4
1
1
4
'
4
2
4
4
3
3
'2
4
4
4
L
J
'
4
4
4
4
2
1
3
3
2
2
J
'3
2
3
3
3
4
2
1
3
3
3
3
3
1
1
2
1
4
2
2
2
2
2
1
2
1
4
4
2
3
2
3
2
3
3
3
2
2
3
2
1
3
3
3
3
3
1
l
4
4
4
3
3
3
3
L
L
L
3
4
4
3
3
3
3
3
3
3
3
3
2
3
3
4
3
4
4
3
4
'4
4
3
3
3
3
4
4
4
2
2
2
2
4
3
4
4
4
4
3
3
4
4
4
4
3
4
4
3
3
3
3
3
4
4
3
4
4
4
4
4
3
3
3
4
4
4
4
3
3
3
4
4
2
1
2
2
4
4
3
2
3
4
4
3
3
2
2
4
3
3
4
1
3
3
3
3
4
2
2
'4
3
2
3
4
4
4
3
3
4
4
4
2
1
1
3
3
3
'
'
3 4 3 3
4
4
4
4
L
3
'2
4
4
4
4
3
3
3
4
3
4
3
4
4
4
3
3
2
3
1
J
4
4
4
3
3
3
2
2
3
2
2
2
3
3
2
3
3
3
4
3
J
3
4
3
4
3
3
3
4
4
4
3
4
4
3
4
4
4
3
3
4
4
4
3
3
2
2
4
4
4
3
3
3
3
3
3
3
2
2
3
3
4
4
4
3
3
4
4
4
3
4
4
4
4
4
3
3
3
3
1
4
3
4
3
3
3
4
4
4
4
4
3
3
3
4
J
3
4
3
3
2
3
4
2
4
4
3
3
3
3
4
4
4
4
4
4
4
4
3
3
4
'3
4
4
4
3
3
4
4
2
3
3
3
3
4
4
4
4
4
J
J
3
3
3
2
3
3
4
4
4
3
3
3
3
4
4
3
4
4
'3
3
3
3
3
4
4
4
4
4
4
4
3
3
3
4
4
4
4
4
4
4
3
3
3
3
4
3
2
2
4
4
4
3
3
3
4
4
4
4
4
'3
4
4
4
4
'
4
3
3
3
3
2
3
3
4
4
4
4
4
2
'4
4
3
4
4
2
3
3
'3
4
3
3
'3
4
3
2
3
2
2
2
4
4
4
4
4
3
3
3
'3
3
3
3
4
4
3
2
'2 '
4
4
4
4
4
4
4
4
4
3
3
3
4
4
4
3
4
4
3
2
3
4
4
4
4
4
4
4
2
3
3
4
4
1
3
3
J
4
'2
4
2
3
3
1
1
1
2
4
4
4
4
4
4
3
3
4
3
3
4
4
4
4
3
3
3
3
3
4
4
4
4
3
4
3
3
4
4
3
3
3
2
3
4
4
4
4
4
4
4
4
4
3
4
4
4
4
4
4
4
3
3
3
2
3
3
3
3
4
3
4
4
4
3
J
1
1
1
1
3
3
3
4
4
4
4
4
4
3
3
4
4
4
4
'
1
4
4
4
4
3
3
3
1
3
3
4
'
•
2
4
4
4
4
4
4
4
4
'
3
3
3
3
4
4
4
4
3
3
4
3
4
4
4
4
4
4
3
3
3
4
3
4
4
4
4
2
'
4
4
3 3 3 3 3 3 4
4
3
3
4
4
4
4
3
2
3
4
4
4
4
4
3
4
1
3
3
4
J
3
3
2
3
3
3
4
J
4
4
''
'
3
3
3
4
3
1
1
4
4
4
3
3
3
3
3
'3
3
3
4
' '
3
4
3
3
3
3 J
,. 3
4
3
4
4
4
4
4
4
J
4
4
J
4
3
4
4
4
4
4
4
4
3
4
4
3
3
3
4
4
4
4
2
4
2
1
1
2
2
4
4
1
2
2
2
3
4
4
4
1
2
4
2
3
2
4
3
3
1
4
4
3
1
4
4
3
'3
4
4
3
4
4
1
3
3
1
4
1
4
3
3
3
2
4
2
2
3
3
1
4
2
4
4
4
4
1
4
3
J
2
4
3
2
4
4
4
3
3
4
4
4
4
4
4
4
4
4
3
2
3
3
3
3
3
2
3
1
4
4
4
'4
4
4
4
4
4
3
3
3
2
'3
3
4
2
4
3
4
4
3
2
3
3
3
3
4
4
4
3
3
3
4
2
2
'3 '3
3
3
4
4
4
4
2
2
3
4
'3
4
4
4
4
4
4
3
J
3
3
2
2
3
3
3
3
3
3
3
4
3
4
4
2
3
2
3
3
3
4
3
3
4
4
4
4
4
4
4
3
3
3
3
3
2
3
3
2
2
3
3
4
4
4
4
2
3
2
3
3
1
1
3
1
1
1
2
1
1
1
1
1
1
4
2
4
4
4
'4
1
3
4
4
4
4
'2
4
2
3
4
4
J
2
1
3
2
1
4
1
4
3
2
1
4
3
'
3'
4
4
4
2
1
1
1
2
1
1
1
1
4
4
'
3
4
4
' 4'
'4 3
4
4
4
3
4
3
2
1
2
1
1
1
1
2
1
1
3
1
1
2
2
2
1
1
2
1
3
2
3
3
4
3
4
4
3
1
4
4
4
J
3
4
4
4
4
4
1
4
2
1
J
1
1
1
2
1
4
2
3
3
1 3
2
1
1
1
1
4
4
4
4
4
4
4
4
3
3
3
3
'
4
4
J
3
3
4
4
3
3
2
1
4
4
2
3
3
2
2
1
1
1
2
1
3
4
2
4
3
3
2
1
4
4
4
2
4
4
4
4
1
2
1
3
1
1
1
1
1
3
'
3
4
4
3
3
3
4
4
2
3
3
3
3
2
2
3
3
3
4
4
4
4
4
3
4
4
3
3
4
4
4
4
3
4
4
4
'
4
4
2
3
1
2
3
3
1
3
3
4
4
1
2
3
4
3
3
4
4
4
3
4
4
4
3
4
3
3
4
4
4
4
4
4
3
4
4
4
4
2
3
4
3
3
2
2
4
4
3
2
3
4
4
3
3
•
4
2
2
3
4
4
4
'
1
4
3
3
3
2
2
3
2
2
J
3
3
4
3
3
J
4
4
4
4
4
3
4
4
'4
'4
2
1
4
4
4
3
3
3
3
4
3
4
3
3
3
2
3
4
4
3
4
3
4
4
4
3
3
3
2
3
4
3
3
3
2'
3
3
3
3
3
4
4
3
3
3
1
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
4
4
4
4
3
1
4
'4
4
4
4
4
4
4
4
4
2
3
2
3
3
3
4
4
4
4
3
J
3
3
J
4
4
3
3
J
3
4
3
3
2
3
3
3
1
2
3
4
4
4
2
3
4
4
1
4
4
3
2
3
2
4
4
4
2
1
1
1
3
3
3
'3
4
4
3
4
4
3
3
4
3
3
'3
2
4
J
4
4
3
3
3
2
J
4
4
4
3
3
3
4
J
J
3
3
3
4
4
4
4
4
3
4
4
4
3
3
3
4
4
4
4
4
'3
4
4
4
3
4
4
4
3
3
2
4
4
3
4
3
3
4
4
3
3
4
4
4
3
3
3
3
3
3
4
4
4
3
1
3
3
4
4
4
3
4
4
4
4
4
3
3
2
2
3
3
3
3
3
4
3
3
3
2
3
3
3
4
4
'
4
4
4
4
4
4
1
3
2
4
4
3
4
4
3
2
4
4
4
1
3
4
3
4
3
3
4
4
J
4
4
3
3
3
1
1
3
3
4
4
1
2
4
3
'4
3
4
4
1
2
'
4
4
4
2
3
4
4
3
4
4
'3
2
3
3
3
3
3
3
3
4
4
4
1
1
3
3
3
1
3
3
3
3
3
4
4
3
2
3
4
3
3
4
4
4
4
4
4
3
1
2
3
4
4
4
4
1
3
4
4
2
3
3
3
3
3
3
4
4
4
2
3
3
4
4
1
4
3
J
4
'4
3
3
3
3
2
4
3
2
2
3
2
3
3
3
2
4
3
3
1
3
3
3
3
2
2
3
3
'3
4
3
3
3
3
4
3
4
'3
'4
2
3
4
4
3
'2
4
3
1
1
4
4
4
3
4
4
4
4
4
4
4
4
4
2
3
3
J
4
'4
4
3
3
'3
4
4
2
2
3
3
4
4
3
4
4
3
3
3
4
4
'3
'4 I 4'
4
4
3
3
4
3
3
3
2
3
4
4
3
3
'3
4
4
4
4
3
4
4
'4
4
1
4
4
3
3
4
2
4
3
3
3
3
4
4
4
4
2
4
4
3
2
3
3
3
3
3
2
3
2
2
2
2
2
3
4
4
4
3
4
'
4'
4
'
4
3
3
'4
4
4
3
4
4
4
2
4
4
4
4
4
4
4
4
4
3
'3 '4
2 4
3
4
4
4
4
3
4
3
4
4
4
'4
3
3
2
3
3
2
3
3
2
4
3
3
4
3
1
4
4
2
3
3
4
4
4
4
'4
'3
1
3
1
1
3
'
'3 4'
'4 4
4'
4
3 3 '4
4
3 2
'
3 4 3 3
2
3
3
3
3
3
2
4
4
4
4
4
4
2
3
3
4
4
4
3
1
4
4
3
1
4
1
'3
4
4
3
4
2
2
4
4
4
3
4
4
4
4
1
165
173
167
172
157
171
175
189
163
170
184
171
172
168
165
180
179
152
150
155
181
178
164
185
173
149
177
161
163
165
173
167
172
157
171
159
151
181
191
182
167
171
162
168
171
159
157
Data Hasil Penelitian Skala Tingkat Religiusitas
Hem!
1
Subvek
1
4
2
2
3
4
4
4
5
4
6
3
7 . 2
8
3
9
3
10
3
11
3
12
3
13
3
14
15
16
2
3
4
2
4
2
2
2
2
4
4
3
2
2
3
3
4
4
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
3
3
4
4
3
4
3
2
3
2
4
3
2
4
4
2
3
4
5
6
7
a
9 10
4
4
3
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
3
3
4
4
4
3
4
4
4
3
4
4
3
4
4
3
4
4
3
4
4
4
3
4
3
4
3
4
4
4
4
3
3
3
4
3
4
3
4
4
4
3
3
3
3
4
4
4
4
4
4
4
3
3
4
2
2
4
4
4
4
4
3
3
3
3
3
4
3
3
3
3
3
4
3
3
3
3
2
3
3
3
3
3
4
4
4
2
2
3
4
2
2
2
4
4
4
3
3
3
3
2
3
4
2
2
1
3
~
4
4
4
4
4
4
4
4
3
3
4
4
4
3
4
4
4
3
4
A
3
4
4
4
4
4
3
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
3
3
3
4
4
4
4
4
4
4
4
3
4
4
4
3
3
4
4
3
3
3
4
4
4
3
4
3
4
3
4
4
4
4
4
4
4
3
3
4
3
3
4
3
4
3
4
4
4
4
3
4
4
4
4
4
4
4
4
3
4
4
3
3
4
4
3
2
4
3
3
3
4
3
4
3
4
4
3
4
4
3
3
4
2
4
3
3
4
3
4
4
3
4
4
4
4
4
4
1
4
4
4
4
3
3
4
3
4
4
2
2
4
4
3
3
4
4
1
3
2
4
1
1
4
2
3
3
1
2
2
2
3
2
4
4
4
4
4
4
3
4
4
3
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
1
2
3
4
3
3
3
4
4
4
3
3
4
3
3
4
2
3
3
3
3
3
4
3
4
4
3
3
4
4
4
3
4
4
3
4
4
4
3
4
3
4
3
4
4
4
3
3
4
4
4
4
3
4
4
2
4
3
3
3
2
3
3
3
3
3
4
3
4
4
4
3
4
4
3
3
4
4
3
3
2
4
4
4
4
4
3
4
4
3
3
4
3
1
4
4
3
11
12
13
4
3
4
2
3
2
2
2 3
4
4
3
4
3
4
3 . 4
1
4
1
3
3
4
3 4
3
1
4
4
3
3
3
3
4
4
2
3
4
4
4
4
2
3
3
4
1
4
4
3
3
3
3
2
2
2
3
2
3
3
3
4
3
4
2
4
3
3
2
3
3
4
4
4
3
3
1
4
3 3
3 4
4
2
2
3
4
4
4
4
1
4
4
3
4
4
2
4
4
4
3
4
3
4
3
3
14 15 16 17 18 19
3
4
4
4
4
4
4
4
3
4
4
4
4
2
4
1
3
2
4
4
4
4
3
4
4
3
4
4
4
3
3
4
2
4
3
4
3
4
4
1
4
3
4
4
2
4
4
3
3
3
4
4
4
4
3
4
4
3
4
4
2
3
3
3
4
4
4
3
4
4
4
4
4
4
4
3
3
4
4
4
4
4
3
3
2
3
3
4
2
3
4
4
4
1
3
3
4
4
4
4
3
4
3
4
1
4
1
4
3
2
3
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
3
4
4
3
4
4
4
4
3
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
3
4
4
3
3
3
4
4
4
4
4
4
4
3
4
4
4
3
2
4
4
4
3
3
1
4
4
4
4
3
4
4
4
4
1
2
3
2
4
4
4
4
3
4
3
4
3
3
3
4
4
4
4
4
3
3
4
3
3
4
4
4
4
3
3
3
2
3
3
4
4
3
4
3
4
4
4
3
4
4
4
3
3
4
3
1
3
3
4
3
3
3
4
2
4
2
3
4
3
4
4
4
3
3
4
4
4
4
4
4
4
3
4
4
4
2
4
4
3
3
4
3
4
4
3
3
3
4
3
3
3
4
4
4
3
4
4
4
4
4
4
4
4
3
3
3
3
4
4
4
3
4
4
3
4
3
4
3
4
20
21
22
4
4
4
4
4
3
4
3
3
4
4
3
4
4
4
4
3
4
4
4
4
4
4
4
2
4
2
4
4
4
3
2
4
4
4
4
4
4
3
4
4
4
4
4
4
4
4
4
3
4
4
3
4
3
3
2
4
3
3
3
3
4
3
3
3
3
4
4
4
4
2
4
4
4
4
4
4
3
4
4
2
3
4
3
3
2
3
4
1
4
4
4
3
4
4
4
4
2
4
4
4
3
4
4
4
3
1
4
1
2
4
2
4
3
4
4
3
3
4
4
4
2
3
4
3
4
4
2
4
3
1
4
3
1
4
3
4
2
3
1
4
3
4
3
3
4
4
4
3
3
3
3
3
28
3
4
4
4
4
4
4
4
3
3
3
3
4
4
3
3
4
1
4
1
4
4
4
4
4
27
3
3
1
2
1
3
3
2
3
4
2
3
2
2
3
3
4
4
3
3
4
3
3
4
3
4
4
4
3
3
23 24 25 26
4
4
4
4
3
4
4
4
4
4
3
4
4
3
4
1
4
2
1
3
1
4
4
3
4
4
4
3
3
2
2
4
4
2
4
1
2
4
4
3
4
4
4
4
4
4
4
4
3
2
3
4
4
4
3
3
2
3
4
4
4
4
4
3
4
3
3
1
3
1
4
4
3
3
4
3
4
4
4
4
3
3
3
4
2
2
3
4
3
3
4
3
4
3
2
3
3
4
3
2
4
4
4
2
2
4
2
2
4
2
3
4
4
4
2
4
3
4
1
3
3
3
4
3
3
3
3
3
3
3
3
1
3
3
3
4
4
4
4
4
3
4
0
1
3
3
4
4
4
3
4
3
3
3
2
3
3
3
3
4
4
3
4
4
4
4
3
3
4
1
4
4
3
29 30 31
4
3
3
3
4
4
4
4
3
4
3
4
3
4
3
3
2
2
3
4
4
4
3
3
3
4
4
3
4
,3
3
4
3
4
4
4
4
4
3
3
4
4
1
2
4
4
3
4
4
3
3
3
2
4
4
1
4
4
4
4
2
4
4
4
4
4
4
3
3
4
2
3
4
4
3
3
4
4
4
4
4
3
4
4
4
3
4
3
3
4
3
3
3
3
3
3
3
4
4
4
3
3
4
4
4
4
3
4
3
3
4
3
4
4
4
3
4
3
3
3
3
3
4
4
4
3
4
4
3
3
3
3
4
4
3
3
3
3
4
4
3
3
4
3
3
4
2
4
3
4
3
4
3
3
3
32 33 34 35
4
4
4
4
4
3
4
3
4
3
4
3
3
3
4
3
3
3
3
4
4
3
4
3
4
4
4
3
3
3
4
3
4
4
3
4
3
3
3
4
3
3
4
4
3
3
3
4
4
4
3
3
3
4
4
3
3
4
4
4
2
4
3
4
3
4
4
3
3
4
4
3
3
2
3
3
2
36 37
4
3
3
4
3
4
3
3
3
4
3
3
4
4
4
4
3
4
3
3
2
4
4
3
3
4
3
3
4
4
4
4
4
4
4
3
4
1
4
3
4
4
4
3
3
3
3
3
4
3
3
3
3
4
4
4
4
3
3
4
4
3
3
4
4
3
3
4
3
3
4
3
4
4
4
4
4~~3f~3
3
4
3
3
3
4
4
2
4
3
3
3
4
4
4
4
4
2
4
4
4
4
4
3
3
4
3
3
3
3
3
4
3
4
4
4
2
3
4
4
4
4
3
4
3
3
3
4
2
3
4
3
3
3
3
3
3
3
4
3
4
4
3
4
3
4
3
2
4
3
3
4
4
3
'
3
4
4
4
4
4
4
4
3
3
4
4
_,, 4
4
4
4
4
4
__
4
4
4
3
4
4
4
4
2
3
4
3
3
3
4
4
2
4
4
3
4
3
3
3
4
3
3
4
4
4
1
4
4
4
4
2
4
4
4
2
2
4
4
d
3
4
4
4
4
3
4
"
'
I
51
52
53
54
55
561
57
58
59
60
3
3
3
3
2
3
3
3
4
3
2
2
4
2
2
4
3
3
4
4
4
3
2
2
2
4
4
4
4
1
3
3
3
1
4
4
4
4
3
3
3
4
41
4,
4
•I
4
4
4
3
4
4
3
2
1
1
1
1
1
1
3
4
2
4
3
4
3
2
3
1
2
2.
3
21
1
3
2
•I
3
4
4
1
3
4
4
4
2
2
1
2
1
2
2
2
3
3
3.
4
4
4
4
4
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
82
83
84
85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
100
4
3
3
3
3
3
4
4
3
3
3
4
4
4
4
4
3
3
4
4
3
4
3
4
4
4
4
3
3
3
3
2
4
4
3
3
1
4
3
3
4
4
4
3
4
3
3
4
4
2
2
4
4
3
4
4
1
1
TOTAL
2
1
3
3
4
3
4
2
2
2
3
3
2
2
2
3
3
2
2
2
1
2
2
4
2
3
1
3
3
2
3
3
3
3
4
2
4
2
2
2
3
2
2
4
3
110
4
4
4
4
3
3
3
4
4
4
1
3
3
4
4
4
4
4
4
3
3
2
4
4
3
3
3
4
4
4
4
4
4
3
4
1 4
4
3
3
4
4
3
4
4
4
1 4
4
4
4
3
109 137 145 139
3
3
3
4
2
4
3
4
4
3
3
2
4
4
3
4
3
3
4
3
3
3
4
3
4
2
4
3
3
4
4
2
3
3
3
4
3
3
4
3
4
4
4
3
4
3
3
3
4
68
2
4
4
4
3
4
4
1
2
3
4
2
2
2
4
3
3
3
4
2
2
2
4
2
3
4
4
2
4
4
3
3
3
3
3
61
2
31
31
I
4
2
4
1
4
4
3!
3
4
4
1
4
66
4
2
4
3
4
3!
4
I
3
4
4
4
2
'I
4
3
3
3
21
3
4
4
4
4
3
3
4
4
4
4
62
63
64
65
2
4
3
4
3
4
61
i
I
2
4
4
3
3
4
4
3
4
4
4
3
2
2
2
4
4
4
3
3
2
4
1
1
2
4
4
3
2
2
3
4
1
4
3
2
4
4
4
4
1
3
3
3
4
4
4
3
2
4
3
1
4
135
4
3
3
3
2
3
4
3
3
I
I
4
3
4
3
4
1
4
4
2
4
4
4
3
3
4
3
3
3
4
3
3
3
2
3
2
2
2
3
3
2
4
2
2
2
2
4
4
1
4
4
3
2
2
3
2
2
2
3
3
2
3
3
3
4
4
3
2
3
3
4
3
3
4
4
3
3
4
4
4
3
4
3
3
3
2
3
3
4
3
4
2
2
4
4
3
4
4
2
3
4
3
3
4
4
2
3
3
4
2
3
3
4
3
4
4
4
3
3
4
3
3
2
4
4
3
4
4
4
4
3
3
3
4
3
3
4
4
4
4
3
3
4
4
4
4
3
3
4
4
3
4
3
4
4
3
3
3
3
4
4
4
4
4
3
4
4
4
4
3
3
3
4
4
2
4
3
3
4
2
3
3
4
4
4
4
4
3
3
4
4
3
4
3
4
4
3
4
4
3
3
3
4
3
3
4
4
3
3
4
4
4
4
3
4
2
4
3
3
4
3
4
4
4
4
3
3
3
3
4
3
4
3
4
3
4
3
2
1
4
3
4
3
3
3
4
4
3
2
2
3
3
3
2
2
4
4
2
2
3
4
3
2
2
2
4
2
4
3
3
4
4
3
4
3
4
4
4
4
3
4
4
3
4
4
4
4
3
3
4
4
4
4
21
4
4
4
4
4
4
4
3
3
4
4
4
4
4
4
3
3
4
21
2
2
4
4
3
3
4
4
2
2
4
3
3
3
4
4
4
3
4
4
4
3
3
3
4
4
3
3
3
4
3
3
4
3
4
3
3
4
3
3
3
4
3
3
4
3
3
3
4
3
4
4
3
3
3
4
3
4
4
3
4
4
3
4
4
3
3
4
4
4
4
3
4
4
3
4
3
3
3
4
4
3
3
4
4
4
3
4
4
3
4
3
3
3
4
4
4
4
4
4
4
4
3
4
4
3
3
4
3
3
3
4
4
3
4
3
4
4
4
1
4
4
3
3
3
4
4
3
3
1
4
3
4
4
4
3
3
2
2
4
3
4
4
4
4
4
3
4
3
4
4
4
3
3
3
4
4
4
1
4
4
4
4
4
•I
3
4
3
3
3
4
4
4
4
3
4
3
4
4
4
4
3
3
3
4
4
3
4
3
3
3
3
3
4
3
3
3
3
4
4
3
3
2
3
4
4
4
2
4
4
3
2
4
3
3
3
4
3
3
1
2
4
4
2
3
4
4
4
3
2
3
3
3
3
3
4
3
4
3
3
3
2
4
2
4
3
4
4
2
3
3
3
4'
4
4
41
31
•i
31
31
31
31
3
4
3
4
2
3
4
4
4
3
3
3
2
4
3
4
4
3
1
1
3
4
3
3
3
4
4!
4
4
4
4
41
21
11
3
'I
•I
3
3
3
3
3
41
3i
2-!
31
4
•I
3
4
4
3
4
3
31
3
4
3
31
3
4
4
4
4
4
3
3
3
4
4
31
'.\[
3
31
4!
Ji
3
3
3.
4!
JI
3
4
1i
3
41
3!
4
4
4
3
4
4
3
3
3
4
4
1
4
4
3
3
4
I
3
31
3
3
4
4
4
•I
1
4
3
4
4
4
4
4
4
4
4
3
2
4
3
4
3
4i
3
4
3
4,
1
3
3
2
4
4
41
31
4
4
4
3
4
3
3
4
3
3
4
3
3
3
41
3
3
3
3
4
4
3
3
3
3
3i
3
3
4
3
4
3
31
4
4
4
3
3
3
2
3
3
3
3
4
3
4
3
4
1
4
3
3
1
4
4
3
4
3
4
4
2
2
2
3
3
3
3
4
3
4
2
3
3
3
3
4
4
4
3
3
4
3
2
4
2
4
4
3
3
3
3
3
4
2
1
4
4
4
4
3
4
4
3
3
3
4
4
4
3
3
3
4
4
1
4
3
4
3
4
4
3
4
4
4
3
3
2
4
3
3
3
4
4
3
4
4
3
4
3
3
3
4
3
4
2
31
4
2
2
4
2
4
4
4
4
4
4
3
4
3
3
31
4
3
4
4
3
3
3
•I
4
3
4
4
4
4
4
4
3
3
3
3,
2
3
4
3
4
3
4
4
4
3
3
4
3
3
3
3
3
2
3
2
4
4
3
4
4
4
4
3
4
4
3
4
2
3
4
4
3
3
4
2
2
4
3
4
3
4
4
2
4
4
4
2
3
3
4
4
2
4
4
1
4
4
3
2
2
4
2
4
4
4
4
2
4
4
4
4
3
3
2
4
3
4
3 3
4
4
4
2
3
2
4
4
4
4
4
4
3
2
3
3
4
3
4
4
3
2
3
3
3
4
4
4
2
4
4
3
4
4
1
4
1
3
4
3 4
21 4
1
1
4
3
1
4
4 2
4
4
4
1
3 4 4 4
3
4
4
3 4
4
3
4
1
4
3
3
1
3
3
4
1
3
3
3
3
3
3
3
3
4
3 4
2
4
1
3
3
3
3
2
1
4
4
4
3
3
3
2
3 3 4 4
2
2
3
3
3
2
2
3
2
4
2
1
2
4
4
4
4
4
4
4
4
4
3
4
4
4
3
4 4
4
4
4
2
4
4
3
31 3
3
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
3 4
4
3
4
4
4
4
4
4
3
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
3
1
4
4
4
1
4
3
4
3
3
4
4
4
4
3
2 3 3 3 3 3 4 4 4 4
4
4
2 4
3
4
4
3
3
3
3
3
2
3
2
4
4
2
2
3 4
4
4
4
4 4
4
4
4
4
4
3
4
3 4
3
3
3 4
3
3
4
4
3 3
4
3
4
3
4
4
1
2
2
3
3
3 3
3 4 3
2
3
2
3
3
4
2
2 3
3
2
4
3
2
3
4
4
4
4
4
3
3 4
3
4
4
3
4
3
3
4
3
3
3
2
3
3
3
3
3
3
3
2
3
3
3
3
3
4
2
3
1
2 2 4 4 4 3 4 3 4 4 4
4
4
3 4
4
4
2
4
1
1
2
2 1 4 4
1
4
4
3
3 4
4 2
4
3 4
3
3
4
3
3
3 3
4
4 2
1
1
2
3
3
4
3
3
4
4
3
84 140 130 137 111 136 138 142 136 130 140 144 148 147 135 141 130 113 128 131 140 117 139 130 126 129 134 127 115 142 140.
R E L I A B I L I T Y
ANALYSIS
S C A L E
(A L P H A)
Item-total Statistics
Scale
Mean
if Item
Deleted
VAR00002
VAR00003
VAR00004
VAR00005
VAR00006
VAR00007
VAR00008
VAR00011
VAR00012
VAR00013
VAR00014
VAR00016
VAR00017
VAR00018
VAR00019
VAR00020
VAR00021
VAR00022
VAR00023
VAR00026
VAR00027
VAR00034
VAR00037
VAR00038
VAR00039
VAR00040
VAR00041
VAR00042
VAR00043
VAR00044
VAR00045
VAR00046
VAR00047
VAR00048
VAR00049
VAR00050
VAR00052
120,3500
120, 4400
119,5600
119,5300
119,7500
119, 7700
120,7000
119,5500
119,9700
119, 7300
120,4700
119, 8200
119, 7900
119, 5900
119, 7500
119, 8900
119,8500
119, 5800
119,4400
119,5200
119, 9500
119, 7300
119,7000
120,3900
120,0200
119,8900
119,6900
120,0500
119, 6900
119, 8900
119,9200
119, 7900
119,7700
119, 9000
120, 1600
119,6800
119, 5700
RELIABILITY
Scale
variance
if Item
Deleted
Corrected
ItemTotal
Correlation
106,7753
106,3903
108,6529
107,2617
104,6338
105,0880
109,6667
107,2399
108,8173
103,3708
107,2213
107,4218
106,4302
105,9413
106,8359
108,4423
108,1288
108,2461
109,4206
110, 6764
106,8359
107,8759
98,3737
109,5534
109,9390
108,5837
107,9938
107,6439
109,6100
105,6342
104,0339
105,7029
107,0072
105,8687
105,4085
108,2198
109,7223
ANALYSIS
Alpha
if Item
Deleted
,8351
'8334
,8352
,8313
,8283
,8305
,8442
'834 0
,8361
,8251
,8354
,8332
,8328
,8295
,8326
,8348
'8359
,8328
,8344
'8371
'8376
,8361
,8266
'8389
,8409
,8351
,8348
,8350
,8367
,8332
,8297
,8307
,8321
,8297
,8314
'8348
,8371
'2851
,3378
'2681
,4813
,5395
,4362
'0805
,3163
,2352
,7002
,2725
'3517
,3587
,5302
,3695
,2853
,2479
'4112
'3373
,1696
,2323
'24 69
'5218
'1474
'1048
'274 6
'2867
'2801
'2037
'34 58
,4563
,4429
' 398 6
'5150
,4055
,2857
,1870
S C A L E
Reliability Coefficients
N of Cases
100,0
Alpha ~
'8377
N of Items
37
(A L P H A)
Correlations
Corrolatlons
Correlations
Correlations
VAR00001
VAROOOOI
Pearson Correlation
I
Sig. (2-talled)
TOTAL
too
N
Pearson Correlallon
TOTAL
,099
.329
100
t
.099
.329
100
Sig. (24alled)
N
VARuwvo
VAR00006
1
Pearson Conelallon
Sig. (2...tailocl)
100
,501'
Pearson CorrefaUon
Sig. (2-tailod!)
N
too
.so1•
.000
N
TOTAL
TOTAL
100
I
.000
100
100
•• · Codefalion Is signifil:anl at the 0.01 level (2-tailed).
C orrelatlons
CorrelaUons
Correlatlons
VAR00002
Pearson Correlalion
Sig. (24alled)
VAR00002
I
N
VAR00007
too
100
.300'
.002
100
Pearson Correlation
Sig. (2..tailed)
-
,306"
.002
N
TOTAL
C<1rrelatlons
TOTAL
VAR00007
I
Pearson Correlatwn
TOTAL
.451'
Sig. (24alled)
.000
N
I
TOTAL
100
•·.Correlation is significant at the 0,01 levol (2.tailed),
Pearson Correlation
100
.451'
Sig. (24alled)
.ooo
N
100
100
I
100
••. Correlalioo is significant at the 0.01 lovel (2-tallod).
Correlations
Correlations
Correlatlons
VAR00003
Pearson Correlation
Sig. (24-lled)
VAR00003
I
N
TOTAL
Pearson Correlation
Sig. (2..taifed)
N
TOTAL
.407'
,000
100
.407'
.000
100
I
too
too
Correlations
VAR00008
Pearsott Cor:retalion
TOTAL
Sig. (2•alled)
N
Pearson Cornelation
Sig. (2...tailed)
N
•·.Correlation is significant at the 0.01 level (2-1ailed).
VAROOOOS
I
100
.232'
,020
100
TOTAL
.232'
.020
100
I
too
·.Correlation is signifiw:1nt at the 0.05 level (2..talled).
Correlations
Correlations
Correlations
VAR00004
TOTAL
Pearson Correlation
Sig. (2-tailed}
N
Pearson Conelatkm
Sig. (2·tailed)
N
VAR00004
t
Correlations
TOTAL
,308"
,002
100
,308"
.002
100
VAR00009
100
I
Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
N
TOTAL
too
Pearson Conelation
Sig. (2-tailed)
N
''.Correlation is significant at the0.01 level (2-tai!ed).
100
Correlations
Correlations
VAROOOOS
Pearson Correlation
Sig. (2·tailed}
N
TOTAL
100
,049
.626
100
TOTAL
.049
.626
100
1
Correlations
Correlations
VARUVl.IVS
VAR00009
t
I
TOTAL
.467'
VARD0010
Pearson Correlalion
.467"
Sig. (2..tailed)
.000
N
100
••. Correlation is significanl at the 0.01 level
(2~tnlled).
too
t
100
VAR0001D
1
SJg. (2-taUe<l)
.000
too
Pearson Car relation
N
TOTAL
Pearson Cor relation
Sig. (2-talled )
N
100
,068
.502
too
TOTAL
,068
.502
100
1
too
Correlations
Correlations
Correlations
VAR00011
\IAR00011
1
Pearson Conelatioo
Sig. (2-tailed)
N
TOTAL
Conetatlons
TOTAL
,378"
,000
Pearson Couelation
Sig. (2-tolled)
100
,378'
,000
100
1
N
100
100
... Correlallon Is signlflcanl at the 0.01 level (2-talled).
-
VMr<UW16
Pearson CO£relatlon
.443'
,000
100
1
Sig. (2;olled)
.000
100
100
N
TOTAL
N
Correlations
VAR00012
1
Pearson cooelation
Sig. (2-taUed)
100
Pearson Correlation
.290.
Sig. (2-talled)
,003
N
100
TOTAL
.200·
.003
100
1
VAR00017
Pearson CO£r"1atlon
TOTAL
N
Pearson Correlation
N
,000
100
100
Cone la Uons
Pearson Correlation
1
Sig. (2--tailed)
N
Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
N
TOTAL
.680"
,000
100
100
1
.Gao·
VAR00018
VAR00018
Pearson Coffelation
N
TOTAL
Pearson Coo:elatlon
Sig. (2-tailed)
N
100
100
TOTAL
,582'
,000
1
Sig. (2-t<tiledl
,000
"'. Correlation is significant at lhe 0.01 level (2-tailed}.
100
,582'
.000
100
100
1
100
••. Couetalion is sinnifi<:ant at the 0.01 levet (2-tailed).
Correlations
Correlations
Cot relations
Correlations
VAR00014
Pearsoo Correlation
1
Sig. (2..tailed)
VAR00019
TOTAL
.211·
VAR00019
,005
N
100
.277'
.005
100
Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
N
100
1
TOTAL
Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
N
Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
N
100
··.Correlation is significanl at the 0.01 level (2-tailed).
TOTAL
.473'
1
.000
100
1
100
.473'
.000
100
100
... Correlation is significant at the 0.01 level (2-lailed).
CotTelattons
C orrelatlons
Corretatlons
Correlations
VAR00015
Pearson CO£relation
1
Sig. (2-tailed)
N
TOTAL
100
1
Correlations
VAR00013
VAR00015
-
.418'
••. Conelatlon Is significant at the 0.01 levet (2-taitod).
Correlations
TOTAL
TOTAL
.418"
,000
100
Sig. (2-tailed)
Correlations
VAR00014
VAR00017
1
Sig. (2;alled)
100
••. Correlation Is significant at the 0.01 level (2-talled).
TOTAL
100
Correlations
N
VAR00013
.«:i·
Sig. (2;alted)
Correlations
TOTAL
TOTAL
·• · ConelaUon Is slgnffice1nt at the 0.01 level (2-talled).
Correlations
VAR00012
VAR00016
1
Pearson \..Ofrelalion
Pearson Correlation
Sig. (2-lalle<l)
N
100
, 187
,062
100
TOTAL
.187
,062
100
1
100
VAR00020
VA~00020
Pearson Conetat1on
1
Sig. (2-talled)
TOTAL
N
Pearson Correlation
Sig. (2-talled)
N
100
,349•
TOTAL
,349'
.000
100
1
.000
100
... Cor1elation Is significant at the 0.01 level (2-t<iiled).
100
Correlations
Correlations
Correlations
VAR00021
VAR00021
1
Pearson Corr8fation
Sig. (2·1allad)
N
TOTAL
Correlations
Pearson Conelation
Sig. (24ailed)
N
TOTAL
.250'
,012
100
.250'
100
1
.012
100
100
•. Corretation Is slgnlficnnl at the 0.05 level (2-talled).
VAR00026
Pearson Correlation
TOTAL
N
Pearson Conelallon
Sig. (2·1oiied)
Sig. (2..taiiled)
N
100
100
1
100
Conelattons
VAR00022
Pearson Conelalion
TOTAL
Sig. (2-lalled)
N
Pearson Correlation
Sig. (2-talled)
N
Correlations
VAR00022
1
..css·
TOTAL
.465"
.000
100
1
,000
100
100
100
VAR00027
VAR00027
Pearson Correlation
TOTAL
N
Pearson
1
TOTAL
.228'
Sig. (24aiied)
.023
100
Cor~elalion
Sig. (2·1•1ied)
Correlation Is significant at tho 0.0t love1 (2-tailod).
N
.22s•
100
1
.023
100
100
·.Correlation Is significant al the 0.05 tevet (2-talled).
Correlations
Correla tlons
Couelatfons
Correlations
VAR00023
Pearson Correlation
1
Sig. (2-talled)
N
TOTAL
100
.230"
,021
Correlations
VAR00023
TOTAL
.230"
,021
·.Correlation Is slgnlficanl at lhe 0,05 level (2-tall&d).
Correlations
H.
VAR00026
1
TOTAL
,394•
Pearson Correlation
100
.394.
.000
100
1
Sig. (2-tailod)
N
,ODO
100
100
VAR00028
TOTAL
VAR00028
1
Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
N
100
Pearson Couelallon
.ooo
Sig. (2-taile<I)
N
,996
TOTAL
,000
.996
100
1
100
100
VAR00029
TOTAL
,119
••.Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Correlations
Correlations
Correlations
VAROOD2<4
VAR00024
Pearson Correlation
1
Sig. (2--tailed)
N
TOTAL
100
.131
,193
Pearson Correlation
Sig. (2-lailed)
N
100
TOTAL
.131
,193
100
1
VAR00029
Pearson Correlation
1
Sig. (2...talled)
,237
N
TOTAL
100
, 119
.237
100
Pearson Co•Telation
Sig. (2-tailed)
N
100
1
100
100
Correlations
Correlations
Correlations
Correlations
VAR00025
Pearson Correlation
Sig. (2-talled)
N
TOTAL
Pearson Conelation
Sig, (2·1ailed)
N
VAR00030
VAR0002S
1
100
.165
.101
100
TOTAL
VAR00030
N
TOTAL
Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
N
100
TOTAL
1
-, 149
,140
100
-,149
.140
100
100
1
Sig. (2-tailed)
,165
, 101
100
1
Pearson Correlation
100
Correlations
Correlations
Correlations
VAR00031
Pearson Correlation
TOTAL
Sig. (2...talled)
N
Pearson Correlation
Corr•!latlons
VAR00031
1
'113
Sig. (2-talled)
v.,.,00035
1
Peafson Correlation
TOTAL
Pearson Correlation
Sig. (2-talted)
N
99
.194
,055
99
1
99
100
Correlations
Correlations
Pearson Correlation
Conelatlons
VAR00032
1
Sig. (2-talled)
TOTAL
TOTAL
.194
.ass
N
100
Correlations
VAR00032
1
Sig. (24allod)
.265
100
100
,113
.265
100
N
VAR00036
TOTAL
N
Pearson Correlalion
100
-.116
.250
100
Sig. (2-tailed)
N
TOTAL
-.116
.250
100
1
VAR00037
VAR00037
TOTAL
Pearson Conolation
Sig. (2-tallod)
N
Pearson Conolallon
Sig. {2-talled)
,531"
,000
100
N
100
TOTAL
1
.5Jt•
100
1
,000
100
100
••.Correlation ls signffic:1nt al the 0.01 level (2.talled).
Correlations
Correlations
Correlations
VAR00033
TOTAL
Pearson Conelalion
Sig. (2-tailod)
N
Pearson Correlalion
VAR00033
1
Sig. (2-tailod)
100
.140
,166
N
100
TOTAL
.140
.166
100
1
Co1relatfons
VAR00038
... ,00038
TOTAL
100
f-'earson CorNuahon
Sig, (2-tailed)
N
Pearson Correlalion
Sig. (2-tailed)
N
1
TOTAL
.284"
.004
100
100
.284'"
.004
100
1
100
••. Correlation Is significant at the 0,01 level (2-talled).
Correlations
Correlations
Correlations
VAR00034
VAR00034
Pearson Correlalion
1
TOTAL
.241'
Sig. (2-tailed)
N
TOTAL
Correlations
,016
100
.241"
.016
100
Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
N
VAR00039
100
1
VAR00039
100
TOTAL
Pearson Couelation
Sig. (2-talled}
N
'.Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
TOTAL
.216"
,031
100
1
1
100
.216"
,031
100
Pearson Correla1ion
Sig. (2-tailed)
N
100
•. Correlalion is significant al the 0.05 \evel (2-tailed).
Correlations
Correlations
Correlations
VAR00035
VAR00035
Pearson Correlation
Sig, (2-tailed)
N
TOTAL
Pearson Correlation
Sig. (2·1ai~d)
N
1
100
-.042
.676
100
TOTAL
.-.042
,676
100
1
Correlations
VAR00040
Pearson
Co1~relalion
Sig. (2-talled)
N
100
VAROD040
1
TOTAL
Sig. (2-tailed)
100
.348'
,000
N
100
Pearson Correlation
TOTAL
,348'
,000
100
1
100
··.Correlation is significanl at the 0.01 level (2-talled).
Corrolatlons
Correlations
Correlations
VAR00041
TOTAL
Pearson Correlation
Correlations
VAR00041
1
TOTAL
.273'
Sig. (2-talled)
N
100
Pearson Correlation
.273'
.006
100
1
Sig. (2-ta\led)
,006
100
100
N
··.Correlation Is significant at the 0.01 level (2-tailed).
.
Pearson C'Om1lat1on
TOTAL
Sig, (2-tailed}
N
Poarson Corrillatton
Sig. (2-tailed)
N
.460"
.000
-
100
,460.
100
1·
.000
100
100
Correlations
Conelattons
Pearson Correlation
Correlations
VAR00042
1
Sig. (2-tailed)
N
TOTAL
TOTAL
••. Correlation is slgnHicant at the 0.01 level (2-talled).
Correlations
VAR00042
VAR00046
1
100
.382·
.000
100
Pearson Correlation
Sig. (2-talled)
N
TOTAL
.382·
.000
100
1
VAR00047
Pearson Conelation
TOTAL
Sig. (2-talled)
N
Pearson Cori·elation
Sig.
100
VAR00047
1
.428'
.ooo
(2~alled)
N
••. Correlation is significant at the 0.01 level (2..tailed).
TOTAL
100
100
.426'
.000
100
1
100
·•. Conetation Is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Correlations
Correlations
Conelattons
Correlations
VAR00043
TOTAL
Pearson Conelation
Sig. (2-tallod)
VAR00043
1
N
Pearson COfrelallon
Sig. (2...talled)
N
TOTAL
.315'
.001
100
1
100
.315'
.001
100
VAR00048
TOTAL
100
''. Correlalion is signifi<;ant at the 0.01 level (2-tailed).
Pearson Correlation
Sig. (2~tailed)
N
Pearson Conelation
Sig. (2-tailed)
N
VAR00048
1
TOTAL
.sos·
.000
100
100
.508'
.000
100
1
100
••. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Correlations
Correlations
Correlations
VAR00044
TOTAL
Pearson Cmrcialion
Sig. (2-tailed)
N
VAR00044
1
Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
N
Correlations
TOTAL
.341'
.001
100
1
100
.341'
.001
100
100
VAR00049
TOTAL
.447'
.ooo
TOTAL
N
Pearson Correlation
Sig. (2-tail(•d)
N
100
100
.447'
1
.000
100
100
. ._Correlation is signiHcant at the 0.01 level (2-tailed).
Correlations
Correlations
Pearson Correlation
Correlations
VAR00045
1
TOTAL
Sig. (2..tailo<l)
TOTAL
VAR00049
1
Sig. (2..tailed)
... Cor11:ifr11ion is siunificanl al the 0.01 level (2-tailed).
VAR00045
Pearson Correlation
N
Pearson Conetation
Sig. (2-tailo<l)
N
100
.506'
.000
100
··.Correlation is significant at the 0.01 level (2-ta!led).
Correlations
.sos·
.000
100
1
100
VAROOOSO
TOTAL
Pearson Correlation
Sig. (2~tailed)
N
Pearson Correlation
Sig. {2-tai!ed)
N
VAROOOSO
1
TOTAL
,372'
100
.372•
.000
100
1
.000
100
··.Correlation is significant at the 0.01 \evel (2-tailed).
100
Correlations
Correlations
VAR00051
vAR00051
-Pearson Correla11on
TOTAL
Sig (2·1a!led)
N
Pearson Correlation
1
100
.074
.465
100
Sig (2-tailed)
N
TOTAL
,074
.465
100
1
100
Correlations
Correlations
VAR00052
VAROOU52
Pearson Correlation
TOTAL
.22s·
1
Sig_ (2-tai!ed)
TOTAL
N
Pearson Correlation
Sig. {2·tailed)
N
.22s·
.025
100
1
,025
100
100
100
·.Correlation Is stgnificant at the 0.05
Jevet {2-tailed).
Correlations
Correlations
VAROOOSJ
TOTAL
Pearson Conelation
Sig. (2-tailod)
N
Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
N
VAROOOSJ
1
100
,069
,381
100
TOTAL
,089
.381
100
1
100
4
1
4
,
3
4
4
5
3 4
4 3
2 5
7
4
6
5
5 6
3 7
7 7
4 4
7
1
1
4
2
8
2
2
1
4
5 7 2 3 5 3 7 1 1
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
5
4
1
16
1
1
17
3
18
19
20
21
22
5
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
7
6
1
2
4
4
4
3
7
6
5
2
2
2
1
1
3
1
6
4
6
7
4
5
3
2
45
1
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
4
5
4
4
7
6
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
32
I
1
3
5
6
3
6
1
3
2
2
.
5
4
3
59
1
60
1
1
1
61
62
.,
7
2
1
1
5
2
7
7
6
4
5
3
2
2
4
3
3
6
7
7
7
3
2
1
3
4
4
4
3
1
2
4
7
6
6
4
2
1
2
2
6
6
7
4
3
5
1
6
6
7
3
4
4
4
1
5
3
4
7
6
2
1
3
5 2
2 1
1 4
1 7
7 2
6 4
3 7
4 7
2 1
2 4
3 2
7 1
6 1
4 6
4 5
5 3
3 2
1 7
1 6
1 4
2 4
1 3
3 2
4 1
5 7
5 6
4
7
6
7
3
5
3
2
1
3
6
4
7
1
3
1
3
7
5
2
6
4
1
2
5
7
6
5
7
7
3
4
2
1
5
3
7
7
4
3
2
1
2
2
1
3
7
6
6
4
3
5
6
6
6
7
4
2 5
3 7
6 4
3 5
3 5
5 3
6 2
5 2
3 1
1 4
1 6
2 7
3 4
7 2
5 3
4 6
2 5
4 4
4 7
3 2
3 2
3 1
2 4
1 6
1 7
3 7
1 7
2 7
2 4
4 6
3 5
3 5
2 4
2 4
2
1
4
1
5
3
4
4
4
6
2
4
6
6
7
5
5
5
7
2
3
1
4
3
2
2
3
6
6
5
4
3
1
2
1
6
6
7
5
7
4
3
2
1
1
3
5
6
6
7
3
2
1
1
2
4
7
4
7
5
1
1
2
2
2
2
3
2
3
4
2
1
1
1
3
2
4
4
6
4
6
7
7
4
4
5
2
1
4
3
2
1
3
1
3
5
6
7
7
3
2
5
3
6
1
1
2
2
3
3
4
4
6
4
2
2
3
4
4
4
4
1
3
6
5
7
6
2 6
1 6
4 7
2
2
3
3
3
3
3
4
3
6
5
7
2
1
7
3
4
5
1
3
1
1
4
5
7
2
...
2
9 10 11 12 13 14 15 16 17
3 3 6 2 5 5 1 5 6
1 4 4 4 6 4 3 6 6
2 4 5 2 2 1 2 7 5
3 2 3 2 2 5 2 4 6
2 3 4 2 4 6 4 7 7
3 4 4 2 3 6 2 4 5
3 6 5 3 4 4 3 4 4
1 4 4 2 1 6 1 4 6
2 3 3 2 4 5 2 6 4
5 2 5 1 1 6 2
3 4
2 3 3 4 6 1 3 2 2
3 2 4 3 4
2 4 1 4
4 2 5 6 2 1 6
1
1
1 1 2 1 5 7 4 3 5
5 6 4 6 3 4 3 2 2
2 3 2 5 7 2 2 3 5
3 4 3 4 4 2 1 4 3
1
2 7 7 1 2 6 3 6
4 1 5 7 2 3 3 5 6
1 1 6 1 3 5 3 3 6
5 2 3 2 4 3 4 4 2
6 5 2 5 4 6 6 4 4
3 2 5
5 5 4 1 3
2 5 1 7 6 2 5 7 4
7 6
1 2 1 2
2 5 1
1 6 7 4
7 7 7 6 4
3 2
1 3
7 3 3 2 5
6 3 4 1 6 5 4 1 3
4
4 6 1 5 4 5 4 2
3 2 5 5 5
2 2 3 3
2 1 7 6 4 6 1 2 1
2 5 4 4 3 7 1 1 7
2 1 2 4
2 7 1 5 5
5 7 4 7 1 1 3 7 4
4
4 1 2 3 2 4 6 2
1 6 6
2 2
1 2 3 1
3 4 3 7 7 5 1 2 3
5 2 2 4
5 3 1 2 2
6 3 4 1 5 2 2 1 1
1
1
5 3 3 6 3 4 1
1 5 4 6
2 7 2 6 6
2 6 4 2 2 3 1 7 5
5 2 5 3 7
1
3 6 5
3
7
7 7 6
1
1 3 3
2 2 5 3 7 6 7 4 4
4
1
2 4 3 7 1 6 2
1
3 4 7 1
2 5 2 2
2 3 1 1 3 4 1 2 3
2 1 4 2 1 2 3 1 5
3 4 4 3 3 6 3 4 6
1 6
2 6
1
5 2 6 7
2 1 2 5 2 4 1 7 2
3 6 1 7 4 2 6 4 3
1 7
2 4 4 3 7 2 1
2 3 3 3 4 1 4 1 3
3 2 5 2 5 1 3 2 4
1 5 5 5 5 6 1 3 2
2 7 6 7 3 7 1 1 3
7 4 6 4 2 2 1
3 6
1 2 5 3 6 2 3 4 2
1 5 6 2 7 4 2 2 3
3 4 7 2 4 1 1 3 2
•
.
-
-
-
SkorTn Out Skala Perllaku Seksual
18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31
3 2 5
5 6
7 6 1 4 3
3
7 6 1
2 1 1 4 7 3 1 2 4 3 2 4 7 2
2 3 7 4 6 4 4 2 4 2 4 2 1 2
3 2 5 4 6 4 6 3 6 4
4 2 4
2
4 1 6 7 3 2 4 3 5 3 1 2 7 5
4
1
2
2 2 5
6 6
2 5 2 6 2
2
1 1 7 6 5
4
4
4
3
7 3 4 5 4
1 3 7 4 6
4 6 3 6 4
1 4 2 4
2 2 5 3 7
1 3 3
2
2 3 2 5 2
2 2 5 2 7 4 5 2 4 3
3
5 2 4
4
3 4 2
4
4
1
4
4
6
2
2
6
6
3 1 1 3 2 3 6 3 5 3
1
4
3
3
4 4 2 4 6
4
4
6 4 2 4 6
6 4
4 3 2 4
4
2 5
5
7 3 2 7 5
4 4 3
3
7
5 5 4 2 4 4 2
5 5
5 3 3 4 5 4 2 4 6 3
1
6
6 2
4 5 2 3 4
3
6 5
4 7 3 3 6
2
4 2 4
4
4 2 5
2 6
7 3 2 4 5
2 3 5 5 3
4
4
2 6
6 3
5 5 4
4
2 1 4
5 5
6 4 3
5 4 2 4 7
5 2 4
6 3 2 5
5 4
5 3 5 5
6 4 7
7 4
1 6 4 3 2
4
3 5 2
6 2 4 5 2 2 5 6 6 2
5
2 6 2
3
4 3 4
5 1 1 7 6 5 7
6 3 4
6
6 1 4
6 1 3 7 4 6 4
3 6 3
5 2 6
3
2 5 2
4 2
2 5 3 7 2
1
1 1 6
5
2 4
2 2 2 5 2 7 4
1
3 3 5
1 1
1 4 2 5 6
2
1
3
4
2 2 4 3 1 1 2 1 5 7
3 5 2
1 1 3
3
2 5 6 4 6 3 4
2 6 2
2 2 1 4 2 3 2 5 7 2
2 3 5 4
4 3 2 4 3
1 4 3
4 3 4 4 2
3 4 1 2 1 2 7 7 1 2
6
3 6 4
2 2 6 4 4
3
5 6
2
1 5 7 2 3
1 4 6 6 1
1 6 1 3 5
3
3 6
2
5
3 6 2 3 3
6 2 5 5 1
6 3 2
4 7 2 1 4
4 4 6 4 3
6
6 2 1
3 3 1 2 4
7
5 2 2 1 2
5 2 3
2 2 4 3 2 3 2 2 5 2 4 6 3 2
7 5 1 2 3 4 2 4 6 4
1
7
7 4
5 6 3
4
5 2 2
3 4
4 2 3 6 2
3 2 2 3 6
1
1
3
5 3 4 4 3
5
1 3
4
6 2 3
1 4
6
4 2 1 6 1
2 1 4
6
4 2 2
2 3
3 2 4 5 2
3 4 2 3 4
2 2
6
5 2 5 1 1
2
4 3 1 2 3 3 4 6 1 3
2
2 3 4
1 4 3 1
5 1 1 3 2 4 3 4 2 4
1 2 1
4
1
6 4
1 1 4 2 5 6 2
2 1 2 4 3 6 7 4 5 3 3 3 2 4
1 6 5 4 2 4 3 2 7 1
2 3 4 6
1 4 3
3 4
5 2 1 7 5
3
3 2 2
3 5
1
7
3 3
4 5 6 7 1
3
3 4
7
4
1
2
3
4
4 4 5 5 6
7
7 7
1 2 5
7 3 4
5 5
1
5 4 3 2 1
7 2 3 3 4 6 5
1 1 5
3 6 4
4
4 6 2 3 4
5 1 2 3 7 5 4 3 2
4
5 7
2 3 5 6 7 1 2 3 4 5 6
6 5 2 4 5
3 2 1 3 6
1 3 6
5
2 1 3 3 2 2 2 2 3 5
1 3 3 4
3 3 4
4 3
1 2 3 2 7
4 4 3
3
4 5 2 5 4
1 3 1 1 2
5 5 5
5
1 7 5
6 6
1 3 3 3 6
7 2 3
4
•
'
'
32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51
5 3 3 7 4 4 2 2 3 4 2 2 4 6 4
6
2 4
6
4
3 1 2 5 4 3 1 4
3 1 1 3
2 3 6 3 5 3 3 4
4 4 2 6 4 7 1 6 4 2 2 4
6
6 6 1 2 4
5 6
2
3
6
4
3
4
3
4
3
4
2
2
2
1
1
5
2
7
4
4
6
5
6
5
6
5
4
3
5
2
3
1
5
3
4
3
4
2
2
2
4
4
3
3
3
3
3
4
4
4
3
3
2
3
3
2
4
4
6
6
7
4
5
5
3
2
2
3
4
5
7
7
4
3
7
2
2
1
2
2
2
5
4
4
3
5
7
6
7
5
2
4
3
5
4
3
6
5
3
4
5
2
3
7
6
3
3
3
6
3
3
1
6
7
6
4
7
7
7
4
5
5
5
5
s
2
4
2
4
7
1
2
2
5
5
6
7
6
6
3
6
5
6
7
7
4
4
4
4
2
1
4
5
5
4
1
7
4
7
4
4
4
5
6
1
6
5
5
3
2
3
4
4
4
1
1
1
4
3
1
1
4
4
4
2
3
3
2
4
7
5
6
5
7
2
4
2 4
4
2
2
6
7
3
6
4
4
5
5
3
5
4
7
5
2
6
2
4
2
6
5
4
3
5
5
4
6
3
5
7
3
4
4
2
2
7
4
2
4
6
3
7
4
3
7
3
5
7
2
7
6
5
1
6
1
5
2
7
1
4
2
3
2
4
4
7
6
5
6
1
6
4
6
6
5
6
5
1
1
3
5
4
2 5
2
5
3
4
4
4
3
4
3
5
3
2
2
6
7
6
2
2
3
4
4
2
3
4
6
4
3
4
3
1
2
4
4
3
4
4
4
4
3
1
4
2
1
2
4
1
1
4
3
2
2
3
6
2
3
2
3
4
2
1
3
4
2
3
6
4
3
4
3
4
3
3
2
3
3
2
4
5
2
3
4
2
4
2
2
1
2
3
2
2
1
5
2
4
2
5
2
5
2
4
4
5
3
2
1
5
4
1
4
2
1
6
7
3
4
2 2
3 4
1 6
1 5
2 4
1 5
7 3
5 6
6 2
3 6
2 3
6
3
3
3
2
1
1
4
6
2
4
2
5
1
1
4
2
1
2
4
6
3
5
3
6
4
7
4
6
4
5
3
6
3
5
4
6
4
5
2
2
3
3
2
3
3
2
2
2
2
4
6
7
4
1
7
7
3
2
7
3
7
1
4
2
2 5
7 2
1
2
4
4
4
6
4
4
2
2
3
5
5
2
2
3
3
3
4
5
4
2
4
1
4
7
4
2
7
3
1
3
4
3
1
4
1
1
3 4
5
6
4
4
6
7
3
3
2
3 2
4 3
3 3
5 2
2 4
3 4
1 4
6 2
4 4
5 2
3 2
4 2
4 2
5 3
4 2
3 2
5 2
1
1
4
2
1
2
2
3
3
2
4
3
6
6
5
3
7
7
7
3
5
4
6
4 2
1 1
4 2
3 2
4 3
3 3
5 2
2 4
3 1
1 4
6 2
2 4
5 2
3 2
4 2
1 1
2 1
4 2
3 7
2 3
5 7
4 5
3 7
5 3
6 4
' '
<
4
5
4
3
2
5
5
5
6
2
2
4
3
4
1
4
5
6
2
3
4
4
7
5
5
4
6
3
5
5
4
1
5
6
6
4
6
5
1
1
4
2
2
2
6
2
5
5
4
6
3
1
2
3
3
6
7
4
3
2
2
1
4
3
3
4
4
5
4
3
2
2
2
1
4
4
4
3
4
5
4
3
4
3
5
5
2
5
5
4
5
2
4
3
4
3
6
4
6
2
2
2
3
4
4
5
2
4
3
4
4
5
4
7
7
3
7
5
6
7
6
7
3
7
2
2
3
3
3
4
4
3
2
4
4
7
5
6
6
3
5
7
<
2
7
3
4
4
7
6
5
1
3
2
2
4
2
3
1
2
1
3
6
3
6
7
4
5
4
7
4
2
6
4
"
2
<
3
2
2
2
4
3
2
5
2
6
7
5
6
7
5
5
6
4
7
3
3
4
5
6
7
4
7
4
4
4
6
6
2
4
6
4
3
2
2
7
3
2
7
1
4
2
3
4
2
2
2
3
2
2
4
4
3
2
4
5
2
3
4
2
2
4
4
2
4
3
3
3
5
6
7
5
6
5
6
3
7
7
7
6
3
7
2
2
7
5
4
5
7
3
7
5
7
5
6
7
6
5
4
5
6
3
1
2
"
7
1
2
5
5
2
4
1
6
3
4
5
4
3
2
2
3
4
2
1
1
2
2
3
4
5
4
7
5
2
3
6
5
4
7
4
4
3
3
5
4
4
5
5
3
2
1
3
6
5
2
4
6
3
3
6
4
5
2
3
4
4
4
3
6
4
3
4
3
4
2
1
1
7
2
2
2
2
3
4
2
7
6
4
1
7
6
6
7
5
5
2
6
2
1
2
6
7
6
1
2
3
4
1
3
5
7
2
<
<
1
4
3
3
1
1
7
7
2
3
1
4
2
4
5
.
2
2
3
4
5
1
2
6
6
4
3
3
4
4
4
6
5
1
1
3
7
4
4
4
5
1
4
6
6
3
1
4
3
4
2
3
5
2
4
4
2
1
6
5
1
4
2
6
4
6
4
5
:
6
:
6
4
3
4
:
:
2
6
1
4
5
4
4
5
4
2
6
6
5
5
2
4
4
5
1
2
5
7
4
2
2
5
3
4
2
3
7
4
4
3
4
2
3
5
1
6
2
3
3
7
3
4
4
6
2
'
2
2
2
3
5
6
5
2
4
3
2
-
'
'
:
.
1
'
'E
4
3
7
3
4
5
3
4
3
2
4
3
7
6
2
4
3
Si
6
7
7
4
1
4
7
.
70
71
72
73
1
1
1
7
1 6
2 7
4
3
4
2
3
2
3 4
3
5
2
7
7
1 6
76
77
4
2
7
7
6
78
4
79
80
81
3
1
4
62
1
74
75
83
84
85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
100
s
5
6
5
4
4
3
1
2
4
5
7
1
5
5
6
3
6
7
'
4 4
6
7
2
3
1
1
4
1
5 3
4 5
1
4
7
7
4
6
2
2
4
3
4
2
2
4
7
6
3
3
4
5
4
4
3
2
' 3
2 1
1 3
1 4
5 4
2 4
7 3
6 1
'
5
3
1
2
1
1
7
6
2
3
2
1
6
7
7
3
5
3
4
4
1
1
4
4
4
4
7
5
5
4
2
6
7
6
3
3
2
7
1
6
7
7
3
2
6
7
5
4
3
4
4
5
4
3
2
2
4
4
7
4
4
2
5
1
3
7
4
4
2
7
1
7
6
7
4
5
3
3
4
3
6
3
2
4
7
5
7
4
2
4
5
5
7
2
1
1
4
3
2
1
6
7
2
2
4
3
2
2
1
3
6
2
2
2
3
3
7
5
2
3
2
1
4
1
4
5
5 3
6
4
1
4
1
3
2
3
4
2
1
1
5
2
2
4
1
3
3
\
2
s
4
7
3
1
4
3
3
4
4
4
3
2
3
2
1
3
6
2
1
4
3
5
2
1
6
1
1
5
3
4
7
3
4
4
2
3
4
6
3
2
1
3
1
2
3
2
4
2
3
4
2
4
4
6
7
2
1
3
2
2
1
1
5
4
4
5
2
1
4
3
2
6
7
5
4
3
2
6
4
3
2
1
3
7
5
5
2
1
1
3
4
5
2
4
5
2
3
4
2
2
2
3
2
2
2
4
5
4
3
5
3
4
4
3
2
5
7
2
7
6
5
4
4
4
2
3
2
3
3
2
7
4
2
2
4
6
5
2
3
1
6
7
4
2
3
5
1
6
2
4
3
2
5
5
6
2
2
4
1
5
6
6
4
3
3
1
1
1
1
3
2
4
2
5
2
6
3
2
2
1
4
6
4
1
3
2
2
4
4
1
4
6
5
2
3
1
2
5
1
1
6
4
6
2
3
4
4
4
3
1
1
3
4
4
4
4
6
7
3
3
2
2
2
3
5
•
1
1
6
5
7
3
4
3
2
1
4
5
2
3
5 2
1
1
4
2
1
3
4
5
3
5
6
7
4
7
4
4
4
6
6
2
1
1
4
3
2
4
1
1
6
6
4
6
7
5
5
6
4
2
2
4
3
1
2
5
6
7
4
2
1
6
7
4
2
4
1
5
6
7
4
1
3
4
5
7
3
1
2
4
2
1
3
4
7
5
6
7
3
2
2
2
1
4
5
7
2
5
7
4
5
6
7
6
1
2
2
5
5
2
2
1
3
1
7
3
4
2
1
1
2
2
3
3
2
5
4
4
5
2
3
3
5
5
6
3
1
2
1
3
2
5
3
2
6
5
7
7
5
2
4
5
1
1
2
4
6
6
4
3
2
2
3
7
3
5
2
4
6
7
3
2
2
2
3
3
3
4
4
7
4
3
3
5
4
5
6
6
4
4
4
1
2
2
2
3
3
4
6
2
3
1
2
4
4
4
5
5
1
6
5
4
2
3
1
1
6
7
4
4
4
3
4
2
4
3
2
1
6
7
4
3
1
1
2
6
7
6
1
2
5
5
6
7
6
7
3
6
5
6
7
7
7
3
5
3
6
4
3
3
4
5
7
3
6
1
4
4
4
2
4
4
4
6
3
3
2
3
7
6
5
7
5
6
2
5
4
2
4
2
2
7
4
2
4
6
3
4
5
3
6
3
5
4
6
5
2
4
1
2
4
5
2
4
2
4
3
5
3
5
5
3
6
7
2
3
1
3
4
2
3
1
4
6
7
4
2
1
2
3
1
2
3
1
1
6
7
7
5
3
1
2
3
6
2
4
4
2
3
6
3
2
4
3
4
4
1
1
3
2
6
2
1
1
3
2
1
3
4
5
6
2
2
1
1
4
3
2
1
7
4
7
1
1
7
3
5
3
1
3
2
6
6
7
5
1
4
6
4
5
4
4
2
4
1
3
6
7
4
2
1
2
4
2
7
3
2
6
2
4
1
1
4
4
1
4
3
4
1
2
2
4
5
5
5
4
2
7
3
2
4
3
1
2
4
3
5
2
4
2
3
4
7
5
6
2
2
1
1
2
2
4
5
2
3
2
5
2
2
3
2
4
6
4
1
3
4
1
3
3
1
6
4
3
3
5
3
2
3
3
2
2
2
3
2
2
3
1
6
4
4
5
5
2
1
3
2
1
6
7
3
4
4
4
3
5
3
4
2
3
6
3
4
3
2
2
4
3
2
4
4
1
7
3
4
3
4
4
4
2
3
3
2
4
1
2
2
1
4
1
6
5
4
5
4
4
5
7
4
4
3
4
3
1
6
7
4
2
7
5
6
4
2
6
5
2
5
5
5
4
4
2
4
5
4
1
3
3
2
4
4
2
3
6
3
6
4
1
1
1
4
3
4
5
2
1
1
4
2
4
2
4
4
2
5
2
6
4
2
4
4
2
3
4
4
5
1
6
7
2
2
4
4
4
6
7
2
6
4
4
3
5
6
4
6
4
7
5
6
6
5
7
3
4
5
2
4
2
1
1
3
3
6
6
4
6
7
6
6
5
1
1
7
5
1
2
4
2
3
2
4
1
4
2
4
1
2
2
7
3
2
3
3
2
4
6
5
2 5
3 5
4 3
3 6
5 7
3 6
2 3
2
1
3
4
2
4
1
3
4
5
2
4
2
3
I
\
7
\
7
3
3
4
4
3
6
4
3
4
3
4
3
4
2
6
7
2
4
6
4
4
4
2
2
2
4
4
3
3
6
3
4
1
4
3
3
4
1
4
1
4
2
1
2
3
2
5
2
5
3
5 4 3
•I 3 3
2 5 2
4
2 4
2 3 4
2 1 4
3 6 2
4
4 4
2
2
1
4
5
5
4
6
5
3
4
5
4
1
5
7
4
4
6
4
1
4
3
4
3
5
2
3
4
4
5
4
3
2
3
7
4
7
7
2
1
2
4
3
3
2
3
4
4
5
1
6
7
6
5
1
1
5
4
2
6
7
4
2
1
4
3
3
4
2
2
3
2
3
4
5
2
4
6
3
6
7
5
4
4
4
7
6
4
6
3
5
5
5
1
6
4
3
5
4
4
4
4
2
7
6
1
4
4
6
6
5
4
6
4
3
2
2
7
3
3
4
5
6
2
3
4
3
5
5
5
3
6
2
2
4
4
2
3
3
2
4
2
3
2
3
5
2
5
4
4
7
2
2
4
5
1
2
3
5
2
2
4
7
4
4
4
2
6
6
2
4
5
3
2
5
4
3
2
3
4
4
5
3
2
2
2
1
4
3
1
4
3
4
6
4
2
4
3
5
2
3
1
6
4
6
3
1
2
3
2
2
1
4
3
5
4
1
4
4
7
5
4
6
3
5
6
7
6
3
6
5
2
3
2
1
1
4
3
5
1
7
6
3
4
4
2
3
5
6
7
2
6
e
6
7
3
2
4
4
2
2
1
4
5
5
4
1
5
7
3
6
4
1
4
4
2
5
6
6
5
2
4
6
5
4
4
5
4
4
4
4
3
2
7
3
4
4
4
1
6
5
3
11
51
2
2
4
6
7
Data Hasil Penelitian Skala Perilaku Seksual
Item/
Sbvk
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
1
0
2
3
5
4
5
4
4
4
0
4
4
0
4
0
4
0
0
4
0
0
4
0
4
4
5
5
5
5
5
0
5
0
5
0
5
6
6
6
6
0
6
6
6
0
0
6
6
6
0
0
0
0
5
5
5
0
0
6
6
0
0
0
6
6
6
0
0
0
0
0
0
6
0
6
6
6
6
6
0
6
6
0
6
0
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
4
0
34
4
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
0
4
0
0
4
4
4
0
4
4
0
4
4
4
4
0
4
4
4
0
4
0
5
5
0
5
0
0
5
5
0
5
0
0
0
0
5
0
0
5
5
0
0
5
0
0
0
5
0
.o
5
3
6
0
7
8
5
0
3
0
0
2
2
2
2
2
0
0
0
0
0
3
0
0
3
0
0
4
4
4
4
4
4
4
4
4
0
4
0
0
4
0
4
0
0
5
0
5
0
0
0
0
0
5
5
5
0
0
5
0
0
5
0
0
5
0
0
0
5
0
5
0
5
5
0
5
0
0
5
0
0
5
5
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
2
0
0
2
0
0
2
0
2
2
0
2
2
2
0
2
2
2
2
2
2
2
2
2
0
2
2
2
2
2
2
2
0
2
2
4
2
2
2
2
2
0
0
0
0
2
2
2
2
2
2
2
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
2
0
2
0
3
3
0
0
0
3
3
0
0
3
0
0
0
0
3
0
0
0
3
0
0
0
0
3
3
0
0
0
3
0
0
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
0
4
4
4
4
4
4
0
4
4
0
5
5
5
9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
3 3 0
2 5 5 0 5 4 3 0
3 0 0 2 5 0 0 5 0 3 3
3 0 5
0 5 5 3 5 4 3 3
0 5 5 0 5 4 0 0
0 3 5
3 3 5
0 5 5 3 5 0 3 0
0
0
6
6
6
0
0
0
6
6
6
0
6
0
6
0
6
0
6
0
6
6
6
6
6
0
6
6
6
6
6
0
0
0
6
0
6
6
0
6
6
0
0
0
6
3
3
3
0
0
3
0
3
3
3
0
3
0
3
3
3
0
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
0
3
3
3
3
3
0
0
0
0
0
0
0
3
3
3
3
3
3
0
0
0
0
0
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
0
0
3
3
3
3
0
0
0
0
0
0
0
5
0
5
5
0
0
0
0
0
5
0
5
5
0
5
0
5
5
5
0
0
0
5
0
0
0
0
0
0
5
0
0
5
0
0
0
0
0
0
2
0
2
0
2
2
0
0
0
0
0
0
0
0
0
2
0
2
0
0
2
0
2
0
2
0
0
0
2
2
0
0
2
2
2
5
0
0
0
0
5
0
0
0
0
0
5
5
0
0
5
0
0
0
0
5
6
5
5
0
0
5
5
0
5
0
0
0
0
0
5
0
0
5
0
0
0
0
0
0
0
0
5
0
0
0
5
5
0
0
5
5
5
5
0
5
0
0
5
5
0
0
5
5
5
0
0
0
0
5
5
5
0
0
0
-
0
3
3
0
3
0
0
3
3
0
0
3
3
0
3
3
3
3
3
3
0
0
3
3
3
3
0
3
3
0
3
3
3
3
0
0
3
0
0
3
5
5
5
5
5
0
0
5
5
0
0
5
5
0
5
5
5
5
5
5
5
5
0
0
0
0
5
0
5
0
5
5
5
0
5
5
5
5
0
0
4
4
0
4
4
4
4
4
4
4
4
0
4
4
4
0
4
0
4
4
0
4
4
4
4
4
0
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
0
4
4
3
3
0
3
3
3
3
3
3
3
0
0
0
3
3
3
3
3
3
3
3
3
0
3
0
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
0
0
0
0
0
0
0
3
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
3
0
0
0
0
0
3
0
0
0
0
0
3
0
0
0
3
0
3
21 22 Total
4
0
4
0
4
0
0
0
0
0
4
0
4
4
0
0
4
4
4
0
4
4
4
4
4
4
4
4
4
0
4
4
0
4
4
0
4
4
4
0
4
4
0
0
0
0
0
4
0
0
0
4
0
0
0
4
0
4
4
4
0
4
4
4
0
0
0
0
4
0
0
4
0
4
0
0
4
0
4
0
0
0
4
4
0
0
4
0
0
4
55
41
83
56
64
42
48
40
34
36
56
24
62
38
44
13
47
53
46
47
60
50
49
69
46
56
51
51
58
44
38
42
53
49
46
42
48
55
42
36
61
48
34
44
38
51
52
53
54
4
4
0
4
55
4
0
0
56
57
58
59
60
61
62
63
84
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
82
83
84
85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
4
4
4
4
4
4
4
0
0
0
4
4
4
0
0
0
0
4
4
4
4
0
4
4
4
0
4
4
4
4
4
0
4
0
4
0
4
4
4
0
0
0
0
5
5
5
0
5
5
0
0
5
0
5
0
0
5
0
0
5
0
0
0
0
0
5
5
0
5
0
0
0
5
0
0
0
5
5
0
5
0
0
0
0
5
5
0
0
5
5
0
6
0
0
6
0
0
6
0
0
0
6
0
0
0
0
0
0
6
0
6
0
0
6
0
0
0
0
6
6
6
6
6
6
6
6
6
6
0
6
6
6
6
6
2
2
2
0
0
0
0
0
0
2
2
2
2
2
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
2
0
2
2
0
0
2
2
2
2
0
0
0
0
3
0
0
3
3
0
0
0
0
3
0
3
0
0
3
0
0
0
0
3
0
0
0
3
0
0
3
0
0
0
3
0
0
0
0
3
3
3
0
0
0
0
3
4
4
4
4
4
0
0
0
0
0
0
4
4
4
4
0
0
4
4
4
4
0
4
4
4
4
0
4
0
4
0
0
0
0
0
0
0
0
0
4
4
0
0
4
4
6
0
0
0
6
0
2
2
0
0
0
0
0
0
0
0
2
2
0
5
0
5
0
0
0
0
0
0
5
5
0
0
0
5
0
0
0
0
5
0
5
0
0
5
0
0
0
5
5
5
5
5
0
5
5
5
0
0
0
5
5
5
5
0
2
0
2
2
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
2
0
0
0
0
0
0
2
2
2
0
0
0
0
0
0
2
0
0
0
2
2
2
2
2
2
6
6
6
6
6
0
6
6
6
6
6
0
6
0
0
0
0
6
6
6
6
6
0
0
6
6
6
6
0
0
6
0
0
0
0
6
0
0
0
0
6
0
0
0
0
0
0
0
0
3
0
3
3
3
3
0
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
0
3
3
0
3
0
3
3
3
0
3
3
0
0
0
0
0
3
0
3
0
0
0
0
0
0
0
0
3
3
3
0
3
5
0
0
5
0
2
0
0
3
5
0
3
3
0
3
3
3
0
3
3
3
3
3
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
3
0
0
0
0
0
3
3
3
3
3
0
3
0
0
0
0
0
5
5
5
5
0
5
5
0
0
0
0
5
0
5
5
0
5
0
5
0
5
5
0
5
0
0
0
0
0
5
0
0
0
0
5
5
5
0
2
2
2
0
0
0
2
0
0
2
0
2
0
2
0
0
0
0
0
0
0
0
2
0
0
0
2
0
0
0
0
0
0
0
0
0
2
2
2
2
0
0
0
0
0
0
0
0
0
5
0
0
0
0
0
0
5
0
0
5
0
0
0
0
0
0
0
0
0
5
0
0
0
5
5
0
5
5
0
0
0
0
0
0
0
0
5
5
0
5
5
5
0
5
0
5
0
5
5
0
0
5
5
5
5
5
5
0
0
0
0
5
0
0
0
0
0
5
0
0
5
5
5
0
5
0
0
0
0
0
0
5
0
5
5
0
5
0
0
0
0
5
0
3
0
3
3
3
3
3
0
3
3
0
3
3
3
0
0
3
3
3
3
3
0
3
0
3
0
3
3
0
3
3
3
3
3
3
3
0
3
3
3
3
0
3
0
3
3
0
5
5
5
5
5
0
5
5
0
5
5
0
5
5
5
5
0
5
5
5
5
5
0
5
5
5
0
5
5
5
5
0
0
0
5
0
0
5
5
5
5
0
0
0
0
5
0
5
4
0
4
0
4
4
4
4
0
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
0
0
4
4
4
0
0
4
4
4
4
4
4
4
4
4
4
0
0
0
0
4
4
4
4
4
0
0
3
3
3
3
0
3
3
3
3
3
3
3
4
3
3
3
3
3
3
0
0
3
3
3
3
3
3
0
3
3
3
3
3
3
3
0
0
0
0
0
3
3
3
3
3
3
0
0
0
0
0
0
3
0
0
0
3
0
0
3
0
0
3
3
0
3
0
0
0
0
0
0
0
0
3
0
3
0
0
0
0
0
0
0
0
0
3
0
0
0
0
4
4
4
0
4
0
0
0
0
0
0
4
0
0
0
0
4
0
0
0
0
0
0
0
0
0
4
0
4
4
4
0
4
4
0
4
4
0
4
0
4
0
0
4
0
4
0
4
4
0
4
0
0
4
0
0
0
0
4
0
0
4
4
0
4
4
0
4
0
0
4
4
4
0
4
0
0
0
0
0
4
4
4
4
4
0
4
4
4
4
4
0
4
4
4
4
4
0
4
33
46
44
62
51
41
39
47
39
48
59
43
58
60
37
22
25
50
43
42
41
39
15
46
42
44
34
54
36
32
67
38
31
31
35
42
34
45
38
38
42
34
41
52
45
41
30
38
eliability
Method 2
R
~
(space
save1.l
L 1 A B I L I T Y
will Le u.st':-d f.or this analysis
S C A L E
AN.D..LYSIS
*****"--
IA L P H Al
N of
atistics for
sc..:...LE
M~an
53.
s:)uu
Variance
2•16. 3510
Std Dev
Variables
22
15.6~56
em-total Statistics
Scale
Mean
it I
tc111
Deleted
R00004
R00005
R00006
ROOOOS
R00009
ROOOll
R00014
R00016
'00023
'00024
50.8000
50.1500
48.5800
52.0300
53.1400
50.3800
51.7700
50.8300
49.830(!
50.8700
~00026
Sl. -1200
'00029
<00031
~00032
51.1500
52.5100
52.5000
~
S! .2100
~ l. C Y1)(J
;) (_i ,·I ) -
{(I
I tern-
Alpha
To tal
Correlation
if Item
Deleted
223.2323
232.6944
210.7309
239.5243
~4 5. 30.43
231.24131
241.5728
228.4860
215.3546
224.9425
230.2865
202.1086
247.2221
.2258
. 1141
.2744
.2292
-.0030
. 24 76
-.0320
.2531
.2660
. 3145
. 3418
. -!228
- . 071 e
.2669
. 3027
225. 7.:J75
211.7837
.2-:13.
51;2~'
7
':10.3100
22B.S~99
(0004 9
(00050
52.9100
50.6500
52.2700
234.9312
220.2702
242.8052
lOOOSl
Corrected
1
0 (J»l ,4
~(J(ll)4
Scale
Variance
if !tern
Deleted
l Oll. 0
. 61-i 0
.3201
.2047
.2707
.0005
ti
--r
Items
. 6007
.6156
.5937
. 6071
.6191
.6002
.6403
.5985
.5947
.5917
.5945
.5666
. 6310
. 5962
.5884
.5797
.5978
.6321
. 5940
.6049
.5942
. 6251
Correlations
orrelations
Gorrolatlons
Correlatlons
VAR00001
Pearson Correlation
VAR00001
1
Sig. (2-tailed)
N
Skar Total
Pearson Correlation
Sig. (2-taited)
N
100
.155
.123
100
SkorTotal
.155
.123
100
1
100
~rrelations
Pearson Correlation
VAR00002
1
Sig. (2-tailed)
Skar Total
N
Pearson Correlation
Sig. (2·1ailed)
N
Skar Total
..
100
.145
.150
100
Skar Total
.145
.150
100
1
100
Skar Total
VAR00003
1
VAR00007
Skar Total
Pearson Correlation
Sig. (2-tail.,d)
N
Pearson Correlation
Sig. (2-talled)
N
SkorTotal
-.004
.970
100
1
100
-.004
.970
100
100
VAR00004
1
Sig. (2-tailed)
N
Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
N
100
VAR00007
1
100
.026
.800
100
Skar Total
.026
.800
100
1
100
Correlations
VAR00008
Skar Total
Pearson Correlation
Sig. (2-tailod)
N
Pearson C,orrelation
Sig. (2~tailud)
Skar Total
.247•
.013
100
100
,247•
1
.013
100
100
VAR00008
1
•.Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
Correlations
)kor Total
.000
100
100
N
Pearson Correlation
.510··
.s10·
,000
100
1
Correlations
>rrelations
IAR00004
Skor Total
Correlations
Correlations
Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
N
Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
N
VAR00006
1
. Correlation Is significant at the 0.01 level (2-talled).
)rrelations
VAR00003
Pearson vorrelatlon
Sig. (2·1alh,d)
N
Pearson Correlatton
Sig. (2-tail.,d)
N
Correlations
Correlations
VAR00002
VAR00006
100
.262"
.008
100
Skar Total
.262"
.008
100
1
Correlations
Correlations
VAR00009
Pearson Correlation
VAR00009
1
SkorTotaf
.241"
.016
100
1
Sig. (2-tailed)
100
••. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
N
Skor Total
100
.241"
.016
100
Pearson CC1rrelation
Sig (2-tailed)
1rrelations
.
N
100
Corre!at1on 1s significant at the 0.05 level (2-lailed).
Correlations
'AR00005
ikor Tota!
Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
N
Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
N
VAR00005
1
100
.222"
.026
100
Skar Total
.222"
.026
100
1
·.Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
100
Correlations
Correlations
VAR00010
Skar Total
Pearson Correlation
Sig. {2-tailed)
N
Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
N
VAR00010
1
100
.031
.760
100
Skar Total
.031
.760
100
1
100
>rrelations
Correlations
Correlations
/AR00011
Pearson Correlation
)kor Total
N
Pearson Correlation
Gorrolatlons
VAR00011
1
Skar Total
.246.
.014
100
1
Sig. (2-tailed)
100
.246"
.014
100
Sig. (2-tailed)
N
100
VAR00016
VAR00016
Pearson Ccirrelation
SkorTotal
Sig. (2-talled)
N
Pearson Ccirrelation
Sig. (2-ta!ted)
N
.
VAR00012
1
Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
N
100
-.076
.451
100
Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
N
Skar Total
-.076
.451
100
1
VAR00017
Pearson C1Jrretation
Pearson Correlation
-.061
.544
100
100
100
Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
N
Skar Total
-.061
.544
100
1
1
Sig. (2·tailed)
•rrelations
Skor Total
-.007
Sig. (2-tailed)
N
100
1
.944
100
100
VAR00018
Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
VAR00018
1
Skar Total
.177
.D78
100
1
N
Skar Total
Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
N
100
.177
.078
100
100
Correlations
Pearson Correlation
Correlations
VAR00014
1
Sig. (2-tailed)
N
.243"
.015
100
1
.015
100
N
VAR00019
Skar Total
100
_243•
Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
VAR00019
Pearson Correlation
Sig. (2-tai!ed)
N
SkorTotat
1
100
.076
Sig. (2~tai!ed)
.452
100
Skar Total
.076
.452
Pearson Correlation
N
100
1
100
100
VAR00020
1
Skar Total
.121
.230
100
1
Correlations
• · Correla lion is significant at the 0.05 level (2-tai!ed).
•rrelations
Correlations
Correlations
Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
N
Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
N
-.007
100
Pearson C1)rrelation
Correlations
lkor Total
SkorTotal
1
iCorrelatlons
N
IAR00015
VAR00017
Correlations
VAR00013
)kor Total
100
.944
N
Correlations
IAR00014
100
Sig. (2-tailed)
100
•rrelations
ikorTotal
.021
Correlations
Correlations
fAR00013
100
1
.231•
Correlations
>rrelations
)korTotal
.021
100
. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
· Correlation is significant at the 0.05 level {2-tailed).
IAR00012
Skar Total
.231·
1
VAR00020
VAR00015
1
100
.047
.644
100
Skar Total
.047
.644
100
1
100
Skar Total
Pearson Correlation
Sig. (2-taihld)
N
Pearson Correlation
Sig. (2-tail.,d)
N
100
.121
.230
100
100
Correlations
orrelations
Gorrolatlons
Corrolatlons
SkorTotat
VAR00021
VAR00021
Pearson Correlation
1
.036
.723
Sig_ (2-tailed)
N
Skar Total
100
1
100
Pearson Correlallon
.036
Sig. {2-tailed)
.723
100
N
•
VAR00022
Skar Total
1
,035
Sig. (2-tailed)
.731
100
N
Pearson Correlation
.035
Sig. {2-tai!ed)
.731
100
N
100
1
100
Skar Total
Sig. (2-tailed)
N
Pearson Correlation
Sig, (2-tailed}
N
Pearson Correlation
.285*
.004
100
1
Sig. (2-tailed)
N
.004
100
100
VAR00027
Skar Total
_305·
.002
100
100
1
.305"
.002
100
100
Pearson Correlation
N
SkorTotal
100
.155
.122
100
Pearson Correlation
Sig. (2-tailod)
N
100
Correlations
VAR00026
Pearson Correlation
VAR00028
1
Skar Total
.160
Sig. (2-tailed)
N
SkorTotal
Pearson Correlation
Sig. (2-taife<:I)
N
.113
100
1
100
.160
.113
100
100
Correlations
Skar Total
343••
1
Stg. (2·tai!ed}
Pearson Correlation
Sig. (2-lailed)
.000
100
1
100
N
VAR00029
Pearson Correlation
SkorTotal
Sig. (2-lailed)
N
Pearson c,orrelation
Sig. (2-tailed)
N
.000
100
_343•·
N
100
•• Correlation is significant al the O 01 level (2-tailed).
VAR00029
1
Skor Total
.390"'
.000
100
1
100
.390"
.000
100
100
··.Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
)rrelations
Correlations
Correlations
Pearson Correlation
Correlations
VAR00025
SkorTotal
1
.051
.617
100
1
Sig. (2-tai!ed)
N
100
Pearson Correlation
.051
Sig. (2-taited)
.617
N
.155
.122
100
1
Correlations
VAR00024
)kor Tota!
Skar Total
1
Sig. (2·lailed)
Correlations
/AR00025
VAR00027
Pearson C1)rrelation
VAR00023
1
>rrelations
Skar Total
100
Correlations
... Correlation is significant at the 0.01 level (2-taifed).
i/AR00024
.285*
Correlations
Correlations
Pearson Correlation
Skar Total
Correlation 1s mgmficant at the 0.01 level (2-tailed).
>rrelations
VAR00023
VAR00026
1
Correlations
Correlations
Skar Total
Skar Total
0
Pearson Correlation
Pearson Correlation
Sig. (2-tall<ld)
N
100
orrelations
VAR00022
VAR00026
100
VAR00030
Skor Total
100
Pearson C·orrelation
Sig. (2-tail"d)
N
Pearson C·:>rrelation
Sig. (2-tail.,d)
N
VAR00030
1
100
.153
.129
100
Skar Total
.153
.129
100
1
100
Correlations
1rrelations
Correlations
AR00031
Correlations
VAR00031
1
·pearson Correlation
Skor Total
.249"
Sig. (2-tailed)
.012
Pearson Correlation
100
.249"
Sig. (2-tailed)
.012
N
kor Total
100
1
100
N
Pearson Correlation
VAR00036
1
Sig. (2-talled)
N
SkorTotal
VAR00037
VAR00032
Pearson Correlation
Sig. (2·1ailed)
N
Skar Total
1
.216"
100
.031
100
1
Pearson Correlation
.216*
Sig. (2-!ailed)
.031
100
N
VAR00037
Pearson Correlation
100
Skar Total
N
100
,374•
100
1
Sig. (2-tailed)
.000
100
100
••. Correlation is s!gnifi(:ant at the 0.01 level (2-tailed).
Correlations
C:orrolatlons
AR00033
Pearson Correlation
kor Tota!
N
Pearson Correlation
VAR00033
1
Skar Total
.113
.262
100
1
Sig. {2-tailed)
100
.113
VAR00038
Pearson Correlation
VAR00038
1
Sig. {2-tailed)
N
SkorTotal
Pearson Correlation
100
.036
Sig. (2-taifed)
.719
N
.262
100
Sig. (2-tailed)
N
100
SkorTotal
.036
.719
100
1
100
100
VAR00039
Skor Total
Correlations
rrelations
Correlations
Correlations
VAR00034
Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
N
Pearson Correlation
Sig. (2·tailed)
N
Skar Total
VAR00039
,005
100
.279•
005
100
100
1
Pearson Correlation
Skor Total
.061
N
Pearson Correlation
Sig. (2-lailed)
100
1
100
.188
.061
N
100
188
1
Sig. {2-laited)
.279"
1
•• Correlation ·1s significant at the 0.01 level (2-tailed)
100
100
VAR00040
1
Skar Total
Correlations
Correlations
rrelations
Correlations
Pearson Correlation
VAR00040
VAR00035
1
Sig. (2-tailed)
·,or Total
.000
Pearson Correlation
Correlations
\R00035
_374••
Sig. (2-tailed)
rrelations
cor Total
SkorTotal
1
N
•. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
).R00034
100
Correlations
Correlations
kor Total
Skor Total
-.142
.158
100
1
Correlations
rrelations
A.ROOD32
100
-.142
.158
100
Pearson Currelation
Sig. (2-tailed)
N
100
• Correlation is significant at the 0.05 level (2-tai!ed).
1
VAR00036
100
N
Pearson Correlation
Sig. (2-taHed)
.173
.084
N
100
Sig. (2-lailed)
SkorTotal
.173
.084
100
1
100
Pearson Correlation
N
Skar Total
.014
Pearson Correlation
100
_245•
Sig. (2-tailed)
.014
N
.245•
100
100
1
100
•.Correlation Is significant at the 0.05 level (2-tailed).
1rrelations
Correlations
Correlations
Corrolatlons
'AR00041
ikor Total
Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
VAR00041
1
N
Pearson Correlation
Sig, (2-tailed)
100
.072
.475
100
N
.072
475
100
VAR00046
1
Skar Total
100
1rrelations
Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
N
Pearson Correlation
Sig. (2·1ailed)
N
Total
Pearson Correlation
VAR00042
1
N
Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
N
100
-.026
.801
100
Skar Total
-.026
.801
100
1
SkorTotal
Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
N
Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
N
VAR00043
1
100
.019
.851
100
Skar Total
.019
.851
100
1
VAR00048
100
Pearson Correlation
100
VAR00048
1
100
.068
.504
100
Skar Total
.068
.504
100
1
100
N
100
Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
.211 •
.035
100
Correlations
.211·
1
N
Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
N
Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
N
Skar Total
Sig. (2-tailed)
.035
100
1
VAR00049
Skar Total
100
Pearson Correlation
Sig. (2-tail·,d)
N
Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
N
•. Correlation is significant at lhe 0.05 level (2-tailed).
VAR00049
1
100
.324.
Skar Total
.324 ..
.001
100
1
.001
100
100
... Correlation is significant at the 0.01 level {2-tailed).
1rrelations
Correlations
Correlations
Pearson Correlation
Sig. (2-talled)
N
ikor Total
1
Correlations
VAR00044
IAR00045
100
.353.
.000
100
SkorTotal
.353*"
.000
100
Correlations
Skar Total
Correlations
>kor Total
VAR00047
1
Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
N
Pearson Correlation
Sig. (2·1alled)
N
Correlations
1rrelations
'AR00044
100
"*. Correlation is significant at the 0.01 level (2~taded).
Correlations
ikor Total
VAR00047
100
1rrelations
'AR00043
1
Correlations
Sig. (2-tailed)
~kor
100
.053
.603
100
Skar Total
.053
.603
100
Correlations
Correlations
'AR00042
VAR00046
1
Skar Total
Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
N
VAR00045
1
100
-.032
.750
100
Skar Total
-.032
.750
100
1
100
Correlations
VAROOOSO
Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
Skar Total
Pearson Correlation
Sig. (2-tailed)
N
N
VAR00050
1
100
.253•
.011
100
Skar Total
.253·
.011
100
1
• Correlation is significant at tt1e 0.05 level (2-tailed)
100
rrelations
Correlations
Correlations
Correlations
VAR00051
~R00051
Pearson Correlation
1
Sig. (2-tailed)
N
<or Total
100
Pearson Correlation
.242.
Sig. (2-tailed)
.015
N
100
• Correlation is significant at the 0.05 level (2-tai!ed)
Skor Total
.242•
.015
VAR00052
100
VAR00052
1
Sig. (2-tail<•d)
100
1
Pearson Correlation
N
Skar Total
Pearson Correlation
Sig. (2-tailiad)
N
Skar Total
.153
.130
100
100
.153
1
.130
100
100
Case Processing Summary
-
Cases
Valid
N
~kat
Missina
Percent
religiusitas
rilaku seksual
N
Total
Percent
100
100.0%
0
100
100.0%
0
N
.Oo/o
.0°/o
Percent
100
100.0%
100
100.0%
Descriptives
.
I
ikat religiusitas
Statistic
Mean
95% Confidence
Interval for Mean
Lower Bound
1.06037
Upper Bound
121.3705
125.5790
5% Trimmed Mean
123.3704
Median
124.0000
Variance
111.313
Std. Deviation
10.55050
Minimum
103.00
Maximum
151.00
Range
48.00
Interquartile Range
10.0000
Skewness
.000
Kurtosis
laku seksual
Sid. Error
123.4747
Mean
.243
-.139
.481
48.9596
1.26102
46.4571
I
51.4620
I
5°/o Trimmed Mean
48.9108
'
Median
48.0000
95% Confidence
Interval for Mean
Lower Bound
Upper Bound
Variance
157.427
Std. Deviation
12.54699
Minimum
15.00
Maximum
83.00
68.00
Range
Interquartile Range
!
14.0000
Skewness
.132
Kurtosis
.412
.243
-
Tests of Normality
Kolmoaorov-Smirnovlal
Statistic
at religiusitas
iku seksual
I
.093)
.091 I
efors Significance Correction
Shapiro-Wilk
Si~.
df
.481
100
.033
100
.042
Statistic
.978
.988
I
!j
i
df
Sia.
100
.093
100
.484
>rrelations
Descriptive Statistics
gkat religiusitas
rilaku seksual
Mean
123.4747
Std. Deviation
10.55050
48.9596
12.54699
N
100
100
Correlations
gkat religiusitas
I
Pearson Correlation
perilaku
seksual
tingkat
relia iusitas
1
Sig. (2-tailed)
rilaku seksual
.175
.083
N
100
100
Pearson Correlation
.175
1
Sig. (2-tailed)
.083
100
100
N
Test of Homogeneity of Variance
Levene
Statistic
19kat reli9iusitas
97
.226
Based on Median
1.493
.1
97
.225
Based on Median and
with adjusted df
1.493
1
915.603
.225
1.485
1
97
.226
1gkat religiusitas
Normal Q-Q Plot of tingkat religiusitas
. ..•
•
...
... .·
••
o"°' .,-oli
Observed Value
Detrended Normal Q-Q Plot of tingkat religiusi·
00
·•
·.3
"•
----·--
.. .
00
"··
.,
.'
•"
'• ""
--·
•
'"
"'
Observed Value
'20
Sia.
1
Based on trimmed
mean
0
df2
1.487
Based on trimmed
mean
Based on Mean
Based on Median
Based on Median and
with adjusted df
1rilaku seksual
df1
Based on Mean
"'
'"
'"
"'
.146
1
97
.703
.134
1
97
.715
.134
1
915.778
.715
.154
1
97
.695
Download