BAB 3 Inti Penelitian 3.1 Sejarah Singkat Alamat Metro TV Jl. Pilar

advertisement
BAB 3
Inti Penelitian
3.1
Sejarah Singkat
Alamat Metro TV
Jl. Pilar Mas Raya Kav A-D, Kedoya, Kebon Jeruk
Jakarta 11520, Indonesia.
Phone : (021)-583 000 77(Hunting)
Fax : (021)-583 000 66 (General)
: (021)-583 02139 (Redaksi)
: (021) – 581 6216 (PR & Publicity)
METRO TV adalah televisi berita 24 jam pertama di Indonesia yang
mulai mengudara pada tangggal 25 November 2000 Metro TV merupakan salah
satu anak perusahaan dari MEDIA GROUP yang dimiliki oleh Surya Paloh.
Surya Paloh merintis usahanya di bidang pers sejak mendirikan surat kabar
harian PRIORITAS, yang dibredel oleh pemerintah pada tgl. 29 Juni 1987 karena
dinilai terlalu berani.
Pada tahun 1989, ia mengambil alih Media Indonesia, yang kini tercatat
sebagai surat kabar dengan oplah terbesar setelah Kompas di Indonesia. Oleh
karena kemajuan teknologi, Surya Paloh memutuskan untuk membangun sebuah
televisi berita mengikuti perkembangan teknologi dari media cetak ke media
elektronik.
Metro TV bertujuan untuk menyebarkan berita dan informasi ke seluruh
pelosok Indonesia. Selain bermuatan berita, Metro TV juga menayangkan
beragam program informasi
mengenai kemajuan teknologi,
kesehatan,
31
pengetahuan umum, seni dan budaya, dan lainnya lagi guna mencerdaskan
bangsa. Metro TV terdiri dari 70 % berita ( news ), yang ditayangkan dalam 3
bahasa, yaitu Indonesia, Inggris, dan Mandarin, ditambah dengan 30 % program
non berita (non news) yang edukatif.
Metro TV mulai mengudara pada tanggal 25 November 2000 dengan 12
jam tayang. Dan sejak 1 April 2001 Metro TV sudah mulai mengudara selama 24
jam. Metro TV dapat ditangkap secara teresterial di 280 kota yang tersebar di
Indonesia, yang dipancarkan dari 52 transmisi. Selain secara teresterial, siaran
Metro TV dapat tangkap melalui televisi kabel di seluruh Indonesia, melalui
Satelit Palapa 2 ke seluruh negara-negara ASEAN, termasuk di Hongkong, Cina
Selatan, India, Taiwan, Macao, Papua New Guinea, dan sebagian Australia serta
Jepang. Metro TV melakukan kerjasama dengan beberapa televisi asing yaitu
kerjasama dalam pertukaran berita, kerjasama pengembangan tenaga kerja dan
banyak lagi. Stasiun televisi tersebut adalah CCTV, Channel 7 Australia, dan
Voice of America (VOA). Selain bekerjasama dengan stasiun televisi
Internasional, Metro TV juga memiliki Internasional kontributor yang tersebar di
Jepang, China, USA, dan Inggris.
Dengan kerjasama internasional ini Metro TV berusaha untuk
memberikan sumber berita mengenai keadaan dalam negeri yang dapat dipercaya
dan komprehensif kepada dunia luar dan juga hal ini mendukung Metro TV
untuk menjadi media yang secara cepat, tepat dan cerdas dalam mendapatkan
beritanya. Metro TV juga memiliki 19 buah mobile satellite untuk dapat
menayangkan secara live kejadian-kejadian yang berlangsung setempat.
Peralatan tersebut berupa :
32
- 12 buah mobil SNG ( Satelite News Gathering )
- 7 buah mobil ENG ( Electronic News Gathering )
3.2
Visi dan Misi
Visi
Untuk menjadi stasiun televisi Indonesia yang berbeda dengan dan menjadi
nomor satu dalam program beritanya, menyajikan program hiburan dan gaya
hidup yang berkualitas. Memberikan konsep unik dalam beriklan untuk
mencapai loyalitas dari pemirsa maupun pemasang iklan.
Misi
- Untuk membangkitkan dan mempromosikan kemajuan Bangsa dan Negara
melalui suasana yang demokratis, agar unggul dalam kompetisi global, dengan
menjunjung tinggi moral dan etika.
- Untuk memberikan nilai tambah di industri pertelevisian dengan memberikan
pandangan baru, mengembangkan penyajian informasi yang berbeda dan
memberikan hiburan yang berkualitas.
- Dapat mencapai kemajuan yang signifikan dengan membangun dan menambah
asset perusahaan, untuk meningkatkan kualitas dan kesejahteraan para
karyawannya dan menghasilkan keuntungan yang signifikan bagi pemegang
saham.
33
3.3
Struktur Organisasi
Gambar 3.2
Struktur Organisasi
Sumber: Company Profile Metro TV
3.4
Logo & Arti Metro TV
Gambar 3.3
Logo Metro TV
"Knowledge to Elevate"
Sumber: Company Profile Metro TV
34
Logo Metro TV dirancang tampil dalam citraan tipografis sekaligus
citraan gambar. Oleh karena itu komposisi visualnya merupakan gabungan antara
tekstual (diwakili huruf – huruf : M-E-T-R-T-V) dengan visual (diwakili simbol
bidang elips emas kepala burung elang). Elips emas dengan kepala burung elang
pada tempat diposisi huruf ”O”, dengan pertimbangan kesamaan struktur huruf
”O” dengan elips emas, dan menjadi pemisah bentuk – bentuk teks M-E-T-R
dengan T-V. Hal itu mengingat, dirancang agar pelihat akan menangkap dan
membaca sekaligus melafalkan METR –TV sebagai METROTV.
Logo Metro TV dalam kehadirannya secara visual tidak saja dimaksudkan
sebagai simbol informasi atau komunikasi Metro TV secara institusi, tetapi
berfungsi sebagai sarana pembangun image yang cepat dan tepat dari
masyarakat terhadap institusi Metro TV. Melalui tampilan logo, masyarakat luas
mendapatkan gerbang masuk, mengenal, memahami serta meyakini visi, misi
serta karakter Metro TV sebagai institusi. Logo Metro TV dalam rancang rupa
bentuknya berlandaskan pada hal – hal sebagai berikut :
· Simpel, tidak rumit
· Memberi kesan global dan modern
· Menarik dilihat dan mudah diingat
· Dinamis dan lugas
· Berwibawa namun familiar
· Memenuhi syarat – syarat teknis dan estetis untuk aplikasi print, elektronik dan
filmis.
35
Memenuhi syarat teknis dan estetis untuk metamoforsis dan animatif.
Selain menampilkan unsur simbol tks / huruf, Metro TV menampilkan juga
simbol gambar yaitu : Bidang Elips dan Kepala Burung Elang.
- Bidang Elips Emas
Sebagai latar dasar teraan kepala burung elang, merupakan proses metamoforsis
atas beberapa bentuk, yaitu :
a) Bola Dunia
Sebagai simbol cakupan yang global dari sifat informasi, komunikasi dan seluruh
kiprah operasional institusi Metro TV.
b) Telur Emas
Sebagai simbol bold yang tampil penuh kewajaran. Telur juga merupakan simbol
kesempurnaan dan merupakan image suatu bentuk (institusi) yang secara struktur
kokoh, akurat dan artistik sedangkan tampilan emas adalah sebagai simbol
puncak prestasi dan puncak kualitas.
c) Elips
Sebagai simbol citraan lingkar (ring) benda planet, tampil miring kekanan
sebagai kesan bergerak, dinamis. Lingkar (ring) planet sendiri sebagai simbol
dunia cakrawala angkasa, satelit sesuatu yang erat berkait dengan citraan dunia
elektronik dan penyiaran.
d) Elang
Simbol kewibawaan, kemandirian, keluasan penjelajahan dan wawasan. Simbol
kejelian, awas, tajam, tangkas namun penuh keanggunan gerak hidupnya anggun.
36
3.5
Target Audience
Tabel 3.1
Target audience Metro TV
Stasiun TV lain
Me-too product : 90% Entertainment
10% News
Sign on – sign off
15-25% in house production
target audience : all segment
Metro TV
Berita/informasi : 70 % news
30% non news
24 hours
75-85% in house production
target audience = segmented M/F, AB,
20+
Sumber: Company Profile Metro TV
Keterangan:
M/F : Male / female ; Pria / Wanita
20+ : Umur di atas 20 tahun
Segment : Segmentasi dari pemirsa yang bisa dipilah-pilah berdasarkan berbagai
kategori seperti jenis kelamin, umur, domisili, expenditure.
Expenditure : Besarnya pengeluaran rata-rata per bulan oleh tiap individu untuk
memenuhi kebutuhannya dan tidak termasuk tabungan.
Expenditure terbagi dalam kelas-kelas:
A1
= di atas Rp 3.500.000 / bulan
A2
= Rp 2.500.001 – Rp 3.500.000 / bulan
B
= Rp 1.750.001 – Rp 2.500.000 / bulan
C1
= Rp 1.250.001 – 1.750.000 / bulan
37
C2
= Rp 900.001 – Rp 1.250.000 / bulan
D
= Rp 600.001 – Rp 900.000 / bulan
E
= di bawah / sama dengan Rp 600.000 / bulan
3.6
Biro - Biro Metro TV
Untuk mempermudah koordinasi berbagai informasi antara kantor pusat dengan
daerah , saat ini Metro TV ada 6 kantor cabang biro yang terletak dikota – kota
besar, antara lain di daerah :
· Biro Yogyakarta
· Biro Medan
· Biro Makasar
· Biro Surabaya
· Biro Bandung
· Biro Pekan Baru
3.7 Kategori/ Pembagian Program Metro TV
Tabel 3.2
Kategori / Pembagian Program Metro TV
NO
KATEGORI ACARA
JENIS
1
Entertainment
Variety Show
2
Entertainment
Music
3
Entertainment
Talkshow
PROGRAM
∙Welcome To BCA
∙Zona Memori
∙Democrazy
∙Oprah Winfrey Show
38
∙Rachel Ray
4
Entertainment
Reality Show
∙Nanny 911
∙Super Nanny
5
Fillers
News
∙Surya 16 Eksklusif
Reports
∙B-News
6
Fillers
Others
∙Advertorial
∙Lensa Bisnis
∙Uang Anda
7
Information
Documentary
∙Inside
∙Metro Files
∙I Witness
∙News Maker
∙Archipelago
∙Zero to Hero
∙Journalist on duty
∙ Inovator
8
Information
Informercial
∙Signature properties
∙Puri Mnasion
∙Garden House Bukit
Golf Mediterania
∙Ancol Mnasion
∙Residence 8 @Senopati
9
Information
Infotainment
∙Showbiz
39
10
Information
Skill/Hobbies
∙E Life Style
∙Otoblitz
∙Techno & Mobile
11
Information
Talkshow
∙Mario Teguh Golden
ways
∙Kick Andy
∙Mata Najwa
∙Just Alvin
∙MDGS Insight
∙The Interview
∙Talk Indonesia
∙Provocative Proactive
∙Face 2 Face
12
Information
TV Magazine
∙Dunia Kita
∙Auto Zone
13
Information
14
News
Travel/Lifestyle/Leisure ∙Menu & Venue
Feature
∙Secret Operation
∙Metro Highlights
∙Genta Demokrasi
∙Metro Realitas
∙Metro 10
15
News
Metro Hard News
∙Metro Hari Ini
∙Metro This Week
40
∙Top Nine News
∙Metro Siang
∙Discover Indonesia
∙Metro Sore
∙Metro Pagi
∙Metro Malam
∙Megapolitan
∙Indonesia Now
∙Indonesia This Morning
∙Metro Xin Wen
∙Market Review
∙Bisnis Hari ini
∙Headline News
∙Jakarta-jakarta
16
News
Special News
17
News
Talkshow
∙Breaking News
∙Todays Dialogue
∙Suara Anda
∙Economic Challenges
∙Save Our Nation
∙8-11 Show
∙Editorial Media
Indonesia
41
∙Public Corner
∙Tafsir Al Misbah
18
Realigious
Dilog
19
Sport
Journal/ Highlights
∙12 Pas
∙Metro Sport
∙Sport Club
∙Spirit Football
Sumber: Company Profile Metro TV
3.8 Hal-hal yang berlaku di Metro TV.
Prosedur Yang Berlaku.
1. Public Relations Menulis dan mengedit.
Menyusun rilis berita dalam bentuk cetak atau siaran berita, news
feature, news letter untuk karyawan dan stakeholder eksternal,
korespondensi, pesan website dan pesan media online lainnya,
laporan tahunan dan shareholder, pidato, brosur, film dan script slide
show,
artikel
perdagangan,
iklan
intitusional,
materi-materi
pendukung teknis lainnya.
2. Public Relations menjalin hubungan dengan media dan penempatan
media.
Mengontak media Koran, majalah, penulis freelance, dan publikasi
perdagangan agar mereka mempublikasikan atau menyiarkan berita
dan feature tentang organisasi itu sendiri atau oleh orang lain.
42
Merespon permintaan informasi oleh media, memverifikasi berita,
dan membuka akses ke sumber otoritas.
3. Public Relations membuat Riset.
Mengumpulkan informasi tentang opini publik, trend, isu yang
muncul, iklim politik dan peraturan perundangan, liputan media, opini
kelompok kepentingan dan pandangan-pandangan lain berkenaan
dengan stakeholder organisasi. Mencari database di internet, jasa
online, dan data pemerintah elektronik. Mendesain program riset,
survey dan menyewa perusahaan riset.
4. Public Relations bekerjasama dengan Manajemen dan administrasi
Memprogram dan perencanaan dengan bekerja sama dengan manajer
lain, menentukan kebutuhan, menentukan prioritas, mendefinisikan
publik, setting dan tujuan, strategi dan taktik, menata personel,
anggaran, dan jadwal program.
5. Public Relations mengadakan Konseling.
Memberi saran kepada manajemen tentang masalah sosial, politik dan
peraturan. Berkonsultasi dengan manajemen tentang cara mengatasi
krisis, bekeja sama dengan pengambil keputusan untuk menyusun
starategi mengelola isu-isu sensitif dan kritis.
6. Public Relations mengatur dalam Acara Spesial.
Mengatur dan mengelola konfrensi pers, konvensi, open house,
pemotongan pita dan grand opening, ulang tahun, pengumpulan dana,
mengunjungi tokoh terkemuka, program penghargaan, dan lain-lain.
7. Public Relations Berpidato.
43
Tampil di depan manajemen, melatih orang untuk berpidato,
mengelola juru bicara.
8. Public Relations mengatur Produksi.
Membuat saluran komunikasi seperti multimedia, seni, tipografi,
fotografi, tata letak, computer desktop publishing, perekaman audiovisual.
9. Public Relations melakukan Training.
Mengadakan pelatihan dan perekrutan untuk publik internal.
10. Public Relations sebagai Kontak.
Sebagai penghubung dan mediator antara perusahaan dengan
publiknya dan sebaliknya.
11. Public Relations Menciptakan dan menjaga identitas korporat, seperti
logo, Corporate colours, company vehicle, employee uniform.
12. Public Relations menerima dan mengumpulkan masukan dari
audience. Masukan dari audience akan di teruskan dalam rapat
internal bulanan dengan manajemen.
3.9
Metode Pengumpulan Data
3.9.1
Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini bersifat ini adalah deskriptif, yakni jenis
penelitian yang memberikan gambaran atau uraian atas suatu
keadaan sejernih mungkin, tanpa ada perlakuan terhadap obyek
yang diteliti. Menurut Elvinaro Ardianto (2010:60) metode
deskripstif kualitatif yaitu mencari teori, bukan menguji teori,
bukan hipotesis dan bukan verifikasi. Metode deskripstif kualitatif
44
menitik beratkan pada observasi dan suasana alamiah. Peneliti
terjun langsung ke lapangan, bertindak sebagai pengamat. Peneliti
membuat kategori perilaku, mengamati gejala dan mencatatnya
dalam buku observasi dan tidak berusaha untuk memanipulasi
variabel.
Metode deskripstif kualitatif tidak jarang melahirkan apa
yang disebut Seltiiz, Wrightsman dan Cook ( dalam Rakhmat.
2002) sebagai penelitian insightmulating, yakni peneliti terjun ke
lapangan tanpa dibebani atau diarahkan oleh teori. Peneliti tidak
bermaksud menguji teori sehingga perspektifnya tidak tersaring.
Peneliti bebas mengamati objeknya, menjelajah dan menemukan
wawasan-wawsan baru sepanjang penelitian. Penelitiannya terusmenerus mengalami reformulasi dan redireksi ketika informasiinformasi baru ditemukan. Hipotesis tidak datang sebelum
penelitian, tetapi baru muncul dalam penelitian ( diadaptasi dari
Rakhmat. 2002: 25-26, kendati Rakhmat menyebutnya tetap
metode deskripstif kualitatif karena dari uraian deskripstifnya,
terlihat pula nuansa kualitatif walau peneliti tidak sepenuhnya
menjadi instrumen kunci penelitian, seperti halnya dalam
penelitian kualitatif). Bila dikaitkan dengan penelitian ini, maka
penulis ingin memaparkan secara deskriptif tentang peranan
Public Relations Metro TV dalam upaya Rebranding Metro TV.
3.10
Permasalahan Yang Ada
45
Permasalahan dalam penelitian ini adalah peranan Public
Relations dalam upaya Rebranding Metro TV, maka metode yang
penulis gunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif.
Karena deskriptif kualitatif ialah teknik penelitian dengan cara
observasi dan suasana alamiah. Peneliti terjun langsung ke
lapangan, bertindak sebagai pengamat.
Alasan pemilihan teknik penelitian deskriptif kualitatif,
karena penulis ingin mengetahui secara langsung peranan Public
Relations dalam upaya Rebranding Metro TV. Bila dikaitkan
dengan masalah penelitian, maka pengertian deskriptif kualitatif
merupakan metode yang cocok untuk penelitian ini.
3.11
Penentuan Key Informan dan Informan
Untuk memperoleh data guna melengkapi penelitian ini, Penulis
melakukan wawancara mendalam dengan key informan dan informan.
Berkaitan dengan penentuan key informan dan informan dalam
masalah pokok penelitian ini, penulis menetapkan :
1. Manager Public Relations Metro TV yakni Ibu Henny Puspitasari,
Hal ini dikarenakan key informan menguasai dan dapat Memberikan
informasi dan pendapat yang luas tentang aktivitas peranan Public
Relations dalam upaya Rebranding Metro TV.
2. Staff Public Relations Metro TV, yakni Retno Wulandari yang
senantiasa selalu bekerjasama dalam hal proses aktivitas Public
Relations, dimana mereka lebih mengetahui banyak hal tentang
Struktur perusahaan dan kondisi serta upaya Rebranding.
46
3.
Staff Public Relations Metro TV, yakni Gita Ayu yang senantiasa
selalu bekerjasama dalam hal proses aktivitas Public Relations,
dimana mereka lebih mengetahui banyak hal tentang Struktur
perusahaan dan kondisi serta upaya Rebranding.
3.12 Teknik Pengumpulan Data
Penelitian ini memerlukan data atau keterangan-Keterangan yang diperoleh
melalui teknik pengumpulan data. Data yang dikumpulkan yaitu data primer dan
data sekunder, yang akan dijabarkan sebagai berikut :
1. Data Primer
a.Wawancara
Salah satu sumber informasi deskriptif kualitatif yang sangat penting
ialah wawancara. Menurut Djam’n Satori (2010:130) Wawancara adalah
suatu teknik pengumpulan data untuk mendapatkan informasi yang digali
dari sumber data langsung melalui percakapan atau tanya jawab.
Wawancara dalam penelitian kualitatif sifatnya mendalam karena ingin
mengeksplorasi informan secara holistic dan jelas dari informan.
Penulis melakukan wawancara langsung dan mendalam dengan pihak
yang berkaitan dengan penelitian ini, yaitu Manager Public Relations
Metro TV sebagai key informan dan staff Public Relations Metro TV
sebagai informan. Wawancara sangat penting dilaksanakan dalam proses
pengumpulan data.
Penulis melakukan wawancara dengan key informan dan informan
dengan sengaja datang berdasarkan jadwal yang ditetapkan sendiri untuk
melakukan wawancara dengan key informan dan informan. Penulis tidak
47
sedang observasi partisipasi dan tidak terlibat intensif, tetapi dalam kurun
waktu tertentu, penulis bisa datang berkali-kali untuk melakukan
wawancara. Berdasarkan uraian diatas, penulis memahami bahwa salah
satu bentuk wawancara bersifat bertahap, Dalam hal ini teknik
wawancara yang penulis gunakan adalah teknik wawancara bertahap
sifatnya tetap mendalam, tetapi dipandu oleh pertanyaan-pertanyaan
pokok atau dengan kata lain dari bertahap bisa disebut juga wawancara
bebas terpimpin atau terarah, yaitu wawancara dengan merujuk pada
pokok-pokok wawancara. Dimana penulis dapat memperoleh fakta-fakta
dari pendapat informan mengenai peristiwa yang diteliti. Dengan
melakukan wawancara ini penulis akan meneliti peranan Public Relations
dalam upaya Rebranding Metro TV.
b. Jenis Observasi non partisipasif yang dilakukan di Lapangan.
Penulis juga melakukan pengamatan langsung di Metro TV. Walaupun
penulis tidak terlibat secara langsung dalam peranan Public Relations
dalam upaya Rebranding Metro TV. Melalui saran dari key informan dan
informan setelah mewawancara, peneliti sering kali mendapat petunjuk
untuk melakukan observasi untuk memperkaya data. key informan dan
informan dapat diminta sarannya untuk membantu mengidentifikasi fokus
observasi yaitu untuk mengetahui bagaimana peranan Public Relations
dalam upaya Rebranding Metro TV.
Jadi observasi merupakan sumber bukti lain yang dapat diperoleh penulis
bagi deskriptif kualitatif, yang dalam hal ini yaitu peranan Public
Relations dalam upaya Rebranding Metro TV.
48
B. Data Sekunder
Hasil yang diperoleh penulis melalui arsip, dokumen, hasil wawancara
melalui tape recorder dan tulisan menggunakan kertas dan pena yang
bersumber dari Public Relations Metro TV serta data kepustakaan yang
penulis ambil dari buku-buku dan kamus. Data yang langsung di peroleh
berupa:
- Company Profile
- Press Release
- Surat Undangan Rebranding
3.13 Teknik Validasi Data
Triangulasi Teori
Ide tentang Triangulasi bersumber dari ide tentang multiple operationism
yang mengesankan bahwa kesahihan dan kevalidan temuan-temuan dan tingkat
konfidensinya akan dipertinggi oleh pemakaian lebih dari satu pendekatan untuk
pengumpulan data. Menurut Lincoln dan Guba (1981:307) yang dikutip oleh
Lexy J. Moleong (2010:331),
Triangulasi
adalah
teknik
pemeriksaan
keabsahan
data
yang
memanfaatkan sesuatu yang lain. Di luar data itu untuk keperluan pengecekan
atau sebagai pembanding terhadap data itu.
49
3.14
Teknik Analisa Data
Analisis
data
ialah
mengatur,
mengurutkan,
mengelompokkan,
memberikan kode dan mengategorikannya. Pengorganisasian dan pengelolaan
data tersebut bertujuan menemukan tema yang akhirnya diangkat menjadi teori
substantif. Akhirnya perlu dikemukakan bahwa analisis data dilakukan dalam
suatu proses. Pelaksaannya sudah mulai dilakukan sejak pengumpulan data dan
dikerjakan secara intensif, yaitu sesudah meninggalkan lapangan. Selain
menganilisis data, peneliti juga perlu dan masih mendalam kepustakaan guna
menginformasikan teori atau untuk menjastifikasikan adanya teori baru yang
barangkali ditemukan ( Moleong, 2001:103-104).
Menurut Afifudin dan Saebani (2009), prinsip pokok analisis kualitatif
ialah mengolah dan menganalisis data yang terkumpul menjadi data yang
sistematis, teratur, terstruktur dan mempunyai makna.
3.15 Waktu dan Tempat Penelitian
1. Waktu Penelitian
Waktu yang digunakan peneliti dalam melaksanakan penulisan penelitian
skripsi untuk memperoleh data yang dibutuhkan adalah mulai tanggal 21 Maret
sampai 14 April 2011 mulai dari pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 18.30
WIB.
2. Tempat Penelitian
Metro TV adalah sebuah perusahaan swasta yang bergerak di bidang
pertelevisian dan perusahaan ini beralamat di jalan Pilar Mas Raya Kav A-D
Kedoya, Kebon Jeruk.
50
3.16 Definisi Konsep
1. Peran Public Relations
Adalah tugas utama yang harus dilaksanakan oleh seorang Public
Relations untuk mencapai tujuan di dalam perusahaan atau organisasi.
Tugasnya adalah sebagai communicator antara perusahaan yang diwakili
dengan publiknya, membina relationship yaitu berupaya membina
hubungan yang positif dan saling menguntungkan dengan pihak
publiknya.
2. Peran Public Relations Dalam upaya Rebranding
Public Relations lebih mengarah untuk memberikan kepercayaan
konsumen yang lebih luas terhadap ekuitas sebuah merek.
3.17 Fokus Penelitian
1. Peran Public Relations
a. Penasihat Ahli (Expert prescriber).
- Praktisi Public Relations harus memiliki kemampuan atau skill
yang
tinggi
khususnya
dalam
bidang
komunikasi
dan
kehumasan.
- Public Relations harus dapat membantu mencarikan Solusi
dalam
penyelesaian masalah yang Berhubungan dengan
publiknya.
- Public Relations harus memberikan nasehat kepada top
manajemen dalam merumuskan kebijakan yang akan diambil.
51
- Public Relations harus mempunyai kemampuan berkomunikasi
baik secara lisan maupun tulisan serta teknik-teknik komunikasi
lainnya.
b. Fasilator Komunikasi (Communications fasilitator).
- Public Relations bertindak sebagai manajemen dalam hal untuk
mendengar apa yang diinginkan dan diharapkan oleh publiknya.
- Public Relations harus mampu menciptakan Komunikasi secara
timbal balik dan diharapkan oleh publiknya.
- Public Relations harus mampu menjaga dan Menciptakan
komunikasi timbal balik tersebut
pengertian,
mempercayai,
dapat
menghargai,
tercipta saling
mendukung
dan
toleransi yang baik dari kedua belah pihak.
- Public Relations harus menghindari terjadinya Kesalahfahaman
atau miss understanding dalam kegiatan komunikasi.
c. Fasilator Proses Pemecahan Masalah (Problem Solving process
fasilitator).
- Peranan Public Relations dalam proses pemecahan Persoalan
Public Relations ini merupakan bagian yang tak terpisahkan
dalam manajemen.
- Sebagai penasihat (advisor) hingga mengambil Tindakan
eksekusi (keputusan) dalam mengatasi persoalan atau krisis
yang tengah dihadapi secara rasional dan profesional.
- Kontribusi dalam suatu perusahaan sangat Dibutuhkan dalam
pemecahan masalah yang berhubungan dengan publiknya.
52
-
Dalam memberikan solusi atau jalan keluar bagi permasalahan
yang dihadapinya tidak merugikan kedua belah pihak.
d. Teknisi Komunikasi (Communication technician).
-
Peranan Communication technician ini menjadikan Public
Relations
sebagai
journalistin
resident
yang
hanya
menyediakan layanan teknisi komunikasi.
-
Peran Public Relations harus mampu menciptakan sistem
komunikasi organisasi yang sehat dan komunikatif.
-
Secara teknis komunikasi, Public Relations harus Mampu
menyediakan sarana atau media yang dapat Dipergunakan
dalam penyampaian informasi tentang perusahaan baik
internal maupun eksternal.
-
Penerbitan media komunikasi yang diterbitkan bisa Dijadikan
sebagai media komunikasi internal maupun eksternal,
khususnya kepada pelanggan.
2. Peran Public Relations Dalam Rebranding
a. Memberikan Edukasi kepada konsumen:
- edukasi mengenai penggunaan produk yang sudah di luncurkan.
- edukasi mengenai pruduk yang akan di luncurkan.
- edukasi manfaat produk.
b. Meluncurkan merek atau produk:
- meluncurkan kembali merek-merek lama.
- meluncurkan produk baru sebelum iklan komersial.
53
c. Membangun event merek:
- agar lebih dikenal konsumen.
d. Mengembangkan pelayanan publik kepada konsumen:
- mengembangkan akses informasi konsumen ke perusahaan.
- menindak lanjuti keluhan, baik langsung maupun dari surat
pembaca.
e. Membantu media melakukan tes produk:
- memberi edukasi kepada media mengenai produk.
- memberi pemecahan terhadap cara-cara penggunaan.
f. Mengajak media dan masyarakat untuk melihat proses pembuatan
produk:
- membuka kesempatan kunjungan pabrik untuk media dan
masyarakat.
- melakukan kunjungan ke media atau tempat-tempat untuk
mensosialisasikan fungsi dan kelebihan produk.
- memberi kesempatan media dan masyarakat untuk mengetes
sendiri kehebatan produk.
g. Mengumumkan pengunaan tekhnologi yang digunakan oleh produk:
- memberikan harapan pada konsumen mengenai fungsi teknologi
terhadap merek.
- menjelaskan komitmen produk untuk menggunakan teknologi
tersebut.
54
3.18 Alternatif Pemecahan Masalah
Untuk mencari alternatif pemecahan masalah dalam penelitian ini yaitu
peranan Public Relations dalam upaya Rebranding Metro TV. Dan untuk
mengetahui secara lebih jelasnya maka penulis melakukan penelitian ini melalui
metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data wawancara
dan observasi langsung di departemen Public Relations Metro TV. Melalui
wawancara penulis mendapatkan informasi yang digali dari sumber data langsung
melalui percakapan atau tanya jawab. Wawancara dilakukan dengan Manager Public
Relations Metro TV sebagai key informan dan staff Public Relations Metro TV
sebagai informan. Penulis juga melakukan pengamatan langsung di Metro TV.
Walaupun penulis tidak terlibat secara langsung dalam peranan Public Relations
dalam upaya Rebranding Metro TV. Tetapi peneliti sering kali mendapat petunjuk
untuk melakukan observasi untuk memperkaya data.
Penelitian ini, memberikan penulis banyak pengetahuan mengenai
bagaimana peranan Public Relations dalam upaya Rebranding pada suatu
perusahaan dan bagaimana cara bersosialisasi dengan orang lain. Walaupun sulit,
penulis berusaha sebisa mungkin untuk mencapai hasil yang terbaik. Penulis bertemu
dengan orang dan komunitas baru yang sangat terbuka, sehingga dapat berdiskusi
tentang hal apapun. Penulis juga belajar cara mengatur waktunya dan jadwal
hariannya, sehingga membuat penulis lebih teliti, cekatan dan giat serta menjadikan
penulis dapat bekerja secara individual maupun secara tim.
Download