BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Internet Pengertian Internet menurut

advertisement
8 BAB 2
LANDASAN TEORI
2.1
Internet
Pengertian Internet menurut Rudy et al. (2007, p194) merupakan
kumpulan kabel, protokol, dan perangkat keras yang memperbolehkan transmisi
secara elektronik melalui TCP-IP. Bentuk internet merupakan jaringan komputer
secara global yang dapat menyebarkan data dan program. Lihat Gambar 2.1.
Gambar 2.1 Jaringan Internet
9 2.2
Web
Berdasarkan Turban, Rainer dan Potter (2003, p214) web adalah sistem
dengan standar universal yang diterima untuk menyimpan, mengambil,
memformat, dan menampilkan informasi melalui arsitektur klien atau server.
Web menangani semua tipe dari informasi digital, termasuk text, hypermedia,
grafik, dan suara. Web menggunakan graphic user interface, jadi sangat mudah
untuk digunakan. Pokok teknologi world wide web (WWW) dibuat oleh
Thimothy Berners-Lee, yang pada tahun 1989 mengusulkan jaringan global dari
dokumen hypertext yang akan memungkinkan peneliti fisika untuk bekerja sama.
Web didasarkan pada bahasa standar hypertext yang disebut Hypertext
Markup Language (HTML), yang format dokumen dan penggabungan hypertext
dinamis dihubungkan ke penyimpanan dokumen lainnya pada komputer yang
sama maupun berbeda.
Untuk mengakses website, pengguna harus menentukan Uniform
Resource Locator (URL), yang menunjuk ke alamat dari sebuah sumber tertentu
di web. Misalnya, URL untuk microsoft adalah http://www.microsoft.com.
2.3
Rekayasa Piranti Lunak (RPL)
Berdasarkan Roger S. Pressman (1987, p19) Piranti lunak adalah hasil
perkembangan dari perangkat keras dan system engineering. Piranti lunak
tersebut meliputi satu set dari tiga elemen yaitu methods, tools, and procedures.
10 Hal itu memungkinkan manajer untuk mengontrol perkembangan piranti lunak
dan menyediakan pelaksana dengan dasar untuk membangun piranti lunak yang
berkualitas tinggi.
1. Software Engineering Methods
Menyediakan teknik-teknik bagaimana untuk membuat piranti lunak.
2. Software Engineering Tools
Menyediakan dukungan otomatis atau semi-otomatis untuk mendukung
methods.
3. Software Engineering Procedures
Sebuah alat untuk menyatukan methods dan tools dan memungkinkan
pengembangan rasional dan tepat waktu pada piranti lunak komputer.
Ada 4 paradigma pada rekayasa piranti lunak, yaitu :
1. The Classic Life Cicle
Gambar 2.2 Diagram Waterfall Model (Pressman, 1987, p20)
11 Salah satu paradigma rekayasa piranti lunak yang sering dipakai adalah
Classic Life Cicle atau sering juga disebut “Waterfall Model” (Lihat Gambar
2.2). Ada enam tahapan dalam The Classic Life Cicle, yaitu :
•
Rekayasa Sistem (Software Engineering)
Piranti lunak merupakan bagian dari sistem yang besar, oleh karena
itu penting untuk menetapkan kebutuhan seluruh sistem terlebih
dahulu. Setelah itu ditentukan bagian dari kebutuhan ini yang akan
dimasukkan dalam piranti lunak. Dalam hal ini yang terpenting
adalah antar muka (interface) antara piranti lunak dengan perangkat
keras, pemakai dan basis data (database).
•
Analisis Kebutuhan Piranti Lunak (Software Requirement Analysis)
Analisis yang dilakukan pada tahap ini adalah untuk mengetahui
kebutuhan piranti lunak, sumber informasi piranti lunak, fungsifungsi yang dibutuhkan, kemampuan piranti lunak, dan antar muka
piranti lunak tersebut.
•
Perancangan (Design)
Perancangan piranti lunak dititik beratkan pada empat atribut program
yaitu struktur data, arsitektur piranti lunak, perincian prosedur, dan
karakter tatap muka. Proses perancangan penerjemahan kebutuhan
kedalam representasi piranti lunak yang dapat di nilai kualitasnya
sebelum pengkodean.
12 •
Pengkodean (Coding)
Perancangan harus diterjemahkan kedalam bentuk yang dimengerti
mesin sehingga mesin dapat membaca rancangan tersebut, yaitu
dengan membuat program.
•
Pengujian (Testing)
Tahap pengujian ini perlu dilakukan agar kekuatan yang dihasilkan
oleh program sesuai dengan yang diharapkan. Pengujian ini dilakukan
secara menyeluruh sampai semua perintah dan fungsi telah diuji.
•
Pemeliharaan (Maintenance)
Karena kebutuhan pemakai selalu akan meningkat, maka piranti lunak
yang telah selesai dibuat perlu dipelihara agar dapat mengantisipasi
kebutuhan pemakai terhadap fungsi-fungsi baru yang dapat timbul
karena munculnya sistem operasi baru, perangkat keras baru, dan
sebagainya.
13 2. Prototyping
Gambar 2.3 Diagram Prototyping (Pressman, 1987, p23)
Merupakan suatu proses yang memungkinkan pengembang untuk membuat
sebuah model dari piranti lunak yang hendak dibangun agar pengembang
yakin akan efisiensi atas suatu algoritma, kemampuan adaptasi sistem operasi
atau interaksi manusia dan komputer yang sesuai dengan keinginan.
Pada umumnya ukuran tahap yang ada pada prototyping adalah (Lihat
Gambar 2.3) :
1. Pengumpulan kebutuhan
2. Perancangan yang cepat
3. Pembuatan protoype
4. Pelaksanaan evaluasi dan penyempurnaan prototype
14 5. Pembuatan produk piranti lunak
3. Teknik Generasi ke-empat (4GT)
Gambar 2.4 Diagram Fourth Generation Techniques (Pressman, 1987, p24)
Pemodelan ini menggunakan alat-alat bantu piranti lunak, yakni bahasa
pemrograman 4GT (Lihat Gambar 2.4) yang memungkinan pengembang
piranti lunak menspesifikasikan beberapa karakteristik piranti lunak. Alatalat bantu tersebut kemudian akan menghasilkan source-code sesuai dengan
spesifikasi yang diberikan pengembang. Ada 4 tahapan dalam model 4GT,
yaitu
pengumpulan
kebutuhan
piranti
lunak,
strategi
perancangan,
implementasi dengan menggunakan bahasa pemrograman tingkat 4 dan
pengujian piranti lunak.
15 4. Paradigma Kombinasi
Dalam beberapa kasus, model ini dapat dikombinasikan dari kelebihankelebihan penggunaan permodelan diatas menjadi satu proyek tunggal.
Model yang dikombinasikan yaitu model Classic Life Cicle, model
prototyping, dan teknik generasi ke-empat (4GT).
2.4
Interaksi Manusia dan Komputer (IMK)
Berdasarkan Shneiderman (1998, p15), determinasi yang sangat hati-hati
dari komunitas para pengguna multimedia dan dari kumpulan benchmark adalah
dasar untuk pencapaian tujuan bagi setiap manusia. Bagi setiap pengguna dan
setiap task, objek yang diukur secara tepat bagi para perancang, evaluator,
purchaser, atau manajer. Ada 5 faktor dari manusia yang harus diperhatikan
untuk dievaluasi :
1. Waktu untuk belajar. Berapa lama untuk anggota yang berbeda-beda dari
komunitas pengguna untuk mempelajari dan menggunakan perintah yang
berhubungan dari sekumpulan task?
2. Kecepatan pengajian informasi sehingga informasi yang tersedia adalah yang
akurat.
3. Tingkat kesalahan pemakai. Berapa banyak dan apa saja error atau kesalahan
yang dilakukan oleh para pengguna? Penanganan suatu kesalahan atau error
handling merupakan suatu hal yang sangat penting bagi komponen dari
16 penggunaan sistem yang juga harus dipelajari secara terus menerus secara
ekstensif.
4. Mudah dihafal. Berapa lama para pengguna dapat menjaga pengetahuannya
tersebut setelah beberapa jam, hari, atau minggu. Hafalan yang mungkin
berhubungan sangat erat dengan waktu dalam pembelajaran.
5. Kepuasan pemakai. Seberapa suka para pengguna menggunakan aspek-aspek
yang
bervariasi
dari
sebuah
sistem?
Jawabannya
adalah
dengan
menggunakan wawancara dan menulis survei, termasuk juga skala dari
kepuasan, dan kolom kosong untuk komentar umum dari para pengguna.
2.4.1
Delapan Aturan Emas
Berdasarkan Shneiderman (1998, p74) ada delapan aturan yang
harus diperhatikan dalam menyusun IMK, yaitu :
1. Bertahan untuk konsisten. Konsisten yang dimaksud adalah konsisten
dalam aksi-aksi situasi tertentu, konsistensi menu, warna, layout,
fonts, dan sebagainya.
2. Memperbolehkan pemakai rutin untuk menggunakan shortcut.
3. Umpan balik yang interaktif untuk setiap aksi yang dilakukan.
4. Pengorganisasian yang baik, sehingga pemakai mengetahui kapan
awal dan kapan akhir dari suatu interaksi.
17 5. Penanganan masalah yang sederhana.
6. Memperbolehkan pemakai dalam mengulang, memperbaiki, dan
membatalkas suatu aksi.
7. Menyediakan kendali internal bagi pemakai, sehingga pemakai
merasa bahwa ia mengendalikan sistem dan sistem akan memberikan
respon terhadap aksinya.
8. Mengurangi menghafalan, dengan mengingat kaidah ingatan manusia
yang terbatas sehingga perancangan harus sederhana.
2.5
Basis Data
2.5.1
Definisi Basis Data
Pengertian basis data menurut Connolly dan Begg (2002,p14),
“Database is a shared collection of logically related data ,and a
description of this data, designed to meet the information needs of an
organization” ,yang berarti “Basis data adalah penggunaan bersama dari
data yang terhubung secara logic dan deskripsi dari data yang dirancang
untuk keperluan informasi dari suatu perusahaan”.
Pengertian basis data menurut Date (1995, p9) ,”A database is a
collector of persistent data that is used by application system of some
given enterpise” ,dapat diartikan “Basis data adalah suatu koleksi atau
18 kumpulan data yang presisten yang digunakan oleh sistem aplikasi dari
perusahaaan”.Presisten disini diartikan sebagai data yang berbeda satu
dengan yang lainnya dan biasanya merupakan data yang bersifat
sementara.
Sedangkan menurut Sutejo dan Lie (2007, p151) basis data
merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan
yang lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer, dan digunakan
untuk memanipulasi data. Data perlu disimpan ke dalam basis data untuk
keperluan penyediaan informasi lebih lanjut.
2.5.2
Konsep Basis Data
Menurut McLeod (1998,p264), dua tujuan konsep basis data
adalah meminimumkan pengulangan data (data redundancy) dan
mencapai independensi data.Data redundancy adalah duplikasi data
artinya data yang sama disimpan dalam beberapa file.Indenpendensi data
adalah kemampuan untuk membuat perubahan dalam struktur data tanpa
membuat perubahan pada program yang memproses data.Indenpendensi
data yang dicapai dengan menempatkan spesifikasi data dalam table dan
kamus yang terpisah yaitu dalam table.
19 2.5.3
Perencanaan Basis Data
Menurut Connolly dan Begg (2002,p273), perencanan basis data
atau yang biasanya sering disebut dengan database planing merupakan
aktifitas menejemen yang mengizinkan tingkatan dari aplikasi basis data
untuk direalisasikan seefisien dan seefektif mungkin. Perencanaan basis
data harus diintegrasikan dengan seluruh strategi sistem informasi dari
perusahaan. Ada 3 hal penting dalam menyusun sebuah strategi sistem
informasi, yaitu :
a. Identifikasi dari tujuan dan rencana perusahaan dengan penentuan
kebutuhan sistem informasi selanjutnya.
b. Evaluasi dari sistem informasi saat ini untuk menentukan kelebihan
dan kelemahan pada saat ini.
c. Penilaian dari kesempatan-kesempatan teknologi yang mungkin
menghasilkan keuntungan kompetitif.
Langkah penting dari tahap ini adalah mendefinisikan secara jelas
tentang pernyataan nilai untuk setiap proyek basis data. Pernyataan
tersebut mendefinisikan tujuan utama dari aplikasi basis data. Bila
pernyataan
tersebut
selesai
maka
langkah
selanjutnya
adalah
mengidensifikasi sasarannya. Pernyataan dan sasaran ini perlu didukung
oleh informasi-informasi tambahan yang menentuksn pekerjaaan apa saja
20 yang harus diselesaikan ,sumber-sumber yang mendukung dan biaya yang
dikeluarkan.
2.5.4
Definisi Sistem Basis Data
Menurut Connolly dan Begg (2002,p274), definisi sistem adalah
memaparkan jangkuan dan batasan dari aplikasi basis data dan
pandangan-pandangan utama para pemakai. Sebelum mendesain suatu
aplikasi basis data penting untuk terlebih dahulu mengidentifikasi
batasan-batasan dari sistem yang sedang diselidiki dan bagaimana
kaitannya dengan bagian lain sistem informasi perusahaan. Perlu
dipikirkan untuk kebutuhan yang akan datang selain dari keadaan saat ini
dan tak lupa untuk mengidentifikasi pandangan pemakai yang merupakan
aspek penting dari pengembangan apliksai basis data karena membantu
untuk memastikan bahwa tidak ada pemakai utama basis data yang
terlupa ketika pengembangan aplikasi baru tersebut.
2.5.5
Analisa dan Pengumpulan Kebutuhan
Menurut Connolly dan Begg (2002,p276), analisi dan pengumpulan
kebutuhan adalah proses pengumpulan dan analisis kebutuhan dari user
yang akan didukung oleh aplikasi basis data dan menggunakan informasi
ini untuk mengidentifikasi kebutuhan pemakai terhadap sistem baru.
21 1.
Penjabaran dari data yang digunakan.
2.
Detail mengenai bagaimana data yang digunakan.
3.
Kebutuhan tambahan apapun untuk aplikasi basis data yang baru.
Informasi ini kemudian dianlisis untuk mengidentifikasikan
kebutuhan yang dimasukan untuk aplikasi basis data yang baru tersebut.
Ada 3 macam penyekatan untuk mengatur kebutuhan dari sebuah aplikasi
basis data dengan berbagai pandangan pemakai, yaitu :
1.
Pendekatan Centralized
Kebutuhan untuk tiap pandangan pemakai di satukan menjadi satu set
kebuthan untuk aplikasi data. Umumnya pendekatan ini dipakai jika
basis datanya tidak terlalu kompleks.
2.
Pendekatan View Integration
Kebutuhan untuk tiap pandangan pemakai digunakan untuk
membangun sebuah model data yang terpisah yang dipresentasikan
tiap pandangan pemakai tersebut. Hasil fari data-data model tersebut
kemudian disatukan di bagian deasin basis data.
3.
Kombinasi Keduanya
22 2.5.6
Desain Basis Data
Menurut Connolly dan Begg (2002,p279), perancangan basis data
merupakan proses pembuatan suatu desain sbuah bisnis daya yang akan
mendukung operasional dan sasaran suatu perusahaan.
Ada 2 pendekatan untuk mendesain sebuah basis data, yaitu:
1.
Pendekatan Bottom-up
Dimulai pada tingkat awal dari atribut (yaitu, properti dari entity dan
relationship), yang mana melalui analisis dari asosiasi antar atribut,
dikelompokan menjadi hubungan yang mempresentasikan jenis-jenis
basis data yang simple dengan jumlah atribut yang tidak banyak.
2.
Pendekatan Top-down
Digunakan pada basis data yang lebih kompleks yang dimulaia
dengan paengembangan dari model data yang mengadung beberapa
entitas dan hubungan tingkat tinggi dan kemudian memakai
perbaikan top-down berturut-turut untuk mengidentifikasi entitas,
hubungan dari atribut berkaitan tingkata rendah. Pendekatan ini
biasanya digambarakan melalui ER(Entity Relationship).
Pada tahap ini ada bagian yang disebut data modeling yang
digunakan untuk membantu pemahaman dari data dan untuk memudahkan
komunikasi tentang kebutuhan informasi.Dengan dibuatnya model data
dapat membantu memahami :
23 1.
Pandangan tiap pemakai mengenai data.
2.
Kealamian data itu sendiri, kebebasan representasi fisiknya.
3.
Keguanan dari data berdasarkan pandangan pemakai.
Kriteria untuk model data, yaitu:
1. Structural validity
Konsistensi dengan cara yang mendefinisikan perusahaan dan
menyusun informsainya.
2. Simplicity
Kemudahan untuk memahami baik bagi yang profesioanal dibidang
sistem informasi maupun pemakai yang non-teknis.
3. Expressibility
Kemampuan untuk menbedakan antara data yang berbeda dan
hubungan antara data.
4. Nonredundancy
Pembuangan informasi yang tak ada hubungannya khususnya
representasi dari tiap potongan informasi tepatnya hanya sekali.
24 5. Shareability
Tidak spesifik untuk aplikasi dan teknologi khusus apapun dan
dengan demikian dapat digunakan oleh banyak orang.
6. Extensibility
Konsistensi terhadap cara yang digunakan perusahaan dan mengatur
informasi.
7. Integrity
Konsistensi terhadap cara untuk menggunakan perusahaan dan
mengatur informasi yang ada untuk menyelesaikan proyek basis data
tersebut.
8. Diagramatic representation
Kemampuan untuk mempresentasikan sebuah model menggunakan
notasi diagram yang dapat dipahami dengan mudah.
2.6
Model Perancangan Sistem
Menurut Sutejo dan Lie (2007, p152-154), alat bantu perancangan untuk
menunjang pembuatan sebuah sistem atau aplikasi diantaranya adalah bagan alir
(system flowchart), Data Flow Diagram (DFD), diagram arus data (entity
relationship diagram), dan State Transtition Diagram (STD).
25 2.6.1 Pengertian Bagan Alir (system flowchart)
Bagan alir adalah sebuah perwakilan dari algoritma yang berupa
visual ataupun grafikal. Bagan alir terdiri dari sekumpulan blok dan garis
alir, setiap blok mewakili operasi ataupun langkah tertentu di dalam
algoritma. Bagan alir merupakan suatu model yang paling sederhana yang
menggambarkan sebuah proses langkah demi langkah dari awal sampai
akhir yang mudah untuk dilihat, diikut dan dipahami.
2.6.2 Pengertian Data Flow Diagram (DFD)
DFD adalah suatu gambaran grafis dari suatu sistem yang
menggunakan sejumlah bentuk simbol untuk menggambarkan bagaimana
data mengalir melalui suatu proses yang saling berkaitan.
Sedangkan menurut DeMarco (1978,p40), diagram aliran data
menunjukkan aliran data, bukan kontrol. Ini adalah perbedaan antara
diagram aliran data dan diagram alur dokumen. Diagram aliran data
menggambarkan situasi dari sudut pandang data, sedangkan diagram alur
dokumen menggambarkan dari sudut pandang mereka yang bertindak
atas data. Untuk alasan ini, anda hampir tidak pernah melihat sebuah loop
dalam diagram aliran data. Loop adalah sesuatu bahwa data tidak
menyadari setiap datum biasanya melewati sekali, dan dari titik
pandang itu tidak loop sama sekali. Loop dan keputusan consederations
kontrol dan tidak muncul dalam diagram aliran data.
26 Empat simbol umum yang digunakan, diantaranya :
Tabel 2.1 Simbol-simbol dalam Data Flow Diagram
Simbol
Nama
Keterangan
Menggambarkan arus
Vector
data
Menggambarkan sebuah
Bubble
proses data
Menggambarkan
File
dokumen atau database
Menggambarkan actor
Box
untuk mengirim dan
menerima data
2.6.3 Pengertian Diagram Arus Data (Entity Relationship Diagram)
ERD adalah suatu rancangan model yang berisi komponen
himpunan entitas dan himpunan relasi yang masing-masing entitas
dilengkapi dengan atribut yang mempresentasikan seluruh fakta.
2.6.4 Pengertian State Transtition Diagram (STD)
STD adalah alat yang digunakan untuk menggambarkan urutan
dan variasi layar yang dapat terjadi selama satu sesi pengguna. Dapat
27 dianggap sebagai peta jalan. Masing-masing layar dianalogikan sebagai
sebuah kota. Tidak semua jalan melewati kota.
Bujur sangkar digunakan untuk menggambarkan display screen.
Anak panah menggambarkan aliran kontrol dan menggerakan kejadian
yang akan menyebabkan screen menjadi aktif atau menerima fokus.
Bujur sangkar tersebut hanya menggambarkan apa yang akan muncul
selama dialog. Arah anak panah menunjukkan urutan munculnya screenscreen tersebut. Sebuah anak panah yang terpisah, masing-masing
memiliki nama, digambar untuk setiap arah karena tindakan yang berbeda
akan menggerakan aliran kontrol dari dan aliran kontrol ke screen yang
ada (Whitten, 2001, p593).
2.7
Diagram Aliran Dokumen (DAD)
Menurut Bodnar (2000, p34), Diagram Aliran Dokumen (DAD)
merupakan suatu diagram simbolik yang menunjukkan aliran data dan urutan
operasi dalam suatu sistem.
Menurut Mulyadi (2001, p60), bagan alir dokumen (document flow chart)
digunakan untuk menggambarkan aliran dokumen dalam sistem tertentu. Simbolsimbol yang digunakan dalam bagan aliran dokumen, yaitu :
28 Tabel 2.2 Simbol-simbol dalam Bagan Aliran Dokumen
Simbol
Nama
Dokumen
Dokumen dan
tembusannya
Berbagai
dokumen
Catatan
Penghubung
pada halaman
yang sama
Penghubung
pada halaman
yang beda
Keterangan
Digunakan untuk mengambarkan
semua jenis dokumen yang
merupakan
formulir
yang
digunakan untuk merekam data
terjadinya suatu transaksi.
Digunakan untuk menggambarkan
dokumen asli dan tembusannya.
Nomor
lembar
dokumen
dicantumkan disudut kiri atas.
Digunakan untuk menggambarkan
berbagai jenis dokumen yang
digabungkan bersama di dalam
suatu paket. Nama dokumen
dituliskan di dalam masing-masing
simbol
dan
nomor
lembar
dokumen dicantumkan di sudut
kanan atas simbol dokumen yang
bersangkutan.
Digunakan untuk menggambarkan
catatan akuntansi yang digunakan
untuk mencatat data yang direkam
sebelumnya di dalam dokumen
atau formulir.
Dalam menggambarkan bagan alir,
arus dokumen dibuat mengalir dari
atas ke bawah dan dari kiri ke
kanan. Karena keterbatasan ruang
halaman kertas untuk menggambar
maka
diperlukan
simbol
penghubung untuk memungkinkan
aliran dokumen berhenti di suatu
lokasi lain pada halaman yang
sama.
Jika untuk menggambarkan bagan
alir suatu sistem akuntansi
diperlukan lebih dari satu halaman,
simbol ini harus digunakan untuk
menunjukan
ke
mana
dan
bagaimana bagan alir terkait satu
29 dengan lainnya.
Kegiatan
manual
Arsip
sementara
Digunakan untuk menggambarkan
kegiatan manual.
Digunakan untuk menggambarkan
arsip sementara yang dokumennya
akan diambil kembali dari arsip
tersebut di masa yang akan datang
untuk keperluan pengolahan lebih
lanjut terhadap dokumen tersebut.
Untuk
menunjukan
urutan
pengarsipan dokumen digunakan
simbol berikut ini:
A = menurut abjad
N = menurut nomor urut
T = kronologis, menurut tanggal
Digunakan untuk menggambarkan
arsip permanen yang tidak akan
diproses lagi.
Simbol ini untuk menggambarkan
Mulai/berakhir awal dan akhir suatu sistem
(terminal)
akuntansi.
Arsip
Permanen
Simbol
ini
menggambarkan
keputusan yang harus dibuat dalam
proses pengolahan data.
Ya
Tidak 2.8
Keputusan
Sistem Pemesanan Produk
Menurut Mulyadi (2001, p5) sistem adalah suatu jaringan prosedur yang
dibuat menurut pola yang terpadu untuk melaksanakan kegiatan pokok
perusahaan.
30 Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (Balai Pustaka, 2001, p866)
pemesanan adalah proses, perbuatan, cara memesan atau memesankan.
Sedangkan produk (Kotler, 1997, p430) adalah segala sesuatu yang dapat
ditawarkan ke pasar untuk memuaskan sebuah keinginan atau kebutuhan.
Jadi dapat disimpulkan bahwa sistem pemesanan produk adalah suatu
jaringan yang dibuat menurut pola yang terpadu dan memuat proses, perbuatan,
atau cara memesan segala sesuatu yang ditawarkan untuk memuaskan sebuah
keinginan atau kebutuhan dari kegiatan pokok perusahaan.
2.9
Penjualan
Berdasarkan Richard (1981, p4) penjualan adalah ketika salah satu pihak
menukar uang untuk sesuatu yang bernilai yang dimiliki oleh pihak lain.
Penjual melakukan penjualan, mereka terlibat dalam kegiatan pertukaran dan
tindakan
mereka
membuat
penjualan
adalah
menjual.
Usaha jual tidak selalu berakhir dalam penjualan. Di sisi lain dari penjualan
adalah pembelian atau penyaluran uang untuk sesuatu yang bernilai. Menjual
merupakan bagian dari pemasaran. Pemasaran adalah "serangkaian kegiatan yang
diperlukan dan terkait dengan membawa tentang hubungan pertukaran dalam
sistem ekonomi kita."
Sedangkan pengertian penjualan menurut Rudy et al. (2007, p194)
merupakan penyerahan hak milik barang atau jasa dari penjual ke pembeli,
sedangkan pembeli akan menyerahkan sejumlah uang sebesar barang atau jasa
31 tersebut, baik secara tunai maupun kredit. Penjualan dapat dibagi menjadi 3 jenis
yang ditinjau dari skala ruang lingkup usaha pelanggan. Pertama, Penjualan
Retailer, yaitu perusahaan yang menjual barang dan jasa yang dimiliki kepada
perusahaan yang skalanya lebih kecil. Kedua, Penjualan Wholesaler, yaitu
perusahaan yang menjual barang dan jasa yang dimiliki kepada perusahaan yang
berskala besar. Ketiga, Penjualan Manufacturer, yaitu perusahaan menjual
barang dan jasa yang dimiliki kepada persahaan industri.
Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya jual-beli menurut Hamdani et al.
(2007, p21) :
1
Adanya barang yang dijual
Barang atau nemda yang akan dijual adalah segala sesuatu yang
dapat dipergunakan sebagai alat pemuas kebutuhan manusia yang
dapat diperoleh di dunia perdagangan.
2
Adanya calon pembeli (konsumen)
Adalah
pihak
yang
memerlukan
barang
untuk
kebutuhannya disebut juga pemesan.
3
Adanya calon penjual
Calon penjual adalah pihak yang menawarkan barang.
memenuhi
Download