BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA

advertisement
BAB II
KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS
2.1
Kajian Pustaka
2.1.1 Konsep Pofitabilitas dalam Kinerja Keuangan
Memutuskan suatu badan atau perusahaan memiliki kualitas yang baik maka
ada dua penilaian yang paling dominan yang dapat dijadikan acuan untuk melihat
badan usaha/perusahaan tersebut telah menjalankan suatu kaidah-kaidah
manajemen yang baik. Penilaian ini dapat dilakukan dengan melihat sisi kinerja
keuangan (financial performance). Kinerja keuangan melihat pada laporan
keuangan yang dimiliki oleh perusahaan/badan usaha yang bersangkutan dan itu
tercermin dari informasi yang diperoleh pada balancesheet (neraca), income
statement (laporan laba rugi), dan cash flow statement (laporan arus kas) serta halhal lain yang turut mendukung sebagai penguat penilaian financial performance
tersebut.
Salah satu informasi terpenting yang harus diketahui oleh investor adalah
informasi kinerja keuangan perusahaan emiten. Bahan pertimbangan dalam
menganalisis dan menilai posisi dan informasi keuangan, kemajuan serta potensi
sebuah perusahaan di masa mendatang diantaranya adalah informasi mengenai
kemampuan perusahaan dalam mengelola perusahaan untuk menghasilkan laba.
14
Windhu Eko Prasetantyo, 2013
Pengaruh Profitabilitas Terhadap Return Saham
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
15
Kinerja merupakan hal penting yang harus dicapai oleh setiap perusahaan
dimanapun, karena kinerja merupakan cerminan dari kemampuan perusahaan
dalam mengelola dan mengalokasikan sumber dayanya. Kinerja keuangan
menurut Irham Fahmi (2011:239) adalah:
Suatu analisis yang dilakukan untuk melihat sejauh mana suatu perusahaan
telah melaksanakan dengan mempergunakan aturan-aturan pelaksanaan
keuangan secara baik dan benar. Seperti dengan membuat suatu laporan
keuangan yang telah memenuhi standard an ketentuan dalam SAK (Standar
Akuntansi Keuangan) atau GAAP (General Acepted Accounting Principle),
dan lainnya.
Sedangkan menurut Erich A. Helfert (dalam Wahyu Murti, 2011:48) kinerja
keuangan adalah suatu tampilan tentang kondisi keuangan perusahaan selama
periode tertentu. Alat untuk mengukur keberhasilan suatu perusahaan pada
umumnya berfokus pada laporan keuangannya di samping data-data non keuangan
lain yang bersifat sebagai penunjang. Informasi kinerja bermanfaat untuk
memprediksi kapasitas perusahaan dalam menghasilkan arus kas dari sumber dana
yang ada.
Metode umum yang digunakan untuk mengukur dan menganalisis kinerja
perusahaan di bidang keuangan adalah rasio keuangan. Rasio keuangan adalah
studi tentang informasi yang menggambarkan hubungan diantara berbagai akun
dari laporan keuangan yang mencerminkan keadaan serta hasil operasional
perusahaan.
Menurut James C. Van Horne dan Jhon M. Wachowicz (2012:163) bahwa: to
evaluate the financial condition and performance of a firm, the financial analyst
needs certain yardstick. The yardstick frecuently used is a ratio, index, relating
Windhu Eko Prasetantyo, 2013
Pengaruh Profitabilitas Terhadap Return Saham
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
16
two pieces of financial data of two each other. Melihat pendapat tersebut dapat
dikatakan bahwa rasio keuangan atau indeks dapat mengevaluasi kondisi
keuangan perusahaan dan kinerjanya.
Menurut Munawir (2008:79-80) rasio keuangan pada dasarnya dapat
dikelompokan ke dalam empat kategori: (1) untuk keperluan pengukuran kinerja
keuangan secara menyeluruh (overvall measures), (2) untuk keperluan
pengukuran protafibilitas atau rentabilitas perusahaan untuk memperoleh
keuntungan dari operasinya (profitability measures), (3) untuk keperluan
pengujuan investasi (test of investment), dan (4) untuk keperluan pengujian
kondisi keuangan, antara lain tentang tingkat likuiditas dan solvabilitas (test of
financial condition).
Analisis rasio keuangan merupakan alat analisis yang paling sering digunakan
karena kemudahannya yang berupa aritmatika sederhana tetapi kemudahan ini
memerlukan interpretasi yang tepat pada hasil akhirnya untuk mendapatkan suatu
kesimpulan yang berguna bagi pengambilan keputusan oleh pihak yang
berkepentingan. Rasio keuangan suatu perusahaan mencerminkan kinerja
keuangan perusahaan dan dapat dipergunakan oleh para stakeholders dengan
kepentingannya masing-masing. Menurut Bringham dan Houston (2010:133)
rasio keuangan dirancang untuk membantu kita mengevaluasi laporan keuangan.
Informasi yang terdapat pada laporan keuangan dapat disederhanakan dengan
rasio keuangan, ini sangat penting dalam melakukan analisis terhadap kondisi
keuangan perusahaan sehingga dapat diketahui bagaimana kinerja perusahaan
pada tahun tertentu. Menurut pendapat para ahli dapat dikatakan bahwa
Windhu Eko Prasetantyo, 2013
Pengaruh Profitabilitas Terhadap Return Saham
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
17
dipergunakannya analisis rasio keuangan dalam melihat suatu perusahaan akan
memberikan gambaran tentang keadaan perusahaan dan dapat dijadikan sebagai
alat prediksi bagi perusahaan tersebut dimasa yang akan datang.
Para investor adalah mereka yang menerapkan konsep “think fast and
decision fast” atau berfikir cepat dan mengambil keputusan secara sepat. Karena
faktor itu maka investor menginginkan penggunaan rasio keuangan yang dianggap
fleksibel dan sederhana namun mampu member jawaban yang mereka inginkan.
Chen dan Shimerda (dalam Irham Fahmi, 2011:115) menyatakan bahwa rasio
keuangan merupakan bagian penting dalam mengevaluasi kinerja dan kondisi
keuangan dari suatu entitas. Sehingga rasio keuangan yang dianalisis adalah yang
dianggap secara teoritis dan disesuaikan dengan bukti empiris yang diperoleh dan
dihubugkan dengan untuk apa rasio keuangan tersebut dipergunakan dan
ditunjukan.
Rasio keuangan dipergunakan oleh pihak manajemen perusahaan untuk
membandingkan rasio pada saat sekarang dengan rasio pada saat yang akan
datang. Adapun bagi investor adalah membandingkan rasio keuangan satu
perusahaan/industri dengan perusahaan/industri lain yang sejenis dengan maksud
nantinya akan bisa memberikan suatu analisis perbandingan yang memperlihatkan
perbedaan dalam kinerja keuangan. Hal ini memberi kemudahan dan kecepatan
dalam proses pengambilan keputusan. Irham Fahmi (2011:116) mengatakan
bahwa:
Bagi investor ada tiga rasio keuangan yang paling dominan yang dijadikan
rujukan untuk melihat kondisi kinerja suatu perusahaan, yaitu: 1) Rasio
likuiditas, 2) Rasio solvabilitas, dan 3) Rasio profitabilitas. Ketiga rasio ini
Windhu Eko Prasetantyo, 2013
Pengaruh Profitabilitas Terhadap Return Saham
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
18
secara umum selalu menjadi perhatian investor karena secara dasar dianggap
sudah mempresentatifkan analisis awal tentang kondisi suatu perusahaan.
Rasio profitabilitas bermanfaat untuk menunjukan keberhasilan perusahaan di
dalam menghasilkan keuntungan. Investor potensial akan menganalisis dengan
cermat kelancaran sebuah perusahaan dan kemampuannya untuk mendapatkan
keuntungan (profitabilitas), karena mereka mengharapkan deviden dan harga
pasar dari sahamnya. Sedangkan menurut Bearley dan Brigham (2008:59):
Profitability is the net result of a number of policies and decisions. The ratios
examined thus far provide some information about the way the firm is operating,
but the profitability ratios show the combined effect of liquidity management,
asset management and debt management on operating result.
Maksudnya adalah profitabilitas adalah hasil bersih dari sejumlah kebijakan
dan keputusan. Rasio ini memberikan beberapa informasi tentang cara perusahaan
beroperasi, tetapi rasio profitabilitas menunjukkan pengaruh gabungan dari
manajemen likuiditas, manajemen aset dan manajemen utang pada hasil operasi.
Menurut
Harahap
(2008:305)
profitabilitas
menggambarkan
kemampuan
perusahaan mendapatkan laba melalui semua kemampuan dan sumber yang ada
seperti kegiatan penjualan, kas, modal, jumlah karyawan, jumlah cabang, dan
sebagainya.
Melihat dari paparan diatas profitabilitas dalam hal ini return on equity
merupakan kemampuan perusahaan untuk mendapatkan keuntungan. ROE dapat
dijadikan ukuran bagi para pemegang saham untuk menginvestasikan dananya
kepada perusahaan.
Windhu Eko Prasetantyo, 2013
Pengaruh Profitabilitas Terhadap Return Saham
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
19
2.1.1.1 Jenis Rasio Keuangan
Rasio-rasio keuangan yang umumnya digunakan pada dasarnya terdiri dari
atas dua jenis. Jenis pertama meringkas beberapa aspek dari kondisi keuangan
perusahaan untuk suatu titik tertentu, yaitu saat laporan keuangan telah dibuat.
Rasio-rasio ini disebut rasio laporan posisi keuangan (balance sheet ratio), karena
baik pembilang maupun penyebut dalam setiap rasio berasal langsung dari laporan
posisi keuangan. Jenis kedua dari rasio meringkas beberapa aspek kinerja
perusahaan selama periode tertentu, biasanya dalam setahun. Rasio ini disebut
sebagai rasio laporan laba rugi (income statement ratio) (James C. Van Horne dan
Jhon M. Wachowicz, 2012:165).
Terdapat
beberapa
rasio
keuangan
yang
biasa
digunakan
untuk
menggambarkan kinerja perusahaan yang dapat mempengaruhi return saham
menurut J.F. Weston dan Thomas E. Copeland (dalam Wahyu Murti, 2011:34)
terdiri dari likuiditas, leverage, aktivitas, profitabilitas, pertumbuhan dan
penilaian.
1. Likuiditas
Merupakan rasio yang menunjukkan hubungan antar aset lancar dengan
hutang lancarnya. Rasio ini bertujuan untuk mengukur kemampuan perusahaan
dalam
memenuhi
kewajiban
jangka
pendeknya.
Masalah
likuiditas
berhubungan dengan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi
kebutuhan keuangannya. Semakin tinggi likuiditas suatu aktiva, semakin tinggi
kepastiannya untuk menjadikannya uang tunai.
Windhu Eko Prasetantyo, 2013
Pengaruh Profitabilitas Terhadap Return Saham
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
20
2. Aktivitas
Merupakan rasio yang menunjukkan seberapa besar efektivitas perusahaan
dalam menjalankan operasionalnya. Sehingga rasio ini dapat mengukur
seberapa jauh aktivitas perusahaan dalam menggunakan dananya secara efektif.
Efektivitas ini diasumsikan adanya saldo yang tepat untuk disediakan atas
pemanfaatan aktiva parusahaan.
3. Leverage
Merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk
melunasi
hutang
perusahaan.
Besarnya
tingkat
pinjaman
perusahaan
berhubungan dengan kesanggupan perusahaan membayar pinjaman dan
besarnya keuntungan yang dapat diperoleh perusahaan. Perusahaan dapat
menghilangkan resiko ketidaksanggupan membayar pinjaman dengan tidak
melakukan pinjaman ke luar, tetapi hal ini akan menyebabkan kecilnya
keuntungan yang dapat diperoleh perusahaan karena seluruh dananya berasal
dari ekuitas.
4. Profitabilitas
Merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk
mendapatkan keuntungan. Profitabilitas menunjukan seberapa efektifnya
perusahaan beroperasi sehingga menghasilkan laba. Semakin baik rasio
profitabilitas maka semakin baik menggambarkan kemampuan tingginya
perolehan keuntungan perusahaan.
Windhu Eko Prasetantyo, 2013
Pengaruh Profitabilitas Terhadap Return Saham
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
21
5. Pertumbuhan
Rasio pertumbuhan yaitu rasio yang mengukur seberapa besar kemampuan
perusahaan dalam mempertahankan posisinya di dalam industri dan dalam
perkembangan ekonomi secara umum.
6. Penilaian
Mengukur kemampuan manajemen dalam menciptakan nilai pasar yang
melampaui pengeluaran biaya investasi. Rasio ini ukuran yang paling lengkap
tentang prestasi perusahaan, karena mencerminkan rasio resiko (dua rasio yang
pertama) dan rasio pengembalian (tiga rasio berikutnya). Rasio penilaian
sangat penting oleh karena rasio tersebut berkaitan langsung dengan tujuan
memaksimumkan nilai perusahaan dan kekayaan para pemegang saham.
Sedangkan Irham Fahmi (2011:120), yang termasuk ke dalam rasio-rasio
keuangan tersebut, terdiri dari:
1. Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas secara umum ada dua yaitu current ratio dan quick ratio
(acid test ratio).
2. Rasio Leverage
Rasio leverage secara umum ada tujuh yaitu: debt to total assets, debt to
equity ratio, times interest earned, cash flow coverage, long term debt to
total capitalization, fixed charge coverage, dan cash flow adequancy.
Windhu Eko Prasetantyo, 2013
Pengaruh Profitabilitas Terhadap Return Saham
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
22
3. Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas secara umum ada tiga, yaitu inventory turnover, fixed asset
turnover, dan total asset turnover.
4. Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas secara umum ada empat yaitu gross profit margin, net
profit margin, return on assets, dan return equity.
5. Rasio Pertumbuhan
Rasio pertumbuhan secara umum dilihat dari berbagai segi yaitu dari segi
sales (penjualan), earning after tax, laba per saham, deviden per lembar
saham, dan harga pasar per lembar saham.
6. Rasio Nilai Pasar
Rasio nilai pasar yaitu rasio yang menggambarkan kondisi yang terjadi di
pasar. Secara umum rasio nilai pasar ada enam yaitu earning per share
(EPS), price earning ratio (PER), book value per share (PBV), deviden
yield, dan deviden payout ratio.
2.1.1.2 Definisi Rasio Profitabilitas
Laporan keuangan dibuat dan disajikan oleh pihak manajemen perusahaan
yang dianggap memiliki kepentingan terhadap laporan keuangan tersebut, dimana
kinerjanya diukur berdasarkan laba atau profitabilitas perusahaan (Jurnal
Akuntansi Universitas Jember 2009, Vol. 7, No.2 Hal 89).
Profitabilitas merupakan ukuran yang sangat penting bagi perusahaan dalam
menjalankan bisnisnya. Dalam hal ini, suatu perusahaan harus dapat
Windhu Eko Prasetantyo, 2013
Pengaruh Profitabilitas Terhadap Return Saham
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
23
mempertahankan keadaan profitabilitasnya tersebut agar dapat mempertahankan
kelangsungan hidup perusahaan. Menurut Irham Fahmi (2011:135):
Rasio profitabilitas adalah mengukur efektifitas manajemen secara
keseluruhan yang ditujukan oleh besar kecilnya tingkat keuntungan yang
diperoleh dalam hubungannya dengan penjualan maupun investasi. Semakin
baik rasio profitabilitas maka semakin baik menggambarkan kemampuan
tingginya perolehan keuntungan perusahaan.
Menentukan nilai suatu perusahaan para investor masih menggunakan
indikator rasio keuangan untuk melihat tingkat pengembalian yang dapat
diberikan oleh perusahaan kepada investor. Para investor menggunakan rasio
profitabilitas untuk dapat mengukur pengembalian yang ada. Rasio profitabilitas
adalah pendapatan atau keberhasilan operasi suatu perusahaan pada periode
tertentu.
Profitabilitas sering juga disebut rentabilitas (earning) menggambarkan
kemampuan perusahaan dalam meningkatkan labanya melalui semua kemampuan
dan sumber yang ada sehingga diketahui dapat mengukur tingkat efisiensi usaha
dan keuntungan yang dicapai oleh perusahaan tersebut. Menurut Campbell R.
Harvey (2011:225) profitabilitas yaitu:
Any ratio that measures a company's ability to generate cash flow relative
to some metric, often the amount invested in the company. Profitability
ratios are useful in fundamental analysis which investigates the financial
health of companies. An example of a profitability ratio is the return on
investment which is the amount of revenue an investment generates as a
percentage of the amount of capital invested over a given period of time.
Other examples include return on sales, return on equity, and return on
common stock equity.
Windhu Eko Prasetantyo, 2013
Pengaruh Profitabilitas Terhadap Return Saham
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
24
Profitabilitas merupakan hasil bersih dari sejumlah kebijakan dan keputusan
perusahaan. Rasio profitabilitas mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan
dalam menghasilkan keuntungan. Profitabilitas merupakan faktor yang seharusnya
mendapat perhatian penting karena untuk dapat melangsungkan hidupnya, suatu
perusahaan harus berada dalam keadaan yang menguntungkan (profitable). Tanpa
adanya keuntungan (profit), maka akan sulit bagi perusahaan untuk menarik
modal dari luar. Dalam melakukan analisis perusahaan, di samping melihat
laporan keuangan perusahaan, juga bisa dilakukan dengan menggunakan analisis
rasio keuangan.
Penggunaan rasio profitabilitas dapat dilakukan dengan menggunakan
perbandingan antara berbagai komponen yang ada di dalam laporan keuangan,
terutama laporan keuangan neraca dan laporan laba rugi. Pengukuran dapat
dilakukan untuk beberapa periode operasi. Tujuannya adalah agar terlihat
perkembangan perusahaan dalam rentang waktu tertentu, baik penurunan atau
kenaikan, sekaligus mencari penyebab perubahan tersebut. Kasmir (2008:197)
menjelaskan bahwa :
Hasil pengukuran dapat dijadikan sebagai alat evaluasi kinerja manajemen
selama ini, apakah mereka telah bekerja secara efektif atau tidak. Kegagalan
atau keberhasilan dapat dijadikan sebagai bahan acuan untuk perencanaan
laba ke depan, sekaligus kemungkinan untuk menggantikan manajemen
yang baru terutama setelah manajemen lama mengalami kegagalan. Oleh
karena itu, rasio profitabilitas ini sering disebut sebagai salah satu alat ukur
kinerja manajemen.
Windhu Eko Prasetantyo, 2013
Pengaruh Profitabilitas Terhadap Return Saham
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
25
Menurut Arief Sugiono (2009:78-80) rasio pengukuran profitabilitas adalah
sebagai berikut:
1. Gross Profit Margin (GPM)
Gross Profit Margin (GPM) meneliti berapa banyak pendapatan perusahaan
telah berkurang setelah dikurangi beban penjualan. Semakin besar rasio,
yang lebih banyak pendapatan perusahaan yang berkurang untuk membayar
biaya-biaya lain. GPM yang rendah menunjukkan bahwa perusahaan dalam
kondisi baik.
2. Profit Margin
Berdasarkan penjelasan point satu, kita mengatakan bahwa GPM
menjelaskan bahwa jumlah pendapatan tetap setelah dikurangi harga pokok
penjualan, tapi bagaimana setelah dikurangi semua biaya operasi
perusahaan, seperti penjualan dan administrasi biaya, biaya operasi, dan
beban bunga. GPM menjelaskan berapa banyak yang didapat perusahaan
setelah dikurangi semua biaya operasi perusahaan.
3. Return on Assets (ROA)
ROA memberikan indikasi seberapa efisien suatu perusahaan dalam
menggunakan total aset mereka untuk menghasilkan laba. Semakin besar
rasio, perusahaan lebih efisien adalah pada penggunaan aset mereka. Sangat
penting untuk mengambil rata-rata total aset ketika menghitung laba atas
aset karena aset cenderung sering berubah setiap periodenya.
Windhu Eko Prasetantyo, 2013
Pengaruh Profitabilitas Terhadap Return Saham
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
26
4. Return on Equity (ROE)
ROE memberikan indikasi seberapa efisien suatu perusahaan dalam
menggunakan modal mereka yang diinvestasikan untuk menghasilkan
pendapatan. Semakin besar rasio, perusahaan lebih efisien adalah pada
menggunakan modal mereka yang diinvestasikan.
Menurut C. Van Horne dan Jhon M. Wachowicz (2012:180) rasio
profitabilitas terdiri atas dua jenis, yaitu rasio yang menunjukan profitabilitas
dalam kaitannya dengan penjualan dan rasio yang menunjukan profitabilitas
dalam kaitannya dengan investasi. Bersama-sama rasio-rasio ini menunjukan
efektifitas operasional keseluruhan perusahaan.
Profitability perusahaan dalam kaitannya dengan penjualan dapat ditunjukan
dengan Gross Profit Margin dan Net Profit Margin. Sedangkan profitability yang
berkaitan dengan investment ditunjukan dengan Return On Asset dan Return On
Equity.
Rasio keuangan suatu perusahaan mencerminkan kinerja keuangan
perusahaan
dan
dapat
dipergunakan
oleh
para
stakeholders
dengan
kepentingannya masing-masing. ROE merupakan salah satu indikator penting
dalam menilai prospek perusahaan di masa mendatang.
James C. Van Horne dan Jhon M. Wachowicz (2012:183) mengatakan
bahwa pengukuran ringkasan atas kinerja keseluruhan perusahaan adalah return
on equity. Return on equity merupakan kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan keuntungan dengan modal sendiri yang dimiliki.
Windhu Eko Prasetantyo, 2013
Pengaruh Profitabilitas Terhadap Return Saham
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
27
Menurut Bringham dan Houston (2010:149) return on equity merupakan
laba bersih terhadap ekuitas biasa; yang mengukur tingkat pengembalian atas
investasi pemegang saham biasa. Sejalan dengan pendapat Irham Fahmi
(2011:137) ROE mengkaji sejauh mana suatu perusahaan mempergunakan
sumber daya yang dimiliki untuk mampu memberikan laba atas ekuitas. ROE
dapat diformulasikan sebagai berikut (Irham Fahmi, 2011:137) adalah sebagai
berikut:
𝑹𝒆𝒕𝒖𝒓𝒏 𝑢𝒏 π‘¬π’’π’–π’Šπ’•π’š =
π‘¬π’‚π’“π’π’Šπ’π’ˆ 𝑨𝒇𝒕𝒆𝒓 𝑻𝒂𝒙 (𝑬𝑨𝑻)
× πŸπŸŽπŸŽ%
𝑺𝒉𝒂𝒓𝒆𝒉𝒐𝒍𝒅𝒆𝒓 π‘¬π’’π’–π’Šπ’•π’š
Berdasarkan penjelasan ahli dapat dikatakan bahwa rasio profitabilitas dapat
dijadikan acuan untuk melihat seberapa besar return saham yang akan didapat
investor terhadap investasi yang akan dilakukannya.
Dalam penelitian ini
berkaitan dengan investasi yaitu return saham sehingga alat ukur profitabilitas
yang dipakai yang menggunakan return on equity.
2.1.2
Konsep Return Saham
2.1.2.1 Definisi Saham
Saham adalah tanda penyertaan modal pada perseroan terbatas seperti yang
telah diketahui bahwa tujuan pemodal membeli saham untuk memperoleh
penghasilan dari saham tersebut. Masyarakat pemodal itu dikategorikan sebagai
investor dan speculator. Investor disini adalah masyarakat yang membeli saham
untuk memiliki perusahaan dengan harapan mendapatkan deviden dan capital
Windhu Eko Prasetantyo, 2013
Pengaruh Profitabilitas Terhadap Return Saham
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
28
gain dalam jangka panjang, sedangkan spekulator adalah masyarakat yang
membeli saham untuk segera dijual kembali bila situasi kurs dianggap paling
menguntungkan seperti yang telah diketahui bahwa saham memberikan dua
macam penghasilan yaitu deviden dan capital gain. Menurut Eduardus Tandelilin
(2010:3), yaitu :
Saham merupakan surat tanda bukti bahwa kepemilikan atas asset-aset
perusahaan yang menerbitkan saham. Dengan memiliki saham suatu
perusahaan, maka investor akan mempunyai hak terhadap pendapatan dan
kekayaan perusahaan setelah dikurangi dengan pembayaran kewajiban
perusahaan. Saham merupakan salah satu jenis sekuritas yang cukup
populer diperjualbelikan di pasar modal.
Seorang investor biasanya lebih tertarik untuk menanamkan dananya dalam
bentuk saham, karena informasi keuangan terhadap saham biasanya lebih
lengkap dan mudah untuk mendapatkan informasi tersebut. Pengertian lain
menurut Indonesian Stock Exchange (2012:7), yaitu:
Saham dapat didefinisikan sebagai tanda penyertaan atau kepemilikan
seseorang atau badan hukum dalam suatu perusahaan. Wujud saham adalah
selembar kertas yang menerangkan bahwa pemilik kertas tersebut adalah
pemilik perusahaan yang menerbitkan kertas tersebut.
Melihat pengertian-pengertian yang dikemukakan oleh ahli, dapat dikatakan
saham merupakan penyertaan atau bukti kepemilikan atas asset perusahaan,
dengan konsekuensi menanggung risiko perusahaan walaupun hanya terbatas
pada modal yang disetor.
Windhu Eko Prasetantyo, 2013
Pengaruh Profitabilitas Terhadap Return Saham
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
29
2.1.2.2 Jenis Saham
Ditinjau dari segi hak tagihannya (manfaatnya), pada dasarnya saham dapat
digolongkan menjadi saham biasa dan saham preferen. Perbedaan kedua jenis
saham ini antara lain adalah sebagai berikut:
a.
Saham Biasa (common stocks)
Pemegang saham ini adalah pemilik perusahaan yang mewakilkan kepada
manajemen
untuk
menjalankan
operasi
perusahaan.
Sebagai
pemilik
perusahaan, pemegang saham biasa mempunyai beberapa hak yaitu:
1) Hak Kontrol
Pemegang saham biasa mempunyai hak untuk memilih dewan direksi.
Hal ini berarti bahwa pemegang saham mempunyai hak untuk
mengontrol siapa saja yang akan memimpin perusahaannya. Pemegang
saham dapat melakukan hak kontrolnya dalam bentuk memveto dalam
pemilihan direksi di rapat tahunan pemegang saham atau tindakantindakan yang membutuhkan persetujuan pemegang saham.
2) Hak menerima Pembagian Keuntungan
Sebagai
pemilik
perusahaan,
pemegang
saham
biasa
berhak
mendapatkan bagian dari keuntungan perusahaan. Tidak semua laba
dibagikan, tetapi sebagian laba akan ditanamkan kembali ke dalam
perusahaan. Laba yang ditahan ini (retained earning) merupakan
sumber dana intern perusahaan sedangkan laba yang tidak ditahan
diberikan kepada pemilik saham dalam bentuk dividen.
Windhu Eko Prasetantyo, 2013
Pengaruh Profitabilitas Terhadap Return Saham
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
30
3) Hak Preemtive
Hak preemtive (preetive right) merupakan hak untuk mendapatkan
persentase kepemilikan yang sama. Jika perusahaan mengeluarkan
tambahan lembar saham yang beredar akan lebih banyak dan akibatnya
persentase kepemilikan saham yang lama akan turun. Hak preemtive
memberi prioritas kepada pemegang saham lama untuk membeli
tambahan saham baru, sehingga persentase kepemilikan tidak berubah.
Saham biasa (Common Stock atau Common Share) biasanya selalu ada dalam
struktur modal saham. Jenis-jenis saham biasa antara lain :
1.
Saham unggulan (blue chips). Saham yang diterbitkan besar, yang telah
memperlihatkan kemampuan dalam memperoleh keuntungan dan
pembayaran deviden.
2.
Growth stock. Saham yang dikeluarkan perusahaan yang laba dan pangsa
pasarnya mengalami perkembangan.
3.
Emerging growth stocks. Saham yang dikeluarkan oleh perusahaan yang
relative lebih kecil tetapi mempunyai daya tahan yang kuat dalam kondisi
ekonomi yang kurang baik.
4.
Incomesotocks yaitu saham yang membayar deviden melebihi jumlah
rata-rata pendapatan.
5.
Cylical stock adalah saham perusahaan yang mempunyai keuntungan
berfluktuasi dan sangat dipengaruhi oleh siklus usaha.
Windhu Eko Prasetantyo, 2013
Pengaruh Profitabilitas Terhadap Return Saham
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
31
6.
Defensive stock yaitu saham perusahaan yang dapat bertahan dan tetap
stabil dari periode atau kondisi yang tidak menentu.
7.
Speculative stock pada prinsipnya semua saham yang diperdagangkan
adalah saham spekulatif, karena pada waktu membeli tidak ada kepastian
keuntungan yang akan didapat.
b.
Saham Preferen (Preffered Stocks)
Saham preferen mempunyai gabungan antara obligasi dan saham biasa.
Seperti obligasi, saham preferen yang membayarkan bunga atas pinjaman,
saham preferen juga memberikan hasil yang tetap berupa dividen preferen.
Seperti saham biasa, dalam hal likuidasi, klaim pemegang saham preferen
dibawah klaim pemegang obligasi. Dibandingkan dengan saham biasa, saham
preferen mempunyai hak, yaitu hak atas dividen tetap dan hak atas pembayaran
lebih dahulu jika terjadi likuidasi. Bebarapa karakteristik saham preferen adalah
sebagai berikut:
1) Preferen terhadap dividen
a. Pemegang saham preferen mempunyai hak untuk menerima dividen
terlebih dahulu dibandingkan pemegang saham biasa.
b. Saham preferen umumnya memberikan hak dividen kumulatif, yaitu
memberikan hak kepada pemegangnya untuk menerima dividen tahuntahun sebelumnya yang belum dibayarkan, dan dibayarkan sebelum
pemegang saham biasa menerima dividennya.
Windhu Eko Prasetantyo, 2013
Pengaruh Profitabilitas Terhadap Return Saham
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
32
2) Preferen pada waktu likuidasi
Saham preferen mempunyai hak terlebih dahulu atas aktiva perusahaan
dibandingkan dengan hak yang dimiliki oleh saham biasa pada saat terjadi
likuidasi. Besarnya hak atas aktiva adalah sebesar nilai nominal saham
preferennya termasuk semua dividen yang belum dibayarkan jika bersifat
kumulatif.
Dalam praktek terdapat beraneka ragam jenis saham preferen diantaranya
adalah:
1) Cumulative Preferred Stock.
Saham preferen jenis ini memberikan hak pada pemiliknya atas
pembagian deviden yang sifatnya kumulatif dalam suatu persentase atau
jumlah tertentu dalam arti bahwa jika pada tahun tertentu deviden yang
dibayarkan tidak mencukupi atau tidak dibayar sama sekali, maka akan
diperhitungkan pada tahun-tahun berikutnya.
2) Non Cumulative Preferred Stock.
Pemegang saham jenis ini mendapat prioritas dalam pembagian deviden
sampai pada suatu persentase atau jumlah tertentu, tapi tidak bersifat
kumulatif. Dengan demikian apabila pada suatu tahun tertentu deviden
yang dibayarkan lebih kecil dari yang ditentukan atau tidak dibayar sama
sekali, maka hal ini tidak dapat diperhitungkan pada tahun berikutnya.
Windhu Eko Prasetantyo, 2013
Pengaruh Profitabilitas Terhadap Return Saham
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
33
3) Participating Preferred Stock.
Pemilik saham jenis ini disamping memperoleh deviden tetap seperti
yang telah ditentukan, juga memperoleh ekstra deviden apabila perusahaan
dapat mencapai sasaran yang ditetapkan.
4) Convertible Preferred Stock (saham istimewa).
Pemegang saham istimewa mempunyai hak lebih tinggi dibanding
pemegang saham lainnya. Hak lebih itu terutama dalam penunjukkan
direksi perusahaan.
Sedangkan jika dilihat berdasarkan kinerja sahamnya, saham dibedakan
menjadi:
a. Blue Chip Stock
Yaitu saham biasa dari suatu perusahaan yang memiliki reputasi tinggi
sebagai leader di industri sejenis, memiliki pendapatan yang stabil dan
konsisten dalam membayar deviden.
b. Income Stock
Merupakan saham dari suatu emiten yang memiliki kemampuan
membayar deviden lebih tinggi dari rata-rata deviden yang dibayarkan pada
tahun sebelumnya.
c. Growth Stock
Windhu Eko Prasetantyo, 2013
Pengaruh Profitabilitas Terhadap Return Saham
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
34
Saham ini merupakan saham-saham dari emiten yang memiliki
pertumbuhan pendapatan yang tinggi, sebagai leader di industri sejenis yang
mempunyai reputasi tinggi.
d. Speculative Stock
Adalah saham suatu perusahaan yang tidak bisa secara konsisten
memperoleh penghasilan dari tahun ke tahun, akan tetapi mempunyai
kemungkinan penghasilan yang tinggi dimasa mendatang meskipun belum
pasti.
e. Counter Cyclical Stock
Saham ini merupakan saham yang tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomi
makro maupun situasi bisnis secara umum.
2.1.2.3 Harga Saham
Menurut Buku Panduan Investasi di Pasar Modal Indonesia (2003:9),
Saham adalah sertifikat yang menunjukkan bukti kepemilikan suatu perusahaan,
dan pemegang saham memiliki hak klaim atas penghasilan dan aktiva perusahaan.
Harga sebuah saham sangat dipengaruhi oleh hukum permintaan dan penawaran,
harga suatu saham akan cenderung naik bila suatu saham mengalami kelebihan
permintaan dan cenderung turun jika terjadi kelebihan penawaran.
Menurut Maurice Kendall (dalam Husnan, 2008:57), harga saham tidak bisa
diprediksi atau mempunyai pola tidak tentu, ia bergerak mengikuti random walk
sehingga pemodal harus puas dengan normal return dengan tingkat keuntungan
yang diberikan oleh mekanisme pasar. Abnormal return hanya mungkin terjadi
Windhu Eko Prasetantyo, 2013
Pengaruh Profitabilitas Terhadap Return Saham
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
35
bila ada sesuatu yang salah dalam efisiensi pasar, keuntungan abnormal hanya
bisa diperoleh dari permainan yang tidak adil.
Ada dua macam analisis yang banyak digunakan untuk menentukan harga
saham, yaitu (Jogiyanto, 2011:23) :
1) Analisis Teknikal (Technical Analysis), yaitu menentukan harga saham
dengan menggunakan data pasar dari saham misalnya harga saham, volume
transaksi saham dan indeks pasar.
2) Analisis Fundamental (Fundamental Analysis) atau Analisis Perusahaan
(Company Analysis), yaitu menentukan harga saham dengan menggunakan
data fundamental, yaitu data yang berasal dari keuangan perusahaan
misalnya laba, dividen yang dibayar, penjualan, pertumbuhan dan prospek
perusahaan dan kondisi industri perusahaan. Jika terjadi perbaikan prestasi
kondisi fundamental perusahaan (kinerja keuangan dan operasional
perusahaan), biasanya diikuti dengan kenaikan harga saham di lantai bursa.
Hal ini disebabkan karena investor mempunyai ekspektasi yang lebih besar
dalam jangka panjang. Informasi tentang perbaikan atau penurunan prestasi
biasanya diketahui setelah laporan keuangan dikeluarkan.
2.1.2.4 Definisi Return Saham
Menurut Tandelilin (2010:7) alasan utama orang berinvestasi adalah untuk
memperoleh keuntungan. Dalam konteks manajemen investasi tingkat
keuntungan investasi disebut return. Sejalan dengan definisi tersebut Menurut
Windhu Eko Prasetantyo, 2013
Pengaruh Profitabilitas Terhadap Return Saham
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
36
Jogiyanto Hartono (2011:109) return merupakan hasil yang diperoleh dari
investasi.
Tujuan investor dalam berinvestasi adalah untuk memaksimalkan return,
tanpa melupakan faktor risiko yang harus dihadapinya. Return merupakan satu
faktor yang memotivasi investor untuk berinvestasi dan juga merupakan imbalan
atas keberanian investor menanggung risiko atas investasi yang dilakukannya.
Berikut Tabel 2.1 definisi return saham menurut para ahli:
TABEL 2.1
DEFINISI RETURN SAHAM MENURUT PARA AHLI
No
Nama Ahli
Definisi
1
Hardiningsih
Return merupakan hasil yang diperoleh dari
(2000:284)
investasi yang berupa return realisasi (realized
return) dan return ekspektasi (expected return)
2
Husnan
Return adalah ukuran yang mengukur besarnya
(2008:19)
perubahan kekayaan investor baik kenaikan
maupun penurunan serta menjadi bahan
pertimbangan
untuk
membeli
atau
mempertahankan sekuritas.
3
Gitman
Return is the total gain or loss experience on an
(2009:228)
investment over a given period of time. It
commonly measured as the change in value plus
any cash distributing during period of time,
expressed as a percentage of the beginning
period investment value.
4
Robert Ang
Stock return adalah tingkat keuntungan yang
(2010:23)
dinikmati oleh pemodal atas suatu investasi
saham yang dilakukannya.
5
James C. Van Horne Return adalah penghasilan yang diterima dari
dan Jhon M.
suatu investasi ditambah dengan perubahan
Wachowicz
harga pasar yang biasanya
(2012:116)
Modifikasi dari berbagai sumber, 2012.
Windhu Eko Prasetantyo, 2013
Pengaruh Profitabilitas Terhadap Return Saham
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
37
Melihat definisi dari James C. Van Horne dan Jhon M. Wachowicz return
dibagi menjadi dua komponen. Komponen return yang pertama adalah capital
gain yaitu bentuk keuntungan yang diperoleh investor dari selisih harga jual dan
harga beli saham yang diinvestasikannya. Sedangkan komponen return yang
kedua adalah yield yaitu pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan dan
berasal dari keuntungan yang diperoleh perusahaan.
Melihat pengertian return yang dikemukakan para ahli, dapat dikatakan
bahwa
return
adalah
keuntungan
yang
didapat
investor
setelah
menginvestasikan dananya dengan tidak melupakan faktor risiko yang harus
dihadapinya. Untuk dapat melihat return suatu saham dengan mengabaikan
deviden dapat digunakan rumus menurut James C. Van Horne dan Jhon M.
Wachowicz (2012:116) adalah sebagai berikut:
𝐑𝐭 =
(𝐏𝐭 − 𝐏𝐭−𝟏 )
𝐏𝐭−𝟏
Keterangan:
Rt
= Return saham periode t
Pt
= Harga saham pada periode t
Pt−1 = Harga saham pada periode t-1
2.1.3
Pengaruh Rasio Profitabilitas Terhadap Return Saham
Profitabilitas merupakan ukuran yang sangat penting bagi perusahaan dalam
menjalankan bisnisnya. Dalam hal ini, suatu perusahaan harus dapat
mempertahankan keadaan profitabilitasnya tersebut agar dapat mempertahankan
kelangsungan hidup perusahaan. Menurut Irham Fahmi (2011:135):
Windhu Eko Prasetantyo, 2013
Pengaruh Profitabilitas Terhadap Return Saham
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
38
Rasio profitabilitas adalah mengukur efektifitas manajemen secara
keseluruhan yang ditujukan oleh besar kecilnya tingkat keuntungan yang
diperoleh dalam hubungannya dengan penjualan maupun investasi. Semakin
baik rasio profitabilitas maka semakin baik menggambarkan kemampuan
tingginya perolehan keuntungan perusahaan.
Rasio keuangan suatu perusahaan mencerminkan kinerja keuangan
perusahaan
dan
dapat
dipergunakan
oleh
para
stakeholders
dengan
kepentingannya masing-masing. ROE merupakan salah satu indikator penting
dalam menilai prospek perusahaan di masa mendatang.
James C. Van Horne dan Jhon M. Wachowicz (2012:183) mengatakan
bahwa pengukuran ringkasan atas kinerja keseluruhan perusahaan adalah return
on equity. Return on equity merupakan kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan keuntungan dengan modal sendiri yang dimiliki. ROE merupakan
salah satu indikator dalam menilai prospek perusahaan di masa mendatang.
Rasio ROE merupakan ukuran profitabilitas dari sudut pandang pemegang
saham. Semakin besar ROE mencerminkan kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan keuntungan yang tinggi bagi para investor. Munawir (2008:84)
menjelaskan bahwa:
ROE merefleksikan seberapa banyak perusahaan telah memperoleh hasil
atas dana yang telah diinvestasikan oleh pemegang saham (baik secara
langsung atau dengan laba yang ditahan). Rasio ROE sangat menarik bagi
manajemen karena rasio tersebut merupakan ukuran atau indikator penting
dari shareholder value creation.
Menurut Egi Arvian Firmansyah (2009:4) rasio ROE sangat menarik bagi
pemegang saham maupun para calon pemegang saham, dan juga bagi manajemen
karena rasio tersebut merupakan ukuran atau indikator penting dari shareholder
value creation. ROE merupakan salah satu indikator penting dalam menilai
Windhu Eko Prasetantyo, 2013
Pengaruh Profitabilitas Terhadap Return Saham
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
39
prospek perusahaan di masa mendatang. Bringham dan Houston (2010:133)
mengatakan bahwa:
Return on equity (ROE), yang merupakan laba bersih bagi pemegang saham
dibagi dengan total equitas pemegang saham. Pemegang saham pastinya
ingin mendapatkan tingkat pengambalian yang tinggi atas modal yang
mereka investasikan, dan ROE menunjukan tingkat yang mereka peroleh.
Jika ROE tinggi, maka harga saham juga cenderung akan tinggi dan
tindakan yang meningkatkan ROE kemungkinan juga akan meningkatkan
harga saham.
Melihat pendapat yang dikemukan para ahli dapat dikatakan bahwa semakin
tinggi ROE maka kinerja perusahaan semakin efektif. Suatu angka ROE yang
bagus akan membawa keberhasilan bagi perusahaan, yang mengakibatkan
tingginya harga saham dan membuat perusahaan dapat dengan mudah menarik
dana baru. Peningkatan harga saham perusahaan akan memberikan keuntungan
(return) yang tinggi pula bagi para investor. Hal ini selanjutnya akan
meningkatkan daya tarik investor terhadap perusahaan. Peningkatan daya tarik ini
menjadikan perusahaan tersebut makin diminati oleh investor, karena tingkat
kembalian akan semkain besar. Dengan kata lain ROE akan berpengaruh terhadap
return yang akan diterima oleh investor.
2.1.4
Orisinalitas Penelitian
Tinjauan penelitian terdahulu dijadikan sebagai bahan referensi tambahan
terhadap penelitian yang akan dilakukan, berikut Tabel 2.2 hasil penelitian
terdahulu:
TABEL 2.2
ORISINALITAS PENELITIAN
Windhu Eko Prasetantyo, 2013
Pengaruh Profitabilitas Terhadap Return Saham
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
40
No
1
Nama Peneliti
dan Tahun
Hapcin Suhairy,
TESIS
Universitas
Sumatera Utara,
(2006)
2
Lisa
Listianingrum,
SKRIPSI
Universitas
Muhammadiyah
Surakarta,
Judul
Deskripsi Hasil Penelitian
Pengaruh Rasio
Profitabilitas dan
Leverage
Terhadap Return
Saham
Perusahaan
Manufaktur di
BEJ
Rasio profitabilitas (diwakili ROE
dan ROA) dan rasio leverage
(diwakili dengan DTA) secara
stimultan mempengaruhi return
saham, namun secara parsial
hanya rasio profitabilitas yang
berpengaruh secara signifikan
terhadap return saham, sedangkan
rasio leverage tidak berpengaruh
secara signifikan terhadap return
saham
Analisis Pengaruh
Rasio
Profitabilitas
Terhadap Return
Saham Pada
Perusahaan Food
And Beverages Di
Bursa Efek
Jakarta
Profitabilitas
diukur
dengan
menggunakan Return On Equity,
Return Of Invesment, Net Profit
Margin, Gross Profit Margin dan
Earning
Per
Share.
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa
kinerja karyawan berupa ROE,
ROI, NPM, GPM dan EPS secara
bersama-sama
berpengaruh
terhadap return saham.
Profitabilitas yang diwakili oleh
Return on Assets (ROA) dan
Return on Equity (ROE) dan
leverage yang diwakili oleh Debt
to Total Assets (DTA) terhadap
Return saham pada sektor properti
yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia. Hasil uji serempak (uji
F) menunjukkan bahwa semua
variabel independen yaitu Return
On Assets (ROA), Return On
Equity (ROE) dan Debt to Total
Assets
(DTA)
berpengaruh
signifikan
terhadap
variabel
dependen (Return Saham).
(2007)
3
Maria Rossellina
G.,
SKRIPSI
Universitas
Sumatera Utara,
(2008)
Pengaruh
Profitabilitas dan
Leverage
Terhadap Return
Saham Pada
Sektor Properti
Yang Terdaftar
Di Bursa Efek
Indonesia
Windhu Eko Prasetantyo, 2013
Pengaruh Profitabilitas Terhadap Return Saham
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
41
No
4
Nama Peneliti
dan Tahun
Egi Arvian
Firmansyah,
JURNAL
Universitas
Pendidikan
Indonesia,
(Tahun 9 No. 9
Oktober 2009)
5
Cecep Setiawan,
Universitas
Pendidikan
Indonesia,
(2010)
Judul
Deskripsi Hasil Penelitian
Analisis Return
On Equity (ROE)
Dan Price
Earning Ratio
(PER) Terhadap
Return Saham
Sektor
Pertambangan Di
Bursa Efek
Indonesia
Hasil penelitian ini membuktikan
variabel ROE (Return on Equity)
dan PER (Price Earning Ratio)
secara simultan berpengaruh
positif terhadap return saham
emiten sektor pertambangan di
Bursa Efek Indonesia pada tahun
2007-2008. Namun nilai koefisien
determinasinya
yang
kecil
sebagaimana yang telah dijelaskan
dalam
analisis
koefisien
determinasi sebelumnya, maka
variabel ROE dan PER secara
bersama-sama memiliki tingkat
kekuatan yang lemah dalam
memperkirakan return saham
Pengaruh
Profitabilitas
Terhadap Return
Saham
Pada Perusahaan
Manufaktur Di
Bursa Efek
Indonesia (BEI)
Variabel
bebas
(X)
yang
digunakan dalam penelitian ini
adalah
Profitabilitas
dengan
menggunakan indikator Return
On Equity dan Earning Per
Share, sedangkan variabel terikat
(Y) diwakili oleh return saham
dengan menggunakan indikator
selisih harga saham.
Berdasarkan
hasil
penelitian
disimpulkan bahwa pada tahun
2009, profitabilitas berpengaruh
positif terhadap return saham
pada perusahaan manufaktur yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
6
Wahyu Murti,
Pengaruh Kinerja
Windhu Eko Prasetantyo, 2013
Pengaruh Profitabilitas Terhadap Return Saham
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
Hasil
penelitian
ini
terdapat
42
No
Nama Peneliti
dan Tahun
TESIS
Universitas
Kristen Satya
Wacana
7
(2011)
Aeni Nurul
Octaviany,
Universitas
Pendidikan
Indonesia,
(2011)
8
Mehdi
Arabsalehi dan
Iman Mahmoodi
International
Journal of
Economics and
Finance Vol. 4,
Judul
Deskripsi Hasil Penelitian
Keuangan
Terhadap Return
Saham Indeks
LQ45 Di Bursa
Efek Jakarta,
Hongkong dan
Singapura
Pengaruh
Profitabilitas
Terhadap Return
Saham
(Studi Kasus Pada
Perusahaan
Sektor Properti
dan Real Estate
yang Terdaftar di
BEI)
pengaruh
rasio
likuiditas,
leverage, aktivitas, profitabilitas
dan pertumbuhan terhadap return
saham indeks LQ45 di Bursa Efek
Jakarta, Hongkong dan Singapura.
The Quest for the
Superior
Financial
Performance
Measures
Dari hasil tes yang dilakukan
bahwa return saham sangat dekat
dihubungkan dengan ROA dan
ROE lebih dari performance
measures.
Windhu Eko Prasetantyo, 2013
Pengaruh Profitabilitas Terhadap Return Saham
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
Hasil pengujian ini menunjukkan
bahwa tidak terdapat pengaruh
positif
antara
profitabilitas
terhadap return saham. Hal ini
dapat dilihat dari nilai signifikan
(0, 764) lebih besar dari taraf
signifikan (α = 0,05), maka dapat
disimpulkan hipotesis tersebut
ditolak.
Sedangkan
untuk
hubungan antara variabel X
dengan variabel Y, menunjukkan
hasil yang positif, dimana
kenaikan/penurunan variabel X
akan
memberikan
kenaikan/
penurunan terhadap variabel Y.
43
Nama Peneliti
dan Tahun
No. 2; February
No
Judul
Deskripsi Hasil Penelitian
(2012)
Sumber: diolah dari berbagai sumber
Berdasarkan Tabel 2.2 hasil penelitian terdahulu, terdapat persamaan dan
perbedaan penelitian yang diteliti penulis dengan peneliti sebelumnya.
Persamaannya dengan peneliti sebelumnya yaitu sama-sama meneliti mengenai
return saham yang diukur menggunakan rasio profitabilitas yaitu ROE hal ini
terlihat pada penelitian yang dilakukan oleh beberapa peneliti sebelumnya.
Perbedaan penulis dengan para peneliti dari hasil penelitian sebelumnya
yaitu terletak pada objek yang diteliti. Para peneliti sebelumnya mengambil objek
penelitian pada sektor food and Beverages, properti dan real estate, manufaktur,
Tehran Stock Exchange, dan LQ45, sedangkan penulis mengambil satu
Perusahaan yaitu PT Indosat Tbk. dari subsektor telekomunikasi sebagai objek
penelitian. Perbedaan lainnya yaitu penulis hanya fokus terhadap profitabilitas
dengan indikator (ROE) dan return saham yang diukur berdasar selisih harga
saham.
2.2
Kerangka Pemikiran
Alasan utama orang berinvestasi adalah untuk memperoleh keuntungan.
Dalam konteks manajemen investasi tingkat keuntungan investasi disebut return.
return merupakan penghasilan yang diterima dari suatu investasi ditambah
dengan perubahan harga pasar yang biasanya. Return dibagi menjadi dua
Windhu Eko Prasetantyo, 2013
Pengaruh Profitabilitas Terhadap Return Saham
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
44
komponen, komponen return yang pertama adalah capital gain yaitu bentuk
keuntungan yang diperoleh investor dari selisih harga jual dan harga beli saham
yang diinvestasikannya. Sedangkan komponen return yang kedua adalah yield
yaitu pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan dan berasal dari
keuntungan yang diperoleh perusahaan.
Return merupakan satu faktor yang memotivasi investor untuk berinvestasi
dan juga merupakan imbalan atas keberanian investor menanggung risiko atas
investasi yang dilakukannya. Untuk memperoleh return, investor harus
mengetahui
informasi
kinerja
keuangan
perusahaan
emiten.
Bahan
pertimbangan dalam menganalisis dan menilai posisi dan informasi keuangan,
kemajuan serta potensi sebuah perusahaan di masa mendatang diantaranya
adalah informasi mengenai kemampuan perusahaan dalam mengelola
perusahaan untuk menghasilkan laba.
Kinerja keuangan merupakan suatu tampilan tentang kondisi keuangan
perusahaan selama periode tertentu. Alat untuk mengukur keberhasilan suatu
perusahaan pada umumnya berfokus pada laporan keuangannya di samping
data-data non keuangan lain yang bersifat sebagai penunjang. Informasi kinerja
bermanfaat untuk memprediksi kapasitas perusahaan dalam menghasilkan arus
kas dari sumber dana yang ada.
Metode umum yang digunakan untuk mengukur dan menganalisis kinerja
perusahaan di bidang keuangan adalah rasio keuangan. Rasio keuangan adalah
studi tentang informasi yang menggambarkan hubungan diantara berbagai akun
Windhu Eko Prasetantyo, 2013
Pengaruh Profitabilitas Terhadap Return Saham
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
45
dari laporan keuangan yang mencerminkan keadaan serta hasil operasional
perusahaan.
Terdapat beberapa rasio keuangan yang biasa digunakan untuk
menggambarkan kinerja keuangan perusahaan terdiri dari likuiditas, leverage,
aktivitas, profitabilitas, pertumbuhan dan penilaian. Untuk mengukur tingkat
profitabilitas perusahaan, dapat dilakukan dengan menggunakan rasio
profitabilitas. Rasio ini memberikan informasi akuntansi keuangan mengenai
perubahan-perubahan keuangan perusahaan dari tahun ketahun terutama
kesehatan financial perusahaan.
Rasio profitabilitas mengukur efektifitas manajemen secara keseluruhan
yang ditujukan oleh besar kecilnya tingkat keuntungan yang diperoleh dalam
hubungannya dengan penjualan maupun investasi. Semakin baik rasio
profitabilitas maka semakin baik menggambarkan kemampuan tingginya
perolehan keuntungan perusahaan.
Profitabilitas terdiri atas dua jenis, yaitu rasio yang menunjukkan
profitabilitas dalam kaitannya dengan penjualan dan rasio yang menunjukkan
profitabilitas dalam kaitannya dengan investasi. Bersama-sama rasio-rasio ini
menunjukkan efektifitas operasional keseluruhan perusahaan. Profitabilitas
perusahaan dalam kaitannya dengan sales (penjualan) dapat ditunjukkan dengan
Gross Profit Margin dan Net Profit Margin. Sedangkan profitability yang
berkaitan dengan investment ditunjukan dengan ROA dan ROE. Dalam penelitian
ini berkaitan dengan investasi yaitu return saham sehingga alat ukur profitabilitas
yang dipakai yang menggunakan ROE.
Windhu Eko Prasetantyo, 2013
Pengaruh Profitabilitas Terhadap Return Saham
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
46
Irham Fahmi (2011:135) yang mengatakan bahwa, semakin baik rasio
profitabilitas maka semakin baik menggambarkan kemampuan tingginya
perolehan keuntungan perusahaan yang akhirnya investor akan mendapatkan
return yang baik. Dalam hal ini, profitabilitas yang berkaitan dengan investasi
yaitu ROE.
Return On Equity merupakan alat analisis keuangan untuk mengukur
kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan berdasarkan modal
tertentu. Rasio ini merupakan ukuran profitabilitas dari sudut pandang pemegang
saham. Menurut Munawir (2008:84) menjelaskan bahwa:
ROE merefleksikan seberapa banyak perusahaan telah memperoleh hasil
atas dana yang telah diinvestasikan oleh pemegang saham (baik secara
langsung atau dengan laba yang ditahan). Rasio ROE sangat menarik bagi
manajemen karena rasio tersebut merupakan ukuran atau indikator penting
dari shareholder value creation.
Selain itu Bringham dan Houston (2010:133) menegaskan bahwa:
Return on equity (ROE), yang merupakan laba bersih bagi pemegang saham
dibagi dengan total equitas pemegang saham. Pemegang saham pastinya
ingin mendapatkan tingkat pengambalian yang tinggi atas modal yang
mereka investasikan, dan ROE menunjukan tingkat yang mereka peroleh.
Jika ROE tinggi, maka harga saham juga cenderung akan tinggi dan
tindakan yang meningkatkan ROE kemungkinan juga akan meningkatkan
harga saham.
ROE mengukur efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari setiap
rupiah dari harta bersih, dan memperlihatkan bagaimana baik sebuah perusahaan
menggunakan investasinya dalam menghasilkan pertumbuhan keuangan. Rasio
ROE merupakan ukuran profitabilitas dari sudut pandang pemegang saham.
Semakin besar ROE mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan
keuntungan yang tinggi bagi para investor.
Windhu Eko Prasetantyo, 2013
Pengaruh Profitabilitas Terhadap Return Saham
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
47
Berdasarkan uraian tersebut dapat dikatakan bahwa rasio profitabilitas dapat
dijadikan acuan untuk melihat seberapa besar return saham yang akan didapat
investor terhadap investasi yang akan dilakukannya. Dalam penelitian ini
berkaitan dengan investasi yaitu return saham sehingga alat ukur profitabilitas
yang dipakai yang menggunakan return on equity. Peneliti merumuskan kerangka
penelitian dalam Gambar 2.1 sebagai berikut:
Windhu Eko Prasetantyo, 2013
Pengaruh Profitabilitas Terhadap Return Saham
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
SAHAM
KINERJA
KEUANGAN
Wahyu Murti
(2011:34)
KETERANGAN
: Konsep penelitian
LIKUIDITA
S
LEVERAG
E
PROFITABILITA
S
AKTIVITA
S
PERTUMBUHA
N
NILAI
PASAR
: Tidak diteliti
: Yang akan diteliti
: Jalur penelitian
GROSS PROFIT
MARGIN
: Jalur yang tidak
diteliti
NET PROFIT MARGIN
,
Bringham dan Houston
(2010:133)
RETURN ON ASSET
RETURN ON EQUITY
RETURN
SAHAM
Irham Fahmi
(2011:116)
GAMBAR 2.1 KERANGKA PENELITIAN
PENGARUH PROFITABILITAS TERHADAP RETURN SAHAM
Windhu Eko Prasetantyo, 2013
Pengaruh Profitabilitas Terhadap Return Saham
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu
48
James C. Van Horne
dan Jhon M.
Wachowicz (2012:116)
49
Berdasarkan kerangka penelitian pengaruh profitabilitas terhadap return
saham dapat disusun paradigma penelitian pada Gambar 2.2 sebagai berikut :
RETURN SAHAM
(Capital gain)
PROFITABILITAS
(Return On Equity)
GAMBAR 2.2
PARADIGMA PENELITIAN PENGARUH PROFITABILITAS
TERHADAP RETURN SAHAM
2.3
Hipotesis
Hipotesis dapat diartikan sebagai suatu gambaran yang bersifat sementara
terhadap
permasalahan
penelitian,
sampai
terbukti
melalui
data
yang
terkumpul. (Arikunto, 2010:110). Sedangkan Sugiyono (2010:93) mengemukakan
pengertian hipotesis sebagai berikut:
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah
penelitian, dikatakan sementara karena jawaban yang diberikan baru
didasarkan pada fakta-fakta yang empiris yang diperoleh melalui
pengumpulan data. Jadi, hipotesis juga dapat dinyatakan sebagai jawaban
teoritis terhadap rumusan masalah penelitian, belum jawaban yang
empirik.
Berdasarkan pendapat di atas, maka dapat dikatakan bahwa hipotesis
merupakan jawaban sementara yang belum final dan masih harus dibuktikan
kebenarannya melalui penelitian lebih lanjut. Hipotesis dalam penelitian ini yaitu
terdapat pengaruh profitabilitas terhadap return saham pada PT Indosat Tbk. yang
listed di Bursa Efek Indonesia periode Juni 2009-Juni 2012.
Download