daftar isi - Gereja Kristus Yesus

advertisement
Tahap 6, No. 7
Januari – Februari 2014
DAFTAR ISI
Yesaya • Filipi
Halaman
Redaksi ............................................................................................. 3
Renungan Tahun Baru....................................................................... 4
Mempercayai Allah Melalui Kitab Yesaya.......................................... 5
Renungan Tanggal 2 Januari - 24 Februari 2013 ............................... 6
Menemukan Sukacita Dalam Kitab Filipi......................................... 60
Renungan Tanggal 25-28 Februari 2013 ......................................... 61
Daftar Gereja Sinode GKY ............................................................... 66
Diterbitkan oleh:
Sub Bid. Pembinaan Warga Gereja
Sinode Gereja Kristus Yesus
Ketua:
Pdt. Joni Sugicahyono
Editor Umum: GI. Purnama
Penulis:
Pdt. Tommy Elim, GI. Alex MN Hukom,
GI. Purnama, GI. Mario Novanno
Alamat Redaksi
: Jl. Mangga Besar I/74, Jakarta 11180.
Telepon: (+62-21) 6010405-08.
Website: www.gky.or.id • e-Mail: [email protected]
Dapatkan dan bacalah renungan GEMA melalui:
1. Buku renungan.
2. Online di website GKY (www.gky.or.id - bagian literatur GEMA).
3. Unduh ke perangkat telepon genggam:
- www.fourteenfloor.com/files/gema-id-201401.jar
(GEMA bahasa Indonesia bulan Januari 2014).
- www.fourteenfloor.com/files/gema-id-201402.jar
(GEMA bahasa Indonesia bulan Februari 2014).
4. Unduh ke perangkat Android dan Apple (iPhone, iPad, iPod
Touch):
- www.gky.or.id lalu klik pada salah satu dari 2 pilihan (Android
atau IOS).
Gerakan Membaca Alkitab sejak tahun 1999
diterbitkan dwibulanan dalam bahasa Indonesia dan Mandarin.
Redaksi 
Salam sejahtera dalam kasih Kristus.
Selamat Tahun Baru! Pada tahun ini, rakyat Indonesia akan menghadapi Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden. Situasi politik akan
memanas! Sementara itu, bencana alam, pemanasan global, krisis energi, dan kemacetan akan terus menghantui kita. Walaupun
teknologi semakin maju, kemerosotan alam tidak mungkin bisa dicegah. Ilmu kedokteran akan semakin maju, tetapi penyakit-penyakit
baru mungkin saja akan bermunculan. Sekalipun demikian, kita tidak
perlu kuatir menghadapi keadaan apa pun karena kita memiliki Allah
yang berkuasa atas alam semesta ini. Di samping itu, kita juga harus
selalu ingat bahwa pengharapan kita bukanlah terletak pada kondisi
bumi yang kita diami saat ini, tetapi kita mengharapkan datangnya langit baru dan bumi baru yang akan menghapus air mata kita.
Pada edisi ini, di samping renungan khusus Tahun Baru, kita akan
membaca dan merenungkan kitab Yesaya dan kitab Filipi. Kitab Yesaya
terdiri dari 66 pasal, sama seperti jumlah kitab dalam Alkitab. Kitab Yesaya memuat banyak nubuat yang penting tentang Yesus Kristus. Allah
menghukum bangsa Israel yang berdosa dengan membuang mereka
ke negeri asing, tetapi Dia pula yang mengembalikan umat-Nya ke Tanah Perjanjian. Melalui pembacaan kitab Yesaya, Allah menyatakan
diri-Nya sebagai Penguasa Sejarah. Tidak ada Allah yang seperti Dia!
Allah memberikan tantangan kepada berhala-berhala yang disembah
oleh bangsa-bangsa kafir, “Siapakah seperti Aku? Biarlah ia menyerukannya, biarlah ia memberitahukannya dan membentangkannya kepada-Ku! Siapakah yang mengabarkan dari dahulu kala hal-hal yang
akan datang? Apa yang akan tiba, biarlah mereka memberitahukannya kepada kami!” (Yesaya 44:7). Oleh karena itu, merupakan suatu
kebodohan bila umat Allah menyembah berhala-berhala tersebut!
Kitab Filipi itu unik. Kitab itu ditulis dari dalam penjara, tetapi nada keseluruhan kitab itu bukanlah keluhan atau protes, melainkan sukacita.
Saat membaca kitab Filipi, renungkanlah juga apakah wajar bila kita
mengeluh atas kondisi hidup yang sedang kita jalani.
Akhir kata, walaupun kami telah berusaha melakukan pelayanan
kami ini dengan seteliti mungkin, ternyata masih terdapat berbagai
kesalahan yang tidak bisa dihindarkan. Kami memohon agar pembaca
bersedia memberi masukan dan memaafkan kekurangan kami.
Rabu
Arah Hidup
Bacaan Alkitab hari ini: Filipi 1:20-26
1
Jan
Tahun Baru
Apakah pendorong, penggerak, dan pengarah kehidupanmu sepanjang
tahun 2013? Bila kita jujur, kemungkinan, banyak target yang kita kejar—baik dalam hal pekerjaan, studi, bahkan pelayanan gerejawi—didorong oleh keinginan kuat untuk menunjukkan kehebatan dan kemampuan diri kita. Tidak salah bila kita mencapai prestasi yang hebat, bahkan
spektakuler, tetapi seharusnya bukan itu yang mengarahkan kehidupan
pengikut Kristus. Filipi 1:20 menegaskan dua hal penting menyangkut
arah utama perjalanan hidup orang percaya: Pertama, adanya keinginan
sangat kuat serta tekad tak terbendung untuk menyenangkan hati Allah.
Perkataan ‘yang sangat kurindukan dan sangat kuharapkan’ mengungkapkan kemauan kuat, pengabdian total hanya untuk Allah. Kedua, agar
hadirat kemuliaan Kristus terlihat secara nyata melalui kehidupan orang
percaya, bahkan terpancar saat ajal tiba. Kedua hal di atas memberi kekuatan besar bagi orang Kristen untuk menjadi berkat. Kondisi sesulit
apa pun tidak dapat menghambat orang percaya menjadi berkat. Kita
terpanggil untuk meniru Paulus yang di dalam penjara pun menjadi berkat dan menghasilkan buah kemuliaan Tuhan. Inilah panggilan hidup
atau arah utama dalam perjalanan hidup orang percaya.
Hanya dengan dedikasi total seperti yang diungkapkan seorang
pendeta Skotlandia bernama Oswald Chambers, “Seluruh pengabdian
hidup kita hanyalah bagi kemuliaan-Nya (My Utmost for His Highest)”,
kita dapat sampai pada kalimat Paulus yang indah, “Karena bagiku hidup
adalah Kristus dan mati adalah keuntungan” (Filipi 1:21). Selamat Tahun
Baru! Arahkanlah hari-harimu ke arah yang benar di hadapan Tuhan.
Abdikanlah seluruh hidupmu hanya untuk kemuliaan Allah! [TE]
Filipi 1:20
“Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku
dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala,
demikian pun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam
tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku.”
Mempercayai Allah Melalui Kitab Yesaya
Y
esaya, Yeremia, Ratapan, Yehezkiel, dan Daniel adalah lima kitab yang
disebut sebagai kitab nabi besar. Nama masing-masing kitab (kecuali
kitab Ratapan yang ditulis oleh Nabi Yeremia) menunjuk kepada nama penulis kitab yang bersangkutan. Sebutan “nabi besar” bukanlah dimaksudkan
untuk mengatakan bahwa kenabian para penulis kitab-kitab tersebut lebih
hebat atau lebih meyakinkan dibandingkan dengan penulis kitab kedua belas nabi berikutnya, melainkan karena kitab-kitab yang mereka tulis relatif
lebih tebal dibandingkan dengan kedua belas kitab berikutnya yang disebut
sebagai kitab nabi kecil.
Masa pelayanan Nabi Yesaya mencakup zaman Raja Uzia, Raja Yotam,
Raja Ahas, dan Raja Hizkia dari Kerajaan Yehuda (Yesaya 1:1). Mengingat
bahwa Nabi Yesaya menerima panggilan untuk melayani pada tahun matinya Raja Uzia (740 BC) dan dia muncul untuk menegur Raja Hizkia yang
memamerkan kekayaannya kepada utusan Raja Babel (39:1-6, peristiwa ini
terjadi ± 691 BC), maka bisa diduga bahwa pelayanan Nabi Yesaya mencakup
rentang waktu lebih dari lima puluh tahun. Menurut tradisi Yahudi, Nabi
Yesaya mati dibunuh dengan cara digergaji pada masa pemerintahan Raja
Manasye, anak Raja Hizkia (bandingkan dengan Ibrani 11:37).
Walaupun para penulis Perjanjian Baru tidak meragukan kepengarangan Nabi Yesaya (Matius 3:3; 4:14; 8:17; 12:17; 13:14; 15:7 ; Markus 1:2;
7:6; Lukas 3:4; 4:17; Yohanes 1:23; 12:38, 39, 41; Kisah Para Rasul 8:28, 30;
28:25; Roma 9:27, 29; 10:16, 20; 15:12), para penafsir modern banyak yang
menolak kepengarangan tunggal bagi kitab Yesaya. Para penafsir modern
tersebut meyakini bahwa penulis Alkitab selalu hanya menuliskan hal-hal
yang berkaitan dengan peristiwa yang terjadi pada zamannya. Bagi para
penafsir tersebut, nubuat disamakan dengan khotbah dan nubuat para nabi
dianggap tidak mungkin menyangkut hal-hal yang belum terjadi atau hal-hal
yang tidak kelihatan. Oleh karena itu, mereka beranggapan bahwa Nabi Yesaya yang disebut dalam kitab ini hanya menulis pasal 1-39. Sebagian besar
penafsir modern beranggapan bahwa pasal 40-55 ditulis oleh “Yesaya Kedua” yang melayani pada masa pembuangan, sedangkan pasal 56-66 ditulis
oleh “Yesaya Ketiga” yang melayani sesudah masa pembuangan.
Masalah kepengarangan kitab Yesaya dan masalah-masalah lain yang
dipersoalkan dalam kitab ini pada umumnya menyangkut persoalan apakah
kita bisa mempercayai Allah atau tidak. Bila kita tidak bersedia untuk percaya bahwa Allah menguasai masa lampau, masa kini, dan masa depan, kita
akan terus menemukan pertanyaan yang harus dijawab! [P]
Kamis
Allah Menghendaki Pertobatan
2
Jan
Bacaan Alkitab hari ini: Yesaya 1
Nabi Yesaya mulai melayani pada akhir masa pemerintahan Raja Uzia
sampai masa pemerintahan Raja Hizkia di Kerajaan Selatan atau Kerajaan Yehuda (1:1). Saat Raja Uzia mulai memerintah, yang menjadi raja di
Kerajaan Israel (Utara) adalah Raja Yerobeam II. Sesudah Raja Yerobeam
II wafat, Kerajaan Israel berulang-ulang mengalami kudeta (perebutan
kekuasaan) sehingga terus-menerus mengalami kemerosotan dan akhirnya runtuh. Pada saat Kerajaan Israel runtuh, Kerajaan Yehuda diperintah oleh Raja Ahas. Mengingat bahwa Nabi Yesaya masih aktif melayani
sampai saat Raja Hizkia memerintah sebagai raja Yehuda, bisa diduga
bahwa Nabi Yesaya masih bisa menyaksikan keruntuhan Kerajaan Israel
Utara pada tahun 722 BC.
Dalam bacaan Alkitab hari ini, TUHAN memaparkan kejahatan bangsa Israel. Mereka rajin memberi persembahan dan beribadah secara
fisik, tetapi kelakuan mereka jahat (1:11-15). Sikap bangsa Israel yang
tidak tahu berterima kasih membuat sikap mereka digambarkan sebagai lebih buruk daripada sikap seekor lembu atau seekor keledai (1:2-3).
Walaupun Tuhan telah berulang-ulang mengingatkan mereka dengan
menjatuhkan hukuman, tetapi hukuman Tuhan yang mereka terima tidak membuat mereka sadar dan bertobat.
Seluruh Alkitab dengan jelas menegaskan bahwa Allah menghendaki
agar bangsa Israel bertobat, berhenti berbuat jahat dan hidup dalam
ketaatan kepada kehendak Allah (1:16-19). Akan tetapi, Allah menghendaki agar pertobatan dan sikap ketaatan tersebut dilakukan secara sukarela. Bagaimana dengan Anda? [P]
Yesaya 1:19-20
“Jika kamu menurut dan mau mendengar,
maka kamu akan memakan hasil baik dari negeri itu.
Tetapi jika kamu melawan dan memberontak,
maka kamu akan dimakan oleh pedang.”
Sungguh, TUHAN yang mengucapkannya.
Jumat
Hari-hari yang Terakhir
3
Jan
Bacaan Alkitab hari ini: Yesaya 2
Bacaan Alkitab hari ini membahas tentang hal-hal yang akan terjadi pada
hari-hari yang terakhir (2:2). Bagi mereka yang tidak percaya bahwa para
nabi bisa berbicara tentang sesuatu yang belum terjadi, mereka akan
berusaha mencari suatu peristiwa atau keadaan tertentu dalam sejarah
yang cocok dengan peristiwa atau keadaan yang diuraikan dalam bagian
Alkitab tersebut. Bagi mereka yang percaya bahwa Tuhan telah mengetahui hal-hal yang belum terjadi, masalah selanjutnya adalah menentukan apakah bagian Alkitab itu harus dipahami secara harfiah atau secara
simbolis. Kesulitan yang kita hadapi disebabkan karena di samping mengandung banyak hal yang bersifat historis (sehingga harus dipahami
secara harfiah), Alkitab juga mengandung banyak hal yang bersifat simbolis (sehingga tidak boleh dipahami secara harfiah).
Perkataan “hari-hari yang terakhir” dalam 2:2 jelas menunjuk kepada
akhir zaman. Di satu sisi, kita tidak pernah menemukan suatu masa damai
yang total dalam sejarah, sehingga senjata menjadi sudah tidak diperlukan
lagi (2:4). Sampai masa kini, di negara-negara yang nampaknya aman dan
damai pun, senjata masih diperlukan untuk menciptakan keseimbangan
di kawasan tempat negara itu berada. Di sisi lain, keadaan banyak orang
melakukan tenung dan sihir serta keadaan makmur (2:6-7) merupakan
hal-hal yang pernah benar-benar terjadi dalam sejarah Israel.
Walaupun nubuatan Nabi Yesaya dalam pasal ini sulit untuk dipastikan kapan realisasinya, kita bisa melihat suatu pesan yang jelas dan yang
relevan bagi kita yang hidup pada saat ini, yaitu bahwa kita tidak boleh
menyombongkan diri karena segala sesuatu yang telah kita miliki atau
telah kita capai. Bila saat ini kita meninggikan diri sendiri, suatu hari kita
akan direndahkan! [P]
Yesaya 2:12
“Sebab TUHAN semesta alam menetapkan suatu hari
untuk menghukum semua yang congkak dan angkuh serta
menghukum semua yang meninggikan diri, supaya direndahkan”
Sabtu
Bila TUHAN Bukan Andalan
4
Jan
Bacaan Alkitab hari ini: Yesaya 3-4
Bila umat Tuhan tidak mengandalkan TUHAN, kehidupan mereka akan
menjadi kacau karena Tuhan akan menjauhkan segala hal yang membuat umat-Nya merasa hebat dan tidak memerlukan Tuhan. Perhatikanlah betapa kacaunya bila orang-orang muda yang belum matang dipilih
secara sembarangan untuk menjadi pemimpin, apalagi bila anak-anak
yang menjadi pemimpin (3:4). Kepemimpinan wanita (3:12) tidak boleh
dilihat dari kacamata masa kini. Pada masa lampau, tidak banyak wanita yang mendapat pendidikan yang baik. Secara sosial, kepemimpinan
wanita juga sulit diterima pada masa lampau. Kepemimpinan wanita
hanya terjadi dalam situasi darurat (bila tidak ada pria yang pantas untuk menjadi pemimpin). Oleh karena itu, kepemimpinan anak-anak dan
kepemimpinan wanita juga merupakan gambaran keadaan yang kacau
yang akan terjadi bila umat Tuhan tidak lagi mengandalkan Tuhan. Di
samping menjatuhkan hukuman dalam masalah yang menyangkut kepemimpinan, Tuhan juga akan menghukum sikap sombong. Kemewahan akan diganti dengan kehinaan (3:16-24). Perhatikan betapa memalukannya sikap para wanita lajang yang haus lelaki (4:1).
Walaupun Tuhan telah merancang penghukuman bagi umat-Nya
yang hidup dengan tidak mengandalkan Tuhan, kita perlu menyadari
bahwa rancangan penghukuman itu dimaksudkan untuk memurnikan
umat-Nya dan bahwa masih ada pengharapan bagi umat Tuhan karena
Tuhan masih menyisakan sisa umat yang akan menikmati kemuliaan
Tuhan (4:3-6). [P]
Yesaya 3:1-3
“Maka sesungguhnya Tuhan, TUHAN semesta alam,
akan menjauhkan dari Yerusalem dan dari Yehuda setiap orang yang
mereka andalkan, segala persediaan makanan dan minuman:
pahlawan dan orang perang, hakim dan nabi, petenung dan tua-tua,
perwira dan orang yang terpandang, penasihat dan ahli sihir,
dan orang yang paham mantera.”
Minggu
Sadarilah Kebaikan TUHAN
5
Jan
Bacaan Alkitab hari ini: Yesaya 5
Bangsa Israel dan Yehuda itu keterlaluan! Allah menggambarkan diriNya sebagai Petani yang mengelola kebun anggur, sedangkan bangsa
Israel digambarkan sebagai kebun anggur dan bangsa Yehuda digambarkan sebagai buah anggur. Ketekunan Sang Petani itu menggambarkan
tentang kesabaran Allah dalam memelihara dan membina umat-Nya.
Kekecewaan Sang Petani menggambarkan kekecewaan Allah terhadap
tingkah laku umat-Nya yang sama sekali tidak peduli dengan apa yang
telah dikerjakan Tuhan bagi mereka (5:1-12). Kegagalan umat Allah untuk memberi respons yang wajar terhadap jerih payah Allah terhadap
diri mereka itu membuat Allah memutuskan untuk menjatuhkan hukuman, yaitu bahwa umat-Nya akan diangkut ke dalam pembuangan.
Yang amat menyedihkan, rencana penghukuman Allah itu tidak ditanggapi dengan pertobatan, melainkan dengan tantangan! (5:19), sehingga
sikap mereka itu mambangkitkan murka Tuhan. Hukuman Tuhan akan
segera dijatuhkan! (5:26).
Saat merenungkan bacaan Alkitab hari ini, janganlah kita cepat merasa bangga dan beranggapan bahwa diri kita lebih baik daripada bangsa
Israel. Sebaliknya, marilah kita memeriksa diri kita masing-masing apakah hidup kita telah memenuhi maksud Tuhan bagi diri kita. Apakah kita
telah sungguh-sungguh menunjukkan kasih kita kepada Tuhan melalui
ketekunan beribadah dan berdoa bersama, ketekunan berdoa secara
pribadi dan membaca Alkitab, ketekunan memberikan persembahan
kepada Tuhan serta ketekunan melayani dan membagikan kelebihan
kita kepada sesama? [P]
Yesaya 5:3-4
“Maka sekarang, hai penduduk Yerusalem, dan orang Yehuda,
adililah antara Aku dan kebun anggur-Ku itu. Apatah lagi yang harus
diperbuat untuk kebun anggur-Ku itu, yang belum Kuperbuat
kepadanya? Aku menanti supaya dihasilkannya buah anggur yang baik,
mengapa yang dihasilkannya hanya buah anggur yang asam?”
Senin
Panggilan untuk Melayani
6
Jan
Bacaan Alkitab hari ini: Yesaya 6-7
Alasan yang tepat bagi seseorang yang hendak melayani Allah, baik sebagai imam atau nabi —atau sebagai pendeta pada masa kini— adalah
karena kesadaran akan adanya panggilan Allah. Kesadaran akan adanya
panggilan Allah itu penting karena pelayanan itu tidak selalu enak, bahkan umumnya penuh dengan tantangan. Pelayanan tidak boleh dipandang sebagai pekerjaan karena pelayanan bukanlah alat untuk mencari
keuntungan! Seseorang yang melayani demi mendapatkan uang atau
keuntungan tidaklah pantas untuk disebut sebagai hamba Tuhan. Pekerjaan selalu dilandasi oleh kompetensi (kemampuan melakukan pekerjaan), sedangkan pelayanan harus dilandasi oleh perasaan tidak layak untuk melaksanakan tugas (6:5). Seorang yang sungguh-sungguh
hendak melayani Tuhan harus bersikap sebagai hamba yang taat secara
mutlak kepada kehendak Allah. Oleh karena itu, seseorang yang sungguh-sungguh hendak melayani tidak boleh bersikap memerintah seperti
seorang majikan. Pada dasarnya, semua orang yang melayani adalah
sama-sama hamba Tuhan dan tidak boleh bersikap seperti seorang majikan terhadap sesamanya.
Bila kita memperhatikan apa yang ditugaskan oleh Allah kepada Nabi
Yesaya (6:10), bisa dikatakan bahwa Allah menugaskan Nabi Yesaya untuk menjadi seorang yang nampak gagal! Perhatikan bahwa penolakan
Raja Ahas untuk meminta tanda (7:11-12) bukanlah dilandasi oleh sikap
kerendahhatian, melainkan oleh ketidaksediaan untuk bersikap taat!
Allah menghendaki agar umat-Nya—apalagi hamba-Nya—bersikap taat
sepenuhnya tanpa membantah terhadap apa pun yang diperintahkan
Allah kepadanya. [P]
Yesaya 6:8
Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata:
“Siapakah yang akan Kuutus,
dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?”
Maka sahutku: “Ini aku, utuslah aku!”
10
Selasa
Allah Beserta Kita
7
Jan
Bacaan Alkitab hari ini: Yesaya 8:1-9:6
Bila kita membandingkan antara anak yang dilahirkan oleh isteri Nabi
Yesaya (8:1-4) dengan anak yang dijanjikan sebagai tanda bagi Raja Ahas
(7:7-16), maka kita bisa melihat adanya kesamaan, yaitu keduanya merupakan tanda bagi kehancuran kota Samaria (ibu kota Kerajaan Israel
Utara) dan kota Damsyik (ibu kota negeri Asyur).
Dalam Injil Matius, dijelaskan bahwa Yesaya 7:14 itu sekaligus juga
merupakan nubuat bagi kelahiran Tuhan Yesus (Matius 1:23). Dalam
Alkitab, merupakan hal yang umum terjadi bahwa sebuah nubuatan memiliki penggenapan ganda, yaitu penggenapan dalam waktu dekat dan
penggenapan dalam waktu jauh. Sebenarnya, perkataan “perempuan
muda” (Yesaya 7:14) merupakan kata yang umum dipakai untuk menunjuk kepada seorang perempuan muda (tidak harus seorang perempuan
yang belum menikah). Akan tetapi, saat kitab Yesaya diterjemahkan ke
dalam bahasa Yunani, kata yang dipakai sebagai padanan perkataan
tersebut adalah kata yang menunjuk kepada seorang perempuan muda
yang belum menikah. Oleh karena itu, ada kemungkinan bahwa saat
Nabi Yesaya berbicara kepada Raja Ahas di Yesaya 7, dia belum menikah,
kemudian dia segera menikah dan melahirkan anak dalam pasal 8.
Sebutan “Maher-Syalal Hash-Bas” (8:1-4) yang menunjuk kepada kehancuran kota Samaria dan kota Damsyik mengandung makna adanya penyertaan Allah yang membawa kebinasaan bagi bangsa Aram (yang bersekutu
dengan Kerajaan Israel Utara) dan bangsa Asyur yang merupakan musuh
umat Allah. Sebutan “Imanuel” yang secara khusus menunjuk kepada
Tuhan Yesus (Matius 1:23) menunjukkan penyertaan Allah dalam hal penyelamatan terhadap umat-Nya yang mau percaya kepada Tuhan Yesus. [P]
Yesaya 7:14
“Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu
suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda
mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki,
dan ia akan menamakan Dia Imanuel.”
11
Rabu
Bahaya Kecongkakan
8
Jan
Bacaan Alkitab hari ini: Yesaya 9:7-10:4
Kecongkakan membuat bangsa Israel tidak memiliki kepekaan terhadap
teguran Tuhan. Mereka mengatakan, “Tembok batu bata jatuh, akan kita
dirikan dari batu pahat; pohon-pohon ara ditebang, akan kita ganti dengan pohon-pohon aras.” (9:9). Hukuman Tuhan tidak membuat bangsa
Israel bertobat dan mencari Tuhan. Sikap bangsa Israel yang jahat dan
keras kepala itu disebabkan karena para pemimpin mereka merupakan
penyesat yang membuat kehidupan bangsa Israel menjadi kacau (9:15)
dan ketidakadilan merajalela (10:1-2).
Kecongkakan bukan hanya merupakan sumber masalah bagi bangsa
Israel, tetapi juga merupakan sumber masalah bagi umat Tuhan pada
masa kini. Kecongkakan membuat manusia merasa mampu melakukan
apa saja dan tidak merasa memerlukan Tuhan. Kecongkakan membuat
manusia merasa berhak melakukan apa saja tanpa mempedulikan hakhak orang lain. Kecongkakan di dalam gereja membuat prinsip-prinsip
rohani diganti dengan prinsip-prinsip duniawi, misalnya: perencanaan
dianggap lebih penting daripada doa, pertumbuhan jumlah kehadiran
(dengan menghalalkan segala cara) dianggap lebih penting daripada
pertumbuhan kualitas kerohanian, dan sebagainya.
Kecongkakan merupakan sumber masalah yang membuat kita sulit
untuk bersikap tunduk terhadap kehendak Allah. Kecongkakan membuat
kita mengabaikan firman Allah dan kita menentukan sendiri apa yang
benar, apa yang baik, dan apa yang harus kita lakukan. Bisa dikatakan
bahwa kecongkakan adalah sikap meninggikan diri sendiri sampai menempati posisi Allah. Apakah kecongkakan juga menguasai kehidupan
Anda? [P]
Yesaya 9:8-9
Biarlah seluruh bangsa itu mengetahuinya, yakni Efraim dan penduduk
Samaria, yang berkata dengan congkaknya dan tinggi hatinya:
“Tembok batu bata jatuh, akan kita dirikan dari batu pahat;
pohon-pohon ara ditebang, akan kita ganti dengan pohon-pohon aras.”
12
Kamis
Tahu Diri dan Tahu Batas
9
Jan
Bacaan Alkitab hari ini: Yesaya 10:5-34
Bangsa Asyur adalah bangsa yang tidak tahu diri dan tidak tahu batas.
Bila bangsa Asyur dipakai Allah untuk menjalankan penghukuman kepada bangsa Israel, hal itu tidak berarti bahwa bangsa Asyur lebih baik daripada bangsa Israel atau dewa yang disembah oleh bangsa Asyur lebih
hebat daripada Allah bangsa Israel. Bila mereka membuka mata lebarlebar untuk melihat kehebatan Allah bangsa Israel dan mereka bersikap
tahu diri, seharusnya mereka sadar bahwa tidak ada dewa yang dapat
mengalahkan Allah bangsa Israel. Sayangnya, bangsa Asyur tidak tahu
diri. Setelah Allah memakai mereka untuk menghancurkan Kerajaan
Israel, mereka juga berniat untuk menghancurkan Yehuda (10:10-11).
Bangsa Asyur merupakan alat di tangan Allah untuk menjatuhkan hukuman terhadap bangsa Israel. Akan tetapi, kesombongan mereka membuat mereka pun akhirnya menerima hukuman Allah (10:12). Mereka
tidak sadar bahwa walaupun Allah menghukum umat-Nya yang hidup
dalam ketidaktaatan, Allah tetap mengasihi umat-Nya. Allah membatasi
apa yang dapat dilakukan oleh bangsa-bangsa kafir terhadap umat-Nya.
Walaupun Allah menjatuhkan hukuman, Allah masih menyisakan suatu
sisa umat yang pada waktunya akan dipulihkan keadaannya (10:20).
Bacaan Alkitab hari ini merupakan peringatan bagi umat Tuhan pada
masa kini agar bersikap tahu diri. Bila suatu ketika Tuhan memakai kita
untuk menjadi alat di tangan-Nya, kita tidak boleh menjadi sombong
dan berbuat sekehendak hati kita. Kesuksesan yang bisa kita raih merupakan anugerah Allah. Bila kita menjadi sombong dan kemudian hidup
dalam dosa, kita akan menerima hukuman Allah. Bila Tuhan memakai
kita menjadi alat di tangan-Nya, kita harus tetap merendahkan diri. [P]
Yesaya 10:15
“Adakah kapak memegahkan diri terhadap orang yang memakainya,
atau gergaji membesarkan diri terhadap orang yang mempergunakannya? seolah-olah gada menggerakkan orang yang mengangkatnya,
dan seolah-olah tongkat mengangkat orangnya yang bukan kayu!”
13
Jumat
Pengharapan Berganda
10
Jan
Bacaan Alkitab hari ini: Yesaya 11-12
Pengharapan Kristen adalah pengharapan berganda: Kita mengharapkan
penyelesaian segera dari semua permasalahan yang kita hadapi, tetapi
kita juga sadar bahwa penyelesaian sempurna dari semua masalah yang
kita hadapi hanya bisa kita capai saat Tuhan Yesus sudah datang untuk
kedua kali ke bumi ini. Kita berharap agar dunia yang kita tempati ini
bertambah baik, tetapi kita tidak pernah bisa menghindar dari keadaan
buruk selama kita masih hidup dalam dunia yang kita tempati saat ini.
Ketidakadilan dan penindasan yang dialami oleh umat Tuhan membangkitkan kerinduan akan datangnya keadilan, kebenaran, dan pembebasan.
Kerinduan semacam itu wajar bila muncul di kalangan umat Tuhan saat
mereka berada di dalam situasi kemerosotan secara rohani.
Tunas atau taruk yang akan keluar dari tunggul Isai (11:1) merupakan gambaran dari Mesias yang akan datang. Tunggul adalah pangkal
pohon yang masih tersisa setelah sebuah pohon ditebang. Di sini, Mesias tidak disebut keluar dari tunggul Daud, melainkan tunggul Isai (ayah
Daud), karena Daud telah gagal menjadi raja yang ideal. Mesias adalah
keturunan Daud, tetapi Sang Mesias yang menjadi sumber pengharapan
umat Allah melampaui Daud dalam segala hal! Keadilan, kebenaran, kesetiaan, kedamaian yang bisa dinikmati pada masa pemerintahan Daud
tidak sempurna; tetapi keadilan, kebenaran, kesetiaan, dan keamanan
yang bisa kita nikmati saat Sang Mesias datang untuk kedua kali ke bumi
ini bersifat sempurna. Tahun 2014 ini, bangsa Indonesia akan melaksanakan pemilu. Kita memiliki pengharapan bahwa pemerintah yang
baru akan bisa memerintah dengan lebih baik. Akan tetapi, pengharapan kita tetap harus tertuju kepada Pemerintahan Kristus. Saat itu,
pengharapan kita pasti akan terwujud [P]
Yesaya 11:2
“Roh TUHAN akan ada padanya,
roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan,
roh pengenalan dan takut akan TUHAN”
14
Sabtu
Mengenal Allah Membesarkan Hati
11
Jan
Bacaan Alkitab hari ini: Yesaya 13
Pengetahuan Allah tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Dia mengerti
apa yang terjadi di sini pada saat ini, tetapi Ia juga mengerti apa yang
terjadi di tempat lain pada saat bersamaan, bahkan Ia mengerti apa
yang akan terjadi pada masa mendatang. Allah bukan hanya menetapkan hukuman bagi umat-Nya—bangsa Israel dan Yehuda, tetapi Allah
juga menetapkan hukuman bagi bangsa Asyur dan bangsa Babel yang
merupakan alat di tangan Allah untuk menghukum umat-Nya. Penghukuman Allah terhadap bangsa Asyur dan bangsa Babel ini disebabkan
karena bangsa Asyur dan bangsa Babel bertindak keterlaluan terhadap
umat Allah. Mereka tidak menyadari bahwa mereka hanya merupakan
alat di tangan Allah. Kesombongan dan kejahatan mereka sendirilah
yang membuat Allah menjatuhkan hukuman terhadap mereka.
Seorang yang tidak beriman tidak mungkin bisa meyakini bahwa
Allah memiliki kuasa untuk menghukum, mengampuni, menyelamatkan, dan Allah juga memiliki kuasa untuk menentukan masa depan. Oleh
karena itu, para sarjana Alkitab yang tidak beriman tidak bisa mempercayai bahwa kehancuran Asyur (10:12) serta kehancuran Babel (13:1721) benar-benar dinubuatkan oleh Allah, sehingga mereka beranggapan
bahwa nubuat semacam ini ditulis oleh “Nabi Yesaya yang lain”, yaitu
seorang “nabi” yang bernubuat sesudah Kerajaan Asyur dan Kerajaan
Babel musnah, bukan Nabi Yesaya bin Amos yang disebut dalam 1:1 dan
diceritakan dalam pasal 6.
Bagi seorang yang beriman, pengakuan bahwa Allah berkuasa atas
bangsa-bangsa dan bahwa Allah menguasai masa depan merupakan
pengakuan yang memberikan kekuatan dan penghiburan! [P]
Yesaya 13:11
“Kepada dunia akan Kubalaskan kejahatannya,
dan kepada orang-orang fasik kesalahan mereka;
kesombongan orang-orang pemberani akan Kuhentikan,
dan kecongkakan orang-orang yang gagah akan Kupatahkan.”
15
Minggu
Jangan Sombong Saat Sukses
12
Jan
Bacaan Alkitab hari ini: Yesaya 14
Akar dari dosa adalah kesombongan. Manusia perlu menyadari posisinya dan tidak boleh bertindak melampaui apa yang wajar (14:13-15).
Kembalinya bangsa Israel (Utara maupun Selatan) ke Tanah Perjanjian
(14:1) mengandung arti hancurnya Kerajaan Asyur dan Kerajaan Babel
yang telah menjadikan mereka sebagai tawanan. Kehancuran Kerajaan
Asyur dan Kerajaan Babel itu digambarkan sebagai terkubur di dalam
tanah dan disambut oleh ulat dan cacing (14:11) atau sebagai “Bintang
Timur” yang jatuh dari langit ke bumi (14:12).
Pemaparan secara simbolis tentang kejatuhan Kerajaan Asyur dan
Kerajaan Babel merupakan peringatan keras bagi umat Tuhan agar kita
tidak menjadi sombong saat Allah menganugerahkan kesuksesan. Bila
kita menempati posisi yang tinggi atau kita memiliki kekayaan yang luar
biasa, ingatlah bahwa kesuksesan kita itu tidak boleh membuat kita menyombongkan diri dan kesuksesan kita juga tidak boleh membuat kita
memakai kesuksesan itu untuk menindas orang lain. Saat kita berada
dalam posisi puncak, kita harus berjuang agar kita tetap bersikap rendah
hati. Ingatlah bahwa kita semua harus tetap tunduk dan merendahkan
diri di hadapan Allah saat kita berada dalam posisi puncak. Sebagaimana
Allah merobohkan Kerajaan Asyur serta Kerajaan Babel saat mereka menyombongkan diri, demikian pula Allah akan menghukum kita bila kita
tidak bersedia untuk tetap tunduk kepada Allah![P]
Yesaya 14:13-15
“Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu:
Aku hendak naik ke langit,
aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah,
dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara.
Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan,
hendak menyamai Yang Mahatinggi!
Sebaliknya, ke dalam dunia orang mati engkau diturunkan,
ke tempat yang paling dalam di liang kubur.”
16
Senin
Balaslah Kejahatan dengan Kebaikan
13
Jan
Bacaan Alkitab hari ini: Yesaya 15-16
Bangsa Moab adalah keturunan dari Moab, yaitu anak dari Lot (keponakan Abraham) yang dilahirkan dari hubungan yang tidak wajar antara
Lot dan putri sulungnya sendiri (Kejadian 19:37). Walaupun nenek moyang bangsa Moab dan bangsa Israel masih tergolong sebagai sebuah
keluarga, hubungan antara bangsa Moab dan bangsa Israel tidak harmonis. Saat bangsa Israel berjalan dari Tanah Mesir menuju ke Tanah
Kanaan, bangsa Moab merupakan salah satu sumber masalah. Bangsa
Moab takut terhadap bangsa Israel karena bangsa Israel berjumlah amat
banyak. Mereka membayar Bileam agar mengutuk bangsa Israel, tetapi
usaha mereka gagal. Atas anjuran Bileam, mereka merusak iman orang
Israel dengan membuat para pria Israel berzinah dengan para wanita
Moab sehingga Allah murka terhadap umat Israel. (Bilangan 25:1-4).
Mereka mempersulit perjalanan bangsa Israel menuju Tanah Kanaan
dengan tidak mengizinkan bangsa Israel melewati wilayah mereka (Hakim-hakim 11:17). Mereka menyembah dewa Kamos (Bilangan 21:29)
dan melakukan pengorbanan anak sebagai korban bakaran (2 Raja-raja
3:27).
Walaupun pengorbanan anak yang dilakukan oleh bangsa Moab
amat dibenci Tuhan dan bangsa Moab seringkali menjadi musuh bangsa
Israel, Allah tidak menghendaki bangsa Israel memusnahkan bangsa
Moab (Ulangan 2:9). Sekalipun demikian, tidak berarti bahwa bangsa
Moab bisa bebas dari hukuman Tuhan. Keangkuhan Moab akan diganjar
dengan ratapan (Yesaya 16:6-7). Yang mengesankan, Allah tidak menghendaki agar bangsa Israel memakai kesempatan untuk melakukan
pembalasan terhadap bangsa Moab­—yang sering bersikap memusuhi
bangsa Israel—saat bangsa Moab terpojok, melainkan agar umat-Nya
bersedia menampung pelarian dari Moab (16:4a). [P]
Yesaya 16:4a
“Biarkanlah orang-orang yang terbuang dari Moab
menumpang padamu,
jadilah tempat persembunyian baginya terhadap si pembinasa!”
17
Selasa
Keruntuhan Sebagai Peringatan
14
Jan
Bacaan Alkitab hari ini: Yesaya 17
Kerajaan Asyur (yang dalam bacaan Alkitab hari ini diwakili oleh ibu kotanya, yaitu Damsyik) adalah negara yang amat kuat menjelang runtuhnya
Kerajaan Israel Utara. Pada masa pelayanan Nabi Yesaya, tidak terbayang
bahwa negara Asyur yang kuat itu akan menjadi reruntuhan (17:1). Akan
tetapi, yang akan runtuh bukan hanya Kerajaan Asyur. Kerajaan Israel
Utara (yang diwakili oleh suku Efraim, salah satu suku terkuat dalam Kerajaan Israel) yang telah meninggalkan Tuhan—lalu beralih mengandalkan manusia—juga akan segera lenyap (17:3). Hanya kehancuran yang
bisa menyadarkan manusia bahwa berhala-berhala buatan tangan manusia tidak bisa diandalkan. Hanya kehancuran yang bisa membuat kita
beralih dari mengandalkan sesuatu yang bukan Tuhan menjadi memandang lagi kepada Allah Israel (17:7-8). Oleh karena itu, Allah mengingatkan bahwa kemakmuran Israel akan segera lenyap (17:9-11).
Sepanjang sejarah, kemakmuran seringkali membuat manusia terlena dan meninggalkan Allah. Kemakmuran membuat manusia mengandalkan barang-barang atau mengandalkan kemampuan diri sendiri, dan
Allah diabaikan. Kita perlu senantiasa sadar bahwa kemakmuran hanya
bersifat sementara. Apa yang kita banggakan sewaktu-waktu bisa lenyap. Kita tidak boleh menyombongkan diri sendiri atau menyombongkan apa yang kita miliki. Bila kita mulai mengandalkan diri sendiri dan
mengabaikan Tuhan, ingatlah bahwa hukuman Tuhan bisa datang secara mendadak. Kita pun juga harus senantiasa waspada agar kita tidak
mengandalkan kehebatan orang lain yang menjadi sekutu kita. Tuntutan
Allah seragam terhadap setiap orang dan setiap negara: Kita hanya boleh mengandalkan Tuhan saja! [P]
Yesaya 17:14
“Menjelang waktu senja, sesungguhnya ada kedahsyatan!
Sebelum hari pagi, mereka sudah tidak ada lagi!
Itulah bagian orang-orang yang merampoki kita,
dan itulah yang ditentukan bagi orang-orang yang merampasi kita.”
18
Rabu
Yang Kuat pun Akan Dihakimi
15
Jan
Bacaan Alkitab hari ini: Yesaya 18
Negeri dengingan sayap (18:1) merupakan gambaran dari negeri Etiopia. Sebutan “dengingan sayap” nampaknya berkaitan dengan banyaknya nyamuk di Etiopia, sehingga dengingan nyamuk menunjukkan bahwa negeri Etiopia sedang melakukan ekspansi (perluasan wilayah) dan
“duta” yang dikirim (18:2) dimaksudkan untuk mencari sekutu dalam
menghadapi musuh. Bangsa yang jangkung dan berkulit mengkilap, ditakuti dekat dan jauh, berkekuatan ulet dan lalim kemungkinan menunjuk kepada bangsa Mesir atau bangsa Asyur, yaitu bangsa-bangsa yang
kuat pada masa itu.
Perkataan Tuhan akan mengerat ranting-rantingnya (18:5) menunjuk
kepada penghakiman Tuhan. Tuhan akan menghukum bangsa-bangsa
yang kuat dan kejam itu. Kebebasan bagi burung-burung buas dan binatang-binatang di hutan itu (18:6) menunjukkan bahwa bangsa-bangsa
yang dihukum Tuhan itu tinggal sedikit penduduknya. Penghukuman itu
mengakibatkan bangsa-bangsa yang kuat itu akhirnya akan menyembah Tuhan (18:7 menyampaikan persembahan). Nampaknya keadaan
semacam ini menunjuk kepada akhir zaman.
Sebagaimana bangsa Israel yang harus berhadapan dengan bangsabangsa yang sadis dan kuat, orang-orang percaya pada masa kini juga
harus berhadapan dengan orang-orang yang bersikap memusuhi. Tidak
mengherankan bila kita masih sering mendengar bahwa di berbagai
tempat terdapat gereja yang dihancurkan dan orang Kristen yang dianiaya. Orang-orang beriman harus terus berharap akan kedatangan Tuhan
Yesus kedua kali yang akan menghapus semua kesusahan kita. [P]
Yesaya 18:7
“Pada waktu itu juga persembahan akan disampaikan kepada TUHAN
semesta alam dari kaum yang jangkung dan berkulit mengkilap,
dan dari kaum yang ditakuti dekat dan jauh, yakni bangsa yang
berkekuatan ulet dan lalim, yang negerinya dilintasi sungai-sungai,
ke tempat nama TUHAN semesta alam, yaitu gunung Sion.”
19
Kamis
Mesir Tidak Dapat Diandalkan
16
Jan
Bacaan Alkitab hari ini: Yesaya 19-20
Saat menghadapi ancaman bangsa Asyur, bangsa Israel mengharapkan bantuan dari bangsa Mesir. Akan tetapi, pengharapan semacam
ini adalah pengharapan yang keliru. Allah menghendaki agar umat-Nya
berharap kepada-Nya saja. Tuhan akan mengacaukan Mesir, sehingga
Mesir akan menjadi kacau balau dan menderita (19:2-17). Mesir—dan
juga Etiopia—akan ditaklukkan oleh Asyur dan diangkut sebagai tawanan (20:3-4). Akibatnya, tidak masuk akal untuk terus berharap kepada
pertolongan bangsa Mesir serta bangsa Etiopia.
Yang mengejutkan dalam bacaan hari ini adalah adanya nubuatan
tentang lima kota di tanah Mesir yang berbicara bahasa Kanaan (19:18)—
yang dimaksudkan kemungkinan besar adalah bahasa Ibrani—dan yang
bersumpah demi Tuhan (19:18)—artinya mereka telah menjadi beriman
kepada Tuhan. Hal ini dikuatkan pula oleh adanya mezbah bagi Tuhan
di Tanah Mesir (19:19). Kita tidak tahu kapan hal ini terlaksana, tetapi
nubuat ini secara tidak langsung menunjukkan bahwa Allah menghendaki agar bangsa Israel bisa menjadi berkat bagi bangsa-bangsa lain.
Saat menghadapi masalah—baik menyangkut kesehatan, pekerjaan,
keuangan, hubungan, dan sebagainya—kita condong untuk mengharapkan pertolongan manusia—bukan mencari pertolongan Allah. Walaupun
tidak salah mencari pertolongan orang lain (dan Allah memang seringkali memakai orang lain untuk menolong kita), sumber pengharapan
kita bukan orang itu, melainkan Allah. Ingatlah bahwa Penolong yang
kuasa-Nya tak terbatas hanyalah Allah saja. [P]
Yesaya 20:5-6
“Maka orang akan terkejut dan malu karena Etiopia, pokok
pengharapan mereka, dan karena Mesir, kebanggaan mereka.
Dan penduduk tanah pesisir ini akan berkata pada waktu itu:
Lihat, beginilah nasib orang-orang yang kami harapkan,
kepada siapa kami melarikan diri minta pertolongan supaya diselamatkan dari raja Asyur. Bagaimana mungkin kami terluput?”
20
Jumat
Babel pun Runtuh!
17
Jan
Bacaan Alkitab hari ini: Yesaya 21
Bangsa Babel adalah bangsa yang kejam. Kekejaman bangsa Babel itu
membuat bangsa-bangsa yang pernah ditaklukkan oleh Babel kemudian
menyerang dan mengalahkan Babel. Penyerangan itu berlangsung cepat
seperti cepatnya gerakan angin puting beliung yang membawa pasir
panas yang berbahaya dari padang gurun. Angin puting beliung dari
padang gurun ini amat dahsyat sehingga padang gurun itu disebut sebagai ‘negeri yang dahsyat’. Bahaya dahsyat yang datang secara sangat
cepat ini—seperti cepatnya kedatangan rasa mulas seorang perempuan
yang sedang melahirkan—merupakan gambaran dari datangnya serangan bangsa Elam dan bangsa Madai yang menggarong dan merusak serta
menghentikan semua kekejaman Babel (21:1-3).
Bagi Nabi Yesaya, penglihatan tentang keruntuhan Kerajaan Babel
yang amat dahsyat ini terasa mengejutkan dan menggelisahkan. Malam
hari yang merupakan saat untuk beristirahat setelah lelah bekerja pun
terasa tidak nyaman (21:4). Yang keterlaluan, para pejabat Babel yang
tidak menyadari datangnya bahaya itu malah berpesta, sampai akhirnya
mereka sadar akan datangnya ancaman bahaya dan mereka segera bersiap-siap untuk berperang (21:5). Sayangnya, persiapan itu terlambat
dan Kerajaan Babel berhasil diruntuhkan.
Pada masa kini, di Indonesia, terdapat banyak orang yang hidup mewah dengan memakai uang hasil korupsi. Banyaknya politisi dan pejabat yang telah ditangkap karena korupsi tidak membuat para koruptor
itu menjadi jera. Kita belum pernah melihat adanya pejabat korup yang
sadar dan bertobat secara sukarela. Bila Anda termasuk orang yang berpesta dari hasil berbuat jahat, sadarlah dan bertobatlah segera! [P]
Yesaya 21:5
Orang sibuk menyajikan hidangan,
mengatur tempat-tempat duduk, makan, minum ...
Tiba-tiba kedengaran:
“Hai para panglima! Siaplah tempur, minyakilah perisai!”
21
Sabtu
Mati Bukan Penyelesaian Masalah
18
Jan
Bacaan Alkitab hari ini: Yesaya 22
“Lembah Penglihatan” adalah ungkapan untuk kota Yerusalem (Bandingkan 22:5 dengan 22:9-10). Kata “lembah” menunjuk kepada lembahlembah di seputar Yerusalem, yaitu Lembah Kidron di sebelah Timur dan
Lembah Hinom di sebelah Barat dan Selatan. Saat itu, kota Yerusalem
sedang berada dalam situasi ketakutan karena sedang menghadapi ancaman dari bangsa Asyur pada zaman pemerintahan Raja Hizkia. Sekalipun demikian, Nabi Yesaya menyebut ancaman yang akan datang pada
masa depan, yang lebih berbahaya daripada ancaman bangsa Asyur
(perhatikan kata ”suatu hari” dalam 2:5), yaitu ancaman dari bangsa
Elam dan Kir (2:6)—dua negara yang bersahabat dengan Bangsa Babel.
Ancaman Elam dan Kir ini mewakili ancaman yang sesungguhnya, yaitu
ancaman penyerbuan bangsa Babel yang akan memporakporandakan
Yerusalem, bahkan akan menghancurkan Bait Allah.
Sikap penduduk Yehuda itu keterlaluan! Walaupun Tuhan telah meminta mereka untuk bertobat—pertobatan ini diungkapkan melalui sikap menangis dan meratap dengan menggunduli kepala dan melilitkan
kain kabung (22:12)—ternyata di tengah-tengah mereka ada kegirangan dan sukacita, membantai lembu dan menyembelih domba, makan
daging dan minum anggur, sambil berseru: “Marilah kita makan dan
minum, sebab besok kita mati!” (22:13). Sikap masa bodoh seperti itu
dilatarbelakangi oleh pemikiran bahwa kematian akan menyelesaikan
semua masalah. Jelaslah bahwa pemikiran semacam ini merupakan pemikiran yang salah! Kematian tidak berarti segala sesuatu telah selesai
karena setelah kita mati, kita masih akan menghadapi masa penghakiman (Ibrani 9:27). [P]
2 Korintus 5:10
“Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya,
sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini,
baik ataupun jahat.”
22
Minggu
Orang Kaya Tidak Boleh Sombong
19
Jan
Bacaan Alkitab hari ini: Yesaya 23
Tirus adalah sebuah kota pelabuhan yang besar di daerah Fenisia. di
wilayah sebelah Utara Israel. Bersama-sama dengan kota-kota di sekelilingnya yang menjadi sekutunya, Tirus merupakan sebuah negara yang
menguasai dunia perdagangan pada masa itu. Kapal Tarsis adalah kapal dagang berukuran besar yang sanggup melakukan perjalanan jauh.
Negeri orang Kitim menunjuk kepada daerah Siprus. Sidon adalah kota
pelabuhan terpenting kedua di daerah Fenisia (sesudah Tirus). Bacaan
Alkitab hari ini menubuatkan penyerbuan orang Kasdim (bangsa Babel)
yang mengakibatkan runtuhnya kota Tirus dan Sidon serta berdampak
terhadap kota-kota pelabuhan lainnya yang memiliki relasi dagang dengan Tirus, bahkan berdampak sampai ke Mesir.
Kekuatan ekonomi yang dimiliki oleh Tirus memiliki kemiripan dengan kekuatan militer yang dimiliki oleh Babel, yaitu bahwa kedua kekuatan itu membuat mereka merasa berkuasa, dan selanjutnya membuat
mereka menjadi sombong. Hukuman Tuhan atas Tirus mematahkan kesombongan Tirus yang membanggakan kekayaannya.
Hukuman Tuhan atas Tirus ini mengingatkan orang-orang kaya pada
masa kini agar tidak membanggakan kekayaan mereka serta tidak merasa lebih berkuasa atau lebih mulia daripada orang-orang yang lebih
miskin daripada mereka. Sebaliknya, orang-orang kaya harus berusaha
untuk bersikap rendah hati karena kekayaan yang mereka miliki merupakan pemberian Allah yang harus dipertanggungjawabkan. [P]
Yesaya 23:8-9
“Siapakah yang memutuskan ini atas Tirus,
kota yang pernah menghadiahkan mahkota,
yang saudagar-saudagarnya pembesar-pembesar
dan pedagang-pedagangnya orang-orang mulia di bumi?
TUHAN semesta alam yang telah memutuskannya
untuk mematahkan kesombongan, untuk menghinakan
segala yang permai dan semua orang mulia di bumi.”
23
Senin
Masa Depan Kita
20
Jan
Bacaan Alkitab hari ini: Yesaya 24
Apakah Allah berkuasa atas alam semesta ini? Bila ya, maka kita perlu
meninjau kembali hukum-hukum alam yang berlaku atas alam semesta
ini. Kita harus mengakui adanya kemungkinan bahwa hukum-hukum
alam yang kita terapkan keliru. Bila Allah berkuasa atas alam semesta
ini, maka apa yang terjadi di bumi ini bukan hanya merupakan serangkaian kebetulan, melainkan merupakan hasil rancangan Allah.
Nubuat tentang bumi yang akan menjadi hancur dan porak-poranda
dalam bacaan Alkitab hari ini tentu saja merupakan sesuatu yang tidak
masuk akal bagi orang-orang pada masa lampau. Akan tetapi, kerusakan lingkungan dan berbagai bencana alam yang terjadi pada masa
kini membuat kita menyadari bahwa kehancuran bumi ini merupakan
sesuatu yang masuk akal. Dari satu sisi, perilaku manusia berdosa yang
mengutamakan kesenangan dan kenyamanan telah mempercepat kerusakan lingkungan (24:5). Dari sisi lain, kehancuran bumi pasti terjadi
karena hal itu merupakan rencana Allah. Sekalipun demikian, orang
beriman menantikan datangnya bumi baru dan langit baru saat Yesus
Kristus memerintah sepenuhnya di bumi ini (bandingkan dengan 24:23
dan dengan Wahyu 21).
Bagi orang beriman, nubuat tentang kehancuran bumi bukanlah
sekedar nubuat yang mengerikan, melainkan nubuat yang menimbulkan pengharapan bahwa Allah akan memulihkan semua kemerosotan
yang terjadi di bumi ini. Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa
dalam nubuat tentang kehancuran bumi ini terdapat pula sorak-sorai
nyanyian pujian tentang keadilan Allah (24:16). Di balik penghukuman
Allah terdapat pengharapan tentang pemerintahan Allah (24:23). [P]
Yesaya 24:23
“Bulan purnama akan tersipu-sipu, dan
matahari terik akan mendapat malu, sebab TUHAN semesta alam
akan memerintah di gunung Sion dan di Yerusalem, dan
Ia akan menunjukkan kemuliaan-Nya di depan tua-tua umat-Nya.”
24
Selasa
Nyanyian Pujian Yesaya
21
Jan
Bacaan Alkitab hari ini: Yesaya 25
Nyanyian pujian Nabi Yesaya dalam pasal ini termasuk unik karena nyanyian ini bukan hanya didasarkan pada hal-hal yang sudah terjadi, tetapi
juga didasarkan pada hal-hal yang belum terjadi (masih berupa nubuat
yang belum digenapi). Perhatikan misalnya dua kali kata ”akan” dalam
25:3 yang menunjuk ke masa depan. Iman Nabi Yesaya membuat ia bisa
memuji Tuhan untuk hal-hal yang akan terjadi di masa depan. Inti dari
pujian Nabi Yesaya adalah bahwa Tuhan akan meruntuhkan kesombongan serta melindungi orang yang lemah. Dalam 25:2-3, kesombongan
digambarkan sebagai sebuah “kota” (bandingkan dengan “Menara Babel” yang merupakan simbol dari sikap kemandirian atau sikap merasa
diri mampu sehingga mereka tidak merasa memerlukan Allah). Moab
(25:10-11) merupakan gambaran dari masyarakat kafir yang memusuhi
umat Allah. Umat Allah yang berada dalam posisi lemah akan dibela
oleh Allah dari musuh yang meninggikan diri mereka sendiri. Pengharapan umat Allah bukan hanya tertuju kepada pertolongan Allah saat ini,
tetapi tertuju kepada masa depan (akhir zaman), saat Allah meniadakan
maut dan menghapus air mata (25:8, bandingkan dengan Wahyu 21:4).
Pada masa kini, cara Allah berinteraksi dengan umat-Nya berbeda
dengan pada masa lampau. Oleh karena itu, tidak mengherankan bila
pengalaman umat Allah pada masa lampau berbeda dengan pengalaman umat Allah pada masa kini. Sekalipun demikian, kita selalu mempunyai alasan untuk bersyukur dan memuji Tuhan, baik karena kebaikan
yang telah Dia karuniakan kepada umat-Nya pada masa lampau, maupun
karena kebaikan yang telah Dia kerjakan bagi kita pada masa kini.[P]
Yesaya 25:9
Pada waktu itu orang akan berkata:
“Sesungguhnya, inilah Allah kita, yang kita nanti-nantikan,
supaya kita diselamatkan.
Inilah TUHAN yang kita nanti-nantikan; marilah kita bersorak-sorak
dan bersukacita oleh karena keselamatan yang diadakan-Nya!”
25
Rabu
Yerusalem yang Baru
22
Jan
Bacaan Alkitab hari ini: Yesaya 26
Nabi Yesaya bukan hanya menubuatkan tentang hukuman Tuhan, tetapi
juga tentang pemulihan yang akan dilakukan oleh Tuhan. Yerusalem
yang lama diizinkan Tuhan untuk dihancurkan oleh musuh, yaitu oleh
bangsa Babel. Akan tetapi, Yerusalem baru yang dijanjikan Tuhan melalui Nabi Yesaya adalah kota yang kuat (26:1), yang tidak bisa dirusak
oleh musuh. Bila Yerusalem yang lama berisi orang benar serta orang
jahat, Yerusalem yang baru adalah tempat yang khusus bagi orang yang
benar dan setia (26:2). Orang jahat tidak akan diperkenankan untuk masuk—apalagi tinggal—di Yerusalem baru.
Dalam pandangan Allah, tidak ada seorang pun yang benar (Bandingkan dengan Roma 3:9-20). Kebenaran yang dimiliki oleh orang beriman adalah kebenaran karena Kristus telah membenarkan orang yang
percaya kepada-Nya (Roma 3:24; Galatia 2:16). Kita dibenarkan bukan
karena Allah melihat bahwa hidup kita sudah seratus persen benar, melainkan karena Allah melihat bahwa Kristus yang benar telah mengorbankan diri-Nya bagi kita, sehingga kebenaran Kristus dipandang oleh
Allah sebagai kebenaran kita. Bila kita telah benar-benar percaya kepada
Kristus, Allah akan menjagai kita sehingga kita akan tetap berada di jalan
yang lurus dan kita akan memperoleh damai sejahtera yang berasal dari
Allah (Yesaya 26:3, 7). Bila hati kita tidak diliputi oleh damai sejahtera,
hal itu merupakan salah satu tanda bahwa ada sesuatu yang tidak beres
di dalam hidup kita yang perlu untuk segera diperbaiki. Kesediaan untuk
melakukan kehendak Allah merupakan syarat agar Allah bisa bekerja di
dalam dan melalui kehidupan kita, sehingga kita bisa memperoleh damai sejahtera (26:12). [P]
Yesaya 26:3-4
“Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera,
sebab kepada-Mulah ia percaya.
Percayalah kepada TUHAN selama-lamanya,
sebab TUHAN ALLAH adalah gunung batu yang kekal.”
26
Kamis
Hukuman dan Pemulihan
23
Jan
Bacaan Alkitab hari ini: Yesaya 27
Umat Allah yang dibuang ke dalam pembuangan karena dosa-dosa mereka tidak akan terus berada dalam pembuangan, melainkan Allah akan
mengembalikan mereka ke Tanah Perjanjian setelah hukuman Allah itu
selesai. Perkataan “Pada waktu itu” (27:1-2) menunjuk kepada masa depan saat Tuhan menghukum musuh umat Allah—yang digambarkan sebagai Lewiatan, yaitu monster laut yang amat mengerikan dalam kepercayaan bangsa Kanaan—serta memberkati umat-Nya yang digambarkan
sebagai kebun anggur yang elok. TUHAN—yang memposisikan diri-Nya
sebagai Penjaga kebun anggur—menyirami, merawat, dan menjaga
kebun anggur itu. Puteri malu dan rumput yang menghambat pertumbuhan pohon anggur itu menggambarkan penyesatan yang harus diberantas dari kehidupan umat Allah (27:3-4). Perkataan “kecuali kalau mereka mencari perlindungan kepada-Ku dan mencari damai dengan Aku”
(27:5) menunjukkan anugerah Allah bagi orang-orang tersesat yang mau
bertobat dan kembali kepada Allah.
Israel yang berkembang dan bertunas dan memenuhi muka bumi dengan hasilnya (27:6) menunjuk kepada berkat keselamatan yang tersedia bagi setiap orang dari segala bangsa yang mau bertobat dan menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat. Walaupun dalam Kitab Ezra dan
Nehemia hanya dijelaskan tentang kembalinya umat Yehuda (Kerajaan
Israel Selatan), nubuat dalam 27:12-13 memberi petunjuk bahwa terdapat pula pemulihan bagi umat Israel Utara yang dibuang oleh tentara
Asyur. Saat ini, kita masih menantikan terjadinya pemulihan umat Allah
sepenuhnya yang akan terwujud saat Tuhan Yesus datang kembali untuk
kedua kalinya. [P]
Yesaya 27:13
“Pada waktu itu sangkakala besar akan ditiup,
dan akan datang mereka yang hilang di tanah Asyur
serta mereka yang terbuang ke tanah Mesir untuk sujud menyembah
kepada TUHAN di gunung yang kudus, di Yerusalem.”
27
Jumat
Keyakinan Kosong yang Berbahaya
24
Jan
Bacaan Alkitab hari ini: Yesaya 28
Sebelum bangsa Israel Utara ditaklukkan tentara Asyur, mereka sempat
mengalami kondisi yang cukup makmur sehingga dalam bacaan Alkitab
hari ini disebut tentang pemabuk-pemabuk Efraim (28:1, 3). Efraim
adalah suku yang dominan di Israel Utara sehingga sebutan Efraim harus
dipandang sebagai mewakili seluruh Kerajaan Israel Utara. Para pemabuk ini bukan hanya menyangkut rakyat biasa atau para penguasa saja,
tetapi juga mencakup para imam dan para nabi (28:7). Oleh karena itu,
bisa dibayangkan betapa kacaunya cara hidup dan cara pengambilan keputusan orang-orang Israel Utara tersebut. Bayangkan betapa kacaunya
pesta pora yang membuat “segala meja penuh dengan muntah, kotoran,
sehingga tidak ada tempat yang bersih lagi.” (28:8). Tidak mengherankan bahwa bangsa Israel Utara itu tidak peduli terhadap firman Allah sehingga Allah memakai bangsa Asyur yang berlogat ganjil dan berbahasa
asing (28:11) untuk mendidik orang Israel.
Para pemimpin Kerajaan Yehuda pun juga amat kacau pemikirannya. Mereka mengaku bahwa mereka telah mengikat perjanjian dan
mengadakan persetujuan dengan maut, seolah-olah mereka kebal terhadap bahaya maut (28:15). Hukuman Tuhan atas kerajaan Israel Utara
itu merupakan peringatan bagi rakyat Yehuda akan datangnya hukuman
Tuhan, tetapi rakyat Yehuda justru mencemooh (meremehkan) peringatan Tuhan itu (28:22). Keyakinan rakyat Yehuda yang merupakan kebohongan itu amat kontras dengan firman Allah yang merupakan kebenaran yang pasti terlaksana. Bagaimana dengan keyakinan Anda? [P]
Yesaya 28:16b-17
“Sesungguhnya, Aku meletakkan sebagai dasar di Sion sebuah batu,
batu yang teruji, sebuah batu penjuru yang mahal,
suatu dasar yang teguh: Siapa yang percaya, tidak akan gelisah!
Dan Aku akan membuat keadilan menjadi tali pengukur, dan kebenaran menjadi tali sipat; hujan batu akan menyapu bersih perlindungan
bohong, dan air lebat akan menghanyutkan persembunyian.”
28
Sabtu
Hidup Secara Bertanggung Jawab
25
Jan
Bacaan Alkitab hari ini: Yesaya 29
Dalam bacaan Alkitab hari ini, Nabi Yesaya mencela kemunafikan penduduk Yerusalem (Perhatikan kata “Celakalah” dalam 29:1 dan 29:15).
Sebutan “Ariel” (29:1) secara harfiah berarti “perapian”. Arti lain dari
“Ariel” adalah “singa dari Allah” (Arti kedua ini tidak cocok untuk 29:1).
Dalam bacaan Alkitab hari ini, “Ariel” adalah sebutan untuk kota Yerusalem. Bangsa Yehuda menganggap Yerusalem sebagai perapian (mezbah
korban bakaran) Allah. Mereka menganggap sistem penyembahan di
Yerusalem sebagai satu-satunya penyembahan yang berkenan kepada
Allah, padahal sebenarnya Allah tidak berkenan terhadap ibadah mereka. Walaupun ibadah di Yerusalem terus berlangsung, ibadah itu tidak
dilakukan dengan segenap hati, melainkan hanya sekedar rutinitas dan
formalitas (29:1, 13). Mereka bersalah dalam dua hal yang mendasar,
yaitu mereka tidak mengakui Allah sebagai Pencipta diri mereka dan
mereka tidak merasa harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka kepada Allah (bandingkan dengan 29:16). Akibat dari kedua hal itu
adalah munculnya kehidupan yang berdosa dan ibadah yang palsu.
Pada masa kini pun, banyak orang Kristen yang kondisinya seperti
penduduk Yerusalem, yaitu mereka tidak sadar bahwa kehidupan mereka harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Oleh karena itu,
mereka beranggapan bahwa satu-satunya kewajiban mereka terhadap
Allah hanyalah mengikuti ibadah setiap hari Minggu. Akibatnya, ibadah
dilakukan tanpa gairah (karena hanya dimaksudkan untuk memenuhi
tuntutan kewajiban) dan cara hidup tidak dipengaruhi oleh masalah
iman. Bila Anda juga berpikir seperti itu, Anda harus segera bertobat
dan memohon pengampunan Tuhan. [P]
Yesaya 29:15
Celakalah orang yang menyembunyikan dalam-dalam
rancangannya terhadap TUHAN, yang pekerjaan-pekerjaannya
terjadi dalam gelap sambil berkata:
“Siapakah yang melihat kita dan siapakah yang mengenal kita?”
29
Minggu
Bertobat & Tinggal Diam
26
Jan
Bacaan Alkitab hari ini: Yesaya 30
Saat merenungkan Yesaya 19-20 telah disebutkan bahwa mengharapkan pertolongan bangsa Mesir untuk menghadapi ancaman bangsa
Asyur merupakan suatu pengharapan yang sia-sia karena Mesir akan
ditaklukkan oleh Asyur (lihat renungan tanggal 16 Januari 2014). Akan
tetapi, meminta bantuan Mesir merupakan sesuatu yang tercela bukan
hanya karena Mesir tidak bisa membantu, tetapi juga karena Allah tidak
menghendaki umat-Nya membentuk ikatan perjanjian dengan Mesir.
Oleh karena itu, Allah mencela umat Yehuda yang mengirim utusan ke
Mesir untuk mencari bantuan guna menghadapi ancaman Asyur (30:12). Mencari bantuan ke Mesir itu merupakan tindakan ketidaktaatan,
bahkan penentangan terhadap kehendak Allah. Sebenarnya, yang harus dilakukan oleh umat Yehuda adalah bertobat dan tinggal tenang (tidak melakukan usaha apa pun kecuali menantikan pertolongan Allah,
30:15). Sumber kekuatan umat Allah adalah menantikan Allah bekerja,
bukan mencari bantuan yang masuk akal (manusiawi).
Keangkuhan manusia membuat manusia seringkali tidak memahami
keterbatasan dirinya. Bila kita tidak menyadari keterbatasan diri kita, kita
tidak akan pernah memiliki waktu untuk memeriksa keadaan diri kita
sendiri. Dalam hal umat Israel (atau umat Yehuda), yang paling dikehendaki Allah adalah agar umat-Nya menyadari bahwa mereka memerlukan
Allah. Bila mereka melakukan dosa dan Allah menghukum mereka, yang
Allah kehendaki adalah agar mereka sadar, bertobat, dan datang kepada
Allah memohon pengampunan, bukan mencari jalan keluar dengan cara
mereka sendiri. [P]
Yesaya 30:15-16a
Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel:
“Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan,
dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu.”
Tetapi kamu enggan, kamu berkata: “Bukan, kami mau naik kuda
dan lari cepat,” maka kamu akan lari dan lenyap.
30
Senin
Percayalah Kepada Allah
27
Jan
Bacaan Alkitab hari ini: Yesaya 31
Mengapa Allah merasa amat kesal bila umat-Nya meminta bantuan
kepada Mesir? Meminta bantuan ke Mesir merupakan tindakan yang
membuat Allah merasa amat kesal karena tindakan tersebut menunjukkan bahwa umat-Nya telah melupakan peristiwa yang terjadi saat Allah
melepaskan mereka dari penjajahan di Tanah Mesir. Bila umat Allah
meminta bantuan ke Mesir, berarti bahwa pasukan Mesir lebih hebat
daripada Allah yang mereka sembah. Mereka lupa bahwa saat pasukan
Mesir yang “hebat” itu mengejar bangsa Israel, Allah membuat seluruh
pasukan Mesir itu mati karena “ditelan” oleh Laut Teberau (Keluaran 14).
Pasukan Mesir yang nampak “hebat” di hadapan orang Israel itu tidak
berdaya menghadapi tangan Allah yang teracung melawan mereka!
Dengan meminta bantuan Mesir, secara tidak langsung, umat Yehuda telah membandingkan Allah dengan Mesir dan mereka berkeyakinan bahwa Mesir lebih hebat daripada Allah! Perhatikanlah kekesalan
hati Allah yang terungkap dalam perkataan berikut, “Sebab orang Mesir
adalah manusia, bukan allah, dan kuda-kuda mereka adalah makhluk
yang lemah, bukan roh yang berkuasa. Apabila TUHAN mengacungkan
tangan-Nya, tergelincirlah yang membantu dan jatuhlah yang dibantu,
dan mereka sekaliannya habis binasa bersama-sama.” (Yesaya 31:3).
Umat Allah pada masa kini harus hidup oleh iman. Bila kita tidak
berpegang teguh pada keyakinan iman yang kita miliki di dalam Kristus,
kita akan terjebak untuk tidak mempercayai Allah dan lebih mengandalkan orang yang pandai, orang yang berkuasa, serta orang yang memiliki
banyak uang! [P]
Yesaya 31:1
“Celakalah orang-orang yang pergi ke Mesir minta pertolongan,
yang mengandalkan kuda-kuda, yang percaya kepada keretanya
yang begitu banyak, dan kepada pasukan berkuda yang begitu
besar jumlahnya, tetapi tidak memandang kepada Yang Mahakudus,
Allah Israel, dan tidak mencari TUHAN.”
31
Selasa
Hidup Secara Benar dan Adil
28
Jan
Bacaan Alkitab hari ini: Yesaya 32
Orang Kristen memiliki pengharapan yang bersifat ideal—yaitu pengharapan yang tidak akan tercapai sepenuhnya saat kita masih tinggal
di dunia ini—sekaligus menghadapi kenyataan hidup yang tidak ideal.
Adanya raja yang memerintah menurut kebenaran dan pemimpin yang
memimpin menurut keadilan (sehingga bisa menjadi pengayom saat
rakyat menghadapi persoalan) merupakan pengharapan yang baru akan
terwujud sepenuhnya saat Tuhan Yesus datang untuk kedua kalinya di
bumi ini. Pengharapan yang kita miliki itu seharusnya tidak membuat
kita menutup mata terhadap kenyataan hidup ini, melainkan seharusnya menjadi sumber kekuatan bagi kita dalam menghadapi permasalahan kehidupan ini.
Saat menantikan penggenapan seluruh pengharapan kita, kita perlu
senantiasa mengoreksi kehidupan kita. Rencana yang jahat harus diganti dengan rencana yang baik dan tulus. Bila kita ikut-ikutan hidup dalam
dosa, kita harus segera bertobat dan menjalani kehidupan yang baik.
Kita pun juga harus bersandar kepada pertolongan Roh Kudus (Roh dari
atas, 32:15) agar kita sanggup untuk hidup dengan mempertahankan
kebenaran dan keadilan di dunia yang tidak benar dan tidak adil. Roh
Kudus akan membuat hal-hal yang kita anggap tidak mungkin menjadi
mungkin. Bila kita sanggup untuk hidup dalam kebenaran dengan pertolongan Roh Kudus, maka kita akan mengalami damai sejahtera dalam
segala keadaan. [P]
Yesaya 32:15-17
“Sampai dicurahkan kepada kita Roh dari atas:
Maka padang gurun akan menjadi kebun buah-buahan,
dan kebun buah-buahan itu akan dianggap hutan.
Di padang gurun selalu akan berlaku keadilan dan di kebun
buah-buahan akan tetap ada kebenaran. Di mana ada kebenaran
di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah
ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.”
32
Rabu
Penguasa Sejati
29
Jan
Bacaan Alkitab hari ini: Yesaya 33
Asyur adalah penguasa yang rapuh. Walaupun Asyur nampak sebagai
sosok yang hebat (selalu memenangkan peperangan) dan mengerikan
(karena kekejamannya terhadap lawan), kehebatannya terbatas. Pada
waktu yang ditentukan Allah, Asyur akan dihancurkan oleh Babel. Itulah
yang tersirat dalam 33:1. Mulai 33:2, umat Yehuda tidak lagi mengharapkan bantuan Mesir, melainkan menantikan perlindungan Allah. Nabi Yesaya mengingatkan umat Allah bahwa yang penting bukanlah kekuatan
militer, melainkan keadilan dan kebenaran, hikmat dan pengetahuan,
serta takut akan TUHAN (33:5-6).
Keadaan putus asa dan terpuruk yang digambarkan dalam 33:7-9
menunjukkan bahwa satu-satunya Sumber Pengharapan yang mantap
bagi bangsa Yehuda hanyalah berharap kepada Allah saja. Hukuman
Allah terhadap bangsa-bangsa kafir mengejutkan bagi orang-orang yang
berdosa dan menakutkan bagi orang-orang yang murtad (33:14). Sebaliknya, hukuman Allah terhadap bangsa-bangsa kafir itu melegakan bagi
orang yang hidup dalam kebenaran, yang berbicara jujur, yang menolak
pemerasan dan suap (33:15-16).
Dalam kehidupan kita, kita pun mudah terpesona melihat orangorang yang nampak sukses dalam hidupnya, baik sukses dalam hal
kekayaan, prestasi, maupun kekuasaan. Kita sering tidak sadar bahwa
kesuksesan yang mereka raih bersifat sementara. Di hadapan Tuhan, kesuksesan tidak berarti. Sumber pengharapan kita adalah Tuhan sendiri,
bukan orang-orang yang sukses! Bila kita berharap kepada pertolongan
Tuhan, kita akan disanggupkan untuk hidup dalam keadilan dan kebenaran serta dalam takut akan Tuhan. [P]
Yesaya 33:1
“Celakalah engkau, hai perusak yang tidak dirusak sendiri,
dan engkau, hai penggarong yang tidak digarong sendiri!
Apabila engkau selesai merusak, engkau sendiri akan dirusak;
apabila engkau habis menggarong, engkau sendiri akan digarong.”
33
Kamis
Gambaran Masa Depan
30
Jan
Bacaan Alkitab hari ini: Yesaya 34-35
Alkitab memberikan dua macam gambaran tentang masa depan, yaitu
gambaran masa depan orang yang tidak beriman (pasal 34) dan masa
depan orang beriman (pasal 35). Masa depan yang akan kita masuki
tergantung dari apakah kita memutuskan untuk hidup oleh iman dan
dalam ketaatan kepada kehendak Allah atau kita memutuskan untuk hidup semau gue tanpa iman.
Panggilan supaya bangsa-bangsa (atau suku-suku bangsa; 34:1)
memperhatikan firman Allah itu bersifat universal, artinya mencakup
semua bangsa atau suku bangsa di dunia. Tidak ada bangsa atau suku
bangsa yang dapat menghindari hukuman Allah. Sebutan “Edom (34:5)
mewakili bangsa-bangsa yang memusuhi Allah atau umat Allah. Sebutan “segenap tentara langit” (34:4) menunjukkan bahwa penghukuman
Allah tidak hanya menyangkut manusia, tetapi juga mencakup roh-roh
jahat. Gambaran mengerikan tentang bagaimana Allah memusnahkan
Edom merupakan peringatan bagi orang-orang pada masa kini agar
segera bertobat sebelum hukuman Allah dijatuhkan.
Gambaran yang suram bagi masa depan bangsa-bangsa yang tidak
beriman itu amat bertentangan dengan gambaran yang ceria bagi umat
Allah. Masa depan bagi orang beriman adalah memperoleh berkat pemulihan atau penyelamatan yang dikerjakan oleh Sang Mesias (bandingkan 35:5-6 dengan penggenapannya dalam Matius 11:5). Bagi umat Yehuda yang akan menuju ke pembuangan di Babel, penyelamatan dalam
waktu dekat adalah kembali ke Yerusalem (35:10). Bagi kita sekarang,
kita menantikan pemulihan yang tuntas yang terlaksana saat Tuhan
Yesus datang untuk kedua kali. [P]
Yesaya 35:10
“Orang-orang yang dibebaskan TUHAN akan pulang dan masuk ke
Sion dengan bersorak-sorai, sedang sukacita abadi meliputi mereka;
kegirangan dan sukacita akan memenuhi mereka,
kedukaan dan keluh kesah akan menjauh.”
34
Jumat
Iman yang Melampaui Akal
31
Jan
Bacaan Alkitab hari ini: Yesaya 36
Iman tidak meniadakan akal budi, tetapi akal budi juga tidak boleh
menggeser iman. Akal budi harus ditempatkan pada tempatnya, yaitu
bahwa akal budi harus ditempatkan di bawah iman. Bangsa Yehuda
melakukan kesalahan ketika memutuskan untuk mencari bantuan kepada Mesir. Mesir tidak boleh diharapkan bukan hanya karena Mesir tidak
bisa diandalkan, tetapi juga karena Allah tidak menghendaki umat-Nya
mengandalkan Mesir. Allah menghendaki agar umat-Nya mengandalkan Dia saja, tidak mengandalkan yang lain. Akan tetapi, mengandalkan
Allah saja itu tidak mudah karena kehadiran Allah tidak bisa kita lihat secara fisik. Kita cenderung mengandalkan apa yang kelihatan, sedangkan
hidup beriman berarti mengandalkan apa yang tidak kelihatan.
Iman umat Yehuda di bawah pimpinan Raja Hizkia tidak masuk akal
dalam pandangan Juru Minuman Agung, yaitu utusan Raja Asyur. Juru
Minuman Agung itu beranggapan bahwa keunggulan bangsa Asyur dalam
berperang membuktikan bahwa dewa yang disembah bangsa Asyur lebih hebat daripada Allah Israel, padahal sebenarnya tidak demikian! Bila
Allah membiarkan umat-Nya dikalahkan oleh musuh, bahkan diangkut
sebagai tawanan, hal itu tidak disebabkan karena Allah tidak sanggup
menjaga umat-Nya, melainkan karena Allah hendak mendidik umat-Nya
agar meninggalkan dosa. Reformasi ibadah yang dilakukan oleh Nabi Yesaya pun tidak bisa dipahami oleh Juru Minuman Agung karena model
ibadah kepada Allah Israel berbeda dengan model ibadah kepada ilahilah lain. Sekalipun iman kita tidak selalu bisa dimengerti, tidak berarti
bahwa iman kita salah dan harus ditinggalkan! [P]
Yeremia 10:3-4
“Sebab yang disegani bangsa-bangsa adalah kesia-siaan.
Bukankah berhala itu pohon kayu yang ditebang orang dari hutan,
yang dikerjakan dengan pahat oleh tangan tukang kayu?
Orang memperindahnya dengan emas dan perak;
orang memperkuatnya dengan paku dan palu, supaya jangan goyang.”
35
Sabtu
Jangan Menantang Allah Israel!
1
Feb
Bacaan Alkitab hari ini: Yesaya 37
Raja Asyur dan para utusannya melakukan kesalahan besar! Mereka mengira bahwa kemenangan dalam peperangan melawan bangsa-bangsa
lain menandakan kehebatan mereka dan dewa-dewi yang mereka sembah, padahal dewa-dewi yang mereka sembah hanyalah patung-patung
buatan yang sama sekali tidak memiliki kuasa dan kemenangan yang
mereka raih bukan disebabkan karena kehebatan mereka. Dalam hal
keberhasilan meruntuhkan Kerajaan Israel Utara, kemenangan bangsa
Asyur itu mereka raih karena anugerah Allah yang mau memakai mereka
untuk melaksanakan tujuan Allah—untuk menghukum umat-Nya yang
telah terlalu jauh meninggalkan Allah—tanpa mereka sadari.
Ketidaksadaran bangsa Asyur atas cara kerja Allah Israel itu membuat mereka secara sembrono meninggikan diri mereka dan dewa-dewi
mereka serta merendahkan Allah Israel. Kebodohan mereka itu membuat Allah turun tangan. Malaikat TUHAN keluar dan membunuh seratus delapan puluh lima ribu orang tentara Asyur (37:36). Sanherib, raja
Asyur, pulang dan dibunuh oleh anak-anaknya sendiri saat ia sujud menyembah di dalam kuil dewa Nisrokh (37:38).
Bacaan Alkitab hari ini mengingatkan kita agar kita menyadari dan
menghargai anugerah dan kesabaran Allah terhadap diri kita. Janganlah
kita menyombongkan diri kita sendiri dan menganggap diri kita dapat
melakukan apa saja dengan kemampuan kita. Marilah kita merendahkan diri dengan kesadaran bahwa apa yang dapat kita lakukan saat ini
adalah anugerah Allah bagi diri kita. [P]
Yesaya 37:29
“Oleh karena engkau telah mengamuk terhadap Aku,
dan kata-kata keangkuhanmu telah naik sampai ke telinga-Ku,
maka Aku akan menaruh kelikir-Ku pada hidungmu
dan kekang-Ku pada bibirmu,
dan Aku akan memulangkan engkau melalui jalan,
dari mana engkau datang.”
36
Minggu
Bahaya Kemapanan
2
Feb
Bacaan Alkitab hari ini: Yesaya 38-39
Saat menghadapi banyak masalah, kita cenderung untuk mengeluh, padahal masalah seringkali merupakan sarana yang membuat kita semakin
dekat dengan Tuhan. Kita telah membaca bahwa ancaman dari pasukan
Asyur telah membuat Raja Hizkia berada di puncak kedewasaan secara
rohani. Dia berhasil menguatkan iman rakyatnya agar tetap mempercayai Allah walaupun situasi yang dihadapi adalah seolah-olah umat Yehuda telah berada di jalan buntu. Saat divonis mati oleh Tuhan pun, Raja
Hizkia tetap berharap kepada Tuhan sehingga Tuhan menunda kematian
Raja Hizkia selama lima belas tahun (38:1-5).
Setelah Tuhan memperpanjang umur Raja Hizkia dan keadaan negara stabil (tidak ada perang lagi), datanglah utusan dari MerodakhBaladan bin Baladan, raja Babel untuk memberi selamat atas kesembuhan Raja Hizkia serta meninjau Kerajaan Yehuda. Kedatangan utusan
tersebut membangkitkan rasa bangga (bandingkan dengan 2 Tawarikh
32:25) sehingga Raja Hizkia memamerkan seluruh harta bendanya dan
seluruh daerah kekuasaannya. Jelas bahwa Bait Allah pun—yang menjadi kebanggaan rakyat Yehuda—ikut diperlihatkan kepada utusan raja
Babel tersebut! Akibatnya, Tuhan mengumumkan Keruntuhan Kerajaan
Yehuda yang akan terjadi sesudah Raja Hizkia wafat (Yesaya 39:6-7).
Kejatuhan seorang beriman umumnya tidak terjadi saat pencobaan
berat datang, tetapi saat keadaan tenang (mapan). Kejatuhan Raja Daud
pun terjadi saat ia sedang dalam keadaan santai (2 Samuel 11). Bacaan
Alkitab hari ini merupakan peringatan bagi para pemimpin dan aktivis
gereja agar tidak jatuh dalam dosa pada masa tua setelah berjuang
mempertahankan iman pada masa muda. [P]
Yesaya 39:6
“Sesungguhnya, suatu masa akan datang,
bahwa segala yang ada dalam istanamu dan yang disimpan oleh
nenek moyangmu sampai hari ini akan diangkut ke Babel. Tidak ada
barang yang akan ditinggalkan, demikianlah firman TUHAN.”
37
Senin
Rancangan Allah
3
Feb
Bacaan Alkitab hari ini: Yesaya 40
Pasal 40-55 merupakan kata-kata penghiburan dan pengharapan bagi
umat Allah yang sedang berada dalam pembuangan. Mengingat bahwa
Nabi Yesaya hidup pada zaman sebelum pembuangan, maka kata-kata
penghiburan dan pengharapan ini merupakan kata-kata nubuatan yang
baru menjadi relevan di masa depan, saat bangsa Yehuda sudah berada
di pembuangan. Dalam bacaan Alkitab hari ini, Nabi Yesaya menjelaskan bahwa pembuangan itu dirancang oleh Allah sebagai hukuman atas
dosa yang dilakukan oleh umat Yehuda.
Apakah yang menjadi jaminan bahwa umat Allah yang berada dalam
pembuangan akan bisa mengalami pembebasan sesudah penghukuman
Tuhan itu berakhir? Pertama, perlu diingat bahwa yang menjadi jaminan
bukanlah diri umat Allah itu sendiri (yang sedang mengalami kemerosotan), melainkan firman Allah yang tidak pernah berubah atau merosot (40:8). Kedua, yang menjadi jaminan adalah bahwa Tuhan Allah itu
berkuasa untuk melaksanakan janji-Nya. Bila umat Allah melihat dirinya
sendiri, mereka hanya akan melihat kelemahan dan ketidaksanggupan
diri mereka. Akan tetapi, bila mereka memandang Allah, tidak ada sesuatu pun yang mustahil (40:10). Umat Allah bukan hanya perlu menyadari kemahakuasaan Allah, tetapi juga perlu memahami kepedulian
Allah yang digambarkan seperti kepedulian seorang gembala terhadap
domba-dombanya (40:11). Kita perlu menanggapi janji Allah dengan
iman, bukan dengan logika. Sadarilah bahwa rancangan Allah itu berasal
dari diri-Nya sendiri dan tidak pernah didasarkan pada akal manusia.
Tindakan Allah itu tidak akan pernah bisa kita atur! [P]
Yesaya 40:13-14
“Siapa yang dapat mengatur Roh TUHAN atau memberi petunjuk
kepada-Nya sebagai penasihat? Kepada siapa TUHAN meminta nasihat
untuk mendapat pengertian, dan siapa yang mengajar TUHAN untuk
menjalankan keadilan, atau siapa mengajar Dia pengetahuan dan
memberi Dia petunjuk supaya Ia bertindak dengan pengertian?”
38
Selasa
Sumber Penghiburan Umat Allah
4
Feb
Bacaan Alkitab hari ini: Yesaya 41
Dalam bacaan Alkitab hari ini, sebutan “Israel” (41:8, 14, 16-17, 20)
terutama menunjuk kepada Israel Selatan (Yehuda). Akan tetapi, janjijanji dalam pasal ini juga dapat dikatakan sebagai janji kepada seluruh
umat Tuhan sepanjang zaman. Ada dua pesan utama yang terkandung
dalam janji-janji tersebut: Pertama, Allah yang Mahakuasa itu menyertai
umat-Nya sehingga umat Allah tidak perlu takut menghadapi tantangan
apa pun (41:1-20). Kita perlu menyadari bahwa sebagai sebuah bangsa
yang akan ditaklukkan oleh bangsa Babel, bahkan akan menjadi sebuah
bangsa yang hidup dalam pembuangan, bangsa Israel secara akal sehat
akan menjadi sebuah bangsa yang minder (penakut). Oleh karena itu,
keyakinan bahwa Allah yang Mahakuasa itu akan menyertai umat-Nya
merupakan keyakinan yang penting untuk menguatkan mental bangsa
Israel. Kedua, Allah yang menyertai umat-Nya itu adalah Allah yang menguasai sejarah. Dewa-dewi bangsa-bangsa lain itu tidak mengerti apaapa dan tidak bisa berbuat apa-apa, sedangkan Allah Israel mengerti
dan menguasai masa depan (41:21-29).
Sebenarnya umat Allah pada masa kini pun umumnya memiliki kemiripan dengan umat Israel. Kita seringkali hidup sebagai minoritas di
tengah-tengah masyarakat yang memiliki kepercayaan lain. Di negaranegara yang dulu merupakan negara Kristen pun, semakin lama semakin
banyak orang yang mulai meninggalkan iman mereka dan memegang
keyakinan yang lain. Kita tidak akan sanggup menjalani kehidupan sebagai Kristen sejati bila kita tidak meyakini bahwa Allah yang Mahakuasa
dan yang menguasai masa depan itu menyertai kita! [P]
Yesaya 41:10
“Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau,
janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu;
Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau;
Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku
yang membawa kemenangan.”
39
Rabu
Hamba Allah yang Luar Biasa
5
Feb
Bacaan Alkitab hari ini: Yesaya 42
Dalam bacaan Alkitab hari ini, Allah memperkenalkan Sang Mesias sebagai Hamba Allah yang dipilih oleh Allah (42:1). Berbeda dengan patungpatung berhala yang tidak dapat berbuat apa-apa (41:29), Sang Mesias
ini menjalankan misi penyelamatan (42:6) dan menyatakan (menegakkan) hukum Allah kepada bangsa-bangsa bukan dengan cara yang kasar,
tetapi dengan kelemahlembutan dan kesetiaan (42:3-4). Pelayanan Sang
Mesias ini bersifat universal (42:6 menjadi terang bagi bangsa-bangsa,
bukan hanya bagi bangsa Israel saja). Misi penyelamatan Sang Mesias
terwujud secara sempurna saat Tuhan Yesus datang pertama kali di dunia ini, sedangkan misi penegakan hukum Allah akan terwujud secara
sempurna saat Tuhan Yesus datang untuk kedua kalinya ke bumi ini.
Dalam Alkitab, sebutan “hamba-Mu” dipakai juga oleh Musa, Yosua, dan Daud untuk menyebut diri mereka dalam hubungan dengan
Allah (Keluaran 4:10; Yosua 5:14; 2 Samuel 7:19). Banyaknya pemakaian
sebutan “hamba-Mu” dalam Alkitab menunjukkan bahwa sebutan
“hamba-Mu” bisa dipakai oleh setiap orang beriman untuk menyebut
diri mereka dalam hubungan mereka dengan Allah. Sekalipun demikian,
bila kita menyebut diri kita sebagai “hamba Allah”, seharusnya konsekuensinya adalah kita harus mengabdikan hidup kita untuk kepentingan
Kerajaan Allah. Sungguh tidak masuk akal bila kita menyebut diri kita
sebagai “hamba Allah”, tetapi yang kita perjuangkan dalam hidup kita
hanyalah memuaskan keinginan diri sendiri, bukan memenuhi kehendak Allah. Bila kita ingin menyebut diri kita sebagai “hamba Allah”, kita
harus hidup sebagai terang yang membawa atau memancarkan berita
keselamatan bagi lingkungan kita. [P]
Yesaya 42:1
“Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku,
yang kepadanya Aku berkenan.
Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya,
supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa.”
40
Kamis
Tak Perlu Takut
6
Feb
Bacaan Alkitab hari ini: Yesaya 43
Sumber kekuatan bagi umat Allah agar tak takut menghadapi masalah
adalah janji penyertaan Tuhan. Sapaan “hai Yakub” yang kemudian diganti menjadi “hai Israel” (43:1) menunjukkan bahwa umat Allah yang
semula memiliki karakter buruk (Sebutan “Yakub” berarti “penipu”,
Kejadian 27:36) telah berubah setelah pembuangan di Babel (Sebutan
“Israel” adalah nama yang diberikan Allah kepada Yakub setelah Yakub
“memaksa” Allah memberkati dirinya, Kejadian 32:24-28). Dalam bacaan Alkitab hari ini, Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai “Penebus”
Israel. Dalam kitab Rut, dijelaskan bahwa seorang “penebus” adalah
anggota keluarga terdekat yang bertanggung jawab untuk menjaga
(menebus) agar tanah warisan keluarga (yang kepala rumah tangganya
sudah meninggal) tetap menjadi milik keluarga (suku) yang bersangkutan. Melalui sebutan “Penebus” (Yesaya 43:1, 3), Allah menyatakan diriNya sebagai Yang bertanggung jawab untuk menjaga umat-Nya. Dengan
Allah sebagai “Penebus”, umat Allah tidak perlu takut menghadapi permasalahan apa pun (yang digambarkan sebagai perjalanan melalui “air”
dan “api”).
Janji Allah dalam 43:6 bisa diartikan sebagai pemulihan bangsa Israel
secara keseluruhan atau sebagai pertobatan dari segala bangsa. Pemulihan bangsa Israel dalam waktu dekat digenapi saat umat Yehuda
kembali dari pembuangan, sedangkan penggenapan pemulihan Israel
terwujud saat berdirinya negara Israel pada tahun 1948. Akan tetapi,
pemulihan bangsa Israel secara rohani (janji pertobatan segala bangsa)
masih menanti penggenapannya saat Tuhan Yesus datang kedua kali.
Bagi kita sekarang, janji dalam pasal ini merupakan sumber kekuatan
dan sumber penghiburan yang seharusnya membuat kita tidak perlu
gentar menghadapi tantangan apa pun dalam pelayanan kita. [P]
Yesaya 43:5
“Janganlah takut, sebab Aku ini menyertai engkau,
Aku akan mendatangkan anak cucumu dari timur,
dan Aku akan menghimpun engkau dari barat.”
41
Jumat
Allah Israel vs Patung Berhala
7
Feb
Bacaan Alkitab hari ini: Yesaya 44
Bila kita membandingkan secara teliti dan objektif (apa adanya) antara
Allah bangsa Israel dengan patung berhala yang disembah oleh bangsabangsa kafir, kita akan bisa menyimpulkan bahwa menyembah patung
berhala itu suatu kebodohan. Allah Israel menyatakan bahwa diri-Nya
adalah Allah yang kekal (44:6, yang terdahulu dan yang terkemudian).
Tidak ada yang seperti Dia dalam hal kemahatahuan-Nya (44:6-8). Dia
adalah Pencipta langit dan bumi (44:24). Dia adalah Penebus umat-Nya
(44:22-24), bahkan Dia telah menghapuskan dosa umat-Nya (44:22).
Walaupun kota Yerusalem dan Bait Allah di dalamnya belum diruntuhkan pada masa Yesaya, kitab Yesaya telah menubuatkan keruntuhan
kota Yerusalem dan rencana pembangunan kembali kota itu (44:26).
Allah juga menyampaikan bahwa rencana Allah itu akan digenapi melalui tangan Raja Koresh (44:28). Penyebutan nama Raja Koresh ini
mengejutkan karena pada zaman Nabi Yesaya, Raja Koresh belum muncul dalam percaturan politik pada masa itu. Sebaliknya, patung dari besi
atau kayu yang disembah oleh bangsa-bangsa kafir adalah besi dan kayu
biasa yang sama sekali tidak memiliki kuasa apa pun. Sungguh aneh bila
manusia yang membuat patung dari besi atau dari kayu menyembah
patung yang mereka buat sendiri (44:12-19).
Sampai sekarang, masih amat banyak orang yang mata hati dan pikirannya tertutup, sehingga mereka menyembah patung yang dibuat oleh
tangan manusia. Marilah kita berdoa agar Tuhan mau memakai kita sebagai alat di tangan-Nya, sehingga kita bisa membawa terang bagi setiap
orang yang masih belum mengenal keselamatan yang tersedia di dalam
Kristus. [P]
Yesaya 44:6
Beginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel,
TUHAN semesta alam:
“Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian;
tidak ada Allah selain dari pada-Ku.”
42
Sabtu
Allah Tanpa Pesaing
8
Feb
Bacaan Alkitab hari ini: Yesaya 45
Dalam alam pikir kuno—sebenarnya sampai sekarang masih ada orang
yang memiliki pikiran yang sama—dewa-dewi itu memiliki wilayah
kekuasaan tertentu. Misalnya, dewa gunung adalah dewa yang memiliki kekuasaan di wilayah gunung; dewa air adalah dewa yang memiliki kekuasaan di wilayah air. Allah Israel juga dianggap seperti “dewa”
yang hanya memiliki kekuasaan di wilayah Israel. Karena dewa-dewi
itu tidak memiliki kekuasaan di luar wilayahnya, maka orang-orang kafir pada zaman dulu seringkali memiliki banyak dewa. Oleh karena itu,
bila Allah dapat memakai Koresh—Raja Persia—untuk melaksanakan
rencana-Nya, maka Allah Israel adalah Allah yang luar biasa! Tidak ada
dewa-dewi yang bisa melakukan hal seperti itu. Allah membuat Koresh
menjadi raja yang sedemikian perkasa sehingga ia dapat menaklukkan
raja-raja lain pada zamannya, termasuk menaklukkan Kerajaan Babel.
Setelah Allah membuat Koresh menjadi raja yang amat berkuasa, Allah
menggerakkan Koresh untuk maksud penyelamatan umat Yehuda, yaitu
menggembalikan mereka dari tempat pembuangan di Babel (yang sudah
dikuasai oleh Persia) ke Yerusalem, bahkan Koresh mendukung pembangunan kembali Bait Allah di Yerusalem. Untuk menegaskan bahwa Koresh melakukan semuanya itu karena digerakkan hati-Nya oleh Allah,
Allah menegaskan bahwa Koresh tidak dibayar dan tidak disuap (45:13,
bandingkan dengan penggenapannya dalam Ezra 1).
Bila kita bisa mempercayai bahwa Nabi Yesaya menyampaikan
nubuat dalam pasal ini sebelum peristiwanya terjadi, kita tidak perlu
merasa risau terhadap segala sesuatu yang terjadi di bumi ini karena
kita tahu bahwa Allah adalah Penguasa Masa Depan! [P]
Yesaya 45:5-6
“Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah. Aku
telah mempersenjatai engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku,
supaya orang tahu dari terbitnya matahari sampai terbenamnya, bahwa
tidak ada yang lain di luar Aku. Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain.”
43
Minggu
Penguasa yang Sesungguhnya
9
Feb
Bacaan Alkitab hari ini: Yesaya 46-47
Bangsa Babel hanyalah alat di tangan Tuhan untuk menghukum umat
Yehuda yang telah jatuh ke dalam dosa. Sayangnya, bangsa Babel bertindak sewenang-wenang—bahkan terlalu kejam—terhadap umat Allah
(47:6). Mereka beranggapan bahwa kejayaan mereka disebabkan karena
dukungan dari dewa-dewi mereka, khususnya Dewa Bel dan Dewa Nebo
yang merupakan dewa-dewa utama yang mereka sembah, padahal sebenarnya tidak demikian! Bila Allah Israel tidak bermaksud memakai mereka untuk menjadi alat untuk menghukum bangsa Israel, mereka tidak
mungkin menjadi bangsa yang selalu memenangkan peperangan! Saat
Allah memakai bangsa Persia untuk menyelamatkan umat-Nya dengan
menghancurkan Kerajaan Babel, barulah nampak jelas bahwa Dewa Bel
dan Dewa Nebo yang biasa diarak oleh bangsa Babel merupakan dewadewa yang tidak berdaya dan sama sekali tidak memiliki kuasa (46:1-2).
Umat Allah harus senantiasa sadar bahwa Allah yang kita sembah
sama sekali berbeda dengan dewa-dewi bangsa-bangsa kafir yang tidak
mengenal Allah. Allah yang kita sembah adalah Allah yang bukan hanya
mengerti apa yang akan terjadi di masa depan, tetapi juga Allah yang
merencanakan masa depan. Bila Allah memakai bangsa-bangsa kafir untuk menghukum atau untuk menyelamatkan umat-Nya, hal itu berarti
bahwa Allah lebih berkuasa daripada bangsa-bangsa tersebut. Walaupun Allah tidak bisa dilihat secara fisik, kehadiran dan campur tangan
Allah dalam kehidupan umat-Nya itu nyata! Umat Allah perlu meyakini
bahwa Allah yang tidak kelihatan itu adalah Allah yang peduli dan yang
memelihara umat-Nya (46:3-4). Allah adalah Penguasa umat manusia
yang sesungguhnya. [P]
Yesaya 46:4
“Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan
sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu.
Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus;
Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.”
44
Senin
Dosa Menghasilkan Sengsara
10
Feb
Bacaan Alkitab hari ini: Yesaya 48
Tepatlah bila Allah menyebut bangsa Israel sebagai “tegar tengkuk, keras
kepala dan berkepala batu” (48:4). Mereka telah mengalami banyak berkat Tuhan, tetapi mereka malah menganggap berkat Tuhan itu berasal
dari patung berhala yang mereka buat (meniru kebiasaan bangsa-bangsa kafir di sekitar mereka). Oleh karena itu, Allah menekankan bahwa
Dia telah memberitahukan tentang keruntuhan Babel melalui tangan
Koresh, Raja Persia, sebelum hal itu terjadi, supaya jelas bahwa yang
melakukan hal itu adalah Allah, bukan berhala (48:5, 14-15). Allah menyesalkan bangsa Israel yang tidak sungguh-sungguh dan tidak tulus hati
dalam menjalankan kehidupan keagamaan mereka (48:1), bahkan Allah
menganggap mereka sebagai pengkhianat dan pemberontak (48:8). Sekalipun demikian, Allah menahan amarah-Nya dan tidak melenyapkan
umat-Nya (48:9), melainkan Ia memurnikan umat-Nya dengan menguji
mereka dalam dapur kesengsaraan (48:10).
Melalui penderitaan dalam pembuangan yang dialami oleh umat
Israel, Allah mengajarkan bahwa damai sejahtera dan kebahagiaan hanya dapat dinikmati bila umat Allah hidup dalam ketaatan (memperhatikan perintah Allah, 48:18). Sebaliknya, orang-orang yang tidak mengenal Allah tidak akan memiliki damai sejahtera. Seperti halnya dengan
bangsa Israel, orang Kristen pada zaman ini juga banyak yang tertipu
oleh damai sejahtera yang palsu dan kebahagiaan yang semu. Hal ini
antara lain terlihat dalam diri orang Kristen yang ikut-ikutan melakukan
manipulasi dan korupsi. Keuntungan dalam wujud materi pada umumnya diiringi oleh rusaknya keluarga, misalnya berwujud perselingkuhan
atau karena anak-anak yang hidupnya salah jalan. [P]
Yesaya 48:18
“Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku,
maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah
kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti
gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti”
45
Selasa
Hamba TUHAN
11
Feb
Bacaan Alkitab hari ini: Yesaya 49-50
Sebutan “hamba TUHAN” adalah sebutan umum yang berlaku bagi setiap orang yang melaksanakan kehendak Allah. Akan tetapi, sebutan
“Hamba Tuhan” dalam pasal ini secara khusus menunjuk kepada Sang
Mesias, yaitu Tuhan Yesus Kristus. Sebagaimana panggilan untuk men
jadi :Hamba Tuhan” bagi Tuhan Yesus itu telah direncanakan TUHAN
sebelumnya (sejak dari kandungan), demikian pula TUHAN menghendaki agar setiap orang percaya juga menempatkan diri sebagai “hamba
Tuhan” dalam arti bertekad untuk mengabdikan hidupnya guna melakukan kehendak TUHAN.
Pedang yang tajam (49:2a) adalah senjata jarak dekat, sedangkan
anak panah yang runcing (49:2b) adalah senjata jarak jauh. Perkataan
(firman) dari Sang Mesias adalah senjata untuk berperang secara rohani
dalam rangka melaksanakan kehendak Allah. Sang Mesias di sini disebut
sebagai “Israel” (49:3) dalam arti bahwa Dialah Orang Israel ideal yang
dikehendaki Allah dan yang hidup-Nya merupakan teladan bagi bangsa
Israel. Sebagai bangsa Israel secara rohani, umat Allah pada masa kini
juga harus meneladani Sang Mesias. Walaupun pelayanan Sang Mesias itu menghadapi penolakan—demikian pula pelayanan para nabi—
TUHAN menghargai pelayanan tersebut (ditunjukkan melalui jaminan
hak dan adanya upah, 49:4). Bagi kita sekarang, hal itu berarti bahwa nilai pelayanan kita dalam melaksanakan kehendak Allah tidak ditentukan
oleh hasil, tetapi oleh kesetiaan kita. Penegasan bahwa lingkup pelayanan Sang Mesias itu tidak terbatas pada Israel (suku-suku Yakub, 49:6))
mengingatkan bahwa Allah menginginkan agar kita memberitakan Injil
kepada segala bangsa, bukan hanya kepada suku kita sendiri. [P]
Yesaya 50:10
“Siapa di antaramu yang takut akan TUHAN dan mendengarkan suara
hamba-Nya? Jika ia hidup dalam kegelapan dan tidak ada cahaya
bersinar baginya, baiklah ia percaya kepada nama TUHAN
dan bersandar kepada Allahnya!”
46
Rabu
Ingatlah Janji Tuhan
12
Feb
Bacaan Alkitab hari ini: Yesaya 51
Kita selalu hidup dalam konflik antara idealisme (apa yang kita harapkan terjadi) dan kenyataan (apa yang sebenarnya terjadi). Sayangnya,
kita sulit menemukan kebenaran di dalam dunia ini. Kita sering harus
menemui hal-hal yang mengecewakan diri kita karena kenyataan yang
kita hadapi bukanlah apa yang kita idam-idamkan untuk terjadi. Kekecewaan itu bisa terjadi dalam segala bidang kehidupan kita. Demikian
pula dengan bangsa Israel. Saat mereka berada di dalam pembuangan,
hal-hal yang indah hanya berupa cerita masa lampau. Akan tetapi, sebenarnya cerita masa lampau itu amat penting bagi bangsa Israel karena
saat itu mereka sedang mengalami hukuman Tuhan. Bila mereka tidak
menyadari bahwa penderitaan yang mereka alami adalah konsekuensi
logis dari dosa yang mereka lakukan, mereka akan berontak menghadapi kenyataan hidup yang pahit. Bila mereka bisa menangkap maksud
baik Allah melalui hal-hal buruk yang mereka alami, barulah mereka bisa
beriman terhadap janji Allah.
Allah meminta supaya umat-Nya mengingat kepada Abraham dan
Sara (51:2) yang memperoleh janji yang nampaknya tidak mungkin, yaitu memperoleh anak pada usia tua—saat sara sudah mati haid (menopause). Bila umat Allah bisa mempercayai pekerjaan Allah pada masa
lampau, maka penghiburan yang dijanjikan Tuhan menjadi janji yang
nyata, bukan sekedar omong kosong! Dalam waktu dekat, janji penghiburan Tuhan itu menunjuk kepada pembebasan bangsa Israel dari pembuangan. Akan tetapi, dalam waktu jauh, janji itu juga berlaku bagi kita,
yaitu janji datangnya langit baru dan bumi baru yang akan menyingkirkan semua penderitaan kita di bumi yang penuh dengan dosa ini (51:56). [P]
Yesaya 51:12-13
“Akulah, Akulah yang menghibur kamu.
Siapakah engkau maka engkau takut terhadap manusia yang memang
akan mati, terhadap anak manusia yang dibuang seperti rumput,
sehingga engkau melupakan TUHAN yang menjadikan engkau, ....”
47
Kamis
Beritakanlah Kabar Baik itu!
13
Feb
Bacaan Alkitab hari ini: Yesaya 52-53
Seruan “Terjagalah!” (52:1) atau “Bangunlah!” terdapat pula dalam 51:9
dan 51:17. Dalam 51:9, seruan “Terjagalah!” adalah permohonan agar
Tuhan bertindak dalam kehidupan umat Israel seperti yang telah Dia
lakukan pada masa lampau, khususnya seperti tindakan Tuhan dalam
membebaskan bangsa Israel dari perbudakan di Tanah Mesir. Sebutan
“Rahab” dan “naga (51:9) —seperti halnya dengan sebutan “Leviatan”
— adalah sebutan untuk monster laut dalam mitologi Timur Dekat kuno.
Seruan “Terjagalah!” yang kedua (51:17) adalah seruan terhadap bangsa Israel agar bersiap-siap menyaksikan Tuhan bertindak menghukum
bangsa-bangsa yang telah menindas bangsa Israel. Seruan “Terjagalah!”
yang ketiga (52:1) adalah seruan kepada bangsa Israel untuk kembali
dari pembuangan. Seruan untuk kembali dari pembuangan yang merupakan pembebasan secara fisik itu kemudian dilanjutkan dengan kabar
baik tentang pembebasan secara rohani dari penjajahan dosa yang dikerjakan oleh Sang Hamba Tuhan—yaitu Tuhan Yesus—melalui kematian-Nya di kayu salib (52:13-53:12).
Seruan “Terjagalah! yang ketiga adalah kabar baik bagi bangsa Israel
yang berada dalam pembuangan. Bagi umat Tuhan pada zaman ini—
yaitu bagi umat Israel secara rohani—berita tentang keselamatan yang
dikerjakan oleh Tuhan Yesus melalui pengorbanan-Nya di kayu salib itu
merupakan kabar baik yang harus disampaikan kepada dunia yang berdosa. Bila Anda sudah menerima keselamatan di dalam Tuhan Yesus,
Anda wajib menyampaikan berita keselamatan kepada mereka yang belum pernah mendengar berita itu. Bila Anda belum pernah menyampaikan berita itu, seruan “Terjagalah” itu berlaku bagi Anda juga! [P]
Yesaya 52:7
Betapa indahnya kelihatan dari puncak bukit-bukit
kedatangan pembawa berita, yang mengabarkan berita damai
dan memberitakan kabar baik, yang mengabarkan berita selamat
dan berkata kepada Sion: “Allahmu itu Raja!”
48
Jumat
Janji Pemulihan bagi Kita
14
Feb
Bacaan Alkitab hari ini: Yesaya 54
Dalam Alkitab, kita bisa menemukan berbagai kisah tentang wanita
mandul yang kemudian bisa melahirkan, misalnya Sara, Rahel, Hana,
dan sebagainya. Sukacita yang dirasakan oleh wanita mandul yang bisa
melahirkan anak itulah yang dijanjikan Allah kepada umat Israel (54:1).
Allah memang murka terhadap bangsa Israel yang seringkali jatuh dalam
dosa. Akan tetapi, murka Allah itu hanya sebentar (bersifat sementara).
Kasih Allah yang kekal membuat Ia tidak pernah berhenti mengasihi
umat-Nya (54:7-10). Bila Allah bisa memakai bangsa-bangsa lain untuk
menghukum umat-Nya, Allah juga bisa menghukum bangsa-bangsa itu
dan memulihkan umat-Nya (54:16-17).
Karena janji pemulihan dalam pasal ini tidak menyebut nama “Yerusalem” atau “Sion”, maka janji ini bisa dianggap sebagai janji yang bersifat umum yang berlaku pula bagi umat Israel secara rohani, yaitu bagi
orang percaya pada masa kini yang kondisinya seperti seorang wanita
yang mandul, tidak ada buah rohani dalam kehidupannya. Allah menginginkan agar kehidupan umat-Nya bisa menghasilkan buah secara rohani. Dengan perkataan lain, Allah menghendaki agar kehidupan orang
percaya menjadi berkat bagi orang lain. Orang percaya yang hanya hidup
bagi diri sendiri perlu menyadari bahwa misi yang Allah tugaskan kepada
umat-Nya adalah menjadi berkat bagi semua bangsa! Bila misi tersebut
belum kita jalankan, sekarang adalah saat untuk memulai! [P]
Yesaya 54:2-3
“Lapangkanlah tempat kemahmu,
dan bentangkanlah tenda tempat kediamanmu,
janganlah menghematnya;
panjangkanlah tali-tali kemahmu dan
pancangkanlah kokoh-kokoh patok-patokmu!
Sebab engkau akan mengembang ke kanan dan ke kiri,
keturunanmu akan memperoleh tempat bangsa-bangsa,
dan akan mendiami kota-kota yang sunyi.”
49
Sabtu
Sambutlah Tawaran Injil!
15
Feb
Bacaan Alkitab hari ini: Yesaya 55
Tawaran untuk makan dan minum tanpa membayar (55:1) bukanlah tawaran untuk makan dan minum dalam arti harfiah, melainkan tawaran
yang menunjuk kepada tawaran Injil (Kabar Baik) bagi orang berdosa
untuk menerima keselamatan di dalam Kristus dengan iman tanpa
bayaran (usaha) apa pun. Secara khusus, tawaran untuk meminum air
adalah tawaran untuk mempersilakan Roh Kudus (yang dilambangkan
oleh air) bekerja di dalam hati kita. Semua tawaran lain yang bukan Injil
adalah tawaran yang hanya menjanjikan kesenangan sesaat. Hanya Injil
Yesus Kristus yang bisa memberikan kepuasan yang sesungguhnya kepada kita. Tawaran Allah ini perlu diperhatikan secara sungguh-sungguh
(55:2-3). Sebutan “dia” dalam 55:4 dan “engkau” dalam 55:5 menunjuk
kepada Yesus Kristus, Sang Mesias yang pelayanan-Nya mencakup semua bangsa (bukan hanya bangsa Israel).
Tawaran untuk menerima berita Injil—yaitu keselamatan di dalam
Kristus”—adalah suatu tawaran yang harus ditanggapi dengan serius
karena tawaran tersebut diberikan dalam jangka waktu yang terbatas.
Sesudah kita meninggal, tawaran itu sudah tidak berlaku lagi (55:6).
Tanggapan yang wajar adalah bahwa kita harus meninggalkan dosa dan
kembali kepada TUHAN (55:7). Bila Anda sudah berkali-kali mendengar
berita Injil tentang keselamatan di dalam Kristus, namun Anda hanya
mendengar tanpa memberikan tanggapan, sekarang adalah kesempatan ulang yang kembali ditawarkan kepada Anda. Bila Anda mengeraskan
hati dan tetap tidak mau memberi tanggapan terhadap tawaran tersebut, Anda belum tentu bisa mendapatkan kesempatan ulang lagi. [P]
Yesaya 55:6-7
“Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya
selama Ia dekat! Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan
orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada
TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita,
sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya.”
50
Minggu
Anugerah Bagi Segala Bangsa
16
Feb
Bacaan Alkitab hari ini: Yesaya 56
Orang asing dan orang kebiri (56:3) adalah kelompok orang yang diperlakukan secara khusus dalam kumpulan umat Allah. Mereka tidak diperbolehkan masuk ke dalam jemaah Tuhan (bandingkan dengan Ulangan
23:1-3). Kesadaran terhadap perintah Tuhan tersebut membuat orang
asing yang menggabungkan diri kepada Tuhan serta orang kebiri tentu saja akan sulit untuk merasa sebagai bagian yang menyatu dengan
umat Tuhan yang diterima sepenuhnya oleh Tuhan. Akan tetapi, dalam
anugerah-Nya yang besar, Tuhan menyatakan penerimaan-Nya yang
penuh terhadap mereka (Yesaya 56:4-8). Tuhan menjadikan mereka
sebagai bagian di dalam rumah-Nya (56:5a). Tuhan memberikan nama
abadi kepada mereka (56:5b). Tuhan melayakkan mereka untuk melayani Dia (56:6) dan bersekutu dengan Dia (56:7). Sebenarnya, sama seperti orang Israel yang tidak taat kepada Tuhan, orang asing yang menggabungkan diri dan orang kebiri tidak layak menerima itu semua. Akan
tetapi, Tuhan melayakkan mereka untuk mengalami dan menerima itu
semua. Itulah anugerah Tuhan yang besar bagi manusia.
Bila kita membandingkan diri kita dengan kedua kelompok orang
tersebut (orang asing dan orang kebiri), maka kita akan menyadari bahwa, kita pun termasuk orang yang patut dimurkai Tuhan (Efesus 2:1-2).
Kita seringkali melanggar firman Tuhan dan tidak mengetahui apa sesungguhnya yang menjadi kehendak Tuhan bagi kehidupan kita. Akan
tetapi, Tuhan—dengan anugerah-Nya yang besar—berkenan menyelamatkan kita dan membawa kita dalam persekutuan dengan Dia. Dengan
kesadaran itu, biarlah kita hidup menaati Dia dan memuliakan namaNya. [AMNH]
Yesaya 56:7b
“Aku akan berkenan kepada korban-korban bakaran
dan korban-korban sembelihan mereka
yang dipersembahkan di atas mezbah-Ku,
sebab rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa.”
51
Senin
Kasih itu Memulihkan
17
Feb
Bacaan Alkitab hari ini: Yesaya 57
Kefasikan orang Israel merasuk di berbagai macam segi kehidupan mereka. Mereka tidak memedulikan orang benar yang binasa (57:1). Mereka pun melakukan sihir, zina dan dusta (57:3-4). Dalam hidup mereka,
mereka menyembah berhala, termasuk Molokh, dewa bangsa Amon
(57:8-9), yang dalam penyembahan kepadanya, orang mempersembahkan anak. Dalam kefasikan seperti itu, mereka menyadari bahwa tidak
ada harapan bagi mereka dan mereka pasti binasa (57:10-13). Mereka
hancur karena kefasikan mereka. Dalam keadaan inilah, Tuhan menunjukkan kasih sayang-Nya yang besar. Dia menyatakan bahwa murka-Nya
bukan untuk selamanya (57:16). Dia akan menyembuhkan dan menuntun umat-Nya kembali dan memberikan damai bagi mereka (57:18-19).
Manusia seringkali melupakan Tuhan dan memilih jalannya sendiri. Manusia memilih untuk melakukan hal-hal yang tidak benar dalam
hidupnya. Pelanggaran demi pelanggaran terjadi dan itu membawa pada
kehancuran manusia. Kefasikan dan pemberontakan terhadap Allah dan
hukum-hukum-Nya pasti merusak. Tuhan yang memberi aturan adalah
Tuhan yang tahu apa yang terbaik bagi manusia. Pemberontakan, ketidaktaatan, dan kefasikan manusia membawa pada kehancuran, kerusakan, penderitaan, dan hilangnya harapan. Akan tetapi Tuhan tidak
terus murka. Dia penuh dengan belas kasihan dan kesabaran. Dia terus
mencari untuk membawa manusia kembali kepada-Nya. Hanya di dalam
Dialah ada pemulihan, penghiburan, dan harapan yang pasti, karena Dia
tahu apa yang paling tepat dan paling baik bagi manusia, yang adalah
ciptaan-Nya. [AMNH]
Mazmur 103:8-9
“TUHAN adalah penyayang dan pengasih,
panjang sabar dan berlimpah kasih setia.
Tidak selalu Ia menuntut, dan
tidak untuk selama-lamanya Ia mendendam.”
52
Selasa
Kesalehan Palsu Dibenci Tuhan
18
Feb
Bacaan Alkitab hari ini: Yesaya 58
Kesalehan yang palsu sangatlah berbahaya karena kesalehan seperti
itu bisa menipu, bahkan bisa menumbuhkan keyakinan pada diri kita
bahwa kita sudah melakukan apa yang seharusnya kita lakukan. Orang
Israel melakukan banyak tindakan yang dianggap saleh dalam hidup mereka. Mereka mencari Tuhan setiap hari. Mereka suka mempelajari jalan Tuhan. Mereka menanyakan tentang apa yang benar (58:2). Mereka
mempraktikkan kesalehan dengan rajin berpuasa. Mereka merasa sudah
merendahkan diri di hadapan Tuhan. Akan tetapi, Tuhan murka kepada
mereka karena mereka hanya melakukan apa yang tampak dari luar. Kesalehan mereka itu bukanlah kesalehan yang tulus. Mereka berpuasa,
tetapi sebenarnya mereka memikirkan diri sendiri. Mereka mengadakan
hari untuk merendahkan diri di hadapan Tuhan, tetapi mereka sebenarnya sibuk mengumpulkan kekayaan dan kekuasaan mereka. Kesalehan
mereka hanyalah kesalehan palsu yang tampak dari luar, tetapi tidak terwujud di dalam. Kesalehan mereka pada kenyataannya hanyalah bentuk
pencitraan diri di hadapan manusia.
Tuhan menghendaki kesalehan yang tulus dari umat-Nya. Dia tidak berkenan apabila umat-Nya hanya mementingkan diri sendiri dan
melakukan kesalehan sebagai bentuk pencitraan. Tuhan tidak berkenan
apabila kita rajin datang ke gereja, setia membaca Alkitab, memiliki pelayanan yang terjadwal dengan padat, tetapi kita tidak memiliki kasih kepada Tuhan dan sesama manusia (Matius 22:37-40). Marilah kita hidup
dalam kesalehan yang sesungguhnya, yaitu kesalehan yang lahir karena
pengenalan dan hubungan yang akrab dengan Tuhan dan firman-Nya.
Kesalehan yang sejati adalah kesalehan yang memuliakan nama-Nya setiap hari. [AMNH]
Yesaya 58:8
“Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar
dan lukamu akan pulih dengan segera; kebenaran menjadi barisan
depanmu dan kemuliaan TUHAN barisan belakangmu.”
53
Rabu
Pemisah terhadap Allah
19
Feb
Bacaan Alkitab hari ini: Yesaya 59
TUHAN itu Mahakuasa. Dia sanggup melakukan apa saja yang Dia kehendaki. Tangan-Nya dan pendengaran-Nya tidak bisa dihambat oleh
apapun. Akan tetapi, Nabi Yesaya menyampaikan satu kebenaran penting pada manusia, yaitu bahwa kejahatan dan pemberontakan manusia membuat TUHAN menahan diri dari menolong dan mendengarkan
manusia. Itulah yang terjadi pada bangsa Israel. Nabi Yesaya menggambarkan pemberontakan bangsa Israel mencakup keberadaan diri
mereka (59:3), kejahatan yang dilakukan dengan segera (59:7a), dalam
rancangan mereka (59:7b), dan ke mana saja mereka pergi, mereka
melakukan pelanggaran (59:7c). Israel tidak peduli terhadap keadilan
dan kebenaran Tuhan. Oleh karena itu, Tuhan menghukum dan tidak
menolong mereka.
Dalam hidup kita sebagai umat Tuhan, kita perlu memperhatikan kekudusan hidup kita. Tuhan kita memang berkuasa, tetapi Dia ingin agar
kita tidak menyalahgunakan diri-Nya dengan tidak menghargai Dia. Dia
sanggup menolong manusia dan mau mendengarkan doa umat-Nya,
tetapi Dia juga bisa membatasi diri-Nya dari menolong dan mendengarkan kalau umat-Nya tidak berjalan dalam kehendak-Nya (lihat Mazmur
66:18; Yakobus 4:2-3). Bagi Tuhan, yang terutama adalah agar umat-Nya
menjadi serupa dengan gambar Putra Tunggal-Nya, Yesus Kristus. Tuhan
menginginkan agar manusia selalu mengutamakan hubungan dan ketaatan kepada-Nya karena hubungan dan ketaatan itulah yang membuat
manusia mengalami pembentukan dari Tuhan. [AMNH]
Yesaya 59:1-2
“Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk
menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam
untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah
antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu,
dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu,
sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.”
54
Kamis
Terang Bagi Bangsa-bangsa
20
Feb
Bacaan Alkitab hari ini: Yesaya 60
Terang merupakan pilihan yang lebih baik daripada kekelaman (agak
gelap) dan kegelapan. Dengan adanya terang, manusia mengetahui apa
yang harus dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya. Di dalam kegelapan, manusia tidak tahu apa yang harus dikerjakan dan bagaimana
mengerjakannya. Dunia yang tertutup kegelapan dan bangsa-bangsa
yang tertutup kekelaman membutuhkan terang yang bersinar. Ketika
terang Tuhan terbit atas umat-Nya dan kemuliaan Tuhan menjadi nyata
atas umat-Nya, maka bangsa-bangsa berduyun-duyun datang berkumpul (60:3-4). Itulah sebabnya Yesaya menegaskan agar umat Tuhan bangkit, karena terang dan kemuliaan Tuhan telah datang atas mereka (60:1).
Manusia membutuhkan terang Tuhan dan umat Tuhan telah mengalami
terang itu. Oleh karena itu, umat Tuhan harus membagikannya kepada
orang-orang yang belum memperoleh terang itu.
Tuhan Yesus menyatakan bahwa orang percaya adalah terang dunia
(Matius 5:14-16). Di satu sisi, hal itu menegaskan status orang percaya
yang telah dijadikan Tuhan sebagai terang dunia. Status itu ada pada
orang percaya bukan karena usaha manusia, tetapi karena tindakan
Allah. Di sisi lain, hal itu menegaskan tanggung jawab orang percaya untuk menerangi dunia melalui perbuatan baiknya (Matius 5:16). Dunia
menjadi tahu kebenaran Tuhan melalui perbuatan baik yang dilakukan
orang percaya. Jika orang percaya tidak menjalankan tugasnya, maka kegelapan tetap menguasai dunia. Dalam semuanya itu, kita perlu selalu
ingat, bahwa bila kita bisa menjalankan tugas sebagai terang dunia, hal
itu hanyalah karena kita memiliki Tuhan, Sumber Terang yang sesungguhnya. Marilah kita memancarkan Terang-Nya kepada dunia ini melalui
kehidupan kita. [AMNH]
Matius 5:16
“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang,
supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik
dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”
55
Jumat
Kabar yang Sungguh Baik
21
Feb
Bacaan Alkitab hari ini: Yesaya 61-62
Keadaan di sekitar kita yang tidak mendukung mungkin sekali membuat
orang percaya sulit bersandar dan berharap kepada Tuhan. Keadaan
seperti itulah yang dihadapi orang Israel pada waktu dibuang dari Tanah Perjanjian. Tidak mudah bagi mereka untuk percaya bahwa Tuhan
akan memulihkan kemegahan mereka sebagai umat pilihan-Nya. Ketika
Tuhan menjanjikan pemulihan dan pembebasan bagi mereka (pasal 61),
keadaan yang mereka lihat tidak mendukung hal tersebut. Akan tetapi
dalam Yesaya 62, Tuhan menegaskan bahwa Dia tidak melupakan umatNya. Kebenaran umat-Nya akan kembali bersinar. Tuhan akan memulihkan umat-Nya kembali karena kasih setia-Nya. Janji-Nya ini akan digenapi dan umat-Nya harus percaya pada Tuhan yang berkuasa atas langit
dan bumi.
Dalam hidup kita sebagai orang percaya, kita pun dihadapkan pada
pergumulan yang serupa dengan orang Israel. Ada banyak janji Tuhan
yang perlu kita pegang walaupun keadaan sekitar mungkin tidak mendukung hal tersebut. Tuhan berjanji untuk memelihara kita sebagai
umat-Nya, tetapi adakalanya pergumulan yang kita hadapi membuat
kita merasa sulit untuk bersandar kepada janji Tuhan tersebut. Dalam
Perjanjian Baru, Tuhan Yesus berjanji bahwa Ia akan datang untuk kedua kalinya. Akan tetapi, Dia belum datang kembali walaupun waktu sudah berjalan sekitar 2000 tahun dari saat janji tersebut diberikan. Saat
menghadapi pergumulan seperti itu, kita perlu bersandar kepada janjiNya dan tetap percaya bahwa Dia tidak lupa akan janji-Nya dan Dia pasti
akan menggenapi janjinya. Penantian terhadap janji Tuhan itu melatih
kita untuk bertekun dan bersabar. [AMNH]
Ulangan 4:31
“Sebab TUHAN, Allahmu, adalah Allah Penyayang,
Ia tidak akan meninggalkan atau memusnahkan engkau
dan Ia tidak akan melupakan perjanjian yang diikrarkan-Nya
dengan sumpah kepada nenek moyangmu.”
56
Sabtu
“TUHAN, Engkaulah Bapa Kami”
22
Feb
Bacaan Alkitab hari ini: Yesaya 63-64
Sapaan Tuhan sebagai Bapa adalah sapaan yang kurang populer dalam
Perjanjian Lama. Dalam Perjanjian Lama, Tuhan menekankan bahwa
diri-Nya harus dihormati, harus ditakuti, dan harus disembah. Selain itu,
dalam pengalaman bangsa Israel yang dibuang ini, Tuhan menegaskan
bahwa diri-Nya tidak boleh diduakan. Hanya Dialah satu-satunya Allah
yang boleh disembah. Akan tetapi, sebenarnya dalam PL pun, Tuhan
menunjukkan bahwa Dia berkenan pada keakraban dengan umatNya. Dalam bacaan hari ini, Nabi Yesaya menyampaikan bahwa Tuhan
berkenan disapa sebagai Bapa (63:16; 64:8) karena Dialah Penebus dan
Pencipta manusia. Kenyataan ini menggambarkan sisi Tuhan yang ingin
berada dekat dengan manusia. Dalam sapaan itu, Tuhan menegaskan
bahwa kita bisa datang mendekat kepada-Nya dengan tidak perlu merasa takut. Seperti itulah Tuhan kita! Di satu sisi, Dia menuntut penghormatan, penyembahan yang penuh dari umat-Nya karena Dia berhak menerima hal itu. Di sisi lain, Dia menebus umat-Nya agar umat-Nya dapat
menikmati kasih-Nya yang berlimpah, sehingga kita bisa memanggil Dia
sebagai “Bapa kami”.
Seringkali kita kurang menikmati keakraban yang Tuhan sediakan
bagi kita. Kita lebih mudah mengingat bahwa Dia adalah Tuhan yang
kudus, yang harus kita hormati. Kita mungkin saja lupa bahwa Dia juga
berkenan bila kita memanggilnya sebagai “Bapa”—sapaan yang menggambarkan hubungan yang akrab dan dekat. Dalam sapaan itu, Tuhan
tetap menuntut penghormatan kita karena Dia tetap berhak untuk dihormati sebagai Bapa. Apakah Anda bisa menikmati keakraban dengan
Tuhan sambil tetap menghormati Dia? [AMNH]
Roma 8:15
“Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan
yang membuat kamu menjadi takut lagi,
tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah.
Oleh Roh itu kita berseru, ‘ya Abba, ya Bapa!’ ”
57
Minggu
Kesabaran Tuhan itu Berbatas
23
Feb
Bacaan Alkitab hari ini: Yesaya 65
Manusia sering beranggapan secara keliru bahwa Tuhan itu panjang sabar dan tidak akan murka pada manusia. Kita menganggap bahwa Tuhan
yang panjang sabar itu tidak mungkin menghukum manusia. Akan tetapi, jelas sekali bahwa bukan demikian maksud dari kepanjangsabaran
Tuhan. Tuhan itu panjang sabar, sehingga Dia memberi kesempatan
demi kesempatan bagi manusia untuk bertobat lebih dari yang dapat
kita bayangkan. Nabi Yesaya menceritakan bagaimana Tuhan menawarkan kepada manusia untuk datang kepada-Nya walaupun jelas bahwa
mereka memberontak dan menempuh jalan yang tidak baik (65:1-2a),
Manusia tetap memilih jalannya sendiri (65:2b-5, 12). Manusia memilih
untuk menyembah kepada berhala dan meremehkan Tuhan. Tentu saja
pantas kalau Tuhan murka terhadap manusia yang tidak menghargai kekudusan-Nya itu (65:6-7). Akan tetapi, dalam kemurkaan-Nya itu, Tuhan
tetap menunjukkan kepanjangsabaran-Nya dengan cara menyediakan
pengampunan bagi manusia yang bersedia untuk datang kembali kepada-Nya (65:9).
Kesabaran Tuhan pada kita adalah nyata. Kita penuh dengan kegagalan dan pelanggaran terhadap firman-Nya. Akan tetapi, Dia terus
memberi pengampunan kepada kita yang menyesali dosa-dosa kita. Dia
selalu memberi kesempatan untuk terjadinya pemulihan hubungan dengan Dia. Di dalam Yesus Kristus, Allah menunjukkan kasih-Nya kepada
kita, agar kita bisa menikmati pengampunan-Nya atas dosa-dosa kita.
Akan tetapi, pengorbanan Yesus Kristus itu juga menunjukkan bahwa
Dia tidak membiarkan dosa di hadapan-Nya. Dia murka dan menghukum dosa itu. Bersyukurlah kita bahwa Tuhan Yesus berkenan menanggung hukuman Allah itu. [AMNH]
1 Yohanes 1:9
“Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil,
sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita
dan menyucikan kita dari segala kejahatan.”
58
Senin
Beritakan Kemuliaan Tuhan
24
Feb
Bacaan Alkitab hari ini: Yesaya 66
Kejahatan bangsa Israel begitu mendukakan hati Tuhan dan membangkitkan murka-Nya. Mereka membunuh manusia, mempersembahkan
darah babi yang diharamkan Tuhan, memuja berhala, menghendaki
dewa kejijikan mereka (66:3-4), melahap daging binatang yang diharamkan (66:17). Semuanya itu mengungkapkan pemberontakan bangsa
Israel terhadap Tuhan dan hukum-hukum-Nya. Akan tetapi, Tuhan memilih orang-orang pilihan untuk memberitakan kemuliaan-Nya. Orangorang pilihan Tuhan ini diutus kepada segala bangsa (66:18-19). Orangorang inilah yang dipakai Tuhan untuk membawa orang-orang percaya
dari segala bangsa berkumpul dan memuliakan nama-Nya. Terhadap
orang yang memberontak, Tuhan menyatakan murka-Nya yang besar,
sehingga mereka binasa (66:15-16, 24). Terhadap umat pilihan-Nya, Dia
menyatakan kasih-Nya yang besar dan mengutus mereka untuk memberitakan kemuliaan-Nya kepada segala bangsa.
Bagi kita yang percaya kepada Yesus Kristus, Tuhan telah menyatakan kemuliaan dan pengampunan-Nya. Dia mengampuni kita dari segala
dosa kita dan kemuliaan-Nya melingkupi umat pilihan-Nya. Akan tetapi,
Dia bukan menyelamatkan kita untuk tinggal diam. Dia memanggil kita
dan mengutus kita untuk pergi kepada segala bangsa untuk memberitakan kemuliaan-Nya di dalam Yesus Kristus. Dia mengutus kita untuk
pergi dan menjadikan segala bangsa menjadi murid Kristus (Matius
28:18-20). Marilah kita setia menjalankan tugas yang diberikan kepada
kita ini! [AMNH]
Matius 28:19-20
“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku
dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu
yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah,
Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.””
59
Menemukan Sukacita dalam Kitab Filipi
J
emaat di kota Filipi dirintis oleh Rasul Paulus saat ia mengadakan perjalanan misi yang kedua. Walaupun panggilan Allah bagi Rasul Paulus
untuk memberitakan Injil ke wilayah Makedonia amat jelas, tidak berarti
bahwa pelayanan itu mudah dan tanpa hambatan. Di Filipi—yaitu kota
pertama di Makedonia yang dikunjungi oleh Rasul Paulus—Rasul Paulus
harus masuk ke penjara karena digugat oleh orang-orang yang merasa
dirugikan oleh pelayanannya. Di Tesalonika—yaitu kota kedua di Makedonia—Rasul Paulus harus melarikan diri ke kota Berea karena orang-orang
Yahudi yang tidak menyukai keberhasilan pelayanannya hendak menyelenggarakan pengadilan rakyat untuk menghakimi Rasul Paulus dan tim
pelayanannya (Kisah Para Rasul 16:9-10; 16:16-24; 17:5). Dalam 2 Korintus
11:23-28, Rasul Paulus menguraikan garis besar penderitaan yang ia alami
dalam pelayanannya, termasuk penderitaan yang disebabkan karena ia
berkali-kali dimasukkan ke dalam penjara. Dalam Kisah Para Rasul, selain diuraikan mengenai pemenjaraan yang dia alami di kota Filipi, diuraikan pula bahwa Rasul Paulus dipenjarakan selama dua tahun di kota
Kaisarea (23:33; 24:27) serta menjadi tahanan rumah selama dua tahun di
kota Roma (28:16, 30). Menurut tradisi, setelah dibebaskan dari tahanan
rumah di kota Roma, Rasul Paulus masih terus melakukan perjalanan misi,
dan akhirnya kembali dipenjarakan di kota Roma.
Saat menulis Surat Filipi, Rasul Paulus sedang berada dalam penjara
(sebagai tahanan rumah) di kota Roma. Yang menarik, dalam surat Filipi
bertaburan kata-kata sukacita, baik itu berupa perintah langsung kepada
jemaat ataupun ungkapan pribadi atas jemaat. Penjara tidak dapat menahan sukacita yang sejati di dalam Kristus. Sukacita itu timbul karena keyakinan yang pasti akan kasih dan karya Kristus dalam hidupnya dan dalam
hidup jemaat yang ia kasihi, sehingga tidak dapat dilenyapkan oleh pengalaman pahit maupun oleh berbagai masalah yang timbul dalam jemaat
yang ia layani.
Jemaat Filipi sendiri sedang mengalami cukup banyak masalah. Dari
luar, seperti yang dialami Rasul Paulus, mereka berada di bawah tekanan
Kaisar Nero dan terancam pemenjaraan sebagai pengikut Kristus. Dari
dalam, mereka menghadapi perpecahan dan pelayan palsu. Kunci sukacita Rasul Paulus tercermin dalam perkataannya, “Akan hal ini aku yakin
sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu,
akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.” (1:6).
Sukacita Rasul Paulus itu juga tersedia bagi diri Anda! [MN/P]
60
Selasa
Bersyukur untuk Hal Terpenting
25
Feb
Bacaan Alkitab hari ini: Filipi 1
Jemaat di Filipi memiliki tempat yang khusus di hati Rasul Paulus. Seperti batu karang yang kokoh, jemaat Filipi tidak bergeser di tengah-tengah
derasnya terpaan tekanan yang dihadapi dari luar dan dari dalam. Oleh
karena itu, Rasul Paulus mengucap syukur kepada Allah atas jemaat Filipi karena kesetiaan yang mereka tunjukkan (1:3-5), bahkan Rasul Paulus
meminta kepada Allah untuk terus menambahkan kepada jemaat Filipi
pengenalan yang benar akan Allah supaya hidup mereka suci dan tak
bercacat di hadapan Allah.
Kita harus bersyukur ketika mendapat promosi (kenaikan jabatan) di
tempat kerja. Kita pasti bersukacita atas kelahiran anak dan cucu kita
dan menunjukkan sukacita yang sama waktu anak dan cucu tetangga
lahir. Kita bersyukur atas makanan yang Tuhan sediakan setiap hari. Kita
bersyukur untuk perjalanan yang Tuhan sertai. Kita harus berdoa agar
orang tua dan anak-anak kita diberkati dan diberi kesehatan. Kita meminta agar Tuhan mengaruniakan kecerdasan kepada anak-anak kita
supaya pendidikan mereka baik. Banyak hal yang harus kita syukuri. Banyak hal yang di dalamnya kita bisa bersukacita. Banyak hal yang kita
minta kepada Tuhan karena kita menganggap bahwa permintaan itu sangat penting. Sekalipun demikian, jangan lupakan yang paling penting.
Kita harus meminta dengan sungguh-sungguh, bersyukur dengan segenap hati, dan dipenuhi dengan sukacita yang melimpah untuk kesetiaan,
keteguhan, ketetapan dan kemantapan hati dalam persekutuan dengan
berita Injil, yaitu Kristus sendiri karena hanya di dalam Dia kita beroleh
hidup. Tuhan Yesus mengatakan dalam Matius 16:26, “Apa gunanya
seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan
apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?” [MN]
Filipi 1:5
“Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam
Berita Injil mulai dari hari pertama sampai sekarang ini.”
61
Rabu
Rendah Hati Seperti Kristus
26
Feb
Bacaan Alkitab hari ini: Filipi 2
Walaupun jemaat di Filipi setia di dalam persekutuan dengan Berita Injil,
bukan berarti bahwa mereka bebas dari masalah. Terkadang kerinduan akan hal rohani tidak diimbangi dengan kerinduan terhadap kedewasaan karakter. Jemaat Filipi diperhadapkan dengan kenyataan adanya
orang-orang yang kurang atau mungkin tidak dapat menahan diri untuk
tidak mementingkan diri sendiri. Ada orang-orang yang punya agenda
pribadi di dalam jemaat (2:3-4). Mereka dinasehati oleh Rasul Paulus
agar menganggap orang lain lebih utama daripada dirinya sendiri. Kemungkinan, hal itu pula yang menjadi nasihat Rasul Paulus kepada Euodia dan Sintikhe (4:2).
Pada umumnya, orang yang menjadi semakin berkuasa, semakin
kaya, semakin populer, atau semakin berpengaruh akan semakin sulit
merendahkan hati, apalagi merendahkan diri. Sifat ingin dihormati, ingin
didengar, ingin dituruti kemauannya menempati porsi yang semakin besar dalam diri seseorang. Merupakan suatu yang Ironis bahwa berkat
yang ditanggapi secara keliru bisa berubah menjadi seperti kutuk. Pada
dasarnya, setiap orang memiliki potensi untuk meninggikan diri, bahkan
sekalipun tidak ada prestasi apa pun yang telah ia raih. Tidak mengherankan bahwa jika gereja dipenuhi dengan orang-orang seperti itu, pelayanan akan terhambat karena gereja akan sibuk membereskan masalah perpecahan yang tidak terjadi jika setiap orang belajar meneladani
kerendahhatian Kristus. Hal yang sama juga berlaku di dalam keluarga,
di perusahaan, di kampus, di sekolah, maupun di tengah masyarakat.
Kerendahhatian sangat penting dalam kehidupan bersama. [MN]
Filipi 2:5-8
“Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam
rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai
milik yang harus dipertahankan… Ia telah merendahkan diri-Nya dan
taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.”
62
Kamis
Mengarahkan Pandangan
27
Feb
Bacaan Alkitab hari ini: Filipi 3
Sikap “menaruh percaya pada hal-hal lahiriah” nampaknya mempesona
sebagian anggota jemaat di Filipi. Kondisi ini sudah sedemikian kritis,
sehingga Rasul Paulus merasa perlu memberikan penjelasan dengan
membandingkan dirinya yang lama dan segala yang telah ia capai dengan apa yang paling penting bagi dirinya sekarang setelah ia menjadi
murid Kristus. Bagi Rasul Paulus, hal-hal lahiriah membuat dirinya rugi
karena hal-hal itu menghambat pengenalannya akan Kristus. Ia tahu
bahwa agar dia bisa “memperoleh” Kristus, ia harus melepaskan—bahkan menganggap sebagai sampah—hal-hal lahiriah itu. Kebanggaan sebagai orang Yahudi dari suku Benyamin—orang Ibrani asli, “kedewasaan
rohani” dalam menerapkan hukum Taurat, reputasi sebagai penegak hukum Taurat—yaitu dengan menganiaya para pengikut Kristus—adalah
sebagian sampah yang harus dibuang oleh Rasul Paulus.
Posisi, prestasi, reputasi, bahkan koneksi, penting dalam pandangan manusia, bahkan pakaian dan gadget yang kita miliki menentukan
penilaian orang terhadap diri kita, orang-orang Kristen, sehingga tidak
mengherankan bila perbedaan kita dengan mereka yang belum mengenal Tuhan menjadi terlihat samar-samar. Pengetahuan, keahlian,
kekayaan, dan pengalaman merupakan modal penting untuk menjalani
hidup ini, tetapi semua itu bersifat sementara atau bersifat sekunder.
Penjelasan ini bukanlah dimaksudkan agar kita meninggalkan semua
hal itu, tetapi agar kita tidak mengutamakan hal-hal lahiriah, melainkan
agar kita mengarahkan diri kepada apa yang di hadapan kita, yaitu kepada tujuan untuk memperoleh hadiah berupa panggilan sorgawi dari
Allah dalam Kristus Yesus (3:13-14). [MN]
Filipi 3:10-11
“Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya
dan persekutuan dalam penderitaan-Nya,
di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,
supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.”
63
Jumat
Andalkan Sang Sumber
28
Feb
Bacaan Alkitab hari ini: Filipi 4
Salah satu kunci keberhasilan Rasul Paulus dalam pelayanan yang Tuhan
percayakan kepadanya adalah soal integritas, khususnya menyangkut
uang atau materi. Meskipun ia mengalami kesusahan (4:14), ia tidak
mengemis kepada jemaat Filipi. Setelah jemaat Filipi mengetahui bahwa
Rasul Paulus sedang dalam kesulitan pun, Rasul Paulus tidak mendesak
mereka untuk segera mengirimkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan pribadinya. Ia tetap bersandar sepenuhnya kepada Tuhan, walaupun
sebenarnya ada sumber-sumber yang bisa ia andalkan. Bisa saja Rasul
Paulus—atas nama pelayanan—memanipulasi kepercayaan dan kedekatan yang ia miliki dengan jemaat Filipi. Sebaliknya, ia menunggu—dan
kita percaya bahwa ia pasti berdoa. Ia membiarkan Tuhan yang menggerakkan hati jemaat Filipi untuk menyokong pelayanan Rasul Paulus.
Dengan memberi, jemaat Filipi telah menyimpan harta di surga (bandingkan 4:17 dengan Matius 6:20).
Pelayanan kita adalah pelayanan Tuhan. Bila Tuhan mempercayakan
suatu pelayanan kepada kita, Ia akan bertanggung jawab untuk membuat pelayanan itu berhasil. Sayangnya, sebagian orang yang dipercaya
Tuhan untuk melayani kadang-kadang merasa terlalu bertanggung jawab
sehingga merasa bersalah kalau pelayanan itu “tidak jalan”. Akibatnya,
kalau pelayanan itu dihadang oleh kesulitan. kita mudah tergoda untuk mengandalkan sumber-sumber yang kelihatan, bukan mengandalkan Sang Pemberi sumber-sumber itu sendiri. Akibat yang lebih parah
adalah bila kita secara tidak sadar mulai memakai cara-cara duniawi
demi suksesnya pelayanan rohani yang kita jalani. Saat kita menghadapi
keadaan yang seperti jalan buntu, iman kita diuji. Ingatlah janji Tuhan,
“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu....” (Matius 7:7) [MN/P]
Filipi 4:11, 13
“… aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan…
Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia
yang memberi kekuatan kepadaku.”
64
DAFTAR GEREJA SINODE GKY
GKY BALIKPAPAN
- 25 Agustus 1996 Jl. Mayjen Sutoyo RT 44 No. 1A (Depan Radar AURI-Gunung Malang), Balikpapan 76113.
Telp. (0542) 441008. Fax (0542) 441108.
Kebaktian Umum I, II : Minggu, Pk. 09.00, 17.00
GKY BANDAR LAMPUNG
- 30 Maret 2008 Hotel Grand Anugerah, Jl. Raden Intan No. 132, Bandar Lampung. Telp. (0721) 472474.
Sekretariat : Perum Aman Jaya, Jl. Slamet Riyadi Blok A No.15, Teluk Betung 35228.
Telp. (0721) 472474.
Kebaktian Umum I : Minggu, Pk. 08.00
- 20 Mei 2012 GKY BENGKULU
Jl.Ahmad Yani no.15, Bengkulu.
Kebaktian Umum: Minggu, Pk.17.00
GKY BUMI SERPONG DAMAI
- 7 Februari 1993 Nusa Loka Blok E-8 No. 7, Sektor 14, Serpong, Tangerang 15330.
Telp. (021) 5382274, 5383577. Fax (021) 5381942.
Kebaktian Umum I, II & IV, III : Minggu, Pk. 07.00, 09.30, 17.00
GKY CIBUBUR
- 22 September 2006 Sentra Eropa Blok A No. 18, Kota Wisata Cibubur, Jakarta 16967. Telp. (021) 84931120.
Kebaktian Umum I, II : Minggu, Pk. 07.30, 10.00
GKY CIMONE
- 11 September 1983 Cimone Mas Permai I, Jl. Jawa No. 11A, Tangerang 15114. Telp. (021) 5525727.
Fax (021) 55794389.
Kebaktian Umum I, II, III : Minggu, Pk. 07.30, 10.00, 17.00
GKY CITRA GARDEN
- 27 November 1994 Jl. Citra Garden II Blok O9 No. 1, Jakarta 11830. Telp. (021) 5453529, 54398490.
Fax (021) 54398093.
Kebaktian Umum I, II, III, IV : Minggu, Pk. 06.30, 08.00, 10.30, 17.00
GKY GADING SERPONG
- 19 Desember 2010 Ruko L Agricola Blok B8-10, Paramount Serpong, Tangerang 15810.
Telp. (021) 29429531. Fax (021) 29429532.
Kebaktian Umum I, II, III : Minggu, Pk. 07.30, 09.30, 17.00
GKY GERENDENG
- 24 Agustus 1986 Jl. Pos Gerendeng I, Tangerang 15113. Telp. (021) 5523925. Fax (021) 5589182.
Kebaktian Umum I, II : Minggu, Pk. 07.30, 09.30
GKY GREEN VILLE
- 4 Januari 1981 Green Ville Blok AZ No. 1, Jakarta 11510. Telp. (021) 5605586 (Hunting). Fax (021) 5659353
Kebaktian Umum I, II, III : Minggu, Pk. 07.30, 10.00, 17.00
English Worship Service : Minggu, Pk. 10.00
GKY GUANGZHOU
Zion Church (Lantai 2), Ren Ming Zhong Lu No. 392, Guangzhou. Stasiun MTR Ximenkou
Exit A. Mobile : +8613570099579.
Kebaktian Umum I : Minggu, Pk. 16.00
GKY KARAWACI - 10 April 2005 Gedung Dynaplast Lt. 8, Jl. M.H. Thamrin No. 1, Lippo Village, Karawaci 15811.
Telp. (021) 93823230
Kebaktian Umum I, II, III : Minggu, Pk.07.30, Pk. 10.00, 17.00
GKY KEBAYORAN BARU
- 26 April 1998 Jl. Kebayoran Baru No. 79, Jakarta 12120. Telp. (021) 72792735. Fax (021) 72793017.
Kebaktian Umum I, II : Minggu, Pk. 07.30, 10.00
GKY KELAPA GADING
- 6 Juni 1993 Jl. Boulevard Raya Blok TB II No. 1-4, Jakarta 14240. Telp. (021) 4520563-64
Kebaktian Umum I, II, III : Minggu, Pk. 07.00, 09.30, 17.00
66
GKY KUTA BALI
- 5 Juli 1998 Jl. Sunset Road, Dewi Sri II, Kuta-Bali 80361. Telp. (0361) 488126, 7440078.
Kebaktian Umum I, II, III : Minggu, Pk. 08.00, 10.00, 18.00
GKY LUBUK LINGGAU
- 30 November 1997 Jl. Bukit Barisan 13, Lubuk Linggau 31622. Telp. (0733) 323989.
Kebaktian Umum I, II : Minggu, Pk. 08.00, 17.00
GKY MAKASSAR - 3 Oktober 1993 Jl. Andalas 57-59, Makassar 90517. Telp. (0411) 3652424, 3652526, 3624466.
Fax (0411) 3652444.
Kebaktian Umum I, II, III : Minggu, Pk. 07.30, 10.00, 18.00
GKY MANGGA BESAR
- 3 Juni 1945 Jl. Mangga Besar I No. 74, Jakarta 11180. Telp. (021) 6399585. Fax (021) 6499261.
Kebaktian Umum I, II, III : Minggu, Pk. 07.00, 09.30, 17.00
English Worship Service : Minggu, Pk. 09.30
GKY MEDAN
- 10 November 2006 -
Jl. Thamrin No. 53 No. 13, Medan 20232. Telp. (061) 4550678. Fax (061) 4550677.
Kebaktian Umum I, II : Minggu, Pk. 08.00, 10.30
GKY MUARA BARU
- 1 Januari 1995 Jl. Pluit Raya Selatan, Ruko Grand Pluit Mall Blok B No.7-8, Muara Baru, Jakarta 14450. Telp. (021) 6613711
Kebaktian Umum I : Minggu, Pk. 10.00
GKY NIAS
- 18 Juli 2010 Jl. Baluse No. 6, Km 2,5 Simpang Megahill, Gunung Sitoli, Nias 22815. Telp. (0639) 21253.
Kebaktian Umum I : Minggu, Pk. 09.00
GKY PALEMBANG
- 22 Juli 1984 Jl. Krakatau 445/129, Palembang 30125. Telp. (0711) 314037. Fax (0711) 350476.
Kebaktian Umum I, II, III : Minggu, Pk. 07.30, 10.00, 17.00
GKY PALOPO
- 12 Juni 1995 Jl. Durian 79, Palopo 91921. Telp. (0471) 22201.
Kebaktian Umum I, II : Minggu, Pk. 08.00, 17.00
GKY PAMULANG
- 14 Februari 1993 Jl. Reny Jaya Blok S-IV/15, Pamulang, Tangerang 15416. Telp. (021) 7434179.
Kebaktian Umum I, II : Minggu, Pk. 08.00, 17.00
GKY PANTAI INDAH KAPUK
- 8 Februari 2009 Jl. Pantai Indah Selatan II Blok V No. 1C, Pantai Indah Kapuk, Jakarta 14460.Telp. (021) 33393737.
Kebaktian Umum I, II : Minggu, Pk. 07.30, 10.00,
GKY PEKANBARU
- 15 Januari 2006 Jl. Tuanku Tambusai, Komp. Puri Nangka Sari F10-11, Pekanbaru 28000.
Telp. (0761) 571132. Fax (0761) 571142.
Kebaktian Umum I, II : Minggu, Pk. 08.00, 10.00
GKY PLUIT
- 13 Januari 1974 Jl. Pluit Permai Dalam I No. 9, Jakarta 14450. Telp. (021) 6696826. Fax (021) 6621312.
Kebaktian Umum I, II, III : Minggu, Pk. 07.00, 09.30, 17.00
GKY PONTIANAK
- 18 November 2007 Komp. Ruko Ahmad Yani, Sentra Bisnis Megamal G21-22, Pontianak 78124.
Telp. (0561) 743930. Fax (0561) 743931. Kebaktian Umum Minggu, Pk.10.00
GKY PURI INDAH
- 6 Oktober 1991 Jl. Kembang Elok VI Blok I No. 9, Jakarta 11610. Telp. (021) 58300321 (hunting). Fax (021) 58300320.
Kebaktian Umum I, II, III, IV : Minggu, Pk. 06.30, 08.00, 10.30, 17.00
GKY SIANTAN
- 29 September 1996 Jl. Gusti Situt Machmud Gg. Selat Karimata II Blok G No.7-8, Pontianak 78242, Telp. (0561) 885897
Kebaktian Umum I, II : Minggu, Pk. 08.00, 17.00
GKY SINGAPURA
- 29 Jun 2008 Grace (Singapore Chinese Christian) Church, 14 Queen Street, nearest MRT: Bras Basah MRT, Singapore
188536. Mobile : +65 9761 0900
- Kebaktian Umum I: Minggu, Pk.10.00.
Le Danz, 222 Queen Street #01-01/02, Singapore 188550.
- Kebaktian Umum II: Minggu, Pk.14.30.
Grace (Singapore Chinese Christian) Church, 14 Queen Street, nearest MRT: Bras Basah MRT, Singapore
188536. Mobile : +65 9761 0900
67
GKY SUNTER
- 13 Juli 1986 Jl. Metro Kencana VI Blok Q No.43, Jakarta 14350. Telp. (021) 65831877. Fax (021) 65831871.
Kebaktian Umum I, II & IV, III : Minggu, Pk. 07.30, 10.00, 17.00
GKY SURABAYA
- 4 November 2007 Jl. Pemuda 19-21, Grand Surabaya Hotel (Ex Garden Hotel Lama), sebelah Bank Mandiri, depan Wisma BII,
Surabaya. Telp. (031) 5995399
Kebaktian Umum I : Minggu, Pk. 09.00
GKY SYDNEY
- 8 Maret 2009 UTS Haymarket CM05C.01.31 (Building 5C, Level 1, Lecture Theatre 31), 31 Quay Street - Haymarket
(di sebelah pintu masuk Market City parking). Sydney, Australia, NSW 2000.
Mobile : +61 0425888915. Home : +61 0280655180
Kebaktian Umum I, II : Minggu, Pk. 09.00, 11.00
GKY TELUK GONG - 2 November 1986 Jl. Teluk Gong Raya No.1, Jakarta 14450. Telp. (021) 6613422/23. Fax (021) 6680882.
Kebaktian Umum I, II, III : Minggu, Pk. 07.30, 10.00, 17.00
GKY VILLA TANGERANG INDAH
- 25 Desember 1994 Villa Tangerang Indah Blok EF 1 No. 2-4, Tangerang 15132. Telp. (021) 5513267. Fax (021) 5532852.
Kebaktian Umum I, II : Minggu, Pk. 07.30, 18.00
GKY YOGYAKARTA
- 15 September 1996 Auditorium Sekolah Bhinneka Tunggal Ika, Jl. Kranggan No. 11A, Yogyakarta 55233.
Sekretariat : Jl. Kranggan No. 7, Yogyakarta 55233. Telp. (0274) 7110147. Fax (0274) 6415509.
Kebaktian Umum I, II, III : Minggu, Pk. 07.30, 10.00, 17.00
68
Download