P U T U S A N NOMOR 364/PDT/2016/PT.BDG. DEMI KEADILAN

advertisement
NOMOR
PUTUSAN
364/PDT/2016/PT.BDG.
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA
Pengadilan Tinggi Jawa Barat di Bandung yang memeriksa dan
mengadili perkara-perkara Perdata dalam tingkat banding, telah menjatuhkan
putusan sebagai berikut dalam perkara antara :
ERSIH
LUKMINTA,
Perempuan,
Wiraswasta,
bertempat
tinggal
di
PULOSIRIH BOULEVARD BLOK FE. No.
393,
RT.
Jakasetia
002,
RW.
Kecamatan
015,
Kelurahan
Bekasi
Selatan,
Kota Bekasi, Propinsi Jawa Barat. Dalam
hal
ini
diwakili
oleh
Kuasanya:
DR.
PRASTOPO, S.H., M.H., dan MARIANTO
SAMOSIR, S.H., S.FIL. Advokat pada
Kantor Hukum “TRUST LAW OFFICE”,
beralamat
kantor
di
Jalan
Salemba
Tengah II Nomor 78, Paseban Jakarta
Pusat, berdasarkan Surat Kuasa Khusus
tertanggal
Kuasa
14 Januari 2016. Dan Surat
tersebut
dicabut
kembali
oleh
Pemberi Kuasa tertanggal 13 Mei 2016.
Selanjutnya
disebut
sebagai
Pembanding, semula sebagai Tergugat
LAWAN
DRS ANDY ISWANTO SALIM, bertempat tinggal di Apartemen Centra Point
Blok A-16 Nomor 19, Jalan Ahmad Yani,
Kelurahan Margajaya, Bekasi SelatanKota
Bekasi.
Dalam
hal
ini
diwakili
Kuasanya: 1. NEMBANG SARAGIH, SH.,
2. MANGALABAN SILABAN, SH., 3.
HADI SUNARYO, SH., Para Advokat dan
Penasihat Hukum pada Kantor Hukum
“NHL & REKAN”,
beralamat kantor di
Komplek Ruko Bekasi Mas Blok B3 Lt 2,
Jalan
Ahmad
Yani
Kota
Bekasi,
berdasarkan
Surat
Kuasa
Tertanggal 23 Juni 2016
disebut
Khusus
Selanjutnya
sebagai Terbanding, semula
Penggugat ;
DAN
KEPALA KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN BEKASI, yang beralamat
kantor di Jalan Daha Blok B4, Komplek
Lippo
Cikarang,
Kabupaten
Daerah
Tingkat II Bekasi, Propinsi Jawa Barat.
Selanjutnya
disebut
sebagai
Turut
Terbanding, semula Turut Tergugat ;
PENGADILAN TINGGI TERSEBUT ;
Telah membaca surat – surat mengenai perkara tersebut ;
TENTANG DUDUKNYA PERKARA
:
Menimbang, bahwa pihak Penggugat dengan Surat Gugatannya
tertanggal 13 Maret 2015 yang terdaftar di Kepaniteraan Pengadilan Negeri
Bekasi
dibawah
register
Nomor
133/PDT.G/2015/PN.BKS,
telah
mengemukakan hal-hal sebagai berikut:
1. Bahwa
Penggugat
adalah
pernah
melangsungkan
perkawinan
menurut agama sebagairnana dimaksud di dalarn undang-undang
perkawainan No. 1 tahun 1974 akan tetapi perkawinan tersehut tidak
dicatatkan di catatan sipil, sehingga
alasan Tergugat
bahwa
Penggugat dengan Tergugat hanya hidup bersama dan telah
niempunyai 3 (tiga) orang anak, bahwa dengan tidak dicatatkannya
perkawinan dicatatan sipil tidak berarti perkawinan itu tidak sah, akan
tetapi di dalam Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia No: 714
K/Pid/2013, bahwa antara Penggugat dengan Tergugat tidak diakui
perkawinannya, padahal semua harta yang dimiliki antara Penggugat
dengan Tergugat adalah hasil kerja keras yang dilakukan Penggugat
sejak Penggugat dengan Tergugat hidup bersama sejak tahun 1992,
tetapi semua harta hasil kerja keras Penggugat dikuatkan ke atas
nama Tergugat hal ini akan dibuktikan Penggugat di dalam acara
sidang pembuktian dan semua kwitansi-kwitansi pembelian serta
dengan cara terjadinya perolehan hak dan peralihan hak terjadi
sehingga dibuatkan ke atas narna Tergugat karena Penggugat tidak
Halaman 2 putusan Nomor 364/PDT/2016/PT.BDG.
memikirkan adanya keserakahan dari Tergugat dengan cara melawan
hak dan melawan hukurn dengan cara mengakui bahwa harta yang
diperoleh dengan hasil kerja keras Penggugat ingin dirniliki sendiri
Tergugat.
2. Bahwa sesuai Putusan Mahkarnah Agung Republik Indonesia No. 714
K / Pid / 2013 tertanggal 10 September 2014 jo Putusan Pengadilan
Negeri Bekasi No. 1620/Pid.13/2012/13N. Bks. tertanggal 4 Maret
2013 dimana Penggugat dilaporkan Tergugat I ke Polisi Republik
Indonesia di dalam hal ini Polda Metrojaya dan disidangkan di
Pengadilan Negeri Bekasi dibawah register No.1620/Pid/B/2012/
PN.Bks. tertanggal 4 Maret 2013 amar Putusannya sebagai berikut:
1. Menyatakan bahwa Terdakwa Drs. ANDY ISWANTO SALIM
identitas tersebut di atas terbukti melakukan perbuatan yang di
dakwakan akan tetapi bukan merupakan suatu tindak pidana;
2. Melepaskan Terdakwa Drs. ANDY ISWANTO SALIM dari segala
tuntutan hukum (Onslaag van rechts vervolging);
3. Memulihkan hak Terdakwa dalarn kernampuan, kedudukan dan
harkat serta martabatnya;
4. Memerintahkan agar Terdakwa dikeluarkan dari Rumah Tahanan
Negara Bulak Kapal Bekasi;
5. Menetapkan barang bukti berupa:
1. Sertifikat Hak Milik Nomor: 2091/Margajaya/1994, Bekasi
Selatan yang dibuat atas nama NY. ERSIH LUKMINTA.
2. Sertifikat
Hak Milik Nornor: 5311/Jakasetia/2001, Bekasi
Selatan yang dibuat atas nama NY. ERSIH LUKMINTA.
3. Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor: 542/Jaka sampurna,
Bekasi Barat, dibuat atas nama NY. ERSIH LUKMINTA.
4. Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor : 530/Margajaya/2008,
Bekasi Selatan, dibuat atas nama NY. ERSIH LUKMINTA.
5. Sertifikat
Hak
Guna
Bangunan
Nomor
5634/Kayuringin
Jaya/2006 Bekasi Selatan dibuat atas nama NY. ERSIH
LUKMINTA
6. Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor : 5644/Kayuringin
Jaya/1997, Bekasi Selatan dibuat atas nama NY. ERSH
LUKMINTA.
Halaman 3 putusan Nomor 364/PDT/2016/PT.BDG.
7. Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor:
5702/Kayuringin
jaya/2002 Bekasi Selatan dibuat atas nama NY. ERSIH
LUKMINTA.
8. Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor : 472/Marga Jaya/2006,
Bekasi Selatan, dibuat atas narna NY. ERSIH LUKMINTA.
9. Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor: 568/Marga Jaya/2006
Bekasi dibuat atas narna NY. ERSIH LUKMINTA.
10. Asli Tanda Terima Pengiriman barang Via TIKI berupa surat
somasi ke-1 tertanggal 23 Nopember 2011.
11. Asli Tanda Terima Pengirirnan barang Via TIK! berupa sunat
somasi ke-1 tertanggah 29 Nopember 2011.
12. Asli Tanda Terima Pengiriman barang Via JNE berupa surat
somasi teguran terakhir tertanggal 2 Desember 2011.
13. Asli somasi/teguran dari kantor advokat BENTAYA, RIBERU
MAULANA CAHYONO kepada sdr. ANDY ISWANTO SALIM
tertanggal 23 Nopember 2011.
14. Asli somasi/teguran dari kantor advokat BENTAYA, RIBERU
MAULANA CAHYONO kepada sdr. ANDY ISWANTO SALIM
tertanggal 29 Nopemben 2011.
15. Asli somasi/teguran dari kantor advokat BENTAYA, RIBERU
MAU LANA CAHYONO kepada sdr. ANDY ISWANTO SALIM
tertanggal 01 Desember 2011.
16. Asli Buku Tabungan Bank BCA atas nama ERSIH LUKMINTA
dengan Nomor Rekening : 0660496688 KCU Bekasi BCA
Ahmad Yani tanggal 27/01/2009.
17. Asli Buku Tabungan Bank BCA a.n ERSIH LUKMINTA dengan
Nomon Rekening 0660496688 KCU Bekasi BCA Ahmad Yani
tanggal 25/02/2009.
18. Asli Buku Tabungan Bank BCA a. n ERSIH LUKMINTA dengan
Nomor Rekening : 0660496688 KCU Bekasi BCA Ahmad Yani
tanggal 17/12/2009.
19. Asli Buku Tabungan Bank BCA a. n ERSIH LUKMINTA dengan
Nomor Rekening: 0660496688 KCU Bekasi BCA Ahmad Yani
tanggal 18/03/2010
20. Asli Buku Tabungan Bank BCA a. n ERSIH LUKMINTA dengan
Nomor : Rekening 0660496688 KCU Bekasi BCA Ahmad Yani
tanggal 03/05/2010.
Halaman 4 putusan Nomor 364/PDT/2016/PT.BDG.
21. Asli Buku Tabungan Bank BCA a. n ERSIH LUKMINTA dengan
Nomor Rekening: 0660496688 KCU Bekasi BCA Ahmad Yani
tanggat 19/10/2010.
22. Asli Buku Tabungan Bank BNI a. n ERSIH LUKMINTA dengan
Nomor Rekening : 0104029455 Cabang Bekasi.
23. Asli Rekening Koran Bank Artha Graha KCP Bekasi a.n ANDY
ISWANTO or ERSIH LUKMINTA dengan Nomor Rekening
1051177777 periode tanggal 01/09/2010 sampai dengan
tanggal 31/12/2010.
24. Asli Rekening Koran Bank Artha Graha KCP Bekasi ANDY
ISWANTO or ERSIH LUKMINTA dengan Nornor Rekening
1051177777 periode tanggal 01/08/2010 sampai dengan
tanggal 31/12/2010.
25. Asli Rekening Koran Bank Mandiri KCP Bekasi Sentra Niaga Kl
Mlg a.n ERSIH LUKMINTA / ANDY ISWANTO SALIM dengan
Nomor Rekening :
4616998800202874 periode tanggal
01/11/2010 sampai dengan tanggal 31/03/2011.
26. Asli Rekening Koran Bank Mandiri KCP Bekasi Ruko Mas a.n
ERSIH
LUKMINTA
dengan
Nornor
Rekening
4616998800202874 periode tanggal 01/11/2010 sampai dengan
tanggal 31/03/2011;
3. Bahwa akan tetapi di dalam Putusan Mahkarnah Agung Republik
Indonesia Perkara No : No. 714 K /Pid /2013 tertanggal 10 September
2014 yang amar putusannya berbunyi sebagai berikut :
1. Menyatakan Terdakwa Drs. Andy lswanto Salim tersebut telah
terbukti secara sah dan meyakinkan bersa!ah melakukan tindak
pidana Penggelapan dan Berada dalarn Rumah dengan Melawan
Hukum;
2. Menjatuhkan Pidana terhadap Terdakwa oleh karena itu dengan
pidana penjara selama 1 (satu) Tahun;
3. Menetapkan namanya Terdakwa berada dalam tahanan sebelum
putusan ini mempunyai kekuatan hukum tetap, dikurangkan
seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan;
4. Menetapkan barang bukti berupa:
1. Sertifikat Hak Milik Nomor : 2091/Margajaya/19941 Bekasi
Selatan yang dibuat atas nama NY. ERSIH LUKMINTA
Halaman 5 putusan Nomor 364/PDT/2016/PT.BDG.
2. Sertifikat Hak Milik Nomor : 5311/Jakasetia/2001, Bekasi
Selatan yang dibuat atas narna NY. ERSIH LUKMINTA
3. Sertifikat Hak Guna Bangunan Nornor : 542/Jaka sampurna,
Bekasi Barat, dibuat atas nama NY. ERSIH LUKMINTA
4. Sertifikat Hak Guna Bangunan Nornor : 530/Margajaya/2008,
Bekasi Selatan, dibuat atas nama NY. ERSIH LUKMINTA
5. Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor :
5634/Kayuringin
Jaya/2006 Bekasi Selatan dibuat atas nama NY. ERSIH
LUKMINTA
6. Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor : 5644/Kayuningin
Jaya/1997 Bekasi Selatan dibuat atas nama NY. ERSIH
LUKMINTA
7. Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor : 5702/Kayuringin
Jaya/2002 Bekasi Selatan dibuat atas nama NY. ERSIH
LUKMINTA
8. Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor : 472/Marga Jaya/2006,
Bekasi Seiatan, dibuat atas nama NY. ERSIH LUKMINTA
9. Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor : 568/Marga Jaya/2006
Bekasi dibuat atas nama NY. ERSIH LUKMINTA
10. Asli Tanda Terima Pengiriman barang Via TIKI berupa surat
somasi ke-1 tertanggal 23 Nopember 2011.
11. Asli Tanda Terima Pengiriman barang Via TIKI berupa surat
somasi ke-1 tertanggal 29 Nopember 2011.
12. Asli Tanda Terirna Pengirirnan barang Via JNE berupa surat
somasi teguran terakhir tertanggal 2 Desember 2011.
13. Asli somasi/teguran dan kantor advokat BENTAYA, RIBERU
MAULANA CAHYONO kepada sdr ANDY ISWANTO SALIM
tertanggal 23 Nopember 2011,
14. Asli somasi/teguran dari kantor advokat BENTAYA, RIBERU
MAULANA CAHYONO kepada sdr. ANDY ISWANTO SALIM
tertanggal 29 Nopember 2011.
15. Asli somasi/teguran dari kantor advokat BENTAYA, RIBERU
MAULANA CAHYONO kepada sdr. ANDY ISWANTO SALIM
tertanggal 01 Desember 2011.
16. Asli Buku Tabungan Bank BCA atas nama ERSIH LUKMINTA
dengan Nomor: Rekening 0660496688 KCU Bekasi BCA
Ahmad Yani tanggal 27/01/2009
Halaman 6 putusan Nomor 364/PDT/2016/PT.BDG.
17. Asli Buku Tabungan Bank BCA a.n ERSIH LUKMINTA dengan
Nomor Rekening : 0660496688 KCU Bekasi BCA Ahrnad Yani
tanggal 25/02/2009
18. Asli Buku Tabungan Bank BCA a. n ERSIH LUKMINTA dengan
Nomor Rekening : 0660496688 KCU Bekasi BCA Ahmad Yani
tanggal 17/12/2009
19. Asli Buku Tabungan Bank BCA a.n ERSIH LUKMINTA dengan
Nomor Rekening : 0660496688 KCU Bekasi BCA Ahmad Yani
tanggal 18/03/2010
20. Asli Buku Tabungan Bank BCA a. n ERSIH LUKMINTA dengan
Nomor Rekening 0660496688 KCU Bekasi BCA Ahmad Yani
tanggal 03/05/2010
21. Asli Buku Tabungan Bank BCA a. n ERSIH LUKMINTA dengan
Nomor Rekening 0660496688 KCU Bekasi BCA Ahmad Yani
tanggal 19/10/2010
22. Asli Buku Tabungan Bank BNI a.n ERSIH LUKMINTA dengan
Nornor Rekening : 0104029455 Cabang Bekasi
23. Asli Rekening Koran Bank Artha Graha KCP Bekasi a.n ANDY
ISWANTO or ERSH LUKMINTA dengan Nornor Rekening
1051177777 periode tanggal 01/09/2010 sampai dengan
tanggal 31/12/2010
24. Asli Rekening Koran Bank Artha Graha KCP Bekasi ANDY
ISWANTO or ERSH LUKMINTA dengan Nomor Rekening
1051177777 periode tangga 01/08/2010 sampai dengan tanggal
31/12/2010
25. Asli Rekening Koran Bank Mandiri KCP Bekasi Sentra Niaga KI
Mg a.n ERSIH LUKMNTA/ANDY ISWANTO SALIM dengan
Nomor
Rekening
4616998800202874
periode
tanggal
01/11/2010 sarnpai dengan tanggal 31/03/2011
26. Asli Rekening Koran Bank Mandiri KCP Bekasi Ruko Mas a.n
ERSIH
LUKMINTA
dengan
Nomor
Rekening
:
4616998800202874 periode tanggal 01/11/2010 sampai dengan
tanggal 31/03/2011;
Dikembalikan kepada saksi ERSIH LUKMINTA;
5. Membebankan kepada Terdakwa untuk membayar biaya perkara
pada semua tingkat peradilan dan pada tingkat kasasi ini sebesar
Rp. 2.500,- (dua ribu lima ratus rupiah);
Halaman 7 putusan Nomor 364/PDT/2016/PT.BDG.
4. Bahwa atas putusan baik Putusan Pengadilan Negeri Bekasi No.
1620/Pid.B/2012/PN.Bks. tertanggal 4 Maret 2013 maupun putusan
Mahkamah Agung Republik Indonesia No. 714 K / Pid / 2013
bertanggal 10 September 2014, Penggugat sangat dirugikan diimana
hasil kerja keras dari sejak tahun 1992 sarnpai gugatan ini didaftar di
Pengadilan Negeri Bekasi dengan ketidak adilan menetapkan bahwa
harta yang dimiliki diserahkan kepada Tergugat dengan alasan karena
atas narna Tergugat. Bahwa Penggugat di dalam hal ini tidak
mempersoalkan atas nama siapa harta tersebut. dibuat. Penggugat
dapat membuktikan bahwa harta tersebut adalah hasil kerja keras.
Penggugat sehingga Penggugat memperoleh hak yang atas harta
tersebut dengan Tergugat, adapun harta yang menjadi hasil hidup
bersama antara Penggugat dengan Tergugat sejak tahun 1992 adalah
sebagai berikut berupa:
1. Sertifikat Hak Milik Nomor 2091/Margajaya/1994, Ruko Sentral
Niaga Kalimalang B/ok A8112, yang diterbitkan Turut Tergugat,
Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi,
yang dibuat atas nama ERSIH LUKMINTA
2. Sertifikat Hak Milik Nomor 5311/Jakasetia/1997, luas tanah 220
M2., jalan Pulo Sirih Boulovard FE. 393, yang diterbitkan Turut
Tergugat, Taman Galaxy, Kelurahan Jaka Setia, Kecamatan
Bekasi Selatan, Kota Bekasi, yang dibuat atas nama ERSIH
LUKMINTA, yang pembeliannya atas nama Penggugat.
3. Sertifikat Hak Milik Nomor 542/Jakasempurna/2005, luas tanah 802
M2, Jalan Raya Cemara No. 57, yang diterbitkan Turut Tergugat,
Perum Jaka Sempurna, Kelurahan Jaka Sempurna, Kecamatan
Bekasi Selatan, Kota Bekasi, yang dibuat atas narna ERSIH
LUKMINTA.
4. Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor 530110argajaya/2008, luas
tanah 75 M2,Ruko Kali Mas, B/ok D3, yang diterbitkan Turut
Tergugatt, kelurahan Marga Jaya Kecamatan Bekasi Selatan, Kota
Bekasi, dibuat atas nama ERSIH LUKMINTA.
5. Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor 5702/Kayuringin Jaya/2002,
luas tanah 75 M2 ruko sentral niaga kalimalang blok b4/34
Kelurahan Kayuringin, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi,
dibuat atas narna ERSIH LUKMINTA.
Halaman 8 putusan Nomor 364/PDT/2016/PT.BDG.
6. Sertifikat
Hak
Guna
Bangunan
Nomor
:
5644/Kayuringin
Jaya/1997, luas tanah 84 M2 Ruko Sentral Niaga Kalimalang B/ok
45151 Kelurahan Kayuringin, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota
Bekasi yang diterbitkan Turut Tergugat, dibuat atas nama ERSIH
LUKMINTA.
7. SertifIkat Hak Guna Bangunan Nomor : 472/Marga Jaya/2006, luas
tanah 75 M2 / Ruko Komplek Kali Mas, B/ok B7, Kelurahan Marga
Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, yang diterbitkan
Turut Tergugat, dibuat atas nama ERSIH LUKMINTA.
8. Sertifikat
Hak
Guna
Bangunan
Nomor
:
5634/Kayuringin
Jaya/2006, luas tanah 84 M2 Ruko Sentral Niaga Kalimalang B/ok
A312, Kelurahan Kayuringin, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota
Bekasi yang diterbitkan Turut Tergugat, dibuat atas nama ERSIH
LUKMINTA
9. Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor : 568/Marga Jaya/2006, luas
tanah 84 M2 Ruko Sentral Niaga Kalimalang Blok 48111,
Kelurahan Marga Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi
yang diterbitkan Turut Tergugat, dibuat atas nama ERSIH
LUKMINTA
5. Bahwa semua harta berupa tanah dan bangunan yang dimiliki dan
hasil kerja keras Pengugat yang di mohonkan atas
nama
Tergugat
tidak otomatis menjadi hak milik Tergugat. Pengugat tetap menjadi
pemilik atas harta tersebut, menurut hukum karena antara Penggugat
dengan Tergugat selarna hidup bersama sejak tahun 1992 diperoleh
harta berupa tanah dan bangunan
6. Bahwa karena Tergugat dengan cara melawan hak dan melawan
hukurn rnengakui harta herupa tanah dan bangunan menjadi miliknya
pada hal harta dan hangunan tersebut adalah hasil kerja keras
Penggugat untuk mernperolehnya. maka Penggugat sangat dirugikan
Tergugat dimana Tergugat rnengakui menjadi haknya
pada hal
Tergugat tidak pernah bekerja keras yang bekerja keras adalah
Penggugat hanya saja harta dan bangunan tersebut di buatkan
Penggugat ke atas nama Tergugat.
7. Bahwa kerugian PENGGUGAT atas terjadinya perbuatan rnelawan
hukum yang dilakukan Tergugat dimana Tergugat mengakui menjadi
miliknya hanya karena di atas namakan ke atas narna Tergugat tanpa
Halaman 9 putusan Nomor 364/PDT/2016/PT.BDG.
mernikirkan hasil kerja keras Penggugat. maka Penggugat mengalami
kerugian cukup besar.
Bahwa kerugian yang dialami Penggugat secara materil dengan harga
tanah dan bangunan sebanyak sembilan (9) sertiflkat hak milik dan
sertifikat hak Guna Bangunan jika dihitung dengan harga keseluruhan
pada saat ini sebesar Rp. 50.000.000.000.- (lima puluh milyar rupiah)
dari nilai Rp. 50.000.000.000.- harus dibagi 2 (dua) masing-masing
antara Penggugat dengan Tergugat sebesar Rp. 25.000.000.000,(dua puluh lima milyar rupiah) karena antara Penggugat dengan
Tergugat hidup bersama sejak tahun 1992.
Bahwa kerugian yang di alami Penggugat secara immateril, dimana
atas terjadinya tindakan hukum yang dilakukan Tergugat yang
memojokkan Penggugat dengan alasan menempati rurnah yang dibeli
Penggugat
dan
bukan
milik
Penggugat
sehingga
Penggugat
mengalami tekanan dan memalukan sebagai orang yang terpandang
di tengah masyarakat dan keluarganya dan namanya tercemar, jika di
nilai dengan uang, kerugian secara immateril sebesar Rp. 25.
000.000.000.- (dua puluh lima milyar rupiah)
Bahwa karena Tergugat ingin menguasai tanah dan bangunan yang
diperoleh Penggugat dengan cara rnelawan hak dan rnelawan hukum
dan hasil kerja keras dan tindakan Tergugat sangat merugikan
Penggugat, maka kerugian Penggugat secara materil dengan kerugian
secara
immateril
jika
dijumlahkan
adalah
sebesar
Rp.
50.000.000.000.- (lima puluh milyar rupiah) kepada Penggugat
seketika dan kontan.
8. Bahwa Tergugat harus di hukurn untuk membayar uang paksa
(dwangson) sebesar Rp. 5.000.000,- (lima juta rupiah) setiap hari
bilamana 'Tergugat tersebut lalai melakukan isi Putusan Perkara yang
sudah mempunyai kekuatan hukum tetap.
9. Bahwa untuk rnenjamin dan mendapatkan hak Penggugat sebesar
Rp. 50.000.000.000- (lima puluh juta rupiah) atas tanah dan bangunan
atas kerja keras Penggugat dibuatkan ke atas nama Tergugat, maka
Penggugat mohon Kepada Majelis Hakim yang memeriksa dan
mengadili serta memutus perkara aquo, Pengadilan Negeri Bekasi
untuk meletakkan sita jaminan (conservatoire) terhadap tanah dan
bangunan berupa sertifikat hak mulik/bangunan yaitu:
Halaman 10 putusan Nomor 364/PDT/2016/PT.BDG.
1. Sertifikat Hak Milik Nomor : 2091/Margajaya/1994, Ruko Sentral
Niaga Kalimalang Blok A8112, yang diterbitkan Turut Tergugat,
Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi,
yang dibuat atas nama ERSIH LUKMINTA.
2. Sertifikat Hak Milik Nomor : 5311/Jakasetia/1997, luas tanah 220
M2, Jalan Pulo Sirih Boulevard FE 393 yang diterbitkan Turut
Tergugat Taman Galaxy, Kelurahan Jaka Setia, Kecamatan Bekasi
Selatan, Kota Bekasi, yang dibuat atas nama ERSIH LUKMINTA,
yang pembeliannya atas nama Penggugat.
3. Sertifikat Hak Milik Nomor : 542/Jakasempurna/2005, luas tanah
802 M2, Jalan Raya Cemara No. 57, yang diterbitkan Turut
Tergugat, Perum Jaka Sempurna, Kelurahan Jaka Sempurna,
Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, yang dibuat atas nama
ERSIH LUKMINTA.
4. Sertifikat hak guna bangunan nomor : 530/margajaya/2008 luas
tanah 75m2, ruko kalimas, B/ok D3, yang diterbitkan Turut
Tergugat, kelurahan Marga Jaya Kecamatan Bekasi Selatan, Kota
Bekasi, dibuat atas nama ERSIH LUKMINTA.
5. Sertifikat
Hak
Guna
Bangunan
Nomor
:
5702/Kayuringin
Jaya/2002, luas tanah 75 M2 Ruko Sentral Niaqa Kalimalang, B/ok
B4134. yang diterbitkan Turut Tergugat Kelurahan Kayuringin,
Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, dibuat atas nama ERSIH
LUKMINTA.
6. Sertifikat
Hak
Guna
Bangunan
Nomor
:
5644/Kayuringin
Jaya/1992, luas tanah 84 M2 Ruko Sentral Niaga Kalimalang, B/ok
A515, Kelurahan Kayuringin, Kecamatan Bekasi Selatari, Kota
Bekasi yang diterbitkan Turut Tergugat, dibuat atas nama ERSIH
LUKMINTA
7. Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor : 472/Marga Jaya/2006, luas
tanah 75 M2, Ruko Komplek Kali Mas, B/ok B7, Kelurahan Marga
Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota bekasi yang diterbitkan
Turut Tergugat, dibuat atas nama ERSIH LUKMINTA
8. Sertifikat
Hak
Guna
Bangunan
Nomor
:
5634/Kayuringin
Jaya/2006, luas tanah 84 M2 Ruko Sentral Niaga Kalimalang B/ok
A3/2, Kelurahan Kayuringin, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota
Bekasi yang diterbitkan Turut Tergugat, dibuat atas narna ERSIH
LUKMINTA.
Halaman 11 putusan Nomor 364/PDT/2016/PT.BDG.
9. Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor : 568/Margajaya/2006, luas
tanah 84 M2 Ruko Sentral Niaga Kalimalang B/ok A8/11,
Kelurahan Marga Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi
yang dIterbitkan Turut Tergugat, dibuat atas mama ERSIH
LUKMINTA
10. Bahwa gugatan penggugat ini di dasarkan bukti-bukti authentik, bukti
bukti menurut hukum yang tidak dapat di bantah Tergugat. kiranya
atas putusan aquo, mengenal perbuatan melawan hukum ini, dapat
dilaksanakan terlebih dahulu (uit voerbaar bij varaad) walau ada upava
hukum banding. kasasi dan verzet.
Bahwa berdasarkan bukti-bukti dengan kejelasan serta sesuai uraian di
atas. maka Penggugat mohon dengan hormat agar Majelis Hakim
Pengadilan Negeri Bekasi yang rnerneriksa mengadili serta mernutus
perkara aquo berkenan memberikankan keputusan yang dapat dijalankan
lebih dahulu sebagai berikut :
1. Mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya.
2. Menyatakan Penggugat adalah sebagai pemilik sertifikat hak milik
/bangunan.
3. Menyatakan tanah dan bangunan berdasarkan :
1. Sertifikat Hak Milik Nomor : 2091/Margajaya/1994, Ruko Sentral
Niaga Kalimalang Blok A8/12. yang diterbitkan Turut Tergugat,.
Kelurahan Margajaya. Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi,
yang dibuat atas nama ERSIH LUKMINTA.
2. Sertifikat Hak Milik Nomor : 5311/Jakasetia/1997, luas tanah 220
M2, Jalan Pulo Sirih Boulovard FE. 393, yang diterbitkan Turut
Tergugat, Taman Galaxy, Kelurahan Jaka Setia, Kecamatan
Bekasi SeIatan, Kota Bekasi, yang dibuat atas nama ERSIH
LUKMINTA, yang pembeliannya atas nama Penggugat.
3. Sertifikat Hak Milik Nomor : 542/Jakasempurna/2005, luas tanah
802 M2, Jalan Raya Cemara No. 57, yang diterbitkan Turut
Tergugat, Perum Jaka Sempurna, Kelurahan Jaka Sampurna
kecamatan Bekasi selatan Kota Bekasi yang dibuat atas nama
ERSIH LUKMINTA.
4. Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor : 530/Margajaya/2008, luas
tanah 75M2 Ruko Kali Mas, Blok D3, yang diterbitkan Turut
Tergugat, kelurahan Marga Jaya Kecamatan Bekasi Selatan, Kota
Bekasi, dibuat atas nama ERSIH LUKMINTA.
Halaman 12 putusan Nomor 364/PDT/2016/PT.BDG.
5. Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor :
5702/Kayuringin
Jaya/2002, luas tanah 75 M2 Ruko Sentral Niaga Kalimalang, B/ok
B4/34, yang diterbitkan Turut Tergugat Kelurahan Kayuringin,
Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, dibuat atas nama ERSIH
LUKM!NTA.
6. Sertifikat hak guna bangunan nomor : 5644/kayuringin jaya/1997,
luas tanah 84 m2 Ruko Sentral Niaga Kalimalang, B/ok A5/5,
Kelurahan Kayuringin, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi
yang diterbitkan Turut Tergugat, dibuat atas nama ERSIH
LUKMINTA.
7. Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor : 472/Marqa Jaya/2006, luas
tanah 75 M2, Ruko Komplek Kali Mas, Blok B7, Kelurahan Marga
Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, yang diterbitkan
Turut Tergugat, dibuat atas nama ERSIH LUKMINTA.
8. Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor :
5634/Kayuringin
Jaya/2006, luas tanah 84 M2 Ruko Sentral Niaga Kalimalang B/ok
A3/2, Kelurahan Kayuringin, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota
Bekasi yang diterbitkan Turut Tergugat, dibuat atas nama ERSIH L
UKMINTA.
9. Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor : 568/Marga Jaya/2006, luas
tanah 84 M2 Ruko Sentral Niaga Kalimalang B/ok A8/11,
Kelurahan Marga Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan kota bekasi
yang diterbitkan Turut Tergugat
dibuat atas nama ERSIH
LUKMINTA.
Adalah hasil kerja keras Penggugat.
4. Menyatakan Tergugat melakukan Perbuatan Melawan hukurn
5. Memerintahkan agar Turut Tergugat taat pada isi Putusan Pengadilan
yang sudah mempunyai kekuatan hukurn tetap.
6. Menghukum Tergugat supaya di dalam menjual tanah dan bangunan
harus menyerahkan hasil penjualannya kepada Penggugat sebesar
Rp. 25.000.000.000,- (dua puluh lima milyar rupiah) seketika dengan
kontan.
7. Menghukurn Tergugat membayar ganti rugi kerugian materil dan
immateril yang diderita Penggugat yaitu kerugian yang dialami
Penggugat secara materil dengan harga tanah pada saat ini dari 9
(sembilan sertifikat) sebesar Rp. 25.000.000.000,- (dua puluh lima
milyar rupiah), dan kerugian immateril sebesar Rp. 25.000.000.000,Halaman 13 putusan Nomor 364/PDT/2016/PT.BDG.
(dua puluh lima milyar rupiah) maka kerugian yang dialami Penggugat
sebesar Rp.50.000.000.000,- (lima puluh milyar rupiah) harus dibayar
Tergugat kepada Penggugat.
8. Menyatakan Sah dan berharga sita Jaminan yang diletakkan di atas
tanah dan bangunan berdasarkan :
1. Sertifikat Hak Milik Nomor : 2091/Margajaya/1994, Ruko Sentral
Niaga Kalimalang B/ok A8/12, yang diterbitkan Turut Tergugat,
Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi,
yang dibuat atas nama ERSIH LUKMINTA.
2. Sertifikat Hak Milik Nomor : 5311/Jakasetia11997, luas tanah 220
M2 . Jalan Pulo Sirih Boulevard FE.393 yang diterbitkan Turut
Tergugat, Taman Galaxy, Kelurahan Jaka Setia, Kecamatan
Bekasi Selatan, Kota Bekasi, yang dibuat atas nama ERSIH
LUKMINTA, yang pembeliannya atas nama Penggugat.
3. Sertifikat Hak Milik Nomor : 542/Jakasempurna/2005, luas tanah
802 M Jalan Raya Cemara No. 57, yang diterbitkan Turut Tergugat,
Perum Jaka Sempurna, Kelurahan Jaka Sampurna, Kecamatan
Bekasi Selatan, Kota Bekasi, yang dibuat atas nama ERSIH
LUKMINTA,
4. Sertifikat Hak Guna Bangunan Nornor : 530/Margajajaya/2008, luas
tanah 75 M2 Ruko Kali Mas B!ok D3, yang diterbitkan Turut
Tergugat, kelurahan Marga Jaya Kecarnatan Bekasi Selatan, Kota
Bekasi, dibuat atas nama ERSIH LUKMINTA.
5. Sertifikat Hak Guna Bangunan Nornor :
5702/Kayuringin
Jaya/2002, luas tanah 75 M2 Ruko Sentral Niago Ka!imalang, Blok
B4/34, yang diterbitkan Turut Tergugat Kelurahan Kayuringin,
Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, dibuat atas nama ERSIH
LUKMINTA.
6. Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor :
5644/Kayuringin
Jaya/1997, luas tanah 84 M2 Ruko Sentral Niaga Kalimalang, Blok
A5/5, Kelurahan Kayuringin, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota
Bekasi yang diterbitkan Turut Tergugat, dibuat atas nama ERSIH
LUKMINTA.
7. Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor : 472/Marga Jaya/2006, luas
tanah 75 M2, Ruko Komplek Kali Mas, B/ok B7, Kelurahan Marga
Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, yang diterbitkan
Turut Tergugat, dibuat atas nama ERSIH LUKMINTA.
Halaman 14 putusan Nomor 364/PDT/2016/PT.BDG.
8. Sertifikat
Hak
Guna
Bangunan
Nomor
:
5634/Kayuringin
Jaya/2006, luas tanah 84 M2 Ruko Sentral Niaga Kalimalang Blok
A3/2, Kelurahan Kayuringin Kecamatan Bekasi Selatan, Kota
Bekasi yang diterbitkan Turut Tergugat, dibuat atas nama ERSIH
LUKMINTA.
9. Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor : 568/Margo Jaya/2006, luas
tanah 84/M Ruko Sentral Niaga KalImalang Blok A8/11. Kelurahan
Marga Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan Kota Bekasi yang
diterbitkan Turut Tergugat, dibuat atas nama ERSIH LUKMINTA,
9. Menghukum Tergugat
apabila dalam delapan (8) hari lalai
melaksanakan isi Putusan dikenakan uang paksa ( Dwang Soom)
sebesar Rp. 5.000.000- (lima juta rupiah) per hari untuk dibayarkan
kepada Penggugat secara tunai.
10. Menyatakan keputusan ini dapat dijalankan terlebih dahulu walaupun
ada upaya hukum banding. kasasi dan verzet.
11. Menghukum Tergugat untuk rnembayar segala biaya yang timbul
dalam perkara ini.
Atau
Apabila Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bekasi yang memeriksa dan
mengadili serta memutus perkara mi berpendapat lain, Penggugat
memohon agar diberikan keputusan yang seadil-adilnya dan benar
berdasarkan ke Tuhanan Yang Maha Esa (Ex Ae Quo et Bono).
Menimbang, bahwa atas gugatan Penggugat tersebut, Tergugat
melalui Kuasanya telah mengajukan jawaban tanggal 3 Juni 2015 yang pada
pokoknya sebagai berikut:
1. Bahwa Tergugat menolak dengan tegas seluruh dalil dan argument
Penggugat dalam surat gugatan, sebagaimana telah didaftarkan dengan
register perkara No. 133/Pdt.G/2015/PN.Bks pada tanggal 13 Maret 2015
di Pengadilan Negeri Bekasi tentang gugatan perbuatan melawan hukum,
kecuali untuk hal-hal yang secara tegas diakui oleh Tergugat dalam surat
jawaban ini.
I. DALAM EKSEPSI
a. Eksepsi tentang Kompetensi (Kewenangan) Absolut
II. Bahwa, walaupun Penggugat tidak menguraikan duduk perkaranya dan
peristiwa hukumnya dengan jelas dan terang dalam posita (fundamentum
petendi), namun petitum kedua berbunyi: "Menyatakan Penggugat adalah
Halaman 15 putusan Nomor 364/PDT/2016/PT.BDG.
sebagai pemilik sertifikat hak milik/bangunan. "Dengan kata lain, sebagai
pemilik sertifikat hak milik/bangunan tersebut, Penggugat bermaksud
untuk membatalkan sertifikat yang sudah ada (sudah diterbitkan) atas
nama orang lain, in casu Ersih Lukminta selaku Tergugat. Sementara itu,
sertifikat merupakan alat bukti yang kuat bagi kepemilikan hak atas tanah
(vide Pasal 19 ayat (2) huruf c Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960
tentang Pokok- Pokok Agraria jo. Pasal 32 ayat (1) Peraturan Pemerintah
Nomor 24 tentang Pendaftaran Tanah) dan sertifikat tanah adalah produk
keputusan badan atau pejabat tata usaha negara, dalam hal ini Kepala
Badan Pertanahan Nasional Kota Bekasi. Perundang-undangan telah
mengatur bahwa pembatalan suatu keputusan badan atau pejabat tata
usaha negara harus diajukan (digugat) ke Pengadilan Tata Usaha
Negara, sebagaimana diatur dalam Pasal 4 Undang- Undang Nomor 51
Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 5
Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara. Dengan demikian,
pengadilan yang diberi wewenang untuk mengadili perkara pembatalan
sertifikat,
sebagaimana
diinginkan
dan
dimaksudkan
Penggugat,
seharusnya adalah Pengadilan Tata Usaha Negara, bukan Pengadilan
Negeri. Dengan kata lain, dalam perkara a quo, Pengadilan Negeri Kota
Bekasi tidak berwewenang untuk memeriksa dan mengadili sengketa
tentang kepemilikan (pembatalan) sertifikat yang merupakan produk
badan atau pejabat tata usaha negara tersebut. Oleh karena itu, Tergugat
memohon kepada Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara
ini untuk menolak atau setidak-tidaknya tidak dapat menerima gugatan
No. 133/Pdt.G/2015/PN.BKS di Pengadilan Negeri Bekasi, dengan alasan
bahwa gugatan tersebut telah melanggar ketentuan tentang kewenangan
(kompetensi) absolut.
b. Eksepsi Errorin Persona (Kekeliruan tentang Pihak Tergugat Utama\
III. Bahwa, terkait erat dengan eksepsi tentang kewenangan absolut di atas,
telah terjadi kekeliruan pihak (error in persona) yang ditarik oleh
Penggugat sebagai Tergugat utama dalam gugatan perbuatan melawan
hukum a quo. Dalam petitum kedua surat gugatan, Penggugat
menyatakan:
"Penggugat.
adalah
sebagai
pemilik
sertifikat
hak
milik/bangunan." Dengan demikian, tujuan Penggugat adalah untuk
membatalkan seluruh sertifikat yang pada saat ini tertulis atas nama Ersih
Lukminta, in casu Tergugat, dan Penggugat ingin mengubah sertifikat
tersebut ke atas nama Andy Iswanto Salim, in casu Penggugat. Untuk itu,
Halaman 16 putusan Nomor 364/PDT/2016/PT.BDG.
Penggugat seharusnya menarik Badan Pertanahan Nasional Kota Bekasi
sebagai Tergugat utama, bukan Ersih Lukminta. Dalam kenyataannya,
Penggugat menarik Kepala Badan Pertanahan Kota Bekasi justru hanya
sebagai Turut Tergugat. Hingga jawaban ini diajukan Tergugat, dalam
kenyataannya Badan Pertanahan Nasional Kota Bekasi tidak pernah hadir
di persidangan, kemungkinan besar justru karena digugat sebagai Turut
Tergugat. Dengan demikian, Penggugat telah keliru dalam menarik pihak
sebagai Tergugat utama (error in persona) dalam gugatan a quo.Oleh
karena itu, Tergugat memohon kepada Majelis Hakim yang memeriksa
dan mengadili perkara ini untuk menolak atau setidak-tidaknya tidak dapat
menerima gugatan No. 133/Pdt.G/2015/PN.BKS di Pengadilan Negeri
Bekasi, dengan alasan bahwa gugatan tersebut telah menarik pihak yang
keliru sebagai Tergugat (error in persona).
c. Eksepsi tentang Ne Bis in Idem
IV. Bahwa, apabila Majelis Hakim berpendapat lain yang terkait dengan
eksepsi, tentang kewenangan absolut dan prinsip error in persona di atas,
Penggugat telah melanggar ketentuan lain tentang exceptie van gewijsde
zaak yang terkait dengan asas ne bis in idem atau exceptio res judicata.
Menurut asas ini, kasus dalam perkara yang sama dengan subjek hukum
yang sama dan objek hukum yang sama tidak dapat dan tidak boleh
diperkarakan dua kali. Apabila suatu perkara sudah pernah diajukan ke
pengadilan dan terhadap telah dijatuhkan putusan dan kemudian putusan
tersebut telah memperoleh kekuatan hukum tetap (in krocth van
gewijsde), terhadap perkara itu tidak boleh lagi diajukan gugatan baru
untuk memperkarakannya kembali. Pada kenyataannya, perkara a quo
yang
terkait
dengan
penggelapan
(kepemilikan)
sertifikat-sertifikat
Tergugat oleh Penggugat sudah pernah diperiksa di Pengadilan Negeri
Bekasi dengan register Nomor : 1620/Pid.B/2012/PN.BKS yang telah
diputus pada tanggal 4 Maret 2013 dan perkara tersebut sudah
mempunyai kekuatan hukum yang tetap (in kracth van gewijsde) melalui
Putusan MA No. 714 K/Pid/2013 yang dibacakan pada tanggai 10
September 2014 dalam tahap kasasi. Putusan pada tingkat pertama
maupun putusan kasasi menyatakan bahwa Penggugat telah terbukti
melakukan tindak pidana penggelapan sertifikat yang merupakan milik
Tergugat dan seluruh sertifikat tersebut harus dikembalikan kepada
Tergugat, in casu Ersih Lukminta, sebagai pemilik yang sah. Dengan
demikian tidak ada lagi keraguan bahwa pemilik sertifikat atas kesembilan
Halaman 17 putusan Nomor 364/PDT/2016/PT.BDG.
aset tersebut adalah Ersih Lukminta, in
CASU
Tergugat. Sebaliknya, tidak
ada lagi kemungkinan bagi Penggugat untuk menyatakan bahwa
Penggugat adalah pemilik sertifikat tersebut. Ketentuan ini dilandasi oleh
Pasal 1917 KUHPer, yang menegaskan: "Gugatan yang diajukan dengan
dalil (dasar hukum) yang sama dan diajukan oleh dan terhadap pihak
yang sama dalam hubungan hukum yang juga sama dengan putusan
hakim yang telah berkekuatan hukum tetap (in krocth van gewijsde), maka
dalam gugatan tersebut melekat unsur ne bis in idem dan oleh karena itu
gugatan tersebut harus dinyatakan tidak dapat diterima (niet ontvankeiijke
verkiaard)" Selain itu, ketentuan hukum tersebut telah dikuatkan
jurisprudensi dalam Putusan MA No. 588 K/Sip/1973 juncto 619
K/Pdt/1984, yang menyatakan bahwa apabila suatu gugatan sama
dengan apa yang disengketakan dalam perkara terdahulu yang telah
memperoleh kekuatan hukum tetap dan subjek (pihak) maupun objek
serta dalil dalam perkara tersebut sama dengan subjek, objek dan dalil
dalam perkara sebelumnya, maka dalam gugatan tersebut secara formil
terkandung unsur ne bis in idem sehingga gugatan tidak dapat diterima
(bandingkan juga dengan Putusan MA No. 1743 K/Pdt/1983 juncto
Putusan MA No. 647 K/Sip/1973). Oleh karena itu, Tergugat memohon
kepada Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini untuk
menolak atau setidak-tidaknya tidak dapat menerima gugatan No.
133/Pdt.G/2015/PN.BKS, tanggai Maret 2015, dengan alasan bahwa
dalam gugatan tersebut telah melekat unsur ne bis in idem.
d. Eksepsi tentang Litis Pedentis
V. Bahwa, selanjutnya, apabila tujuan Penggugat adalah untuk tetap
menyatakan bahwa Penggugat adalah sebagai pemilik sertifikat hak
milik/bangunan walaupun hal itu telah pernah diperkarakan, diperiksa dan
diadili dan kemudian telah diputus dan bahkan putusan tersebut telah
mempunyai kekuatan hukum tetap (in kracht van gewijsde), maka upaya
hukum selanjutnya yang disediakan ketentuan perundang-undangan
adalah mengajukan peninjauan kembali, bukan mengulangi perkara dari
tingkat pertama melalui gugatan. Putusan perkara dengan register Nomor
: 714 K/Pid/2013 yang dibacakan pada tanggal 10 September 2014 dalam
tahap kasasi juncto Nomor : 1620/Pid.B/2012/PN.BKS yang telah diputus
pada tanggal 4 Maret 2013 pada tingkat pertama telah mempunyai
kekuatan hukum yang tetap (in kracth van gewijsde) tentang objek
perkara yang sama dan pihak yang sama dengan amar yang menetapkan
Halaman 18 putusan Nomor 364/PDT/2016/PT.BDG.
barang bukti, termasuk 9 (sembilan) sertifikat
rumah dan ruko
dikembalikan kepada Ersih Lukminta, in casu Tergugat. Dengan kata lain,
Ersih Lukminta adalah pemilik kesembilan sertifikat tersebut, bukan
Penggugat. Karena itu sesungguhnya tidak terbuka lagi upaya hukum
bagi Penggugat untuk menyatakan bahwa sertifikat tersebut adalah
haknya. Dalam kenyataannya, Penggugat sedang mengajukan upaya
hukum peninjauan kembali dan perkara tersebut sedang diperiksa di
Pengadilan Negeri Kota Bekasi. Sementara itu, ketentuan hukum acara
perdata menyatakan bahwa, apabila sengketa yang sedang digugat
adalah sama dengan perkara yang sedang diperiksa dalam tingkat lain,
maka gugatan tersebut harus ditolak, sebagaimana diatur dalam eksepsi
litis pedentis. Menurut eksepsi tersebut, Majelis Hakim harus menolak
apabila sengketa yang digugat sama dengan perkara yang sedang
diperiksa oteh pengadilan. Gugatan yang diajukan Penggugat masih
tergantung (aanhanging) dan pemeriksaannya sedang berjalan di
Pengadilan Negeri Kota Bekasi ini, bahkan dengan Majelis Hakim yang
sama dengan yang sedang memeriksa dan mengadili gugatan a quo.
Oleh karena itu, Tergugat memohon kepada Majelis Hakim yang
memeriksa dan mengadili perkara ini untuk menolak atau setidak-tidaknya
tidak dapat menerima gugatan No. 133/Pdt.G/2015/PN.Bks di Pengadilan
Negeri Bekasi, dengan alasan bahwa gugatan tersebut masih sedang
diperiksa dalam tingkat peninjauan kembali
e. Eksepsi Dominii tentang Legal Standing Penggugat
VI. Bahwa, selanjutnya, hukum acara mengharuskan bahwa seseorang
mengajukan gugatan atas suatu hak, namun hak tersebut harus
dibuktikan dengan jelas dan terang. Khususnya, gugatan atas kepemilikan
mengharuskan Penggugat membuktikan haknya. Dalam hal kepemilikan
tanah dan bangunan, bukti hak adalah sertifikat yang diterbitkan oleh
Badan Pertanahan Nasional. Hal itu telah diatur dengan tegas dalam
Pasal 19 ayat (2) huruf c Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang
Pokok-Pokok Agraria, yang menyatakan bahwa sertifikat merupakan alat
bukti yang kuat bagi kepemilikan hak atas tanah. Selanjutnya, Pasal 32
ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor : 24 tentang Pendaftaran Tanah
menyebutkan bahwa sertifikat yang diterbitkan secara sah atas nama
seseorang atau badan hukum dalam jangka waktu lima tahun setelah
diterbitkannya sertifikat tersebut berlaku sebagai alat bukti yang mutlak.
Namun, dalam perkara a quo, objek perkara yang digugat oleh Penggugat
Halaman 19 putusan Nomor 364/PDT/2016/PT.BDG.
bukan
merupakan
milik
Penggugat,
melainkan
milik
Tergugat
sebagaimana tertera dalam seluruh kesembilan sertifikat. Tidak satu pun
sertifikat yang diakui Penggugat sebagai haknya menunjukkan bahwa
Penggugat merupakan pemilik hak tersebut. Untuk itu Tergugat meminta
Penggugat menunjukkan bahwa terdapat sertifikat atas kesembilan objek
perkara yang digugat tersebut yang menunjukkan bahwa Penggugat
adalah pamilik objek tersebut. Pasal 163 HIR dan Pasal 1865 KUHPer
mengharuskan Penggugat membuktikan bahwa objek gugatan adalah
miliknya. Sebaliknya, karena dalam kesembilan sertifikat tersetor tertera
dengan terang-benderang bahwa pemiliknya adalah Ersih Lukminta, in
casu Tergugat, maka
harus dinyatakan bahwa
Penggugat tidak
mempunyai legal standingyang sah. Oleh karena itu, Tergugat memohon
kepada Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini untuk
menolak atau setidak-tidaknya tidak dapat menerima gugatan No.
133/Pdt.G/2015/PN.Bks,
dengan
alasan
bahwa
Penggugat
bukan
merupakan pemilik objek gugatan dan dengan demikian tidak mempunyai
legal standing sebagai Penggugat yang sah.
f. Eksepsi tentang Gugatan Kabur (Obscuur Libel) : Dasar Hukum
Tidak Jelas
VII. Bahwa dalam seluruh surat gugatannya, Penggugat sama sekali tidak
menyebutkan dasar hukum gugatannya, khususnya tentang perolehan
hak Penggugat atas kesembilan aset tersebut. Juga tidak ada uraian
atau penjelasan tentang dari mana muncul (asal-usul) hak kepemilikan
Penggugat. Hukum acara perdata mengharuskan bahwa posita
(fundamentum petendi) harus menjelaskan dasar hukum (rechts grond).
Tanpa dasar hukum, dalil gugatan seperti itu tidak memenuhi syarat
formil dan gugatan dianggap tidak jelas dan tidak spesifik (een duidelijke
en bepaalde conclusive). Jurisprudensi menyatakan bahwa suatu
gugatan dinyatakan kabur dan tidak jelas apabila tidak dijelaskan sejak
kapan dan atas dasar apa penggugat memperoleh hak, sebagaimana
diuraikan dalam Putusan MA No. 250 K/Pdt/1984, tanggal 16 Januari
1986. Dalam perkara a quo, Penggugat tidak menjelaskan dengan cara
apa Penggugat memperoleh hak atas seluruh kesembilan aset berupa
rumah dan ruko tersebut. Apakah Penggugat memperolehnya melalui
alas hak pewarisan, hibah, jual-beli, pembagian harta bersama atau
dengan lain. Juga tidak diuraikan kejadian atau peristiwa yang
mendasari gugatannya, misalnya berapa uang yang dikeluarkan
Halaman 20 putusan Nomor 364/PDT/2016/PT.BDG.
Penggugat, kapan aset tersebut dibeli oleh Penggugat, dari siapa aset
tersebut dibeli Penggugat. Oleh karena itu, Tergugat memohon kepada
Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini untuk menolak
atau
setidak-tidaknya
tidak
dapat
menectoa.
gugatan
No.133/Pdt.G/2015/PN.BKS di Pengadilan Negeri Bekasi, dengan
alasan bahwa gugatan tersebut tidak mempunyai dasar hukum yang
jelas.
g. Eksepsi tentang Gugatan Kabur (Obscuur Libel : Tidak Disebutkan
Hukum vang Dilanggar Tergugat
VIII.
Bahwa Penggugat tidak menyebutkan hukum mana yang dilanggar
Tergugat: Perundang-undangan mana dan pasal berapa secara
spesifik? Sebagaimana tertulis dengan jelas, gugatan a quo telah
diberi judul: "Gugatan Perdata
mengenai Perbuatan Melawan
Hukum," yang tentu saja mensyaratkan bahwa Penggugat menuduh
Tergugat telah melanggar (melawan) hukum. Namun, dalam seluruh
posita (fundamentum petendi) tidak ada satu kalimat pun yang
menyebutkan dan menguraikan hukum mana telah dilanggar oleh
Tergugat sehingga Tergugat harus dikategorikan telah melakukan
perbuatan melawan hukum sehingga Penggugat layak menuntut ganti
rugi materiil (nyata) dan immateriil dari Tergugat, sebagaimana
dimungkinkan oleh Pasal 1365 KUHPer. Sejalan dengan itu, dalam
seluruh sistem peradilan, pada saat merumuskan putusan, hakim akan
dituntut untuk menghasilkan pertimbangan hukum yang didasarkan
pada
alasan
menyebutkan
hukum
pasal
dan
dasar
tertentu
hukum
tertentu.
perundang-undangan
Keharusan
yang
akan
mendasari putusan tersebut digariskan dalam Pasal 184 ayat (2) HIR.
Selain itu, keharusan tersebut juga dinyatakan dengan tegas dalam
Pasal 68A ayat (2) Undang-Undang Nomor 49 Tahun 2009 tentang
Peradilan Umum: "Penetapan dan putusan sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) harus metmurf pertimbangan hukum hakim yang
didasarkan pada alasan dan dasar hukum yang tepat dan benar"
(bandingkan juga dengan Pasal 25 ayat (1) Undang- Undang Nomor 4
Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman; Pasal 107A ayat (2)
Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009 tentang Peradilan Tata Usaha
Negara; Pasal 194 ayat (1) huruf / Undang-Undang Nomor 31 Tahun
1997 tentang Peradilan Militer; dan Pasal 60A ayat (2) UndangUndang Nomor 50 Tahun 2009 tentang Peradilan Agama.] Pada
Halaman 21 putusan Nomor 364/PDT/2016/PT.BDG.
kenyataannya dalam perkara a quo,Penggugat tidak menyebutkan
pasal berapa dan undang-undang mana atau hukum mana telah
dilanggar oleh Tergugat sehingga gugatan tersebut layak disebut
sebagai gugatan perbuatan melawan hukum. Dengan demikan jelas
gugatan a quo harus dinyatakan kabur dan oleh karena itu Tergugat
memohon kepada Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili
perkara ini untuk menolak atau setidak-tidaknya tidak dapat menerima
gugatan No.133/Pdt.G/2015/PN.'BKS, dengan alasan bahwa gugatan
tersebut kabur karena tidak disebutkan dan memang tidak ada hukum
yang dilanggar (dilawan) oleh Tergugat.
h. Eksepsi tentang Gugatan Kabur (Obscuur Libel ): Kerugian Tidak
Dirinci
IX. Bahwa, selanjutnya, syarat formil lain suatu posita dan petitum tentang
tuntutan ganti rugi nyata (kerugian materiil) adalah bahwa apabila ada
kerugian riil (nyata atau materiil), ganti rugi tersebut harus dihitung dengan
rinci, objektif dan konkret dan kerugian tersebut harus disebutkan satu
persatu. Jurisprudensi telah menegaskan keharusan tersebut dalam
Putusan MA No. 1186 K/Sip/1973, tanggal 4 Mei 1975. Sama halnya,
menurut M. Yahya Harahap, posita dan petitum tentang tuntutan ganti rugi
yang tidak dirinci dalam gugatan tidak memenuhi syarat untuk dikabulkan
(vide Hukum Acura Perdata tentang Gugatan, Persidangan, Penyitaan,
Pembuktian dan Putusan, Pengadilan, Penerbit Sinar Grafika, cetakan ke9, 2009, halaman 65). Pada kenyatannya, dalam perkara a quo,
Penggugat mendalilkan bahwa Tergugat telah melanggar hukum atau
telah melakukan perbuatan melawan hukum yang harus membayar
kerugian materiil (kerugian nyata) sebesar Rp .25.000.000.000,- (dua
puluh
lima
miliar
rupiah)
dan
kerugian
immateriil,
sebesar
Rp.25.000.000.000,- (dua puluh lima miliar rupiah). Namun, Penggugat
dalam posita gugatan tidak pernah merinci satu per satu tuntutan ganti
rugi materiil (nyata) dan immateriil tersebut secara objektif dan konkret,
tetapi hanya begitu saja memunculkan angka Rp. 50.000.000.000,- (lima
puluh miliar rupiah). Tidak dijelaskan dan diuraikan dari mana lahir,
kerugian nyata (materiil) dan kerugian immateriil tersebut. Dengan
demikian, gugatan tersebut telah mengandung cacat formil karena
kerugian dirumuskan dengan kabur (obscuur libel),tanpa dirinci secara
objektif dan konkret. Oleh karena itu, Tergugat memohon kepada Majelis
Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini untuk menolak atau
Halaman 22 putusan Nomor 364/PDT/2016/PT.BDG.
setidak-tidaknya
tidak
dapat
menerima
gugatan
No.
133/Pdt.G/2015/PN.BKS, tanggal 13 Maret 2015, tersebut dengan alasan
bahwa gugatan tersebut kabur karena tidak dirinci kerugian riil (kerugian
materiil) dan kerugian immaterial yang dialami oleh penggugat.
i. Eksepsi tentang Gugatan Kabur (Obscuur Libel) : Tidak Ada
Kerugian Nyata (Materiil)
X. Bahwa, selanjutnya, menurut ketentuan hukum acara perdata, suatu
gugatan harus dilandasi oleh bukti nyata sehingga suatu putusan harus
didasarkan pada pembuktian fakta. Juga, asas hukum acara perdata
mengatakan: yang mendalilkan sesuatu, dia harus membuktikannya.
Kepada Penggugat diberikan beban pembuktian. Selaras dengan hal itu,
M. Yahya Harahap menegaskan, "Hakim tidak dibenarkan mengambil
putusan tanpa pembuktian" (dalam Hukum Acara Perdata tentang
Gugatan, Persidangan, Penyitaan, Pembuktian dan Putusan Pengadilan,
Penerbit Sinar Grafika cetakan ke-9, 2009, halaman 500). Asas dan
prinsip hukum pembuktian tersebut didasarkan pada ketentuan Pasal 163
HIR yang menyatakan: "Barangsiapa mengatakan mempunyai barang
atau suatu hak atau mengatakan suatu perbuatan untuk meneguhkan
haknya atau untuk membantah hak orang lain, haruslah membuktikan hak
itu atau adanya perbuatan itu." Kunci penolakan atau pengabulan suatu
gugatan adalah pembuktian yang bersumber dari fakta yang diajukan
dalam persidangan. Lebih jauh, menurut jurisprudensi, fakta yang bernilai
sebagai pembuktian terbatas pada fakta yang konkret dan relevan, yang
jelas dan nyata membuktikan suatu keadaan atau peristiwa suatu perkara
(vide Putusan AM No. 71 K/Pdt/1984). Sehubungan dengan tuntutan ganti
rugi, kerugian yang didalilkan dan dituntut harus merupakan kerugian
yang riil (nyata), bukan kerugian yang mengambang dan ilusionir.
Kerugian riil (nyata) adalah kerugian yang benar-benar dialami oleh
seseorang dan kerugian tersebut dapat dirinci dan dijabarkan serta dapat
dibuktikan. Segala spekulasi dalam mengajukan jumlah (angka) tuntutan
kerugian harus ditolak oleh Majelis Hakim. Dalam perkara a quo,
Penggugat tidak pernah mendalilkan kerugian nyata (riil) atau kerugian
yang benar-benar dialami, yang dapat dirinci dan dibuktikan. Dengan
demikian, surat gugatan ini telah dirumuskan dengan kabur (obscuur
libel).Oleh karena itu, Tergugat memohon kepada Ma/alif Hakim yang
memeriksa dan mengadili perkara ini untuk menolak atau setidak-tidaknya
tidak dapat menerima gugatan No. 133/Pdt.G/2015/PN.BKS di Pengadilan
Halaman 23 putusan Nomor 364/PDT/2016/PT.BDG.
Negeri Bekasi, dengan alasan bahwa gugatan tersebut dirumusan dengan
kabur (obscuur libel) karena Penggugat tidak menyebutkan kerugian rill
(nyata) yang benar-benar dialami oleh Penggugat.
j. Eksepsi tentang gugatan kabur (obscuur Libel): Petitum Gugatan
tidak jelas dan saling bertentangan.
11. Bahwa, selanjutnya, hukum acara perdata mengharuskan bahwa petitum
harus dirumuskan dengan rinci dan logis, khususnya untuk petitum
primair. Tidak boleh ada pertentangan antara posita dan petitum dan
tidak boleh ada pertentangan antara petitum dan petitum. Pelanggaran
terhadap ketentuan ini menyebabkan gugatan tidak jelas dan harus
dinyatakan obscuur libel. Hal itu telah ditegaskan dalam jurisprudensi,
sebagaimana terdapat dalam Putusan MA No. 582 K/Sip/1973, tanggal
18 Desember 1975, juncto Putusan MA No. 492 K/Sip/1970, tanggal 21
November 1970. Dalam perkara a quo terdapat berbagai pelanggaran
atas ketentuan tersebut. Pertama, dalam gugatan tersebut terdapat
kontradiksi antara posita dan petitum. Padahal, ketentuan menuntut
bahwa harus ada sinkronisasi dan konsistensi antara posita dan petitum
agar suatu gugatan tidak kabur (obscuur libel). Sesuatu yang tidak
dikemukakan dalam dalil gugatan tidak dapat diminta dalam petitum.
Dalam perkara a quo,tampak jelas bahwa petitum tidak dapat
disinkronkan dengan posita. Dalam posita gugatan, Penggugat tidak
pernah mendalilkan bahwa kesembilan aset berupa rumah dan ruko
tersebut telah dijual oleh Tergugat, tetapi Penggugat dalam petitum
meminta kepada pengadilan agar Tergugat dihukum membagi dua hasil
penjualan kesembilan rumah dan ruko tersebut. Dengan demikian,
petitum
telah
bertentangan
dengan
posita.
Kedua.
Penggugat
mendalilkan bahwa rumah dan ruko tersebut seluruhnya adalah miliknya,
tetapi Tergugat dalam petitum meminta kepada pengadilan agar
Tergugat membagi dua hasil penjualan rumah dan ruko tersebut. Petitum
seperti itu dipandang dengan tegas oleh Mahkamah Agung sangat
bertentangan dengan posita, sebagaimana tertuang dalam Putusan MA
No. 28 K/Sip/1973, tanggal 5 November 1975. Ketiga. terlihat jelas
bahwa terdapat pertentangan di antara petitum dan petitum yang
diajukan oleh Penggugat. Petitum kedua menyatakan kesembilan aset
tersebut sepenuhnya dan seluruhnya adalah milik Penggugat, sementara
dalam petitum keenam Penggugat menuntut agar penjualan tanah dan
bangunan tersebut dibagi dua antara Tergugat dan Penggugat, masingHalaman 24 putusan Nomor 364/PDT/2016/PT.BDG.
masing Rp.25.000.000.000,- (dua puluh miliar rupiah). Dalam perumusan
posita (fundamentum petendi) sangat tidak jelas apa sesungguhnya
posisi hukum Penggugat: Apakah sebagai pemilik tunggal atau pemilik
bersama antara Tergugat dan Penggugat. Penggugat telah mendalilkan
dirinya sebagai pemilik tunggal atas kesembilan aset berupa rumah dan
ruko tersebut sebagaimana tertuang dalam petitum kedua, tetapi
Penggugat juga sekaligus mendalilkan bahwa Penggugat hanya memiliki
setengah dari kesembilan aset berupa rumah dan ruko tersebut. Dengan
demikian, surat gugatan ini tab dirumuskan dengan sangat kabur
(obscuur libel).Oleh karena itu memohon kepada Majelis Hakim yang
memeriksa dan mengadili perkara ini untuk menolak atau setidaktidaknya tidak dapat menerima gugatan No. 133/Pdt.G/2015/PN.BKS,
dengan alasan bahwa gugatan tersebut kabur karena petitum gugatan
tidak jelas dan karena petitum bertentangan dengan posita dan juga
petitum yang satu bertentangan dengan petitum yang lain.
12. Bahwa oleh karena itu, berdasarkan salah satu atau seluruhnya dari
kesepuluh jenis eksepsi yang telah diuraikan di atas, Tergugat memohon
kepada Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini
menyatakan bahwa gugatan perbuatan melawan hukum dengan register
perkara No. 133/Pdt.G/2015/PN.BKS, yang telah didaftarkan oleh
Penggugat di Pengadilan Negeri Bekasi pada tanggal 13 Maret 2015
tidak dapat diterima (niet ontvantkelik verkiaard).
I. DALAM POKOK PERKARA
13. Bahwa Tergugat memohon kepada Majelis Hakim yang memeriksa atau
mengadili perkara ini agar segala sesuatu yang telah dikemukakan dalam
bagian eksepsi, baik tentang eksepsi kompetensi absolut maupun
eksepsi prosesuil dan eksepsi materiil, dianggap sebagai satu-kesatuan
yang tidak terpisahkan dari bagian pokok perkara ini.
14. Bahwa selanjutnya Tergugat menolak dengan tegas seluruh dalil dan
argumen
Penggugat
dalam
surat
gugatan
dengan
register
No.
133/Pdt.G/2015/PN.Bks., yang telah didaftarkan pada tanggal 13 Maret
10121 di Pengadilan Negeri Bekasi tentang gugatan perbuatan melawan
hukum.
15. Bahwa benar, sebagaimana didalilkan Penggugat dalam surat gugatan
dalam angka 1 pada halaman 1, bahwa Tergugat dan Penggugat telah
melakukan pernikahan menurut ketentuan agama Katolik pada tanggal
15 Februari 13&1 di Gereja Santo Fransiskus Xaverius, Jl. Yos Sudarso
Halaman 25 putusan Nomor 364/PDT/2016/PT.BDG.
No. 1 Tanjung Priok, di hadapan imam J. Muji Santara, S.J., tetapi
dengan mempergunakan dispensasi untuk Perkawinan Beda Agama No.
1988/D-954/91, sebagaimana terbukti dari Surat Perkawinan Keuskupan
Agung Jakarta, yang disalin dari Buku Perkawinan II, halaman 142, No.
567, pada tanggal 17 Februari 19&1, karena pada saat itu terdapat
perbedaan agama: Tergugat beragama Katolik, sementara itu Penggugat
beragama Buddha.
16. Bahwa meskipun telah dilaksanakan menurut hukum agama Katolik,
perkawinan tersebut tentu saja tidak sah menurut hukum Negara
Republik
Indonesia
dan
bukan
merupakan
suatu
perkawinan
sebagaimana diamanatkan Pasal 2 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1
Tahun
1974
tentang
Perkawinan,
yang
menegaskan:
"Tiap-tiap
perkawinan dicatat peraturan perundang-undangan yang berlaku." Pasal
tersebut mengatur bahwa, agar suatu perkawinan yang dilakukan
menurut hukum masing- masing agama dianggap sah, perkawinan
tersebut harus dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang
berlaku, sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 9
Tahun 1975 tentang Pelaksanaan Undang-Undang No. 1 Tahun 1974
tentang Perkawinan. Menurut Pasal 2 Peraturan Pemerintah tersebut,
pencatatan perkawinan orang yang melangsungkan perkawinannya
menurut agamanya dan kepercayaannya, selain agama Islam, dilakukan
oleh
Pegawai
Pencatat
perkawinan
pada
Kantor
Catatan
Sipil
sebagaimana dimaksud dalam berbagai perundang-undangan mengenai,
pencatatan perkawinan. Selanjutnya Pasal 11 Peraturan Pemerintah
tersebut
menegaskan:
"(1)
Sesaat
sesudah
dilangsungkannya
perkawinan sesuai dengan ketentuan-ketentuan Pasal 10 Peraturan
Pemerintah ini, kedua mempelai menandatangani akta perkawinan yang
telah disiapkan oleh Pegawai Pencatat berdasarkan ketentuan yang
berlaku; (2) Akta perkawinan, yang telah ditandatangani oleh mempelai
itu selanjutnya ditandatangani pula oleh kedua saksi dan Pegawai
Pencatat yang menghadiri perkawinan (dan bagi yang melangsungkan
perkawinan menurut agama Islam, ditandatangani pula oleh wali nikah
atau yang mewakilinya); (3) Dengan penandatanganan akta perkawinan,
maka perkawinan telah tercatat secara resmi." Dalam, kenyataannya
belum pernah Tergugat dan Penggugat mencatatkan perkawinan yang
telah dilangsungkan di Gereja Katolik tersebut di Kantor Catatan Sipil dan
belum pernah terbit akta perkawinan antara Tergugat dan Penggugat.
Halaman 26 putusan Nomor 364/PDT/2016/PT.BDG.
Oleh karena itu, perkawinan antara Tergugat dan Penggugat bukanlah
suatu perkawinan yang sah, melainkan hanya merupakan perkawinan siri
(bawah tangan, samenleven), dan tidak ada alasan hukum yang
membenarkan bahwa Tergugat dan Penggugat telah melangsungkan
perkawinan yang sah menurut peraturan perundang-undangan yang
berlaku di Indonesia
17. Bahwa benar, sebagaimana didalilkan Penggugat dalam angka 1 surat
gugatan pada halaman 1, bahwa Tergugat dan Penggugat pernah hidup
bersama (samenleven) selama kira-kira 18 tahun, sejak 1992 hingga
2010 tanpa ikatan pernikahan secara hukum. Dari kehidupan bersama di
luar nikah (tanpa ikatan pernikahan negara) tersebut, Tergugat telah
dikaruniai tiga orang anak di luar kawin, yang bernama:
17.1. Stella Kirana Salim, perempuan, anak pertama luar kawin dari E.wh
Lukminta, yang lahir di Jakarta, pada tanggal 22 Desember 1992,
sesuai dengan Kutipan Akta Kelahiran No. 034a/1998, yang
diterbitkan Kantor Catatan Sipil Kabupaten Dati II Bekasi, pada
tanggal 5 Agustus 1998
17.2. Gabriella Paramitha Salim, perempuan, anak kedua luar kawin dari
Ersih Lukminta, yang lahir di di Jakarta, pada tanggal 9 September
1994 sesuai dengan Kutipan Akta Kelahiran No. 034b/1998,
diterbitkan Kantor Catatan Sipil Kabupaten Dati II Bekasi, pada
tanggal 5 Agustus 1998.
17.3. Adeline Triana Salim, perempuan, anak ketiga luar kawin dari Ersih
Lukminta, yang lahir di luar kawin di Jakarta, pada tanggai 6
Desember 1994 sesuai dengan Kutipan Akta Kelahiran No.
034c/1998, diterbitkan Kantor Catatan Sipil Kabupaten Dati II
Bekasi, pada tanggal 5 Agustus 1998.
18. Bahwa dengan demikian, ketiga anak tersebut dilahirkan bukan dari hasil
perkawinan yang sah menurut perundang-undangan yang berlaku,
rnelainkan lahir di luar nikah. Karena itu, ketiga anak tersebut secara
biologis merupkw anak Tergugat dan Penggugat, tetapi menurut hukum
merupakan anak Tergugat sebagai orangtua tunggal. Hal itu tertera
dengan jelas dalarn masirig-masing akta kelahiran ketiga anak tersebut,
yang menerangkan bahwa Stella Kirana Salim, Gabriella Paramitha Salim
dan
Adeline
Triana Salim
masing-masing
adalah
anak pertama
perempuan, anak kedua perempuan dan anak ketiga perempuan luar
kawin dari Ersih Lukrninta. Dasar dari penerbitan ketiga akta kelahiran
Halaman 27 putusan Nomor 364/PDT/2016/PT.BDG.
tersebut adalah Penetapan Pengadilan Negeri Bekasi, No. 92/PDT.P/
1998/PN.BKS, tanggal 15 Juli 1998.
19. Bahwa tidak benar dan Tergugat dengan tegas menoak dan membantah
dalil Penggugat, sebagaimana dituliskan dalam angka 1 surat gugatan
pada halaman 1, yang menyatakan bahwa, usemua harta yang dimiliki
antara Penggugat dengan Tergugat adalah hasil kerja keras yang
dilakukan Penggugat sejak Penggugat dengan Tergugat hidup bersama
sejak tahun 1992." Hal itu tidak benar karena malah sebaliknya seluruh
aset yang tertulis atas nama Tergugat adalah hasil kerja keras Tergugat.
Bahkan, selama hidup bersama (samenleven) tersebut, Tergugat tidak
pernah dibantu oleh Penggugat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya,
membeli aset berupa rumah dan ruko, apalagi memenuhi kebutuhan
kesehatan dan pendidikan ketiga anak biologis Penggugat. Sepanjang
Tergugat hidup bersama di luar nikah dengan Penggugat, Tergugat
bekerja sendiri untuk memenuhi segata kebutuhan tersebut. Tergugat
dengan ini menegaskan bahwa Tergugat mampu menopang hidupnya
sendiri dan membiayai pendidikan dan segala kebutuhan ketiga anak
tersebut. Malah Penggugat selama hidup bersama tanpa ikatan
pernikahan tersebut menggantungkan hidupnya pada Tergugat. Hal itu
sernua dapat dibuktikan oleh Tergugat dari pergerakan arus uang dan
saldo per tahun 2010 yang tertera dalam tiga rekening pribadi Tergugat.
Bank Central Asia Cabang Utama Bekasi dengan No. 0660496688, di
Bank Negara Indonesia dengan No. 0104029455 clan di Bank Mandiri
dengan No. 156-00-5555000-0, sebelum terjadi permasalahan antara
Tergugat dan Penggugat pada akhir tahun 2010.
20. Bahwa oleh karena tidak ada ikatan perkawinan yang sah antara Tergugat
clan Penggugat sebagairnana diatur dalam ketentuan Undang-Undang
Nornor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan juncto Peraturan Pernerintah
Normr .9 Tahun 1975 tentang Pelaksanaan Undang-Undang No. 1 Tahun
1974 tentang Perkawinan, maka Tergugat menegaskan bahwa tidak ada
hubungan hukurn antara Tergugat dan Penggugat sebagai suami-isteri.
Sebagai akibatnya, sama seperti ketiga anak yang terlahir dalam hidup
bersarna (samenleven) antara Tergugat dan Penggugat tanpa ikatan
perkawinan tersebut menjadi anak Tergugat sebagai orang tua tunggal,
juga tentu saja tidak ada percampuran harta antara Tergugat clan
Penggugat. Dengan kata lain, Tergugat mempunyai harta yang terpisah
dari harta Penggugat dan rnasing-masing mengurus dan bertanggung
Halaman 28 putusan Nomor 364/PDT/2016/PT.BDG.
jawab terhadap harta masing-rnasing. OIeh karena itu, meskipun
Tergugat clan Penggugat pernah hidup bersama di bawah satu atap dan
bahkan memperoleh tiga anak, segala sesuatu yang dihasilkan oleh
Tergugat dari kerja kerasnya dan dibeli atas nama Tergugat, termasuk
namun tidak terbatas pada pembelian kesembilan aset berupa rumah dan
ruko tersebut, tidak layak dan sama sekali tidak mempunyai landasan
hukum untuk dituntut oleh Penggugat sebagai milik pribadinya atau agar
penjualannya dibagi dua oleh Tergugat dan Penggugat. Sama sekali satu
sen pun tidak ada hak Penggugat dalam seluruh aset yang dibeli oleh
Tergugat.
21. Bahwa kebenaran dalil Tergugat tentang ketiadaan ikatan perkawinan
clan tentang keterpisahan harta tersebut telah dibuktikan dalarn perkara
pidana Nomor 1620/Pid.B/2012/PN.Bks, sebagaimana telah diputuskan
pada tanggal 4 Maret 2013,yang amarnya berbunyi bahwa Penggugat
(Andy Iswanto Salim yang pada saat itu Terdakwa) telah terbukti
melakukan
perbuatan
yang
didakwakan
berupa
"penggelapan"
sebagaimana diatur dalam Pasat 372 KtJHP dan "penyerobotan" (berada
dalam rumah dengan melawan hukum) sebagaimana diatur dalam Pasal
167 ayat (1) KUHP. Andaikata sertifikat yang digelapkan tersebut adalah
milik Penggugat, tentu saja Penggugat tidak akan divonis telah melakukan
penggelapan. Sama halnya, andaikata Penggugat adalah pemilik ruko
dan rumah tersebut, tentu saja Penggugat tidak akan divonis telah
melakukan penyerobotan (berada datam rumah dengan melawan hukum).
Hal itu berarti bahwa Penggugat sama sekali bukan merupakan pemilik
kesembilan aset berupa rumah dan ruko yang dituntut oleh Penggugat.
Lebih tepatnya, pertimbangan hukurrinya menyatakan bahwa "Terdakwa
Drs. Andy lswanto Salim terbukti melakukan perb'aian yang didakwakan."
Pertimbangan hukum tersebut didukung oleh saksi ahil Suharnoko, S.H.,
MI-1 dan Dr. I. Sriyanto, S.H., M.H., keduanya dosen Fakultas Hukum
Universitas Indonesia, yang menyatakan bahwa "perkawinan yang tidak
tercatat tidak diakui oleh Negara dan, sebagai konsekuensinya, anaknya
menjadi anak yang lahir di luar kawin, harta yang diperoleh dari
perkawinan, menjadi harta pribadi dan tidak dapat diajukan gugatan,
perkawinannya tidak diakui oleh Negara, dan untuk kepemilikan harta
yang diperoleh clan perkawinan yang tidak tercatat maka bukti
kepemilikannya adalah masing-masing." Bahkan, perkara pidana pada
tingkat pertama tersebut kernudian telah diuji oleh Mahkamah Agung dan
Halaman 29 putusan Nomor 364/PDT/2016/PT.BDG.
pada akhirnya telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap (in kracht
van gewisjde), setelah diajukan upaya hukum kasasi dengan register
perkara Nornor 714 K/Pid/2013, sebagaimana telah diputus oleh
Mahkamah Agung pada tanggal 10 September 2014, dengan arnar
putusan pertama yang berbunyi: "Menyatakan Terdakwa Drs. Andy
lswanto Salim tersebut telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah
melakukan tindak pidana penggelapan dan berada dalam rumah dengan
melawan
hukum."
Kemudian,
diktum
yang
keempat
berbunyi:
"Menetapkan barang bukti dikembalikan kepada saksi Ersih Lukminta." Di
antara barang bukti tersebut terdapat sembilan sertifikat rumah dan ruko
yang dituntut oleh Penggugat. Perlu dicatat dan ditegaskan bahwa, oleh
karena Putusan Mahkamah Agung Nomor 714 K/Pid/2013, tanggal 10
September 2014, tersebut telah final clan berkekuatan hukum tetap (in
kracht van gewisjde), maka tidak ada keraguan lagi bahwa Penggugat
sama sekali bukan rnerupakan pernilik kesembilan sertifikat rumah dan
ruko tersebut karena terbukti bahwa Penggugat telah menggelapkannya
dan Penggugat telah terbukti melakukan penyerobotan. Penggugat bukan
merupakan pemilik rumah di Jalan Cemara Raya Nomor 57, Perumahan
Jaka Sampurna, Kelurahan Jaka Sampurna, Bekasi Selatan tersebut.
Sebaliknya, seluruh aset berupa rumah dan ruko tersebut adalah milik
Tergugat, yang dibeli atas jerih payah Tergugat.
22. Bahwa, sebagaimana disebutkan di atas, baik dalam putusan Pengadilan
Negeri Bekasi dalam perkara Nomor 1620/Pid.B/2012/PN.Bks, tanggal 4
Maret 2013, pada tingkat pertama rnaupun dalam Putusan Mahkamah
Agung dalam perkara Nomor 714 K/Pid/2013, tanggal 10 September
2014,
tingkat
kasasi,
amarnya
dengan
tegas
menetapkan
agar
dikembalikan kepada Ersih Lukminta, in casu Tergugat, seluruh barang
bukti, termasuk tetapi tidak terbatas pada kesembilan sertifikat rumah dan
ruko tersebut, berupa:
22.1. Sertifikat Hak Milik Nomor 2091/Margajaya/1994, Bekasi Selatan,
yang dibuat atas narna Ny. Ersih Lukminta,
22.2. Sertifikat Hak Milik Nomor 5311/Jakasetia/2001, Bekasi Selatan,
yang dibuat atas nama Ny. Ersih Lukrninta,
22.3. Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor 542/Jaka Sampurna, Bekasi
Barat, yang dibuat atas nama Ny. Ersih Lukminta,
22.4. Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor 530/Margajaya/2008, Bekasi
Selatan, yang dibuat atas nama Ny. Ersih Lukminta,
Halaman 30 putusan Nomor 364/PDT/2016/PT.BDG.
22.5. Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor 5634/Kayuringin Jaya/2006,
Bekasi Selatan, yang dibuat atas nama Ny. Ersih Lukminta,
22.6. Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor 5644/Kayuringin Jaya/1997,
Bekasi Selatan, yang dibuat atas narna Ny. Ersih Lukrnirta,
22.7. Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor 5702/Kayuringin Jaya/2002,
Bekasi Selatan, yang dibuat atas nama Ny. Ersih Lukrninta,
22.8. Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor 568/Marga Jaya/2006,
Bekasi Selatan, yang dibuat atas nama Ny. Ersih Lukminta,
22.9. Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor 530/Margajaya/2008, Bekasi
Selatan, yang dibuat atas nama Ny. Ersih Lukminta.
Dengan kata lain, tentu saja sekali lagi perlu ditekankan bahwa amar
putusan ini juga dengan tegas hendak menyatakan bahwa seluruh
kesembilan sertifikat rumah dan ruko tersebut adalah barang yang
digelapkan Penggugat karena dia menguasainya tanpa hak atau dengan
cara melawan hukum, dengan demikian telah melanggar Pasal 372
KUHP. Juga, Penggugat telah terbukti melakukan tindakan penyerobotan
(berada dalam rumah Tergugat dengan rnelawan hukurn), dengan
demikian telah rnelanggar Pasal 167 ayat (1) KUHP. Sebaliknya, amar
putusan tersebut juga hendak menyatakan dengan tegas bahwa Tergugat
merupakan pemilik yang sah atas seluruh kesembilan sertifikat tersebut,
bersama aset fisiknya.
23. Bahwa, sehubungan dengan proses perolehan melalui pembelian atas
seluruh kesembilan aset berupa rumah clan ruko tersebut, Tergugat
dengan mi perlu menerangkan bahwa
23.1. Tanah dan bangunan rumah dengan Sertifikat Hak Milik Nomor
2091/Margajaya/2003,
dengan
Surat
Ukur
Nomor
189/Margajaya/2003, atas nama Ny. Ersih Lukminta, in casu
Tergugat, dengan luas 84 M2, yang terletak di Sentral Niaga
Kalimalang, Blok A-8 No. 12, Kelurahan Marga Jaya, Bekasi
Selatan,
dibeli
oleh
Tergugat
dan
Widjaja
Suryadinata,
sebagaimana tertuang dalam Akta Jual Beli Nomor 43/2003, yang
dibuat di hadapan Ny. Rosita Siagian, S.H., selaku Pejabat
Pembuat Akta Tanah, pada tanggal 20 ianuari 2003.
23.2. Tanah dan bangunan rumah dengan Sertifikat Hak Milik Nomor
5311/Jakasetia/1997, dengan Gambar Situasi Nomor 199902/1996,
atas nama Ny. Ersih Lukminta, in casu Tergugat, dengan luas 220
M2, yang terletak di Jalan Pulo Sirih Boulevard, Blok FE No. 393,
Halaman 31 putusan Nomor 364/PDT/2016/PT.BDG.
Tamar. Galaxy, Kelurahan Jaka Setia, Bekasi Selatan, dibeli oleh
Tergugat dan Muslim Leoma Putra, sebagaimana tertuang dalam
Akta Jual Bell Nomor 1302/2001, yang dibuat di hadapan Christine
Sabaria Sinaga, S.H., selaku Pejabat Pembuat Akta Tanah, pada
tanggal 12 Desember 2001.
23.3. Tanah dan bangunan rumah dengan Sertifikat Hak Milik Nomor
542/Jaka
Sampurna/2005,
dengan
Gambar
Situasi
Nomor
1097/1980, atas niania Ny. Ersih Lukminta, in casu Tergugat,
derigan luas 802 M2, yang terletak di Jalan Raya Cemara No. 57,
Perumahan Jaka Sampurna, Kelurahan Jaka Sampurna, Bekasi
Selatan, dibeli oleh Tergugat dari Ny. Nunung Nurhayati, Nurdin
Aziz, Arief Alfaridzi, Edwin Ananda, Emil Faisal, Aulia Renantha
Hasan, sebagaimana tertuang dalam Akta Jual Beli Nomor
64/2005, yang dibuat di hadapan Meyer, S.H., selaku Pejabat
Pembua Akta Tanah, pada tanggal 10 Oktober 2005.
23.4. Tanah clan bangunan ruko dengan Sertifikat Hak Guna Bangunan
Nomor 530/Margajaya/2008, dengan Gambar Situasi Nomor
25487/1995, atas nama Ny. Ersih Lukminta, in casu Tergugat,
dengan luas 75 M2, yang terletak di Ruko Kali Mas, Blok D No. 3,
KeluTthMarga Jaya, Bekasi Selatan, dibeli oleh Tergugat dari Ella
Karmila, sebagaimana tertuang dalam Akta Jual Beli Nomor
1091/2008, yang dibuat di hadapan Christine Sabaria Sinaga, S.H.,
selaku Pejabat Pembuat Akta Tanah, pada tanggal 23 Juni 2008.
23.5. Tanah dan bangunan ruko dengan Sertifikat Hak Guna Bangunan
Nornor 5702/Kayuringin Jaya/2002, dengan Garnbar Situasi Nornor
14932/1995, atas nama Ny. Ersih Lukminta, in casu Tergugat,
dengan luas 75 M2, yang terletak di Sentral Niaga Kalimalarig.,
Blok B4 No. 34, Kelurahan Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, dibeli
oleh Tergugat dari Ny. Sari Handojo, sebagaimana tertuang dalam
Akta Jual Beli Nomor 665/2002, yang dibuat di hadapan Christine
Sabaria Sinaga, SH, selaku Pejabat Pembuat Akta Tanah, pada
tanggal 26 Juni 2002.
23.6. Tanah dan bangunan ruko dengan Sertifikat Hak Guna Bangunan
Nomor 5644/Kayuningin Jaya/1997, dengan Garnbar Situasi
Nomor 14986/1995, atas nama Ny. Ersih Lukminta, in casu
Tergugat, dengan luas 84 M2, yang terletak di Sentral Niaga
Kalimalang, Blok A5 No. 5, Kelurahan Kayuringin Jaya, Bekasi
Halaman 32 putusan Nomor 364/PDT/2016/PT.BDG.
Selatan,
dibeli
oleh
Tergugat
dan
Perusahaan
Umum
Pembangunan Perumahan Nasional, sebagaimana tertuang dalam
Akta Jual Bell Nomor 739/129/Bekasi Selatan/1997, yang dibuat di
hadapan Ny. Chairunnisa Said Selenggang, S.H., selaku Pejabat
Pembuat Akta Tanah, pada tanggal 19 Juni 1997.
23.7. Tanah dan bangunan ruko dengan Sertifikat Hak Guna Bangunan
Nomor 472/Marga Jaya/2006, dengan Gambar Situasi Nomor
25429/1995, atas nama Ny. Ersih Lukminta, in casu Tergugat,
dengan luas 75 M2, yang terletak di Ruko Kali Mas Blok B No. 7A,
Kelurahan Marga Jaya, Bekasi Selatan, dibeli oleh Tergugat dari Ir.
Wienarto Yanuar Jong, sebagaimana tertuang dalam Akta Jual Beli
Nomor 51/2006, yang dibuat di hadapan Meyer, S.H., selaku
Pejabat Pernbuat Akta Tanah, pada tangga! 7 April 2006.
23.8. Tanah dan bangunan ruko dengan Sertifikat Hak Guna Bangunan
Nomor 5634/Kayuringin Jaya/2006, dengan Gambar Situasi Nomor
14976/1995, atas nama Ny. Ersih Lukminta, in casu Tergugat,
dengan luas 84 M2, yang terletak di Ruko Sentral Niaga
Kalimalang, Blok No. 2, Kelurahan Kayuringin Jaya, Bekasi
Selatan, dibeli oleh Tergugat berdasarkan Kutipan Risalah Lelang
dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Bekasi Nomor
434/2006, tanggal 21 November 2006.
23.9. Tanah dan bangunan ruko dengan Sertifikat Hak Guna Bangunan
Nomor 568/Marga Jaya/2006, dengan Gambar Situasi Nomor
14753/1995, atas nama Ny. Ersih Lukrninta, in casu Tergugat,
dengan luas 84 M2, yang terletak di Ruko Sentral Niaga
Kalimalang, Blok A8 No. 11, Kelurahan Marga Jaya, Bekasi
Selatan, dibeli oleh Tergugat dan PT. Profesindo Oto Servis
Manajemen, sebagaimana tertuang dalam Akta Jual Beli Nornor
86/2004, yang dibuat di hadapan Hartojo, S.H., selaku Pejabat
Pembuat Akta Tanah, pada tanggal 29 Juli 2004.
24. Bahwa tidak benar dan Tergugat menyangkal dan menolak dalil
Penggugat dalam angka 4 surat gugatan pada halaman 4-5 dengan
argumen sebagai berikut:
24.1. Tentang keberatan Penggugat atas putusan perkara dengan
register Nomor 714 K/Pid/2013 yang dibacakan pada tanggal 10
September 2014 dalam tahap kasasi juncto Nomor 1620/Pid.B/
2012/PN.BKS yang telah diputus pada tanggal 4 Maret 2013 pada
Halaman 33 putusan Nomor 364/PDT/2016/PT.BDG.
tingkat pertama telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap (in
kracth van gewijsde) tersebut, maka upaya hukum selanjutnya
yang
disediakan
ketentuan
perundang-undangan
adalah
mengajukan peninjauan kembali, bukan mengulangi perkara
dengan objek yang sama dan tingkat pertama melalului gugatan.
Dalam kenyataannya, Penggugat sedang mengajukupaya hukum
peninjauan kembali dan perkara tersebut sedang diperiksa di
Pengadilan Negeri Kota Bekasi oleh Majelis Hakim yang juga
memeriksa dan mengadili perkara a quo. Sebagaimana telah
diuraikan dalam bagian eksepsi tentang litis pedentis, ketentuan
hukum acara perdata menyatakan bahwa, oleh karena sengketa ya
sedang digugat adalah sama dengan perkara yang sedang
diperiksa dalam tingkat lain, Majelis Hakim harus menolak atau
setidak-tidaknya tidak dapat menerima perkara a quo untuk
diperiksa dan diadili. Gugatan yang diajukan Penggugat masih
tergantung (aanhangig) dan pemeriksaannya sedang berjalan di
tempat lain.
24.2. Tergugat
menyangkal
dan
menolak
dalil
Penggugat
yang
menyatakan bahwa "harta tersebut adalah hasil kerja keras
Penggugat" dan harta tersebut merupakan hasil hidup bersama.
Tampak jelas bahwa dalil ini telah dirumuskan dengan saling
kontradiktif: antara hasil kerja keras Penggugat dan hasil hidup
bersama, sehingga menjadi suatu dalii yang kabur dan harus
ditolak. Selain itu, Tergugat menyangkal dan menolak dalil tersebut
dengan alasan bahwa Penggugat sama sekali tidak mempunyai
usaha dan juga tidak bekerja. Pada dasarnya, Penggugat justru
menumpang hidup secara mutlak pada hasil keringat Tergugat.
Tergugat telah membiayai kehidupan Penggugat selama hidup
bersama
(samenleven)
tanpa
ikatan
perkawinan
tersebut.
Sebaliknya, Tergugat telah bekerja keras dan bahkan Tergugat
juga membiayai segala kebutuhan hidup sehari-hari, kesehatan
dan pendidikan ketiga anak biologis Tergugat dan Penggugat
karena dalam kenyataannya, Penggugat sama sekali tidak pernah
bertanggung
jawab
atas
kebutuhan-kebutuhan
anak-anak
biologisriya tersebut, bahkan hingga saat inil. Semua itu dapat
terpenuhi karena Tergugat mempunyai usaha penjualan buah
"Tropis" yang didirikan oleh Tergugat berdasarkan Surat Keputusan
Halaman 34 putusan Nomor 364/PDT/2016/PT.BDG.
Walikota Bekasi Nomor 032/SK/EK.503/Vl/1995 tentang Izin
Tempat Usaha Toko Buah-buahan, tanggal 1 Juni 1995, atas nama
Ersih Luminta, in casu Tergugat; Surat Izin Usaha Perdagangan
(SIUP) Menengah Nomor 510/1150/BPPT/PM/VI/2011, tertanggal 8
Juni 2011, atas nama Ersih Lukminta, in casu Tergugat; dan Tanda
Daftar Perusahaan Perorangan Nomor 102655202840 tertanggal 6
Juni 2011. Dari usaha itulah Tergugat dapat memenuhi kebutuhan
hidup Tergugat dan ketiga anak tersebut, sebagaimapa. dapat
dibuktikan dan harus keuangan Tergugat yang tertera dalam tiga
rekening pribadi Tergugat di Bank Central Asia Cabang Utama
Bekasi dengan No. 0660496688, di Bank Negara Indonesia dengan
No. 0104029455 dan di Bank Mandiri dengan No. 156-00-55550000. Juga, dan usaha itulah Tergugat sanggup membeli kesembilan
aset yang, dituntut Penggugat sebagai miliknya atau diminta agar
penjualannya dibagi dua, termasuk ketiga aset di Cikarang yang
digugat
dalam
perkara
lain,
dengan
register
Nomor
132/Pdt.G/2015/PN.Bks. O!eh karena itu, sama sekali tidak benar
dan
dengan
ini
Tergugat
menolak
dalil
Penggugat
yang
menyatakan bahwa harta tersebut ada!ah hasil kerja keras
Penggugat. Seluruh harta tersebut tentu saja juga bukan
merupakan hasil hidup bersama, melainkan hasil kerja Tergugat.
25. Bahwa tidak benar dan Tergugat menyangkal clan menolak dalil
Penggugat dalam angka 5 surat gugatan pada halaman 5-6 tentang
kepemilikan Penggugat atas harta berupa tanah dan bangunan tersebut
dengan berikut:
25.1. Tergugat menyangkal dan menolak dalil bahwa "semua harta
berupa tanah dan bangunan yang dimiliki dan hasil kerja keras
Penggugat yang dimohonkan atas nama Tergugat tidak otomatis
menjadi hak milik Tergugat" Tergugat berpendapat dalil tersebut
adalah dalil yang kabur (obscuur libel) sehingga gugatan a quo
harus ditolak atau setidaknya tidak dapat diterima karena
Penggugat tidak menyebutkan hukum mana dan pasal berapa
yang menjadi dasar (landasan) Penggugat dalam menyebutkan
bahwa Penggugat tetap menjadi pemilik atas harta tersebut. Dalil
Penggugat sama sekali tidak didasari oleh suatu alasan (landasan)
hukum yang kuat: Hukum mana mengatur bahwa tanah dan
bangunan tersebut tidak otomatis menjadi hak milik Tergugat?
Halaman 35 putusan Nomor 364/PDT/2016/PT.BDG.
Tergugat meminta Penggugat menunjukkan dan menyebutkan
dasar
(landasan)
hukum
tersebut.
Sebaliknya,
Tergugat
menegaskan bahwa pembelian kesembilan aset yang dituntut
Penggugat tersebut adalah hasil kerja keras Tergugat yang
diperoleh melalui usaha toko buah Tropis, sebagaimana telah
dijelaskan di atas. Lagipula, fakta yang sesungguhnya adalah
bahwa Penggugat adalah orang yang rnenganggur dan sama
sekali tidak rnempunyai pekerjaan, yang menumpang hidup dari
mata pencaharian Tergugat. Selain itu dari segi juridis telah terbukti
dari pendapat ahil Suharnoko, S.H., MU clan Dr. I. Sriyanto, S.H.,
M.H., di persidangan dalam perkara pidana Nomor 1620/Pid.B/
2012/PN.Bks bahwa "perkawinan yang tidak tercatat tidak diakui
oleh Negara dan, sebagal konsekuensinya, harta yang diperoleh
dari perkawinan menjadi harta pribadi dan tidak dapat, diajukan
gugatan., perkawinannya tidak diakui oleh Negara, dan untuk
kepemilikan harta yang diperoleh dari perkawinan yang tidak
tercatat maka bukti kepemilikannya adalah masing-masing." Selain
itu, pertimbangan juridis putusan Putusan Mahkamah Agung
Nomor 714 K/Pid/2013, tanggal 10 September 2014, yang telah
berkekuatv hukum tetap (in kracht van gewisjde) menegaskan
bahwa Terdakwa, in casu Penggugat, tanpa sepengetahuan dan
seizin Tergugat membawa dan memindahkan sertifikat milik
Tergugat sehingga perbuatan Penggugat merupakan tindak pidana
dan telah ditetapkan bahwa sertifikat tersebut harus dikembalikan
kepada Tergugat. Dengan dernikian, karena merupakan hasil kerja
keras Tergugat dan dibeli atas nama Tergugat, kesembilan rumah
dan ruko tersebut tentu saja otomatis menjadi milikTergugat.
25.2. Secara juridis, khusus untuk harta benda yang tidak bergerak
berupa tanah dan bangunan, bukti kepemilikan yang absah dan
sahih adalah sertifikat yang diterbitkan oleh Badan Pertanahan
Nasional. Andaikata pun benda yang tidak bergerak tersebut
dikuasai oleh orang lain, belum tentu orang yang menguasai itu
dianggap sebagai pemilik yang sah, sebagaimana terjadi dengan
rumah dan ruko Tergugat yang dikuasai hingga saat ini oleh
Penggugat. Hal itu telah diatur dengan tegas dalam Pasal 19 ayat
(2) huruf c Uridang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang PokokPokok Agraria, yang menyatakan bahwa sertifikat rnerupakan alat
Halaman 36 putusan Nomor 364/PDT/2016/PT.BDG.
bukti yang kuat bagi kepemilikan hak atas tanah. Selanjutnya,
Pasal 32 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 24 tentang,
Pendaftaran Tanah menyebutkan bahwa sertifikat yang diterbitkan
secana sah atas nama seseorang atau badan hukum dalam jangka
waktu lima tahun setelah diterbitkannya sertifikat tersebut berlaku
sebagai alat bukti yang rnutlak. Oleh karena itu, tidak dapat
dibantah lagi bahwa kesembilan rumah dan ruko tersebut tentu
saja otomatis menjadi milik Tergugat.
25.3. Tergugat menyangkal dan menolak dalil Penggugat bahwa
"Penggugat tetap rnenjadi pemilik atas harta tersebut menurut
hukum karena antara Penggugat dan Tergugat selama hidup
bersarna sejak tahun 1992 diperoleh harta berupa tanah dan
bangunan." Dalil Penggugat ini sama sekali tidak didasari oleh
suatu alasan (landasan) hukum yang kuat: Menurut hukum mana
harta tersebut menjadi milik Penggugat? Sebaliknya, Suharnoko,
S.H., MLI dan Dr. I. Sriyanto, S.H., MH, telah menandaskan bahwa
Negara tidak akan mengakui perkawinan yang tidak tercatat dan,
sebagai konsekuensinya, harta yang diperoleh dan kehidupan
bersama (samenleven) menjadi harta pribadi dm kepemilikan harta
yang diperoleh dari perkawinan yang tidak tercatat ada pada
masing-masing pihak. Pasal 35 ayat (1) Undang-Undang Nornor 1
Tahun 1975 mengatur: "Harta benda yang diperoleh selama
perkawinan rnenjadi harta bersama." Sementara itu, Pasal 2 ayat
(2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan
junct Pasal 2-9 Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975
tentang Pelaksanaan Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang
Perkawinan menegaskan bahwa tiap-tiap perkawinan dicatat
menurut peraturan perundang-undangan yang benlaku. Dalarn
kenyataannya
tidak
ada
perkawinan
antara
Tergugat
dan
Penggugat karena kehidupan bersama (samenleven) tersebut tidak
perniah dicatatkan dan dengan demikian juga tidak ada harta
bersama. Jadi, fakta bahwa Tergugat dan Penggugat telah hidup
bersama (samenleven) sejak tahun 1992 tidak serta-merta rnenjadi
landasan hukum untuk rnenyimpulkan bahwa harta tersebut
otomatis seluruhnya menjadi milik Penggugat. Bahkan, kehidupan
bersama tersebut tidak serta-merta menjadikan harta tersebut
menjadi harta bersama. Itulah makna dan tujuan ketentuanHalaman 37 putusan Nomor 364/PDT/2016/PT.BDG.
ketentuan yang diatur dalam perundang-undangan yang terkait
dengan perkawinan. Jadi, karena Negara tidak akan mengakui
perkawinan yang tidak tercatat, maka harta yang dipero!eh dari
kehidupan bersama (samenleven) menjadi harta pribadi dan
kepemilikan harta yang diperoleh dari perkawinan yang tidak
tercatat ada pada masing-masing pihak.
26. Bahwa se!anjutnya tidak benar dan Tergugat menolak dan membantah
dalil, Penggugat yang dituliskan dalam angka 6 surat gugatan pada
halarnan 6, dengan argumen sebagal berikut:
26.1. Tergugat menyangkal dan menolak dalil bahwa "Tergugat dengan
cara rnelawan hukuni niengakui harta berupa tanah dan bangunan
rnenjadi miliknya." Sebagaimana diuraikan dalam bagian eksepsi,
Penggugat perlu dan harus menyebutkan dengan jelas dan definitif
hukum mana telah dilanggar atau dilawan oleh Tergugat dalam
kepemilikan kesembilan aset berupa rumah dan ruko tersebut.
nyatanya, dalamseluruh posita (fundamentum petendi), Penggugat
tidak pernah menyebutkan dan menguraikan hukum mana telah
dilanggar oleh Tergugat sehingga Tergugat harus dikategorikan
telah melakukan perbuatan melawan hukum. Tampak jelas bahwa
Penggugat telah mengajukan suatu gugatan yang kabur clan
ilusionir, tanpa landasan hukum. OIeh karena itu, Tergugat
memohon kepada Majelis Hakim yang merneriksa dan mengadili
perkara mi untuk menolak atau setidak-tidaknya tidak dapat
menerima gugatan a quo.
26.2. Selanjutnya,
Tergugat
menyangkal
dan
menolak
tuduhan
Penggugat bahwa “Tergugat mengakui menjadi haknya padahal
Tergugat tidak pernah bekerja keras, yang bekerja keras adalah
Penggugat." Sebagaimana sudah dijelaskan di atas, Tergugat
menyangkal dan menolak tuduhan tersebut. Malah sebaliknya,
selama hidup bersama (samenleven) tanpa ikatan perkawinan,
justru Penggugat sama sekali tidak mempunyal usaha dan juga
tidak bekerja. Penggugat justru menumpang hidup pada Tergugat.
Tergugat
telah
membiayai
kehidupan
Penggugat.
Bahkan,
Tergugat juga membiayai segala kebutuhan hidup sehari-hari,
kesehatan dan pendidikan ketiga anak Tergugat dan Penggugat
karena Penggugat sama sekali tidak pernah bertanggung jawab
atas kebutuhan-kebutuhan anak biologisnya. Semua itu dapat
Halaman 38 putusan Nomor 364/PDT/2016/PT.BDG.
terpenuhi karena Tergugat mempunyai usaha penjualan buah
"Tropis". Dari usaha itulah Tergugat dapat memenuhi kebutuhan
hidup Tergugat dan ketiga anak tersebut. Juga, dari usaha itulah
Tergugat
sanggup
membeli kesembilan aset
yang dituntut
Penggugat sebagai mihknya atau diminta agar penjualannya dibagi
dua, terniasuk ketiga aset di Cikarang yang digugat dalam perkara
lain, dengan register Nomor 132/Pdt.G/2015/PN.Bks. OIeh karena
itu, sama sekali tidak benar dan dengan ini Tergugat menolak
tuduhan Penggugat yang menyatakan bahwa harta tersebut adalah
hasil kerja keras Penggugat.
27. Bahwa selanjutnya tidak benar dan Tergugat menolak dan membantah
dalil Penggugat yang dituliskan dalam angka 7 surat gugatan pada pada
halaman 6, dengan alasan-alasan juridis sebagai berikut:
27.1. Tergugat menyangkal dan menolak dalil dan tuntutan Penggugat
bahwa "kerugian yang dialanil Penggugat secara materil dengan
harga tanah dan bangunan sebanyak sembilan (9) sertifikat hak
milik dari sertifikat hak Guna Bangunan jika dihitung dengan harga
keseluruhan pada saat ini sebesar Rp. 50.000.000.000,- (lima
puluh miliar rupiah)." Tergugat dengan ini menegaskan bahwa
tuntutan seperti ini adalah suatu tuntutan yang kabur (obscuur libel)
dan ilusionir, karena tidak didasarkan pada fakta dan bukti.
Sebagaimana sudah dikemukakan dalam bagian eksepsi, menurut
ketentuan hukum acara perdata suatu gugatan harus dilandasi oleh
bukti nyata sehingga suatu putusan harus didasarkan pada
pembuktian fakta tersebut. Juga, asas hukum acara perdata
mengatakan:
Siapa
yang
mendalilkan
sesuatu,
dia
harus
membuktikannya. Selaras dengan hal itu, M. Yahya Harahap
menegaskan, "Hakim tidak dibenarkan mengambil putusan tanpa
pembuktian" (dalam Hukum Acara Perdata tentang Gugatan,
Persidangan, Penyitaan, Pembuktian dan Putusan Pengadilan,
Penerbit Sinar Grafika, cetakan ke-9, 2009, halaman 500). Asas
dan prinsip hukum tersebut didasarkan pada ketentuan Pasal 163
HIR yang menyatakan: "Barangsiapa mengatakan mempunyai
barang atau sutua hak atau mengatakan suatu perbuatan untuk
meneguhkan haknya atau untuk membantah hak orang lain,
haruslah membuktikan hak itu atau adanya perbutan itu." Lebih
jauh, menurut jurisprudensi, fakta yang bernilai sebagai pembuktian
Halaman 39 putusan Nomor 364/PDT/2016/PT.BDG.
terbatas pada fakta yang konkret dan relevan, yang jelas dan nyata
membuktikan suatu keadaan atau peristiwa suatu perkara (vide
Putusan MA No. 71 K/Pdt/1984). Sehubungan dengan tuntutan
ganti rugi, kerugian yang didalilkan harus merupakan kerugian
yang riil (nyata), bukan kerugiari yang kabur dan ilusionir. Kerugian
riil (nyata) adatah kerugian yang benar-benar dialami oleh
seseorang dan kerugian tersebut dapat dibuktikan. Segala
spekulasi dalam mengajukan jumlah (angka) tuntutan kerugian
harus ditolak. Dalam perkara a quo, Penggugat tidak pernah
mendalilkan kerugian nyata (riil) atau kerugian yang benar-benar
dialami oleh Penggugat, yang dapat dibuktikan secara nyata.
Dengan demikian, tuntutan ganti rugi tersebut telah dirumuskan
dengan kabur (obscuw libel). Oleh karena itu, Tergugat rnemohon
kepada Majelis Hakim yang memeniksa clan mengadili perkara mi
untuk menolak tuntutan kerugian Penggugat, dengan alasan bahwa
gugatan tersebut dirumusan dengan kabur (obscuur libel) karena
Penggugat tidak menyebutkan kerugian rill (nyata) yang benarbenar dialami oleh Penggugat.
27.2. Selanjutnya, syarat formil lain suatu posita dan petitum tentang
tuntutan ganti rugi materiil adalah bahwa apabila ada kerugian riil
(nyata), ganti rugi tersebut harus dihitung dengan rinci, objektif dan
konkret dan kerugian tersebut harus dijabarkan satu per satu.
Jurisprudensi
telah
menegaskan
keharusan
tersebut
dalam
Putusan MA No. 1186 K/Sip/1973, tanggal 4 Mei 1975. Sama
halnya, menurut M. Yahya Harahap, posita dan petitum tentang
tuntutan ganti rugi yang tidak dirinci dalam gugatan tidak memenuhi
syarat untuk dikabulkan (vide Hukum Acara Perdata tentang
Gugatan, Persidangan, Penyitaan, Pembuktian dan Putusan
Pengadilan, Penerbit Sinar Grafika, cetakan ke-9, 2009, halarnan
65). Pada kenyatannya, dalam perkara a quo, Penggugat
mendalilkan telah mengalami kerugian materiil (kerugian nyata)
sebesar Rp.50.000.000.000,- (lima puluh miliar rupiah) dan
kerugian immateriil sebesar Rp.25.000.000.000,- (dua puluh lima
miliar rupiah). Namun, Penggugat tidak pernah merinci tuntutan
ganti rugi materiil (nyata) dan immaterill tersebut. Tidak dijelaskan
dan diuraikan dari mana lahir kerugian materill dan kerugian
immateriil tersebut. Dengan demikian, gugatan tersebut telah
Halaman 40 putusan Nomor 364/PDT/2016/PT.BDG.
rnengandung cacat formil karena tuntutan kerugian tersebut tidak
dirinci dengan objektif dan konkret. Oleh karena itu, Tergugat
memohon kepada Majelis Hakim yang memeriksa clan mengadili
perkara ini untuk menolak tuntutan kerugian materiil dan immateriil
tersebut karena kerugian tersebut tidak dihitung dengan rinci,
objektif dan konkret.
27.3. Tergugat menolak dalil tentang tuntutan kerugian immaterial
dengan tuduhan bahwa "tindakan hukurn yang dilakukan Tergugat
telah memojokkan Penggugat dengan alasan menempati rumah
yang dibeli Penggugat dan bukan milik Penggugat sehingga
Penggugat mengalami tekanan clan memalukan sebagai orang
yang terpandang di tengah masyarakat dan keluarganya." Dengan
ini Tergugat menegaskan bahwa, bukan hanya terpojok, tetapi
telah menjadi fakta juridis bahwa Penggugat telah melanggar atau
melawan hukum karena telah terbukti melakukan tindak pidana
penggelapan dan penyerobotan (berada dalam rumah dengan
melawan hukum). Tampaknya Penggugat telah menggunakan
logika hukum yang bengkok dan keliru. Seharusnya Tergugat
sendirilah yang harus rnenuntut ganti rugi terhadap Penggugat
karena Penggugat hingga saat ini masih menguai rumah dan ruko
Tergugat meskipun Penggugat telah terbukti melakukan tindak
pidana penggelapan dan penyerobotan. Fakta juridis bahwa
Penggugat telah melakukan tindakan yang melawan (rnelanggar)
hukum telah merupakan suatu fakta hukum dan telah menjadi
sesuatu yang berkekuatan hukum tetap (in kracht van gewisjde),
sebagaimana termuat dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor
714 K/Pid/2013, tanggal 10 September 2014, yang menegaskan
bahwa Terdakwa, in casu Penggugat, tanpa sepengetahuan dan
seijin Tergugat telah rnembawa dan rnemindahkan sertifikat milik
Tergugat sehingga perbuatan Penggugat merupakan tindak pidana
dan putusan tersebut telah menetapkan agar sertifikat tersebut
dikembalikan kepada Tergugat. Amar putusan pertama berbunyi:
"Menyatakan Terdakwa Drs. Andy Iswanto Salim tersebut telah
terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak
pidana penggelap dan berada dalam rumah dengan melawan
hukum."Kemudian, diktum keempat berbunyi: "Menetapkan barang
bukti dikembalikan kepada saksi Ersih Lukminta." Karena telah
Halaman 41 putusan Nomor 364/PDT/2016/PT.BDG.
terbukti bahwa Penggugat sama sekali bukan merupakan pemilik
kesembilan
sertifikat
tersebut
dan
karena
terbukti
bahwa
Penggugat telah menggelapkannya dan juga telah terbukti bahwa
Penggugat bukan merupakan pemilik rumah di Jalan Cemara Raya
Nomor
57,
Perumahan
Jaka
Sampurna,
Kelurahan
Jaka
Sampurna, Bekasi Selatan, maka tidak ada alasan juridis bahwa
Tergugat
telah
menimbulkan
kerugian
immateriil
terhadap
Penggugat. Oleh karena itu, Tergugat memohon kepada Majelis
Hakim yang, memeriksa dan mengadili perkara ini untuk menolak
tuntutan kerugian immateriil tersebut karena justru Penggugat telah
terbukti melakukan tindak pidana penggelapan clan penyerobotan
(berada dalam rumah dengan melawan hukum).
27.4. Tergugat menolak dalil Penggugat yang terkait dengan "daril nilai
Rp.50.000.000.000,- (lima puluh milar rupiah) harus dibagi 2 (dua)
masing-masing antara Penggugat dengan Tergugat sebesr Rp.
25.000.000.000,-
(dua
puluh
miliar
rupiah)
karena
antara
Penggugat dan Tergugat hidup bersama sejak tahun 1992."
Dengan ini Tergugat menolak tuntutan Penggugat dengan berbagai
alasan. Pertama, sebagairnana telah diuraikan dalam eksepsi,
hukum acara perdata mengharuskan agar petitum dirumuskan
dengan
rinci
dan
logis
khususnya
untuk
petitum
primair.
Pelanggaran terhadap ketentuan ini menyebabkan gugatan tidak
jelas dan harus dinyatakan obscuur libel. Hal itu telah ditegaskan
dalam jurisprudensi, sebagaimana terdapat dalam Putusan MA No.
582 K/Sip/1973, tanggal 18 Desember 1975, juncto Putusan MA
No. 492 K/Sip/1970, tanggal 21 November 197C Kedua, dalam
gugatan tersebut terdapat kontradiksi antara posita clan petitum.
Padahal ketentuan menuntut bahwa harus ada sinkronisasi dan
konsistenti antara posita dan petitum, agar suatu gugatan tidak
kabur (obscuur libel). Sesuatu yang tidak dikemukakan dalam dalil
gugatan tidak dapat diminta dalam petitum. Dalam perkara a quo'
tampak jelas bahwa petitum tidak dapat disinkronkan dengan
posita. Dalam posita gugatan, Penggugat tidak pernah mendalilkan
bahwa kesembilan aset berupa rumah dan ruko tersebut telah
dijual oleh Tergugat, tetapi Penggugat dalam petiturn meminta
kepada pengadilan agar Tergugat dihukum membagi dua hasil
penjualan kesembilan rumah dan ruko tersebut. Dengan demikian,
Halaman 42 putusan Nomor 364/PDT/2016/PT.BDG.
petitum telah bertentangan dengan posita. Penggugat mendalilkan
bahwa rumah dan ruko tersebut seluruhnya adalah miliknya, tetapi
Tergugat dalam petitum meminta kepada pengadilan agar Tergugat
membagi dua hasil penjulan rumah dan ruko tersebut. Petitum
seperti itu dipandang dengan tegas oleh Mahkamah Agung sangat
bertentangan dengan posita, sebagaimana tertuang dalam Putusan
MA No. 28 K/Sip/1973, tanggal 5 November 1975. Ketiga, dalam
gugatan tersebut terdapat kontradiksi antara petitum dan petitum.
Petitum kedua menyatakan, bahwa seluruh kesembilan aset
tersebut sepenuhnya adalah milik Penggugat, sementara itu dalam
petitum keenam Penggugat menuntut agar penjualan tanah dan
bangunan tersebut dibagi dua antara Tergugat dan Penggugat,
masing-masing Rp. 25.000.000.000,(dua puluh lima miliar rupiah).
Dalam merumuskan posita (fundamentum petendi) sangat tidak
jelas apa sesungguhnya posisi hukum Penggugat: Apakah sebagai
pemilik tunggal atas kesembilan aset tersebut atau sebagai pemilik
bersama antara Tergugat dan Penggugat. Penggugat telah
rnendalilkan dirinya sebagai pemilik tunggal atas kesembilan aset
berupa rumah dan ruko tersebut sebagaimana tertuang dalam
petitum kedua, tetapi Penggugat juga sekaligus mendalilkan bahwa
Penggugat hanya memiliki setengah dari kesembflan aset berupa
rumah dan ruko tersebut. Dengan demikian, surat gugatan ini telah
dirumuskan dengan sangat kabur (obscuur libel). Oleh karena itu,
Terugat memohon kepada Majelis Hakim yang memeriksa dan
mengadili perkara untuk menolak gugatan a quo.
28. Bahwa Tergugat menolak tuntutan Penggugat dalam angka 8 surat
gugatan pada halarnan 6 tentang uang paksa (dwangsom), khususnya
karena Penggugat sama sekali tidak memahami lembaga uang paksa
tersebut dan juga tidak mengerti tentang ketentuan-ketentuan penerapan
uang paksa. Sebagai landasan hukumnya, Pasal 606a Rv mengatur:
“Sepanjang suatu keputusan hakim mengandung hukurnan untuk sesuatu
yang lain dari pda pembayar sejumlah uang, maka dapat ditentukan
bahwa, sepanjang atau setiap kali terhukum tidak memenuhi hukuman
tersebut, olehnya ,' diserahkan sejumlah uang yang besarnya ditetapkan
dalam keputusan hakim, dan uang tersebut dinamakan uang paksa." Jadi,
uang paksa hanya boleh dimohonkan atau dituntut urutuk petitum di luar
pembayaran sejumlah uang. Sementara itu, dalam petitum gugatannya,
Halaman 43 putusan Nomor 364/PDT/2016/PT.BDG.
Penggugat telah menuntut pembayaran ganti rugi mateniil dan imrnateriil
berupa uang sejumlah. Rp. 50.000,000.000,- (lima puluh miliar rupiah).
Dengan demikian, uang paksa yang diajukan dalam petitum kesembilan
sangat bertentangan dengan ganti kerugian materiil dan immateriil yang
diajukan dalam petitum ketujuh. Hal itu telah ditegaskan dan diperkuat
oleh
jurisprudensi
dalam
Putusan
MA
No.
79K/Sip/1972
yang
menegaskan bahwa uang paksa (dwangsom) tidak dapat dituntut
bersarnaan dengan tuntutan mernbayar uang. Juga, ketentun itu telah
diperkuat kembali oteh jurisprudensi dalam Putusan MA No. K/Pdt/2005
yang berpendapat bahwa lembaga uang paksa tidak dapat diterapkan
dalam suatu petitum atau suatu putusan yang mengandung diktum (amar)
penghukuman membayar sejumlah uang, karena penghukuman untuk
membayar sejumlah uang itu selalu dapat diwujudkan, misalnya dengan
upaya paksa atau eksekusi. Selain itu, syarat lain meriegaskan bahwa
uang paksa hanya berlaku terhadap perkara apabila tergugat tidak
melaksanakan perbuatan tertentu karena wanprestasi, sebagaimana
ditentukan dalam Pasal 1234 KUHPer dan juga uang paksa tidak boleh
diterapkan dalam perkara tentang perbuatan melawan hukurn. OIeh
karena itu, Tergugat memohon kepada Majelis Hakim yang memeriksa
dan mengadili perkara ini untuk menolak tuntutan uang paksa
(dwarigsom) yang diajukan Penggugat karena hal itu bertentangan
dengan ketentuan perundang-undangan.
29. Bahwa Tergugat menolak dalil Penggugat dalam angka 9 pada halaman
tentang sita jaminan (conservatoir beslaag). Alasannya adalah bahwa
argumen, permohorian dan fakta tersebut seluruhnya bertentangan
dengan ketentuari perundarig-undangan, khususnya hukum tentang
jaminan, dengan penjelasan sebagai berikut. Pertama, tuntutan ganti rugi
yang diajukan Penggugat adalah ilusionir dan kabur, karena tidak ada
kerugian nyata yang terinci, Oleh karena itu, sama sekali tidak ada
kerugian nyata sehingga permohonan sita jaminan harus ditolak. Kedua,
permohonan sita jaminan yang diajukan Penggugat tampak aneh karena
Penggugat justru mernohonkan sita jarninan atas aset yang diakuinya
sebagai rniliknya sendiri clan merupakan objek perkara. Oleh karena
alasan tersebut, permohonan sita jarninan ini juga harus ditolak. Ketiga,
memang sita jaminan adalah suatu tindakan untuk menempatkan hartakekayaan Tergugat secara paksa ke dalam keadaan penjagaan yang
dilakukan secara resmi berdasarkan perintah pengadilan. Namun
Halaman 44 putusan Nomor 364/PDT/2016/PT.BDG.
demikian, seharusnya dipaharni bahwa penyitaan merupakan tindakan
hukum yang bersifat eksepsional (pengecualian),. Penyitaan merupakan
salah satu acara mengadili yang bersifat istimewa sehingga tidak dapat
dilakukan dengan melalaikan pertimbangan yang hati-hati dan seksama.
Khususnya, alasan yang menuntut pertimbangan yang hati-hati dan
saksama tersebut terkait dengan kemungkinan bahwa suatu gugatan
belum tentu benar clan putusan yang akan dijatuhkan oleh Majelis Hakirm
belum tentu akan dikabulkan. Perlu juga dipertimbangkan bahwa
penyitaan merupakan suatu tindakan perampasan harta-kekayaan yang
merupakan pelanggaran hak asasi yang paling dasar bagi setiap orang.
"Oleh karena itu, rneskipun undang-undang membolehkan penyitaan
sebelum merneriksa pokok perkara, sedapat mungkin cara ini dihindari.
Kecuali, sedemikian rupa nyatanya kebenaran dalil gugatan karena
didukung o!eh fakta-fakta yang bersifat prima facie dan objektif, penyitaan
pada tahap proses yang demikian tentunya dapat ditolerir" (vide M. Yahya
Harahap,
S.H.,dalam
Hukum
Acara
Perdata
tentang
Gugatan,
Persidangan, Pen yitaan, Pembuktian dan Putusan Pengadilan, Cetakan
Kesembulan, Sinar Grafika, Jakarta: 2009, pada halaman 283). OIeh
karena
itu,
berdasarkan
ketiga
pertimbangan
tersebut,
Tergugat
memohon kepada Majetis Hakim yang rnemeriksa perkara a quo untuk
menolak permohonan sita jaminan yang diajukan oleh Penggugat.
30. Bahwa Tergugat menolak dalil Periggugat dalam angka 10 surat gugatan
pada halaman 7 tentang putusan yang dapat dilaksanakan terlebih dahulu
(uitvoerbaar bij voorraad) karena Penggugat tidak memaharni bahwa
gugatannya tidak memenuhi syarat-syarat dan ketentuan yang telah diatur
untuk putusan serta-merta. Putusan pelaksanaan lebih dulu (putusan
yang dapat dilaksanakan dengan serta-merta) bersifat eksepsional
(pengecualian), dengan syarat-syarat yang sangat ketat dan sangat
khusus. Pelanggaran atas syarat-syarat tersebut mengakibatkan putusan
mengandung pelanggaran hukum atau melampaui batas kewenangan
yang diberikan oleh undangundang kepada hakim. Pasal 180 HIR, Pasal
191 RBG dan Pasal 54 Rv dengan tegas rnengatur bahwa syarat yang
harus terpenuhi adalah bahwa gugatan didasarkan pada suatu alas hak
yang bertentuk akta otentik. Bahkan untuk mempertegas tentang betapa
tidak mudah untuk rnenjatuhkan putusann, pelaksanaan lebih dulu
(putusan serta-rnerta), Mahkamah Agung telah menerbitkan berbagai
surat edaran agar hakim tidak semena-mena menjatuhkan putusan yang
Halaman 45 putusan Nomor 364/PDT/2016/PT.BDG.
dapat dilaksanakan lebih dulu, antara lain Surat Edaran MA Nomor 13
Tahun 1964, Surat Edaran MA Nomor 5 Thhun 1969, Surat Edaran MA
Nornor 3 Tahun 1971, Surat Edaran MA Nomor 6 Tahun 1975, dan Surat
Edaran MA Nornor 3 Tahun 1978. Telah diatur bahwa syarat untuk
menjatuhkan putusan yang dapat dilaksanakan lebih dulu atau putusan
serta-merta adaah bahwa surat bukti yang diajukan untuk membuktikan
dalil gugatan terdiri atas akta otentik atau akta bawah tangan yang diakui
isi dan tanda tangan oleh Tergugat, sehingga mempunyai kekuatan nilal
pembuktian sempurna dan mengikat (volledig en bindende bewjjs kracht).
Selain itu harus ada putusan yang sudah berkekuatan hukum tetap (in
kracht van gewijsde) yang menguntungkan pihak Periggugat. Sementara
itu, dalam putusan perkara pidana tingkat kasasi dengan register Nomor
714K/Pid/2013 yang dibacakan pada tanggal 10 September 2014 dan
telah mempunyal kekuatan hukum tetap (in kracht van gewiijsde), rnalah
sebaliknya terdapat amar (diktum) bahwa atas objek perkara yang sama
dengan perkara a quo justru Penggugat telah terbukti dengan sah dan
meyakinkan melakukan perbuatan melawan hukum, dengan telah terbukti
melakukan tindak pidana"penggelapan" sebagaimana diatur dalam Pasal
372 KUHP dan "penyerobotan" (berada dalam rumah dengan rnelawan
hukum) sebagaimana diatur dalam Pasal 167 ayat (1) KUHP. Lebih jauh,
baik ketentuan hukum HIR, RBG dan Rv maupun Surat Edaran MA
tersebut seluruhnya menandaskan bahwa sifat penerapan putusan sertamerta ada!ah fakultatif dan bukan imperatif. Oleh karena itu, Tergugat
memohon kepada Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara
ini untuk rnenolak tuntutan tuntutan tentang putusan serta-merta
(uitvoerbaar bij voorraad), yang diajukan Periggugat karena hal itu
bertentangan dengan ketentuan perundang-undangan.
31. Bahwa Tergugat membantah dan menolak seluruhnya dalil dan argumen
Penggugat dalam alinea-alinea selebihnya dan rnernohon kepada Majelis
Hakim
yang
memeriksa
dan
mengadili
perkara
ini
untuk
tidak
mengabulkan seluruh permohonan dan tuntutan se!ebihnya.
32. Bahwa, berdasarkan seluruh bantahan di atas, yang didasarkan pada
landasan hukurn yang sahih dan juga dilandasi oleh fakta hukum yang
sebenarnya dan didukung oieh bukti-bukti yang sahih, Tergugat rnemohon
kepada Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini untuk
menerima eksepsi Tergugat dan menolak seluruh dalil Penggugat dalam
pokok perkara yang telah didaftarkan di Pengadilan Negeri Bekasi dengan
Halaman 46 putusan Nomor 364/PDT/2016/PT.BDG.
register perkara No. 133/Pdt.G/2015/PN.BKS tentang perbuatan melawan
hukum, pada tanggal 13 Maret 2015, karena gugatan tersebut tidak
didasarkan pada fakta hukum dan sarna sekali tidak mempunyai landasan
hukum dan juga dalilnya bertentangan dengan ketentuan-ketentuan
hukum yang berlaku.
33. Bahwa, karena gugatan a quo tidak beralasan dan harus ditotak atau
setidaknya tidak dapat diterima, maka Tergugat rnernohon kepada Majelis
Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini untuk menghukum
Penggugat membayar seluruh biaya yang timbul dalam pekara ini.
Berdasarkan seluruh uraian dan alasan-alasan hukum tersebut di atas,
Tergugat memohon kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bekasi yang
memeriksa dan mengadili perkara mi berkenan untuk menerima jawaban
Tergugat dan kemudian memberikan putusan dengan amar sebagai berikut:
DALAM EKSEPSI
1. Menerima dan mengabulkan eksepsi Tergugat untuk seluruhnya.
2. Menyatakan gugatan perbuatan melawan hukum dengan register perkara
No. 133/Pdt.G/2015/PN.BKS tidak dapat diterima untuk seluruhnya (niet
onvankelijke verklard).
DALAM POKOK PERKARA
1. Menolak
gugatan
perbuatan
melawan
hukum
Penggugat
untuk
seluruhnya.
2. Menghukum Penggugat untuk membayar segala biaya yang timbul dalam
perkara ini.
Atau:
Apabila Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bekasi berpendapat lain, Tergugat
memohon putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono) berdasarkan
Ketuhanan Yang Maha Esa.
Menimbang, bahwa atas Gugatan Penggugat tersebut, pihak Turut
Tergugat pada tanggal 8 Juli 2015 telah mengajukan jawabannya yang pada
pokoknya sebagai berikut:
1. Bahwa Sertipikat Hak Guna Bangunan Nomor 472/Margajaya Gambar
Situasi tanggal 30-10-1995 Nomor 25429/1995 luas 72 m2 tercatat
atas nama Nyonya Ersih Lukminta, diperoleh berdasarkan Akta Jual
Bell tanggal 1 April 2006 Nomor. 51/2006 dibuat dihadapari Meyer, SH
PPAT untuk Wilayah Kota Bekasi;
2. Bahwa Sertipikat Hak Guna Bangunan Nomor 530/Margajaya Gambar
Situasi tanggal 30 Oktober 1995 Nomor 24387/1995 luas 75 m2
Halaman 47 putusan Nomor 364/PDT/2016/PT.BDG.
tercatat atas nama Nyonya Ersih Lukminta, diperoleh berdasarkan
Akta Jual Beli tanggal 23 April 2008 Nomor. 1091/2004 dibuat
dihadapan Christine Sabaria Sinaga, SH PPAT untuk Wilayah Kota
Bekasi;
3. Bahwa Sertipikat Hak Guna Bangunan Nomor 568/Margajaya Gambar
Situasi tanggal 01 Juni 1995 Nomor 14753/1995 luas 84 m2 tercatat
atas nama Nyonya Ersih Lukminta, diperoleh berdasarkan Akta Jual
Beli tanggal 29 Juli 2004 Nomor. 86/2004 dibuat dihadapan Hartijo, SR
PPAT untuk Wilayah Kota Bekasi;
4. Bahwa Sertipikat Hak Milik Nomor 209 1/Margajaya Surat Ukur tanggal
17 Desember 2003 Nomor 14753/1995 luas 84 m2 tercatat atas nama
Nyonya Ersih Lukminta, berasal dari Hak Guna Bangunan Nomor
569/Margajaya;
5. Bahwa Sertipikat Hak Guna Bangunan Nomor 5634/Kayuringin Jaya
Gambar Situasi tanggal 01 Juni 1995 Nomor. 14976/1995 luas 84 m2
tercatat atas nama Nyonya Ersih Lukminta, diperoleh berdasarkan
Kutipan Risalah Lelang dari Kantor Kekayaan Negara dan Lelang
Bekasi tanggal 21 November 2006 Nomor. 343/2006;
6. Bahwa Sertipikat Hak Guna Bangunan Nomor. 5644/Kayuringin Jaya
Gambar Situasi tanggal 01 Juni 1995 Nomor. 14986/1995 luas 84 m2
tercatat atas nama Nyonya Ersih Lukminta, diperoleh berdasarkan
Akta Jual Bell tanggal 19 Juni 1997 Nomor. 739/129/Belasi Selatan/
1997 dibuat dihadapan Ny.Chairunnisa Said Selenggang, SH, PPAT
untuk Wilayah Kecamatan Bekasi Selatan;
7. Bahwa Sertipikat Hak Guna Bangunan Nomor 5702/Kayuringin Jaya
Gambar Situasi tanggal 01 Juni 1995 Nomor. 14932/1995 luas 75 m2
tercatat atas nama Nyonya Ersih Lukminta, diperoleh berdasarkan
Akta Jual Beli tanggal 16 Maret 2001 Nomor. 63/2001 dibuat
dihadapan Ny. Vivana Vietry, SR PPAT untuk Wilayah Kota Bekasi;
8. Bahwa Sertipikat Hak Milik Nomor 542/Jakasampurna Gambar Situasi
Nomor. 1097/1980 luas 802 m2 tercatat atas nama Nyonya Ersih
Lukminta, diperoleh berdasarkan Akta Jual Beli tanggal 10 Oktober
2005 Nomor. 64/2005 dibuat dihadapan Meyer, SH PPAT untuk
Wilayah Kota Bekasi;
9. Bahwa Sertipikat Hak Milik Nomor 531 1/Jakasetia Gambar Situasi
tanggal 05 Agustus 1996 Nomor. 19902/1996 luas 220 m2 tercatat
atas nama Nyonya Ersih Lukminta, diperoleh berdasarkan Akta Jual
Halaman 48 putusan Nomor 364/PDT/2016/PT.BDG.
Beli tanggal 12 Desember 2001 Nomor. 1301/2001 dibuat dihadapan
Christine Sabaria Sinaga, SH PPAT untuk Wilayah Kota Bekasi;
Berdasarkan hal-hal yang telah diuraikan di atas, mohon kepada Majelis
Hakim yang terhormat agar berkenan memeriksa dan memutus perkara
dengan seadil-adilnya.
Mengutip uraian tentang hal ini, segala pertimbangan yang
tercantum dalam salinan resmi putusan Pengadilan Negeri Bekasi, tertanggal
13 Januari 2016 Nomor 133/Pdt/G/2015/PN.Bks., yang amarnya berbunyi
sebagai berikut :
DALAM EKSEPSI
-
Menolak seluruh Eksepsi Tergugat;
DALAM POKOK PERKARA
1.
Mengabulkan gugatan Penggugat untuk sebagian;
2.
Menyatakan bahwa:
a. Sertifikat Hak Milik Nomor : 2091/Margajaya/1994, Ruko Sentral
Niaga Kalimalang Blok A8/12. yang diterbitkan Turut Tergugat,.
Kelurahan Margajaya. Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi,
yang dibuat atas nama Ersih Lukminta adalah harta bawaan
Penggugat;
b. Sertifikat Hak Milik Nomor : 5311/Jakasetia/1997, luas tanah 220
M2, Jalan Pulo Sirih Boulovard FE. 393, yang diterbitkan Turut
Tergugat, Taman Galaxy, Kelurahan Jaka Setia, Kecamatan
Bekasi SeIatan, Kota Bekasi, yang dibuat atas nama Ersih
Lukminta, yang pembeliannya atas nama Pengggat adalah harta
bersama Penggugat dan Tergugat;
c. Sertifikat Hak Milik Nomor : 542/Jakasempurna/2005, luas tanah
802 M2, Jalan Raya Cemara No. 57, yang diterbitkan Turut
Tergugat, Perum Jaka Sempurna, Kelurahan Jaka Sampurna
kecamatan Bekasi selatan Kota Bekasi yang dibuat atas nama
Ersih Lukminta, adalah harta bersama Penggugat dan Tergugat;
d. Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor : 530/Margajaya/2008, luas
tanah 75 M2 Ruko Kali Mas, Blok D3, yang diterbitkan Turut
Tergugat, kelurahan Marga Jaya Kecamatan Bekasi Selatan, Kota
Bekasi, dibuat atas nama Ersih Lukminta, adalah harta bersama
Penggugat dan Tergugat adalah harta bersama Penggugat dan
Tergugat;
Halaman 49 putusan Nomor 364/PDT/2016/PT.BDG.
e. Sertifikat
Hak
Guna
Bangunan
Nomor
:
5702/Kayuringin
Jaya/2002, luas tanah 75 M2 Ruko Sentral Niaga Kalimalang, B/ok
B4/34, yang diterbitkan Turut Tergugat Kelurahan Kayuringin,
Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, dibuat atas nama Ersih
Lukminta adalah harta bersama Penggugat dan Tergugat;
f. Sertifikat hak guna bangunan nomor : 5644/kayuringin jaya/1997,
luas tanah 84 m2 Ruko Sentral Niaga Kalimalang, B/ok A5/5,
Kelurahan Kayuringin, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi
yang diterbitkan Turut Tergugat, dibuat atas nama Ersih Lukminta,
adalah harta bersama Penggugat dan Tergugat;
g. Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor : 472/Marga Jaya/2006, luas
tanah 75 M2, Ruko Komplek Kali Mas, Blok B7, Kelurahan Marga
Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, yang diterbitkan
Turut Tergu gat, dibuat atas nama Ersih Lukminta adalah harta
bersama Penggugat dan Tergugat;
h. Sertifikat
Hak
Guna
Bangunan
Nomor
:
5634/Kayuringin
Jaya/2006, luas tanah 84 M2 Ruko Sentral Niaga Kalimalang B/ok
A3/2, Kelurahan Kayuringin, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota
Bekasi yang diterbitkan Turut Tergugat, dibuat atas nama Ersih
Lukminta adalah harta bersama Penggugat dan Tergugat;
i.
Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor : 568/Marga Jaya/2006, luas
tanah 84 M2 Ruko Sentral Niaga Kalimalang B/ok A8/11,
Kelurahan Marga Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan kota Bekasi
yang diterbitkan Turut Tergugut dibuat atas nama Ersih Lukminta
adalah harta bersama Penggugat dan Tergugat;
3. Menyatakan Tergugat melakukan Perbuatan Melawan hukurn;
4. Memerintahkan kepada Turut Tergugat untuk tunduk dan patuh pada
putusan ini;
5. Menyatakan harga penjualan yang telah disepakati oleh Penggugat
dan Tergugat atas harta bersama dibagi dua dengan porsi setengah
bahagian untuk Penggugat dan setengah bahagian lagi untuk
Tergugat;
6. Menghukum Tergugat untuk rnembayar
biaya yang timbul dalarn
perkara ini Rp. 1.156.000,00 (satu juta seratus lima puluh enam ribu
rupiah);
Halaman 50 putusan Nomor 364/PDT/2016/PT.BDG.
Menimbang,
bahwa
menurut
“SURAT
PERNYATAAN
PERMOHONAN BANDING” Nomor 133/Pdt/G/2015/PN.Bks. yang dibuat
oleh BEBET UBAEDILAH AFFANDI, S.H.,M.H., Panitera Pengadilan Negeri
Bekasi, bahwa pada tanggal 22 Januari 2016 ERSIH LUKMINTA melalui
Kuasanya
MARIANTO
SAMOSIR,
S.H.,
S.FIL,
telah
mengajukan
Permohonan Banding terhadap putusan Pengadilan Negeri Bekasi tersebut
diatas, dan permohonan banding mana telah diberitahukan kepada pihak
lawannya masing-masing pada tanggal 24 Februari 2016 kepada Turut
Terbanding, semula Turut Tergugat dan tanggal 26 Februari 2016 kepada
Terbanding, semula Penggugat ;
Menimbang, bahwa untuk kepentingan pemeriksaan dalam
tingkat banding ini, Pembanding, semula Tergugat telah mengajukan memori
banding yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Bekasi tanggal 26
Mei 2016 dan memori banding tersebut telah diberitahukan dengan seksama
kepada pihak Terbanding, semula Penggugat pada tanggal 3 Jun i 2016 dan
kepada pihak Turut Terbanding, semula Turut Tergugat pada tanggal 8 Juni
2016 ;
Menimbang, bahwa pihak Terbanding, semula Penggugat
melalui Kuasanya telah
telah mengajukan kontra memori banding yang
diterima di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Bekasi tanggal 12 Juli 2016 dan
kontra memori banding tersebut telah diberitahukan dengan seksama kepada
pihak Pembanding, semula Tergugat pada tanggal 15 Juli i 2016 ;
Menimbang, bahwa kedua belah pihak yang berperkara telah
diberitahukan untuk memeriksa berkas perkara masing – masing pada
tanggal 14 Juli 2016 kepada Turut Terbanding, semula Turut Tergugat,
tanggal 15 Juli 2016 kepada Pembanding, semula Tergugat (melalui
Pengadilan Negeri Jakarta Pusat), dan tanggal
19 Juli 2016 kepada
Terbanding, semula Penggugat ;
Memperhatikan Surat Keterangan Tidak Menggunakan Hak
Melakukan Pemeriksaan Berkas Perkara (Inzage) Nomor 133/Pdt/G/2015/
PN.Bks., tanggal 5 Agustus 2016 yang dibuat oleh Panitera Pengadilan
Negeri Bekasi yang menerangkan bahwa pihak Turut Terbanding, semula
Turut Tergugat tidak menggunakan haknya melakukan Pemeriksaan Berkas
Perkara (Inzage) sampai lewat waktu yang telah ditentukan oleh Undangundang ;
Halaman 51 putusan Nomor 364/PDT/2016/PT.BDG.
Memperhatikan Salinan Akta Kesepakatan Damai tanggal 26
September 2016 Nomor 5 yang dibuat dan ditandatangani oleh
PUTRY
SETIA. NINGSIH, SH., M.Kn., Notaris dan PPAT beralamat kantor di Griya
Karang Asri 2 Jalan Mawar Blok G/27 Karang Tengah, Kabupaten Sukabumi.
Dalam Kutipan Akta Kesepakatan Damai tersebut, dinyatakan bahwa antara
PIHAK PERTAMA ERSIH LUKMINTA dengan PIHAK KEDUA Drs. ANDY
ISWANTO SALIM telah sepakat untuk BERDAMAI dan SETUJU akan
mencabut segala bentuk gugatan Perdata di Pengadilan Negeri Bekasi
terhadap perkara Perdata Nomor 132/Pdt.G/2015/PN.Bks., jo Nomor 06/Bdg/
2016/PN.Bks., jo Nomor 363/Pdt/2016/PT.Bdg., (dalam proses banding) dan
Nomor 133/Pdt.G/2015/PN.Bks., jo Nomor 07/Bdg/2016/PN.Bks., jo Nomor
364/Pdt/2016/PT.Bdg., (dalam proses banding) ;
Menimbang, bahwa Akta Perdamaian Nomor 247/Pdt.G/2016/
PN.Bks., tanggal 6 Oktober 2016, menyatakan bahwa para pihak yang
bersengketa dalam perkata gugatan
Nomor 133/Pdt.G/2015/PN.Bks., jo
Nomor 07/Bdg/2016/PN.Bks., jo Nomor 364/Pdt/2016/PT.Bdg., (dalam proses
banding) yang di tuangkan dalam putusan Majelis Hakim tingkat pertama
Nomor 247/Pdt.G/2016/ PN.Bks., tanggal 6 Oktober 2016 yang amar
selengkapnya sebagai berikut :
MENGADILI :
-
Menghukum Penggugat/Pihak ke-II dan Tergugat/Pihak ke-I untuk
mentaati isi Salinan Akta Kesepakatan Damai Nomor 05, tanggal
26 September 2016 yang dibuat dihadapan Notaris Putry Setia N,
SH., M.Kn., ;
-
Menghukum kedua belah pihak untuk membayar biaya perkara
secara tanggung renteng sebesar Rp. 1.011.000,00 (satu juta
sebelas ribu rupiah) ;
Menimbang, bahwa Akta Kesepakatan Damai Nomor 05, tanggal
26 September 2016 yang dibuat dihadapan Notaris Putry Setia N, SH., M.Kn.,
pada pokoknya sebagai berikut :
KESEPAKATAN DAMAI
NOMOR 05
-
Pada hari ini, Senin, tanggal 26-09-2016 (dua puluh enam September
dua ribu enam belas)
-
Pukul 16.30 (enam belas lewat tiga puluh menit) waktu Indonesia
Barat.
Halaman 52 putusan Nomor 364/PDT/2016/PT.BDG.
-
Menghadap kepada saya, PUTRY SETIA NINGSIH, Sarjana Hukum,
Magister Kenotariatan, Notaris di Kabupaten Sukabumi, dengan
Wilayah Jabatan Propinsi Jawa Barat dan dihadiri oleh para saksi yang
saya, Notaris, kenal dan akan disebut pada bagian akhir akta ini:
1. Nyonya ERSIH LUKMINTA, lahir di Jakarta, pada tanggal 10-04-1968
(sepuluh April seribu Sembilan ratus enam puluh delapan), Warga
Negara Indonesia, Wiraswasta, bertempat tinggal di Bekasi, jalan
Pulosirih Boulevard Blok FE 393, Rukun tetangga 002, Rukun warga
015, Kelurahan Jaka Setia, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi,
Propinsi Jawa Barat, pemegang Nomor Induk Kependudukan:
3275045004680015;
-
Untuk selanjutnya disebut:
PIHAK PERTAMA
2. Tuan Doktorandus Andy Iswanto Salim (dalam kartu tanda penduduk
tertulis ANDY ISWANTO SALIM, Drs. ), lahir di Palembang, pada
tanggal 06-09-1976 (enam September seribu Sembilan ratus enam
puluh tujuh), Warga Negara Indonesia, Wiraswasta, bertempat tinggal
di Bekasi, Jalan Cut Mutia Raya Komp Mutiara Mas Blok B3, Rukun
tetangga 003, Rukun warga 001, Kelurahan Sepanjang jaya,
Kecamatan rawalumbu, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat, pemegang
Nomor Induk Kependudukan: 3275040609670016
-
Untuk selanjutnya disebut:
PIHAK KEDUA
-
Para penghadap saya, Notaris kenal.
-
Para penghadap bertindak sebagaimana tersebut diatas, mengaku,
menerangkan Bahwa dengan ini Pihak Pertama dan Pihak Kedua
secara sadar dan beralaskan Itikad Baik, sepakat dan setuju
mengikatkan diri dalam perjanjian berdasarkan syarat dan ketentuan
yang diatur sebagai berikut:
A. Tentang duduk permasalahannya
- Pihak Pertama dan Pihak Kedua saat ini sedang berperkara di
Pengadilan Negeri Bekasi dengan gugatan sebagai berikut:
- 1. NO.132/Pdt.G/2015/PN.BKS J.o. no.06/Bdg/2016/PN.Bks (dalam
proses banding)
- 2. NO. 133/Pdt.G/2015/PN.BKS J.o.no.O7/Bdg/2016/PN.Bks (dalam
proses banding)
Halaman 53 putusan Nomor 364/PDT/2016/PT.BDG.
- 3. NO.247/Pdt.G/2016/PN.BKS dalam proses pembuktian dan siding
sedang berjalan
Dalam gugatan perkara tersebut diatas terdapat sejumlah asset property
yang terdaftar atas nama Pihak Pertama (Ersih Lukminta) sebagai berikut
dibawah ini, yang telah menjadi obyek perkara diantara Para Pihak.
1. Tanah dan Bangunan ( Ruko ) dengan Sertifikat HGB No. 568 Kel.
Margajaya, Bekasi Selatan, yang setempat di kenal sebagai Komplek
Sentral Niaga Kalimalang Blok A8 No 11.
2. Tanah dan Bangunan ( Ruko ) dengan Sertifikat HGB No. 530 Kel.
Margajaya, Bekasi Selatan, yang setempat di kenal sebagai Komplek
Bekasi Mas Blok D no 3 yang sedang disewakan ke PT. Bank Danamon
Indonesia Tbk.
3. Tanah dan Bangunan ( Ruko ) dengan Sertifikat HGB No. 5702 / Kel.
Kayuringin jaya, Bekasi Selatan, yang setempat di kenal sebagai
Komplek Sentral Niaga Kalimalang Blok B4 No 34
4. Tanah dan Bangunan ( Rumah ) dg Sertifikat Hak Milik No. 5311 Kel. Jaka
Setia, Bekasi Selatan, yang setempat di kenal sebagai Komplek Perum
Galaxy FE 393
5. Tanah dan Bangunan ( Rumah ) dengan Sertifikat Hak Milik No. 542/ Kel.
Jaka sampurna, Bekasi Barat, yang setempat di kenal sebagai Komplek
Perumahan Jaka Permai.
6. Tanah dan Bangunan ( Ruko ) dengan Sertifikat HGB No. 5644 Kel.
Kayuringin, Bekasi Selatan, yang setempat di kenal sebagai Komplek
Sentral Niaga Kalimalang Blok A5 No 5 yang sedang disewakan ke PT.
Bank Syariah Mandiri.
7. Tanah dan Bangunan ( Ruko ) dengan Sertifikat HGB No. 472 Kel.
Margajaya, Bekasi Selatan, yang setempat di kenal sebagai Komplek
Bekasi Mas Blok B no 7 yang sedang disewakan ke PT. Exelcomindo Tbk.
(X L)
8. Tanah dan Bangunan ( Ruko ) dengan Sertifikat HGB No. 5634 Kel.
Kayuringin jaya, Bekasi Selatan, yang setempat di kenal sebagai Komplek
Sentral Niaga Kalimalang Blok A3 No 2 yang sedang disewakan ke PT.
Bank Tabungan Negara
9. Tanah dan Bangunan ( Ruko ) dengan Sertifikat Hak Milik No. 2091Kel.
Margajaya, Bekasi Selatan, yang setempat di kenal sebagai Komplek
Sentral Niaga Kalimalang Blok A8 No 12.
Halaman 54 putusan Nomor 364/PDT/2016/PT.BDG.
10.Tanah dan Bangunan ( Ruko ) dengan Sertifikat HGB No 615/Kel.
Margajaya, Bekasi Selatan, yang setempat di kenal sebagai Komplek
Sentral Niaga Kalimalang Blok A10. no 9 yang sedang disewakan ke
ADVAN
11.Tanah dan Bangunan ( Ruko ) dengan Sertifikat HGB No. 4013/Kel.
Pasirsari, Cikarang, yang setempat di kenal sebagai Komplek Cikarang
Commercial Centre Blok A No. 8
12.Tanah dan Bangunan ( Ruko ) dengan Sertifikat HGB No. 4014 /Kel.
Pasirsari, Cikarang, yang setempat di kenal sebagai Komplek Cikarang
Commercial Centre Blok A no 9
13.Tanah dan Bangunan ( Ruko ) dengan Sertifikat HGB No. 4016 /Kel.
Pasirsari, Cikarang, yang setempat di kenal sebagai Komplek Cikarang
Commercial Centre Blok A no 9
B. Bahwa antara PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA sepakat untuk
Berdamai dan setuju akan mencabut segala bentuk gugatan Perdata dan
laporan Pidana di Kepolisian Republik Indonesia, yang paling lambat
akan dilakukan pencabutan terhadap hal-hal tersebut 1 (minggu) sejak
Kesepakatan ini ditandatangani oleh Para Pihak adalah sebagai berikut:
- PIHAK PERTAMA akan mencabut Laporan Kepolisian dengan Nomor
Laporan : LP/2065/IV/2016/PMJ/Dit. Reskrimum tertanggal 28 April
2016;
- PIHAK KEDUA akan mencabut Gugatan Perdata yang terdaftar melalui
Kepaniteraan Pengadilan Negeri Bekasi dengan Nomor Gugatan
sebagai berikut :
 No. 132/Pdt.G/2015/PN.Bks J.o. No. 06/bdg/2016/PN.Bks (dalam
Proses Banding)
 No. 133/Pdt.G/2015/PN.Bks J.o. No. 07/Bdg/2016/PN.Bks (Dalam
Proses Banding)
 No. 247/Pdt.G/2016/PN.Bks Dalam Proses pembuktian dan
sidang sedang berjalan
C. Bahwa dengan Perdamaian ini Pihak Pertama sepakat dan setuju
menyerahkan Sertifikat dan semua dokumen terkait dengan Pengalihan
nama atas 4 (empat) obyek asset dibawah ini apa adanya berikut beban
biaya pengalihan kepada Pihak Kedua, yaitu:
Halaman 55 putusan Nomor 364/PDT/2016/PT.BDG.
1. Tanah dan Bangunan ( Ruko ) dengan Sertifikat Hak Milik No. 2091/
Kel. Margajaya, Bekasi Selatan, yang setempat di kenal sebagai A
Komplek Sentral Niaga Kalimalang Blok A8 No 12.
2. Tanah dan Bangunan ( Ruko ) dengan Sertifikat HGB No. 568 Kel.
Margajaya, Bekasi Selatan, yang setempat di kenal sebagai Komplek
Sentral Niaga Kalimalang Blok A8 No 11.
3. Tanah dan Bangunan ( Rumah ) dg Sertifikat Hak Milik No. 5311/Kel.
Jaka Setia, Bekasi Selatan, yang setempat di kenal sebagai Komplek
Perum Galaxy FE 393.
4. Tanah dan Bangunan ( Ruko ) dengan Sertifikat HGB No. 5702/Kel.
Kayuringin jaya, Bekasi Selatan, yang setempat di kenal sebagai
Komplek Sentral Niaga Kalimalang Blok B4 No 34
D. Sebagai syarat Kesepakatan Damai dengan Pihak Kedua ini, Pihak
Pertama akan menghibahkan kepada Anak2 dengan cara di buatkan
Akta Hibah dari Pihak Pertama kepada masing2 anak untuk 1 (satu)
obyek, yang diatur sebagai berikut:
1. Tanah dan Bangunan ( Ruko ) dengan Sertifikat HGB No. 530/Kel.
Margajaya, Bekasi Selatan, yang setempat di kenal sebagai Komplek
Bekasi Mas Blok D no 3 yang sedang disewakan ke PT. Bank
Danamon lndonesia Tbk. Dihibahkan untuk Anak ke 1. Stella Kirana
Salim
2. Tanah dan Bangunan ( Ruko ) dengan Sertifikat HGB No. 472/Kel.
Margajaya, Bekasi Selatan, yang setempat di kenal sebagai Komplek
Bekasi Mas Blok B no 7 yang sedang disewakan ke PT. Exelcomindo
Tbk. ( X L Axiata) DiHibahkan untuk Anak Ke 2. Gabriella Paramitha
Salim
3. Tanah dan Bangunan ( Ruko ) dengan Sertifikat HGB No. 5634/Kel.
Kayuringin jaya, Bekasi Selatan, yang setempat di kenal sebagai
Komplek Sentral Niaga Kalimalang Blok A3 No 2 yang sedang
disewakan ke PT. Bank Tabungan Negara. Tbk Dihibahkan untuk
Anak ke 3, Adeline Triana Salim
E. Terhadap Asset lain tersisa yang belum diatur diatas menjadi Hak mutlak
sepenuhnya Pihak Pertama, sebagai berikut:
1. Tanah dan Bangunan ( Rumah ) dengan Sertifikat Hak Milik No.542/
Kel. Jaka sampurna, Bekasi Barat, yang setempat di kenal sebagai
Komplek Perumahan Jaka Permai, jl Cemara Raya no. 57.
Halaman 56 putusan Nomor 364/PDT/2016/PT.BDG.
2. Tanah dan Bangunan ( Ruko ) dengan Sertifikat HGB No. 5644/Kel.
Kayuringin, Bekasi Selatan, yang setempat di kenal sebagai Komplek
Sentral Niaga Kalimalang Blok A5 No 5 yang sedang disewakan ke PT.
Bank Syariah Mandiri.
3. Tanah dan Bangunan ( Ruko ) dengan Sertifikat HGB No. 615 /Kel.
Margajaya, Bekasi Selatan, yang setempat di kenal sebagai Komplek
Sentral Niaga Kalimalang Blok A10. no 9 yang sedang disewakan ke
ADVAN.
4. Tanah dan Bangunan ( Ruko ) dengan Sertifikat HGB No. 4013 /Kel.
Pasirsari, Cikarang, yang setempat di kenal sebagai Komplek Cikarang
Commercial Centre Blok A No. 8.
5. Tanah dan Bangunan ( Ruko ) dengan Sertifikat HGB No. 4014 /Kel.
Pasirsari, Cikarang, yang setempat di kenal sebagai Komplek Cikarang
Commercial Centre Blok A no 9.
6. Tanah dan Bangunan ( Ruko ) dengan Sertifikat HGB No. 4016 /Kel.
Pasirsari, Cikarang, yang setempat di kenal sebagai Komplek Cikarang
Commercial Centre Blok A no 9, Berikut dengan Bangunan Jembatan 2
Lantai yang dikerjasamakan dengan PT.Royal Persada untuk usaha My
Place Spa.
F. Bahwa Pihak Kedua sepakat dan setuju akan melakukan pencabutan
Blokir di Kantor Badan Pertanahan Nasional ( BPN ) atas semua obyek
perkara setelah perdamaian ini, dan akan dilakukan oleh Pihak Kedua
paling lambat 3 (tiga) hari sejak Kesepakatan ini ditandatangani oleh Para
Pihak;
G. Bahwa sebelum terlaksananya Kesepakatan Damai dari Para Pihak, maka
para pihak sepakat dan setuju menitipkan semua sertifikat dan dokumen
terkait kepada Notaris yang ditunjuk para pihak dan penitipan dokumen
tersebut atas nama Pihak Pertama dan Pihak Kedua, termasuk Sertifikat
Hak Bangunan No. 615/ Marga Jaya Bekasi Selatan atas nama ERSIH
LUKMINTA beserta lampirannya dan bukti2 pembeliannya, akta-akta dan
semua bukti surat yang dijadikan oleh para pihak baik di dalam pengadilan
maupun diluar pengadilan, sehingga masing-masing Pihak tidak dapat
menyalah gunakannya sebelum terlaksananya klausul2 isi Kesepakatan
Damai ini pada poin Huruf (B), (E), (F) dan Huruf (I) perjanjian ini.
H. Bahwa atas pengalihan hak tersebut diatas dari Pihak Pertama kepada
Pihak Kedua, maka segala beban biaya yang timbul yang disebabkan oleh
Pengalihan Hak tersebut sepenuhnya akan ditanggung oleh Pihak Kedua.
Halaman 57 putusan Nomor 364/PDT/2016/PT.BDG.
Sehingga Pihak Pertama tidak lagi terbeban atas biaya yang timbul
dikarenakan pengalihan hak tersebut yang akan dilakukan dengan cara
Hibah atau cara apapun yang seefisien dan terbaik buat para pihak
dengan tidak merugikan dan membebani Pihak Pertama maupun Pihak
Anak2.
I. Bahwa Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat dan setuju, dimana terkait
segala
hal
bukti
berupa
apapun
termasuk
kwitansi,
surat-surat,
pernyataan, akta-akta dan lain-lainnya terkait asset milik Pihak Pertama
yang dijadikan bukti oleh Pihak Kedua baik didalam persidangan maupun
diluar muka persidangan dinyatakan sudah tidak sah dan berkekuatan
hukum lagi di kemudian hari sejak Kesepakatan ini ditandatangani oleh
kedua belah pihak. Sehingga segala bukti tersebut tidaklah lagi dapat
dijadikan dasar oleh Pihak Kedua untuk melawan atau membuktikan
apapun terhadap Pihak Pertama baik di muka persidangan maupun diluar
pengadilan, dengan adanya perjanjian perdamaian ini;
J. Bahwa Pihak Kedua selanjutnya akan menyerahkan 2 (dua) Akte Kelahiran
milik anaknya yang bernama GABRIELLA PARAMITHA SALIM dan
ADELINE TRIANA SALIM yang dikeluarkan oleh Kantor Catatan Sipil
Jakarta Utara, di hari Kesepakatan ini ditandatangani langsung kepada
Pihak Anak2 untuk di hanguskan supaya tidak disalahgunakan dikemudian
hari karena dari Pihak Anak2 sudah memiliki Akta Kelahiran sendiri masing
-masing yang dikeluarkan oleh Kantor Catatan Sipil Bekasi.
K. Bahwa berdasarkan Kesepakatan Bersama ini, Pihak Pertama dan Pihak
Kedua beserta Pihak Anak2, sepakat dan setuju untuk tidak saling tuntut
menuntut dan menggugat secara Perdata maupun Pidana di kemudian
hari, tidak akan melakukan segala hal yang merugikan masing-masing
pihak satu sama lain termasuk terhadap pihak satu sama lain, baik dalam
bentuk
ancaman-ancaman,
gangguan-gangguan,
serta
tidak
akan
mengambil langkah hukum apapun sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku, terhitung sejak Kesepakatan ini ditandatangani
bersama.
L. Bahwa atas pelanggaran atau tidak terpenuhinya Prestasi yang disepakati
oleh masing-masing pihak yang tercantum dalam klausul Kesepakatan ini,
maka Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat dan setuju akan menerima
konsekuensi atau akibat hukumnya dalam bentuk apapun sesuai peraturan
perundang-undangan baik secara hukum perdata maupun hukum pidana;
Halaman 58 putusan Nomor 364/PDT/2016/PT.BDG.
M. Kesepakatan Bersama untuk Berdamai ini didasarkan pada niat dan itikad
baik para pihak untuk mengakhiri perseturuan dan semua permasalahan
hukum baik di dalam maupun di luar pengadilan, Bahwa Kesepakatan ini
dapat batal dengan sendirinya jikalau salah satu Pihak dalam Kesepakatan
ini dapat dibuktikan Ialai dalam melakukan Prestasinya atau tidak dapat
memenuhi apa yang di sepakati dalam klausu-klausul Kesepakatan ini,
maka Pihak Anak2 dapat menjadi mediator buat penyelesaiannya, bila
tahapan itu sudah terlampaui, maka tidak dibutuhkan persetujuan terlebih
dahulu dari Para Pihak dalam hal batalnya Kesepakatan ini;
N. Kesepakatan Bersama ini terjadi atas persetujuan dan kesepakatan kedua
belah pihak dan diketahui Pihak Anak-anaknya isi dan maksud dalam
Kesepakatan Damai ini yang dibuat dalam keadaan sadar, sehat jasmani
dan rohani serta tidak ada paksaan dari pihak manapun juga;
-
Selanjutnya hadir di hadapan saya, Notaris dengan dihadiri oleh saksisaksi yang sama, yaitu:
1. Nona STELLA KIRANA SALIM, lahir di Jakarta, pada tanggal 22-121992 (dua puluh dua Desember seribu sembilan ratus sembilan
puluh sembilan), Warga Negara Indonesia, Pelajar/Mahasiswa,
bertempat tinggal di Bekasi, jalan Pulosirih Boulevard Blok FE 393,
Rukun tetangga 002, Rukun warga 015, Kelurahan Jaka Setia,
Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Propinsi Jawa Barat,
pemegang Nomor Induk Kependudukan: 3275046212920015;
2. Nona GABRIELLA PARAMITHA SALIM, lahir di Jakarta, pada
tanggal 09-09-1994 (Sembilan September seribu Sembilan ratus
Sembilan
puluh
Sembilan),
Warga
Negara
Indonesia,
Pelajar/Mahasiswa, bertempat tinggal di Bekasi, jalan Pulosirih
Boulevard Blok FE 393, Rukun tetangga 002, Rukun warga 015,
Kelurahan Jaka Setia, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi,
Propinsi Jawa Barat, pemegang Nomor Induk Kependudukan:
3275044909940023;
3. Tuan HADI SUNARYO (dalam kartu tanda penduduk tertulis HADI
SUNARYO, SH) lahir di Kediri, pada tanggal 26-04-1968 (dua puluh
enam april seribu Sembilan ratus enam puluh delapan) Warga
Negara Indonesia, Karyawan swasta, bertempat tinggal di Bekasi,
Jalan Irida Barat 20 BLK E 1 nomor 06, Rukun tetangga 005, Rukun
warga 014, kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota
Halaman 59 putusan Nomor 364/PDT/2016/PT.BDG.
Bekasi,
Provinsi
Jawa
Barat,
Pemegang
nomor
Induk
Kependudukan: 3275012604680006;
4. Tuan FENDY CHANDRA, lahir di Palembang, pada tanggal 18-091967 (delapan belas September seribu Sembilan ratus enam puluh
tujuh) Warga Negara Indonesia, Karyawan Swasta, bertempat
tinggal di Jakarta, Jalan Gebang Mutiara Blok D. 5/4, Rukun
tetangga 003, Rukun warga 013, Kelurahan Cakung Timur,
Kecamatan
Cakung,
Jakarta
Timur,
Provinsi
DKI
Jakarta,
Pemegang nomor Induk Kependudukan: 3175061809670010;
5. Tuan MARYOKO, Sarjana Hukum (dalam Kartu Tanda Penduduk
tertulus MARYOKO, SH), lahir di tangerang, pada tanggal 07-021977 (tujuh Februari seribu Sembilan ratus tujuh puluh tujuh),
Warga Negara Indonesia,
Pengacara, bertempat tinggal di
Tangerang, Kosambi Barat Nomor 26, Rukun tetangga 007, Rukun
warga 003, Kelurahan Kosambi Barat, Kecamatan Kosambi,
Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Pemegang nomor Induk
Kependudukan: 3603140702770008;
6. Tuan CHRISTIAN JOHANNES INDRA LASROHA PANGABEAN
(dalam Kartu Tanda Penduduk tertulis C. JOHANNES INDRA L.P)
lahir di Jakarta, Pada tanggal 22-08-1985 (dua puluh dua agustus
seribu Sembilan ratus delapan puluh lima), Warga Negara
Indonesia, Karyawan Swasta, bertempat tinggal di Jakarta, Jalan
Surabaya Timur/3, Rukun Tetangga 001, Rukun warga 002,
Kelurahan Menteng, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Provinsi
DKI
Jakarta,
Pemegang
nomor
Induk
Kependudukan:
3171062208850002;
-
Para penghadap yang terakhir ini menerangkan bahwa telah
mengetahui dan membenarkan isi akta ini.
-
Para Penghadap dengan ini menyatakan, menjamin akan kebenaran
semua identitas dan atau semua surat-surat atau dokumen yang
mendasari pembuatan akta ini, yang diperlihatkan kepada saya,
Notaris, adalah identitas dan atau dokumen yang sah dan benar
adanya sesuai yang tercatat didalam surat-surat atau dokumen
tersebut dan Para Penghadap bertanggung jawab sepenuhnya atas
hal tersebut dan selanjutnya para penghadap juga menyatakan telah
mengerti dan memahami isi akta ini.
Halaman 60 putusan Nomor 364/PDT/2016/PT.BDG.
-
Apabila dalam pegeluaran salinan/kutipan/petikan dari minuta akta
(akta otentik) terhadap kekeliruan atau salah ketik, maka Notaris akan
melakukan pembetulan kesalahan ketik yang disesuaikan pada minuta
kata (akta otentik).
DEMIKIAN AKTA INI
Dibuat dan diselesaikan ditempat kedudukan Saya, pada hari dan
tanggal seperti tersebut pada bagian awal akta ini, dengan dihadiri
oleh:
1. Nyonya SITI NURPUSPITA, lahir di Bogor, pada tanggal 11-091990 (sebelas September seribu Sembilan ratus Sembilan puluh ),
), Warga Negara Indonesia, Karyawan Swasta, bertempat tinggal
di Kabupaten Bogor, Dramaga Haji Abas, Rukun Tetangga 01,
Rukun warga 01, Kelurahan Dramaga, Kecamatan Dramaga,
Kabupaten
Bogor,
Pemegang nomor
Induk
Kependudukan:
3201305109900001;
2. Tuan IBNU CHOMIS, lahir di Jakarta, pada tanggal 29-11-1988
(dua puluh Sembilan November seribu Sembilan ratus delapan
puluh delapan), ), Warga Negara Indonesia, bertempat tinggal di
Jakarta, Jalan Persada raya no 2, Rukun Tetangga 003, Rukun
warga 011, Kelurahan Menteng Dalam, Kecamatan Tebet, Jakarta
Selatan,
Provinsi
DKI
Jakarta,
Pemegang
nomor
Induk
Kependudukan: 3174012911880005;
Kedua-duanya pegawai Kantor Notaris dan untuk sementara berada di
Kabupaten Sukabumi sebagai saksi-saksi.
Setelah Saya, Notaris membacakan akta ini kepada para penghadap
dan para saksi, makan pada saat ini juga para penghadap
mebubuhkan sidik jari tangannya pada lembaran tersendiri yang
dilekatkan pada minuta akta ini, segera penghadap, para saksi, dan
saya, Notaris menandatangani akta ini.
Dibuat dengan satu coretan dengan gentian.
Minuta akta ini bermaterai cukup dan telah ditandatangani dengan
secukupnya.
Diberikan sebagai salinan yang sama bunyinya.
TENTANG
HUKUMNYA
:
Menimbang, bahwa putusan Pengadilan Negeri Bekasi tersebut
dijatuhkan pada tanggal 13 Januari 2016 dengan dihadiri oleh Kuasa
Halaman 61 putusan Nomor 364/PDT/2016/PT.BDG.
Penggugat, Kuasa Tergugat dan Kuasa Turut Tergugat, Tergugat dengan
perantaraan kuasanya tersebut mengajukan permohonan banding pada
tanggal 22 Januari 2016, dengan demikian permohonan banding tersebut
diajukan dalam tenggang waktu dan menurut
tata cara yang ditentukan
dalam Undang-undang, oleh karena itu secara formal permohonan banding
tersebut dapat diterima ;
Menimbang, bahwa akan tetapi Pembanding, semula Tergugat
dan Terbanding, semula Penggugat pada tanggal 26 September 2016 telah
mengadakan Akta Kesepakatan Damai dalam perkara perdata Nomor
133/Pdt.G/2015/PN.Bks., jo Nomor 07/Bdg/2016/PN.Bks., jo Nomor 364/Pdt/
2016/PT.Bdg., sebagaimana tertuang dalam Akta Kesepakatan Damai Nomor
5 yang ditandatangani oleh Para Pihak yang berperkara tersebut ;
Menimbang, bahwa Akta Kesepakatan Damai Nomor 05 tanggal
26 September 2016 dan Akta Perdamaian Nomor 247/Pdt.G/2016/PN.Bks.,
tanggal 6 Oktober 2016 tersebut diterima di Kepaniteraan Pengadilan Tinggi
Jawa Barat masing-masing pada tanggal 18 Oktober 2016 dan tanggal 2
November 2016 saat perkara tersebut belum diputus, sehingga permohonan
Perdamaian tersebut dapat dikabulkan dan amar Putusan sebagaimana
tersebut dibawah ini ;
Menimbang, bahwa oleh karena Akta Kesepakatan Damai
tersebut ditetapkan dan dituangkan dalam putusan tingkat banding, adalah
beralasan untuk membebankan biaya perkara sejauh pemeriksaan dalam
tingkat banding ini kepada Pembanding, semula Tergugat dan kepada
Terbanding, semula Penggugat ;
Memperhatikan ketentuan – ketentuan dalam Undang – undang
Nomor : 20 Tahun 1947, serta Ketentuan – ketentuan lain yang bersangkutan
M E N G A D I L I
1.
:
Mengabulkan Akta Kesepakatan Damai dari Pembanding, semula
Tergugat dan Terbanding, semula Penggugat
dalam perkara
Perdata Nomor 133/Pdt/G/2015/PN.Bks. ;
2.
Memerintahkan kepada
Para Pihak untuk mematuhi serta
melaksanakan isi Akta Kesepakatan Damai Nomor 05, tanggal 26
September 2016 yang telah disepakatinya tersebut ;
Halaman 62 putusan Nomor 364/PDT/2016/PT.BDG.
3.
Membebankan biaya perkara kepada kedua belah pihak dalam
peradilan tingkat banding sebesar Rp.150.000,- (Seratus lima
puluh ribu rupiah) ;
Demikianlah diputuskan dalam sidang permusyawaratan Majelis
Hakim Pengadilan Tinggi Jawa Barat pada hari
ini : Kamis tanggal, 22
Desember 2016, oleh kami : A. FADLOL TAMAM, S.H., M.Hum., Hakim
Tinggi pada Pengadilan Tinggi Jawa Barat sebagai Hakim Ketua Majelis,
dengan KAREL TUPPU, S.H. M.H., dan AMRIL, S.H., M.Hum., masing masing sebagai Hakim Anggota yang ditunjuk oleh Ketua Pengadilan Tinggi
Jawa Barat untuk memeriksa dan mengadili perkara ini dalam Tingkat
Banding. Putusan mana pada hari itu juga diucapkan dalam sidang yang
dinyatakan terbuka untuk umum oleh Hakim Ketua dengan dihadiri para
Hakim Anggota dan dihadiri pula oleh H. NANANG PRIATNA, S.H., Panitera
Pengganti pada Pengadilan Tinggi Jawa Barat tanpa dihadiri oleh kedua
belah pihak yang berperkara.-
HAKIM ANGGOTA,
HAKIM KETUA,
ttd
ttd
KAREL TUPPU, S.H. M.H.
A. FADLOL TAMAM, S.H., M.Hum.
ttd
A M R I L, S.H., M.Hum.
PANITERA PENGGANTI,
ttd
H. NANANG PRIATNA, S.H.
Perincian biaya perkara :
- Materai ………………………
Rp.
6.000,-
- Redaksi ………………………
Rp.
5.000,-
- Pemberkasan ………………..
Rp. 139.000,- +_
Jumlah ………..............…….
Rp. 150.000,-
(Seratus lima puluh ribu rupiah)
Halaman 63 putusan Nomor 364/PDT/2016/PT.BDG.
Download