PENERAPAN SFAE BERBANTU PREZI TERHADAP MOTIVASI

advertisement
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI)
Vol. 1, No. 5, Oktober 2016
ISSN 2477-2240 (Media Cetak).
2477-3921 (Media Online)
PENERAPAN SFAE BERBANTU PREZI TERHADAP MOTIVASI
BELAJAR DAN KETERAMPILAN SISWA DALAM
MENGOPERASIKAN SOFTWARE SPREADSHEET
Nor Dianta1, Eko Supraptono2
Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang, Indonesia
Abstrak
Aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar pada mata pelajaran Keterampilan Komputer
Pengelolaan Informasi (KKPI) masih rendah dan pasif. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui
peningkatan motivasi belajar dan keterampilan siswa pada pembelajaran dalam mengoperasikan
software spreadsheet pada jurusan TKJ setelah diterapkannya student facilitator and explaining
(SFAE) berbantu media prezi. Penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas.
Adapun tindakan dalam pembelajaran, yakni menggunakan metode sfae dengan berbantu media
prezi untuk meningkatkan motivasi belajar dan keterampilan siswa dalam mengoperasikan
software spreadsheet. Hasil tes yang diperoleh siswa setelah diterapkannya metode student facilitator
and explaining (SFAE) berbantu media prezi. Pada siklus I jumlah siswa yang tuntas belum optimal
(13 siswa), kemudian pada siklus II siswa yang tuntas menjadi 17 siswa, sudah optimal. Keaktifan
siswa diperoleh dari hasil observasi aktivitas belajar siswa, dimana jumlah siswa aktif dalam
pembelajaran pada siklus I belum optimal (10 siswa) kemudian meningkat menjadi 15 siswa, sudah
optimal. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa, penerapan metode SFAE
berbantu media prezi dapat meningkatkan motivasi belajar dan keterampilan siswa dalam
mengoperasikan software spreadsheet.
© 2016 Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia
Kata Kunci: KKPI; Motivasi Belajar; Prezi; SFAE.
PENDAHULUAN
Pendidikan adalah suatu proses perubahan sikap serta perilaku seseorang dalam usaha
mendewasakan diri memalui upaya pengajaran dan pelatihan. Menutur Ki Hajar Dewantara
pendidikan ialah suatu tuntutan didalam hidup tumbuhnya anak-anak. Maksudnya ialah bahwa
pendidikan menuntut segala kekuatan kodrat yang ada pada peserta didik agar sebagai manusia dan
anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan hidup yang setinggi-tingginya.
Pendidikan merupakan factor utama dalam pembentukan pribadi manusia. Pendidikan sebagai
suatu peristiwa yang memiliki norma menurut ukuran normatif (Sardiman, 2007:13). Proses
pendidikan berlangsung melalui tahapan-tahapan berkesinambungan dan sistematik oleh karena itu
biasa berlangsung dalam semua situasi kondisi, di semua lingkungan yang saling mengisi (lingkungan
rumah, sekolah, dan masyarakat).
PENERAPAN SFAE BERBANTU PREZI TERHADAP MOTIVASI BELAJAR DAN
KETERAMPILAN SISWA DALAM MENGOPERASIKAN SOFTWARE SPREADSHEET
Nor Dianta, Eko Supraptono
1
Sekolah merupakan tempat dimana siswa mendapatkan pengalaman dalam pendidikan secara
formal. Proses pembelajaran yang dilakukan dengan berbagai metode untuk mencapai tujuan
tersebut, tidak selalu cocok pada semua siswa. Penyebabnya bisa saja karena latar belakang
pendidikan siswa, kebiasaan belajar, minat, motivasi belajar siswa, sarana, lingkungan belajar,
metode mengajar guru dan sebagainya.
Slameto, sebagaimana dikutip oleh Djamarah (2008:13), belajar ialah suatu proses usaha yang
dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan,
sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.
Kegiatan belajar merupakan proses, sedangkan prestasi belajar merupakan hasil dari proses
belajar. Hasil belajar yaitu hasil yang dicapai oleh seseorang dalam usaha belajar sebagai yang
dinyatakan dalam raport, Poerwanto (1986:28). Hasil belajar setiap siswa tidaklah sama, ada yang
baik dan ada yang kurang baik. Kebanyakan siswa mengalami masalah dalam belajar, sehingga
masalah tersebut berdampak terhadap hasil belajar siswa yang rendah.
Kegagalan siswa dalam mencapai tujuan pendidikan, pada umumnya dipengaruhi oleh banyak
faktor, baik faktor intern maupun faktor ekstern. Faktor intern, yaitu faktor yang berasal dari dalam
diri siswa, misalnya bakat, motivasi belajar (minat), sikap, dan kemampuan (potensi). Faktor ekstern
itu faktor yang berasal dari luar diri siswa, misalnya: keluarga, lingkungan belajar, perhatian orang
tua, pola interaksi guru, metode pembelajaran guru dan sebagainya (Slameto, 2010:60-72).
Motivasi yang baik dan memadai dapat mendorong siswa menjadi lebih aktif dalam belajar.
Seseorang yang mempunyai motivasi tinggi akan melakukan suatu kegiatan dengan semangat dan
perasaan senang. Sebaliknya, belajar dengan kurangnya motivasi akan menyebabkan sikap malas
bahkan tidak mau mengerjakan tugas-tugas yang berhubungan dengan pelajaran (Sardiman, 2010:75).
Menurut Suyatno (2011) mengatakan bahwa model student facilitator and explaining
merupakan suatu model yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempresentasikan ide
atau pendapat pada siswa lainnya.
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti di SMK Ma’arif Tegalsambi Jepara.
Aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar pada mata pelajaran Keterampilan Komputer
Pengelolaan Informasi (KKPI) masih rendah dan pasif. Hal ini bisa dilihat dalam pencapaian ratarata nilai KKPI yang hanya mendekati nilai KKM yaitu 70,65 pada tahun ajaran 2013/2014 dengan
KKM 70, pada tahun 2014/2015 nilai rata-rata 73,85 dengan KKM 73 (Sumber : Dokumen Guru
mapel KKPI SMK Ma’arif Tegalsambi Jepara). Selain fasilitas komputer yang masih kurang
memadahi, siswa kelihatan tidak bersemangat, siswa banyak yang mengantuk dan kurang
memperhatikan materi yang disampaikan guru. Siswa kurang berminat selama mengikuti
pembelajaran, siswa kurang berani mengemukakan pendapatnya bila diberi pertanyaan oleh guru.
Berdasarkan uraian di atas maka peneliti merumuskan penelitian yang berjudul “Penerapan
Metode Pembelajaran Student Facilitator and Explaining Berbantu Software Prezi Terhadap Motivasi
Belajar Dan Keterampilan Siswa Pada Kompetensi Dasar Mengoperasikan Software Spreadsheet Pada
Siswa Kelas X TKJ SMK Ma’arif Tegalsambi Jepara”.
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan software prezi sebagai media pembelajaran.
Software prezi merupakan sebuah perangkat lunak yang digunakan untuk presentasi berbasis internet
dan juga sebagai alat untuk mengeksplorasi dan berbagi ide di atas kanvas virtual. Prezi menggunakan
Zooming User Interface (ZUI) yang memungkinkan pengguna prezi untuk memperbesar dan
memperkecil tampilan media presentasi mereka. Hal inilah yang membuat prezi memiliki ciri khas
dan keunggulan tersendiri.
2
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI)
Vol. 1, No. 5, Oktober 2016
METODE PENELITIAN
Penelitian ini dilaksanakan di SMK Ma’arif Tegalsambi Jepara yang terletak di Jl. Sunan
Mantingan No. 106 Tegalsambi Tahunan Jepara Telp. (0291) 4299697.
Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X TKJ SMK Ma’arif Tegalsambi Jepara tahun ajaran
2015/2016. Subjek terdiri dari 18 siswa dengan 12 siswa laki-laki dan 6 siswa perempuan.
Desain penelitian ini termasuk jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan
dalam dua siklus. Dimana masing-masing siklus memiliki 4 tahapan yaitu perencanaan, tindakan,
pengamatan dan refleksi.
1. Tahapan Perencanaan Pembelajaran
Setelah mengadakan kerja sama dengan pihak sekolah dan meminta persetujuan dari kepala
sekolah dan guru kemudian melakukan observasi pada pembelajaran mengoperasikan software
spreadsheet di kelas X jurusan TKJ SMK Ma’arif Tegalsambi Jepara.
Langkah berikutnya, yakni, menyusun perangkat pembelajaran dengan menerapkan metode
pembelajaran Student Facilitator and Explaining, merancang media prezi, menyiapkan instrumen
penelitian dan soal tes.
Prezi digunakan untuk media pembelajaran. Perangkat pembelajaran yang digunakan sebagai
acuan dalam mengajar yang meliputi RPP. Instrumen penelitian digunakan sebagai alat perekam
untuk memantau aktivitas subjek penelitian. Sedangkan, soal tes digunakan untuk mengetahui hasil
belajar siswa.
2. Tahapan Pelaksanaan Tindakan Pembelajaran
Dalam kegiatan pelaksanaan yang dilakukan pada penelitian ini adalah melaksanakan proses
pembelajaran yang menggunakan metode Student Facilitator and Explaining berbantu media prezi untuk
membatu guru menyampaikan materi pembelajaran dan membantu siswa memahami materi
pembelajaran. Kegiatan ini dilaksanakan atas dasar prosedur yang termuat di dalam RPP.
3. Tahapan Pengamatan Pembelajaran
Pada tahapan pengamatan kegiatan yang dilakukan adalah mengamati dan menilai kegiatan
yang dilakukan siswa melalui lembar observasi selama pembelajaran. Kegiatan yang diukur meliputi
keaktifan siswa yang dipengaruhi oleh penerapan Metode Student Facilitator and Explaining dengan
berbantu media prezi dalam pembelajaran. Selain itu pada tahap ini juga dilakukan penilaian terhadap
hasil tes evaluasi siswa untuk mengetahui kemampuan kognitif siswa setelah proses pembelajaran.
Tujuan dari tahap ini yaitu untuk mengetahui seberapa besar efek tindakan terhadap hasil belajar.
Alat perekam pengamatan yang digunakan adalah instrumen observasi dalam bentuk skala
bertingkat, dimana cara pengisiannya dilakukan dengan memberikan tanda checklist pada dukungan
sikap yang cocok sesuai indikator gejala yang telah ditentukan pada lembar instrumen.
4. Tahapan Refleksi Hasil Pembelajaran
Tahapan ini merupakan evaluasi dari kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan. Data hasil tes
evaluasi dan data lembar observasi dikumpulkan, dianalisis dan dievaluasi untuk mengetahui berhasil
atau tidaknya tindakan yang sudah dilakukan. Tahapan ini dimaksudkan untuk mengkaji secara
menyeluruh tindakan yang telah dilakukan berdasarkan data yang telah terkumpul. Hasil dari refleksi
ini yang nantinya sebagai bahan masukan dalam tahap perencanaan pada siklus berikutnya.
HASIL DAN PEMBAHASAN
1.
Metode Student Facilitator and Explaining dengan berbantu media prezi
PENERAPAN SFAE BERBANTU PREZI TERHADAP MOTIVASI BELAJAR DAN
KETERAMPILAN SISWA DALAM MENGOPERASIKAN SOFTWARE SPREADSHEET
Nor Dianta, Eko Supraptono
3
Metode Student Facilitator and Explaining mempunyai arti metode yang menjadikan siswa
dapat membuat peta konsep maupun bagan untuk meningkatkan kreativitas siswa dan prestasi belajar
siswa (Agus Suprijono, 2009:129). Model pembelajaran Student Facilitator and Explaining adalah model
pembelajaran yang kooperatif. Di dalam kelas kooperatif siswa belajar bersama dalam kelompokkelompok kecil yang terdiri dari 4-5 orang siswa yang sederajat tetapi heterogen, kemampuan, jenis
kelamin, suku/ras, dan satu sama lain saling membantu. Diawali dengan penyampaian tujuan
pembelajaran, penyampaian materi, kegiatan kelompok, kuis dan menyimpulkan materi yang telah
dipelajari. Tujuan dibentuknya kelompok tersebut adalah untuk memberikan kesempatan kepada
semua siswa untuk dapat terlibat secara aktif dalam proses berpikir dan kegiatan belajar mengajar.
Software prezi merupakan sebuah perangkat lunak yang digunakan untuk presentasi berbasis
internet dan juga sebagai alat untuk mengeksplorasi dan berbagi ide di atas kanvas virtual. Prezi
menjadi unggul karena program ini menggunakan Zooming User Interface (ZUI) yang memungkinkan
pengguna prezi untuk memperbesar dan memperkecil tampilan media presentasi mereka. Prezi
digunakan untuk membuat presentasi dalam bentuk linier maupun non linier, yaitu presentasi
terstruktur sebagai contoh dari presentasi linier, atau presentasi berbentuk peta pikiran atau (mindmap) sebagai contoh dari presentasi non-linier.
Software prezi ini dapat digunakan sebagai media pembelajaran inovatif. Pembelajaran
dilakukan dengan menggunakan laptop atau komputer yang telah ter-install software prezi,
dikombinasikan dengan LCD dan perangkat audio. Arah inovasi ini adalah agar pembelajaran
menjadi lebih menarik dan efektif (Ari Suharjanto, 2013).
Pada penelitian ini media prezi untuk membantu menunjang pembelajaran dengan metode
student facilitator and explaining untuk menampilkan materi pembelajaran kompetensi dasar
mengoperasikan software spreadsheet dan materi pembelajaran yang disampaikan lebih inovatif.
2. Kemampuan dan Keaktifan Siswa
Pada hasil tes dengan penerapan metode Student Facilitator and Explaining berbantuan media
prezi pada siklus I, diperoleh siswa yang mencapai nilai lebih dari 72 yaitu 72,22% dengan nilai ratarata siswa adalah 72,44 dengan jumlah siswa yang aktif pada siklus I mencapai 55,56%.
Tabel 1. Hasil Tes Siswa Siklus I
Uraian
Klasifikasi
No.
Hasil
1.
Jumlah siswa yang tuntas
13
2.
Jumlah siswa yang tidak tuntas
5
3.
Jumlah siswa
18
4.
Persentase siswa yang tuntas
72,22 %
5.
Persentase siswa yang tidak tuntas
6.
Total nilai siswa
27,78 %
1304
7.
Nilai rata-rata siswa
72,44
Tuntas
Pada hasil tes siklus II diperoleh rata-rata nilai siswa 92,44 dan jumlah siswa yang mencapai
nilai lebih dari 72 adalah 94,44% dan jumlah siswa yang aktif pada siklus II mencapai 83,33% hal ini
berarti mengalami perbaikan dari siklus I.
Tabel 2. Hasil Tes Siswa Siklus II
Uraian
Klasifikasi
No.
Hasil
1.
4
Jumlah siswa yang tuntas
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI)
Vol. 1, No. 5, Oktober 2016
17
2.
Jumlah siswa yang tidak tuntas
1
3.
Jumlah siswa
18
4.
Persentase siswa yang tuntas
94,44 %
5.
Persentase siswa yang tidak tuntas
5,56 %
6.
Total nilai siswa
1664
7.
Nilai rata-rata siswa
92,44
Tuntas
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh data aktivitas belajar dan hasil belajar
siswa selama proses belajar mengajar sebagai berikut:
Tabel 1. Hasil Tes Siswa
Tuntas
Tidak Tuntas
Tes
Nilai Rata-rata
Jumlah
Jumlah Siswa
%
%
Siswa
Siklus I
13
72,22
5
27,78%
72,44
Siklus II
17
94,44
1
5,56
92,44
Tabel 2. Hasil Observasi Aktivitas Belajar Siswa
Siklus
Persentase siswa yang aktif
Keterangan
I
55,56%
Tidak Tuntas
II
83,33%
Tuntas
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan peningkatan dari siklus I ke siklus II, dapat dilihat
dari hasil tes siswa pada siklus I 72,22% meningkat menjadi 94,44% pada siklus II, dan jumlah siswa
yang aktif pada siklus I 55,56% meningkat menjadi 83,33% pada siklus II.
Keterampilan siswa dalam mengoperasikan software spreadsheet juga meningkat, hal ini dapat
dilihat dari hasil tes siswa siswa yang mendapat nilai lebih dari 72 mencapai 94,44% pada siklus II,
jumlah siswa yang aktif juga sudah meningkat menjadi 83,33% pada siklus II. Kedua hasil tersebut
sudah lebih dari 72% sesuai indikator keberhasilan maka dapat disimpulkan hasil penelitian ini
berhasil.
94,44%
100% 72,22%
80%
60%
40%
20%
0%
SiklusSiklus
I
II
Siswa yang
tuntas
(mendapat
nilai lebih
dari 72)
Gambar 1. Diagram Peningkatan Hasil Tes Siswa
PENERAPAN SFAE BERBANTU PREZI TERHADAP MOTIVASI BELAJAR DAN
KETERAMPILAN SISWA DALAM MENGOPERASIKAN SOFTWARE SPREADSHEET
Nor Dianta, Eko Supraptono
5
100%
83,33%
80% 55,56%
60%
40%
20%
0%
Aktivitas
siswa
(Presentase
Jumlah siswa
yang aktif)
SiklusSiklus
I
II
Gambar 2. Diagram Peningkatan Aktivitas Belajar Siswa
Dita Wuri Andari (2013) menjelaskan bahwa metode student facilitator and explaining membantu
siswa mengembangkan kemampuan proses kognitif siswa. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian,
yang dilihat dari kemampuan siswa mengoperasikan software spreadsheet meningkat berdasarkan hasil
tes yang diperoleh siswa, dari siklus I diperoleh siswa yang tuntas (mendapat nilai lebih dari 75)
sebanyak 72,22% kemudian meningkat pada siklus II menjadi 94,44%.
Menurut Anita Lie (2004) menjelaskan bahwa metode student facilitator and explaining ini efektif
untuk melatih siswa berbicara untuk menyampaikan ide, gagasan, atau pendapatnya kepada siswa
lain. Sehingga metode ini dapat mengaktifkan siswa. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian, yang
dilihat pada keaktifan siswa selama diskusi kelompok, berdasarkan hasil observasi terhadap aktivitas
belajar siswa yang meningkat. Dimana jumlah siswa yang aktif selama pembelajaran dari siklus I
55,56% kemudian meningkat menjadi 83,33% pada siklus II.
Berdasarkan teori-teori diatas, peneliti berpendapat bahwa metode student facilitator and
explaining berbantu media prezi dapat meningkatkan kemampuan dan aktivitas belajar siswa dalam
mengoperasikan software spreadsheet.
SIMPULAN
Berdasarkan Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas dengan menerapkan metode Student
Facilitator and Explaining (SFAE) berbantuan media prezi pada materi mengoperasikan software
spreadsheet di SMK Ma’arif Tegalsambi Jepara, dapat disimpulkan bahwa :
1. Penerapan metode Student Facilitator and Explaining (SFAE) berbantuan media prezi dapat
meningkatkan kemampuan siswa dalam mengoperasikan software spreadsheet.
2. Penerapan metode Student Facilitator and Explaining (SFAE) berbantuan media prezi dapat
meningkatkan motivasi dan keterampilan belajar siswa selama proses pelaksanaan
pembelajaran mengoperasikan software spreadsheet.
UCAPAN TERIMAKASIH
Ucapan terimakasih ditunjukan Ir. Ulfah Mediaty Arief, M.T, (Koordinator Program Studi
PTIK) Bapak Dr-Ing Didik Prastiyanto, S.T., M.T., (Ketua Jurusan Teknik Elektro).
DAFTAR PUSTAKA
Andari, Dita Wuri. (2013). “Penerapan Model Pembelajaran Student Facilitator And Explaining (Sfae) Untuk
Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Kelas Viii Smp Nurul Islam”.
6
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI)
Vol. 1, No. 5, Oktober 2016
Anita Lie. (2004). Cooperative Learning: Mempraktikkan Cooperative Learning di Ruang-ruang Kelas. Jakarta:
Grasindo.
Arsyad, A. (2009). Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers
Lisfiyani. 2015. Penerapan Guided Discovery Untuk Meningkatkan Kategori Multimedia Pada Jurusan Multimedia (Studi
Kasus Kelas X SMK Muhammadiyah Doro). Semarang : Unnes
Purwanto. (2014). Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Slameto. (1995). Belajar dan Faktor-Faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta
Suharjanto, Ari. (2013) Penerapan Media Pembelajaran Dengan Penggunaan Software Prezi dalam Upaya Meningkatkan
Minat Belajar Mata Diklat Komunikasi
Suprijono, Agus. (2009). Cooperative Learning Teori dan Aplikasi PAIKEM. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Widiyoko, Eko Putro. (2014). Penilaian Hasil Pembelajaran di Sekolah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
PENERAPAN SFAE BERBANTU PREZI TERHADAP MOTIVASI BELAJAR DAN
KETERAMPILAN SISWA DALAM MENGOPERASIKAN SOFTWARE SPREADSHEET
Nor Dianta, Eko Supraptono
7
Download