ANALISIS PENERAPAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI PADA BADAN

advertisement
ANALISIS PENERAPAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI PADA BADAN
KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA NASIONAL
Abdul Qohar Hutabarat
Ari Sugiarto
Bambang Ardinata
Jurusan Teknik Informatika
STMIK PalComTech Palembang
Abstrak
VoIP (Voice over Internet Protocol) adalah komunikasi suara jarak jauh yang digunakan
melalui jaringan IP. Penelitian ini dirancang sistem komunikasi dengan menggunakan
teknologi berbasis VoIP. Komunikasi adalah sebuah kegiatan dimana dua belah pihak atau
lebih saling bertukar informasi, baik secara langsung ataupun tidak langsung melalui media.
Alat atau aplikasi yang digunakan untuk berkomunikasi adalah X-Lite, Aplikasi X-Lite
digunakan dengan tujuan agar lebih memudahkan dalam sistem komunikasi. Kemudian
sistem operasi yang digunakan adalah VoIP yang dimana program VoIP adalah
menggunakan Briker yang bekerja pada Operating System Linux.
Setelah proses
penginstalan Briker pada komputer dilakukan analisis kemudian diterapkan. Kemudian
hardware yang digunakan untuk pemanggilan adalah headset, dimna headset tersebut dapat
menghasilkan suara. Kemudian Biaya implementasi jaringan dan teknologi yang diterapkan
untuk terciptanya jaringan telekomunikasi cukuplah mahal, oleh karena itu biaya dari
komunikasi saat ini yang kita kenal dengan biaya pulsa juga akan menjadi relatif mahal
sehingga proses komunikasi sulit dilakukan. Dengan VoIP Biaya maintenance dapat di tekan
karena voice dan data network terpisah, sehingga IP Phone dapat ditambah, dipindah dan
diubah, karena VoIP dapat dipasang di sembarang ethernet dan IP address. Proses
komunikasi pun dapat berjalan dengan lancar dan penyampaian informasi cepat
tersampaikan, dan penggunaan VoIP pun sangat mudah.
Keyword: Server VoIP, Briker, X-Lite, Headset
PENDAHULUAN
Komunikasi adalah sebuah kegiatan dimana dua belah pihak atau lebih saling bertukar
informasi, baik secara lisan ( langsung) ataupun tidak langsung melalui media. Pada zaman
sekarang ini komunikasi banyak menggunakan handphone. Handphone kita bisa
menggunakan pesan singkat, Short Message Service (SMS). Namun hal itu tidaklah efektif
karena masih menggunakan pulsa yang berbayar.
BKKBN yang merupakan singkatan dari Badan Kependudukan dan Keluarga
Berencana Nasional adalah suatu badan yang mempunyai fokus perhatian untuk
mengupayakan komitmen terhadap keluarga berencana. BKKBN ini memiliki perwakilan di
provinsi Sumatera Selatan. BKKBN yang bermottokan “Dua Anak Lebih Baik”, bukan
berarti lebih dari dua orang anak tidak baik. Keluarga yang mempunyai anak lebih dari dua
orang juga baik tetapi berkualitas, dalam artian kebutuhan anak-anak tersebut dapat
terpenuhi, utamanya kebutuhan primer maupun kebutuhan akan pendidikannya. Strategi
dalam peningkatan keluarga berencana tersebut dilakukan diantaranya adalah sosialisasi,
penyuluhan, penyebaran informasi.
Strategi-strategi yang dapat dilakukan untuk menekan biaya pulsa yang cukup mahal,
maka dengan ini penulis menerapkan teknologi komunikasi dengan perbandingan alat-alat
komunikasi lainnya, dan mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing, diantaranya :
1
Voip, Skype, yahoo messenger, dan telephone parallel. Kelebihan VoIP dibandingkan
aplikasi sejenis seperti skype dan telephone PABX, yaitu penggunaan biaya murah dan
bandwidth yang lebih kecil daripada telepon biasa. Majunya teknologi, penggunaan
bandwidth untuk voice sekarang ini menjadi sangat kecil. Teknik pemampatan data
memungkinkan suara hanya membutuhkan sekitar 8 kbps bandwidth, sedangkan kelemahan
VoIP kualitas suara tidak begitu jernih. Merupakan efek dari kompresi suara dengan
bandwidth kecil maka akan ada penurunan kualitas suara. Kelemahan VoIP Rakyat kualitas
suara tergantung pada server VoIP yang digunakan, bandwidth atau kecepatan akses
internetnya.
LANDASAN TEORI
VoIP
Menurut Sugeng (2008:1) VoIP (Voice over Internet Protocol) didefinisikan sebagai
suatu sistem yang menggunakan jaringan internet untuk mengirimkan data paket suara dari
suatu tempat ke tempat yang lain menggunakan perantara protokol IP. Sehingga perbedaan
VoIP dengan telepon tradisional adalah masalah infrastruktur nya, jika VoIP menggunakan
internet sedangkan telepon tradisional menggunakan infrastruktur telepon yang sudah
dibangun lebih awal. jika dilihat dari perkembangan teknologi komunikasi data, teknologi
komunikasi data sudah semakin andal kualitas media transmisinya. Dalam hal ini, tipe media
transmisi sangatlah penting untuk menentukan awalnya terbentuknya suatu komunikasi,
karena mempengaruhi jumlah maksimum bit (binary bit) yang dapat ditransmisikan (bps).
Ada empat unsur pembentuk jaringan VoIP, yaitu: User Agent, Proxy, Protocol, dan CODEC
(Coder-Decoder).
Wireshark
Menurut Knowledge (2010:33) Wireshark adalah Analisis protokol jaringan suatu
teknik yang digunakan untuk melihat, secara real time, data mentah yang dikirim dan
diterima melalui antarmuka jaringan.
Jaringan
Menurut Waloeya (2012:1), jaringan komputer dapat diartikan sebagai sebuah
rangkaian yang terdiri dari dua atau lebih komputer. Komputer-komputer ini akan
dihubungkan satu sama lain dengan sebuah sistem komunikasi.
Lan
Menurut Hasyim (2008:174), LAN (Local Area Network), adalah sejumlah komputer
yang saling dihubungkan bersama di dalam satu areal tertentu yang tidak begitu luas melalui
media kabel atau gelombang radio (wireless), misalnya dalam satu kantor atau gedung.
Topologi Jaringan
Menurut Madcoms (2011:10), topologi jaringan merupakan gambaran atau pola
hubungan antara komponen-komponen jaringan, yang meliputi komputer server, komputer
client/workstation, hub/switch, pengkabelan, dan komponen jaringan yang lain.
METODE PENELITIAN
Jenis Data
Data primer adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh orang yang melakukan
penelitian atau yang bersangkutan yang memerlukannya. (Hasan, 2003:33).
2
Data primer diperoleh penulis dan dikumpulkan secara langsung dari obyek diteliti
para peneliti yang berupa alat-alat penunjang pembuatan server VoIP. Data primer didapat
oleh penulis melalui kegiatan wawancara dan kuesioner dengan maksud menganalisis dan
menerapkan server VoIP sebagai jaringan komunikasi yang baik.
Data sekunder adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan dari sumber-sumber
yang telah ada. (Hasan, 2003:33). Data sekunder didapat oleh penulis untuk pencarian data
dan mengumpulkan data dan data sekunder diperoleh penulis dari berbagai teori-teori dan
buku-buku arsip serta jurnal yang mendukung dan berkenaan dengan topik yang diangkat
dalam penelitian skripsi, diantaranya menggunakan jurnal-jurnal dari penelitian terdahulu
dengan topik yang berhubungan dengan projek yang dikerjakan. Referensi yang didapat dari
internet dan buku dasar ilmu komputer juga menjadi dasar acuan dalam mengerjakan
penelitian.
Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam projek ini dilakukan dengan kuisioner dan
wawancara. Penelitian ini penulis melakukan wawancara diantaranya kepada: Staff IT, Staff
Adpin, Staff Litbang, Staff Ks, Staff Tata Usaha.
Isi dari wawancara yang dilakukan oleh penulis adalah menanyakan informasi tentang
sistem komunikasi dan penyampaian informasi pada Badan Kependudukan dan Keluarga
Berencana Nasional Provinsi Sumatera Selatan.
Metode ini penulis melakukan wawancara secara langsung aktifitas yang dilakukan
beberapa bagian salah satunya bagian IT pada Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Nasional untuk menjaga data dan informasi yang dibutuhkan staff bagian kantor lainnya. IT
terhadap staff di ruangan kantor lainnya bertanggung jawab atas keamanan dan kenyamanan
data.
Peneliti tahu seberapa bergunanya analisis dan penerapan VoIP yang dibangun oleh
peneliti pada Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, penulis menggunakan
kuesioner.
kuesioner tersebut penulis mampu melihat dan mengetahui grafik seberapa banyak
karyawan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional mau menggunakan VoIP
sebagai alat komunikasi yang mudah.
Alat Pengembangan Sistem
Model proses dalam penelitian ini digambarkan dengan flowchart. Flowchart adalah
penggambaran secara grafik dari langkah-langkah dari urut-urutan prosedur dari suatu
program. Adapun simbol – simbol dari flowchart sebagai berikut:
3
NO
SIMBOL
FUNGSI
1
Terminal, untuk memilai dan mengakhiri suatu
program
2
Input – Output, untuk memasukkan data maupun
menunjukkan hasil dari suatu proses
3
Proses, suatu simbol yang menunjukkan setiap
pengolahan yang dilakukan oleh komputer
4
Decision, suatu kondisi yang akan menghasilkan
beberapa kemungkinan jawaban atau pilihan
5
Simbol untuk output yang ditujukan suatu devisi,
seperti printer, plotter
6
Connecttor, suatu prosedur akan masuk dan keluar
melalui simbol ini dalam lembar yang sama
7
Off Line Connector, merupakan simbol untuk masuk
dan keluarnya suatu prosedur pada lembar kertas yang
lain
8
Untuk menyatakan sekumpulan langkah proses yang
ditulis sebagai prosedur
9
Document merupakan simbol untuk data yang
berbentuk informasi
10
Untuk menyimpan data
11
Preddifired Process suatu simbol untuk menyediakan
tempat-tempat pengolahan data dalam storage
12
Arus atau Flow prosedur yang dapat dilakukan dari
atas kebawah, bawah keatas, dari kiri kekanan, atau
dari kanan kekiri
Gambar 1. Simbol – Simbol Flowchart
4
Teknik Pengembangan Sistem
Teknik pengembangan sistem didapat dari Network development life cycle diantaranya
sebagai berikut :
Gambar 2. Network Development Llife Cycle
Analysis
Tahap awal ini penulis melakukan analisa kebutuhan, analisa permasalahan yang
muncul, analisa keinginan user dan analisa topologi atau jaringan yang sudah ada saat ini.
Metode yang penulis lakukan adalah dengan melakukan wawancara langsung. Penulis
melakukan wawancara kepada staff IT, staff adpin, staff litbang, staff diklat, staff ks, staff
tata usaha. Isi dari wawancara yang dilakukan oleh penulis adalah menyakan informasi
tentang sistem komunikasi dan penyampaian informasi pada Badan Kependudukan dan
Keluarga Berencana Nasional Sumatera Selatan, kemudian menanyakan topologi yang
digunakan dan jenis hardware yang digunakan staff kantor. Pedoman yang bisa menjadi
dalam mencari data pada tahap analysis ini adalah : User atau pengguna yaitu Jumlah user,
kegiatan yang sering dilakukan, Media Hardware dan Software yaitu peralatan yang ada,
status jaringan, ketersediaan data yang dapat di akses dari peralatan, aplikasi software yang
digunakan, data yaitu sistem keamanan yang sudah ada dalam mengamankan data, network
yaitu konfigurasi jaringan, volume trafik jaringan, protocol, monitoring network yang sudah
ada saat ini, harapan dan rencana pengembangan kedepan, perancangan fisik yaitu tata letak,
ruang khusus.
Design
Design ini penulis membuat gambar design topology jaringan interkoneksi yang akan
dibangun. Penulis memberikan mengggambarkan jenis topologinya adalah topologi star
dimana pada gambar tersebut terdapat server VoIP, client,dan pengkabelan.
Simulation Prototype
Bentuk simulasi yang digunakan penulis menggunakan packet tracer untuk melihat
kinerja awal dari network yang akan dibangun. Simulasi yang dilakukan penulis untuk
membantu membangun topologi jaringan yang akan di design.
5
Implementation
Tahapan ini akan memakan waktu lebih lama dari tahapan sebelumnya. Implementasi
networker’s akan menerapkan semua yang telah direncanakan dan di design sebelumnya.
Implementasi merupakan tahapan yang sangat menentukan dari berhasil atau gagalnya
project yang akan dibangun dan ditahap inilah Team Work akan diuji dilapangan untuk
menyelesaikan masalah teknis dan non teknis.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Analisis
Dalam penelitian ini penulis melakukan analisis kebutuhan, analisis analisis
permasalahan, analisis kebutuhan user dan tujuan penelitian yang diuraikan sebagai berikut :
Analisis Kebutuhan Kebutuhan fasilitas VoIP terus bertambah dan kebutuhan ini bisa
dipenuhi dengan adanya perangkat yang mempunyai kualitas dan kestabilan yang baik
dimana tidak semua perangkat karena kurangnya pengetahuan user (pengguna) mengenai
VoIP. Pengguna bisa memaksimalkan fitur yang ada pada VoIP untuk mendapatkan
komunikasi yang baik. kemudian memanfaatkan infrastruktur jaringan yang sudah ada, agar
nanti nya user dapat memaksimalkan komunikasi tersebut.
Analisis permasalahan penulis membahas tentang “menerapkan VoIP pada Badan
Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional Sumatera Selatan”
diantaranya
menginstalasi VoIP, Konfigurasi kerja server VoIP dan Client dalam suatu jaringan LAN.
Layanan yang akan digunakan adalah Call Client to Client, Conference Room, Video Call
Support, layanan tersebut akan di terapkan di ruangan Adpin, Litbang, Diklat, Ks, Tata Usaha
dan menganalisis hasil penerapan VoIP pada Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Nasional Sumatera Selatan.
Analisis kebutuhan user berdasarkan analisis akan ditambahkan sebuah aplikasi yang
memberikan fitur-fitur yang telah disebutkan aplikasi tersebut adalah X-lite, aplikasi ini
intinya akan melakukan pemanggilan berupa suara, video call, send messages. Pemanggilan
harus berada pada jaringan yang terhubung dengan server VoIP dan user harus terdaftar pada
server VoIP.
Simulasi Prototype
Berikut tahap ketiga dari NDLC simulasiPrototype dimana pemanggilan pertama
dilakukan user dengan nama qohar ke user dengan nama bambang. Sebelum melakukan
pemanggilan user, user harus mengisi mengisi nama user pada aplikasi X-lite, begitu juga
dengan user yang lainnya.Kemudian user bisa melakukan pemanggilan. Seperti gambar
dibawah ini.
Gambar 3. Simulasi Prototype
Berikut user dengan nama bambang menerima pemanggilan yang dilakukan oleh user
qohar, pemanggilan user disini dilakukan dengan call, video call. Seperti gambar dibawah ini.
6
Gambar 4. Simulasi Prototype
Simulasi Implementasi
Berikut tahap ke 4 NDLC simulasi implementasi yang dilakukan pada badan
kependudukan berencana nasional. dimana komunikasi tersebut dilakukan langsung oleh staff
badan kependudukan keluarga berencana nasional palembang. Adapun yang perlu di
perlukan dalam pemanggilan adalah Server VoIP, PC/Laptop, kabel UTP, Switch, Router,
aplikasi X-lite dan headset. Pemanggilan user 1 ke user ke 2 tersebut dilakukan dari lantai 2
ke lantai 1 user bisa melakukan call dan video callagar komunikasi dapat berjalan dengan
mudah.
Langkah-Langkah proses installasi Briker 1.4
1. Gambar dibawah merupakan proses installasi paket Briker 1.4.
Gambar 5. Proses instalasi
2. Gambar dibawah merupakan menjalankan database Briker saat selesai instalasi.
Gambar 6. Database brike
7
3. Gambar dibawah , saat login.
Login
: root
Password : Briker
Gambar 7. Login
4. Setelah itu ketik : # Setup seperti gambar dibawah.
Gambar 8. Tampilan Setup
5. Saat muncul seperti gambar dibawah Pilih Device Configuration kemudian tekan enter.
Gambar 9. Device configuration
6. Kemudian pilih Network Confirguration tekan enter. seperti gambar dibawah ini :
Gambar 10. Network configuration
7. Tampilan seperti dibawah ini, lalu pilih eth0 (eth0) – AMD (PCnet32) langsung tekan
enter.
8
Gambar 11. Select A Device
8. Setelah muncul tab Network configuration silakan Centang/CeklisUse DHCP "mencari
ip secara otomatis" dengan tekan Space lalu Ok.
Gambar 12. Network Configuration
9. Setelah muncul gambar seperti dibawah ini silakan pilih Save untuk menyimpan
konfirgurasi.
Gambar 13. Select A Device
10. Kemudian pilih Save & Quit.
Gambar 14. Select Action
9
11. Maka akan muncul seperti gambar dibawah kemudian pilih Quit.
Gambar 15. Choose a Tool
12. Kemudian Restart jaringan dengan perintah : /etc/init.d/network restart. Seperti gambar
dibawah ini.
Gambar 16. Proses merestart
13. Tampilan gambar dibawah melihat ip yaitu dengan perintah # ifconfig , kemudian jika ip
nya masih 127.0.0.1, maka harus di ketikkan ifup eth0, agar ip nya dapat secara otomatis.
Setelah itu ketikkan lagi #ifconfig
Gambar 17. Melihat IP Address
Install X-Lite 4.0
Klik X-Lite 4.0 yang sudah di download.
Maka akan muncul seperti gambar di bawah ini, klik Next untuk melanjutkan prosesinstallasi.
10
Gambar 18. Proses Instalasi X-Lite
Pilih I accept theagreement, untuk menyetujui proses installasi.
Klik Next untuk melanjutkan proses installasi.
Gambar 19. Proses Instalasi X-Lite
Pilih letak folder X-Lite 3.0 akan di install, klik Browse.. untuk memilih letak folder
Klik Next, untuk melanjutkan proses installasi
Gambar 20. Proses Instalasi X-Lite
11
Klik Next, untuk melanjutkan proses installasi
Gambar 21. Proses Instalasi X-Lite
Tunggu proses installasi sampai selesai, dan mucul tombol Finish sepeti gambar di bawah ini
Gambar 22. Proses instalasi x-lite
Berikut gambar di bawah ini user 1 berkomunikasi dengan user ke 2.
Gambar 23. Simulasi Implementasi
12
User ke 2 menerima panggilan yang dilakukan oleh user 2, dimana pemanggilan user disini
dilakukan dengan call, video call. Seperti gambar dibawah ini.
Gambar 24. Simulasi Implementasi
Pembahasan
Pembahasan pada bagian ini penulis akan menguraikan resume terhadap identifikasi
masalah, usulan penyelesaian, hasil implementasi dan pengujian implementasi.
Resume Identifikasi Permasalahan
Berdasarkan rumusan masalah yang telah dipaparkan pada Bab 1, yaitu kurangnya
komunikasi sehingga mengakibatkan lambat nya penyampaian informasi yang diinginkan
oleh perusahaan, kemudian dengan komunikasi juga dapat menekan biaya yang cukup mahal,
maka dengan ini penulis menerapkan teknologi komunikasi VoiP sebagai alat komunikasi
murah, jadi dapat dirangkumkan suatu pernyataan yang menjadi inti dari penelitian ini, yaitu :
“Menerapkan VoIP pada Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional
Sumatera Selatan” diantaranya menginstalasi VoIP, Konfigurasi kerja server VoIP dan
Client dalam suatu jaringan LAN. Layanan yang akan digunakan adalah Call Client to
Client, Conference Room, Video Call Support, layanan tersebut akan di terapkan di ruangan
Adpin, Litbang, Diklat, Ks, Tata Usaha dan menganalisis hasil penerapan VoIP pada Badan
Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional Sumatera Selatan”
Usulan Penyelesaian
Penyelesaian masalah yang diusulkan oleh penulis adalah menggunakan VoiP sebagai
alternatif untuk berkomunikasi yang mudah, dengan adanya VoIP itu sendiri mampu
mengatasi masalah - masalah komunikasi yang ada pada badan kependudukan dan keluarga
berencanan nasional.
Hasil Implementasi dan Pengujian
Berdasarkan hasil implementasi yang dilakukan penulis adalah user mampu
berkomunikasi dengan mudah dengan user lainnya.Kemudian berdasarkan hasil pengujian
yang dilakukan adalah user dapat melakukan pemanggilan ke user lainnya. Pemanggilan yang
dilakukan user dapat berupa call dan video call sehingga dapat dipastikan bahwa komunikasi
dapat lebih mudah dan penyampaian informasi tidak lambat.
Evaluasi
Evaluasi yang dilakukan penulis adalah dengan menggunakan kuesioner, dengan
kuesioner tersebut penulis mampu melihat dan mengetahui grafik seberapa banyak karyawan
badan kependudukan dan keluarga berencana nasional mau menggunakan VoIP sebagai alat
komunikasi yang mudah.
13
Berikut gambar grafik hasil kuisioner VoIP pada Badan Kependudukan dan Keluarga
Berencana Nasional.
Gambar 25. Grafik Hasil Kuisioner
Berdasarkan hasil kuisioner yang penulis ajukan dapat disimpulkan bahwa ada
beberapa kuisioner mendapatkan nilai 100% diantaranya, mengatakan dengan adanya
teknologi komunikasi VoIP menjadi keperluan di instansi BKKBN, dengan teknologi
komunikasi VoIP yang kami terapkan dapat membantu staff bertukar informasi dengan
teman, dengan adanya komunikasi menggunakan VoIP sebagai peningkatan kualitas
komunikasi yang digunakan, dengan adanya komunikasi menggunakan VoIP sebagai
peningkatan kualitas komunikasi yang digunakan.
Kemudian kuisioner yang mendapatkan nilai 100% adalah mendengar dengan jelas
komunikasi dua arah dengan staff lainnya, dan tidak ada kesulitan dalam setting user client
VoIP. Kuisioner yang mendapatkan nilai 88%, dengan adanya Teknologi komunikasi VoIP
menjadi solusi sebagai sarana komunikasi, dengan adanya VoIP pegawai dapat melakukan
komunikasi jarak jauh dengan pegawai lain, tidak membutuhkan perubahan yang banyak
untuk jaringan internal, dengan adanya indikator panggilan masuk sehingga dapat
mengetahui adanya panggilan.
Kemudian kuisioner mendapatkan nilai 63% dengan adanya sarana komunikasi VoIP
menjadi solusi untuk bekerja, dengan adanya pemanfaatan komunikasi VoIP menjadi
kepentingan pribadi, dengan adanya Teknologi komunikasi VoIP menjadi keperluan di
Instansi BKKBN, dengan konfig server VoIP lebih mudah karena settingan server tidak sulit
untuk dipahami, Kemudian kuisioner mendapatkan nilai 50% VoIP tidak membutuhkan
bandwidth yang besar, dengan adanya sarana komunikasi VoIP menjadi solusi untuk
bekerja, dengan konfig server VoIP lebih mudah.
Kuisioner mendapatkan nilai 25% dengan adanya pemanfaatan komunikasi VoIP
menjadi kepentingan pribadi, dengan teknologi komunikasi VoIP mampu memecahkan
masalah, kuisioner mendapatkan nilai 13% dengan adanya Teknologi komunikasi VoIP
menjadi solusi sebagai sarana komunikasi, dengan adanya pemanfaatan komunikasi VoIP
menjadi kepentingan pribadi. maka sistem komunikasi yang sudah dibuat ini sudah sesuai
dengan tujuan yaitu untuk berkomunikasi dan aman untuk digunakan secara real time.
PENUTUP
Komunikasi VoIP memberikan pengguna keuntungan yang dapat diambil diantaranya
adalah dari segi biaya jelas lebih murah, karena jaringan IP bersifat global, biaya
maintenance dapat ditekan karena voice dan data network terpisah, sehingga IP Phone dapat
14
di tambah, dipindah dan diubah. Hal ini karena VoIP dapat dipasang di sembarang ethernet
dan IP address, tidak seperti telepon tradisional yang harus mempunyai port tersendiri di
sentral atau PBX, dari kuesioner yang penulis ajukan bahwa staff pada badan kependudukan
keluarga berencana nasional rata-rata setuju diterapkan nya komunikasi VoIP.
DAFTAR PUSTAKA
Hasyim, M. 2008. Buku Pintar Komputer.Jakarta:KriyaPustaka.
Knowledge, Raf. 2010. Trik Memonitor Jaringan. Jakarta: PT Elexmedia Komputindo.
Madcoms. 2011. Membangun Sistem Jaringan Wireless.Yogyakarta:Andi.
Sugeng, Winarno. 2008. Membangun Telepon Berbasis VoIP. Bandung: Informatika.
Waloeya, Yohan Jati.2012. Seri Belajar Kilat Computer.Yogyakarta:Andi.
15
Download