USULAN PENELITIAN

advertisement
Sistem Jasa Informasi Tagihan Air (Jasinta) Melalui Saluran Telepon
Taruna Aditya Siswanto 1 Hendro Gunawan 2 A.F.L. Tobing 3
123
Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Jl. Kalijudan 37 Surabaya, tel 031-3891264, fax 031-3891267
[email protected] (email contact person)
Abstract
Dengan pengembangan teknologi yang sebagian besar sudah digital dan otomatis akan
menciptakan efisiensi dari berbagai segi. Oleh sebab itu, penulis merancang alat yang diberi
judul “Sistem Jasa Informasi Tagihan Air Melalui Saluran Telepon”. Saat ini petugas PDAM
masih melakukan pemeriksaan meteran air secara manual, hal ini tentu saja harus
membutuhkan petugas yang banyak dan tentu saja tidak menutup kemungkinan-kemungkinan
terjadinya kesalahan dalam mendata meteran air disetiap rumah. Hal ini jelas akan sangat
merugikan bagi PDAM maupun pelanggan.
Sistem ini ditunjang dengan teori tentang: pencatatan data air menggunakan Water Flow
Sensor, LED dan photodiode, operational amplifier, dual tone multiply frequency,
mikrokontroler AT89S51, Water Flow Sensor, sistem komunikasi serial, LCD, relay, dan bahasa
program visual basic.
Pada sistem yang dirancang terdapat suatu alat yang dapat mengirim data air yang diukur atau
dihitung dengan menggunakan sensor flow, kemudian data dikirimkan ke PC server oleh
mikrokontroler melalui saluran telepon (PABX) dengan menggunakan IC MT8888. Data yang
dikirim akan diterima oleh DTMF dan didistribusikan ke PC server dengan menggunakan
komunikasi serial RS232. Dari hasil pengukuran dan pengujian alat dapat disimpulkan alat
bekerja dengan baik.
Keywords: water flow sensor, PABX, DTMF
1. Pendahuluan
Saat ini pencatatan data pada meteran air yang ada masih dilakukan secara
manual, yaitu dengan melakukan pencatatan ke tiap-tiap konsumen oleh petugas
PDAM. Petugas PDAM diberikan waktu ±3 menit untuk melakukan pencatatan meter
air atau memeriksa meter air. Berikut contoh form pencatatan meter air yang digunakan
petugas PDAM pada Gambar 1.
VCC 5V
R1
220
D1
LED
Gambar 1. Form Pencatatan Meter Air
R2
10k
D3
PHOTODIODE
Gambar 2. Rangkaian flow sensor
Setelah melakukan pencatatan data pemakaian air yang telah dicatat dari konsumen
tadi akan dibawa petugas ke kantor PDAM menurut SUBZONA masing-masing wilayah.
Oleh karena itu, tiap-tiap konsumen wajib membayar pemakaian pada kantor PDAM
sesuai SUBZONA atau dapat melalui autodebet pada bank-bank tertentu yang bekerjasama
dengan pihak PDAM.
2. Tinjauan Pustaka
2.1. Perancangan Water Flow Sensor
Pada sub bab ini akan dijelaskan perancangan flow sensor yang digunakan. Sensor
ini memanfaatkan aliran air yang mengalir sehingga menggerakan kincir yang ada pada
sensor. Pada masing-masing sisi kincir tersebut dipasangkan 2 komponen yaitu super
bright LED dan photodiode yang berfungsi menghasilkan output tegangan pada sensor
tersebut, rangkaian dapat dilihat pada gambar 2.
Pada perancangan pemancar ini menggunakan Super Bright LED dengan resistor
220Ω yang dihubungkan secara seri, dapat dilihat pada Gambar 3.2. Dalam perancangan
rangkaian ini menggunakan resistor 220Ω berdasarkan pada perhitungan jika diketahui I
yang dibutuhkan adalah 10 mA – 20 mA dan V yang digunakan adalah 5 V, maka
R=V/I
(1)
R = 5 / 0.02
R = 250 ohm
Dimana V adalah tegangan (volt), I adalah arus (ampere), dan R adalah hambatan (ohm).
Pada perancangan rangkaian photodiode dihubungkan seri dengan resistor 10KΩ.
Rangkaian ini untuk menerima cahaya infa merah yang dipancarkan oleh rangkaian
pemancar. Dalam perancangan rangkaian ini menggunakan resistor 10KΩ berdasarkan
pada perhitungan bahwa photodiode tersebut bekerja pada tegangan sebesar 2V dengan
arus sebesar 0,33mA.
Diketahui : Range
Yang digunakan
Vmax/Vr = 35 V;
Vcc = 5V
→
Vf (Forward Voltage) = 1,5V 2,5V
Vf = 2V
If = 30nA<min
If = 0.33mA
V − Vf
R=
If
(2)
5V − 2V
0,33mA
= 9,0909KΩ
R=
Dimana V adalah voltage (volt), Vf adalah Forward Voltage (volt), If adalah
Forward Current (ampere), dan R adalah Resistor. Karena R=9,0909K tidak tersedia di
pasaran, maka yang diambil adalah R=10KΩ .
Rangkaian di atas dipasangkan diantara kincir air agar pada saat berputar sensor
bekerja dengan mengeluarkan level tegangan tertentu. Tegangan sensor memiliki 2 kondisi
yaitu saat sensor terhalang oleh kincir dan saat sensor tidak terhalang oleh kincir:
• Besar tegangan output sensor saat terhalang kincir adalah 4.00 V
• Besar tegangan output sensor saat tidak terhalang kincir adalah 0.02 V
Putaran kincir sangat berpenguruh dari arus yang mengalir melalui sensor dari
putaran kincir akan dihasilkan pulsa. Gambar flow sensor dapat dilihat pada Gambar 3.
Pada perancangan water flow sensor pada penelitian ini penulis membuat sensor
dengan memanfaatkan putaran kincir. Pada sensor terdapat 6 mata kincir yang menerima
dorongan aliran arus air yang mengalir sehingga kincir berputar, ketika masing-masing
mata kincir melewati sensor (super bright LED dan photodiode) maka sensor akan
mengeluarkan beda tegangan. Beda tegangan inilah yang dinamakan counter satu mata
kincir yang melewati sensor (super bright LED dan photodiode) mewakili 1 counter,
kemudian dari hasil kalibrasi didapat 57 counter menghasilkan 1 liter debit air.
70
1
Rangkaian Pengkondisi Sinyal
VCC 5V
VCC 5V
R4
R VAR 10k
Rangkaian Sensor
VCC 5V
R3
VCC 5V
220
4
2
3
+
R2
OUT
10k
2
-
LM324
D1 PHOTODIODE D3
LED
OUTPUT
V-
220
1
11
R1
D2
V+
U1A
3
LED
Gambar 3. Flow Sensor
Gambar 4. Schematic Rangkaian RPS
P0
VCC
1
2
3
4
5
6
7
8
VCC
R-PACK 10K
1
2
3
4
5
6
7
8
16
15
14
13
12
11
10
9
P1
100
Sw
1 Reset
8K2
xtal1
Xtal 1
1
GND
30p
CRY STAL
12MHz
1
30p
1
2
3
4
5
6
7
8
1
2
3
4
5
6
7
8
10u 16V
1
xtal2
39
38
37
36
35
34
33
32
1
1
Reset
19
18
9
31
40
VCC
P0.0/AD0
P0.1/AD1
P0.2/AD2
P0.3/AD3
P0.4/AD4
P0.5/AD5
P0.6/AD6
P0.7/AD7
P1.0/T2
P1.1/T2-EX
P1.2
P1.3
P1.4/SS
P1.5/MOSI
P1.6/MISO
P1.7/SCK
XTAL1
XTAL2
RST
P2.0/A8
P2.1/A9
P2.2/A10
P2.3/A11
P2.4/A12
P2.5/A13
P2.6/A14
P2.7/A15
P3.0/RXD
P3.1/TXD
P3.2/INTO
P3.3/INT1
P3.4/TO
P3.5/T1
P3.6/WR
P3.7/RD
PSEN
ALE/PROG
21
22
23
24
25
26
27
28
10
11
12
13
14
15
16
17
1
2
3
4
5
6
7
8
1
2
3
4
5
6
7
8
P2
P3
29
30
EA/VPP
VCC
AT89S51
Xtal 2
GND
Gambar 5. Rangkaian AT89S51
2.2. Rangkaian Pengkondisi Sinyal (RPS)
Pada perancangan rangkaian pengkondisi sinyal ini digunakan IC LM324 yang
bertindak sebagai pembanding atau komparator. Komparator mempunyai suatu keluaran
dua tingkat, tegangan rendah atau tegangan tinggi. Perancangan rangkaian komparator
dapat dilihat pada Gambar 4.
Sesuai dengan teori yang didapat maka perhitungan yang dilakukan untuk
menentukan Vref adalah jika diketahui R1 = 7000 ohm, R2 = 3000 ohm, Vcc = 5 V, maka
R2
Vref =
Vcc
(3)
R1 + R 2
3000
=
x5
10000
= 1.5 V
Dimana Vref adalah Tegangan Referensi (volt) dan Vcc adalah Tegangan Input Supply.
Ketika Vin lebih besar dari Vref, tegangan masukan diferensial adalah positif dan
keluaran tegangan adalah high. Ketika Vin lebih kecil daripada Vref, tegangan masukan
diferensial adalah negatif dan tegangan keluaran adalah low.
71
2.3. Mikrokontroler AT89S51
Dalam rangkaian ini fungsi utama dari mikrokontroler adalah sebagai pengolah
data dan pengontrol dari peralatan keras. Koneksi tiap pin rangkaian pembuatan
mikrokontroler dapat dilihat pada Gambar 5 Pada penelitian ini menggunakan 2 buah
mikrokontroler yang berfungsi sebagai pengirim dan penerima data.
2.4. Rangkaian Pengirim/Penerima DTMF MT8888
IC ini dipilih karena MT8888 dapat berfungsi sebagai penerima dan pengirim
DTMF sekaligus, selain bisa berfungsi sebagai penerima DTMF, bisa pula dipakai untuk
membangkitkan nada DTMF sesuai dengan angka biner yang diterimanya. Saluran data
(data bus) dan sinyal-sinyal kontrol MT8888 dirancang sesuai dengan karakteristik
mikrokontroler buatan Intel. Sehingga DTMF ini dapat digunakan untuk mengirim data
dari flow sensor dan menerima data tersebut untuk dikirim ke PC melalui komunikasi serial
RS232. Berikut Gambar 6 merupakan rangkaian penerima dan pengirim.
U1
Input
100n
100k
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
100k
Y1
20k
VCC
IN+
INGS
Vref
Vss
OSC1
OSC2
TONE
WR
CS
100n
VDD
SoGT
ESt
D3
D2
D1
D0
IRQ/CP
RD
RS0
20
19
18
17
16
15
14
13
12
11
100n
374k
100n
port mikro
1
2
3
4
5
6
7
8
MT8888
Output
Gambar 6. Rangkaian Penerima / Pengirim DTMF MT8888
Nilai-nilai komponen ini langsung diambil dari lembaran datasheet MT8888 yang
sudah disesuaikan dengan karakteristik sinyal DTMF pada umumnya.
2.5. Rangkaian Call Detector
Rangkaian yang ditunjukkan pada gambar 7 merupakan rangkaian yang berfungsi
mendeteksi adanya panggilan masuk. Pada rangkaian ini menggunakan LM324 sebagai
detektor adanya panggilan masuk. Digunakan rangkaian komparator sebagai aplikasinya,
pada rangakaian di bawah output akan mendeteksi sinyal low saat ada panggilan masuk
dan berkondisi high saat tidak ada panggilan masuk.
1
VCC
VCC
10k
2
VCC
+
LED
LM324
3
+
7
2 LM386
-
47n
OUT
5
470n
4
8
R1
-
2
10k
3
2
1
OU T
11
Line Phone
1
V-
OUT
2
6
1
V+
3
3
1
4
RESISTOR VAR
220
800
R2
VCC
Gambar 7. Rangkaian Call Detector
Gambar 8. Rangkaian Penguat LM386
Perhitungan pembagi tegangan panggilan masuk untuk Vin pada rangkaian call
detector adalah ketika diketahui Vin adalah 29.7 Volt (tegangan saat tidak ada dering),
Vout adalah 1 Volt, dan R2 bernilai 1 K ohm (referensi), maka
R2
Vout =
Vin
(4)
R1 + R 2
72
1000
x 29,7
R1 + 1000
R1 = 28.7 K ohm
1=
Dimana Vin adalah Tegangan Masuk, Vout adalah Tegangan Keluar, dan R adalah
Resistor, maka resistor yang dibutuhkan pada rangkaian pembagi tegangan tersebut adalah
R1 = 28.7 K dan R2 = 1 K.
2.6. Rangkaian Penguat LM386
LM 386 pada perencanaan dan pembuatan penelitian ini dipakai sebagai sebuah
penguat sinyal suara yang dirancang untuk digunakan pada aplikasi pemakaian tegangan
rendah berdasarkan pada data sheet LM386 Low Voltage Audio Power Amplifier. Inputnya adalah ground yang di-referensi-kan. Jika tegangan outputnya saturasi secara otomatis
diturunkan menjadi 1.5 kali tegangan sumber, rangkaian dapat dilihat pada Gambar 8.
2.7. Rangkaian Konverter Level Tegangan RS232
Karena level tegangan PC (RS-232) +12V dan -12V, sedangkan mikrokontroler
AT89S51 (TTL) 0 dan 5 V maka digunakan rangkaian konverter tegangan TTL/RS-232,
agar dapat mengirimkan data dari mikrokontroler. Didalam perancangan ini menggunakan
IC MAX232 sebagai konverter tegangan TTL/RS-232. Pada IC MAX232 sebagai
dipasang empat buah kapasitor pendukung yang bernilai 1µF seperti yang terlihat pada
gambar 3.6. Pin R1IN dihubungkan dengan dengan pin 3 (RX) pada port serial PC dan pin
R1IN dihubungkan dengan RX (P3.0) dari mikrokontroler, ini digunakan untuk
mengirimkan data dari PC ke Mikrokontroler. Pin T2IN dihubungkan dengan TX (P3.1)
dari mikrokontroler dan pin R2OUT dihubungkan dengan pin 2 (TX) pada port serial PC,
ini digunakan untuk pengiriman data secara serial dari mikrokontroler ke PC. Rangkaian
dapat dilihat pada Gambar 9.
1
2
MIKRO PORT
Tx
Rx
VCC
U5
13
8
11
10
10uF
C1
10uF
C2
10uF
1
3
4
5
2
6
C3
10uF
R1IN
R2IN
T1IN
T2IN
C+
C1C2+
C2V+
V-
16
15
R1OUT
R2OUT
T1OUT
T2OUT
12
9
14
7
P1
5
9
4
8
3
7
2
6
1
CONNECTOR DB9
MAX232
C4
VCC
Gambar 9. Gambar Rangkaian IC MAX232
Gambar 10. Rangkaian LCD
2.8. LCD (Liquid Crystal Display)
LCD (Liquid Crystal Display) yang digunakan pada penelitian kali ini adalah tipe
LMB162A (5 x 7 dot- matrix) dengan 16 karakter dan dua baris tampilan. LCD berfungsi
untuk menampilkan letak stasiun dan jumlah saldo. Resistor Variabel 10kΩ didalam
rangkaian ini digunakan untuk mengatur kontras dari LCD. Rangkaian lengkap LCD yang
dihubungkan pada mikrokontroler dapat dilihat pada Gambar 10.
2.9. Rangkain Power Supply
Power supply 5V ini digunakan sebagai sumber tegangan untuk seluruh rangkaian.
Untuk mendapatkan tegangan yang stabil sebesar 5 V maka digunakan komponen
73
VOUT
2
regulator 7805. Pada rangkaian ini ditambahkan relay yang difungsikan untuk switch ke
power supply cadangan (accu) untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi
pemadaman listrik. Mengenai gambar rangkaian power supply 5 volt lebih detailnya dapat
dilihat pada Gambar 11.
LM7805/TO
3
GND
VIN
CAPACITOR
12VDC
K1
5
1
2
1
3
1
4
1
T1
ACCU
1
2
5
4 -
4
D3
1
2
+ 2
8
DIODE BRIDGE
RELAY SPDT
C4
CAPACITOR
3
TRANSFORMER
Gambar 11. Rangkaian Power Supply 5VDC
2.10. Flow Chart Program
Suatu sistem akan memperoleh hasil yang optimal jika penyusunan perangkat keras
pada sistem yang telah direncanakan dipadu dengan perangkat lunak (software). Perangkat
lunak yang digunakan adalah bahasa Assembly pada mikrokontroler dan visual basic pada
Personal Computer. Perangkat lunak (sofware) pada mikrokontroler digunakan
menjalankan dari perangkat keras dan mengirimkan data ke PC, sedangkan perangkat
lunak pada PC difungsikan untuk database pemakaian air. Software tersebar pada tiga
perangkat keras yang berbeda yaitu software pada DTMF pengirim (Gambar 12), software
pada DTMF penerima (Gambar 13), dan software pada PC Server (Gambar 14).
3. Hasil dan Pembahasan
3.1. Pengukuran Sensor
Pada bagian ini akan diukur tegangan output yang keluar dari sensor setelah
melalui RPS (Rangkaian Pengkondisi Sinyal) dengan menggunakan avometer. Sensor
diukur pada saat sensor (super bright dan photodiode) terhalang kincir dan pada saat
sensor tidak terhalang kincir untuk rangkaian pengukuran dapat dilihat pada Gambar 15.
Hasil pengukuran sensor pada 2 kondisi berbeda yaitu saat sensor (super bright dan
photodiode) terhalang oleh kincir dan saat sensor tidak terhalang oleh kincir.
• Besar tegangan output sensor saat tidak terhalang kincir adalah 0.02 VDC
• Besar tegangan output sensor saat terhalang kincir adalah 4.00 VDC
Tegangan yang keluar dari sensor kemudian dihubungkan ke port mikro yang mana
kondisi dari hasil pengukuran sensor di atas dianggap sebagai keadan high dan low.
Keadaan ini dimanfaatkan sebagai counter untuk water flow sensor dari hasil kalibrasi
yang paling mendekati 1000ml adalah 57 counter. Tabel 1 adalah hasil pengujian kapasitas
air terhadap putaran dari flow sensor. Dari Tabel 1, persen error tiap liter dihitung
menggunakan rumus:
| selisih |
% error
=
x 100%
1000
Sehingga dari perhitungan tabel di atas didapat rata-rata error sebesar:
jumlah % error 370
=
=
=12.3 %
Rata-rata % error
30
30
Dari hasil pengujian keluaran air dari sensor flow didapat rata-rata error tiap
liternya sebesar 12.2%.
74
Gambar 12. Flowchart DTMF Konsumen
Gambar 14. Flowchart PC Server
Gambar 13. Flowchart DTMF Server
Gambar 15. Pengukuran Sensor
75
Tabel 1. Pengujian Kapasitas Air yang Keluar dari Sensor
Pengujian Ke
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
Kapasitas Air Dalam Bejana Ukur
820 ml
900 ml
890 ml
850 ml
930 ml
870 ml
980 ml
810 ml
950 ml
790 ml
860 ml
770 ml
980 ml
840 ml
890 ml
790 ml
950 ml
880 ml
700 ml
810 ml
960 ml
1020 ml
830 ml
950 ml
830 ml
960 ml
890 ml
920 ml
810 ml
910 ml
Error
180 ml
100 ml
110 ml
150 ml
70 ml
130 ml
20 ml
190 ml
50 ml
210 ml
140 ml
230 ml
20 ml
160 ml
110 ml
210 ml
50 ml
120 ml
300 ml
190 ml
40 ml
(-20) ml
170 ml
50 ml
170 ml
40 ml
110 ml
80 ml
190 ml
90 ml
%Error
18%
10%
11%
15%
7%
13%
2%
19%
5%
21%
14%
23%
2%
16%
11%
21%
5%
12%
30%
19%
4%
2%
17%
5%
17%
4%
11%
8%
19%
9%
∑ = 370
3.2. Pengujian Cara Kerja Alat
Berikut adalah tahapan pengujian alat secara keseluruhan, yaitu:
1. Air yang dipakai oleh konsumen akan mengalir melalui flow sensor, yang akan
menggerakkan kincir sehingga menghasilkan input seperti pada gambar 16.
Gambar 16. Air Mengalir
Melaui Sensor Flow
Gambar 17. DTMF Pengirim
2. Kemudian banyaknya air yang terpakai akan ditampilkan pada LCD (gambar 17),
pada perancangan alat ini data akan dikirim setiap 10 liter. Secara otomatis alat
akan mendial ke nomer tujuan PC server yaitu nomor extention 476 dan kemudian
mengirimkan data melalui saluran telepon.
3. Data yang dikirim oleh DTMF konsumen akan diterima oleh DTMF PC server
(gambar 18). Untuk mendistribusikan data ke PC server digunakan komunikasi
serial RS232 (gambar 19).
Gambar 18. DTMF Penerima
76
Gambar 19. Serial Port pada PC
4. Pada PC server akan didapat tampilan sebagai berikut :
a. Setelah diketahui ada panggilan masuk dari DTMF pengirim secara otomatis
telepon pada PC server akan diterima, kemudian akan tampil nomor telepon
yang melakukan panggilan dan data air akan diolah dan disimpan pada
database visual basic.
b. Untuk menampilkan data pemakaian air dan total harga yang harus dibayar
terlebih dahulu memilih nomor tagihan yang akan dilihat pada tombol pilihan
kemudian tekan tombol show report data akan ditampilkan. Tampilan form
visual basic dapat dilihat pada Gambar 20.
Gambar 20. Tampilan Form pada visual basic
Berikut pada Tabel 2 merupakan pengujian pengiriman data air dari konsumen ke
PC Server dan tampilan dengan PC Server. Pengujian dikatakan berhasil apabila jumlah
pemakaian air dan biaya pemakaian air bertambah.
Tabel 2. Pengujian Pengiriman Data Air dari Konsumen ke PC Server
Pengujian Pengiriman Ke
Hasil Pengujian
1 (Pkl 18:49:25)
2 (Pkl 18:51:40)
3 (Pkl 18:54:04)
4 (Pkl 18:58:52)
5 (Pkl 19:02:21)
6 (Pkl 19:10:09)
7 (Pkl 19:13:57)
8 (Pkl 19:15:40)
9 (Pkl 19:17:05)
10 (Pkl 19:19:36)
berhasil
berhasil
berhasil
berhasil
berhasil
berhasil
berhasil
berhasil
berhasil
berhasil
Debit Air
820 liter
830 liter
840 liter
850 liter
860 liter
870 liter
880 liter
890 liter
900 liter
910 liter
Keterangan
Harga
Rp 8200
Rp 8300
Rp 8400
Rp 8500
Rp 8600
Rp 8700
Rp 8800
Rp 8900
Rp 9000
Rp 9100
Dari tabel 2 didapat error pengiriman dua kali. Tetapi, error bukan disebabkan
karena kegagalan rangkaian namun lebih disebabkan karena adanya gangguan pada
jaringan. Data-data air yang terkirim disimpan pada database microsoft access.
4. Kesimpulan
Dari hasil pengujian keluaran air dari sensor flow didapat rata-rata error tiap
liternya sebesar 12.2%. Alat bekerja dengan baik, dari sepuluh kali pengiriman data air dari
konsumen ke PC Server alat bekerja dengan baik.
Daftar Pustaka
[1] ________), Datasheet MAXIM RS-232
[2] Atmel, Microcontroller T89S51 Data Sheet, 2001
[3] Dallas Semiconductor, Fundamentals of RS-232 serial communications
[4] Data Sheet MITEL Semiconductor, ISO2-CMOS MT8888C-1 Integrated DTMF
Transceiver with Intel Micro Interface
[5] Ibrahim, KF., Pengantar Sistem Elektronika, PT. Multi Media, Jakarta, 1986
77
[6] http://imagers.gsfc.nasa.gov/ems/led.html, LED, 12 September 2007
[7] Malvino, Albert Paul, PH.D., E.E., Prinsip-Prinsip Elektronika, jilid satu, hal 194,
239., Salemba Teknika, Jakarta, 2003
[8] Muhammad Ali Mazidi, Janice Gillispie Mazidi, Rolin D. McKinlay, The 8051
Microcontroller and Embedded systems Using Assembly and C, Pearson Education,
Inc., Upper Saddle River, New Jersey 07458, 2006
[9] http://en.wikipedia.org/wiki/Photodiode.htm#Principle_of_operation, Photodiode, 12
September 2007
[10] Prasetia, Retna Teori dan Praktek Interfacing Port Paralel dan Port serial komputer
dengan Visual Basic 6.0/ Retna Prasetia & Catur Edi Wibowo:- Ed.1- Yogyakarta:
Andi 2004
[11] Prima Elektronik, LCD Module User Manual Data Sheet
[12] Putra, Agfianto Eko, Belajar Mikrokontroler AT89C51/51/53, hal 133-138, Gava
Media, Yogyakarta, 2002
[13] Robert F. Coughlin & Frederick F.Driscoll, Penguat Operasional dan Rangkaian
Terpadu Linear, Erlangga, 1983
[14] Sanjaya, Ridwan. S.E, S.Kom, Pemrograman Database Visual Basic 6.0 dan Acces
2000/XP/2003 Tingkat Lanjut, Elex Media komputindo, Jakarta 2006
[15] http://id.wikipedia.org/wiki/Kategori:Transistor, Transistor, 1 November 2007
[16] http://burkert-contromatic.com, Water flow sensor, 12 Desember 2007
78
Download