BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Kajian Teori 1. Membaca Pemahaman

advertisement
11
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Kajian Teori
1.
Membaca Pemahaman
a. Pengertian Membaca
Tujuan di dalam pembelajaran bahasa pada dasarnya adalah keempat
keterampilan berbahasa. Keempat keterampilan tersebut adalah menyimak,
berbicara, membaca, dan menulis. Menyimak dan berbicara merupakan
komunikasi lisan, sedangkan membaca dan menulis terdapat dalam
komunikasi tulisan. Keterampilan membaca merupakan salah satu dalam
komunikasi tulisan, sehingga dapat dikatakan bahwa keterampilan ini bersifat
reseptif. Dalam kegiatan membaca akan memperoleh informasi dan
pengetahuan.
Hal
tersebut
menunjukkan
bahwa
kegiatan
membaca
merupakan hal penting untuk menunjang hidup seseorang agar menjadi
pribadi yang peka dan kritis dengan lingkungan.
Sebagai salah satu keterampilan berbahasa, keterampilan membaca
merupakan suatu keterampilan yang sangat unik dan sebagai alat komunikasi
yang utama dalam kehidupan manusia, serta sangat berperan dalam
pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iskandarwassid dan
Sunendar, 2009:245). Di katakan unik karena tidak semua manusia, walaupun
telah memiliki keterampilan membaca mampu mengembangkannya menjadi
alat untuk memberdayakan dirinya sendiri. Di katakan alat komunikasi yang
utama karena membaca merupakan alat komunikasi yang efektif dan efisien.
11
Pengaruh Metode Pembelajaran..., Siti Fatimah, Program Pascasarjana UMP, 2017
12
Demikian
pula
disebut
sangat
berperan
bagi
pengembangan
ilmu
pengetahuan, karena persentase transfer ilmu pengetahuan terbanyak
dilakukan melalui membaca.
Dalam keterampilan membaca, terdapat aneka ragam batasan tentang
menbaca. Hal tersebut terjadi karena para ahli bahasa melihat dari sudut
pandang yang berbeda.
Membaca merupakan gerbang segala kemajuan bagi kehidupan
manusia sepanjang waktu. Membaca dalam arti luas mencakup berbagai
macam keterampilan. Baik keterampilan membaca pesan-pesan yang
terkandung dalam bahan bacaan, keterampilan memahami yang tersirat dalam
yang tersurat, maupun keterampilan dalam komunikasi lewat bahasa tulis
(Sukirno, 2015:3). Membaca juga dapat diartikan penerapan seperangkat
keterampilan kognitif untuk memperoleh pemahaman dari wacana tulis yang
dibaca.
Menurut (Iskandarwassid dan Sunendar, 2009:146) mengartikan
membaca sebagai kegiatan untuk mendapatkan makna dari apa yang tertulis
dalam teks. Untuk keperluan tersebut, selain perlu menguasai bahasa yang
dipergunakan, seorang pembaca perlu juga mengaktifkan berbagai proses
mental dalam sistem kognisinya.
Menurut Aziz (2015:147) aktivitas membaca menyediakan input
bahasa, sama seperti halnya menyimak. Namun kegiatan membaca juga
memiliki kelebihan dari menyimak dalam hal pemberian butir linguistis yang
lebih akurat. Di samping itu pembaca yang baik bersifat otonom dan bisa
Pengaruh Metode Pembelajaran..., Siti Fatimah, Program Pascasarjana UMP, 2017
13
melakukan kegiatannya di luar kelas. Aktivitas membaca di luar kelas bisa
melalui majalah, buku, atau surat kabar. Dengan cara tersebut, siswa akan
memperoleh kosakata dan bentuk-bentuk bahasa dalam jumlah yang banyak.
Sehingga akan bermanfaat dalam interaksi komunikatif.
Ahli lain, mengartikan membaca adalah satu dari empat kemampuan
pokok dan merupakan satu bagian atau komponen dari komunikasi tulisan.
Dalam komunikasi tulisan, lambang-lambang bunyi bahasa diubah menjadi
lambang-lambang tulisan atau huruf-huruf (Tampubolon, 2008:5).
Di samping itu, membaca diartikan suatu yang rumit yang melibatkan
banyak hal, tidak hanya sekedar melafalkan tulisan, tetapi juga melibatkan
aktivitas visual, berpikir, psikolinguistik, dan metakognitif. Sebagai proses
visual membaca merupakan proses menerjemahkan simbol tulis ke dalam
kata-kata lisan. Sebagai suatu proses berpikir, membaca mencakup aktivitas
pengenalan kata, pemahaman literal, interpretasi, membaca kritis, dan
pemahaman kreatif (Rahim, 2008:2).
Sedangkan Klein,dkk. dalam Rahim (2008:3) mengemukakan bahwa
definisi membaca mencakup (1) membaca merupakan suatu proses,
dimaksudkan informasi dari teks dan pengetahuan yang dimiliki pembaca
memiliki peranan yang penting dalam membentuk makna. (2) membaca
adalah strategis, pembaca yang baik menerapkan strategi membaca. Strategi
diterapkan menyesuaikan tujuan dan jenis teks yang dibaca. dan (3) membaca
merupakan interaktif, artinya ketika membaca memahami teks yang sedang
dibaca, maka terjadilah proses interakasi.
Pengaruh Metode Pembelajaran..., Siti Fatimah, Program Pascasarjana UMP, 2017
14
Berdasarkan pengertian membaca yang telah dipaparkan di atas, dapat
ditarik simpulan bahwa membaca merupakan keterampilan kognitif untuk
memahami bahasa tulisan untuk memperoleh informasi. Informasi yang ada
dalam teks bisa berupa dalam bentuk tersirat maupun secara tersurat. Dengan
demikian, pemahaman yang menjadi ukuran seseorang berhasil dalam
aktivitas membaca.
b. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kemampuan Membaca
Keberhasilan aktivitas membaca yang bertujuan untuk menyerap
informasi dipengaruhi banyak faktor, baik itu faktor dari dalam diri pembaca,
maupun faktor dari luar. Beberapa faktor yang memprngaruhi kemampuan
membaca adalah faktor fisiologis, faktor intelektual, faktor lingkungan, dan
faktor psikologis menurut Lamp dan Arnold dalam (Rahim, 2008:16).
Faktor fisiologis meliputi kesehatan fisik (gangguan alat bicara, alat
pendengaran, kondisi fisik dalam keadaan santai atau lelah), pertimbangan
neurologis (berbagai cacat otak dan syaraf untuk membaca), dan jenis
kelamin (lelaki dan wanita memiliki karakteristik yang berbeda). Gangguan
pada alat bicara, alat pendengaran, dan alat penglihatan bisa memperlambat
kemajuan belajar membaca anak. Analisis bunyi, misalnya, mungkin sukar
bagi anak yang mempunyai masalah pada alat bicara. Gangguan pendengaran
dapat mengganggu siswa dalam membedakan bunyi-bunyi yang homorgan
(b, p, dan d).
Faktor intelektual atau intelegensi didefinisikan sebagai suatu
kegiatan berpikir yang terdiri atas pemahaman yang esensial tentang situasi
Pengaruh Metode Pembelajaran..., Siti Fatimah, Program Pascasarjana UMP, 2017
15
yang diberikan dan meresponnya secara tepat. Intelegensi juga merupakan
kemampuan global individu yang bertindak sesuai dengan tujuan, berpikir
rasional, dan berbuat sacara efektif terhadap lingkungan.
Faktor lingkungan berkaitan dengan latar belakang dan pengalaman
siswa di rumah dan sosial ekonomi keluarga siswa. Kondisi rumah sangat
mempengaruhi pribadi dan penyesuaian diri anak dalam masyarakat. Kondisi
ini pada gilirannya akan dapat membantu atau menghalangi anak dalam
belajar membaca. Anak-anak yang tinggal dalam keluarga yang harmonis,
penuh kasih sayang, serta orang tua senang dengan aktivitas membaca, akan
sangat membantu keterampilan membaca. Faktor sosial ekonomi juga sangat
mempengaruhi keterampilan membaca. Anak-anak yang mendapatkan
fasilitas bahan bacaan seperti buku, majalah, surat kabar yang memadai akan
lebih cepat terampil membaca. Anak-anak yang di rumahnya banyak
memiliki kesempatan membaca, dalam lingkungan yang penuh dengan bahan
bacaan yang beragam akan mempunyai kemampuan membaca yang tinggi
Crawley & Mountain dalam (Rahim, 2008:19).
Faktor Psikologis mencakupi motivasi, minat, dan kematangan sosial,
emosi, dan penyesuaian diri. Motivasi termasuk faktor kunci dalam
keterampilan membaca. Anak yang memiliki motivasi yang tinggi akan
sangat berhasil dalam membaca, karena dengan motivasi yang tinggi mereka
akan senang dan menikmati membaca. Oleh karena itu, tugas guru haruslah
memberikan motivasi yang tinggi kepada siswa. Minat adalah keinginan yang
kuat dengan disertai usah-usaha. Anak yang minatnya kuat akan berusaha
Pengaruh Metode Pembelajaran..., Siti Fatimah, Program Pascasarjana UMP, 2017
16
untuk mewujudkan dan menyediakan bahan bacaan untuk kepentingan
membacanya. Kematangan sosial, emosi, dan penyesuaian diri diperlukan
dalam membaca. Oleh karena dengan ketiganya, anak tidak akan mudah
putus asa, dapat mengatur ritma membaca, dan dapat memilih bahan bacaan
yang sesuai dengan perkembangan dirinya. Apabila menghadapi suatu
masalah, anak ini akan berusaha memecahkan masalah sesuai kemampuannya
atau berusaha bertanya pada orang dewasa yang mengetahui.
c. Ragam Keterampilan Membaca
Ragam keterampilan membaca sangat erat kaitannya dengan tujuan
membaca. Berdasarkan tujuan membaca yang bermacam-macam itulah, maka
ada bermacam-macam membaca yang biasa dilakukan orang. Menurut
(Sukirno, 2015:12) Secara garis besar jenis membaca ada dua macam, yaitu
membaca permulaan dan membaca lanjutan (berdasarkan tingkat pendidikan).
Membaca permulaan diperoleh saat pendidikan taman kanak-kanak sampai
duduk dibangku sekolah dasar kelas 2. Sedangkan membaca lanjutan didapat
mulai duduk kelas 3 sekolah dasar sampai peserta didik belajar di perguruan
tinggi.
Masih menurut (Sukirno, 2015:14) ditinjau dari terdengar atau
tidaknya waktu membaca, ragam membaca dapat dikelompokkan menjadi
dua macam, yaitu membaca dalam hati dan membaca bersuara. Membaca
dalam hati meliputi:
1. Membaca pemahaman yaitu membaca yang dilakukan dalam hati secara
cermat dan teliti, untuk mengetahui isi bacaan sampai pada hal yang
Pengaruh Metode Pembelajaran..., Siti Fatimah, Program Pascasarjana UMP, 2017
17
sekecil-kecilnya.
2. Membaca kritis, yaitu membaca untuk mengetahui fakta-fakta yang
terdapat dalam bacaan, kemudian memberi penilaian kepada fakta-fakta
itu. Membaca kritis merupakan tingkatan membaca yang paling tinggi
karena tidak hanya sekadar mengetahui isi bacaan, tetapi mengetahui
mengapa penulis membuat tulisan atau karangan itu.
3. Membaca cepat, yaitu kegiatan membaca secara cepat untuk memahami
gagasan utama dalam bacaan secara cepat pula.
4. Membaca telaah bahasa, yaitu keterampilan membaca untuk menelaah
bahasa. Penekanannya terletak pada latihan penelaahan hukum dan kaidah
bahasa, seperti: pemakaian huruf kapital, pungtuasi, tanda baca, afiksasi,
homonim, idiom, pola kalimat, peribahasa, derivasi kata, dan gaya bahasa.
5. Membaca di perpustakaan, yaitu kegiatan membaca di ruang perpustakaan
dengan memanfaatkan buku-buku di perpustakaan. Jenis membaca ini
dibutuhkan pemahaman pembaca terhadap kartu katalog perpustakaan,
dan klasifikasi buku perpustakaan.
6. Membaca bebas, yaitu keterampilan membaca yang penekanannya
terletak pada latihan kebiasaan mengisi waktu terluang dengan kegiatan
membaca.
7.
Membaca untuk keperluan studi, yaitu kegiatan membaca bertujuan
untuk mempelajari sesuatu yang berhubungan dengan studi seseorang.
Misalnya membaca buku-buku pembelajaran yang dianjurkan oleh para
guru.
Pengaruh Metode Pembelajaran..., Siti Fatimah, Program Pascasarjana UMP, 2017
18
8. Membaca untuk keperluan praktis, yaitu membaca yang digunakan untuk
memenuhi keperluan sehari-hari sesuai dengan tugas kita masing-masing.
Sedangkan membaca bersuara meliputi:
1. Membaca teknik, yaitu keterampilan membaca lisan atau membaca
bersuara atau membaca keras yang penekanannya terletak pada
kemampuan membaca dengan pengucapan atau pelafalan intonasi, jeda,
dan pelaguan yang tepat sesuai dengan isi dan situasi bacaan. Misalnya
membaca naskah Pancasila, UUD 1945, ikrar/sumpah, pengumuman dsb.
2. Membaca indah, yaitu keterampilan membaca nyaring yang sering disebut
juga dengan istilah membaca sastra, membaca estetis, membaca ekspresif.
Penekanan membaca jenis ini adalah terletak pada kemampuan
pengucapan, intonasi, jeda, penggambaran, penghayatan, keindahan, dan
keharuan yang terdapat dalam isi bacaan. Contoh naskah yang baik untuk
dibaca indah misalnya puisi, , cerpen, dongeng, naskah drama dsb.
Menurut (Tarigan, 2008:7) membaca adalah sutu
proses yang
dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan, yang
hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata/bahasa tulis. Suatu
proses yang menuntut agar kelompok kata yang merupakan suatu kesatuan
akan terlihat dalam suatu pandangan sekilas dan makna-makna secara
individual akan dapat diketahui.
d. Kemampuan Membaca Pemahaman
Istilah membaca pemahaman sering disebut membaca intensif,
membaca dalam hati, atau membaca telaah isi. Membaca adalah interaksi
pemakai bahasa dengan masukkan grafis dalam usaha merekonstruksikan
Pengaruh Metode Pembelajaran..., Siti Fatimah, Program Pascasarjana UMP, 2017
19
pesan yang disampaikan penulis. Sedangkan pemahaman berasal dari kata
paham ditambahkan imbuhan (pe-an) yang artinya mengerti benar atau tahu
benar atau ada gambaran yang dimengerti secara lengkap (Sukirno, 2015:60).
Menurut Burns dkk. dalam (Rahim, 2008:12) Secara umum
komponen membaca terdiri atas dua komponen, yaitu proses membaca dan
produk membaca. Proses membaca terdiri atas tiga komponen dasar yaitu
recording, decoding, dan meaning yang dapat diurai menjadi sembilan aspek,
yaitu sensori, perseptual, urutan, pengalaman, pikiran, pembelajaran, asosiasi,
sikap, dan gagasan. Ke sembilan aspek ini saling berhubungan untuk
mendukung proses membaca yang baik.
Aspek yang pertama adalah sensori. Kegiatan sensori adalah
pengungkapan simbol-simbol grafis yang digunakan untuk merepresentasikan
bahasa lisan melalui indra penglihatan. Kegiatan perseptual merupakan
aktivitas mengenal suatu kata sampai pada suatu makna berdasarkan
pengalaman yang lalu. Ketika orang membaca, otak menerima gambaran
kata-kata kemudian mengungkapkannya berdasarkan pengalaman membaca
sebelumnya dengan objek, gagasan, dan emosi. Aspek urutan dalam proses
membaca merupakan kegiatan mengikuti rangkaian tulisan yang tersusun
secara linear, yang umumnya tampil pada satu halaman dari kiri ke kanan
atau dari atas ke bawah. Pengalaman merupakan hal penting pada proses
membaca. Anak-anak yang mempunyai banyak pengalaman memiliki
peluang yang lebih luas dalam mengembangkan pemahaman kosakata dan
konsep yang mereka hadapi dalam membaca dibandingkan dengan anak-anak
Pengaruh Metode Pembelajaran..., Siti Fatimah, Program Pascasarjana UMP, 2017
20
yang memiliki pengalaman yang terbatas. Membaca merupakan proses
berpikir. Pembaca terlebih dahulu memahami kata-kata dan kalimat yang
dihadapi melalui proses asosiasi dan eksperimen, kemudian membuat
simpulan dengan menghubungkan isi preposisi yang terdapat dalam bacaan.
Untuk itulah pembaca harus berpikir sistematis, logis, dan kreatif.
Pembelajaran dalam membaca merupakan keniscayaan. Guru dapat
membimbing siswa-siswanya dalam pembelajaran membaca. Melalui
pembelajaran membaca sejak usia dini diharapkan dapat meningkatkan
kemampuan berpikir anak. Mengenal hubungan antara simbol dengan bunyi
bahasa dan makna merupakan aspek asosiasi dalam membaca. Anak-anak
menghubungkan simbol-simbol grafis dengan bunyi bahasa dan makna, tanpa
kedua
kemampuan asosiasi ini, siswa tidak akan dapat memahami teks.
Aspek sikap berkaitan dengan perhatian, kegemaran, maupun motivasi. Hahal tersebut diperlukan dalam membaca karena akan meningkatkan
kemampuan membaca siswa. Aspek terakhir adalah gagasan, penggunaan
sensori dan perseptual dengan latar belakang pengalaman yang berbeda dan
reaksi afektif yang berbeda akan menghasilkan makna yang berbeda
walaupun membaca teks yang sama.
Produk membaca merupakan komunikasi dari pemikiran dan emosi
antara penulis dan pembaca. Komunikasi juga bisa terjadi dari konstruksi
pembaca melalui integrasi pengetahuan yang telah dimiliki pembaca dengan
informasi yang disajikan dalam teks. Selaras dengan apa yang disampaikan
Somadyo
dalam
(Sukirno,
2015:61)
menjelaskan
bahwa
membaca
Pengaruh Metode Pembelajaran..., Siti Fatimah, Program Pascasarjana UMP, 2017
21
pemahaman merupakan proses pemerolehan makna secara aktif dengan
melibatkan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki oleh pembaca serta
dihubungkan isi bacaan. Tiga hal penting yang sebaiknya diperhatikan dalam
membaca pemahaman, adalah (1) pengetahuan dan pengalaman yang telah
dimiliki, (2) menghubungkan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki
dengan teks yang akan dibaca, dan (3) proses pemerolehan makna secara aktif
sesuai dengan pandangan yang dimiliki.
Kemampuan membaca ialah kecepatan membaca dan pemahaman isi
secara keseluruhan (Tampubolon, 2008:7). Kemampuan membaca dapat
ditingkatkan dengan penguasaan teknik-teknik membaca efisien dan efektif.
Kemampuan membaca juga ditentukan oleh faktor kognitif. Oleh karena itu
kemampuan membaca erat kaitannya dengan membaca pemahaman.
Pemahaman membaca merupakan komponen penting dalam suatu aktivitas
membaca,
sebab
pada
hakekatnya
pemahaman
atas
bacaan
dapat
meningkatkan keterampilan atau kepentingan membaca itu sendiri maupun
tujuan-tujuan hendak dicapai. Untuk dapat memahami isi bahan bacaan
dengan baik diperlukan adanya kemampuan membaca pemahaman yang baik
pula.
Membaca pemahaman menurut (Sukirno, 2015:13) yaitu membaca
yang dilakukan dalam hati secara cermat dan teliti, untuk mengehui isi bacaan
sampai kepada hal yang sekecil-kecilnya. Kecepatan membaca dalam hati
sangat bervariasi. Kadang-kadang cepat sekali, cepat, agak lambat, dan
lambat bergantung dengan tujuan yang akan dicari dalam bacaan.
Pengaruh Metode Pembelajaran..., Siti Fatimah, Program Pascasarjana UMP, 2017
22
Berdasarkan definisi-definisi tersebut di atas, membaca pemahaman
dapat diartikan sebagai kegiatan membaca yang dilakukan dalam hati dengan
hati-hati dan teliti sekali, serta bersungguh-sungguh, sehingga mengerti benar
maksud/isi yang ada dalam bacaan. Pembaca memahami informasi yang
disajikan sampai hal yang paling detail atau rinci.
e. Tujuan Keterampilan Membaca Pemahaman
Kegiatan membaca pemahaman hendaknya memiliki tujuan yang
jelas. Setiap orang membaca memiliki tujuan yang berbeda-beda. Seseorang
yang melakukan aktivitas membaca dengan tujuan yang jelas akan lebih
mudah memahami bacaan dibandingkan orang yang membaca tanpa tujuan.
Tujuan membaca secara umum yaitu mampu membaca dan
memahami teks pendek dengan cara lancar atau bersuara beberapa kalimat
sederhana. Sedangkan menurut kurikulum 1994 (Depdiknas: 1994: 18) tujuan
membaca yaitu:
1. Mampu memahami gagasan yang didengar secara langsung atau tidak
langsung.
2. Mampu membaca teks bacaan dan menyimpulkan isinya dengan kata-kata
sendiri.
3. Mampu membaca teks bacaan secara cepat dan mampu mencatat gagasangagasan utama
Selain tujuan membaca seperti tersebut di atas (Tarigan, 2008:58)
menjelaskan bahwa membaca pemahaman adalah sejenis membaca yang
memiliki empat tujuan yaitu sebagai berikut:
Pengaruh Metode Pembelajaran..., Siti Fatimah, Program Pascasarjana UMP, 2017
23
1. Standar-standar atau norma-norma kesastraan, artinya bahwa ada sesuatu
yang mengandung kebenaran dan keindahan, sesuatu yang memenuhi
kebutuhan pembaca yang berkesinambungan;
2. Resensi kritis, artinya membaca tulisan-tulisan singkat;
3. Drama tulis, maksudnya agar pembaca dapat mengembangkan suatu
sikap kritis yang logis terhadap drama; dan
4. Pola-pola fiksi
Masih menurut , (Tarigan, 2008:9) menjelaskan tujuan membaca yaitu:
1. Menemukan atau mengetahui penemuan-penemuan yang telah dilakukan
oleh para tokoh, apa-apa yang telah dibuat oleh para tokoh, apa yang telah
terjadi pada tokoh khusus, atau untuk memecahkan masalah-masalah yang
dibuat oleh tokoh. Membaca seperti ini disebut membaca untuk
memperoleh perincian-perincian atau fakta-fakta (reding for details or
facts).
2. Membaca untuk mengetahui mengapa hal itu merupakan topik yang baik
dan menarik, masalah yang terdapat dalam cerita, apa-apa yang dipelajari
atau yang dialami tokoh, merangkumkan hal-hal yang dilakukan oleh
tokoh untuk mencapai tujuannya. Membaca seperti ini disebut membaca
untuk memperoleh ide-ide utama (reading for main ideas).
3. Membaca untuk menemukan atau mengetahui apa yang terjadi pada setiap
bagian cerita, apa yang terjadi mula-mula pertama, kedua, dan
ketiga/seterusnya. Setiap tahap dibuat untuk memecahkan suatu masalah,
adegan-adegan dan kejadian, kejadian buat dramatisasi. Ini disebut
Pengaruh Metode Pembelajaran..., Siti Fatimah, Program Pascasarjana UMP, 2017
24
membaca untuk mengetahui urutan atau susunan organisasi cerita
(reading for sequence or organization).
4. Membaca untuk menemukan serta mengetahui mengapa para tokoh
merasakan seperti cara mereka itu, apa yang hendak diperlihatkan oleh
pengarang kepada para pembaca, mengapa para tokoh berubah, kualitaskualitas yang dimiliki para tokoh yang membuat mereka berhasil atau
gagal. Ini disebut membaca untuk menyimpulkan, membaca inferensi
(reading of inference).
5. Membaca untuk menemukan serta mengetahui apa-apa yang tidak biasa,
tidak wajar mengenai seorang tokoh, apa yang lucu dalam cerita, atau
apakah cerita itu benar atau tidak benar. Ini disebut membaca untuk
mengelompokkan, membaca untuk mengklasifikasikan (reading to
classify).
6. Membaca untuk menemukan apakah tokoh berhasil atau hidup dengan
ukuran-ukuran tertentu, apakah kita ingin berbuat seperti yang diperbuat
oleh tokoh, atau bekerja seperti cara tokoh bekerja dalam cerita itu. Ini
disebut membaca menilai, membaca mengevaluasi (reading to evaluate).
7. Membaca untuk menemukan bagaimana caranya tokoh berubah,
bagaimana hidupnya, berbedakah dari kehidupan yang kita kenal,
bagaimana dua cerita mempunyai persamaan, dan bagaimana tokoh
menyerupai pembaca. Ini disebut membaca untuk membandingkan atau
mempertentangkan (reading to compare or contrast).
Pengaruh Metode Pembelajaran..., Siti Fatimah, Program Pascasarjana UMP, 2017
25
Dalam pembelajaran membaca, guru harus mempunyai tujuan
membaca dengan menentukan tujuan khusus yang sesuai dengan kepentingan
membaca atau membantu siswa menyusun tujuan membacanya sendiri.
Blanton dkk. dalam (Rahim, 2008: 11) menjelaskan tujuan membaca yaitu:
(1) membaca untuk kesenangan atau hiburan, (2) untuk menyempurnakan
membaca nyaring, (3) menggunakan strategi tertentu, (4) memperbarui
pengetahuan tentang suatu topik, (5) mengaitkan informasi baru dengan
informasi yang telah diketahuinya, (6) memperoleh informasi untuk laporan
lisan dan tulis, (7) mengkonfirmasikan atau menolak prediksi, (8)
menampilkan suatu eksperimen atau mengaplikasikan informasi yang
diperoleh dari suatu teks, dan (9) menjawab pertanyaan-pertanyaan yang
spesifik.
Berdasarkan pendapat-pendapat di atas, tujuan membaca pemahaman
adalah mempelajari atau memahami masalah yang dibaca sampai hal-hal yang
sangat detail atau rinci terhadap teks yang dibaca.
Kemampuan membaca pemahaman pada siswa kelas VIII dengan
materi teks cerita fabel yaitu bertujuan untuk:
1. Melalui membaca teks cerita moral/ fabel, siswa dapat menentukan
struktur teks cerita moral/ fabel.
2. Melalui membaca teks cerita moral/ fabel, siswa dapat menentukan ciriciri atau unsur teks cerita moral/ fabel.
3. Melalui membaca teks cerita moral/fabel, siswa dapat memahami unsur
kebahasaan teks cerita fabel.
Pengaruh Metode Pembelajaran..., Siti Fatimah, Program Pascasarjana UMP, 2017
26
4. Melalui membaca teks cerita moral/fabel, siswa dapat menangkap makna
teks cerita moral/fabel
2.
Metode Pembelajaraan Kooperatif
Metode adalah cara kerja yang bersistem untuk memudahkan
pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan (KBBI,
2008) . Metode lebih bersifat prosedural dan sistemik karena tujuannya untuk
mempermudah pengerjaan suatu pekerjaan.
Dalam dunia pendidikan, metode diartikan sebagai cara yang
digunakan oleh pendidik atau guru untuk menyampaikan materi, diharapkan
dengan metode yang digunakan akan memudahkan siswa untuk memahami
materi yang disajikan. Selaras dengan yang disampaikan oleh J.R. David
dalam Teaching Strategis for College Class Room (1976) menyebutkan
bahwa method is away in achieving something (cara untuk mencapai sesuatu).
Artinya metode yang digunakan untuk merealisasikan strategi yang telah di
tetapkan (Majid, 2013:193)
Kegiatan pembelajaran merupakan proses interaksi antara pendidik
dengan peserta didik dan sumber belajar pada lingkungan belajar.
Lingkungan belajar disini dapat berarti di dalam kelas maupun di luar kelas.
Senada dengan yang disampaikan Nasution dalam (Fathurrohman, 2015:17)
Pembelajaran
adalah
suatu aktivitas
mengorganisasi
atau mengatur
lingkungan sebaik-baiknya dan menghubungkannya dengan peserta didik
sehingga terjadi proses belajar.
Pengaruh Metode Pembelajaran..., Siti Fatimah, Program Pascasarjana UMP, 2017
27
Berdasarkan definisi pembelajaran di atas, dapat kita ketahui bahwa
kegiatan pembelajaran merupakan kegiatan yang melibatkan komponen
sebagai berikut.
1. Peserta didik: bertindak sebagai pencari, penerima, dan penyimpan isi
pelajaran yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan.
2. Guru:
sebagai
pengelola,
katalisator,
dan
peran
lainnya
yang
memungkinkan berlangsungnya kegiatan belajar mengajar yang efektif.
3. Tujuan: pernyataan tentang perubahan (kognitif, afektif, dan psikomorik)
yang diinginkan terjadi
pada siswa setelah mengikuti
kegiatan
pembelajaran.
4. Materi Pelajaran: segala informasi berupa fakta, prinsip, dan konsep yang
diperlukan untuk mencapai tujuan.
5. Metode: cara yang teratur untuk memberikan kesempatan kepada siswa
untuk mendapat informasi yang dibutuhkan mereka untuk mencapai
tujuan.
6. Media: bahan pengajaran dengan atau tanpa peralatan yang digunakan
untuk menyajikan informasi kepada siswa.
7. Evaluasi: cara tertentu yang digunakan untuk menilai suatu proses dan
haslnya.
Metode pembelajaran merupakan salah satu faktor atau komponen
pendidikan yang sangat menentukan berhasil tidaknya suatu pembelajaran
(Hamdani, 2011:80). Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan guru
untuk menyampaikan materi pada siswa. Karena penyampaian materi
Pengaruh Metode Pembelajaran..., Siti Fatimah, Program Pascasarjana UMP, 2017
28
berlangsung interaksi edukatif, metode pembelajaran dapat diartikan sebagai
cara yang dipergunakan oleh guru dalam mengadakan hubungan dengan
siswa pada saat berlangsungnya pengajaran. Dengan demikian, metode
pembelajaran merupakan alat untuk menciptakan proses belajar mengajar.
Metode pembelajaran adalah seluruh perencanaan dan langkahlangkah kegiatan pembelajaran termasuk penentuan cara penilaian yang akan
digunakan. Metode pembelajaran dianggap sebagai prosedur/proses
yang
teratur atau cara yang teratur untuk melakukan pembelajaran. Pengertian
seluruh perencanaan dikaitkan dengan dengan Standar Kompetensi,
Kompetensi Dasar, indikator, tujuan , persiapan pembelajaran, kegiatan
pembalajaran (pembuka, inti, penutup), media pembelajaran, sumber belajar,
sampai penilaian (Suyono, 2014:19).
Menurut
Slavin
(2008:
4)
pembelajaran
kooperatif
adalah
pembelajaran dimana para siswa bekerja sama dalam kelompok-kelompok
kecil untuk saling membantu satu sama lainnya dalam mempelajari materi
pembelajaran. Dalam kelas kooperatif, para siswa diharapkan dapat saling
membantu, saling mendiskusikan dan beragumentasi, untuk mengasah
pengetahuan yang mereka kuasai saat itu dan menutup kesenjangan dalam
pemahaman masing-masing.
Menurut Karli dan Yuliariatiningsih dalam (Hamdani, 2011:165),
menyatakan bahwa metode pembelajaran kooperatif adalah suatu strategi
belajar mengajar yang menekankan pada sikap atau perilaku bersama dalam
bekerja atau membantu di antara sesama dalam struktur kerja sama yang
Pengaruh Metode Pembelajaran..., Siti Fatimah, Program Pascasarjana UMP, 2017
29
teratur dalam kelompok, yang terdiri atas dua orang atau lebih. Keberhasilan
kerja sangat dipengaruhi keterlibatan setiap anggota kelompok itu sendiri.
Pembelajaran koopertif adalah pembelajaran yang mengedepankan
kerjasama untuk mencapai tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran
dilakukan secara bersama-sama oleh semua anggota dalam kelompok
tersebut. Seperti pendapat (Daryanto dkk, 2012:228) pembelajaran kooperatif
diyakini dapat memberi peluang peserta didik untuk terlibat dalam diskusi,
berpikir kritis, berani dan mau mengambil tanggung jawab untuk
pembelajaran mereka sendiri. Jadi meskipun dilakukan secara bersama-sama,
siswa tetap memiliki tanggung jawab secara individu untuk dapat
mengembangkan diri dengan dibantu oleh teman-teman dalam satu
kelompok.
Cooperatif Learning atau pembelajaran kooperatif adalah salah satu
bentuk pembelajaran yang berdasarkan paham konstruktivisme. Secara
filosofis, belajar menurut teori konstruktivisme adalah membangun
pengetahuan sedikit demi sedikit, yang kemudian hasilnya diperluas melalui
konteks yang terbatas dan tidak sekonyong-konyong (Fathurahman, 2015:44).
Artinya pembelajaran kooperatif merupakan proses belajar yang dilakukan
siswa untuk memahami materi sesuai dengan konteks pengalaman yang telah
dimiliki siswa.
Ada beberapa hal yang harus dipenuhi dalam pembelajaran kooperatif
agar lebih menjamin para siswa bekerja secara kooperatif, yaitu sebagai
berikut.
Pengaruh Metode Pembelajaran..., Siti Fatimah, Program Pascasarjana UMP, 2017
30
1.
Para siswa yang tergabung dalam suatu kelompok harus merasa bahwa
mereka adalah bagian dari sebuah tim, dan mempunyai tujuan bersama
yang harus dicapai.
2.
Para siswa tergabung dalam suatu kelompok dan harus merasa bahwa
masalah yang mereka hadapi adalah masalah kelompok dan berhasil
tidaknya kelompok itu menjadi tanggungjawab bersama oleh seluruh
anggota kelompok.
3.
Untuk mencampai hasil yang maksimum, para siswa yang tergabung
dalam kelompok itu harus berbicara satu sama lain dalam mendiskusikan
masalah yang dihadapi.
Pembelajaran kooperatif dapat membantu siswa meningkatkan sikap
positif dan rasa percaya diri karena merasa ada teman yang dapat diajak
untuk bekerjasma. Rasa percaya diri yang mereka miliki akhirnya dapat
membantu siswa untuk menyelesaikan masalah yang diberikan guru. J.Johson
dan Johson dalam (Fathurrohman, 2015:46) menjelaskan hasil penelitian
bahwa belajar kooperatif akan mendorong siswa belajar lebih banyak materi
pelajaran, merasa lebih nyaman dan termotivasi lebih banyak materi
pelajaran, merasa lebih nyaman dan termotivasi untuk belajar mencapai hasil
belajar yang tinggi, memiliki kemampuan yang baik untuk berpikir secara
kritis, memiliki sikap positif terhadap objek studi, menunjukkan kemampuan
yang lebih baik dalam aktivitas kerja sama, memiliki aspek psikologis yang
lebih sehat, dan mampu menerima perbedaan yang ada di antara teman satu
kelompok.
Pengaruh Metode Pembelajaran..., Siti Fatimah, Program Pascasarjana UMP, 2017
31
Pembelajaran kooperatif secara khusus dirancang untuk mendorong
siswa bekerja bersama dan saling membantu untuk mempelajari tujuan-tujuan
umumnya. Pembelajaran kooperatif merupakan strategi pengajaran yang
dirancang untuk mendidik kerjasama kelompok dan interaksi antarsiswa.
Pembelajaran ini juga dapat mengurangi persaingan yang ada dalam kelas,
yang cenderung menimbulkan pihak yang menang dan kalah.
Pembelajaran kooperatif sesuai dengan sifat dasar manusia yang
membutuhkan keberadaan orang lain saling tergantung, memiliki tujuan dan
tanggung jawab bersama, berbagi pekerjaan, serta merasa senasib. Dengan
belajar secara berkelompok, siswa dilatih untuk berbagi pengetahuan,
pengalaman, tugas, dan tanggung jawab. Seperti pendapat Ngalimun,
(2016:230) pembelajaran kooperatif adalah kegiatan pembelajaran dengan
cara berkelompok untuk bekerja sama saling membantu mengkonstruksi
onsep, menyelesaikan masalah, atau menemukan sendiri.
Tujuan pembelajaran kooperatif berbeda dengan tujuan pembelajaran
konvensional. Pembelajaran dalam situasi kooperatif adalah siswa bekerja
satu dengan lainnya dalam kelompok untuk mencapai tujuan yang hanya satu
atau beberapa tetapi secara bersama. Dampaknya mereka akan bekerja secara
sungguh-sungguh, tidak terjadi persaingan negatif antarindividu tetapi justru
saling membantu, karena keberhasilan individu tergantung keberhasilan
kelompok bersama, demikian juga sebaliknya, keberhasilan kelompok
tergantung aktivitas individu. Sedangkan tujuan dalam pembelajaran
Pengaruh Metode Pembelajaran..., Siti Fatimah, Program Pascasarjana UMP, 2017
32
konvensional menerapkan sistem kompetisi, dimana keberhasilan individu
diorientasikan pada kegagalan orang lain (Fathurrohman,2015:48).
Sedangkan menurut (Majid, 2013:175) tujuan pembelajaran kooperatif
adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademik. Sehingga dapat
membantu memahami konsep-konsep yang sulit.
2. Siswa belajar untuk menerima teman-temannya dengan latar belakang
yang berbeda-beda.
3. Mengembangkan keterampilan sosial siswa; berbagi tugas, aktif bertanya,
menghargai pendapat orang lain, memotivasi teman untuk bertanya,
bersedia menjelaskan ide atau pendapat dan bekerja dalam kelompok.
Pembelajaran kooperatif memiliki ciri-ciri atau karakteristik sebagai
berikut:
1.
Siswa bekerja dalam kelompok untuk menuntaskan materi belajar;
2.
Kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki keterampilan tingi, sedang,
rendah (heterogen);
3.
Apabila memungkinkan, anggota kelompok berasal dari ras, budaya,
suku, dan jenis kelamin yang berbeda;
4.
Penghargaan lebih berorientasi pada kelompok daripada individu
(Ibrahim dkk. dalam Majid, 2013:176)
Berdasarkan pendapat-pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa
pembelajaran kooperatif merupakan kegiatan pembelajaran yang dilakukan
secara berkelompok. Di harapkan sesama anggota dalam kelompok tersebut
Pengaruh Metode Pembelajaran..., Siti Fatimah, Program Pascasarjana UMP, 2017
33
saling membantu untuk memahami persoalan yang sedang dihadapi, sehingga
semua anggota dalam kelompok tersebut menguasai persoalan yang sedang
didiskusikan.
a. Metode Pembelajaraan Kooperatif Tipe CIRC
1) Pengertian Metode Pembelajaran Kooperatif CIRC
Cooperative
Integrated
Reading
and
Composition
(CIRC)
merupakan program pembelajaran komprehensif untuk mengajarkan
membaca dan menulis pada siswa kelas dasar pada tingkat yang lebih
tinggi dan juga pada sekolah menengah (Slavin, 2008:16). Selain itu,
metode pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition
(CIRC)
merupakan kurikulum komprehensif yang dirancang untuk
digunakan dalam pelajaran membaca pada kelas 2-8 (Slavin, 2008: 11).
Cooperative Integrated Reading and Composition sebuah program
komprehensif untuk mengajari pembelajaran membaca, menulis, dan seni
berbahasa pada kelas yang lebih tinggi di sekolah dasar (Slavin,
2008:200). Pengembangan CIRC difokuskan pada metode-metode
pengajaran, merupakan sebuah usaha untuk menggunakan pembelajaran
kooperatif sebagai sarana memperkenalkan teknik terbaru dalam
pengajaran praktis pembelajaran membaca dan menulis. Pendekatan
pembelajaran kooperatif menekankan tujuan-tujuan kelompok dan
tanggung jawab dari tiap individu.
Pengembangan CIRC diambil dari beberapa analisis masalahmasalah tradisional dalam pengajaran pelajaran membaca, menulis, seni
Pengaruh Metode Pembelajaran..., Siti Fatimah, Program Pascasarjana UMP, 2017
34
berbahasa. Masalah-masalah utama yang ditujukan dalam proses
pengembangan dijelaskan oleh Steven dkk. dalam (Slavin, 2008:200).
Tindak lanjut. Sebuah fitur yang bersifat hampir selalu universal dari
pengajaran membaca adalah penggunaan kelompok membaca yang terdiri
atas para siswa dengan tingkat kinerja yang sama. Penggunaan kelompok
dengan kemampuan homogen ini adalah bahwa siswa perlu memiliki
materi-materi yang sesuai dengan tingkat kemampuan mereka.
Satu fokus utama dari kegiatan-kegiatan CIRC sebagai cerita dasar
adalah membuat penggunaan waktu tindak lanjut menjadi lebih efektif.
Para siswa yang bekerja di dalam tim-tim kooperatif dari kegiatankegiatan ini, yang dikoordinasikan dengan pengajaran kelompok
membaca, supaya dapat memenuhi tujuan-tujuan dalam bidang-bidang lain
seperti pemahaman membaca, kosakata, pembacaan pesan, dan ejaan. Para
siswa termotivasi untuk saling bekerja satu sama lain dalam kegiatankegiatan ini atau rekognisi lainnya yang didasarkan pada pembelajaran
seluruh anggota tim (Slavin, 2008:201).
Membaca lisan. Membaca dengan keras merupakan bagian yang
menjadi standar dari sebagian besar program-program membaca.
Penelitian
terhadap
membaca
lisan
mengindikasikan
bahwa
ini
memberikan pengaruh yang baik terhadap kemampuan pembacaan pesan
dan pemahaman. Hal tersebut diharapkan juga dapat meningkatkan
kemampuan mereka untuk membaca pesan secara langsung dan lebih
fokus pada pemahaman.
Pengaruh Metode Pembelajaran..., Siti Fatimah, Program Pascasarjana UMP, 2017
35
Tujuan dari program CIRC adalah meningkatkan kesempatan pada
siswa untuk membaca
dengan keras dan mendapat umpan balik dari
kegiatan membaca mereka dengan membuat para siswa membaca untuk
teman satu timnya dan dengan melatih mereka mengenai bagaimana saling
merespons kegiatan membaca mereka.
Kemampuan memahami
bacaan. Beberapa
kajian deskriptif
mengenai pengajaran membaca di sekolah dasar telah mencatat adanya
sebuah penekanan yang berlebihan pada kemampuan memahami bacaan
secara harfiah daripada kemampuan memahami secara interpretatif dan
logis.
Beberapa kajian eksperimental juga telah menunjukkan bahwa
pengajaran eksplisit dalam strategi memahami bacaan dan proses-proses
pemonitoran metakognitif dapat meningkatkan kemampuan membaca
pemahaman siswa. Sebagai contoh, Palinscar dan Brown (1984) dalam
(Slavin, 2008:203) menemukan bahwa pemahaman dapat dikembangkan
dengan
mengajari
siswa
kemampuan-kemampuan
merangkum,
mempertanyakan, menjelaskan, dan memprediksi.
Selain meningkatkan kesempatan siswa untuk membaca, CIRC juga
memiliki tujuan agar tim-tim kooperatif untuk membantu para siswa
mempelajari kemampuan memahami bacaan yang dapat diaplikasikan
secara luas. Selama masa tindak lanjut, para siswa bekerja berpasangan
untuk mengidentifikasi lima bagian penting dari cerita narasi yaitu
karakter, latar belakang kejadian, masalah, usaha yang dilakukan, solusi
Pengaruh Metode Pembelajaran..., Siti Fatimah, Program Pascasarjana UMP, 2017
36
akhir.
Menulis dan seni berbahasa. Penelitian terhadap pengajaran menulis
dan seni berbahasa di sekolah dasar telah mengindikasikan bahwa yang
dialokasikan untuk pelajaran ini difokuskan terutama pada kemampuan
mekanika bahasa yang terpisah, dengan hanya sedikit waktu yang
dialokasikan pada pelajaran menulis yang sebenarnya.
Tujuan utama dari CIRC terhadap pelajaran menulis dan seni
berbahasa
adalah
untuk
merancang,
mengiplementasikan,
dan
mengevaluasi pendekatan proses menulis pada pelajaran menulis dan seni
berbahasa yang akan banyak memanfaatkan kehadiran teman satu kelas.
Dalam program CIRC para siswa merencanakan, merevisi, dan
menyunting karangan mereka dengan kolaborasi yang erat dengan teman
satu tim mereka. Pengajaran mekanika berbahasa terintegrasi dangan
menulis, dan pelajaran menulis juga terintegrasi dengan pengajaran
memahami bacaan.
2) Langkah-langkah Metode Pembelajaran Kooperatif CIRC
CIRC terdiri dari tiga unsur penting: kegiatan-kegiatan dasar terkait,
pengajaran langsung pelajaran memahami bacaan, dan seni berbahasa dan
menulis terpadu (Slavin, 2008:204). Setiap siswa bekerja dalam tim-tim
yang sifatnya heterogen. Semua kegiatan pembelajaran mengikuti siklus
yang melibatkan presentasi dari guru, latihan tim, latihan independen, pra
penilaian teman, latihan tambahan, dan tes. Unsur utama CIRC terdiri dari:
kelompok membaca, tim, kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan
Pengaruh Metode Pembelajaran..., Siti Fatimah, Program Pascasarjana UMP, 2017
37
cerita, pemeriksaan oleh pasangan, dan tes (Slavin, 2008:204-208).
Pembahasan mengenai unsur-unsur tersebut adalah sebagai berikut:
Kelompok membaca. Jika menggunakan kelompok membaca, siswa
dibagi dalam kelompok-kelompok yang terdiri dari dua atau tiga orang
berdasarkan tingkat kemampuan membaca mereka, yang dapat ditentukan
oleh guru. Jika tidak, diberikan pengajaran kepada seluruh kelas.
Tim. Siswa dibagi ke dalam pasangan (atau trio) dalam kelompok
membaca mereka, dan selanjutnya pasangan-pasangan tersebut dibagi
kedalam tim yang terdiri dari pasangan-pasangan dari dua kelompok
membaca atau tingkat. Misalnya, sebuah tim terdiri dari dua siswa dari
kelompok membaca tingkat tinggi dan dua siswa dari kelompok
membaca tingkat rendah. Anggota tim menerima poin berdasarkan
kinerja indivudal mereka pada semua kuis, karangan, dan buku laporan,
dan poin-poin inilah yang membentuk skor tim.
Kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan cerita. Siswa
menggunakan bahan bacaan dasar atau bisa juga novel. Cerita
diperkenalkan dan didiskusikan dalam kelompok membaca yang
diarahkan oleh guru. Tahap-tahap kegiatannya meliputi: membaca
berpasangan, menulis cerita yang bersangkutan dan tata bahasa cerita,
mengucapkan kata-kata dengan keras, makna kata, menceritakan kembali
cerita, dan ejaan.
Pemeriksaan oleh pasangan. Jika siswa telah menyelesaikan semua
kegiatan ini, pasangan mereka memberikan formulir tugas yang
Pengaruh Metode Pembelajaran..., Siti Fatimah, Program Pascasarjana UMP, 2017
38
mengindikasikan bahwa mereka telah menyelesaikan dan/atau memenuhi
kriteria terhadap tugas tersebut.
Tes. Pada akhir periode kelas, siswa diberikan tes pemahaman
terhadap cerita, diminta untuk menuliskan kalimat-kalimat bermakna
untuk tiap kosakata, dan diminta membacakan daftar kata-kata dengan
keras kepada guru. Pada tes ini siswa tidak diperbolehkan saling
membantu. Hasil tes dan evaluasi dari menulis cerita yang bersangkutan
adalah unsur utama dari skor tim mingguan siswa.
Sedangkan Sintaks atau cara kerja pembelajaran kooperatif tipe
CIRC menurut (Warsono, 2013:2002) adalah sebagai berikut:
1. Awal pembelajaran guru melaksanakan presentasi dengan Direct
Instruction/ instruksi langsung.
2. Guru mengelompokkan siswa dalam kelompok-kelompok pembaca
(reading grup) terdiri dari dua orang (dyad) atau tiga orang (triad),
dan kemudian pasangan atau triad ini ditugasi membentuk pasangan
dari dua kelompok pembaca yang levelnya berbeda. Misalnya suatu
tim dapat terdiri dari dua siswa dari kelompok pembaca tingkat mahir
(high reading grup) dan dua kelompok pembaca tingkat pemula (low
reading grup).
3. Kegiatan yang harus dilaksanakan oleh setipa anggota tim adalah
membaca dengan suara nyaring (reading out loud), kecakapan
pemahaman bacaan (reading comprehension skills) dan penulisan
serta seni sastra (writing and language arts).
Pengaruh Metode Pembelajaran..., Siti Fatimah, Program Pascasarjana UMP, 2017
39
4. Anggota tim akan menerima nilai berlandaskan kinerja individual
masing-masing dalam setiap kuis, tugas terkait komposisi, dan
kemampuan membuat laporan buku (book reports) nilai individual ini
menentukan skor tim.
5. Tim-tim yang mencapai kriteria rata-rata 90% dari seluruh kegiatan
akan diberi predikat Superteams, dan akan menerima sertifikat yang
menarik, yang mencapai kriteria rata-rata 80% diberi predikat
Greateams.
CIRC adalah komposisi terpadu membaca dan menulissecara
kooperatif. Sintaks CIRC menurut (Ngalimun, 2016:240) adalah
membentuk kelompok heterogen 4 orang, guru memberikan wacana
bahan bacaan sesuai dengan materi bahan ajar, siswa bekerja sama
(membaca bergantian, menemukan kata kunci, memberikan tanggapan)
terhadap wacana kemudian menuliskan hasil kolaboratifnya, presentasi
hasil kelompok, dan refleksi.
Berdasarkan
uraian
di
atas
mengenai
langkah-langkah
pembelajaran kooperatif tipe CIRC dapat disimpulkan bahwa sintaks
CIRC menurut peneliti adalah sebagai berikut:
1. Guru menjelaskan materi pada siswa.
2. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 siswa secara heterogen.
3. Guru memberikan wacana sesuai topik pembelajaran.
4. Siswa bekerjasama saling membacakan untuk menemukan ide pokok,
saling memberi tanggapan terhadap wacana dan menulis pada lembar
Pengaruh Metode Pembelajaran..., Siti Fatimah, Program Pascasarjana UMP, 2017
40
kertas.
5. Siswa mempresetasikan hasil kerja kelompok.
6. Guru sebagai narasumber dan fasilitator memberikan penguatan.
7. Siswa bersama dengan guru membuat simpulan.
8. Evaluasi individu.
3) Prosedur Pembelajaran Membaca Pemahaman Materi Teks
Fabel dengan Menggunakan CIRC
Model pembelajaran CIRC (Cooperative Integrated Reading and
Composition) adalah sebuah model pembelajaran yang tidak hanya
memberikan kesempatan pada siswa belajar melalui presentasi langsung
oleh guru tentang keterampilan membaca dan menulis, namun juga teknik
menulis sebuah komposisi (naskah).
Sintaks pembelajaran membaca pemahaman teks fabel dengan
mennggunakan metode CIRC adalah sebagai berikut:
1. Guru melakukan presentasi awal, dengan menjelaskan materi teks
fabel.
2. Guru membentuk kelas menjadi beberapa kelompok heterogen. Setiap
kelompok terdiri dari 4 anggota.
3. Guru memberikan pemodelan teks fabel dan membahas bersama
siswa.
4. Setelah selesai melakukan pembahasan pada teks fabel, kemudian
guru membagi wacana berupa teks fabel pada tiap kelompok. Tiap
kelompok memperoleh teks fabel dengan judul yang sama.
Pengaruh Metode Pembelajaran..., Siti Fatimah, Program Pascasarjana UMP, 2017
41
5. Siswa melaksanakan diskusi/kerja kelompok berdasarkan teks fabel
yang diberikan oleh guru. Dalam setiap melakukan serangkaian
kegiatan berupa:
a) Salah satu anggota membaca atau tiap anggota saling bergantian
membacakan teks fabel.
b) Menafsirkan isi teks fabel, termasuk menuliskan apa yang
diketahui, apa yang akan ditanyakan jika ada yang belum bisa
dipahami.
c) Merencanakan penyelesaian soal.
d) Menuliskan penyelesaian soal secara urut.
e) Saling merevisi/mengedit pekerjaan atau hasil kerja kelompok.
6. Siswa mempresentasikan hasil kerja kelompok
7. Guru memberikan penguatan, jika dirasa diperlukan.
8. Guru memberikan evaluasi individu, dengan memberikan teks fabel
disertai dengan soal-soal yang harus diselesaikan siswa secara
individu.
b. Metode Pembelajaran Kooperatif STAD (Student Teams Achievment
Division)
1) Pengertian Metode Pembelajaran Kooperatif STAD
Model Pembelajaran kooperatif jenis STAD merupakan bentuk
pembelajaran kooperatif paling tua dan paling sederhana. Pertama kali
diperkenalkan pada awal tahun 1978 oleh Slavin dalam tulisannya pada
Journal of
Research and Development in Education. Dengan topik
Pengaruh Metode Pembelajaran..., Siti Fatimah, Program Pascasarjana UMP, 2017
42
Student Teams Achievment Division. Selanjutnya, dikembangkan oleh
Franzt (1979) dalam penelitiannya yang berjudul The Effect of The
Student Teams Achievment Approach ang Reading on Peer Attitudes.
STAD merupakan salah satu metode pembelajaran kooperatif yang
paling sederhana dan merupakan model yang paling banyak dipakai oleh
guru di dunia maju, dan telah digunakan mulai dari kelas dua sampai
kelas sebelas (Slavin, 2008:143 ). STAD terdiri atas lima komponen
utama yaitu presentasi kelas, tim, kuis/pertanyaan, skor kemajuan
individu, rekognisi tim/kelompok.
Pertama, presentasi kelas. Dalam presentasi kelas ini secara
mendasar adalah memberi informasi akademik baru kepada peserta didik
menggunakan presentasi verbal atau teks. Hal ini digunakan untuk
memperkenalkan
materi
yang
akan
dibahas
dalam
pertemuan
pembelajaran. Kegiatan ini merupakan pembelajaran langsung yang
dipimpin oleh guru, tetapi dapat juga melalui presentasi menggunakan
audiovisual. Perbedaan presentasi kelas dengan pengajaran biasa
hanyalah bahwa presentasi tersebut harus benar-benar fokus pada unit
STAD. Dengan cara ini siswa akan menyadari bahwa mereka harus
benar-benar memberikan perhatian penuh selama presentasi kelas, karena
akan membantu mereka mengerjakn kuis-kuis dan skor kuis untuk
menentukan skor tim.
Kedua, tim atau kelompok. Tim terdiri atas empat sampai lima
siswa yang mewakili seluruh bagian dari kelas dalam hal kinerja
Pengaruh Metode Pembelajaran..., Siti Fatimah, Program Pascasarjana UMP, 2017
43
akademik, jenis kelamin, ras dan etnisitas. Fungsi utama dari kelompok
ini adalah memastikan bahwa semua anggota kelompok benar-benar
belajar, dan yang paling penting adalah mempersiapkan semua anggota
kelompok agar dapat mengerjakan kuis dengan baik. Setelah guru
menjelaskan materi, kelompok berkumpul untuk membahas kegiatan atau
materi pelajaran. Para anggota kelompok melakukan pembahasan materi
bersama, membandingkan jawaban, dan mengoreksi setiap kesalahan
pemahaman apabila anggota tim ada yang melakukan kesalahan.
Kelompok adalah ciri yang paling penting dalam STAD. Pada setiap
kegiatan,
yang ditekankan
adalah
membuat
anggota
kelompok
melakukan yang terbaik untuk kelompok. Demikian pula sebaliknya,
kelompok pun juga harus melakukan yang terbaik untuk anggotaanggotanya.
Ketiga, tes/kuis. Salah satu tujuan kuis diberikan, untuk
mengetahui seberapa jauh pemahaman siswa terhadap materi yang
sedang dibahas. Kuis diberikan setelah siswa bekerja sama dalam
kelompok, kuis diberikan secara individual. Para siswa tidak boleh saling
membantu dalam mengerjakan kuis individu. Siswa bertanggungjawab
secara pribadi, setelah sebelumnya bekerja sama secara kelompok,
karena pemahaman materi yang sebelumnya sudah dilakukan dalam
kelompok, akhirnya harus dipahami secara individu.
Pengaruh Metode Pembelajaran..., Siti Fatimah, Program Pascasarjana UMP, 2017
44
Keempat, skor. Skor kemajuan individu adalah tolak ukur
kemampuan pribadi. Gagasan dibalik skor individu adalah untuk
memberikan kepada setiap siswa tujuan kinerja yang akan dapat dicapai
apabila mereka bekerja lebih giat dan memberikan kinerja yang lebih
baik daripada sebelumnya. Setiap siswa dapat memberikan kontribusi
nilai yang maksimal kepada kelompoknya dalam sistem skor ini. Skor ini
akan dibandingkan sebelum dan sesudah diskusi kelompok ini dilakukan.
Kelima, penghargaan tim. Penghargaan didasarkan nilai rata-rata
tim. Pengharagaan bisa berupa piagam atau sertifikat, atau dalam bentuk
penghargaan yang lain.
2) Langkah-langkah Metode Pembelajaran Kooperatif STAD
Inti pembelajaran kooperatif STAD dimulai dengan presentasi
pelajaran.
Presentasi
tersebut
haruslah
mencakup
pembukaan,
pengembangan, dan pengarahan praktis tiap komponen dari keseluruhan
pelajaran, kegiatan tim dan kuis mencakup latihan dan penilaian yang
independen secara berturut-turut, diadaptasi dari Good, Grouws, dan
Ebmeir (1983) dalam (Slavin, 2008:153)
Adapun tahap penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD
adalah sebagai berikut:
1.
Presentasi
a) Pembukaan
(1) Menjelaskan pada siswa materi yang akan dipelajari dan
alasan materi dipelajari. Menumbuhkan rasa ingin tahu siswa
Pengaruh Metode Pembelajaran..., Siti Fatimah, Program Pascasarjana UMP, 2017
45
dengan memberikan contoh dalam kehidupan nyata.
(2) Membimbing siswa untuk bekerja sama dalam tim, agar
dapat menemukan konsep-konsep atau membangkitkan minta
mereka terhadap pelajaran.
(3) Menjelaskan ulang persyaratan atau informasi secara singkat.
b) Pengembangan
(1) Tetap fokus pada hal-hal yang akan diipelajari siswa.
(2) Fokus pada pemaknaan, bukan hafalan.
(3) Mendemonstrasikan secara aktif konsep-konsep dengan
menggunakan alat bantu visual, cara-cara cerdik, dan contoh
yang banyak.
(4) Menilai siswa secara berulang-ulang dengan
memberi
banyak pertanyaan.
(5) Menjelaskan pada siswa mengapa sebuah jawaban bisa salah
atau benar, kecuali jika memang sudah sangat jelas.
(6) Beralih pada konsep selanjutnya, setelah siswa dapat
memahami materi atau dapat menemukan gagasan utamanya.
(7) Menjaga pembelajaran agar tetap berjalan dengan seimbang,
jangan terlalu banyak interupsi atau berpindah pelajaran
terlalu cepat.
c) Pedoman pelaksanaan
(1) Membimbing siswa agar siap mengerjakan soal atau
menjawab pertanyaan dari guru.
Pengaruh Metode Pembelajaran..., Siti Fatimah, Program Pascasarjana UMP, 2017
46
(2) Saat memberi pertanyaan, memanggil siswa secara acak agar
mereka selalu siap.
(3) Memberikan tugas yang tidak memerlukan waktu lama untuk
mengerjakan. Setelah itu berikan umpan balik.
2.
Belajar Tim
Saat belajar dalam tim, tugas anggota tim adalah menguasai materi
yang dijelaskan guru pada saat tahap presentasi kelas dan membantu
teman sekelasnya untuk menguasai materi yang sedang dibahas. Para
siswa mempunyai lembar kegiatan dan lembar jawaban yang digunakan
untuk melatih kemampuan selama proses pengajaran dan untuk penilaian
diri dan teman sekelasnya. Tiap tim hanya mendapat dua kopian lembar
kegiatan dan lembar jawaban, hal ini diharapkan dapat mendorong teman
satu tim untuk bekerja sama.
Aturan yang sebaiknya diikuti oleh anggota tim saat belajar tim
adalah sebagai berikut:
(1) Para siswa bertanggung jawab untuk memastikan bahwa teman satu
tim mereka telah mempelajari materi.
(2) Tak ada yang boleh berhenti belajar sampai semua anggota dalam tim
menguasai materi yang sedang dipelajari.
(3) Jika ada anggota tim yang belum paham, usahakan bertanya pada
teman dalam tim sebelum ditanyakan pada guru.
(4) Saat belajar tim boleh berkomunikasi dengan suara pelan.
Pengaruh Metode Pembelajaran..., Siti Fatimah, Program Pascasarjana UMP, 2017
47
Proses atau tahap kegiatan kelompok diawali dengan membagikan
lembar kegiatan kegiatan dan lembar jawaban kepada setiap kelompok
(dua lembar) sebagai bahan yang akan dipelajari oleh siswa. Selain
materi pelajaran, isi dari LKS tersebut juga digunakan juga digunakan
untuk melatih siswa untuk bekerja sama. Guru memberi bantuan dengan
memperjelas perintah, mengulang konsep, dan menjawab pertanyaan.
Dalam kegiatan kelompok ini, para siswa bersama-sama mendiskusikan
masalah yang dihadapi, membandingkan jawaban, atau memperbaiki
kesalahan memahami konsep. Kelompok diharapkan bekerjasama dengan
baik serta saling membantu untuk menyelesaikan masalah atau
memahami materi.
3.
Tes atau Kuis
Siswa mengerjakan kuis secara mandiri sesuai dengan waktu yang
telah disediakan. Siswa tidak boleh bekerja sama saat mengerjakan kuis.
Hal tersebut untuk menunjukkan hal yang telah dipelajari siswa selama
bekerja dalam kelompok. Hasil evaluasi digunakan sebagai nilai
perkembangan individu dan disumbangkan sebagai nilai perkembangan
kelompok.
4.
Rekognisi Tim
a) Menghitung skor kemajuan individual
Untuk menghitung skor kemajuan siswa, diperlukan lembar skor
kuis. Tujuan dibuatnya skor awal dan poin kemajuan adalah
untuk memungkinkan semua siswa memberikan poin maksimum
Pengaruh Metode Pembelajaran..., Siti Fatimah, Program Pascasarjana UMP, 2017
48
bagi kelompok mereka, berapapun tingkat kinerja mereka
sebelumnya.
b) Merekognisi prestasi tim
Untuk menghitung skor tim, catatlah tiap poin kemajuan semua
anggota tim pada lembar rangkuman tim dan bagilah jumlah total
poin kemajuan seluruh anggota tim dengan jumlah anggota tim
yang hadir, bulatkan semua pecahan. Skor tim lebih tergantung
pada skor kemajuan daripada skor kuis awal.
Sedangkan Menurut Arifin (1991:33) dalam (Majid, 2013:186)
tahapan pelaksanaan pembelajaran kooperatif tipe STAD diawali dengan
kegiatan guru mempersiapkan lembar kegiatan dan lembar jawaban yang
akan dipelajari murid. Kemudian membentuk tim yang heterogen
sejumlah 4-6 siswa. Heterogenitas bisa dilihat dari kemampuan
akademik, jenis kelamin, latar belakang sosial, maupun sifat atau
karakter. Secara garis besar berikut merupakan tahapan STAD :
1. Persiapan materi
Sebelum menyajikan materi, guru mempersiapkan lembar kerja siswa
dan lembar jawab yang akan dipelajari siswa dalam kelompokkelompok
kooperatif.
Kelompok
tersebut
ditetapkan
secara
heterogen.
2. Penyajian materi pelajaran
a) Pendahuluan
Memotivasi siswa untuk menumbuhkan rasa ingin tahu
tentang konsep-konsep materi yang akan dipelajari. Sehingga saat
Pengaruh Metode Pembelajaran..., Siti Fatimah, Program Pascasarjana UMP, 2017
49
guru presentasi, siswa memperhatikan dengan seksama.
b) Pengembangan
Dilakukan pengembangan materi yang dipelajari siswa dalam
kelompok. Siswa belajar memahami makna, bukan menghafal.
Oleh karena itu, guru harus memberi penjelasan yang lebih rinci
atau mendetail berkaitan dengan materi yang sedang dipelajari.
c) Praktik terkendali
Penyajian materi melalui aktivitas siswa dengan mengerjakan
soal-soal atau memanggil siswa secara acak untuk menjawab
pertanyan. Pemanggilan secara acak ini dilakukan, agar siswa
selalu siap.
3. Kegiatan kelompok
Guru membagikan LKS pada masing-masing kelompok sebagai
bahan yang akan dipelajari. Selain untuk mempelajari materi, isi LKS
juga berfungsi untuk melatih kooperatif. Guru memberi bantuan pada
siswa atau kelompok yang belum paham atau masih membutuhkan
penjelasan ulang. Tim diharapkan bekerjasama dengan sebaikbaiknya dan saling membantu dalam memahami materi pelajaran.
4. Evaluasi
Dilakukan selama 40-60 menit secara mandiri untuk menunjukkan
yang telah dipelajari siswa selama bekerja dalam kelompok. Hasil
evaluasi digunakan sebagai nilai perkembangan individu dan
disumbangkan sebagai nilai perkembangan kelompok.
Pengaruh Metode Pembelajaran..., Siti Fatimah, Program Pascasarjana UMP, 2017
50
5. Penghargaan kelompok
Dari hasil nilai perkembangan, maka penghargaan pada prestasi
kelompok diberikan dalam tingkatan penghargaan seperti kelompok
baik, hebat, dan super. Perhitungan ulang skor awal dan pengubahan
kelompok dalam satu periode penilaian (3-4 pekan) dilakukan
perhitungan ulang skor evaluasi sebagai skor awal siswa baru.
Kemudian dilakukan perubahan kelompok agar siswa dapat bekerja
dengan teman yang lain.
Menurut (Fathurrohman, 2015:53) inti pembelajaran STAD
(Student Teams Achievment Division) adalah guru menyampaikan materi,
siswa tergabung dalam kelompok yang terdiri dari 4-5 siswa untuk
menyelesaikan soal-soal yang diberikan oleh guru. Selanjutnya, siswa
diberi tes secara individual. Skor individual digunakan untuk menentukan
skor kelompok.
Adapun langkah-langkah penerapan materi pembelajaran kooperatif
tipe STAD adalah sebagai berikut:
1. Guru menyampaikan materi pembelajaran atau permasalahan kepada
siswa sesuai kompetensi dasar yang dicapai.
2. Guru memberikan tes pada siswa secara individu sehingga diperoleh
skor awal.
3. Guru membentuk kelompok. Tiap kelompok terdiri 4-5 siswa dengan
latar belakang yang heterogen. Baik kemampuan, jenis kelamin, ras,
budaya, maupun suku.
Pengaruh Metode Pembelajaran..., Siti Fatimah, Program Pascasarjana UMP, 2017
51
4. Bahan materi yang telah dipersiapkan didiskusikan dalam kelompok
untuk mencapai kompetensi dasar. Pembelajaran kooperatif STAD,
biasanya digunakan untuk penguatan pemahaman materi.
5. Guru memfasilitasi siswa dalam membuat rangkuman, mengarahkan,
dan memberikan penegasan pada materi pembelajaran yang telah
dipelajari.
6. Guru memberikan tes kepada setiap siswa secara individual.
7. Guru memberikan penghargaan pada kelompok berdasarkan perolehan
nilai peningkatan hasil belajar individual dari skor dasar ke skor kuis
berikutnya.
Berdasarkan pendapat-pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa
langkah-langkah pembelajaran STAD adalah sebagai berikut:
1. Pembentukan kelompok
2. Pembagian LKS dan Lembar jawab
3. Penyajian materi oleh guru
4. Diskusi tim
5. Evaluasi dalam kelompok
6. Evaluasi individu
7. Guru melakukan evaluasi dan refleksi
8. Penghargaan kelompok dan individu
3) Prosedur Pembelajaran Membaca Pemahaman Materi Teks Fabel
dengan Menggunakan STAD
Langkah-langkah pembelajaran membaca pemahaman teks fabel
dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah
Pengaruh Metode Pembelajaran..., Siti Fatimah, Program Pascasarjana UMP, 2017
52
sebagai berikut.
1. Pembentukan kelompok
Awal
proses
belajar
diawali
dengan
pembentukan
kelompok.
Pembentukan kelompok ini dilakukan oleh guru, dan didesain
heterogen. Penentuan anggota kelompok dilatarbelakangi kemampuan
yang berbeda, ras, suku, etnis, maupun gender. Setiap kelompok terdiri
dari 4-5 orang.
2. Pembagian LKS dan lembar jawab
Setelah pembentukan kelompok, guru membagikan teori atau konsepkonsep mengenai materi teks fabel. Sebelum guru presentasi, siswa
membaca LKS yang telah dibagikan pada tiap kelompok. Tujuannya
agar saat guru menjelaskan, siswa sudah memiliki sedikit gambaran.
3. Penyajian Materi
Guru menjelaskan konsep teks fabel, jenis teks fabel, struktur teks fabel,
unsur kebahasaan teks fabel ( kalimat tunggal/kalimat kompleks, kata
kerja, kata sifat, dan konjungsi), dan keterangan tempat serta keterangan
waktu. Disela-sela presentasi, guru memberikan pertanyaan pada siswa
yang diberikan secara acak.
4. Diskusi tim
Pada diskusi tim, siswa melakukan aktivitas untuk mempelajari lebih
lanjut materi teks fabel yang sudah dipresentasikan oleh guru. Saat
mempelajari teks fabel, siswa juga berlatih untuk bekerja sama dengan
Pengaruh Metode Pembelajaran..., Siti Fatimah, Program Pascasarjana UMP, 2017
53
anggota lain dalam satu tim. Guru menjelaskan ulang, jika ada individu
atau kelompok yang memerlukan penjelasan ulang.
5. Evaluasi dalam kelompok
Setelah bersama-sama dengan kelompok mempelajari materi teks fabel,
dipastikan semua anggota dalam tim sudah memahami materi yang
dipelajari. Kemudian siswa mengerjakan tugas secara berkelompok.
6. Evaluasi individu
Sebelum akhir pembelajaran, diadakan evaluasi individu. Evaluasi
individu ini dilaksanakan setelah siswa melakukan kerja tim.
Sebelumnya siswa telah membahas soal-soal secara bersama. Saat
evaluasi individu siswa dipastikan mengerjakan sendiri-sendiri, tidak
diperbolehkan untuk saling membantu.
7. Evaluasi dan refleksi
Guru melakukan penilaian terhadap proses belajar serta hasil belajar.
8. Penghargaan kelompok dan indvidu
Nilai hasil evaluasi dijadikan acuan untuk memberikan penghargaan
pada tim.
3.
Teks Fabel
a. Pengertian Teks Fabel
Fabel merupakan salah satu jenis dongeng. Menurut (KBBI, 2008:386)
fabel adalah cerita yang menggambarkan watak dan budi manusia yang
pelakunya diperankan oleh binatang (berisi pendidikan moral dan budi
pekerti).
Pengaruh Metode Pembelajaran..., Siti Fatimah, Program Pascasarjana UMP, 2017
54
Menurut (Fang, 1991:6) fabel adalah salah satu bentuk sastra rakyat
yang sangat terkenal. Tiap-tiap bangsa di dunia ini mempunyai cerita
binatang. Misalnya saja bangsa Melayu yang memiliki cerita hampir sama,
yaitu cerita kancil. Tidak hanya terdapat di tanah Melayu, tetapi juga di Jawa,
India, dan Eropa. Hanya saja yang membedakan adalah tokoh binatangnya.
Cerita binatang atau fabel adalah salah satu bentuk cerita tradisional
yang menampilkan binatang sebagai tokoh cerita. Binatang-binatang tersebut
dapat berpikir dan berinteraksi layaknya komunitas manusia,
lengkap
dengan permasalahan hidup layaknya manusia. Mereka dapat berpikir,
berlogika, berperasaan, berbicara, bersikap, bertingkah laku, dan lain-lain
sebagaimana manusia dengan bahasa manusia. Cerita binatang seolah-olah
tidak berbeda halnya dengan cerita yang lain, artinya cerita dengan tokoh
manusia juga menampilkan binatang sebagai tokoh lainnya (Nurgiyantoro,
2005: 190).
Dijelaskan oleh (Nurgiyantoro, 2005: 19) cerita fabel berkaitan dengan
dunia binatang dan tidak secara langsung menunjuk manusia, dan karenanya
bersifat imperasional, pesan moral atau kritik yang ingin disampaikan
menjadi lebih bersifat tidak langsung. Hal itu menyebabkan pembaca menjadi
lebih senang dan menikmati, dan kalaupun termasuk yang terkena kritik,
menjadi tidak terasa serta-merta karena baik yang memberikan kritik dan
pesan maupun yang dituju adalah sama-sama binatang. Hal itu pula yang
menyebabkan cerita binatang menjadi amat populer, disenangi anak-anak dan
orang dewasa, dan bersifat universal.
Pengaruh Metode Pembelajaran..., Siti Fatimah, Program Pascasarjana UMP, 2017
55
Jadi fabel merupakan cerita binatang yang menampilkan binatang
sebagai tokoh dalam cerita. Binatang-binatang tersebut dapat bertingkah laku
layaknya manusia lengkap dengan permasalahan yang dihadapi layaknya
manusia. Mereka dapat berpikir, berbicara, memiliki perasaan layaknya
manusia. Fabel bertujuan untuk memberikan pesan moral yang ingin
disampaikan penulis kepada pembaca.
b. Kompetensi Dasar Materi Teks Fabel
Kompetensi Dasar diturunkan dari Standar Kompetensi. Kompetensi
dasar ini secara minimal sudah dinyatakan oleh BSNP, akan tetapi guru dapat
menambah kompetensi dasar sendiri ketika standar minimal dalam
kompetensi dasar yang dinyatakan oleh BSNP dapat dicapai dengan mudah
oleh siswa. Kompetensi dasar merupakan rujukan untuk pengembangan
tujuan pembelajaran.
Menurut (Sanjaya, 2010: 70) kompetensi dasar sebagai kemampuan
minimal yang harus dicapai peserta didik dalam penguasaan konsep atau
materi pelajaran yang diberikan dalam kelas pada jenjang pendidikan tertentu.
Menurut Depdiknas dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 41
tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan
Menengah, kompetensi dasar adalah sejumlah kemampuan yang harus
dikuasai peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan
penyusunan indikator kompetensi dalam suatu pelajaran. Sedangkan
(Nurgiyantoro,
2010:8)
mendefinisikan
kompetensi
dasar
sebagai
kemampuan dasar yang dimaknai sebagai kemampuan minimal yang harus
dikuasai oleh peserta didik.
Pengaruh Metode Pembelajaran..., Siti Fatimah, Program Pascasarjana UMP, 2017
56
Berdasarkan dari pendapat-pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa
kompetensi dasar adalah kemampuan terendah yang harus dikuasai oleh siswa
dalam perilaku kognitif, afektif, maupun psikomotorik yang diberikan dalam
suatu mata pelajaran. Kompetensi dasar merupakan kemampuan yang
dijabarkan secara langsung dari standar kompetensi dan digunakan sebagai
acuan untuk kegiatan penilaian. Kemampuan dasar untuk mata pelajaran
bahasa Indonesia bagi siswa kelas VIII SMP/MTs, misalnya adalah Membaca
Teks Fabel.
c. Indikator Pencapaian Kemampuan Membaca Pemahaman Teks
Fabel
Pada Silabus Bahasa Indonesia kelas VIII Kurikulum 2013 di tingkat
satuan pendidikan dasar SMP/MTs terdapat lima teks yang harus dipelajari.
Kelima teks tersebut adalah teks fabel, teks biografi, teks prosedur, teks
ulasan, dan teks diskusi. Kemampuan membaca pemahaman pada teks fabel
merupakan salah satu kompetensi yang ahrus dikuasi dalam mata pelajaran
bahasa Indonesia.
Membaca pemahaman merupakan aktivitas membaca untuk memahami
isi bacaan secara menyeluruh baik yang tersirat maupun yang tersurat.
Artinya, pembaca harus dapat menangkap informasi, pesan, ataupun ide yang
disajikan pada teks yang dibaca. Oleh karena itu, membaca pemahaman
memiliki indikator-indikator yang harus dikuasai oleh siswa, sehingga
mereka dapat dikatakan berkompeten dalam membaca pemahaman.
Dalam menentukan indikator, seorang guru perlu mempertimbangkan
dua aspek penting dalam kompetensi dasarnya, yakni aspek kompetensi dan
materi yang akan diajarkan. Indikator-indikator yang terkait dengan
Pengaruh Metode Pembelajaran..., Siti Fatimah, Program Pascasarjana UMP, 2017
57
kemampuan membaca pemahaman meliputi, (1) informasi berupa fakta,
definisi, atau konsep, (2) makna kata istilah dan ungkapan, (3) hubungan
dalam wacana meliputi
hubungan antar hal, hubungan sebab akibat,
persamaan dan perbedaan antar hal, (4) organisasi wacana tentang ide pokok,
ide penjelas, kalimat pokok, dan kalimat penjelas, (5) tema atau topik dan
judul wacana, (6) menarik kesimpulan tentang hal, konsep, masalah, atau
pendapat.
B. Penelitian yang Relevan
Penelitian-penelitian relevan terkait dengan penggunaan metode
pembelajaran kooperatif tipe CIRC (Cooperative Integrated Reading and
Composition) dan STAD (Student Teams Achievement Division) sudah
dilakukan beberapa peneliti. Penelitian yang dilakukan Prabawati dkk. yang
berjudul “Pengaruh Metode CIRC Berbantuan Media Gambar Berseri
terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman pada Siswa Kelas V SD Gugus
IV Kecamatan Rendang” Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh t hitung =
4.2 dan t tabel (pada taraf signifikansi 5%) = 2.01. Hal ini berarti t hitung > t
tabel, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan
kemampuan
membaca
pemahaman
antara
siswa
yang
mengikuti
pembelajaran dengan CIRC berbantuan media gambar berseri dan siswa yang
mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran konvensional.
Hasil penelitian eksperimen oleh Murtono pada siswa kelas V SD di
Jawa Tengah yang berjudul “Eksperimentasi Model Kooperatif CIRC dan
Jigsaw untuk Peningkatan Keterampilan
Membaca Ditinjau dari
Kemampuan Logika Berbahasa” berdasarkan hasil analisis data, dapat
Pengaruh Metode Pembelajaran..., Siti Fatimah, Program Pascasarjana UMP, 2017
58
disimpulkan bahwa keterampilan membaca kelompok siswa yang mengikuti
pembelajaran dengan model pembelajaran CIRC lebih baik daripada yang
belajar dengan model Jigsaw. Hasil penelitian tersebut juga menunjukan
bahwa terdapat interaksi antara penggunaan jenis model pembelajaran
kooperatif dan kemampuan logika berbahasa dalam mempengaruhi
keterampilan membaca. Interaksi tersebut berupa: siswa yang memiliki
kemampuan logika tinggi model CIRC lebih efektif digunakan dibandingkan
Jigsaw.
Penelitian oleh Suryani dkk. tentang Pengaruh “Model Pembelajaran
Kooperatif Tipe STAD terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman Ditinjau
dari Minat Belajar Siswa di Kelas V SD Tunas Harapan Jaya Denpasar”
hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh kemampuan
membaca pemahaman yang signifikan antara siswa yang mengikuti
pembelajaran dengan metode STAD dengan siswa yang mengikuti
pembelajaran dengan metode konvensional. Selain itu, terdapat kontribusi
minat belajar siswa secara keseluruhan yang signifikan sebesar 27.7%
terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa.
C. Kerangka Berpikir
Membaca pemahaman pada hakikatnya adalah kegiatan membaca yang
dimaksudkan untuk memahami makna yang terkandung dalam suatu teks.
Pemahaman suatu teks sangat bergantung pada berbagai hal. Salah satu hal
yang perlu mendapat perhatian dalam membaca adalah keterampilan yang
dimiliki oleh seseorang pembaca dalam memahami teks yang dibaca. Tinggi
rendahnya keterampilan yang dimiliki pembaca akan sangat berpengaruh
Pengaruh Metode Pembelajaran..., Siti Fatimah, Program Pascasarjana UMP, 2017
59
pada tingkat pemahaman pada teks yang dibaca.
Metode
sebagai
suatu
keseluruhan
perencanaan
untuk
mempresentasikan pembelajaran secara sistematik harus didasarkan pada
pendekatan yang dipilih. Metode pembelajaran merupakan salah satu strategi
yang dipilih oleh guru untuk mengelola pembelajaran seperti yang
diinginkan. Penerapan metode Pembelajaran Kooperatif tipe CIRC dan
STAD dalam pembelajaran kemampuan membaca pemahaman pada teks
fabel dilakukan kepada siswa MTs kelas VIII.
Pembelajaran kooperatif tipe CIRC lebih memudahkan siswa dalam
dalam mempelajari materi kemampuan membaca pemahaman karena metode
ini mengintegrasikan keterampilan membaca dan menulis, sementara metode
STAD tidak ada pengintegrasian. Diketahui secara umum bahwa dalam
berbahasa, keterampilan membaca dan menulis adalah dua hal yang saling
berkaitan. Keduanya merupakan jenis keterampilan yang bersifat aktif.
Keterampilan membaca bersifat aktif reseptif dari sumber tertulis, sedangkan
keterampilan menulis bersifat aktif produktif. Keduanya memang tak terlepas
dari tulisan (Tarigan, 2008:6).
Penggunaan kedua metode tersebut pada pembelajaran kemampuan
membaca pemahaman pada teks fabel diawali dengan pretest pada kedua
kelas eksperiment. Dilanjutkan dengan proses pembelajaran dengan
menggunakan kedua metode tersebut. Sehingga akan diketahui, manakah
yang lebih efektif dari kedua metode tersebut dalam pembelajaran
kemampuan membaca pamahaman.
Pengaruh Metode Pembelajaran..., Siti Fatimah, Program Pascasarjana UMP, 2017
60
Alur berpikir dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut ini.
Dalam kerangka pikir pada bagan 2.1
Memahami teks cerita moral/fabel, ulasan,
diskusi, cerita prosedur, dan cerita biografi
baik melalui lisan maupun tulisan
PRETEST Membaca
Pemahaman Teks Fabel
PRETEST Membaca
Pemahaman Teks Fabel
Penerapan CIRC dalam Membaca
Pemahaman Teks Fabel
Penerapan STAD dalam Membaca
Pemahaman Teks Fabel
POSTEST Membaca
Pemahaman Teks Fabel
POSTEST Membaca
Pemahaman Teks Fabel
D. Hipotesis
Berdasarkan deskripsi teori dan kerangka pikir yang telah diuraikan di
atas, maka dapat diajukan hipotesis penelitian ini adalah sebagai berikut.
4. Terdapat pengaruh metode CIRC terhadap kemampuan membaca pemahaman
pada materi teks fabel kelas VIII MTs Negeri Sumbang.
5. Terdapat
pengaruh
metode
STAD
terhadap
kemampuaan
membaca
pemahaman pada materi teks fabel kelas VIII MTs Negeri Sumbang.
Pengaruh Metode Pembelajaran..., Siti Fatimah, Program Pascasarjana UMP, 2017
61
6. Metode CIRC lebih efektif dibandingkan dengan metode STAD terhadap
kemampuaan membaca pemahaman pada materi teks fabel kelas VIII MTs
Negeri Sumbang
Pengaruh Metode Pembelajaran..., Siti Fatimah, Program Pascasarjana UMP, 2017
Download