KONSEP DAN METODE PENILAIAN INVESTASI 4.1. KONSEP

advertisement
KONSEP DAN METODE PENILAIAN INVESTASI
4.1. KONSEP INVESTASI
Penganggaran modal adalah merupakan keputusan investasi jangka
panjang, yang pada umumnya menyangkut pengeluaran yang besar yang akan
memberikan manfaat jangka panjang. Oleh karena itu diperlukan perencanaan
yang matang untuk memperkecil risiko kegagalan. Penganggaran modal atau yang
sering disebut dengan capital budgeting yang optimal akan memaksimumkan nilai
sekarang perusahaan.
Pengelompokkan
keputusan
penganggaran
modal
dibuat
untuk
meningkatkan kualitas pengambilan keputusan. Proses administrasi untuk
menyetujui dan mengawasi keputusan penganggaran modal berbeda-beda antar
proyek. Dengan melakukan pengelompokkan penganggaran modal, suatu
perusahaan dapat mengembangkan prosedur administrasi yang distandarisasi
untuk menangani kelompok usulan investasi tertentu.
Ditinjau dari aspek penghematan biaya dan peningkatan pendapatan,
usulan investasi dapat dikelompokkan sebagai berikut:
1. Penggantian (Replacement), yaitu usulan investasi untuk mengganti aset
yang sudah aus agar efisiensi produksi tetap dapat dipertahankan, misalnya
mesin lama diganti dengan mesin baru yang lebih efisien.
2. Perluasan (Expansion), yaitu usulan investasi untuk menambah kapasitas
produksi dari lini produk yang sudah ada, misalnya menambah jumlah
mesin baru yang tipenya sama dengan mesin yang telah dipakai.
3. Pertumbuhan (Growth), yaitu usulan investasi untuk mengembangkan lini
produk yang baru berbeda dengan lini produk yang sudah ada, misalnya
mula-mula perusahan bergerak dalam bidang produksi sepatu kemudian
melakukan investasi baru di bidang restoran.
Sementara itu ditinjau dari tingkat ketergantungannya, usulan proyek
investasi dapat dibagi dalam empat kelompok.
1. Independent project, yaitu dua atau lebih proyek yang tidak saling terkait,
misalnya investasi pada pabrik mobil dan investasi pada pabrik minuman
Manajemen Keuangan
Page 1
kemasan. Apabila kedua proyek tersebut layak dan dana yang tersedia
cukup, maka kedua proyek tersebut dapat dilaksanakan.
2. Mutually exclusive project, yaitu dua atau lebih usulan investasi yang
mempunyai manfaat yang sama dan jika semuanya layak, tidak semuanya
dapat dilaksanakan tetapi harus dipilih salah satu diantaranya yang terbaik.
Misalnya, untuk memindahkan bahan baku didalam pabrik, perusahaan
dapat mempergunakan perlatan forklip atau menggunakan ban berjalan.
3. Complement project, yaitu dua atau lebih usulan investasi yang bersifat
saling melengkapi, misalnya investasi pada gedung pertokoan dan
investasi pada tempat parkir.
4. Substitute project, yaitu dua usulan investasi yang bersifat saling
menggantikan, misalnya produksi sabun bubuk akan mengurangi
permintaan sabun batangan.
4.2. METODE PENILAIAN KEPUTUSAN INVESTASI
Empat metode penilaian dalam Investasi yang biasa dipergunakan:
1. Metode Payback.
Jika arus kas bersih dimasa datang sama setiap tahun maka untuk mencari
periode payback menjadi lebih mudah, dengan membagi investasi Neto
dengan arus kas bersih setiap tahun.
Periode Payback =
•
Investasi Neto
Arus Kas Bersih Tahunan
Kelebihan metode payback ini adalah bahwa metode ini sederhana,
metode ini juga mengukur likuiditas proyek, dalam beberapa hal juga
dapat dipergunakan untuk mengukur risiko.
•
Kelemahan metode Payback adalah:
a. Metode ini tidak memperhitungkan hasil-hasil yang diterima
setelah total investasi kembali.
b. Metode ini tidak memperhitungkan nilai waktu dari arus kas yang
diterima.
Manajemen Keuangan
Page 2
2. Net present Value.
Arus Kas bersih yang diterima dari suatu investasi adalah selisih atas Nilai
sekarang (P.V) arus kas bersih (di mana cost of capital sebagai discount
ratenya) dengan investasi bersih atau Nilai Sekarang net investment.
Formula Net present value (NPV) adalah:
NPV =
n
At
 (1  k )
t 1
t
 o
Di mana At adalah arus kas bersih
k adalah biaya modal yang menunjukkan tingkat keuntungan minimal yang
diminta investor,
n adalah usia aktiva yang diharapkan,
Io adalah investasi neto atau initial investment.
3. Internal Rate of Return.
Internal Rate of Return (IRR) adalah discount rate yang menyamakan present
value arus, kas bersih dengan presentvalue investasi neto. Dengan kata lain
IRR adalah discount rate yang membuat NPV investasi sama dengan nol.
Internal rate of return adalah:
n
4. Profitability Index
At
 (1  r )
t 1
t
 o
Profitability Index (PI) atau seeing disebut . dengan benefit cost ratio (BCR)
adalah rasio antara present value arus kas bersih dengan investasi neto.
Profitability Index dapat dinyatakan:
PI
=
n
At
 (1  k )
t 1
t
Io
Membandingkan metode NPV dan IRR akan menunjukkan bahwa metode NPV
memang lebih baik.
1. Metode internal rate of return menggunakan asumsi reinvestment rate atau
opportunity cost yang salah, di mana aliran kas diasumsikan akan
diinvestasikan kembali dengan tingkat keuntungan penginvestasian kembali
sebesar internal rate of return. Proyek yang memiliki risiko yang sama
Manajemen Keuangan
Page 3
seharusnya, memiliki opportunity cost yang sama, tetapi karena internal rate
of return berbeda maka diasumsikan bahwa reinvestment ratenya berbeda.
Sementara itu metode net present value (NPV) mendiscountedkan aliran kas
atas dasar cost.of capital yang sesuai dengan risiko proyek yang bersangkutan.
Dengan demikian maka proyek yang memiliki risiko yang sama didiscounted
dengan discount rate yang sama.
2. Kriteria internal rate of return dapat melanggar prinsip, penambahan nilai.
a.
Metode net present value selalu memperhatikan penambahan nilai.
b.
Dengan menggunakan NPV, nilai perusahaan adalah merupakan jumlah
nilai keseluruhan proyek. IRR dapat memberikan hasil adanya multiple
rate of return.
Berikut ini penjelasan untuk masing-masing kriteria berikut contoh dan
rumus perhitungannya.
Contoh Kasus:
PT Mandiri melakukan investasi di bidang Stasiun Pengisian Bahan Bakar
Umum (SPBU) senilai Rp.5.000.000.000,- dimana sejumlah Rp. 1.000.000.000,merupakan modal kerja. Umur ekonomis 5 tahun dan disusutkan dengan metode
garis lurus tanpa sisa. Pengembalian tingkat bunga yang diinginkan (cost of
capital) adalah 20%. Perkiraan laba sesudah pajak (EAT) selama 5 tahun masingmasing adalah sebagai berikut 950juta, 1.100juta, 1.250juta, 1.400juta dan
1.650juta.
Pertanyaan:
1. Buat tabel cash flow selama umur ekonomis
2. Hitung berapa:
a. PP
b. NPV
c. IRR
d. PI
3. Berikan komentar anda terhadap proyek tersebut.
Manajemen Keuangan
Page 4
Jawab:
𝑝𝑒𝑛𝑦𝑢𝑠𝑢𝑡𝑎𝑛 =
𝑝𝑒𝑛𝑦𝑢𝑠𝑢𝑡𝑎𝑛 =
𝑖𝑛𝑣𝑒𝑠𝑡𝑎𝑠𝑖 − 𝑚𝑜𝑑𝑎𝑙 𝑘𝑒𝑟𝑗𝑎
𝑢𝑚𝑢𝑟 𝑒𝑘𝑜𝑛𝑜𝑚𝑖𝑠
5 𝑀𝑖𝑙𝑦𝑎𝑟 − 1 𝑀𝑖𝑙𝑦𝑎𝑟
= 𝑅𝑝. 800.000, −
5 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛
a. Tabel cash flow sebagai berikut (dalam ribuan rupiah)
Tahun
EAT
Penyusutan
2004
2005
2006
2007
2008
950.000
1.100.000
1.250.000
1.400.000
1.650.000
Kas Bersih
(proceed)
Discount
Factor
(DF)
800.000
1.750.000
0,833
800.000
1.900.000
0,694
800.000
2.050.000
0,579
800.000
2.200.000
0,482
800.000
2.450.000
0,402
Jumlah present value kas bersih
PV Kas
Bersih
1.457.750
1.318.600
1.186.950
1.060.400
984.900
6.008.600
1. Payback Periode
Metode payback period (PP) merupakan teknik penilaian terhadap
jangka waktu pengambilan investasi suatu proyek atau usaha. Perhitungan
ini dapa dilihat dari perhitungan kas bersih yang diperoleh setiap tahun.
Nilai kas bersih merupakan penjumlahan laba setelah pajak ditambah
dengan penyusutan (dengan Catatan Jika Investasi 100% menggunakan
modal sendiri).
Ada 2 macam model perhitungan yang akan digunakan dalam
menghitung masa pengembalian investasi sebagai berikut:
a. Apabila kas bersih setiap tahun sama:
𝑃𝑃 =
𝑖𝑛𝑣𝑒𝑠𝑡𝑎𝑠𝑖
𝑥 1 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛
𝑘𝑎𝑠 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ 𝑝𝑒𝑟𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛
Dari contoh kasus di atas seandainya PT mandiri mempunyai kas
bersih sama yaitu Rp.2.500.000.000, seahun maka PP-nya :
𝑃𝑃 =
𝑅𝑝. 5.000.000.000
𝑥 12 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛 = 24 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛 𝑎𝑡𝑎𝑢 2 𝑡𝑎ℎ𝑢𝑛.
𝑅𝑝. 2.500.000.000
b. Apabila kas bersih setiap tahun berbeda seperti kasus diatas maka PP
dapat dicari sebagai berikut:
Manajemen Keuangan
Page 5
Investasi
= Rp. 5.000.000.000,-
Kas bersih tahun 1
= Rp. 1.750.000.000,Rp. 3.250.000.000,-
Kas bersih tahun 2
= Rp. 1.900.000.000,= Rp. 1.350.000.000,-
Karena sisa tidak dapat dikurangi proceed tahunketiga, maka sisa
proceed tahun kedua dibagi proceed tahun ketiga yaitu:
𝑃𝑃 =
𝑅𝑝. 1.350.000.000
𝑥 12 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛 = 7,9 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛 𝑎𝑡𝑎𝑢 8 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛.
𝑅𝑝. 2.050.000.000
Maka payback period adalah 2 tahun 8 bulan.
Untuk menilai apakah usah layk diterima atau tidak dari segi PP, maka
hasil perhitungan tersebut harus sebagai berikut:

PP sekarang lebih kecil dari umur investasi

Dengan membandingkan rata-rata indutri unit usaha sejenis

Sesuai dengan target perusahaan
Kelemahan metode payback periode adalah

Mengabaikan time valeu of money

Tidak
mempertimbangkan
arus
kas
yang
terjadi
setelah
masa
pengembalian.
2. Net Present Value (NPV)
Net Present Value (NPV) atau nilai bersih sekarang merupakan
perbandingan antara PV kas bersih (PV of proceed) dengan PV investasi
(capital outlays) selama umur investasi. Selisih antara nilai kedua PV
tersebutlah yang kita kenal dengan Net Present Value (NPV).
Untuk menghitung NPV, terlebih dahulu kita harus tahu berapa PV
kas bersihnya. PV kas bersih dapat dicari dengan jalan membuat dan
menghitung dari cash flow perusahaan selama umur investasi tertentu.
Rumusan yang biasa digunakan dalam menghitung NPV adalah
sebagai berikut:
𝑁𝑃𝑉 =
𝑘𝑎𝑠 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ 1 𝑘𝑎𝑠 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ 2
𝑘𝑎𝑠 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ 𝑁
+
+ ⋯+
− 𝑖𝑛𝑣𝑒𝑠𝑡𝑎𝑠𝑖
1
2
( 1 + 𝑟)
( 1 + 𝑟)
( 1 + 𝑟)𝑛
Manajemen Keuangan
Page 6
Setelah memperoleh hasil-hasil yang dengan:

NPV positif, maka investasi diterima dan jika

NPV negatif, sebaliknya investasi di tolak
Apabila diasumsikan tingkat bunga pengembalian yang diinginkan
(cost of capital) adalah 20%, maka hitung NPV-nya. Untuk menghitung
NPV akan dibahas dari kedua kasus di atas, yaitu:
a. Jika kas bersih tiap tahun sama (dalam jutaan)\
𝑁𝑃𝑉 =
2.500
2.500
2.500
2.500
+
+
+
( 1 + 0,2)1 ( 1 + 0,2)2 ( 1 + 0,2)3 ( 1 + 0,2)4
+
2.500
– 5.000
( 1 + 0,2)5
NPV = 7.475.000.000 – 5.000.000.000 =2.475.000.000
Jika perhitungan dengan tabel sebagai berikut:
Perhitungan NPV dalam kas Bersih sama per tahun (dalam ribuan)
Tahun
Kas Bersih
(proceed)
Discount
Factor
(DF)
2.500.000
0,833
2.500.000
0,694
2.500.000
0,579
2.500.000
0,482
2.500.000
0,402
Total PV Kas Bersih
2004
2005
2006
2007
2008
Total PV kas bersih
= Rp 7.475.000.000
Total PV investasi
= Rp 5.000.000.000
NPV
= Rp 2.475.000.000
PV Kas
Bersih
2.082.500
1.735.000
1.447.500
1.205.000
1.005.000
7.475.000
b. Jika kas bersih tiap tahun berbeda seperti contoh diatas
𝑁𝑃𝑉 =
1.750
1.900
2.050
2.200
+
+
+
( 1 + 0,2)1 ( 1 + 0,2)2 ( 1 + 0,2)3 ( 1 + 0,2)4
+
2.450
– 5.000
( 1 + 0,2)5
NPV= 6.009.600.000 – 5.000.000.000 = 1.008.600.000
Manajemen Keuangan
Page 7
Perhitungan NPV dengan kas berbeda per tahun ( ribuan)
Tahun
EAT
2004
2005
2006
2007
2008
950.000
1.100.000
1.250.000
1.400.000
1.650.000
Penyusutan
Kas Bersih
(proceed)
Discount
Factor
(DF)
800.000
1.750.000
0,833
800.000
1.900.000
0,694
800.000
2.050.000
0,579
800.000
2.200.000
0,482
800.000
2.450.000
0,402
Jumlah present value kas bersih
Total PV kas bersih
= Rp 6.008.600.000
Total PV investasi
= Rp 5.000.000.000
NPV
= Rp 1.008.600.000
PV Kas
Bersih
1.457.750
1.318.600
1.186.950
1.060.400
984.900
6.008.600
Catatan: DF bisa dilihat pada Lampiran 1
3. Internal Rate of Return (IRR)
Internal Rate of Return (IRR) merupakan alat untuk mengukur
tingkat pengembalian hasil intern. Ada dua cara yang digunakan untuk
mencari IRR.
Cara
pertama
untuk
mencari
IRR
aadalah
dengan
menggunakan rumus sebagai berikut:
𝑁𝑃𝑉1
IRR = 𝑖1 + 𝑁𝑃𝑉
1 −𝑁𝑃𝑉2
× ( 𝑖1 − 𝑖2 )
Dimana:
i1
=
tingkat bunga 1
i2
=
tingkat bunga 2
NPV1
=
Net present value 1
NPV2
=
Net present value 2
1. Cari rata-rata kas bersih yaitu sebesar 2.070 yang diperoleh dari (dalam
jutaan rupiah):
Manajemen Keuangan
Page 8
1.750 𝑗𝑢𝑡𝑎 + 1.900 𝑗𝑢𝑡𝑎 + 2.050 𝑗𝑢𝑡𝑎 + 2.200 𝑗𝑢𝑡𝑎 + 2.450 𝑗𝑢𝑡𝑎
5
= 2.070
2. Perkiraan besarnya PP yaitu:
5.000
= 2,416
2.070
3. Didalam lampiran 2 tahun ke-5 diketahui yang terdekat dengan angka
𝑃𝑃 =
2,416 adalah 2,436 adalah 30%.
4. Secara subjektif tiap discount kita kurangi 2% menjadi 28% sehingga
NPV-nya dapat dilihat dalam tabel berikut ini:
Tabel Perhitungan NPV dengan DF 28% (dalam ribuan)
Tahun
1
2
3
4
5
Kas Bersih
DF (28%)
1.750.000
0,781
1.900.000
0,610
2.050.000
0,477
2.200.000
0,373
2.450.000
0,291
Total PV Kas Bersih
PV Kas Bersih
1.366.750
1.159.000
977.850
820.000
712.950
5.037.150
Nilai NPV positif yaitu = 5.037.150 -5.000.000 = 37.150
Kemudian untuk discount factor 29%, NPV-nya dapat dilihat dalam
tabel berikut:
Tabel Perhitungan NPV dengan DF 29% (dalam ribuan)
Tahun
1
2
3
4
5
Kas Bersih
DF (29%)
PV Kas Bersih
1.750.000
0,775
1.356.250
1.900.000
0,601
1.141.900
2.050.000
0,466
955.300
2.200.000
0,361
794.200
2.450.000
0,280
686.000
Total PV Kas Bersih
4.933.650
Nilai NPV sudah negatif = 4.933.650 – 5.000.000 = -66.350
Kemudian jika tabel tesebut digabungkan sebagai berikut:
Manajemen Keuangan
Page 9
Tabel NPV dengan DF 28% dan 29%
Bunga 28%
Bunga 29%
Tahu
n
Kas
Bersih
1
1.750.000
0,781
1.366.750
0,775
1.356.250
2
1.900.000
0,610
1.159.000
0,601
1.141.900
3
2.050.000
0,477
977.850
0,466
955.300
4
2.200.000
0,373
820.000
0,361
794.200
5
2.450.000
0,291
712.950
0,280
686.000
Total PV Kas Bersih
Total PV Investasi
NPV
C1
5.037.150
5.000.000
37.150
DF
Interpolasi
28%
Initial investmen
29%
PV Kas
Bersih
PVIFA
5.037.150
𝑁𝑃𝑉1
IRR = 𝑖1 + 𝑁𝑃𝑉
1 −𝑁𝑃𝑉2
4.933.650 (-)
103.500
× ( 𝑖1 − 𝑖2 )
DF
PV Kas
Bersih
4.933.650
5.000.000
(66.350)
C2
PVIFA
5.037.150
5.000.000 (-)
37.150
37 .150
IRR = 28 + 103 .500 × 1%
IRR = 28 + 0,359% = 28,359% dibulatkan menjadi 28,4%.
Cara yang kedua adalah dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
𝑃2−𝑃1
𝐼𝑅𝑅 = 𝑃1 − 𝐶1 × 𝐶2−𝐶1
Di mana:
P1 = tingkat bunga 1
P2 = tingkat bunga 2
C1 = NPV 1
C2 = NPV 2
Manajemen Keuangan
Page 10
Jika perhitungan dengan cara Trial dan Error, maka IRR dapat dicara
sebagai berikut:
Mencari NPV positif dan NPV negatif terlebih dahulu, sampai
diperoleh dengan menggunakan tingkat suku bunga tertentu sepeti yang
tertera dalam tabel berikut:
Tabel NPV dengan suku bunga 28% dan 29%
Bunga 28%
Bunga 29%
Tahun Kas Bersih
DF
PV Kas Bersih
DF
PV Kas Bersih
1
1.750.000
0,781
1.366.750
0,775
1.356.250
2
1.900.000
0,610
1.159.000
0,601
1.141.900
3
2.050.000
0,477
977.850
0,466
955.300
4
2.200.000
0,373
820.000
0,361
794.200
5
2.450.000
0,291
712.950
0,280
686.000
Total PV Kas Bersih
Total PV Investasi
NPV
C1
5.037.150
5.000.000
37.150
C2
4.933.650
5.000.000
(66.350)
Jika dimasukkan ke dalam rumus sebagai berikut:
P1
P2
C1
C2
= 28%
= 29%
= 37.150
= - 66.350
𝑃2−𝑃1
𝐼𝑅𝑅 = 𝑃1 − 𝐶1 × 𝐶2−𝐶1
29−28
𝐼𝑅𝑅 = 28 − 37.150 × −66.350 −37.150
37.150
𝐼𝑅𝑅 = 28 + 103 .500 = 28,359% 𝑑𝑖𝑏𝑢𝑙𝑎𝑡𝑘𝑎𝑛 28,4%
Kesimpulan:
Jika IRR kebih besar (>) dari bunga pinjaman, maka diterima.
Jika IRR lebih kecil (<) dari bunga pinjaman, maka di tolak.
Manajemen Keuangan
Page 11
4. Profitability Index (PI)
Profitability Index ( PI) atau benefit and cost ratio (B/C Ratio)
merupakan rasio aktivitas dari jumlah nilai sekarang penerimaan bersih
dengan nilai sekarang pengeluaran investasi selama umur investasi.
Rumusan yang digunakan untuk mencari PI adalah sebagai berikut:
𝑃𝐼 =
Σ 𝑃𝑉 𝐾𝑎𝑠 𝐵𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ
× 100%
Σ 𝑃𝑉 𝐼𝑛𝑣𝑒𝑠𝑡𝑎𝑠𝑖
Dari contoh diatas dengankas bersih yang sama dapat dicari PI
sebagai berikut:
𝑃𝐼 =
7.475.000.000
× 100% = 149,14 𝑎𝑡𝑎𝑢 150%
5.000.000.000
Dari contoh diatas dengan kas bersih yang berbeda dapat dicari Pi
sebagai berikut:
𝑃𝐼 =
6.008.600.000
× 100%
5.000.000.00.
= 1,17 𝑘𝑎𝑙𝑖 𝑑𝑖𝑏𝑢𝑙𝑎𝑡𝑘𝑎𝑛 𝑚𝑒𝑛𝑗𝑎𝑑𝑖 1,2 𝑘𝑎𝑙𝑖.
Kesimpulan:
Apabila PI lebih besar (>) dari 1 maka diterima
Apablia PI lebih kecil (<) dari 1 maka ditolak
Manajemen Keuangan
Page 12
LATIHAN
1. Besarnya investasi suatu proyek Rp. 400.000.000,- . Penerimaan investasi
setiap tahun Rp. 80.000.000,-. Berapa tahun payback period?
2. Suatu investasi membutuhkan dana sebesar Rp. 100.000.000,- yang
diperkirakan mempunyai arus kas seperti dibawah ini:
Tahun 1
Rp. 30.000.000,-
Tahun 2
Rp. 40.000.000,-
Tahun 3
Rp. 40.000.000,-
Tahun 4
Rp. 50.000.000,-
Tahun 5
Rp. 50.000.000,-
3. Dalam rangka memilih sistem material handling, suatu perusahaan
dihadapkan pada 2 pilihan, yaitu:
a. Proyek X dengan sistem conveyor belt, biaya investasinya Rp.
2.000.000,b. Proyek
Y
dengan
sistem
forklift
truck,
biaya
investasi
Rp.600.000.000,Proceeds yang diperoleh selama 10 tahun adalah Rp. 800.000.000 per
tahun untuk proyek A dan 903.120.000 per tahun untuk proyek Y. Cost of
capital = 12%. Berdasarkan PI, proyek manakah yang sebaiknya dipilih?
4. PT. Qiandra Jaya
menyewa pakar investasi untuk menilai investasi-
investasi yang ditawarkan kepadanya. Wadah investasi yang pertama
adalah di bidang property dengan investasi awal Rp 150 juta dan taksiran
laba sebelum pajak selama 6 tahun dengan setiap tahunnya sama, yaitu
sebear Rp 30 juta, sedangkan wadah investasi kedua adalah di bidang
pendidikan dengan investasi awal Rp 180 juta dengan tingkat
pengembalian selama 6 tahun berturut-turut Rp 20 juta, Rp 30 juta, Rp 30
juta, Rp 40 juta, Rp 50 juta dan Rp 50 juta. Jika diketahui tingkat pajak
40% dan biaya modal 12% penyusutan dengan straight line method.
Investasi mana yang akan diterima jika dihitung dengan cara:
Manajemen Keuangan
Page 13
a. Payback period,
b. Net present value,
c. Profitability index,
d. Internal rate of return, dan
e. Modified internal rate of return.
5. Jika suku bunga diasumsikan sama tiap tahun sebesar 12% dan arus kas
masuk bersih sebesar Rp. 5.700.000 per tahun, serta nilai investasi awal
Rp. 18.000.000. Jika lama investasi diperkirakan 5 tahun,
a. Berapakah NPV ?
b. Berapakah PI ?
c. Berapakah IRR ?
Manajemen Keuangan
Page 14
Download