Pengembangan Model “Regenerative Brake” pada

advertisement
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 2, (2012) ISSN: 2301-9271
1
Pengembangan Model “Regenerative Brake”
pada Sepeda Listrik untuk Menambah Jarak
Tempuh
Oky Bayu Murdianto,dan Prof. Ir. I Nyoman Sutantra, M.Sc., Ph. D.
Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111 Indonesia
e-mail: [email protected]
Perangkat dari pengembangan model rem regeneratif ini
diharapkan dapat menambah jarak tempuh sepeda listrik.
Kemudian dibuat perangkat contohnya dan mengujinya untuk
mengetahui tambahan jarak tempuh serta efisiensi perangkat .
Pada penelitian ini dilakukan percobaan untuk mencari jarak
awal yang ditempuh, pertambahan jarak tempuh setelah adanya
perangkat, dan efisiensi perangkat dari pengereman motor
listrik. Metode yang dilakukan dengan caramenguji motor listrik
tanpa perangkat dan pengujian dengan perangkat. Pengujian
tanpa perangkat digunakan untuk menghitung jarak tempuh
awal dari motor listrik. Pengujian dengan perangkat digunakan
untuk menghitung penambahan jarak tempuh sepeda listrik
paling besar dan efisiensi perangkat perangkat paling besar.
Pengujian ini dilakukan dengan 3 variasi kecepatan sudut, yaitu
20 km/jam, 30 km/jam, dan 40 km/jam serta dilakukan 4 variasi
pengereman yaitu 25%, 50%, 75% dan 100%. Dari penelitian
didapatkan jarak tambahan terbesar dari pengereman dengan
kecepatan awal sudut pengereman 40 km/jam senilai 0,187 km.
sedangkan untuk efisiensi perangkat terbesar terjadi pada
pengereman dengan kecepatan awal pengereman 40 km/jam
sebesar 47,018%.
Kata Kunci :motor hub, sepeda listrik, switching,
regenerative brake
I. PENDAHULUAN
M
inyak bumi merupakan sumber daya alam yang tidak
dapat diperbaharui. Karena jumlahnya yang semakin
sedikit, maka manusia dituntut untuk mencari alternatif
energi yang dapat menggantikan minyak bumi. Pada
perkembangan dunia teknologi, khususnya otomotif, mulai
bermunculan kendaraan-kendaraan dengan sumber energi
alternatif, salah satunya adalah sepeda listrik. Sepeda listrik
ini menggunakan penggerak motor listrik (sebagai pengganti
motor bakar) dan baterai sebagai sumber energi (sebagai
pengganti bahan bakar). Namun sepeda listrik ini memiliki
keterbatasan, yaitu saat baterai habis (motor tidak dapat
berputar lagi) sepeda listrik tidak dapat berjalan. Sepeda
listrik ini sendiri memiliki jarak tempuh berkisar 80 km
hingga 90 km sekali jalan dengan kondisi baterai terisi
penuh.
Pada penelitian sebelumnya sudah dilakukan
perancangan suatu teknologi EERS (Electric Energy
Recovery System), berupa perangkat yang berfungsi sebagai
pengganti salah satu piranti pengereman dan dimanfaatkan
untuk mengisi ulang daya pada kendaraan. Prinsipnya
teknologi EERS ini merubah energi mekanik yang terbuang
saat pengereman menjadi energi listrik yang tersimpan pada
baterai.Perangkat ini diharapkan dapat menambah jarak
tempuh kendaraan menggunakan baterai.
Kemudian muncul permasalahan, bagaimana cara untuk
merubah fungsi kendaraan dari menggunakan baterai
menjadi mengisi ulang energi baterai saat pengereman.
Sehingga timbul ide untuk membuat membuat perangkat
contohnya dan mengujinya untuk mengetahui tambahan
jarak tempuh serta efisiensi perangkat tersebut.
Penelitian ini memiliki beberapa tujuan yang ingin
dicapai. Tujuan umumnya yaitu membuat model umum dari
aplikasi perangkat EERS pada sepeda listrik, serta dari hasil
dapat dilihat jika perangkat ini diaplikasikan ke sepeda
listrik memberikan pengaruh signifikan atau tidak terhadap
jarak tempuhnya. Sedangkan tujuan khusus yang ingin
dicapai adalah mengetahui cara kerja dan karakteristik
perangkat pengisi daya, mengetahui pertambahan jarak
tempuh motor hub setelah dipasang perangkat tersebut, dan
mengetahui besar nilai efisiensi perangkat tersebut.
Penelitian ini dilakukan dengan memberikan beberapa
batasan dalam pelaksanaannya, sebagai berikut :
1. Rancangan perangkat hanya dilakukan pada control
braking system.
2. Pada penelitian ini yang diuji adalah motor hub
yang biasa dipakai di sepeda listrik dengan
dipasang penyangga untuk tumpuan perputarannya.
3. Pengujian dilakukan di Laboratorium Otomotif
Teknik Mesin ITS.
4. Massa yang dipakai pada perhitungan adalah massa
motor hub yaitu 14 kg.
Kelebihan perangkat ini dibandingkan penelitian
sebelumnya adalah perbaikan pada sistem switching dari
generator ke aki, sehingga dapat menangkap energi listrik
lebih besar. Perangkat pengisi daya ini terpasang antara
baterai/aki dan motor listrik, salah satu fungsinya adalah
menyesuaikan dan menyetabilkan tegangan yang dihasilkan
motor listrik saat pengereman agar sesuai dan dapat
disimpan oleh baterai/aki. Agar pengalihan fungsi ini
tercapai diperlukan komponen tambahan untuk dihubungkan
dengan motor. Komponen-komponen ini berupa komponen
elektronik biasa, seperti diode, kapasitor, resistor, yang
dirangkai dengan susunan tertentu. Dan rangkaian ini
memiliki massa yang tidak akan berpengaruh pada titik
berat sepeda listrik.
II. TINJAUAN PUSTAKA
A. Definisi KERS
KERS adalah singkatan dari Kinetic Energy Recovery
Systems. Teknologi ini adalah teknologi dimana energi yang
terbuang sia-sia dari kendaraan saat melakukan pengereman
akan disimpan, yang kemudian dapat dipakai sebagai
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 2, (2012) ISSN: 2301-9271
penambah tenaga. Cara elektro-mekanis lebih dulu
diusulkan pada tahun 2005. Yaitu dengan cara
menghubungkan satu generator pada poros keluaran dari
engine dengan kapasitor listrik berkapasitas besar. Saat
pembalap menginjak rem, ECU memerintahkan generator
untuk mengangkap energi kinetik berupa putaran poros dan
mengkonversikannya menjadi energi listrik yang disimpan
pada kapasitor. Pada saat berakselerasi, ECU memberikan
perintah ke kapasitor untuk menyalurkan energi yang
tersimpan sebelumnya ke motor untuk berputar. Putaran
motor ini akan menambah tenaga yang berasal dari engine.
2
poros engine dan kali ini putaran flywheel akan membantu
engine untuk berakselerasi.
B. Sistem Pengisian
Sistem Pengisian modern pada kendaraan menjadi
sumber energi listrik untuk seluruh kebutuhan energi listrik
dalam kendaraan selama mesin hidup dan mengisi baterai
supaya baterai siap dipakai saat start mesin dan untuk
menghidupkan beban listrik saat mesin mati. Fungsi utama
dari sistem pengisian adalah menyediakan energi listrik
untuk menghidupkan perlengkapan kelistrikan mobil dan
mengisi baterai agar baterai tetap terisi penuh. Dalam semua
sistem pengisian tegangan diregulasi untuk menjaga baterai
dan komponen-komponen sistem kelistrikan terhadap
tegangan lebih dan arus diregulasi untuk menjaga generator
dari kerusakan.
Gambar. 1. Electro-KINETIC recovery system (Perancangan Electric
Energy Recovery System Pada Sepeda Listrik, Andhika Iffasalam, 2012)
Cara yang full mekanis sering dinamai orang sebagai
Kinetic Energy Recovery System (KERS) atau sistem
pembangkitan kembali energi kinetik. Prinsip kerjanya
hampir sama dengan sistem elektro-mekanis. Bedanya, pada
sistem ini penyimpanan energi kinetik tidak dalam bentuk
energi listrik tetapi tetap berupa energi kinetik yang
tersimpan pada putaran flywheel.
Gambar. 3. Diagram Blok Sistem Pengisian (Modul Sistem Pengisian,
Hengki Mahendra, 2011)
C. Sepeda Listrik
Sepeda listrik adalah sebuah alat transportasi yang
ramah lingkungan, didesain untuk mengurangi emisi dari
kendaraan bahan bakar minyak serta dapat digunakan untuk
sarana rekreasi, fitness dan olahraga lainnya.Sepeda listrik
saat ini semakin didukung keberadaannya karena semakin
mencuatnya isu semakin menipisnya ketersediaan bahan
bakar minyak. Sepeda listrik ini menggunakan tenaga listrik
dari baterai/aki untuk memutar motor kemudian dapat
menggerakkan sepeda tersebut.
Gambar. 4. Beberapa contoh tipe sepeda listrik
(http://infoindonesia.wordpress.com/2008/05/29/sepeda-dan-mobil-listriksolusi-murah-penghematan-bbm/)
Gambar. 2. KERS (Perancangan Electric Energy Recovery System Pada
Sepeda Listrik, Andhika Iffasalam, 2012)
Flywheel adalah roda bermassa besar. Benda bermassa
besar mempunyai momentum yang juga besar yang
mempunyai prinsip dasar yaitu, saat dalam keadaan diam
susah untuk diputar tetapi saat sudah berputar susah untuk
direm. Prinsip ini dimanfaatkan dalam KERS.Saat
pengendara menginjak rem ECU memerintahkan kopling
pada sistem KERS untuk menghubungkan KERS dengan
poros engine. Akibatnya, massa poros engine akan
mengalami perlambatan karena sebagian powernya
digunakan untuk memutar flywheel yang berat. Saat pedal
rem dilepas, KERS terpisah dari poros engine tetapi flywheel
terus berputar. Saat pembalap berakselerasi, ECU bisa
memerintahkan kopling untuk kembali terhubung dengan
D. Prinsip Dasar Motor dan Generator
Pada prinsipnya mesin listrik dapat berlaku sebagai
motor maupun sebagai generator. Perbedaannya hanya
terletak dalam konversi dayanya. Generator adalah suatu
mesin listrik yang mengubah daya masuk mekanik menjadi
daya keluar listrik, sedangkan sebaliknya motor mengubah
daya masuk listrik menjadi daya keluar mekanik. Prinsip
kerja motor dan generator ini nantinya yang akan diuji,
dengan membalik cara kerja motor, agar motor dapat
berperan sebagai generator pada saat pengereman. Pada saat
sakelar ditekan arus listrik dari aki ke motor diputuskan,
sehingga motor berputar tanpa dialiri arus. Pada saat inilah,
motor dimanfaatkan menjadi generator, dengan putarannya
dapat menghasilkan listrik yang nantinya ditangkap oleh aki
dan dapat digunakan kembali.
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 2, (2012) ISSN: 2301-9271
3
dicapai oleh sepeda juga semakin jauh.
E. Perhitungan Energi dari Rancangan EERS pada
Sepeda Listrik
Pada perancangan EERS untuk sepeda listrik yang
dilakukan di tugas akhir sebelumnya, terlebih dahulu akan
dianalisa mengenai perhitungan energi potensial. Energi
potensial didapat melalui percobaan yang dilakukan pada
sebuah jalan dengan kemiringan dan jarak tertentu.
Percobaan ini sendiri dilakukan dengan menggunakan
kendaraan sepeda motor dan seorang pengendara sebagai
pengganti dari kendaraan sepeda listrik yang dikendarai oleh
dua orang. Dilakukan perhitungan energi dan didapatkan
hasil sebagai berikut.
F. Lama Waktu Pengisian dan Pemakaian Arus pada
Baterai, serta Perhitungan Efisiensi Perangkat Pengisi
Daya
Dari beberapa literatur penulis dapat merumuskan
beberapa persamaan sebagai berikut.
𝑑𝑝 =
𝐼𝑑
π›₯𝐼1
π‘‘π‘˜ =
𝐼𝑑
π›₯𝐼2
Dimana :
𝑑𝑝
= lama waktu pengisian baterai (menit)
𝐼𝑑
= kapasitas arus baterai (Ampere)
π›₯𝐼1
= kenaikan arus rata-rata ( Ampere/menit)
Dimana :
π‘‘π‘˜
= lama waktu pemakaian baterai (menit)
π›₯𝐼2
= penurunan arus rata-rata
(Ampere/menit)
1
1
πΌπœ” 2 − πΌπœ”2 2
2 1
2
𝐸𝑙 = 𝑉. 𝐼. 𝑑
𝐸𝑙
× 100%
Θ πœ‚ =
πΈπ‘˜
πΈπ‘˜ =
Gambar. 5. Grafik besar energi vs. kecepatan potensial (Perancangan
Electric Energy Recovery System Pada Sepeda Listrik, Andhika Iffasalam,
2012)
Gambar. 6. Grafik perbandingan lama waktu pengisian dengan kecepatan
penggunaan dan besarnya pengereman potensial (Perancangan Electric
Energy Recovery System Pada Sepeda Listrik, Andhika Iffasalam, 2012)
Pada gambar 6 diatas dapat dijelaskan bahwa grafik
trend semakin turun. Hal ini menandakan bahwa waktu yang
dibutuhkan semakin kecil jika kecepatan semakin rendah
dan pengereman semakin besar. Hal ini disebabkan karena
energi yang diubah menjadi listrik juga lebih banyak.
Dimana :
πΈπ‘˜
= Energi kinetik yang seharusnya diserap
(Watt-hour)
𝐸𝑙
= Energi listrik yang diserap (Watt-hour)
π‘š
= massa motor (kg)
πœ”1
= kecepatan sudut awal pengereman (m/s)
πœ”2
= kecepatan sudut akhir pengereman (m/s)
𝑉
= besar tegangan yang dihasilkan sistem
(volt)
𝐼
= besar arus rata-rata yang dihasilkan
sistem (ampere)
𝑑
= lama waktu pengereman (s)
III. METODE PENELITIAN
A. Model “Regenerative Brake”
Prinsip kerja perangkat ini dapat dijelaskan pada gambar
8 skema di bawah ini.
Grafik Jarak Tambahan (km) terhadap
Kecepatan Awal Pengereman (km/jam)
4.0000
3.5000
3.0000
2.5000
Jarak Tambahan
2.0000
(km)
1.5000
Gambar. 8. Skema Prinsip Kerja Perangkat pada Sepeda Listrik
1.0000
0.5000
0.0000
20
30
38.6
Kecepatan Awal Pengereman (km/jam)
Gambar 7. Grafik Jarak Tambahan terhadap Kecepatan Awal
Pengereman(PengembanganModel “Regenerative Brake” pada Sepeda
Listrik untuk Menambah Jarak Tempuh dengan Variasi Kecepatan ,
Alifiana Buda Trisnaningtyas, 2013)
Gambar 7 di atas menunjukkan tren grafik yang
meningkat. Artinya, dengan kecepatan awal pengereman
yang semakin besar , maka jarak tambahan yang dapat
Saat sepeda listrik melaju, sepeda listrik
menggunakan daya dari baterai untuk menggerakkan motor
listrik. Kemudian saat pengereman, terjadi pemutusan arus
dari baterai ke motor. Motor yang tidak dialiri arus tetap
berputar dan menghasilkan arus listrik yang terhubung
dengan perangkat pengisi daya dan kemudian mengisi
energi pada baterai. Perangkat pengisi daya ini terpasang
antara baterai/aki dan motor listrik, salah satu fungsinya
adalah menyesuaikan dan menyetabilkan tegangan yang
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 2, (2012) ISSN: 2301-9271
4
dihasilkan motor listrik saat pengereman agar sesuai dan
dapat disimpan oleh baterai/aki.
IV. ANALISA DAN PEMBAHASAN
B. Pengujian Motor Tanpa Perangkat Pengisi Daya
Dilakukan pengujian motor tanpa perangkat pengisi
dayauntuk mengetahui berapa besar konsumsi arus oleh
motor listrik jika digunakan dengan variasi kecepatan
tertentu yang kemudian digunakan dalam perhitungan untuk
menghitung jarak tempuh awal..
A. Pengujian Motor Tanpa Perangkat Pengisi Daya
Dari pengujian ini didapatkan data pada tabel 1 sebagai
berikut.
C. Pengujian Motor dengan Perangkat Pengisi Daya
Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui performa
perangkat dan berapa besar arus yang dapat diserap aki serta
waktu pengereman motor listrik setelah dipasang
perangkat.Pengujian ini dilakukan dengan variasi kecepatan
20 km/jam, 30 km/jam, dan 40 km/jam. Perangkat tersebut
kurang lebih memiliki rangkaian sebagai berikut.
Tabel 1.
Data Hasil Percobaantanpa Perangkat Pengisi Daya
Arus yang Diukur (Ampere)
Kecepatan
(km/jam)
Kapasitas Arus Aki
(Ampere)
I0
20
30
40
26
26
26
26
26
26
I1
25,86
25,75
25,69
I2
25,86
25,61
25,69
I3
25,78
25,61
25,44
B. Pengujian Motor dengan Perangkat Pengisi Daya
Dari pengujian ini didapatkan data pada tabel 2 sebagai
berikut.
Gambar. 9. Skema Perangkat Pengisi Daya yang Digunakan Pada
Penelitian Ini
D. Perhitungan Data Percobaan tanpa Perangkat Pengisi
Daya
Perhitungan ini menggunakan data-data dari pengujian
motor tanpa perangkat. Hal ini bertujuan untuk menghitung
dan mengetahui jarak tempuh awal yang dapat ditempuh.
E. Perhitungan Data Percobaan dengan Perangkat
Pengisi Daya
Perhitungan ini menggunakan data-data dari pengujian
motor dengan perangkat. Hal ini bertujuan untuk
menghitung dan mengetahui tambahan jarak yang dapat
ditempuh motor listrik dari energi yang didapatkan dalam
sekali pengereman dengan variasi kecepatan awal
pengereman tertentu.
F. Perhitungan Efisiensi Perangkat
Perhitungan ini menggunakan data-data dari pengujian
motor dengan perangkat. Hal ini bertujuan untuk
menghitung dan mengetahui efisiensi perangkat yang dapat
dicapai dalam sekali pengereman dengan variasi kecepatan
awal pengereman tertentu.
G. Perbandingan Hasil Perhitungan, Pembuatan Grafik,
Pembahasan
Hasil perhitungan disajikan dalam grafik untuk
memudahkan pemberian informasi hasil pengujian,
pembahasan dan kesimpulan.
Tabel 2.
Data Hasil Percobaan dengan Perangkat Pengisi Daya
Rata-rata
Kecepatan
Waktu
Pengisian Arus
Selisih Arus
(km/jam)
Pengereman
(ΔI1)
(Ampere)
(sekon)
V1
V2
(Ampere/menit)
20
0
0,00009
0,92
0,0061
0,000098
0,91
0,000097
0,94
4,99
0,000079
0,74
0,0062
0,000082
0,76
0,000081
0,81
9,99
0,000064
0,42
0,0079
0,000051
0,44
0,000056
0,43
14,99
0,000024
0,45
0,0036
0,000026
0,38
0,000025
0,41
30
0
0,00031
1,11
0,0152
0,00025
0,9
0,00023
1,11
7,49
0,00021
0,87
0,0154
0,00024
0,88
0,00023
0,89
14,99
0,00015
0,46
0,0201
0,00017
0,48
0,00016
0,49
22,48
0,00007
0,58
0,0062
0,00006
0,58
0,00005
0,57
40
0
0,00049
1,46
0,0216
0,00056
1,48
0,00055
1,49
9,99
0,00041
1,45
0,0178
0,00044
1,46
0,00046
1,49
19,99
0,00031
0,52
0,0339
0,00027
0,54
0,00035
0,58
29,98
0,00012
0,59
0,0126
0,00012
0,63
0,00013
0,62
C. Perhitungan Data Percobaan tanpa Perangkat Pengisi
Daya
Dari perhitungan ini didapatkan hasil pada tabel 3
sebagai berikut.
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 2, (2012) ISSN: 2301-9271
5
Tabel 3.
Perhitungan Data Hasil Percobaan tanpa Perangkat Pengisi Daya
Rata-rata Konsumsi
Jarak
Kecepatan
Kapasitas Arus Aki
Arus (ΔI2)
Tempuh
(km/jam)
(Ampere)
(Ampere/menit)
(km)
20
0,073
26
118,00
30
0,130
26
100,00
40
0,187
26
92,86
D. Perhitungan Data Percobaan dengan Perangkat
Pengisi Daya dan Efisiensi Perangkat
Dari perhitungan ini didapatkan hasil pada tabel 4
sebagai berikut.
Tabel 4.
Data Hasil Percobaan dengan Perangkat Pengisi Daya
Kecepatan
Rata-rata
Jarak
Efisiensi
(km/jam)
Pengisian Arus
Tambahan
Perangkat
(ΔI1)
(km)
(%)
V1
V2
(Ampere/menit))
20
0
0,022
0,0019
47,9
4,99
0,018
0,0015
41,83
9,99
0,015
0,0011
37,1
14,99
0,013
0,0004
26,58
30
0
0,015
0,001
42,32
7,49
0,015
0,0008
38,61
14,99
0,012
0,0006
34,07
22,48
0,006
0,0002
21,88
40
0
0,006
0,0004
34,16
9,99
0,006
0,0003
30,96
19,99
0,005
0,0002
27,37
29,98
0,004
0,0001
20,68
E. Grafik dan Pembahasan
Setelah dilakukan perhitungan, hasil disajikan dalam
beberapa grafik dan dibahas.
Gambar.12. Grafik efisiensi (%) terhadap tingkat pengereman (%)
Gambar grafik 12 di atas menunjukkan seiring
bertambahnya kecepatan sudut awal dan tingkat
pengereman, maka semakin besar efisiensi yang dapat
dicapai. Hal ini karena kendaraan bergerak membutuhkan
energi dan akan menghasilkan energi yang besar pula. Jadi
dengan persamaan efisiensi perangkat sebagai berikut.
𝐸𝑙
πœ‚=
π‘₯ 100%
πΈπ‘˜
Semakin signifikan kenaikan energi listrik yang dihasilkan
oleh sistem maka efisiensi yang dihasilkan oleh sistem akan
semakin besar.
Gambar.13. Grafik jarak tambahan (km) terhadap energi listrik pengereman
(kWh)
Gambar grafik 13 di atas menunjukkan kecepatan awal
pengereman yang semakin besar, maka jarak tambahan yang
dapat dicapai oleh sepeda semakin jauh. Kecepatan awal
pengereman yang semakin besar mengakibatkan penurunan
kecepatan yang lebih besar dan membutuhkan waktu
pengereman yang lebih lama, sehingga arus yang mengalir
dan yang tersimpan di aki juga semakin besar dan jarak
yang dapat ditempuh oleh sepeda semakin jauh.
Gambar. 11. Grafik energi listrik yang diserap (kilowatt-hour) terhadap
tingkat pengereman (%)
Gambar grafik 11 di atas menunjukkan seiring
bertambahnya kecepatan awal pengereman dan tingkat
pengereman, maka semakin besar energi listrik yang diserap
oleh aki. Hal ini dapat dijelaskan dari persamaan energi
listrik berikut ini.
𝐸𝑙 = 𝑉. 𝐼. 𝑑
Energi listrik dihitung dari 3 variabel, yaitu tegangan, arus,
dan waktu. Kecepatan awal pengereman yang semakin besar
mengakibatkan pengereman yang lebih lama dan arus yang
dipanen semakin banyak, sedangkan besar tegangan tetap,
yaitu 48 Volt.Sehingga dengan begitu energi listrik yang
diserap aki menjadi semakin besar.
Gambar.14. Grafik jarak tambahan (km) terhadap kecepatan sudut awal
(km/jam)
Dapat kita lihat gambar 14 di atas menunjukkan tren
grafik yang meningkat. Artinya seiring dengan
bertambahnya kecepatan awal sudut, maka semakin besar
pula jarak tambahan yang dapat dicapai. Selain itu juga pada
pengereman yang lebih besar dan tambahan jarak yang lebih
besar. Dengan melihat rumus :
JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 1, No. 2, (2012) ISSN: 2301-9271
1
1
πΌπœ”1 2 − πΌπœ”2 2
2
2
Dengan kecepatan sudut awal yang semakin tinggi
maka akan menghasilkan energi kinetik yang semakin besar.
Sedangkan kecepatan awal yang tinggi arus yang semakin
besar dan menghasilkan energi listrik yang semakin besar.
Dengan pengereman yang semakin tinggi maka akan
menghasilkan energi listrik yang semakin besar. Lalu
dengan melihat rumus :
𝐸𝑙 π‘ π‘–π‘ π‘‘π‘’π‘š
𝑆 π‘ π‘–π‘ π‘‘π‘’π‘š =
. 𝑆 π‘Žπ‘π‘π‘’
𝐸𝑙 π‘Žπ‘π‘π‘’
Semakin tinggi energi listrik yang dihasilkan oleh sistem
maka tambahan jarak yang dihasilkan oleh sistem akan
semakin besar. Dengan menggunakan program SPSS
Predictive Analytics Software didapatkan formula untuk
mencari tambahan jarak, unutk X 1 dan X 2 masing – masing
adalah pengereman (%) dan kecepatan (km/jam) yaitu :
πΈπ‘˜ =
π‘Œ = 0,000011228 X1 + 0,00004823 X2 − 0,001
V. KESIMPULAN
Berikut beberapa kesimpulan yang dapat diambil
dari penelitian ini, yaitu :
1. Pada penelitian ini telah dihasilkan suatu perangkat
control braking system EERS yang dapat melakukan
variasi tingkat pengereman sebesar 25%, 50%, 75%, dan
100% dengan awal kecepatan sebesar 20 km/jam, 30
km/jam, dan 40 km/jam dengan kapasitas menyalurkan
energi hingga 2 ampere dan memiliki dimensi 32 cm x
23 cm .
2. Dari hasil penelitian didapatkan data pengeraman pada
kecepatan 40 km/jam hingga berhenti memerlukan
waktu 1,477 sekon, kecepatan 30 km/jam memerlukan
waktu 1,13 sekon, dan kecepatan 20 km/jam
memerlukan waktu 0,983 sekon.
3. Dari hasil penelitian didapatkan energi listrik yang
ditangkap aki paling besar terjadi pada pengereman
dengan kecepatan sudut awal 40 km/jam dan presentase
pengereman sebesar 100 % sebesar 2,512 Watt-hour dan
yang paling kecil terjadi di kecepatan sudut awal 20
km/jam dan presentase pengereman sebesar 25 %
sebesar 0,065 Watt-hour. Hal ini menandakan bahwa
semakin besar kecepatan awal dan presentase
pengereman maka semakin besar pula energi listrik yang
dapat diserap oleh aki.
4. Dari hasil penelitian didapatkan tambahan jarak paling
besar terjadi pada penyerapan energi listrik = 2,512
Watt-hour sebesar 0,187 km dan yang paling kecil
terjadi pada penyerapan energi listrik = 0,065 Watt-hour
sebesar 0,006 km. Hal ini menandakan bahwa semakin
besar energi listrik yang diserap, maka semakin jauh
pula jarak tambahan yang dapat ditempuh sepeda listrik.
5. Dari hasil penelitian didapatkan tambahan jarak paling
besar terjadi pada pengereman dengan kecepatan sudut
awal 40 km/jam dan presentase pengereman 100%
sebesar 0,187 km dan yang paling kecil terjadi di
kecepatan sudut awal 20 km/jam dan presentase
pengereman 25% sebesar 0,006 km. Hal ini menandakan
bahwa semakin besar kecepatan awal dan presentase
6
pengereman, maka semakin jauh pula jarak tambahan
yang dapat ditempuh sepeda listrik.
6. Dari hasil penelitian didapatkan efisiensi perangkat
paling besar terjadi pada pengereman dengan kecepatan
sudut awal 40 km/jam dan presentase pengereman 100%
sebesar 47,018 % dan yang paling kecil terjadi di
kecepatan awal 20 km/jam dan presentase pengereman
sebesar 11,058 %. Hal ini menandakan bahwa semakin
besar kecepatan awal pengereman, maka semakin besar
efisiensi pada Control Braking System.
VI. SARAN
Beberapa saran yang dapat disampaikan dari
penelitian ini adalah :
1. Sebaiknya dilakukan penyempurnaan pada perangkat ini
mengenai perancangan control braking system yang
terintegrasi dengan throttle, karena setelah menggunakan
perangkat pengisi daya, energy listrik pengereman yang
diambil sedikit dan sebenarnya memiliki energy kinetik
yang lebih besar dan dapat menghasilkan energy listrik
lebih besar.
2. Sebaiknya juga dilakukan penelitian lebih lanjut jika
perangkat diaplikasikan secara langsung pada sepeda
listrik dan pengujian dilakukan di jalan agar hasil yang
diperoleh lebih akurat. Karena berat dari keseluruhan
kendaran dan ditambah dengan berat penumpang
biasanya sangat berpengaruh terhadap energi yang
dipakai untuk menggerakkan kendaraan dan melakukan
pengereman kendaraan. Atau dengan menambahkan
beban yang dapat mencerminkan beban kendaraan.
3. Sebaiknya dilakukan penelitian lebih lanjut untuk
penyempurnaan perangkat ini karena efisiensi perangkat
masih sangat kecil dengan melakukan pengaturan arus
yang keluar dari motor. Diharapkan penelitian
berikutnya dapat meningkatkan efisiensi perangkat
sehingga energi yang tersimpan di aki semakin besar.
UCAPAN TERIMA KASIH
Penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak Prof. Ir.
I Nyoman Sutantra, M.Sc., Ph.D., yang telah membimbing
penyelesaian tugas akhir ini, serta Jurusan Teknik Mesin
ITS Surabaya yang telah memberikan banyak pelajaran
hidup dan keluarga baru yang berharga kepada penulis.
DAFTAR PUSTAKA
[1]
[2]
[3]
[4]
[5]
Sutantra, I.N., dan Sampurno, B. Teknologi Otomotif
edisi kedua.Surabaya:Penerbit Guna Widya. 2009.
Mahendra,Hengki. 2011. Modul Sistem Pengisian.
Padang :Modul Pendidikan Teknik Otomotif Fakultas
Teknik Universitas Negeri Padang.
Iffasalam, Andhika. Perancangan Electric Energy
Recovery System. Surabaya : Tugas Akhir Jurusan
Teknik Mesin S-1 FTI-ITS. 2012.
Zuhal. Dasar Teknik Tenaga Listrik dan Elektronika
Daya. Jakarta :Gramedia. 1988.
Pramudya, Yogi Sahfril. 2012. Pembangkit Listrik
Tenaga Air dengan Menggunakan Dinamo
Sepeda.Depok :Jurnal Penelitian Jurusan Teknik
Elektro Fakultas Teknologi Industri Universitas
Gunadarma.
Download