BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Penelitian Terdahulu Tabel 2.1

advertisement
BAB 2
LANDASAN TEORI
2.1
Penelitian Terdahulu
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu
No
1
Nama Penulis
Maktoba
Judul Penelitian
Hasil Penelitian
Omar, Global brand market- Penelitian
Robert
L.Williams
entry
strategy
Jr, manage
bertujuan
to menyajikan
sebuah
kasus
corporate manajemen
praktis
dari
untuk
untuk
reputasi
perusahaan dalam kaitannya dengan dua
David Lingelbach. reputation.
kelompok
Journal of Product & identitas,
Brand
ini
konsep
dan
:
komunikasi,
kepercayaan
;
dan
Management, komunikasi, identitas, dan image.
Vol.18 Iss:3, pp.177 - Hasil penelitian ini mengidentifikasi
187.
bahwa
kreibilitas
dan
kepercayaan
merupakan elemen penting yang harus
dikelola dan dikomunikasikan untuk
menjaga citra dan reputasi perusahaan.
2
Neonisa, Didier
Pengaruh Komunikasi
Penelitian
ini
Internal Terhadap
mempelajari peran komunikasi dalam
Kepuasan Kerja dalam
meningkatkan kepuasan kerja sumber
Sebuah Organisasi.
daya
manusia
bertujuan
dalam
untuk
organisasi.
Jurnal Humaniora, 02 Penelitian ini menggunakan pendekatan
(01). ISSN 2087-1236, kuantitatif, dan diperoleh hasil bahwa
(2001).
pada umumnya setiap responden merasa
setuju bahwa komunikasi internal telah
berjalan di organisasi dan memberikan
kontribusi terhadap kepuasan kerja.
3
Jessica Novia
Efektivitas
Media Media komunikasi internal yang ada di
9
No
Nama Penulis
Judul Penelitian
Komunikasi
Hasil Penelitian
Internal SMAK Kolese Santo Yusup ada dua
SMAK Kolese Santo yaitu Majalah Padma dan Buletin
Yusup
Cyber, oleh karena itu penelitian ini
JURNAL E-
tertarik untuk mengetahui mana yang
KOMUNIKASI VOL I. lebih efektif dari kedua media internal
NO.1 TAHUN 2013
tersebut. Metode pengumpulan data
pada
penelitian
ini
menggunakan
kuesioner dengan responden sebanyak
100 orang. Sedangkan teknik analisa
data menggunakan statistik deskriptif.
Hasil dari penelitian adalah efektivitas
media
komunikasi
internal
yang
digunakan oleh SMAK Kolese Santo
Yusup dikatakan efektif pada majalah
Padma.
4
Dewi Winarni
Corporate Social
Corporate Social Responsibility dan
Susyanti
Responsibility dan
Internal
Internal Media sebagai
pembentuk citra bagi perusahaan, dan
pembentuk citra
merupakan
publisitas
untuk
perusahaan dibidang
memberikan
pencitraan
kepada
Public Relations.
publiknya. Kegiatan yang dilakukan
;2Vol 9, No.1 (2012)
oleh CSR dan Internal Media dapat
Media
merupakan
alat
dijadikan sebagai
media publisitas dan komunikasi untuk
memberikan pencitraan kepada publik
internal perusahaan, yakni para
pimpinan dan karyawan.
5
Roland K. Yeo, Communicating
Mohamed
Penelitian
ini
bertujuan
untuk
corporate image into mengeksplorasi faktor-faktor yang akan
10
No
Nama Penulis
A.Youssef
Judul Penelitian
Hasil Penelitian
existence: the case of membuat dampak pada citra perusahaan
the
Saudi
industry
banking bank komersial besar di Arab Saudi
Corporate melalui perpsepsi pelanggan langsung.
Communications:
An Penelitian ini mengusulkan cara yang
International Journal, tepat untuk mengukur citra perusahaan
Vol. 15 Iss: 3, pp.263 - di
280
industri
perbankan
di
industri
perbankan Saudi melalui kuesioner yang
diuji
untuk
sekelompok
nasabah
perbankan di tiga kota besar di Arab
Saudi. Hasil penelitian ini menunjukkan
bahwa terdapat tiga faktor signifikan
dalam
mempengaruhi
financial
persepsi
:
prospect
corporate
dan
corporate
management,
communication.
2.2
Komunikasi Massa
2.2.1
Definisi Komunikasi Massa
Menurut Gerbner dalam Ardianto, Komala, dan Karlinah (2012:3) Komunikasi
massa adalah produksi dan distribusi yang berlandasakan teknologi dan lembaga dari arus
pesan yang kontinyu serta paling luas dimiliki orang dalam masyarakat industri.
Sedangkan menurut Josep A.Devito dalam Nurudin (2009:11) adalah pertama,
komunikasi massa adalah komunikasi yang ditujukan kepada massa, kepada khalayak
yang luar biasa banyaknya. Ini tidak berarti bahwa khalayak meliputi seluruh penduduk
atau semua orang yang membaca atau semua orang yang menonton televisi, agaknya ini
tidak berarti pula bahwa khalayak itu besar dan pada umumnya agak sukar untuk
didefinisikan. Kedua, komunikasi massa adalah komunikasi yang disalurkan oleh
pemancar-pemancar yang audio dan atau visual. Komunikasi massa barangkali akan lebih
mudah dan lebih logis bila didefinisikan menurut bentuknya (televise, radio, surat kabar,
majalah, film, buku dan pita).
11
Komunikasi massa menurut Rakmat dalam Ardianto, Komala, dan Karlinah
(2012:6) diartikan sebagai jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah khalayak
yang tersebar, heterogen, dan anonym melalui media cetak atau elektronik sehingga
pesan yang sama diterima secara serentak dan sesaat.
Menurut Susanto dalam Wiryanto (2008:69) komunikasi massa diadopsi dari
istilah Bahasa inggris, mass communication, sebagai kependekan dari mass media
communication (komunikasi media massa). Artinya, komunikasi yang menggunakan
media massa atau komunikasi yang mass mediated. Istilah mass communications atau
commnications diartikan sebagai salurannya, yaitu media massa (mass media) sebagai
kependekan dari media of mass communication.
Berikut beberapa contoh media massa dari paradigma lama dan paradigm baru :
Paradigma Lama
12
Paradigma Baru
Gambar 2.1 Contoh Media Massa
2.2.2
Unsur-Unsur Komunikasi Massa
Komunikasi massa terdiri dari unsur-unsur sumber (source), pesan (message),
saluran (chanel), penerima (receiver), serta efek (effect). Menurut Harlod D.Lasswell
unsur-unsur tersebut untuk memahami komunikasi massa. (Wiryanto:2008:70).
a.
Unsur Who (Sumber atau Komunikan)
Sumber utama dalam komunikasi massa adalah lembaga atau organisasi atau
orang yang bekerja dengan fasilitas lembaga atau organisasi (institutionallied
person). Yang dimaksud dengan institutionalized (lembaga atau organisasi)
adalah perusahaan surat kabar, stasiun radio, televisi, studio film, penerbit
buku atau majalah. Adapun yang dimaksud dengan person adalah redaktur
surat kabar.
b.
Unsur Says what (pesan)
Charles Wright memberikan karakteristik pesan-pesan komunikasi massa
sebagai berikut :
1. Publicly, pesan-pesan komunikasi massa pada umumnya tidak ditujukan
kepada orang per orang secara eksklusif, melainkan bersifat terbuka untuk
umum atau publik. Semua anggota mengetahui bahwa orang lain juga
menerima pesan yang sama, dan disampaikan secara publicly.
2. Rapid, pesan-pesan komunikasi massa dirancang untuk mencapai
audience yang luas dalam waktu yang singkat serta simultan. Pesan-pesan
tersebut dibuat secara massal, tidak seperti fine art yang dapat dinikmati
berabad-abad.
3. Transient, pesan-pesan komunikasi massa umumnya dibuat untuk
memenuhi kebutuhan segera, dikomunikasi “sekali pakai” dan bukan
13
untuk yang tujuan yang bersifat permanen. Namun, untuk buku-buku
perpustakaan, film, transkripsi-transkripsi radio, dan rekaman audio visual
merupakan kekecualian. Hal itu merupakan kebutuhan dokumentasi. Pada
umumnya, pesan-pesan komunikasi massa adalah pesan-pesan yang
expendable. Karena itu, isi media cenderung dirancang secara timely,
supervisial, dan kadang-kadang bersifat sensasional.
c. Unsur In Which Channel (Saluran atau Media)
Unsur ini menyangkut semua peralatan mekanik yang digunakan untuk
menyebar luaskan pesan-pesan komunikasi massa. Tanpa saluran tersebut
pesan yang dikomunikasikan tidak dapat menyebar secara cepat, luas, dan
simultan. Media yang mempunyai kemampuan tersebut adalah surat kabar,
majalah, radio, film, televisi dan media dotcom.
d.
Unsur To Whom (Penerima atau Mass Audience)
Unsur To Whom adalah yang menyangkut sasaran-sasaran komunikasi massa.
Ia adalah orang yang membaca surat kabar, yang membuka halaman-halaman
majalah, yang sedang mendengarkan radio, yang sedang menikmati film di
bioskop atau film televisi, dan orang yang sedang browsing internet.
e.
Unsur With What Effect (Unsur Efek atau Akibat)
Unsur ini sesungguhnya “lekat” pada unsur audience. Efek adalah perubahanperubahan yang terjadi di dalam diri audience sebagai akibat dari keterpaan
pesan-pesan media. Efek diketahui melalui tanggapan khalayak (response
audience) yang digunakan sebagai umpan balik (feed back). Jadi, umpan balik
merupakan sarana untuk mengetahui efek.
2.2.3
Karakteristik Komunikasi Massa
Menurut Ardianto, Komala, dan Karlina (2012:6) karakteristik komunikasi massa
adalah sebagai berikut :
1. Komunikator terlembagakan
Ciri komnikasi yang pertama adalah komunikatornya. Dengan mengingat
kembali pendapat Wright, bahwa komunikasi massa itu melibatkan lembaga,
dan komunikatornya bergerak dalam organisasi yang komplek.
14
2. Pesan Bersifat Umum
Komunikasi massa itu bersifat terbuka, artinya komunikasi massa itu
ditujukan untuk semua orang dan tidak ditujukan untuk sekelompok orang
tertentu. Oleh karenanya pesan komunikasi massa bersifat umum.
3. Komunikannya Anonim dan Heterogen
Dalam komunikasi massa, komunikator tidak mengenal komunikan
(anonim), karena komunikasinya menggunakan media dan tidak tatap muka.
Disamping anonim komunikan komuniasi massa adalah heterogen, karena
terdiri
dari
berbagai
lapisan
masyarakat
yang
berbeda
yang
dapat
dikelompokkan berdasarkan factor : usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan,
latar belakang budaya, agama dan tingkat ekonomi.
4. Media Massa Menimbulkan Keserempakan
Kelebihan komunikasi massa dibandingkan dengan komunikasi lainnya,
adalah jumlah sasaran khalayak atau komunikan yang dicapainya relatif banyak
dan tidak terbatas titik. Bahkan lebih dari itu, komunikan yang banyak tersebut
secara serempak pada waktu yang bersamaan memperoleh pesan yang sama
pula.
5. Komunikasi Mengutamakan Isi Ketimbang Hubungan
Dalam konteks komunikasi massa, komunikator tidak harus selalu kenal
dengan komunikannya, dan sebaliknya. Yang penting, bagaimana seorang
komunikator menyusun pesan secara sistematis, baik, sesuai dengan jenis
medianya, agar komunikannya bisa memahami isi pesan tersebut.
6. Komunikasi Massa Bersifat Satu Arah
Karena komunikasinya melalui media massa, maka komunikator dan
komunikannya tidak dapat melakukan kontak langsung. Komunikator aktif
menyampaikan pesan, komunikan pun aktif menerima pesan, namun diantara
keduanya tidak dapat melakukan dialog sebagaimana halnya terjadi dalam
komunikasi antar personal. Dengan kata lain, komunikasi massa itu bersifat satu
arah.
15
7. Stimulasi Alat Indra Terbatas
Dalam komunikasi massa, stimulasi alat indra bergantung pada jenis
media massa. Pada surat kabar dan majalah, pembaca hanya melihat. Pada
radius siaran dan rekaman auditif, khalayak hanya mendengar, sedangkan pada
media televisi dan film, kita menggunakan indra penglihatan dan pendengaran.
8. Umpan Balik Tertudan (Delayed) dan Tidak Langsung (Indirect)
Dalam komunikasi massa, umpan balik bersifat tidak langsung (indirect)
dan tertunda (delayed). Artinya, komunikator komunikasi massa tidak dapat
dengan segera mengetahui bagaimana reaksi khalayak terhadap pesan yang
disampaikannya. Tanggapan khalayak bisa diterima lewat telepon, email, atau
surat pembaca. Proses penyampaian feedback lewat telepon, email, atau surat
pembaca itu menggambarkan feedback komunikasi massa bersifat indirect.
Sedangkan waktu yang dibutuhkan untuk menggunakan telepon, menulis surat
pembaca, mengirim email itu menunjukkan bahwa feedback komunikasi massa
bersifat tertuda atau delayed.
2.2.4
Fungsi Komunikasi Massa Bagi Masyarakat
Effendi dalam Ardianto, Komala, dan Karlina (2012:18) mengemukakan fungsi
komunikasi massa secara umum adalah :
1. Fungsi Informasi
Fungsi memberikan informasi ini diartikan bahwa media massa adalah penyebar
informasi bagi pembaca, pendengar atau pemirsa. Berbagai informasi
dibutuhkan oleh khalayak media massa yang bersangkutan sesuai dengan
kepentingannya. Khalayak sebagai makhluk sosial akan selalu merasa haus akan
informasi yang terjadi.
2. Fungsi Pendidikan
Media massa merupakan sarana pendidikan bagi khalayaknya (Mass
Education). Karena media massa banyak menyajikan hal-hal yang sifatnya
mendidik. Salah satu cara mendidik yang dilakukan media massa adalah melalui
16
pengajaran nilai, etika, serta aturan-aturan yang berlaku kepada pemirsa atau
pembaca. Media massa melakukannya melalui drama, cerita, diskusi dan artikel.
3. Fungsi Memengaruhi
Fungsi memengaruhi dari media massa secara implisit terdapat pada tajuk atau
editorial, features.
2.2.5
Majalah
Majalah merupakan media yang paling simple organisasinya, relatif lebih mudah
mengelolanya, serta tidak membutuhkan modal yang banyak. Majalah juga dapat
diterbitkan oleh setiap kelompok masyarakat, di mana mereka dapat dengan leluasa dan
luwes menentukan bentuk, jenis, dan sasaran khalayaknya. (Ardianto, Komala, Karlinah :
2012 : 121).
2.2.6
Klasifikasi Majalah
Menurut Dominick dalam Ardianto, Komala, dan Karlinah (2012:121)
menjelasakan lebih spesifik, klasifikasi majalah di bagi dalam 5 kategori utama, yakni :
1. General Consumer Magazine (Majalah konsumen umum)
Konsumen majalah ini siapa saja. Mereka dapat membeli majalah tersebut
disudut-sudut outlet, mall, supermall atau toko buku lokal. Majalah konsumen
umum ini menyajikan informasi tentang produk dan jasa yang diiklankan pada
halaman-halaman tertentu.
2. Business Publication (Majalah Bisnis)
Majalah – majalah bisnis disebut juga thread publication, melayani secara
khusus informasi bisnis, industry atau profesi. Media ini tidak dijual di mall
atau supermall, pembacanya terbatas pada kaum professional atau pelaku bisnis.
Produk – produk yang diiklankan umumnya hanya dibeli oleh organisasi bisnis
atau kaum professional.
3. Literaci reviews and academic journal (kritik sastra dan majalah ilmiah)
Banyak diterbitkan oleh organisasi – organisasi nonprofit, universitas, yayasan,
atau organisasi professional dan kebanyakan tidak menerima iklan.
4. Newsletter (Majalah khusus terbitan berkala)
17
Media ini dipublikasikan dengan bentuk khusus, 4 sampai 8 halaman dengan
perwajahan khusus pula. Media ini didistribusikan secara gratis atau dijual
secara berlangganan.
5. Public Relations Magazines (Majalah Humas)
Majalah PR ini diterbitkan oleh perusahaan, dan dirancang untuk sirkulasi pada
karyawan perusahaan, agen, pelanggan dan pemegang saham. Jenis publikasi
penerbitan ini berbeda sedikit dengan periklanan, kendati menjadi bagian dari
promosi organisasi atau perusahaan yang mensponsori penerbitan.
2.2.7
Media Internal
Menurut Dominick dalam Ardianto, Komala, dan Karlinah (2012:121) salah satu
klasifikasi bentuk majalah adalah Majalah Humas, dimana majalah PR ini diterbitkan
oleh perusahaan, dan dirancang untuk sirkulasi pada karyawan perusahaan, agen,
pelanggan dan pemegang saham. Majalah PR ini merupakan salah satu media untuk
dapat memperoleh hubungan yang baik dengan pihak-pihak internal organisasi dengan
mengupayakan adanya komunikasi internal yang efektif. Tanpa adanya komunikasi
internal yang baik akan sangat sulit untuk sebuah organisasi dapat menjalin hubungan
yang baik dengan pihak internal organisasi. Hubungan yang baik dengan komunitas dan
masyarakat umum, dimulai dengan komunikasi yang baik dengan karyawan. ( Ardianto
:2013:100).
Upaya untuk menjalin komunikasi internal yang baik dalam sebuah organisasi
dapat dilakukan dengan menggunakan media internal. Media internal atau In House
Journal dipergunakan oleh PR/Humas untuk keperluan publikasi atau sebagai sarana
komunikasi yang ditujukan pada kalangan terbatas; sepeti karyawan, relasi bisnis,
nasabah atau konsumen. Biasanya berbentuk : News letter, Magazine, Tabloid, Bulletin,
Company Profile, Annual Report, Prospektus dan lain sebagainya. ( Ruslan:2012:218).
Menurut Frank Jefkins dalam Soemirat dan Ardianto (2012:23 ) terdapat lima
bentuk utama mengenai media internal, yaitu :
a. The salles Bulletin, merupakan bentuk media komunikasi regular antara
manajer penjualan dengan salesmen yang berada di lapangan, dan biasanya
diterbitkan secara mingguan.
18
b.
The Newslatter, merupakan media informasi atau siaran berita yang singkat,
ditujukan kepada para pembaca yang sibuk atau tidak memilii waktu yang
banyak untuk membaca berita terlalu panjang dan rinci.
c. The Magazine, suatu bentuk majalah yang berisikan tulisan feature, artikel,
gambar-gambar dan biasanya diterbitkan berkala secara bulanan atau triwulan.
d. The Tabloid Newspaper, yaitu media yang mirip dengan surat kabar popular
dan berisikan berita-berita pokok, artikel popular yang pendek dan dilengkapi
dengan gambar atau ilustrasi yang menarik pembaca. Biasanya diterbitkan
berkala secara mingguan, bulanan, atau triwulan.
e. The Wall Newspaper, merupakan bentuk media yang sering dipergunakan
sebagai media komunikasi internal Antara karyawan di sebuah perusahaan
besar, pabrik, pusat pertokoan dan hingga rumah sakit.
2.2.8
BULETiN
BINA
NUSANTARA
Group
telah
berhasil
mengembangkan
BINUS
UNIVERSITY menjadi sebuah institusi pendidikan yang dapat diterima dan berharga
tidak hanya bagi seluruh rakyat Indonesia dari semua lapisan masyarakat secara
keseluruhan, tetapi juga bagi dunia pendidikan pada khususnya. BINUS UNIVERSITY
sebagai lembaga pendidikan telah menunjukkan komitmen terus-menerus untuk menjadi
yang terbaik dalam memberikan kualitas pendidikan yang relevan dengan kebutuhan
industri. Untuk mencapai standar kualitas internasional, kami terus melakukan upaya
terbaik kami untuk memberikan para siswa dengan proses belajar yang sangat baik,
sampai dengan materi kuliah saat ini, dan sumber daya manusia yang profesional untuk
memberikan pengetahuan dan keterampilan . Selain itu, kami menerapkan metode belajar
siswa berpusat, mengembangkan kurikulum yang diakui secara internasional dengan
mitra industri dan internasional, dan selalu mengukur dan meningkatkan kualitas kami
seperti yang dipersyaratkan oleh ISO 9001:2000 (sejak tahun 1997).
Dengan berjalannya waktu ada banyak perubahan seperti teknologi informasi
yang berkembang pesat dan membawa semua orang ke dalam pusaran kompetisi. Potensi
19
sumber daya manusia diperlukan untuk mengisi setiap kesempatan yang ditawarkan oleh
dunia usaha. BINUS UNIVERSITY bekerja pada visi dan misinya menjadi institusi
terkemuka pendidikan, inovatif, dan selangkah lebih maju dalam pengembangan
teknologi informasi. BINUS UNIVERSITY menyediakan pendidikan, yang siap untuk
menghadapi tantangan global. Kami telah melewati 26 tahun untuk melayani pendidikan
kepada masyarakat nasional dan internasional dari pra – sekolah sampai pendidikan
tinggi.
BINUS UNIVERSITY menawarkan program studi, yang memberikan mahasiswa
ruang dan waktu untuk memutuskan mana yang mereka utamakan untuk diambil dengan
mempertimbangkan beberapa kombinasi inovatif. Beberapa fasilitas telah disiapkan
untuk mendukung kegiatan belajar - mengajar di kampus yang dinamis dan nyaman.
Sebagai bagian dari BINUS UNIVERSITY, kita mempunyai majalah Buletin
yang dibagikan secara gratis kepada para BINUSIAN yang dibagikan setiap dua bulan.
Buletin ini dirancang untuk kedua BINUSIAN pria dan wanita, terutama bagi mereka
yang belajar di BINUS UNIVERSITY.
Buletin ini dibuat untuk memberikan informasi yang lengkap mengenai BINUS
UNIVERSITY, review-event (apa yang terjadi) , gaya hidup BINUSIAN, BINUSIAN
Profil, Merchant kami, dan informasi lainnya yang dibutuhkan oleh BINUSIAN.
BINUSIAN adalah orang-orang yang telah memiliki dan studi dan pelatihan di BINA
NUSANTARA. Setiap mahasiswa BINUS UNIVERSITY telah menjadi anggota dari
komunitas BINUSIAN. Menjadi BINUSIAN bukanlah hanya pilihan untuk mencapai
pendidikan dengan keterampilan tambahan dalam aplikasi teknologi tetapi juga
merupakan keputusan pertama merupakan langkah yang efektif. Komunitas BINUSIAN
visioner membantu setiap BINUSIAN untuk meramalkan masa depan dan berani
memutuskan bahwa berada di tempat pertama bukan hanya mimpi.
2.2.9
Karakteristik Majalah
Meskipun sama – sama sebagai mendia cetak, menurut (Ardianto, Komala,
Karlina : 2012:122) majalah tetap dapat dibedakan dengan surat kabar karena majalah
memiliki karakteristik sendiri, yaitu :
a. Penyajian lebih dalam
20
Frekuensi terbit majalah pada umumnya adalah mingguan, selebihnya dwi
mingguan, bahkan bulanan (1 x sebulan). Majalah berita biasanya terbit
mingguan, sehingga para reporternya punya waktu yang cukup lama untuk
memahami dan mempelajari suatu peristiwa. Mereka juga mempunyai waktu
yang leluasa untuk melakukan analisis terhadap peristiwa tersebut, sehingga
penyajian berita dan informasinya dapat dibahas secara lebih dalam. Analasis
beritanya dapat dipercaya dan didasarkan pada buku referensi yang relevan
dengan peristiwa.
b. Nilai aktualitas lebih lama
Apabila nilai aktualitas surat kabar hanya berumur 1 hari, maka nilai aktualitas
majalah bisa satu minggu
c. Gambar atau foto lebih banyak
Jumlah halaman majalah lebih banyak, sehingga selain penyajian beritanya yang
mendalam, majalah juga dapat menampilakan gambar atau foto yang lengkap,
dengan ukuran besar dan kadang – kadang berwarna, serta kualitas kertas yang
digunakannya pun lebih baik. Foto – foto yang ditampilkan majalah memiliki
daya tarik sendiri, apalagi apabila foto tersebut sifatnya eksklusif.
d. Cover sebagai daya tarik
Disamping foto, cover atau sampul majalah juga merupakan daya tarik tersendiri.
Cover adalah ibarat pakaian dan aksesorisnya pada manusia. Cover majalah
biasanya menggunakan kertas yang bagus dan warna yang menarik. Menarik
tidaknya cover dari suatu majalah sangat bergantung pada tipe majalahnya, serta
konsistensi majalah tersebut dalam menampilkan ciri khasnya.
2.2.10 Pesan / Informasi
Menurut Claude E.Shannon dan Warren Weaver dalam Wiryanto mendefinisikan
informasi adalah energi yang terpolakan, yang mempengaruhi individu dalam mengambil
keputusan dari kemungkinan-kemungkinan pilihan yang ada. Kualitas informasi sangat
ditentukan oleh pengetahuan, pengalaman, selera, dan iman seseorang yang mengolah
stimulus menjadi informasi. (Wiryanto:2008:30).
21
Menurut Burch dalam Wiryanto (2008:30) menyatakan bahwa sebuah informasi
yang berkualitas sangat ditentukan oleh 3 hal, yaitu :
a. Kecermatan (accuracy)
Informasi dikatakan akurat adalah ketika informasi tersebut terbebas dari bias.
b. Tepat waktu (timeless)
Informasi dikatakan tepat waktu bila dihasilkan pada saat yang diperlukan.
c. Relevansi (relevancy)
Adapun relevansi suatu informasi berhubungan dengan kepentingan
pengambilan keputusan yang telah direncanakan.
Sedangkan menurut Siregar dan Pasaribu dalam Febrian (2012:16) di dalam
sebuah majalah terdapat sifat isi pesan yang aktual, informatif, edukatif, dan persuasif,
yaitu :
1. Aktual adalah penyajian informasi terkini / up to date, cepat, akurat yang
memiliki nilai berita dan dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.
2. Informatif adalah konsep penyajian isi pesan / informasi yang lengkap dan
mempunyai nilai berita penting, biasana bersifat universal atau bisa lebih
spesifik mengenai bidang tertentu.
3. Edukatif adalah memberikan pengetahuan dan wawasan khususnya kepada
para pembaca.
4. Persuasif
adalah kecenderungan untuk mengarahkan, mengajak, atau
mempengaruhi aspek kognitif individu untuk membentuk pola perilaku
tertentu.
Berdasarkan uraian tersebut, dapat dikatakan jika majalah BULETiN seharusnya
mempunyai sifat isi pesan seperti yang telah dikemukakan. Dimana majalah BULETiN
harus bersifat aktual terkait dengan segala hal yang berhubungan dengan BINUS
UNIVERSITY, selain itu majalah BULETiN juga harus mengadung unsur informatif
yang memberikan informasi-informasi penting mengenai BINUS UNIVERSITY, dan
tentunya sebagai suatu institusi pendidikan majalah BULETiN juga mengedepankan
unsur edukatif dalam majalahnya yang memberikan pengetahuan dan wawasan mengenai
BINUS UNIVERSITY kepada para binusian serta sifat pesan yang dapat mempengaruhi
para BINUSIAN dalam hal ini kaitannya terhadap citra BINUS UNIVERSITY.
22
2.2.11 Efek Pesan
Terdapat tiga efek pesan media massa yang meliputi efek kognitif, efek afektif, dan
efek behavioral, menurut (Ardianto, Komala, Karlinah:2012:52) yaitu
a. Efek Kognitif adalah akibat yang timbul pada diri komunikan yang sifatnya
informatif bagi dirinya.
b. Efek Afektif adalah efek yang kadarnya lebih tinggi dari pada efek kognitif.
Tujuannya dari komunikasi massa bukan sekedar memberitahu khalayak
tentang sesuatu, tetapi lebih dari itu, khalayak diharapkan dapat turut
merasakan perasaan iba, terharu, sedih, gembira, marah, dan sebagainya.
c. Efek behavioral merupakan akibat-akibat yang timbul pada diri khalayak
dalam bentuk perilaku, tindakan atau kegiatan
2.3
Citra Perusahaan
2.3.1
Definisi Citra
Citra dimulai dari identitas korporat sebagai titik pertama yang tercermin melalui
nama perusahaan (logo) dan tampilan lainnya seperti laporan tahunan, brosur, kemasan
produk, company profile, interior kantor, seragam karyawan, newslatter, iklan,
pemberitaan media, materi tertulis maupun audio visual. Citra (image) merupakan
gambaran yang ada dalam benak publik tentang perusahaan. Citra adalah persepsi publik
tentang perusahaan menyangkut pelayanannya, kualitas produk, budaya perusahaan,
perilaku perusahaan atau perilaku individu-individu dalam perusahaan dan lainnya.
(Kriyantono: 2012: 12).
Citra adalah perasaan, gambaran diri publik terhadap perusahaan, organisasi atau
lembaga; kesan yang dengan sengaja diciptakan dari suatu objek, orang atau organisasi.
(Ardianto:2013:62). Menurut Frank Jefkins dalam Ardianto (2013:62) mengatakan
bahwa citra adalah kesan seseorang atau individu tentang sesuatu yang muncul sebagai
hasil dari pengetahuan dan pengalamannya.
Sedangkan menurut Siswanto Sutojo seperti yang ada dalam Ardianto (2013:63)
Citra sebagai pancaran atau reproduksi jati diri atau bentuk orang perseorangan, benda
atau organisasi. Citra sebagai persepsi masyarakat terhada jati diri perusahaan atau
23
organisasi. Persepsi seseorang terhadap perusahaan didasari atas apa yang mereka ketahui
dan mereka kira tentang perusahaan.
Dari definisi citra yang telah dijelaskan diatas, dapat disimpulkan jika citra itu
adalah suatu pandangan yang dimiliki seseorang terhadap suatu objek dimana pandangan
tersebut sangat dipengaruhi dari ketersediaan informasi yang dia peroleh yang menunjang
tingkat pengetahuan dan pemahamannya akan suatu objek tersebut.
2.3.2
Jenis-Jenis Citra
Terdapat 5 jenis citra seperti yang dijelaskan oleh (Ardianto:2013:63), yaitu:
1. Citra bayangan (mirror image)
Adalah citra yang melekat pada orang atau anggota-anggota organisasi, dan
citra yang dianut oleh orang dalam mengenai pandangan luar terhadap
organisasinya. Citra bayangan itu hampir selalu tidak tepat, atau tidak sesuai
dengan kenyataan yang sesungguhnya.
2. Citra yang berlaku (current image)
Adalah kebalikan citra bayangan atau pandangan yang dianut oleh pihakpihak luar mengenai suatu organisasi.
3. Citra yang diharapkan (wish image)
Adalah suatu citra yang diinginkan oleh pihak manajemen. Citra ini juga tidak
sama dengan citra yang sebenarnya. Biasanya, citra yang diharapkan itu lebih
baik atau lebih menyenangkan daripada citra yang ada.
4. Citra perusahaan atau citra lembaga (corporate image)
Adalah citra dari suatu organisasi secara keseluruhan. Suatu badan usaha yang
memiliki citra perusahaan positif lebih mudah menjual produk atau jasanya.
5. Citra majemuk (multiple image)
24
Banyaknya jumlah pegawai (individu), cabang atau perwakila dari sebuah
perusahaan atau organisasi dapat memunculkan suatu citra yang belum tentu
sama dengan citra organisasi atau perusahaan secara keseluruhan.
Sedangkan menurut Siswanto Sutojo sebagaimana dikutip dalam Ardianto
(2013:65) terdapat tiga jenis citra yang ditonjolkan perusahaan, yaitu :
1. Citra ekslusif, yaitu citra yang dapat ditonjolkan pada perusahaan-perusahaan
besar. Yang dimaksud dengan eksklusif adalah kemampuan menyajikan
berbagai macam manfaat terbaik kepada konsumen dan pelanggan.
2. Citra inovatif, yaitu citra yang menonjol karena perusahaan tersebut pandai
menyajikan produk baru yang model dan desainnya tidak sama dengan produk
sejenis yang beredar dipasaran.
3. Citra murah meriah, yaitu citra yang ditonjolkan oleh perusahaan yang mampu
menyajikan produk dengan mutu yang baik, tapi harganya murah.
2.3.3
Elemen-Elemen Citra
Menurut Prihastiti dan Kusumatuti (2012:109) informasi yang lengkap mengenai
citra perusahaan meliputi empat elemen sebagai berikut :
a. Personality
Keseluruhan karakteristik perusahaan yang dipahami publik sasaran seperti
perusahaan yang dapat dipercaya, perusahaan yang mempunyai tanggung
jawab sosial.
b. Reputation
Hal yang telah dilakukan perusahaan dan diyakini publik sasaran
berdasarkan pengalaman sendiri maupun pihak lain seperti kinerja
keamanan transaksi sebuah bank.
c. Value
Nilai – nilai yang dimiliki suatu perusahaan dengan kata lain budaya
perusahaan seperti sikap manajemen yang peduli terhadap pelanggan,
25
karyawan yang cepat tanggap terhadap permintaan maupun keluhan
pelanggan.
d. Corporate Identity
Komponen-komponen yang mempermudah pengenalan publik sasaran
terhadap perusahaan seperti logo, warna dan slogan.
2.3.4
Manfaat Citra
Sedangkan menurut Siswanto Sutojo dalam Ardianto (2013:63) citra perusahaan
yang baik dan kuat mempunyai manfaat :
1. Daya saing jangka menengah dan panjang yang mantap. Perusahaan berusaha
memenangkan persaingan pasar dengan menyusun strategi pemasaran taktis.
2. Menjadi perisai selama masa krisis. Sebagian besar masyarakat dapat
memahami atau memaafkan kesalahan yang dibuat perusahaan dengan citra
baik, yang menyebabkan mereka mengalami krisis.
3. Menjadi daya tarik eksekutif handal, yang mana eksekutif handal adalah aset
perusahaan.
4. Meningkatkan efektivitas strategi pemasaran.
5. Menghemat biaya operasional karena citranya baik.
2.4
Kerangka Pemikiran
BINUS UNIVERSITY sebagai salah satu perguruan tinggi swasta yang menggunkan
media internal sebagai media komunikasi dengan para publik internalnya yaitu BINUSIAN harus
memperhatian faktor-faktor yang berhubungan dengan pesan yang disampaikan. Adanya
kesesuaian isi pesan yang dibuat akan mempengaruhi citra BINUS UNIVERSITY. Citra dinilai
dari personality, reputation, value, corporate identity. Oleh karena itu, berdasarkan tinjauan
pustaka yang telah dikemukakan, serta merujuk dari penelitian sebelumnya, maka variable yang
terkait dalam penelitian ini dapat dirumusakan melalui kerangka pemikiran sebagai berikut :
26
Variabel (X)
Variabel (Y)
Penyajian Pesan
Citra Perusahaan
• Aktual
• Personality
• Informatif
• Reputation
• Edukatif
• Value
• Persuasif
• Corporate
Identity
Gambar 2.2 Kerangka Pikir
27
Download